Rayakan Ulang Tahun ke-111, Sejarah Bandara Hamburg Tak Bisa Dilepaskan dari Balon Udara Zeppelin

Bandara Internasional Hamburg baru saja merayakan hari jadinya yang ke-111 pada 11 Januari 2022 lalu. Sampai tahun 2019, bandara tersebut sudah melayani lebih dari 17 juta penumpang ke 130 destinasi nasional dan internasional.

Baca juga: Inilah 5 Bandara Tertua di Dunia Yang Masih Beroperasi

Saat ini, Bandara Hamburg, yang dinobatkan sebagai salah satu bandara tertua di dunia yang masih beroperasi, hanya bertengger di posisi kelima bandara terbesar di Jerman.

Tetapi, di masa lalu, Bandara Hamburg adalah bandara terpenting bagi perkembangan industri dirgantara Jerman setelah didirikannya hanggar kapal udara pertama pada 11 Januari 1911 atau hari dimana Bandara Hamburg didirikan.

Dilansir Aviation24, berdirinya Bandara Hamburg tak lepas dari berdirinya perusahaan Hamburger Luftschiffhallen GmbH (HLG) sehari sebelum Bandara Hamburg didirikan.

HLG didirikan berkat antusiasme warga Hamburg dalam menyongsong masa depan kapal udara, usai berhari-hari dicekoki berbagai benefit dari kapal udara beserta ekosistemnya oleh Pangeran Ferdinand Adolf Heinrich August Graf von Zeppelin, yang juga pendiri dan pencipta Zeppelin, kapal udara kenamaan dunia.

Graf Zeppelin (adamsmith.org)

Berbulan-bulan dikebut, hanggar kapal udara pertama pun berhasil didirikan pada tahun 1912 di atas area seluas 45 hektar. Di lokasi dan tahun yang sama pula, kapal udara Zeppelin pertama berhasil terbang.

Era kapal udara berakhir usai kehadiran biplan. Penerbangan berjadwal pertama terjadi pada tahun 1919-20 saat maskapai tertua di dunia yang masih beroperasi, KLM, mengoperasikan penerbangan internasional Rotterdam – Amsterdam – Hamburg – Kopenhagen dengan kapasitas lima penumpang.

Pada tahun 1929, terminal pertama Bandara Hamburg resmi dibuka seiring tingginya minat masyarakat bepergian menggunakan pesawat.

Meski sempat mengalami masa-masa suram saat Perang Dunia II, dimana Jerman jadi pesakitan karena menelan kekalahan dari sekutu dan bandara dikuasai Inggris sampai 1950, pada 1 April 1955 Bandara Hamburg mulai kembali menatap masa depan cerah.

Ketika itu, pesawat Convair Lufthansa melakoni penerbangan perdana menuju Munich. Lima tahun berikutnya, Bandara Hamburg untuk pertama kalinya melayani pesawat bermesin jet Boeing 707 Lufthansa.

Bertahun-tahun beroperasi, Bandara Hamburg baru berhasil membukukan 1 juta penumpang pada tahun 1961. Setelahnya, Bandara Hamburg semakin menggeliat, mulai dari melayani penerbangan Boeing 747 dan yang paling berkesan adalah bandara didarati oleh pesawat supersonik Concorde pada April 1976 saat melakukan kunjungan sekaligus promosi.

Baca juga: Berusia 101 Tahun, Inilah Menara ATC Pertama di Dunia

Tak lupa, sebagai salah satu bandara terbesar di Jerman, Bandara Hamburg juga memiliki sertifikasi melayani pesawat Airbus A380 dan sukses didarati pesawat komersial terbesar di dunia tersebut pada 29 Oktober 2018.

Pada 10 November 2016, Bandara Hamburg berganti nama untuk kedua kalinya, dari semula Flughafen Fuhlsbüttel menjadi Bandara Hamburg pasca Perang Dunia II, dan berganti lagi menjadi Bandara Hamburg Helmut Schmidt untuk menghormati mantan Kanselir Federal Republik Jerman, Helmut Schmidt.

