Redam Kebisingan, Bandara San Francisco Luncurkan Teknologi GBAS

Bandara-bandara di dunia melakukan berbagai cara demi meredam kebisingan, salah satunya Bandara Internasional San Francisco, Amerika Serikat (AS). Bandara di ujung barat AS tersebut telah mendapat izin Administrasi Penerbangan Federal (FAA) untuk mengaplikasikan teknologi pendaratan baru yang disebut Ground-Based Augmentation System (GBAS).

Baca juga: Kurangi Emisi Suara di Tengah Malam, Bandara Heathrow Patok Biaya Ekstra untuk Maskapai 

Teknologi GBAS ini memungkinkan pesawat untuk melakukan landing approach lebih jauh dan lebih tinggi dari biasanya serta mengoreksi kesalahan bawaan akurasi GPS untuk menuntun pesawat mendarat dengan lebih presisi.

GBAS bukanlah teknologi baru di AS maupun di dunia. Di tahun 2012, Bandara Newark Liberty sudah menggunakannya terlebih dahulu, disusul Bandara Houston George Bush setahun berikutnya.

Meski begitu, teknologi GBAS yang diaplikasikan di Bandara San Francisco ini disebut lebih mutakhir dengan metode yang lebih inovatif dalam mencegah atau meredam kebisingan di bandara sekaligus meningkatkan keamanan.

Sebelum resmi diaplikasikan, teknologi GBAS ini sudah lima tahun diuji dan dikembangkan bersama oleh maskapai, pilot, teknisi, serta tentu saja FAA.

“FAA pada akhirnya bertanggung jawab atas semua prosedur penerbangan di AS, dan kami tahu bahwa, demi keselamatan, proses untuk mengevaluasi dan menyetujui prosedur penerbangan baru membutuhkan waktu,” kata Public Information Officer Bandara San Francisco, Doug Yakel.

“Mulai hari ini, maskapai dapat menggunakan GBAS untuk mereplikasi prosedur yang ada, tetapi prosedur yang benar-benar baru dan inovatif mungkin masih perlu waktu beberapa tahun lagi,” lanjutnya, seperti dikutip dari Simple Flying.

GBAS dirancang untuk mendukung pesawat selama proses transisi dari en-route airspace ke precision approach and landing dengan tingkat akurasi kurang dari satu meter. FAA menyebut, GBAS adalah satu-satunya kemampuan sistem navigasi berbasis satelit yang layak untuk visibilitas rendah Kategori II/III pesawat mendarat maupun lepas landas.

Selain mengurasi kebisingan dan meningkatkan keamanan, sistem GBAS juga memungkinkan 48 pendekatan terpisah (separates approaches) yang mencakup semua ujung runway, dan memberikan ATC fleksibilitas dalam mengatur lalu lintas penerbangan.

Teknolog GBAS juga memungkinakn multiple-precision approach paths dengan glide paths yang dapat disesuaikan dan memberikan direct approaches untuk mengurangi konsumsi bahan bakar selama proses approach.

Baca juga: Mengenal Polusi Suara Pesawat: Bisa Bikin Stres Sampai Kardiovaskular! Penumpang-Pilot Terdampak

Dalam memaksimalkan fungsinya, Aircraft Noise Office Bandara San Francisco telah menyebar 29 monitor di seluruh Bay Area untuk mencatat tingkat kebisingan di sekitar pemukiman warga dan di sekitar bandara. Warga juga dapat meminta ke petugas untuk ditempatkan monitor di sekitar pemukiman mereka untuk melacak tingkat kebisingan.

Bandara San Francisco serius dalam meredam kebisingan. Sejauh ini, pengelola bandara telah memberikan ke setidaknya 15 ribu rumah dan apartemen di sekitar bandara jendela, pintu, dan sistem ventilasi peredam suara secara gratis.

