Kenapa Pesawat MD-11 Laris Dipakai Penerbangan Kargo tapi Tidak Penerbangan Penumpang

Pada tahun 1970-an, 80-an, dan 90-an pesawat penumpang dengan tiga mesin atau tri-jet hampir seluruhnya menjadi armada utama seluruh maskapai di dunia. Bukan Boeing atau Airbus, kala itu, pabrikan pesawat lainnya dari Amerika Serikat (AS), McDonnell Douglas, hampir merajai pangsa pasar pesawat komersial penumpang di dunia lewat DC-10 dan MD-11.

Baca juga: Hari Ini, 34 Tahun Lalu, Pesawat Kargo Terbesar di Dunia Antonov An-225 Mriya Terbang Perdana

Akan tetapi, saat ini, pesawat-pesawat trijet, dalam hal ini MD-11, sudah ditinggalkan maskapai dunia untuk penerbangan penumpang, tapi tidak dengan penerbangan kargo. MD-11 masih eksis di beberapa maskapai kargo dunia karena dianggap membawa keuntungan bagi operator. Mengapa demikian? Bukankah penerbangan penumpang dan kargo pola bisnisnya tak berbeda jauh?

Pengamat penerbangan yang juga pengguna Quora, Jaiden W. Troxel, alasan utama kenapa maskapai meninggalkan MD-11 dan pesawat-pesawat trijet lainnya sebagai angkutan penumpang adalah aturan ETOPS.

ETOPS atau Extended-range Twin-engine Operational Performance Standards, yang direkomendasikan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pertama kali pada tahun 1985, mengatur bahwa pesawat twin-jet hanya diizinkan terbang separuh dari kemampuannya. Itu berarti, sekalipun memiliki dua mesin, ketika beroperasi pesawat hanya dihitung sebagai satu mesin.

Hal ini dilakukan agar ketika pesawat mengalami kegagalan mesin di salah satunya, pesawat tetap bisa terbang untuk melakukan pendaratan darurat dengan mesin lainnya. Rekomendasi itu kemudian disadur oleh regulator dunia, tak terkecuali regulator penerbangan sipil AS (FAA) dengan sebutan “60-minute rule”.

Baca juga: Mengapa Pesawat Tri-Jet Tidak Se-Populer Twin-Jet dan Quad-Jet? Berikut Ulasannya

Dengan aturan tersebut, praktis, pergerakan pesawat-pesawat twin-jet sangat terbatas. Tak lebih dari rute domestik dengan jangkauan berkisar 60 menit perjalanan. Di saat itulah era trijet atau pesawat dengan tiga mesin dimulai. Saat itu, pesawat McDonnell Douglas DC-10 dan Lockheed L-1011 Tristar yang notabene memiliki tiga mesin menjadi primadona maskapai untuk mengantarkan penumpang ke belahan bumi lain atau jarak jauh.

Alasannya simpel, dilarang untuk menggunakan pesawat bermesin ganda untuk jarak jauh tetapi terlalu mahal ongkos operasional bila menerbangkan pesawat dengan empat mesin pada rute jarak jauh. Jadi, pilihan memang hanya jatuh pada pesawat trijet.

Perlahan tapi pasti, seiring perkembangan teknologi, ICAO mulai meningkatkan ambang batas ETOPS pada pesawat bermesin ganda menjadi 120 menit mulai tahun 1980-an hingga 180 menit di akhir dekade tersebut. Hal itupun pada akhirnya mendorong pengembangan pesawat twinjet jarak jauh untuk mendapatkan efisiensi lebih dari yang ditawarkan trijet, baik efisiensi dalam segi operasional maupun perawatan dan produksi yang pada akhirnya dapat mempengaruhi harga.

Seiring ketangguhan pesawat twinjet atau pesawat dengan dua mesin, pesawat trijet ditinggalkan untuk penerbangan penumpang. Maskapai pun ramai-ramai menjual pesawat tersebut dengan harga murah, semata demi mendapat tambahan uang daripada pesawat dibiarkan mangkrak dan hancur sampai tak bernilai. Pertanyaannya, siapa yang membeli? Jawabannya adalah maskapai kargo.

Baca juga: Bisakah MD-11 Tetap Terbang Bila Kedua Mesin di Sayap Rusak? Simak Jawabannya

Pola bisnis maskapai penumpang dan kargo sebetulnya mirip, sama-sama mengandalkan banyak muatan untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi, pada penerbangan penumpang, semakin sedikit mesin semakin murah biaya perawatan dan penggunaan bahan bakar. Konsekuensinya, berat MTOW (maximum takeoff weights) jadi lebih rendah. Tetapi itu tidak masalah bagi maskapai penumpang.

