Pesawat Boeing 737 Garuda Indonesia GA 309 Nyaris Celaka, Irfan Setiaputra: Kami Mohon Maaf

Pesawat Garuda Indonesia nyaris mengalami kecelakaan lantaran pintu kompartemen kargo belum sepenuhnya tertutup sebelum lepas landas. Beruntung, petugas Avsec yang melihat hal itu langsung berlari cepat dan mencegah terjadinya insiden.

Baca juga: Sambut Peak Season Lebaran 2022, Garuda Indonesia dan Citilink Siapkan 855 Ribu Kursi

Informasi insiden pintu kompartemen kargo Garuda Indonesia yang belum tertutup sempurna sebelum lepas landas mulanya dibagikan oleh seorang warganet lewat akun Twitter @wirandhika_25.

Dalam cuitannya, pesawat Boeing 737-800 Garuda Indonesia PK-GFJ dengan nomor penerbangan GA 309 rute Surabaya – Jakarta disebut sudah dalam posisi siap taxiing dan take off meski pintu kargo masih terbuka.

“Dear, @IndonesiaGaruda ini pesawat saya tadi GA 309 SUB-CGK PK-GFJ. Posisi pesawat siap taxi dan siap take off tapi pintu bagasi belum tertutup, untung ada petugas yang sadar lari ke pesawat. Mohon untuk dibenahi lagi, ini masalah keselamatan banyak orang,” cuitnya.

“Alhamdulillah Allah masih kasih saya dan seluruh penumpang GA309 Keselamatan. Untung tidak terjadi tragedi menjelang lebaran,” lanjutnya.

Menanggapi insiden tersebut, manajemen Garuda Indonesia buka suara. Direktur Utama Irfan Setiaputra menuturkan, penerbangan yang terjadwalkan berangkat pada hari Rabu (27/4) pukul 11.25 waktu setempat telah melakukan prosedur boarding secara normal sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

Namun demikian, ketika pesawat bersiap untuk pushback, petugas Avsec melihat terdapat pintu kompartemen kargo pesawat yang belum tertutup dengan sempurna.

Kondisi tersebut juga terlihat oleh Pilot melalui  indikator di kokpit  yang kembali menyala dan  menunjukan kompartemen pintu kargo yang belum tertutup rapat. Hal tersebut kemudian diteruskan kepada petugas ramp check dan ground handling untuk selanjutnya dilakukan penutupan pintu kompartemen kargo pesawat sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Petugas juga turut melakukan pengecekan berulang dan menyeluruh, guna memastikan seluruh pintu pesawat sudah dalam kondisi tertutup dengan baik sebelum pesawat berusia 11 tahun lebih itu lepas landas.

Atas temuan ini, ia dan tim tengah melakukan koordinasi dan evaluasi lebih lanjut secara internal maupun bersama stakeholders layanan kebandarudaraan terkait, guna mengoptimalkan langkah dan upaya corrective action untuk mencegah peristiwa serupa terulang kembali.

Adapun penerbangan GA 309 telah mendarat dengan normal dan lancar di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada pukul 13.20 waktu setempat di hari yang sama.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang pada penerbangan tersebut. Tentunya peristiwa ini menjadi evaluasi dan catatan penting bagi kami dalam memastikan tata kelola safety pada seluruh lini operasi berjalan dengan maksimal melalui berbagai inisiatif perbaikan layanan yang akan terus kami optimalkan kedepannya,” ujar Irfan.

“Hal tersebut yang tentunya juga akan terus kami selaraskan dengan upaya evaluasi secara berkala atas  layanan operasional penerbangan sejalan dengan komitmen kami untuk senantiasa mengedepankan komitmen keselamatan dan keamanan penerbangan pada seluruh lini operasional layanan Garuda Indonesia,” tambahnya.

Baca juga: Hari Ini, 35 Tahun Lalu, Garuda Indonesia GA035 Jatuh di Medan Gegara Tabrak Antena TV

Hanya saja, terdapat perbedaan keterangan dari pihak Garuda Indonesia dengan cuitan penumpang di media sosial. Versi maskapai, pesawat belum pushback dan sebelum akhirnya diketahui adanya pintu kargo yang belum tertutup.

Sedangkan versi penumpang yang bersangkutan, ia menyebut pesawat sudah pushback dan siap taxiing. Redaksi KabarPenumpang.com sudah menanyakan langsung hal ini ke Irfan Setiaputra. Namun, ia memilih bungkam. “Itu saja ya (keterangan pers),” tutupnya.























