LRT Jabodebek Targetkan Soft Launching 17 Agustus 2022

LRT Jabodebek akan soft launching pada 17 Agustus mendatang. Untuk itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempersiapkan pendekatan preventif dan antisipatif dalam menjamin keamanan serta memastikan keselamatan pelanggan LRT Jabodebek. Saat ini, KAI sudah memasuki masa pengujian GoA 3 pada lintas pelayanan.

Baca juga: Tak Ada Masinis, PT KAI Siapkan Train Attendant di LRT Jabodebek

Sehingga KAI akan mengujicobakan LRT Jabodebek secara otomatis dengan sangat hati-hati. VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, KAI bersama-sama dengan para stakeholder lainnya telah mengevaluasi insiden pada masa uji coba sebelumnya, sehingga kejadian serupa tidak akan terjadi di kemudian hari.

“KAI telah mempersiapkan strategi komprehensif dan mengembangkan protokol keselamatan yang ketat di seluruh proses pengujian hingga pengoperasian LRT nantinya,” papar VP Public Relations KAI Joni Martinus yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers.

Upaya pencegahan tersebut di antaranya adalah dengan melakukan serangkaian pengujian, pengecekan, dan perawatan yang dilakukan berkala oleh tenaga yang kompeten dan diawasi oleh para ahli di bidangnya. Hal ini dilakukan mengingat LRT Jabodebek akan dioperasikan sistem secara otomatis.

“Walaupun tanpa adanya masinis, otomatisasi sistem yang bekerja dengan baik sesuai pemrograman akan dengan sendirinya menjamin keselamatan,” jelas Joni.

Sistem otomatis yang terpadu ini terdiri dari dua komponen kunci, yaitu persinyalan dan telekomunikasi. Persinyalan akan mengatur jarak antar kereta, melakukan akselerasi dan pengereman secara otomatis. Sedangkan telekomunikasi yang mengatur komunikasi data, pengaturan suplai daya dan proteksi dari sisi kelistrikan.

Prevensi juga diaplikasikan KAI dengan melatih SDM khusus mengenai seluruh aspek operasional LRT Jabodebek agar dapat berjalan dengan aman dan selamat, serta menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) kondisi darurat, baik di dalam kereta maupun di stasiun.

Dalam mengantisipasi kondisi darurat, rangkaian kereta dilengkapi interkom kontak darurat, sensor api dan asap, serta deteksi anjlokan dan tabrakan yang otomatis menghentikan kereta seketika. Selain sensor dan alat deteksi, KAI pun telah menempatkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan palu pemecah kaca di dalam rangkaian LRT Jabodebek.

Pemantauan intensif pun dilaksanakan melalui CCTV yang dipasang di seluruh rangkaian kereta dan di stasiun. Tak hanya itu, guna keperluan evakuasi, seluruh stasiun LRT Jabodebek menyediakan connecting bridge.

Train Attendant dan tenaga security juga senantiasa bertugas memastikan keselamatan dan kenyamanan perjalanan penumpang dari keberangkatan hingga sampai di tujuan.

Pada 1 April 2022, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo telah mengunjungi proyek LRT Jabodebek untuk memastikan proses pengujian GoA 3 berjalan dengan lancar. Rombongan sempat mengikuti pengujian sistem GoA 3 dari Stasiun Harjamukti hingga Stasiun TMII dan Depo LRT di Bekasi Timur.

“Pengujian berjalan lancar dan proses tersebut akan terus kita laksanakan pada seluruh lintas dan sarana dengan penuh kehati-hatian. Pemerintah juga mengapresiasi kinerja tim dan karya anak bangsa sehingga proyek pembangunan ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Joni

Sampai dengan April 2022, progres LRT Jabodebek mencapai 81,45%. LRT Jabodebek ditargetkan soft launching pada 17 Agustus 2022 dan beroperasi secara komersial setelahnya.

Baca juga: LRT Jabodebek Siap Uji Coba, Bagaimana Tarif, Headway dan Kapasitas Keretanya?

“KAI berkomitmen dalam menyediakan layanan LRT Jabodebek yang aman dan nyaman melalui berbagai kebijakan dan komitmen keselamatan selama masa pengujian dan pada saat mulai melayani masyarakat,” tutup Joni.

Ridwan Kamil: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Lakukan Uji Coba November 2022

Bagaimana progres dari Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB)? Pertanyaan ini sering kali ditanyakan. Namun apa jawabannya? Ternyata progresnya cukup berkembang dengan cepat. Bahkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga sering dipanggil Kang Emil mengatakan, uji coba KCJB akan dilakukan pada November 2022 ini.

