Chennai Mofussil, Terminal Bus Terbesar dengan Kapasitas 2.000 Bus

Chennai Mofussil Bus Terminus atau CMBT adalah terminal bus modern yang terletak di kota Chennai, India. Terminal yang dibuka sejak tahun 2002 ini menyediakan layanan transportasi outstation. Terminal dengan luas 150 ribu meter persegi ini merupakan terminal kedua terbesar di dunia setelah terminal Delhi Millennium yang juga India.

Baca juga: Wales Bangun Terminal Bus Terpadu, Sinergikan Ritel dan Perkantoran

Awalnya terminal ini akan di bangun di ujung jalan dekat Pengadilan Tinggi Madras di George Town dengan luas 1,5 hektar. Namun, adanya pertumbuhan penduduk dan permintaan transportasi yang lebih masif, akhirnya CMBT dibangun di Koyambedu, Cehnnai, India.

Terminal ini memiliki 6 jalur dan memilki area parkir untuk bus yang belum beroperasi dan yang beroperasi pada waktu tertentu. CMBT memiliki kapasitas lebih dari 2.000 bus dan 200 ribu penumpang per harinya. Ini dikarenakan Terminal Chennai Mofussil menjadi titik keluar dan masuk yang penting di kota yang terkenal sebagai industri musik Karnatik.

Chennai Mofussil Bus Terminus
Chennai Mofussil Bus Terminus

Hingga kini CMBT mampu menangani lebih dari 500 hingga 3.000 bus dalan satu waktu, serta 250 ribu penumpang pe rharinya. CMBT ini dilengkapi dengan fasilitas ruang tunggu untuk penumpang dengan luas 1.657 meter persegi, tempat parkir untuk becak, taksi dan mobil pribadi 2.300 meter persegi dan 1500 meter persegi untuk parkiran kendaraan roda dua.

Tak hanya fasilitas parkir saja, di CMBT ini juga terdapat 3 hotel, 3 restoran kecil di dalam terminal, 3 kamar ganti, 10 kantor agen perjalanan, toko, supermarket, ATM, kamar sewa (AC/non-AC), toilet, keamanan, ruang kesehatan 24 jam, apotek 24 jam dan WiFi gratis. Adapula fasilitas air minum gratis yang difasilitasi oleh sebuah pabrik pengolahan air minum. Untuk penyandang disabilitas tak perlu khawatir, karena di CMBT sudah disediakan kursi roda.

Baca juga: Jejak Sejarah Stasiun Muntilan, Kini Berubah Jadi Terminal Bus Prajitno

Sebagai informasi, Chennai merupakan kota terbesar keempat di India dan memiliki jumlah penduduk 4.681.081 jiwa. Dan ini hanya sepersekian dari jumlah total penduduk India yang mencapai lebih dari 1,2 miliar.

Sasis Mercedes Benz OH 1521, Si Tua-Tua Keladi

Bicara soal line-up atau jajaran produk sasis bus Mercedes Benz di Indonesia, tentu saja tak yang tak boleh dilewatkan adalah sasis OH 1521 atau “Mercy Intercooler”.

Baca juga: Mercedes Benz Pamerkan Desain Moda Futuristik yang Mampu Angkut Penumpang dan Kargo

OH 1521 merupakan pengembangan dari sasis bermesin belakang OH 1518 “King” dan OH 1113 “Prima”. Perlu dicatat, kode OH, singkatan dari Omnibus Hinten digunakan oleh Mercedes Benz untuk menandai sasis bus bermesin belakang.

Sementara untuk dua digit angka terdepan menandai beban maksimal kendaraan (gross vehicle weight/GVW) dengan satuan ton, sedangkan dua digit angka selanjutnya menandai tenaga maksimal dengan satuan daya kuda (horse power/HP). Dengan demikian, OH 1521 memiliki GVW 15 ton dan tenaga maksimal 210 HP.

OH1521 ditenagai oleh mesin OM366LA enam silinder segaris berkapasitas 5.958 cc. Mesin tersebut merupakan pengembangan dari mesin OM366 yang diberikan penambahan turbo intercooler untuk mendongkrak tenaganya.

