Setelah Lama Dinas Kereta Inspeksi 4 Ini Akhirnya Masuk Balai Yasa Manggarai, Kenapa?

Kereta Inspeksi 4 akhir – akhir ini selalu digunakan untuk perjalanan khusus oleh pejabat kereta api dan orang – orang penting lainnya ke berbagai kota di Pulau Jawa. Apalagi saat perjalanan inspeksi menghadapi Natal dan Tahun Baru 2021 lalu. Dari Jakarta ke Surabaya kereta ini melalukan inspeksi lintas dan lokasi – lokasi tertentu guna pengecekan jalur kereta api. Agar saat dilakukan perjalanan reguler semua dalam kondisi aman dan terkendali.

Baca juga: Rail Bicycle, Mudahkan Petugas Kereta Api Lakukan Inspeksi Pada Jalur Rel

Saat ini Kereta Inspeksi 4 masuk ke Balai Yasa Manggarai bukan untuk pengecekan mesin atau karena kerusakan yang berarti. Dari informasi, kereta ini melakukan pembubutan roda di dalam Balai Yasa. Pembubutan roda ini sangat jarang dilakukan untuk Kereta Inspeksi 4. Karena kereta itu cukup jarang untuk melakukan perjalanan. Hanya dibutuhkan perjalanan khusus atau inspeksi pada hari – hari tertentu saja. Pembubutan roda pada Kereta Inspeksi 4 dilakukan pada pagi hari.

Keberangkatan kereta ini dari Depo Lokomotif Tanah Abang kemudian memasuki jalur 4 Stasiun Tanah Abang. Selanjutnya diberangkatkan dari Stasiun Tanah Abang pada pukul 09.00 WIB menuju Stasiun Manggarai. Setiba di Manggarai sekitar pukul 09.18 WIB rangkaian Kereta Inspeksi 4 langsir menuju Balai Yasa Manggarai untuk memasuki ruang bubut roda.

Baca juga: Ridwan Kamil Naik Kereta Inspeksi Tinjau Stasiun Garut

Roda Kereta Inspeksi 4 yang dilakukan pembubutan setidaknya membutuhkan sekitar 45 menit setiap rodanya. Pembubutan roda dilakukan saat atau mencegah keausan roda yang mengakibatkan roda agak benjol dan menimbulkan suara pada roda. Jadi pembubutan roda harus dilakukan sesegera mungkin agar tidak ada hal yang diinginkan terjadi. Hingga saat ini belum ada informasi kapan Kereta Inspeksi 4 ini selesai untuk bubut roda dan kembali pulang ke Depo Lokomotif Tanah Abang. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Maskapai India Pekerjakan Awak Kabin yang Tengah Isolasi Mandiri, Imigrasi Bandara Changi Lakukan Cekal

Covid yang sudah menjadi pandemi di seluruh dunia, membuat banyak negara harus menutup diri dari kedatangan pelancong. Kalaupun mulai membuka diri, setiap negara memiliki aturan tersendiri bagi para pelancong atau siapa pun yang masuk ke negara mereka. Sehingga bagi pelancong yang terinfeksi harus melakukan karantina mandiri agar tidak menularkannya pada orang lain.

Baca juga: Akibat Langgar Karantina, Awak Kabin Vietnam Airlines Dipenjara Dua tahun

Namun, maskapai India mengizinkan awak kabin yang sebelumnya terinfeksi Covid untuk ikut dalam penerbangan padahal belum menyelesaikan isolasi yang wajib dilakukan. Hal ini membuat otoritas imigrasi Singapura tidak senang dan insiden tersebut terjadi beberapa hari yang lalu dan awak kabin tersebut ditahan di Bandara Changi ketika tiba di kedatangan.

Menurut sebuah laporan, awak kabin maskapai penerbangan India ditahan di Bandara Changi karena tidak mengikuti aturan Vovid yang diperlukan. Dilansir KabarPenumpang.com dari simpleflying.com (13/1/2022), awak kabin itu tidak disebutkan namanya dan maskapainya pun adalah yang terkemuka. Awak kabin itu dinyatakan positif Covid belum lama ini, tetapi belum menyelesaikan dua minggu isolasi wajibnya.

