Boeing 747 Ex British Airways Disulap Jadi Simulator, 2023 Dibuka untuk Umum

Alih-alih dipotong-potong dan dijadikan gantungan kunci usai purna tugas, Boeing 747-400 bekas British Airways justru disulap menjadi simulator penerbangan (flight simulator). Ini dilakukan oleh 747 Experience LTD di Cheshire, Inggris. Simulator menampilkan peralatan dan perlengkapan kontrol dan avionik asli. Bila tak ada aral melintang, mulai Musim Semi 2023 simulator Boeing 747 ini akan dibuka untuk umum.

Baca juga: 9 Maskapai Penerbangan ini Sewakan Flight Simulator, Satu dari Indonesia

Juru bicara 747 Experience, Dan Chang, mengungkapkan, langkah untuk mengabadikan Boeing 747 eks British Airways tak lepas dari kepopuleran pesawat tersebut.

Perusahaan memprediksi, di masa mendatang, tua-muda, penumpang maupun pilot, akan memburu pesawat tersebut untuk merasakan sensasi terbang dan bernostalgia dengannya.

Di saat yang bersamaan, perubahan pola terbang penumpang yang lebih senang dengan konsep point-to-point ketimbang hub and spoke, di samping efisiensi, membuat maskapai lebih memilih mengoperasikan pesawat dua mesin (twinjet). Ini tentu mengamcam eksistensi Queen of the Skies.

“B747 sangat dicintai oleh semua orang yang bekerja atau bepergian dengannya. Meskipun teknologi penerbangan dan persyaratan komersial terus berkembang, pentingnya pesawat ini dan khususnya armada British Airways 747-436 berarti penting bagi kami untuk menyelamatkannya sebanyak mungkin pesawat (dan praktis) untuk generasi mendatang,” ujarnya.

“Penumpang, kru, penggemar penerbangan dan tim pendukung Heathrow / Cardiff / global hanyalah beberapa dari kelompok yang menyimpan kenangan indah dari pesawat megah ini,” lanjutnya.

Rencananya, flight simulator Boeing 747 eks British Airways akan dibuka untuk umum mulai Musim Semi 2023. Pemesanan tiket sudah bisa dilakukan pada awal tahun 2023.

“Sudah ada minat yang cukup besar dan rekayasa sim (simulator) berlanjut dengan cepat. Kami tidak sabar untuk membuka pintu dalam beberapa bulan. Situs web untuk pemesanan akan diumumkan pada awal 2023,” tambahnya.

“Dengan bantuan ahli dari tim spesialis kami termasuk mantan insinyur sim CAE, menghidupkan kembali dua bagian penting selama 15 bulan terakhir merupakan suatu kesenangan dan kehormatan,” tutupnya, seperti dikutip dari Simple Flying.

Simulator penerbangan sendiri ada empat level; simulator level D (level tertinggi), level C, B, dan A. Adapun flight simulator Boeing 747 eks British Airways tak disebutkan level yang mana. Namun, besar kemungkinan simulator level D.

Simulator penerbangan level D atau full flight simulator, ini juga mempunyai enam derajat kebebasan atau six degrees of freedom. Level lain sebetulnya juga memiliki fitur itu, namun level D visual sistemnya lebih baik dengan tingkat pencahayaan yang lebih luas dan detail. Horizontal field of view pilot juga ditingkatkan dari 75 derajat menjadi 150 derajat.

Lebih penting dari itu, simulator level D memiliki motion effect tambahan untuk mensimulasikan insiden tertentu.

Selain itu, simulator level D juga menawarkan pengaturan dan tata letak kokpit yang identik dengan pesawat nyata, bidang penglihatan yang luas dan simulasi dalam kondisi siang, malam, sampai senja.

Baca juga: Musisi ini Ciptakan Simulator Boeing 737 Canggih, Biaya Lebih Murah tapi Berkualitas Tinggi

Meski begitu, full flight simulator tetap memiliki batasan, seperti membuat ground seolah hidup, sustained acceleration, dan efek G-force.

Simulator level D biasa digunakan untuk semua pelatihan pilot, mulai dari crew procedures training, instrument flight training, transition and conversion training, and recurrent training.

Alstom dan SCNF Luncurkan TGV M, Mengular di Jaringan Kereta Cepat Perancis Mulai 2024

Setelah diperkenalkan mockupnya oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron pada 17 September 2021, kini satu tahun kemudian, kereta cepat TGV (Train a Grand Vitesse) NG (Next Generation) telah diluncurkan pada 9 September 2022 di fasiltas produksi Alstom di La Rochelle, Perancis. Rencannya, TGV NG atau yang disebut sebagai TGV M akan beroperasi di jaringan nasional kereta Perancis mulai tahun 2024.

