Menghabiskan waktu liburan di akhir pekan memang sangat puas dirasakan masyarakat. Apalagi mengunjungi kawasan wisata favorit yang bisa dijadikan pengalaman menarik selama liburan tersebut. Berkunjung ke lokask wisata favorit tentu ada pilihan dalam transportasi, salah satunya adalah kereta api. Menggunakan kereta api tentu mendapat kepuasan tersendiri, apalagi dengan fasilitas dan kenyamanan yang dirasakan selama menikmati di perjalanan.
Wisata di Pulau Jawa memang banyak pilihan saat melakukan perjalanan dengan kereta api. Saat ini berkunjung ke wisata di Banyuwangi tetap menjadi pilihan masyarakat. Memang banyak pilihan menggunakan kereta api ke Banyuwangi, namun masyarakat sangat favorit dengan beberapa kereta api yang mereka rasakan.
Tingginya minat perjalanan ke daerah berjuluk The Sunrise of Java itu terlihat dari okupansi dua kereta tujuan Banyuwangi, yaitu KA Sangkuriang dan KA Blambangan Ekspres. Manager Hukum dan Humas PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI Daerah Operasi (Daop) 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, okupansi penumpang yang datang ke wilayah Daop 9 menggunakan KA Sangkuriang berada di kisaran 70 persen. Stasiun pemberhentian favorit di Stasiun Banyuwangi Kota dan Stasiun Ketapang.
Di sisi sebaliknya, okupansi KA Sangkuriang untuk keberangkatan dari wilayah Daop 9 rata-rata lebih dari 70 persen. Saat akhir pekan, tingkat keterisiannya bahkan melampaui 80 persen. Selain KA Sangkuriang, KA Blambangan Ekspres juga menjadi pilihan penumpang yang bepergian Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya. Menurut Cahyo, okupansi kereta tersebut berada di kisaran 80 persen, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
Selain pariwisata yang menjadi alasan utama masyarakat bepergian ke Banyuwangi menggunakan kereta api. Perjalanan kereta juga ditunjang perjalanan untuk kepentingan bisnis dan pendidikan. Jadi dua KA ini merupakan yang sangat favorit di wilayah Daop 9, okupansinya cukup tinggi dan ini dapat membantu mendongkrak wisatawan di wilayah Kabupaten Banyuwangi.
Sepanjang periode 23 sampai 25 Oktober 2026, jumlah pelanggan kereta api di kawasan Banyuwangi mencapai 33.311 orang. Realisasi tersebut melonjak sebesar 3,57 persen jika dibandingkan dengan akhir pekan sebelumnya pada 16 hingga 18 Oktober 2026 yang membukukan 32.163 penumpang. Geliat pertumbuhan volume pengguna jasa kereta api juga merambat ke wilayah Tapal Kuda lainnya.
Stasiun-stasiun di Kabupaten Pasuruan melayani 1.744 penumpang pada kurun waktu yang sama, atau tumbuh sekitar 1 persen dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 1.730 orang. Kenaikan mobilitas serupa terlihat di Kabupaten Probolinggo yang membukukan 3.667 penumpang pada 23 sampai 25 Oktober 2026. Angka pergerakan ini mencerminkan kenaikan sekitar 2,5 persen dari periode 16 hingga 18 Oktober 2026 yang berada di posisi 3.579 orang.
Sementara itu, pergerakan penumpang di dua kabupaten lain terpantau stabil tanpa fluktuasi tajam. Mobilitas pengguna jasa di Kabupaten Jember tercatat mencapai 26.776 orang, sedangkan Kabupaten Lumajang melayani sebanyak 1.601 penumpang pada rentang waktu yang sama. Data operasional ini menegaskan peran krusial moda angkutan rel dalam menjaga konektivitas antarwilayah di timur Pulau Jawa.
Jaringan jalur kereta api memberikan opsi perjalanan yang efisien bagi masyarakat menuju Banyuwangi sekaligus mengurangi beban kepadatan di jalan raya. Tentunya transportasi massal memberikan solusi mobilitas yang ramah lingkungan sekaligus efisien bagi industri pariwisata.
Manajemen KAI Daop 9 Jember menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang terus mempercayakan perjalanannya pada layanan kereta api. Kepercayaan publik menjadi dorongan bagi operator untuk terus membenahi kualitas fasilitas dan keandalan operasional. Melalui peningkatan kualitas layanan dan berbagai inovasi, KAI Daop 9 Jember akan terus hadir sebagai mitra mobilitas masyarakat sekaligus mendukung kemajuan pariwisata dan kebudayaan di wilayah Tapal Kuda.
KAI Luncurkan KA Blambangan Ekspres Rute Semarang Tawang – Ketapang, Tarif Promo Mulai Rp150.000
