Profil China Eastern Airlines, Punya Catatan Bagus dalam Rekor Keselamatan

Terkait dengan musibah yang menimpa Boeing 737-800 di wilayah pegunungan di dekat kota Wuzhou, Guangzi, Cina Selatan pada Senin (21/3/2022), nama China Eastern dalam beberapa jam ini telah menjadi trending global. Bagi netizen di Indonesia, nama maskapai asal Cina ini terasa asing, namun maskapai full service ini termasuk yang punya catatan baik selama ini.

Baca juga: Boeing 737-800 China Eastern MU5735 Jatuh Vertikal dengan Kecepatan 563 Km per Jam

Persisnya, China Eastern memiliki catatan bagus dalam rekor keselamatan. Hal tersebut terlihat dari kecelakaan besar yang terakhir terjadi yakni pada 12 tahun lalu atau tepatnya Agustus 2010.

Dalam kecelakaan pesawat yang terbang dari Harbin ke Yichun tersebut ada 42 korban meninggal. Untuk diketahui China Eastern Airlines merupakan maskapai penerbangan yang berkantor pusat di China Eastern Airline Bulding dan salah satu maskapai tiga terbesar di Cina bersama dengan Air China dan China Southern Airlines.

Maskapai ini mengoperasikan rute internasional, domestik dan regional. Sebagaimana dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, China Eastern Arilines yang sering disebut China Eastern berada diurutan kedua terbesar bila berdasarkan dengan jumlah penumpang. Mereka berada tepat di bawah China Southern Airlines.

Maskapai ini didirikan pada 25 Juni 1988 di bawah Administrasi Penerbangan Sipil China Huadong. Kemudian tahun 1997, China Eastern mengambil alih China General Aviation yang tidak menguntungkan dan juga menjadi maskapai penerbangan pertama negara itu yang menawarkan saham di pasar internasional.

Baca juga: China Eastern Klaim Jadi Maskapai Terbesar di Dunia

China Eastern dan anak perusahaannya Shanghai Airlines menjadi anggota ke-14 SkyTeam pada 21 Juni 2011. Pada 26 Februari 2020, China Eastern Airlines meluncurkan OTT Airlines sebagai anak perusahaan untuk mengoperasikan pesawat produksi dalam negeri, seperti Comac C919 dan Comac ARJ21, di wilayah Delta Yangtze selain operasi jet bisnis.

Boeing 737-800 China Eastern MU5735 Jatuh Vertikal dengan Kecepatan 563 Km per Jam

Data dari Flightradar24 menyebutkan bahwa Boeing 737-800 China Eastern MU5735 jatuh ke permukaan dengan kecepatan 350 mile per jam, atau setara 563 km per jam. Data pelacakan menunjukkan pesawat terbang pada ketinggian 29.100 kaki (8.870 meter) pada pukul 14.20. Dan sekitar dua menit kemudian turun menjadi lebih dari 9.000 kaki (2.743 meter) dan 20 detik setelah itu menjadi hanya 3.225 kaki (983 meter).

Baca juga: Jatuh Menghujam Bumi, Ada Apa dengan Boeing 737-800 China Eastern MU5735?

Dari analisa perubahan ketinggian, menujukkan pesawat mengalami penurunan vertikal 31.000 kaki per menit, atau sekitar 563 km per jam. Dari video beredar di media sosial, tampaknya menunjukkan pesawat melesat ke tanah dalam posisi vertikal hidung ke bawah. Radio FreeAsia melaporkan bahwa video itu ditangkap oleh kamera CCTV di sebuah area pertambangan.

Penerbangan MU5735 meninggalkan kota barat daya Kunming pada pukul 13:11. dan dijadwalkan mendarat di Guanzhou pada pukul 15:05. Menurut data dari FlightRadar24, Boeing 737-800 itu berusia enam tahun dan terakhir terlacak pada pukul 14:22.

Boeing mulai membuat seri 737-800 pada pertengahan 1990-an dan mengirimkan 5.200 unit ke maskapai penerbangan di seluruh dunia sebelum dihapus dua tahun lalu. China Eastern memiliki lebih dari 100 unit pesawat, yang kini telah di temporary grounded untuk kepentingan investigasi.