Lain halnya bagi maskapai kargo, berat MTOW dan useful load yang tinggi memungkinkan maskapai membawa lebih banyak kargo. Sudah begitu, pesawat kargo yang didapat juga dibeli dari maskapai penumpang dengan harga murah. Kombinasi ini pada akhirnya menjadikan pesawat trijet masih banyak dioperasikan maskapai kargo sampai sekarang, seperti FedEx dan UPS.

Garuda Indonesia Buka-bukaan Dua Komponen Utama Biaya Haji Tahun 2023, Biang Kerok BPIH Naik?

Gonjang-ganjing naiknya biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahun 2023 berakhir. Kementerian Agama (Kemenag) dan Komisi VIII DPR RI sepakat biaya Bipih tahun 2023 Rp90.050.637 (yang dibayar jemaah sebesar Rp49,8 juta), turun dari usulan Kemenag sebesar hampir Rp100 juta, tepatnya Rp98.893.909. Dari jumlah tersebut, Rp32.743.992 di antaranya adalah biaya penerbangan haji PP dan turunannya yang dioperasikan Garuda Indonesia.

Baca juga: Convair 340, Pesawat Garuda Indonesia yang Terbangkan Jemaah Haji di Tahun 1956

Melalui keterangan resminya, Garuda Indonesia pun terang-terangan membuka dua komponen utama dan komponen biaya lainnya sampai akhirnya biaya penerbangan haji disepakati sebesar Rp32.743.992, turun Rp1,2 juta dari usulan biaya sebelumnya.

Sebagai national flag carrier, setiap tahun Garuda Indonesia selalu ditugaskan pemerintah untuk mengantar dan memulangkan jemaah haji, termasuk penerbangan haji tahun ini.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa Garuda Indonesia  berkomitmen untuk memastikan kebutuhan layanan penerbangan bagi ibadah Haji dapat terselenggara secara optimal dan end to end termasuk dalam menentukan skema tarif penerbangan yang tentunya diselaraskan dengan komposisi biaya seluruh komponen operasional penerbangan haji.

“Berangkat dari komitmen tersebut, melalui koordinasi dan diskusi bersama dengan Kementerian Agama beserta stakeholder Garuda Indonesia berupaya guna mengoptimalkan berbagai komponen operasional dengan tetap mengedepankan keselamatan, keamanan dan kenyamanan para Jemaah,” jelasnya.

“Melalui berbagai langkah optimalisasi tersebut saat ini biaya penerbangan haji yang diajukan Garuda Indonesia menjadi sebesar Rp32.743.992 turun sebesar Rp1,2 juta dari diskusi awal biaya penerbangan haji bersama Kementerian Agama RI,” tambahnya.

Langkah penyesuaian biaya penerbangan haji ini merupakan bagian dari diskusi intensif yang terus dilakukan bersama stakeholder terkait termasuk didalamnya Kementerian Agama RI, DPR RI hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya dengan senantiasa mengedepankan komitmen kami sebagai national flag carrier dalam menjalankan mandat melayani penerbangan haji bagi masyarakat Indonesia.

Irfan menjelaskan bahwa tarif penerbangan haji didominasi oleh dua komponen utama yaitu biaya avtur maupun biaya aircraft lease. Lebih lanjut komponen biaya penerbangan juga mencangkup penyediaan tas dan koper jamaah haji, penyediaan dan pengangkutan air zam zam, pengumpulan dan pengangkutan bagasi pada saat kepulangan jemaah haji di Arab Saudi serta transportasi darat jemaah dari asrama haji ke bandara dan sebaliknya.

“Upaya penyesuaian biaya penerbangan haji ini kami lakukan dengan mengoptimalkan seluruh komponen biaya yang ada namun dengan tetap menjaga standard kualitas pelayanan Garuda Indonesia pada seluruh lini operasional,” ujarnya.

“Hal ini yang menjadi fokus utama kami dalam menghadirkan layanan penerbangan terbaik bagi para calon jemaah haji, yang juga turut mempertimbangkan demografis calon jamaah haji di tahun ini, dimana sebanyak 30 persen masyarakat yang melaksanakan ibadah haji di tahun ini berusia di atas 65 tahun,” lanjutnya.

