Unik! Ada Ruang Belajar-Perpustakaan di Kereta Lokal Cina, Ini Sederet Faktanya

Ada yang menarik dari kereta lokal Cina. Tak hanya dilengkapi dengan toilet, tetapi juga ruang membaca (ruang baca) yang bisa dimanfaatkan oleh penumpang segala usia. Beberapa kursi kereta yang menghadap ke depan di beberapa gerbong diganti dengan kursi dan meja memanjang ke samping serta menghadap ke jendela. Mirip seperti ruang baca di perpustakaan.

Baca juga: Ada Iklan Tak Lazim di Stasiun Bawah Tanah Tokyo, Ditujukan untuk Pelajar yang Akan Ujian

Dari luar, kereta yang dilengkapi ruang baca tersebut sangat mudah dikenali berkat karakter Cina “Yu Yue” yang menghiasi eksterior kereta. “Yu Yue” berarti “bepergian dan membaca dengan gembira.” Selain itu ada juga slogan-slogan inspiratif lainnya yang membuat penumpang tertarik untuk memanfaatkan ruang baca yang terdapat di beberapa gerbong.

Kereta lokal yang kerap disebut sebagai slow train itu adalah kereta lokal relasi Chongqing – Xiushan. Keduanya berjarak sekitar empat jam perjalanan. Dalam kurun waktu tersebut, bagi penumpang yang memiliki mobilitas cukup tinggi, cukup sayang waktu terbuang percuma.

Karenanya, di setiap perjalanan, seperti dikutip Chinadaily, penumpang selalu menempati kursi kosong di ruang baca kereta, baik tua maupun muda.

Qiu Yangzhi, misalnya, seorang mahasiswi Chongqing Normal University selalu menempati kursi kosong di ruang baca kereta lokal Chongqing – Xiushan. “Tempat duduk yang luas dan terang cocok untuk membaca,” ujarnya.

Ada juga Wen Chenyi yang masih berusia 5 tahun. Bersama sang ibu, ia membaca puisi kuno dan merakit mainan di atas kereta sepanjang perjalanan.

Lain cerita dengan Deng Chaogang. Ia baru saja kembali ke Chongqing usai mengenyam pendidikan di luar negeri. Saat naik ke kereta, ia terkejut mendapati ada ruang baca dan ia pun memanfaatkannya untuk melakukan beberapa pekerjaan menggunakan komputer jinjing yang dibawanya.

Hadirnya ruang baca di kereta tak lepas dari kebutuhan para penumpang itu sendiri. Disebutkan, kereta menjadi transportasi utama mahasiswa dan siswa pergi-pulang ke sekolah atau universitas di pusat kota Chongqing, yang memiliki akses pendidikan jauh lebih baik dan mapan dibanding kota Xiushan.

Selain relasi Chongqing – Xiushan, kereta yang dilengkapi ruang baca atau ruang belajar juga hadir di beberapa relasi termasuk antara Chengdu-Kunming serta Guiyang-Beijing.

Baca juga: Kereta Pustaka Indonesia – Cerdaskan Bangsa di Usianya yang Senja

Di relasi Guiyang-Beijing, yang notabene melewati hampir 400 universitas dan perguruan tinggi, kereta bahkan tak hanya dilengkapi dengan ruang membaca tetapi juga rak buku termasuk buku-buku bacaannya. Penumpang bahkan dapat meminjam buku secara dratis, mirip seperti di perpustakaan. Tak heran, penumpang di sana menyebut kereta lokalan itu sebagai perpustakaan berjalan yang berada di atas kereta.

Meskipun pada umumnya ruang membaca di kereta-kereta tersebut digunakan untuk membaca, tak sedikit penumpang yang duduk di sana sekedar untuk melihat pemandangan dan berfoto seolah sebagai kereta panoramic.

Mulai 13 Maret, Maskapai Penerbangan Jepang Hapuskan Aturan Wajib Mengenakan Masker

Meski pandemi telah menjadi endemi, masyarakat Jepang kini kadung terbiasa menggunakan masker saat berada di keramaian dan tempat umum. Dan dalam beberapa minggu kedepan, bakal ada perubahan penting terkait penggunaan masker di moda transportasi umum dan sekolah. Terkait dengan transportasi umum, mulai 13 Maret mendatang, aturan wajib menggunakan masker di pesawat udara akan dibatalkan.

Baca juga: Mulai 29 Agustus, Singapore Airlines Tak Wajibkan Penumpangnya Kenakan Masker di Dalam Kabin

Pada 11 Februari lalu, Pemerintah Jepang mengumumkan akan secara drastis melonggarkan pedoman Covid-19 yang berlaku mulai Minggu, 13 Maret 2023. Dan hal tersebut akan membuat persyaratan masker di transportasi umum dan di sekolah menjadi rekomendasi sederhana – terutama pada saat kemacetan dan keramaian.

