Mengapa Penumpang (Pemotor) Terus Kenakan Helm di Ruang Terminal Pelabuhan? Ini Jawabannya

Penumpang dengan kendaraan roda dua (sepeda motor) sudah jamak menggunakan jasa pelayaran, baik itu dengan kapal ferry maupun kapal pelayaran nusantara. Namun, ada yang unik terlihat di Terminal Pura Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di terminal penumpang yang dilola PT Pelindo Regional 2 Tanjung Priok tersebut, kebanyakan penumpang (pemotor) yang akan naik ke kapal, rata-rata terus mengenakan helm, meski pemotor sudah berpisah dari tunggangannya.

Baca juga: Tak Lagi Repot, Pesan Tiket Pelni Bisa Online dan Cetak Tiket Sebelum Keberangkatan di Pelabuhan

Dari pantauan KabarPenumpang.com saat musim mudik Lebaran lalu, kebanyakan penumpang (pemotor) terus mengenakan helm, mulai dari gerbang pemeriksaan keamanan, sampai konter check in tiket, umumnya penumpang tidak menenteng helm dalam genggaman tangan.

Menenteng dan membawa masuk helm ke dalam ruangan sudah sering kita lihat dalam keseharian, kebanyakan dilakukan karena tak mau kehilangan helm saat di parkiran. Tapi apa yang terjadi di Pelabuhan Pura Nusantara adalah hal yang berbeda.

Jenis helm yang dibawa/dikenakan para penumpang kapal Pelni, sebagian adalah helm standar, yang notabene sebenarnya si empunya helm tak perlu khawatir helm-nya hilang saat ditaruh di parkiran sekalipun. Lantas apa alasan penumpang (pemotor) mengenakan helm sedari di ruang terminal, apakah mereka takut kehilangan helm?

Dari penelurusan kami, diketahui ternyata alasan mereka terus mengenakan helm, yaitu karena keterbatasan kapasiatas bawaan pada tangan. Seperti diketahui, para penumpang (pemotor) masuk ke ruang terminal dengan tangan kanan dan kiri sudah penuh dengan barang bawaan (oleh-oleh), tak lupa mereka juga kebanyakan menggendong ransel. Karena tidak bisa membawa helm di tangan, maka mau tak mau, mereka terpaksa mengenakan helm saat wara-wiri di ruang terminal, meski tentu itu tidak nyaman.

Baca juga: ASDP – Sepeda Motor dan Mobil Pribadi Dominasi Puncak Arus Mudik dari Bali ke Jawa

Karena keterbatasan ruang di dalam kapal, saat memarkir motor, helm tidak bisa dicantolkan di motor. Alhasil helm harus mereka bawa naik kapal dengan cara dikenakan langsung. Helm tentu tak bisa ditinggalkan, mengingat sampai pelahuhan tujuan, mereka harus mengenakan helm sampai tiba di kampung halaman. Bila nekad tanpa helm, maka sanksi tilang di kota tujuan siap menghadang.

Inggris Uji Coba Bus Komersial Tanpa Pengemudi, Tempuh Rute 22,5 Km

Fusion Processing, tanggal 25 April lalu mengumumkan pengujian transportasi umum otonom di jalan akan dimulai minggu ini. Layanan percontohan ini baru dan memiliki rute sepanjang 22,5 km yang akan mengangkut penumpang dengan melintasi jembatan gantung yang membentang panjang di Skotlandia.

Baca juga: Kolaborasi Volvo dan NTU, Singapura Sukses Uji Coba Bus ‘Besar’ Otonom Pertama di Dunia

Dalam proyek percontohan tersebut, akan ada lima bus Dennis Enviro200 dek tunggal (Level 4 otonom). Dilansir KabarPenumpang.com dari intelligentliving.co (4/5/2022), penumpang akan diangkut antara persimpangan kereta dan trem Edinburgh serta Ferrytool Park & ​​​​Ride in Fife sepanjang 2,5 km.

