Mau Hemat Pengeluaran Saat Melancong? Cek Tips Ini

Melancong menjadi hal yang menyenangkan, selain menunaikan hobi, ini juga bisa membuat seseorang mendapat pengalaman atau bertemu orang baru. Bahkan dengan melancong rasa penat yang mengganjal karena pekerjaan atau tugas setiap hari bisa terlepas dengan bebas.

Baca juga: Tak Mau Keluarkan Biaya Ekstra Karena Kelebihan Bagasi? Yuk Disimak Tipsnya! 

Biasanya saat pergi melancong, keuangan atau pengeluaran tak terduga pun kerap kali terjadi. Bahkan melebihi batas maksimum yang sudah disiapkan. Nah, KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, ini ada beberapa cara atau tips untuk melancong tanpa harus melebihi batas pengeluaran.

Buat rincian perjalanan secara detail
Sebelum melancong, seseorang harus menuliskan rencana perjalanan secara terperinci seperti budget yang akan dikeluarkan, transportasi yang digunakan hingga tempat wisata tujuan. Rincian perjalanan ini akan membantu Anda memperkirakan biaya yang harus dikeluarkan. Jadi bila terlalu besar, Anda bisa melakukan penyesuaian agar lebih hemat.

Menginap di homestay atau losmen
Dengan budget terbatas, pilihlah homestay atau losmen untuk tempat menginap. Ini karena tarif per malamnya akan lebih murah dibandingkan jika menginap di hotel mewah. Pilihan ini pun sangat cocok untuk Anda yang hanya sekedar transit satu atau dua malam sebelum ke tujuan.

Menggunakan kupon diskon
Banyak sekali transportasi, penginapan ataupun tempat makan yang memberikan diskon. Dengan menggunakan kupon diskon atau kode promo yang diberikan, Anda akan lebih menghemat pengeluaran.

Rumah makan
Dari pada pergi ke restoran mewah, baiknya pilih rumah makan sederhana atau mencicipi kuliner negara maupun daerah yang Anda kunjungi. Biasanya makanan tersebut ada di lapak kecil atau warung makan yang harganya super terjangkau. Ini mungkin bisa menekan pengeluaran lebih banyak dibanding makan di restoran mewah.

Tidak bawa Oleh-oleh
Nah, hal ini sepertinya perlu dilakukan, karena dengan membawa oleh-oleh berarti ada pengeluaran lain yang harus dikeluarkan. Bila Anda melancong untuk mendapatkan suasana, pengalaman dan teman baru, biasanya buah tangan atau oleh-oleh baiknya tidak perlu dibelu. Kalaupun tetap ingin membeli, baiknya beli jauh dari tempat wisata karena harga bisa lebih murah.

Baca juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel

Perjalanan malam
Bisa dikatakan perjalanan malam cukup banyak menekan pengeluaran. Sebab dengan perjalanan malam, Anda tidak perlu mencari penginapan dan bisa tidur di dalam kereta, pesawat atau bus yang ditumpangi.

Taksi Udara EHang 216 Akhirnya Uji Coba di Bali

Akhirnya drone kelas penumpang milik EHang 216 memulai uji cobanya di Pulau Dewata, Bali pada 26 November lalu. Uji coba ini menandai langkah pembangunan ekosistem mobilitas udara perkotaan untuk pertama kalinya. Nantinya dalam aspek bisnis dan penerbangan Autonomous Aerial Vehicle (AAV) akan diawasi oleh Prestige Aviation.

Baca juga: Jika Izin Keluar, Oktober 2021 Drone Ehang 216 Akan Diuji Coba di Bali

Alternatif baru ini dikatakan ketua eksekutif Prestige Aviation Rudy Salim, hadir untuk penerbangan komesial dan diharapkan bisa membantu orang dan memangkas waktu perjalan mereka. Dia juga mengklaim bahwa EHang yang adalah drone berukuran besar dan dapat mengangkut penumpang ini mampu menempuh jarak 30 hingga 50 km dalam waktu sekitar 20 menit.

“Tujuan kami dibalik demo penerbangan ini adalah untuk memperkenalkan EHang kepada publik. Kami akan memetakan kendaraan udara perkotaan komersial dan pasti akan mematuhi peraturan,” ujar Rudy yang dikutip KabarPenumpang.com dari tempo.co (30/11/2021).