Tenaga yang dihasilkan oleh mesin tersebut disalurkan ke roda belakang oleh transmisi 6 percepatan maju dan satu mundur. Perlu dicatat, OH1521 juga menjadi pionir bus dengan transmisi enam percepatan maju dan satu mundur di Indonesia.

Oleh sebab itu, pada awal kemunculannya ada perusahaan otobus (PO) menempelkan stiker 7 Speed di bus bersasis OH 1521 miliknya. Stiker itu ditempel di bersama dengan stiker Intercooler Jumbo/Turbo Intercooler.

OH 1521 juga menjadi pelopor bus bersasis panjang dengan jarak antarsumbu roda (wheelbase) mencapai 6,05 meter. Panjangnya sumbu roda itu memungkinkan PO menambah jumlah baris kursi untuk menambah kapasitas angkut penumpang.

Penjualan OH 1521 di Indonesia resmi dihentikan 2005 atau 11 tahun setelah dirilis untuk pertama kalinya. Berakhirnya produksi sasis tersebut juga menandai berakhirnya penjualan sasis bus bermesin diesel konvensional oleh Mercedes Benz di Tanah Air.

Walaupun penjualannya sudah dihentikan lebih dari 15 tahun, OH 1521 masih banyak digunakan oleh beberapa PO sampai dengan saat ini. Bahkan, tak sedikit yang ditugaskan untuk rute jarak jauh antarpulau seperti armada milik PT Antar Lintas Sumatra (ALS).

Dengan sedikit sentuhan, mesin OM366LA nyatanya memang masih bisa mengimbangi mesin-mesin baru di jalanan. Hal itu dibuktikan dengan aksi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun antarkota dalam provinsi (AKDP) di Sumatra yang bikin geleng-geleng kepala.

Bus yang usianya sudah tidak lagi muda dipacu dengan kecepatan tinggi sambil menggendong paket atau barang bawaan di atapnya. Oleh karena itu, kalangan penggemar bus banyak menyebut OH 1521 sebagai “Cooler Jahat”.

Beberapa PO juga masih mempertahankan OH 1521 lantaran kemudahan perawatan dan penanganan apabila mengalami kerusakan di jalan. Awak bus dapat dengan mudah melakukan perbaikan tanpa perlu menunggu mekanik beserta alat khusus seperti pada sasis masa kini yang sudah terkomputerisasi atau menggunakan electronic control unit (ECU) dan sensor-sensor elektronik.

Baca juga: Disebut Kereta Setan, Benz Victoria Phaeton Jadi Tonggak Sejarah Mercedes-Benz di Indonesia

Pertimbangan lainnya adalah kenyamanan. Per daun OH 1521 dinilai masih jadi yang terbaik dibandingkan dengan per daun pada sasis-sasis terbaru Mercedes Benz. Kenyamanannya boleh diadu dengan suspensi udara bawaan karoseri yang banyak dipasang pada sasis Hino RK8 atau Mercedes Benz OH 1526. (Bisma Satria)

Neoplan Jetliner – Bus Penumpang Tercepat di Dunia, Bisa Ngacir 271 Km Per Jam

Di musim mudik Lebaran, gairah menggunakan bus kembali melonjak. Selain menawarkan kenyamanan, bus antar kota antar provinsi (AKAP) juga beradu fasilitas dan layanan. Lain dari itu, bus AKAP dengan mesin modern menawarkan kecepatan dan efisiensi bahan bakar yang lebin baik. Nah, tahukan Anda, bus penumpang jenis apakah yang diklaim sebagai yang tercepat di dunia?

Baca juga: FlixBus – Model Bisnis Bus Baru Asal Jerman, Mahakarya Tiga Entrepreneur Muda

Dikutip dari autowithsid.in, bus Neoplan Jetliner dari Neoplan, Jerman, diklaim sebagai bus penumpang tercepat di dunia saat ini. Neoplan Jetliner ditenagai oleh powertrain hibrida diesel-listrik yang dapat mencapai kecepatan tertinggi 168,9 mph (271,9 km per jam) dalam uji coba.

