Boeing 737 tidak hanya menyabet predikat sebagai pesawat dengan kuantitas penjualan tertinggi di internal perusahaan, tetapi juga merupakan pesawat yang paling laku dalam sejarah penjualan pesawat jet penumpang komersial. Pihak manufaktur sendiri sudah mengeluarkan beberapa jenis pesawat sejak varian Boeing 737-100 masuk ke layanan komersial pada tahun 1968. Namun diantara semua jenis 737, satu yang paling populer adalah jenis Boeing 737-800. Kira-kira, apa yang membuat varian ini laku keras di pasaran?
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com, sejatinya, keluarga dari Boeing 737 terbagi ke dalam empat generasi utama – 737 Original, 737 Classic, 737 Next Generation, dan 737 MAX. Masing-masing dari generasi ini memiliki tipenya tersendiri. Kendati begitu, namun hampir semua jenis dari pesawat ini dihubungkan oleh fitur dan komponen desain yang sama.
Tercatat hingga saat ini, Boeing telah mengirimkan 4.983 unit varian 737-800 ke seluruh dunia – disusul oleh 1.128 unit varian 737-700 yang sudah dikirimkan kepada banyak maskapai di seluruh dunia.
Boeing 737-800 merupakan bagian dari jenis 737 Next Generation (NG) yang mulai diperkenalkan pada tahun 1997 silam – dimana jenis pesawat ini menawarkan efisiensi bahan bakar yang akan berpengaruh pada biaya operasional yang lebih rendah ketimbang seri-seri sebelumnya.
Selain itu, daya angkut dari varian 737-800 juga bisa dibilang median dari beberapa pesawat pendahulu dan suksesornya. Boeing 737-800 mampu mengangkut 175 penumpang, sementara varian 737-600 mampu memboyong 123 penumpang, Boeing 737-700 dengan 144 penumpang, dan varian 737-900ER bisa menerbangkan 177 penumpang. Dari sini saja, pihak maskapai menilai bahwa Boeing 737-800 merupakan pesawat yang memiliki daya angkut yang pas untuk mereka menerbangkan rute pendek hingga menengah.
Belum lagi soal jarak tempuh yang mampu dilakoni oleh pesawat ini, dimana Boeing 737-800 mampu merengkuh jarak 2.935 nm (nautical mile)– sementara varian 737-600 mampu mengudara hingga 3.235 nm, varian 737-700 di angka 3.010 nm, dan varian 737-900ER dapat menerbangkan penumpang hingga 2.950 nm. Kembali, varian 737-800 menjadi median dalam urusan jarak tempuh dibandingkan ‘kakak-adiknya’.
Ya, Boeing 737-800 memang tidak memiliki daya angkut yang banyak, dan jarak tempuh yang juga tidak telalu jauh sebenarnya – namun hal itulah yang pada akhirnya membuat pesawat jenis ini menjadi terkenal.
Eksistensi Boeing 737-800 ‘bekas pakai’ meramaikan jagad penerbangan Tanah Air. Setelah kedatangan satu unit Boeing 737-800NG untuk Polri yang didatangkan dari Irlandia, berlanjut kabar akuisisi dua unit Boeing 737-800NG bekas pakai Oman Air untuk Garuda Indonesia, kini ada kabar lain, bahwa Skadron Udara 17 TNI AU juga kedatangan pesawat Boeing 737-800NG bekas pakai maskapai asal Afrika Selatan.
Dkutip dari akun Twitter pengamat dirgantara, Gerry Soejatman – @GerryS, disebutkan bahwa Boeing 738-800NG untuk TNI AU tersebut nantinya akan diberi nomer registrasi A-7310. Yang menairik, pesawat yang saat didatangkan belum memakai logo TNI AU tersebut, adalah berasal dari maskapai asal Afrika Selatan, Kulula Airlines.
Masih dari sumber yang sama, diidentifikasi sebelum menjadi A-7310 TNI AU, Boeing 737-800NG Kulula Airlines mengunakan registrasi ZS-ZWF. Dari riwayat pesawat yang ditelusuri dari planespotters.net, disebut bahwa pesawat diproduksi di Renton, AS. Maskapai pertama yang menggunakan adalah Comair dari Afrika Selatan, yang mulai mengoperasikan pada Oktober 2015. Masih di bulan dan tahun yang sama, pesawat berpindah kepemilikan ke Kulula Airlines.
Seiring operasional Kulula Airlines yang berakhir, pada Mei 2023, pesawat tersebut diakusisi oleh lessor TVPX Trust Services dari Amerika Serikat, dan pesawat berubah register menjadi N658AD. Dan akhirnya, pada Juni 2023, pesawat yang sama telah diakuisisi oleh Skadron Udara 17 sebagai wahana angkut VIP. Jika dirunut dari sejak awal pesawat diluncurkan, maka usia pesawat sudah mencapai 8 tahun.
Indonesia nambah 1 737-800 lagi untuk TNIAU, ex Kulula ZS-ZWE to become A-7310. Sebelumnya A-7309 juga tadinya dari Kulula dengan registrasi ZS-ZWF. Photo Asli di: https://t.co/Mo3eRjWB28pic.twitter.com/J1ShxUkIUI
Boeing 737-800 merupakan bagian dari jenis 737 Next Generation (NG) yang mulai diperkenalkan pada tahun 1997 silam – dimana jenis pesawat ini menawarkan efisiensi bahan bakar yang akan berpengaruh pada biaya operasional yang lebih rendah ketimbang seri-seri sebelumnya.
Boeing 737-800 mampu mengangkut 175 penumpang, sementara varian 737-600 mampu memboyong 123 penumpang, Boeing 737-700 dengan 144 penumpang, dan varian 737-900ER bisa menerbangkan 177 penumpang. Dari sini saja, pihak maskapai menilai bahwa Boeing 737-800 merupakan pesawat yang memiliki daya angkut yang pas untuk mereka menerbangkan rute pendek hingga menengah.
Menyinggung aspek kenyamanan, keselamatan, dan jalur ekstrem pada kereta api, beberapa waktu ke belakang muncul sebuah film dokumentasi berjudul “The Mauritania Railway: Backbone of the Sahara”. Sesuai dengan judulnya, film ini membedah tentang jalur kereta api yang berada di Gurun Sahara sana. Alih-alih mengangkut penumpang, kereta yang dijuluki Iron Train ini berfungsi untuk mengangkut biji besi dari Zouerat di pusat Mauritania menuju Nouadhibou yang terletak di sebelah barat Mauritania.
Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, jalur kereta yang membentang sejauh 437 mil atau yang setara dengan 703 km ini digadang-gadang sebagai salah satu jalur kereta berbahaya yang ada di dunia. Mengapa bisa begitu? Coba Anda bayangkan, Anda mengular di atas gerbong yang mengangkut biji besi, melintasi padang gurun gersang, dipayungi oleh terik matahari khas padang pasir, dan diselimuti oleh suhu udara yang sangat panas. Mungkin baju yang Anda kenakan akan dibanjiri oleh keringat, ya?
Setiap harinya, kereta sepanjang 1,5 mil ini mengangkut sekitar 22.000 ton biji besi dan mengular membelah luasnya Gurun Sahara. Bagi mereka yang ingin turut serta mengular bersama si Iron Train ini, mereka tidak dipungut bayaran untuk duduk di atas gerbong bersama dengan timbunan biji besi, atau merogoh kocek sebesar US$3 (Rp43.000) untuk duduk di dalam gerbong berkapasitas dua orang.
Untuk masalah estimasi perjalanan, Iron Train akan menempuh 16 hingga 21 jam perjalanan, tergantung dari beban yang ia angkut, dengan rataan kecepatan 48km/jam. Semakin sedikit biji besi yang dibawanya, maka semakin cepat pula perjalanannya. Jauh dari kata nyaman namun sarat akan pengalaman, merupakan kalimat pertama yang muncul di benak Anda ketika mencoba ‘nebeng’ dikereta ini.
Bayangkan saja, Anda harus menutupi kepala dan wajah Anda menggunakan kain sejenis syal untuk melindungi dari sengatan teriknya matahari dan debu yang setia menemani perjalanan panjang Anda. Tidak berhenti sampai di situ, panasnya angin gurun pun siap menusuk rongga-rongga kulit Anda bak jarum.
Anda ingin menikmati sensasi naik kereta mewah jarak jauh, tapi tak ingin pergi jauh dari Indonesia, maka ada tawaran yang menarik. Laksana Orient Express yang melayani rute melintasi Eropa, maka di Australia ada kereta mewah jarak jauh yang juga punya sejarah panjang. Yang dimaksud adalah “The Ghan” yang melayani rute dari Australia selatan ke Australia utara, dengan melintasi rute hampir 3.000 kilometer.
