Tuesday, August 11, 2026
HomeAnalisa AngkutanBerada Diposisi Strategis, Stasiun Cikampek Andalan Penumpang KA Lokal dan Jarak Jauh

Berada Diposisi Strategis, Stasiun Cikampek Andalan Penumpang KA Lokal dan Jarak Jauh

Berada di ujung wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, stasiun ini menjadi andalan masyarakat khususnya untuk perjalanan lokal maupun jarak jauh. Stasiun yang juga merupakan bangunan cagar budaya, kini terlihat rapi dan memiliki berbagai fasilitas yang bisa dinikmati seluruh penumpang kereta api.

Ya, inilah Stasiun Cikampek yang digadang-gadang kedepannya akan dilintasi perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL). Dilihat dari sejarah, Stasiun Cikampek dibangun pada tahun 1894, memegang peranan kunci dalam jaringan kereta api di Jawa Barat. Stasiun ini menjadi titik percabangan strategis di mana jalur rel terpecah menjadi dua: satu menuju arah Bandung dan satu lagi menuju Cirebon hingga ke Jawa Tengah/Timur.

Dahulu, stasiun ini sangat vital untuk pengangkutan hasil perkebunan dari Priangan. Sebagai penutup daftar stasiun tertua di Indonesia ini, Stasiun Cikampek tetap menjadi salah satu stasiun tersibuk yang mengatur lalu lintas kereta api padat dari dan menuju ibukota, membuktikan kehandalan rancangan jaringan rel masa lalu.

Kini stasiun tersebut mengalami perubahan tentunya untuk membantu penumpang khususnya naik dan turun kereta api. Seperti halnya terlihat pada peron yang sudah tinggi dan sejajar dengan pintu/bordes kereta api. Peron tinggi tersebut berada di Peron 2 dan Peron 5, sementara pada jalur VI dan VII tersedia peron sedang. Keberadaan peron tinggi membuat jarak antara lantai kereta dan peron menjadi lebih rendah sehingga proses naik turun penumpang dapat berlangsung lebih mudah dan aman.

Selain pembangunan peron tinggi, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daop 1 Jakarta juga melakukan peningkatan sejumlah fasilitas lainnya di Stasiun Cikampek. Di antaranya penambahan overcapping serta renovasi ruang VIP. Fasilitas tersebut tentunya merupakan bagian dari upaya KAI menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan masyarakat yang menggunakan kereta api. ‎

Peningkatan fasilitas tersebut dinilai semakin penting karena jumlah pengguna jasa kereta api di Stasiun Cikampek terus mengalami pertumbuhan. ‎Sepanjang Januari hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 114.337 penumpang berangkat dari Stasiun Cikampek. Jumlah tersebut meningkat sekitar 6,1 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 107.739 penumpang.‎

Pada Januari 2026 tercatat 15.579 penumpang berangkat dari Stasiun Cikampek. Jumlah tersebut kemudian mencapai 12.210 penumpang pada Februari, 26.261 pelanggan pada Maret, 13.626 penumpang pada April, 15.205 penumpang pada Mei, 15.936 penumpang pada Juni, dan 15.520 penumpang pada Juli. ‎

Stasiun Cikampek sendiri memiliki posisi strategis dalam jaringan perkeretaapian nasional. Stasiun tersebut menjadi salah satu titik penting perjalanan kereta api dari arah Jakarta menuju Bandung maupun menuju Cirebon dan sejumlah wilayah lain di jalur utara Pulau Jawa. Karena itu ada 27 perjalanan kereta api yang melayani Stasiun Cikampek, diantaranya:
• KA Jayabaya relasi Malang–Pasar Senen,
• KA Harina relasi Surabaya Pasar Turi–Bandung,
• KA Gunungjati relasi Cirebon–Gambir,
• KA Cakrabuana relasi Cirebon–Gambir,
• KA Parahyangan relasi Bandung–Gambir,
• KA Singasari relasi Blitar–Pasar Senen,
• KA Ciremai relasi Semarang Tawang–Bandung,
• KA Jayakarta relasi Surabaya Gubeng–Pasar Senen,
• KA Airlangga relasi Surabaya Pasar Turi–Pasar Senen,
• KA Serayu relasi Purwokerto–Pasar Senen,
• KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen,
• KA Gajayana Tambahan relasi Malang–Gambir
Untuk perjalanan kereta api lokal, Stasiun Cikampek tentunya melayani Commuter Line Walahar dan Jatiluhur dengan rute Cikarang–Cikampek–Purwakarta.

Dengan posisi tersebut, Stasiun Cikampek menjadi salah satu simpul transportasi penting di Kabupaten Karawang yang mendukung mobilitas masyarakat dan konektivitas antardaerah. ‎Di sisi lain, KAI Daop 1 Jakarta juga menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Karawang dalam melakukan penataan kawasan perkotaan Cikampek, khususnya di sekitar lingkungan Stasiun Cikampek.

Mengenal Walahar Express, Kereta “Odong-Odong” dari Purwakarta

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru