Folding Wingtip Boeing Vs Folding Wingtip Airbus, Mana Lebih Unggul? Apa Saja Persamaan dan Perbedaannya?

Awal 2020 lalu, Boeing sukses melakukan penerbangan perdana Boeing 777X yang notabene menggunakan teknologi folding wingtip atau ujung sayap lipat yang sudah dipatenkan. Ternyata, Airbus juga mempunyai paten teknologi tersebut. Lantas, apa perbedaan dan persamaan fitur folding wingtip Boeing dan Airbus dan folding wingtip mana yang lebih unggul?

Baca juga: Yoke Boeing Vs Side Stick Airbus, Mana Sistem Kemudi yang Lebih Unggul?

Laporan aeroTELEGRAPH, Boeing sudah mendapat paten atas teknologi folding wingtip sejak tahun 1990-an. Sejak pertama kali dipatenkan pada tahun tersebut, Boeing sebetulnya sudah ingin mengembangkan pesawat dengan fitur ujung sayap lipat. Namun, karena kurangnya minat, pengembangan pesawat itu terus tertunda sampai beberapa tahun belakangan dimana Boeing 777X sukses menjalankan first flight.

Sebagai kompetitor utama, Airbus juga tak mau ketinggalan sehingga muncullah ide membuat folding wingtip sampai mendapat hak paten pada tahun 2014.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa teknologi yang dipatenkan adalah teknologi baru dan belum ada teknologi lain yang serupa dengannya; termasuk fitur folding wingtip. Karena fitur folding wingtip dari Airbus dan Boeing sama-sama sudah mendapat hak paten, itu berarti keduanya terdapat perbedaan.

Perbedaan dari folding wingtip Airbus dan Boeing sendiri terletak pada lipatan di ujung sayapnya itu. Bila ujung sayap Boeing terlipat ke atas, folding wingtip Airbus terlipat ke bawah. Sesimpel itu, bukan? Adapun persamaannya ialah bentang sayap sama-sama lebar sekitar 71 meter dan masuk kode aerodrome ICAO F dan ketika ujung sayap dilipat bisa jauh berkurang di bawah 65 meter dan masuk dalam kode aerodrome ICAO E.

Meskipun terkesan hanya sekedar tak mau kalah dengan kompetitornya, Airbus mengklaim folding wingtip miliknya -yang notabene terlipat ke bawah- punya sederet keunggulan. Ini tentu wajar mengingat folding wingtip Airbus datang lebih akhir dibanding teknologi folding wingtip Boeing yang sudah mendapat paten sejak puluhan tahun lalu, dimana perkembangan teknologi yang ada saat itu dengan saat Airbus mematenkan folding wingtip miliknya berbeda.

Pertama, folding wingtip yang terlipat ke bawah diklaim lebih aman. Itu karena gaya aerodinamis dapat menyebabkan ujung sayap dapat terlipat ke atas dalam penerbangan sehingga membahayakan sifat aerodinamis pesawat.

Kedua, teknologi folding wingtip ini akan menggunakan apa yang disebut sebagai locking mechanisms dan aktuator yang lebih ringan daripada ujung sayap lipat ke atas milik Boeing.

Baca juga: Kenapa Kedipan Wing Strobe Light Pesawat Airbus dan Boeing Berbeda? Ini Jawabannya

Sekalipun memiliki setidaknya dua keunggulan dibanding folding wingtip ke atas milik Boeing, Airbus belum mengembangkan teknologi tersebut lebih jauh. Itu karena, pada saat mendaftarkan paten tersebut, tren pesawat penumpang di masa depan diprediksi kapasitasnya semakin besar. Namun, seperti yang kita lihat saat ini, fakta justru sebaliknya.

Pesawat superjumbo buatan Airbus yang jadi pesawat komersial terbesar di dunia, A380, justru menjadi usang. Itu karena maskapai penerbangan di dunia tidak lagi menjalankan model jaringan hub-to-hub yang menuntut kapasitas besar melainkan sudah point-to-point yang menuntut kapasitas besar namun juga efisiensi tinggi dengan dua mesin.

Begini Jurus Bandara Kelola Bahaya Engine Thrust Pesawat

Pesawat telah terbukti menjadi moda transportasi paling aman di dunia. Itu semua bukan hanya berkat pemeriksaan dan maintenance ketat dari pesawat itu sendiri melainkan juga dari berbagai aktivitas di darat, salah satunya bagaimana cara bandara mengelola bahaya dari engine thrust pesawat, baik saat idle maupun saat run up atau ngebut di runway.

Baca juga: Ternyata, Pesawat Tak Selalu Ngebut di Runway untuk Bisa Terbang, Ini Alasannya

Sebelum lepas landas, pesawat harus terlebih dahulu didorong (pushback) oleh pushback tractor atau sejenisnya.

Setelah berada pada posisi tepat, pilot mulai menyalakan mesin jet untuk menggerakkan pesawat menuju runway untuk lepas landas. Ini umum disebut sebagai taxiing. Taxiing biasanya dilakukan dengan satu mesin untuk menghemat penggunaan bahan bakar dan menekan polusi karbon dioksida.