Perlintasan Sebidang Pondok Cina Kini Tak Lagi Ramai

Stasiun Pondok Cina yang berlokasi di Jalan Lingkar Kampus, Beji, Depok, Jawa Barat ini merupakan stasiun yang cukup ramai dengan penumpang KRL. Penumpang KRL yang naik dari stasiun ini rata – rata warga Depok dan sekitarnya. Stasiun ini juga berdekatan dengan Universitas Gunadarma dan Universitas Indonesia. Tak heran banyaknya mahasiswa dan mahasiswi terlihat lalu lalang naik dan turun di Stasiun Pondok Cina.

Baca juga: Konservasi KRL Bekas Pakai Tinggal Menghitung Hari 

Selain adanya stasiun, Pondok Cina juga memiliki Perlintasan Sebidang (JPL). JPL ini bersebelahan dengan Stasiun Pondok Cina. Namun, uniknya JPL ini masih berfungsi walaupun sudah tidak ada lagi kendaraan bermotor roda 4 dan yang melintas hanya beroda 2 saja. Pos JPL bernomor 24A masih terdapat petugas yang berjaga setiap ada kereta api yang lewat. Petugas JPL tetap menjalankan tugasnya untuk mengamankan jalur kereta api. Sebagai catatan, petugas yang bekerja di pos JPL hanya untuk menjaga atau mengamankan jalur kereta api bukan mengamankan lalu lintas jalan raya.

Pos JPL Jadi Sirine Petugas Keamanan Stasiun
Sudah cukup lama JPL di area Pondok Cina difungsikan. Walaupun tidak aktifitas kendaraan bermotor karena ditutupnya akses jalan ke Kampus UI, namun suara sirine JPL tersebut cukup membantu petugas keamanan yang bekerja di Stasiun Pondok Cina.

Banyaknya penumpang KRL yang naik dan turun di Stasiun Pondok Cina membuat petugas keamanan berjaga ekstra demi kelancaran perjalanan KRL dan keamanan bagi penumpangnya. Pasalnya area penyeberangan orang di stasiun ini masih melintasi rel. Jadi petugas keamanan membantu untuk membuka dan menutup batas keamanan. Dengan menggunakan rantai besi yang panjang, petugas keamanan menutup jika kereta api melintas dan membukanya jika kereta api tidak lewat.

Baca juga: Jumlah Perlintasan Sebidang Liar di Indonesia, Tembus Angka 4.000!

Namun, petugas keamanan bisa menutup dan membuka batas penyeberangan tersebut hanya saat suara sirine JPL berbunyi. Menurutnya, itu juga cukup membantu jika ada kereta api lewat atau tidak. Ketika kereta api/KRL akan lewat dan suara sirine JPL berbunyi, otomatis petugas keamanan menutup penyeberangan agar tidak ada penumpang yang menyebrang sembarangan. Lalu setelah suara sirine JPL berhenti berbunyi, petugas keamanan membuka penyeberangan orang dan penumpang bisa menyeberang dengan aman. Ini dilakukan setiap hari sebelum pembangunan underpass crossing (penyeberangan bawah tanah) selesai dibangun. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Baru Tahu Hasil Tes Positif Covid dalam Penerbangan, Wanita ini Mengurung Diri di Bilik Toilet

Saat orang banyak melakukan isolasi mandiri di rumah atau di rumah sakit ketika terinfeksi virus corona. Lain lagi dengan wanita asal Amerika Serikat ini. Di mana dia mengurung dirinya sendiri di dalam bilik toilet pesawat setelah hasil tes menunjukkan ia positif Covid di tengah penerbangan dari Chicago ke Islandia.

Baca juga: Kembali Berlayar, Seorang Penumpang Kapal Pesiar Asuka II Positif Covid-19 Varian Baru

Penumpang itu bernama Marisa Fotieo yang mengatakan tenggorokannya mulai sakit di tengah perjalanan. Kemudian dirinya pergi ke toilet untuk melakukan tes cepat Covid dan menunjukkan hasil dirinya positif terinfeksi.

“Saya baru saja mengambil tes cepat dan membawanya ke toilet, dan dalam waktu dua detik ada dua garis [menunjukkan tes positif],” kata Fotieo yang dikutip KabarPenumpang.com di independent.co.uk (30/12/2022).

“Ada 150 orang dalam penerbangan itu, dan ketakutan terbesar saya adalah menularkan kepada mereka, (penumpang lain),” tambahnya.