Ketua umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengatakan, efisiensi waktu yang didapat dengan memanfaatkan EHang sangat besar. Apalagi jika mengingat kemacetan lalu lintas selalu menjadi masalah di semua kota besar.

Bambang menambahkan, kehadiran EHang bukan hanya efisien dalam segi waktu, tetapi tenaga dan biaya juga. Nantinya EHang 216 ini juga akan digunakan untuk mempromosikan pariwisata di dalam negeri.

Hingga usai uji coba, EHang 216 belum jelas kapan resmi diluncurkan sebagai alat transportasi baru untuk di Indonesia. Ini karena Prestige Aviation masih menunggu badan pengatur negara untuk menyelesaikan peraturan seputar pengoperasian kendaraan.

Untuk diketahui, EHang 216 adalah drone penumpang yang dikembangkan oleh Guangzhou EHang Intelligent Technology Company. Drone ini dibuat untuk menjadi taksi terbang dan pada April kemarin, importir mobil swasta Indonesia Prestige Image Motorcars mengumumkan akan menghadirkan EHang 216.

Baca juga: Taksi Udara EHang 216 Tiba di Jakarta, Taksi Udara Seaplane Hong Kong Nyusul?

EHang 216 memiliki ukuran yang relatif kecil (lebar 5,61 meter dan tinggi 1,77 meter) dan kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) juga berarti tidak memerlukan banyak ruang untuk beroperasi.

Bawa 189 Penumpang, Pesawat Ini Nyaris Tabrakan dengan Drone di Ketinggian 900 Meter

Sebuah drone dilaporkan nyaris bertabrakan dengan pesawat Boeing 737 Jet2 Airlines yang membawa 189 Penumpang. Insiden ini terjadi di ketinggian 2700 kaki atau sekitar 900 meter dan berjarak sangat tipis hanya sekitar 6 kaki, tak jauh dari Bandara Stansted, Inggris.

Baca juga: Dua Drone Misterius Hantui Bandara Gatwick London, Ratusan Penerbangan Terpaksa Dibatalkan

Ketika itu, pilot tentu saja terkejut. Pertama, karena jarak antara pesawat dengan drone berwarna putih itu sangat dekat. Kedua, berada di ketinggian yang bisa dibilang jarang dilalui drone. Terlebih, Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) juga sudah mengatur penggunaan drone di sekitar bandara demi keamanan dan kelancaran lalu lintas penerbangan.

Pada Maret 2019, CAA membuat undang-undang larangan terbang bagi drone di sekitar bandara untuk menghindari terjadinya bahaya. Aturan ini merupakan respon cepat CAA terhadap insiden drone ilegal yang mengganggu penerbangan di Bandara Heathrow dan Gatwick.

Di antara berbagai poin yang diatur, drone dilarang beroperasi lima kilometer dari bandara di ketinggian di bawah 400 kaki atau 121 meter.

Pemberlakuan jarak lima kilometer tersebut sendiri sudah dimulai sejak 13 Maret 2019 dan pelanggar akan dikenakan hukuman penjara hingga lima tahun. Operator drone atau pesawat tanpa awak sebelum menerbangkan juga harus mendapat izin dari pemerintah.

“Undang-undang jelas bahwa menerbangkan drone di dekat bandara adalah tindakan kriminal yang serius. Kami sekarang melangkah lebih jauh dan memperluas zona larangan terbang untuk membantu menjaga keamanan bandara kami dan langit kami. Kami juga berupaya meningkatkan kesadaran akan aturan yang berlaku,” kata Sekretaris Transportasi Inggris, Chris Grayling.

“Siapapun yang menerbangkan pesawat tanpa awak (drone) di sekitar bandara harus tahu bahwa mereka tidak hanya bertindak tidak bertanggung jawab, tetapi juga secara kriminal, dan dapat menghadapi hukuman penjara,” tambahnya.

Akan tetapi, aturan tetaplah aturan, pelanggaran demi pelanggaran tetap akan dan selalu ada.

Laporan Dewan Airprox Inggris, lembaga yang menyelidiki insiden nyaris kecelakaan, menyebut pilot mengatakan ke ATC bahwa ia tidak tahu bagaimana pesawat dan drone ilegal itu bisa terhindar dari tabrakan, menunjukkan betapa dekatnya jarak antar keduanya.

