Boeing-Airbus Stop Suku Cadang, Rusia Bakal ‘Rampas’ Semua Pesawat Asing dari Lessor?

Airbus dan Boeing menghentikan pasokan suku cadang, menangguhkan perawatan, dan dukungan teknis untuk seluruh armada mereka yang dioperasikan maskapai-maskapai Rusia, sebagai bagian sanksi AS dan Eropa menyikap invasi Rusia ke Ukraina. Menariknya, hal ini justru disebut bakal dimanfaatkan Rusia untuk merampas atau mengakuisisi pesawat dari tangan lessor. Mungkinkah?

Baca juga: Empat Kali Lipat dari Harga Rata-rata Global, Biaya Leasing Pesawat Bikin Garuda Indonesia Bangkrut

Dilansir The Guardian, sebanyak 332 pesawat Boeing dan 304 Airbus saat ini terdaftar dalam barisan armada maskapai-maskapai Rusia.

Meski pasokan suku cadang, perawatan, dan dukungan teknis untuk semua pesawat tersebut untuk sementara waktu di-stop Airbus-Boeing, namun, beberapa analis menduga itu tidak akan berdampak pada operasional maskapai dalam waktu dekat. Tentu dengan catatan, tidak ada kerusakan yang berarti.

Andaipun ada kerusakan, maskapai bisa saja melakukan tambal sulam atau kanibal dengan suku cadang atau komponen pesawat lain yang sedang digrounded.

Akan tetapi, bila keputusan Boeing-Airbus bertahan dalam jangka lama, bukan tak mungkin maskapai-maskapai di Rusia akan kelimpungan. Ini yang pada akhirnya memunculkan opsi untuk menasionalisasi atau ‘merampas’ pesawat-pesawat tersebut oleh Rusia.

Terlebih, perusahaan dalam negeri Rusia, seperti Irkut, Ilyushin, Sukhoi, dan lain sebagainya, bisa dikerahkan untuk meminimalisir dampak hengkangnya Boeing-Airbus, sekaligus me-maintenance pesawat-pesawat ‘warisan’ Boeing-Airbus.

Terlepas jadi tidaknya Rusia merampas seluruh pesawat Boeing-Airbus dari tangan lessor, secara hukum, hal itu sebetulnya sah-sah saja dan sudah dimasukkan dalam klausul penyewaan.

Praktisi hukum leasing dan keuangan pesawat, Hendra Ong, mengungkapkan, kemungkinan Rusia merampas pesawat-pesawat Boeing-Airbus yang dioperasikan maskapai-maskapai mereka dari tangan lessor atau leasing pesawat sangat mungkin terjadi.

Dalam lease agreement, lanjut Hendra, biasanya ada klausul yang mengatur mengenai keadaan tersebut.

“Bisa saja, apabila itu terjadi asuransi akan membayar. Umumnya utk perjanjian leasing standard, ada klausul di lease agreement yg mengatur mengenai keadaan tersebut,” katanya kepada KabarPenumpang.com.

Baca juga: Dinilai Krusial Bantu Kesuksesan Maskapai, Berikut Daftar 5 Leasing Pesawat Terbesar Di Dunia

Kendati lessor sebetulnya sudah sangat siap menghadapi keadaan tersebut (pesawat-pesawatnya dirampas oleh Rusia), namun, mereka tetap menuntut maskapai yang melakukan itu ke pengadilan setelah pesawat benar-benar diambil alih, tanpa harus menunggu keadaan atau situasi geopolitik antara AS-Uni Eropa dan Rusia kembali normal.

“Proses penuntutan sambil berjalan, tidak menunggu kembali normal. Itu masuk keadaan default. Pihak asuransi juga berkepentingan dalam hal ini,” tutupnya.
























Tes Covid Sudah Tidak Berlaku Lagi Untuk Naik Pesawat, Naik Kereta Api Kok Masih Berlaku, Kenapa?

