Bagaimana Harga Tiket Pesawat Ditetapkan Maskapai? Ini 8 Rahasianya

Algoritma harga tiket yang ditetapkan maskapai tidak pernah dipublikasikan. Ini hanya akan menjadi rahasia perusahaan. Meski begitu, ada banyak variabel yang dapat mempengarugi harga tiket pesawat oleh maskapai.

Baca juga: Beli Tiket Pesawat Offline di Bandara Lebih Murah, Benarkah?

Setidaknya ada delapan faktor atau variabel yang dapat mempengaruhi harga. Dikarenakan algoritma harga tiket oleh maskapai dijaga sangat rapat, bisa saja jumlahnya lebih dari delapan. Namun, pada umumnya delapan variabel inilah yang digunakan dalam mempertimbangkan sebelum menetapkan harga. Dilansir dari Simple Flying, berikut selengkapnya.

1. Profil penumpang/traveler atau wisatawan bisnis

Salah satu hal yang paling menentukan dalam menetapkan harga tiket pesawat di sebuah rute adalah profil penumpang. Dahulu, saat penjualan tiket masih dilakukan manual, pengklasifikasian atau penelusuran profil penumpang tentu tidak mudah. Namun, seiring digitalisasi tiket, profil penumpang jadi lebih mudah didapat.

Penumpang bisnis atau penumpang untuk tujuan bisnis sudah jadi rahasia umum berpotensi menghabiskan lebih banyak uang ketimbang penumpang pelesiran. Penumpang pelesiran umumnya memesan tiket jauh dari hari-H, berbanding terbalik dengan penumpang keperluan bisnis yang memesan tiket dekat hari-H dan siap mengeluarkan biaya lebih karenanya.

2. Jangka waktu pembelian

Membeli tiket pesawat menjelang hari-H atau bahkan di hari-H tentu jauh lebih mahal dibanding dengan membelinya jauh sebelum hari-H atau hari keberangkatan. Sebaliknya, semakin dekat pembelian tiket dengan jam keberangkatan, harga tiket akan semakin murah. Dengan demikian, jangka waktu pembelian tiket pada intinya menjadi salah satu variabel menetapkan atau menentukan harga tiket.

3. Volume penjualan tiket sebelum hari keberangkatan

Sebuah penerbangan oleh maskapai berjadwal sudah dijual jauh sebelum tanggal keberangkatan. Ada yang menyebut tiga bulan sebelumnya. Itu berarti, hari-ke-hari jumlah ketersediaan kursi semakin berkurang. Harga tiket pesawat pasti akan semakin melambung andai volume pemesanan tinggi, dimana tanggal keberangkatan masih cukup jauh tetapi sisa kursi pesawat tinggal sedikit.

4. Lama perjalanan/panjang jarak tempuh

Jarak tempuh atau lama perjalanan sudah pasti menjadi pertimbangan maskapai dalam menentukan tarif atau menetapkan harga tiket pesawat.

5. Tingkat persaingan

Meski memiliki algoritma dalam menentukan tiket pesawat, maskapai tentu saja akan mempelajari harga tiket pesawat yang ditawarkan kompetitor di rute dan jam yang sama ataupun berbeda. Ini berguna bagi penumpang yang lebih melihat harga ketimbang layanan ataupun tipe penumpang yang melihat harga dan juga layanan.

6. Peak season atau blackout dates

Di bulan-bulan tertentu penumpang pesawat akan membanjiri bandara, sebut saja libur Hari Raya Idul Fitri dan libur Nataru. Ini disebut dengan peak season atau saat-saat dimana permintaan sangat tinggi melebihi suplai.

Sebaliknya, ada pula yang disebut blackout dates atau bulan-bulan sepi ataupun biasa-biasa saja. Sudah jadi rahasia umum bahwa maskapai akan memasang tarif tinggi berkali-kali lipat saat peak season dan menjual tiket kompetitif berbalut promo saat di bulan-bulan sepi.

7. Overbooking

Overbooking mungkin bisa saja membuat maskapai buntung saat seluruh tiket ludes terjual dan tidak ada pembatalan atau reschedule. Kondisi ini bakal menuntut maskapai mengeluarkan kompensasi untuk penumpang yang ‘tersingkirkan’ akibat kebijakan overbooking maskapai.

Baca juga: Software Network Planner Jadi Andalan Maskapai Sebelum Putuskan Buka Rute Baru

Namun, positifnya, konsep overbooking oleh maskapai mampu membuat volume penjualan meningkat. Bayangkan, bila kapasitas 50 kursi dalam sebuah penerbangan tiketnya dijual dua kali lipat menjadi 100 kursi. Ini pasti akan meningkatkan volume penjualan. Tinggal nanti maskapai lebih jeli, saat volume penjualan meningkat dan hampir menyentuh kapasitas maksimal, jumlah tiket yang dijual dikurangi menjadi sejumlah kapasitas yang sesungguhnya.