Baca juga: Tiga Manfaat Drone di Bandara, Nomor Dua Taruhannya Nyawa

Dilansir Daily Mail, insiden itu sebetulnya sudah terjadi sejak pertengahan September lalu. Saat itu, pesawat Boeing 737 Jet2 Airlines sedang melakukan approach landing ke Bandara Stansted setelah terbang beberapa jam dari Menorca, Spanyol.

Namun, dari arah depan sebelah kiri pesawat, tiba-tiba objek kecil berwarna putih melintas dan nyaris bertabrakan dengan pesawat, yang notabene tengah melaju di kecepatan 321 km per jam.

Kenapa Shuttle Bus di Apron Bandara Berjenis Low Deck? Ini Jawabannya

Bagi Anda yang hendak bepergian menggunakan pesawat dan kebetulan tidak tersedia garbarata, berarti Anda akan turun ke apron dan diantar menuju pintu pesawat atau gate kedatangan menggunakan layanan shuttle bus yang sudah disediakan oleh pihak bandara.

Baca juga: Garuda Indonesia Gunakan Bus Listrik untuk Operasional Karyawan di Bandara Soekarno-Hatta

Tak cukup sampai di situ, bila diperhatikan lebih detail, shuttel busnya rata-rata dan hampir pasti berjenis low deck. Bagian dalamnya pun khas, lebih banyak tempat orang berdiri ketimbang duduk dan lebih banyak pintu dibanding bus pada umumnya. Mengapa demikian?

Dalam diskusi avgeek di Quora.com, banyak jawaban mengenai pertanyaan ini. Disebutkan, jenis bus low deck untuk layanan shuttle penumpang dan kru di tarmac atau apron bandara dipilih lantaran kemudahan penggunanya.

Penumpang dan kru yang menggunakan layanan shuttle bus low deck itu tanpa effort lebih untuk naik dan turun bus. Terlebih, kru dan penumpang juga sering membawa koper, tas, dan sebagainya dengan bobot yang beragam.

Andai layanan shuttle bus menggunakan bus reguler dengan ground clearance tinggi, pastinya akan menyulitkan mereka dan bukan tak mungkin bisa saja terjadi insiden kecil semisal terjatuh saat naik ataupun turun.

Selain itu, layanan shuttle bus low deck juga membuat arus keluar masuk penumpang dan kru juga lebih cepat, sehingga efektivitas layanan bandara, dalam hal ini mobilitas di tarmac, lebih tinggi dan tidak mengganggu unit kerja lainnya. Ini juga didukung dengan pintu dua sisi yang diadopsi shuttle bus di apron bandara.

Banyaknya penumpang pesawat yang mungkin dilayani shuttle bus ini juga didukung dengan desainnya yang mengarahkan penumpang lebih banyak berdiri dibanding duduk. Umumnya, shuttle bus di apron bandara bisa menampung 160 penumpang (146 berdiri dan 14 duduk), jauh dibanding bus reguler pada umumnya yang hanya menampung 50–60 atau lebih.

Akan tetapi, alasan lain yang paling menjadi fokus mengapa layanan shuttle bus apron bandara menggunakan jenis low deck adalah safety.

Baca juga: Global Solar Energy Rilis Shuttle Bus Bertenaga Surya Pertama di Bandara

Dengan dimensi sekecil itu dibanding bus reguler, kemungkinan bus menghujam sayap pesawat yang bernilai US$100 jutaan tentu semakin kecil. Walau tetap saja ada sayap pesawat yang bisa dijangkau atau masih mungkin ditabrak shuttle bus, tetapi, itu soal lain dan bisa dibilang beda kasus.

Secara kebutuhan, dipilihnya jenis low deck pada sebagai shuttle bus juga dipilih lantaran penumpang dan kru bandara atau maskapai yang menggunakan layanan itu tidak membutuhkan ruang kargo atau bagasi di bagian lambung bus, sebagaimana bus reguler.

Ada ‘Astronot’ Naik Kereta Komuter, Hanya ada di Negeri Erdogan

Bagaimana rasanya jika Anda saat naik kereta dan bertemu seorang yang menggunakan pakaian astronot lengkap? Mungkin tertawa atau bahkan takjub dan membuat astronot tersebut menjadi menarik serta perhatian semua penumpang kereta saat itu.