Dengan rute sepanjang 22,5 km, setiap bus dapat mengangkut 36 penumpang dengan kapasitas mingguan 10 ribu penumpang yang terdiri dari pelancong, pelajar atau warga masyarakat lainnya. Bus ini dilengkapi dengan sistem penggerak otomatis CAVstar Fushiong Processing yang menghubungkan LiDAR, radar dan kamera optik dengan teknologi AI untuk otonomi level 4 dalam skenario lalu lintas yang kompleks seperti jalan raya, persimpanganm jalan besar dan kecil, bundaran, jalur bus serta lampu lalu lintas.

Operator bus Stagecoach akan mempekerjakan sekelompok pengemudi bus berpengalaman untuk memantau sistem di dalam bus. Selain itu, setiap bus akan memiliki pengemudi keselamatan untuk mengambil alih melalui set kedua sistem kemudi dan pengereman jika kesulitan muncul dan untuk menjawab pertanyaan penumpang.

Selama fase pengujian dua minggu di jalanan, akan ada simulasi virtual dan pengujian lintasan dan pada fase itu tidak ada penumpang yang diizinkan untuk naik bus. Namun, mitra proyek mengharapkan uji coba layanan bus otonom baru untuk mulai membawa penumpang pada akhir musim panas.

“Kami senang bisa memimpin program kendaraan otonom paling kompleks dan ambisius di dunia. CAVForth akan memberikan layanan yang berguna bagi masyarakat lokal serta menjadi demonstrasi besar teknologi kendaraan otomatis Fusion. Bus dilengkapi dengan CAVstar, sistem mengemudi otomatis kami yang menggabungkan perangkat keras dan perangkat lunak kami sendiri untuk menciptakan bus ukuran penuh yang aman, beroperasi di SAE Level 4. Pengujian di jalan merupakan tonggak sejarah yang menarik dalam pengembangan kendaraan komersial otonom, dan kami berharap dapat menyambut penumpang di pesawat dalam waktu beberapa bulan,” jelas Jim Hutchinson, CEO di Fusion Processing.

Baca juga: Bus Listrik Dek Ganda Hadir di Hong Kong

Proyek CAVForth, yang memiliki anggaran sedikit di atas £6 juta (sekitar US$7,6 juta) dan merupakan bagian dari Dana Mobilitas Cerdas pemerintah Inggris senilai £100 juta, sebagian disponsori oleh Center for Connected & Autonomous Vehicles bersama dengan Innovate Inggris.

Avtur Mahal, Penerbangan Domestik Produsen Minyak Terbesar Afrika, Nigeria, Lumpuh Total

Semua penerbangan domestik Nigeria bakal ditangguhkan dalam waktu dekat tanpa batas waktu. Hal itu disebabkan karena mahalnya harga Avtur sehingga penerbangan domestik menjadi rugi besar dan sangat tidak menguntungkan. Ini menjadikan Nigeria sebagai negara pertama yang meng-grounded semua pesawat akibat harga bahan bakar pesawat mahal imbas perang Rusia-Ukraina.

Baca juga: Bagaimana Bisa Naiknya Harga Avtur Bakal Rugikan Maskapai dan Penumpang?

Sejak awal Maret lalu, tiket penerbangan di seluruh dunia diprediksi bakal naik dalam beberapa pekan mendatang. Penyebabnya, apalagi kalau bukan perang Rusia dan Ukraina yang mengerek harga minyak global naik, berujung naiknya harga Avtur.

Rusia diketahui memproduksi sekitar 10 persen dari pasokan minyak global, atau sekitar 11 juta barrel per hari. Dari jumlah tersebut, 7 juta barrel di antaraya rutin diekspor ke berbagai negara. Sanksi bertubi-tubi terhadap Rusia sudah pasti berdampak pada harga minyak dunia lantaran suplai terganggu.

Harga minyak mentah berjangka Brent per Jumat lalu untuk pengiriman bulan Juni 2022 berada di level US$112,11 per barrel. Sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS ada di level US$109,36 per barrel. Ini sudah jauh dari harga normal dikisaran 70-80an dollar per barrel.

CEO Qantas, Alan Joyce, harga tiket pesawat juga akan ada kenaikan sebesar satu persen untuk setiap kenaikan minyak dunia sebesar US$4 per barrel.