Banyak kabar beredar mengenai pemerintah yang melonggarkan aturan untuk perjalanan dalam negeri (domestik) sudah tidak perlu menggunakan tes Covid-19 seperti PCR atau Rapid Antigen.

Baca juga: Mirip Prokes di Indonesia, Italia Mulai Buka Layanan Kereta Cepat ‘Bebas Covid-19’

Kelonggaran ini berlaku bagi warga masyarakat yang bepergian cukup untuk menunjukkan sertuifikan vaksin kedua saja. Kelonggaran ini berlaku bagi masyarakat yang bepergian dalam perjalanan domestik menggunakan pesawat terbang. Lalu bagaimana sih untuk perjalanan kereta api?

Ini alasan PT Kereta Api Indonesia masih mengacu pada Surat Edaran Kemenhub Nomor 97 Tahun 2021. SE tersebut memuat syarat perjalanan kereta dengan menunjukkan hasil tes Covid-19. Jadi masih belum diberlakukannya kelonggaran untuk perjalanan menggunakan kereta api jarak jauh. Sementara ini yang tidak perlu menggunakan syarat tes PCR atau Rapid Antigen hanya perjalanan kereta api lokal atau jarak menengah.

Namun jika pemerintah menetapkan perubahan persyaratan maka dengan tentu PT KAI akan senantiasa mematuhi kebijakan tersebut dan akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat pelanggan kereta api terkait dengan pemberlakuan aturan tersebut.

Baca juga: Bus Kota di Australia Barat ‘Disulap’ Menjadi Laboratorium Uji Covid-19 

Dihapusnya syarat menunjukkan hasil tes Covid-19 sebelumnya disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Pelonggaran itu diberikan untuk masyarakat yang sudah menjalani vaksin Covid-19 sampai dosis kedua maupun booster. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Masih Aman, Tarif KRL Jabodetabek Tidak Jadi Naik Sampai Lebaran 2022

Penumpang KRL Jabodetabek patut berbangga, karena usulan kenaikan tarif KRL ditunda sampai Hari Raya Lebaran. Penumpang masih bisa merasakan tarif reguler seperti biasa dengan harga Rp3.000 per 25 kilometer dilanjut harga Rp1.000 untuk 10 kilometer selanjutnya. Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengungkapkan, wacana kenaikan ini akan diundur hingga setelah Hari Raya Idul Fitri 2022.

Baca juga: Terungkap! Ini Alasan Tarif KRL Jabodetabek Naik Tahun Ini 

Tapi tiket KRL akan dikaji kembali setelah Lebaran atau tepatnya pada Mei 2022 dan melihat situasi dan kondisi masyarakat juga. Kasubdit Penataan dan Pengembangan Jaringan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Arif Anwar menjelaskan, usulan kenaikan tarif KRL merupakan hasil kajian kemampuan membayar (ability to payment) dan kesediaan pengguna untuk membayar (willingness to pay) kereta api perkotaan.

Sebelumnya bahwa tarif KRL Commuter Line direncanakan naik dari Rp3.000 menjadi Rp5.000 per 1 April 2022. Kenaikan tarif KRL Rp2.000 ini untuk perjalanan 25 kilometer pertama. Lalu untuk 10 kilometer selanjutnya tetap dikenakan tambahan tarif sebesar Rp1.000. Jadi, perjalanan awal dengan KRL untuk 25 km pertama Rp5.000, jika sampai 35 km maka jadi Rp6.000, jika sampai 45 km jadi Rp7.000 dan seterusnya. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Jadi Pesawat Tersukses dalam Sejarah, Dekade 90-an Jadi Periode Tersulit Boeing 737! 2.700 Pesawat Digrounded

27 Januari 2002 silam, Boeing 737 berhasil mencatatkan diri sebagai pesawat pertama dalam sejarah penerbangan dunia yang berhasil membukukan 100 juta lebih jam terbang. Meski begitu, Boeing 737 bukan tanpa masalah. Di dekade 90-an, keluarga Boeing 737 mengalami masalah besar pada rudder pesawat dan menyebabkan dua kecelakaan fatal.