Viral! Pilot Pobeda Airlines Berdarah Rusia Sebut Perang di Ukraina Kejahatan

Pilot Pobeda Airlines belakang menjadi sorotan di sosial media usai mengungkapkan bahwa perang di Ukraina adalah kejahatan. Di dunia, tak sedikit yang mengatakan demikian. Tapi di Rusia, apalagi berdarah Rusia, tercatat sebagai warga negara Rusia, dan bekerja di perusahaan BUMN Rusia, jumlahnya bisa dihitung. Apalagi berbicara dengan lantang di depan umum, itu sama saja dengan mencari masalah dengan otoritas keamanan Rusia

Baca juga: Akankah UU Registrasi Ganda ICAO Cegah Sanksi Putin Rampas Pesawat Asing?

Dalam video viral di media sosial Twitter yang dilihat KabarPenumpang.com, pilot yang tak diketahui namanya itu mengungkapkan perkataan tersebut tak lama setelah pesawat mendarat di Antalya, Turki.

Sebelum itu, meski maskapai-maskapai Rusia dilarang terbang ke 18 negara Uni Eropa, Inggris, dan beberapa negara Eropa non anggota Uni Eropa, mereka memang masih bisa mengoperasikan rute internasional mereka, termasuk Pobeda Airlines, dalam penerbangan ke Antalya, Turki.

Di Eropa, ada banyak negara yang tidak bergabung dengan Uni Eropa, termasuk Norwegia, Islandia, Serbia, Kosovo, Bosnia-Herzegovina, Montenegro, Albania, Makedonia Utara, Swiss, Inggris, Turki, dan semua negara-negara Eropa Timur. Di antara negara-negara tersebut, tak semuanya ikut memberlakukan sanksi terhadap Rusia.

Sebaliknya, mereka pun tidak turut disanksi oleh Uni Eropa karena masih menjalin kerjasama atau tidak ikut memberikan sanksi terhadap Rusia. Salah satunya Turki. Negeri bekas kekhilafahan utsmaniyyah itu masih membuka ruang udaranya untuk maskapai-maskapai Rusia. Demikian juga sebaliknya.

Terlebih, secara geografi, kedua negara berbatasan langsung dengan Laut Hitam sebagai pemisahnya. Karenanya, tak heran bila maskapai-maskapai Rusia seperti Pobeda Airlines masih bisa mengoperasikan rute internasional ke Turki.

Usai pesawat mendarat di Turki, pilot Pobeda Airlines yang disebut berkebangsaan Rusia itu kemudian keluar dari kokpit menuju intercom pesawat dan menyatakan dukungannya untuk segera menghentikan perang di Ukraina.

“Pelanggan yang terhormat, ini kapten Anda yang berbicara. Hanya berbicara atas nama saya sendiri dan bukan sebagai perwakilan maskapai. Juga saya pikir perang di Ukraina adalah kejahatan,” katanya.

“Kita tidak boleh melanjutkan perang ini, kita harus segera menghentikannya,” lanjutnya.

Baca juga: Mengenang 12 WNI Korban MH17 yang Ditembak Jatuh Rudal Rusia

“Jangan mendukung pertumpahan darah ini. Terima kasih atas perhatian Anda,” tambahnya, diiringi oleh tepuk tangan dari penumpang.

Meski mengatakan dengan lantang, sebelum itu, ia mengingatkan terlebih dahulu bahwa apa yang dikatakannya adalah pendapat pribadi, bukan representatif dari maskapai Pobeda Airlines, yang notabene adalah maskapai LCC anak perusahaan dari Aeroflot, maskapai nasional Rusia.

Naik KRL Kembali Jaga Jarak Saat Duduk, Begini Penjelasannya

Setelah melakukan himbauan untuk kapasitas penumpang KRL yang semula 60 persen, kini aturan jaga jarak kembali diberlakukan. Tak seperti kondisi sebelumnya jika kursi KRL diberi penanda jaga jarak untuk tidak boleh diduduki, namun kali ini PT Kereta Commuter Indonesia kembali membuat peraturan tapi menggunakan stiker “duduk di sini” dengan warna dasar kuning. Pemasangan stiker tersebut untuk mengingatkan penumpang KRL agar tetap memberi jarak saat duduk.