Dia berbagi cerita itu di akun TikTok dan menampilkan video pendek di dalam toilet pesawat yang ditumpanginya itu. Dia menulis caption, “POV Anda dites positif untuk Covid saat berada di atas Samudra Atlantik.”

“Berteriaklah ke Icelandair untuk tempat karantina VIP saya,” tambahnya.

Fotieo mengatakan dia tetap di toilet selama sisa penerbangan, mengandalkan pramugari Ragnhildur “Rocky” Eiríksdóttir untuk menyediakan makanan dan minuman. Video TikTok Fotieo telah dilihat lebih dari empat juta kali sejak pertama kali diunggah pada 21 Desember. Banyak yang penasaran dan ingin tahu, bagaimana dia bisa naik ke pesawat dan lolos dari pemeriksaan saat di bandara keberangkatan.

Fotieo membahas kekhawatiran di bagian komentar platform, menjelaskan bahwa dia menerima dua tes PCR negatif sebelum naik.

“Saya tidak pernah sampai ke tujuan saya. Karantina di Islandia sekarang,” dia memberi tahu penggemar melalui TikTok.

Dalam upaya nyata untuk tetap terhibur selama isolasi sepuluh hari wajib, Fotieo telah memposting serangkaian video dari dalam karantina hotelnya di Reykjavik. Fotieo mengatakan dia telah divaksinasi penuh dengan suntikan booster dan sedang dalam perjalanan ke tujuan terakhirnya di Swiss bersama saudara laki-laki dan ayahnya ketika dia dinyatakan positif di tengah penerbangan.

Baca juga: Gegara Satu Penumpang Terinfeksi Covid-19, Kapal Pesiar World Dream Kembali ke Marina Bay Cruise Center

“Saya memilih untuk tetap di dalam toilet karena saya tidak ingin berada di sekitar orang lain di dalam pesawat,” kata guru PAUD tersebut.

34 Tahun Kemudikan Bus, Wanita Paruh Baya Dipecat Gegara Tinggi Badan

Terkadang memiliki tinggi badan kurang, menjadi masalah dalam pekerjaan dan membuat seseorang harus meninggalkan pekerjaan mereka meski sudah lama berkecimpung di situ. Hal ini terjadi pada seorang ibu yang bekerja sebagai pengemudi bus di Manchester, Inggris.

Baca juga: Dianggap Terlalu Cantik Jadi Pengemudi Bus, Wanita Asal Inggris Tetap Pada Pendiriannya

Pengemudi itu Tracey Shocles yang merupakan salah satu pengemudi bus wanita pertama dan telah bekerja selama 34 tahun. Namun dia tidak lagi bisa bekerja saat Go North West mengubah posisi kaca spion pada bus mereka.

Kemudian wanita berusia 57 tahun itu ditawari peran berbeda untuk bekerja di bus sekolah perusahaan yang memiliki kaca spion yang lebih cocok. Tetapi bila dirinya pindah, maka akan ada pengurangan gaji dan jam kerja. Karena pertimbangan itu, dirinya menolak. Dilansir KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk (10/1/2022), untuk diketahui, bisnis itu akhirnya membuat banyak proposal demi mempertahankan Tracey di perusahaan mereka.

Setelah mereka banding, janda tiga anak tersebut melakukan pengumpulan dukungan dari banyak selebriti. Kemudian perusahaan setuju untuk menawarkan dia sebagai pengemudi bus dengan gaji yang sama tetapi akan ada pengurangan jam dan membuatnya kehilangan £230 sebulan, kata serikat pekerja Unite.

Karena masih kehilangan £230 sebulan, Tracey kembali melakukan permohonan kedua untuk mempertahankan jam kerjanya saat ini. Di mana artinya dia harus bekerja satu jam ekstra setiap hari.

“Saya mendapat komentar, komentar seksual, banyak hal. Dan saya sudah berurusan dengan itu. Saya tidak pergi ke manajemen, saya sudah pergi dan menyelesaikannya dan langsung melakukannya,” kata Tracey.