“Seorang awak kabin dinyatakan positif pada 31 Desember 2021. Ia dilaporkan kembali bekerja pada Minggu (9/1/2022) ini. Dia terdaftar dalam penerbangan yang berangkat ke Singapura pada hari Selasa dan mendarat di sana pada hari Rabu. Setibanya, pihak berwenang di Bandara Changi menahannya karena dia belum menyelesaikan 14 hari isolasi rumah,” kata seorang kerabat awak kabin itu.

Departemen imigrasi Singapura telah keberatan dengan selang waktu ini dan dapat mengenakan denda pada individu atau maskapai. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah diberitahu tentang insiden tersebut dan sedang menyelidiki masalah tersebut. Untuk diketahui, lonjakan Covid di India mulai berdampak pada operasi penerbangan.

Selama beberapa hari terakhir, puluhan anggota awak di semua maskapai di negara itu telah dilaporkan sakit. Setelah mematuhi pedoman pemerintah untuk manajemen Omicron, Ditjen Perhubungan Udara telah melonggarkan aturan bagi anggota kru yang bergabung kembali setelah terinfeksi. Mereka yang tidak menunjukkan gejala dapat kembali bekerja setelah tujuh hari isolasi, sementara mereka yang memiliki gejala ringan dapat kembali bekerja setelah 14 hari.

Baca juga: Kembali Berlayar, Seorang Penumpang Kapal Pesiar Asuka II Positif Covid-19 Varian Baru

Melihat lintasan infeksi baru, banyak maskapai penerbangan telah mengurangi operasi dan bahkan mengizinkan penumpang memodifikasi pemesanan mereka secara gratis. IndiGo, Air India dan Vistara telah mengumumkan bahwa mereka membebaskan biaya perubahan tanggal penerbangan untuk perjalanan hingga 31 Maret tahun ini.

Kenapa Rute London-Sydney Qantas ‘Harus’ Transit di Singapura? Ini Jawabannya

Qantas coba meruntuhkan dominasi Singapore Airlines di penerbangan terpanjang dan terlama di dunia dengan merilis penerbangan langsung dari Sydney – New York selama lebih dari 19 jam beberapa waktu lalu. Sayangnya, itu hanya penerbangan uji coba, bukan komersial.

Baca juga: Mengapa Pesawat Tidak Terbang Lurus? Inilah 5 Alasannya

Tetapi, di bawah Project Sunrise, Qantas benar-benar akan merealisasikan penerbangan tersebut secara komersial. Begitu juga dengan penerbangan langsung dari Sydney – London selama lebih dari 23 jam. Ini benar-benar akan direalisasikan, sekalipun pada faktanya, saat ini penerbangan Sydney – London Qantas transit di Singapura terlebih dahulu. Mengapa demikian?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, saat virus Corona merebak dengan cepat di awal tahun 2020, maskapai Air Tahiti Nui berhasil mencetak rekor sebagai penerbangan komersial terjauh.

Ketika itu, maskapai asal Polinesia Perancis tersebut biasanya terbang menuju Bandara Charles de Gaulle di Paris dengan transit terlebih dahulu di Bandara Internasional Los Angeles (LAX), Amerika Serikat.

Namun, karena negara tersebut tengah memberlakukan pembatasan penerbangan akibat maraknya wabah Covid-19, pesawat Boeing 787-9 Dreamliner Air Tahiti Nui terpaksa terbang langsung dari Pape’ete di Tahiti menuju Paris, Perancis.

Namun, siapa sangka, penerbangan yang ‘dipaksakan’ tersebut justru berhasil mendorong terpecahkannya rekor penerbangan komersial terjauh.