Seperti dilansir Kyodo News, Pemerintah Jepang menurunkan status Covid-19 ke kategori yang sama dengan penyakit menular umum seperti flu musiman. Penurunan peringkat ini secara resmi akan berlaku pada 8 Mei 2023, yang selanjutnya secara resmi membuka jalan bagi maskapai penerbangan untuk menghapus mandat penggunaan masker.

The Japan Times melaporkan bahwa maskapai nasional, termasuk Japan Airlines dan All Nippon Airways, akan menjadikan penumpang yang mengenakan masker sebagai “pilihan pribadi” pada 8 Mei mendatang. Saat ini, Japan’s Scheduled Airlines Association mengamanatkan bahwa penumpang, kecuali bayi, harus mengenakan masker dan sebisa mungkin menahan diri dari percakapan selama penerbangan.

Situs web Japan Airlines saat ini masih menyatakan bahwa masker harus dipakai setiap saat di konter check-in bandara, titik pemeriksaan keamanan, ruang tunggu bandara, dan di dalam pesawat. “Menahan diri dari percakapan yang tidak perlu” juga secara eksplisit dinyatakan oleh operator.

Meskipun ada beberapa insiden terkait mandat masker dalam penerbangan sepanjang tahun 2020, 2021, dan bahkan 2022 di seluruh dunia, dapat dikatakan bahwa Jepang kurang menghadapi penolakan terhadap persyaratan dan permintaan untuk memakai masker wajah di area publik dan di dalam pesawat.

Baca juga: Jerman Wajibkan Penumpang Pakai Masker N95 di Pesawat Sampai 2023, Maskapai Geram 

Pasalnya, pemakaian masker di depan umum sudah menjadi kebiasaan yang meluas di Jepang. Orang Jepang terbiasa memakai masker untuk menghindari penularan kuman ke orang lain. Selain itu, banyak yang memakai masker di tempat umum meski merasa sehat.

Sederet Inovasi KAI 2023: Lin Lingkar Jabar-Jateng dan Jatim-Jateng Sampai Kereta Luxury Gen 3

PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus berinovasi. Di tahun 2023, perseroan telah menetapkan sederet rencana, mulai dari relasi baru melingkar di Jawa Barat (Jabar) – Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur – Jateng, perluasan fasilitas face recognition untuk check-in, tambahan target penumpang, sampai kereta baru.

Baca juga: Terapkan Face Recognition, Boarding KA Jarak Jauh Kini Cukup Pindai Wajah

Kereta baru yang dimaksud adalah keret luxury generasi 3 (Gen 3). Kapasitas kereta luxury Gen 3 sebetulnya sama saja dengan Gen 2. Perbedaannya sekaligus keunggulannya ialah dimensi cangkang kursi yang lebih kecil sehingga membuat kesan lebih luas.

Kereta luxury Gen 3 dilengkapi dengan bahan lapisan kursi yang lebih nyaman, lantai berkarpet yang membuatnya terkesan sangat mewah, dua buah toilet, rak koper, dan alternatif warna yang lebih menarik.

“Inovasi produk kereta juga KAI hadirkan melalui Kereta Tidur Kompartmen dengan dinding pembatas personal, sehingga lebih eksklusif. Kereta berkapasitas 16 orang ini memungkinkan pelanggan dapat tidur dengan posisi terlentang. Di samping itu, KAI juga akan terus meningkatkan kenyamanan pelanggan dengan menghadirkan Kereta Eksekutif Stainless Steel Generasi 2,” kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam keterangan resminya.

Ada juga inovasi relasi baru seperti kereta api melingkar di jalur Jabar-Jateng dan Jatim-Jateng. Ada juga inovasi makanan dan minuman baru dengan berbagai variasi dan perubahan secara berkala juga akan KAI lakukan sebagai upaya meningkatkan pelayanan dan kepuasan pelanggan selama dalam perjalanan seperti menu aneka pastry, garlic bread, lasagna, dan sebagainya.

“KAI memahami arah kebutuhan pelanggan yang semakin mengandalkan pelayanan yang terdigitalisasi. Diharapkan melalui berbagai peningkatan pelayanan di tahun 2023 ini dapat meningkatkan customer experience sehingga kereta api tetap menjadi transportasi pilihan masyarakat,” kata Didiek.

