Jatuh dari Pesawat di Ketinggian 30 Ribu Kaki Pasti Tewas? Salah Besar!

Pesawat Boeing 737-800NG China Eastern Airlines jatuh di daerah perbuktian Teng, Wuzhou, Provinsi Guangxi, Cina dan menewaskan 132 orang kru dan penumpang. Data FlightRadar24 menunjukkan, pesawat jatuh dari ketinggian 982 meter dengan kecepatan hampir 700 km per jam sebelum menghantam daratan.

Baca juga: Vesna Vulovic – Pramugari Selamat dari Ledakan Pesawat di Ketinggian 10.000 Meter

Sampai saat ini, tidak ada tanda-tanda korban selamat. Namun, secara teori, sebetulnya bisa saja seseorang atau penumpang yang terjatuh dari pesawat selamat. Jangankan jatuh dari pesawat di ketinggian hampir 1 km, lebih dari itu, semisal 9 km pun penumpang bisa saja selamat. Tetapi, bagaimana itu terjadi?

Dilansir insh.world, saat seseorang terjatuh dari pesawat, tanpa parasut, tanpa pakaian khusus, hal yang pertama terjadi adalah hipotermia. Suhu rata-rata pada ketinggian 9.144 meter (30.000 kaki) di langit berkisar antara -40 ° C hingga -57 ° C.

Selain kedinginan, orang yang jatuh dari pesawat dari ketinggian tersebut juga mengalami kekurangan oksigen. Umumnya, udara mengandung 20,9% oksigen. Tetapi pada ketinggian ekstrem terdapat tekanan udara yang lebih rendah, sehingga terasa seperti oksigen yang jauh lebih sedikit.

Karenanya, selain kedinginan dan kekurangan oksigen, gabungan dari keduanya akan membuat seseorang tersebtu pingsan selama beberapa detik. Semakin mendekati daratan, orang yang jatuh dari langit tanpa parasut, akan kembali siuman atau tersadar seiring tekanan yang meningkat.

Sampai di sini, kesimpulan awalnya adalah, masih ada kemungkinan orang yang terjatuh dari pesawat di ketinggian sekitar 9 km tanpa parasut selamat. Dengan catatan, usianya tergolong muda dan ia tidak memiliki riwayat penyakit tertentu yang bisa menimbulkan kematian mendadak.

Akan tetapi, apapun yang jatuh dari ketinggian, termasuk manusia, kecepatannya akan semakin meningkat sampai menghantam daratan. Disebutkan, kecepatan seseorang yang jatuh dari pesawat, dari ketinggian 9 km akan meningkat sebesar 9,8 meter (32 kaki) per detik atau total di kecepatan 190 km per jam sampai daratan akibat gravitasi bumi.

Dengan kecepatan tersebut, hampir mustahil manusia yang terjatuh dari ketinggian 9 km selamat. Faktanya, itu pernah terjadi. Bukan sekali, melainkan sudah sering terjadi. Sejak 1940-an, tercatat ada hampir 50 kasus orang yang selamat usai jatuh dari pesawat pada ketinggian ekstrem.

Pada 26 Januari 1972, pesawat JAT airways dengan nomor penerbangan 367 meledak di udara saat di ketinggian 10.000 meter (33.000 kaki). Ajaibnya, pramugari berusia 22 tahun, Vesna Vulovic, berhasil selamat dari peristiwa naas itu dan memecahkan rekor dunia.

Ketika itu, ledakan terjadi di bagian depan pesawat. Sedangkan ia berada di bagian belakang pesawat dan tidak tersedot keluar saat dekompresi eksplosif terjadi. Ia tetap berada di bagian ekor yang utuh dan jatuh di pegunungan Cekoslowakia, di atas salju tebal dan terlindungi oleh bagian ekor pesawat dari benturan langsung. Alhasil, ia pun selamat meski mengalami patah tulang.

Baca juga: iPhone Milik Pilot Jatuh dari Pesawat, Ditemukan Masih Utuh Tanpa Goresan!

Peristiwa lain bahkan lebih mengerikan lagi. Berbeda dengan Vesna Vulovic yang masih dilindungi ekor pesawat, Alan Eugene Magee, pasukan Angkatan Udara AS, jatuh pesawat pembom B-17 Flying Fortress di ketinggian 6,700 meter. Ia tak sempat mengambil parasut saat pesawat ditembak jatuh dan langsung melompat dari ketinggain tersebut.

Tanpa parasut dan tanpa apapun yang melindungi dirinya dari benturan, ajaibnya, ia berhasil selamat setelah mendarat di atap kaca stasiun kereta api di Perancis dan ditemukan tergantung di balok baja yang menopang atap dalam kondisi pingsan.

Dibangun dalam Waktu 12 Bulan, ICE 3neo Kereta Berkecepatan Tinggi dari Siemens

Siemens baru saja meresmikan kereta berkecepatan tinggi ICE 3neo terbarunya di pabrik Ice di Berlin, Rummelsburg pada Februari 2022 kemarin. Kereta ini buat lebih cepat dibandingkan jenis ICE lainnya dan memecahkan rekor karena hanya dalam 12 bulan.

