Sepur Trutuk, Sejarah Jalur Kediri-Jombang

Menjadi salah satu jalur kereta mati dan stasiun yang tidak dipakai hingga beralih fungsi, tak mungkin menghilangkan cerita atau sejarah yang ada. Hal ini pun sama dengan kereta api atau sepur yang juga pernah beroperasi di jalur tersebut baik untuk mengangkut penumpang ataupun bahan pokok pangan.

Baca juga: Sepur Kluthuk Jaladara, Kereta Uap Kuno Yang Lintasi Jalur Kota Solo

Salah satu sepur yang akan dibahas kembali oleh KabarPenumpang.com adalah sepur yang pernah melintas di jalur Kediri dan Jombang. Ya, kereta api atau sepur ini bernama Sepur Trutuk atau Kediri Stoomtram-Maatschappij (KSM) dengan lokomotif bernomor B1503.

Sepur Trutuk sendiri terakhir beroperasi di stasiun Pare, Kediri, Jawa Timur sejak tahun 1975 silam. Dulunya sepur Trutuk sendiri digunakan untuk mengangkut tebu, beras dan gula. Sepur ini terdiri dari lokomotif uap, gerbong dan lori untuk mengangkut bahan-bahan pangan tersebut.

Namun, tak hanya mengangkut bahan pangan pokok, Sepur Trutuk juga mengangkut penumpang yang akan bepergian ke Kediri ataupun Jombang. Sebab pada masa itu dari dua daerah tersebut sangat ramai dengan penumpang.

Pada masanya, sepur Trutuk mulai beroperasi dari Stasiun Pare dan berangkat pertama sekitar pukul 04.00 WIB dan perjalanan terakhirnya pukul 17.00 WIB. Dikarenakan keberangkatan awal dari Stasiun Pare, maka di sebelah selatan stasiun ini terdapat depo penyimpanan lokomotif, gerbong dan lori Sepur Trutuk.

Baca juga: “Si Gombar” yang Tak Lagi Menghembuskan Uapnya

Entah mengapa sepur ini sendiri dinamakan sepur Trutuk, padahal lokomotif sepur ini menggunakan lokomotif uap B1503 dan tidak berbunyi trutuk-trutuk bahkan berbunyi jess..jess..tuit..tuit.. sama dengan lokomotif uap lainnya. Sayangnya sepur ini harus berhenti beroperasi mengikuti ditutupnya jalur kereta api dari Kediri menuju Jombang dan juga tidak beroperasinya lagi stasiun Pare. Stasiun Pare sendiri berada di Pare, Kediri, Jawa Timur.

Stasiun ini memiliki depo tempat penyimpanan lokomotif dan jalur percabangan menuju Stasiun Papar yang masih aktif hingga kini. Selain penutupan jalur, depo penyimpanan lokomotif Sepur Trutuk sendiri juga dibongkar dan kini bekas depo tersebut menjadi sebuah bengkel. Sedangkan stasiun Pare telah menjadi sebuah rumah makan dan perumahan bekas PJKA yang menghadap ke utara menjadi areal pertokoan dan pusat jajanan serba ada.

Byee Boeing-Airbus, Aeroflot Borong 300 Pesawat Rusia Usai Dapat Suntikan Rp43 Triliun dari Putin

Maskapai nasional Rusia, Aeroflot, tengah dalam keadaan sulit usai mendapat sanksi bertubi-tubi dari Barat. Beruntung, Pemerintah Rusia bergerak cepat. Belum lama ini Presiden Rusia Vladimir Putin memastikan Aeroflot bakal mendapat suntikan dana sebesar Rp 43 triliun atau US$3 miliar. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk berbagai keperluan, di antaranya memborong 300 pesawat.

Baca juga: Cina Larang Pesawat Boeing-Airbus dari Maskapai Rusia Masuki Wilayahnya, Gegara Putin Tewas?

Laporan Al Jazeera, 300 pesawat tersebut seluruhnya sudah pasti adalah pesawat-pesawat buatan dalam negeri Rusia, mengingat Barat masih memberlakukan sanksi keras ke Negeri Beruang Merah.

Menurut sumber pemerintah yang dikutip media lokal, Aeroflot sangat mengincar pesawat narrowbody pesaing Airbus A320 dan Boeing 737, Irkut MC-21. Tak disebutkan dengan jelas berapa jumlahnya. Namun, ini diperkirakan akan lebih besar dibanding yang lain.

Aeroflot juga berencana memesan Sukhoi Superjet 100 yang mampu mengangkut 100 penumpang, lebih sedikit 100 penumpang dibanding Irkut MC-21, serta sejumlah kecil pesanan untuk pesawat narrowbody lainnya Tupolev Tu-214.

Meski berbeda, ketiga produsen pesawat itu berada dalam satu grup yang sama di bawah United Aircraft Corporation, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Rostec, BUMN Rusia yang fokus di bidang industri pertahanan dan kedirgantaraan.

Pembelian 300 pesawat dalam negeri Rusia oleh Aeroflot masih harus menunggu suntikan dana trilunan rupiah dari pemerintah cair. Dana tersebut diketahui berasal dari National Wealth Fund (NWF) Rusia, dana investasi yang kelola pemerintah yang berasal dari surplus fiskal, operasi mata uang asing resmi, uang dari privatisasi, pembayaran transfer pemerintah, pendapatan dari ekspor sumber daya alam.

Dari NWF, Aeroflot akan mendapat suntikan sebesar US$1,73 miliar atau sekitar Rp25 triliun. Sedangkan sisanya akan didapat maskapai dari penerbitan 5,42 miliar saham baru yang telah disetujui para pemegang saham.

Saat ini, prosesnya masih dalam diupayakan oleh pemerintah. Presiden Putin diketahui telah memerintahkan jajaran menterinya untuk membuat aturan baru tentang bagaimana NWF dapat dibelanjakan untuk menyelamatkan ekonomi negara melalui perusahaan-perusahaan strategis milik pemerintah.

Baca juga: Bye-bye Barat, Rusia Mulai Produksi Pesawat Tu-214 Gantikan Pesawat Narrowbody Boeing-Airbus

Ini bukan kali pertama dana NWF menyelamatkan maskapai. Selama pandemi virus Corona, Aeroflot, diktahui telah mendapat suntikan US$1,3 miliar atu sekitar Rp19 triliun.

Angka tersebut termasuk salah satu dana talangan terbesar untuk maskapai, meskipun angkanya masih jauh dari dana talangan negara-negara kaya Arab seperti Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi untuk maskapai nasionalnya, termasuk masih kalah dari Singapura yang menyuntikkan dana ratusan triliun ke Singapore Airlines.

Bandara Zurich Swiss Punya AirPortr, Solusi Bagasi Pintar Bebas Tenteng Tas/Koper

Banyak hal yang menarik dari Swiss, selain keindahan dan kebersihannya yang layak menjadi panutan dunia, Swiss nyatanya juga layak jadi acuan untuk teknologi kebandarudaraan. Sebut saja tentang kemudahan layanan bagasi kargo. Di Swiss pengguana jasa penerbangan dapat men-drop tas besar mereka di beberapa poin, seperti pusat bisnis, terminal dan stastin kereta.

Baca juga: Rute Kenangan Garuda Indonesia di Masa Kejayaan Era 70-80an, dari Zurich sampai Athena

Ya, cukup drop koper di konter AirPortr, maka Anda bisa bepergian bebas tanpa ribet dengan urusan koper. Setelah itu, Anda dapat jalan-jalan atau menikmati travel sebelum menuju Bandara Zurich. Dengan sistem yang serba terintegrasi, pemilik koper dapat selalu memantau pergerakan kopernya, bahkan tidak perlu lagi handle koper saat Anda tiba di bandara, singkat kata, koper yang tadinya Anda drop di stasiun, maka dapat Anda ambil di conveyor belt bandara tujuan akhir.

Nah, pola di atas juga bisa berlaku sebaliknya, saat Anda tiba di Bandara Zurich, koper dapat Anda drop di konter AirPortr, untuk selanjutnya koper dapat dikirimkan langsung ke alamat/hotel tujuan, sementara Anda bisa jalan-jalan selepas keluar dari bandara tanpa keribetan dengan barang bawaan.

Dikutip dari Simpleflying.com, Penawaran bagasi pintar di atas adalah solusi dari AirPortr, penyedia solusi manajemen bagasi pintar yang berbasis di Inggris, yang menawarkan layanannya di Bandara Zurich melalui kemitraannya dengan Swiss International Air Lines (SWISS) dan kolaborasi dengan Swissport – penyedia layanan darat bandara dan penanganan kargo udara.

