Inilah Airbus UK Broughton FC, Tim Sepak Bola Resmi Airbus Berjuluk “Sang Pembuat Sayap”

Sebagai produsen pesawat terbesar di dunia bersama Boeing, Airbus ternyata tak melulu soal industri dirgantara global, melainkan juga terkait dengan sepak bola profesional. Usut punya usut ternyata Airbus punya tim sepak bola bernama Airbus UK Broughton FC. Tim sepak bola ini bahkan sudah lebih dahulu ada, jauh sebelum Airbus didirikan pada 18 Desember 1970.

Baca juga: Gagahnya Airbus A320 Eurowings Livery Klub Sepak Bola Borussia Dortmund 

Tim sepak bola Airbus UK Broughton FC diketahui sudah berdiri sejak 1946. Di tahun-tahun awal berdiri, namanya tak langsung dikenal seperti sekarang, mengingat Airbus baru berdiri puluhan tahun setelah itu.

Dilansir laman resmi Airbus UK Broughton FC, awalnya klub bernama Vickers-Armstrong. Klub ini didirikan sebagai wadah silaturrahmi para pekerja pabrikan pesawat tersebut. Seiring berjalannya waktu, nama klub beberapa kali berubah mengikuti perusahaan yang menempati pabrik tersebut, mulai dari de Havillands, Hawker Siddeley, British Aerospace , dan BAE Systems.

Lama bermain di kasta terbawah Liga Wales, tim tersebut perlahan bangkit dan berhasil memenangkan gelar pada musim 1991-92. Ketika itu, tim bisa dibilang sangat on fire, dengan memenangkan 28 dari 34 pertandingan dan mencetak 130 gol dan merengkuh gelar juara dengan jarak 19 poin dari peringkat kedua. Sangat superior.

Usai naik ke divisi satu, tim cukup kesulitan dan membutuhkan empat tahun untuk bisa naik ke divisi utama Liga Wales dengan menjadi runner-up musim 1995–96.

Di divisi utama pun demikian, butuh waktu empat tahun sebelum akhirnya promosi ke Cymru Alliance pada musim 1999-2001. Tak lama setelah promosi, barulah tim berganti nama menjadi Airbus UK

Sekali lagi, tim sepak bola Airbus UK hanya mampu bersaing di papan tengah klasmen. Begitu juga di tahun kedua. Barulah di tahun ketiga, tim mampu merangsek ke papan atas dan berhasil finish di urutan ke-5 klasmen akhir liga.

Di tahun ke-4, Airbus UK mampu memenangkan gelar juara liga dan untuk pertama kalinya promosi ke Liga Premier Wales, kasta tertinggi liga utama nasional di negera tersebut, pada musim 2003–04.

Debut tim yang bermarkas di Hollingsworth Group Stadium Broughton, sebuah stadion yang terletak tak jauh dari pabrik Airbus di Broughton, di Liga Premier tak berjalan mulus.

Di akhir musim, tim berjuluk “The Wing Makers” itu bahkan nyaris saja terdegradasi dan turun kasta ke divisi utama. Sudah begitu, pelatih yang membawanya promosi ke Liga Premier mengundurkan diri. Beruntung, dewi fortuna masih membersamai mereka dan berhasil terhindar dari jurang degradasi.

Pada musim 2007-08, tim yang menyematkan pesawat Airbus A380 di logonya itu sekali lagi mengubah namanya menjadi Airbus UK Broughton FC. Namun, karena peraturan UEFA, ketika bermain di kompetisi Eropa, klub ini dikenal sebagai AUK Broughton.

Baca juga: Satu-Satunya, Jalur Kereta Api Melintasi Stadion Sepak Bola Hanya Ada di Slowakia

Musim 2015-2016 menjadi musim terbaik Airbus UK Broughton FC selama berkarir di Liga Premier. Ketika itu, klub untuk pertama kalinya berhasil mencapai final Piala Welsh sebelum akhirnya kalah 2-0 dari The New Saints di Wrexham’s Racecourse Ground.

Di musim berikutnya, Airbus UK Broughton FC melempem dan menghuni dasar klasmen, memaksanya harus terdegradasi.

Kabar Gembira! Ini Daftar PSO (Subsidi) Kereta Api Ekonomi dan Perintis Tahun 2022

Ada kabar gembira bagi masyarakat setia pengguna kereta api khususnya ekonomi dan perintis/kereta lokal. Pasalnya tarif PSO (Public Service Obligation) sudah diresmikan dan ditandatangani oleh Ditjen Perkeretaapian dan PT KAI.