Selain itu, KAI akan memperluas kehadiran teknologi face recognition boarding gate yang diyakini dapat mempermudah pelanggan kereta api jarak jauh boarding. Saat ini, fasilitas ini baru terpasang di Stasiun Bandung. Rencananya, alat serupa dipasang di Stasiun Gambir, Cirebon, Semarang Tawang, Yogyakarta, Solobalapan, Malang, Surabaya Gubeng, dan Surabaya Pasarturi.

Baca juga: PT KAI akan Merubah Nama Stasiun di Wilayah Jabodetabek

Dengan adanya Face Recognition Boarding Gate maka pelanggan tak perlu repot-repot menunjukkan berbagai dokumen seperti boarding pass fisik, e-boarding pass, KTP, ataupun dokumen vaksinasi.

KAI juga akan melakukan pembaruan aplikasi KAI Access dengan mengubah User Interface, sehingga memudahkan pelanggan untuk merencanakan perjalanannya menggunakan kereta api serta memenuhi kebutuhan lifestyle lainnya dengan experience yang berbeda.

Konfigurasi Kursi Kelas Ekonomi 2-5-2, Bikin ‘Susah’ dan Ditinggalkan

Ciri pesawat berbadan lebar (widebody) adalah adanya dua lorong untuk berlalu lalangnya penumpang dan awak kabin, yang sekaligus membentuk konfigurasi kursi pada pesawat itu sendiri. Dan bicara tentang konfigurasi kursi pada pesawat widebody, maka di kelas ekonomi yang populer adalah konfigurasi 2-3-2, 2-4-2, 3-3-3, dan 3-4-3, tergantung pada jenis pesawat yang bersangkutan.

Baca juga: Inilah Folding Airline Seats, Inovasi Airbus yang Bikin Maskapai Gonta-ganti Konfigurasi

Meski terbilang jarang, ada konfigurasi kursi kelas ekonomi 2-5-2. Tentu menarik untuk disimak, mengapa konfigurasi 2-5-2 tidak sepopuler konfigurasi yang lain?

Dikutip dari Simple Flying, pada dasarnya dua kursi di kedua sisi memungkinkan pasangan atau mereka yang bepergian bersama tidak harus duduk dengan orang asing. Saat ini, kursi berpasangan termasuk yang paling dihargai oleh penumpang kelas ekonomi.

Sementara, baris tengah beranggotakan lima orang cocok untuk keluarga yang lebih suka duduk bersama daripada berpisah, seperti kelompok yang lebih besar di kabin lain.

Namun, ada kekurangan yang signifikan pada konfigurasi 2-5-2. Yakni, orang yang duduk di kursi tengah dari kelima orang tersebut harus melewati minimal dua kursi untuk keluar dari barisan tersebut. Meskipun ini bagus untuk keluarga, mungkin akan terasa canggung bagi pelancong solo untuk meminta setengah baris untuk pindah sehingga mereka dapat keluar, seperti untuk ke toilet. Bila untuk rute penerbangan jarak dekat mungkin ini tak jadi soal, tapi bisa menjadi masalah pada penerbangan jarak jauh.

Ini mirip dengan kursi dekat jendela dalam konfigurasi 3-3-3, tetapi hadir tanpa memanfaatkan jendela.

Meski begitu, logika konfigurasi ini tetap sederhana. Khususnya, hanya satu penumpang yang harus menyeberangi dua penumpang untuk sampai ke lorong, tidak seperti konfigurasi 3-3-3 di mana penumpang dengan dua kursi dekat jendela harus melakukannya. Dalam hal ini, sebenarnya bisa dilihat sebagai tata letak yang lebih menguntungkan dalam hal tempat duduk sembilan baris.

Baca juga: Inilah Cuddle Seat, Kursi Pesawat yang Mungkinkan Penumpang Tidur ‘Pelukan’ Inovasi Boeing

Konfigurasi kursi 2-5-2 biasanya dapat ditemukan pada pesawat berbadan lebar tertentu berusia tua, seperti McDonnell Douglas DC-10 dan Lockheed TriStar. Menurut Airliners.net, alasannya adalah lebih mudah menambahkan kursi baru ke tengah daripada mengubah posisi kedua kursi samping.

Bukan Changan, Esemka Bima EV Jiplakan dari Mobil Cina Shineray, Ini Spesifikasi dan Harganya

Seperti dugaan banyak pihak, di antara booth brand otomotif yang mejeng di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023, booth PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) menjadi salah satu yang paling banyak menyita perhatian. Dari empat unit yang dipamerkan, dua unit memiliki komponen dalam negeri sebanyak 60 persen dan dua unit sisanya, yaitu Esemka Bima EV (Electric Vehicle) kargo dan passenger masih diimpor 100 persen (Completely Built Up) dari merk asal Cina, Shineray X30LEV.

