Singapore Airlines SQ37 Keluarkan Kode “7500” – Sempat Dikira Sedang Dibajak

Belum lama berselang, yakni pada 11 Juni 2022, sempat terjadi ‘kepanikan’ dalam penerbangan Singapore Airlines dari Los Angeles menuju negara asalnya, Singapura. Bukan kepanikan akibat turbulensi atau kerusakan mesin, melainkan dari pesawat muncul secara singkat kode darurat yang selama ini digunakan untuk menginformasikan bahwa sebuah pesawat sedang dibajak.

Baca juga: “7500” Bukan Nomor Penerbangan, Tapi Kode Pesawat Telah Dibajak

Sontak saja petugas radar di ATC (Air Traffic Control) dilanda ketegangan, dan berharap itu adalah alarm palsu. Dan untungnya, memang itu adalah kerusakan teknis semata, pasalnya pesawat tersebut dapat mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Changi Singapura.

Dikutip dari simpleflying.com, insiden alarm palsu itu terjadi pada penerbangan SIA SQ37 yang menggunakan pesawat Airbus A350-900. Pesawat tersebut tinggal landas dari Los Angeles (LAX) meninggalkan pantai barat Amerika Serikat tepat setelah tengah malam pada 11 Juni waktu setempat. Pesawat Airbus penerbangan SQ37 terdaftar sebagai 9V-SJB dan berusia kurang dari dua tahun. Menurut data dari ch-aviation, 9V-SJB telah mencatat lebih dari 3.600 jam terbang dan 409 siklus penerbangan hingga akhir Februari 2022.

Pesawat meninggalkan LAX secara normal, tetapi mengeluarkan kode 7500 saat melintasi Samudra Pasifik tidak terlalu jauh dari bandara keberangkatannya. Hal ini menyebabkan beberapa avgeeks dan pengamat penerbangan memperhatikan cobaan itu dan menulis tentangnya di media sosial. Namun, kode tersebut hanya di-flash sebentar, yang menunjukkan bahwa itu mungkin kesalahan teknis. Penerbangan berlanjut secara normal selama 16 jam perjalanan trans-Pasifik dan mendarat di Changi pada Minggu pagi.

Baca juga: Apa yang Dilakukan Pilot Jika Ada Ancaman Pembajakan di Pesawat? Berikut Ulasannya

7500 adalah sebuah kode squawk penerbangan yang mengacu pada pembajakan sebuah pesawat. Kode ini sangat berguna karena kemungkinan besar, pilot mungkin tidak dapat mengkomunikasikan situasi secara verbal kepada ATC jika terjadi pembajakan yang sebenarnya.

Sejarah “Jim Wilson”, Kode Khusus Jenazah Dalam Penerbangan

Melihat indahnya pemandangan saat dalam penerbangan adalah salah satu pengalaman menarik. Namun, bagaimana bila penumpang terbang dengan satu atau lebih jenazah? Pasti pengalaman terbang menjadi tidak menyenangkan bukan. Karenanya, jenazah dalam pesawat disamarkan atau memiliki kode khusus dengan sebutan Jim Wilson.

Baca juga: Blak-blakan Pramugari Tangani Jenazah di Pesawat: Harus Hormat-Gunakan Kode Khusus

Setiap tahun, ada ribuan penumpang meninggal di pesawat saat dalam penerbangan. Dalam studi lain bahkan jumlah lebih tinggi, mencapai lebih dari 50 ribu jenazah setahun yang diterbangkan dengan pesawat. Itu sebab, bagi Anda yang sering bepergian naik pesawat sesekali pasti pernah terbang bersama jenazah tanpa disadari, baik itu di kargo maupun di kabin penumpang.

Terlepas dari sadar tidaknya penumpang terhadap kondisi penumpang lainnya selama di pesawat, hingga membuatnya tak tahu kalau ia terbang bersama jenazah, pramugari dan pramugara, termasuk pilot dan kopilot, menggunakan kode atau istilah khusus terhadap jenazah di dalam penerbangan.