Baca juga: Punya Tarif Paling Murah Diantara Kereta Perintis, KA Cut Meutia Dapat Subsidi Rp18,8 Miliar

Tarif PSO ini nantinya akan dirasakan masyarakat pengguna kereta api saat melakukan perjalanan lokal, menengah maupun jarak jauh. Meski di Instagram: Ditjen Perkeretaapian sempat dihapus postingan awal diumumkan PSO KA Lokal dan Perintis 2022 yang sempat pengikutnya heboh, namun keesokan harinya muncul kembali.

Ditandatanganinya Kontrak PSO dan Perintis yang diberikan kepada KAI, akan memberikan nilai lebih kepada masyarakat akan layanan kereta api yang semakin andal, efisien, dan terjangkau. Hal tersebut juga akan membantu KAI dalam mempercepat pemulihan perusahaan akibat tekanan pandemi Covid-19 yang menyebabkan terjadinya penurunan jumlah pelanggan pada layanan angkutan penumpang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemberian alokasi anggaran tersebut telah melalui proses diskusi yang panjang dengan KAI dan dilakukan secara selektif, agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Begitu pula Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan Kementerian Perhubungan dalam hal ini Ditjen Perkeretaapian, yang telah mendukung operasional Kereta Api Indonesia dengan adanya kompensasi pemerintah dalam bentuk PSO maupun Perintis.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Railfans: Akhirnya Masih Ada PSO Juga
Seperti diketahui postingan Instagram dari Ditjen Perkeretaapian sempat dihapus dan kembali muncul keesokan harinya. Penghapusan postingan PSO 2022 untuk kereta api ternyata adanya kesalahan pada nama kereta dan rute yang ditempuh. Salah satunya kesalahan pada Kereta Api Penataran yang semestinya melintasi stasiun Surabaya ke Malang, namun tertulis rute Stasiun Cibatu ke Padalarang.

Sempat diketahui juga oleh railfans mengenai hal itu. Namun masih bertanya – tanya apakah benar kereta tersebut pindah wilayah atau adanya kesalahan. Setelah postingan dihapus dan dicantumkan kembali ternyata memang benar adanya kesalahan antara nama kereta dan rute.

Baca juga: Tepis Tarif KRL Jabodetabek Naik Rp2.000 Bikin Penumpang Kabur, Pengamat: “Kalau Beralih Moda Lain Malah Lebih Mahal”

Ada beberapa kereta api yang sudah tidak PSO dan ada yang masih bertahan untuk harga PSO di tahun 2022 ini. Beberapa kereta yang sudah tidak mendapat PSO biasanya kereta yang tadinya kelas ekonomi, beralih atau meningkat kelasnya jadi ekonomi dan eksekutif. Sedangkan untuk harga tiket yang ditetapkan nantinya bisa melihat di aplikasi atau website KAI yang tersedia. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















Dituduh Intip Payudara Lewat Spion Tengah, Penumpang dan Sopir Taksi Perang Mulut

Seseorang menggunakan taksi sebagai moda transportasi, biasanya ingin sebuah kenyamanan dan privasi. Tapi seorang wanita di Singapura tidak mendapatkan kenyamanan dan privasi. Pasalnya dirinya seperti dilecehkan, karena sopir menghadapkan kaca spion tengah ke arah payudaranya.

Baca juga: Belum Berubah, Wanita Masih Sering Mengalami Pelecehan Seksual di Transportasi Massal

Dilansir KabarPenumpang.com dari mothership.sg (13/1/2022), seorang wanita di Singapura memvideokan dan menuduh seorang sopir taksi karena mengarahkan cermin bagian dalam mobil ke arah payudaranya ketika taksi tengah berjalan. Video itu diunggah di grup Facebook SG Road Vigilante pada 9 Januari lalu.

Wanita yang tidak disebutkan namanya itu menulis bahwa insiden tersebut terjadi hampir dua minggu yang lalu pada pukul 08.00 pagi waktu setempat. Dia saat itu baru selesai shift malam di daerah Orchard dan memesan taksi untuk pulang ke rumah.

Saat sudah menaiki taksi, dia bertanya kepada sang sopir, kenapa mengarahkan cermin spion tengah ke arah dadanya, menunjukkan bahwa sopir itu melakukan dengan sengaja. Saat itu penumpang wanita menghadapkan kameranya ke cermin dan menunjukkan bahwa dari tempat duduk dia hanya bisa melihat dadanya.

“Cermin Anda harus menghadap ke belakang. Kenapa spion kamu mengarah pada payudaraku?” katanya.

Terlepas dari pertanyaannya, sopir itu tidak menanggapi dan hanya bertanya tentang lokasi yang akan penumpang tuju. Penumpang wanita itu kemudian menanyai sopir lagi dan dia menjawab: “Aiyo, saya tidak mengerti bahasa Inggris Anda.”

Wanita itu terus menginterogasi sopir taksi, tetapi pria itu tidak menjawab pertanyaannya dan tiba-tiba menambahkan, “Saya tinggal di Punggol Plaza.”

