Putin Balas Sanksi Barat, Pesawat Milik Lessor Asing Senilai Rp143 Triliun Resmi Jadi Milik Rusia!

Presiden Rusia Vladimir Putin membalas sanksi Barat. Baru-baru ini, ia telah mengesahkan undang-undang baru yang mempersulit lessor atau leasing pesawat asing merebut kembali pesawat dari tangan maskapai-maskapai Rusia. Lessor masih mempunyai waktu sampai tanggal 28 Maret sebelum UU berlaku. Jika tidak, seluruh pesawat-pesawat mereka resmi jatuh ke tangan Rusia.

Baca juga: Takut Pesawat Disita Lessor di Luar Negeri, Maskapai Rusia Hanya Operasikan Penerbangan Domestik

Selain itu, undang-undang baru tersebut juga mewajibkan setiap pesawat-pesawat asing yang dioperasikan maskapai-maskapai Rusia untuk didaftarkan atau diregistrasi di Rusia. Ini bertujuan “untuk memastikan fungsi kegiatan yang tidak terganggu di bidang penerbangan sipil”.

Sebelumnya, maskapai-maskapai Rusia masih bisa meregistrasi pesawat yang dioperasikannya di luar negeri. Aeroflot, maskapai nasional Rusia, diketahui banyak meregistrasi pesawat mereka di Bermuda.

Undang-undang baru tersebut tentu saja adalah sanksi balasan terhadap Barat. Lebih spesifik lagi, aturan tersebut lahir setelah Irlandia dan Bermuda, negara favorit lessor seluruh dunia meregistrasi pesawat, mengumumkan penangguhan sertifikat kelaikan udara (AOC) seluruh pesawat yang dioperasikan maskapai-maskapai Rusia.

Karenanya, dengan ditandatanganinya UU baru tersebut oleh Putin, seluruh maskapai Rusia telah dilindungi payung hukum untuk mengoperasikan pesawat yang ‘tidak laik’ terbang tersebut akibat AOC-nya dicabut oleh negara tempat pesawat tersebut diregistrasi, sekalipun hanya bisa terbang di dalam negeri dan beberapa negara bekas pecahan Uni Soviet saja.

Menurut analisis Theo Leggett, pengamat penerbangan yang juga BBC International Business Correspondent, usai Barat menutup ruang udaranya dan meminta pesawat dikembalikan ke lessor, praktis, mereka tak punya apa-apa lagi dan tidak bisa beroperasi.

Menurut Cirium, 980 pesawat komersial yang ada di Rusia, 515 di antaranya adalah pesawat sewaan dari berbagai lessor asing, seperti AerCap dan SMBC Aviation Capital yang berbasis di Irlandia. Mayoritas dari pesawat-pesawat tersebut adalah Airbus A320 dan Boeing 737.

Dengan ‘mencuri’ atau menasionalisasi pesawat-pesawat tersebut, maskapai-maskapai Rusia untuk sementara waktu bisa memperpanjang napas, memanfaatkan luasnya wilayah Federasi Rusia, meskipun jumlah penduduknya tergolong sedikit.

Baca juga: Boeing-Airbus Stop Suku Cadang, Rusia Bakal ‘Rampas’ Semua Pesawat Asing dari Lessor?

Meski begitu, Theo menekankan, dalam waktu dekat, mundurnya Boeing dan Airbus untuk memasok suku cadang dan dukungan teknis pesawat mungkin tidak memiliki implikasi apapun. Begitu juga saat pesawat satu per satu mengalami kerusakan, itu bisa saja dikanibal menggunakan suku cadang pesawat lain atau memproduksinya sendiri melalui perusahaan dalam negeri atau perusahaan lain di luar negeri.

Akan tetapi, bila itu terjadi, keamanan pesawat mesti dipertanyakan karena sudah tidak sesuai dengan standar pabrikan.
























Garuda Indonesia Mulai Berangkatkan Jamaah Umrah dari Surabaya Tanpa Transit

Garuda Indonesia pada Selasa (15/3) kembali melayani penerbangan umrah bagi jamaah asal Indonesia yang berada di Jawa Timur dan sekitarnya seiring dengan telah dibukanya kembali bandara internasional Juanda untuk perjalanan luar negeri, termasuk untuk penerbangan Umrah. Adapun pada penerbangan perdana Umrah dari Surabaya ini, Garuda Indonesia mengangkut sedikitnya 220 calon jemaah umrah melalui penerbangan langsung tanpa transit rute Surabaya – Madinah.