Baca juga: Boeing 737 Gulf Air 771 Jatuh Gegara Penumpang ‘Ketinggalan’ Pesawat

Setelah kecelakaan yang mengerikan itu, saham Boeing turun sekitar 8 persen dan saham di China Eastern Airlines juga anjlok 6,5 persen. Kecelakaan pesawat fatal terakhir di terjadi pada tahun 2010, ketika sebuah jet Embraer E-190 yang diterbangkan oleh Henan Airlines jatuh saat mendekati bandara Yichun dalam jarak pandang rendah. Empat puluh empat dari 96 orang di dalamnya tewas.

Jatuh Menghujam Bumi, Ada Apa dengan Boeing 737-800 China Eastern MU5735?

Dunia kini sedang dikejutkan dengan musibah jatuhnya Boeing 737-800 China Eastern MU5735 pada hari Senin (21/3/2022) pukul 13:15 waktu setempat (12:15 WIB). Pesawat dari Kunming menuju Guangzhou itu berisi 132 orang (123 penumpang dan 9 awak) dan jatuh di wilayah pegunungan dekat Wuzhou. Detik-detik jatuhnya pesawat terekam oleh kamera surveillance, dan memperlihatkan bahwa pesawat jatuh menghujam, dan bukan dalam posisi melayang (gliding) ketika menghempas daratan.

Baca juga: KLM Retrofit Boeing 737-800 Bikin Pesawat Lebih Enteng dan Hemat 812 Ton Bahan Bakar

Terlepas dari investigasi yang kini sedang dijalankan pada pesawat berusia enam tahun tersebut, pada dasarnya pesawat twin engine seperti Boeing 737 punya kemampuan xtended-range Twin-engine Operational Performance Standards (ETOPS) memungkinkan pesawat twin jet tetap terbang meski hanya menggunakan satu mesin.

Tetapi, bagaimana ketika seluruh mesin mati, apakah pesawat, baik twinjet, trijet, ataupun quadjet, apakah pesawat langsung terjun bebas?

Dilansir Simple Flying, ketika seluruh mesin pesawat mati, pilot biasanya akan meminta co-pilot untuk memulihkan Auxiliary Power Unit (APU). APU berfungsi sebagai sumber energi pesawat seperti listrik dan pendingin ruangan. Dalam kondisi tertentu seperti saat seluruh mesin pesawat mati, APU juga berfungsi sebagai supporting engine untuk menghidupkan atau start ulang mesin utama.

Andaipun tak berhasil, pilot akan menginfokan keadaan darurat atau mayday ke ATC. Bila posisi pesawat berada di sekitar bandara atau masih sanggup mencapai bandara, maka ATC akan memberikan clearance ke pesawat untuk mendarat di bandara tersebut sekaligus membersihkan jalur pesawat itu sendiri. Bila tidak, tentu pilot akan mencari tempat pendaratan yang menurutnya paling aman.

Dalam kondisi seluruh mesin mati, bisa dibilang pesawat meluncur layaknya mobil menuruni sebuah turunan dalam keadaan mati mesin dan tanpa rem tangan. Hanya saja, sejauh mana pesawat meluncur bergantung banyak faktor.

Setiap pesawat tentu memiliki rasio terbang yang berbeda, artinya mereka akan kehilangan ketinggiannya dalam tingkat yang berbeda-beda. Hal ini mempengaruhi seberapa jauh pesawat bisa terbang tanpa dorongan mesin.

Contohnya, jika sebuah pesawat memiliki rasio angkat dan tarikan 10:1, maka untuk setiap 10 mil (16 kilometer) pesawat kehilangan ketinggian satu mil (1,6 kilometer).

Baca juga: Tarung Keluarga Boeing 737 vs Keluarga Airbus A320, Siapa yang Akan Menang?

Pesawat biasanya terbang di ketinggian 36 ribu kaki atau sekitar 10 kilometer, jadi pesawat yang kehilangan kedua mesinnya masih bisa terbang sejauh sekitar 112 kilometer sebelum sampai ke permukaan tanah. insiden seluruh mesin pesawat mati sangat jarang terjadi; kecuali tertentu saja, seperti kehabisan bahan bakar, abu vulkanik, dan bird strike. Di antara ketiga itu, abu vulkanik pernah menyebabkan insiden seluruh mesin pesawat mati di Indonesia.