Baca juga: Dari Padatnya Penumpang Commuter Line, Hingga MRT Berlakukan 100 Persen Penumpang

Juru bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan, keputusan tersebut sesuai dengan hasil konsultasi dengan regulator. Ia pun mengungkapkan, keputusan KAI Commuter tersebut masih sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2022. Pemasangan stiker di tempat duduk, jendela, maupun kereta diharapkan membuat pengguna bisa mengikuti panduan posisi saat duduk maupun beridi untuk menjaga jarak aman dengan sesama.

Upaya menjaga jarak aman yang selama ini telah dilakukan melalui antrean penyekatan pengguna di stasiun juga masih berjalan. Untuk menjaga kapasitas kereta di jam-jam sibuk, petugas akan mengatur pengguna KRL untuk masuk ke kereta terutama pada pagi dan sore hari. Meski kapasitas duduk dibatasi, untuk penumpang berdiri pun tetap ada pembatasan terutama jaga jarak. Hingga saat ini pemasangan stiker “duduk disini” masih terus dipasang sejak 14 Maret 2022 lalu. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Ramainya Warga Garut Saat Nyobain KLB Uji Coba Garut – Cibatu, Begini Suasananya

Pantauan kabarpenumpang.com saat jelajah Kota Garut tak luput dari ingin menjajal kereta gratis KLB Uji Coba lintas Garut – Cibatu – Garut. Melihat stasiunnya saja sudah sangat terkesan apalagi saat mencoba kereta yang masih bertarif Rp 0 ini. Selasa, 15 Maret 2022 merupakan momen tidak terlupakan karena bisa ikut merasakan kereta uji coba ini bersama warga garut. Kereta di berangkatkan pmdari Stasiun Garut pada pukul 10.55 WIB. Namun kereta belum tiba saja warga sudah berdatangan, dengan harapan bisa mendapat tiket lebih dulu dan bisa menempati kursi yang sesuai dengan tiket yang tertera.

Baca juga: Wajah Stasiun Garut Saat Menyelimuti Suasana Malam 

Pukul 09.20 WIB rangkaian kereta api KLB Uji Coba pun datang dari arah Stasiun Cibatu memasuki jalur 1 Stasiun Garut. Saat kami memasuki mencoba untuk melihat kondisi perlintasan sebidang, memang belum terlihat palang pintu maupun pos penjaga pintu yang berlokasi di Jl. Mandalagiri, Garut, Jawa Barat. Yang ada hanya petugas keamanan stasiun yang mengawasi area sekitar agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan.

Saat kami kembali menuju Stasiun Garut, penumpang makin banyak dan antri di gerbang utama stasiun baru. Ternyata diantara mereka merupakan rombongan dari sekolah taman kanak – kanak yang berada di Garut. Baik guru maupun murid – muridnya tentu antusias sembari menyanyi lagu “naik kereta api”. Saat kereta sudah memasuki peron, petugas keamanan pun membuka pintu masuk menuju peron sambil mendata dengan scanning tiket masing – masing penumpang.

Mendekati pukul 10.55 WIB petugas seperti PPKA, kondektur dan masinis bersiap untuk memberangkatkan kereta api. Terdengar bunyi semboyan 40 pada PPKA sambil mengacungkan tongkat hijau, lalu disusul semboyan 41 dengan suara pluit panjangnya dan tidak lupa disahut oleh masinis dengan suara klakson lokomotif yang biasa disebut semboyan 35, akhirnya kereta mulai perlahan meninggalkan Stasiun Garut.

Pemandangan Eksotis nan Menawan
Dengan kecepatan 30 – 35 km/jam kereta uji coba terus melaju melewati pemandangan yang sangat eksotis. Gunung Cikuray yang terkenal pun terlihat walaupun diselimuti awan putih. Lambaian tangan penumpang kereta api mengarah ke jendela menjadikan warga Garut ini terlihat keramahtamahannya. Melewati beberapa stasiun yaitu Stasiun Wanaraja dan Pasirjengkol, kereta api uji coba ini tetap berhenti. Dan penumpang dari stasiun tersebut ternyata ada juga yang naik untuk sama – sama merasakan kereta gratis ini.