Baca juga: PT MRT Jakarta dan PT KCIC Lakukan Kerja Sama Transfer of Knowledge

Dia menyebutkan pada November 2022 dalam acara G20, KCJB akan bereksperimen dengan memulai uji coba sehingga bisa membangkitkan semangat. Kang Emil menambahkan, kereta cepat tersebut memiliki dua fungsi yakni sebagai sarana transportasi dan pertumbuhan daerah.

“Akan ada stasiun di mana pembangunan akan tumbuh, sehingga orang bisa di Walini, di Tegalluar. Nah, opsi itu mungkin,“ kata Kang Emil yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman indonesiaexpat.id (10/4/2022).

Dengan rencana uji coba November mendatang, PT Kereta Api Indonesia China (KCIC) mengatakan seluruh rangkaian Electric Multiple Units (EMU) proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang terdiri dari sebelas unit telah diselesaikan di CRRC Sifang, Qingdao, Provinsi Shandong, Cina pada tahun awal April 2022.

“Di tengah persiapan uji coba KCJB pada November, dapat kami sampaikan bahwa seluruh KRL dan satu Kereta Inspeksi Komprehensif (CIT) KCJB telah produksi selesai dan sekarang memasuki tahap uji coba statis dan dinamis,” kata Direktur Utama Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Dwiyana Slamet Riyadi.

Dikatakan, EMU adalah rangkaian kereta berkecepatan tinggi dengan spesifikasi canggih dan mampu memantau bahaya seperti gempa bumi, banjir dan serangan benda asing serta kebakaran. Riyadi menjelaskan sama dengan desain konstruksi, seri EMU dan CIT KJB pun dirancang sesuai dengan kondisi geologi di Pulau Jawa.

Bahkan salah satunya termasuk teknologi canggih berupa pemantauan bencana sehingga kereta api ini tidak hanya mampu bergerak cepat. Namun juga memiliki tingkat kemanan dan kenyamanan yang sangat tinggi. Dengan kecepatan operasional 350 kpj, seri KCJB EMU juga memiliki kemampuan untuk meminimalisir getaran dan kebisingan.

Sistem keamanan yang terpasang di rangkaian KCJB EMU ini akan didukung oleh berbagai instrumen keamanan seperti Dispatching Monitoring Center, sensor pendeteksi ancaman di sepanjang rute KCJB, dan Terminal Disaster Monitoring di Tegalluar sebagai pusat pengelolaan data bencana. Selain itu, juga terdapat instrumen observasi langsung di lapangan dengan CCTV yang terhubung dengan pusat komando KCJB untuk mengirimkan informasi visual.

“Sistem keamanan KCJB tidak hanya dipasang di sirkuit EMU. Mulai dari Tegalluar, dan di sepanjang jalur KCJB, kami telah menyiapkan berbagai sistem keamanan tingkat tinggi agar KCJB dapat berjalan dengan baik dan optimal,” ujar Riyadi.

Meski dibenamkan teknologi modern, EMU KCJB juga memiliki sentuhan lokal. Hal ini terlihat dari bentuknya yang terinspirasi dari komodo sebagai hewan Indonesia yang terkenal dan interior motif batik Megamendung sehingga terlihat perpaduan modern-tradisional pada interiornya.

Baca juga: PT KCIC: Akhir 2019 Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Tembus 53 Persen

Penumpang dapat memilih dari beberapa kelas termasuk kelas VIP, kelas satu, dan kelas dua beserta fasilitas seperti gerbong makan, akses penyandang cacat, port pengisian daya, dan penyimpanan bagasi.

Niat Diamankan, Ratusan Jet Pribadi Oligarki Rusia Malah ‘Terperangkap’ di Dubai: Ada Pesawat Bos Chelsea Roman Abramovich

Ratusan pesawat jet pribadi oligarki Rusia dilaporkan mangkrak di Bandara Internasional Dubai Al Maktoum, Uni Emirat Arab (UEA). Awalnya, pesawat dipindahkan dari berbagai lokasi di Eropa ke Dubai agar lebih aman, mengingat Dubai tidak menutup ruang udara bagi entitas atau apapun yang terkait Rusia. Namun, sesampainya di sana, pesawat justru dilarang terbang lantaran dinilai tidak safety.

Baca juga: Otoritas Penerbangan Sipil Perancis Tuduh Rusia Ganggu Sistem Navigasi Berbasis Satelit

“Banyak pesawat yang berhubungan dengan Rusia telah pindah ke UEA karena Anda dapat terbang di wilayah udara di sana, tetapi begitu Anda sampai di sana, Anda akan dilarang terbang karena Anda tidak dapat memelihara pesawat,” kata CEO private aircraft broker The Jet Business, Steve Varsana, kepada The Wall Street Journal.