Kapal Ferry Hibrida Pertama Inggris Digerakkan oleh Daya dari Danfoss Editron

Kapal ferry penumpang hibdrida dan berkecepatan tinggi pertama di Inggris akan bergabung dengan armada Uber Boat by Thames Clipper pada musim gugur 2022. Ferry ini menggunakan daya dari Danfoss Editron Power Solutions. Kapal ferry hibrida ini ada dua unit dan memiliki panjang 40 meter, dibangun oleh Wight Shipyard Company di Isle of Wight.

Baca juga: Eleanor Roosevelt, Kapal Ferry Express Pertama di Dunia Pakai Mesin Berbahan Bakar LNG

Seperti dilansir KabarPenumpang.com dari offshore-energy.biz, dua kapal hibrida kecepatan tinggi tersebut masing-masing mampu mengangkut hingga 230 penumpang. Kehadiran kapal ferry tersebut akan membantu London mencapai target ambisiusnya mnjadi kota nol karbon tahun 2030 mendatang.

Selain mengurangi dampak lingkungan, ferry berkecepatan tinggi tersebut juga memberikan peningkatan kenyamanan bagi penumpang. Ini karena tingkat kebisingan dan getaran yang lebih rendah yang dihasilkan oleh sistem propulsi listrik hibrida Danfoss.

Saat beroperasi di pusat kota London, ferry hibrida akan berjalan dengan penggerak listrik tanpa emisi, beralih ke tenaga biofuel begitu berada di luar zona pusat. Wight Shipyard beralih ke penentu sistem, integrator dan penginstal SEC Marine, divisi Editron Danfoss, dan pemasok sistem baterai Spears Trident untuk memberi daya pada ferry hibrida baru.

Divisi Editron akan menyediakan sistem distribusi dan kontrol DC tegangan tinggi lengkap untuk kapal, serta motor dan inverter. Sedangkan kelebihan daya dari mesin biofuel akan digunakan untuk memasok pasokan AC onboard dan mengisi baterai, menghilangkan kebutuhan untuk generator set tambahan yang digerakkan diesel terpisah untuk mengirimkan pasokan AC onboard.

Tak hanya itu, dalam mode pengambilan daya, solusi ini dapat mengalirkan energi yang tersimpan dalam baterai kembali ke jalur propulsi utama. Oleh karena itu, ferry dapat berlayar dengan penggerak listrik saja atau menggabungkan energi baterai dengan mesin penggerak utama, mengurangi konsumsi bahan bakar dan memberikan perjalanan yang lebih tenang dan nyaman bagi penumpang.

“Kota-kota dan negara-negara semakin beralih ke solusi elektrifikasi untuk kapal dekat pantai mereka, tidak hanya untuk mengurangi emisi CO2, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi operasional. Potensi global untuk konversi listrik ini juga didukung oleh inovasi teknologi dan penurunan harga baterai yang stabil, memungkinkan proyek untuk mencapai waktu pengembalian yang menarik bagi pemilik ferry,” kata Erno Tenhunen, direktur Kelautan divisi Editron Danfoss.

Dia mengatakan, terlepas dari penyimpanan energi onboard, baik baterai, sel bahan bakar hidrogen atau teknologi lainnya, mereka memiliki solusi untuk mengintegrasikannya ke dalam sistem DC. Di mana ini mengubah energi menjadi mesin penggerak listrik.

Baca juga: Filipina Bangun Kapal Penumpang dengan Teknologi Trimaran untuk Kurangi Emisi Karbon

“Kami menantikan untuk melanjutkan pekerjaan kami dengan Wight Shipyard Co dan SEC Marine untuk membantu kota-kota melakukan dekarbonisasi. Kami senang dapat membawa masa depan transportasi laut ke Sungai Thames dan membantu mengurangi kemacetan London, pada saat transportasi darat bertanggung jawab atas hampir setengah dari polusi kota,” kata Steve Hopkins, pemilik dan direktur SEC Marine.

Operator Kereta di India Tak Bisa Kurangi Kecepatan Untuk Mencegah Kematian Gajah

Gajah di India banyak yang tewas karena tertabrak kereta. Masalah ini pun kemudian di bawa ke pihak berwajib dan kini sudah sampai ke Pengadilan Tinggi Madras. Operator kereta Southern Railway lantas memberi tahu Pengadilan Tinggi Madras bahwa tidak mungkin mengurangi kecepatan kereta api yang beroperasi antara Palakkad (Kerala) dan Podanur (Coimbatore).