“Aku tidak pernah bertanya di mana kamu tinggal. Ini payudaraku, cerminmu sekarang kamu taruh di payudaraku,” kata wanita tersebut sambil menunjuk dadanya.

“Tunggu, tunggu, tunggu. Saya ingin bertanya kemana Anda akan pergi,” jawab sopir itu.

Wanita itu akhirnya mengatakan kepada sopir untuk menurunkannya di toko 7-Eleven terdekat. Dia terus menanyainya dan memberi tahu sopir bahwa dirinya akan mencatat nomor plat mobilnya dan melaporkan kejadian ini ke polisi.

Dalam adegan video berikutnya setelah dua menit, cermin terlihat bergeser ke atas dan sopir bertanya, “Di mana cermin itu sekarang?”

Saat itu arah spion tengah  sudah tampak menghadap ke atap mobil. Saat mereka menuju ke drop-off, penumpang terus menginterogasi sopir dan menanyakan namanya.

“Mau apa, kamu mau mengadu ah. Mau apa alamak,” jawabnya.

Beberapa komentator yang menonton video mempertanyakan mengapa sopir tidak menjawab tuduhan tersebut.

Seseorang berkata, “Mengapa sopir tidak menjawab pertanyaan wanita itu? Dia hanya mengabaikan dan menyimpang. Apakah kita memaafkan perilaku semacam ini? Dia membayar ongkos dan mendapat hak untuk pulang dengan damai.”

Sementara yang lain berpikir bahwa wanita itu bereaksi berlebihan. Seorang komentator mengatakan wanita itu bisa saja pindah ke sisi lain mobil. Warganet yang lain menambahkan bahwa dia terlalu memikirkannya. Yang lain menyarankan bahwa sopir memiliki pandangan yang berbeda dari tempat duduknya.

Baca juga: Lakukan Pelecehan Seksual, Pengemudi Grab Dipenjara dan Dikeluarkan dari Platform

“Video ini TIDAK BISA membenarkan klaim wanita itu. Sudut pandangnya untuk cermin versus sopir sama sekali berbeda. Dia bahkan mungkin tidak memiliki niat itu,” kata seorang warganet.






















Airbus A380 Emirates Nyaris ‘Tabrak’ Pramugari di Atas Burj Khalifa

Airbus A380 Emirates belum lama ini terbang rendah dan cukup dekat dengan puncak gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa, Dubai, Uni Emirat Arab. Saking dekatnya, pesawat bak ingin menabrak pramugari Emirates yang tengah berdiri di atas puncak gedung. Apa tujuannya?

Baca juga: Pramugari Emirates Berdiri di Puncak Burj Khalifa, Apa Tujuannya?

Emirates tak henti-hentinya membuat campaign berkelas. Wajar bila maskapai disebut-sebut sebagai The Three Mega Carrier Timur Tengah karena kekuatan finansialnya, yang salah satunya bisa dilihat dari berbagai iklan atau campaign-nya yang mahal.

Akhir tahun lalu, maskapai yang berbasis di Bandara Internasional Dubai, UEA itu, sekali lagi membuat heboh avgeeks seluruh dunia dengan video dimana pesawat komersial terbesar di dunia, A380, Emirates terbang rendah dan cukup dekat dengan Burj Khalifa.

Banyak yang berpikir bahwa itu adalah green screen atau CGI, bukan video sungguhan yang diambil secara real. Namun, hal itu cepat-cepat dibantah oleh Emirates dan dipastikan bahwa video pramugari Emirates berdiri di atas Gedung Burj Khalifa dan di belakangnya terbang cukup dekat Airbus A380 maskapai adalah asli.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube resmi Emirates, sambil berdiri di puncak Burj Khalifa, pramugari yang diperankan oleh skydiver Amerika Serikat, Nicole Smith Ludvik, itu memegang papan iklan berwarna putih bertuliskan, “I’m still here”.

Bagi yang tak tahu, sebelumnya, ‘pramugari’ tersebut pernah berdiri di tempat yang sama pada Agustus lalu. Itulah alasan mengapa ia memegang papan iklan bertuliskan tersebut, seolah-olah ia masih berdiri di sana sejak iklan sebelumnya.

Setelahnya, papan iklan diganti dengan papan iklan lain bertuliskan “Wow! I can see Dubai Expo”. Dubai Expo 2020 memang tengah dihelat sejak Oktober 2021 sampai Maret 2022 mendatang.

Kemudian, papan iklan diganti dengan papan iklan lain bertuliskan “Finally, here come my friends” dan tak lama kemudian video menunjukkan Airbus A380 Emirates livery Dubai Expo 2020 berwarna-warni terbang rendah menuju Burj Khalifa dan melintas sejajar tak jauh dari tempatnya berdiri setelah sang pramugari menunjukkan papan iklan bertuliskan “Fly the iconic Emirates A380” dilanjutkan papan iklan terakhir bertuliskan “To the world’s greatest show”.