Selama tiga hari perjalanan melintasi gurun dan vegetasi khas Australia tengah, The Ghan menawarkan nuansa yang berbeda dalam perjalanan kereta api jarak jauh. Dalam satu rangkaian, The Ghan membawa 36-44 gerbong, termasuk gerbong restorasi, lounge, logistik dan gerbong pembangkit. Tidak seperti Orient Express di Eropa, The Ghan ditarik oleh lokomotif diesel, lantaran tidak tersedia jalur elektrik pada lintasan jarak jauh di Australia.
Untuk mendorong puluhan gerbong yang jika ditotal panjangnya bisa lebih dari satu kilometer, maka The Ghan ditarik oleh dua lokomotif diesel, yang juga berperan untuk backup dalam pelayanan jarak jauh. Diawaki sekitar 30 orang, umumnya The Ghan dapat membawa sampai 170-an penumpang. Namun, jumlah awak berikut konfigurasi gerbong bersifat dinamis, menyesuaikan pada jumlah permintaan alias banyak atau sedikitnya penumpang.
(verdemode)
Untuk menikmati The Ghan memang tak murah, untuk menikmati tiga hari di atas kereta mewah ini Anda harus merogoh kocek Aus$4.000-Aus$5.000. Paket mahal tersebut untuk paket rute terjauh, Darwin-Adelaide selama 3 hari 2 malam. Sementara untuk paket sampai Alice Spring bisa 50 persen lebih murah.
Nama “The Ghan” diambil dari kata “Afghan”, yang merujuk pada para pengembara Afghanistan yang membantu membuka jalan kereta api pertama di wilayah tersebut pada abad ke-19. The Ghan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menjelajahi lanskap Australia yang luas dan beragam tanpa harus mengalami perjalanan yang melelahkan.
(verdemode)
Perjalanan The Ghan memiliki durasi yang bervariasi tergantung pada rute dan layanan yang Anda pilih. Rute The Ghan awalnya menghubungkan Adelaide (selatan Australia) dengan Alice Springs (pusat Australia), dan pada tahun 2004, rute tersebut diperpanjang hingga mencapai Darwin (utara Australia).
Rute asli, Adelaide ke Alice Springs
Perjalanan ini memiliki durasi sekitar 24 jam. Anda akan melewati wilayah-wilayah yang berbeda, termasuk dataran rendah, pegunungan, gurun, dan kawasan pedalaman Australia Tengah. Perhentian penting dalam perjalanan ini adalah Alice Springs, yang terkenal dengan keindahan alam gurun dan budaya Aborigin.
Rute lengkap, Adelaide ke Darwin
Perjalanan ini memiliki durasi lebih panjang, sekitar 54 jam, menghubungkan Adelaide dengan Darwin. Anda akan melintasi berbagai tipe lanskap, termasuk dataran rendah, pegunungan, gurun, dan hutan hujan kawasan Top End di sekitar Darwin. Perjalanan ini memberikan pengalaman melintasi sebagian besar wilayah Australia dan memungkinkan penumpang melihat beragam pemandangan alam.
Selama perjalanan, The Ghan akan melewati kota-kota dan daerah-daerah penting, serta pemandangan alam yang menakjubkan seperti pegunungan, gurun, dan sungai. Rute perjalanan The Ghan adalah salah satu daya tarik utama dari pengalaman ini, memberikan pandangan mendalam tentang keindahan dan keragaman Australia.
Sukhoi Superjet (SSJ) 100 adalah pesawat penumpang narrow body yang sejatinya punya pasar potensial untuk ekspor. Dilengkapi teknologi fly by wire, SSJ 100 tak pelak banyak dilirik oleh banyak maskapai dunia. Namun, pecahnya perang Rusia-Ukraina telah berpengaruh buruk pada program pengembangan SSJ 100, pasalnya Rusia sebagai negara manufaktur dan prinsipal SSJ 100, mendapatkan sanksi ekonomi dan embargo internasional, yang notabene mempersulit masa depan SSJ 100.
Dikutip dari frontierindia.com (16/8/2023), CEO United Aircraft Corporation (UAC) Yuri Slyusar baru-baru ini berbicara dengan saluran televisi “Russia-24” tentang potensi UAC untuk memulai produksi SSJ 100 di pabrik Hindustan Aeronautics Limited (HAL) di India.