Baca juga: Di India, 24 Gajah Liar Tewas Tertabrak Kereta Api Sejak 1978

Mereka juga mengatakan, tidak bisa mengalihkan beberapa kereta melalui rute Palakkad-Pollachi-Coimbatore untuk mencegah kematian gajah akibat tertabrak kereta api. Di depan Division Bench of Justices V, Bharathidasan dan N Sathish Kumar, penasihat Southern Railway Ramkumar mengatakan, KA antara Palakkad dan Podanur dioperasikan dengan kecepatan 45 km per jam antara pukul 18.00 sore dan 06.00 pagi waktu setempat.

Southern Railway juga menambahkan, bahwa mereka tidak mungkin mengurangi kecepatan lebih jauh karena adanya gradien. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thehindu.com (17/3/2022), kecepatan kereta dihitung berdasarkan ‘jarak tempuh’, di mana kereta tidak akan dapat bernegosiasi dalam gradien atau kelengkungan tertentu.

Bahkan dalam kenyataannya, menjalankan kereta di bawah batas kecepatan tidak diperbolehkan karena dapat membahayakan keselamatan penumpang. Apalagi hal itu dilakukan pada malam hari.

Dia mengatakan ada dua jalur antara Palakkad dan Podanur melalui Walayar Ghats. Garis ‘A’ sepanjang 48,26 km dan garis ‘B’ sepanjang 52,56 km dengan seluruh rute benar-benar dialiri listrik. Sedangkan jalur alternatif dari Palakkad ke Podanur melalui Pollachi sepanjang 97,68 km dan juga satu jalur.

Untuk diketahui, kereta yang dialihkan melalui rute alternatif ini harus mengalami dua kali pembalikan, satu di Pollachi dan satu lagi di Palakkad, dan akan membutuhkan waktu tempuh 143 menit lagi. Mereka menyatakan bahwa, kereta api sekrang dioperasikan melalui Walayar Ghats memakan waktu sekitar 62 menit untuk perjalanan antara Podanur dan Palakkad, Ramkumar mengatakan waktu perjalanan akan meningkat drastis jika kereta dioperasikan di jalur alternatif selain menimbulkan kendala teknis dalam membalikkan.

Sathish Kumar memberi tahu pengadilan bahwa Southern Railway telah mendirikan pagar surya gantung dan lampu surya untuk mencegah kematian gajah karena tertabrak kereta. Dia mengatakan vegetasi sekitar 10 hingga 15 meter di kedua sisi rel kereta api telah dibersihkan untuk memastikan visibilitas bebas ke pilot loco.

Dia juga mengatakan pejabat kereta api sedang dalam pembicaraan dengan dua perusahaan perangkat lunak swasta untuk menganalisis kemungkinan menggunakan Sistem Peringatan Dini Kecerdasan Buatan Pemrosesan Gambar untuk mendeteksi pergerakan gajah melalui kamera, dipasang di beberapa lokasi, dan mengirim data waktu nyata ke ruang kontrol yang dipantau secara terpusat. Tak hanya itu, pengacara mengeluh bahwa petugas kereta api tidak dapat menemukan pelacak gajah atau pengamat pemusnahan, yang akan dikerahkan oleh departemen kehutanan, selama inspeksi mereka.

Baca juga: Cegah Gajah Tertabrak Kereta, India Hadirkan Sensor Pengaktif Lampu di Sepanjang Rel

Dia menambahkan bahwa departemen kehutanan belum mulai membangun menara pengawas di lokasi rawan kecelakaan. Oleh karena itu, majelis hakim mengarahkan Advokat Tambahan J. Ravindran untuk mendapatkan instruksi terkait hal ini dari departemen kehutanan selambat-lambatnya pada tanggal 25 Maret mendatang.

Intip Stasiun Pondok Ranji yang Miliki Peron Paling Panjang

Naik Kereta Rel Listrik (KRL) rute Tanah Abang sampai dengan Serpong, dengan tentu melewati stasiun yang unik berikut ini. Stasiun yang berada di petak antara Kebayoran dan Jurangmangu ini berada di lokasi Jl. Stasiun Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. Ya inilah Stasiun Pondokranji (PDJ). Terlihat dari luar stasiun ini sudah cukup megah namun tidak terlalu besar. Karena stasiun ini hanya melayani perjalanan KRL untuk naik dan turun penumpang.