Baca juga: Jaringan Kereta Berkecepatan Tinggi Eropa Semakin ‘Terhubung’

KabarPenumpang.com melansir railway-technology.com (17/3/2022), kereta ICE 3neo ini diharapkan mulai beroperasi mulai Desember 2022. Kereta ICE 3neo yang baru tersebut menggabungkan berbagai fitur dari pendahuluannya untuk meningkatkan kenyamanan, kapasitas dan kualitas penumpang.

Dilengkapi dengan 439 kursi yang dibagi dengan 99 kursi di kelas satu dan 340 kursi di kelas kedua serta mencakup 16 kursi di restoran di dalam kabin. Kereta juga memiliki 16 kursi di bagian keluarga dan lima di bagian balita. Ketika melaju kecepatan tertingginya mencapai 320 kpj.

ICE 3neo memiliki ruang untuk kursi roda dan delapan ruang sepeda serta 12 pintu di setiap sisi kereta. Di mana salah satu pintunya bisa diakses oleh kursi roda yang memungkinkan naik dan turun lebih cepat di stasiun. Kereta ini juga dilengkapi dengan power lift untuk memudahkan akses pengguna kursi roda.

Selain itu ICE3 neo dilengkapi dengan kaca jendela permeabel frekuensi yang memungkinkan peningkatan penerimaan ponsel di dalam kereta. Kereta ICE 3neo yang baru menampilkan kisi-kisi halus yang dilaser ke lapisan logam pada kaca, memungkinkan sinyal ponsel masuk ke kereta dengan lebih mudah.

Kereta dilengkapi dengan dispenser sabun dan desinfektan tanpa kontak serta pencahayaan yang berubah nada warna tergantung pada waktu hari. Setiap kursi di kelas satu dan dua dilengkapi dengan soket listrik dan dudukan tablet, serta pengait untuk mantel. Rak bagasi juga telah didesain ulang untuk memberikan lebih banyak ruang untuk tas.

Untuk diketahui, Deutsche Bahn (DB) memesan 30 kereta berkecepatan tinggi ICE baru, senilai €1 miliar ($ 1,13 miliar), dari Siemens Mobility pada Juli 2020. Pesanan tersebut mencakup opsi untuk 60 kereta ICE tambahan. Siemens sedang membangun kereta baru di pabriknya yang terletak di North Rhine-Westphalia (NRW), Bavaria dan Austria. Kereta baru awalnya akan beroperasi di Cologne berkecepatan tinggi ke jalur lembah utama antara NRW dan Jerman selatan.

DB menandatangani pesanan tindak lanjut dengan Siemens untuk 43 kereta berkecepatan tinggi ICE 3neo baru, senilai sekitar €1,5 miliar ($1,7 miliar), pada Februari 2022. Rangkaian kereta diharapkan akan dikirimkan antara tahun 2026 dan 2029. Pesanan baru tersebut meningkatkan pendapatan DB Armada ICE 3neo menjadi 73 kereta dan memungkinkan operator meningkatkan kapasitas jarak jauh hariannya sebanyak 32.000 kursi.

Armada ICE DB diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 450 kereta pada akhir dekade ini. Perluasan armada sejalan dengan strategi DB untuk menawarkan perjalanan yang berkelanjutan kepada lebih banyak orang dengan tetap menjaga ketepatan waktu dan memberikan layanan yang lebih baik.

Baca juga: Di Bawah Tembok Besar Cina Ternyata Ada Jalur Kereta Berkecepatan Tinggi Terdalam di Dunia

Peningkatan armada juga akan memungkinkan DB untuk memenuhi persyaratan untuk perluasan infrastruktur kereta api berbasis jadwal yang disinkronkan di negara tersebut, yang juga disebut Deutschlandtakt, yang direncanakan untuk tahun 2030. Deutschlandtakt akan menyediakan koneksi kereta api lokal, jarak jauh dan barang yang andal di seluruh negeri sebagai serta perluasan infrastruktur kereta api secara sistematis.

Lagu “Baby Shark” Bantu Seorang Ayah Tenangkan Anaknya dalam Penerbangan

Seperti konser, inilah yang dilakukan para penumpang pesawat untuk membantu seorang ayah menenangkan anaknya yang menangis dalam penerbangan lima jam. Para penumpang ini menyanyikan lagu ‘Baby Shark’ dan videonya viral di media sosial.

Baca juga: Makan Seledri Sambil Berjoget, Video Penumpang Wanita Viral di Instagram

KabarPenumpang.com melansir nypost.com (22/3/2022), kejadian unik ini terjadi dalam penerbangan FlyDubai yang berangkat dari Dubai, Uni Emirat Arab ke Tirana di Albania. Awalnya seorang ayah terlihat berjuang untuk menenangkan anak laki-lakinya yang menangis dalam penerbangan tersebut.