Neoplan Jetliner dibuat untuk digunakan di autobahn (jalan tol) Jerman dan dilengkapi dengan fitur keselamatan canggih, termasuk rem ABS dan kontrol stabilitas elektronik. Neoplan Jetliner tidak hanya cepat tetapi juga mewah, dilengkapi dengan fasilitas seperti jok kulit, AC, dan toilet. Bus tersebut mampu mengangkut hingga 80 penumpang dan dirancang untuk memberikan perjalanan yang mulus dan nyaman pada kecepatan tinggi.

Baca juga: Gaet Perusahaan Swiss-Swedia, Cina Siap Hadirkan Bus Listrik dengan Daya Isi Ulang Super Cepat!

Sayangnya, bus itu adalah prototipe dan tidak diproduksi, tetapi menunjukkan kemampuan teknologinya. Pengembangan Neoplan Jetliner merupakan bagian dari upaya mempromosikan penggunaan bahan bakar alternatif dan teknologi yang lebih efisien dalam industri transportasi.

Gegara Aturan Brexit, Layanan Kereta Mewah Orient Express Harus ‘Terhenti’ di Wilayah Inggris

Ketika kereta mewah Orient Express mulai beroperasi pada abad ke-19, paspor bersifat opsional, satu-satunya dokumen yang diperlukan oleh pelancong Inggris adalah salinan Thomas Cook Continental Timetable. Tetapi pemeriksaan biometrik Brexit dari abad ke-21 membunuh romansa melintasi perbatasan bagi penumpang modern yang mencari nostalgia perjalanan kereta mewah yang telah menginspirasi novelis Agatha Christie.

Baca juga: Tengok Kemewahan “Venice Simplon – Orient Express, Kereta dengan Tarif Mulai Rp44 Juta

Dikutip dari The Guardian (15/4/2023), Belmond, perusahaan yang menjalankan Venice Simplon-Orient-Express (VSOE) belum lama ini telah memutuskan untuk menghentikan rute London – Folkestone (Inggris) karena terlalu sulit untuk melintasi perbatasan ke Calais, kota di Perancis.

Hingga saat ini, penumpang sudah bisa menaiki gerbong art deco dari British Pullman service dari stasiun Victoria di London ke Folkestone. Di sana mereka naik kereta untuk menyeberangi Selat untuk menggunakan kereta kontinental Belmond di Calais, lalu, saat malam tiba, mereka berpakaian untuk makan malam.

Kompartemen tidur art deco yang indah dengan atap tinggi dan panel dan tatakan yang sangat halus, dengan tempat tidur ganda dan sofa built-in Interior art deco mobil tidur VSOE yang telah dipugar.

Pemindahan gerbong menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima bagi Belmond, karena tidak ada cara bagi penumpangnya untuk menghindari penundaan saat melintasi Selat. Pelancong, termasuk rombongan pelatih sekolah, harus menunggu hingga 14 jam di Dover pada awal liburan Paskah dua minggu lalu, dan orang-orang juga menghadapi antrean untuk Le Shuttle.

Menjadi lebih buruk, karena Inggris dan Uni Eropa sedang merencanakan pemeriksaan paspor biometrik baru dan birokrasi tambahan. “Kami menyesuaikan operasi pada tahun 2024 menjelang peningkatan paspor dan kontrol perbatasan,” kata juru bicara Belmond. “Kami ingin menghindari risiko gangguan perjalanan bagi tamu kami – penundaan dan kehilangan sambungan kereta – dan memberikan tingkat layanan tertinggi, semulus dan sesantai mungkin.”

Uni Eropa memperkenalkan new biometric Entry/Exit System (EES), yang berarti kebanyakan orang yang bepergian melintasi Selat Channel yang tidak memiliki tempat tinggal di Uni Eropa harus memberikan data sidik jari dan pengenalan wajah ketika mereka melintasi perbatasan, alih-alih memiliki paspor mereka dicap.

Jika teknologinya bekerja dengan lancar, itu berarti pelancong berusia di atas 12 tahun akan dapat menggunakan gerbang masuk elektronik dan berpotensi menghemat waktu. Tetapi karena bayi pun perlu memberikan data biometrik, ada keraguan dalam industri pariwisata tentang bagaimana pemeriksaan akan bekerja dalam praktiknya. EES akan dimulai tahun ini tetapi kemungkinan akan mulai berlaku setelah Olimpiade Paris 2024.