Baca juga: Kereta Api Langsam, Punya Sebutan ‘Distributor’ Pupuk Hingga Go Green

Stasiun yang berada di jalur hijau (Green Line) antara Jakarta sampai dengan Banten ini berada di ketinggian +24 MDPL serta di KM 20+071. Dari area parkir stasiun, sudah di renovasi untuk parkir kendaraan roda empat yang semula sangat sempit kini terlihat lebih luas. Apalagi untuk kendaraan roda dua yang sudah memiliki parkir khusus sendiri yaitu berada di sebelah barat stasiun dengan bangunan 3 lantai. Ini dimaksudkan agar penumpang yang menyimpan kendaraan roda duanya bisa menampung lebih banyak, karena mayoritas penumpang KRL adalah pengguna roda dua.

Melirik ke bagian sisi luar stasiun terdapat mini market yang melayani bagi penumpang yang ingin jajan. Mengintip ke dalam Stasiun Pondok Ranji ada perbedaan dari stasiun lain. Uniknya pintu masuk dan keluar bagi penumpang di stasiun, ternyata di pisah. Selain luas, akses masuk dan keluar stasiun ini terasa lebih aman dan nyaman. Bagian dalam stasiun terlihat tertata rapi lengkap dengan petugas yang ramah melayani untuk para penumpang yang hendak naik dan turun KRL.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Memasuki area peron, terdapat 2 jalur kereta api. Untuk jalur 1 melayani KRL untuk tujuan Serpong, Parung Panjang, Maja sampai dengan Rangkasbitung. Lalu untuk peron 2 melayani KRL dengan tujuan Tanah Abang. Stasiun Pondok Ranji masih terlihat peron stasiun asli terutama bagian tiang kanopi yang terlihat rendah. Sebelumnya peron stasiun ini masih belum ditinggikan, jadi terlihat tiang penyangga atap peron pun masih terlihat tinggi. Namun saat peron ditinggikan sesuai standar kemudahan penumpang naik dan turun, bagian tiang penyangga peron terlihat lebih rendah. Cukup waspada bagi penumpang yang memiliki tinggi bada sedikit diatas 170 cm agar tidak terbentur besi tiang.

Baca juga: Inilah Jarak Antar Dua Stasiun KRL Jabodetabek yang Disebut ‘Terpendek dan Terpanjang’

Toilet stasiun hanya berada di jalur 1 saja. Kemudian terlihat kolam mini yang berisi ikan hias hasil kreativitas petugas menambah keindahan stasiun. Menuju ke arah barat, jika dilihat stasiun ini memiliki peron yang sangat panjang dari stasiun lainnya. Bagaimana tidak, jika di perhatikan ternyata ada bangunan baru untuk pintu keluar mengarah ke Jl. Bintaro Creative Village melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Namun peron ini dikhususkan bagi penumpang keluar dan masuk dari bangunan baru tersebut bukan untuk menunggu KRL. Karena panjang rangkaian KRL tetap 10 unit untuk lintas Tanah Abang – Rangkasbitung pp. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Seandainya ‘Dengarkan’ Peringatan NATO, Antonov An-225 Mryia Seharusnya Bisa Diselamatkan

Hingga hari ini, banyak orang yang masih tak percaya bahwa pesawat angkut (kargo) terbesar di dunia Antonov An-225 Mryia, telah hancur akibat serangan Rusia. Dengan status Bandara Hostomel (Gostomel) yang menjadi battle ground antara pasukan Rusia dan Ukraina, maka saat itu cukup sulit untuk mengetahui nasib An-225, berulang kali publik hanya bisa menganalisa dari citra satelit, sampai akhirnya toh dapat dipastikan bahwa An-225 telah hancur berikut hanggarnya.

Baca juga: Bandara Hostomel, Saksi Bisu Kehancuran Pesawat Angkut Terbesar Antonov An-225 Mryia

Dikutip dari simpleflying.com (20/3/2022), terungkap sebuah pernyataan dari seorang pilot yang bekerja di Antonov Aircraft. Disebut sebagai Mayor Dmytro Antonov, ia memposting keterangannya di YouTube pada 18 Maret lalu, dimana ia menuduh manajemen Antonov sengaja mengabaikan peringatan dari NATO mengenai invasi Rusia yang bakalan terjadi.