Ide dari layanan ini adalah untuk menyediakan layanan tanpa kontak ke tujuan dan kembali lagi di mana pelanggan dapat melakukan perjalanan tanpa harus khawatir membawa tas mereka. Penumpang yang memilih opsi ini dapat mencapai bandara bebas bagasi, melewati kemacetan terminal dan berpotensi antrean panjang saat check-in, dan langsung menuju gate keamanan. Pada saat kedatangan, mereka dapat menghindari menunggu tas mereka di conveyor belt dan langsung menuju ke tujuan akhir mereka.

Baca juga: Mengapa Penanganan Bagasi Secara Otomatis Hanya Bisa Dilakukan di Beberapa Pesawat?

Operator kereta api nasional Swiss, SBB, juga mendapat keuntungan dalam hal ini dan mendukung harga yang menarik bagi konsumen yang men-drop tasnya di stasiun. Harga yang dipatok berkisar dari CHF39 (sekitar $39) untuk 2 tas di Zurich dan hingga CHF69 (sekitar $70) di daerah yang lebih jauh.

Berhasil Diuji Coba, KAI Tambah 3 Kereta Wisata Priority Buatan Balai Yasa Manggarai

Informasi mengenai kereta api wisata yang dirombak oleh tim Balai Yasa Manggarai baru – baru ini ternyata terlaksana sudah. Sebanyak 3 unit kereta mewah kini siap untuk digunakan dan memanjakan para penumpang kereta api. Rabu, 8 Juni 2022 lalu merupakan hari yang dilaksanakannya rangkaian kerea api wisata bertuliskan Priority di uji coba. Keberangkatan dari Balai Yasa Manggarai, rangkaian ini mencoba di jalur utam sampai dengan Stasiun Cikampek.

Baca juga: PT KAI Luncurkan Priority Class di KA Argo Muria, Ini Dia Rinciannya!

Uji coba ini dimaksudkan untuk mencoba kecepatan dan ketahanan getaran kereta tersebut dengan kecepatan maksimum 90 hingga 100 km perjam. Ini berguna saat rangkaian tersebut saat digunakan perjalanan reguler. Rangkaian kereta wisata ini diberi nomor kereta K1 0 91 01, K1 0 91 02 dan K1 0 91 03 yang merupakan rangkaian kereta bekas kelas bisnis. Namun, informasi yang didapat dari berbagai sumber, rangkaian ini sebelum menjadi kelas bisnis sempa digunakan sebagai kelas ekonomi tahun 1953.

Belum diketahui pasti apakah rangkaian ini akan diuji coba kembali atau langsung digunakan reguler untuk bisa dinikmati penumpang. Yang pasti nantinya saat digunakan secara reguler, penumpang bisa menikmati kenyamanan dari jamuan para pramugari/pramugara kereta api wisata dengan destinasi sesuai keinginan penumpang. (PRAS – Cinta Kereta Api)

PRJ Kemayoran Dibuka Hari Ini, Warga Cikarang dan Bekasi Naik KRL Tak Perlu Transit

Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang dibuka mulai hari ini (9/6/2022) hingga 17 Juli 2022 sepertinya menjadi peluang untuk warga Cikarang dan Bekasi untuk mampir. Ya, Stasiun Kemayoran menjadi stasiun terdekat dari lokasi dimana PRJ digelar.

Baca juga: Ternyata Ada Alasan Lain Soal Penutupan Perlintasan Sebidang Kemayoran, Apa Itu?

Stasiun Kemayoran yang berada antara petak Stasiun Pasar Senen dengan Stasiun Rajawali ini sudah menjadi hal biasa penumpang KRL yang ingin berkunjung ke PRJ, karena lokasinya yang strategis dan banyaknya angkutan umum di sekitaran stasiun menuju kesana. Tak hanya Stasiun Kemayoran, Stasiun Rajawali juga bisa menjadi alternatif menuju ke PRJ, hanya saja penumpang harus berjalan sedikit menuju ke Jalan Raya Industri Raya.

