Catat Jadwalnya, KA Mutiara Timur Hadir Dengan Rute Baru

Bagi warga Banyuwangi, Surabaya , maupun Yogyakarta kini sudah bisa merasakan rute baru, lho. Ya KA Mutiara Timur nantinya akan perpanjang rute dari Stasiun Ketapang (Banyuwangi) sampai dengan Stasiun Yogyakarta. KA Mutiara Timur biasanya dikenal melayani rute Ketapang – Surabaya Gubeng, namun pada akhir bulan Maret 2022 akan diperpanjang rutenya. KA ini dijalankan pada tanggal 25 – 27 Maret 2022.

Baca juga: Kereta Api Mutiara Malam 4 Kali Berubah Rangkaian Sejak 1970

KA Mutiara Timur dijalankan hanya satu kali pulang pergi yakni berangkat dari Stasiun Ketapang pada pukul 17.30 WIB dan tiba di Stasiun Yogyakarta pukul 05.35 WIB. Serta sebaliknya dari Stasiun Yogyakarta pukul 20.05 WIB kemudian tiba di Stasiun Ketapang pukul 07.30 WIB. Adapun KA Mutiara Timur menempuh perjalanan selama 11 jam 25 menit dan memiliki 2 kelas yaitu eksekutif dan ekonomi.

Dengan beroperasinya kembali KA Mutiara Timur adalah sebagai komitmen KAI untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan kereta api dengan memberikan banyak pilihan KA sesuai dengan jam operasional dan kelas kereta yang diinginkan. Adapun jadwal pemberhentian KA Mutiara Timur sebagai berikut:

KA 182/179 rute Ketapang – Yogyakarta

Ketapang : 17.30
Banyuwangi Kota : 17.43 – 17.45
Rogojampi : 17.58 – 18.00
Temuguruh : 18.12 – 18.14
Kalisetail : 18.24 – 18.26
Kalibaru : 18.45 – 18.49
Kalisat : 19.34 – 19.36
Jember : 19.57 – 20.10
Rambipuji : 20.22 – 20.24
Tanggul : 20.45 – 20.47
Probolinggo : 21.51 – 21.56
Pasuruan : 22.31 – 22.33
Bangil : 22.51 – 22.55
Sidoarjo : 23.17 – 23.21
Surabaya Gubeng : 23.43 – 00.10
Boharan : 00.29 – 00.37
Mojokerto : 00.56 – 00.59
Jombang : 01.19 – 01.22
Kertosono : 01.36 – 02.04
Nganjuk : 02.24 – 02.26
Madiun : 03.03 – 03.11
Ngawi : 03.34 – 03.36
Sragen : 04.09 – 04.12
Solo Balapan : 04.36 – 04.41
Klaten : 05.06 – 05.09
Yogyakarta : 05.35

Baca juga: Kereta Pembangkit, Rangkaian Penting yang Selalu Dikait

KA 180/181 rute Yogyakarta – Ketapang

Yogyakarta : 20.05
Klaten : 20.30 – 20.32
Solo Balapan : 20.57 – 21.06
Sragen : 21.30 – 21.32
Ngawi : 22.03 – 22.05
Madiun : 22.26 – 22.34
Nganjuk : 23.12 – 23.14
Kertosono : 23.33 – 23.36
Jombang : 23.51 – 23.54
Mojokerto : 00.14 – 00.17
Surabaya Gubeng : 00.53 – 01.20
Sidoarjo : 01.43 – 01.46
Bangil : 02.08 – 02.12
Pasuruan : 02.30 – 02.32
Probolinggo : 03.07 – 03.12
Tanggul : 04.16 – 04.18
Rambipuji : 04.38 – 04.40
Jember : 04.52 – 05.00
Kalisat : 05.20 – 05.22
Kalibaru : 06.07 – 06.09
Kalisetail : 06.28 – 06.30
Temuguruh : 06.40 – 06.42
Rogojampi : 06.54 – 06.56
Banyuwangi Kota : 07.09 – 07.16
Ketapang : 07.30
(PRAS – Cinta Kereta Api)























Tangki Double, Fasilitas Penting Tak Kasat Mata

Fasilitas yang satu ini boleh jadi tak kasat mata, tetapi fungsinya tak bisa dianggap remeh. Fasilitas tersebut adalah tangki double yang biasa digunakan oleh bus antar kota antar provinsi (AKAP) jarak jauh.

Baca juga: Bus AKAP Sulawesi Lebih Banyak Gunakan Sasis Tenaga Besar

Tujuan dari penggunaan tangki double atau tangki yang ukurannya diperbesar adalah menampung lebih banyak bahan bakar. Dengan demikian, bus tak perlu mampir terlalu banyak ke stasiun bahan bakar umum (SPBU) di tengah perjalanan.

Perjalanan jadi lebih efektif dan efisien. Bus bisa sampai di tujuan lebih cepat. Tentu saja, penumpang jadi pihak yang paling diuntungkan dengan adanya tangki double.

Lantas, bagaimana dengan pengemudi atau awak bus lainnya? Mereka tentu saja ikut diuntungkan dengan adanya tangki double. Mereka tak perlu was-was kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan, terlebih bagi bus-bus di Sumatra.

Seperti diketahui, mencari bahan bakar jenis solar di Sumatra bukan perkara mudah. Solar langka seperti sudah menjadi makanan sehari-hari bagi awak bus atau truk di pulau tersebut.

Tak sedikit SPBU yang memasang papan bertuliskan “Solar Habis”. Tetapi di sekitarnya banyak penjual solar eceran yang menjual bahan bakar tersebut dengan harga jauh lebih tinggi. Membeli solar dari mereka tentu bukan pilihan bijak.

Selain harganya, kualitas solar yang dijual eceran juga patut dipertanyakan. Bukan tidak mungkin solar-solar yang disimpan dalam jeriken atau drum itu terkontaminasi air. Tentunya, hal itu akan merusak mesin kendaraan.

Kembali ke tangki double, biasanya tangki tersebut diletakkan di bagian tengah di antara bagasi kiri dan kanan. Untuk sasis berjenis space frame, keberadaan tangki double biasanya terlihat dari adanya kotak berukuran cukup besar yang memakan ruang bagasi.

Asal tahu saja, bagasi bus bersasis space frame tembus dari sisi kiri dan kanan. Sehingga memungkinkan untuk mengangkut lebih banyak barang, termasuk sepeda motor dalam kondisi berdiri.

Kapasitas tangki bus standar biasanya berada di kisaran 250-300 liter. Bila menggunakan tangki double kapasitasnya bisa diperbesar hingga 700 liter. Sangat besar, sehingga di kalangan pengemudi bus kerap disebut sebagai “tangki kolam lele”.

Baca juga: Pengemudi Bus AKAP Juga Punya “Ceperan”, Ternyata Ini Sumbernya

“Tangki kolam lele” ini juga sangat berguna saat macet parah. Paling tidak, awak bus tak perlu khawatir bahan bakar terbuang untuk menghidupkan AC dan perangkat-perangkat lain di dalam bus untuk membuat nyaman para penumpang. (Bisma Satria)

Masstrans, Bus Kota dengan Pramugari di Jakarta

Bus antar kota antar provinsi (AKAP) dengan pramugari saat ini sudah jadi hal biasa. Tetapi, tahukah Anda bahwa sebenarnya keberadaan pramugari di bus sudah ada sejak medio 1990-an dan diawali oleh bus kota?

Baca juga: RK Kompor, Tonggak Awal Keberhasilan Bus Mesin Belakang Hino di Indonesia

Bus kota yang dimaksud adalah bus Patas AC Masstrans yang melayani rute Lebak Bulus-Senen pulang pergi (PP). Masstrans merupakan nama yang digunakan oleh PT Steady Safe Tbk. untuk layanan bus Patas AC eksklusif miliknya. Layanan tersebut diperkenalkan pada pertengahan 1990-an, tepatnya pada 1994.

Unit yang digunakan oleh Masstrans berbeda dengan Patas AC Steady Safe. Masstrans menggunakan unit Mitsubishi RM 177L berkaroseri Trijaya Union yang penampilannya khas, mirip bus-bus Jepang. Jumlah kursinya 54 tempat duduk dan tidak boleh ada penumpang berdiri seperti bus Patas AC pada umumnya.