Amerika Serikat dan Uni Eropa telah melarang perusahaan untuk mengasuransikan pesawat Rusia atau menawarkan layanan manajemen dan maintenance pesawat. Registrasi pesawat-pesawat tersebut juga ditangguhkan atau dihapus karena mayoritas itu diregistrasi di negara Barat.

Departemen Perdagangan Amerika Serikat (DoC) telah memberlakukan sanksi ketat yang melarang pesawat oligarki Rusia atau pesawat lain yang berhubungan dengan Rusia untuk diisi bahan bakar, dirawat, atau diperbaiki dengan risiko hukuman penjara dan denda besar untuk “siapa pun di mana pun, termasuk di Rusia” yang melanggar aturan tersebut.

“Jika orang melanggar aturan kami, kami akan mengambil tindakan. Ini adalah perintah penolakan sementara,” ujar seorang pejabat DoC kepada The Politico awal April lalu.

Baca juga: Ruwet, Ternyata Ini Alasan Uni Emirat Arab Punya Banyak Bandara Internasional

“Kami juga memiliki kemampuan untuk menolak (hak istimewa) ekspor orang dan hak istimewa ekspor perusahaan secara bersama-sama di bawah otoritas sipil dan administratif kami. Dan kemudian tergantung pada perilakunya, selalu ada potensi pelanggaran pidana dan konsekuensi pidana juga,” tambahnya.

Karenanya, tak heran bila ratusan jet pribadi oligarki Rusia atau pribadi yang terkait dengan Rusia mangkrak di Bandara Dubai, sekalipun UEA tidak menutup ruang udara untuk Rusia. Sebab, tidak ada perusahaan yang mau mengisi bahan bakar jet tersebut, melakukan perawatan, layanan udara, mengirimkan suku cadang, dan lain sebagainya.

Alhasil, keamanan pesawat pun diragukan sampai akhirnya dilarang terbang otoritas Dubai. Tetapi statusnya bukan disita, sebagaimana asset oligarki Rusia di negara lain.

Di antara pesawat-pesawat oligarki Rusia yang mangkrak di Dubai karena dilarang terbang adalah pesawat milik mantan bos Chelsea, Roman Abramovich. Pesawat Boeing 787 Dreamliner senilai US$250 juta telah mendarat di Bandara Dubai sejak 4 Maret lalu, tepat beberapa hari sebelum DoC mengeluarkan larangan tersebut.

Dua lainnya, Gulfstream G650E dan Boeing 767-300, juga dilaporkan telah mendarat di Bandara Internasional Dubai Al Maktoum.

Baca juga: Asli Sultan! Private Jet Bos Chelsea Dilengkapi Anti Rudal Setara Pesawat Kepresidenan AS

Beberapa oligarki lain yang pesawatnya mangkrak di Dubai termasuk taipan baja Viktor Rashnikov, pengusaha Mikhail Gutseriev dan Arkady Rotenberg.

Oligarki yang mengirim pesawatnya ke Dubai masih lebih baik ketimbang oligarki Rusia, Eugene Shvidler. Raja minyak Rusia itu diketahui hendak menerbangkan pesawat jet pribadinya, Bombardier Global 6500, ke Dubai, namun, ditahan oleh Pemerintah Inggris dan saat ini mangkrak Hampshire. Berada di tangan Inggris, nasib pesawat itu pun jadi tak jelas.

Boeing T-43 Gator – Seri Boeing 737-200 yang Menjadi Pesawat Latih Navigasi Udara

Seiring usianya yang menua, boleh dikata populasi Boeing generasi pertama, yakni 737-200 kini sudah jarang dijumpai. Di Indonesia misalnya, saat ini tak ada lagi maskapai yang mengoperasikan 737-200 yang bercirikan mesin lonjong. Namun lain hal di lingkup militer, Skadron Udara 5 TNI AU saat ini masih setia mengoperasikan seri 737-200 yang dipercayakan sebagai pesawat intai maritim.

Baca juga: Boeing 737 Generasi Pertama vs Seri Klasik, Apa Perbedaannya? 

Namun, tahukah Anda, bahwa seri 737-200 rupanya tak hanya dioperasikan TNI AU, di lingkup militer, rupanya Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) yang terkenal dengan arsenal yang serba canggih dan modern, sampai tahun 2010 masih menggunakan seri lawas 737-200. Oleh USAF, Boeing 737-200 dikonversi menjadi Boeing T-43, label “T” menyiratkan perannya sebagai pesawat latih, khususnya dalam hal navigator training.