Tergantung maskapai, kode atau sebutan khusus jenazah di pesawat bisa berbeda-beda. Sebab, itu tidak ada standar baku.

Disebutkan, sebutan atau kode panggil jenazah di pesawat adalah “Jim Wilson”. Lainnya, ada juga yang menyebut HR atau “Human Remains” atau sisa-sisa manusia.

Kode tersebut bertujuan agar penumpang lain tak khawatir apalagi merasa takut terhadap arwah jenazah tersebut.

Baca juga: Serem! Pramugari Ini Diminta Hantu untuk Buatkan Suaminya Teh dalam Penerbangan

Dilansir ladbible.com, sejarah penyebutan “Jim Wilson” pada jenazah dalam penerbangan sendiri bermula dari maskapai American Airlines, tak jelas tahun berapa namun diperkirakan sebelum tahun 2000.

(Sebutan Jim Wilson) ini didasari pada peti mati khusus kargo udara (air tray) yang disebut peti mati Jim Wilson. Entah itu merek atau peti mati yang di dalamnya ada seorang bernama Jim Wilson, itu tidak dijelaskan dengan rinci. Kode tersebut kemudian diikuti oleh banyak maskapai di dunia.

Beberapa maskapai dan bandara, seperti American Airlines dan Bandara Schiphol, memiliki desk khusus untuk layanan Jim Wilson. Andai bandara dan maskapai tak memiliki desk khusus, ketika pelanggan menyebut “Jim Wilson” ke petugas check-in konter, disebutkan mereka akan dilayani dengan jauh lebih serius dan hati-hati.

Saat proses pemindahan dari kargo transporter ke kargo pesawat pun itu dilakukan juga dengan sangat hati-hati. Peti mati juga dibungkus lagi dengan air tray bertuliskan “Handle dengan sangat hati-hati” yang menjadi penanda bahwa kargo tersebut sangat spesial.

Meski begitu, tetap saja, beberapa insiden penumpang meninggal terdengar dan diketahui oleh penumpang.

Suatu ketika, dalam sebuah penerbangan dari Turki ke Rusia, seorang wanita 50 tahun penderita diabetes meninggal di pesawat 45 menit setelah lepas landas dan membuat penumpang lain ketakutan. Ia meninggal lantaran kehabisan insulin. Jenazahnya kemudian dibaringkan di tempat duduk sendirian paling belakang.

Baca juga: Viral! Cerita Pramugari Tangani Penumpang Meninggal di Pesawat, Bikin Ngeri

Dalam kasus kematian penumpang lain di pesawat, karena tidak adanya kursi kosong, alhasil, penumpang harus rela duduk bersebelahan dengan jenazah dalam penerbangan.

Selain itu, ada juga insiden lucu terkait Jim Wilson. Disebutkan, suatu hari ada seorang perempuan yang menanyakan Jim Wilson dalam sebuah penerbangan. Kemudian petugas berjanji akan mengecek keberadaan peti mati secepatnya. Perempuan tersebut pun langsung kaget. Usut punya usut ternyata suami dari perempuan juga bernama Jim Wilson.

Reclining Seat, Ternyata Justru Membuat Susah Penumpang

Menggunakan transportasi dalam perjalanan jauh sudah identik dengan kursi atau bangku yang dapat direbahkan (reclining seat). Khususnya bagi penumpang pesawat udara ternyata ada serba-serbi tentang reclining seat, selain dirancang untuk kenyamanan, nyatanya reclining seat juga bisa membuat susah penumpang.

Ternyata tak hanya nyaman untuk bersendar tapi untuk merebahkan diri kursi pesawat juga nyaman. Sayangnya banyak yang tidak setuju dengan adanya reclining seat di pesawat. Hal ini seperti mimpi buruk untuk penumpang yang ada di belakang penumpang yang menyandarkan bangkunya. Ini bisa Anda bayangkan bila Anda yang berada di belakang si penumpang yang merebahkan tempat duduknya.
tips-tidur-di-pesawatDilansir dari www.news.com.au dan www.usatoday.com merebahkan kursi pesawat sangat mengganggu penumpang lain yang ada di belakang. Terkadang bukan hanya mengganggu tetapi bisa membuat penumpang lain terluka karena tempat duduknya terlalu sempit. Apalagi bila saat menyandarkankan kursi dibelakang ada orang tua ataupun ibu hamil, ini akan sangat mengganggu.