8. Harga Avtur

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, dalam satu kesempatan pernah menyebut bahwa Avtur menempati 30 persen komponen biaya operasional pesawat atau tiket pesawat. Sudah pasti harga Avtur sangat berpengaruh pada harga tiket pesawat.

Kereta Hidrogen Pertama di Dunia Mulai Melayani Penumpang, Inilah Keunggulan Teknologi Hidrogen

Pandemi Covid-19 rupanya telah menunda jadwal operasional kereta hidrogen pertama di dunia, dimana seharusnya kereta hidrogen yang diproduksi Alstom (Perancis), mengular untuk melayani penumpang di Jerman pada pertengahan 2021. Namun, baru pada akhir Agustus 2022 lalu, kereta hidrogen bercat biru itu mulai melayani penumpang.

Baca juga: Dukung Operasional Kereta Hidrogen, Jerman Bangun Stasiun Pengisian Khusus di 2021

Seperti diketahui, pengujian kereta hidrogen sudah dimulai empat tahun lalu, dengan implementasi awal dimaksudkan pada tahun 2021. Tapi pandemi meremas garis waktu itu. Lima kereta Coradia iLint mulai mengangkut penumpang pada 25 Agustus 2022, dan sembilan lagi akan menggantikan kereta diesel yang saat ini beroperasi pada rute di Bremervörde, Lower Saxony pada akhir tahun ini.

Dikutip dari singularityhub.com, diklaim ramah lingkungan, satu-satunya produk sampingan dari operasional kereta hidrogen adalah uap dan air; panas apa pun yang dibuat digunakan untuk membantu memberi daya pada sistem pemanas dan pendingin udara. Kereta ini memiliki jangkauan 1.000 kilometer (621 mil), yang berarti kereta ini dapat berjalan dengan satu tangki hidrogen selama sehari penuh. Kecepatan maksimum kereta ini adalah 140 kilometer per jam.

Hidrogen adalah sumber tenaga yang menjanjikan namun rumit. Kepadatan energinya hampir tiga kali lipat dari bensin secara massal, tetapi berdasarkan volume, kepadatannya jauh lebih sedikit, yang berarti perlu dikompresi untuk mendapatkan lebih banyak energi dari volume yang sama. Satu kilogram bahan bakar hidrogen dapat menggerakkan kereta untuk waktu dan jarak yang sama dengan sekitar 4,5 kilogram solar.

Sementara bahan bakar hidrogen itu sendiri terbakar bersih, itu benar-benar hanya sehijau sumber pembangkit listrik yang digunakan untuk memproduksinya. Metode yang saat ini digunakan untuk menghasilkan sebagian besar hidrogen adalah reformasi gas alam, yang mengeluarkan CO2.

Sebuah stasiun pengisian hidrogen untuk kereta kini dijalankan oleh perusahaan kimia Jerman Linde. Stasiun itu memiliki 64 tangki penyimpanan tekanan tinggi, 6 kompresor hidrogen, dan 2 pompa bahan bakar. Proses pengisian bahan bakar memberi hidrogen keuntungan besar dibandingkan transportasi bertenaga baterai—yaitu, cepat, seperti memompa gas atau solar ke dalam tangki. Meskipun Coradia iLint berjalan terutama pada hidrogen dari sel bahan bakar, kereta itu juga memiliki baterai lithium-ion untuk menyimpan energi ekstra.

Sama seperti kendaraan listrik yang lebih tenang daripada mobil bensin, kereta hidrogen dilaporkan jauh lebih tenang daripada kereta dengan mesin pembakaran.

Baca juga: Dirut PT KAI Jajal Kereta Hidrogen di Jerman dan Siap Bawa ke Indonesia 

Mengingat saat ini ada lebih dari 4.000 kereta bertenaga diesel yang beroperasi di Jerman saja, mengubah hanya 14 di antaranya menjadi hidrogen tampak seperti setetes air. Ini adalah permulaan, dan ada rencana untuk memperluas kereta ke bagian lain Jerman dan Eropa: Frankfurt telah memesan 27 kereta untuk wilayah metropolitannya, sementara erancis bermaksud untuk menyebarkan 12 unit, dan wilayah Lombardy utara Italia dimulai dengan 6 kereta hidrogen.