Hawaiian Airlines Hadirkan Inflight WiFi Internet Satelit Starlink SpaceX, Jadi Maskapai Besar Pertama di Dunia

Hawaiian Airlines jadi maskapai besar pertama di dunia yang menghadirkan layanan WiFi onboard atau inflight WiFi dari internet berbasis satelit SpaceX, Starlink. Penumpang nantinya dapat menikmati layanan tersebut secara gratis di seluruh penerbangan dari dan ke Benua Amerika, Asia, dan Oseania. Hanya saja, tak disebutkan secara pasti kapan layanan ini bisa dinikmati penumpang.

Baca juga: JSX Airlines Jadi Maskapai Pertama Pakai Inflight WiFi Satelit Internet Starlink SpaceX

Layanan inflight WiFi internet satelit Starlink SpaceX maskapai terbesar di Hawaii tersebut akan hadir di banyak armada, seperti pesawat Airbus A330 dan A321neo, serta armada Boeing 787-9 Dreamliner.

Selain tiga armada itu, armada tua maskapai, Boeing 717, yang melayani penerbangan regional pendek antar Kepulauan Hawaii, juga akan dilengkapi internet satelit.

“Ketika kami meluncurkan dengan Starlink, kami akan memiliki pengalaman konektivitas terbaik yang tersedia di udara,” kata CEO Hawaiian Airlines, Peter Ingram.

“Para penumpang kami dapat menantikan Wi-Fi yang cepat, lancar, dan gratis untuk melengkapi keramahan Hawaii dalam pesawat kami yang telah memenangkan penghargaan,” tambahnya, dalam keterangan resmi maskapai.

“Hawaiian Airlines memastikan penumpangnya akan menikmati internet berkecepatan tinggi seperti yang kami harapkan di abad ke-21, membuat kerepotan seperti mengunduh film sebelum lepas landas adalah peninggalan masa lalu,” kata Wakil Presiden Penjualan Komersial Starlink SpaceX, Jonathan Hofeller.

“Dengan Starlink, pengalaman dalam penerbangan sangat disederhanakan sehingga begitu penumpang naik ke pesawat, internet bekerja dengan lancar selama penerbangan mereka,” jelasnya.

Dengan layanan inflight WiFi berbasis satelit Starlink SpaceX, penumpang sangat dimungkinkan untuk tetap melakukan berbagai aktivitas mereka bersama ponsel atau gawai layaknya di darat, seperti bermain games dengan kecepatan tinggi, berselancar di media sosial.

Menariknya, penumpang tidak perlu mendaftar terlebih dahulu, sebagaimana inflight WiFi yang saat ini ditawarkan maskapai global, untuk bisa menikmatinya.

Munculnya Hawaii Airlines sebagai maskapai besar atau maskapai komersial berjadwal pertama yang mengumumkan kerjasama hadirkan layanan inflight WiFi internet satelit Starlink SpaceX, sekaligus mematahkan prediksi banyak pihak yang menyebut Delta Airlines lah yang akan memulai layanan itu terlebih dahulu di penerbangan komersial berjadwal.

Baca juga: Keren, Tahun 2022 Pesawat Airbus Terhubung Internet Berbasis Satelit Berkecepatan 1,8 Gbps!

Sebelumnya, maskapai regional private regional asal Amerika Serikat, JetSuite X atau JSX (disebut juga sebagai BEJ) lebih dahulu mengmumkan kerjasamanya dengan SpaceX untuk menghadirkan layanan Inflight WiFi atau WiFi onboard, menjadikannya sebagai maskapai pertama yang menghadirkan layanan WiFi dalam penerbangan dari internet Starlink yang notabene berbasis satelit.

Dalam keterangannya yang dikutip New Atlas, maskapai yang menawarkan penerbangan point-to-point dari dan ke Arizona, California, Florida, Nevada, Texas, dan New York itu menyebut layanan inflight WiFi satelit Starlink SpaceX bisa dinikmati seluruh pelanggannya mulai akhir tahun ini, gratis.

Batik Air Tambah Airbus A320-200CEO AE V2500 Turbofans Pertama dan Umumkan Tahapan Pengaturan Pesawat di Lebaran 2022

Batik Air mengumumkan penambahan satu pesawat Airbus 320-200CEO (current engine option) beregistrasi PK-BKF. Pesawat jenis ini didukung IAE V2500, merupakan jenis mesin turbofan dua-poros high-bypass yang digunakan keluarga Airbus A320.