Majalah Mobil Motor edisi Agustus 1994 menyebutkan cara unik Masstrans menggaet penumpang. Seperti menghadirkan pramugari dan petugas keamanan dalam tiap bus Patas AC milik Masstrans. Upaya tersebut dilakukan semata-mata demi kepuasan penumpang atau pengguna jasa. Rumus kepuasan Masstrans terdiri atas kenyamanan, kecepatan, dan keamanan.

Dalam mengoperasikan bus-bus Patas AC-nya itu, Masstrans akan memakai sistem target atau secara sederhana adalah sistem setoran. Artinya, si pengemudi diwajibkan memenuhi target tertentu yang harus dipenuhi.

Walaupun demikian, untuk menghindari kecurangan awak bus atau operasional tidak sesuai prosedur, Masstrans juga menyiapkan dua sistem pengawasan. Pertama, melalui pengawasan melekat. Dalam sistem ini, petugas pengawas akan langsung berada di lapangan untuk mengawasi tingkah laku pengemudi. Kedua melalui sistem random atau acak.

Sistem yang pertama, petugas pengawas minta bantuan pihak kepolisian. Kemudian sistem yang kedua, petugas pengawas dari perusahaan sendiri, mereka bertindak tiba-tiba atau melakukan inspeksi mendadak dan dilakukan secara acak terhadap bus yang beroperasi.

Layanan bus Patas AC eksklusif Masstrans tak bertahan lama. Salah satu penyebabnya adalah krisis yang terjadi pada 1998. Tingginya biaya operasional ditambah dengan rendahnya jumlah penumpang membuat layanan ini dihapus oleh Steady Safe.

Baca juga: Awak Mayasari Bakti Punya Panggilan Sayang ke Armadanya, Salah Satunya “Manohara”

Saat ini, Steady Safe sudah menjadi salah satu operator Transjakarta. Selain menjadi operator bus kota, pada masa kejayaannya perusahaan tersebut juga mengoperasikan layanan taksi di Jakarta. (Bisma Satria)

“AC Gantung”, Teknologi AC Bus yang Nyaris Tak Tersisa

Bus berpendingin udara atau bus ber-AC biasanya ditandai dengan bus yang “menggendong” unit AC berbentuk kotak di atapnya. Namun, hal itu ternyata tak sepenuhnya bisa dijadikan penanda karena masih ada yang namanya “AC gantung”.

Baca juga: Begini Ternyata Cara Isi Air Toilet di Bus AKAP

Sesuai namanya, AC gantung diletakkan di bagian bawah bus dengan posisi menggantung. Udara dingin yang dihasilkan oleh unit AC tersebut disalurkan menggunakan pipa yang ditanam dalam salah satu pilar bus. Oleh karena itu, pada bus ber-AC gantung biasanya ada satu pilar yang ukurannya jauh lebih besar karena keberadaan pipa tersebut.

Cara kerja AC gantung untuk proses pendinginan sama halnya dengan AC bus yang unitnya berada di atap. Perbedaannya terletak pada sumber tenaganya yang tidak mengambil dari mesin bus.

Bus yang ber-AC gantung biasanya membawa mesin tambahan yang ukurannya lebih kecil untuk menjalankan AC. Dengan kata lain, saat AC dihidupkan tidak akan mempengaruhi performa mesin untuk menggerakkan roda belakang.

Mesin yang digunakan untuk menjalankan AC gantung biasanya adalah mesin diesel milik mobil-mobil kecil seperti mesin Isuzu Panther lama dengan kode C223 berkapasitas 2.300 cc atau mesin milik Mitsubishi L300 berkode 4D56. Bisa juga mesin genset berukuran kecil yang biasa digunakan untuk menghidupkan pompa air bermerk Kubota atau lainnya.

Keberadaan mesin beserta unit AC lengkap dengan tangki bahan bakarnya di bagian bawah bus tentu saja memakan ruang bagasi bus yang tidak sedikit. Bahkan, di beberapa bus satu sisi bagasi bisa saja didedikasikan untuk alat-alat tersebut.

Buat bus yang melayani rute pendek atau tidak memuat paket tentu saja bukan persoalan. Tetapi bagi bus yang melayani rute jarak jauh, khususnya antarpulau hal itu tentu saja menjadi persoalan besar.