Bila sebelumnya rekor tersebut disandang Singapore Airlines pada rute Singapura-Newark dengan jarak tempuh 15.348 km, Air Tahiti Nui berhasil mematahkannya dengan mencatatkan penerbangan sejauh 15.715 km dalam waktu selama 15 jam 45 menit.

Pesawat Boeing 787 Dreamliner yang digunakan saat maskapai tersebut memecahkan rekor penerbangan komersial terjauh, standar pabrikannya hanya mampu terbang sejauh 14.800 km, sedangkan kala itu penerbangan dipaksakan sampai 15.715 km dan itu berhasil lantaran hanya mengangkut total 150 penumpang dari kapasitas maksimal mencapai 290 penumpang.

Kembali ke rute Sydney – London Qantas, sebagaimana dilansir Simple Flying, keduanya diketahui berjarak sekitar 27 ribu kilometer. Tidak ada pesawat komersial manapun di dunia saat ini (dalam kondisi normal) mampu terbang sejauh ini non-stop.

Qantas sendiri memiliki empat jenis pesawat long range, mulai dari Airbus A380-800, A330-300, A330-200, dan Boeing 787-9 Dreamliner. Airbus A380 mampu terbang sejauh 15.200 kilometer dengan muatan normal. Boeing 787-9 Dreamliner memiliki jangkauan 13.621 kilometer dalam kondisi normal. A330-300 bisa terbang 11.200 kilometer dan A330-200 sejauh 13.400 kilometer.

Itu mengapa penerbangan QF1/QF2 Sydney – London Qantas transit terlebih dahulu di Singapura, menjadikan waktu tempuhnya lebih lama.

Baca juga: Kenapa Mayoritas Badan Pesawat Berwarna Putih? Ini Dia Alasan Ilmiahnya!

Tetapi, sebagaimana kasus Air Tahiti, Qantas bisa saja terbang non-stop Sydney – London di bawah Project Sunrise, dengan catatan pesawat harus dalam keadaan hampir kosong, baik di kabin maupun di ruang kargo. Tentu saja ini bukan bisnis yang menguntungkan.

Di masa mendatang, Qantas mungkin bisa melakukan itu dan sedang mempersiapkannya saat ini bersama Airbus A350-1000. Menarik ditunggu, akankah Airbus A350-1000 bisa merealisasikan Project Sunrise Qantas terbang langsung dari Sydney – London – Sydney non-stop?

AirAsia Ride Masuk Pasar Asia Tenggara, Siap Tandingi GoJek dan Grab

Setelah merambah dunia ride hailing di Malaysia, AirAsia Ride sepertinya akan melakukan kudeta persaingan di industri ride hailing regional Asia Tenggara yang saat ini di dominasi oleh Grab Singapura dan GoJek Indonesia. Di mana anak usaha AirAsia Group itu berencana melebarkan sayap ke Thailand dan setelahnya ke Indonesia dan Filipina.

Baca juga: Setelah Ride Hailing, AirAsia Berencana Hadirkan Layanan Taksi Udara

Untuk itu, sekarang AirAsia Ride tengah memposisikan dirinya dalam menghadapi dan menyaingi para raksasa perusahaan ride hailing. Tak hanya itu, AirAsia Ride juga berharap dapat menyaingi Grab dan GoJek dalam lima tahun ke depan.

Kepala Eksekutif AirAsia SuperApp, Amanda Woo, mengatakan, setelah diluncurkan pada bulan Agustus lalu, layanan AirAsia Ride saat ini sudah mencakup semua kota besar di Malaysia, dengan total pemesanan lebih dari enam digit per bulan dan sudah memiliki 30 ribu mitra pengemudi/driver.

“Saya benar-benar melihat AirAsia Ride mendominasi kawasan ini, seperti yang kami lakukan dengan maskapai ini,” kata Woo dilansir dari yang dikutip KabarPenumpang.com dari asianikkei.com (5/1/2022).

Untuk ekspansi ke Indonesia dan Filipina, AirAsia Ride dalam proses untuk mendapat persetujuan dari negara-negara tersebut.