Airbus 320-200 PK-BKF melengkapi kekuatan armada yang saat ini dioperasikan Batik Air guna menjawab tren pasar penerbangan musim ramai (peak season) pada periode liburan dan Lebaran 2022.

Baca juga: Airbus A320 ‘Mini’ Terbang Perdana, Kembangkan Teknologi Bebas Emisi Pesawat 2050

Dan berikut tahapan perawatan dan pengaturan pesawat yang disampaikan manajemen Batik Air terkait kesiapan layanan pesawat di musim Mudik 2022.

1. Pengecekan Menyeluruh
Total 52 armada telah selesai menjalani pengecekan komponen pesawat dan dokumen (ramp check) sehingga mampu mempersiapkan kebutuhan pasar penerbangan kategori layanan premium service airlines. Secara konsisten menjalankan semua perawatan pesawat sesuai dengan program perawatan (approved maintenance program) secara berjadwal (schedule maintenance) dan tidak berjadwal (unscheduled maintenance).

2. Sirkulasi Udara
Proses pengecekan sistem sirkulasi udara pada kabin, termasuk HEPA (High Efficiency Particulate Air) filter yang digunakan sebagai alat penyaring sirkulasi udara di dalam pesawat. Ketika melakukan proses tersebut, petugas telah diberikan pengetahuan mengenai keselamatan dan telah melakukan tes kesehatan.

3. Sterilisasi dan Kebersihan Pesawat
Menyediakan dan melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku. Area detail mencakup ruang kokpit, toilet (lavatory), dapur (galley), kompartemen bagasi, meja lipat pada kursi, sandaran kursi, penutup kursi bagian kepala (head cover), penutup jendela dan dinding kabin, karpet dan ruang kargo di bagian bawah kabin pesawat

4. Rotasi Pesawat
Pengaturan pesawat berdasarkan rotasi (pergerakan) menurut frekuensi terbang, jam operasional dan dinamika pasar. Pesawat utama yang dioperasikan dan sebagai cadangan dikelola menurut bandar udara utama (hub), sebagai berikut:

· Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang (CGK)

· Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya (SUB)

· Bandar Udara Internasional Kualanamu Deli Serdang (KNO)

· Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam (BTH)

· Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar (DPS)

· Bandar Udara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan (BPN)

· Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar (UPG)

· Bandar Udara Internasional Sentani Jayapura (DJJ)

· Bandar Udara Internasional Dominie Eduard Osok Sorong (SOQ)

Baca juga: Cegah Kebisingan di Airbus A320, Lufthansa Beri Lubang Kecil di Bawah Sayap

Perawatan khusus untuk pesawat yang dipersiapkan sebagai cadangan (standby), sesuai ketentuan dari pembuat pesawat yang dikenal dengan prolong inspection.

Luncurkan QVerse, Qatar Airways Jadi Maskapai Global Pertama Hadir di Metaverse

Qatar Airways jadi maskapai global pertama di dunia yang memberikan pengalaman virtual reality (VR) bagi pelanggannya di Metaverse dengan meluncurkan QVerse. Selama berselancar di QVerse, penumpang akan dilayani oleh pramugari MetaHuman Qatar Airways -yang sangat mirip dengan pramugari asli- bernama ‘Sama’ yang berarti ‘Langit’ dalam bahasa Arab.

Baca juga: 10 Tren Teknologi yang Bakal Massif Digunakan Bandara dan Maskapai Dunia

Melalui QVerse, penumpang dapat secara virtual berkeliling dan menavigasi area Check-in Premium di Bandara Internasional Hamad (HIA), melihat-lihat interior kabin di seluruh armada maskapai, termasuk fasilitas di kelas bisnis Qsuite, kelas ekonomi, dan Personal Electronic Devices (PED) di seatback.

“Dengan batas-batas fisik yang mulai ditantang oleh metaverse dalam skala yang semakin besar, sangat menarik untuk merangkul teknologi yang memungkinkan semua penggemar perjalanan menikmati pengalaman imersif yang unik. pengalaman produk dan layanan kami yang memenangkan penghargaan,” kata CEO Qatar Airways, Akbar Al Baker.

“Status kami sebagai maskapai pertama yang memperkenalkan pramugari MetaHuman adalah bukti keinginan teguh kami untuk berinovasi dan menyenangkan pelanggan kami. Kami terus menantikan untuk mengadopsi dan memperkenalkan teknologi baru yang meningkatkan perjalanan lengkap penumpang kami,” tambahnya.