Baca juga: Arab Saudi Lockdown Gegara Virus Corona Jenis Baru! Ibadah Umrah Ditangguhkan

Penerbangan umrah dari Surabaya ini melengkapi layanan penerbangan Umrah yang dilayani melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta yang sebelumnya telah dibuka kembali pada bulan Januari lalu. Adapun penerbangan umrah dari Surabaya ini akan dilayani satu kali setiap dua minggu dengan menggunakan armada Airbus A330-300 dengan kapasitas 24 penumpang kelas bisnis dan 263 penumpang kelas ekonomi.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa dilayaninya penerbangan umrah dari Surabaya ini diharapkan dapat memberikan pilihan yang lebih beragam bagi calon jemaah umrah untuk berangkat melaksanakan ibadah di tanah suci tanpa melalui transit terlebih dahulu di Jakarta. “Kedepannya kami akan terus memaksimalkan peluang pengembangan jaringan penerbangan langsung untuk layanan umrah dari berbagai wilayah keberangkatan lainnya asal jamaah umrah sehingga aksesibilitas layanan penerbangan umrah akan semakin seamless melalui penerbangan tanpa transit menuju tanah suci,” ujar Irfan.

Baca juga: Menteri Agama Tiadakan Haji, Garuda Indonesia ‘Paling Kecil’ Rugi Rp3,3 Triliun

Dengan dioperasikannya penerbangan umrah dari Surabaya ini, saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan sedikitnya 9 (Sembilan) penerbangan ke Tanah Suci yang dilayani melaui 2 (dua) kota besar yaitu Jakarta dan Surabaya.

Pekerja Bandara di Jerman Mogok Massal Akibat Perang Rusia-Ukraina, Penerbangan Kacau

Mogok massal serikat pekerja bandara di Jerman, Verdi, membuat industri penerbangan di negara tersebut kalang kabut. Penundaan dan pembatalan penerbangan besar-besar pun tak terhindarkan. Sampai saat ini, mogok massal masih berlajut seiring dengan proses negosiasi kenaikan gaji dan turunannya yang juga masih berlangsung.

Baca juga: Staf Keamanan Mogok Kerja, Delapan Bandara Jerman Ditutup

Dilansir DW, serikat pekerja bandara yang melakukan mogok massal berasal dari berbagai sektor di industri penerbangan, seperti petugas check-in konter, petugas kargo, petugas keamanan bandara atau Avsec, dan banyak lagi. Tak heran bila sistem operasional bandara dan penerbangan lumpuh dibuatnya.

Lumpuhnya sistem operasional bandara dan penerbangan terjadi di hampir seluruh bandara besar Jerman, seperti Bandara Berlin, Bandara Düsseldorf, Bandara Bremen, Bandara Hanover, Bandara Leipzig, Bandara Munich, dan Bandara Cologne/Bonn.

Pada hari ini, serikat pekerja bandara di Frankfurt turut bergabung, menambah kekacauan industri penerbangan di Jerman. Sebagai bandara tersibuk dan terbesar di Jerman, Bandara Frankfurt bak urat nadi bagi arus keluar masuk Jerman.

Akibat serikat pekerja bandara mogok massal, sedikitnya 160 penerbangan dibatalkan di Bandara Düsseldorf pada 14 Maret lalu. Demikian juga di Bandara Cologne/Bonn 94 penerbangan dibatalkan. Di Berlin, tidak diketahui berapa banyak penerbangan yang dibatalkan. Yang pasti, penumpang banyak yang terlantar.

Menariknya, pekerja bandara di seantero Jerman itu menuntut kenaikan gaji lantaran kondisi saat ini kian sulit. Mereka mengklaim biaya hidup di Jerman meningkatan akibat pandemi virus Corona dan perang Rusia-Ukraina sejak 24 Februari 2022 lalu, disamping beban kerja yang juga meningkat. Karenanya, pekerja bandara meminta kenaikan gaji setidaknya €1 (US$1,10) per jam.

Negosiasi lebih lanjut telah dijadwalkan pada hari Rabu dan Kamis mendatang. Selama negosiasi belum ada kata sepakat, mogok massal akan terus berlanjut dan industri penerbangan di Jerman membuat ribuan penumpang terlantar.