Baca juga: IIMS 2022, Suzuki Hadirkan Berbagai Model Mobil yang Dimodifikasi

“Engga (bukan Changan0, ini (CBU dari merk) Shineray,” kata Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), Eddy Wirajaya, kepada wartawan.

Dalam brosur yang dibagikan di IIMS 2023, Esemka Bima EV diketahui memiliki spesifikasi yang cukup mentereng di kelasnya. Mobil itu memiliki dimensi: panjang 4.495 mm x lebar 1.680 mm x tinggi 1.990 mm, jarak sumbu roda: 2.925 mm, dan berat kosong: 1.537 mm.

Meski yang ditampilkan adalah varian Bima EV dengan kapasitas 11 penumpang atau 11 kursi, SMK menawarkan varian jumlah kursi lainnya mulai dari 5, 7, dan 9. Berat maksimal: 2.350 kg, menggunakan baterai Ternary Ion-Lithium dengan power rata-rata 40 kWh, tegangan 350,4 V, power maksimal 75 kW, kecepatan maksimal 100 km/jam, torsi maksimal 165 Nm, kapasitas baterai 49,1 kWh, dan jarak tempuh 300 km.

Meski berstatus sebagai mobil komersial penumpang, Esemka Bima EV tidak lepas dari berbagai fitur canggih, seperti Electric Vacuum boost, ABS+EBD, Electric Power Steering, Hill Start Assist Control, Pedestrian Tips, Adjustable Had Projection Lamp, Child Lock, Sound system, AC, sampai Cigarette Lighter.

Meski CBU dari negara asalnya, Esemka Bima EV tetap tidak identik 100 persen dari merk aslinya, Shineray X30LEV. Terdapat beberapa perbedaan mencolok antara Shineray dengan Esemka, seperti pada bagian grille serta warna. Grille Shineray X30LEV diketahui berbentuk vertikal sedangkan Esemka Bima EV horizontal. Warna grillenya, Shineray X30LEV krom putih mengkilap sedangkan Esemka Bima EV hitam.

Baca juga: Maleo, Proyek Mobil Nasional Garapan BJ Habibie yang Tak Pernah Mengaspal

Ada juga perbedaan lain yang disesuaikan dengan pangsa pasar masing-masing. Di Cina, seperti dikutip dari laman resmi perusahaan, Shineray X30LEV variannya hanya tujuh penumpang (tujuh kursi). Sedangkan Esemka Bima EV menawarkan masyarakat Indonesia varian 5, 7, 9, dan 11 kursi, sesuai dengan kultur masyarakat di sini yang lebih senang membeli mobil dengan muatan banyak (MVP).

Harga Esemka Bima EV passenger atau penumpang OTR per Februari 2023 sebesar Rp540 juta, beda Rp10 juta dengan varian cargo. Menurut sales Esemka yang bertugas di booth IIMS, varian ini inden selama dua bulan. Untuk after salesnya, terdapat dealer untuk service mobil Esemka Bima EV di bilangan Jakarta Selatan dan Boyolali. Hanya saja, tidak jelas dimana letak persisnya.

Meski Disangkal, Prototipe Truk Listrik Tesla Terlihat Menggunakan Sensor Lidar

Menjelang peluncuran truk semi listrik yang menempuh jarak 804 km dalam sekali pengisian daya. Tesla diwartakan menguji teknologi sensor Lidar (Light Detection and Ranging) pada prototipe truk tersebut. Yang menarik, sebelumnya Tesla menyatakan bahwa penggunaan teknologi Lidar pada kendaraan terlalu berlebihan.

Baca juga: Tesla Bersiap Luncurkan Truk Semi Listrik, Pepsi Bakal Jadi Pengguna Pertama

Tesla diketahui sedang bekerja keras mengembangkan versi final dari truk semi listrik (Cybertruck). Dua prototipe truk nampak seperti dilengkapi dengan sensor lidar yang dipasang di kap kendaraan.

Foto sensor Lidar pada prototipe truk semi listrik Tesla pertama kali diposting oleh akun Twitter The Kilowatts, yang menunjukkan unit XenomatiX yang dipasang di bawah kaca depan, yang dibalas oleh pengguna @dad_uff dengan foto prototipe Cybertruck yang lebih lama dengan pengaturan ‘mata’ digital yang sama.

Tesla dan Elon Musk sebelumnya telah mengatakan dalam beberapa kesempatan bahwa penggunaan Lidar, yang berarti deteksi dan jangkauan cahaya, adalah “tugas orang bodoh”, “tidak perlu”, dan “seperti memiliki banyak lampiran yang mahal”.

