Hari ini, Satu Tahun Lalu, Pecah Perang Rusia vs Ukraina, Inilah Lima Dampak Besar Pada Dunia Penerbangan

Hari ini, satu tahun lalu yang bertepatan dengan 24 Februari 2022, menjadi perstiwa yang akan selalu diingat oleh warga dunia, pasalnya di tanggal ini satu tahun lalu, dimulai invasi Rusia ke Ukraina. Dan satu tahun berlalu, tanda-tanda perang akan berakhir juga belum nampak, dan seperti diketahui, perang di Ukraina turut berdampak signifikan pada industri penerbangan.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Bikin Rute Internasional Kacau, Penumpang-Maskapai Kena Batunya

Bukan hanya dampak pada penerbangan di sekitar wilayah Eropa, lebih dari itu, dampak perang Ukraina juga meluas ke belahan dunia lain. Salah satunya terkait rute penerbangan beberapa maskapai yang harus berganti, atau bahkan beberapa maskapai yang tidak lagi terbang dari dan ke Rusia.

Dan berikut beberapa dampak perang Rusia vs Ukraina yang telah merubah aspek layanan penerbangan internasional.

1. Harga bahan bakar naik
Rusia diketahui memproduksi sekitar 10 persen dari pasokan minyak global, atau sekitar 10,5 juta barrel per hari. Sanksi keras terhadap Rusia sudah pasti berdampak pada harga minyak dunia lantaran suplai terganggu.

Terbukti, harga minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak April 2022 naik 3,06 dollar AS menjadi di level 100,99 dollar AS per barrel. Sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS naik 4,13 dollar AS menjadi di level 95,72 dollar AS per barrel.

Naiknya harga bahan bakar minyak sudah pasti membuat harga Avtur turut naik. Ini tentu akan membuat maskapai serba salah. Menaikkan harga tiket sudah pasti mempengaruhi pilihan penumpang. Tidak menaikkan harga tiket dipastikan rugi.

2. Perubahan rute internasional
Perang Rusia-Ukraina memaksa maskapai internasional mengubah rute penerbangan. Tak main-main rute ke beberapa negara bahkan harus ditempuh sampai 4.000 km lebih jauh dari penerbangan biasanya. Berubahnya rute penerbangan juga membuat traffic penerbangan di beberapa negara Eropa jauh berkurang.

Maskapai di seluruh dunia mau tak mau harus mengambil jalur memutar menghindari ruang udara Rusia dan Ukraina. Hal itu dilakukan agar terhindar dari bahaya. Sudah bukan satu dua kali pesawat sipil tertembak saat melintas di atas wilayah konflik.

Sejak hari pertama perang, ruang udara Ukraina tampak sepi. Kebanyakan maskapai menghindari wilayah Ukraina dengan melintas ke bagian utara negara tersebut, meliputi Rusia, Belarusia, dan lainnya.

Namun, mengingat Rusia juga menutup ruang udaranya bagi maskapai-maskapai dari 36 negara, sudah pasti ini akan membuat maskapai-maskapai internasional jauh lebih memutar lagi.

3. Titanium langka, Produksi Pesawat Terganggu
Pesawat dibuat dengan komposisi 60 persen alumunium, 15 persen baja, 10 persen logam berharga mahal seperti titanium.

Terkait titanium, hampir seluruh produsen pesawat ataupun perusahaan lain di industri dirgantara internasional bergantung pada titanium produksi Rusia, seperti Boeing, Airbus, Embraer, Rolls-Royce, Pratt & Whitney, sampai Safran. Saking pentingnya titanium Rusia, masalah besar disebut menanti industri penerbangan.

“Jika [pasokan] dari Rusia itu hilang – itu akan menjadi masalah besar,” kata Kevin Michaels, direktur pelaksana konsultan kedirgantaraan AeroDynamic Advisory. “Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mensertifikasi pemasok lain? Itu akan memakan waktu yang sangat lama.”

4. Aliansi maskapai goyah
Dua dari tiga aliansi maskapai dunia, Skyteam dan Oneworld, bermitra dengan maskapai-maskapai Rusia. Maskapai internasional lainnya juga demikian. Aeroflot, diketahui memiliki kerjasama strategis dengan mitra Skyteam-nya, Delta dan Air France/KLM.

Sedangkan, JSC Siberia Airlines, yang lebih dikenal sebagai S7, bekerjasama dengan mitra Oneworld-nya, American Airlines dan British Airways. Dengan sanksi bagi maskapai-maskapai Rusia, sudah pasti kerjasama tersebut hancur berantakan.