“Ketika saya memulai pekerjaan itu 34 tahun yang lalu, saya bisa mengemudikan semuanya di depot itu. Dan karena mereka telah melakukan ini, saya tidak bisa mengemudikan bus itu sekarang. Jika sepeda atau pejalan kaki berjalan di sisi dekat kendaraan. Saya tidak dapat melihatnya, itu menghalangi pandangan saya, dan itu tidak aman,” tambahnya.

Setelah berita tentang penderitaannya dipublikasikan, sebuah petisi dibuat untuk mendukungnya dan sejak itu telah mengumpulkan lebih dari 23 ribu tanda tangan dalam tiga minggu. Tujuan petisi menyatakan bahwa menyerukan kepada perusahaan ‘untuk mengembalikan Tracey Scholes tanpa kehilangan gaji/tanpa kehilangan jam kerja’. Selain 23.000 orang yang telah menandatangani petisi sejauh ini, Tracey telah menerima dukungan dari selebriti seperti Maxine Peake.

Baca juga: Mantan Kiper Super Falcons Beralif Profesi Sebagai Pengemudi Bus di Inggris

“Tracey adalah anggota berharga dari tim kami di Go North West dan kami sangat menyesal melihatnya pergi. Desain spion di bus kami disepakati setelah berkonsultasi dengan Unite beberapa waktu lalu. Semua pengemudi kami yang lain dengan ketinggian yang sama dengan Tracey dapat melihatnya dengan aman,” kata Go North West dalam sebuah pernyataan.

Bingung Mau Ke Tokyo atau Kyoto? Baca ini Dulu Ya

Tokyo dan Kyoto, adalah dua destinasi yang acap kali membuat pelancong bingung saat bertandang ke Jepang. Pelancong ada yang ingin menikmati keduanya, tetapi bingung lebih lama di Tokyo apa Kyoto. KabarPenumpang.com merangkum dari thetravel.com (28/10/2021), meski begitu pilihan tersebut tergantung apa yang ingin dilihat oleh pelancong.

Baca juga: Istana Osaka dan Universal Studio Jepang Akan Terhubung dengan Kapal Ferry Awal Musim Semi 2023

Ketika mereka tertarik untuk berwisata sembari belanja, mencoba makanan lezat dan menggebrak dunia malam, maka pelancong ingin mengunjungi satu kota dibanding yang lainnya. Tetapi saat mereka ingin menikmati kegiatan buday, seni dan ingin belajar tentang sejarah lokal maka akan berbalik dari sebelumnya.

Tokyo yang adalah pusatnya pop Asia merupakan wujud campuran timur dan barat, merek, artis modern dan banyak lagi. Selain itu kota ini juga pisat perdagangan Jepang dengan banyak kafe mewah berjejer sepanjang jalan. Banyak gedung pencakar langit yang membentang hingga ke awan dan semua tren baru memenuhi toko.

Sehingga bagi mereka yang menikmati Tokyo akan mendapat pengalaman berbelanja di toko manga dan mengunjungi tempat karaoke. Selain itu juga bisa menikmati aroma unik ramen Jepang serta minuman di sepanjang jalannya.

Namun berbeda ketika pelancong ke Kyoto yang terkenal dengan kuil Budha bersejarahnya dan kuil Shinto yang dibangun ratusan tahun lalu. Kota ini bukanlah seperti Tokyo yang menawarkan kemewahan, tetapi mempertahankan warisan budaya yang memepesona karena terhindar dari serangan udara selama Perang Dunia II.

Bahkan bisa dikatakan, ketika berada di Kyoto, Anda akan merasa seperti berjalan melalui buju sejarah. Di Kyoto, tidak akan melihat gedung tinggi, sebab semua orang yang ada di kota ini tingga di rumah kayu tradisional Jepang yang dikenal sebagai machiya.

Bila dilihat dari transportasi, kota besar di Jepang sangat mudah dikunjungi dan dijelajahi. Ini berkat sistem angkutan umum yang canggih dan dianggap sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Pelancong dengan mudah menemukan halte bus yang bisa dicapai dengan berjalan kaki. Untuk menikmati perjalanan kereta, pelancong akan mendapatkan ketepatan perjalanan yang akurat karena semuanya tepat waktu.