Mendekati Stasiun Cibatu, penumpang dinikmati dengan pemandangan yang luar biasa keren yaitu Bukit Sadakeling. Bukit tersebut mulai terlihat jelas saat berada di petak Stasiun Pasirjengkol sampai dengan tikungan pos perlintasan menuju Stasiun Cibatu. Bagi penikmat fotografi tentu pemandangan ini tak mau ketinggalan untuk pengambilan gambar dan juga ada kereta api yang lewat sebagai pemanis.

Baca juga: Menjelang Peresmian, Rangkaian KLB Lakukan Bersih Lintas di Jalur Garut – Cibatu

Tiba di Stasiun Cibatu, kereta api memasuki jalur 1. Saat tiba di stasiun, penumpang bisa tetp berada di dalam kereta, karena pembelian tiket yang mereka dapatkan untuk perjalanan pulang pergi. Kereta tiba di Stasiun Cibatu pada pukul 11.30 WIB. Dan diberangkatkan kembali dari Stasiun Cibatu pada pukul 12.15 WIB atau saat papasan dengan Kereta Api Serayu dari arah Purwokerto sampai dengan Jakarta. Bagi kalian yang ingin mencoba KLB Uji Coba secara gratis, bisa naik pada hari Kamis, 17 Maret 2022. Dengan pembelian tiket secara langsung di Stasiun Garut maupun Stasiun Cibatu. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Akankah UU Registrasi Ganda ICAO Cegah Sanksi Putin Rampas Pesawat Asing?

Presiden Rusia, Vladimir Putin, belum lama ini telah mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) yang mewajibkan seluruh pesawat sewaan asing diregistrasi di Rusia, memungkinkan pesawat diregistrasi secara ganda di dua negara secara bersamaan. Hal ini tentu saja bertentangan dengan Pasal 18 Konvensi 1944 tentang Penerbangan Sipil Internasional.

Baca juga: Putin Balas Sanksi Barat, Pesawat Milik Lessor Asing Senilai Rp143 Triliun Resmi Jadi Milik Rusia!

Sebelum RUU tersebut diteken Putin, maskapai-maskapai Rusia masih bisa meregistrasi pesawat yang mereka sewa dari lessor asing di luar negeri. Aeroflot, maskapai nasional Rusia, diketahui banyak meregistrasi pesawat mereka di Bermuda dan Irlandia.

Akan tetapi, sebagai bagian dari sanksi Barat terhadap Rusia atas invasi ke Ukraina, Irlandia dan Bermuda, negara favorit lessor seluruh dunia meregistrasi pesawat, mengumumkan penangguhan sertifikat kelaikan udara (AOC) seluruh pesawat yang dioperasikan maskapai-maskapai Rusia.

Karenanya, Putin bergerak cepat dengan menandatangani RUU tersebut dalam rangka memberikan payung hukum ke maskapai untuk mengoperasikan pesawat yang ‘tidak laik’ terbang tersebut akibat AOC-nya dicabut oleh negara tempat pesawat tersebut diregistrasi, sekalipun hanya bisa terbang di dalam negeri dan beberapa negara bekas pecahan Uni Soviet saja.

RUU penerbangan sipil Rusia yang telah ditandatangani Presiden Putin sebetulnya tidak bertentangan dengan Konvensi Chicago andai itu pesawat baru yang belum diregistrasi dimanapun.

Baca juga: Takut Pesawat Disita Lessor di Luar Negeri, Maskapai Rusia Hanya Operasikan Penerbangan Domestik

Masalahnya adalah, pesawat-pesawat yang sudah maupun yang akan diregistrasi di Rusia belum dideregistrasi terlebih dahulu di negara tempat mereka meregistrasi pesawat. Alhasil, pesawat tersebut jadi memiliki registrasi ganda, bertentangan dengan Konvensi Chicago.