Ini bukan pertama kalinya model pembuat kendaraan listrik di AS terlihat mencoba sensor Lidar dan itu karena perusahaan sedang menguji sistem bantuan pengemudi berbasis visinya sendiri terhadap sensor lain:

“Klaim bahwa Tesla mungkin berencana menggunakan Lidar sebagai bagian dari rangkaian perangkat keras swakemudi (self driving) pada dasarnya tidak benar. Kami secara teratur menguji teknologi kami sendiri terhadap sensor lain untuk mengkalibrasi kamera, sonar, dan sistem radar kami, ”komentar Tesla.

Kendaraan dengan kemampuan self driving bekerja mengandalkan 3 kombinasi sensor yaitu kamera, radar dan Lidar. Dari ketiga sensor tersebut mungkin hanya Lidar yang jarang Anda dengar. Lidar pada dasarnya bekerja mengandalkan cahaya dalam bentuk laser yang berdenyut untuk mengukur jarak dari target tertentu.

Baca juga: Operator Kereta di Inggris Pasang Sensor LiDAR di Lokomotif, Hemat Biaya Inspeksi Rel

Lidar memiliki peran sangat penting untuk kendaraan self driving karena membantu mobil cerdas untuk mendeteksi lingkungan dan mengambil tindakan sesuai dengan taget objek.

Batam Aero Technic Jadi Fasilitas MRO Pesawat Terluas Ke-2 Dunia, Kalahkan AS-Cina

Industri dirgantara Indonesia semakin menggeliat. Selain menjadi pasar penerbangan domestik salah satu yang terbesar di dunia dan terus tumbuh, terbaru Batam Aero Technic Lion Air Group yang terletak di Batam, Kepulauan Riau, mengklaim telah menjadi fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO) terbesar ke-2 dunia, mengalahkan GMF milik Garuda Indonesia Group dan fasilitas MRO di Amerika Serikat (AS) sampai Cina.

Baca juga: Empat Fasilitas MRO Pesawat Terbesar di Dunia, Nomor 3 Ada di ASEAN, GMF Kah?

Batam Aero Technic (BAT) diketahui mulai beroperasi pada 2014. Ketika itu, perusahaan penyedia jasa perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance repair and overhaul  milik Lion Air Gorup ini masih kalah dengan fasilitas MRO milik Garuda Indonesia Group, GMF Aeroasia.

Seiring waktu, hanggar BAT yang berdiri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam ini semakin diperluas mencakup 30 hektar (300.000 m2 – meter persegi). Ini menjadikannya sebagai fasilitas MRO pesawat terbesar atau terluas kedua dunia mengalahkan beberapa nama besar fasilitas MRO pesawat di AS dan Cina. BAT hanya kalah dengan fasilitas MRO Lufthansa Technic, Hamburg, Jerman, yang memiliki luas hanggar 623,000 m2. Berikut daftar lengkapnya.

  • Lufthansa Technic – Hamburg, Jerman. Luas hangar: 623,000 m2
  • Batam Aero Technic Lion Air Group – Batam, Kepulauan Riau, Indonesia. Luas hangar: 300,000 m2
  • Delta TechOps – Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Luas hangar: 280,000 m2
  • Hong Kong Aircraft Engineering Company (HAECO) – Hong Kong. Luas hangar: 250,000 m2
  • AMECO Beijing – Beijing, Cina. Luas hangar: 207,000 m2.
  • AAR Corporation – Rockford, Illinois, Amerika Serikat. Luas hangar: 164,000 m2
  • GMF AeroAsia – Tangerang, Indonesia. Luas hangar: 128,000 m2
  • ST Aerospace – Changi, Singapura. Luas hangar: 100,000 m2
  • Turkish Technic – Istanbul, Turki. Luas hangar: 98,500 m2
  • SR Technics – Zurich, Swiss. Luas hangar: 80,000 m2
  • Sabena Technics – Toulouse, Perancis. Luas hangar: 76,000 m2

Sebagai fasilitas MRO terbesar kedua dunia, BAT melalui proses uji secara ketat untuk meraih sertifikat resmi dari berbagai regulator, seperti Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Indonesia (Directorate General of Civil Aviation (DGCA), dan The Civil Aviation Authority of Thailand (CAAT).

Kemudian, The Civil Aviation Authority of Malaysia (CAAM), The United States Department of Transportation (USDOT or DOT) Director of Civil Aviation – Amerika Serikat, Director of Civil Aviation Bailiwick of Guernsey (Eropa), dan Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat.

Baca juga: Bertandang ke Batam, Airbus Mau Investasi?