Stasiun Kemayoran maupun Stasiun Rajawali merupakan peluang bagi warga Cikarang, Bekasi dan sekitarnya ini karena naik KRL kini tak perlu transit lagi. Mereka hanya perlu naik KRL dari Stasiun Cikarang maupun Stasiun Bekasi cukup sekali naik KRL saja via Stasiun Pasar Senen. Saat KRL memasuki Stasiun Jatinegara rangkaian tersebut memasuki jalur dengan rute Pasar Senen, Kampungbandan, Tanah Abang dan Manggarai. Penumpang pun diharapkan tidak salah naik, mengingat rute KRL dari Cikarang maupun Bekasi ini ada 2 arah, yaitu dari Jatinegara via Pasar Senen, maupun Jatinegara melewati Manggarai terlebih dahulu.

Baca juga: Mengenal Bandar Udara Kemayoran, Bandara Internasional Pertama di Indonesia

Sangat mudah juga untuk penumpang yang transit. Dari arah Bogor/Depok/Nambo bisa transit di Stasiun Manggarai, kemudian pindah KRL dengan tujuan Jatinegara via Tanah Abang, begitu pula penumpang yang transit di Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Duri, penumpang cukup naik KRL mengarah ke Kampung Bandan dan Kemayoran. Penumpang dari arah Jakarta Kota bisa menggunakan KRL tujuan Kampung Bandan kemudian transit dan melanjutkan KRL menuju Rajawali dan Kemayoran. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Setelah Singapore Airlines, Giliran Malaysia Airlines Gunakan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan

Bila Garuda Indonesia baru dalam tahap berencana untuk menggunakan bahan bakar penerbangan berkelanjutan – sustainable aviation fuel (SAF), maka Malaysia rupanya sudah lebih dulu dalam implementasi SAF. Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada hari Minggu, 5 Juni 2022, Malaysia Airlines menandai hari itu dengan mengoperasikan penerbangan penumpang pertamanya yang menggunakan bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

Baca juga: Singapore Airlines Gandeng ExxonMobil untuk Pasok Bahan Bakar Berkelanjutan 

Dikutip dari Simpleflying.com, adopsi SAF digunakan pada pesawat Boeing 737-800 (registrasi 9M-MXX) penerbangan MH603 dari dari Bandara Internasional Kuala Lumpur ke Bandara Changi Singapura.

Persisnya, Boeing 737-800 MH603 menggunakan bahan bakar campuran, yakni antara bahan bakar jet konvensional (avtur) dan bakar penerbangan berkelanjutan yang dipasok Nestle. Neste SAF diproduksi dari 100 persen limbah dan bahan residu terbarukan, seperti limbah lemak hewan yang digunakan untuk pengisian bahan bakar SAF pada penerbangan ini.

Pada Desember 2021, Malaysia Airlines menggunakan SAF untuk pertama kalinya pada penerbangan kargo Airbus A330-200 dari Bandara Schiphol Amsterdam (AMS) ke Kuala Lumpur. Penerbangan itu, MH7979, menggunakan campuran 38 persen SAF yang terbuat dari minyak goreng bekas dan bahan bakar jet konvensional.

Perlahan tapi pasti, transisi dari bahan bakar fosil ke bahan bakar berkelanjutan nan ramah lingkungan sudah dimulai maskapai sejak beberapa tahun lalu. Setidaknya, ada lebih dari 30 maskapai yang sudah memulai proyek hijau mereka. Namun, hanya ada beberapa maskapai yang konsisten menjalankannya sampai dunia benar-benar bisa bebas dari emisi. Selain Malaysian Airlines, dari Asia Tenggara yang sudah menggunakan SAF adalah Singapore Airlines.

Baca juga: Daftar Maskapai Terdepan yang Gunakan Bahan Bakar Berkelanjutan, Tak Satupun dari Asia

Beberapa maskapai yang konsisten untuk terus menguji coba atau sudah menggunakan bahan bakar berkelanjutan tersebut, termasuk American Airlines, Alaska Airlines, JetBlue Airways, United Airlines, Delta Air Lines, KLM, Finnair, dan SAS Scandinavian Airlines. Untuk Nestle, selama ini dikenal sebagai produsen solar dan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) terbesar di dunia.