“Kami masih yakin bahwa di bawah lisensi impor di pabrik HAL, yang memproduksi pesawat tempur untuk Angkatan Udara India, tempat mereka memproduksi pesawat Sukhoi Su-30MKI – lebih dari 270 pesawat telah dibuat di sana; itu memang basis yang signifikan, personel terlatih, peralatan, dan proses yang disempurnakan. Kami bisa mulai memproduksi pesawat SSJ untuk pasar India di sana dalam waktu yang cukup singkat,” ujarnya.
Slyusar menambahkan bahwa negosiasi sedang berlangsung dengan rekan India. “Bagi saya, negosiasi lebih untuk kepentingan pihak India daripada kami, karena kami memiliki Superjet Rusia dan akan melanjutkan produksinya. Bagi India, ini merupakan lompatan teknologi yang signifikan, ”katanya.
Pada bulan Februari, Slyusar mengindikasikan untuk pertama kalinya bahwa diskusi telah dilakukan antara UAC dan India mengenai lokalisasi produksi SSJ 100 dan kolaborasi pada program Il-114 dan MC-21.
Sebelumnya pada hari yang sama, ketua UAC mengumumkan bahwa penerbangan pertama versi upgrade dari pesawat SSJ 100 buatan lokal akan dilakukan pada bulan September. Satu pesawat uji akan berpartisipasi dalam tes yang dilakukan dengan mesin domestik PD-8.
Boeing dan Airbus tidak memproduksi pesawat sekecil SSJ-100. Perusahaan Brasil Embraer, dengan E190, adalah pesaing paling tangguh di segmen pasar ini, tetapi lebih bergantung pada negara Barat untuk suku cadang penting seperti mesin.
India telah memulai diskusi dengan Embraer, yang berbasis di Brasil, dan telah menunjukkan prototipe Regional Transport Aircraft (RTA) yang dirancang oleh National Aeronautics Limited (NAL). Bandara yang lebih kecil biasanya memiliki landasan pacu yang lebih pendek, sehingga menyulitkan produsen pesawat berbadan sempit seperti Airbus dan Boeing untuk lepas landas dan mendarat.
Hindustan Aeronautics Limited saat ini juga memproduksi pesawat regional Dornier 228 dengan 19 kursi untuk Alliance Air.
Sebagai pecinta wisata, Anda haruslah memiliki pengalaman yang lebih banyak untuk mengepak barang saat menggunakan ransel bukan koper. Apalagi saat ini maskapai dengan low cost carrier (LCC) membuat perjalanan ke luar negeri lebih mudah terjangkau dan dinikmati.
Seorang penulis dan blooger Taiwan, Kazuhiro Maehara atau yang biasa dipanggil Mae-Chan memberikan beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk mengemas barang saat bepergian ke luar negeri dengan menggunakan ransel. Dikutip KabarPenumpang.com dari japantoday.com, ada 13 tips pengepakan barang bawaan yang efisien agar bisa masuk ke dalam tas ransel.
1. Gunakan tas vakum
Ini menjadi salah satu barang yang banyak digunakan oleh wisatawan dan menjadi barang travel standar. Biasanya digunakan untuk memasukkan pakaian yang sudah dilipat rapi dan setelah semuanya masuk nantinya tas ini akan di vacum untuk menghilangkan udara yang ada di dalamnya. Jangan pernah masukkan pakaian yang belum rapi ke dalam tas ini, kalaupun berantakan, akan sama saja memenuhi ruang tas Anda.
vacum bag
2. Perlengkapan mandi di wadah kecil
Ganti ukuran wadah untuk sabun, sampo, colonge, sabun cuci muka dan keperluan mandi lainnya ke yang lebih kecil. Biasanya ini akan memudahkan Anda dan membuat ransel lebih ringan dibandingkan dengan ukuran asli wadahnya. Untuk shampo banyak dijual yang sekali pakai, ini bisa lebih memudahkan Anda dalam bepergian.
3. Beli kaus kaki yang mudah digulung
Bila ke negeri lain dan kondisi cuaca dingin, pastinya Anda memerlukan kaus kaki. Pilih kaus kaki yang mudah di gulung, kalau bisa gulungannya sangat erat dan tidak menghabiskan banyak tempat di tas. Hal ini sama dengan pakaian dalam, baiknya Anda bisa menggulung pakaian dalam dengan erat.