Baca juga: Mengular di 2024, Emmanuel Macron Tampilkan Mockup Kereta Cepat TGV Generasi Mendatang

Dikutip dari railway-news.com, rencananya pihak operator, yakni SNCF akan mengoperasikan 100 unit TGV M, yakni menggantikan TGV jenis lama. Kereta cepat terbaru Perancis ini menawarkan peningkatan 20 persen ruang di dalam kabinnya, dengan kemungkinan kapasitas hingga 740 kursi dibandingkan dengan maksimum saat ini 634 kursi.

Alstom selaku manufaktur mengklaim bahwa jejak karbon TGV M per penumpang adalah yang terendah di pasar. Selain itu, setiap kereta dilengkapi dengan sensor yang secara terus-menerus mentransmisikan data agar kereta dapat diperiksa secara real time, sehingga mengoptimalkan perawatan dan ketersediaan.

Setelah peluncuran pada 9 September lalu, unit perdana TGV M akan memulai pengujian dinamis pada kecepatan 200 kilometer per jam di Velim, Republik Ceko akhir tahun ini.

Sebuah analisis rinci juga sedang berlangsung untuk mengukur kompatibilitas TGV M dengan jaringan kereta di Perancis. Ini tak lain untuk emastikan kereta baru terdaftar dengan benar di semua stasiun dan akan mengidentifikasi pekerjaan adaptasi yang diperlukan.

Misalnya, survei yang telah diselesaikan di hampir 70 stasiun menunjukkan perlunya memindahkan rambu berhenti untuk memudahkan pengemudi melihat sinyal. Ini karena hidung TGV baru telah diperpanjang agar lebih aerodinamis.

Baca juga: TGV Bersejarah Tampil di Praha, Promosikan Jaringan Kereta Cepat di Ceko

Pemerintah Macron telah mengalokasikan anggaran 6,5 miliar euro (US$7,6 miliar) dalam investasi untuk memperluas jalur kereta api berkecepatan tinggi, dan meningkatkan penggunaan kereta api telah menjadi bagian dari strategi pemerintahnya untuk mengurangi emisi.

Operasikan Boeing 737-800NG, Batik Air Terbang ke Singapura PP dari Surabaya

Mulai 23 September 2022, Batik Air akan terbang ke Singapura. Hal ini dilakukan untuk mempermudah konektivitas lebih baik bagi masyarakat, pebisnis dan wisatawan dari Indonesia melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur menuju Bandara Internasional Changi di Singapura.

Baca juga: Singapura Mulai Juli 2022 Jual Kredit Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan

Rute Surabaya-Singapura Batik Air ini menghubungkan penumpang dengan banyak kota/kabupaten di Indonesia serta di beberapa ASEAN melalui jaringan Lion Air Group; Lion Air, Super Air Jet, Batik Air, dan Wings Air.

Penumpang dari Malang, Jember, Banyuwangi, Sumenep, Bali, Lombok, Bima, Alor, Atambua, Bajawa, Ende, Labuan Bajo, Larantuka, Maumere, Ruteng, Rote, Tambolaka, Waingapu, Lewoleba, Kupang, Makassar, Kendari, Palu, Manado, Banjarmasin, Balikpapan, Tarakan, Samarinda, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin dan kota-kota lain dapat dengan mudah terbang di rute Surabaya-Singapura via bandara dari kota/kabupaten masing-masing dengan jaringan Lion Air Group.

Tak cukup sampai di situ, penumpang Batik Air rute Surabaya-Singapura ini juga terhubung ke Kuala Lumpur, Malaysia, dari Kuala Lumpur dapat terkoneksi ke Penang, Langkawi, Kota Kinabalu di Malaysia, Thailand, Pakistan, India, Bangladesh serta negara-negara lainnya.

Penerbangan dari Surabaya ke Singapura Batik Air merupakan yang ketiga. Sebelumnya, Batik Air sudah terbang ke Negeri Singa itu dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta di Tangerang, Banten dan Bandara Internasional Kualanamu Medan di Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Rute internasional berikutnya yakni dari dan menuju Surabaya menjadi kesungguhan Batik Air untuk menghubungkan orang-orang melalui Surabaya sebagai pusat transit utama di Asia Tenggara. Pengembangan rute internasional tersebut merupakan langkah Batik Air sejalan menarik serta mendatangkan wisatawan mancanegara dan pebisnis untuk berkunjung ke Indonesia,” jelas Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro.

“Penerbangan rute Surabaya – Singapura PP dipersiapkan armada pesawat Airbus A320 (12 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi) dan Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 156 kelas ekonomi). Armada ini merupakan generasi modern dan baru yang dikirim dari pabrikan pesawat,” tambahnya dalam keterangan resmi yang diterima KabarPenumpang.com.

Baca juga: Batik Air dan Wings Air Segera Layani Penerbangan dari dan ke Bandara Halim Perdanakusuma

Penumpang Batik Air rute Surabaya-Singapura disuguhi berbagai keuntungan, seperti mendapatkan makanan dan minuman (inflight meals), gratis bagasi 20kg untuk kelas ekonomi dan 30kg kelas bisnis, sampai hiburan gratis inflight entertainment on demand serta hiburan yang dapat diakses dari perangkat handphone dan tablet didukung oleh Tripper. Caranya mudah, download aplikasi Tripper. Hiburan gratis tersedia beragam film seperti Indonesia, Hollywood, sampai Korea. Selain itu para tamu dapat bermain games, membaca majalah digital dan masih banyak lagi.