Setelah sampai di u-turn atau sampai di ujung landasan pacu, pesawat akan mulai menghidupkan mesin satunya lagi dan mulai ‘menggeber’ atau wake velocity dalam posisi idling tepat sebelum lepas landas. Dalam posisi idling atau idle ini saja, kecepatan putaran mesin mencapai 192 km per jam dengan suhu 38 derajat celcius.

Kecepatan pesawat saat meningkat drastis saat mulai meluncur di landasan pacu. Terkait hal ini, umumnya berbeda-beda berapa kecepatan yang dibutuhkan pesawat untuk bisa lepas landas.

Kita tahu, sebelum mulai memulai penerbangan, pilot dan kopilot biasanya akan bertemu untuk membahas berbagai hal, seperti rute yang dilalui, bahan bakar minimum (bergantung pada jumlah awak, penumpang, kargo, cuaca, dan kemungkinan rintangan selama penerbangan), informasi cuaca, dan informasi bandara tujuan serta bandara yang dilalui sepanjang perjalanan.

Dari informasi pra penerbangan, termasuk berat total pesawat ditambah bahan bakar, penumpang dan kargo, serta panjang runway, pilot sudah dibekali dengan kemampuan menghitung berapa kecepatan yang dibutuhkan pesawat untuk bisa lepas landas. Dari sini kemudian diketahui, apakah pesawat perlu melesat dengan kecepatan penuh di runway atau tidak.

Alasan pesawat tak selalu mencapai kecepatan maksimum ketika lepas landas, setidaknya ada tiga. Pertama, untuk mengurangi tingkat keausan mesin. Kedua, efisiensi atau menurunkan biaya operasional. Ketiga, mengurangi kemungkinan kegagalan atau kerusakan mesin.

Umumnya, pilot mulai menarik elevator throttle atau elevator pitch saat pesawat mencapai kecepatan V1 atau sekitar 120-140 knot atau 222 km per jam – 259 km per jam. Tentu saja di kecepatan tersebut menimbulkan suhu yang lebih panas dan engine thrust yang lebih tinggi sehingga membuat bendara di sekitarnya berterbangan. Hal ini yang kemudian membuat proses lepas landas menjadi bahaya dan harus risiko yang timbul harus dikelola oleh bandara.

Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA), seperti dikutip dari Simple Flying, menganalogikan kekuatan angin yang timbul dari engine thrust sebagai badai. Badai sendiri kategorinya ada 1-5. Sedangkan kategori badai yang cocok untuk hembusan angin dari engine thrust pesawat adalah kategori tiga yang berarti cukup merusak struktur diam dan bergerak, seperti bangunan terminal dan pesawat itu sendiri.

Baca juga: Mengapa Sebagian Besar Runway di Bandara Terbuat dari Aspal Bukan Beton?

Karenanya, bandara mengatur agar tak ada struktur berkekuatan ringan atau tinggi di belakang pesawat yang sedang ‘menggeber’ mesin dan run up atau ngebut di runway.

Selain itu, pihak bandara dan ground kru juga melakukan ramp check secarqa berkala setiap pesawat mendarat untuk meminimalisir kerusakan akibat engine thrust.

Yang Unik, Inilah Deretan Runway Terpanjang di Dunia!

Sebagai salah satu infrastruktur wajib yang harus ada di sebuah bandara, tentu saja pihak pengelola lapangan udara tersebut harus memperhatikan betul kelayakan dari landas pacunya atau yang lebih akrab disebut runway ini. Selain kondisi fisik, dalam pembangunannya, pihak bandara harus mempertimbangkan panjang dari runway itu sendiri.

Baca Juga: Hang Nadim, Bandara dengan Landas Pacu Terpanjang di Indonesia

Nah, mengingat setiap bandara memiliki kapasitas operasionalnya masing-masing, maka panjang dari runway ini sendiri pun tentunya akan berbeda dari satu bandara dengan yang lainnya. Makin panjang runway, maka semakin besar pesawat yang mampu di-handle bandara tersebut. Berikut, KabarPenumpang.com sajikan delapan runway terpanjang yang ada di dunia, dilansir dari channel Google Earth Top Ten.

Madrid Torrejon Airport, Spanyol (4.818 meter)
Bandara yang terletak 24km sebelah Timur Laut kota Madrid ini merupakan fasilitas penggunaan bersama antara Kementerian Pertahanan Spanyol dan Kementerian Pekerjaan Umum. Bagian sipil dari bandara yang fungsinya hampir mirip dengan Bandara Halim Perdanakusuma ini terutama untuk penerbangan eksekutif dan swasta. Adapun bandara ini menggunakan runway tunggal dengan koordinat 05/23.

Hamad International Airport, Qatar (4.850 meter)
Bandara berkode DOH ini terletak di Ibukota Qatar, Doha. Hamad International Airport sendiri menggantikan Bandara Internasional Doha sebagai bandara utama di Qatar. Memulai masa operasional resminya pada 30 April 2014 silam, bandara ini menjadi hub dari Qatar Airways, Qatar Airways Cargo, dan Qatar Executive.

