Masih Gratis Sampai 16 Oktober, Begini Cara Pesan Tiket dan Jadwal Perjalanan Kereta Cepat Whoosh

Kereta cepat Whoosh masih gratis sampai 16 Oktober sejak pertama kali beroperasi secara resmi. Melalui Whoosh Experience Program tahap pertama, yang berlangsung sejak 3-7 Oktober 2023 berjalan sukses dan dinikmati ribuan masyarakat, PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) melanjutkan Whoosh Experience Program kedua 8-10 Oktober lalu dan tahap ketiga, dimana perjalanan Kereta Cepat Whoosh gratis untuk keberangkatan 11-16 Oktober 2023. Pendaftaran akan dibuka paling lambat pada 10 Oktober 2023.

Baca juga: Puas Kualitas KCJB Usai Jajal Bareng Luhut, Cina Siap Garap Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Ada pengalaman baru yang KCIC tawarkan di Whoosh Experience Program kali ini. Masyarakat kini melakukan registrasi melalui website ticket.kcic.co.id dan akan mendapatkan QR Code.

Sebelum melakukan pemesanan, calon penumpang diharuskan untuk membuat akun terlebih dahulu. Dengan menggunakan website ticket.kcic.co.id penumpang dapat memilih rute satu arah maupun dua arah langsung, memilih tempat duduk, serta pemesanan hingga lima penumpang.

Untuk memudahkan penumpang saat check in, penumpang dapat langsung menunjukkan QR Code yang dikirimkan ke email setelah transaksi. Tidak perlu lagi repot-repot menukarkan kode booking ke loket. QR Code tersebut dapat langsung digunakan untuk boarding mulai 30 menit sebelum jadwal keberangkatan.

Selama masa Whoosh Experience Program calon penumpang masih tidak akan dikenakan biaya. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan masyarakat terhadap layanan Kereta Cepat Whoosh sesuai aturan dan skema pelayanan ke depannya.

KCIC melakukan beberapa perbaikan untuk periode ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan kehadiran website baru dan QR Code diharapkan masyarakat bisa dengan mudah mengakses Kereta Cepat Whoosh.

Pada Whoosh Experience Program kali ini terdapat 8 perjalanan Whoosh setiap harinya yang dapat dipilih oleh penumpang melalui web yaitu:
a. Halim – Padalarang
b. Halim – Tegalluar
c. Padalarang – Halim
d. Tegalluar – Halim

Khusus untuk perjalanan dari dan ke Stasiun Padalarang, terdapat KA Feeder Kereta Cepat yang dapat digunakan oleh penumpang secara cuma-cuma untuk menuju Stasiun Bandung.

Baca juga: Enam Hal ini Jadi Pembeda Antara Rel Kereta Cepat dan Rel Kereta Konvensional

Seluruh masyarakat yang akan mendaftar melalui jalur online dihimbau untuk lebih teliti dalam memasukkan alamat email, mengecek jadwal perjalanan yang dipesan, dan datang lebih awal karena boarding gate akan ditutup 5 menit sebelum keberangkatan.

KCIC akan terus melakukan evaluasi selama masa promosi ini. Sehingga nantinya pelayanan dari Kereta Cepat Whoosh akan semakin baik dan dapat memudahkan masyarakat yang aktif dan membutuhkan kecepatan konektivitas.

Inilah Rekomendasi Penginapan Nyaman Saat Menyaksikan MotoGP di Mandalika

Pertamina Grand Prix Indonesia akan kembali digelar di Sirkuit Internasional Mandalika pada tanggal 13 hingga 15 Oktober 2023. Tahun ini menandakan tahun kedua gelaran ajang balapan MotoGP Mandalika diadakan di tengah indahnya suasana alam tropis Mandalika, Lombok.

Baca juga: Dulunya Bus Sekolah, Kini Bus Tingkat ini Jadi Penginapan Mewah

Selagi berada di Lombok untuk MotoGP, manfaatkan waktu untuk berlibur dan mengunjungi berbagai destinasi wisata terdekat. Mulai dari menyaksikan senja di Bukit Merese, mengenal lebih jauh budaya lokal di Desa Sasak Ende, hingga mencicipi jajanan di sekitar Kuta, ada banyak pilihan yang dapat dieksplor di Mandalika. Beragam aktivitas yang ada tentunya membuat pengalaman pergi ke Lombok tidak hanya untuk menyaksikan MotoGP saja, tapi juga memberikan memori yang tak terlupakan.

Menghitung hari yang makin dekat menuju MotoGP, tak heran bahwa banyak penginapan sekitar Mandalika yang hampir penuh dipesan para pengunjung. Namun jangan khawatir, karena Airbnb mempunyai beberapa pilihan penginapan yang nyaman, dekat dengan sirkuit, dan juga cocok untuk berbagai macam pengunjung!