Baca juga: Gegara Perang Rusia-Ukraina, Rute Hong Kong-New York Cathay Pacific Jadi Penerbangan Terpanjang di Dunia

5. Wisatawan takut ke Eropa
Meski pandemi Covid-19 telah berubah menjadi endemi, dan negara-negara Eropa telah membuka pintu masuk bagi wisatawan. Namun, jumlah kunjungan pelancong ke kawasan Eropa mengalami penurunan tajam. Destinasi ke Perancis, Jerman, Spanyol, Inggris dan negara-negara yang berseberangan dengan Rusia, dianggap wisatawan internasional sebagai daerah rawan andai eskalasi meningkat.

Israel Aplikasikan Teknologi Kecerdasan Buatan Cegah Kereta Tabrakan

Israel mengusung teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam mencegah terjadinya tabrakan kereta, baik sesama kereta maupun dengan objek lain seperti manusia, hewan, dan kendaraan di dekat, di antara, atau di rel kereta api.

Baca juga: Cegah Gajah Tertabrak Kereta, India Hadirkan Sensor Pengaktif Lampu di Sepanjang Rel

Cara kerja teknologi AI pencegah tabrakan kereta yang disebut Main Line Systems dan turunannya itu cukup sederhana.

Saat mendeteksi adanya objek lain di dekat, di antara, atau di rel kereta api dalam radius 2 km siang ataupun malam, sistem -yang terdiri dari gabungan sensor kecerdasan buatan, dan teknologi deep learning- akan memberikan peringatan visual dan akustik secara real time kepada pusat komando dan kontrol kereta. Petugas kemudian merespon dengan melakukan beberapa intervensi semata agar kereta berhenti tepat sebelum menabrak objek lain.

Dalam kasus lain di kereta yang masih ada masinis, sistem akan melakukan peringatan serupa di kokpit untuk meningkatkan kesadaran situasional masinis.

Dengan menurunnya kemungkinan kecelakaan kereta dan penundaan perjalanan, itu berarti BUMN perkeretaapian Israel, Israel Raiways, dapat meningkatkan volume lalu lintas kereta. Muara dari itu perputaran ekonomi pun menjadi lebih cepat.

“Setelah lebih dari satu tahun mengevaluasi berbagai sistem bantuan pengemudi lanjutan (ADAS), Israel Railways memilih Main Line Systems Rail Vision sebagai solusi untuk armadanya, menandai penyebaran komersial besar pertama AI- teknologi visi berbasis untuk operasi industri kereta api jalur utama,” jelas CEO Rail Vision, Shahar Hania.

“Main Line Systems kami unggul dalam semua aspek pengujian selama pembuktian konsep dengan Israel Railways. Kami percaya ini adalah validasi yang kuat dari solusi kami dan menjadi pertanda sangat baik untuk program percontohan lainnya yang sedang berlangsung, seperti percontohan jangka panjang kami di Australia dengan Rio Tinto, grup pertambangan global terkemuka, serta peluang lain di seluruh dunia,” tambahnya.

“Menggunakan long-range A.I. detection systems, game-changing technology kami memberikan identifikasi rintangan yang tak tertandingi di dalam dan di dekat rel, menjadikannya solusi ideal untuk operator kereta api besar seperti Israel Railways, dan pendorong utama di balik kemitraan strategis,” tutupnya, railway-technology.com.

Baca juga: Inilah Kavach, Teknologi Asli India Cegah Dua Kereta Tabrakan

Israel Railways diketahui merogoh kocek sampai US$1,4 juta atau sekitar Rp21 miliar untuk bisa menggunakan teknologi AI Main Line Systems dari Rail Vision. Bila tak ada aral melintang, teknologi tersebut sudah tersedia di perkeretaapian Israel pada akhir tahun 2023.

Sebagai negara yang memiliki luas wilayah cukup kecil, Israel hanya memiliki jalur kereta sepanjang 1.000 km, menghubungkan wilayah metropolitan utama negara, kota, kota kecil, dan desa pedesaan. Ada sekitar 700 perjalanan kereta api setiap harinya di Israel, melayani sekitar puluhan atau ratusan ribu penumpang per hari atau 69 juta penumpang per tahun.

Inilah Hindenburgdamm, Jalur Kereta Api di Atas Laut Sepanjang 11 Km di Jerman

Kereta laut atau jalur kereta di atas laut bagi sebagian kalangan mungkin beranggapan hanya ada di film fiks atau anime semisal One Piece. Nyatanya, jalur kereta api di atas laut benar ada di dunia. Salah satunya berada di antara Pulau Sylt dan daratan utama kota Schleswig-Holstein, Jerman. Jalur kereta di atas laut yang dinamakan Hindenburgdamm ini bahkan disebut-sebut sebagai jalur kereta api pertama yang dibangun di atas lautan, tepatnya pada tahun 1923.