Naiknya harga bahan bakar minyak sudah pasti membuat harga Avtur turut naik. Ini tentu akan membuat maskapai serba salah. Menaikkan harga tiket sudah pasti mempengaruhi pilihan penumpang. Tidak menaikkan harga tiket dipastikan rugi. Tetapi, bagaimana bisa kenaikan harga Avtur bakal merugikan maskapai dan penumpang?

Bahan bakar penerbangan atau Avtur adalah satu-satunya biaya operasional terbesar maskapai, antara 30-60 persen dari total pengeluaran rata-rata satu tahun. Hal ini membuat kenaikan harga Avtur signifikan bakal menggerus keuntungan maskapai di setiap flight, yang rata-rata 3-5 persen.

Biaya bahan bakar pesawat atau Avtur, setiap tahun naik 140 persen di Amerika Utara dan 126 persen di Eropa. Namun, saat ini, angka tersebut naik setiap bulan akibat dampak perang Rusia dan Ukraina.

Dilansir aviation24.be, Aliansi Operator Maskapai Penerbangan Nigeria (AON) mengklaim, harga Avtur saat ini naik empat kali lipat dari harga normal. Aliansi yang membawahi sekitar sembilan maskapai di Nigeria itu mengungkapkan, selama beberapa bulan sejak Rusia-Ukraina terlibat perang hingga membuat harga Avtur melonjak tajam, mereka sudah mencoba bertahan.

Baca juga: Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Tiket Pesawat 20 Persen dari TBA Gegara Avtur Naik

Akan tetapi, sebagaimana disebutkan sebelumnya, maskapai dihadapi dengan pilihan sulit. Menaikkan harga tiket pesawat membuat penumpang kabur, sedangkan mempertahankan harga tiket membuat kondisi keuangan sulit. Ini pada akhirnya membuat maskapai menyerah untuk sementara sampai jangka waktu yang tidak bisa ditentukan.

Meskipun menjadi produsen minyak terbesar di Afrika, Nigeria diketahui mengimpor hampir semua bahan bakar pesawat atau Avtur.

Terbangkan Jokowi ke Washington, Garuda Indonesia Kembali Operasikan Boeing 777-300ER Sebagai Pesawat Kepresidenan

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia pada hari ini, Selasa (10/5)  kembali mengantarkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam melaksanakan kunjungan kerja ke Amerika Serikat untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-US di Washington DC pada 12-13 Mei 2022 mendatang.

Baca juga: Untung Rugi Narrowbody vs Widebody untuk Pesawat Kepresidenan Indonesia

Adapun penerbangan menuju Bandara Andrew Air Force Base, Washington DC tersebut dilaksanakan dengan mengoperasikan pesawat widebody Boeing B777-300ER yang menggunakan livery khusus pesawat kenegaraan berupa kombinasi warna merah putih yang disertai dengan lambang negara dan tulisan Republik Indonesia.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan “Pengoperasian penerbangan kenegaraan ini menjadi manifestasi tersendiri bagi Garuda Indonesia dalam menjalankan mandatnya sebagai national flag carrier, khususnya dalam mendukung penyediaan aksesibilitas layanan penerbangan bagi agenda strategis kenegaraan”.

“Kepercayaan yang diberikan kepada Garuda Indonesia untuk menjadi representasi negara dalam membawa wajah Indonesia di kancah global ini turut menjadi energi tersendiri bagi di tengah berbagai upaya Garuda untuk terus memberikan kontribusi positif bagi Negara sejalan dengan komitmen kami untuk menghadirkan layanan  penerbangan yang aman dan nyaman.”, tambah Irfan.

Irfan memaparkan bahwa penerbangan kenegaraan tersebut dilaksanakan melalui rangkaian persiapan operasional yang komprehensif dan koordinasi bersama para pemangku kepentingan guna memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan dapat terimplementasikan secara optimal.

Baca juga: Dibalik Kedatangan 6 Juta Bulk Vaksin Sinovac, PK-GIK ‘Bangkit’ Pasca Gagal Terbangkan Jokowi

“Adapun penerbangan kenegaraan ini telah berangkat dengan lancar pada hari ini pukul 07:20 WIB pagi tadi. Kami akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memastikan keseluruhan penerbangan kenegaraan ini berjalan dengan baik.”, tutup Irfan.