Sebenarnya reclining atau merebahkan diri di pesawat bisa saja menyenangkan dan tidak mengganggu orang lain. Ada beberapa etika yang perlu diikuti penumpang sebelum merebahkan diri. Bertanyalah sebelum merebahkan kursi Anda, dengan bertanya kepada penumpang dibelakang, membuat Anda bisa tahu boleh atau tidaknya merebahkan diri. Bila diperbolehkan, rebahkan kursi Anda tanpa mengganggu penumpang belakang.

Biasanya, bila diperbolehkan pun alasan yang Anda gunakan juga masuk akal. Penumpang lain akan tahu bahwa memang Anda dalam perjalanan dinas yang butuh istirahat cukup agar bugar kembali saat sampai tujuan. Apalagi saat itu perjalanan yang Anda lakukan pagi hari. Selain itu kondisi badan Anda yang benar-benar membutuhkan istirahat juga akan dipikirkan lagi oleh penumpang dibelakang Anda.

Kemudian berpindah ke tempat kursi yang kosong atau tidak ada penumpangnya. Sebelum menggunakan kursi kosong, pastinya Anda akan bertanya kepada pramugari, kursi tersebut bisa digunakan untuk merebahkan diri atau tidak. Bila diperbolehkan, lebih baik Anda berpindah daripada menyusahkan orang lain.

Dari survei yang dilakukan skyscanner, ada dua pembagian penumpang dalam menggunakan kursi pesawat. Yang pertama altruistic soul dan selfish ego. Altruistic soul adalah penumpang yang masih memperhatikan sekitar. Biasanya mereka memilih untuk tidak merebahkan diri di kursinya.

Tipe kedua yakni selfish ego. Kebanyakan penumpang ini lebih memikirkan diri sendiri. Sehingga merebahkan dirinya untuk beristirahat tanpa melihat sekeliling. Usia penumpang ini biasanya diatas umur 35 tahun. Terkadang pramugari yang bertugas juga sudaah memarahi karena ada komplen dari ppenumpang lainnya.

Namun, dengan teguran pun terkadang tidak didengar oleh sipenumpaang tersebut. Dengan adanya ini, biasanya penumpang yang merasa terganggu ataupun pramugari yang sudah menegur hanya akan bisa tersenyum. Tak ayal setelah teguran itu pun si penumpang akan malu dan memperbaiki kelakuannya.

Ini biasanya mengganggu bila berada di kelas ekonomi. untuk di kelas bisnis atau kelas satu, hal ini tidak berlaku. Sebab kelas bisnis atau kelas satu memiliki fasilitas ini pada kursinya. Penumpang kelas bisnis bisa merebahkan kursi lebih leluasa dan senyaman mungkin. Teknologi yang ada pada kelas ini pun bisa dinikmati bukan hanya menyenderkan kepala saja. Di kelas bisnis penumpang bisa tidur seperti di tempat tidur rumah Anda. Kursi kelas satu atau bisnis ini merupakan fasilitas khusus bagi penumpangnya.

Terbang Jarak Jauh? Don’t Worry Ikuti Tips Ini

Penerbangan dari Jakarta menuju Stockholm, Swedia via Doha, Qatar membutuhkan waktu sekitar 18 jam, sebuah penerbangan rute internasional yang termasuk jarak jauh. Meski kami duduk di kabin pesawat terbaru Boeing 787 Dreamliner, harus diakui duduk lama di pesawat terbilang cukup melelahkan, adanya beragam saranan inflight entertainmet memang bisa mengusir rasa bosan, tapi karena penerbangan lintas benua sejauh 10.369 km jelas harus ada kiat-kiat khusus agar badan tetap bugar dalam penerbangan jarak jauh. Berikut ini ada beberapa tips yang rasanya berguna untuk disimak sebelum Anda melakukan penerbangan jarak jauh.