Negara ini juga merupakan rumah bagi pintu keluar dan lorong bawah tanah yang mengarah ke tujuan paling populer di Jepang. Tetap saja, berkeliling Tokyo tidak sama dengan berada di Kyoto. Misalnya, Tokyo tidak dapat dijelajahi dalam waktu singkat karena terdiri dari 23 distrik dan 26 kota. Sedangkan Kyoto memang memiliki waktu ramai yang sama dengan Tokyo selama musim puncak.

Baca juga: Ternyata Dua Faktor Ini Menjadi Alasan Wisatawan Jepang Terkesan Angkuh Ketika Mengudara

Tetapi untuk melakukan perjalanan dari sisi kota yang satu dengan lainnya menghabiskan waktu 90 menit. Selain itu, menggunakan bus kota di sekitar Kyoto lebih mudah diakses daripada melakukannya di Tokyo. Orang-orang yang berkunjung ke Tokyo akan merasa terpesona dengan berbagai restoran di kota ini, termasuk yang berstandar Michelin. Mereka juga akan menikmati suasana mode di sana dan menjelajahi cita rasa dan reputasi unik di setiap stasiun.

Lokomotif Tua Devon Jadi Tempat Menikmati Teh dan Pemandangan Indah di Inggris

Menikmati teh sore di dalam kereta yang ditarik lokomotif uap sepertinya menjadi hal menarik dan unik bagi sebagian besar orang. Lokomotif uap tersebut melintas dari Buckfastleigh ke Totnes dan kembali lagi di sepanjang lembah Sungai Dart yang indah. Lokomotif tua ini begitu antik dan saat melintas memberikan pemandangan, bau uap dan suara yang memberikan pengalaman tersendiri.

Baca juga: Dijamin Instagramable, Inilah Jalur Kereta Api dengan Pesona Laut Satu–satunya di Pulau Jawa

Ketika kereta berhenti, pelancong bisa melihat banyak meja yang ditata dengan indah di gerbong restoran. Tak hanya itu, gerbong kereta pun dihiasi dengan lampu bergaya Pullman, cangkir dan piring porselen, serta peralatan makan yang dipoles. Bahkan Anda akan ditanya jenis teh yang di minum dari beberapa pilihan yang disediakan.

Lokomotif tua Devon melintasi jalur pinggir laut Inggris

Uniknya, seperti memberikan isyarat untuk berjalan, saat teh tiba di meja pengunjung, peluit simbolis dari kereta uap menandakan keberangkatannya dalam perjalanan ‘Teh Sore’. Selain teh, pelancong juga disediakan stand kue tiga tingkat yang disajikan dengan luar biasa penuh hidangan West Country yang lezat.

Selain menikmati teh dan kudapan, pemandangan di luar jendela pun sangat indah dengan melintasi sepanjang Sungai Dart serta pemandangan Devon yang menakjubkan. Bukan hanya ditarik lokomotif antik, kereta ini juga melintasi Stasiun Staverton yang kecil aneh dan otentik.

Tak hanya itu, pemndangan bynga mawar liar dan bunga bakung di sepanjang tanggul kereta menambah daya tarik perjalanan. Karena pepohonan masih cukup banyak dan memiliki daun yang lebat serta ada pemandangan dari River Dart, maka semuanya menambah sensasi rekreasi di atas kereta.

Sebagaimana dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kereta ini juga akan membawa Anda kembali ke zaman keemasan tepi laut Inggris. Kereta tersebut akan melintasi sepanjang pantai Paignton yang menawarkan beberapa pemandangan terbaik di negara ini.

Baca juga: Taman Nasional InterContinental Khao Yai Hadirkan Gerbong Kereta Sebagai Resor

Di pantai tersebut, banyak keluarga yang menikmati air laut dan berjemur sembari menikmati pemandangan laut di sepanjang jalur Paignton. Disepanjang perjalan ini pun, banyak pelancong yang bisa menikmati English Riviera Geopark dan melalui hutan ke Dartmouth. Di sekitar jalur kereta ini juga pelancong juga bisa berjalan kaki melewati ladang dan pegunungan berbatu untuk melihat pemandangan lanskap terjal yang terbentang luas.






