Baca juga: Wang Yaping, Astronot Wanita Cina Pertama Lakukan Spacewalk

Dilansir KabarPenumpang.com dari dailysabah.com (1/12/2021), nyatanya penumpang dengan menggunakan pakaian astronot tersebut benar-benar hadir ditengah penumpang kereta di jalur metro komuter M2 dari Yenikapı menuju ke Hacıosman di Istanbul, Turki. Penumpang kereta tersebut langsung menunjukkan ketertarikannya pada astronot itu dan beberapa di antaranya mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka.

Astronot turun di Stasiun Golden Horn untuk menikmati pemandangan di pelabuhan. Foto: IHA

Tak hanya itu, penumpang lainnya pun sempat berfoto dengan astronot. Penumpang dengan pakaian astronot itu pun tetap menikmati perjalannya dan setelah beberapa perhentian, dirinya turun di Stasiun Golden Horn.

Dia kemudian menikmati pemandangan yang mengesankan dari pelabuhan yang memiliki sejarah. Di mana pelabuhan itu berfungsi sebagai pelabuhan alami selama periode Bizantium dan Ottoman. Penumpang yang baru pertama kali mengalami hal seperti itu di subway mengaku sangat terkejut melihat astronot di dalam metro.

“Awalnya, saya tidak mengerti apa yang terjadi. Kami tidak selalu melihat seseorang dalam setelan astronot di kereta bawah tanah, itu pemandangan yang sangat menarik,” kata Uğur Saka, salah satu penumpang.

Di sisi lain, penumpang Atakan Başkan mencatat bahwa dia sangat bingung dan terkejut.

“Saat pertama kali melihatnya, saya mengira itu robot, tapi ternyata astronot. Saya takjub saat melihatnya,” katanya.

Baca juga: Bak Astronot, Penumpang Bisa Melayang di Dalam Pesawat Berkat Zero Gravity

Belakangan diketahui bahwa astronot, yang membangkitkan rasa ingin tahu yang signifikan dengan pakaian antariksanya, adalah bagian dari acara yang rencananya akan diadakan di Istanbul dalam waktu dekat.

Baru Pertama Melancong Sendiri ke Luar Negeri? Simak Tips Berikut Ini

Anda sering melakukan perjalanan sendiri? Banyak hal yang harus dilakukan agar pelancong yang bepergian sendiri tetap aman dan tidak diganggu orang lain. Ada beberapa tips terbaik yang dirangkum KabarPenumpang.com dari buzzfeed.com (28/11/2021). Penasaran tipsnya seperti apa? Yuk cek di bawah ini.