@parikshitbalochi

baby Shark! #fyp #flydubai #foryoupage #babyshark #dubai

♬ One Night in Dubai – Arash

Kemudian, karena melihat itu, para penumpang akhirnya menyanyikan ‘Baby Shark’ dan kemudian direkam oleh Parikesit Balochi yang adalah pembawa acara radio. Pria 33 tahun yang berbasisi di Dubai tersebut mengabadikan momen manis itu di Instagram dengan caption “Semua orang di pesawat lulus pemeriksaan getaran!!” dan di TikTok ‘baby Shark!’

Dalam momen manis itu, penumpang bertepuk tangan dan bernyanyi mengikuti lagu anak-anak yang menarik saat anak laki-laki itu mulai melihat-lihat dan menenangkan diri. Balochi memberi tahu Storyful bahwa anak itu duduk di sebelahnya dan “menangis tanpa henti.”

“Pertama secara individu orang-orang yang duduk di sekitarnya mencoba mengalihkan perhatiannya, tetapi ketika tidak ada yang berhasil, sekelompok pria, termasuk saya, mulai menyanyikan ‘Baby Shark’ dan lebih banyak orang bergabung. Tidak diragukan lagi bahwa tangisan bayi menjengkelkan dalam penerbangan,” katanya.

Dia percaya video itu diterima dengan sangat gembira karena itu mengingatkan orang-orang bahwa, “Anda harus memiliki toleransi. Ini hanya seorang anak, ini bukan akhir dari dunia.” Video itu dibagikan di Instagram dan TikTok di mana ia telah menerima 8,3 juta tampilan dan ribuan komentar yang menggembirakan.

“Kita membutuhkan dunia yang penuh dengan orang-orang seperti ini…” Katal-Auckland-Jammu berkomentar.

“Lihat apa yang bisa terjadi ketika kita semua bekerja sama, bukannya melawan satu sama lain?” Sarah Beckwith berkata.

“Jangan pernah meremehkan kebaikan orang asing menyukainya,” tulis Tina Viik.

Rekan-rekan orang tua tampaknya sangat tersentuh oleh video yang membangkitkan semangat itu.

“Memang benar ketika mereka butuh satu desa untuk membesarkan seorang anak,” kata sisanda_nkinqa.

“Sangat menyenangkan melihat ini, kecuali Anda orang tua, tidak akan tahu perjuangan orang tua bepergian dengan pesawat bersama anak-anak kecil mereka,” kata Diyan0210.

“Anak saya yang berusia dua tahun akan terbang minggu depan dalam bahasa Amerika. Tolong berikan energi seperti ini untukku,” pinta BDuck.

“Mengambil anak saya pada penerbangan pertamanya bulan depan, semoga semua orang seindah ini,” kata Mel.

Anak laki-laki besama ayah dan ibunya tersebut belum mengungkapkan apa pun, tetapi semua orang tua secara online berbicara dengan rasa terima kasih mereka.

Baca juga: Tuai Pujian, Sopir Bus SMRT Payungi Penumpang yang Naik dan Turun Saat Hujan

“Saat itu terjadi, saya berpikir, ‘wow ini momen yang keren, saya harus mengeluarkan ponsel saya’, jadi saya mulai merekam,” kata Balochi.

Manfaatkan Kereta “Nganggur,” Yogyakarta Berangkatkan KA Joglosemarkerto

Jadwal perjalanan Kereta Api Joglosemarkerto dengan rute Yogyakarta – Cilacap kembali ditambah akhir Bulan Maret ini. Perjalanan satu kali pulang pergi ini berangkat dari Stasiun Yogyakarta pada pukul 06.15 WIB dan tiba di Cilacap pukul 09.17 WIB. Kemudian rangkaian diberangkatkan dari Cilacap pukul 09.55 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 12.59 WIB.

Baca juga: KA Joglosemarkerto Rute Cilacap – Yogyakarta Segera Beroperasi, Ini Jadwal dan Tarif Promonya

KA Joglosemarkerto ini merupakan rangkaian dari KA Mutiara Timur dengan rute Ketapang – Yogyakarta. Awalnya rangkaian ini idle (berdiam) di Stasiun Yogyakarta, namun pihak PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta memanfaatkan untuk dijalankan sebagai KA Joglosemarkerto yang terdiri dari 4 kelas eksekutif, 2 kelas ekonomi (80 kursi), dan 1 kelas ekonomi (64 kursi).

Harga tiket yang dijual KA Joglosemarkerto rute Yogyakarta – Cilacap ini untuk kelas eksekutif mulai dari Rp 60 ribu – Rp 110 ribu, sedangkan kelas ekonomi mulai dari Rp 40 ribu – Rp 90 ribu. KA Joglosemarkerto dijalankan setiap akhir pekan mulai tanggal 25 – 27 Maret 2022 dan sudah bisa dipesan melalui aplikasi KAI Access.

Dengan adanya tambahan KA Joglosemarkerto ini bisa menarik para penumpang kereta api yang ingin melanjutkan perjalanan melewati beberapa kota di Jawa Tengah khususnya Cilacap. Sebelumnya KA Joglosemarkerto telah diresmikan pada 25 Februari 2022 lalu dengan rute Cilacap – Yogyakarta dan dijalankan setiap akhir pekan.