“Batam Aero Technic saat ini mampu perawatan kecil, sedang dan besar (A Check, C Check), mingguan, layanan tertentu, dan transit pada jenis berbagai jenis pesawat, seperti Airbus 320 series, Boeing 737 series, Airbus 330 series, Hawker 800/ 900 XP, ATR 72 500/600, dan tipe pesawat lainnya,” jelas Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangannya.

Sampai tahun 2030, BAT terus diperluas meliputi Maintenance Hangar, Tools & Equipment. Hadirnya BAT dapat menghemat devisa 30 persen – 35 persen dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri dari impor suku cadang, dan biaya operasional untuk bisa mendapat layanan MRO.

10 Poin Penting Sistem Keselamatan di Bus

Teknologi bus telah behasil ditransformasikan cukup jauh, sebagai bukti, dari aspek navigasi dan kendali sudah ada bus otonom yang mengkombinasikan fitur mobile broadband, sementara dari aspek kenyamanan kita mengenal bus high deck sampai sleeper bus untuk perjalanan jarak jauh. Namun bagaimana dengan aspek keamanan pada bus?

Baca juga: Catalyst E2, Bus Otonom Mampu Berjalan 966 Km Dalam Sekali Charge

Bus dengan tampilan body menarik dari karoseri yang terkesan baru, faktanya belum menjadi jaminan bahwa bus tersebut sudah memenuhi aspek keamanan pada sistemnya. Dirangkum KabarPenumpang.com dari technologyreview.com, pada dasarnya ada sistem keselamatan yang menjadi kunci pada sebuah bus. Dan berikut ada sepuluh sistem keselamatan bus yang yang berlaku di Indonesia dan dunia internasional, serta sudah mengikuti aturan pemerintah terkait standar body builder yang ditetapkan pihak manufaktur kendaraan.

1. Antilock Brake System (ABS)
ABS meerupakan teknologi keselamatan yang disematkan pada sistem pengereman kendaraan. Ini dimana saat kendaraan saat melakukan pengereman mendadak, tidak terjadi penguncian roda dan kendaraan lebih aman.

Baca juga: Olympic Park Montreal Kanada Mulai Uji Coba Bus Tanpa Awak

2. Electronic Braking System (EBS)
Sistem ini merupakan pengereman elektronik yang bisa bekerjasama dengan ABS. nantinya EBS bekerja untuk mengontrol setiap tekanan yang bervariasi dan akan di distribusikan ke masing-masing roda tergantung kondisi jalan, kecepatan, muatan dan lainnya. EBS juga mampu merespon dengan cepat jika terjadi pengereman tiba-tiba. Biasanya EBS akan bekerja dengan meneruskan tekanan pedal rem secara elektronik untuk membantu tarikan rem sehingga bisa menghemat bahan bakar.

3. Electronic Stability Control (ESC)
ESC merupakan teknologi komputerisasi keselamatan untuk meningkatkan stabilitas kendaraan dengan mendeteksi hilangnya kontrol kemudi dan otomatis ESC akan mengatur rem untuk membantu mengarahkan kendaraan ketika pengemudi lepas kendali. Pengereman secara otomatis akan diterapkan untuk tiap masing-masing roda, seperti roda depan akan dikontrol untuk melawan oversteer atau roda belakang akan dikontrol untuk melawan understeer. Beberapa sistem ESC juga akan mengurangi tenaga mesin ketika kendaraan lepas kendali hingga posisi stabil maka tenaga mesin akan kembali seperti semula.

4. Adaptive Cruise Control (ACC)
ACC bisa juga disebut dengan autonomous cruise control atau radar cruise control merupakan sebuah alat yang berfungsi mengatur kecepatan kendaraan secara otomatis ketika posisi terlalu dekat dengan kendaraan di depannya. ACC sendiri akan menjadi kunci komponen teknologi kendaraan masa depan atau smart vehicles.

Baca juga: Airavat, Bus AKAP dengan Fasilitas Mini Bar dan Toilet Kering

5. Electronic Stability Programme (ESP)
ESP sistem yang mampu mengontrol daya pengereman masing-masing roda untuk mencegah slip secara selektif. Dalam waktu bersamaan juga tenaga mesin dikurangi apalagi saat kondisi berbelok atau berpindah jalur dimana kecepatan bus melebihi batas aman. ESP ini akan bekerja secara otomatis sampai kondisi kembali stabil dan aman.

6. Active Brake Assist (ABA)
Juga di kenal dengan Emergency Brake Assist. Ketika sensor ACC mendeteksi akan terjadi bahaya tabrakan, maka sistem akan mengaktifkan multi level alarm. Apabila tidak ada reaksi dari pengemudi maka sistem akan mengaktifkan rem darurat. Dengan cara ini ABA mencegah kecelakaan.