Dikutip dari Simpleflying.com, disebut bahwa usia pengabdian Boeing T-43 sudah lumayan lanjut, yakni 37 tahun sejak dikonversi pada pesawat perdana. Diberi code name “Gators,” Boeing T-43 mulai beroperasi pada tahun 1974 dan digunakan untuk semua pelatihan navigator di Angkatan Udara AS.

Meskipun tampilannya mirip dengan 737-200 versi sipil, namun jika diperhatikan, 737-300 versi militer ini memiliki lebih banyak antena dan lebih sedikit jendela. Boeing T-43 dilengkapi dengan 12 stasiun untuk siswa navigator, dengan setiap stasiun dilengkapi dengan peralatan avionik modern yang digunakan di pesawat saat ini. Peralatan navigasi meliputi: search and weather radar, VHF omnidirectional range (VOR), Tactical air navigation system (TACAN), Long range navigation system (LORAN-C), Radar altimeter dan VHF, UHF, and HF communications equipment.

Untuk navigasi angkasa, lima stasiun sekstan periskopik ditempatkan di sepanjang kompartemen pelatihan. Namun, sekarang mereka tidak lagi digunakan bersama dengan navigasi radio hiperbolik, yakni telah digantikan oleh GPS, sistem navigasi radio berbasis satelit.

Adanya perubahan kebutuhan, beberapa T-43 diubah untuk transportasi eksekutif dan namanya ditetapkan sebagai CT-43A. Pesawat-pesawat ini kemudian digantikan oleh pesawat Gulfstream C-37A pada tahun 2001.

Sepanjang masa operasionalnya, hanya satu Boeing T-43 yang jatuh setelah diubah untuk transportasi eksekutif. Pesawat itu ditugaskan ke Airlift Wing ke-86 yang berbasis di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman untuk mendukung Komando Eropa – Amerika Serikat.

Baca juga: Boeing C-40, Varian Unik 737 yang Jarang Diketahui Publik

Pada tanggal 3 April 1996, sebuah CT-43A jatuh saat mendekati Dubrovnik, Kroasia. Semua 34 penumpang, termasuk Menteri Perdagangan AS Ron Brown, tewas. Penyelidikan selanjutnya menempatkan kecelakaan fatal itu karena kesalahan pilot. Angkatan Udara AS mempensiunkan Boeing T-43 terakhirnya pada September 2010, dan ditempatkan secara statis di Pangkalan AU Randolph.

Ini Dia Penampakan Nomor Kereta Ukur Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang Akan Dikirim ke Jakarta

Beredar di media sosial bahwa kereta ukur atau “Doctor Yellow” milik KCIC memperlihatkan penampakan sarana ukur penomoran kereta di Indonesia. Terlihat tulisan SU 1 22 05 ini berada di bagian body samping kanan dan kiri kereta yang tertera dibawa jendela rangkaian kereta. Penomoran tersebut memiliki arti di masing – masing angka dan huruf.

Baca juga: “Doctor Yellow” – Kereta Inspeksi di Jalur Shinkansen 

Untuk SU (Sarana Ukur) merupakan istilah perkeretaapian Indonesia yaitu kendaraan inspeksi rel yang berjalan pada sistem transportasi rel, digunakan untuk menguji beberapa parameter geometris lintasan tanpa menghalangi operasi normal kereta api reguler. Kemudian angka 1 yaitu kereta api berjalan menggunakan tenaga listrik, angka 22 merupakan tahun yang akan beroperasinya kereta tersebut mulai dari tahun 2022,dan angka 05 adalah urutan dari unit ke 5 dalam 1 rangkaian.

(Foto: KCIC)

Comprehensive Inspection Train (CIT) merupakan kereta inspeksi berteknologi canggih yang diproduksi secara bersamaan dengan rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) CR400AF KCJB. CIT ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan Doctor Yellow, kereta uji kecepatan tinggi di Shinkansen Jepang. Kereta ukur ini akan melaju maksimal sampai kecepatan 350 km/jam. Meski dengan kecepatan tersebut, kereta ukur KCJB mampu mendeteksi kondisi lintasan, melakukan pemeriksaan terhadap OCS (Overhead Contact System), jaringan untuk telekomunikasi, sistem persinyalan, dan banyak infrastruktur KCJB lainnya dengan akurasi tinggi.