“Kami tidak melihat adanya tantangan dalam mendapatkan persetujuan karena kami adalah merek terkenal di negara-negara ini dan kami memiliki kasus bisnis di Malaysia,” tambah Woo.

AirAsia juga akan bekerja sama dengan perusahaan mitra lokal di tiga negara tersebut untuk memastikan kelancaran operasional saat diluncurkan. Woo menambahkan, keunggulan AirAsia Ride dibandingkan pesaingnya adalah ekosistemnya yang lengkap serta berbagi data dari operasi maskapainya, yang dia tekankan menjadikannya unik di kawasan ini.

“Segera kami akan menggabungkan ride-sharing ke bandara ketika seseorang membeli tiket pesawat mereka. Sistem kemudian akan menetapkan pengemudi terdekat dengan waktu kedatangan penumpang, yang merupakan bagian dari ekosistem kami. Ini unik, dan tidak ada yang bisa melakukan ini,” jelas Woo.

AirAsia Ride adalah salah satu lini usaha Grup AirAsia yang juga dimiliki oleh Tony Fernandes. CEO AirAsia Group ini mulai fokus pada ekspansi bisnis non maskapai setelah pandemi Covid-19 melumpuhkan industri penerbangan mulai Februari 2020.

Baca juga: Pernah Delapan Tahun Kerja di Grab, Tony Fernandes Siap Bawa AirAsia ke Pasar Ride Hailing

Dari langkah awa ke logistik kargo dan bisnis agen perjalanan online, saat ini Fernandes memiliki kerajaan perusahaan non maskapai mulai dari restoran hingga makanan, bahan makanan, pengiriman paket, asuransi, dan pinjaman mikro. Pada Juli 2021 lalu, AirAsia mengumumkan bahwa AirAsia Digital telah mengakuisisi operasi Gojek di Thailand dalam kesepakatan semua saham senilai US$50 juta.

PO Harapan Jaya Jadi yang Pertama Gunakan Kamera Sebagai Spion Bus

Nampaknya inovasi di dunia transportasi darat khususnya bus tidak pernah berhenti. Yang ada adalah semakin banyak inovasi yang dilakukan baik oleh perusahaan otobus (PO) maupun karoseri. Tentunya inovasi ini ditujukan untuk kemajuan transportasi bus.

Baca juga: Kuda Oranye dari Tulungagung Sampai Grup Musik Asal Bandung Pakai Nama Harapan Jaya

PO Harapan Jaya, perusahaan yang berasal dari Tulungagung, Jawa Timur, belum lama ini merilis armada baru mereka. Armada ini merupakan garapan karoseri Tentrem yang berasal dari Malang, Jawa Timur. Avante D1, adalah nama bod yang menjadi armada baru PO Harapan Jaya.

Bus ini ditopang oleh sasis Scania K410 yang tentunya sudah dilengkapi dengan sistem suspensi udara. Mengusung konsep UHD atau Ultra High Deck, bus ini terlihat seperti memiliki dua lantai atau biasa disebut dengan double decker. Akan tetapi, yang bisa digunakan duduk oleh penumpang adalah bagian deck atas.

Untuk deck bawah sendiri hanya bisa digunakan untuk barang. Dengan kata lain, ruang untuk bagasi menjadi lebih luas dibanding dengan bus model lain. Karoseri Tentrem sebagai pembuat bodi ini juga melakukan sebuah inovasi yang bisa dibilang baru pertama kali dalam dunia bus di Indonesia.

Pada bodi Avante D1 ini, Anda tidak akan menemukan spion biasa yang seringkali ditemui pada bus. Sebagai gantinya, Anda akan menemukan kamera yang terpasang pada sisi kanan dan kiri bagian depan bus. Kamera tersebut merupakan pengganti kaca spion.

Spion kamera ini punya fungsi sebagai kaca spion kanan dan kiri, juga sebagai kamera parkir 360 derajat. Pada spion kamera ini, fungsi kaca diganti dengan layar monitor di bagian dalam bus. PO Harapan Jaya untuk saat ini jadi perusahaan otobus yang pertama dan satu-satunya mengaplikasikan model spion kamera pada armada bus milik mereka.