Baca juga: Deretan Aksi-aksi Berbahaya Maskapai Semata Demi Momentum

Berbeda dengan video Emirates sebelumnya yang juga melibatkan skydiver Nicole Smith Ludvik dan Burj Khalifa pada Agustus lalu, dimana itu ditujukan untuk campaign keselamatan dan keamanan penerbangan Emirates, pada video kali ini, lebih ditujukan untuk campaign Dubai Expo 2020, sekaligus juga mengkampanyekan Airbus A380 maskapai.

Dari data RadarBox.com, pesawat A380 Emirates dengan nomor registrasi A6-EEU nampak beberapa kali mengambil jalur mengelilingi menara Burj Khalifa di ketinggian 2.750 kaki, tak jauh berbeda dari ketinggian ‘pramugari’ Emirates yang berdiri di atas Burj Khalifa di ketinggian 2.723 kaki.

Berburu UFO dan UAP dengan SkyCAM Canggih Buatan Jerman

Kemunculan Unidentified Flying Object (UFO) dan Unidentified Aerial Phenomena (UAP) sering kali tak terdeteksi alias muncul secara tiba-tiba. Namun, itu dulu, sekarang, berkat alat canggih buatan Jerman, SkyCAM, UFO dan UAP bukan hanya akan terdeteksi, melainkan juga dicari sampai ke ujung langit.

Baca juga: UFO Tiba-tiba Muncul, Live Streaming Peluncuran Roket SpaceX Terputus

Ide gila mencari, mendeteksi, mengevaluasi, dan menganalisis UFO dan UAP melalui sistem digicam SkyCAM muncul dari Hakan Kayal, Profesor Teknologi Luar Angkasa di Julius-Maximilians-Universität Würzburg (JMU), Bavaria, Jerman.

Hakan Kayal terobsesi mencari UFO dan UAP lantaran itu sering muncul namun sedikit yang mengalisanya.

Ia bahkan sudah berhasil membuat inovasi demi inovasi, dari mulai SkyCAM-1 sampai yang paling mutakhir SkyCAM-5, yang baru dirilis pada Desember tahun 2021 kemarin. SkyCAM-5 disebut sudah beroperasi, mencari, mendeteksi, mengevaluasi, dan menganalisis UFO dan UAP di atap gedung JMU.

SkyCAM-5 sendiri adalah platform pengujian yang bekerja secara mandiri. Dengan algoritma pemrosesan gambar yang disesuaikan, alat setinggi tujuh sentimeter ini terus-menerus mengamati langit. Alat ini bukan hanya dapat mendeteksi objek di langit secara terus-menerus, melainkan juga fenomena bercahaya dalam waktu sekejap seperti kilat atau meteor.

SkyCAM-5 bukanlah akhir. Ini akan diuji dan dikembangkan lebih lanjut untuk mendapatkan algoritma dan komponen perangkat lunak yang lebih mutakhir agar bisa mendeteksi UAP dan UFO, termasuk juga objek lain yang sering dijumpai.

Berhubung di langit ada berbagai objek legal atau yang marak dijumpai, seperti pesawat, burung, satelit, awan, bintang, matahari, dan lain sebagainya, SkyCAM-5 dilengkapi dengan software canggih untuk secara mandiri membedakan objek tersebut dengan objek lain atau UFO dan UAP.

“Sebagian besar pengamatan ini menyangkut fenomena atau objek yang diketahui seperti burung, pesawat terbang, satelit, atau awan. Tetapi untuk sebagian kecil, penyebabnya tetap tidak dapat dijelaskan bahkan setelah penyelidikan intensif oleh para ahli,” kata Hakan Kayal.

“Saat kamera mendeteksi objek yang diketahui, kamera mengenalinya dengan Convolutional Neural Network, mengklasifikasikannya dan menyimpan urutan video yang sesuai dalam database,” ungkapnya.

Baca juga: Ada Jejak UFO di Bali, Sempat Bikin Penerbangan Dilarang Lewat Gegara Takut Turbulensi

Meski terkendala dana, Hakan bertekad untuk terus mengembangkan SkyCAM-5 agar bisa lebih efektif dalam mencapai tujuan mendeteksi, mengevaluasi, dan mengalisis UFO dan UAP di masa mendatang. Lebih dari itu, ia ingin alat ini bisa disebar ke seluruh penjuru dunia agar lebih maksimal mencari UFO dan UAP.

“Saya ingin melengkapi sistem kamera dengan sensor inframerah tambahan untuk dapat mengamati langit dalam rentang spektral lain. Juga akan menguntungkan untuk memiliki sistem pelacakan dalam bentuk teleskop yang dengan cepat menyelaraskan dirinya dengan objek yang bergerak, memperbesarnya dan mengikutinya di jalurnya,” tutupnya, seperti dikutip dari thehackposts.com.