“Kami menghormati hak karyawan penyedia layanan keamanan untuk mogok. Namun, kami tidak bersimpati dengan pemogokan menyeluruh yang dilakukan dan berdampak kepada penumpang. Kami mengimbau kepada mitra perundingan bersama untuk kembali berunding di meja untuk menemukan solusi damai bersama-sama,” tulis Fraport, operator Bandara Frankfurt, dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Perusahaan Jerman Rancang Kursi Penumpang dan Pilot yang Dilengkapi Sensor Detak Jantung

Ini bukan kali pertama serikat pekerja bandara di Jerman mogok massal. Pada tahun 2019, staf keamanan beberapa bandara di Jerman juga melakukan mogok massal dan menyebabkan 600 penerbangan dibatalkan. Tuntutannya masih sama, kenaikan gaji.

Di tahun 2018 pun demikian. Mogok massal serikat pekerja bandara dan pekerja publik lainnya membuat penerbangan sempat kacau. Tuntutannya sama dengan hari ini, kenaikan upah.
























30 Tahun Beroperasi, Kereta Shinkansen “Nozomi” Layani 1,3 Miliar Penumpang

Kereta Shinkansen di Jepang memiliki umur yang cukup panjang dan salah satunya adalah Nozomi. Kereta ini adalah yang tercepat di jalur Tokaido Shinkansen dan sudah meluncur selama 30 tahun, yaitu sejak Maret 1992 silam.

Baca juga: “Doctor Yellow” – Kereta Inspeksi di Jalur Shinkansen

Kereta Shinkansen Nozomi selama ini sudah mengangkut penumpang dengan jumlah kumulatif mencapai sekitar 1,3 miliar orang. KabarPenumpang.com melansir laman japantimes.co.jp (14/03/2022), layanan kereta superexpress tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan menghubungkan Stasiun Tokyo dengan Stasiun Shin-Osaka dalam waktu 2,5 jam.

Pada generasi pertamanya, Nozomi melaju dengan kecepatan maksimum 270 km per jam. Dengan kecepatan tersebut, membuat perjalanan dari Tokyo ke Shin-Osaka dipersingkat 19 menit. Ini lebih cepat dibandingkan dengan kereta shinkansen Hikari yang memulai debutnya lebih awal dari Nozomi.

Shinkansen Nozomi dioperasikan oleh Central Japan Railway Company (JR Central) bersama dengan layanan kereta cepat Tokaido Shinkansen lainnya. Di mana JR Central sendiri menjadi operator yang menarik perhatian sebagian besar pelancong bisnis dan mempublikasikannya melalui tagline, “Dengan kereta Nozomi, Anda dapat meninggalkan Tokyo di pagi hari dan pergi ke pertemuan mulai jam 9 pagi di Osaka.”

Ternyata di tahun 1993, kereta Nozomi sempat beroperasi di Sanyo Shinkansen di Jepang barat yang dioperasikan oleh JR West. Pada awal debutnya, kereta Nozomi hanya melakukan dua kali perjalan pergi dan pulang per harinya.

Kemudian jadwalnya direvisi tahun 2003 ketika platform shinkansen dibuka di Stasiun Shinagawa di Tokyo. Yang selanjutnya memungkinkan layanan Nozomi untuk membuat lompatan lebih jauh ke depan.

Berdasarkan dari jadwal yang direvisi, jumlah harian kereta Nozomi yang dioperasikan jumlahnya melebihi kereta Hikari. Tak hanya itu, kereta Nozomi pun ditingkatkan baik gerbong dan rekayasa lainnya, sehingga membuat kereta ini melaju dengan kecepatan 285 km per jam.

Baca juga: JR East Uji Coba Layanan “Gerbong Kantor” di Kereta Cepat Shinkansen

Dengan kecepatan tersebut, maka waktu tempuh dari Tokyo ke Shin-Osaka telah dipersingkat menjadi 2 jam 21 menit. Bahkan jumlah maksimum kereta Nozomi yang dapat dioperasikan per jam meningkat menjadi 12. Karena pandemi, jumlah penumpang kereta Nozomi kemudian turun selama dua tahun terakhir.

“Kami akan terus mengejar fitur (layanan Nozomi) keamanan, akurasi dan kenyamanan,” kata Presiden JR Central Shin Kaneko.

Makin Panas, Belanda-Australia Tuntut Rusia ke ICAO Gegara Tembak Jatuh Pesawat Sipil MH17!