Upaya memastikan terbang itu sehat, seluruh armada dilengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter atau penyaringan partikel yang kuat. HEPA filter membantu menjaga kebersihan udara di kabin dan menyaring lebih dari 99,9% jenis virus, kuman, serangga dan bakteri. Udara di dalam kabin pesawat diperbarui setiap 2-3 menit, sehingga lebih segar. Siklus udara dari toilet (lavatory) dan dapur (galley) langsung dialirkan ke luar pesawat.

Pesawat Tanker Airbus A330 MRTT Tiba di Jakarta, Bangkitkan Mimpi Konversi A330-200 Garuda Indonesia

Dua pesawat tanker Airbus A330 MRTT (Multirole Tanker Transport) milik Angkatan Udara Perancis telah tiba di Lanud Halim Perdanaksuma, Jakarta, yakni dalam misi Pegasus 2022, bersama dengan kedatangan tiga unit jet tempur Rafale dan pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas. Yang menarik disini, tentu adalah sosok A330 MRTT, pasalnya momen ini menjadi kehadiran pesawat tanker tersebut pertama ke Indonesia. Dan yang perlu diketahui, sudah sejak lima tahun silam, A330 MRTT diproyksikan untuk memperkuat kebutuhan TNI AU, namun masih terkendala pendanaan.

Baca juga: Sulap Pesawat Komersial Jadi Pesawat Militer Jadi Cara Terbaik Selamatkan Maskapai?

Lepas dari hal di atas, A330 MRTT basisnya adalah pesawat angkut sipil reguler berbadan lebar, yaitu Airbus A330-200, yang notabene jenis pesawat itu juga diopersikan oleh maskapai plat merah kebanggaan nasional, Garuda Indonesia.

Menyandang predikat MRTT, peran jenis pesawat ini tak melulu untuk tugas operasi pengisian bahan bakar di udara. Dioperasikan oleh Inggris, Perancis, Spanyol, Uni Emirat Arab, Singapura, Australia, Korea Selatan, Arab Saudi, Belanda, dan Kanada, kesemuanya mengoptimalkan fungsi MRTT sebagai angkut penumpang, angkut kargo, VVIP dan medical evacuation (medevac).

Terkait dengan akuisisi, pihak manufaktur Airbus Defence and Space (ADS) juga punya solusi dengan menawarkan konversi, dari A330-200 standar yang dioperasikan maskapai untuk menjadi A330 MRTT. Seperti Spanyol yang bergabung sebagai negara operator A330 MRTT, dimana ada tiga unit A330 MRTT yang diakuisisi Spanyol dan berasal dari konversi pesawat komersial sipil milik maskapai Iberia.

Berdasarkan perjanjian yang ditandatangani Kementerian Pertahanan Spanyol, serah terima pesawat pertama yang dikonversi sepenuhnya dijadwalkan pada tahun 2023 dan unit ketiga dan terakhir pada tahun 2025. Kontrak mencakup dukungan terkait seperti suku cadang, peralatan pendukung darat, pelatihan, dan dukungan dalam layanan hingga akhir kontrak. Pesawat, yang diperoleh dari Iberia, akan diubah menjadi transportasi tanker militer di markas besar Airbus Spanyol di Getafe. Ini akan dilengkapi dengan sistem pengisian bahan bakar hose dan drogue yang canggih dan kit Evakuasi Medis khusus.

Model konversi pada A330 MRTT menjadi solusi pengadaan pesawat tanker. Sebelum ini, AU Australia (Royal Australian Air Force) juga mengakuisisi A330 MRTT/KC-30A dari armada A330-200 eks maskapai Qantas.

A330-200 MRTT memang punya kansnya cukup besar di Indonesia, mengingat pesawat dari platform yang sama telah digunakan oleh maskapai Garuda Indonesia, kelak elemen perawatan pesawat sedikit banyak dapat ditangani oleh pihak GMF Aeroasia. Selain itu, bukan tak mungkin bila nantinya stock A330-200 Garuda Indonesia dialihkan ke TNI AU untuk dikonfigurasi menjadi MRTT, seperti halnya telah dilakukan AU Australia yang sebagian armada KC-30A nya berasal dari eks Qantas. Sementara disisi lain Garuda Indonesia mulai mengoperasikan varian anyar – Airbus 330-900NEO.

Baja juga: McDonnell Douglas KC-10 Extender, Pesawat Pengisi Bahan Bakar yang Disulap dari DC-10 

Pengadaan pesawat tanker MRTT tak hanya menawarkan konsep pesawat tanker semata. Bila merujuk ke pakem yang ada, memang pesawat tanker yang eksis di dunia juga mengemban fungsi lain, seperti angkut penumpang dan kargo.