Baca juga: Khusus Layani Jamaah Haji Tradisional, Garuda Indonesia Andalkan Awak Kabin (Lokal)

“Penyesuaian harga tarif tiket penerbangan haji ini menjadi komitmen kami untuk senantiasa mengedepankan mandat sebagai national flag carrier dalam melayani penerbangan haji. Dengan pengalaman selama lebih dari 60 tahun, layanan penerbangan haji menjadi sebuah manifestasi tersendiri bagi kami untuk terus senantiasa mengedepankan kualitas layanan yang prima berbasis operational excellence terhadap seluruh masyarakat Indonesia. Komitmen ini yang terus kami optimalkan termasuk dalam mendukung pelayanan haji baik pre flight hingga post flight di seluruh embarkasi Indonesia dan Saudi” tutupnya.

Ada Tanda Unik di Toilet Luar Negeri, Jangan Salah Artikan Yaa..

Berada di negara orang biasanya membuat Anda merasa asing dengan segala yang ada. Terlebih dengan tempat-tempat umum dengan tanda yang membuat Anda bingung bahkan tidak mengerti. KabarPenumpang.com merangkum dari laman whyy.org, sebagai pelancong Anda pastinya akan menggunakan toilet, tapi sadarkah bahwa setiap negara memiliki tanda yang unik di depan toiletnya? Seorang penulis buku Signspotting, Doug Lansky mengatakan, tanda di toilet bisa memiliki banyak arti bahkan misterius, menyesatkan hingga lucu dan unik.

Baca juga: Ini Dia! Beberapa Rambu Lalu Lintas Yang Aneh di Singapura

Nah, berikut ini ada beberapa tanda toilet yang unik bahkan mungkin Anda tidak akan berpikir menemukannya.

1. Men to the left because Women are always right
Sebagai pelancong Anda tahu maksud ini, arah penunjuk ke kiri maksdunya pria selalu salah dan ke kanan untuk menunjukkan wanita yang selalu benar.

2. For those who stand and For who sit
Ini mengatakan maksudnya untuk berdiri untuk laki-laki dan duduk untuk perempuan.

3. Bla and Any Bla (bla…bla…bla)
Ini menandakan jika Anda perempuan harus masuk kedalam toilet dengan tulisan bla yang banyak, sebab wanita lebih banyak bergosip dibandingkan dengan seorang pria.

4. Kucing dan Ayam
Untuk wanita digambarkan dengan sekor kucing yang duduk, sebab wanita akan buang air sambil duduk dan pria digambarkan seekor ayam berdiri, karena setiap buang air kecil seorang pria akan melakukan sembari berdiri.

5. Sepatu heels dan cerutu
Anda harusnya sudah tahu maksud dari toilet ini, dimana seorang wanita akan masuk ke pintu dengan gambar heels dan laki-laki dengan gambar cerutu.

6. That not all pipes can handle toilet paper
Ini unik, bila diartikan pipa ledeng tidak bisa menangani kertas toilet. Padahal maksud dari tanda ini  adalah jangan membuang kertas tisu ke dalam lubang kloset.

Baca juga: Toilet di Pesawat, Fungsi Sama Aturan Sedikit Beda

7. Don’t wash your feet in the toilet
Anda sebagai pelancong juga tidak akan mungkin mencuci kaki dengan air toilet di toilet. Sebenarnya maksud dari tanda ini adalah tidak mencuci kaki di toilet.

8. Whichever
Gambar toilet ini separuh menggunakan dres separuhnya tidak. Menurut Anda apa maksudnya?

Pengakuan Seorang Hacker: Bisa Jatuhkan Pesawat Penumpang dari Kamar Tidur

Dunia aviasi internasional kembali geger setelah pengakuan mengejutkan dilontarkan oleh seorang peretas yang mengungkapkan dapat mengirim sinyal palsu ke sebuah maskapai yang mengakibatkan penerbangan tersebut berbelok arah dan mengacaukan arus lalu lintas udara. Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk, seorang hacker yang berhasil dimintai keterangan oleh pihak thesun lalu membeberkan cara untuk meretas sebuah penerbangan, bahkan sekelas pesawat jet.