Adapun jadwal KA Joglosemarkerto sebagai berikut:

KA 231B Joglosemarkerto

Yogyakarta: 06.15
Wates: 06.41 – 06.43
Kutoarjo: 07.11 – 07.14
Kebumen: 07.38 – 07.40
Karanganyar: 07.53 – 07.55
Gombong: 08.04 – 08.06
Kroya: 08.32 – 08.35
Maos: 08.48 – 08.50
Cilacap: 09.17

Baca juga: Kereta Api Kamandaka Perpanjang Rute, Catat Waktu dan Tanggalnya

KA 232B Joglosemarkerto

Cilacap: 09.55
Maos: 10.21 – 10.23
Kroya: 10.35 – 10.40
Gombong: 11.05 – 11.07
Karanganyar: 11.15 – 11.17
Kebumen: 11.29 – 11.31
Kutoarjo: 11.56 – 12.00
Wates: 12.30 – 12.33
Yogyakarta: 12.59
(PRAS – Cinta Kereta Api)

Garuda Indonesia Operasikan Boeing 737-800 Lebih Tua dari Pesawat China Eastern Airlines yang Kecelakaan, Aman

Pesawat Boeing 737-800NG China Eastern Airlines jatuh di daerah perbukitan Teng, Wuzhou, Provinsi Guangxi, Cina dan menewaskan 132 orang kru dan penumpang. Data FlightRadar24 menunjukkan, pesawat jatuh dari ketinggian 982 meter dengan kecepatan 696 km per jam sebelum menghantam daratan.

Baca juga: Profil China Eastern Airlines, Punya Catatan Bagus dalam Rekor Keselamatan

Tak lama setelah kecelakaan, China Eastern Airlines resmi meng-grounded seluruh pesawat Boeign 737-800NG sampai proses penyelidikan lebih lanjut. Di dunia, reaksi maskapai global beragam terhadap kecelakaan tersebut, salah satunya Garuda Indonesia.

Maskapai nasional Indonesia itu diketahui memiliki 73 pesawat Boeing 737NG dan tetap akan mengoperasikannya sekalipun memiliki usia yang lebih tua dibanding pesawat Boeing 737-800 China Eastern Airlines yang kecelakaan.

Dalam keterangan resminya, Garuda Indonesia tidak secara implisit mengungkapkan bakal terus mengoperasikan pesawat tersebut. Namun, tidak pula sebaliknya.

Garuda Indonesia, dalam laman perusahaan, tercatat memiliki 73 pesawat Boeing 737-800, pesawat yang sama dengan kecelakaan pesawat Boeing 737-800NG Senin kemarin.

Menariknya, pesawat dengan panjang 39,47 meter, lebar sayap 35,78 meter, jangkauan 5.713 km, dan kecepatan rata-rata 853 km per jam yang dioperasikan Garuda Indonesia lebih tua dibanding pesawat China Eastern Airlines yang kecelakaan.

Data Planespotter, Garuda Indonesia memiliki pesawat Boeing 737-800NG tertua yang masih aktif dengan usia sekitar 12 tahun atau terhitung sejak 16 Jul 2010. Pesawat ini beroperasi di berbagai rute maskapai, seperti dari dan ke Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda, Bandara Achmad Yani Semarang, dan tentu saja Bandara Seokarno-Hatta.

Selain dalam negeri, pesawat juga kerap mengoperasikan pesawat ke luar negeri, seperti ke dan dari Bandara Guangzhou Baiyun, Bandara Suvarnabhumi Bangkok, Bandara Kuala Lumpur, Bandara Changi, dan Bandara Brisbane.

Pesawat Boeing 737-800 termuda Garuda Indonesia sekalipun, masih di data Planespotter, masih lebih tua dibanding Boeing 737-800 China Eastern Airlines yang kecelakaan di Guangxi pada hari Senin (21/3) lalu.

Disebutkan, Boeing 737-800NG termuda Garuda Indonesia yang masih aktif berusia tujuh tahun atau sejak 11 Maret 2015. Ini beroperasi di dalam dan luar negeri.

Meski mengoperasikan pesawat yang lebih tua, Garuda Indonesia memastikan pesawat Boeing 737-800NG yang dioperasikan untuk penerbangan penumpang dan kargo aman.

Sejalan dengan itu, Pengamat penerbangan Gerry Soejatman, dalam sebuah wawancara di program berita CNN Indonesia, pernah menyebut bahwa pesawat sejatinya adalah benda mati.

Baca juga: Jatuh Menghujam Bumi, Ada Apa dengan Boeing 737-800 China Eastern MU5735?

Begitu komponen yang ada sudah tak lagi berfungsi secara optimal, ia tinggal diganti saja dengan yang baru dan pesawat pun sehat kembali. Beda dengan manusia sebagai benda hidup yang meski digonta-ganti komponen atau organ tubuhnya, tetap saja, akan ada masalah. Sebab, faktor usia amat menentukan.