Sisi Lain Tragedi 11 September, Ribuan Penumpang dari Eropa Terdampar di Newfoundland

Tidak ada yang bisa melupakan betapa kelamnya tragedi 11 September 2001, dimana ‘sajian utama’ dari salah satu aksi terorisme terbesar di dunia ini adalah runtuhnya menara kembar World Trade Center (WTC) yang ada di New York, Amerika Serikat. Tidak hanya WTC saja yang menjadi ‘sitting duck’ dalam insiden berdarah ini, tapi juga beberapa spot lain seperti Pentagon dan Washington D. C.

Baca Juga: Tragedi 11 September, Mengenang Momen Keberanian Penumpang Melawan Teroris di United Airlines Flight 93

Aksi teror yang bertubi-tubi dalam satu hari paling kelam dalam sejarah Negeri Paman Sam ini memaksa jalur udara di seantoro AS dilumpuhkan oleh FAA (Federal Aviation Administration) untuk sementara waktu, dan otomatis, semua penerbangan baik dari atau menuju Amerika dialihkan menuju bandara terdekat. Kekacauan di jalur udara ini juga ternyata menyelipkan satu cerita dari sudut pandang berbeda akan insiden Nine Eleven ini.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dfw.cbslocal.com (11/9), seorang pensiunan pilot yang dulu mengabdi kepada American Airlines, Beverley Bass kabarnya tengah melakukan perjalanan dari Paris menuju Bandara Internasional Dallas/Fort Worth. Di tengah perjalanan, Beverley mendapatkan NOTAM (Notice to Airmen) bahwa insiden 9/11 terjadi dan wilayah udara Amerika menjadi area dilarang terbang. Beverley langsung berkoordinasi dengan Air Traffic Control (ATC) terdekat dan memilih untuk melakukan pendaratan di Gander, Newfoundland – sebuah pulau kecil di Kanada yang dihuni oleh 9.400 jiwa.

“Sesampainya di bandara, kami semua masuk ke ruang terminal dan itulah momen pertama saya melihat makanan paling banyak seumur hidup saya,” ujar Beverley.

“Sekitar 7.000 pelancong yang ketakutan memenuhi ruang terminal, dan lama kelamaan mereka mengungsi ke gereja dan sekolah karena bangunan bandara sudah tidak mampu menampung mereka,” tandasnya.

Bisa dibilang, para penumpang yang terperangkap ini mau tidak mau bersosialisasi dengan warga sekitar – bahkan sampai mengingap di rumah-rumah warga di Newfoundland. Beverley mengenang bahwa satu rumah bisa dihuni oleh satu keluarga (pemilik rumah) dan 10 penumpang kurang lebih. Lebih menyesakkannya lagi, masing-masing dari mereka saling tidak berbicara satu sama lain, mengingat mereka berbicara dalam bahasa yang berbeda.

Baca Juga: 10 Pendaratan Dramatis Sepanjang Sejarah Penerbangan

Banyak dari mereka yang merasa sungkan dan tidak enak dengan pemilik rumah yang sudah ‘menghidupinya’ selama masa penampungan.

“Sejatinya mereka semua amatlah baik, dan saya ingin dunia mengetahui bahwa mereka (penduduk di Newfoundland) amatlah baik,” sambung Beverley.

Kendati dipenuhi oleh kesengsaraan dan perasaan tidak enak, namun Beverley menganggap ini sebagai pengalaman tak terlupakan yang sarat akan pembelajaran.

Ratu Elizabeth II Pilih Makanan Seharga Rp43.500 untuk Disantap dalam Penerbangan Jarak Jauh

Sebagai seorang ratu, makanan apa yang biasa di makan ketika dalam penerbangan dalam rangka tugas negara? Seorang mantan pilot Ratu Elizabeth II mengungkapkan makanan yang di makan oleh orang nomor satu di Inggris ini ketika dalam penerbangan jarak jauh.

Baca juga: Era 40 dan 50-an, Jadi Masa Keemasan Sajian Makanan di Kabin Pesawat

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mirror.co.uk (11/9/2019), makanan sang ratu umumnya sudah dirancang dalam sajian kelas atas yang dimasak oleh koki terbaik dunia sepanjang tahun. Tetapi ternyata Ratu Elizabeth II justru memilih sesuatu yang sederhana untuk disantap dalam penerbangan.

Graham Laurie mantan pilot Ratu Elizabeth II (mirror.co.uk)

Graham Laurie mantan pilotRatu Elizabeth II mengungkapkan bahwa anggota keluara kerajaan menikmati pai dengan harga murah selama penerbangan di tahun 1990-an. Dia mengatakan, kue klasik Fray Bentos menjadi perubahan dari semua makanan mewah.

“Aku pikir itu perubahan yang sangat menyenangkan dari semua makanan mewah yang berasal dari kelas satu,” kata Laurie.