Baca juga: Ini Deretan Maskapai Pertama yang Operasikan Setiap Tipe Boeing 737, Ada Maskapai Indonesia!

Perjalanan Boeing 737 mencapai 100 juta lebih jam terbang dimulai pada April 1967 saat Boeing 737-100 atau generasi pertama melakoni penerbangan perdana. Disusul debut perdananya bersama Lufthansa pada Februari 1968 dan United Airlines pada keesokan harinya menggunakan seri yang lebih panjang, 737-200.

Adapun seri klasik 737-300 dan -400 pertama kali terbang mulai Februari 1984, diikuti seri klasik berikutnya Boeing 737-500. Lambat laun, Boeing 737 terus mendapat tempat terbaik di hati penumpang dan maskapai.

Namun, sedang jaya-jaya di pangsa pasar pesawat narrowbody global, bersaing dengan keluarga Airbus A320, Boeing 737 mendapat ujian berat dengan serangkaian kasus. Dua di antaranya adalah kecelakaan fatal pada United Airlines flight 585 pada 3 Maret 1991 dengan 23 korban jiwa dan USAir flight 427 pada 8 September 1994 dengan total 132 korban jiwa.

Dilansir Simple Flying, usai investigasi FAA terhadap dua kecelakaan tersebut, disimpulkan bahwa kerusakan pada valve atau katup membuat rudder pesawat rusak dan bergerak sendiri tanpa intervensi pilot atau dikenal dengan istilah hardover rudder.

Dua tahun berselang atau pada tahun 1996, Boeing mengakui bahwa masalah rudder Boeing 737 dapat membahayakan penerbangan dan meminta untuk menggrounded serta memeriksa seluruh pesawat tersebut, baik seri awal atau generasi pertama, klasik, maupun NG.

Dampak dari perintah FAA tersebut tidak main-main. Sedikitnya, 2.700 unit pesawat keluarga Boeing 737 di seluruh dunia terpaksa digrounded sebelum Boeing melakukan berbagai langkah-langkah menjamin keamanan pesawat.

Hardover rudder sendiri adalah kondisi dimana rudder, yang berfungsi untuk membelokkan pesawat serta terhubung dengan sistem landing gear, berada pada posisi ke kanan sekali atau ke kiri sekali. Andai hardover rudder ini terjadi di ketinggian dan kecepatan rendah, pesawat bisa terjun bebas tanpa bisa dicegah pilot dan itulah yang terjadi pada dua insiden di atas.

Ketika itu, pada 3 Maret 1991, pesawat Boeing 737-291 United Airlines flight 585 terbang reguler dari Denver ke Colorado Springs, Colorado, Amerika Seriat, membawa 20 penumpang dan 5 kru. Pesawat berusia sembilan itu mengalami kecelakaan tepat sebelum mendarat akibat rudder memaksa pesawat berbelok ke kanan tanpa perintah pilot.

Sayangnya, penyelidikan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) tidak menemukan adanya cacat rudder. Disimpulkan bahwa hembusan angin misterius menyebabkan pesawat kecelakaan.

Baca juga: Berapa Banyak Pesawat Boeing 737 All Series yang Masih Terbang dan dalam Pesanan?

Barulah pada kecelakaan USAir flight 427, masalah pada rudder pesawat keluarga Boeing 737 terungkap. Kebalikan dari United Airlines flight 585 yang banting setir ke kanan, flight 427 dilaporkan tiba-tiba berbelok ke kiri dan masuk ke jurang.