Bus Wonogiri: Lain Dulu, Lain Sekarang

Jika Anda di Jabodetabek atau sekitarnya, mungkin tidak asing dengan bakso atau mie ayam khas Wonogiri. Bisa jadi Anda justru malah jadi pelanggan kuliner tersebut di kota-kota besar Indonesia. Wonogiri merupakan sebuah wilayah yang terletak di Jawa Tengah.

Baca juga: Dibekali Pelatihan Khusus, Inilah Rincian Tugas Pramugari Bus AKAP Premium

Sekitaran tahun 70 banyak penduduk wilayah ini yang merantau untuk mengadu nasib di kota-kota besar Indonesia. Meski tidak semua, kebanyakan dari para perantau asal Wonogiri merupakan pedagang kuliner bakso atau mie ayam yang tak jarang meraih sukses di tanah perantauan.

Hal ini tentu membuat geliat bisnis transportasi bus akap penyambung rute Jabodetabek – Wonogiri menjadi lahan basah bagi para pebisnis di bidang transportasi. Di mana para perantau ini senang menggunakan bus untuk ke Jabodetabek dan tentu ketika mudik pulang kampung ke Wonogiri.

Nama-nama beken seperti Purwo Widodo, Timbul Jaya, Purwo Putro, Tunggal Daya, Jadi Mulyo, Sedya Mulya, Sumba Putra, Tunggal Dara, Gajah Mungkur, Ismo, Daya Palapa dan lain-lain adalah nama-nama pribumi yang sudah wara-wiri di jalur pantura mulai tahun 80-an.

Sayangnya kejayaan bus pribumi ini mulai terusik. Entah karena faktor over confident atau terlalu percaya diri, satu-persatu bus pribumi mulai gulung tikar karena tidak mampu menghadapi persaingan dunia transportasi yang semakin ketat.

Dari nama-nama di atas, beberapa sudah gulung tikar dan menutup usaha transportasinya. Sebagian lagi masih bertahan sembari terus mengkuti tren pasar. Selain itu, derasnya pemain luar yang masuk ke pasar Wonogiri juga jadi salah satu faktor penyebab banyaknya bus pribumi yang gulung tikar.

Para pemain baru bisa dibilang benar-benar serius dalam menggarap pasar penumpang Wonogiri. Hal ini dikarenakan banyaknya perantau yang bahkan rutin melakukan perjalanan Jakarta – Wonogiri atau sebaliknya bahkan setiap minggunya.

Hadir dengan armada baru, fasilitas yang memanjakan penumpang nampaknya jadi alasan penumpang Wonogiri mulai berpaling menggunakan jasa pribumi. Padahal, penumpang Wonogiri bisa dibilang adalah penumpang yang fanatik terhadap PO putra daerah.

Disatu sisi, beberapa tahun lalu, sebelum pasar ‘direbut’ oleh pemain luar, putra daerah bisa dibilang terlalu nyaman dengan keadaan, minim inovasi, dan serba apa adanya tanpa peremajaan armada.

Baca juga: Sebelum Naik Bus AKAP, Sebaiknya Ketahui Dulu Tarif Tiketnya

Memang awalnya bus-bus pendatang di Wonogiri belum mendapatkan pangsa pasar yang bagus, akan tetapi lambat laun justru yang jadi primadona adalah perusahaan otobus luar Wonogiri. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)






















Masih Berduka, Keluarga Sayangkan Kemenhub Izinkan Boeing 737 MAX Kembali Terbang

Pihak keluarga menyayangkan pemerintah -melalui Kementerian Perhubungan- mengizinkan pesawat Boeing 737 MAX terbang kembali. Masih dalam keadaan berduka adalah alasannya. Terlebih bagi keluarga korban yang jasad orang tercintanya tak pernah ditemukan.

Baca juga: Kemenhub Izinkan Boeing 737 MAX Kembali Terbang, Garuda Indonesia dan Lion Air Malah Pusing?

“Saya sedikit terkejut ketika mendengar larangan itu dicabut,” kata Anton Sahadi, dimana dua sepupu istrinya yang berusia 24 tahun menjadi korban jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX-8 Lion Air pada 29 Oktober 2018 silam.

“Saya tidak mengerti mengapa itu (diizinkannya Boeing 737 MAX kembali terbang) harus terjadi begitu cepat ketika kita masih berduka,” tambahnya, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Ia pun membuka kembali memori lama yang mengharukan dan penuh dengan ketidakpastian. Ketika Lion Air dilaporkan hilang kontak, ia menaruh rasa peduli sebagaimana orang pada umumnya.