Mulai 17 Juni 2022, Batik Air Layani Penerbangan Langsung Denpasar – Melbourne

Mulai 17 Juni 2022, Batik Air akan menjadi maskapai full service kedua dari Indonesia yang melayani penerbangan langsung ke Australia. Seperti diketahui, selama ini maskapai dari Indonesia yang melayani penerbangan ke Austalia hanya Garuda Indonesia, yakni dengan rute Jakarta – Sydney, yang dilayani dalam 1x seminggu.

Baca juga: Rebranding, Malindo Air Berganti Nama Menjadi Batik Air

Dikutip dari siaran pers Batik Air, disebut bahwa Batik Air yang dioperasikan basis Malaysia (kode penerbangan OD) member of Lion Air Group dijadwalkan mulai 17 Juni 2022 membuka kembali rute internasional berjadwal dari Bali, Indonesia melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar di Badung (DPS) tujuan Melbourne, Ibu Kota Victoria Australia melalui Bandar Udara Internasional Melbourne (MEL).

Pengoperasional rute Bali – Melbourne – Bali sebagai salah satu upaya Batik Air dalam mendukung pemulihan perekonomian global untuk kawasan Asia dan Australia yang dijalankan secara bertahap. Ketersediaan layanan penerbangan internasional ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mempercepat mobilisasi orang, mendukung aktivitas perekonomian antarnegara yang meliputi perdagangan (ekspor dan impor), pariwisata, pendidikan dan memperkuat hubungan kenegaraan serta mempersingkat waktu dalam bepergian secara langsung dan terhubung atau terkoneksi.

Batik Air menawarkan harga satu kali jalan (one way) dari Bali ke Melbourne dan Melbourne ke Bali mulai dari Rp 2.686.050.

Baca juga: Tiba di Canberra dari Melbourne, Penumpang Seperti Kena Prank Karena Harus Karantina

Namun perlu dicatat, bahwa rute Denpasar – Melbourne tidak dilayani dengan pesawat wide body, melainkan dilayani dengan pesawat narrow body Boeing 737 series. Penerbangan dilayani 4x dalam seminggu, berangkat dari Denpasar pukul 22.00 WITA dan tiba di Melbourne pukul 05.40 waktu setempat – dilayani setiap hari Senin, Rabu, Jumat, Minggu. Sementara dari Melbourne berangkat pukul 06.40 waktu setempat dan tiba di Denpasar pukul 11.05 WITA – dilayani setiap hari Senin, Selasa, Kamis, Sabtu

Mungkinkah Refund dan Kompensasi Maskapai ke Penumpang Dibuat Otomatis?

Proses refund tiket dan kompensasi di dunia transportasi atas keterlambatan bak benang kusut, rumit. Ini tidak hanya terjadi di negara berkembang, tetapi juga di negara maju; termasuk Inggris. Selama sepekan terakhir, proses refund menjadi perbincangan hangat sampai muncul opsi dari pemerintah Inggris untuk membuat refund dan kompensasi ke penumpang dibuat otomatis. Bisakah?

Baca juga: Qatar Airways Tuntaskan Refund Tiket Senilai US$1,2 Miliar

Publik Inggris belakangan ramai menyorot proses refund dan kompensasi yang rumit dari maskapai. Terlebih, dalam periode yang sama, terjadi ribuan pembatalan penerbangan dari berbagai maskapai. Atas kekacauan tersebut, pemerintah pun buka suara.

Lewat Sekeretaris Negara untuk Transportasi Inggris, Grant Schapps, pemerintah memastikan akan ada perubahan besar dalam proses refund dan kompensasi di maskapai. Nantinya, proses refund dan kompensasi akan dilakukan secara otomatis sebagaimana sistem Delay Repay di kereta api.

“Saya ingin memastikan ada kompensasi otomatis untuk penumpang. Tidak dapat diterima bahwa terkadang begitu rumit untuk re-schedule penerbangan atau mendapatkan uang Anda kembali,” katanya.

“Saya ingin lebih seperti Delay Repay bekerja di kereta api. Jaringan kereta memungkinkan penumpang untuk meminta pengembalian uang untuk layanan yang tertunda hanya dengan menunjukkan tiket mereka,” jelasnya dalam program Sunday Morning BBC One.