Setelahnya Boeing diminta untuk mendesain ulang rudder dan kecelakaan tidak terulang, menandakan bahwa hardover rudder benar-benar menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Tips Agar Perjalanan yang Ditunda Menjadi Lebih Istimewa

Pelancong di masa pandemi harus menunda banyak perjalanan mereka seperti bulan madu, acara keluarga bahkan hanya untuk liburan singkat. Namun, ketika perjalanan kembali dibuka, akhirnya banyak yang bisa kembali menikmati perjalan mereka.

Baca juga: Tips – Mau ke Luar Negeri Saat Pandemi? Harus Siap dengan Rencana Cadangan

Jika Anda berencana melakukan perjalanan yang tertunda pasti ingin menjadikannya istimewa. KabarPenumpang.com dari washingtonpost.com (2/3/2022), ada beberapa tips dari para ahli dan pelancong lainnya untuk perjalanan di masa pandemi ini.

Manjakan diri dengan sedikit mewah
Karena menunda perjalanan, Anda bisa merasakan yang sedikit lebih mewah meski ada anggaran lebih yang dikeluarkan. Walau begitu, dengan menikmati yang sedikit lebih dari perjalanan awal, Anda akan bisa lebih leluasa dan setidaknya apa yang tertunda bisa terbayarkan dengan lebih baik lagi.

Jauhkan ponsel
Ketika kembali memulai perjalanan, sebagai pelancong, baiknya jauhkan ponsel Anda. Ini adalah reward untuk menikmati liburan yang tertunda. Jika Anda berlibur untuk acara penting seperti pernikahan atau yang lainnya, lebih baik menyewa fotografer dari tempat Anda berlibur dibandingkan harus menggunakan kamera ponsel utnuk mengabadikan momen.

Mencoba hal baru
Beberapa negara melonggarkan peraturan bagi pelancong di masa pandemi ini. Manfaatkan semua yang ditawarkan dan keluar dari zona nyaman untuk menikmati yang belum pernah Anda rasakan sebelumnya. Seperti menjelajah tempat baru, mencoba scuba diving atau helikopter bila tempat Anda berlibur menawarkan hal tersebut.

Aturan yang tiba-tiba
Di masa pandemi, aturan perjalanan kerap kali berubah dengan pemberitahuan yang singkat. Ini membuat Anda sebagai pelancong harus tetap fleksibel, karena rintangan terduga dapat berakhir dengan hasil yang baik. Bila ada salah sedikit dalam menikmati perjalanan di masa pandemu, ini bahkan bisa menciptakan cerita dan kenangan yang tidak dapat dirasakan dengan cara lain.

Hadiah tersembunyi dari perjalanan
Karena menikmati liburan di masa pandemi, Anda harus memiliki kesabaran yang cukup ekstra. Ini disebabkan destinasi dan bisnis lokal yang belum kembali seperti biasa. Bahkan beberapa atraksi mungkin akan lebih sulit dikunjungi dari biasanya. Meski begitu terkadang hal yang hanya bisa dilakukan sesaat justru menjadi hal terindah dan kenangan di masa pandemi.

Baca juga: Mau Hemat Pengeluaran Saat Melancong? Cek Tips Ini

Hormati batasan
Virus corona yang sampai saat ini masih ada, Anda bisa mempertimbangkan tingkat kenyamanan dan faktor risiko yang diterima. Tetap gunakan masker ketika bepergian dan jangan lupa membawa handsanitizer sebagai pengganti cuci tangan bila tidak disediakan wastafel. Baiknya juga Anda menjauhi kerumuman yang padat sehingga bisa memproteksi diri dalam berlibur.

Operasi Gangga, Totalitas India Pulangkan 15 Ribu Warganya dari Ukraina

Ketika perang Rusia dan Ukraina berkecamuk usai Presiden Vladimir Putin mengizinkan pengerahan kekuatan penuh ke Ukraina, 15 ribu warga India terjebak di dalamnya. Namun, di bawah Operasi Gangga, India berhasil memulangkan ribuan warganya dengan lebih dari 12 penerbangan repatriasi per hari dari Ukraina.

