Duh, Ada Lakban di Sayap Pesawat, Amankah Penerbangan Anda?

Meski sepertinya jarang terlihat, namun ada beberapa postingan di media sosial yang memperlihatkan adanya lakban (duct tape) padabagian pesawat. Bila melihat ada lakban yang menempel di beberapa bagian pesawat, maka bagi orang awam akan terbesit rasa khawatir, tentu wajar adanya, mengingat lakban identik dengan adanya ‘kerusakan.’ Namun, apakah lakban di pesawat menyiratkan adanya kerusakan?

Baca juga: Bagaimana Sayap Pesawat Dapat Menopang Berat Mesin, Ini Jawabannya!

Selama beberapa tahun terakhir, beberapa postingan di berbagai saluran media sosial menjadi viral tentang pesawat yang diperbaiki dengan lakban oleh teknisi pemeliharaan atau sayap yang permukaannya lebih mirip papan catur karena banyaknya selotip yang dipasang.

Meskipun beberapa orang mungkin mempertanyakan seberapa amannya, dibandingkan lakban biasa, ini adalah lakban/pita kecepatan (speed tape), yang merupakan bahan yang lebih tahan lama. Menurut Advanced Technology Supply (ATS), produsen yang berbasis di Florida, Amerika Serikat, ini adalah “pita perekat yang kuat dan juga dapat berperekat”.

Dikutip dari Simpleflying, jenis lakban ini mampu menahan panas tinggi tanpa mengalami kerusakan. Lakban ini juga sangat tahan lama karena masih dapat bekerja pada suhu minus 65 derajat Fahrenheit [-53 °C] dan jika diterapkan dengan benar dapat menahan angin hingga kecepatan 600 mph (setara 965 km per jam)”

Seperti disebutkan di atas, pita kecepatan juga digunakan di pesawat terbang. Biasanya, material tersebut digunakan untuk melakukan perbaikan kecil atau sementara, sehingga pesawat dapat terbang secara komersial tanpa mengorbankan keselamatan. Beberapa postingan media sosial, termasuk dari maskapai penerbangan dan penumpang yang peduli, telah menarik banyak perhatian.

Misalnya, Kenya Airways membagikan foto Boeing 737-800 yang berangkat dari bandara dengan pita kecepatan terpasang pada penutup kipas mesin CFM International CFM56. Maskapai tersebut mengklarifikasi bahwa pita tersebut “secara profesional dikenal sebagai pita kecepatan tinggi, pita aluminium yang peka terhadap tekanan yang digunakan untuk melakukan perbaikan kecil pada pesawat terbang dan mobil balap.”

Baca juga: Here’s Why! Bahan Bakar Disimpan di Sayap Pesawat, Kamu Harus Tahu 

Kenya Airways menambahkan bahwa “Bahan ini digunakan sebagai bahan perbaikan sementara sampai perbaikan yang lebih permanen dapat dilakukan,” dan mencatat bahwa bahan ini dapat disalahartikan sebagai lakban biasa, namun pita kecepatan diberi nama yang tepat karena mampu menempel pada lakban biasa.

Didampingi Bos Ciputra, Menhub Sebut Headway KRL Line Rangkasbitung Cuma 6 Menit Mulai 2024

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Senin (30/10), meninjau pembangunan perluasan serta pengembangan Stasiun Rangkasbitung dan Stasiun Maja, Banten. Begitu proses pengerjaan rampung pada Agustus 2024, headway atau jarak kedatangan antar kereta di Line Rangkasbitung menjadi hanya enam menit dari saat ini 12-15 menit.

Baca juga: Menjadi Saksi Sejarah Perang Kemerdekaan, Stasiun Rangkasbitung juga Sebagai Tombak Perekonomian

Peningkatan yang dilakukan di kedua stasiun tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan transportasi massal kereta api di wilayah Aglomerasi Jabodetabek.

Menurut Menhub, dengan dilakukannya peningkatan Stasiun Rangkasbitung, akan semakin meningkatkan daya tampung stasiun, sehingga akan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa kereta api yang jumlahnya semakin meningkat.

“Kereta api adalah satu konsep transportasi massal perkotaan yang menjadi suatu keharusan dan harus terus dikawal pembangunannya. Dalam sehari, sekitar 40.000 sampai 50.000 penumpang dari Banten dan sekitarnya menuju Jakarta. Artinya sekitar 15% penduduk di sekitar sini menggunakan kereta api untuk beraktivitas,” ujarnya usai peninjauan Stasiun Rangkasbitung dan Stasiun Maja melalui udara menggunakan helikopter.