Dmytro Antonov membahas mengapa pesawat tidak dipindahkan dari Ukraina, ke wilayah yang lebih aman, terutama pada hari-hari menjelang invasi Rusia.

“Tidak ada keputusan untuk memindahkan pesawat ke mana pun. Padahal pesawat itu bisa dipindahkan ke Rzeszów (bagian selatan Polandia), atau bisa juga dipindahkan ke Leipzig (Jerman). Mengapa Leipzig? Karena pada 26 Januari, ada peringatan dari NATO melalui Antonov Logistics di Jerman untuk relokasi semua pesawat kami. Personel penerbangan, suku cadang, dll [dapat diangkut] ke Leipzig mengingat kemungkinan terjadinya perang. Tapi sayangnya, tidak ada jawaban untuk pertanyaan ini…Dan seperti yang saya katakan, tidak ada keputusan atau kemauan untuk merelokasi pesawat terutama pada tanggal 15 dan 23 Februari,” ujar Dmytro Antonov. Sejauh ini, belum ada respon dari Antonov Aicraft atas pernyataan Dmytro Antonov.

Antonov An-225 Mriya terbang perdana pada 21 Desember 1988. Ketika itu, Uni Soviet masih eksis meski sudah mengalami beberapa kemunduran. Setelah Uni Soviet runtuh pada 26 Desember 1991, perusahaan Antonov Airlines, termasuk pesawat Antonov An-225 Mriya, jatuh ke tangan Ukraina.

Mengingat posisinya yang rentah sebagai musuh Rusia, Ukraina pun mencoba bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutu di NATO. NATO sendiri coba memanfaatkan Ukraina untuk mendukung program SALIS atau Strategic AirLift International Solution melalui kerjasama stategis pada tahun 2018 lalu.

Baca juga: Maksa Mendarat di Tengah Kabut Tebal, Antonov An-225 Mriya Alami Kerusakan

Kerjasama ini memberi NATO kemampuan transportasi kargo besar menggunakan pesawat An-22, An-225, dan IL-76, ke sembilan negara aliansi NATO, mulai dari Belgia, Republik Ceko, Perancis, Jerman, Hongaria, Norwegia, Polandia, Slovakia, Slovenia, dan Slovenia.

Pertama Kali, Boeing 747SP NASA dengan Teleskop SOFIA Beroperasi di Amerika Selatan

Di antara beragam varian “Queen of the Skies,” jenis Boeing 747SP (Special Performance) adalah yang paling sulit dijumpai, itu lantaran populasi pesawat widebody ini hanya 45 unit di seluruh dunia. Dan di tengah meredupnya kejayaan keluarga Boeing 747, ada kabar bahwa salah satu Boeing 747SP saat ini masih dioperasikan oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Baca juga: Boeing 747SP, Varian “Queen of the Skies” yang Hanya Bertahan Seumur Jagung

Di tangan NASA, Boeing 747SP dengan registrasi N747NA didapuk sebagai Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA). Dikutip dari simpleflying.com (21/3/2021), Boeing 747SP SOFIA pada 18 Maret 2022 telah mendarat di Bandara Internasional Santiago di Chili. Disebutkan Boeing 747SP akan melakukan eksperimen selama dua minggu ke depan, dan ini adalah pertama kalinya SOFIA mendarat di Amerika Selatan.

Lantaran merupakan peristiwa yang langka, maka kehadiran Boeing 747SP SOFIA menjadi menarik perhatian para pecinta dunia dirgantara. Dalam misi di Amerika Selatan, SOFIA akan mengamati benda-benda langit yang hanya dapat dilihat dari garis lintang Belahan Bumi Selatan.

Bermarkas di Palmdale, California, ini menjadi perjalanan internasional pertama SOFIA pada tahun 2022. Semua penerbangan sebelumnya tahun ini adalah di sekitar Palmdale dan satu ke Fresno pada 14 Februari. SOFIA akan mengoperasikan delapan penerbangan sains dari Bandara Internasional Santiago, Tim NASA dalam misi ini akan mengamati Awan Magellan Besar dan Kecil selama penyebaran, yang merupakan dua galaksi yang menjadi tetangga galaksi terdekat Bima Sakti kita.