Baca juga: Ini yang Harus Diperhatikan Pelancong Asing Saat Bertandang ke Bali

1. Bepergian dengan orang penting atau pasangan imajiner. Bahkan pertimbangkan untuk mengenakan cincin palsu bisa menjadi pencegah yang baik terhadap orang-orang menyeramkan yang mungkin mengganggu Anda.
2. Pindai salinan dokumen penting dan kirimkan melalui email ke diri sendiri atau unggah ke cloud sehingga Anda selalu memilikinya, untuk berjaga-jaga.
3. Beli kartu SIM lokal setelah tiba di tujuan. Pelajari nomor darurat di tempat itu dan selalu isi daya ponsel Anda.”
4. Ketika bepergian jangan posting perjalanan secara real time. Unggah foto Anda setelah meninggalkan lokasi.
5. Sebelum bepergian, cari tahu tentang tujuan Anda. Hal ini agar bisa membantu Anda mendapatkan pengalaman dan rekomendasi destinasi di tempat tujuan.
6. Jika menggunakan kacamata, Anda disarankan membawa cadangan. Ini akan membantu Anda ketika kacamata tersebut rusak atau hilang.
7. Minimalkan kontak dengan orang dan pastikan Anda menyadari yang ada di sekitar, termasuk jalan keluar jika bepergian sendirian.
8. Pisahkan uang tunai dan kartu Anda di antara tas yang berbeda, dan tinggalkan sebagian di hotel/hostel/Airbnb. Jangan membawa semua uang dan kartu Anda saat tidak benar-benar diperlukan.
9. Jika Anda naik taksi sendiri, selalu catat nama pengemudi taksi dan nomor medali saat memasuki kendaraan.
10. Bawa barang sesimple mungkin, karena ini bisa membantu Anda bergerak dengan cepat dan tidak ada yang berpikiran melakukan kejahatan kecuali bila membawa koper lebih dari satu dalam perjalanan.
11. Berkeliling kota dengan earbud seolah-olah tahu ke mana Anda akan pergi. Orang akan menganggap Anda orang lokal yang mendengarkan musik, padahal kenyataannya itu untuk mendapatkan petunjuk arah berjalan kaki dari ponsel. Sehingga tidak perlu untuk melihat peta, dan akan menyadari apa yang terjadi di sekitar Anda.
12. Jika Anda perlu dipisahkan dari tas (di bus, misalnya) pastikan paspor, uang tunai, dan barang-barang penting lainnya tetap dibawa. Kehilangan pakaian bukan masalah besar, tetapi kehilangan paspor dan kartu debit Anda adalah masalah besar.
13. Pesan waktu keberangkatan dan kedatangan Anda pada siang hari. Dengan begitu, Anda akan merasa lebih aman menuju dan dari akomodasi Anda.”
14. Berjalanlah cepat dengan kepala tegak. Karena jika Anda percaya diri, orang asing yang tidak diinginkan cenderung tidak mengganggu.
15. Ke mana pun Anda pergi, teliti norma budaya berpakaian dan berkemaslah sesuai dengan itu. Berpakaianlah dengan cara berpakaian penduduk setempat agar tidak terlihat menonjol. Jika Anda mengunjungi negara Islam, misalnya, harus menunjukkan rasa hormat.
16. Tinggallah di asrama, dan jika Anda seorang wanita yang bepergian sendiri, pertimbangkan asrama asrama khusus wanita. Anda akan berkenalan dengan wisatawan lain dan lebih aman. Anda akan dapat pergi dalam kelompok, dan orang lain akan tahu kapan Anda pergi atau kembali ke asrama.
17. Selalu simpan uang kecil di saku Anda jauh dari dompet. Jika ada sedikit masalah dan perlu membayar denda, Anda dapat menunjukkannya kepada mereka tagihan ini dan berpura-pura itu satu-satunya uang yang dimiliki.
18. Percayalah pada naluri Anda. Bepergian adalah waktu yang tepat untuk bertemu orang baru dan berteman dari seluruh dunia. Tapi pergilah setiap kali merasa seseorang terlalu ramah dengan Anda. Jangan langsung percaya pada setiap orang baik yang Anda temui.
19. Sebelum Anda melakukan perjalanan solo besar pertama, lakukan uji coba sedikit lebih dekat ke rumah sehingga dapat menguji diri dan melihat bagaimana rasanya melakukan perjalanan sendiri.
20. Tentukan cara pergi dari halte bus atau bandara ke akomodasi Anda jauh-jauh hari.
21. Kemas beberapa gembok kecil bersama Anda karena banyak hostel tidak menyediakannya untuk loker mereka.
22. Selalu sematkan hotel, hostel, atau Airbnb Anda di peta. Dengan begitu, saat bepergian, Anda tahu lokasi relatif terhadap tempat menginap sehingga selalu memiliki petunjuk arah kembali.
23. Tinggalkan salinan rencana perjalanan dan rencana perjalanan Anda dengan teman dekat atau keluarga. Untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu, ada baiknya orang yang dipercaya mengetahui rencana Anda.

Baca juga: Baru Pertama ke Tokyo? Jangan Bingung, Ikuti Tips Ini Agar Tidak Keder!

24. Sebelum naik taksi, tanyakan kepada staf hotel Anda berapa biaya untuk naik taksi lokal ke atau dari tujuan yang diinginkan. Kemudian, konfirmasikan dengan sopir taksi sebelumnya sehingga dia tidak dapat menagih Anda sepuluh kali lipat dari tarif yang seharusnya.






















Pertama di Asia Selatan, Bandara Bengaluru Hadirkan Simulator Pemadam Kebakaran

Bandara Internasional Kempegowda atau Bangalore International Airport Limited (BIAL), Bengaluru, India, jadi bandara pertama di Asia Selatan yang menghadirkan Rosenbauer Tactical Simulator, simulator pemadam kebakaran canggih.