Denver International Airport, Amerika (4.877 meter)
Bandara yang mengantongi gelar “Bandara Terbaik ke-29 di Dunia” versi Skytrax pada tahun 2018 dan peringkat 1 di Amerika Serikat ini berdiri di atas lahan seluas 33.531 hektar. Wajar saja jika hub dari Boutique Air, Frontier Airlines, Key Lime Air, dan United Airlines ini masuk ke dalam peringkat 10 besar bandara dengan runway terpanjang di dunia.

Upington Airport, Afrika Selatan (4.900 meter)
Bandara berkode UTN yang terletak di Upington, Northen Cape, Afika Selatan ini memiliki ketinggian bandara yang tinggi (851mdpl), suhu musim panas yang sangat tinggi, dan terselip fakta bahwa runway utama sepanjang 4,9km ini sengaja dirancang untuk Boeing 747 yang akan memudahkan Queen of the Skies ini mengudara.

Embraer Unidade Gaviao Peixoto, Brazil (4.967 meter)
Bandara yang terletak 18km dari pusat kota Gavião Peixoto, Brazil ini bertengger di atas ketinggian 603mdpl. Adapun bandara pribadi yang dioperasikan oleh perusahaan konglomerat aerospace asal Brazil, Embraer digunakan untuk menguji pesawat sipil dan militer. Tidak ada penerbangan berjadwal dari bandara dengan koordinat runway 02/20 ini.

Shigatse Peace Airport, Cina (5.000 meter)
Bandara yang mulai mengoperasikan penerbangan sipil pada 30 Oktober 2010 ini melayani Shigatse, kota terbesar kedua di Daerah Otonomi Tibet, Cina. Bandara yang diproyeksikan untuk menangani 230.000 penumpang dan 1.150 ton kargo setiap tahunnya terhitung tahun 2020 ini menggunakan beton sebagai material utama runway.

Baca Juga: Apa Arti Nomor di Ujung Landas Pacu, Cari Tahu di Sini!

Ramenskoye Airport, Rusia (5.402 meter)
Bandara yang kini lebih dikenal dengan nama Zhukovsky International Airport ini merupakan bandra internasional keempat yang terletak di Moskow. Setelah melewati tahap renovasi selama dua tahun (2014-2016), Zhukovsky International Airport mendaulatkan daya tampung bandara yang mencapai angka empat juta penumpang per tahun. Dioperatori oleh Ramport Aero, bandara ini menjadi hub dari Pegas Fly. Sama seperti Shigatse Peace Airport, bandara ini pun menggunakan beton sebagai material utama runwaynya.

Qamdo Bamda Airport, Cina (5.500 meter)
Bandara yang sempat memegang gelar sebagai yang tertinggi di dunia (4.334mdpl) ini ternyata memiliki alasan mekanis di balik gelar runway terpanjang di dunia yang tersematkan. Ketinggian yang ekstrem ternyata mempengaruhi kinerja mesin pesawat, sehingga diperlukan runway panjang untuk ‘mengobati’ masalah kinerja tersebut.

Routemaster, Double Decker Merah Ikon Kota London

Double Decker, atau yang lebih dikenal sebagai bus tingkat merupakan salah satu alat transportasi favorit masyarakat Ibu Kota pada rentang tahun 1970 hingga 1990-an. Secara fisik, bentuk bus ini terbilang unik karena memiliki dua tingkat, dengan kata lain, bus ini mampu membawa penumpang lebih banyak dari bus biasa.

Baca juga: Bus Double Decker di London Jadi ‘Solusi’ Hidup Sejahtera Bagi Tunawisma

Merujuk ke istilahnya, orang lebih banyak mengenal Double Decker sebagai ikon kota London, namun siapa menyangka kalau bus yang namanya sempat dijadikan salah satu merek makanan ringan ini pertama kali diciptakan di Paris pada tahun 1853. Ini merupakan salah satu bus pengangkut penumpang yang menggunakan mesin bertenaga kuda. Tidak hanya di London, beberapa Negara di belahan dunia lainnya juga turut menggunakan bus tingkat ini sebagai salah satu alat transportasi masal, seperti Jerman, Denmark, Banglades, India, termasuk Indonesia.

Di Inggris sendiri, para pengemudi Double Decker lebih memilih untuk mengemudikan bus ‘tumpuk’ ini daripada mengemudikan bus gandeng. Double decker dinilai lebih efisien dalam membawa penumpang karena panjang bus yang standar. Selain alasan tadi, Double Decker juga dinilai lebih aman untuk melintas jalanan sempit di kota London.