Baca juga: Terobos Banjir di Semarang, Inilah Keunggulan Lokomotif DH CC300 Produksi PT INKA

Dihimpun dari berbagai sumber, ide awal pembangunan jalur kereta api pertama yang dibangun di atas laut muncul akibat kapal feri kesulitan bersandar ke daratan utama Jerman setiap musim dingin karena lautan membeku. Celakanya,  Schleswig-Holstein di masa itu memegang peranan penting sebagai penggerak roda perekonomian di Jerman.

Rencana pembangunan ini dimulai pada tahun 1923 dan menghabiskan waktu 4 tahun sampai akhirnya jalur Kereta Api Hindenburgdamm resmi di buka pada bulan April 1927 oleh Presiden Republik Weimar (nama lain sebelum Republik Jerman), Paul von Hindenburg. Itu juga kenapa jalur kereta di atas laut itu dinamakan Hindenburg, diambil dari nama pemimpin saat itu, ditambah kata “Damm” yang artinya tanggul dalam bahasa Jerman.

Perusahaan yang membangun Hindenburgdamm adalah perusahaan Philipp Holzmann AG dari Frankfurt yang melakukan pembangunan dari daratan Jerman serta perusahaan Peter Fix Söhne dari Duisburg yang melakukan pembangunan dari Pulau Sylt.

Untuk melintasi tanggul ini dengan kereta api dibutuhkan waktu sekitar 10 menit dan waktu antara terminal mobil di Niebüll (daratan) dan Westerland di pulau Sylt sekitar 30 menit. Hindenburgdamm sendiri merupakan bagian dari jalur kereta api yang disebut Marschbahn (“Jalur Kereta Api Rawa-Rawa”).

Baca juga: Terlepas dari Politik, Mungkinkah Pembangunan Jalur Kereta Cepat Bawah Air Cina ke Alaska?

Sejak di buka jalur ini langsung beroperasi penuh baik untuk angkutan umum maupun barang. Sampai hari ini, kereta api terus aktif melintasi jalur Hindenburgdamm. Setiap hari, tak kurang dari 100 kereta api yang melintas, dimana 50 di antaranya adalah kereta barang. Setiap tahunnya terdapat sekitar 450.000 kendaraan yang diangkut oleh kereta api untuk melintasi Tanggul Hindenburg.

Meski berada di ujung utara Jerman dan terpisah dari daratan utama, Pulau Sylt menjadi salah satu lokasi pabrik perakita merk mobil asal Jerman. Sudah begitu, bagi penduduk sekitar, tak ada akses lain kecuali kereta api Marschbahn atau Marsh Railway (jalur kereta api di utara Jerman yang salah satunya melewati  Hindenburgdamm).

Setelah 61 Tahun Berdiri, Merpati Nusantara Airlines Resmi Dibubarkan Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo secara resmi membubarkan maskapai penerbangan BUMN, PT Merpati Airlines (Persero) melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2023. Keputusan tersebut merupakan langkah lanjutan usai Merpati dinyatakan pailit oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya.

Baca juga: Tujuh BUMN Bakal Dibubarkan Erick Thohir, Salah Satunya Merpati Nusantara Airlines

Sebelumnya, pada September 2021, Menteri BUMN Erick Thohir telah bersiap membubarkan tujuh perusahaan negara karena sudah tidak beroperasi lagi, namun tercatat masih memiliki pekerja. Pekerja ini tidak mendapatkan kebijakan yang jelas, sehingga pemerintah akan memberikan kepastian melalui pembubaran BUMN. Dan di sektor transportasi, terdapat nama PT Merpati Nusantara Airlines (Persero).

Merpati Airlines didirikan pada 1962 dan memiliki pusat operasi di Jakarta. Maskapai ini dikenal sebagai maskapai penerbangan nasional yang 96 persen sahamnya dimiliki pemerintah.

Meski basis operasi maskapai pelat merah ini adalah di Jakarta, Merpati banyak mengoperasikan jadwal penerbangan domestik, termasuk melayani beberapa rute perintis dan juga internasional ke daerah Timor Leste dari pusatnya di Bandara Soekarno-Hatta.

Merpati Airlines juga menerbangi rute perintis di Papua, Ambon, dan Kupang, termasuk penerbangan berjadwal domestik ke Sulawesi, Bali, Lombok, Kupang. Awalnya, Merpati memiliki armada jenis de Havilland Otter/DHC-3 empat unit dan Dakota DC-3 dua unit, yang merupakan pesawat hibah dari Angkatan Udara Republik Indonesia (TNI AU).

Modal pendiriannya berupa uang rupiah lama senilai Rp10 juta. Para pilot dan teknisi dipasok dari AURI, Garuda Indonesia (dulu Garuda Indonesia Airways), dan perusahaan penerbangan sipil lainnya. Sebagai direktur utama, ditunjuk Komodor Udara Henk Sutoyo Adiputro (1962-1966), yang membawahi hanya 17 personel.