Baca juga: Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2022, Kereta Ukur si “Penggaris Biru” Keliling Jabodetabek

Secara umum, CIT memiliki standar yang sama dengan CR400AF namun dilengkapi kereta dengan spesifikasi yang dibutuhkan untuk keperluan inspeksi jaringan rel KCJB. Nah, untuk pembagian fungsi fungsi di 8 rangkaian keretanya, seperti ini ya, Sobat : Kereta 1 untuk kebutuhan pengujian lintasan, kereta 2 untuk sistem persinyalan dan komunikasi, kereta 3 untuk fungsi OCS, kereta 4 dan 7 sebagai ruang kantor, kereta 5 untuk restorasi, kereta 6 sebagai ruang pertemuan, kereta 8 untuk fungsi sinyal dan integrasi rel-roda. (PRAS – Cinta Kereta Api)























Bye-bye Barat, Rusia Mulai Produksi Pesawat Tu-214 Gantikan Pesawat Narrowbody Boeing-Airbus

Perusahaan BUMN manufaktur pesawat Rusia, United Aircraft Corporation (UAC), mengumumkan dimulainya produksi 20 pesawat narrowbody jarak jauh, Tu-214. Pesawat ini diplot menggantikan pesawat narrowbody Boeing-Airbus yang banyak digunakan maskapai-maskapai Rusia. Dalam waktu dekat, produksinya juga akan ditingkatkan.

Baca juga: ‘Dibeking’ Putin, Maskapai Rusia Mulai Buka Penerbangan Internasional Pakai Pesawat Sukhoi

“Kami akan segera meningkatkan (kapasitas produksi). Kami telah memulai produksi dua puluh pesawat Tu-214,” kata CEO UAC, Yuri Slyusar.

UAC dilaporkan juga tengah mempertimbangkan untuk meningkatkan produksi pesawat narrowbody (berbadan sempit) lainnya, seperti Sukhoi Superjet 100 dan Irkut MC-21, yang memang digadang-gadang bisa menggerus pasar pesawat narrowbody Boeing dan Airbus.

Selain pesawat narrowbody, perusahaan yang didirikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin itu, nantinya juga akan memproduksi pesawat widebody (berbadan lebar), seperti Ilyushin Il-96, dan Ilyushin Il-76, dan pesawat-pesawat lainnya. Bukan tak mungkin pesawat Il-96 dan Il-76 nantinya bakal diplot untuk menggantikan widebody Airbus dan Boeing.

UAC, yang saham mayoritasnya dimiliki oleh Rostec, tersebut membawa banyak manufaktur pesawat Rusia, mulai dari Ilyushin, Tupolev, Sukhoi, Irkut Corporation, Mikoyan, dan banyak lagi.

Baca juga: Mulai 9 April, Rusia Buka Akses Penerbangan ke 52 Negara Sahabat, Indonesia Termasuk?

Dilansir Aerotime Aero, pada akhir Maret lalu, Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov mengumumkan bahwa manufaktur pesawat Kazan Aircraft Production Association (KAPO), yang masih menjadi bagian dari jaringan perusahaan dirgantara Rusia, diharapkan dapat memproduksi 10 Tu-214 per tahun.

Pada 1 April 2022, Andrei Yelchaninov, anggota Dewan Komisi Industri-Militer Rusia, mengungkapkan bahwa Rusia dapat mendirikan pusat pembuatan pesawat tambahan di Kazan, ibu kota Republik Tatarstan, untuk menghindari kelangkaan suku cadang karena terus tertekan sanksi internasional di tengah invasi Rusia ke Ukraina.

Fasilitas baru, yang dapat mulai beroperasi pada 2023, diharapkan dapat memproduksi suku cadang untuk berbagai jenis pesawat secara mandiri. Tetapi, perusahaan akan fokus pada pasokan suku cadang pesawat-pesawat buatan dalam negeri, seperti Tupolev Tu-214 dan Ilyushin Il-76.

Rencara tersebut pun sudah sampai di meja Vladimir Putin dan tengah dipelajari lebih lanjut setiap detailnya.

Baca juga: Takut Pesawat Disita Lessor di Luar Negeri, Maskapai Rusia Hanya Operasikan Penerbangan Domestik

“Sedang diupayakan untuk membuat satu pusat di Kazan untuk membuat suku cadang untuk berbagai jenis pesawat, terutama Tu-214 sipil dan kargo Il-76. Diasumsikan bahwa fasilitas tersebut akan dilengkapi terutama dengan mesin buatan Rusia,” kata Yelchaninov.

Saat ini, banyak maskapai Rusia dilaporkan sudah mulai memaksimalkan peran pesawat-pesawat dalam negeri, mengingat pesawat-pesawat buatan barat, mau tak mau harus digrounded atau dioperasikan di pasar domestik saja untuk menghindari penyitaan oleh lessor di negara ketiga.