Baca juga: Kado Valentine untuk SAS Skandinavia, Aplikasi Maskapai Diserang Hacker “Anonymous Sudan”

Hacker mengklaim mungkin saja ia memasukkan sebuah sinyal ke perangkat lunak sistem navigasi penerbangan yang memaksa pesawat tersebut melakukan manuver. Hebatnya lagi, semua itu ia lakukan dari dalam kamarnya sendiri. Hacker yang tidak disebutkan namanya ini mengaku dapat dengan mudah mengakses sistem ADC-B yang memungkinkan membuat jalur penerbangan menjadi kacau.

Sistem tersebut merupakan sistem yang biasa digunakan oleh situs pelacak penerbangan dan update perjalanan di pesawat jet penumpang. Secara teori, seorang hacker dapat dengan mudah memasukkan pesawat palsu ke peta dan membuat jet penumpang keluar dari jalurnya untuk menghindari tabrakan dengan “pesawat hantu” tersebut. Meski memungkinkan untuk memaksa pesawat melakukan gerakan mengelak, satu pakar keamanan siber mengatakan bahwa hampir tidak mungkin untuk mengambil kendali sebuah jet dari laptop.

Pernyataan seorang pakar siber tersebut pun diamini oleh Profesor David Stupples, seorang ahli di bidang elektronika. “Hal tersebut (meretas sebuah pesawat) akan sangat sulit dilakukan,” tuturnya. “Mereka memiliki link terenkripsi yang sangat aman. Maskapai sangat sensitif terhadap hal seperti ini dan keamanannya sangat sulit ditembus oleh siapapun,” tambah David.

Seolah menepis penjabaran dari hacker tersebut, David mengatakan untuk dapat menyebabkan sebuah kecelakaan pesawat, Anda harus dapat memahami bagaimana kerja dari sistem kontrol. “Anda juga harus memahami bagaimana reaksi pilot dalam mengatasi hal semacam itu,” terangnya. Dampak dari pemberitaan ini santer menyeruak ke seluruh penjuru dunia, salah satunya Jerman yang langsung mengambil langkah guna meningkatkan keamanan dunia penerbangannya.

Dilansir dari sumber lain, pakar keamanan siber Jerman tengah mengupayakan agar jet tempur mereka tetap aman dari kemungkinan serangan siber. Kepala Otoritas Penerbangan Militer Jerman, Mayor Jenderal Ansgar Rieks memperingatkan bahwa Jerman harus berinvestasi dalam pertahanan terhadap serangan siber yang akan menimbulkan kerugian besar.

Kado Valentine untuk SAS Skandinavia, Aplikasi Maskapai Diserang Hacker “Anonymous Sudan”

Tepat di malam Valentine, yakni 14 Februari kemarin, rupanya ada serangan siber (cyber attack) yang menargetkan maskapai di jaringan SAS Scandinavian Airlines dan disebut membahayakan layanan di dalam aplikasinya. SAS mengkhawatirkan bahwa serangan siber itu mungkin menargetkan data pelanggan.

Baca juga: Situs Layanan Bandara di AS Dilumpuhkan Hacker Pro Rusia

Prosedur penanganan dan solusi atas serangan siber tengah dijalankan dan sebagian besar masalah telah diperbaiki. Dikutip dari Simple Flying, tantangan bagi maskapai saat ini adalah usaha memperingatkan pelanggan untuk tidak menggunakan aplikasi sampai benar-benar dilakukan perbaikan secara penuh.

Karin Nyman, kepala pers di SAS, mengatakan bahwa maskapai sedang mencoba mencari solusi untuk melindungi situs web dan aplikasi perusahaan. Dia sebelumnya juga mengatakan bahwa pelanggan berisiko mendapatkan informasi palsu dari aplikasi, jadi lebih baik tidak menggunakannya.

Menariknya, itu bukan satu-satunya serangan siber yang menjadi berita utama di Swedia pada hari Selasa.Layanan televisi publik nasional negara itu, SVT, juga mengalami situasi serupa dan layanan harus dimatikan untuk beberapa waktu.

SVT merilis sebuah pernyataan, yang mengatakan bahwa sebuah kelompok hacker yang menamakan diri mereka “Anonymous Sudan” telah bertanggung jawab atas pelanggaran keamanan tersebut.

Sayangnya, insiden SAS bukanlah satu-satunya ancaman terhadap keamanan dunia maya maskapai dan bandara di seluruh dunia. Tahun lalu, maskapai Go First India menghadapi pembobolan akun Twitter ketika pengguna menyadari bahwa gambar profil akun tersebut menampilkan gambar Vitaly Dmitriyevich, seorang programmer Kanada dan salah satu pendiri Ethereum – sebuah platform yang berurusan dengan cryptocurrency.