Baca juga: PO Kramat Djati, Ternyata Awalnya Perusahaan Angkutan dan Ternak

Tentunya hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa teknologi spion kamera ini ditanam pada bodi lain selain Avente D1. Bahkan, bukan tidak mungkin untuk selanjutnya karoseri selain Tentrem juga menggunakan teknologi spion kamera ini pada body bus garapan mereka. Selain terkesan futuristik, tentunya spion model ini juga menambah keamanan bagi penumpang. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)

NepShuttle, Moda Transportasi Pesisir Ramah Lingkungan dengan Fitur “Anti Mabuk Laut”

Tinggal di daerah pesisir atau di sepanjang aliran sungai? Mungkin Anda akan lebih memilih menggunakan moda transportasi air, sebab biasanya perjalanan yang dilakukan lebih cepat dari pada transportasi darat.

Baca juga: Taksi Air Thunder, Gaya Baru Menyusuri Kanal di Venesia

Meski begitu, moda transportasi air pun banyak juga yang menghasilkan emisi karbon. Tetapi transportasi air dengan nol emisi karbon kini juga dirancang oleh berbagai perusahaan di dunia. Seperti NepShuttle yang dibangun awalanya menggunakan bahan bakar sel dan kini mulai dibuat untuk bisa meminimalkan jejak karbon.

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (10/1/2022), perusahaan rintisan Perancis NepTech akan membuat PeShuttle yang akan menampilkan desain lambung yang dirancang khusus untuk meminimalkan hambatan hidrodinamik sembari menghasilkan sedikit gelombang atau semprotan. Desain ini juga akan mengurangi area lambung bersentuhan dengan air.

Selain itu, PeShuttle juga akan menggabungkan sistem yang terus-menerus mengeluarkan jejak gelembung udara yang mengalir di sepanjang bagian bawah setiap lambung dengan teknologi “NepAir” yang diklaim dapat mengurangi gesekan lapisan batas saat perahu melewati air.

Selain itu, hidrofoil profil rendah di bagian bawah lambung diklaim dapat meningkatkan stabilitas dan dengan demikian mengurangi kemungkinan mabuk laut penumpang saat bepergian melalui gelombang besar. Tidak seperti foil konvensional, mereka tidak dirancang untuk memungkinkan perahu keluar dari air dengan kecepatan tinggi.

Bukan hanya itu, NepShuttle juga memberikan kenyamanan lainnya yakni kabin kedap suara, kursi anti getaran hingga konektivitas WiFi. Kapal ini dilengkapi motor listrik kembar yang ditenagai oleh beberapa baterai lithium yang pada gilirannya akan diisi oleh dua sel bahan bakar membran elektrolit polimer.

NetShuttle akan mampi melaju dengan kecepatan 35 km per jam dan memiliki kecepatan tertinggi 40 km per jam. Meskipun tidak ada angka kisaran pasti yang diberikan, NepTech menyatakan bahwa dengan bantuan dari sistem manajemen energi dan baterai, NepShuttle akan “menyamai kinerja operasional kapal bertenaga diesel lama.” Pengisian bahan bakar dapat dilakukan di stasiun pengisian bahan bakar hidrogen bergerak,

Baca juga: Surga Kanal Transportasi, Tak Hanya di Venesia Lho!

Perwakilan NepTech memberi tahu kami bahwa rencana peluncuran NepShuttle akan dilakukan sekitar tahun 2023 atau 2024. Awalnya akan digunakan di Sungai Seine dan di Pelabuhan Marseille.