Jamaah Umrah Terlantar Saat Libur Lebaran, CEO Bandara Jeddah Dipecat!

CEO Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA), Jeddah, Arab Saudi, Ryyan Tarabzoni, dipecat lantaran membuat penumpang pesawat, yang mayoritas adalah jamaah umrah, terlantar. Posisinya saat ini digantikan oleh Ayman Abo Abah.

Baca juga: Diserang Rudal dan Drone Peledak, Bandara King Abdulaziz Jeddah Tutup Sementara

Dilansir Gulfnews, kepadatan di Bandara Jeddah terjadi tepat di hari lebaran dan beberapa hari setelahnya. Sebagaimana di Indonesia, di Arab Saudi momen libur lebaran adalah peak season dan terjadi kepadatan penumpang.

Ketika itu, banyak penumpang pesawat atau jamaah umrah dari berbagai negara di dunia terlantar di luar bandara akibat tak bisa mengakses penerbangan mereka.

Mereka dibiarkan berpanas-panasan selama beberapa lama sebelum akhirnya pihak berwenang Jeddah mengevakuasi mereka ke tempat yang aman dari sengatan sinar matahari.

Pejabat tinggi bandara tersebut menilai, penumpukan jamaah umrah di Bandara Jeddah terjadi karena kesalahan travel umrah yang mengantarkan jamaah umrah ke bandara jauh sebelum penerbangan mereka.

Setelah menjadi pembahasan publik selama beberapa waktu, Menteri Transportasi dan Layanan Logistik Saudi Saleh bin Nasser, pun meminta untuk dibentuk komite khusus menyelesaikan insiden tersebut sekaligus melakukan penyelidikan akar masalahnya.

Barulah pada hari Sabtu lalu, dewan direksi Bandara King Abdulaziz mengumumkan pemecatan CEO Ryyan Tarabzoni dan mengangkat Ayman Abo Abah, mantan VP operasi Bandara Riyadh, sebagai CEO baru.

Terlantarnya penumpang pesawat dan jamaah umrah di luar Bandara King Abdulaziz Jeddah selama peak season libur lebaran di Arab Saudi memang terdengar cukup aneh.

Pasalnya Bandara KAIA adalah salah satu bandara terbesar di Timur Tengah dan sejak beberapa tahun lalu tengah mengalami renovasi besar-besaran untuk menjadi hub penerbangan dunia, khususnya di Timur Tengah, bersaing dengan Dubai dan Qatar.

Pasar penerbangan sipil Arab Saudi diprediksi akan sangat bergairah di masa mendatang. Itu karena Kerajaan Arab Saudi tak lagi ingin bergantung pada minyak sebagai sumber pendapatan negara.

Di tahap awal, negara menargetkan pariwisata menyumbang 10 persen dari PDB pada 2030 mendatang; termasuk peningkatan target jemaah umrah menjadi 30 jemaah per tahun pada 2030 dari semula hanya 8 juta jamaah pada 2015 lalu.

Oleh karenanya, Bandara KAIA terus bersolek untuk menatap visi pemerintah 2030. Selain itu, bandara ini ditargetkan bisa menjadi hub global untuk fleksibilitas operasional melalui koneksinya terhadap jaringan bandara-bandara internasional.

Baca juga: Barcode Sertifikat Vaksin Corona RI Tak Terbaca di Arab Saudi, KJRI Jeddah: Nigeria Bisa Terbaca

Bandara Jeddah dilengkapi kompleks Terminal Haji dan Umrah di area seluas 230.000 meter persegi. Kompleks ini termasuk area check in, penanganan bagasi, kesehatan, transportasi publik dan lainnya.

Bandara ini memiliki empat terminal penumpang, di antaranya Terminal 1 yang mampu menampung 30 juta penumpang per tahun. Selain itu, terminal selatan, utara, dan Kompleks Terminal Haji dan Umroh. Bandara ini memiliki tiga runway.