Hari Ini, 59 Tahun Lalu, Short SC.7 Skyvan Terbang Perdana, Jenis Pesawat yang Punya Kenangan Bagi Megawati

Pada hari ini, 59 tahun lalu, bertepatan dengan 17 Januari 1963, pesawat angkut ringan berkemampuan STOL (Short Take Off and Landing), Short SC.7 Skyvan terbang perdana. Pesawat ini mempunyai sejarah panjang di Indonesia bersama TNI AU, termasuk bagi Megawati Soekarnoputri, yang kehilangan suami pertamanya, Lettu (Penerbang) Surindro Supjarso, akibat kecelakaan di Biak, Papua.

Baca juga: Usai 56 Tahun, BN2 Islander Tetap Diproduksi! Pernah Ikut Operasi Seroja di Timor-Timur

Dilansir Indomiliter.com, sebagai negara kepulauan, Indonesia memang tidak pernah lepas dari kebutuhan pesawat perintis, termasuk pesawat buatan Short Brothers, Inggris, yang telah disebutkan di atas.

Beberapa maskapai perintis tercatat pernah mengandalkan pesawat yang dilengkapi pintu rampa (ramp door) tersebut, seperti Gatari, Deraya, dan Indonesia Air Transport.

Selain dioperasikan untuk kebutuhan sipil, pesawat Short SC.7 Skyvan juga dioperasikan untuk kebutuhan militer bersama TNI AU.

Disebutkan, TNI AU Skadron Udara 4 Angkut Ringan tercatat pernah mengoperasikan Short SC.7 Skyvan varian militer 3M-400. Di tangannya, pesawat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti supply dropping, assault transport, dropping paratroops, troop transport, cargo transport, casualty evacuation, dan SAR.

Untuk kebutuhan troop transport atau angkut pasukan, ruang kargo dapat dimuati 19 personel. Sedangkan untuk cargo transport, pesawat mampu mengangkut muatan sebesar 2,3 ton dan ruang kargonya bisa memuat satu sedan.

Pesawat yang terkenal dapat malahap unprepared runways itu pernah mempunyai catatan kelam bersama TNI AU. Lebih kelam lagi, karena turut melibatkan putri dari ayah sang Proklamator, Soekarno, yang juga Presiden Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri.

Pada 1 Februari 1971 yang menyebabkan Skyvan dengan nomor T-701 dinyatakan hilang di Perairan Biak, Papua. Sang penerbang Skyvan T-701 tak lain adalah suami pertama mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri, yakni perwira pertama Lettu (Penerbang) Surindro Supjarso.

Pencarian demi pencarian terus dilakukan, namun tak pernah membuahkan hasil dan membuat Megawati terpukul. Sebab, ketika itu, ia tengah mengandung anak kedua, yaitu Mohammad Prananda Prabowo, kakak dari Mohammad Rizki Pratama, putra pertama pasangan Megawati dan Surindro Supjarso.

Kecelakaan kedua terjadi pada 19 Desember 1972. Ketika itu, pesawat dengan nomor T-703 mengalami kecelakaan ringan.

Setelah dua kecelakaan tersebut, TNI AU masih terus mengoperasikan pesawat bermesin Garrett TPE331-201, mampu melesat di kecepatan 324 km per jam, jangkauan sejauh 1.117 km, dan ketinggian maksimum 6.858 meter itu sampai tahun 1985.

Baca juga: Pesawat Ilyushin Il-14 Avia, Sejarah TNI AU yang Nyaris Terlupakan! Pernah Jadi Pesawat Kepresidenan

Sepak terjang pesawat dengan wing span 19,79 meter, panjang 12,22 meter, dan tinggi 4,60 meter tersebut harus berakhir setelah Skadron Udara 4 batal memasukkan Short SC.7 Skyvan 3M-400 ke dalam barisan armada pada 5-8 April 1985, saat pindah home base dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Lanud Abdul Rachman Saleh di Malang.

Menariknya, entah ketetulan atau tidak, setahun setelahnya, Short Brothers pun menghentikan produksi pesawat tersebut dengan total produksi mencapai 153 unit.

Pertama di Dunia, Halte Bus Dirancang Ramah Bagi Kawanan Lebah

Meski punya sengatan yang menyakitkan, lebah menjadi salah satu serangga yang banyak membawa memberi manfaat. Selain menghasilkan madu, lebah juga membantu untuk penyerbukan serbuk sari bunga dari bunga yang dihisap untuk mendapatkan sarinya. Bahkan lebah juga banyak digunakan untuk pengobatan tradisional.