Mayoritas bus yang digunakan di Inggris adalah Double Decker, dan salah satu contohnya yang paling ikonik adalah AEC Routemaster (Associated Equipment Company Routemaster), bus yang menjadi alat transportasi pilihan warga Inggris selama lebih dari setengah abad, yang pertama kali diperkenalkan pada September 1956. Dengan bentuk yang menyerupai bus yang di bagian depan sebelah kanannya sedikit menjorok ke dalam, dan memiliki warna merah cerah, membuat bus ini mudah diingat dan melegenda. Sayangnya, busini dinilai kurang mampu untuk membawa penumpang yang memiliki keterbatasan fisik, maka bus ini tidak lagi beroperasi sejak 2005. Setelah tidak beroperasi lagi, pemerintah Inggris lalu mengeuarkan kebijakan dengan membuka jalur khusus untuk AEC Routemaster sebagai bus wisata.

Sejarah mencatat, pada tahun 1941, seorang bernama Phyllis Thompson adalah wanita pertama yang memiliki lisensi untuk mengemudikan Double Decker. Ia tergabung dalam sebuah perusahaan transportasi bernama Felix Motor Ltd. dan Hatfield.

Pada periode awal bus ini menjelma sebagai alat transportasi massal, posisi dari pengemudi ini terpisah dengan tubuh bis. Penumpang masuk melalui pintu yang berada di bagian belakang bus lalu kondektur mulai berkeliling untuk menagih tarif dari para penumpang. Tapi sekarang, para penumpang masuk melalui pintu yang terletak di depan, layaknya bus pada umumnya dan langsung membayar tarif perjalanan kepada si pengemudi.

sumber: 1.bp.blogspot.com
sumber: 1.bp.blogspot.com

Pada tahun 2007, Double Decker bertenaga campuran mulai masuk Inggris dan mengambil route 141, yaitu rute yang menghubungkan Tottenhall Road dan London Bridge Station. Setahun berselang Double Decker dengan teknologi lebih canggih turut meramaikan dunia transportasi di London. Pada tahun yang sama, Routemaster versi terbaru diperkenalkan dan mulai beroperasi pada 20 Februari 2012, berbarengan dengan perhelatan Olimpiade Musim Panas 2012. Karena sudah menjadi ikon kota London, sepertinya agak sulit untuk menyingkirkan Double Decker dari dunia transportasi Negara yang dipimpin oleh seorang Ratu itu. Hal ini dibuktikan dengan didatangkannya lima All-Electric Doubble Decker dari Cina pada Oktober 2015 lalu. Sebagai informasi tambahan, ini merupakan Double Decker jenis terbaru di dunia.

Baca juga: Odong-Odong Keren (Oren), Double Decker Khas Depok

Kini bentuk dari double decker ini sudah banyak berubah. Lekukan yang lebih halus, dan dengan interior yang lebih modern pula membuat Double Decker ini semakin nyaman untuk dikendarai. Bagi Anda yang penasaran dengan bentuk AEC Routemaster, Anda dapat melihatnya di film Harry Potter and the Prisoner of Azkaban.

Kentut di Tempat Umum Ternyata Ada Aturannya!

Buang angin atau kentut, adalah sesuatu yang lumrah dilakukan setiap manusia. Sayangnya, bila kentut di sembarang tempat bisa saja mengganggu untuk orang lain, apalagi aroma kentut yang dikeluarkan kebanyakan dapat membuyarkan kenyamanan oran disekitaran. Bahkan soal kentut telah menjadi pameo, “Biasanya kentut yang berbau tidak akan berbunyi dan yang berbunyi belum tentu bau.”

Dalam kasus mengelurkan kentut di kendaraan umum, orang yang mengeluarkan kentut boleh jadi memiliki rasa bersalah, namun bisa juga tidak ingin ambil pusing. Ini dikarenakan tidak akan mungkin si pemilik kentut dicari oleh orang-orang dan mengaku dirinya kentut. Dilansir dari abc.net.au (4/2/2011), Malawi, salah satu negara di Afrika Tengah dengan penduduk 15 juta membuat aturan larangan kentut di tempat-tempat umum. Aturan ini rencananya akan membuat pelaku diganjar hukuman penjara dengan Undang-Undang Anti-polusi.

Aturan ini menyebutkan, “Barang siapa yang mencemarkan udara dan berakibat buruk pada kesehatan maka bisa dikenakan hukuman pidana.” Sayangnya rencana ini menuai kontrovesi yang menjadi perdebatan di kalangan pejabat. Menteri Kehakiman Malawi George Chaponda menegaskan aturan baru ini akan mengkriminalkan pelaku kentut sembarangan sebagai bentuk meningkatan martabat masyarakat.

“Anda tinggal berlari ke toilet jika ingin buang angin,” ujar Chaponda.

boombastis.com
boombastis.com

Menurutnya, larangan ini sama dengan larangan buang air kecil sembarangan. Sayangnya, hingga kini aturan tentang larangan kentut di tempat umum tidak jelas penetapannya.

Tak hanya Malawi, Florida, negara bagian Amerika Serikat ini juga mengatur tentang kentut sembarangan di wilayah publik. Dilansir dari detiktravel.com (22/2/2016) ada beberapa larangan salah satunya dilarang kentut di tempat umum di atas pukul 18.00 pada hari Kamis.