Brexit adalah singkatan dari “British exit”, yaitu keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (UE) setelah referendum yang diadakan pada tanggal 23 Juni 2016. Referendum tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pemilih Inggris memilih untuk keluar dari UE.

Brexit menjadi peristiwa sejarah besar karena Inggris merupakan negara pertama yang memilih untuk meninggalkan UE sejak pembentukannya pada tahun 1993. Proses keluar dari UE memakan waktu cukup lama dan rumit, dengan banyak perundingan antara Inggris dan UE tentang bagaimana hubungan mereka akan terjalin setelah keluarnya Inggris dari UE.

Baca juga: Serba-Serbi Channel Tunnel, Terowongan Rel Terpanjang Kedua di Dunia

Brexit telah memengaruhi banyak aspek kehidupan di Inggris dan UE, termasuk ekonomi, politik, imigrasi, dan perdagangan. Meskipun proses keluar telah selesai pada tanggal 31 Januari 2020, dampak dari Brexit masih terus dirasakan dan berdampak pada kebijakan dan hubungan antara Inggris dan UE di masa depan.

Sebaiknya Anda Tahu! Inilah Bagian dari Pesawat yang Sangat Berisiko Jika Terkena Tembakan

Lumayan sering kita mendengar berita penyerangan bersenjata oleh Organisa Papua Merdeka (OPM) yang menyasar pesawat terbang printis. Lebih mengerikan, bahwa serangan berupa tembakan itu dilakukan saat pesawat tengah mengudara, yakni umumnya erjadi saat pesawat akan melakukan pendaratan.

Baca juga: Profil Pilatus Porter PC-6, Pesawat Susi Air yang Dibakar KKB di Papua

Sebagian besar dari kasus di atas, untungnya tidak berakibat fatal, artinya pesawat masih dapat melakukan pendaratan dan kemudian diperbaiki sebelum dinyatakan laik terbang. Namun, tahukan Anda, bahwa ada beberapa bagian dari pesawat yang akan sangat fatal bila mendapat serangan tembakan.

Meski umumnya serangan (tembakan) dari OPM tidak dilakukan secara presisi, tetap saja ada beberapa tembakan yang mengenai bagian vital pesawat dan berpotensi mengundang musibah. Hal tersebut dapat dibuktikan dari adanya lubang akibat terjangan proyektil.

Dan berikut ini adalah bagian-bagian dari pesawat (sipil komersial) yang rentan dan sangat berisiko jika terkena tembakan. Beberapa bagian dari pesawat ini mungkin lebih rentan terhadap kerusakan akibat tembakan atau serangan daripada yang lain.

1. Mesin dan Sistem Bahan Bakar
Ini karena kerusakan pada mesin atau sistem bahan bakar dapat mempengaruhi kemampuan pesawat untuk terbang dengan baik dan bisa berakibat fatal.

2. Sistem navigasi dan komunikasi.
Serangan pada sistem ini dapat menghambat kemampuan pesawat untuk berkomunikasi dengan pengontrol lalu lintas udara dan bisa membuat pesawat kesulitan untuk mengatur jalur terbangnya.

3. Sistem hidraulik
Sistem hidraulik mengoperasikan bagian kritis seperti sistem pengereman, kemudi, dan kontrol sayap, sehingga kerusakan pada sistem ini dapat menyebabkan pesawat kehilangan kemampuan untuk dikendalikan dengan baik.

4. Sistem listrik
Sistem listrik menggerakkan semua sistem di dalam pesawat seperti lampu, sistem navigasi, dan komunikasi. Kerusakan pada sistem ini dapat mengganggu kemampuan pesawat untuk berkomunikasi dan mengatur jalur terbangnya.

5, Sistem oksigen
Sangat penting untuk memberikan oksigen pada pesawat dengan kabin bertekanan, dan kerusakan pada sistem ini dapat menyebabkan kesulitan bernafas bagi para penumpang dan awak kabin.

6. Kokpit
Tak pelak serangan ini langsung menyasar pada keberadaan pilot dan kopilot. Selain mempengaruhi sistem kendali pesawat, serangan pada kokpit dapat menyebabkan kondisi serius pada penerbang. Dan sangat mengerikan jika pilot dan kopilot mengalami luka-luka dan disorientasi akibat tembakan.

Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Pistol Ditembakkan ke Jendela dari dalam Pesawat?

Namun, penting untuk dicatat bahwa semua bagian pesawat, baik itu kritis atau tidak kritis, dapat mengalami kerusakan akibat tembakan atau serangan. Karena itu, perlu adanya perhatian ekstra dan pencegahan keamanan yang ketat pada setiap bagian dari pesawat untuk meminimalkan risiko serangan dan kerusakan yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.

Ini Sebabnya, Mengapa Proses Pengajuan Visa Kadang Begitu Sulit

Ada beberapa yang menyebut pengajuan proses pembuatan visa ke suatu negara bisa sangat sulit, padahal pembuatan visa tidak gratis dan membutuhkan biaya tidak sedikit. Nah, untuk itu perlu dipahami bahwa setiap negara memiliki persyaratan dan prosedur yang berbeda-beda untuk pengajuan visa, dan sulit atau tidaknya pengajuan visa tergantung pada banyak faktor.

Baca juga: Sebelum ‘Mimpi’ Keliling Eropa, Pahami Dulu Ketentuan Pembuatan Visa Schengen

Namun, secara umum, negara-negara yang memiliki proses pengajuan visa yang ketat dan sulit adalah negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya. Ini karena negara-negara ini memiliki banyak persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelamar visa, termasuk dokumen-dokumen yang lengkap dan valid, serta proses pemeriksaan latar belakang yang ketat.

Selain itu, negara-negara yang sedang mengalami konflik atau masalah keamanan yang signifikan, seperti negara-negara di Timur Tengah atau Afrika, juga memiliki proses pengajuan visa yang sulit karena alasan keamanan nasional.

Berikut ini beberapa faktor yang dapat menyebabkan pengajuan visa menjadi sulit bagi seseorang yang akan melakukan kunjungan ke suatu negara

1. Persyaratan yang ketat
Setiap negara memiliki persyaratan yang berbeda untuk pengajuan visa, dan beberapa negara memiliki persyaratan yang sangat ketat yang harus dipenuhi oleh pelamar visa. Persyaratan ini dapat termasuk dokumen yang harus diserahkan, batas waktu pengajuan, dan tentunya persyaratan keuangan yang ketat.

2. Kewarganegaraan
Kewarganegaraan pelamar visa juga dapat mempengaruhi seberapa sulit pengajuan visa tersebut. Beberapa negara memiliki persyaratan yang lebih ketat untuk warga negara dari negara tertentu atau daerah tertentu yang dianggap memiliki risiko keamanan yang tinggi atau masalah imigrasi.

3. Latar belakang pelamar
Latar belakang pelamar, termasuk riwayat perjalanan juga dapat mempengaruhi sulitnya pengajuan visa. Beberapa negara memiliki proses pemeriksaan latar belakang yang sangat ketat, dan pelamar dengan riwayat yang kurang baik dapat memiliki kesulitan dalam mendapatkan visa.

4. Tujuan perjalanan
Tujuan perjalanan pelamar visa juga dapat mempengaruhi sulitnya pengajuan visa. Jika tujuan perjalanan pelamar dianggap kontroversial atau berisiko, seperti untuk tujuan bisnis atau studi, maka proses pengajuan visa dapat menjadi lebih sulit.

5. Kondisi politik dan keamanan
Kondisi politik dan keamanan di negara yang ingin dikunjungi juga dapat mempengaruhi sulitnya pengajuan visa. Negara-negara yang sedang mengalami konflik atau masalah keamanan yang signifikan dapat memiliki proses pengajuan visa yang lebih sulit karena alasan keamanan nasional.

Baca juga: Arab Saudi Beri Penumpang Flynas dan Saudia Visa Transit 4 Hari, Bisa Umrah Gratis

Namun, perlu diingat bahwa setiap negara memiliki kebijakan dan persyaratan yang berbeda untuk pengajuan visa, dan faktor-faktor di atas tidak selalu membuat pengajuan visa sulit untuk semua orang.