“Pembangunannya sudah dimulai dan kita harapkan dapat diselesaikan pada tahun 2024 mendatang. Ini adalah upaya kami bagaimana konektivitas antara Banten, Jakarta, dan sekitarnya semakin baik. Nantinya waktu tunggu kedatangan kereta (headway) juga akan semakin singkat, yang tadinya 15 menit menjadi 6 menit atau 2,5 kali lebih cepat,” ucapnya.

Lebih lanjut Menhub mengapresiasi pihak-pihak terkait yang turut mendukung upaya meningkatkan layanan transportasi massal khususnya kereta api, baik itu pemerintah daerah maupun pihak swasta para pengembang kawasan. “Usaha dari Pemda dan swasta begitu kompak. Ini penting, bagaimana kita bisa berkolaborasi dengan baik,” tambahnya.

Pembangunan perluasan stasiun Rangkasbitung Tahap I telah dimulai sejak tahun 2022 dan saat ini tengah dilakukan pembangunan Tahap 2 yang ditargetkan selesai pada Agustus 2024.

Sejumlah manfaat dari pembangunan ini diantaranya yaitu: mempermudah aksesibilitas karena adanya integrasi dengan terminal dan tambahan akses masuk stasiun melalui sisi belakang, meningkatkan kapasitas stasiun dari 38.000 penumpang (pnp)/hari menjadi 83.000 pnp/hari, meningkatkan aspek keselamatan dengan menghilangkan passenger crossing dan penutupan perlintasan sebidang, serta meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Sementara itu, di Stasiun Maja dikembangkan Transit Oriented Development (TOD) yang dibangun oleh pengembang kota baru di Maja. Serta menyediakan angkutan pengumpan (feeder) dari kawasan pemukiman menuju stasiun dan sebaliknya.

Baca juga: Jalur Labuan – Rangkasbitung, Dulunya Juga Untuk Angkut Ikan dan Garam

Usai melakukan tinjauan udara, Menhub menghadiri kegiatan di kawasan pemukiman Citra Maja Raya, di Kecamatan Maja, Banten.

Turut hadir dalam kegiatan, Direktur Jenderal Perkeretaapian Risal Wasal, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, dan Managing Director Grup Ciputra, Budiarsa Sastrawinata.

Google Maps Hadirkan Fitur Berbasis Kecerdasan Buatan di Layar Ponsel, Apa saja?

Google Maps akan mendapatkan fitur-fitur berbasis kecerdaan buatan (AI) dalam beberapa hari mendatang, yang menggabungkan aset yang biasa ditemukan melalui Street View dan citra satelit untuk membuat navigasi lebih intuitif.

Baca juga: Dear All, Stop Ketergantungan pada Google Maps (GPS)! Hasil Penelitian Ungkap Dampak Buruknya

Dikutip dari cnet.com (26/10/2023), Immersive View for Routes, adalah sebuah fitur yang diumumkan di Google I/O awal tahun ini. Tampilan Immersive memberi Anda representasi visual yang lebih baik tentang rute Anda, dengan bangunan dan dedaunan untuk membantu memvisualisasikan dunia nyata di layar ponsel.

Google mengatakan mereka menggunakan kecerdasan buatan untuk “menggabungkan miliaran Street View dan foto udara sehingga Anda dapat mengetahui seperti apa sebuah restoran atau bangunan terkenal sebelum Anda pergi.” Immersive View akan mulai diluncurkan minggu ini di Amsterdam; Barcelona; Dublin; Florence, Italia; Las Vegas; London; Los Angeles; Miami; New York; Paris; San Fransisco; San Jose, California; Seattle; Tokyo dan Venesia, Italia, di Google Maps berbasis Android dan iOS.

Bersamaan dengan Immersive View, Google juga menyematkan Lens di Maps, sebuah fitur yang membantu mengarahkan Google Maps dengan menggunakan kamera ponsel Anda. Terkadang, Google Maps bisa membuat bingung orientasi seseorang saat keluar dari kereta bawah tanah, karena sinyal GPS mungkin hilang.

Dengan menggunakan kamera ponsel Anda di Maps, Google akan menggunakan AI dan augmented reality untuk membantu memposisikan diri dengan lebih baik. Lens juga akan menampilkan informasi ATM, restoran, kafe, dan titik transit terdekat. Lens akan hadir di 50 kota tambahan, seperti Austin, Texas; Las Vegas; Roma; Sao Paulo dan Taipei, Taiwan.

