Kehadiran kereta api lokal di setiap wilayah perkotaan tentu sangat terbantu. Selain praktis, angkutan berbasis rel tersebut memiliki tarif yang terjangkau. Seperti halnya pada rangkaian kereta api lokal yang melayani rute Rangkasbitung – Merak ini. Penumpang yang menggunakan kereta api lokal lintas tersebut sangat terbantu dan praktis. Apalagi melewati kawasan yang pedesaan maupun perkotaan.
Layanan ini mengangkut sebanyak 1.978.799 pelanggan sepanjang periode awal tahun. Selain itu adanya Kereta Petani dan Pedagang mencatat sebanyak 25.023 perjalanan penumpang pada periode sama. Kedua layanan kereta murah tersebut menjadi sarana penting bagi mobilitas harian warga Provinsi Banten. Masyarakat hanya perlu membayar tarif tiket perjalanan sebesar Rp3.000 untuk menggunakan transportasi massal tersebut.
Seperti yang disebutkan tadi bahwa Layanan transportasi massal ini menghubungkan berbagai wilayah permukiman penting menuju pusat industri di Banten. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kota Serang mencapai sekitar 756 ribu jiwa. Sementara itu, jumlah penduduk untuk wilayah Kota Cilegon tercatat sudah menyentuh angka 465 ribu jiwa.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Anne Purba mengatakan, layanan tersebut membantu masyarakat membawa hasil pertanian, bahan pangan, produk usaha rumahan, dan barang dagangan menuju pasar maupun pusat kegiatan ekonomi. Menurutnya, Setiap perjalanan membawa cerita tentang usaha dan penghidupan keluarga. Ada hasil kebun yang akan dijual, barang dagangan yang akan dipasarkan, serta harapan agar usaha dapat terus berjalan.
Keterjangkauan tarif tersebut didukung Pemerintah melalui skema Public Service Obligation atau PSO. Kebijakan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap memperoleh layanan transportasi yang aman, terjadwal, dan sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka. Melalui PSO, transportasi publik hadir sebagai bagian dari kebijakan pelayanan yang membantu masyarakat terhubung dengan pasar, tempat bekerja, pusat pendidikan, dan sumber penghidupan.
Di lintas Rangkasbitung – Merak, layanan ini menghubungkan kawasan permukiman, sentra produksi, pasar tradisional, serta pusat kegiatan ekonomi di wilayah Banten. Tentunya, penghematan biaya perjalanan dapat memberikan dampak langsung terhadap usaha. Dana yang dapat ditekan dari sisi transportasi bisa dialihkan untuk membeli bahan baku, menambah modal, menjaga kualitas produk, atau memenuhi kebutuhan keluarga.
Bagi penumpang yang membawa hasil pertanian dan bahan pangan, kepastian jadwal perjalanan memiliki nilai ekonomi tersendiri. Waktu keberangkatan dan kedatangan yang terencana membantu penumpang memperkirakan waktu tiba di pasar serta menjaga kualitas komoditas yang dibawa.
Penggunaan kereta api juga dapat mengurangi kebutuhan berganti kendaraan berkali-kali. Hal tersebut membantu menekan biaya tambahan, mengurangi tenaga yang dibutuhkan saat membawa barang, serta menurunkan risiko kerusakan komoditas selama perjalanan. Dengan ini, KAI akan terus menjaga kualitas layanan agar manfaatnya semakin luas dan relevan dengan kebutuhan pelanggan.
Menjadi Saksi Sejarah Perang Kemerdekaan, Stasiun Rangkasbitung juga Sebagai Tombak Perekonomian