Shek Kong – Bandara Kecil Bernilai Sejarah, Pernah Jadi Basis Angkatan Udara Inggris di Hong Kong

Selain Bandara Internasional Hong Kong (HKIA) yang menjadi gerbang utama masuk dan keluar Hong Kong, dahulu juga sangat dikenal Bandara Kai Tak yang terletak di wilayah Kowloon. Bandara ini ditutup pada tahun 1998 dan sekarang telah digantikan oleh HKIA. Nah, selain dua nama bandara tadi, rupanya di Hong Kong masih ada satu bandara aktif yang jarang diketahui pelancong asing.

Baca juga: Bandara Hong Kong Rampungkan Runway Ketiga di Tanah Reklamasi

Bandara tersebut adalah Bandara Shek Kong, bandara kecil yang terletak di Distrik Yuen Long di wilayah New Territories (di lembah Pat Heung). Bandara ini memiliki satu landasan pacu dengan panjang sekitar 1.500 meter dan digunakan terutama untuk kegiatan penerbangan umum, termasuk penerbangan bisnis, pelatihan pilot, dan penerbangan olahraga.

Dari sejarahnya, Bandara Shek Kong dibangun pada tahun 1954 sebagai bandara militer dan digunakan oleh Angkatan Udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force) hingga tahun 1971. Setelah itu, bandara ini digunakan sebagai bandara umum dan dioperasikan oleh Departemen Penerbangan Sipil Hong Kong.

Karena ukurannya yang kecil, Bandara Shek Kong hanya dapat menampung pesawat kecil, seperti pesawat ringan dan helikopter. Saat ini, ada beberapa operator penerbangan yang mengoperasikan penerbangan dari bandara ini, termasuk Heliservices, East Asia Airlines, dan Sky Shuttle Helicopters.

Baca juga: Kai Tak, Bekas Bandara Paling Berbahaya di Dunia Bakal Disulap Jadi Gedung Pencakar Langit

Yang unik, meskipun terletak di Hong Kong, Bandara Shek Kong sebenarnya terletak di daratan utama Cina dan memiliki akses yang terbatas ke wilayah Hong Kong. Oleh karena itu, bandara ini terutama digunakan untuk penerbangan lokal dan tidak melayani penerbangan internasional.

Berniat Habiskan Ramadhan di Luar Negeri, Perhatikan Dulu Durasi Puasanya!

Tidak sedikit umat Muslim Indonesia yang harus menghabiskan bulan Ramadhan di luar negeri, baik mereka tengah menyelesaikan studi ataupun tuntutan pekerjaan. Di Indonesia sendiri, durasi waktu berpuasa kurang lebih sekitar 13 jam. Namun tahukan Anda ada beberapa Negara di dunia yang memiliki waktu puasa lebih dari 19 jam?

Baca juga: Ukur Kepuasan Pelanggan Melalui Polling, HappyOrNot Sebut Bandara ini Sebagai yang Paling ‘Bahagia’ di Dunia!

Adalah Kosar Mahmoodi, seorang wanita yang tinggal di Finlandia sejak tahun 1994 harus menghabiskan waktu berpuasa selama kurang lebih 21 jam. Itu artinya Ia dan warga muslim lainnya yang berada di Finlandia hanya memiliki waktu 3 jam untuk berbuka puasa, menjalankan Shalat Tarawih, dan bersantap sahur.

Delapan jam waktu kerja yang berlaku di sana tentu bukanlah menjadi suatu masalah ketika Ia sudah mengetahui celah agar bisa lancar menjalankan ibadah puasa di Finlandia. “Merencanakan segala sesuatu dengan baik dan makan makanan yang sehat merupakan salah satu trik untuk menjalankan puasa di sini,” ungkapnya sebagaimana KabarPenumpang.com wartakan dari laman khaleejtimes.com, Kamis (18/5/2017).

Sedikit bergeser ke sebelah selatan, tepatnya di Kanada seorang wanita bernama Hanan Auzam harus melewati waktu berpuasa selama 17 jam. Wanita blasteran Indonesia – Kanada ini mengaku tantangan terbesar yang ia alami selama berpuasa adalah lingkungan sekitar yang mayoritas non-muslim. Demi mengalihkan rasa lapar dan hausnya, ia menjalani aktifitas seperti berkebun, dan mengaji hingga sore hari. “Asupan makanan selama buka puasa dan sahur kaya akan protein dan potassium, serta minum yang cukup agar tidak cepat haus,” tuturnya.