Sebelum dinyatakan pailit, Merpati mulai melaksanakan program revitalisasi dan modernisasi pesawat secara parsial pada 2007. Maskapai itu sedang bergelut dengan masalah keuangan, terutama armada perintis, dengan memesan 14 pesawat Xian MA60 dari Xian Aircraft China. Merpati juga sempat menyewa 1 unit pesawat ATR 72. Namun, kemudian dikembalikan karena dianggap tidak ekonomis.

Merpati juga mengumumkan akan memainkan pembelian 11 pesawat 30-kursi untuk rute domestik. Seiring pertumbuhannya, Merpati kembali memperkuat armadanya dengan tambahan tiga Dornier DO-28 dan enam Pilatus Porter PC-6. Namun, beberapa pesawat sebelumnya ada yang tidak lagi mampu dioperasikan sehingga armada efektif Merpati 15 pesawat.

Pada tahun 2016, Merpati Airlines digugat dalam kasus permohonan pailit. Pada tahun yang sama, maskapai tersebut kembali digugat dalam kasus penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) oleh PT Prathita Titian Nusantara. Setahun kemudian, beban utang kreditur naik jadi Rp10,72 triliun, kemudian ekuitasnya minus Rp9,51 triliun. Pada Juni 2017, Merpati Airlines kembali digugat, kali ini oleh PT Parewa Katering, sebuah penyedia makanan yang memasok kebutuhan penumpang maskapai.

Memasuki tahun 2018, Merpati Airline seperti mendapat angin segar, Direktur Utama Merpati Airline Asep Ekanugraha menyatakan pesawat perusahaan siap terbang lagi pada tahun 2019. PT Intra Asia Corpora disebut jadi salah satu investor yang akan menyuntikkan dana segara Rp5,4 triliun.

Baca juga: Xian MA60, Pesawat Cina Jiplakan Antonov An-24 yang Bikin Merpati Airlines Bangkrut

Pengadilan Negeri Surabaya pun mengabulkan permintaan damai dari Merpati Airlines. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, kondisi Merpati tak jua membaik hingga kemudian resmi dinyatakan pailit berdasarkan putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang ditetapkan dalam sidang 2 Juni 2022.

Cegah Kecelakaan Kereta Api, Swedia Kembangkan Robot Inspeksi dan Maintenance Canggih

Penggunaan robot di berbagai sektor semakin marak, tak terkecuali di sektor perkeretaapian, dalam hal ini peruntukkan inspeksi dan maintenance. Salah satunya di Swedia. Bekerja sama dengan Chalmers University of Technology, Swedia sukses mengembangkan robot kereta api otonom yang mampu melakukan inspeksi rutin pada rel kereta api.

Baca juga: Sistem Deteksi Dini Bencana Lengkapi Teknologi Kereta Cepat Jakarta – Bandung

Saat melakukan inspeksi, robot kereta api otonom atau robot inspeksi ini tidak hanya mendeteksi kerusakan yang telah terjadi pada rel tetapi juga memprediksi rel bagian mana yang membutuhkan maintenance (pemeliharaan) dalam waktu dekat.

Dengan begitu, tim dari bagian terkait bisa langsung mengeksekusi data dari robot tersebut untuk ditindaklanjuti dan melakukan perbaikan jika memang betul ditemukan terjadi kerusakan atau sejenisnya.

“Saat ini, kerusakan pada rel sering ditangani hanya setelah terjadi dan mahal bagi masyarakat untuk menutup rel untuk jangka waktu yang lebih lama,” kata Krister Wolff, Associate Professor Divisi Teknik Kendaraan dan Sistem Otonomi di Chalmers dan manajer proyek untuk pengembangan robot kereta api.

“Dengan menggunakan robot ini, kami dapat dengan cepat mendeteksi dan memperbaiki masalah sebelum terjadi kecelakaan atau penggelinciran terjadi, sambil meningkatkan aksesibilitas untuk pelancong dan lalu lintas barang dan menghemat uang bagi masyarakat. Selain itu, ini meningkatkan keselamatan bagi mereka yang bekerja dengan pemeliharaan kereta api,” tambahnya.

Setelah serangkaian uji coba mandiri di rel tiruan, pada Juni tahun lalu, robot inspeksi tersebut diuji coba di rel sungguhan. Uji coba dilakukan di rel sepanjang 1,7 km. Para peneliti sebelumnya telah membuat kerusakan buatan sebesar 6 milimeter di beberapa titik di lintasan yang dilalui robot.

Berbekal kamera lidar 3D, GPS, sensor akselerometer, dan sensor lainnya, robot inspeksi diharapkan dapat mendeteksi kerusakan tersebut, berhenti saat mendeteksi, dan mengirimkan informasi detail tentang itu secara real time. Hasilnya, robot inspeksi itu melakukan sesuai yang diharapkan.