Sejarah Museum Smithsonian, Museum Dirgantara dan Antariksa Terbesar di Dunia

Tidak diragukan lagi, Museum Dirgantara dan Antariksa Nasional Smithsonian adalah museum dirgantara terbesar di dunia bila dilihat dari kualitas dan kuantitas koleksinya. Tentu saja ini tidak dicapai secara instan melainkan melalui proses panjang dan memiliki DNA penelitian yang mendorongnya untuk memperbanyak koleksi hingga pada akhirnya menjadi museum dirgantara terbesar di dunia.

Baca juga: “Si Belo Kuda Troya,” Prototipe Kereta Penumpang yang Dijadikan Kafe dan Museum di Madiun

Sejarah Museum Dirgantara dan Antariksa Nasional Smithsonian sudah pasti erat kaitannya dengan Institut Smithsonian yang didirikan oleh James Smithson pada 1846.

Dilansir laman resmi Smithsonian, di masa-masa awal penerbangan dipelopori oleh Wright bersaudara, Aircraft Building Smithsonian yang dibangun pada 1918, aktif mengoleksi peninggalan-peninggalan bersejarah dirgantara dunia. Jumlah koleksi semakin banyak pasca berakhirnya Perang Dunia I pada tahun 1918.

Terlebih setelah Arts and Industries Building bekas peninggalan PD 1 yang terletak di belakang Kastil Smithsonian dibuka untuk umum pada 1920, koleksi Smithsonian makin lengkap. Meski koleksinya sudah banyak dan lengkap, namun, ketika itu Smithsonian masih independen dan belum dijadikan sebagai museum nasional.

Barulah pada tahun 1946, Presiden Harry Truman menandatangani undang-undang pendirian Museum Udara Nasional Smithsonian untuk mengenang perkembangan penerbangan; mengumpulkan, melestarikan, dan memamerkan peralatan penerbangan; dan memberikan materi pendidikan untuk studi penerbangan.

Pasca ditetapkan sebagai museum nasional, koleksi Museum Smithsonian makin banyak. Saking banyaknya, sampai tidak ada lagi ruang tersisa untuk menampung koleksi dan terpaksa menggunakan pabrik pesawat bekas di Park Ridge, Illinois, pinggiran kota Chicago, AS, sebagai tempat penampungan sementara koleksi terbaru bekas Perang Dunia II.

Setelah memasuki era antariksa, dimana Smithsonian turut andil dengan mendanai dan mendampingi penelitian salah satu roket perintis paling penting di AS, Museum Smithsonian turut menyimpan berbagai koleksi antariksa dari seluruh dunia, salah satunya satelit buatan manusia pertama di dunia buatan Uni Soviet yang berhasil diluncurkan dan memasuki orbit pada 4 Oktober 1957.

Seiring banyaknya koleksi antariksa, sejalan dengan semakin gencarnya AS dan Uni Soviet dalam perlombaan eksplorasi ruang angkasa, Presiden Lyndon Johnson menandatangani undang-undang yang mengubah nama National Air Museum menjadi National Air and Space Museum pada tahun 1966.

Tujuannya tentu untuk mengenang perkembangan jagat dirgantara dan antariksa. Koleksi museum yang dipamerkan kemudian diperluas mencakup rudal dan roket, beberapa di antaranya terletak di luar ruangan dekat Arts and Industries Building di wilayah yang dikenal sebagai “Rocket Row.”

Baca juga: Cathay Pacific Hibahkan Boeing 777-200 Perdana Ke Museum Dirgantara di Arizona

Puncak popularitas National Air and Space Museum Smithsonian terjadi pada 1 Juli 1976. Ketika itu, gedung baru Museum Smithsonian di National Mall, yang juga berfungsi sebagai pusat penelitian, resmi dibuka untuk umum. Antusiasme masyarakat pun sangat luas biasa, menyentuh angka lima juta pengunjung dalam tempo enam bulan.

Saat ini Smitsonian memiliki 19 museum dan galleri, sembilan pusat riset serta kebun binatang yang berlokasi di Washington, D.C., Arizona, Maryland, New York City, Virginia, Panama, dan tempat-tempat lain. Lembaga ini memiliki lebih kurang 142 juta benda koleksi.