Baca juga: Warsawa Hadirkan Halte Bus Ramah Lingkungan dengan Atap Berumput

Di Inggris tepatnya di Worcestershire menghadirkan sebuah halte bus yang ramah lebah untuk pertama kalinya. Halte ini memiliki atap yang ditanami sedum dan biji-bijian pilihan sebagai bagian dari upaya Dewan Kabupaten Worcestershire dalam rangka memperbaiki lingkungan.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman worcesternews.co.uk (19/8/2021), tempat perlindungan di perhentian Whites Road di Jalan Malvern adalah yang pertama dipasang di negara ini yang dipasang untuk menarik lebah dan serangga penyerbuk lainnya.

“Luar biasa melihat halte bus sedum baru di situ. Ini berkontribusi pada upaya kami untuk mengatasi tantangan lingkungan dengan menyerap CO2 dan mengurangi polusi udara. Mereka bagus untuk lebah dan serangga penyerbuk lainnya dan mereka juga terlihat bagus,” kata Anggota Dewan Alan Amos.

Dia menambahkan, adanya halte ini sebagai percontohan kecil untuk memperbaiki lingkungan di sekitar halte bus. Selain itu, pihaknya juga akan meluncurkan halte seperti ini sebanyak yang mereka bisa.

Tanaman yang ditanam di atap halte bus juga akan menyerap CO2 dan menyaring partikel debu halus sehingga membantu memurnikan udara. Tanaman juga akan mengurangi tingkat polusi, karena semuanya membawa sedikit alam ke dalam kota.

Baca juga: Halte Bus 3D Pertama di Dunia, Ternyata ada di ‘Kota Kuno’ Shanghai

Amos mengatakan, bahwa keberadaan halte bus baru itu diterima dengan baik dan memberikan peningkatan pada satwa liar yang diharapkan, maka halte lainnya akan dihadirkan ke lokasi lain di seluruh wilayah Worcestershire. Halte bus ini berkontribusi pada Strategi Penyerbuk Worcestershire, sebuah inisiatif untuk membantu mendukung populasi penyerbuk serangga, yang saat ini sedang menurun secara nasional dan global.

 

 

Ini Penyebab KRL Berjalan Perlahan di Petak Cilebut – Bojonggede

Bagi pengguna KRL tentu pernah merasakan bahkan bertanya–tanya saat melewati antara Stasiun Cilebut dengan Stasiun Bojonggede dari arah Bogor berjalan perlahan. Padahal tidak adanya perlintasan sebidang bahkan pemukiman warga yang sangat dekat dengan rel kereta api. Yang ada hanyalah pepohonan serta tebing yang cukup curam yang dibawahnya terdapat beberapa rumah yang berdiri tegak. Namun dijalur sebelahnya kecepatan KRL berjalan normal dan maksimal. Kira – kira kenapa, ya?

Baca juga: Kereta Api di Indonesia Masih Suka Telat, Ini Penyebabnya!

Setelah tim kabarpenumpang.com menelusuri area tersebut terdapat tanda batas kecepatan yang mengharuskan setiap kereta api yang melintas harus membatasi kecepatannya dibawah 20 kilometer per jam. Karena sebelum berada di lokasi KM 45+200 sampai KM 45+500 terdapat tanda isyarat Semboyan 2A dan Semboyan 2B. Semboyan 2A berupa satu tanda atau rambu berbentuk bulat yang berwarna kuning yang yang mengisyaratkan bahwa jalur kereta api yang akan dilewati berstatus kurang aman, kereta api yang melewatinya harus berhati-hati dengan pembatasan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam.

Beberapa ratus meter setelah Semboyan 2A terdapat Semboyan 2B yaitu dua rambu berbentuk bulat yang berwarna kuning yang mengisyaratkan bahwa jalur kereta api yang akan dilewati berstatus kurang aman, kereta api yang melewatinya harus berhati-hati dengan pembatasan kecepatan maksimal 20 kilometer per jam. Barulah melewati jalur yang diharuskan berjalan dibawah 20 kilometer per jam.

KRL akan memasuki jalur rawan dengan pemasabgan rambu Semboyan 2B dengan kecepatan maksimal 20 kilometer per jam. (Foto: Sendy Prasetya)

Setelah jalur kereta api melewati titik aman terdapat pemasangan rambu Semboyan 2H yaitu semboyan tetap yang ditandai dengan papan hijau dengan huruf H berwarna putih yang menunjukkan bahwa kereta api mulai melaju dengan kecepatan yang diizinkan.
Tak hanya itu, di KM 45+300 terdapat bangunan minimalis di samping rel kereta api yang mengarah rute Bogor – Jakarta yaitu Pos Rawan. Bangunan ini merupakan area pemantauan rawan bencana alam seperti tanah longsor akibat curah hujan tinggi yang berada di area tersebut. Jadi semua kereta api yang melintas harus melambat kecepatannya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Bencana Tanah Longsor, Hambat Perjalanan Kereta Api
Seperti di beritakan media pada 22 Nopember 2012 lalu jalur kereta api antara Stasiun Cilebut dan Stasiun Bojonggede alami bencana longsor hingga menyebabkan rel kereta api menggantung karena tanah yang amblas.