Toilet di Pesawat, Fungsi Sama Aturan Sedikit Beda

Selain aturan keselamatan yang lebih ketat ketimbang moda transpotasi lain, menggunakan jasa pesawat udara juga punya beberapa ciri khas, semisal untuk urusan toilet. Karena ruang kabin yang terbatas dan alasan keselamatan penerbangan, desain dan penggunaan toilet di pesawat dirancang dengan sentuhan yang serba khusus. Atas dasar desain yang serba khusus tadi, menggunakan fasilitas toilet di pesawat terbang pun ada aturan-aturan yang wajib diperhatikan. Apa saja itu?

Menggunakan Toilet pada Waktu yang Tepat
Jangan sekali-sekali menggunakan toilet saat lepas landas ataupun mendarat. Tak hanya itu, jangan gunakan toilet saat cuaca sedang dalam kondisi tidak baik. Biasanya Pilot atau kru akan memberitahukan kepada para penumpang untuk menggunakan sabuk pengaman bila terjadi sesuatu di udara.

Antri Toilet dengan Tertib
Usahakan agar tetap teratur dalam menggunakan toilet. Karena bukan hanya kita yang akan menggunakan toilet tetapi orang lain juga. Yang terpenting jangan menggedor-gedor pintu dari luar karena hal itu sangat tidak menyenangkanuntuk orang lain ataupun terjadi pada kita.

Jaga Kebersihan Toilet
Jangan karena toilet pesawat adalah fasilitas public sehingga kita bisa menggunakan seenaknya. Setelah menggunakan bersihkan seperti saat kita masuk dan menggunakannya, seperti menekan flas setelah kita BAK/BAB. Tak lupa buang tisu yang kita gunakan pada tempat sampah yang ada di dalam toilet.

Duduk Dekat Koridor
Kalau kamu adalah orang yang beser atau sering ke toilet karena suhu udara di pesawat yang dingin, lebih baik pilih tempat di pinggir atau dekat koridor. Ini membantu kamu untuk memudahkan ke toilet dan tidak mengganggu penumpang lainnya.

Gunakan Toilet Seperlunya
Jangan menggunakan toilet untuk hal-hal yang tidak penting, contohnya seperti berdandan atau hanya untuk bolak-balik cuci tangan. Hal ini akan membuat risih penumpang lain dan toilet pesawat bukanlah tempat yang cocok untuk melakukan aktivitas dandan kamu.

Kunci Pintu Toilet
Hal ini paling penting, sebab pintu toilet pesawat berbeda dengan pintu toilet lainnya. Pintu toilet pesawat bila sudah tertutup akan rapat, namun bila kamu lupa mengunci, akibatnya akan fatal yakni malu dengan penumpang lain bila pintu tiba-tiba terbuka dan diluar ada orang. Terpenting adalah lihat lampu yang ada di toilet, bila lampu belum menyala pertanda pintu toilet ada belum terkunci, cepat tarik pengunci toilet dan lampu akan menyala yang menandakan toilet sudah terkunci.

Bagi kamu para pelancong yang gemar naik pesawat, usahakan tips dalam menggunakan toilet pesawat ini dipahami dengan baik. Tips ini juga bisa memudahkan kamu untuk mengerti perbedaan menggunakan toilet di pesawat dengan fasilitas umum lainnya. Untuk para pelancong yang baru pertama kali menggunakan pesawat, bila masih belum paham saat menggunakan toilet, lebih baik bertanya dengan pramugari.

Berapa Banyak Pramugari yang Dibutuhkan di Sebuah Pesawat?

Maskapai di dunia boleh saja memiliki seragam, standar make up, usia, dan kecantikan yang berbeda-beda. Namun, berapa banyak jumlah pramugari atau kru kabin di pesawat, baik penerbangan domestik maupun internasional, itu sudah diatur oleh masing-masing regulator penerbangan sipil negara. Lantas, berapa jumlahnya?

