Vietnam Airlines Jadi Maskapai Kedua di Asia Tenggara yang Layani Penerbangan Langsung ke AS

Tak bisa dipungkiri, bahwa melayani penerbangan ke Amerika Serikat menjadi kebanggaan tersendiri bagi suatu maskapai. Lantaran punya syarat yang ketat, kemampuan melayani penerbangan ke Negeri Paman Sam tak pelak menjadi gengsi tersendiri, apalagi penerbangan ke AS dilakukan pada momen yang menantang, yaitu kala pandemi belum berakhir.

Baca juga: Akibat Langgar Karantina, Awak Kabin Vietnam Airlines Dipenjara Dua tahun

Bila Garuda Indonesia terakhir melayani penerbangan ke AS (Los Angeles dan Honolulu) saat krisis moneter tahun 1997, maka ada kabar bahwa flag carrier Vietnam, yaitu Vietnam Airlines untuk pertama kalinya pada 28 November 2021 sukses melakoni penerbangan non-stop dari Ho Chi Minh ke San Francisco.

Untuk melayani penerbangan jarak jauh ke AS, sudah barang tentu Vietnam Airlines menggunakan armada terbarunya. Dikutip dari simpleflying.com, disebutkan Vietnam Airlines menggunakan Boeing 787-9 dengan nomer VN-A861 yang terbang selama lebih dari 13 jam. Dalam promosinya, Vietnam Airlines menekankan bila perjalanan jarak jauh dari Asia Tenggara ke AS umumnya memerkukan koneksi dan transit di beberapa negara, dan kini Vietnam Airlines menawarkan solusi berbeda, yaitu penerbangan non-stop.

“Penerbangan antara Vietnam dan AS biasanya cukup lama, jadi ketika membeli tiket pesawat ke AS, Anda sering harus transit di negara ke-3 sebelum Anda resmi menginjakkan kaki di AS. Hal ini antara lain membuat penumpang merasa lelah, cemas, dan kewalahan di tengah bandara yang padat, menghadapi kendala bahasa, atau bahkan ketinggalan penerbangan,” ujar juru bicara Vietnam Airlines.

Dengan penerbangan non-stop ke AS, maka Vietnam Airlines menjadi maskapai kedua di Asia Tenggara yang ‘sanggup’ melayani penerbangan prestisius ini. Sebelumnya, Singapore Airlines telah melayani penerbangan langsung ke Los Angeles dalam frekuensi 10 kali dalam seminggu. Selama ini pennumpang dari Vietnam harus transit melalui kota di Cina, Taiwan, Korea Selatan, atau Jepang, untuk tiba akhirnya di AS.

Baca juga: Qantas-Vietnam Airlines ‘Cerai’, Saham Jetstar Pacific Jadi Milik Pemerintah Vietnam

Melayani penerbangan non-stop ke AS, Boeing 787-9 hadir dalam konfigurasi 28 kursi kelas bisnis, 35 kursi ekonomi premium, dan 211 kursi ekonomi standar. Vietnam Airlines melayani penerbangan berjadwal ke AS dengan frekuensi dua kali dalam seminggu.






















Delapan Kisah Penumpang Gelap Sembunyi di Roda Pesawat, Empat Di Antaranya WNI

Seorang pria asal Guatemala, belum lama ini ditangkap oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan di bandara Miami, Florida, Amerika Serikat (AS), lantaran menjadi penumpang gelap dengan cara sembunyi di roda pendaratan pesawat (landing gear).

Baca juga: Sembunyi di Roda Pendaratan Pesawat, Penumpang Gelap Asal Guatemala Ditangkap di AS

Peristiwa penumpang gelap bersembunyi di roda pendaratan pesawat sering terjadi. Sepanjang dekade 80-an, sudah ada puluhan kasus serupa. Kail ini, kami akan merangkumnya menjadi daftar delapan kisah penumpang gelap sembunyi di roda pesawat, dimana empat di antaranya melibatkan orang Indonesia.

1. Mario Steven Ambarita

Pada 7 April 2015, seorang pria bernama Mario Steven Ambarita diamankan petugas Bandara Soekarno-Hatta tak lama setelah pesawat Garuda Indonesia GA 177 mendarat dari Pekanbaru.

Saat itu, pria 21 tahun itu jalan terhuyung-huyung, sehingga langsung menarik perhatian petugas ground handling. Jari-jarinya juga membiru dan telinga kiri berdarah. Ternyata, Mario menyusup ke roda pesawat dan bertahan di sana selama penerbangan.

Mario disebut nekat bersembunyi di roda pesawat karena ingin menemui Presiden Jokowi lantaran kecewa tidak diangkat menjadi Menko Kesra. Mario membantah dirinya gila. Dia juga santai saat aksinya itu dianggap berbahaya.