Yang Aneh dari Kuburan Pesawat di Parung, Bogor: Tidak Ada Landasan Pacu

Setelah pensiun dioperasikan maskapai, pesawat umumnya menjadi barang rongsokan dan dibiarkan termakan waktu di sebuah tempat. Saking banyaknya pesawat, baik sipil maupun militer, yang dibiarkan begitu saja di suatu tempat, pada akhirnya muncul istilah kuburan pesawat atau dikenal juga sebagai aircraft boneyard (disebut juga aircraft graveyard).

Baca juga: Bangkit dari ‘Kuburan’ Pesawat di Spanyol, Boeing 747-400 Lufthansa Siap Beroperasi

Kendati kuburan pesawat di dunia letak geografisnya bisa berbeda-beda, seperti di daerah gurun pasir, dataran tinggi pengunungan, sampai hutan, namun, satu hal yang pasti kesemuanya memiliki landasan pacu (runway). Tetapi, tidak demikian dengan kuburan pesawat di Parung, Bogor.

Alih-alih diterbangkan ke kuburan pesawat dan mendarat di sana untuk pensiun atau disimpan selamanya, pesawat justru diangkut menggunakan truk trailer dari bandara melewati jalan raya dan menyebabkan kemacetan panjang, seperti yang terjadi pada bulan Juli lalu.

Dari foto dan video yang dilihat KabarPenumpang.com di media sosial, luas area yang disebut kuburan pesawat di Kampung Jampang, Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor ini tidak terlalu luas atau bahkan sangat sempit untuk disebut sebagai kuburan pesawat. Demikian juga dari segi jumlah pesawat. Itu kenapa kuburan pesawat di sini tidak memiliki landasan pacu.

Meski begitu, varian pesawat yang disimpan di kuburan pesawat di Parung ini cukup variatif, mulai dari pesawat widebody quadjet atau empat mesin British Aerospace BAe-146 milik Aviastar beregistrasi PK-BRI, narrowbody dua mesin jet semisal Boeing 737-800 Sriwijaya Air dan Fokker F28, pesawat perintis Cessna 172 milik sekolah pilot Nusa Flying School, sampai pesawat komuter, salah satunya pesawat komuter NC-212 Pelita Air Service buatan PT. Dirgantara Indonesia.

Kebanyakan pesawat yang ada di kuburan pesawat di Parung, Bogor ini datang dari empat maskapai domestik; Aviastar, Lion Air, Sriwijaya Air, dan Pelita Air Service (PAS), serta satu maskapai internasional Sky Angkor Airlines (Sky Wings Asia Airlines) asal Kamboja.

Menurut keterangan warga setempat, lahan yang ada awalnya ingin dijadikan restoran dengan konsep pesawat. Konsep ini tentu tidak asing di Indonesia terlebih dunia. Namun, entah kenapa restoran yang disebut-sebut itu tak kunjung dibangun. Sebaliknya, rongsokan pesawat terus-menerus datang sejak lahan tersebut disewakan ke seseorang pada tahun 2019.

Bisnis pesawat purna tugas lama-kelamaan semakin diminati. Sebab, 6.000 pesawat dalam 20 tahun mendatang akan mencapai akhir jam terbangnya. Lantas pesawat tua dibuang ke mana? Sebagian mungkin bakal dibuang ke kuburan pesawat di Gurun Mojave atau dijadikan restoran, sebagian lagi didaur ulang dan dibuat jadi barang berharga.

Baca juga: Singapore Airlines Kirim Lagi A380 Ke ‘Kuburan’ Pesawat di Gurun Australia

Melihat hal itu, riset di Eropa coba mencari teknik pembuangan yang paling ekonomis dan ramah lingkungan. Hal itu dikarenakan pesawat dibuat dari 60 persen alumunium, 15 persen baja, 10 persen logam berharga mahal seperti titanium. Jadi, terlalu sayang untuk dibuang begitu saja, selain untuk menyelamatkan lingkungan.

Valliere Aviation, salah satu raksasa daur ulang pesawat tua di Eropa, mengerti betul betapa menggiurkannya pesawat tua. Biasanya pesawat tua dihancurkan, dibersihkan dari komponen radioaktif sesuai panduan hijau Eropa, diklasifikasikan, dan diteliti bagian mana saja yang masih bisa dipertahankan, seperti suku cadang berharga, roda pendaratan, mesin, dan peralatan avionik.

Selesai Bertugas, KRL Livery Batik Dipulangkan Kembali ke Asalnya

Seperti diketahui bahwa lintas Yogyakarta – Solo/Palur sudah memiliki jalur Kereta Rel Listrik (KRL) untuk mengantar penumpang keberbagai wilayah di area Yogyakarta maupun Solo dan sekitarnya. KRL yang menggantikan sebelumnya dengan Kereta Rel Diesel (KRD) bernama Prameks ini dapat menampung lebih banyak penumpang dengan mudah.