Baca juga: Lima Dampak Perang Rusia-Ukraina yang Bikin Maskapai Internasional Pusing

Dilansir Simple Flying, Ukraina adalah rumah bagi sekitar 19.000 warga India, cukup banyak dibanding WNI yang hanya berjumlah ratusan orang. Namun, jumlah tersebut sangat sedikit dari total 1,38 miliar populasi penduduk India.

Mayoritas 19.000 warga negara India di Ukraina adalah mahasiswa kedokteran. Saat Rusia-Ukraina terlibat perang pada 24 Februari, masih ada 15 ribu warga India yang berada di sana.

Pemerintah India pun bergerak cepat dengan melancarkan Operasi Gangga serta mengerahkan pesawat dari maskapai penerbangan nasional dan pesawat Angkatan Udara untuk membawa mereka pulang.

Di awal, misi repatriasi yang terinspirasi dari sungai terpanjang dan tersuci di India tersebut pada 22 Februari lalu, hanya bisa menerbangkan beberapa penerbangan repatriasi.

Namun, seiring banyaknya warga India yang mencapai perbatasan Ukraina, seperti Polandia, Hongaria, Rumania, dan Slovakia, India mulai melakukan belasan penerbangan repatriasi untuk mengangkut ribuan orang setiap hari.

Belasan penerbangan repatriasi dengan mengangkut ribuan warga India melibatkan maskapai nasional negara itu, IndiGo. Maskapai tersebut sebelumnya diketahui sudah terbang ke kota-kota tetangga Ukraina, ini juga menjadi satu keuntungan tersendiri dalam kemudahan Operasi Gangga.

Disebutkan, IndiGo menyumbang 51 persen penerbangan repatriasi dalam Operasi Gangga, dengan rincian 14 kali penerbangan repatriasi dari Rzeszow, Polandia, 13 penerbangan repatrasi dari Budapest, Hongaria, serta bandara-bandara lainnya di kota kecil di Suceava, Rumania, Kosice, Slovakia, dan masih banyak lagi.

Adapun penerbangan repatriasi lainnya dilakukan menggunakan pesawat-pesawat Angkatan Udara India dan maskapai lainnya.

Menariknya, India tidak memaksakan warganya untuk berkumpul di satu atau dua titik di perbatasan Ukraina. Negeri Anak Benua tersebut memberikan kelonggaran untuk menyelamatkan diri dan menunggu penerbangan repatriasi di banyak titik di perbatasan Ukraina.

Ini tentu berbeda dengan proses pemulangan ratusan WNI yang berada di Ukraina oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri, terlebih terkait responsibilitas atau kecepatan melakukan penerbangan repatriasi, sekalipun India mengemban misi lebih berat dengan memulangkan lebih banyak warganya.

Pada 3 Maret lalu, Kemenlu diketahui berhasil memulangkan 80 dari 153 WNI yang berada di Ukraina. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi, mengungkapkan, tim penjemput dari Jakarta berangkat menuju Bucharest, Rumania dari Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (02/03/2022) pukul 18.40 WIB dan tiba di Bandara Henri Coanda, Bucharest, Kamis (03/03/2022) pukul 15.10 waktu setempat.

Baca juga: Dikabarkan Hancur di Tengah Perang Rusia-Ukraina, Antonov An-225 Mriya Aman! Tapi Dikuasai Rusia

Pesawat penjemput kembali diberangkatkan dari Bucharest menuju Jakarta pada pukul 20.23 waktu setempat atau 5,5 jam setelah mendarat.

“Rute perjalanan yang ditempuh adalah Bucharest – Madinah – Jakarta dengan waktu tempuh kurang lebih 17 jam,” ujarnya.