Skema Delay Repay oleh operator di seluruh jaringan kereta api nasional di Inggris memungkinkan penumpang mendapat kompensasi 50 persen dari harga tiket untuk keterlambatan antara 30-60 menit. Lebih dari itu, penumpang akan mendapat full refund. Demikian juga dengan pembatalan penerbangan, penumpang akan diberi full refund secara otomatis.

Berbeda dengan kereta api, di maskapai proses refund dan kompensasi sangat rumit. Kerumitan semakin menjadi karena masing-masing maskapai mempunyai mekanisme refund dan kompensasi tersendiri. Namun kompensasinya sudah diatur.

Di Inggris, penumpang berhak atas kompensasi sebesar £220 atau sekitar Rp4 juta untuk penerbangan jarak pendek di bawah tiga jam dan £350 atau Rp6 jutaan untuk penerbangan berjarak 1.500–3.500 km jika terjadi delay selama tiga jam.

Penerbangan lebih dari 3.500 km, penumpang berhak mendapat kompensasi Rp9 jutaan untuk delay selama tiga sapai empat jam.

Refund dan kompensasi otomatis yang dicanangkan Pemerintah Inggris rupanya mendapat pertentangan dari berbagai pihak. Salah satunya dari Pakar Hukum Konsumen, Lisa Webb.

Disebutkan, otomatisasi proses refund dan kompensasi oleh maskapai sah-sah saja, tetapi jangan sampai itu mengurangi hak kompensasi ke penumpang, seperti yang diusulkan pemerintah.

Baca juga: Bandara Hong Kong Luncurkan Asuransi Delay Gratis, Penumpang Dapat Kompensasi Tanpa Ribet

“Sementara kompensasi otomatis dapat memastikan penumpang mendapatkan uang yang mereka berhak secara hukum untuk penundaan penerbangan yang parah dan pembatalan menit terakhir dengan cepat, itu tidak boleh diperkenalkan dengan mengorbankan hak kompensasi yang melemah di tempat lain, yang saat ini diusulkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Atas berbagai masukan dari para pakar, Schapps mengungkapkan pemerintah akan berupaya mencari formula terbaik agar refund dan kompensasi otomatis bisa berjalan sambil tetap memberikan nilai kompensasi terbaik.

Mengenal Penambat Rel yang Digunakan di Jalur Kereta Api Indonesia

Kereta api berjalan di atas rel. Meskipun kereta api tiap haru melintas, posisi relnya tetap kokoh. Kenapa bisa ya? Padahal kereta api yang melintas itu bebannya beda – beda dan mampu berkecepatan tinggi. Rel yang disesuaikan pada kecepatan kereta api ternyata berpengaruh pada bagian rel itu sendiri, seperti alat bantunya yaitu penambat rel.

Baca juga: Ternyata Ada Beragam Jenis Bantalan Rel, Indonesia Pakai Yang Mana?

Nah, penambat rek disini menjadi peran penting dalam memperkokoh jalan rel saat kereta api melintas baik kecepatan tinggi maupun kecepatan rendah. Bisa dibayangkan kalau penambat rel dengan sistem kancing mengikatnya tidak kuat, akan terjadi bahaya yang menimpa saat kereta api berjalan. Salah satunya yang terjadu adalah anjlok yang mengakibatkan roda keluar dari rel.

Penambat rek sendiri merupakan komponen yang digunakan untuk menambatkan rel pada bantalan agar kedudukan rel tetap kokoh pada posisinya. Semakin berat beban dan semakin tinggi kecepatan kereta api yang melewatinya, maka penambat rel maupun bantalannya juga harus lebih kokoh. Petugas PPJ (Pemeriksa Jalur Kereta Api) yang bertugas mengecek bahkan memperbaiki baut bahkan penambat rel ini yag selalu setia dalam menjalankan tugas. Apa jadinya jika penambat rel itu hilang bahkan rusak. Pastinya kereta api mengalami masalah anjlok yang mengakibatkan kereta api keluar dari rel.