Baca juga: Dipulangkan, KRL Yogya – Solo Nantinya Hanya Layani ‘Buatan Indonesia’

Berbeda dengan rangkaian KRL yang berada di wilayah Jabodetabek, KRL yang digunakan saat berdinas di wilayah itu semuanya bercorak batik. Rangkaian yang digunakan pun berbeda, ada yang buatan Indonesia dan buatan Jepang. Namun, menggantikan bertugasnya KRL di jalur Yogyakarta – Solo, KRL buatan Jepang ini pun berakhir masa dinasnya hari ini. Rangkaian bernomor seri 205JR32+9 ini pun dipulangkan kembali ke asalnya yaitu Depo KRL Depok.

Spanduk perpisahan oleh pecinta kereta api wilayah Yogya – Solo.
(FOTO : instagram/@ariqdzaky)

Kepulangan KRL seri 205JR32+9 ini sebenarnya akan dilakukan perawatan oleh tim yang sudah siap di Depo KRL Depok. Karena perawatan yang secara khusus belum bisa dilakukn di Depo Solo, mau tidak mau KRL harus dikirim kembali ke wilayah Daop 1 Jakarta. Bukan hanya itu, selain perawatan ternyata KRL jenis ini akan dioperasikan selamanya di wilayah Daop 1 Jakarta. Mengingat rangkaian KRL di jalur Yogyakarta – Solo saat ini hanya menggunakan seri KRL i9000 (KFW). Berawal pengiriman KRL seri 205JR32+9 ke wilayah Daop 6 Yogyakarta karena untuk memenuhi kekurangan armada KRL saat itu, agar tidak adanya penumpukan penumpang. Saat ini dirasa sudah cukup armadanya dan memungkinkan akan ditambah kembali yang dikirim dari PT Industri Kereta Api di Madiun.

Ada pemandangan unik sesaat sebelum “kepergian” KRL seri 205JR32+9 di Stasiun Solo Balapan. Beberapa pecinta kereta api di wilayah tersebut membuat spanduk bertuliskan “Matur Nuwun! Telah menjadi teman penglaju Jogja – Klaten – Solo”. Layaknya di negeri sakura saat perpisahan denga KRL yang difavoritkan, mereka rela membuat sesuatu untuk mengenang saat beroperasi di wilayahnya. Pengiriman KRL dari Depo Solo menuju Depo Depok melewati jalur utara hari ini, Rabu (14/9). Dengan kecepatan 50 km/jam perjalanan dilakukan secara hati – hati yang ditarik dengan lokomotif seri CC 201 78 06 yang dihimpit dengan 4 rangkaian kereta kelas ekonomi. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Diundur Terkait Faktor Keamanan Penumpang, LRT Jabodebek Beroperasi Juni 2023

Kementerian Perhubungan telah merevisi target Commercial Operation Date (CODT) LRT Jabodebek menjadi pada semester I tahun 2023 mendatang. Padahal sebelumnya ditargetkan akan dioperasikan dan diujicoba pada tahun ini. LRT Jabodebek memiliki jalur sepanjang 44 kilometer yang melintasi Bekasi Timur – Cawang, Cibubur – Cawang dan Cawang – Dukuh Atas ini telah mencapai 96 persen pengerjaan yang memakan biaya nilai kontrak mencapai Rp23 triliun. Terkait diundurnya operasional LRT Jabodebek hingga Juni 2023 mendatang, ternyata faktor keamanan penumpang yang menjadi faktor utama dalam hal keamanan.

Baca juga: Uji Coba Akhir Tahun, Inilah Kesiapan Depo LRT Jabodebek Jelang Peresmian

Diketahui LRT Jabodebek digerakkan tanpa masinis dan akan dilakukan melalui sistem pengendali di berbagai unit seluas 11 hektar ini yang berlokasi di Bekasi Timur. Penerapan sistem pengendalian kereta layang tanpa masinis ini dioperasikan dengan Grade of Automation (GoA) level tiga yang merupakan pertama kali dalam perkeretaapian yang ada di Indonesia.

Secara fisik baik jalur layanan dan kereta yang akan dioperasikan sudah hampir tahap penyelesaian, namun sistem yang membutuhkan waktu cukup lama ini masih terus dilakukan agar faktor keamanan dan keselamatan penumpang terjaga selama pengoperasian LRT Jabodebek secara reguler. Sebelumnya, moda transportasi Light Rail Transit atau Lintas Raya Terpadu di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (LRT Jabodebek) akan beroperasi komersial pling lambat awal 2023. Dan soft launching telah dilakukan pada 17 Agustus 2022 lalu di Bekasi Timur. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Hari ini, 78 Tahun Lalu, Tiga Kru Douglas A-20 Havoc Berhasil Tembus Badai untuk Pertama Kalinya di Dunia

Hari ini, 78 tahun yang lalu, bertepatan dengan 14 September 1944, tiga kru pesawat Douglas A-20 Havoc, Kolonel Floyd B. Wood, Mayor Harry Wexler, and Letnan Frank Reckord, dikisahkan berhasil menembus badai untuk pertama kalinya sepanjang sejarah penerbangan global.