Banyak yang tidak percaya akan adanya larangan ini, salah satu situs komunitas orang Perancis di AS yakni French District mengulas beberapa paeraturan aneh di Negara Adidaya tersebut. Salah satunya yang tidak masuk akal adalah pelarangan kentut di jam 18.00 dan uniknya hanya pada hari Kamis saja. Ternyata, usut punya usut pernah ada peristiwa berdarah terkait masalah kentut di Florida tahun 2015 lalu. Seorang perempuan di Port St Lucie yang tidak disebutkan namanya diamankan petugas berwajib akibat menganiaya suaminya dengan menyikut dan menendang, karena sang suami kentut saat tidur.

Kejadian tersebut lantas membuat si perempuan mengusir sang suami, setelah udara di dalam kamar kembali bersih sang suami kembali tidur dan lagi-lagi si istri memukul. Saat itu, si suami menelepon polisi dan istrinya diamankan karena tindak penganiayaan. Padahal kejadian tersebut bukanlah ditempat umum. Dan bila dikulik di beberapa situs milik Florida, larangan ini pun tak jelas kebenarannya.

Lakukan Napping, Tidur 20 Menit Untuk Kembali Segar Dalam Berkendara

Musim mudik yang sebentar lagi akan menjelang membuat banyak lapisan masyarakat mulai mempersiapkan banyak hal untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Tidak hanya kesiapan hati untuk melepas rindu bersama dengan orang-orang tersayang di sana, namun juga kesiapan fisik pun mulai diperhatikan sejak dini. Ini bertujuan agar ketika jadwal mudik mereka tiba, kondisi tubuh mereka sedang fit dan tidak terserang sakit.

Baca Juga: KNKT Sosialisasi Keselamatan Pengemudi Ke Operator Bus

Bukan hanya dari segi pemudik, para pengemudi angkutan mudik pun melakukan hal yang sama. Sejak kini mereka mulai memperhatikan asupan makanan dan menjaga kesehatan agar ketika waktu tugas, mereka berada dalam kondisi prima. Tidak bisa dibayangkan bagaimana kondisi jalanan yang akan dihadapi oleh para pengemudi bus tersebut ketika musim mudik. Macet, panas, serta jarak tempuh yang tidaklah dekat  menjadi tantangan tersendiri bagi para pengemudi. Rasa lelah akan lebih cepat menyerang daripada mereka membawa kendaraannya dalam kondisi normal. Sekali saja mereka melakukan kesalahan fatal seperti mengabaikan rasa kantuknya, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi sebuah kecelakaan.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menghimbau kepada seluruh pengemudi yang akan melakukan tugasnya selama mudik untuk tetap memperhatikan keselamatan dan mematuhi rambu-rambu yang ada. Jika ada diantara para pengemudi yang mengantuk selama perjalanan, maka secara tidak langsung mereka sudah mengindahkan rambu “Menepi Bila Lelah”. Ada banyak lahan yang bisa digunakan untuk menepi sejenak melepas lelah, seperti pom bensin, restoran, hingga rest area jika tersedia. Jika rasa kantuk mulai menggelayut, maka janganlah ragu untuk tidur sebentar atau yang lebih popular dengan nama napping.

Baca Juga: 85% Kecelakaan Lalu Lintas di Kenya Karena Human Error

Dalam istilah kedokteran, napping diibaratkan sebagai penyegaran kembali otak yang sudah lelah dengan cara tidur selama 15 hingga 20 menit. Bahkan, sebuah penelitian yang dilakukan oleh NASA menunjukkan bahwa seseorang yang beristirahat (napping) selama 40 menit, maka tingkat kewaspadaannya naik 100%. KabarPenumpang.com wartakan dari laman healthmeup.com, ada beberapa keuntungan yang dapat dirasakan langsung oleh seseorang yang melakukan napping, yaitu meningkatkan kemampuan memori, meningkatkan produktifitas, mengatasi efek kurang tidur, meningkaatkan tingkat kewaspadaan, dan mempertajam naluri.

Hal-hal seperti itulah yang diperlukan oleh para pengemudi yang hendak melakukan mudik. Humas KNKT, Indriantono mengatakan lebih baik melakukan napping daripada mengkonsumsi minuman berkafein yang dipercaya dapat menghilangkan rasa kantuk. “Kalau mengantuk ya sebaiknya tidur, berkisar antara 15 hingga 20 menit, itu akan mengembalikan stamina para pengemudi yang kelelahan,” tuturnya kepada KabarPenumpang.com, Rabu (7/6/2017).

Faktor kelelahan selalu menjadi poin utama setiap penyuluhan yang dilakukan oleh KNKT menjelang musim mudik 2017 ini. Tidak bisa dipungkiri, human error menduduki peringkat pertama penyebab kecelakaan di Indonesia. Rasa gengsi untuk beristirahat hingga frasa, “Tanggung, sebentar lagi akan sampai” yang kerap kali dilontarkan para pengemudi yang biasanya sudah tidak kuat ingin buru-buru sampai di tujuan ternyata bukanlah cara yang arif untuk menjunjung tinggi keselamatan.