Dengan kata lain, setua apapun pesawatnya, selama komponen yang melekat di pesawat selalu diperbarui dan mendapat pengawasan ketat secara rutin, itu tetap aman digunakan; termasuk Boeing 737-800NG Garuda Indonesia yang notabene lebih tua dari pesawat Boeing 737-800 China Eastern Airlines yang kecelakaan.

Terkait Musibah Boeing 737-800 China Eastern, NTSB Jamin Transparansi Dalam Investigasi Kecelakaan

Meski hubungan antara Amerika Serikat dan Cina kerap ‘panas dingin,’ namun untuk urusan keselaatan penerbagan, dan terlebih pada respon kecelakaan pesawat, kedua negara punya kepentingan yang sama, terlebih pesawat yang dimaksud adalah buatan AS. Seperti Presiden Cina Xi Jinping telah meminta bantuan National Transportation Safety Board (NTSB) yang berbasis di AS untuk mengorganisisr investigasi penyebab jatuhnya pesawat Boeing 737-800 milik China Eastern Airlines.

Baca juga: Profil China Eastern Airlines, Punya Catatan Bagus dalam Rekor Keselamatan

Mantan ketua Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Jim Hall mengatakan pihaknya tidak bertanggung jawab untuk berspekulasi apa yang menyebabkan kecelakaan itu begitu cepat.

Namun ia menggambarkan bagaimana NTSB melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan pada pesawat komersial itu. Hall mengatakan, tidak ada deatail yang ‘terlalu kecil’ untuk tidak menjadi bagian dari penyelidikan NTSB. Ketika sebuah pesawat komersial jatuh di A.S., “go-team” dikerahkan segera setelah kecelakaan itu, yang mencakup pakar teknis pada berbagai komponen pesawat dan operasi penerbangan.

Tim yang terdiri dari tujuh hingga sebelas orang ini dipimpin oleh penyelidik yang bertanggung jawab. Mereka mengumpulkan informasi dari responden pertama, kontrol lalu lintas udara dan menemukan kotak hitam. Selain itu juga mengamankan, mensurvei dan memetakan lokasi kecelakaan. Secara bersamaan, para penyelidik di Washington, D.C., mengumpulkan informasi tentang data satelit, jalur penerbangan dan pengiriman pesawat.

Penyelidik yang bertanggung jawab juga akan mengumpulkan “pihak-pihak dalam penyelidikan”, seperti produsen pesawat dan berbagai kelompok yang mewakili pramugari atau mekanik, yang memiliki tim yang mencerminkan “tim kerja” NTSB. Laporan awal tentang kecelakaan mengarah ke laporan faktual, yang digambarkan Hall sebagai laporan “Jack Webb” yang merujuk pada aktor dari acara detektif klasik “Dragnet.”

Laporan ini memberikan deskripsi naratif tentang kecelakaan itu. Setelah sekitar satu tahun, meskipun terkadang bisa lebih lama, penyelidikan akhirnya mengarah pada kemungkinan penyebab kecelakaan dan rekomendasi tentang keselamatan.

“Rekomendasi itu tidak harus dikaitkan sepenuhnya dengan kemungkinan penyebab selama penyelidikan. Jika dewan [NTSB] menemukan informasi yang mereka anggap penting untuk keselamatan penerbangan, itu mungkin juga merupakan rekomendasi dari laporan tersebut,” kata Hall yang dikutip KabarPenumpang.com dari foxnews.com (21/3/2022).

Hall menjelaskan bahwa perbedaan terbesar antara investigasi NTSB dan investigasi di negara lain adalah pada transparansi.

“Itulah perbedaan utama antara investigasi NTSB dan investigasi di beberapa yurisdiksi lain. Kami percaya bahwa proses kami pada dasarnya setransparan mungkin,” kata Hall.

Dalam kecelakaan Cina, Administrasi Penerbangan Sipil Cina dan maskapai China Eastern, keduanya mengatakan mereka telah mengerahkan pejabat ke lokasi kecelakaan sesuai dengan tindakan darurat. Seorang juru bicara Boeing mengatakan kepada Fox News Digital Senin bahwa pihaknya juga “bekerja untuk mengumpulkan lebih banyak informasi.”

Baca juga: Boeing 737-800 China Eastern MU5735 Jatuh Vertikal dengan Kecepatan 563 Km per Jam

“Pikiran kami bersama penumpang dan awak China Eastern Airlines Penerbangan MU 5735. Boeing telah menghubungi Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS dan pakar teknis kami siap membantu penyelidikan yang dipimpin oleh Administrasi Penerbangan Sipil Cina,” tambah juru bicara Boeing.

Lima Penyebab Umum Terjadinya Kecelakaan Pesawat

Apa respon Anda ketika mendengar berita tentang kecelakaan pesawat? Pasti sangat mengerikan dan mulai timbul pertanyaan-pertanyaan tentang keamanan pesawat bahkan sampai terpikir tentang adanya teroris di dalam pesawat. Namun, sampai fakta kecelakaan tersebut terjawab, spekulasi tentang apa yang menjadi penyebab kecelakaan adalah hal yang tidak bijaksana.

Baca juga: Boeing 737-800 China Eastern MU5735 Jatuh Vertikal dengan Kecepatan 563 Km per Jam

Berikut dilansir dari theconversation.com, ini dia lima alasan umum terjadinya kecelakaan pesawat.