Dos Palmas Villa, Pujut, Nusa Tenggara

Villa ini mempunyai area yang cukup luas bagi para pengunjung yang bepergian secara berkelompok saat MotoGP Mandalika nanti. Dilengkapi dengan arsitektur klasik dan juga kolam renang yang besar, Villa Dos Palmas adalah tempat menginap yang tepat untuk bersenang-senang bersama teman maupun keluarga. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat berjalan-jalan ke restoran, spa, dan studio yoga yang letaknya tidak jauh dari villa.

Mariposa Villa, Pujut, West Nusa Tenggara

Terletak di jantung kota Kuta, Mariposa Villa merupakan penginapan dengan tiga kamar tidur yang memiliki banyak area terbuka dan kolam renang pribadi yang dikelilingi hamparan kebun menyejukkan. Penginapan ini sangat cocok untuk menikmati waktu yang berkualitas bersama dengan keluarga, terutama setelah menghabiskan hari menonton pertandingan MotoGP. Tidak perlu khawatir jika Anda juga ingin pergi ke pantai, karena jaraknya hanya lima belas menit dari villa.

Villa Mahai, Pujut, West Nusa Tenggara

Masuk ke dalam komunitas Niyama Villas, Villa Mahai adalah tempat yang sempurna untuk menikmati akhir pekan bersama teman-teman. Dilengkapi dengan tiga kamar tidur, kolam renang pribadi, dan dapur dengan alat masak yang lengkap, kenyamanan villa ini membuat pengunjung seakan sedang tinggal di rumah, meskipun nyatanya sedang jauh dari rumah. Lokasinya yang strategis memudahkan pengunjung untuk menikmati berbagai kegiatan di area sekitar, mulai dari berjalan-jalan di Kuta hingga menikmati pagi yang tenang sambil yoga.

Nanti Villa, Pujut, West Nusa Tenggara

Setelah berakhir pekan menikmati MotoGP, habiskan waktu bersantai dan menikmati indahnya pemandangan Lombok dari atas bukit, hanya dengan membuka pintu kamar tidur. Villa bambu ini menawarkan pengalaman tak terlupakan di tengah pesona alam Lombok, lengkap dengan kenyamanan selama menginap. Tidak hanya itu, desain arsitekturnya yang unik juga membuat penginapan ini cocok bagi para turis yang ingin membagikan momen berlibur ini ke media sosial.

Bungalow in the Jungle, Kuta, Central Lombok

Jika pengunjung ingin berpetualang di Lombok, mungkin bisa mempertimbangkan untuk singgah ke penginapan ini untuk beberapa hari, sebelum mengemas barang-barang kembali ke rumah. Bungalow ini terletak di daerah yang jauh dari kerumunan, namun tetap dekat dengan restoran lokal dan pantai. Rasakan keindahan alam lengkap dengan suara hewan dan ombak pada siang hari, dan dilanjutkan dengan pemandangan langit penuh bintang pada malam hari.

Catat, Begini Cara Temukan Barang Tertinggal-Hilang di Stasiun-Kereta LRT Jabodebek

Seiring tingginya traffic penumpang LRT Jabodebek, petugas di stasiun dan kereta mulai banyak menemukan barang hilang atau tertinggal. Kendati petugas mengamankan barang tersebut, dari sisi penumpang, tak jarang justru bingung cara menemukan atau mendapatkannya kembali. Padahal, cara menemukan barang hilang atau tertinggal di stasiun dan kereta LRT Jabodebek sangat mudah.

Baca juga: Mulai 16 September Keberangkatan Terakhir Pukul 20.00, Berikut Jadwal LRT Jabodebek Terbaru

Sejak beroperasinya LRT Jabodebek pada 28 Agustus 2023, minat masyarakat untuk menggunakan LRT Jabodebek cukup tinggi. Terhitung sejak 28 Agustus s.d 8 Oktober 2023 LRT Jabodebek telah melayani 1.861.088 pengguna jasa.

Tingginya jumlah pengguna jasa yang menggunakan LRT Jabodebek berdampak pada terdapatnya sejumlah barang penumpang yang tertinggal baik di Stasiun maupun di dalam kereta dan berhasil diamankan petugas.

Tercatat mulai awal beroperasi hingga awal Oktober, petugas LRT Jabodebek berhasil mengamankan ratusan barang penumpang yang tertinggal di kereta maupun stasiun. Barang yang ditemukan diantaranya KTP, handphone, STNK, emas, kunci sepeda motor, tas, tempat makanan, jaket dll.

LRT Jabodebek berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan termasuk menyiapkan petugas yang siap untuk mengamankan dan memastikan barang penumpang tertinggal hingga dapat dikembalikan kepada pemiliknya.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo menyampaikan bahwa barang bawaan merupakan tanggung jawab penumpang, namun untuk memberikan layanan terbaik, petugas di kereta maupun stasiun akan selalu berupaya membantu mengamankan barang tertinggal yang masih ada di atas kereta maupun stasiun.

Petugas LRT Jabodebek selalu melakukan pemeriksaan secara berkala pada area-area kereta maupun di stasiun untuk memastikan tidak ada barang penumpang yang tertinggal. Selain itu petugas di kereta maupun di stasiun juga mengingatkan kepada penumpang untuk menjaga barang bawaanya agar tidak tertinggal maupun berpindah tangan kepada orang lain.