Teken Kerja Sama, KAI Commuter dan INKA Siap Pengadaan 16 Rangkaian KRL Untuk Operasi 2024

Sebanyak 1.100 armada kereta api yang dioperasikan KAI merupakan kereta impor bekas. Selama ini KAI Commuter melayani 1,2 juta penumpang per tahunnya. Maka dari itu, armada kereta api perlu ditingkatkan dan tak melulu armada bekas yang kembali digunakan di wilayah Jabodetabek.

Baca juga: Tekan Pencurian Barang di KRL, KAI Commuter Pasang Kamera Canggih di 10 Stasiun Sibuk

Senin, 9 Mei 2022 PT INKA (Persero) dan KAI Commuter bekerja sama dalam pengadaan 16 rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) untuk operasi 2024. Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Utama KAI Commuter Roppiq Lutzfi Azhar dan Direktur Utama INKA Budi Noviantoro. Masing-masing rangkaian terdiri dari 12 unit kereta (SF12), dengan jumlah total 192 unit.

Selain produksi, INKA juga akan menyediakan layanan purna jual seperti penyediaan suku cadang komponennya. “Tentunya dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan perkeretaapian. Harapannya segala persiapan hingga pengiriman pertamanya akan sesuai jadwal yang diperkirakan pada 2024,” ujar Budi yang dilansir dari CNN Indonesia.

Desain KRL baru yang digadang – gadang yang akan dibuat oleh PT INKA
(FOTO: Istimewa)

Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo mendukung kerja sama tersebut. Maklum, selama ini Indonesia banyak menggunakan kereta bekas. Ia mengatakan meski dari segi biaya memproduksi kereta baru lebih mahal daripada mengimpor, kualitas dan ketahanan kereta produksi dalam negeri lebih bagus.

Selain itu, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengungkapkan percaya akan pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19 dapat meningkatkan jumlah pelanggan. Apalagi, saat ini keterisian kereta sudah hampir 100 persen.

Baca juga: KRL Yogya-Solo Gunakan Kereta Produksi PT INKA 

Saat penandatanganan dan sesi foto bersama, terlihat desain KRL baru ini muncul pada banner. Kereta tersebut terlihat seperti desain rangkaian kereta dari Swiss. Di lansir dari Redigest Kemiripan desain KRL ini dengan KRL buatan Stadler bukanlah tanpa alasan. Di tahun 2019 lalu, Stadler memasuki pasar Asia dengan menandatangani kerjasama dengan INKA. Dalam kerjasama tersebut, Stadler dan INKA membentuk joint venture untuk membangun pabrik di Banyuwangi, Jawa Timur, dan akan memproduksi 500 unit kereta dengan opsi 500 unit lainnya untuk KAI. (PRAS – Cinta Kereta Api)























Tiket Arus Balik Masih Tersedia, Masyarakat Disarankan untuk Bepergian di Tanggal Alternatif

Masyarakat yang belum memperoleh tiket KA untuk Balik Lebaran hingga keberangkatan 8 Mei 2022, masih dapat membeli tiket pada keberangkatan 9 Mei dan seterusnya karena tiketnya masih tersedia cukup banyak. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah tiket Kereta Api Jarak Jauh yang masih tersedia pada periode 9 s.d 13 Mei 2022 sebanyak rata-rata 53.921 tiket per hari atau 44% dari kapasitas yang disediakan.

Baca juga: Intip Tradisi Mudik dengan Kereta Api Dulu dan Sekarang, Ini Bedanya

Berikut adalah data tiket KA Jarak Jauh yang telah terjual berdasarkan tanggal keberangkatan:
– 9 Mei (H+6) sebanyak 103.242 tiket (okupansi 81%)
– 10 Mei (H+7) sebanyak 76.762 tiket (okupansi 63%)
– 11 Mei (H+8) sebanyak 62.330 tiket (okupansi 51%)
– 12 Mei (H+9) sebanyak 49.635 tiket (okupansi 41%)
– 13 Mei (H+10) sebanyak 52.846 tiket (okupansi 43%).