Rusia bakal menghadapi sanksi lain akibat jatuhnya Boeing 777-200ER Malaysia Airlines MH17 di dekat Desa Hrabove, Donetsk, Ukraina, 17 Juli 2014 silam. Belum lama ini Belanda dan Australia menuntut negara yang dipimpin Vladimir Putin itu ke Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dengan tuduhan sebagai dalang jatuhnya pesawat.

Baca juga: Hasil Rekonstruksi MH17: Penumpang Punya Cukup Waktu untuk Kenakan Masker Oksigen

Kedua negara (Belanda dan Australia) dalam waktu dekat akan membeberkan bukti-bukti keterlibatan Rusia dalam insiden tersebut.

Disebutkan, pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines MH17 jatuh di wilayah yang dikuasai separatis yang didukung Rusia, usai terkena rudal surface-to-air Buk-TELAR. Sistem rudal itu diklaim di tempatkan di tempat kejadian tepat di tanggal 17 Juli 2014 atau di hari yang sama dimana pesawat jatuh.

Kedua pemerintah negara tersebut mamaparkan, rudal tersebut ditembakkan oleh Brigade Militer Anti-Pesawat ke-53 Federasi Rusia dan didampingi oleh kru militer Rusia yang terlatih atau seseorang yang memiliki kuasa penuh untuk memberikan instruksi dan sebagainya sebelum rudal ditembak.

Usai menjatuhkan pesawat, sistem rudal buatan Rusia itu dibawa kembali ke Federasi Rusia dengan maksud menghilangka jejak.

Belanda dan Australia menjadi pihak yang paling ngotot menuntut Rusia dikarenakan warganya banyak yang menjadi korban.

Dalam manifes penumpang yang dilansir Wall Street Journal, pesawat memuat 298 penumpang, dimana 80 di antaranya adalah anak-anak, dari 10 negara.

Rinciannya, 196 warga Belanda, 43 warga negara Malaysia, 38 warga Australia, 12 warga negara Indonesia, 10 warga Inggris, empat warga Belgia, empat warga Jerman, tiga warga Filipina, satu warga Selandia Baru dan satu warga negara Kanada.

Belanda dan Australia sebetulnya tidak mengharapkan Rusia mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk ganti rugi, melainkan hanya berharap Rusia meminta maaf kepada keluarga korban secara tulus.

“Pemerintah akan terus melakukan segala daya dan upaya untuk meminta Rusia bertanggung jawab atas jatuhnya flight MH17 dan menegakkan ketertiban hukum internasional,” kata menteri luar negeri Belanda, Wopke Hoekstra.

“Kami tidak bisa dan tidak akan membiarkan tewasnya 298 orang, termasuk 196 warga negara Belanda, dibiarkan begitu saja. Peristiwa terkini di Ukraina menggarisbawahi pentingnya hal ini,” lanjutnya.

“Pada Oktober 2020, Rusia secara sepihak menarik diri dari negosiasi dengan Australia dan Belanda terkait jatuhnya Penerbangan MH17 dan menolak untuk kembali ke meja perundingan meskipun telah berulang kali diminta oleh Australia dan Belanda,” ujar Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, dalam sebuah pernyataan.

“Penolakan Federasi Rusia untuk bertanggung jawab atas perannya dalam jatuhnya Penerbangan MH17 tidak dapat diterima, dan Pemerintah Australia selalu mengatakan bahwa itu tidak akan mengecualikan opsi hukum apa pun dalam mengejar keadilan kami,” tambahnya, seperti dikutip dari Simple Flying.

Baca juga: Sama-sama Jatuh Dirudal, Inilah Persamaan dan Perbedaan Insiden Malaysia Airlines MH17 dan Ukraine International PS752

Andai Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), yang notabene badan resmi di bawah PBB untuk mengatur wilayah udara dan aturan tentang penerbangan global, memutuskan Rusia bersalah, dengan sederet fakta yang diungkap Belanda dan Australia, mereka mungkin tidak bisa memaksa Rusia mengeluarkan uang untuk ganti rugi.

Namun, ICAO sangat bisa untuk membuat industri dirgantara Rusia makin suram di masa mendatang, jika tidak mau kembali berunding menyelesaikan hal tersebut.
























Punya Panjang 30,5 Meter, Sedan ini Bisa Angkut 75 Orang, Dilengkapi Kolam Renang serta Heliped

American Dream adalah mobil (sedan) terpanjang di dunia sempat teronggok tak terpakai dan berkarat di belakang gudang New Jersey selama bertahun-tahun. Padahal dulunya digunakan dalam beberapa penampilan film.