Kendati banyak robot serupa di Eropa yang juga tengah dikembangkan, namun, Swedia dan tim pengembangan robot kereta api mengklaim itu adalah yang pertama di Eropa.

“Ada beberapa proyek robot kereta api serupa di dunia, tetapi tidak dengan pendekatan holistik yang sama seperti ini. Di Swedia, ini pertama kalinya robot otonom diuji di rel kereta api nyata dan mungkin juga yang pertama di Eropa,“ tutup Krister Wolff, seperti dikutip dari chalmers.se.

Baca juga: Keselamatan Perjalanan Kereta Api Terjamin, Asalkan Pakai Teknologi Ini

Proyek yang didanai oleh Administrasi Transportasi Swedia dan merupakan bagian dari proyek UE IN2SMART2, yang berfokus pada penelitian perkeretaapian yang dikoordinasikan oleh British Network Rail tersebut akan terus dikembangkan.

Ke depan, robot otonom itu tidak hanya dapat melakukan deteksi dini dan memprediksi kerusakan yang akan terjadi pada rel, tetapi juga dapat memperbaikinya saat itu juga saat kerusakan pada rel ditemukan.

Awak Kabin Thai Airways Lalai, Meja Penumpang dengan Makanan Tidak Dibersihkan Jelang Pendaratan

Sesuai peraturan keselamatan dalam penerbangan, pada tahapan pesawat lepas landas dan mendarat, maka meja penumpang harus dalam kondisi terlipat, yang bertujuan untuk memudahkan pergerakan penumpang jika terjadi kondisi kedaruratan. Namun, tidak demikian pada penerbangan Thai Airways rute Singapura – Bangkok.

Baca juga: Demi Bayar Utang, Thai Airways Jual Kursi Boeing 747 Lewat Live Facebook! Berapa Harganya?

Dikutip dari newsdirectory3.com, beredar video di TikTok yang memperlihatkan awak kabin Thai Airways gagal membersihkan meja penumpang sebelum mendarat, yang mana pada meja masih terdapat baki hidangan makanan. Buntut dari beredarnya video tersebut, awak kabin yang terkait mendapat sanksi skorsing dan harus menjalani pelatihan ulang.

Dalam hal ini, awak kabin gagal membersihkan meja penumpang sebelum mendarat, jelas merupakan pelanggaran prosedur keselamatan. Terkait hal itu, Thai Airways mengungkapkan sedang melakukan penyelidikan mendesak setelah video seorang penumpang viral di TikTok.

Video yang diposting oleh pengguna Praewa_panicha itu memperlihatkan dia dan dua temannya mendarat di Bandara Suvarnabhumi Bangkok dengan ketiga meja baki mereka terbuka dan masih memegang baki makanan.

Menurut Praewa Nang Mana, dia telah memencet bel untuk meminta bantuan dua kali sebelum mendarat, tetapi pramugari gagal membersihkan meja mereka. Tampaknya ketiga teman itu bukan satu-satunya, dengan Praewa menambahkan bahwa beberapa penumpang lain tampaknya juga tidak dibersihkan baki mereka.

Saat pesawat mendarat di Bangkok setelah penerbangan dari Bandara Changi Singapura botol air terlihat jatuh ke lantai. Praewa mengklaim bahwa meja nampan membuat sabuk pengaman menjadi sulit diikat, sementara mereka harus berpegangan pada nampan saat mendarat untuk mencegah kekacauan.

Praewa mengatakan bahwa awak kabin tidak melakukan pemeriksaan sebelum mendarat untuk memastikan meja telah disimpan (dilipat) dan gagal membersihkan baki makanan bahkan setelah mendarat. Ia kemudian harus keluar dari tempat duduknya dan meminta seorang anggota kabin untuk membersihkan meja mereka agar kedua temannya bisa keluar.

Tim komunikasi Thai Airways mengatakan bahwa, setelah penyelidikan mendesak, awak kabin ditemukan telah melalaikan kewajiban mereka dan diskors selama sebulan tanpa bayaran, bersamaan dengan dikeluarkannya peringatan tertulis.

Baca juga: Jijik! Ini Alasan Mengapa Penumpang Pesawat Harus Mengindari Makanan Langsung Di Atas Baki

Anggota kru juga akan diminta untuk menjalani pelatihan keamanan intensif sebelum mereka kembali bekerja. Thai Airways menambahkan bahwa pihaknya memiliki kewajiban terhadap keselamatan penumpang dan memiliki daftar periksa yang harus diikuti oleh awak kabinnya saat lepas landas dan mendarat.

Ada Palu Pemecah Kaca di Kendaraan Umum, Tahukah Cara Menggunakannya?