Pengalaman virtual reality (VR) di Metaverse tersebut dikembangkan menggunakan Unreal Engine Epic Games, alat pembuatan 3D real-time paling canggih di dunia, dan MetaHuman Creator, aplikasi berbasis cloud untuk menciptakan manusia digital dengan tingkat presisi tinggi.

Salah satu dari karakter 3D dalam QVerse Qatar Airways adalah ‘Sama’ yang berarti ‘Langit’ dalam bahasa Arab. Sama akan melayani penumpang tour keliling secara virtual. Meski virtual, namun tingkat kemiripannya dibuat setinggi mungkin untuk memberikan pengalaman baru kepada penumpang.

Metaverse memang diprediksi bakal menjadi tren baru di dunia penerbangan sepanjang tahun ini. Dalam gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2022 awal tahun lalu, Metaverse sangat mendominasi.

Metaverse sendiri adalah sebuah konsep dunia virtual di mana seseorang dapat membuat dan menjelajah dengan pengguna internet lainnya dalam bentuk avatar dirinya sendiri. Beberapa maskapai, bandara, termasuk produsen pesawat sudah mulai mengatur upaya untuk turut gabung di dalam dunia Metaverse.

Baca juga: 20 Bandara Angkasa Pura II Bakal Jadi Airport Metaverse, Sepert Apa?

Selain maskapai, bandara-bandara di dunia juga tengah bersiap menghadapi era Metaverse, termasuk bandara-bandara di Indondesia.

Pada bulan Februari lalu, 20 bandara di Indonesia yang dikelola Angkasa Pura (AP) II akan bertransformasi menjadi airport metaverse. Bandara-bandara tersebut nantinya akan memperkuat DROID (Digitally Ready for Operational and Infrastructure Development) dalam menghadapi perkembangan global.

Terungkap, Kecelakaan Pesawat A320 EgyptAir Gegara Pilot Merokok!

Teka-teki kecelakaan pesawat Airbus A320 EgyptAir pada 19 Mei 2016 akhirnya terungkap. Temuan tim ahli di Perancis menyebut kecelakaan disebabkan oleh kebarakan hebat pada kokpit dan menyebabkan pesawat hilang kendali dan jatuh di Laut Mediterania. Kebakaran terjadi akibat rokok milik salah seorang pilot yang akhirnya menyulut oksigen dari masker oksigen kru kokpit yang bocor.

Baca juga: 11 Kasus Misterius Dalam Dunia Penerbangan

Kecelakaan pesawat Airbus A320 EgyptAir flight MS804 pada tahun 2016 silam menyebabkan 66 orang -penumpang dan kru- tewas, termasuk 40 warga Mesir dan 15 warga Perancis.

Sebelum kecelakaan, pesawat dan penerbangan relatif lancar tanpa gangguan apapun. Pesawat diketahui lepas landas dari Bandara Charles de Gaulle pada 23.19. Pesawat dijadwalkan tiba di Kairo, Mesir pada pukul 03.15 waktu setempat.

Pada pukul 1.50 dini hari, pesawat melakukan final contact dengan petugas ATC. Di jam 02.26, petugas ground control fails mencoba kontak pesawat namun tak ada respon. Pukul 02.29, pesawat hilang dari radar -antara Kereta dan pantai utara Mesir- setelah melakukan dua manuver, manuver pertama 90 derajat ke kiri dan manuver kedua 360 derajat ke kanan.

Biro Penyelidikan dan Analisis untuk Keselamatan Penerbangan Sipil (BEA) Perancis awalnya, tak lama setelah kecelakaan itu, menduga kecelakaan ini terjadi akibat kegagalan mekanis.

Baca juga: Bagaimana Bisa Oksigen Tersedia di Kabin Pesawat Saat di Ketinggian 30 Ribu Kaki Lebih?

Namun, pada tahun 2018, laporan BEA menyebutkan kecelakaan terjadi akibat kebakaran di dalam pesawat. Dugaan ini berdasarkan bukti data dari black box (FDR dan CVR). Namun, ketika itu BEA tidak dapat menjelaskan bagaimana kebakaran bisa terjadi. Barulah pada laporan terbaru penyebab kebakaran dalam pesawat nahas itu terungkap.

Dalam salinan laporan setebal 134 halaman yang dilihat harian Italia Corriere della Sera, tim ahli menyimpulkan kebakaran terjadi akibat pilot merokok di kokpit.