1. Kesalahan pilot
Kondisi pesawat semakin hari semakin maju, apalagi saat ini, teknologi pesawat semakin canggih. Sehingga 50 persen keamanan pesawat terjadi karena kesalahan pilot. Pesawaat merupakan mesin yang kompleks dan membutuhkan banyak pihak untuk mengecek kondisinya baik dalam pembuatan ataupun saat bersandar di bandara sebelum keberangkatan dan tibanya pesawat. Kenapa kesalahan pada pilot? Karena pilot sudah pasti terlibat dalam setiap tahapan penerbangan, sehingga banyak kemungkinan untuk melakukan kesalahan. Contoh fatalnya seperti gagal untuk memprogram manajemen vital computer penerbangan (FMC) atau salah memperhitungkan bahan bakar yang dipakai dan hal lainnya.

Contoh yang pernah terjadi Januari 2009 lalu, Airbus A320 menghantam sekawanan angsa di atas kota New York. Kapten pesawat Chesley Sullenberger harus mengambil opsi yang cepat seblum terjadi apa-apa pada pesawat yang dikemudikannya. Dengan jam terbang yang tinggi dan pengetahuan yang luas, kapten pesawat tersebut memilih untuk mendaratkan pesawatnya di atas sungai Hudson. Atas kelihaian pilot, 150 penumpang pesawat tersebut terselamatkan tanpa ada yang terluka.

http://theconversation.com
http://theconversation.com

2. Kegagalan teknik
Kecelakaan yang diakibatkan oleh kegagalan alat mencapai 20 persen walaupun ada perbaikan pada desain dan kualitas manufaktur. Meskipun mesin saat ini lebih bisa diandalkan secara signifikan dibandingkan 50 tahun lalu, namun sesekali masih saja terjadi kegagalan.

Tahun 1989, terjadi kecelkaan pesawat Boeing 737-400 karena kegagalan teknis, dimana mengakibatkan 47 penumpang pesawat meninggal dan lainnya luka-luka. Ini akibat pilot salah membaca intrumentasi sehingga pesawat kehilangan tenaga. Saat itu, pilot mematikan mesin kedua yang ada di sebelah kanan dan pesawat jatuh di Runway East Mudlands Airport 27. Baru-baru ini, kejadian kesalahan teknis pun terjadi pada pesawat Qantas A380 yang membaw 459 penumpang. Mesin pesawat mengalali kegagalan saat berangkat dari Batam, Indonesia. Untungnya pilot pesawat tersebut mampu mengendalikan pesawat dan menyelamatkan semua penumpang termasuk awak pesawat. terkadang, teknologi dengan jenis baru bisa membuat kegagalan penerbangan.

3. Cuaca
Faktor ini bisa mendukung terjadinya kecelakaan pesawat. Memang hanya 10 persen saja penyebab kecelakaan pesawatat karena cuaca, walaupun dibantu banyak alat seperti kompas, gyroscopic, naviagasi satelit dan up-link data cuaca tetap saja tidak bisa pesawat menghalau badai salju ataupun kabut.

Desember 2005 lalu, Southwest Airllines 1248 yang terbang dari Baltimore-Washington, mencoba untuk mendarat di tengah badai salju. Sayangnya pendaratan itu gagal, pesawat tergelincir dari landasan pacu dan menabrak barisan mobil yang terparkir diluar landasan dan mengakibatkan balita meninggal. Tak hanya itu tahun 1958 silam, Eropa Airways pesawat penumpang yang memiliki mesin ganda jatuh saat akan lepas landas dari Munich-Riem. Sebanyak 23 orang pemain bola dari club Manchaster United tewas. Kejadian ini diakibatkan landasan pacu yang terkontaminasi yang membuat gagalnya take off.

4. Sabotase
Sekitar 10 persen keelakaan pesawat terjadi akibat sabotase. Sambaran petir, yang menimbulkan resiko akibat sabotase. Hal ini jauh lebih sedikit dari pada yang banyak orang percayai. Namun masih banyak serangan lebih spektakuler dan mengejutkan yang dilakukan oleh penyabotase.

Pada September 1970, terjadi pembajakan pesawat jet dengan tiga orang penumpang ke Dawsons-Yordania. Pesawat ini dibajak oleh Front pembebasan Palestina, pesawat diledakkan dan menjadi berita bagi dunia pers internasional.

5. Kesalahan manusia
Penyebab lainnya dikaitkan pada hal lain dari kelalaian manusia. Contohnya seperti yang dilakukan pengendali lalu lintas udara, dispatcher, loader, pengisian bahan bakar dan teknisi/insinyur pemeliharaan pesawat. Kadang, teknisi/insinyur pemeliharaan juga dapat membuat kesalahan yang berpotensi bencana akibat kerja shift panjang karena dibutuhkan.