Baca juga: Khawatir Pilot Grogi, Malaysia Airlines Intensifkan Latihan Simulator dengan Kacamata 3D

Petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) atau Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) mungkin jadi salah satu petugas dari sebuah instansi yang jarang unjuk gigi di bandara. Pada umumnya, banyak yang berpikiri bahwa petugas hanya bekerja saat terjadi kebakaran saja, sesuai namanya. Nyatanya, itu tidak selalu demikian.

Andaipun tugas dan fungsi pemadam kebakaran di bandara hanya sebatas itu, sama sekali tak mengurangi peran vital pemadam kebakaran dan secara aturan wajib ada di sebuah bandara, untuk melakukan aksi tanggap darurat, mitigasi, evakuasi, dan penyelamatan penumpang dan kru saat terjadi keadaan darurat.

Petugas pemadam kebakaran harus melakukan pelatihan khusus sebelum ditugaskan di lapangan. Sebab, kemampuan mencegah dan menangani kebakaran di bandara, entah itu pesawat atau bandara itu sendiri, memberikan angka kemungkinan hidup yang lebih tinggi dibanding tanpa keterlibatannya.

Peran strategis pemadam kebakaran inilah yang coba dimaksimalkan oleh Bandara Bengaluru dengan menghadirkan simulator pemadam kebakaran canggih.

Dilansir hindustantimes.com, kehadiran simulator tersebut secara teknis untuk melatih petugas di lapangan. Sedangkan secara strategis untuk melengkapi penggunaan taktis truk Rosenbauer Panther 6×6 dan 8×8 serta mengoperasikan High Reach Extendable Turrets (HRET) untuk keadaan darurat kebakaran pesawat ekstrem.

Menariknya, dalam sebuah pernyataan, fasilitas simulator pemadam kebakaran di Bandara Bengaluru tersebut terbuka untuk petugas pemadam kebakaran dari bandara lain, dalam maupun luar negeri.

”Simulator ini memberikan kesempatan kepada Komandan Insiden, Komandan Kru, dan Petugas Pemadam Kebakaran untuk mendapatkan pengalaman dalam penggunaan taktis CFT melalui kontrol menara dan penerapan agen pemadam kebakaran, komando dan kontrol, pengoperasian kendaraan, serta keterampilan mengemudi dan penentuan posisi dasar,” bunyi siaran pers Bandara Bengaluru.

Baca juga: Jarang Dianggap, Ini Peran Vital Petugas Pemadam Kebakaran di Bandara

“Simulator ini memiliki kokpit yang cocok dengan setiap detail truk pemadam kebakaran Rosenbauer, memberikan pengalaman realistis dalam pengoperasian CFT, termasuk semua kontrol pengoperasian, dari roda kemudi hingga kontrol turret, yang diproyeksikan melalui beberapa layar HD 55,” lanjutnya.

Mengingat simulator ini didesain semirip mungkin dengan truk Rosenbauer Panther, diharapkan, setelah ini, petugas pemadam kebakaran di Bandara Bengaluru lebih siap dalam menghadapi kondisi darurat untuk keselamatan semua orang, baik penumpang maupun petugas.

Semakin Banyak Bus Tempatkan Mesin di Bagian Belakang, Ini Alasannya

Apa yang Anda lihat dengan bus besar single deck? Yang jelas adalah bus dengan satu dek tetapi memiliki bodi yang besar. Biasanya juga penumpang yang akan masuk ke kabin bus akan naik tangga sebelum mencapai kursi mereka.

Baca juga: Ugal-ugalan dan Setel Musik Keras Kode Ada Pencopet di Bus AKAP?

Tapi tahukah Anda bahwa bus besar dengan single deck ini memiliki dua pilihan posisi mesin? Posisi mesin itu ada di bagian depan dan di belakang. Nah, bus besar single deck yang menggunakan mesin depan biasanya untuk rute pendek alias bus dalam kota.

Sedangkan yang menggunakan mesin bagian belakang untuk rute antar provinsi atau dikenal dengan bus AKAP. Ya bus besar dengan mesin depan yang baru nampak tidak banyak dihadirkan oleh karoseri. Dikutip KabarPenumpang.com dari kompas.com, bus besar bermesin depan di karoseri, keberadaannya lebih sedikiti dibanding bus besar mesin belakang.