Baca juga: Bagaimana Pramugari Beri Pertolongan Pertama ke Penumpang di Pesawat?

Selain melayani penumpang, pramugari juga bertugas untuk memastikan penumpang selamat dalam kondisi apapun, termasuk dalam kondisi darurat. Atas dasar itu, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menyusun pedoman evakuasi pesawat yang bertujuan untuk memudahkan proses evakuasi.

Hanya saja, ICAO tidak memastikan jumlahnya. Teknis terkait jumlah pramugari, kru kabin, atau awak kabin di dalam pesawat di setiap penerbangan diserahkan organisasi internasional di bawah PBB itu ke maskapai dan regulator di masing-masing maskapai. Karenanya, jumlah pramugari di setiap pesawat bisa berbeda-beda di setiap negara.

Akan tetapi, hampir seluruh regulator penerbangan sipil di setiap negara, pada umumnya berkiblat ke dua regulator penerbangan sipil bergengsi dunia, Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) dan Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA).

Baik EASA maupun FAA menetapkan bahwa jumlah minimum awak kabin harus ditetapkan saat proses sertifikasi pesawat. Meski begitu, penetapan tersebut tak pasti melainkan masih terbuka pintu untuk negosiasi.

Disebutkan, dalam pedoman FAA, jumlah kru kabin di setiap pesawat bergantung pada ukuran dan berat pesawat ditambah total kapasitas penumpang yang diangkut.

Selain itu, FAA juga menetapkan jumlah minimum awak kabin yang pasti di setiap penerbangan, tergantung panjang penerbangan, jumlah penumpang, dan beberapa faktor kunci lainnya.

Berikut pedoman lengkap FAA:

  • Pesawat dengan kapasitas muatan maksimum lebih dari 7.500 pound, dan kapasitas tempat duduk antara sembilan dan 51 penumpang, memerlukan satu pramugari.
  • Pesawat dengan kapasitas muatan maksimum 7.500 pound atau kurang, dan kapasitas tempat duduk antara 19 dan 51 penumpang, memerlukan satu pramugari.
  • Pesawat yang memiliki kapasitas tempat duduk antara 50 dan 101 penumpang, seperti ATR 72 turboprop dengan 69 kursi) membutuhkan dua pramugari.
  • Pesawat dengan kapasitas tempat duduk di atas 100 penumpang memerlukan dua pramugari, ditambah satu pramugari tambahan untuk setiap unit 50 kursi penumpang di atas kapasitas tempat duduk 100 penumpang; yaitu, 150 penumpang akan membutuhkan tiga pramugari, 200 penumpang akan membutuhkan empat pramugari, dll.

Baca juga: Bagaimana Prosedur Pramugari Bantu Penumpang Disabilitas di Pesawat?

Dengan melihat pedoman jumlah minimum pramugari atau awak kabin di setiap penerbangan, maka, bisa dipastikan, pesawat superjumbo semisal Airbus A380 dengan jumlah penumpang 500 orang, maka jumlah kru kabin minum di pesawat adalah 10 orang.

Sambut Hari Ulang Tahun Kota Madiun, KAI Berikan Harga Diskon

Suka berkunjung ke Kota Madiun yang terkenal dengan kuliner khas pecelnya? Kini ada kabar gembira untuk masyarakat yang ingin ke Kota Madiun dengan perjalanan kereta api. Karena nantinya ada potongan diskon untuk kereta api yang melintas di wilayah Daerah Operasi (Daop) VII Madiun khususnya Stasiun Madiun. Kok bisa? Ya, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Madiun yang ke-104 pada 15 Juli 2022 nanti, PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menyediakan tarif diskon bagi penumpang yang naik kereta api untuk tujuan Stasiun Madiun maupun keberangkatan dari Stasiun Madiun.