Persoalan lainnya adalah konsumsi bahan bakar jauh lebih besar karena mesin yang dioperasikan jumlahnnya dua. Oleh karena itu, saat ini AC gantung sudah ditinggalkan oleh banyak perusahaan otobus seiring dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya kemampuan mesin bus.

Baca juga: Dangdut, Tontonan Favorit dalam Perjalanan Bus Antar Kota

Perlu diketahui, AC gantung lahir untuk menyiasati ketidakmampuan mesin-mesin lama saat dibebani AC. Contohnya adalah mesin OM352 milik Mercedes Benz OF1113 yang tenaganya hanya 130 tenaga kuda (horse power/HP). Apabila mesin itu “digandoli” AC tentu saja membuat bus tidak bisa berlari kencang atau melahap tanjakan. [Bisma Satria]

Berhenti dari Pekerjaan Tetap, Seorang Insinyur Percantik 48 Stasiun dengan Seni 3D

Ada 48 stasiun kereta api di India yang dibalut dengan seni 3 dimensi (3D) dan membuatnya tampak lebih indah dari sebelumnya. Keindahan ini dibuat oleh seorang insinyur yang berhenti dari pekerjaannya. Nilesh Nagra dari Indore Madhya Pradesh, lima tahun lalu merasa jijik seperti kebanyakan penumpang yang melihat keadaan menyedihkan sebuah stasiun kereta api di India.

Baca juga: Setelah Bus Scania, Mural Rangkaian Kereta Api India Sukses Sedot Perhatian Warga

Dari urinoir terbuka, cat dinding yang mulai mengelupas, kotoran sapi hingga lalat di mana-mana. Ternyata hal ini membuat terbayang di pikiran Nilesh selama berhari-hari, bahkan saat dia kembali ke rumahnya. Meski kondisi stasiun di Madhya Pradesh tidak separah itu, dia khawatir keadaanya bisa lebih buruk dan memutuskan untuk mengambil tindakan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari thebetterindia.com (16/3/2022), karena berprofesi sebagai insinyur sipil, Nilesh akhirnya berdiskusi dengan temannya untuk mempercantik stasiun kereta api melalui lukisan dan beberapa minggu kemudian keduanya duduk di luar kantor Division Railways Magistrate (DRM) Ratlam. Mereka mengusulkan karya seni 3D yang mempromosikan warisan, seni, budaya dan tradisi lokal.

Awalnya mereka bereksperimen hanya dengan satu peron kereta api dan sebagai gantinya mereka mendapat lima stasiun. Satu-satunya syarat adalah mereka harus mendanai sendiri proyek tersebut. Kemudian, Nilesh mengumpulkan lima orang yang belajar seni rupa, atau mereka yang lulus di bidang yang sama, dan menyelesaikan proyek tersebut, membuat para pejabat dan penumpang terkesan.

“Mereka melakukan pekerjaan hebat dengan biaya minimal. Melihat dinding menjadi hidup dengan warna-warna cerah, monumen lokal, tempat wisata, festival dan banyak lagi, kami mengamati perubahan perilaku orang juga. Ada kesadaran dan pengurangan aktivitas pembuangan sampah. Sekarang orang berpikir sebelum meludah,” kata Babar Qureshi, Manajer Komersial, Divisi Ratlam.

Apa yang dimulai dengan tim kecil yang terdiri dari lima orang sekarang memiliki 145 seniman dan perusahaan mereka ‘Satrangi Creations’ dikenal luas di kalangan perkeretaapian.

“Sejauh ini kami telah mencakup 48 stasiun dan area seluas tujuh lakh kaki persegi. Kami telah bekerja di Rajasthan, Maharashtra dan Madhya Pradesh. Idenya adalah untuk mendorong orang menjaga kebersihan stasiun dengan membuat kreasi yang unik. Kecil kemungkinan Anda akan membuang sampah di tempat yang terlihat memukau. Saya berterima kasih kepada kereta api karena mendukung saya,” kata Nilesh.

Sementara beberapa proyek mereka didanai oleh departemen perkeretaapian, beberapa disponsori melalui kegiatan CSR atau didanai sendiri.