Werry Yulianto, Export Manager Karoseri Laksana mengatakan, saat ini memang lebih banyak bus besar dengan sasis belakang yang ada di karoseri.

“Sebanyak, 95 persen sih mesin belakang untuk bus besar. Paling masih ada yang pakai mesin depan biasanya PO dari Sumber Group,” kata Werry.

Selain Sumber Group, Werry mengatakan kalau PO Sinar Jaya juga ada yang masih menggunakan sasis bus besar mesin depan. Untuk unitnya, bus besar dengan mesin di depan buatan Karoseri Laksana menggunakan bodi Discovery.

“Ada juga PO lain, cuma enggak sebanyak dua itu (Sinar Jaya dan Sumber Group),” kata Werry.

Baca juga: Inilah Parade PO Bus AKAP yang Usianya Tembus Setengah Abad

Dimas Raditya, Sales Staff Karoseri Tentrem mengatakan, bus besar mesin depan merupakan bus yang segmented. Bahkan bisa dibilang setiap bulan belum tentu ada pesanan bodi bus besar mesin depan di karoseri. “Biasanya cuma di daerah Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur. Ada juga yang buat karyawan, beberapa unit,” ucapnya.






















Tangkal Covid-19, PO Sumber Alam Punya Bus dengan HEPA Filter dan Ultraviolet

Pada masa pandemi banyak yang dilakukan oleh operator moda transportasi agar penumpang merasakan kenyamanan ketika bepergian. Bahkan beberapa di antaranya sudah memodifikasi kendaraan mereka agar penumpang aman dari Covid-19. Bukan hanya pesawat yang menggunakan HEPA, melainkan juga ada bus yang bisa membuat penumpang nyaman dan bisa terhindar dari penularan Covid-19.

Baca juga: PO Bus di Myanmar Modifikasi Interior untuk Cegah Penularan Covid-19

Di Indonesia perusahaan otobus (PO) Sumber Alam merupakan salah satu yang menghadirkan anti Covid-19. Hal ini karena mereka mulai menggunakan teknologi pintar pada kendaraannya dengan mengusung konsep Biosmart dan Safe Bus. Di mana ini untuk menciptakan moda transportasi yang aman dari Covid-19.

Anthony Steven Hambali pemilik PO Sumber Alam mengatakan, saat ini pihaknya baru memiliki satu armada prototipe yang menggunakan teknologi pintar itu. Hal ini karena, mereka baru melakukan kajian pada tahun 2020 kemarin. Yang mana kajian tersebut melibatkan tim peneliti dari Universitas Diponegoro, Laksana dan pihak Sumber Alam.

Dia mengatakan, bus dengan teknologi pintar tersebut sudah didesain dengan konsep jaga jarak yang sesuai dengan anjuran pemerintah. Sehingga penumpang yang menggunakan armada prototipe dari PO Sumber Alam ini lebih nyaman.

“Di dalam bus juga dilengkapi dengan sistem penyaringan sirkulasi udara secara linear, ultraviolet dan HEPA filter Bus prototipe ini sudah beroperasi di semester II tahun lalu dengan rute dari Yogyakarta menuju Jakarta,” ujar Anthony yang dikutip dari bisnis.com.

Meski dilengkapi dengan teknologi tinggi yang bisa membantu penumpang terhindar dari Covid-19, tarif bus prototipe ini cukup bersahabat yakni Rp160 ribu dan sudah termasuk layanan makan.

“Penumpang banyak yang memilih naik bus Biosmart. Namun saat ini memang belum bisa tarif premium karena masyarakat masih belum banyak yang paham,” ujar Anthony.

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat menjajal bus angkutan umum aman Covid-19 hasil pengembangan tim peneliti Undip yang sama dengan konsep Biosmart unit prototipe PO Sumber Alam namun dengan aliran udara yang telah disempurnakan. Dalam kesempatan tersebut, Budi mengapresiasi pengembangan bus yang didesain dengan memperhatikan jarak aman antara kursi penumpang, penyaringan sirkulasi udara secara linear, ultraviolet dan hepa filter. Terlebih, bus ini juga menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

“Saya harap bus ini bisa menjad jawaban untuk moda transportasi yang aman di masa pandemi ini,” ujar Budi saat uji coba di halaman kantor pusat Kemenhub, Kamis (17/11/2021).