KRL berjalan perlahan melewati jalur rawan di KM 45+300 yang terdapat bangunan Pos Rawan. (Foto: Sendy Prasetya)

Tanah longsor terjadi di Desa Cilebut Tinur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Amblasnya tanah yang membuat rel menggantung memiliki kedalaman 20 meter.
Menurut informasi bahwa longsor terjadi pada sore hari saat hujan lebat terjadi dikawasan tersebut karena penyempitan Sungai Kalibaru akibat adanya pemukiman di bantaran kali. Sehingga pas kejadian hujan besar membuat air meluap ditambah saluran irigasi sudah dangkal dan banyak sampah. Perjalanan KRL saat itu lumpuh total dan secara otomatis tidak bisa melanjutkan perjalanan dari Bogor ke Jakarta.

Longsor terjadi di KM 45+200 – KM 45+500 terjadi saat curah hujan tinggi. (Foto: Sendy Prasetya)

Hingga saat ini jalur kereta api di kawasan itu masih terus dipantau oleh beberapa pekerja dari KAI secara bergilir. Curah hujan yang cukup tinggi masih mengguyur di kawasan itu membuat pekerja dibidangnya harus ekstra fokus jika sewaktu – waktu ada hal yang tidak diduga terjadi. Area disekitaran jalur kereta api dan bekas longsor telah dibenahi dengan menambahkan batu dan beton guna mencegah longsor susulan terjadi.

Baca juga: Railfans Harus Tahu, Ini Jawaban Mengapa Jalur 1 atau 2 di Stasiun KRL Terkadang Berlawanan Arah

Perjalanan kereta api dari arah Bogor ke Jakarta tetap masih dibatasi kecepatannya. Selain rawan longsor, rel kereta api juga menikung tajam dan belum ditambahkan rel gongsol atau penahan roda saat ditikungan tajam. Seharusnya rel gongsol dipakai guna menghindari anjlok pada roda kereta api sehingga kereta api tidak keluar jalur. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















Ngeri! Boeing 747 Aerolíneas Argentinas Flight 386 Jadi Pusat Penyebaran Kolera

Wabah Covid-19 dinilai sebagai salah satu yang paling mematikan di dunia. Sampai saat ini, sudah ada 320 juta orang yang terjangkit, dimana 5,52 juta di antaranya meninggal dunia. Tetapi, sampai saat ini, belum ada laporan pesawat menjadi klaster penyebaran Covid-19, justru wabah kolera-lah yang pernah menyebabkan itu terjadi.

Baca juga: Virus Demam Babi Afrika Mewabah di Indonesia, Peternak Dilarang Beri Makan Babi dari Sisa Makanan Penerbangan

Dilansir The New York Times, pada tahun 1991 kolera muncul secara tak terduga dan tanpa penjelasan di Peru, yang terletak di pantai barat Amerika Selatan.

Padahal di tempat ini kolera sempat menghilang selama 100 tahun. Kolera menyebabkan 3.000 kematian di Peru pada tahun pertama, dan segera menginfeksi Ekuador, Kolombia, Brasil, dan Chili dan melompat ke utara ke Amerika Tengah dan Meksiko.

Di tengah wabah kolera, pada 14 Februari 1992, maskapai Aerolíneas Argentinas mengoperasikan penerbangan komersial menggunakan Boeing 747-200 flight 386, dari Buenos Aires, Argentina, ke Los Angeles, Amerika Serikat, dengan transit di Lima, Peru.

Penerbangan tersebut mengangkut sebanyak 336 penumpang dan 20 kru. Dari jumlah tersebut, 297 di antaranya menuju ke Amerika Serikat, dan 39 penumpang sisanya, dua menuju ke Kanada dan 37 ke Jepang.

Selama penerbangan dari Argentina, penumpang tampak biasa-biasa saja tidak ada tanda-tanda mencurigikan. Begitu juga pasca transit di Lima, Peru, dan melanjutkan penerbangan ke AS. Semua tampak baik-baik saja. Sampai akhirnya salah satu dari penumpang, Anibal Cufre berusia 70 tahun, dilaporkan meninggal dunia akibat kolera beberapa hari setelah penerbangan.

Setelah itu, seluruh penumpang dan kru dalam penerbangan tersebut dicek dan 172 penumpang serta satu kru dinyatakan positif mengidap kolera. Tentu saja hal itu mengejutkan banyak pihak. Sebab, kolera diketahui tidak melalui udara atau airborne. Bukan pula melalui kontak. Karenanya, temuan penumpang sebanyak itu mengidap kolera dinilai janggal.