“Kota Neemuch, tempat tugas kedua kami, adalah tempat lahirnya Central Railway Police Force (CRPF), jadi kami mendekati mereka dan menjelaskan karya seni bertema CRPF kami untuk stasiun tersebut. Mereka setuju dan memberi kami Rs2,5 lakh. Beberapa surat kabar bahkan telah meliput acara tersebut. Jadi untuk setiap stasiun, kami mencoba mendekati organisasi lokal yang dapat membantu kami secara finansial,” katanya.

Nilesh berhenti dari pekerjaan penuh waktunya di sebuah rumah perusahaan dan melibatkan dirinya sepenuhnya dalam melukis dinding dan mural. Pada setiap proyek, tim mempelajari budaya lokal, bangunan cagar budaya, sejarah, cara hidup dan lainnya untuk memasukkan sebanyak mungkin pemandangan lokal.

Dia mengatakan kereta api bisa menjadi media yang baik untuk memperkenalkan wisatawan ke pemandangan lokal. Misalnya, mereka menambahkan cetak blok Nandana di Neemuch, lukisan ratu Ahilyabai Holkar di Indore, tarian rakyat Maharana Pratap dan Ghomer di Chittorgarh, seni Ajanta Ellora di Jalgaon dan sebagainya. Salah satu karya seni mereka diperhatikan oleh Dewan Seni Norwegia pada tahun 2019 di media sosial dan Nilesh diundang ke negara itu untuk berkolaborasi.

Baca juga: Lukisan Dinding Ramaikan 100 Stasiun di India

“Itu adalah dorongan besar bagi kami. Saya mengunjungi mereka dua kali, sekali untuk desain dan kedua kalinya untuk mengeksekusinya. Mereka ingin tahu teknik 3D saya,” katanya.

Mobil Self Driving Antar Mie Ramen Ke Pelanggan Tanpa Tumpah

Shinkansen antar sushi di restoran mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana jika sebuah mobil tanpa pengemudi atau yang dikenal dengan self driving mengantar makanan kepada pelanggan di restoran? Ini adalah ide yang tak terpikirkan oleh banyak orang.

Baca juga: Wow, Kereta Shinkansen Ada di Restoran Indonesia!

Tetapi ternyata ada restoran di Jepang yang menggunakan mobil tanpa pengemudi untuk mengantarkan semangkuk mie ramen ke pelanggan. Mobil pengantar mie tersebut dibuat oleh perusahaan mobil terbesar di dunia yakni Nissan.

Di mana mereka bangga memiliki rangkaian lengkap mobil untuk memenuhi setiap dan semua kebutuhan. Namun kali ini yang berbeda adalah, Nissan membuat mobil untuk tujuan yang sangat spesifikasi dalam mengantarkan semangkuk ramen.

Pihak Nissan mengatakan, mereka tidak bermaksud bahwa itu adalah mobil yang dikendarai pengemudi dari restoran ke rumah pelanggan. Tetapi ini adalah kendaraan mini yang melaju kencang untuk mengangkut ramen di dalam restoran.

KabarPenumpang.com melansir dari laman soranews24.com (9/3/2022), mobil ini merupakan bagian dari proyek penelitian e-4ORCE RAMEN Counter perusahaan, mobil ini memiliki panjang dan lebar kotak sepatu besar, dengan nampan kayu di atasnya. Setelah koki ramen selesai membuat pesanan pelanggan, dia meletakkan mangkuk di atas nampan, dan mobil meluncur untuk mengirimkan mie secara otomatis, seperti yang ditunjukkan dalam video ini.

Tapi tunggu, dengan mobil yang bergerak begitu cepat, bukankah isi mangkuk akan tumpah saat akselerasi dan pengereman. Di mana mungkin menumpahkan kaldu panas ke semua orang yang duduk di konter. Ternyata tidak, dan semua orang di restoran dapat berterima kasih kepada pengaturan motor listrik e-4ORCE Nissan untuk itu.

E-4ORCE menggunakan dua motor untuk mengoperasikan sistem penggerak semua roda kendaraan, membuat start dan stop menjadi cepat dan mulus. Sistem e-4ORCE, seperti yang sudah Anda duga, juga digunakan di beberapa mobil penumpang Nissan, seperti kendaraan listrik Ariya.