“Bagi para penumpang yang merasa kehilangan atau tertinggal barang di dalam kereta atau di lingkungan stasiun, dapat melaporkan kepada petugas yang ada di kereta, maupun petugas yang ada di stasiun,” ujarnya.

Untuk penumpang yang sudah tidak berada di area kereta dan stasiun, lanjut Kuswardoyo, cara menemukan atau mendapatkan barang yang hilang atau tertinggal dapat melaporkan melalui Contact Center KAI melalui telepon di 121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

Apabila ada laporan dari penumpang mengenai barang bawaan tertinggal, petugas LRT Jabodebek akan melakukan koordinasi dan pencarian, jika dapat ditemukan saat itu juga maka langsung diserahkan kembali kepada pelapor dengan proses pelapor menunjukan kartu identitas dan verifikasi kepemilikan barang.

Baca juga: Barang Bawaan Tertinggal Saat Naik KRL, Kini Tak Perlu khawatir Lagi

Jika barang belum bisa ditemukan, akan dilakukan konfirmasi melalui telepon kepada pelapor terkait perkembangan penanganannya, jika diketemukan maka untuk proses penyerahan pelanggan wajib menunjukkan kartu identitas dan proses verifikasi kepemilikan barang.

“LRT Jabodebek menghimbau kepada pengguna jasa LRT Jabodebek untuk selalu memperhatikan barang bawaan ketika melakukan perjalanan, baik di dalam kereta maupun di stasiun,” tutupnya.

Mengenal Palestinian Airlines, Maskapai Nasional Sekaligus Simbol Kemerdekaan Palestina

Meski status Palestina sebagai sebuah negara belum diakui oleh PBB, namun, upaya demi upaya terus dilakukan untuk mencapai kemerdekaan. Salah satunya mendirikan maskapai penerbangan nasional, Palestinian Airlines, untuk kebanggan dan kemandirian, di samping memperkuat ekonomi melalui arus kedatangan penumpang dan barang.

Baca juga: Yasser Arafat International Airport, Saksi Bisu Kekejaman Militer Israel

Hanya saja, sejak Intifada kedua Al-Aqsa pecah pada Oktober tahun 2000 silam, maskapai Palestinian Airlines, dilarang beroperasi oleh penjajah Zionis Israel. Sejak saat itu, masa depan maskapai yang berada di bawah kendali langsung otoritas Palestina ini menjadi suram.

Kendati sempat bangkit pada 2012 lalu, maskapai nasional Palestina akhirnya resmi bangkrut pada tahun 2020 lalu, menandakan akhir dari upaya kemerdekaan Palestina melalui jalan kemandirian transportasi udara.

Dilansir The Jerusalem Post, Palestinian Airlines didirikan oleh otoritas Palestina pada tahun 1995 dan mulai beroperasi dua tahun setelahnya atau pada tahun 1997. Ketika itu, Belanda memainkan peranan penting lewat sumbangan dua pesawat Fokker 50. Tak hanya itu, Saudi juga demikian. Melalui Pangeran Saudi Al-Waleed bin Talal Al Saud, Arab Saudi menghibahkan sebuah Boeing 727.

Sejak saat itu, warga Gaza pada khususnya dan Palestina pada umumnya mulai terhubung dengan dunia luar, didukung keberadaan Bandara Internasional Yasser Arafat di Gaza, Palestina. Sebelum maskapai dan bandara tersebut beroperasi, warga Palestina harus menempuh jarak sekitar 350 km terlebih dahulu ke Kairo untuk menikmati penerbangan.

Namun, pasca serangan brutal Israel untuk menekan gerakan Intifada, yang pada akhirnya turut membuat bandara tersebut porak-poranda, Palestinian Airlines memindahkan basis operasinya ke Bandara Internasional El Arish, 60 km dari Gaza di Rafah, perbatasan Mesir-Palestina, mulai Desember 2001.

Di sana, Palestinian Airlines terus beroperasi lewat dua pesawat turborop andalan, Fokker 50 sampai tahun 2005. Ketika itu, bisnis maskapai nasional Palestina ini terus menggeliat, ditandai dengan adanya 98 karyawan. Maskapai itu mengoperasikan penerbangan dua mingguan dari El Arish dan Marka Airbase ke Amman, Yordania, mengangkut jutaan penumpang setiap tahunnya. Maskapai juga melakoni penerbangan ke Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Kesuksesan tersebut bahkan sempat mendorong ekspansi rute ke Eropa, sekalipun itu tak pernah terjadi karena tekanan Israel. Namun demikian, Otoritas Palestina tetapi tidak diakui oleh Kementerian Penerbangan Sipil Mesir.