Pengecekan mendalam pun dilakukan. Tentu saja pihak maskapai, dibantu negara tempatnya beranaung, Argentina, berusaha melindungi kepetingan dirinya dan negara, dengan menuduh katering yang dibawa dari Lima, Peru, menjadi sumber penyebaran kolera. Tuduhan ini pun didukung dengan penelitian dari sejumlah pihak.

Baca juga: Wabah Campak Landa Hong Kong, Pramugari Cathay Pacific yang Hamil Memaksa Cuti

Sebaliknya, pihak Peru menyebut, penularan kolera di pesawat terjadi lantaran salah satu penumpang pesawat mengidap kolera saat berangkat dari Argentina.

Terlepas dari perseteruan tersebut, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menilai maskapai Aerolíneas Argentinas tidak bisa menyalahkan Peru dengan dalih katering yang dibawa dari Lima. Sebaliknya, bagaimanapun juga, maskapai nasional Argentina itu wajib bertanggung jawab atas katering yang disajikan ke penumpang, sekalipun itu dilakukan pihak ketiga.

Bus Lintas Medan – Aceh, “Naik Haji Bagi Para Penggemar Bus”

Bagi para penggemar bus yang doyan touring, maka satu rute yang tak boleh dilewatkan atau tidak dijajal adalah rute Medah – Aceh juga sebaliknya. Bahkan rute ini sering dikatakan sebagai “naik haji bagi para penggemar bus”.

Baca juga: Berusia 82 Tahun, PO NPM Jadi Salah Satu Perusahaan Otobus Tertua di Indonesia

Lintas Medan – Aceh tentu bukan lintas baru dengan para perusahaan otobus baru. Nyatanya, lintas ini sudah berumur lama dan perusahaan otobus di dalamnya juga merupakan nama-nama yang eksis dari dulu sampai saat ini.

Nama seperti KAP Group yang di dalamnya ada Kurnia, Anugerah, dan Pusaka dan juga nama seperti PMTOH merupakan beberapa nama yang sampai saat ini masih eksis dan sukses jadi penyintas perubahan.

Saat ini perusahaan otobus yang melayani lintas Medan – Aceh juga sebaliknya bisa dikatakan beragam. Ada Sempati Star, Royal Otobus, Kurnia, Anugerah, Pusaka, PMTOH, Putra Pelangi, CV Pelangi, Harapan Indah, dan JRG.

Waktu perjalanan yang anda tempuh ketika naik bus Medan – Aceh atau sebaliknya, menghabiskan 10 sampai 12 jam. Tergantung bus dan kelas yang anda naiki. Di lintas ini kelas yang cepat biasa disebut non stop. Dimana kelas non stop ini tidak banyak berhenti untuk mengambil penumpang, sehingga lebih efisien untuk urusan waktu.

Lintas Medan – Aceh dan sebaliknya juga memiliki segudang armada dengan sasis premium bahkan bus-bus tronton juga banyak anda temui di lintasan ini. Selain itu, bagi anda para penggemar kecepatan, maka bus lintas Medan – Aceh bisa jadi pilihan yang tepat karena bus-bus di lintasan ini terkenal dengan kecepatannya.

Lintasan jalan di rute Medan – Aceh memiliki aspal yang mulus dan juga bisa dibilang sepi ketika malam sudah datang. Hal inilah yang jadi salah satu faktor kenapa bus lintasan Medan – Aceh terkenal dengan kecepatannya.

Bus cepat bukan berarti tidak nyaman, karena bus-bus lintas Medan – Aceh juga memiliki kursi-kursi yang super tebal dan juga empuk. Hal ini tentunya membuktikan bahwa kenyamanan penumpang pun menjadi perhatian bagi para pengusaha bus di lintasan Medan – Aceh.

Tidak ada servis makan gratis dalam layanan bus Medan – Aceh, sebagai gantinya ada snack, dan juga bus akan berhenti di rumah makan yang menyajikan menu biasanya sate matang. Selain itu, bus di lintas Medan – Aceh juga akan berhenti di masjid ketika sudah masuk waktu shalat subuh.

Baca juga: Sejarah ALS, Perusahaan Otobus dengan Trayek Terjauh Lintas Jawa-Sumatera

Penggunaan tameng besi di kaca depan juga jadi hal yang umum bagi bus di lintasan Medan – Aceh. Penyebabnya adalah masih banyaknya orang yang melakukan pelemparan batu ke kaca bus, maka dari itu digunakanlah tameng besi sebagai pelindung kaca depan bus. Hal ini juga agar keamanan awak bus dan juga penumpang bisa tetap terjaga apabila terjadi pelemparan batu. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)