Rokok tersebut kemudian menyulut oksigen dari masker oksigen pilot pilot-kopilot yang bocor dan terjadilah kebakaran. Kebocoran oksigen terekam dengan jelas di CVR berupa suara desisan. Automatic ACARS messaging system juga menandai adanya asap di pesawat.

Masker tersebut diketahui baru diganti tiga hari sebelum kecelakaan oleh tim maintenance EgyptAir. Entah kenapa, katup pelepasnya disetel ke posisi darurat. Dalam manual book Airbus, katup yang berada di posisi darurat (emergency) membuat sistem membiarkan oksigen bocor untuk ketersediaan oksigen di kabin dan kokpit.

Baca juga: EgyptAir Minta Maaf Terkait “Wawancara Palsu” Drew Barrymore di Majalah Penerbangan

Ini yang pada akhirnya menyebabkan oksigen menyebar ke sudut-sudut kokpit dan menyebabkan kebakaran usai dipantik api dari rokok. Ketika itu, merokok dalam kokpit memang belum dilarang oleh otoritas penerbangan sipil Mesir. Jadi, secara prosedur, pilot tak melanggar apapun.

Meski begitu, pihak berwenang Mesir menolak laporan tersebut. Sebaliknya, mereka tetap menduga kuat bahwa pesawat di bom oleh teroris. Dugaan ini berdasarkan temuan jejak bahan peledak pada korban tewas.

Insiden Kereta Api Lodaya Menemper Truk di Rewulu, Dirut KAI Angkat Bicara

Kereta api vs. truk terjadi Selasa malam kemarin membuat perjalanan KA lainnya terganggu antara petak Stasiun Patukan dengan Stasiun Rewulu. Perlintasan sebidang bernomor pos 719 di Jalan Mahakam, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta ini menggemparkan warga saat KA Lodaya (157C) menemper truk yang terjaadi pukul 19.43 WIB. Lokasi perlintasan yang dekat dengan sinyal masuk Stasiun Rewulu ini berada di kilometer 534+500.

Baca juga: Terobos Palang Pintu. Truk Nyeruduk Kereta Api Lokal Cepu di Perlintasan Lamongan, Begini Kronologinya 

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Supriyanto menjelaskan di perlintasan 719 truk yang mogok ditarik oleh kendaraan lain, kemudian tali penarik truk tersebut putus sehingga terjebak (di perlintasan). Tak lama kemudian datang KA Lodaya dari arah Yogyakarta kemudian menyebabkan KA Lodaya tertemper truk tersebut. Saat tabrakan ban truk sempat terlepas dan terseret oleh lokomotif sejauh 400 meter dan saat berhenti ban tersebut berada di kolong lokomotif.

Setelah kejadian truk terlempar beberapa ratus meter dan lokomotif pun alami kerusakan. Kerusakan lokomotif bernomor seri CC 206 15 06 (Depo Induk Bandung) ada pada bagian lampu kabut kanan dan kiri padam, cowhanger (bemper) lepas, traksi motor yang tersangkut velg truk sehingga lokomotif kehilangan daya tenaga. Evakuasi yang membutuhkan sekitar 2 jam ini selesai pada pukul 21.30 WIB dengan mengirim lokomotif pengganti dari Depo Lokomotif Yogyakarta untuk KA Lodaya agar bisa melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Ternyata Ada Alasan Lain Soal Penutupan Perlintasan Sebidang Kemayoran, Apa Itu?

Dari insiden tersebut yang tentu saja informasinya sampai pada tingkat pejabat khususnya direktur utama kereta api. Didiek Hartantyo selaku Dirut KAI pun angkat bicara dengan menyampaikan melalui cuitan di media sosial: “Malam ini terjadi lagi di perlintasan JPL719 Patukan-Rewulu, dump truk tertabrak KA Lodaya shg locomotive rusak & KA terlambat 136 menit. Saya himbau Pemerintah Pusat, Pemprov, Pemkot, dan Pemkab bertanggung jawab lindungi keselamatan warganya dgn bangun perlintasan tdk sebidang.” (PRAS – Cinta Kereta Api)