2. WNI nekat sembunyi di roda pesawat ditangkap di Bandara Penang

Seorang WNI ditangkap di Bandara Penang, Malaysia, pada tahun 2019 silam lantaran menyusup ke roda pesawat karena tidak sanggup membeli tiket pesawat.

Sayangnya, identitas WNI berjenis kelamin laki-laki yang menyelinap ke roda pesawat di Penang ini tidak disebutkan. Hanya disebutkan bahwa pria WNI yang berusia 39 tahun itu merupakan seorang buruh pabrik pengolahan unggas.

3. Mayat ‘es balok’ jatuh di London

Penumpang gelap yang bersembunyi di roda pendaratan pesawat dilaporkan jatuh di halaman belakang rumah warga. Dugaan polisi, penumpang gelap itu berasal dari pesawat Kenya Airways rute Nairobi – London Heathrow. Saat ditemukan usai jatuh dari ketinggian ribuan atau puluhan ribu kaki, mayat tersebut dalam keadaan utuh lantaran kondisinya beku bak balok es.

4. Fidel Maruhi

Pada Agustus 2000 penumpang gelap asal Tahiti bernama Fidel Maruhi yang bersembunyi di roda pendaratan pesawat selamat dalam penerbangan selama 7,5 jam dari Papeete, Tahiti, menuju Kota Los Angeles, Amerika Serikat. Dia mampu bertahan di ruang roda pesawat maskapai Air France Jet saat mengudara di ketinggian 6.400 kilometer.

Maruhi mengaku dia nekat menyusup ke roda pesawat untuk bertemu dengan bintang sepak bola Zinedine Zidane. Dia kemudian dipulangkan ke Tahiti dan lupa atas kejadian yang sudah dialaminya.

5. Yahya Abdi, remaja 16 tahun nekat sembunyi di roda pendaratan pesawat

Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun bernama Yahya Abdi dilaporkan bersembunyi di dalam roda pesawat dalam penerbangan dari California menuju Hawaii, Amerika Serikat. Dia berhasil bertahan hidup meski telah menempuh penerbangan melintasi setengah Pasifik dengan suhu minus 62 derajat Celcius di atas ketinggian 38.000 kaki (11,5 kilometer).

6. Manurung dan Siswandi Nurdin Simatupang asal Medan

23 September 1997, aksi penumpang gelap bersembunyi di roda pendaratan pesawat juga terjadi dalam penerbangan pesawat Garuda Indonesia Medan – Jakarta . Ketika itu, dua remaja Manurung dan Siswandi Nurdin Simatupang asal Medan menjadi penumpang gelap di roda pesawat Airbus A300-B4. Ini nekat menjadi penumpang gelap lantaran sering bolos sekolah dan takut dikeluarkan.

7. Tarsono, gelandangan dari Pasar Bulu

Rabu, 18 Februari 1981 itu, Buang Budiyono, seorang petugas Apron Movement Control, menemukan kaki menjulur dari bagian belakang ruang roda pesawat Mandala Airlines. Setelah dicek, itu adalah Tarsono, seorang geladangan asal Pasar Bulu, Semarang.

Baca juga: Tak Seperti di Indonesia, Penumpang Gelap Asal Afrika Tewas di Roda Pesawat Karena Kedinginan

Menariknya, setelah diinterogasi petugas, ia mengaku nekat menjadi penumpang gelap pesawat lantaran dikejar-kejar anjing. Ini dibuktikan dengan luka bekas gigitan di bagian betisnya.

8. Penumpang gelap asal Afrika

Mayat dari seorang penumpang gelap di penerbangan KLM dari Lagos, Negeria, menuju Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda, ditemukan terbujur kaku di lengkungan roda pendaratan pesawat (landing gear). Penumpang gelap ini diduga tewas karena kedinginan (hipotermia).

Hyundai Hadirkan Seven Concept, ‘Ruang Inovatif’ di Mobil Listrik Masa Depan

Hyundai telah menghadirkan SUV listrik Seven Concept yang dikatakan sebagai “ruang hidup yang inovatif di atas roda” untuk masa depan pasca mengemudi. Di mana ini yang dimaksud adalah tentang interior modular yang menurut Hyundai akan menjadi sesuatu bagi banyak orang.

Baca juga: Hyundai Mobis Rilis Tampilan HUD Clusterless Pertama di Dunia

Seven Concept belum lama diluncurkan di AutoMobility 2021 Los Angeles, dimana mobil listrik futuristik ini menawarkan dunia dalam mobil otonom yang aman sehingga tidak ada penumpang yang membutuhkan sabuk pengaman. KabarPenumpang.com melansir newatlas.com (19/11/2021), sebagai ganti sabuk pengaman ini, mobil menjadi ruang lounge pribadi dengan kursi malas yang besar.