Baca juga: Hari Ini, 46 Tahun Lalu, TWA Flight 841 Dibom Pemuda Palestina Gegara Intel Israel

Setelah 25 tahun beroperasi atau sekitar akhir tahun 2020 lalu, Otoritas Palestina mengumumkan bahwa Palestinian Airlines stop operasi. Selain karena pandemi Covid-19, maskapai itu bangkrut juga karena perjanjian sewa guna usaha jangka panjang dengan Niger Airlines berakhir.

Seluruh karyawan yang berjumlah delapan orang pun di-PHK dan dua pesawat Fokker 50 hibah dari Pemerintah Belanda dijual. Selain itu, beberapa pesawat lainnya, seperti Boeing 727-100, -200, Bombardier Dash 8-300, dan Ilyushin Il-62 sudah lebih dahulu dijual.

Bermarkas di Bandara Ben Gurion, Inilah El Al, Maskapai Nasional Israel dengan Awak Kabin Wajib Berdinas Militer

Bila di artikel sebelum ini kami kupas tentang sejarah Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv, yang kondang sebagai bandara dengan pengamanan paling ketat di dunia, maka bandara yang menjadi simbol konflik Israel-Palestina ini juga berstatus sebagai markas dari El Al Israel Airlines, maskapai nasional Israel yang kini sebagian besar sahamnya berada di tangan swasta. Lantaran Israel adalah negeri yang sarat konflik di Timur Tengah, maka serba-serbi El Al jelas menarik untuk disimak.

Baca juga: Jadi Simbol Konflik Israel-Palestina, Inilah Sejarah Panjang Bandara Ben Gurion di Tel Aviv

Dari beberapa literasi, disebut El Al didirikan pada tahun 1948, tahun yang sama dengan berdirinya negara Yahudi itu. Maskapai ini didirikan oleh pemerintah Israel sebagai maskapai penerbangan nasional untuk menghubungkan Israel dengan dunia luar. Nama “El Al” sendiri diambil dari bahasa Ibrani dan berarti “ke atas” atau “menuju langit.”

Penerbangan pertama El Al terjadi pada tanggal 28 September 1948, ketika sebuah pesawat Dakota DC-4 milik maskapai ini terbang dari Bandara Ekron di Israel ke Bandara Internasional Croydon di London. Selama beberapa dekade pertama keberadaannya, El Al menghadapi beberapa tantangan yang unik. Karena embargo yang diberlakukan oleh negara-negara Arab terhadap Israel, maskapai ini sering harus terbang rute yang panjang dan rumit untuk mencapai destinasi-destinasi di seluruh dunia.

El Al dikenal memiliki sistem keamanan yang sangat ketat dan dikenal dengan tindakan-tindakan keamanan khusus yang diterapkan pada penerbangan mereka. Ini termasuk pemeriksaan intensif terhadap penumpang, perlengkapan pesawat dengan peralatan keamanan canggih, dan praktik keamanan lainnya.

Untuk armadanya, El Al mulai menggunakan pesawat jetliner pada tahun 1960-an dan menjadi salah satu maskapai penerbangan pertama yang mengoperasikan Boeing 707. El Al terus mengalami perkembangan dan modernisasi dalam armada dan layanan mereka. Maskapai ini mengoperasikan pesawat modern seperti Boeing 747, 777, dan 787 Dreamliner.

El Al mengoperasikan penerbangan ke banyak kota di seluruh dunia dan merupakan pintu gerbang utama bagi wisatawan yang datang ke Israel. Mereka juga mengoperasikan rute khusus ke destinasi di Amerika Utara, Eropa, Asia, dan Afrika. Untuk rute Asia Tenggara, El Al juga melayani penerbangan langsung Tel Aviv-Singapura.

Pada tahun 2003, El Al diubah dari maskapai pemerintah menjadi maskapai swasta setelah divestasi saham oleh pemerintah Israel. Meskipun demikian, maskapai ini tetap menjadi maskapai penerbangan nasional Israel.

Syarat Awak Kabin yang Ketat
El Al Israel Airlines memiliki syarat khusus yang diterapkan pada awak kabin mereka, yang mencerminkan perhatian khusus terhadap keamanan penerbangan dan karakteristik khusus dari maskapai ini. Beberapa syarat khusus yang diterapkan pada awak kabin El Al. Seperti awak kabin El Al harus memiliki kewarganegaraan Israel. Ini adalah salah satu langkah keamanan yang diterapkan oleh maskapai ini untuk memastikan keamanan penerbangan.

Baca juga: Bikin Heboh, Maskapai Nasional Israel El AL Ajukan Izin Layanan Penerbangan Haji 

Selain itu, kebanyakan awak kabin juga wajib berdinas militer sebagai bagian dari kewajiban wajib militer Israel. Awak kabin El Al harus melewati pelatihan yang ketat dalam bidang keamanan dan pelayanan penumpang. Mereka dilatih untuk mengatasi situasi darurat, seperti potensi ancaman teroris, dengan cepat dan efektif.