Balas Sanksi Barat, Irkut Tendang Mesin Pratt & Whitney dari Pesawat MC-21

Buntut dari perang Rusia dan Ukraina serta serangkaian sanksi Barat terhadap Rusia, Rosaviatsia, Adminstrasi Penerbangan Fenderal Rusia, mengumumkan Irkut MC-21 hanya akan tersedia dengan mesin Aviadvigatel PD-14 buatan perusahaan dalam negeri United Engine Corporation (UEC). Sebelumnya, MC-21 tersedia opsi mesin Pratt & Whitney PW1000G buatan Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Boeing 737 MAX ‘Tumbang’, Rusia Tantang Airbus A320neo Lewat MC-21

Invasi Rusia ke Ukraina mengundang sanksi ekonomi bertubi-tubi dari sekutu yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Di sektor dirgantara, sanksi meliputi hengkangnya Airbus-Boeing dalam memasok suku cadang dan dukungan teknis terhadap produk-produk mereka di Rusia. Selain itu, dua produsen pesawat terbesar di dunia itu juga batal mengirim pesawat baru dengan jumlah yang tak sedikit.

Dilansir The Guardian, sebanyak 332 pesawat Boeing dan 304 Airbus saat ini terdaftar dalam barisan armada maskapai-maskapai Rusia.

Meski pasokan suku cadang, perawatan, dan dukungan teknis untuk semua pesawat tersebut untuk sementara waktu di-stop Airbus-Boeing, namun, beberapa analis menduga itu tidak akan berdampak pada operasional maskapai dalam waktu dekat. Tentu dengan catatan, tidak ada kerusakan yang berarti.

Selain memaksimalkan pesawat Barat yang masih tersisa untuk penerbangan dalam negeri, Rusia juga mulai mendorong penuh produksi pesawat dalam negeri secara massal. Awal April lalu, salah satu BUMN dirgantara Negeri Beruang Merah, UAC, mengumumkan produksi massal pesawat Tu-214 untuk menggantikan narrowbody Boeing-Airbus.

Narrowbody buatan perusahaan dalam negeri Rusia lainnya juga digenjot, termasuk Irkut MC-21. Meski diembargo oleh Barat, namun, kemandirian sektor dirgantara Rusia tetap membuat progres terkait pengembangan MC-21. Terbukti, meski mesin tidak lagi dipasok Barat, mesin buatan dalam negeri siap menggantikan.

“Tak lama setelah dimulainya operasi militer di Ukraina, Barat menghentikan pengiriman avionik dan mesin aero untuk jenis pesawat terbaru kami. Oleh karena itu, kami perlu mempercepat upaya substitusi impor untuk menghasilkan item vendor utama secara lokal,” kata Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov, seperti dikutip dari AIN Online.

Selain memaksimalkan potensi perusahaan dalam negeri, Borisov juga mengungkapkan pihaknya mencari alternatif impor suku cadang dan avionik ke negara-negara yang belum memberlakukan sanksi, seperti Cina, India, Brasil, dan beberapa negara Timur Tengah.

Saat ini, MC-21-310 disebut akan diganti 20 persen komponennya dengan komponen dari negara-negara tersebut. Adapun MC-21-300 mencapai 40-50 persen komponen yang harus diganti dari sebelumnya menggunakan produk-produk Barat menjadi produk-produk negara yang bersahabat dengan Rusia.

Baca juga: Kenapa Sayap Komposit Irkut MC-21 Buatan Rusia Jadi yang Pertama di Dunia?

Miliaran Rubel sudah dikeluarkan UAC untuk mempercepat produksi massal MC-21. Bila tak ada aral melintang, produksi pesawat pertama Irkut MC-21 akan rampung pada dua – tiga tahun mendatang.

Meski begitu, Rosaviatsia menyebut akhir musim panas tahun ini, dua pesawat MC-21-300 akan memasuki layanan bersama maskapai, salah satunya Rossiya Russian Airlines. Namun, bukan untuk beroperasi secara komersial mengangkut penumpang, melainkan uji coba untuk pilot dan pramugari.

Sebelum Gunakan Roof Box Untuk Angkut Barang, Jangan Lupa Perhatikan Hal Ini

Presiden Joko Widodo memperbolehkan masyarakat untuk mudik Lebaran di tahun 2022 ini setelah dua tahun lalu dilarang karena penularan Covid yang masih tinggi. Karena itu, pastinya banyak pemudik yang akan membawa banyak barang sebagai buah tangan atau oleh-oleh yang akan diberikan kepada keluarga dan sanak saudara di kampung halaman.