Baca juga: Menipu! Terdengar Sangat “Eropa,” Padahal Stasiun ini Terletak di Jawa Timur

Hari jadi Kota Madiun yang diselenggarakan setiap tanggal 20 Juni ini nantinya akan ada beberapa kegiatan isimewa tentunya. Dengan diadakannya acara pada saat HUT Kota Madiun, ada beberapa kereta api yang melintas di Stasiun Madiun yang tak luput dapat potongan harga bagi penumpang naik dan turun di Stasiun Madiun. Berikut ini nama – nama kereta api yang mendapat potongan diskon:

1. KA Bima
2. KA Gajayana
3. KA Brawijaya
4. KA Argo wilis
5. KA Turangga
6. KA Mutiara selatan
7. KA Malabar
8. KA Matarmaja
9. KA Majapahit
10. KA Jayakarta
11. KA Gaya baru malam
12. KA Bangunkarta
13. KA Brantas
14. KA Singasari
15. KA Pasundan
16. KA Wijayakusuma
17. KA Ranggajati
18. KA Sancaka reguler/fakultatif
19. KA Kartanegara
20. KA Logawa
21. KA Mutiara timur
22. KA Gajayana tambahan

Dari beberapa kereta api yang disebutkan, diskon yang berlaku bagi penumpang yang melakukan perjalanan keberangkatan maupun tujuan Stasiun Madiun akan dikenakan potongan harga sebesar 10%. Meski potongan harga dapat dinikmati untukk kereta api semua kelas (eksekutif/argo, bisnis, ekonomi), namun tidak berlaku bagi kereta api kelas Luxury, PSO maupun wisata.

Untuk mendapatkan diskon harga, penumpang hanya perlu memesan tiket online melalui aplikasi KAI Access saja mulai tanggal 13 Juni sampai dengan 14 Juli 2022. Kemudian penumpang bisa melakukan perjalanan pada tanggal 14, 15, 16, 20, 21, 22, 23, 28, 29, 30 Juni dan 5, 6, 7, 12, 13, 14 Juli 2022. Tak hanya itu, jika penumpang ingin mengubah tanggal perjalanan maupun membatalkan perjalanan di tanggal tersebut, masih diperbolehkan.

Baca juga: Beginilah Penampakan Rangkaian Kereta Api di Jalan Bogowonto, Madiun

Seperti diketahui, HUT Kota Madiun akan ada berbagai acara yang menarik, termasuk pembukaan Festival Kuliner Bogowonto tanggal 15 Juli 2022 berupa rangkaian kereta api yang berdiri di atas rel Jalan Bogowonto, Madiun disulap menjadi area kuliner yang dapat memanjakan pengunjung yang mencobanya. (PRAS – Cinta Kereta Api)

USV Mayflower – Kapal Tanpa Awak Otonom yang Pertama Kali Melintasi Samudera Atlantik

Pengembangan kapal permukaan tanpa awak ibarat jamur di musim hujan, beragam institusi, baik sipil dan militer getol dengan adopsi wahana yang kondang disebut USV (Unmanned Surface Vessels) ini. Dan dari belahan utara, ada kabar pencapaian sebuah USV yang berhasil melintasi Samudera Atlantik selama 40 hari lamanya.

Baca juga: Yara Birkeland, Inilah Kapal Kargo Tanpa Awak dan Bebas Emisi Pertama di Dunia

Dikutip dari newatlas.com (8/6/2022), pada 5 Juni lalu, USV yang bernama Mayflower telah tiba di Halifax, Nova Scotia, Kanada, setelah berlayar sejauh 3.500 mil laut (5.600 km) dari Plymouth, Massachusetts di Inggris. Sebelumnya, Para peneliti di Plymouth University di Inggris pertama kali mengungkapkan rencana untuk meluncurkan kapal penelitian otonom pada tahun 2015.