Fitur lain yang disorot oleh Google mencakup citra yang lebih detail, dengan bangunan yang tampak realistis, detail jalur jalan raya yang lebih baik, terutama saat ada pintu keluar yang rumit, informasi jalur HOV, dan apa yang disebut Google sebagai informasi batas kecepatan bertenaga AI, yang pada akhirnya hanya menampilkan batas kecepatan. di jalan tertentu.

Google Maps akan segera menggunakan AI untuk menyarankan daftar tematik hal-hal yang harus dilakukan dengan menganalisis miliaran foto dalam beberapa minggu mendatang. Misalnya, saat mencari aktivitas yang dapat dilakukan di Tokyo, aplikasi ini dapat mengkategorikan aktivitas seperti pameran anime atau museum.

Baca juga: Mengapa Pesawat Tidak Terlihat di Google Maps Satelit? Ini Jawabannya

Untuk pengemudi kendaraan bertenaga listrik juga akan mendapat manfaat dari fitur baru di Google Maps. Persisnya, Google Maps akan segera menambahkan informasi terperinci tentang lokasi stasiun pengisian daya, seperti kompatibilitas mobil dan terakhir kali pengisi daya benar-benar digunakan, yang menunjukkan apakah stekernya berfungsi.

Catat, QR Code Tiket Kereta Cepat Whoosh Tidak Bisa Digunakan Lagi Jika Penumpang Mencetak Tiket Fisik

Untuk mempercepat alur penumpang di area gate, KCIC terus melakukan sejumlah sosialisasi salah satu nya terkait aturan penggunaan tiket fisik dan QR Code. Bagi penumpang yang telah membeli tiket Kereta Cepat Whoosh melalui aplikasi dan website akan mendapatkan QR Code Tiket yang dapat digunakan untuk membuka gate dan melanjutkan perjalanan menuju peron.

Baca juga: Naik Kereta Cepat Whoosh Gratis Tiket Masuk Destinasi Wisata di Bandung, Ini Daftarnya: Belaku Sampai Oktober 2024

Dengan demikian Penumpang yang sudah memiliki QR Code Tiket tidak perlu lagi mengantre di mesin Tiket untuk mencetak tiket fisik. Penumpang dapat langsung naik ke area ruang tunggu dan melakukan boarding sesuai waktu yang ditentukan.

Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, bagi penumpang yang tetap membutuhkan tiket fisik, pencetakan dapat dilakukan melalui ticket Vending Machine di stasiun. Namun ada hal yang harus diperhatikan, jika penumpang sudah mencetak tiket fisik, maka QR Code tiket yang dimiliki secara otomatis tidak dapat digunakan kembali karena secara sistem sudah tidak dapat dibaca, sehingga untuk melalui gate penumpang harus menggunakan tiket fisik yang sudah dicetak.

Adapun pembelian tiket Kereta Cepat Whoosh secara online dapat dilakukan melalui aplikasi Whoosh Kereta Cepat, Access by KAI, Livin by Mandiri, dan web ticket.kcic.co.id. Setelah menyelesaikan transaksi, QR Code Tiket tersebut dapat dilihat pada email maupun menu tiket pada aplikasi Whoosh.

“Dengan menggunakan QR Code Tiket, penumpang tidak perlu lagi khawatir kehilangan tiket fisik yang dibutuhkan untuk gate in dan gate out di stasiun atau terburu-buru untuk hadir di stasiun untuk melakukan pencetakan tiket. Cukup scan QR Code Tiket pada gate, dan gate akan langsung terbuka dalam hitungan detik,” ujarnya.

Penumpang dapat melakukan boarding paling cepat waktu 30 menit hingga 5 menit sebelum jadwal keberangkatan. Jika sudah diizinkan, penumpang dapat langsung mengantre untuk melakukan gate in dengan mengarahkan QR Code Tiket pada mesin pemindai yang terpasang di gate.

Hal hal yang harus diperhatikan saat melakukan scan QR Code tiket adalah:
1. Pastikan tiket yang akan discan sesuai dengan jadwal boarding Kereta Cepat Whoosh
2. Pastikan penumpang melakukan scan tiket sesuai dengan nama yang tertera pada tiket
3. Pastikan kecerahan pada layar ponsel jangan sampai terlalu gelap
4. Pastikan seluruh area QR Code terlihat dengan jelas saat melakukan scan
5. Pastikan sinyal handphone dalam keadaan baik saat akan melakukan scan QR Code Tiket.