Baca juga: H-10 Lebaran, 66 ribu Orang Mudik dengan Kereta Api

Dalam perjalanan pulang, bagi mereka yang menggunakan mobil pribadi, biasanya akan menambahkan roof box di atap mobil mereka. Namun, dalam pemasangan ini tidak boleh sembarangan agar tetap aman selama perjalanan. Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, berikut ini cara memasang roof box di atap mobil agar terhindar dari tilang.

1. Mobil punya roof rail
Roof box tidak bisa diletakkan begitu saja di atap karena dapat merusak serta tidak memiliki pengangan yang kuat. Untuk itu roof rail yang berupa rel membujur tempat memasak roof rack sebagai tempat meletakkan roof box. Roof rack merupakan struktur alas sebagai dudukan roof box. Pilih roof rack yang kokoh dan memiliki dudukan yang kuat serta mudah dibongkar-pasang.

2. Roof box sesuai kebutuhan
Sebagai tempat penyimpanan barang, pilih roof box sesuai kebutuhan dengan kapasitas yang memadai tapi tidak terlalu besar. Ini karena dapat mempengaruhi aerodinamika dan titik keseimbangan mobil.

3. Beban angkut
Pengendara wajib tahu tentang batasan berat yang bisa diterima atap mobil. Hal ini dikarenakan setiap mobil memiliki kemampuan menahan berat yang berbeda-beda. Maka, pengendara harus memastikan roof boxnya tidak melebihi kapasitas berat yang bisa diterima atap mobil. Biasanya rata-rata kemampuan atap mobil untuk menahan berat adalah sekitar 70 kg-90 kg.

4. Gaya pengemudi di jalan
Adanya roof box di atap mobil, akan mengubah aerodinamika dan pusat gravitasi serta menambah berat keseluruhan mobil. Biasanya mobil akan terasa berat, limbung dan sulit dikendalikan. Jadi, pengendara harus melakukan adaptasi saat mulai berjalan dan berkendara secara halus serta tenang. Tak lupa jaga jarak pengereman.

Baca juga: Menyambut Lebaran 2022, Lokomotif Pasangi Stiker Gambar Ketupat dan Bedug

5. Hati-hati portal gerbang tol Cipularang otomatis
Ukur tinggi maksimal mobil setelah dipasang roof box. Pastikan aman dan dapat melewati portal gerbang tol otomatis (GTO) khusus mobil penumpang. Jika tidak bisa, artinya pengguna wajib melalui GTO tanpa portal. Termasuk pula ketika melewati portal yang ada di kawasan wisata dan perumahan. Sebagai pengingat, pengguna dapat memasang stiker atau peringatan bahwa mobil membawa roof box yang bisa diletakkan di area kokpit pengemudi.

Berusia 150 Tahun, Japan Railways Jual Set Binder Berisi 4.368 Seharga Rp78 Juta

Tahun 2022, Japan Railways (JR) akan memperingati 150 tahun pembukaan jalur kereta api pertamanya di Jepang. Perjalanan kereta pertama yang dimulai pada 14 Oktober 1872 silam yakni melintas dari Stasiun Shimbashi menuju ke Stasiun Yokohama.

Baca juga: Kereta Shinkansen Jepang Hadirkan Tiket Kereta Elektronik

Untuk peringatan ini, JR menawarkan satu set binder edisi terbatas yang penuh dengan tiket masuk dari semua stasiun di Jepang. Ada enam binder yang berisi sebanyak 4.368 tiket dari semua stasiun Jepang dan dijual seharga 700 ribu Yen atau sekitar Rp78 juta.

Dikatakan terbatas, karena binder ini hanya ada 250 set, sehingga para otaku (penggemar fanatik) kereta yang serius bisa mulai mendaftar karena penjualan akan dimulai 16 Mei. Meski begitu binder akan mulai dikirimkan mulai 14 Oktober.

KabarPenumpang.com melansir soranews24.com (23/4/2022), tiket ini tidak hanya untuk dipajang, sehingga para otaku bisa menggunakan 4.368 tiket itu sebagai tiket reguler. Tiket-tiket itu akan berlaku hingga 31 Maret 2023 mendatang, jadi siapa pun yang berencana pada penggunaan semua tiket akan memiliki jendela waktu yang sangat terbatas untuk dapat mengunjungi setiap stasiun yang tersedia.

Sementara 700 ribu yen tampak seperti harga yang lumayan untuk binder yang diisi dengan tiket kereta api, mengingat harga tiket masuk JR reguler berkisar dari 130 yen hingga 200 yen, harganya kurang lebih sama dengan membeli setiap 4.368 yen. Tetap saja, itu tidak menghentikan netizen Jepang untuk melakukan pengambilan ganda ketika mereka melihat harganya.