Interior Seven Concept dilengkapi dengan pencahayaan sekitar, kulkas mini, sepasang kursi depan yang dapat diputar sepenuhnya dan kompartemen perawatan sepatu yang dapat menyengarkan alas kaki penumpang. Tak hanya itu, mobil ini dilengkaspi dengan sistem aliran udara higienis, termasuk kemampuan untuk mengarahkan aliran udara konstan dari atap ke lantai.

Ornaen interiornya dibuat seperti dari bambu, plester mineral, “bio-resin”, tembaga dan bahan kain yang dirawat secara higienis dengan fungsi antibakteri untuk memastikan semua permukaan di dalam Seven Concept tetap bersih setiap saat.

Anda dapat mengatur semua fitur di dalam mobil menggunakan semacam tongkat kendali. Saat Anda keluar, seluruh interior mensterilkan dirinya dengan sinar UVC. Hyundai berbaik hati memberikan video yang menunjukkan bagaimana alat angkut ini dapat digunakan oleh orang yang berbeda.

Baca juga: Gandeng Hyundai Robotics, Restoran KFC Gunakan Robot untuk Goreng Ayam

Seven Concept memiliki pintu samping yang mewah dan dapat dibuka lebar di satu sisi, sebuah anggukan pada fakta bahwa itu tidak akan pernah diproduksi. Ini memiliki lampu depan “Parametrik Pixel”, dan “sistem flap udara aktif” untuk mengurangi hambatan aerodinamis pada roda.






















Kendaraan Listrik Semakin Banyak, Energy Absolute Buka Pabrik Baterai

Energy Absolute Plc (EA) yang terdaftar di SET, pengembang dan operator energi terbarukan, akan secara resmi membuka fasilitas produksi baterai dan sistem penyimpanan energi (ESS) pada 12 Desember 2021 sebagai bagian dari rencananya untuk menjadi pemimpin dalam manufaktur kendaraan listrik (EV).

Baca juga: Baterai Bekas dari Bus Listrik Digunakan Untuk Simpan Energi dari Panel Surya Gedung

Pabrik produksi baterai lithium-ion EA di Chachoengsao, Thailand telah lulus uji coba, menyusul penundaan yang disebabkan oleh tindakan penguncian untuk menahan penyebaran Covid-19.

Dilansir KabarPenumpang.com dari bangkokpost.com (23/11/2021), fasilitas seharga enam miliar baht itu dirancang memiliki kapasitas produksi satu gigawatt jam per tahun dan ditujukan untuk melayani bisnis kendaraan listrik. Dikatakan Vasu Klomkliang wakil presiden senior EA, produksi ini diutamakan untuk perakitan bus listrik.

Dia mengatakan, perusahaan sebelumnya menerima pesanan untuk merakit 500 bus dan sudah mengirimkan 100 unit ke pembeli. Pengiriman bus yang tersisa dijadwalkan awal tahun depan. Vasu mengatakan pabrik baterai baru, yang dioperasikan oleh anak perusahaan perusahaan Amita Technology (Thailand) Com[any akan melayani pabrik perakitan kendaraan listrik baru dan diharapkan untuk memulai operasi komersial pada kuartal pertama tahun depan.

EA telah menyewa perusahaan untuk merakit 100 bus saat pabrik baru sedang dibangun. Dia mengatakan Thailand telah mendaftarkan sekitar 10 ribu bus setiap tahun. Namun, jumlahnya turun menjadi 7.000 tahun lalu. Perusahaan melihat peluang dalam bisnis bus listrik karena banyak bus yang menua dan pemerintah mempromosikan EV sebagai bagian dari upaya memerangi perubahan iklim.

EA sedang mengembangkan truk yang dijalankan dengan baterai dan berharap untuk meluncurkannya pada paruh pertama tahun depan. Perusahaan ini mengoperasikan layanan komersial kapal listrik, dengan armada 40 kapal yang melayani penumpang di sepanjang Sungai Chao Phraya di Bangkok. Dalam jangka panjang, EA berencana untuk memproduksi baterai stasioner untuk pembangkit listrik terbarukan, banyak di antaranya menghadapi intermiten sumber energi seperti matahari dan angin.

“ESS akan membantu dan menjadi game changer di industri pembangkit listrik,” kata Vasu.

Baca juga: Bus Listrik Terpanjang Akan beroperasi di Denmark

EA juga mengoperasikan empat pembangkit listrik tenaga surya, dengan kapasitas gabungan 278 megawatt, dan dua pembangkit listrik tenaga angin darat, dengan total kapasitas 386 MW. Perusahaan mengharapkan pendapatannya tumbuh sebesar 20 persen tahun ini dari 17,2 miliar baht pada tahun 2020. Dari Januari hingga September tahun ini, pendapatannya naik 16 persen dari tahun ke tahun menjadi 14,82 miliar baht.






