Sementara untuk penggunaan tiket fisik, penumpang cukup memasukkan tiketnya ke dalam slot di gate saat lampu berwarna hijau. Jika sesuai maka tiket akan keluar dari slot yang berbeda, setelah penumpang mengambil kembali tiket maka gate akan otomatis terbuka.

“KCIC mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang selama ini telah memilih kereta cepat Whoosh sebagai moda transportasi untuk menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Bandung ataupun sebaliknya,” tutup Dwiyana.

Baca juga: Awas Ditinggal, KCIC Imbau Penumpang Kereta Cepat Whoosh Datang 30 Menit Sebelum Jadwal Keberangkatan

Berdasarkan data per 30 Oktober, terdapat sekitar 132 ribu tiket kereta cepat Whoosh yang terjual untuk perjalanan 17 Oktober s.d 4 November 2023. Dari jumlah tersebut ada sekitar 116 ribu penumpang yang telah berangkat pada 17 s.d 30 Oktober 2023. Rata-rata okupansi penumpang pada setiap rangkaian yang beroperasi mencapai 85 s.d 99% untuk setiap perjalanan, dengan angka penumpang tertinggi mencapai sekitar 14.200 per hari.

Adapun peningkatan jumlah penumpang tersebut juga diikuti dengan peningkatan jumlah perjalanan Kereta Cepat secara bertahap dari 8 perjalanan per hari dimasa Whoosh Experience Program, menjadi 14 s.d 25 perjalanan pada 18 s.d 31 Oktober, dan menjadi 28 perjalanan per hari mulai 1 November 2023.

Trem di Dubai Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Monitor Keselamatan Penumpang

Keselamatan dalam moda transportasi menjadi prioritas nomer satu, terutama di negara-negara maju. Seperti salah satunya dilakukan oleh otoritas transportasi dari negeri kaya minyak, Uni Emirat Arab. Meski masih mengandalkan trem dengan operator (masinis), namun trem di Dubai mendapatkan pantauan aspek keselamatan lewat teknologi kecerdasan buatan.

Baca juga: Hyundai Rotem Pamerkan Trem Next Generation Bertenaga Hidrogen di Busan

Dikutip dari thenationalnews.com, masinis trem di Dubai dipantau oleh kecerdasan buatan dalam keselamatan berkendara. “Sistem ini dapat membantu mengurangi insiden yang disebabkan oleh kesalahan manusia,” kata otoritas transportasi Dubai

Otoritas Jalan dan Transportasi – Roads and Transport Authority (RTA) mengatakan data yang dikumpulkan dari beragam sensor dapat digunakan untuk mengurangi kecelakaan, mencegah pola mengemudi yang tidak aman, menunjukkan titik rawan insiden dan meningkatkan keselamatan penumpang.

Sistem ini mencakup perangkat pintar dan ban lengan (armband) yang melacak detak jantung pengemudi, pola bicara, dan waktu reaksi untuk menilai gaya mengemudi, pola tidak aman, dan gerak tubuh berdasarkan profil. Data yang dikumpulkan kemudian “diproses baik dari insiden maupun operasi rutin untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang individu”.

“Jaringan transportasi dan asetnya dikenal luas sebagai infrastruktur penting yang memerlukan perhatian terhadap detail dan perlindungan khusus,” kata Hassan Al Mutawa, direktur operasi kereta api di RTA.

Ini adalah uji coba fase ketiga menggunakan model pembelajaran mendalam yang dikembangkan oleh perusahaan Spanyol Own Experiences, yang memiliki kantor penelitian dan pengembangan di UEA yang disebut “Virtue”.

Tiga tahun lalu, RTA memperkenalkan perangkat lunak pengenalan wajah untuk memantau tingkat stres dan tanda-tanda kelelahan di kalangan pengemudi. RTA mengatakan jika pengemudi menunjukkan tanda-tanda kelelahan atau kurang konsentrasi, peringatan akan dikirim dari ruang kendali utama melalui serangkaian suara dan getaran kursi.

Baca juga: Railbus Batara Kresna, Wahana Unik yang Melaju di Rel Bekas Trem

Trem Dubai, yang membentang di sepanjang Jalan Al Sufouh dan Jalan Pantai Jumeirah, dibuka pada tahun 2014 dan dioperasikan oleh Keolis MHI. Jaringan ini terhubung ke Metro Dubai dan monorel Palm Jumeirah.