Satu Tahun Beroperasi, KRL Yogya – Solo Layani 2,2 Juta Penumpang dan Terbitkan 250 Ribu KMT

Tak terasa satu tahun sudah kereta rel listrik (KRL) Yogya – Solo melayani penumpang. Selama setahun ini KRL tersebut sudah melayani 2,2 juta penumpang. Selain itu sudah sebanyak 250 ribu Kartu Multi Trip (KMT) diterbitkan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

Baca juga: Berbagai Gangguan yang Dialami Penumpang KRL Solo – Yogya

Penggunaan KMT sendiri karena, mendukung sistem pembayaran eletronik bagi pengguna KRL Yogya – Solo dan juga mendominasi transaksi elektornik KRL tersebut. Selain KMT, aplikasi LinkAja juga cukup banyak digunakan untuk pembayaran elektronik oleh penumpang KRL. Baru sisanya menggunakan pembayaran via kartu perbankan.

“Jadi KMT mengambil peranan 50 persen dalam pembayaran elektronik. Sementara LinkAja 26 persen. Baru sisanya sebanyak 24 persen menggunakan kartu-kartu perbankan,” ungkap Plt Direktur KAI Commuter, Roppiq Lutzfi Azhar.

KRL Yogya – Solo hadir dan beroperasi untuk menggantikan kereta api Prambanan Ekspres atau yang dikenal dengan Prameks. Selain itu juga memodernisasi perkertaan lokal dari kereta diesel menjadi kereta listrik aliran atas. Kehadiran KRL Yogya – Solo ini pun diapresiasi oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada PT KCI selaku operator yang telah memberikan layanan terbaik. Meski di tengah masa pandemi, nyatanya KRL Yogya – Solo mampu melayani hingga lebih dari dua juta penumpang,” kata Zulfikri dalam webinar, Senin (7/3/2022).

Dia mengatakan, kehadiran KRL ini pada peresmiannya 1 Maret 2021 lalu oleh Presiden Joko Widodo disambut antusias oleh masyarakat. Zulfikri menambahkan, kehadiran KRL juga menjadi angkutan massal yang memiliki banyak keunggulan.

Di mana ini berhasil mengubah kebiasaan masyarakat di kawasan tersebut dalam bertransportasi. Kemudian KRL memiliki emisi yang rendah, kehandalan layanan dalam jangka panjang, efisiensi pergerakan, kapasitas angkutan yang tinggi dan memperkuat struktur tata ruang.

Baca juga: KRL Yogya-Solo Gunakan Kereta Produksi PT INKA

Untuk diketahui, ada sebelas stasiun pemberhentian dengan sepuluh keberangkatan dari Solo dan sepuluh dari Yogyakarta pada hari kerja. Bahkan kedepannya, elektrifikasi KRL akah diperluas hingga wilayah aglomerasi Bandung Raya dan Surabaya Raya.

Bandara Hostomel, Saksi Bisu Kehancuran Pesawat Angkut Terbesar Antonov An-225 Mryia

Nama Bandara Hostomel (Gostomel) di Ukraina mendadak menarik perhatian dunia, pasalnya bandara yang melayani penerbangan kargo internasional itu menjadi saksi bisu dari kehancuran pesawat angkut (kargo) terbesar di dunia, Antonov An-225 Mryia. Setelah netizen mereka-reka nasib An-225 lewat citra foto satelit, maka kini telah dipastikan An-225 mengalami total lost setelah hanggarnya terbakar akibat serangan rudal udara ke permukaan yang dilancarkan Rusia.

Baca juga: Citra Satelit Tunjukkan Antonov An-225 Mriya Selamat dari Serangan Rusia, Tidak Hancur Total!

Lepas dari kesedihan atas hancurnya maha karya dirgantara yang dibuat oleh Antonov Aircraft, nama Hostomel kadung populer, dikabarkan selain An-225, turut hancur akibat serangan udara Rusia adalah dua pesawat angkut An-124 Ruslan dan satu unit pesawat angkut turboprop terbesar An-22 Antei.