Tapi seperti bagaimana Nissan sebelumnya memamerkan kehebatan teknologinya dengan kursi yang bisa bergerak sendiri dan kamar hotel yang bisa merapikan sendiri, sekali lagi menemukan cara unik untuk menunjukkan betapa presisi teknik otomotifnya. Sayangnya, Nissan saat ini belum memiliki rencana untuk membuka restoran permanen dengan staf pengiriman ramen.

Baca juga: Jadi Restoran Thailand, Gerbong Tua Kelas Satu Intercity 125 Dikembalikan ke Dekorasi Tahun 1980

“Antara ini dan Nissan membantu kami membuat mentega melalui kekuatan drifting, kami mulai berpikir bahwa mungkin mereka sama baiknya dalam mendapatkan makanan untuk perut kami seperti halnya mereka membawa orang dari Titik A ke Titik B,”ujar pihak Nissan.

ALS, Andalan Mengejar Mimpi Hingga Perantau Kalah

Bicara soal Perusahaan Otobus (PO) Antar Lintas Sumatra (ALS), tak hanya bicara soal perjuangan para awaknya menempuh jarak ribuan kilometer dari ujung Sumatra hingga ujung Jawa. Lebih dari itu, ALS menyimpan kisah menarik perjuangan putra-putri Sumatra mengejar mimpinya.

Baca juga: Sejarah ALS, Perusahaan Otobus dengan Trayek Terjauh Lintas Jawa-Sumatera

ALS berperan besar mengantarkan mereka merantau dari kampung halaman, entah untuk bekerja atau menempuh pendidikan. Lebih dari sekadar mengantar, para awaknya bahkan ikut membantu mereka mencari tumpangan atau memastikan keamanannya ketika sampai di kota tujuan.

Seperti yang diungkapkan Marlina, perempuan yang kini bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di salah satu instansi pemerintah di Jakarta. ALS dan para awaknya punya tempat tersendiri di hatinya sebagai seorang perantau asal Panyabungan, Mandailing Natal.

“ALS yang mengantar aku kuliah sampai sukses di Jakarta. Bapak titip aku ke sopirnya, dijaga betul aku sama dia dan kernet. Makan diajak ikut dia, dianggapnya aku anak perempuan dia, waktu turun di Jakarta aku juga dicarikan bajaj supaya tidak nyasar, berjasa pokoknya,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon. Melalui cuitan di akun Twitter dia membagikan pengalamannya berada bersama ALS ketika masih duduk di bangku kuliah puluhan tahun lalu.

“Jd ingat kenangan, berpuluh tahun lalu ketika mahasiswa saya pulang kampung naik ALS Surabaya Medan. 4 hari 4 malam. Di sini juga pertama kali saya tahu film “Con Air” dengan lagu How Do I Live-nya yg romantis itu, karena diperjalanan beberapa kali diputar. Terima kasih untuk babak hidup ini ALS,” tulisnya.

Sementara itu, Joni Sirait, seorang pekerja swasta di Jakarta mengaku punya banyak pengalaman bersama ALS semasa kuliah. Bersama teman-temannya dia kerap mencarter bus tersebut untuk pulang ke kampung halaman di tepian Danau Toba atau kembali ke Bandung ketika liburan kuliah usai.

“Dulu pesawat kan mahal sekali, andalannya ya ALS ini. Kita sewa, borong semua tiket satu bis teman-teman kita semua, seru pokoknya lah. Jangan ngaku anak Sumut atau anak Medan kalau enggak pernah naik ALS!” ujarnya.

Di sisi lain, ALS juga kerap menjadi andalan perantau yang “kalah” atau tidak berhasil untuk kembali ke kampung halamannya. Mereka pulang bermodalkan belas kasihan dari para awak bus. Tentu saja mereka tidak duduk di kursi penumpang, tetapi duduk di tangga atau lantai bus.

Saddam, pengemudi utama atau cincu ALS Bogor-Medan mengaku kerap menemukan orang-orang yang ingin pulang kampung tetapi tidak punya ongkos. Karena kasihan, mereka diizinkan untuk naik dan menumpang sampai tempat tujuannya.