Salah satu perangkat keselamatan yang biasa terpasang di sarana transportasi ini kadang luput dari sudut pandang para pengguna jasa. Palu pemecah kaca, alat ini kerap kali turut serta mendampingi para pengguna jasa transportasi berkendara sesuai rute yang telah ditetapkan sebelumnya, baik di kereta api ber-AC hingga Bus TransJakarta.

Baca juga: 10 Poin Penting Sistem Keselamatan di Bus

Dalam keadaan darurat, palu ini amat berfungsi untuk memecahkan kaca sehingga orang yang terperangkap di dalam moda itu bisa keluar. Tapi, bagaimana cara memecahkan kaca tersebut? mengingat di kebanyakan moda, bagian sisi dan belakangnya menggunakan kaca jenis tempered glass?

Di kebanyakan moda, kaca bagian depan menggunakan kaca jenis laminated glass. Baik tempered glass maupun laminated glass sama-sama merupakan kaca keselamatan, yang membedakan adalah proses pembuatannya. Laminated glass adalah kaca  yang terdiri dari 2 kaca float biasa yang direkatkan dengan polyvinil butiral film (PVB).

PVB akan merekatkan kaca sehingga pecahan kaca tetap menempel meskipun telah pecah. Sedangkan tempered glass adalah kaca float biasa yang telah ditingkatkan kekuatannya dengan cara dipanaskan sampai titik didih tertentu (sekitar 700’C) kemudian didinginkan secara mendadak dengan semburan udara dingin pada kedua sisinya, sehingga akan terjadi perubahan gaya tarik dan gaya tekan dari kaca tersebut. Keuntungan dari tempered glass adalah pecahan kaca akan berupa butiran dan tidak tajam layaknya pecahan kaca lain.

Maka dari itu, mengapa para produsen bus dan kereta lebih memilih untuk menggunakan laminated glass pada bagian depan moda, dan tempered glass pada bagian sisi dan belakang moda. Karena kedua kaca ini merupakan jenis kaca yang diperuntukan sebagai penunjang keselamatan, bukan berarti kaca-kaca ini tidak dapat dipecahkan. Para produsen moda-moda ini sudah memperhitungkan dengan matang mengenai keselamatan penumpang apabila nyawa mereka tengah terancam.

Sumber: pixabay.com
Sumber: pixabay.com

Penempatan palu darurat biasanya pada bagian samping kaca penumpang, dengan tujuan agar dapat dengan mudah dijangkau oleh penumpang, ditambah dengan warnanya yang cukup mencolok (orange). Dalam keadaan darurat, penumpang mesti akan panik hingga tidak tahu harus berbuat apa, namun itu merupakan cara yang salah untuk mengatasi situasi seperti ini. Jika Anda terjebak dalam situasi ini, yang Anda perlukan adalah ketenangan, karena berbekal hal tersebut maka Anda dapat menyelamatkan nyawa Anda  bahkan orang lain yang turut pula berada dalam situasi darurat tersebut.

Memang tidak ada trik khusus untuk memecahkan kaca dalam kondisi darurat, namun setiap benda mati pasti memiliki titik paling lemah. Untuk kaca berjenis tempered glass, titik paling lemah sebenarnya ada pada bagian sisi kaca, namun Anda dapat menggunakan palu darurat untuk memecahkan kaca tersebut. Palu dengan ujung sedikit meruncing ini dapat sedikit memudahkan karena Anda tidak perlu bersusah payah mencari alat untuk memecahkan kaca. Anda dapat memukul bagian pinggir kaca sekuat tenaga dengan menggunakan palu darurat, usahakan secara berbarengan agar kaca dapat lebih mudah pecah dan Anda dapat keluar dari moda tersebut.

Sumber: solopos.com
Sumber: solopos.com

Apabila Anda tertarik untuk memiliki salah satu alat penunjang keselamatan selama berkendara ini, Anda dapat mencoba mencarinya di toko perlengkapan alat-alat berat yang ada di pusat perbelanjaan. Di sana biasanya menjual palu darurat ini lengkap dengan pisau pemotong sabuk pengaman, karena dalam beberapa kasus kecelakaan, banyak safety belt yang macet dan tidak bisa dilepas.

Baca juga: Sabuk Keselamatan Tiga Titik Jadi Standar dan Lebih Aman untuk Penumpang Bus

Sebagai tambahan, apabila kendaraan Anda mengalami kecelakaan dan Anda terperangkap di dalamnya, Anda dapat menggunakan bantalan penyangga kepala untuk membuka kaca. Caranya adalah dengan memasukkan besi penyangga tersebut ke sela-sela kaca, lalu mendongkraknya, dan praang! kaca tersebut akan pecah dan Anda dapat keluar dari kendaraan tersebut.