Zeva Zero, eVTOL Berbentuk “UFO” yang Muat Satu Awak

eVTOL dalam bentuk piring terbang atau UFO? Ini mungkin tak seperti yang biasanya di mana hanya muat untuk satu orang di dalam taksi terbang. Taksi terbang ini adalah Zeva Zero yang bentuknya seperti cakram dengan serat karbon besar berdiameter sekitar 2,4 meter dan berat 317 kg.

Baca juga: Leo Couple, eVTOL Tiga Kursi yang Bisa Diparkir di Garasi Mobil

Taksi terbang berbentuk UFO ini memiliki ruang seukuran orang dewasa dibagian tengahnya dan penumpang bisa melihat keluar. Di bagian depan ada dua nacelles propulsi dan dua lainnya di belakang yang mana masing-masing memiliki dua penyangga listrik yang dipasang secara koaksial.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari newatlas.com, taksi terbang UFO ini memiliki baterai sekitar 20 kWh pada prototipe pertama dan 25 kWh pada model produksi pertama yang direncanakan serta akan ditempatkan di sisi disk. Kemudian dipisahkan menjadi beberapa kemasan berbeda.

Paket-paket ini nantinya akan disatukan satu dengan lainnya dalam karbon berdinding ganda, di mana ada sekat yang akan mengisolasi area baterai dengan kompartemen penumpang. Penumpang akan masuk ke dalam kabin dan menyandarkan dada dan perut yang kemudian pintu belakang di tutup dan Anda siap untuk terbang.

Nantinya UFO ini akan lepas landas secara vertikal, kemudian bertransisi dalam waktu sekitar 20 detik ke mode jelajah horizontal di mana seluruh cakram bodi menjadi sayap pembangkit angkat. Penyangga atas pada setiap nacelle dioptimalkan untuk VTOL dan hover, dan yang lebih rendah memiliki bilah nada tinggi yang dioptimalkan untuk jelajah dengan kecepatan udara yang lebih cepat.

Pada kecepatan tertentu, penyangga atas akan dihentikan, dibuka kuncinya dan dibiarkan terlipat rata pada nacelle untuk meminimalkan hambatan. Anda kemudian akan terbang ke tujuan hingga 80 km jauhnya dengan kecepatan hingga 257 km per jam, di mana titik itu akan melambat, miringkan hidung kembali ke atas, mulai dari atas melayangkan alat peraga lagi dan masuk untuk pendaratan ekor-duduk yang menjatuhkan kembali ke kaki Anda.

CEO Stephen Tibbit menggambarkan versi awal sebagai “dipiloti secara opsional,” menggunakan seperangkat kontrol gaya drone yang cukup standar yang akan mengambil input Anda di tongkat dan menggabungkannya dengan informasi lain dari kamera serta sensor di sekitar pesawat sebelum memutuskan dengan tepat apa yang perlu terjadi di motor listrik.

Bisa dikatakan Zeva akan sangat sederhana secara mekanis kurang lebih hanya sebuah octacopter dengan dinamika penerbangan yang lebih cerdas dan sayap jelajah yang besar. Tibbits mengatakan akan mudah untuk memproduksi secara massal juga yang mana pada dasarnya mereka menggunakan bagian pesawat komposit dengan mesin cetak besar. Tibbits mengatakan Zeva Aircraft akan cukup mudah untuk dikemas dalam bentuk pra-sertifikasi dan dijual sebagai pesawat eksperimental untuk pemegang lisensi pilot swasta.

“Idenya ada di pikiran kami, tapi saya tidak tahu bagaimana hasilnya nanti. Kami tidak ingin mengalihkan perhatian kami pada aspek komersial dan responden pertama. Itu penting, dan penggunaan teknologi yang baik,” katanya.

Baca juga: Honda Kembangkan eVTOL dan Robot Telepresence untuk Transportasi Masa Depan

Jika pesawat Zero tidak berhasil menaikkan alis Anda ke ketinggian aman maksimum, maka lihat konsep SkyDock Zeva, yang memungkinkan Anda memasang pesawat langsung dari jendela kantor lantai 35, memarkirnya seperti teritip, dan berjalan di sepanjang landasan pacu yang diperpanjang.






















Stasiun Hua Lamphong di Bangkok Bakal Ditutup, Antara Bakal Jadi Museum atau Kawasan Komersial

Ketika sebuah stasiun kereta api harus tutup dan digantikan yang lainnya, bagaimana kedepannya? Ternyata, hal ini tak perlu dikhawatirkan, karena akan beralih menjadi sebuah museum atau benda cagar budaya. Seperti di Indonesia, banyak stasiun yang tutup dan beralih fungsi. Namun, ternyata itu tidak hanya ada di Indonesia.

Baca juga: Beroperasi November 2021, Stasiun Bang Sue Lebih dari Sekedar Pusat Transportasi di Bangkok

Di negara dan benua lainnya pun hal itu kerap kali terjadi. Seperti di Thailand, salah satu stasiun besarnya akan mengakhiri semua layanan kereta api dan hal itu dikatakan oleh Menteri Transportasi Thailand Saksayam Chidchob.