Jadi Simbol Konflik Israel-Palestina, Inilah Sejarah Panjang Bandara Ben Gurion di Tel Aviv

Sebagai bandara internasional satu-satunya di Israel yang melayani keluar masuk pelancong ke Negeri Yahudi, maka Bandara Ben Gurion di Tel Aviv tak pelak menjadi target favorit pada setiap serangan yang dilancarkan lawan-lawan Israel. Sebagai lanjutan dari serangan akbar milisi Hamas pada 7 Oktober lalu, maka hari Senin (9/10/2023), Ben Gurion diwartakan mendapatkan serangan roket dari Hamas.

Baca juga: Roket Hamas Serang Ben Gurion, Bandara Utama Israel dengan Pengamanan Paling Ketat di Dunia

Terlepas dari sepak terjang dan status Ben Gurion, yang juga dikenal sebagai bandara dengan pengamanan paling kekat di dunia, maka menarik untuk mengintip sejarah bandara yang menjadi markas maskapai El Al ini.

Bandara Ben Gurion (kode IATA: TLV, ICAO: LLBG), pertama kali dibuka pada tahun 1936 di sebuah lokasi yang berdekatan dengan kota Tel Aviv dengan nama Bandara Sde Dov. Namun, saat Perang Arab-Israel pada tahun 1948, bandara tersebut ditutup karena kekhawatiran akan serangan militer.

Pada tahun 1948, bandara dipindahkan ke lokasi yang sekarang dikenal sebagai Bandara Internasional Ben Gurion, terletak di antara Tel Aviv dan kota Lod (Lod adalah bentuk Ibrani dari Lydda, nama sebelumnya untuk kota tersebut). Bandara Ben Gurion mengalami pembangunan dan pengembangan berkelanjutan selama bertahun-tahun. Fasilitas ini ditingkatkan dan diperluas untuk mengakomodasi pertumbuhan trafik udara dan kebutuhan pengguna bandara.

Pada tahun 1973, bandara ini diubah namanya menjadi Bandara Internasional Ben Gurion, untuk menghormati David Ben Gurion, salah satu pendiri negara Israel dan Perdana Menteri pertama Israel. Ben Gurion memiliki peran strategis dalam konektivitas internasional dan adalah pintu gerbang utama bagi wisatawan yang datang ke Israel. Bandara ini juga memiliki peran penting dalam keamanan dan pemantauan terhadap semua penerbangan yang masuk dan keluar dari negara tersebut.

Selama bertahun-tahun, Bandara Ben Gurion juga menjadi target beberapa serangan teroris. Karena itu, Israel telah mengembangkan salah satu sistem keamanan bandara yang paling ketat di dunia. Hal ini tak bisa dikesampingkan bahwa Bandara Ben Gurion telah menjadi simbol dalam konflik Israel-Palestina dan perang-perang di Timur Tengah.

Fasilitas Terminal
Bandara Ben Gurion memiliki dua terminal penumpang utama:
Terminal 3 (T3) sebagai terminal utama untuk penerbangan internasional. Ini adalah terminal yang modern dan dilengkapi dengan fasilitas modern, termasuk toko-toko, restoran, dan fasilitas kenyamanan lainnya. T3 adalah tempat kedatangan dan keberangkatan untuk banyak penerbangan internasional.

Terminal 1 (T1) sebagian besar digunakan untuk penerbangan domestik dan beberapa penerbangan internasional ke tujuan regional. Ini adalah terminal yang lebih kecil dan lebih tua dibandingkan dengan T3.

Baca juga: Ikuti Langkah di Tepi Barat, Israel Siap Perluas Bandara Ben Gurion

Bandara Ben Gurion memiliki dua landasan pacu utama, yakni landasan pacu 08/26 dengan panjang 3.660 meter dan landasan pacu 12/30 dengan panjang 4.000 meter. Ben Gurion dimiliki dan dioperasikan oleh Otoritas Bandara Israel (Israel Airports Authority), yang mengelola dan mengoperasikan bandara-bandara utama di Israel.

Roket Hamas Serang Ben Gurion, Bandara Utama Israel dengan Pengamanan Paling Ketat di Dunia

Buntut dari serangan roket besar-besaran Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober lalu terus berlanjut. Serangan balasan dari Israel ke wilayah Palestina, pada Senin pagi ini direspon milis Hamas dengan melakukan penembakan roket lanjutan ke Israel. Namun, ada klaim dari Hamas yang menyatakan serangan terbarunya telah menyasar ke Bandara Internasional Ben Gurion, yang terkenal sebagai bandara sipil dengan pengamanan paling kekat di dunia.

Baca juga: Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia

Dikutip dari Kantor Berita Turki Anadolu Agency – aa.com.tr (9/10/2023), sayap militer Hamas, Brigade Izzeddin al-Qassam, mengaku bertanggung jawab pada Senin pagi atas serangan roket di Bandara Internasional Ben Gurion Israel di Tel Aviv. Brigade Al-Qassam mengumumkan di Telegram bahwa mereka melancarkan serangan roket ke bandara tersebut sebagai tanggapan atas serangan Israel yang sedang berlangsung terhadap warga sipil di Gaza.