Pesan Tiket KA Pangrango dari Bogor Tidak Tersedia? Ini Solusinya

Beroperasinya KA Pangrango per 10 April 2022 lalu tak menyulutkan niat warga untuk melakukan perjalanan perdana dengan rute Bogor ke Sukabumi maupun sebaliknya. Perjalanan dengan rangkaian yang terdiri dari 2 kelas eksekutif dan 4 ekonomi ini terlihat tempil beda dari rangkaian KA Pangrango sebelumnya. Khususnya pada kelas ekonomi yang saat ini menggunakan rangkaian KA Ekonomi Premium. Semula KA Pangrango menggunakan kelas ekonomi (split) dengan kapasitas 106 tempat duduk, kini menjadi ekonomi dengan kapasitas 80 tempat duduk.

Baca juga: HORE! Besok KA Pangrango Mulai Beroperasi, Ini Harga Tiketnya

Namun beberapa masyarakat masih bingung dalam hal memesan tiket KA Pangrango. Saat ditanyakan perihal pemesanan tiket, sebagian penumpang memilih untuk pemesanan tiket di loket stasiun maupun pembelian secara langsung. Karena jika melalui pembelian secara online (KAI Access), mereka tidak menemukan keberangkatan KA Pangrango dari Stasiun Bogor/Bogor Paledang. Yang ada hanyalah keterangan “jadwal tidak ditemukan”. Nah, bagaimana solusinya?

Menurut Kepala Humas Daop 1 Jakarta, Eva Chaerunisa saat ditanyai kabarpenumpang.com bahwa jika dalam pembelian tiket KA Pangrango via aplikasi online (KAI Access) tapi tidak mengakses dengan kata : Bogor/Bogor Paledang, penumpang bisa mengubah ketikannya menjadi kata : Kabupaten Bogor. Atau penumpang bisa juga langsung mengetik : Batutulis, kemudian ikuti cara berikutnya sesuai petunjuk aplikasi tersebut.

Jika penumpang ingin naik dari Stasiun Bogor Paledang, namun tiket yang tertera keberangkatan dari Stasiun Batutulis, itu tidak masalah. Penumpang cukup menunjukkan pembelian tiket dari aplikasi online serta menunjukkan kartu identitas diri kepada petugas boarding. Setelah itu penumpang langsung naik ke dalam rangkaian kereta yang sesuai dengan kereta dan nomor kursi yang tertera di tiket. Karena pemesanan via aplikasi online untuk keberangkatan dari Bogor Paledang masih dalam pengecekan sistem.

Baca juga: Naik KA Lintas Bogor – Sukabumi? Jangan Lupakan Stasiun Tertinggi Ini

Diketahui untuk harga tiket KA Pangrango dengan rute Bogor – Sukabumi dengan tarif kelas eksekutif Rp80 ribu sedangkan untuk kelas ekonomi Rp45 ribu. Serta KA Pangrango untuk rute Bogor – Cibadak Rp50 ribu dan untuk kelas ekonomi Rp30 ribu. (PRAS – Cinta Kereta Api)























Ngepot Saat Landing, Boeing 757 DHL Patah Jadi Dua Bagian

Pesawat Boeing 757 milik perusahaan kargo raksasa asal Jerman, DHL, mengalami insiden mengerikan. Pesawat selip atau ngepot saat mendarat darurat (emergency return landing) di Bandara San Jose Juan Santamaria, Kosta Rika, dan patah di sambungan badan dengan ekor pesawat. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini.

Baca juga: Hari Ini, 38 Tahun Lalu, Boeing 757 Terbang Perdana Saat Berkecamuk Krisis Minyak Global

Dilansir Bloomberg, pesawat kargo berusia 22 tahun lebih itu sebelum terbang menuju Guatemala dilaporkan dalam kondisi siap terbang. Tak lama setelah lepas landas, pilot melaporkan ada masalah pada sistem hidrolik landing gear. Karenanya diputuskan untuk melakukan return to base (RTB) ke bandara asal.

Walau pesawat nampak baik-baik saja, tetapi, kru di darat sudah bersiap dengan standar operating procedure (SOP) emergency landing atau pendaratan darurat. Karenanya, sebelum pesawat melakukan emergency return landing, tim Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) atau Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) sudah siap di tepi runway.

Setelah pesawat touchdown, pesawat masih meluncur di runway dengan mulus. Namun, dari rekaman video amatir yang beredar di media sosial Twitter, beberapa detik setelahnya, saat kecepatan pesawat jauh menurun, main landing gear atau roda pesawat di bagian belakang mengeluarkan kepulan asap dan tak lama kemudian terjadi selip dan pesawat tergelincir keluar runway, terbentur daratan, patah, dan berhenti.