“Anjuran bepergian di tanggal alternatif ini sesuai arahan pemerintah untuk mengurangi kepadatan pada arus balik lebaran. Pemerintah juga sudah menetapkan Work From Home untuk ASN dan perpanjangan libur sekolah di berbagai daerah,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

KAI berharap masyarakat dapat memanfaatkan perjalanan KA yang masih tersedia ini pada keberangkatan 9 Mei dan seterusnya. Pemesanan tiket dapat dilakukan di KAI Access, web KAI, atau seluruh channel resmi penjualan tiket KAI lainnya.

KAI berkomitmen untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di masa Angkutan Lebaran ini guna mewujudkan mudik aman dan sehat. Pelanggan yang tidak melengkapi persyaratan akan ditolak untuk berangkat dan dipersilakan untuk membatalkan tiketnya.

“Perjalanan dengan kereta api khususnya di masa Angkutan Lebaran ini memiliki sejumlah keunggulan dibanding moda transportasi darat lainnya yaitu bebas macet, tepat waktu, lebih nyaman, sehat, dan aman, serta mampu mengurangi angka kecelakaan di jalan raya,” kata Joni.

Volume pelanggan Kereta Api Jarak Jauh keberangkatan 7 Mei 2022 atau H+4 Lebaran terdapat sebanyak 157.070 pelanggan dengan okupansi 123% dikarenakan adanya penumpang dinamis. Volume tersebut naik 1% dibandingkan keberangkatan 6 Mei, dimana KAI memberangkatkan 155.540 pelanggan.

Untuk keberangkatan hari ini yakni 8 Mei 2022 atau H+5 Lebaran, berdasarkan data pukul 07.00 terdapat sebanyak 145.899 pelanggan dengan okupansi 113%.

KAI menetapkan masa Angkutan Lebaran yaitu H-10 s.d H+10 Lebaran atau 22 April s.d 13 Mei 2022. Sampai dengan 8 Mei, KAI telah menjual 2.325.247 tiket KA Jarak Jauh atau 87% dari total tiket yang disediakan. Adapun untuk periode H-10 s.d H+4 atau 7 Mei, KAI telah melayani 1.834.533 pelanggan atau rata-rata 114.658 pelanggan per hari dengan rata-rata okupansi sebesar 94%.

Baca juga: Arus Balik Lebaran, Angkutan MOTIS Masih Ada 3 Ribu Kuota

Puncak arus balik pada Angkutan Lebaran ini adalah keberangkatan 4 dan 5 Mei, atau H+1 dan H+2 dengan rute favorit Jakarta-Bandung pp, Jakarta-Semarang pp, Jakarta-Surabaya pp, Jakarta-Yogyakarta, Bandung-Surabaya pp, dan lainnya.

6 Mei, 154 Ribu Pelanggan Naik KA Jarak Jauh

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat volume pelanggan Kereta Api Jarak Jauh keberangkatan 6 Mei 2022 atau H+3 Lebaran terdapat sebanyak 154.310 pelanggan. Adapun okupansinya yaitu 121% dari kapasitas tempat duduk yang disediakan yakni 127.256 tempat duduk dikarenakan adanya penumpang dinamis.

Baca juga: Tak Perlu Khawatir Saat Mudik, KAI Masih Sediakan 700 Ribu Tempat Duduk Setiap Hari

Jumlah tersebut turun 3% dibandingkan keberangkatan 5 Mei, dimana KAI memberangkatkan 158.496 pelanggan. Sementara untuk keberangkatan hari ini yakni 7 Mei 2022 atau H+4 Lebaran, berdasarkan data pukul 07.00 terdapat sebanyak 143.176 pelanggan dengan okupansi 112%.

Untuk kedatangan di beberapa stasiun di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, tercatat ada sebanyak 39.579 pelanggan yang akan tiba di Jakarta pada hari ini. Jumlahnya turun 1% dibandingkan kedatangan pada 6 Mei sebanyak 39.803 pelanggan. Jumlah tersebut didapatkan dari data kedatangan di Stasiun Gambir, Pasar Senen, Jatinegara, dan Bekasi.

