Perjalanan kereta api yang aman dan nyaman tentu membuat penumpangnya tak perlu khawatir. Selain itu, pengecekan serta perbaikan jalur rel kereta api di setiap meternya menjadi prioritas dalam hal teknis untuk mendukung keamanan di setiap kereta api yang melintas. Ini karena adanya salah satu kereta khusus yang tentunya menjadi ‘garda terdepan’ sebelum kereta api reguler benar-benar melintas dengan sempurna.
Ya, pernahkah tebersit gambaran komponen pendukung pengoperasian kereta api lainnya, seperti kereta perawatan jalan rel atau istilah perkertaapiannya KPJR? Diketahui, KPJR merupakan salah satu alat berat di dunia perkeretaapian yang berfungsi untuk melakukan perawatan jalan rel.
KPJR bertugas memadatkan batu-batu yang ada di bawah bantalan (ballast) atau kricak. Batu ballast itu akan dipadatkan oleh tamping unit yang ada di kereta tersebut. Selain itu, KPJR yang dimiliki PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) juga berfungsi memperbaiki keselarasan rel untuk membuatnya tetap sejajar, mudah dilewati kereta penumpang dan barang, serta mengurangi tekanan mekanik pada rel terhadap kereta yang lewat.
Salah satu profesi yang berjasa pada perawatan jalan rel adalah operator KPJR. Pekerjaan seperti ini harus segera mengatasi sejumlah gangguan yang terjadi, seperti roda kereta selip akibat medan rel yang diselimuti rerumputan, lintas cabang yang terdapat rumput, dan rel yang licin ketika hujan. perbaikan jalur rel kereta api harus dilakukan pada waktu kosong antara perjalanan kereta api (window time). Karenanya, operator KPJR harus secepatnya menyelesaikan masalah pada momen itu.
Pemanfaatan KPJR juga memberikan manfaat penting, mulai dari peningkatan keselamatan dengan deteksi dini kerusakan, efisiensi biaya perawatan melalui tindakan preventif, hingga efisiensi operasional karena kondisi jalur yang terjaga. Dua jenis mesin KPJR yang paling sering digunakan seperti di jalur kereta api Jawa dan Sumatera adalah MTT (Multi Tie Tamper) dan PBR (Plow Ballast Regulator).
MTT berfungsi untuk memadatkan batu ballast dan menyesuaikan geometri jalur, sedangkan PBR digunakan untuk mengatur distribusi dan posisi batu ballast, guna menjaga kestabilan struktur jalur rel. Yang pasti teknologi modern ini sangat membantu tim operator dalam memastikan kualitas jalur tetap prima, sehingga operasional kereta api lebih aman, efisien, dan andal.
Dengan kehadiran KPJR tentu menjadi bagian penting dari strategi KAI dalam meningkatkan standar keselamatan dan layanan transportasi kereta api. Karena tugasnya tak luput dari perbaikan jalur kereta api baik batu ballast maupun rel itu sendiri. Dan yang pasti kereta api bisa terus melaju mengantarkan penumpang dengan aman dan selamat sampai tujuan.
Lolos Sejumlah Uji Coba, PT KAI Mulai Gunakan Bahan Bakar Biodiesel B20