Pesawat nampak patah di bagian sambungan badan dengan ekor pesawat. Selain itu, sayap bagian kiri juga lepas dari sambungannya dan mesin bagian kanan nacellenya menyentuh tanah.

Dua kru yang bertugas berhasil dievakuasi dari pesawat tak lama setelah kejadian. Keduanya dilaporkan tak mengalami luka serius. Tetapi, sebagai bentuk pertolongan pertama, dua kru tersebut tetap dilarikan ke rumah sakit. Pesawat juga tidak sampai terbakar akibat gerak cepat tim ARFF bandara.

Meski mengalami beberapa kerusakan, insiden pesawat yang baru bergabung dengan DHL pada tahun 2010 lalu tersebut masih dikategorikan sebagai kerusakan minor. Artinya, pesawat masih bisa diperbaiki dan digunakan lagi setelahnya.

“Pilot dan kopilot dievakuasi ke tempat yang aman dan hanya menerima luka ringan,” menurut Hector Chaves, kepala Departemen Pemadam Kebakaran.

Baca juga: Jarang Dianggap, Ini Peran Vital Petugas Pemadam Kebakaran di Bandara

“Pasangan pilot Guatemala itu dikirim ke rumah sakit sebagai tindakan pencegahan untuk pemeriksaan medis,” kata Guido Vasquez, seorang pekerja Palang Merah.

“Pilot terguncang (shock) tetapi kedua kru sadar dan mengingat semuanya dengan jelas,” tambahnya.

Berada Di Lembah dan Disekitar Bukit-bukit Tinggi, Inilah Bandara Internasional Paro di Bhutan

Bhutan, negara kecil di Asia Selatan saat ini memiliki empat bandara, tetapi hanya ada satu yang menyandang bandara internasional dan itu berada di lembah yang dalam di tepi Sungai Paro Chhu. Ya, ini adalah Bandara Internasional Paro yang juga adalah pangkalan utama bagi maskapai Druk Air.

Baca juga: Berada di Atas Awan, Daocheng Yading Jadi Bandara Tertinggi di Dunia!

Dengan letaknya berada di lembah yang dalam, Bandara Paro dikelilingi bukit-bukit yang memiliki ketinggian kurang lebih 5.500 meter. Ini jugalah yang membuatnya dianggap sebagai salah satu bandara paling menantang di dunia.

Bahkan sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari wikipedia, kurang dari dua lusin pilot bersertifikat yang bisa mendara di bandara ini. Uniknya lagi tidak ada penerbangan di malam hari dan hanya dibolehkan ketika cuaca dalam kondisi baik dari matahai terbit hingga matahari terbenam.

Dari sejarahnya di tahun 1968, Organisasi Jalan Perbatasan India membangun landasan terbang di lembah Paro. Ini dulunya digunakan untuk operasi helikopter oleh Angkatan Bersenjata India atas nama Pemerintah Kerajaan Bhutan. Kemudian Druk Air didirikan Royal Charter pada 5 April 1981.

Memiliki landasan pacu sepanjang 1.200 meter, dan ada syarat pesawat yang akan dioperasikan dari Paro. Mereka membutuhkan pesawat STOL 18–20 kursi dengan kemampuan operasi yang mencakup langit-langit layanan tinggi, tingkat pendakian yang tinggi, dan kemampuan manuver yang tinggi.

Persyaratan utama untuk pesawat adalah harus mampu terbang Kolkata – Paro – Kolkata, perjalanan pulang pergi sejauh 1.200 km, tanpa pengisian bahan bakar, karena infrastruktur yang tersedia di Paro sangat minim. Tiga jenis pesawat dipertimbangkan setelah uji terbang yang telah dilakukan di India dan Bhutan antara tahun 1978 dan 1980, namun, tidak ada yang dianggap cocok.

Ketika Druk Air beroperasi 11 Februari 1983, pada saat itu Bandara Paro sudah memiliki landasan pacu, kontrol lalu lintas udara (ATC) dengan dua gedung dan ruang tunggu keberangkatan di halaman. Sebelum pembentukan Departemen Penerbangan Sipil pada Januari 1986, Druk Air bertanggung jawab atas pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur bandara.

Pada tahun 1990, landasan pacu di Bandara Paro diperpanjang dari 1.402 menjadi 1.964 meter dan diperkuat untuk pesawat yang lebih berat. Lalu sepanjang hanggar dibangun untuk pesawat, yang didanai oleh pemerintah India sebagai bagian dari Proyek Pengembangan Bandara Paro.