Baca juga: Jangan Lagi Takut Turbulensi, Teknologi ini Bisa Buat Pesawat Nyaris Terbang Mulus

Keberhasilan tiga kru yang juga anggota Angkatan Darat AS (tahun itu belum terbentuk AU AS/USAF) itu menembus badai bersama Douglas A-20 Havoc, bukan serta merta jadi yang pertama di dunia, tetapi juga berperan penting dalam perkembangan pesawat di masa mendatang.

Dilansir airforcemag.com, ketiganya berhasil mengumpulkan data-data ilmiah berkenaan dengan kemampuan pesawat terbang dalam menembus badai. Diketahui, pesawat sengaja melakukan itu untuk mempelajari teori tentang cuaca. Hasil dari data-data itu beserta cara pesawat menembus badai sampai saat ini masih terus disadur.

Dalam buku Hurricanes and the Middle Atlantic States, karya Rick Schwartz, kala itu, sebelum terjadinya badai, tiga orang kru tersebut beserta Douglas A-20 Havoc sudah sengaja menunggu. Tiga orang tersebut akhirnya baru benar-benar bisa bertemu dengan badai itu di Teluk Chesapeake.

Badai di Atlantik Tengah itu digambarkan oleh Wexler, yang juga menspesialisasikan diri di bidang cuaca weather or meteorologi Massachusetts Institute of Technology (MIT), cukup besar dan dahsyat seperti “sharp black wall of rain slopping westward with height,”atau bisa diartikan mirip dinding jurang curam yang dari ketinggian tampak miring ke arah Barat. Pesawat disebut masuk ke badai dalam sudut yang tepat sekalipun langsung disambut dengan hantaman agak keras oleh badai.

Douglas A-20 Havoc. Foto: Pinterest

Dari ketinggian sekitar 914 meter, Kolonel Floyd B. Wood melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana badai menyapu sebuah kapal dalam sekejap entah kemana. Di tengah badai itu pula, ia berfirasat kelak jika pesawat jatuh, perangkat keselamatan yang sudah disiapkan tak akan mampu menyelamatkan nyawa mereka.

Masih di tengah badai, Wood yang dikisahkan sebagai pilot Douglas A-20 Havoc mengaku bahwa badai cenderung agak stabil. Hal itu dapat dilihat dari lemahnya angin di bagian atas pesawat. Tetapi, saat pesawat sedang berjuang mempertahankan ketinggian di level 914 meter, tak lama kemudian, angin dari bagian bawah pesawat mendorong cukup kuat pesawat hingga termpental ke ketinggian 1.524 atau 5 ribu kaki. Dorongan tersebut sekaligus pertanda bahwa pesawat sedang berada di inti badai. Tak lama kemudian, Wood mematikan mesin dan membiarkan pesawat melayang di udara.

Beberapa saat kemudian, badai mulai menipis diikuti kabut dan setitik cahaya matahari mulai terlihat di balilk itu. Disitulah ia merasa bahwa pesawat sudah melewati inti badai dan tengah berada di pinggiran badai yang sudah lumrah terjadi di Atlantik Tengah ini.

Baca juga: Mendarat di Tengah Terjangan Badai 150 Km Per Jam, Pilot Airbus A380 Dimarahi Pihak Maskapai

Usai penelitian, dalam sebuah konferensi pers, Wood menceritakan bahwa turbulensi di tengah badai berkecepatan 230 km per jam, di depan matanya, mirip seperti lift yang bergerak naik. Angin di atas pesawat lebih ringan dari yang dipikirkan. Ia juga menceritakan bahwa visibilitas di tengah badai tak terlalu buruk, begitu juga dengan petir dan hujan yang menyertai. Jadi, tak ada alasan untuk menganggap badai terlalu sebagai neraka.

Di kesempatan tersebut pula, ia meyakinkan bahwa pesawat yang dirancang dengan begitu teliti bagian per bagiannya oleh para ahli sudah sangat mumpuni untuk menghadapi badai yang dahsyat sekalipun. “Saya tidak ragu lagi untuk keluar (terbang),” tegasnya dihadapan wartawan, sebagaimana laporan War Times yang dikutip Rick Schwartz dalam bukunya.