Boeing 747SP yang dilengkapi teleskop SOFIA adalah pesawat berusia 44 tahun. Pesawat ini awalnya dioperasikan oleh maskapai Pan Am pada tahun 1977, sebelum diakihkan ke United Airlines pada tahun 1986. NASA memperoleh pesawat ini pada tahun 1997 dan banyak memodifikasinya untuk mempersiapkan peran barunya yang membawa teleskop reflektif yang memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari tata surya. Proyek ini terwujud atas kerjasama NASA-German Aerospace Center (DLR), dengan skema kemitraan 80-20 persen ini, memilih Boeing 747 sebagai pesawat pembawa teleskop SOFIA.

Baca juga: Intip Teleskop Terbang Terbesar di Dunia Boeing 747 NASA

Teleskop SOFIA Boeing 747SP punya misi berat. Pesawat teleskop ini didapuk untuk memotret inframerah di tata surya. Itu mengapa teleskop SOFIA disematkan pada pesawat, bukan diletakkan di daratan layaknya teleskop lain. Dengan meletakkan teleskop di pesawat, yang notabene terbang pada ketinggian 38.000 dan 45.000 kaki, SOFIA Boeing 747SP dimungkinkan untuk beroperasi secara maskimal dikarenakan teleskop berada di atas atmosfer penghambat inframerah bumi.

Teleskop terbesar di dunia yang dipasang di pesawat ini biasanya beroperasi sampai 10 jam dalam sehari, selama 100 kali dalam setahun. Cara kerjanya, bagian belakang sebelah kiri pesawat terbuka dan teleskop mulai bekerja mengamati gelombang inframerah di luar angkasa. Dalam prosesnya, teleskop dibantu oleh berbagai kamera canggih, spektrometer, dan polarimeter.

“Penunjang Ekonomi” Bentuk Solidaritas Awak Mayasari Bakti

Bicara soal solidaritas antarawak bus, awak bus kota Mayasari Bakti boleh jadi adalah juaranya. Sebab, mereka punya tradisi memberikan bantuan uang untuk rekan sejawat yang terpaksa meliburkan diri.

Baca juga: Awak Mayasari Bakti Punya Panggilan Sayang ke Armadanya, Salah Satunya “Manohara”

Awak Mayasari Bakti punya tradisi “PE” yang merupakan singkatan dari “penunjang ekonomi”. Sesuai namanya, “PE” disiapkan untuk menunjang ekonomi awak bus yang tak memperoleh penghasilan karena tidak bisa “narik”.

Asep, pengemudi Mayasari Bakti Patas AC05 Bekasi Barat-Blok M menyebut “PE” biasanya diberikan kepada awak bus dengan rute yang sama. Namun, bukan berarti awak bus berlambang bola bersayap itu berbeda tidak boleh mendapatkan “PE” dari awak bus dari rute berbeda.

“Dapatnya itu biasanya kalau mobil storing [mogok atau bermasalah]. Kita enggak bisa narik lagi kan, nah teman-teman itu kasih “PE” buat beli makan atau rokok lah. Biasanya yang ngasih dari rute sama. Tapi ya dari rute lain asal kita kenal baik mah suka ngasih juga,” katanya.

Asep mengaku tak tahu menahu sejak kapan tradisi “PE” ini berlangsung. Namun yang jelas, tradisi ini sudah ada sejak dirinya pertama kali bergabung dengan Mayasari Bakti pada pertengahan 1990-an.

Kemudian untuk nominal “PE” menurut Asep tidak ada ketentuan baku berapa yang harus diberikan. Tetapi biasanya menyesuaikan dengan pendapatan yang diterima dalam satu hari oleh masing-masing awak bus.

“Bebas sebenarnya, mau enggak ngasih juga enggak ada yang larang. Kita mah tergantung pendapatan hari itu aja. Kalo pas “nanduk” atau banyak ya kita kasih agak lumayan. Kalo kita juga lagi seret kasih sedikit teman-teman juga paham kok. Buat beli rokok sebatang lah jelek-jeleknya,” katanya.

Tidak ada perbedaan perlakuan terhadap awak bus yang baru maupun lama. Semua berhak mendapatkan “PE” tanpa terkecuali.

Selain itu, awak bus yang berasal dari suku selain Sunda juga berhak mendapatkannya. Seperti diketahui, awak Mayasari Bakti sebagian besar berasal dari Bumi Priangan, khususnya wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.