Singapore Airlines Terima Unit Ke-1.000 Boeing 787 Dreamliner

Sejak terbang perdana pada 15 Desember 2009, sampai saat ini sudah 1.000 unit Boeing 787 Dreamliner berhasil diproduksi. Dan unit ke-1.000 Dreamliner belum lama ini diserahkan pada maskapai Singapore Airlines, sekaligus menjadi unit kedelapan Boeing 787 yang dioperasikan maskapai asal Negeri Pulau tersebut.

Baca juga: Byee Airbus, Arab Saudi Pesan 121 Pesawat Boeing 787 Dreamliner untuk Saudia dan Riyadh Air

Dikutip dari SimpleFlying.com, pada 29 Oktober 2023, menjadi hari besar bagi Singapore Airlines dan Boeing, yakni satu unit Boeing 787-10 (unit ke-1.000 unit) diterbangkan dari Charleston ke Singapura melalui Nagoya, Jepang. Pesawat tersebut diidentifikasi dengan nomer registrasi 9V-SCP dan nomer seri pabrik 60266.

Menurut Aviation Flights, pesawat ini bukanlah pesawat baru, meskipun Singapore Airlines adalah operator pertamanya. Pasalnya, pesawat tersebut melakukan penerbangan pertamanya pada April 2020. Dengan demikian, saat pesawat itu diserahkan kepada Singapore Airlines, usia pesawat tersebut sudah kurang lebih tiga setengah tahun.

Boeing 787-10 milik Singapore Airlines. Sumber: FlightGlobal

Uji terbang kedua dilakukan pada Juli 2021 sebelum 787-10 diterbangkan ke Kelly Field di San Antonio, Texas untuk penyimpanan jangka panjang pada Agustus 2021.

Pesawat tersebut akan keluar dari penyimpanan pada Februari 2023 dan melakukan empat penerbangan uji lagi sebelum dikirim pada Oktober 2023 melintasi Samudra Pasifik. Sebelum pengirimannya, Aviation Flights melaporkan bahwa pesawat tersebut telah menjalani uji terbang selama 15 jam 15 menit.

Mengenai pengiriman ke Singapore Airlines, pesawat berangkat dari fasilitas Boeing di Charleston (CHS) pada 28 Oktober pukul 13:50.

Dengan nomor jalur 1000, 9V-SCP jelas merupakan Dreamliner ke-1000 yang dibuat. Di luar kode registrasi, pengamat pesawat dan penumpang SIA akan dapat mengenali pesawat khusus ini karena terdapat stiker khusus “1000th 787 Dreamliner” di antara jendela kokpit dan pintu pertama. Hitungan tersebut mencakup semua varian Dreamliner, termasuk -8 dan -9.

Ini merupakan tonggak sejarah besar bagi Boeing, produsen pesawat yang telah meraih kesuksesan besar di seluruh dunia dengan pesawat berbadan lebar generasi berikutnya. Dreamliner pertama diselesaikan pada tahun 2007 sebagai 787-8 dengan launch customer All Nippon Airways (ANA).

Boeing 787 disebut “Dreamliner” karena nama tersebut dipilih dalam kontes yang melibatkan staf Boeing, pemasok, dan mitra yang terlibat dalam pengembangan pesawat ini, serta masyarakat umum. Nama “Dreamliner” dipilih sebagai simbol untuk menggambarkan visi Boeing tentang masa depan penerbangan komersial yang lebih baik dan lebih inovatif.

Nama “Dreamliner” mencerminkan tujuan Boeing untuk menciptakan pesawat yang memberikan pengalaman penerbangan yang nyaman, efisien, dan canggih. Pesawat ini dirancang untuk memberikan perubahan signifikan dalam hal kinerja bahan bakar, jarak terbang, kenyamanan penumpang, dan pengoperasian bagi maskapai penerbangan.

Baca juga: Boeing 787 Terbaru El Al Dikirim Menggunakan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan

Selain itu, nama “Dreamliner” juga mencerminkan harapan dan mimpi perjalanan penumpang di seluruh dunia untuk menjelajahi destinasi baru dan pengalaman penerbangan yang mempesona. Nama ini menggambarkan visi Boeing dalam menciptakan pesawat yang akan menjadikan impian penerbangan menjadi kenyataan.