Nah, bagaimana dengan sosok Bandara Hostomel, sehingga selama ini dipercaya sebagai home base bagi An-225. Hostomel selama ini dikenal sebagai Bandara Antonov dengan kode IATA – GML dan kode ICAO – UKKM. Dimiliki oleh pemerintah Ukraina, Bandara Hostomel selama ini menjadi basis fasilits pengujan dan kargo internasional Ukraina. Lokasi bandara ini berada di pinggiran barat laut kota Kiev.

Bandara Hostomel dibangun pada era Soviet, yakni pada tahun 1959. Awalnya Hostomel dibangun sebagai pangkalan Pengujian dan Peningkatan Penerbangan rahasia untuk pesawat Antonov. Tak heran bila pada bandara ini dilengkapi dengan peralatan khusus untuk itu (seperti artificial lightning generator) dan diberikan test flight zone.

Namun, operasional layanan kargo di bandara ini baru berjalan menjelang runtuhnya Soviet pada 1989, sekaligus menandakan demiliterisasi dan komersialisasi Antonov Design Bureau.

Rupanya bagi Rusia Hostomel dianggap sebagai fasilitas strategis yang harus dieliminasi dalam skenario invasi. Pada fase awal serangan 24 Februari 2022, Bandara Hostomel diserang oleh pasukan Rusia dan Garda Nasional Ukraina disebut mempertahankan mati-matian bandara ini.

Baca juga: Antonov, Warisan Uni Soviet Milik Ukraina, Bukan Rusia!

Meski nama bandara ini kadung lekat dengan label Antonov, namun, fasilitas produksi pesawat Antonov ternyata digarap di bandara lain, yaitu di Bandara Sviatoshyn, yang lokasinya justru berada di dekat kota Kiev.

Kegep, Penumpang Pria di Pesawat Tonton Film Porno dan Viral di TikTok

Memang kelakuan penumpang pesawat ada-ada saja. Ini kerap kali membuat penumpang lainnya merasa jengah dan risih sehingga beberapa di antara mereka merekam serta mengunggahnya ke media sosial. Bahkan unggahan tersebut tak jarang menjadi viral.

Baca juga: Kecanduan Film Porno, Petugas Kebersihan Kereta India Simpan Spycam di Toilet

Seperti belum lama ini seorang wanita mengunggah sebuah video seorang penumpang pria menonton film porno saat pacarnya tertidur di sampingnya. Video singkat itu diunggah ke akun TikTok miliknya dan memicu perdebatan oleh netizen.

@sandyprudente

it was more explicit tiktoks not just what he was watching rn 😭😭 #trustnoman #streets #foryou #yzxcba #ArbysDiabloDare #CloseYourRings

♬ My Kind of Woman – Instrumental – Mac DeMarco

KabarPenumpang.com melansir nypost.com (7/2/2022), Sandy Prudente merekam seorang pria yang tengah melihat video di ponselnya yang menampilkan dua wanita berpakaian minim. Bahkan Prudente mengatakan, pria itu juga “menonton Pornhub” di pesawat dan menganggap penumpang wanita yang duduk di sebelahnya adalah pacarnya. Video itu viral dan ditonton lebih dari tiga juta tampilan.

“Itu lebih eksplisit dan TikTok bukan hanya apa yang dia tonton sekarang,” tulisnya dalam keterangan video.

Dia menambahkan tagar: “#TrustNoGuy.” Video Prudente memicu kemarahan, dengan banyak wanita marah terkejut dengan perilaku kurang ajar pria itu.

“Jika kamu tidak menghormati pacarmu, katakan saja!” seorang wanita menulis.

“Anda seharusnya membangunkannya dan menyerahkan ponsel Anda dengan pemutaran video ini…,” penonton marah lainnya menimpali.

Meski begitu, ada pula netizen yang mengatakan bahwa tidak ada salahnya seorang pria menonton film porno bahkan jika dirinya sedang bersama kekasihnya.“Mungkin mereka memiliki hubungan yang sehat dan dia tahu apa yang dia tonton. Karena itu dia tidak perlu menyembunyikan atau licik tentang apa pun,” kata seorang warganet.