4. Pakaian kompresi
Terkadang di tempat yang lebih dingin Anda akan membutuhkan baju yang lebih tebal dan pastinya akan membuat ransel Anda berat. bawa pakaian kompresi yang hangat dan memiliki sedikit lapisan. Awal ada pakaian ini untuk perlindungan terhadap sindrom kelas ekonomi yang disebabkan oleh posisi pada penerbangan yang panjang. Pakaian ini menempel pada tubuh dan membuat hangat. “Saya berhasil menghabiskan satu minggu di suhu bawah nol saat di Hokkaido. Saat itu dengan mengenakan celana dan jeans hanya di tubuh bagian bawahku dan baik-baik saja,” ujar Mae-Chan.
5. Perlengkapan mandi tipe film
Muji telah membuat produk perjalanan khusus beberapa tahun terakhir. Saat ini mereka menjual sbun dan pasta gigi tipe film (roll film). “Awalnya saya terkejut saat menggunakan ini. Setelah saya mencoba ternyata tetap berbusa sama seperti versi standarnya,” jelas Mae-Chan.
Toileters
6. Gunakan barang multi guna
Cari barang yang bisa berguna banyak hal, seperti sebuah kain atau shemagh Afganistan yang sudah lama di gunakan di Timur Tengah. Satu kain ini bisa digunakan sebagai handuk mandi, selimut kecil, syal, tuup kepala hingga masker. Tak hanya itu banyak juga barang yang berkombinasi baterai dan charger ponsel. “Kalau di Jepang ada kain tenugui multiguna yang populer,” kata Mae-Chan.
7. Cek yang disiapkan di tujuan
Setiap tempat tujuan seperti hotel atau penginapan, baiknya di cek terlebih dahulu apakah menyediakan alat mandi hingga handuknya. Bila sudah ada baiknya, Anda tidak perlu lagi membawa alat-alat tersebut. Biasanya alat mandi, handuk dan perlengkapan toileters lainnya disiapkan oleh hotel bintang tiga keatas, namun saat ini penginapan biasa sudah banyak juga yang menyediakan toileters.
“Ketika saya pergi ke Australia, saya membeli ketel perjalanan, tapi semua penginapan dan persewaan menyediakan ketel untuk digunakan para tamu, jadi saya hanya menyeret sampah tak berguna. Periksa secara online sebelumnya apa yang tersedia dan Anda tidak akan berakhir melakukan hal yang sama,” ungkapnya.
8. Gunakan phablet
Bila Anda memiliki smartphone biasa dan tablet baiknya pakai salah satu atau gunakan pahblet dengan layar lebih dari lima inci. Hal ini bisa memudahkan dan meringankan tas Anda. Phablet bisa digunakan untuk bekerja dan hal lainnya karena layar lebih besar dari smartphone biasanya.
9. Digitize apa yang bisa digitalkan
Kertas, bisa menghambat perjalanan karena terkadang tak muat dalam ransel. Bila ada dokumen penting yang bisa di foto, simpanlah di kamera smartphone Anda. Ini akan benar-benar membuat Anda lebih nyaman, apalagi bila dokumen diperlukan bisa menzoom tulisan pada foto.
10. Ambil SIM smartphone gratis yang bisa Anda gunakan di luar negeri
Ketika Anda pergi ke luar negeri Anda menyewa WiFi saku? Di Jepang, banyak smartphone yang ditawarkan oleh operator besar seperti Docomo tidak dapat digunakan di luar negeri tanpa menimbulkan biaya roaming.
Namun, jika Anda membeli smartphone murah yang bisa menggunakan kartu SIM, Anda bisa membeli kartu SIM prabayar di bandara saat Anda mendarat dan menggunakan telepon Anda seperti biasa. Biaya ini hanya 1000 sampai 3000yen (US$8-26), jadi harganya jadi lebih murah daripada sewa WiFi.
11. Belajar dari guru Anda
Bila Anda baru pertama kali melakukan perjalanan, cobalah cari referensi di website ataupun pada teman Anda yang sering bepergian. Ini akan membantu Anda lebih mudah dan membawa barang lebih praktis dari yang sebelumnya.