Stasiun yang akan segera mengakhiri semua layanan kereta apinya adalah Stasiun Hua Lamphong di Bangkok. Saksayam mengatakan, layanan kereta ke stasiun awalnya akan dikurangi dari 118 per hari menjadi 22 sebelum dihentikan sepenuhnya.

Dilansir KabarPenumpang.com dari thethaiger.com (23/11/2021), sayangnya penutupan stasiun ini tidak ada tanggal yang telah dikonfirmasi untuk penghentian semua layanan. Tetapi dalam proposal telah ditetapkan bahwa Stasiun Hua Lamphong akan berhenti beroperasi secara penuh pada 23 Desember 2021. Langkah ini membuat para komuter Bangkok siap-siap, frustrasi dengan peningkatan pengeluaran untuk perjalanan harian mereka.

Penutupan ini bahkan membuat banyak penumpang mengatakan mereka harus melakukan perjalanan dari Stasiun Bang Sue di ibukota dengan bus untuk tiba ke tempat kerja di pusat kota. Saksayam telah mengakui rasa frustrasi penumpang dan mengatakan dia akan mengadakan pembicaraan dengan Otoritas Transit Massal Bangkok tentang menjalankan layanan bus pengumpan untuk mengangkut orang-orang dari stasiun Bang Sue ke pusat kota.

Menteri juga berjanji untuk membahas diskon dengan BTS Skytrain dan Metropolitan Rapid Transit untuk mengurangi tarif bagi orang yang turun di Bang Sue. Sementara itu, Menteri Perkeretaapian Negara Thailand telah membentuk SRT Asset Company Limited, yang akan mengelola aset SRT untuk mengurangi utang operasionalnya, yaitu sekitar 600 miliar baht.

Stasiun Hua Lamphong adalah salah satu dari beberapa aset yang terletak di real estat utama, bersama dengan stasiun kereta Thonburi, stasiun kereta api Mae Nam, dan tanah Royal City Avenue. SRT diharapkan menghasilkan pendapatan lima miliar baht dari pengembangan asetnya pada tahun pertama.

Baca juga: Mulai Beroperasi 2021, Bang Sue Bakal Menjadi Stasiun Kereta Terbesar di Asia Tenggara

Ini diperkirakan akan meningkat menjadi sepuluh miliar baht pada tahun ke-5 dan menjadi 800 miliar baht dalam waktu sekitar 30 tahun. Menteri telah mengakui seruan untuk melestarikan terminal Hua Lamphong sebagai museum, daripada mengorbankannya untuk pengembangan komersial. Namun, dia mengatakan utang SRT yang signifikan berarti dia mungkin harus membuat keputusan yang tidak populer.

Stasiun ini dibuka pada tanggal 25 Juni 1916 setelah enam tahun pembangunan yang dimulai pada tahun 1910 pada masa pemerintahan Raja Chulalongkorn dan selesai pada masa pemerintahan Raja Vajiravudh. Stasiun ini dibangun dengan gaya Neo-Renaissance Italia, dengan atap kayu yang dihias dan jendela kaca patri, dengan Frankfurt (Utama) Hauptbahnhof di Jerman sebagai prototipe.






















Profil Bandara Johannesburg, Gerbang Keluar-Masuk Afrika Selatan yang Dikenal Gegara Varian Omicron

Virus Corona varian Omicron (B.1.1.529) membuat Bandara Internasional Johannesburg OR Tambo, Afrika Selatan dikenal seluruh dunia. Sebab, seluruh penerbangan dari bandara ini ditolak masuk negara-negara di dunia.

Baca juga: Belanda Temukan 13 Kasus Virus Corona Varian Omicron dalam Penerbangan dari Afrika Selatan

Selain itu, turis maupun warga juga memadati bandara ini semata untuk menghindari strain baru virus Corona sekaligus agar tak terjebak di negara tersebut khususnya dan negara lain di Afrika umumnya tanpa bisa keluar, mengingat bandara ini menjadi hub terbesar di Afrika.

Dikutip dari ortambo-airport.com, Bandara Internasional Johannesburg OR Tambo merupakan bandara tersibuk di benua Afrika. Setiap tahun, bandara yang didirikan pada tahun 1952 ini melayani sekitar 28 juta penumpang.

Bandara yang terletak di distrik Kempton Park, Johannesburg, 46 km selatan pusat kota Pretoria, ini sebelumnya bernama Bandara Jan Smuts. Namun, namanya diubah menjadi Johannesburg International Airport pada tahun 1994.

Pada November 2006, nama bandara itu kembali diubah untuk mengenang mantan presiden Afrika Selatan, Oliver Reginald Tambo, atau yang biasa dikenal sebagai OR Tambo menjadi seperti yang dikenal saat ini.