Pada bulan September, TAP Air Portugal melaporkan bahwa informasi pribadi yang sensitif dari sejumlah penumpang yang dirahasiakan diposting ke dark web. Maskapai tersebut memperhatikan pelanggaran data ketika menemukan bahwa pihak ketiga yang tidak berwenang memiliki akses ke beberapa sistem TI.

Pada bulan Oktober, beberapa bandara utama AS menghadapi serangkaian serangan dunia maya. Seorang pejabat senior yang diberi pengarahan tentang serangan itu mengatakan bahwa itu berasal dari seseorang di dalam Federasi Rusia.

Baca juga: Pengakuan Seorang Hacker: Bisa Jatuhkan Pesawat Penumpang dari Kamar Tidur

Salah satu serangan siber maskapai penerbangan terbesar belakangan ini menyasar Cathay Pacific pada tahun 2018, di mana data pribadi, termasuk detail paspor, email, dan detail kartu kredit, hingga 9,4 juta penumpang diakses. Maskapai didenda £500.000 karena gagal melindungi informasi pelanggannya.

Selain Kim Jong Un, Presiden Rusia Vladimir Putin Juga Kerap Gunakan Kereta Lapis Baja

Rupanya ada kesamaan selera bertransportasi antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kom Jung Un, yakni keduanya sama-sama mengandalkan jasa kereta api dalam melakoni perjalanan lintas kota, khusus untuk Kim Jong Un, bahkan kereta digunakan untuk lawatan ke luar negeri.
Tentu tak sembarang kereta yang digunakan kedua kepala negara, dan inilah profil yang menarik dari kereta ‘lapis baja’ yang digunakan Putin. Dari laman Telegraph.co.uk (14/2/2023), disebutkan bahwa Vladimir Putin kerap bepergian menggunakan kereta api, terutama pasca invasi Rusia ke Ukraina.
Orang nomer satu di Rusia itu mengatakan perjalanan kereta api lebih aman daripada pesawat karena penerbangan dapat dilacak dengan lebih mudah, dan lebih rawan akan upaya sabotase.
Situs web investigasi Dossier Center menyebut, guna memastikan keamanan kereta api yang ditumpangi Putin, Rusia telah membangun jalur kereta api dan stasiun rahasia untuk penggunaan pribadinya. Masih dari sumber yang sama, dikatakan Vladimir Putin telah menggunakan kereta lapis baja khusus untuk berkeliling Rusia saat Ia meningkatkan keamanan pribadinya di tengah perang di Ukraina.
Sebagai kereta lapis baja, kuda besi Putin lebih berat dari kereta biasa sehingga memiliki lebih banyak as roda dan sejumlah lokomotif yang kuat untuk menariknya.
Vladimir Putin di gerbongnya pada tahun 2012 sebelum pertemuan tentang pengembangan jalur kereta api di Moskow Credit: AFP
Meski tidak ada foto yang dapat dipublikasi, disebut-sebut gerbong kepresidenan Putin dilengkapi dengan ruang kerja, kamar tidur dan gerbong yang dikemas dengan peralatan komunikasi canggih.
Untuk membangun kereta api lapis baja kepresidenan tentu tak murah, disebut biaya pembuatan kereta ini mencapai US$13,5 juta. Selain digunakan untuk mengantar Putin ke lawatan di berbagai daerah, kereta ini juga digunakan Putih saat mengakses rumah-rumah pribadinya.
“Setelah pecahnya perang, pada bulan Februari dan Maret (tahun lalu), Putin mulai menggunakan kereta [berlapis baja] dengan sangat aktif, terutama untuk sampai ke kediamannya di Valday,” kata seorang sumber yang dekat dengan Kremlin kepada Dossier.
Investigasi terpisah, oleh situs berita Proekt mengklaim bahwa jalur kereta api rahasia dan stasiun kereta telah dibangun untuk melayani tiga kediaman megah Presiden Rusia.
Ada stasiun kereta ketiga, dijaga ketat dan dengan helipad, dekat dacha Putin di Valday, kata Proekt. Ketika salah satu reporternya mendekati stasiun, seorang penjaga menyuruh mereka pergi.
Kereta lapis baja itu berbasis di bagian stasiun kereta Kalanchevskaya yang dilindungi dan tertutup di pusat kota Moskow. Ada terminal VIP khusus yang dikelilingi kawat berduri dan kamera pengintai. Meskipun tidak ada foto resmi dari kereta api tersebut, foto kereta dengan cat merah dan abu-abu adalah kereta yang digunakan Putin, kereta tersebut sengaja disamarkan seperti kereta penumpang biasa.