Baca Juga: Human Error Duduki Peringkat Teratas Penyebab Kecelakaan Kereta

Bagi Anda yang menemukan pengemudi Anda sedang dalam kondisi kelelahan atau mengantuk, maka janganlah ragu untuk menyuruhnya beristirahat sebentar. Jika sang pengemudi menolak, coba untuk ajaknya berbicara sembari tetap menyarankannya untuk menepi lalu beristirahat, karena keselamatan para penumpang seolah ditopang oleh sang pengemudi. Sekali pengemudi melakukan kelalaian, maka nyawa para penumpang yang menjadi taruhannya.

Cina Sukses Uji Coba Pod Penumpang untuk Wahana Hyperloop

Seolah ingin menandingi Amerika Serikat dan Negara Barat disegala bidang, belum lama ini ada kabar dari proyek Hyperlook yang sedang digarap oleh Cina. Digarap oleh kontraktor pertahanan China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC), diwartakan telah belangsung dengan sukses uji coba pod atau kapsul penumpang berukuran penuh, yang kelak akan digunakan untuk pengujian wahana Hyperloop yang ditaksir mampu melesat hingga 1.000 km per jam.

Baca juga: Transformasi Sektor Perkeretaapian, India Bakal Hadirkan Hyperloop! Gegara Cina?

Dikutip dari GizmoChina, proyek Hyperloop Cina bertujuan untuk mengembangkan teknologi transportasi darat ultra cepat. Sebagai langkah awal, pod penumpang berukuran penuh dapat melaju di jalur uji maglev superkonduktor di Datong, Provinsi Shanxi. Dalam pengujian, pod kapsul mencapai kecepatan hingga 50 km per jam, dan menempuh jarak 210 meter.

Pada fase mendatang, proyek ini bertujuan untuk mengangkut penumpang dan kargo dengan kecepatan 1.000 km per jam atau lebih cepat dalam tabung yang hampir vakum, yang akan menjadikannya teknologi transportasi berbasis darat tercepat di dunia.

CASIC melaporkan bahwa komponen-komponen penting, termasuk magnet superkonduktor, sistem listrik berdaya tinggi, kontrol keamanan dengan kecerdasan buatan, perangkat komunikasi nirkabel, dan sensor semuanya bekerja sesuai rencana selama pengujian, membuka jalan untuk eksperimen masa depan dengan kecepatan lebih tinggi.

Ide kereta tabung “hyperloop” pertama kali diusulkan oleh pendiri SpaceX Elon Musk pada tahun 2012, dan dia mendirikan The Boring Company untuk mewujudkan ide tersebut.

Pendiri Virgin Galactic, Richard Branson, juga bergabung dalam perlombaan dengan usaha serupa, Hyperloop One, di Los Angeles. Namun, kedua proyek tersebut menghadapi tantangan finansial dan teknis, dengan Hyperloop One dilaporkan memberhentikan lebih dari 100 karyawan dan meninggalkan gagasan untuk mengangkut manusia, dan The Boring Company membongkar terowongan ujinya tahun lalu.

Cina dalam hal ini terlambat dalam uji coba hyperloop, karena CASIC tidak melakukan terobosan di fasilitas Datong hingga April tahun lalu.

Baca juga: Pernah Uji Coba Angkut Penumpang, Kini Apa Kabar Virgin Hyperloop?

Namun, hanya butuh waktu kurang dari satu tahun bagi tim proyek untuk menyelesaikan uji coba pertamanya setelah dimulainya konstruksi. Tabung fasilitas pengujian saat ini berukuran panjang 2 km dan diperkirakan akan diperpanjang hingga 60 km selama beberapa tahun ke depan untuk mencapai kecepatan tertinggi 1.000 km per jam.

Akibat Tidak Gunakan Seatbelt, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak Diganjar Denda 500 Pounsterling

Sebagai tokoh penting, maka wajar bila setiap perilaku dan kegiatan yang terkait seorang perdana menteri akan menjadi sorotan publik. Dan bila ditemukan kesalahan, sekecil apa pun, siap-siap saja akan menjadi pembicaraan di tengah warganya. Seperti belum lama ini, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, diketahui tidak mengenakan sabuk pengaman (seatbelt) saat menumpangi kendaraan.

Baca juga: Jadi Narrowbody Terjauh di KTT G20, Berikut Fitur Canggih Pesawat Airbus A321 PM Inggris

Seperti dikutip dari BBC.co.uk (19/1/2023), disebutkan Perdana Menteri Rishi Sunak difilmkan tanpa sabuk pengaman di dalam mobil yang bergerak. Polisi Lancashire saat ini sedang melakukan investigasi setelah Sunak difilmkan tidak mengenakan sabuk pengaman saat menjadi penumpang di dalam mobil yang sedang melaju.