Di Pasal 18 Konvensi 1944 tentang Penerbangan Sipil Internasional, sebagaimana dikutip dari Simple Flying, disebutkan “Sebuah pesawat tidak dapat didaftarkan (diregistrasi) secara sah di lebih dari satu negara bagian.”

Sejalan dengan itu, pengamat penerbangan Bertand Gabrowski mengatakan, “Adalah ilegal untuk mendaftarkan (meregistrasi) pesawat tanpa bukti deregistrasi dari register sebelumnya serta persetujuan pemiliknya.”

Menurut Cirium, dari 980 pesawat komersial yang ada di Rusia, 515 di antaranya adalah pesawat sewaan dari berbagai lessor asing, seperti AerCap dan SMBC Aviation Capital yang berbasis di Irlandia. Mayoritas dari pesawat-pesawat tersebut adalah Airbus A320 dan Boeing 737.

Dari 515 pesawat yang disewa dengan total nilai mencapai US$10 miliar atau Rp143 Triliun, sampai saat ini, tak satupun pesawat yang sudah dikembalikan oleh maskapai Rusia ke lessor atau direbut secara paksa oleh lessor.

Baca juga: Gegara Sanksi Bertubi-tubi, Berapa Banyak Pesawat Boeing-Airbus yang Batal Dikirim ke Maskapai Rusia?

Lessor atau leasing pesawat sendiri diberi tenggat waktu oleh negara-negara Barat untuk memutus semua kontrak leasing dengan Rusia.

Namun, dengan terbitnya RUU baru yang sudah ditandatangani Putin, sudah pasti, andaipun kontrak diakhiri secara sepihak oleh lessor, 515 pesawat asing milik mereka tetap tidak akan dikembalikan atau bisa direbut dengan mudah karena maskapai hanya mengoperasikan pesawat-pesawat tersebut di Federasi Rusia. Mustahil mengambilnya secara paksa.

AmphiCoach, Bus Amfibi yang Melintasi Jalur Pesisir Laut Inggris

Banyak negara yang memiliki kendaraan amfibi dan digunakan untuk mengangkut penumpang. Seperti di Singapura yang memiliki Duck Tour. Mobil ambfibi di Negeri SInga ini digunakan untuk mengangkut penumpang mengelilingi Marina. Duck Tour menggunakan kendaraan taktis eks milik marinir.

Baca juga: Singapore Duck Tour, Wisata Amfibi dengan Rantis eks Perang Vietnam

Nah, yang kali ini akan dibahas adalah AmphiCoach. Ini adalah bus amfibi yang diproduksi dan digunakan untuk wisata melalui jalan-jalan kota pesisir Eropa yang kerap terendam banjir. Bus amfibi ini adalah GTS-1.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, bus ini dianggap sebagai motorcoach amfibi penumpang pertama di dunia. AmphiCoach GTS-1 buatan Malta mulai diproduksi tahun 2009, setelah tiga tahun desain dan pengembangan.

Perusahaan tersebut sudah memiliki dua belas pesanan yang dikonfirmasi, dengan lima puluh pertanyaan lainnya yang menunggu keputusan. AmphiCoach GTS-1 tersedia di drive kiri atau kanan, dan sesuai dengan semua E.U. peraturan kebisingan dan emisi.

Hingga akhir produksinya, AmphiCoach memiliki prototipe dasar pada sasis Irisbus Italia. Bus ini memiliki desain lambung yang stabil dan layak melaju di lautan serta tampilan unik di jalan. Bus tersebut menggunakan mesin diesel common-rail Iveco.

Dalam penjualannya, harga bus amfibi ini sekitar £280 ribu di Inggris. Untuk diketahui, AmphiCoach dibuat dengan tingkat keamanan dan kualitas tertinggi dari aluminium kelas laut serta komponen premium.

Selain itu, kendaraan AmphiCoach dibuat khusus untuk memenuhi harapan pelanggan dan persyaratan legislatif. Lambung bus dibuat kedap air yang dirancang secara untuk memiliki kompartemen dan sekat tahan benturan yang membantu membuat kendaraan itu tidak dapat tenggelam.