Baca juga: “Cilokan” Suplemen Pendapatan Awak Mayasari Bakti

“Mau Sunda, mau Jawa, mau Padang, semua sama aja. Kita enggak beda-bedain. Sama-sama cari uang di jalan, sama-sama saudara kita juga, orang Indonesia satu perjuangan,” tegasnya. [Bisma Satri]

Catat Jadwalnya, KA Mutiara Timur Hadir Dengan Rute Baru

Bagi warga Banyuwangi, Surabaya , maupun Yogyakarta kini sudah bisa merasakan rute baru, lho. Ya KA Mutiara Timur nantinya akan perpanjang rute dari Stasiun Ketapang (Banyuwangi) sampai dengan Stasiun Yogyakarta. KA Mutiara Timur biasanya dikenal melayani rute Ketapang – Surabaya Gubeng, namun pada akhir bulan Maret 2022 akan diperpanjang rutenya. KA ini dijalankan pada tanggal 25 – 27 Maret 2022.

Baca juga: Kereta Api Mutiara Malam 4 Kali Berubah Rangkaian Sejak 1970

KA Mutiara Timur dijalankan hanya satu kali pulang pergi yakni berangkat dari Stasiun Ketapang pada pukul 17.30 WIB dan tiba di Stasiun Yogyakarta pukul 05.35 WIB. Serta sebaliknya dari Stasiun Yogyakarta pukul 20.05 WIB kemudian tiba di Stasiun Ketapang pukul 07.30 WIB. Adapun KA Mutiara Timur menempuh perjalanan selama 11 jam 25 menit dan memiliki 2 kelas yaitu eksekutif dan ekonomi.

Dengan beroperasinya kembali KA Mutiara Timur adalah sebagai komitmen KAI untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan kereta api dengan memberikan banyak pilihan KA sesuai dengan jam operasional dan kelas kereta yang diinginkan. Adapun jadwal pemberhentian KA Mutiara Timur sebagai berikut:

KA 182/179 rute Ketapang – Yogyakarta

Ketapang : 17.30
Banyuwangi Kota : 17.43 – 17.45
Rogojampi : 17.58 – 18.00
Temuguruh : 18.12 – 18.14
Kalisetail : 18.24 – 18.26
Kalibaru : 18.45 – 18.49
Kalisat : 19.34 – 19.36
Jember : 19.57 – 20.10
Rambipuji : 20.22 – 20.24
Tanggul : 20.45 – 20.47
Probolinggo : 21.51 – 21.56
Pasuruan : 22.31 – 22.33
Bangil : 22.51 – 22.55
Sidoarjo : 23.17 – 23.21
Surabaya Gubeng : 23.43 – 00.10
Boharan : 00.29 – 00.37
Mojokerto : 00.56 – 00.59
Jombang : 01.19 – 01.22
Kertosono : 01.36 – 02.04
Nganjuk : 02.24 – 02.26
Madiun : 03.03 – 03.11
Ngawi : 03.34 – 03.36
Sragen : 04.09 – 04.12
Solo Balapan : 04.36 – 04.41
Klaten : 05.06 – 05.09
Yogyakarta : 05.35

Baca juga: Kereta Pembangkit, Rangkaian Penting yang Selalu Dikait

KA 180/181 rute Yogyakarta – Ketapang

Yogyakarta : 20.05
Klaten : 20.30 – 20.32
Solo Balapan : 20.57 – 21.06
Sragen : 21.30 – 21.32
Ngawi : 22.03 – 22.05
Madiun : 22.26 – 22.34
Nganjuk : 23.12 – 23.14
Kertosono : 23.33 – 23.36
Jombang : 23.51 – 23.54
Mojokerto : 00.14 – 00.17
Surabaya Gubeng : 00.53 – 01.20
Sidoarjo : 01.43 – 01.46
Bangil : 02.08 – 02.12
Pasuruan : 02.30 – 02.32
Probolinggo : 03.07 – 03.12
Tanggul : 04.16 – 04.18
Rambipuji : 04.38 – 04.40
Jember : 04.52 – 05.00
Kalisat : 05.20 – 05.22
Kalibaru : 06.07 – 06.09
Kalisetail : 06.28 – 06.30
Temuguruh : 06.40 – 06.42
Rogojampi : 06.54 – 06.56
Banyuwangi Kota : 07.09 – 07.16
Ketapang : 07.30
(PRAS – Cinta Kereta Api)