12. Gunakan daftar
Dengan sebuah daftar, pakaian, sepatu hingga hal-hal kecil bisa tercatat. Sehingga bila diperlukan Anda akan mudah mencarinya dan pastinya daftar ini bisa memudahkan Anda menghemat tempat barang-barang yang tidak perlu masuk ke ransel Anda.
13. Teruslah bepergian
Rajin bepergian akan membuat Anda lebih mengerti cara mengepak barang dalam ransel. Apalagi bila ke luar negeri dan beban bagasi hanya di berikan 10-20 kg. Dengan sebuah ransel Anda bisa menghembat beban tas hingga jauh dari kata kelebihan bagasi. Sebab bila bagasi berlebih, mau tidak mau Anda harus membayarnya dan harganya pun pasti lebih mahal.
Setelah pada artikel sebelumnya sudah dibahas tentang fakta-fakta unik dari Qatar Airways, agaknya kurang lengkap jika tidak mengulas pula fakta-fakta unik dari pesaing utamanya yaitu Emirates. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Emirates merupakan salah satu maskapai Timur Tengah yang menjadi sponsor beberapa klub raksasa sepak bola dunia, seperti Real Madrid, AC Milan, Paris Saint-German, hingga Arsenal.
Nah, selain rahasia umum di atas, kira-kira apalagi ya yang unik dari maskapai yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab ini? Berikut KabarPenumpang.com himpun beberapa fakta unik dari maskapai Emirates.
Punya Shower di Dalam Armada! Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, Emirates punya shower di armada A380 yang dimilikinya. Ternyata, tidak hanya di armada spesial Real Madrid saja yang memiliki fasilitas khusus ini. Bagi Anda yang ingin menjajal fasilitas ini, Anda bisa meng-upgrade seat Anda menjadi first class. Namun itu juga tidak bisa dijadikan jaminan bagi Anda untuk mencoba fasilitas ini.
Awak Kabin dari Berbagai Negara Saking tenarnya Emirates, sampai-sampai ada banyak orang yang berbondong-bondong ingin menjadi bagian dari maskapai yang mulai beroperasi pada 25 Oktober 1985. Tercatat, awak kabin di Emirates terdiri dari 150 negara yang berbeda!
Penerbangan Perdana yang Bersejarah Tidak membutuhkan waktu lama bagi Emirates untuk mulai aksi perdananya – hanya sekitar tujuh bulan dari waktu pertama kali maskapai ini didirikan (25 Maret 1985). Dalam penerbangan perdananya, Emirates berhasil mengangkut Royal Family menuji Karachi di Pakistan, lho! Kala itu, penerbangan dengan kode EK600 tersebut masih mengunakan armada Boeing 727.
Hanya Mengoperasikan Dua Jenis Pesawat Kendati namanya sudah mendunia, tapi percayalah bahwa Emirates hanya mengoperasikan dua jenis pesawat saja. Tidak seperti maskapai lain yang bisa mengoperasikan lebih dari dua jenis pesawat, Emirates hanya menggunakan Airbus A380 dan Boeing 777 saja. Ingin tahu jumlah keseluruhan dari armada Emirates ini? Lebih dari 250 pesawat!
Tidak Bergabung Dengan Aliansi Penerbangan Manapun Sebagaimana yang kita ketahui bersama, ada tiga aliansi penerbangan di dunia aviasi: Star Alliance yang mencakup Lufthansa, Thai Airways, dan beberapa maskapai lain ; OneWorld yang mencakup British Airways, Qatar Airways, dan lain-lain ; serta Skyteam yang mencakup China Southern, Garuda Indonesia, dan lain-lain.
Besarnya nama Emirates saat ini ternyata tidak disokong oleh aliansi penerbangan manapun. Keren!
Masih ingatkah Anda dengan sebuah bangkai pesawat Convair CV-440 yang bertranformasi menjadi sebuah salon di Lanarkshire, Skotlandia? Atau sebuah Boeing 747 yang beralih fungsi menjadi sebuah restoran di Pakistan? Sebenarnya masih banyak sarana transportasi baik darat, laut, maupun udara yang disulap menjadi sebuah tempat yang menarik perhatian publik dunia. Tentu saja moda-moda transportasi ini berstatus sudah tidak lagi digunakan oleh operatornya masing-masing.