Boeing C-17 Globemaster, Jadi Pesawat ‘Terakhir’ Ratu Elizabeth II Menuju Pemakaman

Topik berita internasional kini menanti prosesi pemakaman Ratu Elizabeth II yang akan dilakukan di Kapel St George yang berada di Kastil Windsor, timur London pada 19 September 2022. Dan menjelang pemakaman ratu yang telah berkuasa 70 tahun tersebut, menjadi menarik dicermati, pesawat apakah yang digunakan untuk membawa ‘jenazah’ sang Ratu untuk menuju peristirahatan terakhirnya.

Baca juga: (Video) Pesawat C-17 Globemaster AU Australia Terbang Meliuk-liuk Nyaris Tabrak Gedung

Dikutip dari Simple Flying, disebutkan perjalanan terakhir Sang Ratu untuk diterbangkan Ke London ternyata menggunakan pesawat angkut berat militer. Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada 8 September lalu pada usia 96 tahun. Dan hari ini (14/9/2022), peti matinya sedang dibawwa dari Edinburgh ke Northolt dengan pesawat Royal Air Force (RAF) Boeing C-17 Globemaster dengan nomer ZZ177.

Peti mati Ratu Elizabeth II telah diistirahatkan di Katedral St. Giles di Edinburgh sejak kemarin sore. Sang Ratu diketahui memiliki cinta khusus untuk Skotlandia dan hari ini, Ratu meninggalkan Skotlandia untuk terakhir kalinya.

Pukul 16:30, peti matinya diangkut dari katedral ke Bandara Edinburgh. Anggota masyarakat berbaris di beberapa rute untuk mengucapkan selamat tinggal terakhir mereka dan memberi hormat kepada Ratu. Menurut angka yang dibagikan oleh pemerintah Skotlandia, lebih dari 26.000 orang berdiri untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Ratu tercinta mereka.

Setibanya di bandara, anggota rombongan pembawa Royal Air Force membawa peti mati Ratu ke Boeing C-17 dan didampingi oleh Guard of Honor dari Royal Regiment of Scotland. Saat pesawat mulai meluncur untuk lepas landas, Pengawal Kehormatan memberikan penghormatan terakhir, dengan band resimen memainkan sebuah bait dari lagu kebangsaan.

Baca juga: Jadi Ikon Evakuasi Warga di Afghanistan, Boeing C-17 Globemaster Dijuluki ‘Rusa Besar’! Ini Alasannya

Boeing C-17 Globemaster biasaya membawa 102 pasukan payung atau 150 pasukan reguler dengan konfigurasi palet dan sidewall seats atau kursi samping menempel di dinding pesawat. Dari spesifikasi, C-17 Globemaster punya kapasitas payload hingga 77,5 ton.

Demi Singkirkan AS dan Sekutu, Pengiriman Pertama Pesawat MC-21 Rusia Penantang Boeing-Airbus Tertunda Sampai 2025

United Aircraft Corporation (UAC) Rusia resmi menunda pengiriman pesawat narrowbody Rusia penantang Boeing-Airbus, Irkut MC-21, hingga tahun 2025. Hal ini dikarenakan adanya perubahan besar pada program tersebut.

Baca juga: Balas Sanksi Barat, Irkut Tendang Mesin Pratt & Whitney dari Pesawat MC-21

Di sela-sela Eastern Economic Forum yang baru-baru ini dihelat di Vladivostok, Rusia, Wakil Perdana Menteri Denis Manturov mengatakan ke kantor berita TASS, pengiriman Irkut MC-21 ditunda lantaran ingin meyingkirkan seluruh produk buatan barat pada pesawat MC-21. Dari semula terdapat komponen pesawat dari Barat, menjadi fully Russified atau 100 persen buatan Rusia.

Hal ini tentu saja bukan pekerjaan mudah mengingat seluruh komponen yang dibutuhkan dalam membuat pesawat teknologi dan rantai pasokannya dikuasai Barat.

Ban pesawat pasarnya dipegang oleh Honeywell, perusahaan asal Amerika Serikat (AS).  Mesin pasarnya dikuasai CFM Internasional dan Rolls-Royce asal Perancis-AS dan Inggris. Landing gear system masyhur dibuat oleh Liebherr Aerospace Jerman. Communication and navigation system oleh Rockwell Collins AS, alumunium commponent for fuselage oleh Arconic asal AS, dan banyak lagi.

Beberapa dari itu sebetulnya Rusia sudah bisa membuatnya secara mandiri, misalnya mesin dan lain sebagainya. Namun, peralatan avionik dan flight control serta banyak lagi masih bergantung pasokan dari Barat.

Itu kenapa, dengan kebijakan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membuat Irkut MC-21 menjadi fully Russified atau 100 persen buatan dalam negeri, pengiriman menjadi jauh tertunda hingga setidaknya tahun 2025.