Super Tega! Wanita Malagasi Melahirkan dan Membuang Bayi di Toilet Pesawat

Seorang bayi yang baru lahir tidaklah mempunyai dosa. Namun, ada saja ibu yang tega membuangnya karena mungkin bayi tersebut adalah aib bagi dirinya. Bagaimana jika Anda menemukan bayi baru lahir dan di buang ke tempat sampah?

Baca juga: Bayi Ditemukan di Toilet, Semua Penumpang Wanita di Bandara Doha Diperiksa

Mungkin rasanya Anda akan marah dan mencari siapa ibu yang tega membuang bayi tersebut. Ini terjadi pada seorang staf bandara di Mauritius yang menemukan bayi laki-laki yang baru lahir ditinggalkan di tempat sampah toilet pesawat.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber khaama.com (4/1/2022), pesawat milik Air Muritius yang tiba di Madagaskar mendarat di Bandara Internasional Sir Seewoosagur Ramgoolam pada 1 Januari 2022 kemarin. Saat itu seorang wanita berusia 20 tahun dari Madagaskar yang dicurigai melahirkan dalam penerbangan tersebut.

Dia ditangkap setelah awalnya menyangkal bahwa bayi laki-laki itu adalah anaknya. Tetapi setelah wanita itu diperiksa secara medis, ditemukan dan dikonfirmasi bahwa benar dirinya baru saja melahirkan.

Petugas menemukan hal itu saat mereka memeriksa pesawat Air Mauritius untuk pemeriksaan bea cukai rutin. Mereka kemudian membawa bayi malang tersebut ke rumah sakit umum untuk mendapat perawatan setelah ditinggal begitu saja.

Untungnya pihak rumah sakit mengatakan, bayi tersebut sehat dan baik-baik saja. Karena perbuatannya yang meninggalkan bayi di tempat sampah, wanita itu berada di bawah pengawasan pihak kepolisian di rumah sakit.

Baca juga: Bayi Tewas di Bandara Manila dengan Leher Dilingkari Pakaian Dalam

Wanita Malagasi (suku asli di Pulau Madagaskar) yang tiba di Mauritius dengan izin kerja dua tahun tersebut akan diinterogasi setelah keluar dari rumah sakit dan didakwa menelantarkan bayi yang baru lahir.

Era Bus Single Glass Kembali Terlihat Jelas

Meski beberapa karoseri sudah melakukan pembaharuan pada ‘bando’ armada double glass garapan mereka. Tetapi masih saja banyak anggapan bahwa dari dalam bus double glass atau kaca tumpuk pandangan ke depan tetap terganggu dan tidak luas. Apalagi bus dengan gaya single glass kini lebih banyak digunakan oleh perusahaan tambang untuk mengangkut karyawan mereka.

Baca juga: Ini Perbedaan Bus Single Glass dan Double Glass yang Digunakan Karoseri di Indonesia

Maka, banyak karoseri yang jarang membuat bus dengan single glass menjadi bus AKAP atau pariwisata. Namun ternyata, karena gangguan adanya double glass, era single glass kembali terlihat cerah. Sebab, meski terbilang jadul dan ketinggalan zaman, kini karoseri kenamaan mulai kembali merilis bus dengan single glass untuk perusahaan otobus (PO) yang memiliki trayek antar kota antar provinsi (AKAP).

Bus single glass ini dirilis kembali tentunya dengan tampilan baru yang lebih segar ketimbang era single glass terdahulu. Mulai dari selendang dan bodi, semuanya mengikuti body double glass tetapi untuk kaca depan kembali menggunakan gaya single glass.

Tren single glass ini diprakarsai kembali oleh karoseri Laksana, lalu karoseri Morodadi Prima dan Tentrem juga merilis produk single glass terbaru mereka. Belum lama ini karoseri Adiputro pun merilis bodi single glass terbaru mereka yang dibuat untuk PO Juragan99 asal Malang.