Laurie tidak mengungkapkan rasa pai favorite ratu, tetapi pai seharga 2,50 poundsterling (setara Rp43.500) populer dengan isian daging steak dan ginjal, daging sapi cincang dan bawang atau pilihan pai ayam dengan campuran daging menjadi pilihan.  Merek Fray Benton sendiri sudah ada sejak tahun 1865 silam.

Fray Bentos (mirror.co.uk)

Pai sendiri menjadi makanan pokok di rumah-rumah Inggris setelah Perang Dunia II. Bahkan saat ini pabrik Fray Bentos berlokasi di King’s Lynn di Norfolk dekat dengan rumah The Queen di Sandringham.

Ratu Elizabeth II saat mengunjungi retret Balmoral Skotlandia memerintahkan takeaway atau membawa makanan yang sama. Sebuah sumber kerajaan mengklaim bahwa setiap musim panas, ketika ratu ke Balmoral, dia selalu memesan dari toko-toko ikan dan keripik lokal secara khusus.

“Dia kadang-kadang memperlakukan dirinya sendiri dengan berbelanja ikan dan keripik ketika di Balmoral. Bahkan seorang pria dikirim untuk mendapatkannya dari kota lokal Ballater,” kata sumber tersebut.

Darren McGrady yang merupakan koki pribadi ratu mengatakan, bahwa dia tidak dapat digambarkan seorang penggila makanan seperti suaminya Pangeran Philip yang suka makan dan berbicara makanan sepanjang hari. Darren mengaku, Ratu Elizabeth II merupakan penggemar berat biskuit cokelat dan akan kembali sampai itu habis.

Baca juga: Setelah 175 Tahun, Ratu Inggris Kembali Menumpangi Kereta Api

Ketika dia bepergian Ratu Elizabeth II dikenal suka makan kue Dundee dan khusus tentang jenis air yang diminumnya. Ratu Elizabeth akan meminta air Malvern dibawa ke kabin untuk digunakan dalam tehnya.

7 Maskapai dengan Interior Paling Manjakan Mata Penumpang, Nomor 6 Berasa di Pantai

Selain eksterior atau livery, beberapa maskapai juga menampilkan desain futuristik sekaligus segar di pandang mata pada bagian interior, tak kalah dengan pemandangan eksotis di luar pesawat. Ada yang bermain dengan warna pada ambient light, kursi, hidangan, dan lain sebagainya.

Baca juga: Stiker Vs Cat, Mana Lebih Baik untuk Livery Pesawat?

Dilansir dari matadornetwork.com, sedikitnya ada tujuh maskapai yang memiliki interior ciamik nan memanjakan mata. Berikut selengkapnya.

1. Eva Air

Eva Air dengan body bergambar Hello Kitty (Asian Fusion Magazine)

Hanya segelintir maskapai di dunia yang menggunakan livery karakter kartun, salah satunya Eva Air. Maskapai swasta asal Taiwan ini diketahui sejak tahun 2005 silam meluncurkan pesawat dengan karakter Hello Kitty.

Tak hanya di bagian eksterior (livery hello kitty), unsur hello kitty juga terdapat pada interiornya, tepatnya pada kru kabin yang menggunakan apron hello kitty sampai hidangan seperti telur, wortel, peralatan makan, headrest cover, menu, safety brochures, tisu toilet dan lainnya yang didekorasi karakter hello kitty.

2. Icelandair

Biasanya maskapai di dunia akan mengusung kearifan lokal negaranya masing-masing. Garuda Indonesia, misalnya, mengusung batik sebagai kearifan lokal yang ditonjolkan dalam interior. Begitu juga dengan Icelandair yang menonjolkan unsur Aurora pada interiornya.

Sebagai negara yang terletak di kawasan lingkar kutub utara, langit Islandia seringkali dihiasai oleh Aurora. Jika Aurora hanya bisa dilihat pada bulan-bulan tertentu, maka Aurora di interior Icelandair, baik yang berwarna hijau maupun biru, bisa dilihat kapan saja di langit-langit kabin oleh penumpang selama penerbangan malam hari.

3. Finnair

Finlandia tak hanya dikenal karena kualitas pendidikannya yang menempati posisi teratas, namun juga terkenal lewat rumah desain Marimekko. Sejak tahun 2012, Finnair memiliki dua armada, Airbus A350 “Kivet” dan Airbus A330 “Unikko” yang eksterior dan interiornya didesain atau dihadirkan oleh Marimekko.

Setahun setelahnya, maskapai nasional Finlandia itu seluruh armadanya sudah dilengkapi dengan tekstil dan peralatan makan Marimekko. Di kelas bisnis, penumpang disuguhi dengan selimut keren, bantal, porselen (teko teh), dan berbagai perlengkapan (sandal,tas jinjing dan lainnya. Ada juga cangkir kertas, serbet, mug dan kain.

4. Etihad Airways

Di antara dekorasi atau nuansa yang paling kentara terasa dibanding lainnya adalah nuansa Timur Tengah. Sebagai maskapai yang berasal dari sana, Etihad Airways sangat brilian dalam menghadirkan nuansa khas Timur Tengah di kabin pesawat, khususnya melalui armada Airbus A380.