Proyek Mayflower membawa sejumlah mitra global, termasuk Nvidia, penelitian kelautan nirlaba ProMare dan IBM, yaitu untuk membangun kapal trimaran berukuran panjang 15 meter. USV Mayflower dibekali teknologi kecerdasan buatan, 15 sistem komputer dengan lebih dari 30 sensor, sistem navigasi canggih dan stasiun cuaca. Sebelum mengarungi Atlantik Utara, kapal yang diluncurkan pada akhir 2020, telah melewat fase sea trial.

Pada Juni 2021, kapal tanpa awak memulai perjalanan epiknya, tetapi upaya itu dibatalkan setelah hanya tiga hari berlayar dengan kecepatan rata-rata 7 knot untuk 450 mil laut karena masalah dengan sistem propulsi hybrid solar-electric/diesel. Penilaian jarak jauh menentukan bahwa kesalahan generator tidak dapat diperbaiki tanpa campur tangan manusia sehingga Mayflower kembali ke pangkalan.

Baca juga: 10 Kapal Misterius Ini Ditemukan Tanpa Awak

Tercatat beberapa kali Mayflower diuji untuk berlayar jarak jauh, namun kerap menemui masalah pada generator, dan baru pada misi terakhir ini, obsesi pelayaran USV perdana berhasil melintasi Atlantik. “Perjalanan kami, sejak konsepsi, sangat penting dan menantang,” kata ProMare di situs LinkedIn. “Jadi kami sangat senang bahwa kapal inin berhasil menyelesaikan tantangan ketahanan menjadi kapal otonom mandiri pertama yang melintasi Samudera Atlantik.”

Diklaim Kuat dan Dilengkapi Teknologi Canggih, Mengapa Pesawat Terbang Menghindari Badai?

Setiap pesawat penumpang modern umumnya ketika diluncurkan telah dibekali dengan beragam sensor dan perangakt elektronik yang memungkinkannya untuk terbang dengan aman saat menghadapi tantangan alam, semisal turbulensi akibat cuaca buruk. Namun, yang menjadi pertanyaan, mengapa dengan bekal seabreg perangkat canggih, faktanya pesawat cenderung atau lebih memilih terbang untuk menghindari cuacar buruk?

Baca juga: Lawan Cuaca Buruk, Pesawat WestJet Tergelincir di Landas Pacu

Menghindari Potensi Masalah
Pesawat modern dirancang untuk terbang melewati badai dan cuaca buruk. Angin kencang pun tidak akan menyebabkan pesawat jatuh dari langit, didera hujan lebat pun tidak akan merusak badan pesawat. Petir pun demikian, bukan masalah serius. Bahkan, menurut US National Weather Service, sebuah pesawat dalam layanan komersial disambar petir rata-rata sekali atau dua kali per tahun.

Dengan pesawat berbahan logam, badan pesawat bertindak sebagai sangkar Faraday dengan listrik yang dibawa melalui eksterior. Sementara dengan pesawat berbahan komposit, elemen konduktor telah ditambahkan untuk mengarahkan arus.

Meski begitu, tetap ada saja potensi terjadinya masalah, dan untuk itu pilot memutuskan untuk terbang menghindari badai – baik ringan maupun berat. Perlu juga dicatat, rute penerbangan direncanakan sebelumnya dan akan memperhitungkan pergerakan cuaca yang diprediksi. Dengan cara ini, area masalah tertentu dapat dihindari, yang akan diperhitungkan dalam rute, waktu penerbangan, dan kebutuhan bahan bakar. Sistem pesawat onboard juga akan membantu pilot menghindari cuaca buruk setempat.

Kenyamanan Penumpang
Alasan lain pilot untuk menghindari badai juga terkait dengan kenyamanan penumpang. Angin kencang dapat sangat mempengaruhi pergerakan pesawat dan sebagian besar disebabkan oleh turbulensi udara yang jernih – yang disebabkan oleh variasi kecepatan angin. Hal ini terjadi karena gaya angkat yang dihasilkan oleh sayap akan bertambah dan berkurang seiring dengan perubahan kecepatan atau arah angin.

Baca juga: Enam Jenis Turbulensi Pesawat, Mana yang Paling Sering Terjadi?