7. Anti-Slip Regulation (ASR)
ASR mencegah gejala slip ketika bus berjalan di permukaan jalan yang licin. Sistem ini menyalurkan tenaga hanya sebatas yang dibutuhkan untuk melaju dan tidak lebih sehingga tenaga yang sampai ke roda bisa tersalurkan maksimal.

8. Brake assist (BA)
Dalam situasi darurat, kadang orang bereaksi terlalu cepat tetapi tidak melakukan pengereman yang cukup. Elektronik BA mampu mendeteksi situasi pengereman darurat dan secara otomatis memerintahkan untuk melakukan pengereman maksimal dalam waktu sepersekian detik. Dengan demikian jarak pengereman bus bisa lebih pendek dan dalam beberapa kasus kecelakaan bisa di hindari.

Baca juga: Tata Motors Luncurkan Bus Bertransmisi Ganda

9. Continuous braking limiter (CBL)
CBL memastikan bus menjaga kecepatan yang stabil. Biasanya kecepatan bus di batasi (di Eropa maksimal 100 kpj) secara hukum. Dalam kondisi jalan menurun yang panjang, secara tidak sadar driver melebihi batas kecepatan yang ditetapkan apabila tidak mampu mengontrol pengereman.

10. Lane Departure Warning System (LDWS)
Sistem keselamatan bus selanjutnya adalah Lane Departure Warning System adalah sebuah alat berupa kamera yang diletakkan di bagian depan atau bisa juga di spion bus yang berfungsi untuk mendeteksi garis marka jalan. Teknologi komputasi ini akan mendeteksi ketika bus mulai keluar dari jalurnya dan sistem ini akan memberikan peringatan bisa berupa suara atau tanda di bagian panel dashboard. Sehingga ketika pengemudi mulai ngantuk atau mabuk kendaraan akan melaju keluar jalur dan sebelum ini terjadi sistem akan memperingatkan pengemudi bus tersebut diharapkan dapat segera mengemudikan kendaraan ke jalur yang benar.

Pesan 9 Unit, Scoot Jadi Maskapai Singapura Pertama yang Operasikan Embraer E190-E2

Scoot, maskapai penerbangan bertarif rendah yang merupakan anak perusahaan dari Singapore Airlines (SIA) Group, diwartakan telah menandatangani Letter of Intent (LOI) dengan penyewa pesawat, Azorra, untuk menambah sembilan pesawat Embraer E190-E2 untuk mendukung strategi pertumbuhan jaringan penerbangan Scoot.

Baca juga: Embraer E190-E2 dengan Livery “The TechShark” Ramaikan Singapore AirShow 2022

Pesawat pertama dijadwalkan untuk pengiriman pada tahun 2024, dengan delapan pesawat lainnya akan dikirim secara bertahap pada akhir tahun 2025.

Nantinya Scoot akan menjadi maskapai penerbangan Singapura pertama yang mengoperasikan E190-E2, yang merupakan varian terbaru dari jajaran jet regional populer yang diproduksi oleh pabrikan pesawat asal Brasil, Embraer.

Pesawat ini memiliki kapasitas untuk menampung 112 penumpang dalam konfigurasi satu kelas, dan akan digunakan untuk penerbangan jarak pendek dan menengah hingga lima jam. Pesawat ini akan secara efektif melengkapi pesawat Airbus A320 Family dan Boeing 787 yang lebih besar dalam armada Scoot, yang melayani rute-rute yang lebih pendek ke destinasi kota-kota non metropolitan di luar Singapura.

Leslie Thng, Chief Executive Officer Scoot, dalam siaran pers mengatakan, “Memperluas armada Scoot dengan sembilan pesawat E190-E2 baru memungkinkan kami untuk terus mengoperasikan armada pesawat udara yang modern dan hemat bahan bakar. Hal ini juga menegaskan komitmen kami untuk menawarkan lebih banyak lagi kesempatan perjalanan bagi pelanggan kami dengan nyaman, aman dan terjangkau. Pesawat-pesawat baru ini memastikan bahwa Scoot siap untuk berkembang dengan meningkatkan konektivitas kami di wilayah ini dan mendukung pengembangan hub kami di Singapura.”