Baca juga: PO ANS, Bagian Tak Terpisahkan dari Tradisi Merantau Urang Awak

“Suka ada yang begitu, biasanya ya bayar semampunya saja, kalau makan kita ajak saja ikut kita. Kasihan juga gagal dia di rantau masa tidak kita bantu,” ujarnya. [Bisma Satria]

Alex Si Kelinci Masuk Tim Hewan Pelepas Stres di Bandara Internasional San Francisco

Biasanya hewan pelepas stres yang paling diandalkan adalah anjing. Namun, Bandara Internasional San Francisco (SFO) baru saja mengumumkan penambahan anggota baru ke dalam tim hewan pelepas stres bersertifikat. Penasaran hewan apa?

Baca juga: Dua Bandara di Australia Hadirkan Anjing Terapi Bagi Penumpang yang Alami Stres

Ini adalah seekor kelinci seberat 12,7 kg bernama ‘Alex the Great.’ Alex merupakan Flemish Giant yang adalah kelinci domestik terbesar. Kelinci ini akan bertugas di SFO untuk membantu penumpang merasa lebih baik saat menavigasi bandara besar.

“Alex adalah kelinci Flemish Giant, yang dianggap sebagai jenis kelinci domestik terbesar, dan dikenal jinak dan sabar dalam ditangani, atribut yang sangat cocok untuk bekerja di Wag Brigade. Alex akan mengunjungi SFO beberapa kali setiap bulan,” kata SFO yang dikutip KabarPenumpang.com dari simpleflying.com (17/3/2022).

Mungkin orang tahu bahwa Alex baru saja bergabung dengan The Wag Brigade, tetapi kelinci ini cukup terkenal di San Francisco. Klaim ketenarannya pertama kali tahun 2021 lalu ketika ia terlihat di pertandingan bisbol San Francisco Giants dan bola basket Golden State Warriors di kota.

Karena tidak setiap hari orang melihat kelinci raksasa di acara olahraga, maka ini alasan Alex terkenal dan menjadi topik hangat di platform media sosial. Sebagai tim hewan pelepas stres, Alex akan berkeliaran disekitar bandara membantu para pelancong melupakan kekhawatiran mereka untuk sesaat.

Alex diketahui disertifikasi di bawah program Animal Assisted Therapy (AAT) penampungan hewan San Francisco SPCA. Kehadiran para hewan pelepas stres sebenarnya untuk membantu penumpang yang lelah karena kerumuman, pemeriksaan keamanan dan antrean yang seakan tidak pernah berakhir.

Bahkan menavigasi bandara internasional yang besar juga bisa membuat stres berat bagi beberapa penumpang. Untuk diketahui, program ini didirikan oleh Jennifer Kazarian, petugas layanan pelanggan di SFO. Hanya hewan yang dilatih dan disertifikasi oleh SPCA melalui program AAT yang dipekerjakan untuk berpartisipasi dalam Brigade Wag.

Mereka dipersiapkan untuk memiliki temperamen yang sesuai dengan lingkungan bandara dan selalu didampingi oleh tim handler SPCA khusus di bandara. Brigade Wag dimulai pada tahun 2013 dengan hanya anjing di tim tetapi dengan cepat berkembang untuk mengakomodasi hewan lain.

Tim Wag Brigade juga menyertakan seekor babi bernama LiLou. Foto: SFO

Sebelum pandemi dimulai, seekor babi bernama LiLou bergabung dengan tim. Dia menjadi berita utama karena menjadi babi pertama di dunia dalam terapi bandara. Program tersebut dihentikan selama pandemi tetapi sekarang kembali dengan sekitar 20 anjing, babi peliharaan, dan kelinci raksasa.

Baca juga: Bergaya “Dasi Kupu-Kupu,” Kelinci Pendamping Emosional Naik Kelas Bisnis

Dimasukkannya hewan ‘terkenal’ dan aneh di Brigade Wag menimbulkan kecurigaan bahwa tujuan utama program ini adalah untuk menarik perhatian publik. Namun demikian, bahkan jika seseorang melihat semuanya sebagai latihan PR yang rumit, tidak dapat disangkal fakta bahwa bandara sangat menegangkan bagi kebanyakan orang, dan menemukan hewan berperilaku baik dengan rompi kecil “Pet me” berkeliaran di sekitar terminal pasti akan menempatkan senyum di sebagian besar wajah.