Di pesawat superjumbo Etihad Airways setidaknya ada empat kelas kursi; Kelas Ekonomi, Kelas Bisnis, First Class, dan The Residence. Tiga dari empat kelas tersebut tentu tak terjangkau traveler kebanyakan mengingat kabin dipenuhi dengan berbagai kemewahan.

Ruang tamu, kamar tidur terpisah dengan tempat tidur double, dan kamar mandi dalam. Gelas minum sampanye yang dirancang oleh Vera Wang, dan seprei dari Pratesi Italia. Pelayan pribadi, sarapan yang diantar langsung ke tempat tidur, dan lainnya benar-benar membuat ini bukan hanya bernuansa Timur Tengah tetapi juga bak hotel terbang.

5. Brussels Airlines

Belgia memiliki salah satu karakter kartun yang cukup familiar di dunia, Smurf, dan ini cukup menjadi kebanggan tersendiri untuk Brussels Airlines. Baik interior maupun eksterior, maskapai nasional Belgia tersebut menampilkan nuansa Smurf yang sangat melekat pada lima armadanya.

6. Air Tahiti Nui

Maskapai Air Tahiti Nui. Foto: Sam Chui

Pada tahun 2019, maskapai Air Tahiti Nui memiliki desain interior dan eksterior yang sepenuhnya baru pada armada Boeing 787-9 Dreamliner. Desain tersebut sangat erat kaitannya dengan budaya Tahiti, pulau terbesar di Polinesia Perancis, seperti desain bunga tiare serta nuansa warna-warni khas pantai.

7. ANA

Maskapai All Nippon Airways (ANA) adalah salah satu maskapai yang pernah mengusung tema Star Wars. Baik interior maupun eksteriornya, penumpang akan disuguhi hal-hal berbau karakter fiksi hollywood tersebut di setidaknya empat armada maskapai.

Setelah 2 Tahun, Rolls-Royce Umumkan Nyerah Kembangkan Mesin Pesawat Supersonik Boom

Rolls-Royce akhirnya menyerah dalam mengembangkan mesin pesawat supersonik Overture atau pesawat supersonik Boom. Ini tentu menjadi pukulan telak bagi Boom Supersonic yang sejak tahun 2020 lalu berharap banyak pada perusahaan teknologi asal Inggris tersebut.

Baca juga: Tepat Janji, Prototipe Pesawat Supersonik Boom XB-1 Resmi Dipamerkan, 2021 Mulai Melesat

Dipilihnya Rolls-Royce oleh Boom Technology untuk mengembangkan mesin pesawat supersonik Boom Overture ketika itu dianggap sebagai pilihan tepat, mengingat perusahaan berpengalaman dalam mengembangkan mesin pesawat supersonik Concorde Olympus 593 50 tahun lalu.

“Kami memiliki minat yang kuat dalam penerbangan supersonik dan strategi keberlanjutan untuk penerbangan dengan Boom. Kami sekarang membangun pengalaman berharga kami di ruang ini dan kerja sama kami sebelumnya untuk lebih mencocokkan dan menyempurnakan teknologi mesin kami untuk Boom’s Overture,” kata Direktur Strategi Rolls-Royce – Aerospace Sipil, Simon Carlisle.

“Kami telah menyelesaikan kontrak kami dengan Boom dan menyampaikan berbagai studi teknik untuk program Overture supersonik mereka,” lanjutnya.

“Setelah mempertimbangkan dengan cermat, Rolls-Royce telah menentukan bahwa pasar supersonik penerbangan komersial saat ini tidak menjadi prioritas bagi kami dan, oleh karena itu, tidak akan melanjutkan pekerjaan lebih lanjut pada program tersebut saat ini. Senang bekerja dengan tim Boom. dan kami berharap mereka selalu sukses di masa depan,” tambahnya, seperti dikutip dari Aviation International News.

Usai mundurnya Rolls-Royce dari program pengembangan mesin pesawat supersonik Overture, Boom harus bergerak cepat dalam menemukan perusahaan pengganti dalam pengembangan tersebut.

Bila tidak, target penerbangan pertama pesawat supersonik Boom Overture pada tahun 2026 dan beroperasi secara komersial mengangkut penumpang pada tahun 2029 bisa meleset, sesuatu yang tentu saja tak disukai maskapai yang telah menggelontorkan kocek besar dalam program Overture.

Japan Airlines pada tahun 2017 diketahui telah memesan 20 pesawat supersonik Boom Overture seharga USD 200 juta atau nyaris menyentuh Rp3 triliun (kurs 14.700). Maskapai Jepang itu mengaku sangat yakin dengan proyek tersebut.

Seiring waktu, Virgin Group pun turut memesan. Diikuti United Airlines dengan pesanan 15 pesawat dan opsi penambahan pesanan sebesar 35 pesawat. Sampai saat ini, totalnya telah mencapai 130 unit pesanan pesawat supersonik Boom Overture yang uang pembayaran DP-nya tidak dapat dikembalikan.