Meski terletak di benua yang tidak lebih maju dibanding benua lainnya, Bandara Internasional Johannesburg OR Tambo bukanlah sembarang bandara. Ia adalah salah satu dari sedikit bandara di dunia dengan penerbangan langsung penumpang terjadwal antara enam benua yang berpenghuni dan juga berfungsi sebagai pintu gerbang utama benua ke banyak negara sub-Sahara.

Sejak dahulu, Bandara Internasional Johannesburg OR Tambo memang sudah lekat dengan peristiwa-peristiwa besar. Di awal masa pasca diresmikan, bandara ini juga menjadi penanda peralihan masuknya masa jet, di mana penerbangan komersial pertama sebuah de Havilland Comet lepas landas dari Bandar Udara London Heathrow menuju Johannesburg.

Bandara ini menjadi bandara uji coba bagi Concorde pada tahun 1970-an, untuk meneliti kemampuan pesawat saat lepas landas dan mendarat di bandara yang berada di ketinggian.

Bandara Internasional Johannesburg OR Tambo sering disebut sebagai bandara “panas dan tinggi”. Berada di ketinggian hampir 1.700 meter (5.500 kaki) di atas pemukaan laut, yang memiliki udara sangat tipis. Ketinggian seperti ini sangat berpengaruh terhadap performa pesawat terbang.

Sebagai contoh, sebuah penerbangan dari Johannesburg menuju Washington, D.C., yang saat ini dioperasikan oleh sebuah Airbus A340-600, harus berhenti di Bandara Internasional Dakar untuk mengisi bahan bakar, karena pesawat tidak dapat terbang dengan sekali pengisian bahan bakar.

Hal ini terjadi karena penurunan performa saat pesawat lepas landas, di mana pesawat tidak dapat lepas landas dengan muatan penuh bahan bakar, kargo dan penumpang, dan harus menggunakan landasan pacu yang lebih panjang untuk mencapai kecepatan lepas landas.

Pada tahun 1980-an, banyak negara menghentikan perdagangan dengan Afrika Selatan karena sanksi ekonomi dari PBB yang dilakukan karena politik apartheid di Afrika Selatan, dan banyak maskapai penerbangan menghentikan penerbangan menuju bandara ini.

Baca juga: Covid Omicron Bikin Ditjen Imigrasi Ambil Sikap Tegas, Larang Pelancong dari 8 Negara di Afrika

Sanksi ini juga membuat South African Airways dilarang terbang di sebagian besar negara Afrika, dan sebagai tambahan, risiko terbang di dalam negara Afrika tersebut ditambah dengan insiden ditembak jatuhnya dua pesawat penumpang di atas wilayah Rhodesia, memaksa mereka untuk terbang di luar daratan Afrika.

Hal ini membuat mereka membutuhkan pesawat modifikasi khusus seperti Boeing 747-SP. Setelah akhir dari apartheid, nama bandara, bersama dengan nama bandara internasional lainnya di Afrika Selatan, diganti menjadi nama yang netral dan larangan tersebut dihentikan.

Nekat, Dua Gadis asal Inggris Handstand di Atas Rel Kereta

Bermain di rel kereta bukanlah hal yang menyenangkan tetapi justru membahayakan. Hal ini karena bisa saja saat bermain ada kereta melintas dan Anda terlambat sadar sehingga menyebabkan masalah paling fatal yakni tertabrak kereta. Meski begitu sampai sekarang pun masih banyak yang tidak menghiraukan hal tersebut.

Baca juga: Tragedi di Bangkok, Ketika Selfie di Rel Kereta Kembali Merenggut Nyawa

Seperti dua gadis yang tertangkap kamera tengah melakukan handstand di rel kereta api Broxtowe, Nottinghamshire di Inggris. Menurut Network Rail, perilaku dua remaja ini menempatkan diri mereka dan orang lain dalam bahaya. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (29/11/2021), selain itu juga beberapa orang tertangkap kamera berdiri di rel untuk mengambil foto dan lainnya berbaring untuk berpose.

Mereka melakukan hal itu di jalur yang digunakan oleh kereta api yang melaju dengan kecepatan hingga 80 mph atau sekitar 128 kpj. Bahkan ada sebuah studi baru-baru ini tentang penyeberangan, yang terletak di Cagar Alam Attenborough, mencatat 22 contoh penyalahgunaan hanya dalam sembilan hari.

Direktur rute Network Rail Gary Walsh mengatakan, perilaku di perlintasan sebidang Cagar Alam ini benar-benar mengejutkan. Dia mengatakan, rel kereta api bukanlah tempat untuk mendapatkan kesempatan berfoto dan ini tidak pernah aman.

“Dua gadis yang melakukan handstand sama sekali tidak menyadari bahaya yang mereka hadapi. Insiden ini bisa berakhir dengan konsekuensi yang tragis bagi mereka, serta teman dan keluarga mereka,” kata Gary.