Rusia Rayakan 100 Tahun Industri Penerbangan, Inilah Pesan dari Vladimir Putin

Pada tanggal 9 Februari lalu, industri penerbangan sipil Rusia (dan Uni Soviet) merayakan hari jadinya yang ke-100 tahun. Untuk menghormati hari bersejarah tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan dengan perwakilan industri tingkat tinggi, memberi selamat kepada mereka karena telah menjadi bagian dari evolusi negara dan berjanji bahwa pemerintah akan terus memprioritaskan pengembangan armada udara sipil.

Baca juga: Meski Galak ke Ukraina dan Barat, Putin Hormati Penumpang: Perintahkan Aeroflot Bayar Refund Tiket 15 Miliar Rubel

Seratus tahun sebenarnya dari penerbangan sipil Soviet/Rusia agak sulit untuk ditentukan, pasalnya ada rute yang sudah ditetapkan pada tahun 1921, kemudian, Tupolev didirikan pada tahun 1922. Namun, tanggal yang diakui secara resmi adalah 9 Februari 1923, yakni ketika Dewan Perburuhan dan Pertahanan Uni Soviet mengeluarkan resolusi tentang Pemberdayaan Administrasi Armada Udara Pusat untuk menangani pengawasan teknis atas maskapai penerbangan.

Industri Rusia penerbangan telah melewati tiga tahun yang sangat bergejolak, pertama dengan pandemi dan kemudian dengan sanksi yang dikenakan terhadap Rusia sebagai akibat dari invasi Putin terhadap Ukraina.

Sementara itu, dalam perayaan hari jadinya, Presiden Putin terlebih dahulu merilis pernyataan resmi dan kemudian memberikan penghargaan negara pada jamuan makan malam di Kremlin.

Berbicara tentang keadaan industri penerbangan sipil Rusia saat ini selama acara tersebut, Vladmir Putin memberikan pernyataannya, seperti dilansir oleh outlet berita Vedomosti.

“Pada tahun 2022 saja, 174 miliar rubel dialokasikan untuk dukungan negara terhadap industri tersebut. Dan pekerjaan akan berlanjut, termasuk rekonstruksi bandara skala besar dan pembaruan armada penerbangan.”

Dalam komunikasi sebelumnya yang diterbitkan di situs web Kementerian Perhubungan Rusia, Putin juga memuji kemampuan penerbangan sipil terhadap evolusi dan perkembangan Uni Soviet dan Rusia. Ia menyatakan bahwa perkembangan armada udara sipil adalah “babak cemerlang dalam sejarah” negara dan “perpaduan yang kuat antara karya kreatif, keberanian, dan impian berani dari perwakilan berbagai profesi.”

“… desainer legendaris yang menciptakan model pesawat canggih, penguji berani yang memasang peralatan baru, pilot yang membuka rute ke Kutub Utara, ke wilayah Siberia dan Timur Jauh yang sulit dijangkau. Terinspirasi oleh ide umum, mereka memuliakan Tanah Air kita sebagai salah satu kekuatan penerbangan terkemuka di dunia”

Baca juga: Putin Balas Sanksi Barat, Pesawat Milik Lessor Asing Senilai Rp143 Triliun Resmi Jadi Milik Rusia!

“Solusi sukses dari masalah industri yang paling penting, keselamatan penerbangan yang andal, pengiriman penumpang dan kargo yang tepat waktu sangat bergantung pada kompetensi, kejelasan, dan tanggung jawab Anda. Saya tegaskan bahwa negara akan terus mengutamakan pembangunan sipil armada udara, memperkuat jaringan transportasi antardaerah, meningkatkan infrastruktur dan membuka rute udara baru yang menjanjikan,” ujar Vladimir Putin.

Mulai Diuji Coba, Inilah Kecanggihan Kereta Cepat Terbaru Perancis TGV M yang Ramah Lingkungan

Meski baru akan mengular pada tahun 2024, namun kereta api berkecepatan tinggi TGV generasi terbaru Perancis, sudah mulai diuji coba dalam lintasan sirkuit di Ceko. Kereta yang disebut sebagai TGV M ini telah dipesan senilai 3,3 miliar euro untuk produksi 115 kereta, dengan 100 kereta melayani domestik dan 15 kereta untuk rute internasional. Lain dari itu, TGV generasi baru juga disebut lebih ramah lingkungan.