Pernyataan itu juga menekankan bahwa sebagai bagian dari Operasi Banjir Al-Aqsa, 100 roket ditembakkan ke kota Ashkelon di Israel selatan.

Sementara itu, militer Israel mengumumkan bahwa sirene telah dibunyikan di wilayah tengah negara itu, termasuk Greater Tel Aviv. Channel 12 Israel mengkonfirmasi bahwa banyak roket telah ditembakkan dari Gaza menuju Ashkelon.

Sejauh ini, pihak Israel belum mengkonfirmasi serangan terhadap Bandara Ben Gurion atau apakah ada roket yang berdampak pada kerusakan atau korban jiwa.

Ben Gurion yang terletak di kota Tel Aviv adalah satu-satunya bandara internasional di Israel, tanpa Ben Gurion maka jalur transportasi udara dari dan ke Israel bakal terputus. Karena intensitas konflik yang tinggi dengan negara-negara lain di Timur Tengah, maka wajar jika bandara ini tak disasar untuk kenyamanan wisatawan.

Baca juga: Lucu! Ada Keledai Nyasar ke Bandara Internasional Ben Gurion

Alih-alih menawarkan pelayanan dan kenyamanan, otoritas Ben Gurion justru menerapkan sisem dan prosedur keamanan plus plus, tak hanya bagi calon penumpang, prosedur keluar masuk barang dan kargo pun harus melewati sterilisasi bertingkat. Bahkan yang menyebut pengamanan tertutup (intelijen) jauh lebih besar ketimbang pengamana terbuka di bandara ini.

Pernah Dengar Cara Kerja Radar Cuaca di Pesawat? Simak Di Sini Jika Belum

Seiring perkembangan teknologi, pesawat nyaris bisa terbang mandiri tanpa terlalu bergantung pada kru di darat. Sebab, berbagai teknologi yang dahulu hanya ada di darat, kini sudah tersedia di pesawat. Salah satunya radar cuaca.

Baca juga: Pernah Dengar Seberapa Tebal Kaca Pesawat? Simak Di Sini Jika Belum

Dilansir whyfiles.org, radar merupakan singkatan dari Radio Detection And Ranging. Radar pertama kali ditemukan pada masa Perang Dunia II untuk mendeteksi pesawat. Saat ini, radar sudah menjadi barang wajib di pesawat, bukan pesawat sipil, melainkan pada pesawat tempur untuk menemukan pesawat musuh. Adapun di pesawat sipil, hanya terpasang radar untuk mendeteksi cuaca (weather radar). Dengan adanya radar ini, pilot dapat melihat cuaca yang ada di depan pesawat secara aktual.

Cara kerja radar sebetulnya cukup simpel, memancarkan gelombang melalui transmitter dan menerima kembali pancaran yang dipantulkan objek melalui receiver; mirip seseorang yang berteriak di dalam gua. Suara keluar dari mulut, lalu gelombang dipantulkan dinding gua dan diterima kembali oleh telinga. Secara umum, kinerja radar didukung oleh lima komponen, mulai dari antena radar, antena drive, radar transceiver, radar control panel, dan layar display.

Dikutip dari skybrary.aero, antena radar berfungsi untuk memancarkan dan menangkap gelombang elektromagnetik (gelombang radio). Antena radar di pesawat berbentuk piringan datar (flat plate). Gerakan antena, dikontrol oleh antena drive. Dengan begitu, radar bisa digerakkan sesuai kebutuhan, baik secara horizontal atau kanan-kiri maupun vertikal atau atas-bawah sampai ke daratan sekalipun. Agar lebih jelas, jangkauan gerakannya bisa dilihat dari ilustrasi pada gambar di bawah.

Ilustrasi jangkauan gelombang elektromagnetik radar cuaca. Foto: Google Sites

Menggerakkan antena terkadang penting dilakukan untuk mengukur seberapa kuat dan tinggi cakupan hujan, badai, awan cumulonimbus yang mengandung petir dan hawa dingin serta kristal es. Antena dan antena drive umumnya terletak di nose radome atau di hidung pesawat. Oleh sebab itu radome dibuat dari bahan komposit yang dapat ditembus gelombang radio.

Transceiver adalah komponen yang berfungsi untuk memproduksi gelombang elektromagnetik yang akan dipancarkan oleh antena (transmitter). Gelombang yang dipancarkan transmitter mampu menjangkau sejauh 592 km dengan beamwidth mencapai 8 ribu kaki.

Selain itu, transceiver juga berfungsi untuk menerima dan mengolah gelombang elektromagnetik yang dipantulkan oleh objek (receiver). Transceiver merupakan otak dari sistem radar di pesawat terbang. Transceiver terhubung dengan control panel dan perangkat display di pesawat.

Sistem radar di pesawat terhubung dengan sistem display di kokpit pesawat. Kondisi cuaca yang ditangkap oleh radar akan ditampilkan di navigation display. Kondisi cuaca ditampilkan dalam empat warna yang berbeda; hijau, kuning, merah, dan magenta. Tiap warna menggambarkan kondisi cuaca yang berbeda. Hijau untuk kondisi cuaca yang ringan, kuning untuk sedang, merah untuk berat, dan magenta untuk turbulensi.