Go Coach Gandeng Wheely-Safe, Sematkan Teknologi Canggih Pada Roda Bus Cegah Kecelakaan

Tingkat kecelakaan moda transportasi darat masih cukup tinggi di banyak negara. Karenanya, sederet teknologi pun dikembangkan semata demi mencegah terjadinya hal itu, termasuk teknologi wheel security & TPMS karya Wheely-safe yang belum lama ini sukses diuji coba operator bus asal Inggris, Go Coach. Lantas, bagaimana cara kerja teknologi itu dalam mencegah kecelakaan?

Baca juga: Berteknologi Radar, Inilah Bus Masa Depan dari Mercedes-Benz

Teknologi karya Wheely-Safe diklaim sebagai yang pertama dari jenisnya di dunia. Sistem ini menggabungkan sistem deteksi kehilangan roda (wheel-loss detection system) saat roda berputar dengan advanced brake and hub temperature monitoring canggih serta sensor tyre pressure monitoring system (TPMS).

Dari hasil uji coba, gabungan dari sistem tersebut kemudian menciptakan teknologi yang dapat memberikan informasi suhu rem sekitar dua kali lipat dari yang diharapkan dari salah satu roda di bus Optare Solo sebagai wahana uji coba.

Selain monitoring suhu rem dan mencegah terjadinya wheel-loss atau roda atau baut-baut pada roda bus lepas, tujuan utama dari teknologi tersebut adalah mencegah terjadinya kebakaran yang disebabkan dari rem yang mengalami overheat. Selama ini wheel-loss dan overheat pada rem kerap menjadi penyebab insiden pada bus, baik kecelakaan ataupun kebakaran.

Menyusul kesuksesan tersebut, Go Coach, yang mengoperasikan bus penumpang dan bus sekolah antara Sussex dan Kent, menargetkan pemasangan teknologi Wheely-Safe di lebih banyak bus, masih dalam rangka uji coba. Perusahaan berencana memasang alat tersebut di sekitar 40 armadanya selama beberapa bulan mendatang.

Managing Director Go Coach, Austin Blackburn, menjelaskan, “Bus yang kami uji coba beroperasi tengah bermasalah pada bagian rem; pemeriksa tekanan pada handheld dan suhu rem mengambil pembacaan suhu tinggi, memungkinkan kami untuk mengidentifikasi penyebab dan memperbaikinya sebelum menjadi masalah nyata.”

Baca juga: “AC Gantung”, Teknologi AC Bus yang Nyaris Tak Tersisa

“Temperatur yang tercatat dari tiga posisi roda sekitar 40-42 C, seperti yang Anda harapkan, tetapi bagian belakang offside (melebihi suhu yang diharapkan) adalah 80 C. Kami mencurigai rem lengket pada roda itu, tetapi kami menemukan bahwa sebenarnya kaliper di roda belakang dekat yang tidak berfungsi dengan benar,” tambahnya.

“Sederhananya, karena bagian belakang yang offside melakukan semua pengereman, untuk mengkompensasi masalah pada roda, suhu menjadi dua kali lipat dibandingkan – yang merupakan diagnostik yang menarik!” tutupnya, seperti dikutip dari route-one.net.

Mengenal Hawker 800XP PK-YGR – Pesawat Jet Bisnis yang Membawa Kapolda Jambi ke Jakarta

Pesawat jet bisnis dengan registrasi PK -YGR menjadi perhatian netizen sore ini, pesawat dengan livery biru putih ini di-charter khusus untuk membawa Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono dan ajudan untuk perawatan lebih intensif di Rumah Sakit Polri Kramat Djati, Jakarta, setelah mengalami insiden pendaratan darurat helikopter NBell-412 SP di kawasan Gunung Kerinci.

Baca juga: Baru Diluncurkan, Varian Baru Jet Bisnis Airbus Langsung Laku Puluhan Pesawat

Terbang dari Jambi ke Bandara Halim Perdakusuma, situs pelacakan penerbangan flightaware, menyebut bahwa PK-YGR telah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 15.32 WIB. PK YGR sendiri adalah pesawat dari jenis Raytheon Hawker 800XP dan dioperasikan oleh maskapai penerbangan charter Tri-M.G. Intra Asia Airlines.

Mengutip dari Airport-data.com, Raytheon Hawker 800XP PK-YGR diproduksi Hawker Beechcraft pada tahun 2005. Pesawat dengan dua mesin turbofan Honeywell TFE731 ini telah berganti-ganti kepemilikan, dan resmi diregistrasi di Indonesia sebagai PK-YGR pada Agustus 2018.

Seri Hawker 800XP diluncurkan pada tahun 1995, dan dirancang untuk beroperasi baik sebagai jet bisnis/VIP dan juga dalam versi misi khusus. Kode XP menyiratkan mesin yang ditingkatkan, aerodinamika yang disempurnakan, peningkatan bobot, dan peningkatan sistem.