Baca juga: Empat Faktor Eksternal Penyebab Kecelakaan Pesawat Saat Take Off dan Landing

Tahun 1990, sebuah ledakan terjadi di kaca depan pesawat tempat pilot mengemudikan pesawat. Ledakanpada British Airways ini saat diselidiki ada 90 baut yang menahan kaca ini, namun ada yang miss dalam pemasangannya atau ukuran baut berbeda dari yang lain. Hal ini adalah kelalaian teknisi/insinyur. Sebenarnya ada baiknya, seorang teknisi/insinyur mengistirahatkan badannya terlebih dahulu saal melakukan pekerjaan penggantian kaca depan pesawat.

Delapan Kecelakaan Pesawat yang Terjadi di Cina Sejak 1990 Hingga 2010

Kecelakaan pesawat yang terjadi pada China Eastern Airlines hari Senin (21/3/2022) kemarin, seperti membuka luka lama pada dunia penerbangan Cina. Di mana penerbangan ini terjadi setelah lebih dari satu dekade. Hal tersebut kemudian kembali membuka beberapa kecelakaan besar yang pernah terjadi di Cina.

Baca juga: Profil China Eastern Airlines, Punya Catatan Bagus dalam Rekor Keselamatan

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman timesofindia.indiatimes.com (21/3/2022), ada sekitar delapan kecelakaan yang terjadi sebelum jatuhnya China Eastern di Guangxi. Berikut ini rangkuman kecelakaan yang terjadi sejak tahun 1990.

Pertama, pada 2 Oktober 1990, pesawat Boeing 737 yang dimiliki Xiamen Airlines (XiamenAir) dibajak dan menabrak Boeing 757 di Bandara Canton, Cina Selatan. Dalam insiden tersebut sebanyak 128 orang meninggal dunia. Kecelakaan kedua terjadi 24 November 1992 yang melibatkan pesawat Air China Boeing 737 yang terbang ke tempat wisata di Cina Selatan menabrak gunung di wilayah Guangxi.

Dalam penerbangan ini menewaskan sebanyak 141 orang. Berselang dua tahun kemudian, kecelakaan ketiga terjadi tepatnya 6 Juni 1994, pesawat Tupolev-154 buatan Rusia yang dioperasikan oleh China Northwest Ariliens dan China Northwes Arilines jatuh di provinsi Shaanxi.

Kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpang dan awaknya sebanyak 160 orang. Kecelakaan keempat terjadi lima tahun kemudian pada 24 Februari 1999. Di mana Tupolev-154 lainnya, kali ini dioperasikan oleh China Southwest Airlines, meledak di tengah penerbangan saat terbang dari kota Chengdu di barat daya ke Wenzhou di timur Cina.

Insiden kelima terjadi 22 Juni 2000 yang menewaskan sebanyak 51 orang. Kecelakaan tersebut terjadi pada pesawat Yun-7 yang dioperasikan oleh Wuhan Airlines yang jatuh saat badai di pusast kota Wuhan. Lalu yang keenam, 7 Mei 2002 pesawat China Northern Airlines dengan model McDonnell Douglas MD-82 jatuh ke laut saat mulai turun ke bandara Dalian yang menewaskan 112 orang di dalamnya.

Baca juga: Boeing 737-800 China Eastern MU5735 Jatuh Vertikal dengan Kecepatan 563 Km per Jam

Tahun 2004, tepatnya tanggal 21 November menjadi kecelakaan ketujuh, di mana sebuah pesawat Bombardier CRJ200 yang dioperasikan oleh China Eastern Airlines jatuh ke danau beku di wilayah Mongolia Dalam Cina. Jatuhnya pesawat ini menewaskan sebanyak 55 orang. Insiden kedelapan di mana pesawat jet Embraer ERJ-190 yang dioperasikan oleh maskapai regional Henan Airlines terbakar setelah mendarat darurat di bandara Yichun, Cina timur laut pada 24 Agustus 2010. Dalam insiden ini menewaskan 44 orang. Sedangkan 47 penumpang dan awak selamat termasuk pilot.

Kronologi Uji Coba Jalur Bogor – Sukabumi Tidak Dilanjutkan, Ini Alasannya

Setelah 99 persen pembangunan jalur ganda di jalur Bogor – Sukabumi beberapa hari yang lalu, akhirnya hari ini Selasa (22/3) untuk uji coba menggunakan rangkaian kereta api. Uji coba dilakukan guna pengecekan kelaikan jalur ganda yang berada di lintas Stasiun Bogor Paledang sampai dengan Stasiun Cicurug. Tidak seperti diberitakan sebelumnya yang menggunakan rangkaian panjang atau KA Pangrango, uji coba hari ini terdiri dari 1 lokomotif dan 1 kereta kelas eksekutif.

Baca juga: Sudah 99 Persen, Jalur Ganda Bogor – Sukabumi Siap Diuji Coba

Lokomotif bernomor seri CC 206 13 58 (Depo Induk Yogyakarta ) yang diberangkatkan dari Depo Cipinang pada pukul 07.00 WIB menuju Stasiun Pasar Senen terlebih dahulu untuk ambil rangkaian kereta. Saat di Stasiun Pasar Senen lokomotif dilangsir lalu menggandeng 1 kereta bernomor seri K1 0 01 04 JAKK. Setelah tersambung rangkaian pun berangkat dari Stasiun Pasar Senen pada pukul 07.30 WIB melewati Kemayoran, Kampung Bandan, dan Manggarai. Pukul 10.00 WIB rangkaian akhirnya tiba di Stasiun Bogor.