Baca juga: Farrenberg Airfield, Bandara Ekstrem di Atas Awan

Hingga akhirnya kini memiliki landasan pacu tunggal sepanjang 2.265 meter dan ada satu gedung terminal yang diresmikan pada tahun 1999. Pada tahun 2021, interiornya dirubah, menambahkan banyak karya seni

Kyoto Railway Museum, Primadona Para Railfans Asli Negeri Sakura

Belum lengkap rasanya jika Anda mengunjungi Jepang tanpa menggunakan layanan kereta yang tersedia di Negeri Sakura tersebut. Negara yang perkeretaapiannya kerap kali dijadikan benchmark oleh sejumlah negara ini memang terkesan sangat mengagungkan kontribusi dari si ular besi. Sampai-sampai terdapat beberapa komunitas pecinta kereta (railfans) yang membernya luar biasa banyak. Untuk memuaskan hasrat para railfans, otoritas setempat lalu membangun sebuah museum yang didedikasikan untuk mengedukasi setiap pengunjung yang datang.

Baca Juga: Gandeng Belanda Lestarikan Kereta Jadul, PT KAI Optimis Museum Ambarawa Jadi Yang Terbesar di Asia

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, West Japan Railway Co. sebagai salah satu perusahaan operator kereta di Jepang ini secara resmi membuka The Kyoto Railway Museum pada 29 April 2016 silam, bertepatan dengan dimulainya “Golden Week Holiday” atau libur panjang ala Negeri Sakura tersebut. Pemilihan waktu peresmian yang strategis membuat museum yang berdiri di atas lahan seluas 30.000 meter persegi ini ramai disantroni pengunjung.

Gerbang Masuk Kyoto Railway Museum. Sumber: wikipedia

Tercatat, sebanyak 14.300 orang mengunjungi  The Kyoto Railway Museum pada hari pembukaan perdananya. Tidak berhenti sampai di situ, kurang lebih sebanyak 2.000 orang telah mengular dengan tertib di depan museum, padahal museum yang menampilkan 53 kereta tersebut belum buka. Hal ini menunjukkan bahwa anemo warga terhadap museum ini sangatlah besar.

Layaknya menyajikan kesukaan raja, sudah barang tentu West Japan Railway Co. mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat matang, dengan harapan para pengunjung dapat terpuaskan setelah mengunjungi museum yang terletak di Kankijicho, Prefektur Kyoto ini. Mulai dari sejarah modernisasi kereta, diorama perkeretaapian di Jepang, hingga simulasi menjadi seorang masinis turut tersaji di dalam The Kyoto Railway Museum ini.

Diorama sistem jaringan kereta Jepand di Kyoto Railway Museum. Sumber: mainichi.jp

Bak sebuah pameran kelas wahid, semua rangkaian kereta mulai dari lokomotif hingga gerbong tersusun apik di sini. Dapat dibayangkan bagaimana jika Anda seorang railfans dapat mengunjungi museum ini, tentu perasaan ingin berlama-lama berada di The Kyoto Railway Museum enggan hengkang. Namun, diantara semua objek yang dipajang di sini, diorama berukuran 30mx10m dengan berskala 1:80 menjadi yang paling banyak disinggahi pengunjung, karena mereka dapat menyaksikan sistem jaringan dari tulang punggung transportasi di Jepang dalam ukuran mini. Selain itu, tata pencahayaan diorama tersebut juga dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca, sehingga semakin menundang decak kagum bagi siapapun yang melihatnya.

Sumber: wikipedia

Beralih ke lantai paling atas, di sini Anda dapat menyaksikan kereta yang tengah melaju di jalur JR Kyoto dan Tokaido Shinkansen secara langsung. Salah satu spot wajib untuk selfie karena pemandangan yang disajikan sangatlah indah.

Sumber: kyotostation.com

Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk berkunjung? Jika iya, museum ini buka pada Kamis – Selasa, pukul 10.00 hingga 17.30 waktu setempat. Jika hari Rabu bertepatan dengan lbur nasional, maka museum ini akan beroperasi seperti biasa.

Baca Juga: Tingkatkan Keselamatan, Jepang Luncurkan Pemindai QR Code di Peron Kereta Bawah Tanah

Harga tiket masuk museum ini dibagi ke dalam 4 kategori. Untuk umum dengan usia diatas 18 tahun diwajibkan untuk membayar ¥1,200 (Rp150.000), Mahasiswa dan Pelajar SMA sebesar ¥1,000 (Rp125.000), Pelajar SMP serta SD sebesar ¥500 (Rp62.000), dan anak-anak berusia 3 tahun keatas sebesar ¥200 (Rp25.000).