Baca juga: Scoot Umumkan Bergabung Sebagai Anggota IATA

Spesifikasi Embraer E190-E2

Spesifikasi

Tipe Mesin

Pratt & Whitney GTF PW1900

Kapasitas Penumpang

112

Panjang dari ujung hidung (nose) hingga ujung ekor (tail)

36,3m

Bentang Sayap

33,7m

Kecepatan Jelajah Maksimum

0,82 Mach

Range

2.850 nm / 5.278 km

Lion Air Group Buka Pendidikan Gratis untuk Pramugari dan Pramugara, Ini Syaratnya

Lion Air Group melalui afiliasi perusahaan (anak perusahaan) di bidang maskapai serta pendidikan dan pelatihan (training center) menawarkan peluang unik dan menarik bagi generasi muda yang ingin memulai berkarya sebagai pramugari atau pramugara (cabin crew/ flight attendant).

Baca juga: Mau Jadi Pramugari Tapi Takut Terbang, Ini Solusinya

Program pendidikan gratis terbuka dengan proses lowongan kerja di berbagai kota di seluruh Indonesia, jadwal akan disampaikan secara bertahap. Kesempatan mengikuti pendidikan gratis diberikan kepada kandidat (pelamar kerja) yang terpilih.

Nilai lebih, akan mendapatkan oportunitas semakin memahami serta berkecimpung di dunia penerbangan dan mempunyai keterampilan yang dibutuhkan menjadi pramugari atau pramugara di Angkasa Training Center (ATC). Pelatihan dan pendidikan dilaksanakan secara komprehensif bertujuan memastikan bahwa calon pramugari dan pramugara dapat menjalankan tugas secara tepat dan baik.

Dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, beberapa poin dalam program pelatihan awak kabin Lion Air Group adalah:

· Pelatihan profesional: fokus pembelajaran dari instruktur yang berpengalaman dan ahli dalam bidang penerbangan. Hal ini akan memberikan para kandidat berupa pelatihan yang berkualitas dan mempersiapkan bekerja sebagai pramugari atau pramugara profesional.

· Sertifikasi: setelah menyelesaikan pendidikan, akan mendapatkan sertifikasi (flight attendant certificate/ FAC) sebagai pramugari atau pramugara yang diakui oleh industri penerbangan nasional dan global. Sertifikasi ini menunjukkan keahlian/ kemampuan dapat bekerja di industri penerbangan.

· Koneksi dan jaringan: selama pendidikan, akan bertemu banyak orang yang bekerja di industri penerbangan. Sangat menarik! Sehingga memperluas jaringan dan mendapatkan wawasan tentang maskapai Lion Air Group.

· Biaya pendidikan: menjalani pendidikan gratis, dapat menghemat biaya yang besar untuk biaya pendidikan.

· Karier menjanjikan: Lion Air Group sangat optimis, industri penerbangan terus berkembang dan permintaan pramugari dan pramugara berkualitas semakin meningkat. Setelah menyelesaikan pendidikan, memiliki harapan emas memulai karier menjanjikan (berjenjang) di Lion Air Group.

· Menyenangkan: memperoleh pengalaman unik yang kemungkinan tidak didapatkan di tempat lain. Setelah menyelesaikan pendidikan, bisa bekerja di salah satu maskapai Lion Air Group.

Lokasi dan Jadwal seleksi gratis:
– Palembang – Hotel Amaris flyover simpang Polda – 21 Februari 2023
– Tangerang – Lion Operation Center – 23 Februari 2023

1. Pramugari dan Pramugara Belum Berpengalaman (Initial Flight Attendant)
a) Warga Negara Indonesia (WNI).
b) Sehat jasmani dan rohani dan sudah vaksin Covid-19 minimal dosis 3.
c) Laki-laki usia 18-30 tahun dan wanita berusia 18-28 tahun.
d) Minimal lulusan SMA/SMK Sederajat, Madrasah Aliyah.
e) Tinggi badan 158 cm untuk wanita, 170 cm untuk laki-laki, dengan berat badan proporsional.
f) Belum menikah.
g) Tidak buta warna penuh atau parsial.
h) Mampu berbahasa asing. Lebih disukasi memiliki kemampuan Bahasa Mandarin HSK .
i) Jujur Ramah, menarik dan enerjik.

Baca juga: Inilah 20 Syarat ‘Tak Resmi’ untuk Jadi Pramugari, Nomor Dua Agak Aneh 

2. Pramugari Berpengalaman (Experience Female Flight Attendant)
a) Wanita usia maksimal 45 tahun.
b) Sehat jasmani dan rohani dan sudah vaksin Covid-19 minimal dosis 3.
c) Memiliki sertifikasi pramugari.
d) Minimal lulusan SMA/sederajat.
e) Tinggi badan minimal 160 cm dengan berat badan proporsional.
f) Lancar berbahasa asing, terutama Bahasa Inggris.
g) Dapat bekerja secara tim, ramah, menarik dan enerjik.