Inspektur Mark Clements dari Polisi Transportasi Inggris mengatakan, orang-orang dalam rekaman ini jelas menunjukkan pengabaian yang mengejutkan dan terang-terangan terhadap keselamatan mereka sendiri dan orang lain. Trespass adalah pelanggaran pidana, dapat mengakibatkan konsekuensi yang tragis atau cedera yang mengubah hidup.

“Kami secara teratur berpatroli di daerah ini dan mengingatkan semua orang tentang pentingnya berhati-hati di sekitar rel kereta api dan untuk tidak masuk tanpa izin,” ungkap Mark.

Untuk diketahui, insiden yang melibatkan handstand difilmkan pada bulan Juli. Ini terjadi 12 bulan setelah pasangan tertangkap kamera CCTV berpose untuk foto pernikahan sambil berdiri di lintasan di persimpangan dekat Whitby, North Yorkshire.

“Kami sedang melakukan yang bisa kami lakukan untk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Tetapi ini membutuhkan masyarakat untuk bekerja sama dengan kami,” jelas Network Rail.

Baca juga: Duh! Orang-orang ini Tewas Karena Selfie di Rel Kereta

Semua insiden ini kemudian telah meluncurkan program baru bernama Switch On untuk mengajari anak-anak tentang bahaya kereta api dan mengembangkan kesadaran mereka akan bahaya.






















Terlanjur Sayang, Penumpang Wanita Delta Airlines Susui Kucing di Pesawat

1001 cara dilakukan sang pemilik untuk melindungi hewan peliharaannya. Mungkin itu kalimat yang pantas menggambarkan penumpang wanita maskapai Delta Airlines yang satu ini. Betapa tidak, ia dilaporkan menyusui kucingnya meski berulang kali dilarang pramugari.

Baca juga: Intip Gaya Anjing Ini Nikmati Kursi Kelas Bisnis Singapore Airlines dari Sydney-Italia

Dilansir NZHerald.co.nz, kabar mengenai penumpang wanita Delta Airlines flight DL1360 menyusui bayi kucingnya saat dalam penerbangan viral setelah dibagikan sang pilot di Twitter. Dalam sebuah sistem messaging pilot, dijelaskan bahwa ada seorang penumpang wanita sebagaimana dijelaskan di atas.

Saat dihampiri oleh pramugari dan diminta untuk menghentikan aktivitas tersebut, ia menolaknya dan terus menyusui kucing yang dibawanya.

“Pax (penumpang) di (kursi) 13A sedang menyusui kucing dan tidak akan memasukkan kucing kembali ke kandangnya ketika FA (pramugari) meminta,” bunyi memo ACARS.

Disebutkan, berhubung permintaan pramugari tak juga digubris, penumpang tersebut terus menyusui kucingnya sampai tuntas sebelum diletakkan kembali ke dalam kandang.

Meski sudah berakhir damai tanpa adanya adu mulut bahkan kontak fisik, namun, pilot tetap meminta staf darat Delta Redcoat menemuinya dan memberikan teguran keras.

Delta Airlines memang mengizinkan hewan peliharaan masuk ke dalam kabin. Tetapi, seiring banyaknya insiden, maskapai tersebut terus memperketat peraturan hewan peliharaan yang bisa masuk ke dalam kabin. Namun, kucing, termasuk anjing, tetap diperbolehkan. Syaratnya, mereka harus tetap di dalam kandang selama dalam penerbangan. Ini juga berlaku di maskapai lain.

Akan tetapi, peraturan tersebut -kucing dan anjing tetap dalam kandang di penerbangan- sangat situasional. Seperti yang terjadi belum lama ini, dimana seekor anjing, alih-alih di dalam kandang di sebuah penerbangan, justru asik menikmati kursi kelas bisnis.

Lewis, begitulah sapaan akrab anjing beruntung yang diizinkan duduk di kursi kelas bisnis ini. Eks anjing balap ini diketahui baru selesai mengenyam ‘pendidikan’ di Greyt Grays Rescue yang berbasis di Melbourne, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk menyelamatkan, mengadopsi, dan membina anjing greyhound bekas balap dengan kehidupan baru yang jauh lebih baik.

Setelah mendapat pendidikan khusus untuk mengubur masa kelamnya sebagai anjing balap, Lewis akhirnya dibawa ke Italia oleh sang empunya. Sayangnya, tak disebutkan siapa sang pemilik anjing tersebut.

Baca juga: Kucing Ngamuk dan Serang Pilot, Pesawat Ini Mendarat Darurat

Yang pasti, laporan Executive Traveller, Lewis tampak sangat menikmati penerbangannya di kursi kelas bisnis Singapore Airlines dalam perjalanan ke Italia.