Bahkan ada yang mengatakan dengan santai bahwa suaminya pergi ke klub telanjang. Tak hanya itu, warganet lain ada juga yang menyalahkan Prudente dan menganggapnya TikToker usil dan menuduh kalau dirinya melanggar privasi penumpang pria itu.

“Saya punya lebih banyak masalah dengan orang yang merekam dan menonton telepon orang lain. Pikirkan urusanmu sendiri,” tulis warganet lainnya.

“Sial, kamu akan bosan memata-matai orang asing secara acak,” komentar yang lain.

Baca juga: Diusir dari Penerbangan, Seorang Penumpang Viral di TikTok. Ternyata Begini Ulahnya

Para ahli berbeda pendapat tentang apakah menonton film porno di area publik dianggap sebagai bentuk kelainan. Sebuah artikel tahun 2020 di Psychology Today menyatakan, ”Pada akhirnya, apa yang memenuhi syarat sebagai pornografi tergantung pada pasangannya, dan apakah pornografi dapat diterima dalam batas-batas suatu hubungan juga tergantung pada pasangannya.”

Kembali Hadirkan Prototipe Maglev Baru, Cina Berharap Melaju dengan Kecepatan tertinggi Lebih dari 620 KPJ

Negeri Tirai Bambu kembali menghadirkan prototipe terbaru untuk kereta maglev atau levitasi magnetik. Namun kali ini diharapkan melaju dengan kecepatan tertinggi lebih dari 620 km per jam (kpj) atau 380 mph.

Baca juga: Kecepatan ‘Dilebih-lebihkan’, Ternyata Kecepatan Maglev Cina 600 Km Per Jam

Prototipe tersebut diresmikan di Chengdu, Sichuan di Cina dengan bentuk bodi ramping sepanjang 21 meter. Kereta maglev ini akan melaju dengan kekuatan superkonduktor suhu tinggi atau high-temperature superconducting (HTS) yang membuatnya tampak seolah-olah mengambang di sepanjang rel magnet.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, profesor He Chua yang adalah presiden Universitas Jiatong Barat Daya mengatakan, bahwa kereta ini bisa beroperasi dalam waktu tiga hingga sepuluh tahun mendatang.

“Sichuan memiliki sumber daya tanah yang kaya dan langka, yang sangat bermanfaat bagi konstruksi trek magnet permanen kami, sehingga mendorong pengembangan eksperimen yang lebih cepat,” ujarnya yang dikutip dari bignewsnetwork.com (4/3/2022).

Cina sendiri diketahui sudah menjadi rumah bagi kereta api komersial tercepat. Shanghai Maglev adalah kereta pertama dari jenisnya yang mulai digunakan tahun 2003. Kereta ini menghubungkan Bandara Puding Shanghai dan Jalan Longyang di Shanghai timur yang melaju dengan kecepatan tertinggi 431 kpj.

Bahkan Cina juga menjadi rumah bagi jaringan kereta api berkecepatan tinggi terbesar di dunia karena memiliki jalur sepanjang 37 ribu kilometer. Sebelum ini pada 20 Juli 2021 Cina juga meluncurkan prototipe kereta maglev super cepat yang mampu melaju dengan kecepatan tertinggi 600 kpj.

Kereta maglev super cepat tersebut diproduksi di kota pesisir timur Qingdao. Di mana Cina mengembangkan sendiri teknologi untuk kereta berkecepatan tinggi maglev ini karena tidak ada tanda-tanda bantuan dari negara lainnya.

Baca juga: Prototipe Kereta Maglev Cina Melaju dengan Kecepatan 620 Km Per Jam

Prototipe kereta tersebut nantinya akan melaju dari Beijing menuju ke Shanghai kurang dari tiga jam. Yang mana jarak antara dua kota tersebut lebih dari 750 mil atau sekitar 1.207 km.