Baca juga: Mampu Angkut 250 Penumpang, BYD Automobile Luncurkan Bus Listrik Terpanjang di Dunia

Hingga akhirnya mobil terpanjang di dunia itu dijual sejak 2019 lalu kepada pemiliknya saat ini, Michael Dezer. Karena memiliki Museum Mobil dan objek wisata Dezerland Park di Orlando, Florida, Dezer kemudian memiliki keahlian untuk membangun kembali Dream.

Bukan mobil untuk dikendarai jika Anda tidak punya banyak teman. Foto: Guinness Book of Records

KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (10/3/2022), mobil ini saat diperbaiki menghabiskan biaya US$250 ribu dan memakan waktu pembangunannya kembali selama tiga tahun. Dezer mengatakan, kabinnya benar-benar hancur sehigga dia memotong dan menggantinya dari mobil lain.

Tak hanya itu, dirinya juga mengganti seluruh drive train. Bahkan dalam proses pembangunannya kembali, Dezer memastikan untuk menambahkan satu setengah inci panjangnya dan memungkinkan mendapatkan kembali Rekor Dunia Guinneess untuk mobil terpanjang.

Interior yang luas dan terbentang ke belakang, membuat Dream mampu menampung hingga 75 orang. Mobil ini juga dilengkapi dengan kolam renang built in, memiliki papan loncat sendiri serta sebuah helipad di ujung mobil yang mampu menopang berat sampai 2.270 kg.

Keunikan lainnya, Dezer memasang bendera Amerika di bagian depan mobil. Meski begitu, nyatanya Dezer tidak memiliki rencana untuk melajukan Dream kembali ke jalanan alias hanya akan berada di museum dan menjadi daya tarik pengunjung.

Dalam sebuah video, terlihat helikopter kecil yang mendarat di atas mobil. American Dream yang saat ini memiliki panjang seratus kaki atau sekitar 30,5 meter. Awalnya dibangun di California sekitar tahun 1986 oleh Jay Ohrberg dan dari serangkaian limusin Cadillac Eldorado, American Dream awalnya memiliki panjang 18,3 meter dengan 26 roda, mesin V8 di depan dan V8 lain di belakang.

Baca juga: Bus Listrik Terpanjang Akan beroperasi di Denmark

Dengan cepat memahami kesalahan jalannya, Ohrberg kemudian memperpanjangnya hingga 100 kaki, meletakkan engsel di tengah untuk memberinya kesempatan untuk berbelok.

Bus Toilet di India Hadir dengan Air Panas dan Ruang Menyusui, Jadi Buruan Pelancong Wanita

Ketika banyak yang mengatakan India itu negara yang jorok, ternyata pada akhir Januari kemarin sebuah bus direnovasi menjadi sebuah toilet untuk pelancong. Bus ini langsung menjadi pusat perhatian di Sonajhuri haat di daerah pusat kerajinana di jalan Bolpur Santiniketan di Benggala Barat, India.

Baca juga: Sulap Bus Reyot, Ecotact Hadirkan Bus Toilet Berfasilitas Lengkap!

Dirangkum KabarPenumpang.com dari livemint.com (1/3/2022), proyek percntohan tersebut merupakan hasil dari nota kesepahaman antara kelompoh swadaya (SHG), Bolpur Mahila Mahasangha, dan startup berbasis Raipur yakni Eloo. Proyek ini telah dikerjakan sejak November dan kemungkinan akan diresmikan secara resmi pada awal Maret, segera setelah pemilihan kota.

Bagian wanita di bus memiliki tiga kamar kecil dan satu ruang menyusui/ganti pakaian. Ada juga “bagian netral gender”. Foto: Diptendu Roy

Di bagian toilet untuk wanita, ada tiga bilik dan satu ruang menyusui atau ganti pakaian. Ada pula di bus toilet ini area kamar mandi dan fasilitas air panas. Di bagian depan, ada pantry yang menawarkan air kemasan dan minuman ringan serta ruang ATM. Jika ada perluasan proyek nantinya akan ditentukan dari respon lainnya.

Sebagai catatan, pada tahun 2016, aktivis yang berbasis di Bengaluru N.V. Vasudeva Sharma memulai petisi di Change.org untuk menuntut toilet jalan raya yang bersih bagi perempuan. Petisi ditutup setelah mengumpulkan 218.003 pendukung.