Naik Kereta Cepat Whoosh Gratis Tiket Masuk Destinasi Wisata di Bandung, Ini Daftarnya: Belaku Sampai Oktober 2024

Selain cepat, penumpang Kereta Cepat Whoosh juga mendapatkan keuntungan lain berupa gratis tiket masuk sejumlah destinasi wisata di Kota Bandung. Menariknya, promo tersebut berlaku sampai Oktober tahun 2024. Selain itu, tiket berlaku sampai dengan H+15 setelah keberangkatan perjalanan Kereta Cepat Whoosh. Artinya, kurang dari H-15, tiket bisa digunakan untuk mendapatkan free entry sejumlah destinasi wisata.

Baca juga: Awas Ditinggal, KCIC Imbau Penumpang Kereta Cepat Whoosh Datang 30 Menit Sebelum Jadwal Keberangkatan

Seiring tingginya minat masyarakat, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menambah perjalanan reguler Kereta Cepat Whoosh dari sebelumnya 14 perjalanan per hari di bulan Oktober, menjadi 28 perjalanan per hari di bulan November. Adapun jumlah tempat duduk yang disediakan meningkat dari 8.414 tempat duduk menjadi 16.828 tempat duduk per hari.

Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan, antusiasme masyarakat yang tinggi akan layanan Kereta Cepat Whoosh terlihat dari tingginya jumlah penjualan tiket. Tercatat jumlah tiket yang telah terjual, termasuk pemesanan, sejak dibuka pada 17 Oktober hingga 1 November 2023 telah mencapai 124 ribu tiket.

Sementara total penumpang Kereta Cepat Whoosh yang telah dilayani hingga 27 Oktober adalah sebanyak 87 ribu penumpang dengan tingkat okupansi mencapai 90 persen dan jumlah penumpang yang sudah mencapai 13 ribu penumpang dalam satu hari.

Guna meningkatkan jumlah penumpang dan menggenjot pariwisata daerah, KCIC juga telah memberikan sejumlah promo gratis masuk ke destinasi wisata di Bandung dengan menggunakan tiket Kereta Cepat Whoosh.

Promo gratis tiket masuk bagi penumpang Kereta Cepat Whoosh antara lain ke destinasi wisata Dusun Bambu, Farmhouse, Floating Market Lembang, dan The Great Asia Africa.

Lebih lanjut, Dwiyana menjelaskan, kehadiran promo dengan destinasi wisata di Bandung ini mendapat respons baik dari penumpang. Hal itu terbukti dengan banyaknya penumpang yang telah memanfaatkan promo yang disediakan untuk mengunjungi destinasi wisata populer di wilayah Bandung Raya.

“Sejak Whoosh beroperasi dan promo destinasi wisata dibuka, tercatat jumlah penumpang yang memanfaatkan promo tersebut sudah mencapai lebih dari 2.500 penumpang,” terangnya.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan promo ini, cukup tunjukkan tiket Kereta Cepat Whoosh-nya baik berupa fisik maupun QR Code ke petugas di destinasi wisata yang telah bekerjasama dengan KCIC. 1 tiket hanya berlaku untuk 1 orang dan bisa digunakan ke seluruh destinasi yang tertera. Tiket berlaku sampai dengan H+15 setelah keberangkatan perjalanan Kereta Cepat Whoosh.

Promo berlaku hingga Oktober 2024. Informasi lebih lanjut terkait promo ini, masyarakat dapat menghubungi customer service KCIC di Stasiun, email ke cs@kcic.co.id, telepon ke 121, website kcic.co.id, dan sosial media KCIC di Kereta Cepat ID.

Baca juga: Begini Cara Refund atau Pembatalan Tiket Kereta Cepat Whoosh, Paling Lambat H-2 Jam Keberangkatan

Dwiyana menyebutkan, kerja sama dengan destinasi wisata ini secara tidak langsung meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Bandung dan sekitarnya. Hal ini menjadi salah satu bukti jika kehadiran Kereta Cepat Whoosh bukan hanya membantu mobilitas masyarakat namun juga memberikan dampak pergerakan ekonomi dan wisata.

Selain pebisnis dan pelajar, wisatawan juga menjadi salah satu target pasar dari Kereta Cepat Whoosh. Banyak penumpang yang memang berwisata ke Bandung di hari yang sama dengan menggunakan kereta paling pagi dari Halim, dan pulang kereta malam dari arah Padalarang maupun Tegalluar.