Namun, setelah istrinya yang sedang berada di Mekkah, Arab Saudi, mengabarkan bahwa dua sepupunya berada di pesawat nahas tersebut, secepat kilat ia langsung pergi ke Bandara Soekarno Hatta untuk mencari informasi terbaru.

Sesampainya di sana, ia mengecek langsung manifes penerbangan dan ternyata besar, Riyan Aryandi dan Ravi Andrian, dua sepupu istrinya itu berada di penerbangan JT 610.

“Istri saya berada di Mekkah, Arab Saudi pada saat itu dan dialah yang memberi tahu saya bahwa sepupunya Riyan Aryandi dan Ravi Andrian telah berada di pesawat pada waktu yang sama menuju tujuan yang sama,” ujar Sahadi.

“Pada suatu momen, saya melihat salinan manifes dan saya tahu itu benar bahwa mereka ada di pesawat,” jelasnya.

Setelah proses pencarian panjang dan melelahkan, jasad Ravi berhasil diidentifikasi dan dikuburkan keluarga. Sedangkan jasad Riyan tidak berhasil ditemukan sampai saat ini, menyisakan pedih yang mendalam bersama segala kenangan.

“Itu sulit. Kami tidak bisa menguburnya. Saya berharap pemerintah telah memverifikasi semuanya dengan hati-hati dan menempatkan semua prosedur yang tepat terlebih dahulu,” ungkapnya Sahadi.

“Saya harap mereka (Kemenhub dan Lion Air) tidak akan mempertaruhkan nyawa demi bisnis,” tutupnya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia akhirnya mengizinkan Boeing 737 MAX kembali terbang melayani penumpang.

Baca juga: Demi Hemat Uang, Mantan Pilot Boeing 737 MAX Didakwa Bohongi FAA-Sebabkan Kecelakaan

Kepastian itu didapat usai Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) mengeluarkan surat bernomor A4402/8/6/DRJU-DKPPU-2021 tentang pencabutan larangan beroperasi MAX sejak 14 Maret 2019 lalu.

Secara terpisah, Kepala Subdit Sertifikasi Pesawat Udara DKKPU Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Agustinus Budi Hartono mengatakan, Lion Air siap menerbangkan dua Boeing 737 MAX-8 miliknya. Adapun Garuda Indonesia sudah mengkonfirmasi tidak akan kembali menerbangkan pesawat nahas tersebut.

Dikeluhkan Pengguna, Tesla Kunci Akses Video Games Saat Mobil Berjalan

Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) menegaskan bahwa Tesla sudah mengunci akses video games di layar jumbo car’s entertainment saat mobil sedang bergerak. Dengan begitu, pengguna Tesla Model 3, Model S, dan Model X tidak bisa lagi mengakses fitur Passenger Play saat berkendara.

Baca juga: Spektakuler! Sedan Tesla Mampu Derek Dreamliner Qantas Sejauh 300 Meter

Meski sudah dilarang dan akses video gamesnya dikunci oleh Tesla, NHTSA mengatakan masih dalam proses penyelidikan terkait pengaruh penumpang depan bermain games di layar entertainemt jumbo Tesla terhadap pengemudi.

Laporan CNBC Internasional, penyelidikan sedikitnya melibatkan 580.000 mobil Tesla Model 3, Model S, dan Model X yang dijual antara 2017 dan 2022.

“Meyusul dimulainya proses investigasi terhadap fitur ‘Passenger Play’ Tesla, mereka memberitahu bahwa fitur tersebut sudah diubah fungsionalitasnya. Dalam update software terbaru, fitur ‘Passenger Play’ sekarang dikunci dan tak dapat digunakan saat mobil berjalan,” kata juru biacara NHTSA.

“NHTSA terus-menerus menilai bagaimana produsen mengidentifikasi dan melindungi (penumpang) terhadap bahaya gangguan yang mungkin timbul karena kesalahan, penyalahgunaan, atau tujuan penggunaan teknologi kenyamanan, termasuk layar infotainment,” lanjutnya.