Sebuah survei online tahun 2019 oleh organisasi pemberdayaan wanita Pinkishe dan perusahaan kebersihan wanita, Sanfe menyatakan bahwa 90 persen wanita menemukan “kamar kecil umum di lingkungan luar, baik itu tempat kerja, pusat perbelanjaan atau hotel, tidak bersih atau tidak cocok untuk digunakan di lingkungan luar negara”. Bahkan kebanyakan menghindari toilet umum.

“Saya takut perjalanan jauh sekarang. Saya tidak tahan menggunakan kamar kecil kotor di pompa bensin di jalan raya. Sebagian besar perjalanan berakhir dengan kram perut yang parah dan saya juga menderita infeksi bakteri akibat menahan kencing,” kata Debjani Mazumdar, seorang profesional komunikasi yang berbasis di Kolkata.

Baca juga: Bus Tua Bekas Layanan Kereta Api Selandia Baru Diubah Jadi Rumah Berjalan

Ini dirasakan para pelancong dan tidak ada toilet untuk mengeluarkan hasrat itu. Karena masalah ini para pelancong tidak makan atau minum di jalan karena tidak ada toilet bersih.

Emirates Canangkan Rute Dubai – Denpasar per 1 Mei 2022, Tiket Mulai Rp13,4 Juta PP

Bali sudah dibuka untuk penerbangan komersial internasional dengan membawa ribuan pelancong. Dengan pembukaan kembali Pulau Dewata, Emirates pun mulai pasang kuda-kuda untuk melayani rute ke Denpasar. Kabar terakhir, maskapai berbasis di Dubai tersebut sudah membuka pemesanan untuk penerbangan ke Bali

Baca juga: Dua Juta Turis Australia Bakal Padati Bali Usai Penerbangan Perdana Jetstar Setelah 2 Tahun

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman whatson.ae (14/3/2022), meski sudah memesan rute Dubai ke Denpasar mulai 1 Mei 2022, tetapi Emirates belum mengumumkan secara resmi penerbangan langsung ke Balinya. Untuk diketahui, saat ini Emirates sudah menawarkan lima penerbangan mingguan dari Dubai ke Denpasar.

Penerbangan dari Dubai akan berangkat pukul 09.10 waktu Dubai dan tiba di di Denpasar pukul 22.20 waktu Bali. Sedangkan penerbangan dari Denpasar pukul 12.05 waktu Bali dan mendarat di Dubai pukul 05.10 waktu setempat. Untuk perjalanan tersebut, harga tiketnya untuk pulang pergi mulai dari Dhs3,455 atau sekitar Rp13,4 juta.

Bali kembali dibuka untuk perjalanan internasional sejak Senin, (7/3/2022). Pembukaan tersebut mengizinkan pelancong dari 23 negara termasuk Uni Emirate Arab. Para pelancong ini tiba di Bali pun tanpa harus dikarantina seperti sebelumnya.

Sebelumnya, maskapai UEA ini telah mengumumkan kerja sama dengan Garuda Indonesia dalam kemitraan codeshare baru. Sehingga memberi para pelancong yang berangkat dari Dubai memiliki akses ke tujuh titik domestik di Indonesia di luar Jakarta dan Bali setelah pembatasan perjalanan dilonggarkan di seluruh Indonesia.

Melalui kerja sama tersebut, titik domestik yang dapat ditempuh pelanggan Emirates antara lain Denpasar, Surabaya, Makassar, Balikpapan, Manado, Medan, Padang, dan Solo yang mana semua perjalanan dari Jakarta. Sedangkan dari Denpasar pelanggan dapat terbang ke Jakarta, Surabaya dan Makassar.

Meski tanpa karantina, masih ada beberapa persyaratan bagi pelancong yang akan ke Bali. Mereka harus menunjukkan bukti vaksinasi dua kali atau booster dan wajib menjalani tes PCR Covid-19 setibanya di Bali. Bila pun ada karantina, ini dilakukan hanya untuk menunggu hasil PCR dalam waktu 24 jam.

Baca juga: 10 Ribu Warga Rusia Terdampar di LN Gegara Penerbangan dan Kartu Kredit Diblokir, di Bali Salah Satunya

Sehingga jika hasil PCR negatif maka, pelancong akan bisa bebar menikmati Pulau Dewata. Bukan hanya itu, para pelancong juga wajib memiliki asuransi yang mengcover Covid-19 hingga $100 ribu. Jika Anda ingin pergi ke pulau-pulau, atau menjelajahi provinsi di luar Bali, Anda harus menjalani tes PCR lagi pada hari ke-3 kunjungan, sebelum diizinkan untuk bepergian.