KAI menetapkan masa Angkutan Lebaran yaitu H-10 s.d H+10 Lebaran atau 22 April s.d 13 Mei 2022. Sampai dengan 7 Mei, KAI telah menjual 2.270.617 tiket KA Jarak Jauh atau 85% dari total tiket yang disediakan. Adapun untuk periode H-10 s.d H+3 atau 6 Mei, KAI telah melayani 1.676.234 pelanggan atau rata-rata 111.749 pelanggan per hari dengan rata-rata okupansi sebesar 92%.

Puncak arus balik pada Angkutan Lebaran ini adalah keberangkatan 4 dan 5 Mei, atau H+1 dan H+2 dengan rute favorit Jakarta-Bandung pp, Jakarta-Semarang pp, Jakarta-Surabaya pp, Jakarta-Yogyakarta, Bandung-Surabaya pp, dan lainnya.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan bahwa aturan naik kereta api pada Angkutan Lebaran ini masih menyesuaikan dengan SE Kementerian Perhubungan Nomor 39 dan 49 Tahun 2022. Berikut persyaratan lengkap perjalanan menggunakan Kereta Api Jarak Jauh:
a) Vaksin ketiga (booster) tidak perlu menunjukkan hasil negatif screening Covid-19
b) Vaksin kedua wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen 1×24 jam atau tes RT-PCR 3×24 jam
c) Vaksin pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR 3×24 jam
d) Tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah dan hasil negatif tes RT-PCR 3×24 jam
e) Pelanggan berusia 6-17 tahun yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen
f) Pelanggan berusia di bawah 6 tahun tidak wajib vaksin dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen atau RT-PCR namun wajib ada pendamping yang memenuhi persyaratan perjalanan

“Pelanggan yang tidak melengkapi persyaratan akan ditolak untuk berangkat dan dipersilakan untuk membatalkan tiketnya,” tegas Joni.

KAI berpesan kepada pelanggan untuk tidak membawa barang bawaan berlebih atau barang berharga yang terlalu mencolok. Selain itu, KAI juga mengimbau kepada para pelanggan agar mengatur jam kedatangan di stasiun KA. Idealnya pelanggan tiba di stasiun 45-60 menit sebelum keberangkatan KA-nya.

Tujuannya untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas dari dan menuju stasiun, menghindari risiko tertinggal KA, menghindari antrean saat boarding karena ada pemeriksaan syarat perjalanan, memberi waktu yang cukup bagi yang harus melakukan skrining antigen di stasiun, serta memudahkan petugas untuk mengurai kepadatan di stasiun sesuai protokol kesehatan.

Baca juga: Lion Air Group Salahkan Penumpang Terkait Viral Tiket Pesawat Rp 9,6 Juta: Sesuai Prosedur

“KAI mengapresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah menggunakan jasa KAI dalam Angkutan Lebaran ini serta telah mematuhi aturan yang ditetapkan supaya dapat bersama-sama menikmati perjalanan KA yang aman, sehat dan nyaman,” tutup Joni.

Garuda Indonesia Grup Proyeksikan 51 Ribu Penumpang Arus Balik 8 Mei 2022

Garuda Indonesia Group melalui lini layanan penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink memproyeksikan akan mengangkut sedikitnya 51 ribu penumpang pada puncak arus balik Lebaran yang diperkirakan akan jatuh pada 8 Mei 2022 mendatang.

Baca juga: Perluas Jaringan Penerbangan Umrah, Garuda Indonesia Terbang Langsung dari Makassar ke Madinah

Adapun Garuda Indonesia Group memproyeksikan total penumpang yang terbang pada periode arus balik dari tanggal 4 Mei 2022 hingga 9 Mei 2022 mendatang diperkirakan akan mencapai 267 ribu penumpang. Proyeksi tersebut tentunya akan terus bergerak dinamis sejalan dengan perpanjangan periode libur sekolah hingga 12 Mei 2022 mendatang yang telah diumumkan Pemerintah.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa tren pergerakan penumpang sejauh ini masih sejalan dengan proyeksi peningkatan penumpang pada periode arus balik Lebaran. Namun demikian langkah antisipatif tetap kami persiapkan jika terdapat peningkatan pergerakan penumpang pada periode perpanjangan libur sekolah di periode libur Lebaran kali ini.