Baca juga: Day Limo, Perahu Amfibi Keluaran Iguana Yacht, Oke di Darat dan Lautan

Meski lambung bus dibanjiri air, AmphiCoach bisa tetap tegak mengapung. Perusahaan sudah membuat kendaraan amfibi sejak 2003. Semua suku cadang yang digunakan dalam kendaraan Amphicoach sudah tersedia dari pemasok besar di seluruh dunia yang mengurangi waktu henti dan memastikan bahwa Anda dapat menjalankan bisnis Anda dengan lancar.

Stasiun Ciomas, Dulu Terabaikan Sekarang Jadi Sorotan

Jika kalian pernah bepergian ke Sukabumi menggunakan kereta api, tentu kenal betul dengan stasiun yang satu ini. Memang tidak begitu terlihat jelas untuk bangunanannya, karena berada agak menjorok dengan hutan bambu disekitarnya. Ya, Stasiun Ciomas yang merupakan bangunan kecil diantara petak Stasiun Batutulis dengan Stasiun Maseng. Stasiun Ciomas ini berada di lokasi Desa Kertamaya, Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: Kisah Stasiun Batutulis, Pernah Mati Suri dan Terlupakan

Dulu bangunannya yang terbilang kecil ini sudah seperti halte perhentian. Tidak memiliki wesel apalagi persinyalan. Yang ada hanya single track, peron dan suara derasnya arus sungai. Stasiun Ciomas berada di kilometer 9.306 dengan ketinggian 349 mdpl. Suasananya yang sunyi dan dikelilingin pepohonan yang menghijau membuat Stasiun Ciomas terlihat lebih tenang dan nyaman. Tak hanya itu, kebisingan atau ramainya masyarakat tidak terlihat disini. Karena posisi antara stasiun dengan jalan raya cukup jauh. Yang ada hanyalah perumahan elit dan pedesaan yang dekat dengan stasiun.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Seraya dengan pembangunan jalur ganda dan upgrade-nya bangunan stasiun jalur Bogor – Sukabumi kini Stasiun Ciomas akan kembali difungsikan. Semula yang terlihat bangunan kecil, kini sudah ditambahkan peron serta kanopi yang sudah sesuai standar saat digunakan reguler nanti. Selain itu persinyalan elektrik menggunakan sistem LED sudah terpasang di bagian utara dan selatan stasiun dengan indikasi sinyal blok.

Baca juga: Bantu Pembangunan Double Track Bogor – Cicurug, Kereta Mekanik Dioperasikan

Diketahui jalur ganda Bogor – Sukabumi sudah tahap 99 persen dan segera akan diuji coba terlebih dahulu untuk lintas Bogor – Cicurug pada 20 Maret 2022 nanti. Jika sudah dievaluasi nantinya uji coba menggunakan rangkaian Kereta Api Pangrango akan dijalankan secara reguler yang rencannya pada tanggal 28 Maret 2022 dengan sementara masih menggunakan satu jalur. Untuk dua jalur yang digunakan rencananya akan diberlakukan mulai tanggal 28 April 2022. (PRAS – Cinta Kereta Api)























Mengenang 12 WNI Korban MH17 yang Ditembak Jatuh Rudal Rusia

Meski tak menuntut lebih jauh layaknya Belanda dan Australia, Indonesia turut berduka atas jatuhnya pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines MH17 rute Amsterdam-Kuala Lumpur, yang dirudal di wilayah timur Ukraina, atau empat kilometer dari perbatasan Rusia, Kamis, 17 Juli 2014 silam. Sebanyak 12 warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban dalam insiden itu.

Baca juga: Makin Panas, Belanda-Australia Tuntut Rusia ke ICAO Gegara Tembak Jatuh Pesawat Sipil MH17!

Dalam manifes penumpang yang dilansir Wall Street Journal, pesawat tersebut membawa 298 orang, terdiri dari 283 penumpang dan 15 kru, dimana 12 orang di antaranya adalah WNI.