Airbus A320 Pelita Air Muncul Usai Dirutnya Jadi Tersangka, Pakai Registrasi “VP” Bermuda, Hindari Pajak?

Dua hari setelah Direktur Utama (Dirut) Pelita Air Service, Albert Burhan, ditetapkan tersangka korupsi pengadaan pesawat PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada 2011-2021 oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Kamis (10/3), pesawat Airbus A320 dengan livery Pelita Air pun muncul. Alih-alih memakai registrasi ‘PK’ Indonesia, foto pesawat tersebut justru menggunakan registrasi ‘VP-CKM’ negara Bermuda.

Baca juga: Aeroflot Registrasi Pesawat Airbus A350 Baru di Bermuda, Gegara Lari dari Pajak?

Dilansir Jetphotos, pesawat Airbus A320 livery Pelita Air Service itu diunggah oleh akun CaptainWill972 pada 12 Maret 2022 lalu, atau dua hari setelah Albert Burhan ditetapkan sebagai tersangka.

Livery tersebut juga mencantumkan tulisan “A member of Pertamina” melengkapi identitas dari maskapai medium service tersebut lewat warna dominan putih kombinasi merah, hijau, dan biru khas perusahaan BUMN Migas itu.

Disebutkan, foto pesawat livery Pelita Air Service dengan nomor registrasi PK-CKM itu diambil di Montpellier–Méditerranée Airport, Perancis. Sebagian avgeeks pun bertanya-tanya mengenai sebab pesawat diregistrasi di Bermuda.

Menariknya, dalam keterangan lain di Planespotter, Pelita Air Service yang memiliki three code ICAO sebagai PAS dan two code IATA sebagai 6D itu, disebut memiliki enam tipe pesawat, dimana hanya dua pesawat yang ready dan satu tipe pesawat di masa mendatang.

Dua itu adalah ATR 42 satu unit, ATR 72 sebanyak lima unit, dan British Aerospace Avro RJ85 satu unit. Adapun dua unit sisanya yang masih menunggu pengiriman adalah Airbus A320-200.

Baca juga: Akhirnya! Pelita Air Service Raih Izin Penerbangan Berjadwal

Baca juga: Yuk, Cari Tahu Makna Tersembunyi di Balik Nomor Penerbangan

Disebutkan, dua pesawat Airbus A320-200 Pelita Air memiliki Manufacturer Serial Number (MSN) 5463 dan 3809. Dari kedua MSN itu, foto yang diunggah di Jetphotos adalah MSN 5463. Pesawat ini diketahui berusia 9.2 tahun dengan test registrasi F-WWBE.

Pesawat tersebut pertama kali diregistrasi sebagai VT-GOL untuk dioperasikan oleh GoAir pada Januari tahun 2013. Pesawat kemudian berpindah tangan ke maskapai Go First pada Mei 2021 dan kembali berpindah tangan ke Pelita Air Service. Bersama PAS, pesawat diregistrasi sebagai PK-PWC dan masih menunggu pengiriman.

Berbeda dengan VP-CKM Pelitas Air Service, pesawat satu lainnya yang belum ada registrasinya berusia lebih tua, yaitu 13,1 tahun.

Baca juga: Mengenal Arti Kode “PK” di Badan Pesawat Penumpang

Pesawat tersebut dahulu dioperasikan oleh East Star Airlines Cina, lanjut ke Air Arabia Maroc asal Maroko pada Maret 2009 dengan registrasi CN-NMA, berlanjut ke Flynas pada Maret 2014 sebagai VP-CXV, dan terakhir dioperasikan oleh PAS dengan tanggal dan resgirasti yang masih misteri.

Maskapai Pelita Air Service saat ini sudah mengantongi sertifikat standar angkutan udara niaga berjadwal. Selanjutnya, Pelita Air Service masih membutuhkan sertifikat operator pesawat udara (Air Operator Certificate atau AOC) yang diajukan kepada Kemenhub termasuk rute penerbangan.
























Takut Pesawat Disita Lessor di Luar Negeri, Maskapai Rusia Hanya Operasikan Penerbangan Domestik

Seluruh maskapai asal Rusia saat ini enggan terbang ke luar negeri. Mereka takut, saat mendarat di bandara tujuan, pesawat akan disita oleh lessor sesuai hukum internasional. Karenanya, mereka hanya mengoperasikan penerbangan domestik. Selama masih berada di dalam federasi Rusia, hukum internasional mungkin bisa dikesampingkan untuk mencegah lessor menyita pesawat.