Selain memaksimalkan potensi perusahaan dalam negeri, Rusia juga mencari alternatif impor suku cadang dan avionik ke negara-negara yang bersahabat, seperti Cina, India, Brasil, dan beberapa negara Timur Tengah.

Program Irkut MC-21 sang penantang Boeing-Airbus di kelas pesawat narrowbody, pertama kali dirilis pada tahun 2000-an sebagai pengganti Yakovlev Yak-242. Ketika itu namanya belum Irkut MC-21 hingga tahun 2007. Pesawat dijadwalkan aktif beroperasi secara komersial bersama maskapai pada tahun 2016.

Sayangnya itu meleset meski mengalami kemajuan. Tahun 2017, pesawat berhasil terbang perdana dan pengiriman perdana ke maskapai dijadwalkan pada tahun 2020.

Namun, pandemi Covid-19 membuat program Irkut MC-21 kembali tertunda. Pesawat dijanjikan meluncur pada tahun 2021. Pada Desember 2021, penundaan kembali dilakukan sampai September 2022.

Baca juga: Lawan Hegemoni Barat, Iran Gandeng Rusia, Cina, dan India Bentuk Konsorsium Perawatan Pesawat

Pada 24 Februari 2022, Rusia memulai peperangan besar dengan Ukraina dan memicu reaksi besar Barat. Sanksi bertubi-tubi pun dijatuhkan ke Rusia dan membuatnya kerepotan dalam beberapa hal. Di sisi lain, sanksi tersebut membuat Rusia sadar pentingnya untuk lebih mandiri lagi, termasuk dalam teknologi aviasi.

Irkut MC-21 diketahui menggunakan sayap komposit buatan dalam negeri. Begitupun juga mesin, yang ditenagai oleh Aviadvigatel PD-14 buatan perusahaan dalam negeri United Engine Corporation (UEC).

Kartu Multi Trip Kini Sudah Bisa Dibeli di Empat Stasiun Wilayah Daop 6 Yogyakarta, Apa Saja?

Perjalanan menggunakan kereta commuter khususnya lintas wilayah Daop 6 Yogyakarta tentu kini semakin mudah terutama dalam pembelian tiket. Saat ini PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang memegang wilayah Daop 6 sudah serentak menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) agar penumpang sebagai penggunanya bisa menikmati kapan saja.

Baca juga: Tak Lagi Gunakan Kartu Multi Trip, Penumpang KRL Bisa Reedem dan Dapatkan Uang Sisa Saldo

Seperti diketahui perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) yang berada di wilayah tersebut sudah bisa menikmati antara Stasiun Yogyakarta melewati Stasiun Solo Balapan hingga Stasiun Palur. Terlebih lagi mesin tap in/out sudah tersedia di stasiun – stasiun yang dilewati KRL tersebut. Namun, tahukah kalian saat ini pembelian KMT dan perjalanannya sudah biaa digunakan saat menggunakan KA Prameks?

Awal September ini memang sudah diterapkan bahwa masyarakat sebagai pengguna setia KA Prameks rute Yogyakarta – Kutoarjo pp. Tak perlu rela mengantre panjang hanya untuk mendapatkan tiket pada jam – jam tertentu agar tak kehabisan. KA Prameks yang satu – satu nya menempuh perjalanan melewati beberapa stasiun antara Yogyakarta – Kutoarjo ini, memang kerap kali dipenuhi penumpang yang ingin melakukan aktivitas ataupun sekadar mengisi liburan akhir pekan. Bahkan kini menggunakan KA Prameks tak perlu membeli tiket pada jam – jam tertentu seperti tahun – tahun sebelumnya. Naik KA Prameks kini sudah bisa menggunakan KMT seperti halnya naik KRL. Beberapa stasiun pun sudah menerapkan pintu untuk penumpang yang menggunakan kartu. Cukup tinggal tap in/out penumpang sudah bisa naik KA Pramek ke berbagai stasiun yang disinggahi.

Baca juga: Naik Kelas, Kartu Multi Trip Siap Berevolusi Jadi E-Money

Bahkan keuntungan menggunakan KMT di wilayah Daop 6 Yogyakarta, untuk penumpang dari KA Prameks yang ingin berpindah menggunakan KRL saat turun di Stasiun Yogyakarta, tak perlu keluar pintu untuk tap out. Penumpang bisa menunggu di peron atau langsung naik KRL jika sudah tersedia di jalur Stasiun Yogyakarta. Untuk harga tiket perjalanan saat menggunakan KMT masih Rp8.000. Untuk pembelian KMT pun sudah bisa dilayani di 4 stasiun yang dilewati KA Prameks, seperti Stasiun Kutoarjo, Stasiun Jenar, Stasiun Wojo, dan Stasiun Wates. Bagaimana, minat healing ke Yogyakarta pakai KMT? (PRAS – Cinta Kereta Api)