Pertimbangan Keamanan di Darat
Meskipun pesawat dirancang untuk menahan badai, mengapa mengambil risiko. Pengalihan atau penundaan singkat jauh lebih masuk akal daripada mengambil risiko badai yang berpotensi ekstrem.

Ada juga faktor keamanan di darat. Efek badai lebih mungkin terjadi pada ketinggian yang lebih rendah dan tentu saja, dapat sangat mempengaruhi lepas landas dan mendarat. Ini adalah alasan lain mengapa perencanaan awal sangat penting – jika badai kemungkinan besar terjadi di bandara kedatangan, penerbangan mungkin tertunda atau tentu saja pendaratan dapat dialihkan.

Singapura Mulai Juli 2022 Jual Kredit Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan

Punya status sebagai hub penerbangan internasional terbesar di Asia Pasifik, menjadikan peluang besar bagi Singapura dengan Bandara Changi-nya untuk memasarkan produk bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) ke mitra maskapai asing atau penerbangan charter untuk membantu kampanye pengurangan emisi karbon.

Baca juga: Setelah Singapore Airlines, Giliran Malaysia Airlines Gunakan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan

Dikutip dari siaran pers Singapore Airlines, Otoritas Penerbangan Sipil Singapura atau Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS), Singapore Airlines (SIA), dan Temasek akan meluncurkan penjualan kredit bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) pada bulan Juli 2022. Penjualan kredit SAF ini merupakan bagian dari proyek perontohan CAAS-SIA-Temasek yang diumumkan pada bulan November 2021 lalu untuk mempercepat penggunaan SAF di Singapura.

Sejumlah 1.000 kredit SAF akan tersedia untuk dijual. Ini dihasilkan dari 1.000 ton SAF murni yang dicampur, dikirim, dan diangkut dari Bandara Changi Singapura, dan diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 2.500 ton. Setiap kredit yang dibeli akan membantu mengurangi 2,5 ton emisi karbon dioksida.

Peluncuran kredit SAF memberikan pelanggan – termasuk pelaku perjalanan korporat dan individu, serta perusahaan ekspedisi kesempatan untuk berkontribusi bagi lingkungan, dan mengurangi jejak karbon mereka. Dengan membeli kredit ini, mereka juga dapat membantu mendorong permintaan SAF, mendukung pengembangan industri SAF yang baru tumbuh, dan memajukan penggunaan SAF untuk industri penerbangan yang berkelanjutan.

Kredit SAF akan didaftarkan sebagai bagian dari proyek percontohan dalam Roundtable on Sustainable Biomaterials (RSB)[1] Book & Claim System untuk memastikan bahwa transaksi kredit SAF dilakukan dengan cara yang terpercaya dan transparan, tanpa penghitungan kredit ganda. The Book & Claim System diaktifkan oleh RSB yang merupakan salah satu pemimpin global dalam standar sertifikasi keberlanjutan.

Pelanggan korporat dan perusahaan ekspedisi SIA dapat membeli kredit SAF langsung dari SIA, mengurangi emisi karbon yang terkait dengan penerbangan mereka. Perusahaan ekspedisi pada gilirannya juga dapat menjual kredit kepada klien mereka untuk mengurangi emisi karbon dari operasi bisnis mereka.

Baca juga: 2023 Pesawat Falcon 50 Berbahan Bakar Amonia Terbang Perdana, Tantang Pesawat Hidrogen Airbus?

Mulai kuartal keempat tahun 2022, semua pelanggan SIA dapat membeli gabungan kredit SAF dan penggantian kerugian karbon, sebagai bagian dari program sukarela pengimbangan karbon grup perusahaan SIA. SIA juga akan bermitra dengan Climate Impact X (CIX), pertukaran global untuk kredit karbon berkualitas, untuk memperkenalkan paket portofolio yang terdiri dari kredit SAF dan kredit karbon. Produk ini akan dirancang untuk memenuhi permintaan perusahaan akan SAF sambil menyeimbangkan keterjangkauan.