Saat di Stasiun Bogor rangkaian memasuki jalur 5 kemudian berjalan perlahan menuju Stasiun Bogor Paledang. Saat masuk di Stasiun Bogor Paledang terjadi suatu insiden kecil yaitu rangkaian kereta mengenai peron besi. Peron besi yang dipasang sementara di Stasiun Bogor Paledang mengenai bagian depan body kereta. Hampir setengah jam rangkaian dilakukan pengecekan oleh tim yang ikut dalam KLB uji coba ini.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Selang beberapa menit kemudian akhirnya rangkaian di berangkatkan dari Stasiun Bogor Paledang. Dengan kecepatan tidak lebih dari 30 km/jam rangkaian berjalan di jalur kiri dan masih menggunakan satu jalur. Pukul 10.45 rangkaian KLB uji coba masuk Stasiun Batu Tulis dengan disambut bunyi sirine pintu perlintasan.

Saat memasuki peron Stasiun Batu Tulis kejadian terulang kembali. Jarak antara body lokomotif dengan rangkaian hampir terkena peron stasiun. Petugas pengecekan meminta untuk berhenti dan memerintahkan untuk berjalan mundur ke arah utara. Pintu perlintasan kembali ditutup guna langsiran mundur rangkaian KLB uji coba.

Beberapa pekerja yang berada di stasiun diperintahakan untuk memangkas ujung peron agar tidak mengenai rangkaian. Saat dipangkas rangkaian kembali maju secara perlahan. Lagi – lagi peron masih terlalu lebar dan hampir mengenai body rangkaian. Satu jam lebih KLB uji coba di Stasiun Batu Tulis, lalu pada akhirnya pukul 12.10 WIB rangkaian diperintahkan mundur hingga ke Stasiun Bogor. KLB uji coba tidak bisa melanjutkan perjalanan hingga ke stasiun Cicurug sampai waktu yang belum ditentukan.

Baca juga: Waspadai Titik Rawan Longsor Jalur Kereta Api Lintas Bogor – Sukabumi

Rencananya uji coba rangkaian di lintas Bogor – Cicurug masih dilakukan hingga evaluasi berjalan baik dan tidak mengalami kendala. Agar saat dilakukan pengoperasian reguler menggunakan KA Pangrango berjalan aman, lancar dan terkendali. (PRAS – Cinta Kereta Api)























Waspadai Titik Rawan Longsor Jalur Kereta Api Lintas Bogor – Sukabumi

Uji coba kereta api lintas Bogor – Sukabumi akan segera dilakukan. Wilayah yang dilewati kereta api di jalur tersebut ada beberapa titik rawan longsor yang harus diwaspadai. Bahkan jika cuaca yang tidak bersahabat, curah hujan yang tinggi pun terus mengguyur wilayah itu. Meskipun rel kereta api yang sudah diperbaharui dan area yang telah diperluas namun bencana alam bisa saja terjadi.

Baca juga: Sudah 99 Persen, Jalur Ganda Bogor – Sukabumi Siap Diuji Coba

Uji coba kereta api lintas Bogor – Sukabumi akan segera dilakukan. Wilayah yang dilewati kereta api di jalur tersebut ada beberapa titik rawan longsor yang harus diwaspadai. Bahkan jika cuaca yang tidak bersahabat, curah hujan yang tinggi pun terus mengguyur wilayah itu. Meskipun rel kereta api yang sudah diperbaharui dan area yang telah diperluas namun bencana alam bisa saja terjadi.

Sebelumnya PT KAI akan melakukan uji coba lintasan pada 20 Maret 2022 untuk melihat kesiapan rel kereta api yang akan melintas Sukabumi – Bogor. Namun, karena beberapa hal yang belum terlaksana akhirnya uji coba diundur hingga beberapa hari kedepan. Rencana akan dilakukan pada Selasa 22 Maret 2022.

Menurut Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman, menyarankan kepada PT KAI untuk melakukan pengawasan dan deteksi dini perihal titik lokasi rawan longsor yang dijadikan lintasan jalur KA tersebut. Daerah Kabupaten Sukabumi yang rentan bencana longsor, tepatnya di lokasi lintasan KA yakni, di wilayah Ciomas, Maseng, Cicurug, Parungkuda serta wilayah Cibadak.

Baca juga: Rute KA Bogor – Sukabumi – Cianjur, Masih Eksis Meski Terlupakan

Meski akan dilakukan uji coba terlebih dahulu, PT KAI akan terus mengevaluasi jalur kereta api secara keseluruhan. Uji coba sementara dilakukan di jalur Stasiun Bogor Paledang sampai dengan Stasiun Cicurug. Uji coba dilakukan di area jalur ganda terlebih dahulu dan hanya menggunakan satu jalur. (PRAS – Cinta Kereta Api)