Sama halnya seperti Izaak Walton Inn yang berada di Essex, Montana, Amerika Serikat. Jika Anda mengira ini hanyalah penginapan biasa yang menyuguhkan pelayanan mewah, maka Anda salah besar. Siapa sangka bahwa penginapan yang berada dekat dengan Glacier National Park ini merupakan hasil modifikasi dari kereta api yang sudah memasuki masa pensiun!
Kabin Masinis di Lokomotif. Sumber: dailyinterlake.com
Sejumlah gerbong dan lokomotif yang sudah tidak terpakai dirombak habis-habisan sehingga menciptakan sebuah ruang yang cukup besar. Gerbong dan lokomotif yang sudah dibongkar ini lalu didesain sedemikian rupa sehingga menyerupai sebuah kamar hotel berbintang, lengkap dengan dapur, kamar tidur, dan ruang tamu. Tidak hanya itu, kamar ini juga dilengkapi dengan polesan aksen kayu dan motif Great Northern Railroad yang semakin menambah kesan mewah dari penginapan ini.
Kamar di Lokomotif. Sumber: dailyinterlake.com
Salah satu fitur yang paling menarik perhatian pengunjung penginapan Izaak Walton Inn adalah eksistensi dari kabin masinis yang juga sudah mengalami perombakan, namun tetap mempertahankan keasliannya. Ini merupakan cara yang ditempuh pihak penginapan untuk mempertahankan nilai sejarah dari lokomotif dan gerbong-gerbong yang ada di Izaak Walton Inn.
Sumber: dailyinterlake.com
Satu gerbong penginapan dipatok dengan varian harga yang beragam, tergantung dari durasi menginap si pengunjung. Satu gerbong ini mampu menampung hingga enam tamu sekaligus. Empat dari delapan gerbong yang tersedia di Izaak Walton Inn pun memiliki fasilitas tambahan berupa perapian. “Nilai klasik dari gerbong tetap dipertahankan agar tidak melunturkan nilai sejarahnya,” ungkap Manajer Umum Izaak Walton Inn, Cristinna Gebbia.
Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba sensasi bermalam di gerbong kereta ini, persiapkan kocek Anda terlebih dahulu, karena harga yang dipatok tidaklah murah. Untuk kelas gerbong, harga dibanderol US$249 per malam, sedangkan untuk pilihan waktu yang lebih lama, harga berada di kisaran US$169 hingga US$199 permalam. Sedangkan untuk kelas lokomotif, harga dipatok mulai dari US$329 per malam.
Anda bisa melakukan pemesanan secara online melalui aplikasi pemesanan hotel luar negeri. Bagaimana, tertarik untuk mencobanya?
Manufaktur pesawat asal Perancis tidak hanya soal Airbus, tetapi juga ATR (Aerei da Trasporti Regionale atau Avions de transport régional; Regional Transport Airplanes dalam bahasa Inggris). Siapa sangka, manufaktur pesawat regional terbesar di dunia ini adalah anak perusahaan dari Airbus.
Dilansir laman resmi perusahaan, ATR didirikan pada tahun 1981 oleh Aérospatiale dari Perancis (sekarang Airbus) dan Aeritalia (sekarang Leonardo) dari Italia. Itu sebab, ATR disebut sebagai anak perusahaan Airbus.
Sebelum itu, berbagai aksi korporasi dan kolaborasi antar manufaktur Eropa masif terjadi sepanjang dekade 60-an dan 70-an. Dari sana tercetuslah ide antar pemimpin kedua perusahaan, Renato Bonifacio (Aeritalia) dan Jacques Mitterrand (Aérospatiale), untuk turut berkolaborasi.
Dalam prosesnya, kedua pemimpin perusahaan tak menemukan titik terang dalam mendirikan perusahaan patungan. Alhasil, keduanya mengembangkan pesawat regional masing-masing di tahun 1978. Aérospatiale membuat konsep desain AS 35, sedangkan Aeritalia merilis AIT 230.
Setelah dirasa kurang dilirik, akhirnya kedua perusahaan memutuskan berkolaborasi pada tanggal 4 November 1981. Desain pesawat keduanya yang sudah dibuat pun akhirnya disatukan, ditambah beberapa pengembangan.
Pesawat pertama ATR dari hasil penggabungan dan pengembangan dua desain tadi akhirnya rampung pada 16 Agustus 1984 sebagai ATR 42–200 dan sukses terbang perdana di tanggal tersebut. Setahun berikutnya, Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Prancis (DGCA) memberikan sertifikasi ke pesawat ATR 42-300 dan sukses dikirim ke pelanggan pertama, Air Littoral, di tahun yang sama.