Baca juga: 6 Panduan Kru Maskapai Menangani Penumpang yang Berpuasa

Dari beberapa penjabaran durasi waktu puasa di dunia, berikut KabarPenumpang.com sajikan beberapa durasi waktu puasa dari berbagai penjuru dunia:

  1. Chile dengan durasi 9 jam 43 menit
  2. Australia dengan durasi 11 jam 24 menit
  3. Brazil dengan durasi 12 jam 41 menit
  4. Indonesia dengan durasi 13 jam
  5. Malaysia dengan durasi 13 jam 34 menit
  6. India dengan durasi 14 jam 39 menit
  7. Pakistan dengan durasi 15 jam 10 meni
  8. Chicago dengan durasi 16 jam 57 menit
  9. Turki dengan durasi 15 jam 15 menit
  10. Inggris dengan durasi 18 jam 55 menit
  11. Dan negara dengan durasi puasa terpanjang dipegang oleh Islandia dengan 22 jam.

Baca juga: Islandia (1) – Menjejakkan Kaki di Negeri Surga Aurora

Jadi, bagi Anda yang hendak menghabiskan bulan Ramadhan di luar negeri, ada baiknya mempertimbangkan terlebih dahulu durasi puasa yang berlaku di sana, jangan sampai Ibadah Anda terganggu akibat durasi puasa yang berbeda dengan di Tanah Air.

Sebelum ‘Mimpi’ Keliling Eropa, Pahami Dulu Ketentuan Pembuatan Visa Schengen

Melancong keliling Eropa adalah idaman bagi banyak orang, dan untuk mewujudkannya, Anda bisa memanfaatkan fasilitas Visa Schengen. Dengan visa ini memungkinkan pemegangnya untuk memasuki dan tinggal di wilayah Schengen selama periode tertentu, yang terdiri dari sejumlah negara di Eropa yang telah menandatangani kesepakatan Schengen.

Baca juga: Mau Ke Eropa dengan Visa Schengen? Jangan Lupa Pesan Tiket Kereta Secara Online

Kesepakatan ini memungkinkan orang untuk bergerak bebas di antara negara-negara anggota tanpa perlu memeriksa paspor dan visa di perbatasan internal. Visa Schengen dikeluarkan oleh negara-negara anggota Schengen dan berlaku di seluruh wilayah Schengen. Nah, berikut beberapa hal penting yang wajib kamu ketahui tentang visa Schengen:

1. Negara-negara Schengen
Saat ini terdapat 26 negara di Eropa yang menjadi anggota Schengen, termasuk Austria, Belgia, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Italia, Spanyol, Portugal, Swedia, dan negara-negara lainnya. Untuk memasuki wilayah Schengen, visa Schengen harus diterbitkan oleh salah satu negara anggota Schengen.

2. Durasi tinggal
Visa Schengen dapat dikeluarkan dalam berbagai durasi, tergantung pada keperluan perjalanan Anda. Umumnya, visa Schengen dikeluarkan dengan durasi tinggal maksimal 90 hari dalam periode 180 hari. Namun, durasi visa dan durasi tinggal yang diizinkan dapat bervariasi tergantung pada negara yang mengeluarkan visa dan alasan kunjungan.

3. Syarat dan ketentuan
Untuk memperoleh visa Schengen, Anda harus memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh negara yang mengeluarkan visa, seperti surat undangan, tiket pesawat, bukti akomodasi, bukti keuangan, dan asuransi perjalanan.

4. Biaya
Biaya untuk mendapatkan visa Schengen berbeda-beda tergantung pada negara yang mengeluarkan visa dan jenis visa yang Anda ajukan. Biaya bisa mencakup biaya aplikasi, biaya pengurusan, dan biaya administrasi.

5. Proses aplikasi
Proses aplikasi untuk mendapatkan visa Schengen dapat memakan waktu dan memerlukan dokumen-dokumen yang lengkap dan benar. Pastikan untuk mengajukan aplikasi dengan waktu yang cukup dan mengikuti panduan aplikasi yang disediakan oleh negara yang Anda ajukan visa Schengen.