Hawker 800XP dibangun dari konstruksi logam dengan sayap one-piece menyapu rendah, tailplane tinggi, dan mesin yang dipasang di belakang. Tepi depan sayap dan tailplane, sudah dilengkapi dengan sistem de-icing dan anti-icing.

Baca juga: Hawker Siddeley 748 Air North Pensiun Setelah 51 Tahun Mengudara! Masih Ragukan Pesawat Tua?

Kabinnya berukuran 17,1m³ dan dapat menampung hingga 14 kursi, dengan tata letak tempat duduk yang khas untuk enam hingga sepuluh penumpang dalam berbagai konfigurasi. Tata letak kabin VIP menyediakan tempat duduk untuk delapan penumpang dengan empat kursi klub di bagian depan kabin, sofa tiga dudukan dan satu dudukan di bagian belakang kabin. Sebagai pesawat VIP, kompartemen bagasi dapat diakses dalam penerbangan.

Unik! Ada Ruang Belajar-Perpustakaan di Kereta Lokal Cina, Ini Sederet Faktanya

Ada yang menarik dari kereta lokal Cina. Tak hanya dilengkapi dengan toilet, tetapi juga ruang membaca (ruang baca) yang bisa dimanfaatkan oleh penumpang segala usia. Beberapa kursi kereta yang menghadap ke depan di beberapa gerbong diganti dengan kursi dan meja memanjang ke samping serta menghadap ke jendela. Mirip seperti ruang baca di perpustakaan.

Baca juga: Ada Iklan Tak Lazim di Stasiun Bawah Tanah Tokyo, Ditujukan untuk Pelajar yang Akan Ujian

Dari luar, kereta yang dilengkapi ruang baca tersebut sangat mudah dikenali berkat karakter Cina “Yu Yue” yang menghiasi eksterior kereta. “Yu Yue” berarti “bepergian dan membaca dengan gembira.” Selain itu ada juga slogan-slogan inspiratif lainnya yang membuat penumpang tertarik untuk memanfaatkan ruang baca yang terdapat di beberapa gerbong.

Kereta lokal yang kerap disebut sebagai slow train itu adalah kereta lokal relasi Chongqing – Xiushan. Keduanya berjarak sekitar empat jam perjalanan. Dalam kurun waktu tersebut, bagi penumpang yang memiliki mobilitas cukup tinggi, cukup sayang waktu terbuang percuma.

Karenanya, di setiap perjalanan, seperti dikutip Chinadaily, penumpang selalu menempati kursi kosong di ruang baca kereta, baik tua maupun muda.

Qiu Yangzhi, misalnya, seorang mahasiswi Chongqing Normal University selalu menempati kursi kosong di ruang baca kereta lokal Chongqing – Xiushan. “Tempat duduk yang luas dan terang cocok untuk membaca,” ujarnya.

Ada juga Wen Chenyi yang masih berusia 5 tahun. Bersama sang ibu, ia membaca puisi kuno dan merakit mainan di atas kereta sepanjang perjalanan.

Lain cerita dengan Deng Chaogang. Ia baru saja kembali ke Chongqing usai mengenyam pendidikan di luar negeri. Saat naik ke kereta, ia terkejut mendapati ada ruang baca dan ia pun memanfaatkannya untuk melakukan beberapa pekerjaan menggunakan komputer jinjing yang dibawanya.

Hadirnya ruang baca di kereta tak lepas dari kebutuhan para penumpang itu sendiri. Disebutkan, kereta menjadi transportasi utama mahasiswa dan siswa pergi-pulang ke sekolah atau universitas di pusat kota Chongqing, yang memiliki akses pendidikan jauh lebih baik dan mapan dibanding kota Xiushan.

Selain relasi Chongqing – Xiushan, kereta yang dilengkapi ruang baca atau ruang belajar juga hadir di beberapa relasi termasuk antara Chengdu-Kunming serta Guiyang-Beijing.

Baca juga: Kereta Pustaka Indonesia – Cerdaskan Bangsa di Usianya yang Senja

Di relasi Guiyang-Beijing, yang notabene melewati hampir 400 universitas dan perguruan tinggi, kereta bahkan tak hanya dilengkapi dengan ruang membaca tetapi juga rak buku termasuk buku-buku bacaannya. Penumpang bahkan dapat meminjam buku secara dratis, mirip seperti di perpustakaan. Tak heran, penumpang di sana menyebut kereta lokalan itu sebagai perpustakaan berjalan yang berada di atas kereta.

Meskipun pada umumnya ruang membaca di kereta-kereta tersebut digunakan untuk membaca, tak sedikit penumpang yang duduk di sana sekedar untuk melihat pemandangan dan berfoto seolah sebagai kereta panoramic.