Pesawat supersonik Boom Overture dirancang untuk menampung antara 55 hingga 75 orang, dengan kecepatan rata-rata Mach-2.2 (sedikit di atas kemampuan pesawat supersonik Concorde dikisaran Mach 2.04 atau di bawah konsep pesawat supersonik Virgin Galactic dikisaran Mach 3), ketinggian jelajah di 60 ribu kaki, dan jangkauan terbang 7.866 km. Ini membuat perjalanan dari New York ke London hanya memakan waktu selama tiga jam 15 menit.

Namun, dalam desain terbaru yang ditampilkan Boom di gelaran Farnborough Airshow, desain pesawat berubah menjadi empat mesin. Kecepatannya juga turun menjadi Mach 1,7.

Pesawat supersonik Boom Overture dirancang dengan teknologi pengurangan kebisingan terbaru. Kecepatan supersonik hanya akan digunakan saat terbang di atas lautan untuk memastikan bahwa area berpenduduk tidak terpengaruh oleh sonic boom.

Baca juga: Dua Terobosan Ini Bisa Pangkas Waktu Tempuh Penerbangan Jadi Setengahnya, Apa Saja?

Bagi Anda yang ingin menikmati kenyamanan naik pesawat ini, siap-siap merogoh kocek sebesar 5.000 dollar AS atau sekitar Rp66,1 juta untuk sekali terbang. Biaya perkiraan ini hampir sama dengan harga tiket rata-rata penerbangan kelas bisnis.

Boom bukan satu-satunya perusahaan yang berusaha mengembalikan penerbangan supersonik. Aerion Corporation saat ini sedang mengembangkan pesawat supersonik komersial AS2 di kantor pusatnya di Reno, Nevada. Pesawat ini dapat menampung hingga 12 penumpang.

In Memoriam Ratu Elizabeth II: Kerap Terbang Pakai Pesawat Maskapai Komersial-Jatuh Cinta dengan Concorde

Ratu Kerajaan Inggris, Ratu Elizabeth II, meninggal dunia, Kamis (8/9/2022 pada usai 96 tahun setelah mengemban tugas selama 70 tahun tujuh bulan satu hari. Sebagai seorang ratu atau kepala negara kerajaan Inggris, tentu saja ia memiliki segala hal, termasuk dalam kaitannya dalam bepergian.

Baca juga: Mulai 27 Januari 2022, Inggris Larang Pesawat Melintas di Atas Kediaman Ratu Elizabeth

Kerajaan Inggris setidaknya memiliki tiga pesawat dan empat helikopter untuk mendukung aktivitas Ratu Elizabeth II. Namun, dengan kerendahan hatinya, ia lebih sering bepergian menggunakan pesawat komersial, bergabung dengan penumpang lainnya. Ini sudah jauh menabrak tradisi ratu/raja sebelumnya.

Keinginan sang ratu untuk benar-benar duduk bersebelahan dengan penumpang lainnya di kabin kelas ekonomi tak bisa diwujudkan karena kekhawatiran staf kerjaaan terhadap keselamatannya.

Dilansir Simple Flying, Putri Elizabeth (ketika itu belum menjadi ratu) mulai naik pesawat maskapai komersial pada 31 Januari 1952. Ketika itu, pesawat Argonaut (Douglas DC-4 yang ditingkatkan) British Overseas Airways Corporation (BOAC) membawanya ke Kenya bersama sang suami Pangeran Philip untuk berlibur.

Ketika itu ayahnya, Raja George VI, tidak ikut berlibur karena sedang sakit. Adapun Putri Elizabeth memaksakan tetap berlibur karena itu adalah rencana yang sudah dibuat sejak lama.

Namun, ternyata, itu keputusan yang kurang tepat. Saat memasuki hari keenam liburan di Kenya atau tepatnya pada 6 Februari, tersiar kabar bahwa Raja George VI meninggal. Keduanya pun kembali dan lagi-lagi menggunakan pesawat komersial DC-3 maskapai East African Airways.

Sepeninggal Raja George VI, Ratu Elizabeth II pun melanjutkan tongkat estafet memimpin kerajaan Inggris. Di masa-masa awal bertugas sebagai ratu, ia masih mengikuti kebiasaan pemimpin sebelumnya, bepergian menggunakan pesawat pribadi keluarga kerajaan. Seperti kunjungan ke Amerika Serikat (AS) pada tahun 1957, Nepal pada tahun 1961, dan seterusnya sampai pesawat supersonik Concorde beroperasi.

Concorde diketahui terbang perdana pada 2 Maret 1969. Beberapa tahun setelahnya, tepatnya pada 21 Januari 1976, pesawat supersonik Concorde terbang berjadwal untuk pertama kali untuk rute Paris – Rio de Janeiro oleh Air France dan rute London – Bahrain oleh British Airways. Penerbangan supersonik Concorde pun menjadi sangat familiar dan menarik banyak penumpang, termasuk Ratu Elizabeth II.