Tentunya bus dengan konsep single glass ini kembali giat dirilis untuk perusahaan bus AKAP guna kembali ke masa era single glass terdahulu dimana visibilitas pandangan tidak tertanggu, dan tentu saja tetap mengikuti perkembangan jaman dari segi desain body.

Meskipun demikian, bisa dikatakan bahwa tuntutan pasar sampai saat ini masih menyukai tren kaca depan tumpuk. Akan tetapi hal ini tentu saja tidak menutup kemungkinan era single glass yang kembali menghangat pada tahun 2021 kemarin bisa menjadi booming dan menggeser tren bus besar dengan kaca depan tumpuk.

Baca juga: Tri Sakti Jadi Karoseri Anak Bangsa Pertama yang Bangun Bus Tingkat

Selain itu, hadirnya single glass dengan nafas ‘kekinian’ tentu juga bisa membuat model bus yang wara-wiri di jalanan Indonesia semakin banyak dan juga bervariasi. Jadi, tidak melulu double glass. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)

Vintage Livery, Lori Dresin pun Tak Mau Kalah

Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang memang hampir tak pernah kehabisan ide membuat kereatifitasnya. Khususnya ide membuat livery warna kolot (vintage) jaman era PJKA (Perusahan Jawatan Kereta Api).

Baca juga: Lori, Si Kereta Tebu Yang Kini Sudah Beralih Fungsi

Sebenarnya sudah ada lokomotif yang menggunakan livery vintage yang dimiliki Depo Induk Semarang ini. Lokomotif tersebut bernomor seri CC 201 83 31 dan CC 201 83 34. Kedua lokomotif tersebut sudah diubah warnanya menjadi jaman PJKA. Full 100 persen berubah total warnanya tetatpi logo perusahaan terkini PT KAI tetap dimunculkan pada lokomotif tersebut di kiri dan kanan serta logo roda bersayap PJKA bagian depan dan belakang dan tak ketinggalan emblem Wahana Daya Pertiwi yang terkenal saat jaman PNKA berada dibawah nomor seri lokomotif bagian kiri dan kanan.

Kedua lokomotif ber-livery PJKA sudah normal untuk melakukan perjalanan, namun baru lokomotif bernomor seri CC 201 83 31 saja yang sudah berkeliling pulau jawa menarik rangkaian penumpang maupun barang dari Jakarta hingga Banyuwangi. Sedangkan lokomotif seri CC 201 83 34 masih bermain di wilayah Daop 4 Semarang bahkan tak jauh dari Semarang Tawang dan Semarang Poncol.

Lori Istimewa Bercorak PJKA
Setelah kedua lokomotif diberi warna livery era 1953 – 1991 ternyata lori inspeksi pun tak mau ketinggalan. Ya, si mungil bertenaga diesel ini juga di beri livery vintage. Sama persis warna yang digunakan kedua lokomotif tersebut. Namun pada lori dresin ini tak dilengkapi dengan logo roda bersayap PJKA dan emblem Wahana Daya Pertiwi. Yang dimunculkan hanyalah logo KAI berwarna hijau tua. Namun begitu, warna lori dresin ini sudah terlihat mencolok dengan livery vintage-nya.

Lokomotif seri CC 201 83 31 milik Depo Induk Semarang Poncol diputar di Turntable Depo Cipinang, Jakarta
(Foto : Sendy Prasetya)

Baca juga: Livery Ultraman dan Ogre Hiasi Bodi Kereta JR Shikoku

 

Seperti diketahui bahwa lori dresin atau lori inspeksi digunakan untuk pejabat KAI ataupun pejabat perhubungan yang ingin meninjau jalur kereta api tanpa harus berjalan kaki. Lori ini berjalan sesuai jadwal kereta api yang dikeluarkan oleh kantor pusat untuk inspeksi ke wilayah – wilayah tertentu. Seperti meninjau area rawa bencana, meninjau rel kereta api, bangunan stasiun, jembatan, terowongan, ataupun perjalanan jarak menengah. (PRAS – Cinta Kereta Api)