Baca juga: Boeing-Airbus Stop Suku Cadang, Rusia Bakal ‘Rampas’ Semua Pesawat Asing dari Lessor?

Menurut Cirium, 980 pesawat komersial yang ada di Rusia, 515 di antaranya adalah pesawat sewaan dari berbagai lessor asing, seperti AerCap dan SMBC Aviation Capital yang berbasis di Irlandia. Mayoritas dari pesawat-pesawat tersebut adalah Airbus A320 dan Boeing 737.

Dilansir Traveller, bisa saja leasing pesawat mengutus tim, baik dari dalam negeri Rusia maupun luar negeri, untuk menjemput pesawat. Terkait hal ini, praktisi hukum leasing dan keuangan pesawat, Hendra Ong, pernah menjelaskan langkah-langkahnya.

Secara umum, lessor dapat mengambil kembali fleet dari tangan maskapai dalam rentang waktu 10 hari usai dinyatakan gagal bayar atau tidak membayar kewajibannya sampai waktu yang telah ditentukan. Maskapai-maskapai Rusia kemungkinan bisa masuk ke dalamnya (gagal bayar), mengingat asset mereka berupa cadangan devisa dan emas di bank-bank Eropa dan AS dibekukan.

Namun, bila maskapai tidak kooperatif serta menolak untuk menyerahkan pesawat dan atau dokumen pesawat ke lessor maka bila lessor ingin menempuh jalur hukum, prosesnya mungkin bisa memakan waktu tiga tahun.

Baca juga: Dinilai Krusial Bantu Kesuksesan Maskapai, Berikut Daftar 5 Leasing Pesawat Terbesar Di Dunia

Dalam prakteknya, lessor hanya memiliki tiga pilihan, menempuh jalur hukum lewat pengadilan asing, arbitrase internasional, atau pengadilan tempat dimana lessee atau debitur berada, dalam hal ini Indonesia. Di antara ketiga pilihan tersebut, biasanya lessor lebih senang menempuh jalur hukum melalui arbitrase internasional.

Sayangnya, yuridiksi Rusia tidak mendukung hal itu. Selama pesawat masih berada di kawasan federasi Rusia, maka kepemilikannya adalah 9/10 dari hukum. Itu berarti, pesawat-pesawat lessor yang berada di tangan maskapai-maskapai Rusia saat ini kepemilikannya jatuh ke tangan mereka. Terlebih, ada rencana untuk menasionalisasi seluruh pesawat tersebut dan membuat lessor pusing.

Kekhawatiran lessor terhadap pesawat-pesawatnya bahkan membuat saham mereka turun drastis. Saham AerCap, misalnya, turun sampai 30 persen di bursa New York.

Ancaman lessor terhadap maskapai-maskapai Rusia untuk menyita pesawat mereka saat mendarat di negara ketiga atau negara lain di luar federasi Rusia, memang bukan isapan jempol belaka.

Pada tanggal 3 Maret lalu, sehari setelah Airbus-Boeing resmi men-stop pasokan suku cadang dan dukungan teknis ke maskapai Rusia, salah satu lessor berniat menyita pesawat Airbus A321neo mereka yang dioperasikan oleh Aeroflot saat mendarat di Mesir.

Entah bagaimana ceritanya, pesawat dengan nomor registrasi VP-BXT gagal diambil alih. Sejak saat itu, Aeroflot, termasuk maskapai Rusia lainnya, hanya mengoperasikan pesawat di dalam negeri saja; termasuk mengoperasikan pesawat ke negara lainnya yang sudah dipastikan aman alias tidak akan mendukung tindakan lessor mengambil alih pesawat dari tangan maskapai Rusia.

Baca juga: Telat Bayar Motor Didatangi Debt Collector, Maskapai Telat Bayar Utang Juga Didatangi? 

Mengoperasikan hanya penerbangan domestik ataupun internasional terbatas, tentu saja kerugian besar bagi maskapai Rusia. Sebab, orang-orang Rusia sangat gemar bepergian secara internasional.

Pada paruh pertama tahun 2019, orang Rusia melakukan hampir 20 juta perjalanan ke luar negeri. Destinasi favoritnya adalah Turki, disusul Finlandia, Kazakhstan, Cina, dan Ukraina.