PT KAI Daop 5 Purwokerto Antisipasi Beberapa Titik Rawan Bencana

Masih ingatkah kejadian ambruknya jembatan kereta api Sungai Glagah, Brebes 11 Januari 2011 lalu? Ya, banjir besar di sungai tersebut telah merobohkan tiang penyangga yang sudah berusia puluhan tahun ini hingga terseret arus banjir. Kemudian rel yang berada diatas jembatan menggantung dan hampir putus. Hingga saat ini jembatan yang berada di KM 305 masih tahap perbaikan. Pun kereta api yang melintas mau tidak mau kembali menggunakan satu jalur. Kadang kalau papasan, salah satu kereta api harus mengalah (bersilang) di Stasiun Linggapura maupun Bumiayu.

Baca juga: Jembatan Kereta Bukit Duri, Berdesain Klasik Tapi Terlupakan

Dari kejadian yang tidak diduga tersebut PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto terus berupaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan perjalanan KA akibat bencana alam di sekitar jalur rel. Apalagi jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2022, angkutan kereta api akan terus meningkat headway-nya agar perjalanan lebih lancar.

Curah hujan yang masih cukup tinggi dan terus – menerus tentunya patut diwaspadai kemungkinan adanya bencana alam. Apalagi hujan yang terjadi pada Senin (14/3) malam hingga Selasa (15/3) telah menyebabkan banjir di Kabupaten Banyumas, Kebumen, dan Purworejo. Untungnya tidak sampai mengganggu perjalanan kereta api di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto khususnya lintas Kroya – Kutoarjo.

Titik rawan bencana di wilayah Daop 5 Purwokerto meliputi petak Linggapura – Bumiayu yang hingga saat ini masih dalam perbaikan jembatan, Notog – Kebasen berupa rawan longsor karena adanya tebing curam serta dinding tebing sudah mulai terkikis, serta Banjar – Langen, Meluwung – Cipari, Kawunganten – Jeruklegi, dan Jeruklegi – Lebeng merupakan daerah rawan longsor. Kemudian petak jalan Prupuk – Legok, Karangsari – Karanggandul, dan Kawungganten – Jeruklegi merupakan daerah rawan banjir.

Baca juga: Jembatan Bekasi – 130 Tahun Beroperasi dan Masih Setia Layani Lalu Lintas Kereta

Mencegah peristiwa yang tidak diprediksi, PT KAI Daop 5 Purwokerto terus menerjunkan petugas untuk melakukan pemantauan di titik – titik rawan bencana, dan menambah Petugas Penilik Jalur (PPJ) ekstra. Semua itu dilakukan untuk meminimalisasi potensi bahaya akibat bencana yang mungkin dapat mengganggu perjalanan KA. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Mulai 19 Maret, Singapore Airlines Kembali Layanan Penerbangan ke Surabaya

Singapore Airlines (SIA) diwartakan akam kembali membuka penerbangan komersial ke Surabaya mulai 19 Maret 2022. Untuk melayani rute ke Surabaya, SIA akan mengoperasikan pesawat narrow body Boeing 737-800 berkapasitas 162 kursi yang terdiri dari 12 kursi Business Class dan 150 kursi Economy Class, bersama pesawat Boeing 777-300ER dengan kapasitas 264 kursi yang terdiri dari 4 kursi First Class, 48 kursi Business Class, dan 212 kursi Economy Class, pada layanan Singapura-Surabaya.

Baca juga: Singapore Airlines Group Perluas Jaringan VTL ke 66 Kota, Termasuk Bali Mulai 16 Maret

“Dengan dibukanya kembali perbatasan di Indonesia secara bertahap, SIA berharap penerbangan ke Surabaya ini akan memberikan lebih banyak pilihan perjalanan dan fleksibilitas kepada pelanggan kami yang ingin melakukan perjalanan menuju dan dari Indonesia,” kata Alvin Seah, General Manager Indonesia, Singapore Airlines dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com.

SIA terus memantau permintaan dan akan menyesuaikan jaringannya secara berkala untuk menyesuaikan kapasitas dengan permintaan. Tiket penerbangan antara Singapura dan Surabaya sudah tersedia dan dijual melalui berbagai saluran distribusi SIA. Sebelumnya, SIA telah membuka penerbangan ke Denpasar pada 16 Februari lalu.