Baca juga: Alstom dan SNCF Luncurkan TGV M, Mengular di Jaringan Kereta Cepat Perancis Mulai 2024 

Dilansir euronews.com (13/2/2023), disebutkan TGV yang dioperasikan SNCF akan hadir dengan lebih ramah lingkungan, lebih cepat dan lebih mudah diakses. Setelah diiluncurkan akhir tahun lalu, pabrikan kereta Perancis Alstom telah mulai menguji TGV M atau dikenal sebagai Avelia Horizon.

TGV M memiliki total 740 kursi, naik dari kapasitas maksimal TGV saat ini yaitu 634 kursi, yang artinya ada peningkatan kapasitas penumpang sampai 20 persen. Tidak seperti pendahulunya, TGV M juga lebih hijau dengan memangkas emisi CO2 sebesar 37 persen dan terbuat dari 97 persen komponen yang dapat didaur ulang.

Desain modularnya berarti jumlah gerbong, serta tata letak interiornya, dapat disesuaikan dengan mudah sesuai kebutuhan.

TGV M dirancang untuk perjalanan yang lebih nyaman, yakni dengan jendela yang lebih besar menawarkan pemandangan panorama, pencahayaan menyesuaikan dengan intensitas cahaya alami di dalam kereta, dan WiFi serta 5G akan tersedia di dalam kereta.

TGV M juga lebih mengakomodasi penumpang dengan keterbatasan gerak, termasuk pengguna kursi roda dan tunanetra. Sensor canggih yang mengirimkan data waktu realtime akan meningkatkan prosedur perawatan dan meningkatkan ketersediaan layanan.

Dari aspek desain, dengan hidung yang diperpanjang membuat kereta lebih aerodinamis, memfasilitasi kecepatan hingga 320 km per jam.

TGV M saat ini sedang dilakukan uji kenyamanan dan keamanan di sirkuit di Velim, Ceko. Fase ini akan berlangsung selama enam bulan, setelah itu pengujian lebih lanjut akan menilai kinerja kereta dalam berbagai kondisi cuaca yang disimulasikan.

Baca juga: Serupa Tapi Tidak Sama, Inilah Perbedaan Mendasar Antara TGV dan Shinkansen

TGV M akan memulai debutnya di jaringan rel nasional Perancis mulai tahun 2024. Kereta akan beroperasi antara Paris, Lyon dan Marseille dan akan digunakan untuk layanan TGV INOUI dan OUIGO.

KAI Services Luncurkan Produk Minuman Coklat Jahe, Tersedia di Kereta Ini

Memasuki tahun 2023, KAI Services terus melakukan terobosan dan inovasi untuk menghadirkan berbagai pilihan minuman dan makanan untuk para penumpang kereta api. Salah satunya adalah dengan meluncurkan produk kuliner baru yakni minuman Coklat Jahe yang bisa menjadi pilihan minuman bagi penumpang kereta api yang bisa dinikmati dalam perjalanan.

Baca juga: Gandeng UMKM, KAI Services Optimis Raup Rp28 Miliar dari Restoran on Train Selama Musim Nataru 2023

Produk minuman yang masuk kategori minuman Ready To Drink ini akan resmi diluncurkan diatas kereta api mulai tanggal 14 Febuari 2023 dan akan menjadi persembahan KAI Services kepada para penumpang kereta api khususnya para pecinta kuliner kereta.

Minuman Coklat Jahe ini sendiri memiliki komposisi seperti jahe merah, Dark Chocolate, Gula, Kayu Manis, Sereh, Lada Hitam, Habbatussauda dan beberapa rempah lainnya menjadikan coklat jahe bisa dijadikan pilihan untuk Anda yang suka akan  minuman hangat di dalam kereta api. Minuman Coklat Jahe ini akan dijual diatas kereta dengan harga per cup nya Rp. 13.000.

Untuk memperkenalkan minuman Coklat Jahe ini kepada penumpang kereta api, KAI Services akan melakukan masa promo. Dalam masa promo,  Minuman Coklat Jahe ini akan dijual dengan harga Rp. 7000 dan promo ini berlaku mulai 14 febuari hingga 19 Febuari 2023.