Baca juga: Pernah Dengar PBE? Inilah Andalan Pilot dan Pramugari Saat Terjadi Kebakaran di Pesawat

Tampilan radar cuaca untuk kebanyakan sistem adalah dalam dua dimensi. Hanya tampilan dalam sumbu horizontal saja. Namun sekarang juga sudah dikembangkan radar cuaca yang dapat memberikan kondisi cuaca dalam tiga dimensi, yaitu dalam sumbu horizontal dan sumbu vertikal.

Selain itu, radar doppler yang saat ini digunakan pesawat kebanyakan juga mampu mendeteksi pola hujan melalui tetesan dengan lebih baik. Beberapa radar cuaca pesawat juga mampu memprediksi arah pergeseran angin untuk menjadi warning terjadinya hujan.

Kereta Api di Indonesia Masih Suka Telat, Ini Penyebabnya!

Siapa sih yang mau jika naik transportasi perjalanannya sering telat termasuk kereta api? Padahal sudah bersiap – siap lebih awal berangkat dari rumah untuk menjalankan aktifitas dan mengatur waktu agar tidak terlambat diperjalanan. Tapi ternyata diluar dugaan, tetap saja terjebak dan akhirnya terlambat. Keterlambatan yang terjadi biasanya terdapat hal yang tidak diduga. Seperti adanya perbaikan jalan, kecelakaan, mogok pada kendaraan, cuaca buruk dan lain sebagainya.

Baca juga: Kembali Terjadi di Jepang, Kereta Berangkat Lebih Cepat dari Jadwal

Jika dilihat, transportasi kereta api di Indonesia ternyata masih ada saja keterlambatan. Di negara lain bahkan yang maju sekalipun keterlambatan khususnya kereta api juga masih terjadi walaupun tidak sering yang dibayangkan. Di beberapa negara maju penerapan SOP dari perusahaan kereta api yang diutamakan adalah disiplin. Baik itu disiplin kerja maupun disiplin waktu. Jika melanggar, sanksi ringan sampai berat diberikan. Sama halnya perusahaan kereta api di Indonesia juga menerapkan SOP yang sama tentang kedisiplinan. Lantas, mengapa keterlambatan pada perjalanan kereta api masih saja terjadi?

Faktor Keterlambatan Kereta Api yang Masih Terjadi
PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus meningkatkan pelayanan terhadap penggunanya agar lebih terasa nyaman saat di perjalanan. Ketepatan waktu adalah hal utama yang harus dilakukan demi pelayanan terbaik. Namun, ada beberapa hal yang setidaknya diluar dugaan dari perjalanan kereta api, yang semestinya tepat waktu menjadi terlambat. Faktor tersebut meliputi perbaikan jalur kereta yang harus segera selesai dikerjakan membuat kecepatan menjadi terbatas, gangguan pada rangkaian kereta ataupun lokomotif sehingga harus menunggu perbaikan dan kejadian seperti cuaca ekstrem yang membuat kereta api tidak bisa melintas karena adanya jalur rawan bencana (longsor).

Tak hanya PT KAI yang terkadang mendapati hal yang tak terduga terjadi pada perjalanan kereta jarak jauhnya, namun kereta api lokal seperti PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) pun juga mengalami keterlambatan. Seperti adanya gangguan di perlintasan yaitu bencana banjir, kebakaran di sekitaran bantaran rel kereta api, kecelakaan di perlintasan sebidang, gangguan sarana KRL, serta adanya kereta inspeksi yang mengharuskan KRL mengalah untuk menunggu disusul. Hal yang tak diduga pasti saja terjadi sehingga keterlambatan juga kerap kali dirasakan penumpang.

Pihak PT KAI maupun PT KCI pastinya sudah berupaya semaksimal mungkin mencegah hal yang tidak diduga terjadi. Walaupun mengalami kejadian tersebut tim penolong segera cepat datang dan berupaya sesegera mungkin dapat teratasi agar penumpang kereta api terhindar dari keterlambatan parah.

Sesuai dengan jadwal kereta api yang tertera di aplikasi maupun di stasiun, perjalanan kereta api sudah dibuat sistem tepat waktu. Khususnya untuk perjalanan KRL, aplikasi yang bisa dilihat melalui ponsel membuat masyarakat bisa mengetahui posisi, datang dan tiba KRL yang akan mereka naiki. Namun, ada saja yang tidak akurat jadwalnya bahkan bisa keterlambatan pun terjadi.

Mengapa Sistem Kereta MRT Selalu Tepat Waktu?
Jika berkunjung ke stasiun Kereta MRT auranya sangatlah berbeda jika menggunakan KRL Jabodetabek. Ini karena MRT menggunakan sistem perjalanan yang sesuai dengan ketepatan waktu. Sama halnya yang diberlakukan PT KAI dan PT KCI, namun untuk PT MRT Jakarta jalur keretanya diperuntukan hanya untuk perjalanan Kereta MRT itu sendiri. Dan hingga saat ini, sedikit kemungkinan MRT mengalami kejadian seperti gangguan pada kereta.