“Adapun sejauh ini puncak arus balik Lebaran kami perkirakan akan berlangsung pada tanggal 8 Mei 2022 mendatang, dimana pada hari tersebut, Garuda Indonesia Group akan melayani sedikitnya 341 penerbangan yang mengangkut sebanyak 51,323 penumpang pada puncak arus balik tersebut.”, papar Irfan.

“Untuk itu, Garuda Indonesia terus mengoptimalkan kapasitas layanan penerbangan yang salah satunya dilakukan melalui penambahan frekuensi maupun pengoperasian bigger aircraft (pesawat berbadan besar) pada sejumlah rute yang tinggi peminat seperti Kualanamu – Jakarta, Padang – Jakarta, Pekanbaru – Jakarta hingga Surabaya – Jakarta. Selain itu, Garuda Indonesia juga terus mengoptimalkan isian penumpang untuk rute outbound Jakarta menuju Denpasar maupun sebaliknya.”, lanjut Irfan.

Irfan menambahkan “Dengan rata rata tingkat isian penumpang mencapai lebih dari 85 persen pada tiap penerbangan, tentunya kami turut mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam merencanakan perjalanan dalam periode arus balik ini yang diselaraskan dengan kebutuhan perjalanan mereka.”

Baca juga: Gencarkan Wisata Ibu Kota, MRT Jakarta Hadirkan Program Walking Tour MRT Selama Libur Lebaran 2022

“Kami memperkirakan tren pergerakan penumpang pada arus balik masih akan berlangsung hingga tanggal 16 Mei 2022 mendatang. Untuk itu, kami akan terus memperkuat berkoordinasi dengan stakeholder layanan penerbangan guna memastikan kesiapan operasional penerbangan secara berkesinambungan dapat berjalan optimal, termasuk konsistensi penerapan protokol kesehatan yang menjadi wujud tanggung jawab serta prioritas bersama untuk memastikan mobilitas arus balik Lebaran yang aman dan sehat bagi masyarakat dapat berjalan dengan maksimal” tutup Irfan.

Antusias Tinggi, Transjakarta Perpanjang Layanan Bis Wisata Gratis

Merespon animo masyarakat yang tinggi, Transjakarta memperpanjang layanan Bis Wisata gratis hingga Rabu, 11 Mei mendatang dari jadwal sebelumnya Minggu, 8 Mei 2022.

Baca juga: TransJakarta Tetap Layani Penumpang di Hari Ray Idul Fitri

Iwan Samariansyah, Kepala Departemen Komunikasi Korporasi dan CSR PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengatakan, dalam 3 (tiga) hari tercatat sebanyak 17.524 pelanggan menggunakan layanan Bis Wisata Gratis ini. Angka ini diprediksi akan terus mengalami kenaikan terutama di akhir pekan mendatang.

Untuk itu Transjakarta menyediakan 8 (delapan) unit bis dengan kapasitas maksimal masing-masing 80 pelanggan. Bis ini memiliki desain ramah untuk pelanggan disabilitas yang menggunakan kursi roda. “Tidak diperkenankan ada pelanggan yang berdiri sehingga bisa merasa aman dan nyaman,” kata Iwan.

Baca juga: TransJakarta Operasikan Kembali Dua Layanan Bus Gratis

Pelanggan bisa menikmati layanan ini mulai pukul 10.00 – 21-00 WIB. Meski gratis, pelanggan akan diberikan Tiket Sobek (Tiso) sebelum memasuki armada bis. “Selamat menikmati libur Lebaran yang menyenangkan bersama Bus Wisata Gratis kami. Tetap patuhi semua protokol kesehatan yang berlaku demi keamanan dan kenyaman kita bersama,” imbuhnya.

Untuk selalu mendapatkan informasi terbaru tentang Transjakarta bisa mengakses media sosial Transjakarta di Twitter: @PT_Transjakarta dan Instagram: @pt_transjakarta. Serta gunakan selalu aplikasi TIJE untuk mendukung mobilitas.