Dengan ditemani beberapa boneka yang turut menjadi bagian darinya dalam menata ulang kehidupan, Lewis, Lewis melakukan berbagai aktivitas selama dalam penerbangan, seperti tidur, menikmati pemandangan luar jendela, sampai menikmati sajian khusus untuknya yang berbeda dengan penumpang kelas bisnis Singapore Airlines pada umumnya.

Covid Omicron Bikin Ditjen Imigrasi Ambil Sikap Tegas, Larang Pelancong dari 8 Negara di Afrika

Varian baru Covid-19 B.1.1.529 atau varian Omicron belum lama ini ditemukan di Afrika Selatan. Untuk menyikapi dinamika varian baru tersebut, Direktorat Jenderal Imigrasi langsung menerbitkan aturan pembatasan pelaku perjalanan internasional yang akan masuk Indonesia.

Baca juga: Belanda Temukan 13 Kasus Virus Corona Varian Omicron dalam Penerbangan dari Afrika Selatan

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arya Pradhana Anggakara mengatakan, aturan baru ini melarang masuknya orang asing ke Indonesia bagi yang mempunyai riwayat perjalanan mengunjungi negara-negara di Benua Hitam, seperti Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini dan Nigeria dalam waktu 14 hari sebelum masuk Indonesia. Dia mengatakan, jika orang asing tersebut pernah berkunjung ke delapan negara itu dalam waktu 14 hari maka akan langsung ditolak masuk Indonesia ketika mereka di pemeriksaan imigrasi.

Selain itu, Ditjen Imigrasi juga menangguhkan sementara pemberian visa kunjungan dan tinggal terbatas bagi warga negara Afrika Selatan yang disebutkan. Angga menjelaskan, aturan ini akan berlaku Senin, 29 November 2021. Bagi pelancong asing selain negara itu, aturan pembatasan yang berlaku masih sesuai Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No.34/2021 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal Keimigrasian Dalam Masa Penanganan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan varian baru Covid-19, Omicron sebagai variant of concern (VOC). Pimpinan Teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan varian Omicron ditetapkan sebagai VOC karena memiliki beberapa sifat yang mengkhawatirkan. Varian Omicron dikatakan WHO menimbulkan peningkatan risiko infeksi ulang dibandingkan varian lain yang sangat menular.

Karena hal ini, otoritas global bereaksi waspada terhadap muculnya varian baru tersebut. Setelah ditemukan di Afrika Selatan, varian Omicron ini juga terdeteksi di Belgia, Israel, Botswana dan Hong Kong. Untuk diketahui, ilmuwan Afrika Selatan telah mendeteksi sejumlah kecil varian, yang disebut B.1.1529, pada Selasa (23/11/2021), dalam sampel penelitian dari tanggal 14 hingga 16 November 2021.

Mereka kemudian memberitahu pemerintah satu hari setelah mendeteksi hasil sampel akan kekhawatiran varian baru tersebut. Ilmuwan juga meminta WHO mengadakan kelompok kerja teknis terkait evolusi varian tersebut. Afrika Selatan bahkan sudah mengidentivikasi sekitar seratus kasus dan sebagian besar dari provinsi padat yakni Gauteng.

Ilmuwan Afrika Selatan mengatakan tanda-tanda awal dari laboratorium diagnostik menunjukkan virus itu telah menyebar dengan cepat di Gauteng dan mungkin sudah ada di delapan provinsi lainnya di negara itu. Untuk diketahui, penularan virsu varian baru ini 400 persen lebih cepat dari varian Delta.

Varian tersebut relatif mudah dibedakan dalam tes PCR dari varian Delta, varian Covid-19 yang dominan dan paling menular sejauh ini, karena tidak seperti varian Delta, varian Omicron memiliki mutasi yang dikenal sebagai S-gen drop-out.

Dicky Budiman Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi, Griffith University mengatakan, untuk gejala klinis dari varian ini secara spesifikasi masih harus ditunggu. Namun catatan penting dari varian ini adalah potensi penularannya lima kali lebih cepat dibandingkan varian asli dari Wuhan.

“Potensinya baru analisa awal, berpotensi 500 persen lebih cepat dibandingkan Wuhan virus liar. Artinya 400 persen dibandingkan Delta. Ini baru pola awal saat ini ya. Mudah mudahan tidak seperti itu,” jelas Dicky yang dikutip KabarPenumpang.com dari tribunnews.com.

Baca juga: Kembali Berlayar, Seorang Penumpang Kapal Pesiar Asuka II Positif Covid-19 Varian Baru

Dicky menyebutkan potensi ini dihitung sesuai dasar dari varian Wuhan. Karena penularannya jauh lebih cepat, dunia terhitung sangat rawan menghadapi varian ini. Ini akan membuat tahun 2022 menjadi kompleks dalam artian prediksi sehingga saya pribadi beberapa waktu terakhir berubah predikasinya 2022 karena banyak faktor yang membuat kompleks.