Baca juga: Ketepatan Waktu Kereta India Mengalami Penurunan Akibat Faktor Keterlambatan

Ini membuktikan kenapa MRT selalu tepat waktu sesuai dengan jadwal perjalanan yang tersedia tiap stasiun. Sedangkan untuk kereta api selain MRT, jalur yang digunakan menjadi satu. Dalam satu jalur yang dilewati kereta api haruslah berganti. KRL, lokomotif, KRD, kereta mekanik, sampai lori inspeksi turut melewati jalur yang sama. Dan semuanya bergantian. Maka dari itu, pihak pegawai yang bertugas selalu menyusun jadwal perjalanan kereta api agar tidak bentrok dan menghindari keterlambatan agar tidak terjadi penumpukan penumpang khususnya di jalur komuter. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Pernah Berpikir untuk Membuka Pintu Pesawat Saat di Udara? Mustahil!

Belum lama ini, seorang penumpang bikin heboh seisi pesawat Wings Air rute Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur (BPN) – Bandara Robert Atty Bessing, di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (LNU), setelah dirinya membuka pintu darurat pesawat.

Baca juga: Kaca di Kokpit Mendadak Pecah, Kopilot Sichuan Airlines Nyaris Terkena Dekompresi

Terlepas dari apapun motifnya, peristiwa tersebut terjadi (pasti) saat pesawat belum berada di ketinggian maksimal. Faktanya memang seperti itu. Dalam kejadian Wings Air dengan nomor penerbangan IW-1478 tersebut, penumpang dengan inisial PMP (30) membuka pintu darurat sesaat sebelum pesawat lepas landas. Lantas, bagaimana bila PMP (bila berandai-andai) kala itu membuka pesawat Wings Air tersebut saat pesawat berada di udara? Jawabannya, menurut ilmu fisika, hal tersebut mustahil terjadi.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman businessinsider.com, Kamis, (13/2), sebuah pesawat saat mengudara, pada umumnya berada di ketinggian sekitar 3.600 – 1.0000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Banyak faktor yang mendasari mengapa pesawat berada di ketinggian tersebut, seperti menghindari kawanan burung (jenis tertentu bisa terbang maksimal di ketinggian 4.500 meter) hingga mengejar efisiensi bahan bakar. Pasalnya, semakin tinggi pesawat, semakin rendah tekanan udara di luar sehingga pesawat tak memerlukan tenaga ekstra untuk meluncur di airways.

Terkait konteks membuka pintu darurat atau pintu utama, pada ketinggian tersebut (3.600 – 1.0000 mdpl), pesawat mendapatkan tekanan besar dari luar, sekitar 10,8 ton. Sebaliknya, bila seseorang ingin membuka pintu pesawat saat di udara, baik secara sengaja maupun tidak, orang tersebut harus mempunyai kemampuan untuk mengangkat beban setara 10,8 ton tadi, barulah kemungkinan pintu pesawat dibuka saat di udara menjadi lebih besar.

Akan tetapi, bila pintu pesawat tersebut benar-benar bisa dibuka, maka, sudah pasti, orang yang membuka tersebut akan tertarik dan terlempar keluar dalam hitungan sepersekian detik sejak pintu dibuka. Hal tersebut diakibatkan adanya perbedaan tekanan udara di dalam dan di luar pesawat sehingga menciptakan ruang hampa di antaranya atau biasa disebut dekompresi eksplosif.

Saat hal tersebut terjadi, dekompresi eksplosif akan terus berlangsung dan menyedot apapun dengan kuat dan cepat hingga tekanan udara pesawat dan luar pesawat cocok. Selama masa pencocokan tersebut, secara teori, pesawat masih dapat terus mengudara hingga 15 menit. Selebihnya, pesawat akan kehilangan ketinggian dan menukik tajam dari ketinggian dengan kecepatan hingga 600 kilometer per jam.

Baca juga: Berakibat Fatal, Pintu Pesawat Terbuka (Lepas) Saat Mengudara

Gambaran seperti itu sebetulnya pernah terjadi di dunia penerbangan komersil, tepatnya pada tahun 1988. Kala itu, maskapai Aloha Airlines yang menggunakan pesawat Boeing 737 N73711 mendarat darurat setelah lepasnya sepertiga atap di bagian belakang kokpit pesawat. Akibatnya, pesawat mengalami dekompresi eksplosif dan membuat pesawat kehilangan gaya angkat.

Di samping itu, dekompresi eksplosif juga membuat seorang pramugari tersedot keluar pesawat dengan cepat dan terlempar entah kemana. Hingga saat ini jasadnya belum juga ditemukan sekalipun diduga kuat berada di lautan Pasifik dekat Hawaii. Adapun penumpang lainnya selamat atau tidak terlempar keluar karena menggunakan safety belt.