12 orang tersebut adalah:

  1. Mr. Hadiono Gunawan (kursi nomor 1D)
  2. Mrs. Yodricunda Theistiasih (11E)
  3. Mrs. Ketut Wiartini (14H)
  4. Mrs. Yuli Hastini (16G)
  5. Mrs. Supartini (31K)
  6. Mr. Hendry (32E)
  7. Ms. Gerda Leliana Lahenda (14C)
  8. Mtr. Werther Smallenburg (12E)
  9. Mrs. Jane M Adi Soetjipto (14A)
  10. Mrs. Vickiline Kurniati Kardi (19F)
  11. Mr. Wayan Sujana (12D)
  12. Clarice Yelena Huizen, yang merupakan anak dari Yodricunda.

Masing-masing korban mempunyai cerita tersendiri sebelum menjadi korban jatuhnya pesawat tersebut.

Dilansir dari berbagai sumber, Hadiono Gunawan supervisor Malaysia Airlines yang turut dalam penerbangan. Ia adalah suami dari Irene, warga negara Filipina, yang pulang berlibur dari Belanda.

Serupa dengan Hadiono, Yodricunda Theistiasih juga demikian. Ia dan anaknya Clarice Yelena Huizen sejatinya ingin kembali ke Indonesia usai berlibur di Belanda sekaligus menjemput suaminya yang merupakan warga negara Belanda, Arnoud Huizen, yang ikut menjadi korban.

Korban lain bernama Ketut Wiartini pun demikian. Setelah menikah dengan warga negara Belanda, Jhon Arga Jigel, ia menetap di Belanda. Bahkan, usia cerai pada tahun 2007 pun, ia tetap tinggal di sana bersama anaknya. Setiap tahun, ia selalu menjenguk keluarganya di Indonesia. Beruntung, anaknya tidak turut dalam penerbangan tersebut.

Baca juga: Kasus Kecelakaan Grumman yang Libatkan WNI di Perth, Terbukti Akibat Kesalahan Pilot

Lain cerita dengan korban Yuli Hastini. Ia bersama suami dan anaknya yang merupakan warga negara Belanda, John Paulisen, Arjuna Paulisen, dan Sri Paulisen, turut menjadi korban. Keempatnya berniat ziarah ke makam ibu dari Yuli di Solo.

Kisah memilukan menimpa keluarga Supartini. Supartini yang merupakan TKI sukses di Den Haag, Belanda, sebetulnya hampir terbang bersama dua saudaranya yang juga TKI di Belanda. Namun, mereka bertiga terbang dengan pesawat berbeda-beda.

Wajah Stasiun Garut Saat Menyelimuti Suasana Malam

Perjalanan dari Jakarta menuju Garut terasa cukup lancar menggunakan transportasi bus. Dengan waktu tempuh hanya 4 jam, akhirnya tiba di kota yang terkenal akan dodolnya ini. Saat menyambangi Kota Garut, pikiran langsung tertuju pada bangunan Stasiun Garut yang akhir – akhir ini menjadi sorotan publik karena reaktivasi jalur kereta api Cibatu sampai dengan Garut. Selain itu menurut beberapa artikel yang diterima, stasiun ini juga digadang – gadang merupakan stasiun terbesar di Asia Tenggara.

Baca juga: Ridwan Kamil Naik Kereta Inspeksi Tinjau Stasiun Garut

Saat melihat stasiun dengan ketinggian 717 meter dpl ini suasana keheningan pun terasa. Karena banyaknya penerangan, stasiun ini pun terasa lebih hidup walau di malam hari sekali pun. Panorama Stasiun Garut saat malam hari paling cocok buat penikmat fotografi malam yang eksotis. Luasnya area parkir di stasiun ini ternyata karena dari bangunan stasiunnya yang memiliki 2 unit.

Bangunan lama stasiun masih tegak berdiri karena merupakan bangunan cagar budaya (heritage) lalu dibagian sebelahnya berdiri pula bangunan baru yang serba modern lengkap dengan fasilitas penunjang untuk penumpang kereta api.