Isuzu Tampilkan “Erga EV” – Bus Listrik Pertama dengan Lantai Datar

Isuzu baru saja memperkenalkan bus Erga EV, yang diklaim sebagai bus lantai datar (low deck) bertenaga baterai pertama di dunia. Mobil ini diluncurkan pada Japan Mobility Show pertama (sebelumnya dikenal sebagai Tokyo Motor Show) pada tanggal 25 Oktober 2023. Sementara bus Erga EV dijadwalkan untuk diluncurkan di Jepang pada tahun 2024.

Baca juga: London Mulai Gunakan Bus Listrik dengan Pantograf, Isi Ulang Baterai Hanya 10 Menit

Dikutip dari cleantechnica.com, Erga EV ditenagai oleh baterai lithium-ion berkapasitas tinggi yang mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer dengan sekali pengisian daya. Erga EV memiliki kapasitas hingga 90 penumpang dan dilengkapi dengan beragam fitur untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan, antara lain sistem pengereman darurat otomatis -automatic emergency braking system (AEBS), sistem peringatan keberangkatan jalur, sistem pemantauan titik buta yang unik, dan kontrol jelajah adaptif. Bahkan bus ini dibekali port pengisian daya USB untuk penumpang yang duduk.

Bus berlantai datar dan rendah dengan tata letak yang fleksibel memungkinkan penghapusan langkah-langkah di bagian belakang bus, sehingga menciptakan interior yang sangat lebar dan sangat mudah diakses.

Desain “non-step” ini memungkinkan penumpang untuk naik dan turun bus dengan mudah, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

Selain itu, semua kursi diratakan sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian bus yang memiliki tangga (misalnya, kursi paling belakang atau kursi yang berada di atas spatbor), sehingga pergerakan di dalam bus benar-benar bebas hambatan.

Penggerak roda belakang pada bus ini menggunakan motor sinkron magnet permanen – permanent magnet synchronous motor (PMSM). Motor ini sangat efisien ini memiliki kepadatan daya yang tinggi, memungkinkan akselerasi dan deselerasi lebih mulus, serta tingkat getaran dan kebisingan yang lebih rendah.

Baca juga: Kempower Jadi Solusi Pengisian Daya di Bus Listrik Swedia

Selain upaya pengembangan kendaraan listriknya sendiri, Isuzu juga bermitra dengan perusahaan lain untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik. Misalnya, pada tahun 2022, Isuzu mengumumkan kemitraan dengan pemerintah Jepang untuk mengembangkan dan menerapkan bus berbahan bakar hidrogen.

Garuda Indonesia Operasikan Penerbangan Komersial dengan Pesawat Berbahan Bakar Bioavtur

Garuda Indonesia pada hari ini, Jumat (27/10) bertepatan dengan Hari Penerbangan Nasional meresmikan pengoperasian penerbangan komersial dengan Sustainable Aviation Fuel (SAF) Bioavtur J2.4 melalui penerbangan khusus bertajuk #FromNatureToFuture dengan rute penerbangan Jakarta – Solo pp.

Baca juga: Tuntas Uji Coba Sustainable Aviation Fuel, Garuda Indonesia Jajaki Gunakan Energi Terbarukan pada Penerbangan Komersial

Penerbangan ini menjadi penerbangan komersial berbahan bakar bioavtur pertama di Indonesia dan sekaligus menjadi penerbangan komersial pertama di dunia yang menggunakan bahan bakar energi terbarukan berbasis palm kernel oil (minyak inti sawit).

Penerbangan yang dioperasikan dengan armada Boeing 737-800NG (PK-GFX) tersebut diberangkatkan dari Jakarta dengan nomor penerbangan GA-1547 pada pukul 15.00 LT dan tiba di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo pada pukul 16.20 LT. Adapun untuk rute sebaliknya, pesawat berangkat dari Solo dengan nomor penerbangan GA-2547 pada pukul 17.50 LT dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta pada pukul 19.05 LT.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, “Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Garuda Indonesia berkesempatan untuk terus menghadirkan kontribusi terbaik bagi Bangsa melalui berbagai inisiatif berkelanjutan, dan menjadi garda terdepan dalam mendukung upaya pengurangan emisi karbon, salah satunya dengan mengoperasikan penerbangan komersial berbahan bakar bioavtur J2.4 ini.”

“Melalui penerbangan perdana ini, Garuda Indonesia selanjutnya akan terus mendukung penuh proses pengembangan dan produksi Sustainable Aviation Fuel yang tentunya sesuai dengan standar kriteria Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) dari International Civil Aviation Organization (ICAO), sehingga ke depannya penggunaan bahan bakar terbarukan ini dapat terus kami jajaki secara bertahap selaras dengan kesiapan sektor industri aviasi bersama berbagai sektor energi terbarukan lainnya,” jelas Irfan.