Setahun setelah penerbangan berjadwal pertama, Ratu Elizabeth II untuk pertama kalinya terbang dengan Concorde British Airways (registrasi G-BOAE) dari London ke Barbados. Tentu saja ini bukan rute berjadwal dan menjadi pendaratan pertama Concorde di negara persemakmuran Inggris itu.

Penerbangan perdana Concorde rupanya memiliki kesan sangat baik dan membuat sang ratu ingin terbang lagi dengannya di kesempatan lain. Tercatat ada lima penerbangan lain Ratu Elizabeth dengan Concorde; tahun 1979 ke Kuwait, Timur Tengah tahun 1984, Barbados tahun 1987 dan 2003, serta AS tahun 1991.

Baca juga: Ratu Elizabeth II Pilih Makanan Seharga Rp43.500 untuk Disantap dalam Penerbangan Jarak Jauh

Selain Concorde British Airways, Ratu Elizabeth II juga beberapa kali kerap terbang komersial bersama Boeing 707, Boeing 747, dan Boeing 777 Qantas ke Australia serta maskapai Air New Zealand saat kunjungan ke Selandia Baru.

Di pesawat Boeing 747-400 Air New Zealand pada tahun 1995, Ratu Elizabeth II duduk di kursi kelas bisnis dan area itu disterilkan maskapai serta dijaga dan dilayani oleh tiga kru kabin dan 26 staf kerajaan. Sementara itu, 384 penumpang di kabin kelas ekonomi mendapat penjagaan super ketat namun juga diberikan secarik kertas untuk merayakan penerbangan komersial tidak biasa itu.

Siap-siap, Beli Tiket KA Jatiluhur dan Walahar akan Dilakukan Secara Online

Menggunakan KA Lokal seperti di jalur Cikarang – Cikampek/Purwakarta memang sangat diminati masyarakat sekitar jalur tersebut. Selain waktu tempuh yang relatif cepat meskipun berhenti ditiap stasiun, harga tiketnya pun relatif lebih murah yaitu mulai dari harga Rp3.000 – Rp4.000 saja. Namanya juga sarana kereta lokal, rangkaian ini selalu mengalah jika berpapasan atau jarak yang dekat dengan kereta api jarak jauh yang perjalanannya tidak semua berhenti di stasiun kecil. Mau tidak mau, kereta lokal harus mengalah dengan adanya penyusulan di stasiun tertentu yang harus dilakukan.

Baca juga: Mengenal Walahar Express, Kereta “Odong-Odong” dari Purwakarta

Mayoritas penumpang jika menggunakan kereta lokal ini biasanya masih setia mengantre di stasiun keberangkatan mereka. Tak peduli jika kehabisan tiket saat perjalanan siang, mereka bisa menggunakan jadwal waktu pemberangkatan berikutnya. Dengan mengantre di loket, penumpang beranggapan lebih praktis untuk mendapatkan tiket, karena cukup hanya membayar di loket stasiun dan langsung mendapatkan tiket.

Namun ada informasi yang sangat penting khususnya bagi masyarakat setia pengguna KA Jatiluhur/Walahar untuk rute Cikarang – Cikampek/Purwakarta pp. Informasi tersebut mengenai pembelian tiket saat menggunakan KA lokal tersebut. Ya, karena mulai 1 Oktober 2022 nanti pembelian tiket tidak melalui loket, namun melalui aplikasi online seperti KAI Access. Pengunguman tersebut terpasang di Stasiun Cikarang bertuliskan “Pembelian dan pemesanan tiket KA Lokal Walahar dan KA Lokal Jatiluhur di Stasiun Lemahabang, Stasiun Kedunggedeh, Stasiun Klari, Stasiun Kosambi, dan Stasiun Dawuan Mulai 1 Oktober 2022 hanya dilayani melalui aplikasi KAI Access. Pemesanan tiket bisa dilakukan mulai 7 hari sebelum keberangkatan.

Baca juga: Jangan Sampai Tertinggal, Ini jadwal Kereta Api Lokal Cikarang Sesuai dengan Jadwal KRL Jabodetabek

Belum ada kabar lanjut apakah beberapa stasiun yang disebutkan jika pembelian melalui aplikasi online tersebut loket akan ditutup atau tetap dibuka. Informasi tersebut terpasang memang sudah dilakukan awal September ini. Dan PT Kereta Api Indonesia berharap masyarakat yang setia menggunakan KA lokal tersebut dan naik di stasiun yang disebutkan tadi sudah bisa memesan tiket KA lokal dengan aplikasi online. Selain pembelian tiket, masyarakat juga bisa melihat jadwal keberangkatan KA lokal terlebih dahulu melalui KAI Access yang terbukti update. Pemesanan tiket KA lokal melalui aplikasi online dengan bebas tempat duduk. (PRAS – Cinta Kereta Api)