Pada September 1989, ATR berhasil mencetak penjualan 400 pesawat, sesuai dengan target dan meningkat drastis dari tahun-tahun sebelumnya. Padahal, setahun sebelumnya, ATR baru mencetak penjualan ke-200 saat mengirim pesawat ke Thai Airways.
Di tahun 1990-an, popularitas ATR di segmen pesawat regional terus menguat dengan kehadiran ATR 72. Pada tahun 1997, ATR berhasil mencetak pengiriman pesawat ke-500 saat merampungkan serah terima pesawat ke maskapai American Eagle.
Di tahun ini pula, ATR terus mengembangkan pesawat-pesawat buatannya, sehingga lahirlah ATR 42-320, ATR 42-300QC untuk memudahkan operator mengubah fungsi pesawat dari freight atau kargo ke mode penumpang, sampai ATR 42-500.
Di dekade berikutnya, ATR mulai fokus pada pengembangan ATR 72, dengan meluncurkan ATR 72-500, -600, dan -700. Meski begitu, pengembangan ATR 42 juga tak dilupakan, dengan diluncurkannya ATR 42-600, bersama dengan varian ATR 72-600, pada 2 Oktober 2007.
Kedua pesawat ini menawarkan berbagai keuntungan, mulai dari efisiensi, tangguh, hemat bahan bakar, dan biaya pengoperasian yang lebih rendah dibanding kompetitor.
Di dekade berikutnya lagi atau pada tahun 2010-an, ATR berhasil mencetak pengiriman pesawat yang ke-900, saat sebuah ATR 72-500 sukses dikirim ke maskapai Brasil, TRIP Linhas Aéreas pada 10 September 2010.
Setahun berikutnya, ATR mencetak pengiriman ke-1.000 usai pengiriman ATR 72-600 ke Air Nostrum Spanyol pada 3 Mei 2012 rampung.
Pada bulan Oktober tahun 2018, ATR sudah mencatat pengiriman 1.500 pesawat dan pesanan pesawat yang ke 1.700. Sejak tahun 2010, ATR disebut sudah mengusai pangsa pasar pesawat regional sekitar 75 persen. Bila di tahun segitu saja sudah sebesar itu, apalagi tahun 2018? Pasti pangsa pasar yang dikuasai ATR sudah jauh lebih besar.
Tak heran bila di tahun 2018 ATR mengklaim mencatat lebih dari 5.000 penerbangan per hari, mencatat 30 juta jam terbang bersama maskapai, dan lepas landas ataupun mendarat setiap 8 detik.
Setelah sempat dihentikan, ada kabar bahwa Wings Air (Lion Air Group) akan kembali membuka penerbangan jarak pendek yang menghubungkan Banyuwangi dan Surabaya. Penerbangan singat dengan durasi 11 menit tersebut rencananya akan kembali dibuka mulai 30 Agustus 2023. Keputusan ini akan membuka pintu peluang baru menuju destinasi unggulan, serta mendekatkan jarak dan mempersingkat waktu yang membangkitkan semangat Jawa Timur.
Rute Banyuwangi – Surabaya pergi pulang (PP) akanmenghidupkan kembali jaringan intra Jawa Timur. Surabaya dan Bandar Udara Internasional Juanda memiliki peran yang signifikan sebagai tempat transit terbaik bagi perjalanan menuju dan dari Banyuwangi. Dan kesempatan penumpang dari Banyuwangi untuk terhubung ke jalur internasional melalui Bandar Udara Internasional Juanda.
Banyuwangi terkenal karena pesona alamnya yang memukau, seperti Pantai Pulau Merah, Kawah Ijen, Taman Nasional Balura, dan lainnya. Rute ini memungkinkan para wisatawan untuk dengan mudah menikmati keindahan alam yang beragam dan eksotis di Banyuwangi. Dari pemandangan pantai hingga gunung berapi yang menakjubkan.
Penerbangan singkat Banyuwangi-Surabaya dilayani pesawat turboprop ATR 72-600 (kapsitas 72 kursi kelas ekonomi), dan berikut di bawah ini adalah jadwal penerbangan yang dirilis Wings Air dalam siaran pers.