Tesla sebenarnya telah memberikan peringatan saat pengguna ingin mengakses Passenger Play ini saat mobil berjalan. Yang pertama mereka harus membaca peringatan keamanan dan juga mengkonfirmasi bahwa mereka adalah penumpang.

Sayangnya, ketika semua aturan keamanan tersebut sudah dilakukan dan pemain membuka game-nya tidak ada pengaturan yang dapat mengkonfirmasi bahwa game tersebut tidak dimainkan oleh sang pengemudi. Sehingga beresiko untuk dieksploitasi dan membahayakan pengemudi.

Di sisi lain, Tesla juga terus diinvestigasi oleh NHTSA namun untuk masalah fitur Tesla Autopilot. Fitur otonomus ini juga tengah mendapat sorotan publik terutama setelah adanya beberapa kasus kecelakaan yang menyebabkan belasan terluka dan setidaknya satu orang meninggal.

Sebelumnya, pengguna Tesla ramai-ramai melaporkan keluhan tentang fitur video games di car’s entertainment. Salah satunya Patton.

Baca juga: Bulan Depan, Tesla Siap Tampilkan Truk Besar Bertenaga Semi Elektrik

Ia mengaku mencoba beberapa game yang tersedia dalam mobil, dan menunjukkan bahwa ia mampu mengaktifkan game ketika sedang mengemudi. Ia bahkan bisa menjelajah internet ketika mobilnya bergerak. Patton khawatir pengemudi akan bermain game dan merasa aktivitas tersebut berbahaya.

Tanpa pikir panjang, ia memutuskan untuk mengajukan keluhan ke NHTSA dan diterima dengan baik. Dari situlah, NHTSA kemudian memutuskan turun tangan dan menyelidiki hubungan video games tersebut terhadap fokus pengendara.

Bikin Panik! Suami Tunggu Istri di Peron, Bayi Terbawa di Dalam Kereta

Menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah, karena banyak hal yang harus dilakukan. Salah satunya adalah menjaga anak mereka ketika bepergian baik dengan kendaraan pribadi maupun dengan transportasi umum. Ini dikarenakan, banyak orang tua yang lupa kalau mereka membawa anak saat bepergian.

Baca juga: Gadis Kecil Usia 5 Tahun Tertinggal di Bandara Setelah Keluarganya Pulang Berlibur

Bahkan tersadar setelah mereka tiba dirumah atau ditujuan. Mungkin banyak yang berpikir ini adalah hal yang sepele, tapi ternyata anak tertinggal di transportasi umum kerap kali terjadi dan bukan sekali atau dua kali.

Seperti yang baru saja terjadi, di mana bayi yang berada di kereta dorongnya bepergian sendiri dengan kereta api. Insiden ini kemudian langsung membuat kedua orang tua bayi itu terkejut dan panik.

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman stuff.co.nz (11/1/2022), seorang bayi di Jerman akhirnya dipersatukan kembali dengan orang tuanya setelah mereka menyaksikan kengerian. Di mana bayi tersebut ikut dalam kereta yang melaju tanpa mereka ikut di dalamnya.

Polisi federal yang menangani insiden ini mengatakan, sang ayah saat itu memasukkan kereta dorony bayi sebelas bulan mereka ke dalam kereta. Kemudian dirinya menungu sang istri di peron untuk bergabung.

Namun, ketika dirinya menunggu istrinya, pintu kereta ditutup dan melaju keluar dari Stasiun Düsseldorf. Keduanya kemudian panik dan bergegas menuju taksi dengan harapan bisa mengejar kereta itu di perhentian berikutnya di kota terdekat Duisburg.

Untungnya, seorang penumpang yang ada di dalam kereta melihat bayi tanpa pendamping tersebut. Dia kemudian memberitahukan kepada kondektur yang memerintahkan untuk kereta kembali ke Düsseldorf. Adanya bantuan penumpang itu, kedua orang tua bayi tersebut akhirnya bertemu dan kemudian bayi diserahkan kembali ke perawatan mereka.

Baca juga: Ada Bayi Werewolf di Kereta, Warganet Heboh Asli Atau Boneka!

“Bayi itu diserahkan kembali ke perawatan orang tuanya yang berterima kasih,” kata polisi dalam sebuah pernyataan.