Perdana Menteri Inggris ketururan India itu telah meminta maaf atas insiden tersebut, Ia mengatakan itu adalah “kesalahan penilaian” untuk melepas sabuk pengamannya untuk merekam klip dan disebarkan di media sosial.

Sesuai peraturan lalu lintas di Inggris, penumpan yang tidak mengenakan sabuk pengaman akan dikenakan denda maksimal £500. “Mr Sunak sepenuhnya menerima ini, dan menerima kesalahan dan meminta maaf”, kata juru bicaranya kepada wartawan.

Rishi Sunak diketahui tengah berada di Lancashire ketika video itu direkam, yaitu selama perjalanan melintasi utara Inggris. Video itu dibuat untuk mempromosikan putaran terakhir “peningkatan” pengeluaran pemerintah, dan telah diposting di akun Instagram Sunak sebelumnya.

Dalam klip yang berdurasi sekitar satu menit, Sunak terlihat berbicara ke kamera saat mobil melaju, dengan sepeda motor polisi muncul sebentar di latar belakang.

Penumpang yang kedapatan gagal mengenakan sabuk pengaman saat tersedia, kecuali dilindungi oleh pengecualian yang sah, dapat diberikan denda £100 di tempat. Denda dapat meningkat menjadi £500 jika kasusnya dibawa ke pengadilan.

Penumpang berusia 14 tahun ke atas bertanggung jawab untuk memastikan mereka mengenakan sabuk pengaman di dalam mobil, van, dan kendaraan barang lainnya jika ada. Pengemudi bertanggung jawab atas penumpang di bawah 14 tahun.

Baca juga: Mengapa Penumpang Harus Tetap Duduk Pakai Sabuk Pengaman Setelah Pesawat Mendarat?

Pengecualian termasuk memiliki surat keterangan dokter karena alasan medis, atau berada di kendaraan yang digunakan untuk polisi, pemadam kebakaran, atau layanan penyelamatan lainnya.

Air India Pesan 500 Pesawat Senilai Rp1517 Triliun, Terbesar Sepanjang Sejarah

Air India tidak main-main merealisasikan ambisinya menjadi maskapai dominan di pasar domestic dan internasional. Salah satu langkah konkretnya adalah membeli 500 pesawat, dimana 100 di antaranya pesawat widebody dan lainnya narrowbody, dengan nilai transaksi mencapai US$100 miliar atau sekitar Rp1.517 triliun, pesanan terbesar dalam sejarah dari segi jumlah pesawat maupun nominal transaksi.

Baca juga: Berkah Zhuhai AirShow Cina, COMAC Terima Pesanan 330 Pesawat Made in China C919 & ARJ21

Pesanan Air India yang sedang tahap negosiasi ini mengalahkan pesanan pesawat terbesar sepanjang sejarah sebelumnya, yang sejak tahun 2011 dipegang American Airlines.

Ketika itu, maskapai asal Amerika Serikat (AS) itu mengumumkan pesanan 460 pesawat narrowbody, dengan rincian 260 pesawat Airbus A320 dan 200 Boeing 737 MAX. Nilainya disebutkan mencapai US$38 miliar atau sekitar Rp576 triliun.

Menguntit di urutan kedua daftar pesanan pesawat terbesar sepanjang sejarah penerbangan, ada US private equity fund, Indigo Partners, yang memesan total 430 pesawat keluarga Airbus A320neo pada tahun 2017.

Pada saat itu, kesepakatan terdiri dari 274 A320neo dan 156 A321neo, yang kelak dioperasikan ke empat maskapai LCC; Volaris, Wizz Air, JetSmart, dan Frontier Airlines. Tidak ada nama Air India dalam daftar 10 bahkan 20 besar daftar tersebut.

Justru kompetitor penerbangan domestik Air India, IndiGo, mencatatkan pesanan pesawat terbesar ketiga sepanjang sejarah penerbangan dengan membeli 300 pesawat keluarga Aribus A320; A320neos, A321neos, dan A321XLR. Nominal angkanya mencapai US$33 miliar.

Belum lagi maskapai pendatang baru, Akasa, yang tiba-tiba menggebrak dengan pesanan 72 pesawat Boeing 737 MAX pada November 2021. Itu dikabarkan jadi pesanan pesawat terbesar kedua di India. Air India dibuat semakin tertinggal.

Namun angin segar masa depan Air India mulai berhembus usai Tata Sons by Tata Group mengakuisisi maskapai. Konsorsium tajir melintir itu berambisi menjadikan Air India sebagai maskapai kelas dunia dan itu dimulai dengan peremajaan armada melalui pesanan 500 pesawat Boeing dan Airbus.

Menurut sumber Reuters, 500 pesanan pesawat itu termasuk 400 jet narrowbody dan 100 jet widebody. Lebih spesifik lagi, 100 pesanan pesawat widebody berupa puluhan Airbus A350, Boeing 787, dan Boeing 777.