Tabrak Truk di Kawunganten, Perjalanan KA Kahuripan Terlambat, Penumpang Dapat Makan dan Minuman

Rangkaian KA 283B Kahuripan rute Blitar – Kiaracondong mengalami keterlambatan akibat menabrak truk di perlintasan yang dijaga secara swadaya kawasan Kawunganten, Jawa Tengah. Kejadian pada dini hari pukul 00.50 WIB mengakibatkan perjalanan kereta api ini tertahan karena adanya truk yang meilntang di tengah rel kereta api.

Baca juga: Mungkinkah Refund dan Kompensasi Maskapai ke Penumpang Dibuat Otomatis?

Kecelakaan terjadi di km 363+6/7 ini berada di petak stasiun antara Stasiun Jeruk Legi dengan Stasiun Kawunganten. Kondisi truk pasca kejadian ringsek dengan kondisi truk tersangkut di lokomotif bagian depan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kejadian yang menimpa lokomotif bernomor seri CC 201 83 04 setelah kejadian, tidak bisa digerakkan. Kondisi jalur yang sepi membuat evakuasi berjalan sedikit lambat. Saat kejadian, kru yang bertugas meminta bantuan lokomotif penolong (LPT) dari Stasiun Kroya.

Proses evakuasi lokomotif penarik KA Kahuripan berjalan cukup lancar. Mula – mula lokomotif dikirim dari Depo Lokomotif Purwokerto dan Kroya menuju ke lokasi kejadian. Lokomotif penolong ini bernomor seri CC 201 83 24 dan CC 201 83 16. Saat dilokasi, evakuasi pun dilakukan dengan cara menarik rangkaian menuju Stasiun Kawunganten. Lokomotif pasca kecelakaan kemudian dibawa menuju ke Depo Lokomotif Purwokerto ditarik dengan lokomotif CC 201 83 16, sedangkan untuk lokomotif seri CC 201 83 24 menggantikan dinasnya sebagi KA Kahuripan hingga stasiun akhir Kiaracondong. Evakuasi berjalan lancar meski keterlambatan KA Kahuripan mencapai 5 jam lebih. Tak hanya KA Kahuripan yang alami keterlabatan, beberapa KA lainnya yang melintas di jalur yang sama seperti KA 132/131 Mutiara Selatan, KA 79B Turangga, KA 299/300 Parcel Selatan, KA 321 Kutojaya Selatan, dan KA 119B Malabar.

Aturan Service Recovery untuk penumpang sesuai pasal yang berlaku dari PT KAI

Tak hanya kerugian waktu bagia perjalanan kereta api, namun penumpang pun merasa dirugikan akan kejadan yang tidak diduga tersebut. Namun, ada segi positifnya bagi para penumpang dalam perjalanan kereta api jika mengalami kejadian serupa termasuk keterlambatan. Karena PT Kereta Api Indonesia sudah membuat ketentuan dengan permohonan maaf dan disediakannya tuslah atau makanan/minuman gratis. Disebut pada ketentuan Service Recovery sesuai Keputusan Direksi No. KEP.U/KB207/XII/1/KA-2016, PM No. 63 Tahun 2019 dan warta dinas C 141 tanggal 16 Oktober 2021 diberikan kepada penumpang dengan ketentuan:

1. Terjadi kelambatan keberangkatan kereta api
2. Dalam perjalanan kereta api terdapat hambatan atau gangguan yang mengakibatkan kelambatan datang di stasiun kereta api tujuan
3. Kereta api tidak daat melanjutkan perjalanan sampai stasiun kereta api tujuan
4. Pemberian Servicee Recovery berupa makanan dan minuan:
a. Lebih dai 1 jam diberikan minuman ringan senilai Rp2.500
b. Lebih dari 3 jam diberikn makanan ringan dan minuman senilai Rp15.000
c. Lebih dari 5 jam diberikan makanan berat dan minuman senilai Rp30.000
d. Lebih dai 10 jam diberikan makanan berat dan minuman senilai Rp50.000

Baca juga: Alami Turbulensi Parah, Air New Zealand Berikan Full Refund Kepada Penumpang

Memang setiap masyarakat yang bertransportasi tidak ingin mengalami hal yang merugikan penumpang. Namun jika hal tersebut terjadi, pastinya penumpang kereta api tidak merasa dirugikan akan keterlambatan. Karena sudah ada tuslah pengganti sesuai ketentuan dan aturan dari PT Kereta Api Indonesia. (PRAS – Cinta Kereta Api)