Buat para pecinta minuman hangat khususnya jahe, jangan lewatkan minuman Coklat Jahe persembahan KAI Services yang sudah bisa didapatkan di atas kereta mulai tanggal 14 Febuari 2023 dan pastinya menghadirkan cita rasa yang berbeda dari minuman-minuman yang sudah ada sebelumnya.

Baca juga: Sambut Nataru, KAI Services Hadirkan 16 Kuliner ‘Legend’ di Kereta Api Lewat Program Hidden Culinary

Untuk kereta-kereta yang akan menjual produk minuman terbaru Coklat Jahe ini antara lain :

Taksaka KA 81,82,83,84

Argo Bromo Anggrek  KA 1, 2, 3, 4

Argo Dwipangga  KA 9, 10

Argo Lawu  KA 7, 8

Argo Parahyangan  Semua nomor KA

Argo Muria  KA 13, 14

Argo Sindoro  KA 11, 12

Gajayana  KA 71, 72

Bima KA 75, 76

Brawijaya KA 73, 74

Turangga KA 79, 80

Sembrani KA 77, 78

Lodaya KA 157, 158, 159, 160

Wijayakusuma KA 115, 116

Purwojaya  KA 85, 86

Ranggajati KA 111, 112

Fajar Ut. Solo KA 134

Fajar Ut. Yogya KA 143, 144

Senja Ut. Solo KA 133

Senja Ut. Yogya KA 141, 142

Bengawan KA 291, 292

Jayakarta Prem KA 253, 254

Konversi dari Pesawat Penumpang ke Pesawat Kargo, Qantas Lelang Perlengkapan Airbus A330-200

Umumnya memorabila atas pernak-pernik dan perlengkapan pesawat akan ditawarkan terkait dengan sosok pesawat yang telah atau akan purna tugas. Namun, ada kabar menarik dari Australia. Maskapai Qantas belum lama ini mengumumkan program lelang atas barang-barang atau bagian dari Airbus A330-200 yang notabene belum akan dipensiunkan.

Baca juga: Bisakah Pesawat Penumpang Dikonversi Jadi Pesawat Kargo?

Airbus A330-200 dengan registrasi VH-EBE dengan nickname “Kangaroo Valley” itu rencananya akan menjalani konversi, yakni dari pesawat penumpang menjadi pesawat kargo. Sementara Qantas nantinya akan menerima A350-900 sebagai pesawat penumpang pengganti.

Dengan ‘pensiunnya’ A330-200 sebagai pesawat penumpang, maka otomatis akan ada barang-barang dan perlengkapan pesawat yang akan dilepas, dan untuk itu barang-barang dan perlengkapannya akan dilelang.

Dikutip dari Simple Flying, Qantas telah mengundang frequent flyer dan penggemar lainnya ke open house di Sydney Airport Hangar 96. Dan dari lelang tersebut berhasil dikumpulkan AU$16.300 (sekitar US$11.330) untuk Qantas Pathfinders, yakni kelompok mantan karyawan Qantas yang membantu anak-anak dengan gangguan pendengaran atau penglihatan dan keluarga mereka.

Konversi A330-200 dari pesawat penumpang ke pesawat kargo akan dilakukan oleh EFW, produsen kedirgantaraan yang berbasis di Dresden, Jerman, yang merupakan perusahaan patungan Airbus dan ST Engineering.

Dengan pelepasan berbagai bagian pesawat, maka A330-200 akan lebih ringan dan menghemat bahan bakar dalam perjalanan konversinya ke Eropa.

Qantas Executive Manager of Freight, Catriona Larritt, mengatakan lelang tersebut merupakan cara yang menyenangkan untuk menawarkan bagian dari sejarah Qantas kepada para peminat, sekaligus mengurangi limbah.

Baca juga: Pesawat Tanker Airbus A330 MRTT Tiba di Jakarta, Bangkitkan Mimpi Konversi A330-200 Garuda Indonesia

“Kami sangat senang memberi kesempatan unik ini kepada orang-orang untuk memiliki sepotong sejarah Qantas dan mengumpulkan uang untuk amal besar. Ini juga merupakan cara yang bagus untuk menyoroti komitmen kami untuk meminimalkan limbah sebagai bagian dari fokus keberlanjutan kami,” kata Catriona Larritt.

Larritt melanjutkan, A330-200 VH-EBE setelah diubah menjadi pesawat kargo, nantinya pesawat twin engine itu akan dapat mengangkut 50 ton barang,