Baca juga: Arrival Hadirkan Konsep Bus Listrik Publik dengan Beragam Fitur Khas Pandemi Covid-19

Untuk diketahui, di Myanmar bus untuk mencegah Covid-19 pada pertengahan tahun lalu diberi sekat plastik. Hal ini agar penumpang yang satu dan lainnya hanya berada di dalam bilik masing-masing. Selain itu bus listrik dari Arrival juga melengkapi dirinya dengan berbagai tombol tanpa sentuhan dan kursi dapat dilepas untuk memfasilitasi jarak sosial.






















Musisi ini Ciptakan Simulator Boeing 737 Canggih, Biaya Lebih Murah tapi Berkualitas Tinggi

Avgeeks yang juga seorang musisi asal Turki, Alihan Kolaylı, berhasil membuat simulator pesawat Boeing 737-800 canggih lewat tangan dinginnya. Ini didorong oleh keinginan besarnya untuk terbang sebagai pilot yang tak pernah bisa terwujud karena satu dan lain hal.

Baca juga: 9 Maskapai Penerbangan ini Sewakan Flight Simulator, Satu dari Indonesia

Pria yang tinggal di distrik Akçaabat, provinsi Trabzon, timur laut Turki itu bercerita bahwa kerja kerasnya menciptakan simulator pesawat Boeing 737-800 dimulai sejak 10 tahun lalu. Ketika itu, ia melihat simulator pesawat di internet dan tercetuslah ide untuk membuatnya.

Di awal-awal percobaan, tentu saja itu sangat sulit. Namun, seiring berjalannya waktu, ditambah adanya bantuan dari kenalannya, Alihan akhirnya sukses menciptakan simulator pesawat Boeing 737-800 di basement rumahnya.

Tidak hanya itu, simulator canggih yang dibuatnya sendiri dengan bantuan rekannya itu bahkan akan dikomersialisasikan. Entah itu dijual dengan skema pre order ataupun menyewakannya untuk avgeeks di seantero Turki, utamanya di kota atau provinsi dimana ia tinggal.

“Ada perbedaan antara simulator 10 tahun yang lalu dan yang ini. Kami melakukannya secara profesional kali ini. Kami sekarang mempertimbangkan simulator ini secara komersial. Dengan pengembangan teknologi Boeing 737-800, kami juga mengembangkannya,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa seluruh komponen, termasuk software, yang dibutuhkan untuk membuat simulator pesawat Boeing 737-800 dibuat dan dikembangkan sendiri, bukan membeli suku cadang atau komponen yang dibutuhkan untuk kemudian dirakit.

“Kami ingin mengembangkan sistem lebih lanjut. Kami membuat sendiri suku cadang di simulator. Kami memiliki platform. Banyak orang yang mengikuti kita. Penerbangan virtual sekarang menjadi hobi yang booming dan berkembang sejak 2010. Kami berusaha memproduksi suku cadang untuk masyarakat di platform ini,” jelasnya.

Saat ini, simulator buatan Alihan Kolaylı sedang dalam tahap uji coba, melibatkan beberapa pilot profesional di Turki.

“Kami sedang melakukan beberapa tes sekarang. Beberapa pilot akan datang dan kami sedang menguji simulator dengan mereka. Mereka menganggap simulator secara profesional. Kami mengembangkan prosedur operasi sistem yang sesuai. Kami mengubahnya sesuai dengan umpan balik mereka. Mereka bisa datang dan mengunjungi kami,” ungkapnya.

Sayangnya, saat ditanya berapa total biaya yang dihabiskan untuk membuat simulator sendiri, Kolaylı mengatakan dia tidak benar-benar tahu.

Baca juga: Turkish Airlines Akhirnya Punya Cabin Training Simulator Buatan Dalam Negeri

“Kami selalu menghabiskan (uang dan waktu). Selama saya bekerja sebagai musisi, kami berusaha untuk berkembang di sini. Karena kami membuat suku cadang dengan cara kami sendiri, kami mencoba membuat kokpit canggih dengan menekan biaya,” ujarnya.

“Siapapun dapat melihat kegiatan kami di (YouTube) Home Cockpit Solutions. Kami menunjukkan potongan-potongan yang kami buat di sana,” tutupnya, seperti dikutip dari Daily Sabah.