“Itu adalah jumlah uang yang mengejutkan untuk diberikan pada beberapa tiket!” kata seorang penggemar

“Jika ini tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, saya akan mempertimbangkannya,” penggemar lain menimpali.

“Sebagai penggemar kereta api, saya sangat menyukai ini, tetapi 700 ribu yen terlalu banyak untuk siswa sekolah menengah pertama seperti saya …,” kata seorang pelajar yang juga otaku kereta.

Bahkan ada penggemar yang mengatakan, dia akan membeli dan menjualnya lebih mahal. Sedangkan penumpang biasa yang bukan penggemar mengaku tidak tertarik dan itu dikatannya adalah hal gila. Dia juga mengatakan, meski begitu, set binder pasti akan segera terjual habis karena banyak penggemar kereta api.

Baca juga: Jaringan Kereta Api Jepang; Modern Tapi Sistem Tiketnya Ribet!

Siapapun yang cukup beruntung untuk mendapatkan salah satu dari 250 set binder dan ingin mencoba tur penuh semua stasiun JR dengan pembelian baru mereka harus diingat bahwa tiket adalah tiket masuk ke stasiun saja. Anda harus menyisihkan sejumlah uang untuk tarif sebenarnya jika Anda berencana untuk naik kereta api dan berkeliling Jepang dengan binder baru Anda, tetapi jika tidak, masih banyak hal keren yang dapat Anda lihat di dalam JR stasiun kereta api di seluruh negeri.

Auckland Gunakan Ferry Listrik Mulai Tahun 2024

Kapal ferry bertenaga listrik sebentar lagi akan digunakan oleh penumpang di Auckland. Bahkan pemerintah Selandia Baru sudah mengumumkannya sejak hari ini, Selasa (26/4/2022). Sebab dalam dua tahun ke depan yakni di tahun 2024, warga Auckland bisa menyeberangi pelabuhan dengan salah satu dari dua kapal ferry listrik tersebut.

Baca juga: Sungai Chao Phraya di Bangkok Kini Dilayani Kapal Ferry Bertenaga Listrik

Menteri Energi dan Sumber Daya Megan Woods mengatakan, ferry bertenaga listrik ini menjanjikan perjalanan yang lebih tenang. Selain itu, juga mengurangi polusi yang dihasilkan dari pembuangan mesin, sehingga bisa lebih bersih ketika melintasi layanan utama dalam dan pelabuhan tengah kota.

KabarPenumpang.com melansir dari laman 1news.co.nz (26/4/2022), ferry yang terbuat dari serat karbon tersebut dikembangkan oleh perusahaan EV Maritime yang berbasis di Auckland. Kapal ferry itu bisa melaju dengan kecepatan tertinggi sama seperti ferry berbahan bakar diesel modern yakni pada 25 knot. Tak hanya itu, ferry bertenaga listrik baru memiliki jangkaian 40 kilometer dan masing-masing dapat membawa 200 orang.

“Ferry hari ini menyumbang sekitar 20 persen dari emisi transportasi umum Auckland,” kata Woods.

Woods menambahkan, ferry listrik dijanjikan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, dengan setiap ferry listrik akan menghilangkan sekitar seribu ton emisi karbon setiap tahunnya. Nantinya kedua ferry listrik akan dioperasikan oleh Auckland Transport.

Operator diharapkan untuk mendanai infrastruktur pengisian di dermaga. Ini adalah sesuatu yang telah dikerjakan dengan perusahaan energi vector. Auckland Transport mengatakan, kedua ferry itu dapat membuka jalan bagi elektrifikasi lebih lanjut di masa depan.

Wood mengatakan Auckland Transport akan menerima hibah $27 juta dari Pemerintah, yang akan membayar sekitar tiga perempat dari biaya pembangunan dua ferry. Dana tersebut berasal dari dana pemulihan Covid-19.

Baca juga: E-Ferry Ellen Gunakan Sepenuhnya Tenaga Listrik dan Lebih Irit Ketimbang Ferry Diesel

Itu terjadi setelah Auckland melanjutkan proses transisi busnya dari diesel, dengan Auckland Transport berharap bisa memiliki armada bus bebas emisi pada tahun 2030 jika mendapat cukup dana. Layanan kereta komuter kota sebagian besar sudah menggunakan listrik.