Baca juga: Stasiun di Melbourne Uji Penggunaan Duratrack, Bantalan Rel dari Bahan Plastik Daur Ulang

Ternyata ada 2 tipe penambat rel yang dipasang di jalur kereta api di Indonesia, yaitu penambat elastis dan penambat kaku. Penambat rel ini sama – sama memiliki kemampuan meredam getaran dan mampu memberikan kuat jepit yang tinggi saat kereta api melewatinya. Jenis penambat elastis ini antara lain: Pandrol, D.E.Spring Clip, KA Clip, Tipe F, Nabla dan Dorken. Sedangkan penambat rel kaku antara lain: paku rel, tarpon (tirefond) atau mur dan baut dengan pelat landas. (PRAS – Cinta Kereta Api)

TGV Bersejarah Tampil di Praha, Promosikan Jaringan Kereta Cepat di Ceko

Pecinta dunia kereta api tentu mengenal Train Grand Vitesse (TGV), inilah kereta cepat kebanggaan Perancis dan Eropa yang mulai beroperasi pada 22 September 1981. Sesuai dengan perkembangan zaman, TGV baru kini telah meluncur dengan performa yang lebih baik, namun, bagaimana dengan TGV generasi perdana yang berhasil menorehkan nama Perancis sebagai pemain utama dalam industri kereta cepat dunia. TGV generasi awal resmi pensiun pada tahun 2018, meski statusnya purna tugas, namun, TGV masih tersimpan dan mampu dioperasikan secara baik.

Baca juga: Hari ini 40 Tahun Lalu, Kereta Cepat TGV Kebanggaan Perancis Meluncur Perdana

Sebagai buktinya, TGV bersejarah dengan livery oranye bergaris putih, saat ini tidak berada di Perancis, melainkan ada di Ceko. Dikutip dari radio.cz (7/6/2022), TGV legendaris saat ini berada di Ceko untuk mempromosikan proyek kereta berkecepatan tinggi di negara Eropa Timur tersebut.

TGV yang mencatat rekor kecepatan 380 km per jam pada tahun 1981, tiba di Ceko dan akan dipamerkan kepada publik di Praha, Brno, Jihlava, dan stí nad Labem hingga 9 Juni mendatang. Untuk memboyong TGV yang terdiri dari 10 rangkaian tentu butuh biaya besar, disebut untuk mendatangkan kereta cepat bersejerah dari Perancis dibutuhkan dana sembilan juta krona, yang menjadi bagian dari kampanye promosi untuk pembangunan jaringan kereta cepat di Republik Ceko.

Selama beberapa dekade Ceko mengklaim sebagai negara dengan jaringan kereta api terpadat di Eropa. Tapi ironisnya, Ceko tidak memiliki jaringan kereta cepat. Saat ini kecepatan maksimum setiap kereta api yang berjalan di Ceko adalah 160 km per jam. Dengan kondisi di atas, menjadikan jaringan kereta api Ceko tak bisa berkolaborasi dengan standar kereta cepat di Perancis atau Jerman.

Pasca bergabung dengan Uni Eropa, Ceko kini mempunyai rencana ambisius untuk membangun jarigan kereta api berkecepatan tinggi yang akan menghubungkannya dengan negara-negara tetangga di Eropa Barat.

Rencana ambisius sekarang sedang dibuat untuk mengembangkan jaringan kereta api berkecepatan tinggi di Republik Ceko yang akan terhubung dengan jaringan berkecepatan tinggi yang sudah ada atau yang direncanakan di negara-negara tetangga.

Otoritas Kereta Api Nasional Ceko telah mempresentasikan rencana untuk jaringan berkecepatan tinggi yang akan dibangun dalam 13 fase antara tahun 2025 dan 2050. Ketika selesai, jaringan tersebut akan digunakan oleh hingga 130.000 penumpang per hari dan membantu mempercepat transportasi kereta api internasional di seluruh Eropa.

Baca juga: Mengular di 2024, Emmanuel Macron Tampilkan Mockup Kereta Cepat TGV Generasi Mendatang

“Persiapan saat ini benar-benar bergerak maju. Jaringan tersebut pada akhirnya akan terhubung ke Dresden, Wroclaw, Katowice, Bratislava, dan Wina. Kami berharap bagian pertama dari Praha ke Brno selesai dalam waktu sepuluh tahun. Proyek ini akan menelan biaya sekitar 700 miliar crown dan itu akan melibatkan pengeluaran sekitar 40 miliar crown per tahun,” ujar Kepala Administrasi Kereta Api Ceko Jiří Svoboda.

Untuk saat ini, warga Ceko harus puas dengan Pendolino, yakni kerta paling cepat di negara itu yang punya kecepatan 150 km per jam.