Tak hanya itu, di bagian halaman parkir terdapat bangunan cagar budaya peninggalan belanda yang rencananya akan digunakan untuk pemanfaatan sentra bisnis. Bergeser kearah timur terlihat sebuah masjid besar tepat di samping bangunan cagar budaya Stasiun Garut yang bersih dan rapi.

Baca juga: Empat Dekade Tak Beroperasi, Stasiun Garut Akhirnya Direaktivasi 

Masjid bernama Nurul Huda ini direnovasi dan di perbaiki saat reaktivasi jalur Garut – Cibatu yang nantinya bisa digunakan seluruh jamaah yang hendak melaksanakan shalat. Kemudian dibagian samping masjid terdapat sentra kuliner atau jajanan yang sengaja dibuat khusus untuk masyarakat yang sekedar nongkrong di caffe, dan paling cocok bagi para penikmat kuliner khas garut yang suasananya dibuat senyaman mungkin. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Yuk Intip Generasi Terbaru dari Hino RK

PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) memperkenalkan deretan produk terbarunya, termasuk sasis bus mesin belakang RK280 yang sudah memenuhi standar emisi Euro 4. Sasis tersebut merupakan pengganti RK8 R260 yang sudah beredar di Tanah Air lebih dari satu dekade.

Baca juga: RK Kompor, Tonggak Awal Keberhasilan Bus Mesin Belakang Hino di Indonesia 

Tentu saja, kehadiran RK280 mendapatkan sambutan positif dari banyak pihak, tak terkecuali para pemili perusahaan otobus (PO) pengguna setia Hino. Karena memang mereka sudah menanti-nanti pembaruan dari produk andalan Hino itu.

Selain pembaruan pada sektor dapur pacu untuk memenuhi standar emisi Euro 4, terdapat enam pembaruan yang membuatnya jauh lebih kompetitif di kelasnya.

Berdasarkan paparan di acara peluncuran Grand Launching Hino Euro 4, pembaruan yang dimaksud meliputi indikator panel baru yang memudahkan pengemudi membaca kondisi panel indikator, stir baru yang dapat disesuaikan oleh pengemudi, julur depan lebih panjang.

Kemudian yang paling penting adalah penambahan auto slack adjuster dan anti-lock brake system (ABS). Penambahan fitur ini membuat sistem rem full air brake yang digunakan oleh RK280 bisa lebih efektif dan responsif serta diklaim menghemat biaya perawatan.

Terakhir adalah penggunaan 10 baut atau stud roda seperti halnya produk-produk Eropa untuk meningkatkan keamanan dan kemampuan berkendara. Sebelumnya, sasis RK dan AK masih menggunakan delapan stud roda, standar lama produk Jepang.

Salah satu pengusaha bus yang diundang dalam acara peluncuran Hino Euro 4 adalah Muhamad Abdul Wahid atau Mas Wahid. Dia mengaku tertarik dengan RK280 yang diperbarui di bagian panel instrumennya.

“Karena sudah commonrail dan Euro-4 sedangkan masih bisa diminumin solar biasa maka filter solar ditambah. Default-nya ada tiga. Dua di bawah, satu di atas sebelum masuk mesin. Kalau masih khawatir ada tambahan alat, jadi total ada empat,” katanya melalui unggahannya di akun Instagram @maswahid.

Mesinnya yang sudah mengadopsi commonrail juga membuat suaranya jadi lebih halus. Tenaga juga meningkat walaupun masih menggunakan mesin yang sama dengan sebelumnya, yakni keluarga J08E.

Baca juga: “Kandang Macan” Tempat Istirahat Pengemudi yang Berkembang Seiring Zaman

“Tenaga meningkat, gross vehicle weight meningkat, jadi resmi bisa [pakai bodi] super high deck. Dan ya, baut sepuluh, spaceframe asli tanpa potong sasis,” tulisnya. (Bisa Satria)