Sementara itu, 400 pesanan pesawat narrowbody berupa Airbus A320neo, Airbus A321neo, dan Boeing 737 MAX. Sayangnya, slot pemesanan Airbus A321neo telah penuh sampai tahun 2028. Begitu juga dengan A320neo untuk pesanan dalam jumlah banyak. Karenanya, dalam waktu dekat, Air India mungkin akan kedatangan Boeing 737 MAX terlebih dahulu andai pesanan 500 pesanan tersebut terealisasi.

Saat ini, pasar penerbangan domestik di India masih dikuasai oleh IndiGo. Kendati begitu, Air India menjadi maskapai internasional terbesar di India. Tidak mudah menggeser IndiGo sebagai penguasa pasar domestik India.

Di pasar penerbangan internasional, sejumlah pengamat meragukan sepak terjang Air India. Saat ini, maskapai-maskapai mapan dengan reputasi tinggi dan modal berlimpah seperti Emirates, Etihad Airways, Qatar Airways, Singapore Airlines, British Airways, dan Lufthansa Group, telah menguasai market pasar penerbangan internasional.

Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun jaringan ke seluruh penjuru dunia dan mengalahkah deretan maskapai tersebut.

Baca juga: Misteri Kecelakaan Air India Tahun 1966 yang Tewaskan Tokoh Penting Mulai Terkuak, Ada Campur Tangan CIA

Meski begitu, India, dengan market penerbangan domestik terbesar di dunia di tahun-tahun mendatang dan mengalahkan Cina, serta banyaknya ekspatriat India di luar negeri yang terpanggil dengan konsep besar ekonomi di bawah PM Modi, amat menjanjikan bagi Air India.

Setidaknya, maskapai itu (Air India) akan dipilih oleh kalangan ekspatriat dan kolega dalam melakukan perjalanan bisnis dari dan ke India, alih-alih memilih Emirates, yang saat ini menguasai pasar penerbangan internasional India.

Etihad Lipat Gandakan Rute Jakarta – Abu Dhabi, Optimalkan Penumpang Tiba Pagi Hari

Etihad, salah satu maskapai ternama asal Uni Emirat Arab (UEA) yang bermarkas di Abu Dhabi, diwartakan telah menggandakan jadwal penerbangannya ke Jakarta. Seiring dengan pembukaan perjalanan internasional, laju wisatawan dan pebisnis meroket tajam, terlebih yang melibatkan akses Abu Dhabi yang dikenal sebagai hub internasional terbesar di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Kenapa Oman Air Tidak Sesukses Emirates, Etihad, dan Qatar Airways?

Dilansir dari Simple Flying, penerbangan Etihad untuk ruter Abu Dhabi – Jakarta kini beroperasi setiap hari. Menurut Flightradar24.com, penerbangan EY474 berangkat dari Abu Dhabi International (AUH) pukul 03:14, dan tiba di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 13:44, penerbangan langsung tersebut memakan durasi 7:30 jam.

Sementara penerbangan kembali berangkat dari Jakarta pada pukul 17:18, dan mendarat di Abu Dhabi pada pukul 21:57. Untuk rute Abu Dhabi – Jakarta. Rute Abu Dhabi – Jakarta, juga dilayani dengan penerbangan EY472, yang berangkat dari Abu Dhabi pada pukul 10:30 dan tiba di Jakarta pada pukul 21:40. Kemudian penerbangan kembali, berangkat dari Jakarta pukul 01:40 dan mendarat di Abu Dhabi pada pukul 06:40.

Etihad menggunakan campuran pesawat Boeing 777 dan 787. Data armada dari ch-aviation.com menunjukkan bahwa Etihad memiliki sembilan armada 787-10, dengan A6-BMA dikonfigurasi dalam tata letak dua kelas dengan 32 kursi kelas bisnis dan 304 kursi kelas ekonomi.

Boeing 787 Dreamliner terbukti populer di Etihad, selain 787-10-nya, Etihad memiliki 30 unit 787-9 yang beroperasi dan memesan 21 unit 787-10 dan 11 unit 787-9. Data juga menunjukkan pesanan untuk delapan Boeing 777-8 dan 17 unit 777-9, ditambah 15 unit Airbus A350-1000, dengan lima A350-1000 beroperasi.

“Penerbangan baru kami telah dioptimalkan untuk tiba di Abu Dhabi pada pagi hari, memberikan kesempatan bagi para pelancong dari Indonesia untuk menjelajahi tempat-tempat menarik di ibu kota kami yang semarak,” ujar juru bicara Etihad.

Untuk memikat pelancong dari Timur Tengah ke Indonesia, Etihad juga melakukan kerja sama codeshare dengan Garuda Indonesia, sehingga memudahkan wisatawan UEA mengunjungi salah satu dari 20 tujuan wisata di Indonesia.

Baca juga: Boeing 777 Etihad Airways Dijual Rp 400 Ribuan, Begini Cara Belinya

Etihad saat ini memiliki armada 93 pesawat, dengan campuran sembilan jenis, termasuk tujuh Boeing 777-300ER dan lima kargo 777-200F. Selain jenis yang telah disebutkan, Etihad juga memiliki 15 Airbus A320-200, sembilan A321-200 dan tiga A330-200.