Baca juga: Mau Berwisata ke Eropa? Perhatikan Dulu Skor Ramah Lingkungan di Kota-kota Ini

Pastikan Anda memeriksa persyaratan visa Schengen dan mengikuti panduan aplikasi dengan seksama sebelum mengajukan aplikasi.

Bila Terjadi Hambatan Komunikasi Antara Pilot dan Petugas ATC, Inilah yang Harus Dilakukan

Hambatan komunikasi antara pilot dan petugas ATC (Air Traffic Control) tak pelak menjadi mimpu buruk dalam dunia penerbangan. Selain bisa menyebabkan kebingungan, kesalahan, lebih fatal, hambatan komunikasi bahkan bisa berujung pada kecelakaan pesawat.

Baca juga: Kemampuan Menurun Seiring Bertambahnya Usia, Jadi Batasan Usia Kerja Petugas ATC

Oleh karena itu, penting untuk mengatasi hambatan komunikasi dengan cepat dan efektif. Berikut beberapa solusi dari forum quora.com yang dapat dilakukan saat terjadi hambatan komunikasi antara pilot dan petugas ATC.

1. Mengulangi pesan
Jika pesan yang diterima tidak jelas atau tidak dimengerti, pilot atau petugas ATC dapat meminta pesan tersebut diulang kembali agar dapat dipahami dengan baik.

2. Menggunakan bahasa yang sederhana dan jelas
Pilot dan petugas ATC sebaiknya menggunakan bahasa yang sederhana dan jelas, menghindari penggunaan kata-kata teknis atau singkatan yang tidak familiar bagi lawan bicara.

3. Menyesuaikan kecepatan bicara
Pilot dan petugas ATC sebaiknya menyesuaikan kecepatan bicara mereka agar mudah dimengerti oleh lawan bicara. Jika sulit untuk memahami, baik pilot maupun petugas ATC dapat meminta lawan bicara untuk menyesuaikan kecepatan bicara.

4. Menggunakan teknologi
Teknologi seperti pesan teks atau visual dapat digunakan sebagai alternatif jika komunikasi suara tidak efektif.

5. Menetapkan protokol darurat
Jika terjadi situasi darurat atau keadaan kritis, pilot dan petugas ATC dapat mengikuti protokol darurat yang telah ditetapkan sebelumnya untuk memastikan pesan tersampaikan dengan jelas dan tepat waktu.

6. Melakukan pelatihan
Pelatihan dapat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi pilot dan petugas ATC dalam berkomunikasi dengan baik dan efektif.

Standar Bahasa Inggris untuk pilot dan petugas ATC harus sesuai dengan standar Bahasa Inggris Internasional yang disebut sebagai Aviation English atau English for Aviation Purposes. Aviation English digunakan sebagai bahasa universal dalam komunikasi penerbangan di seluruh dunia.

ICAO (International Civil Aviation Organization) telah menetapkan standar minimum kemampuan Bahasa Inggris bagi pilot dan petugas ATC di seluruh dunia, yaitu level 4 dari skala 1-6 dalam tes Bahasa Inggris Aviation English.

Level 4 menunjukkan kemampuan yang memadai untuk berkomunikasi secara efektif dalam situasi standar, seperti memberikan informasi navigasi dan instruksi untuk lepas landas dan mendarat.

Namun, untuk situasi darurat atau situasi yang lebih kompleks, seperti kondisi cuaca yang buruk atau masalah teknis, kemampuan bahasa Inggris yang lebih tinggi diperlukan.

Baca juga: Ternyata! Pendapatan Petugas ATC Jauh Lebih Tinggi dari Seorang Pilot

Untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris pilot dan petugas ATC, mereka dapat mengikuti kursus Bahasa Inggris yang disesuaikan untuk keperluan penerbangan. Selain itu, latihan Bahasa Inggris seperti membaca artikel atau buku tentang penerbangan, menonton video atau mendengarkan rekaman tentang penerbangan, serta berlatih berbicara dalam Bahasa Inggris secara aktif, dapat membantu meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mereka.