Irfan melanjutkan “Dengan sinergi strategis yang terjalin dalam upaya merintis penggunaan energi terbarukan melalui penggunaan bioavtur ini, kami optimistis visi mewujudkan ekosistem aviasi Indonesia yang berbasis green sustainability dapat terealisasi secara berkesinambungan, selaras dengan berbagai langkah lain yang dilaksanakan Pemerintah.”

Lebih lanjut, dalam penerbangan bertajuk #FromNatureToFuture ini, Garuda Indonesia juga menghadirkan inisiatif penggunaan sejumlah produk ramah lingkungan, seperti blanket belt, snack paper wrap, dan wooden cutleries, serta pengoperasian baggage towing truck yang merupakan layanan electrical vehicle dari Gapura Angkasa.

Baca juga: Airbus Bergabung di “Act For Sky”, dukung SAF Produksi Lokal 

“Dalam rangka mendukung capaian target Indonesia menuju Net Zero Emission di tahun 2060 nanti, Garuda Indonesia secara berkesinambungan akan terus menghadirkan rangkaian inisiatif yang tidak hanya berfokus pada penggunaan energi baru terbarukan namun juga pada upaya-upaya efisiensi energi, di antaranya melalui pemanfaatan teknologi digital dan pemutakhiran proses perawatan pesawat yang tentunya tetap memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh pengguna jasa Garuda Indonesia,” tutup Irfan.

Biar Nyaman di Penerbangan Kelas Ekonomi Jarak Jauh, Baca Ini!

Berada di penerbangan kelas ekonomi tentu tak jadi soal, mengingat fasilitas standar di dalam kabin pesawat sudah dibuat dengan standar kenyamanan tertentu. Tapi yang jadi tantangan adalah ketika berada di kelas ekonomi dalam penerbangan jarak jauh. Saat Anda mengudara diatas 10 jam maka tubuh akan mulai merasakan kaku dan letih, sementara jarak (space) untuk ruang kaki yang ngepas pada kursi kelas ekonomi menjadi cobaan terberat dalam perjalanan lintas benua.

Baca juga: Tips – Pilah Pilih Posisi Kursi Terbaik dalam Penerbangan di Kelas Ekonomi

Sudah barang tentu setiap tantangan dapat disiasati, seperti pada penerbangan full service, penumpang sudah jamak diberikan amenity kit untuk kenyamanan selama penerbangan. Tapi ketimbang menebak-nebak apa yang akan diberikan sang pramugari, ada baiknya Anda persiapkan beberapa item yang layak dibawa. Dan berikut kami sarikan item-item yang dirasa perlu dipertimbangkan dalam penerbangan jarak jauh.

Bawalah Travel Pillow yang Nyaman

Sumber: peimag.com
Sumber: peimag.com

Alih-alih menggunakan bantal penyangga leher yang kurang nyaman yang biasanya tersedia di beberapa penerbangan internasional, ada baiknya Anda membawa sendiri bantal tersebut. Selain dapat membantu leher agar tidak cepat lelah, keberadaan bantal penyangga leher juga dapat membantu Anda beristirahat selama perjalanan. Untuk mendapatkannya, Anda bisa melihat berbagai pilihan Travel Pillow di toko-toko online, dan tentunya dengan pilihan harga yang bervariasi pula.

Sediakan Inflatable Foot Rest

Sumber: fluxmag.com
Sumber: fluxmag.com

Barang ini memang jarang terpikirkan oleh para penumpang yang hendak terbang, namun setelah ditinjau lebih jauh, inflatable foot rest terbukti dapat memberikan kenyamanan bagi para penggunanya. Dengan pengaplikasiannya yang tidak jauh berbeda dengan travel pillow, membuat barang ini dapat dibongkar pasang dengan mudah. Cukup meniupnya melalui tube yang tersedia pada bagian sisinya, maka inflatable foot rest akan mengembang dan Anda dapat menanyandarkan kaki Anda di atasnya.

Atur Bangku Anda Senyaman Mungkin

Sumber: weekly.ascii.jp
Sumber: weekly.ascii.jp


Buatlah diri Anda senyaman mungkin selama perjalanan, salah satunya dengan menyingkirkan hand luggage yang dirasa akan merepotkan Anda selama mengudara. Selain itu, Anda juga dapat menanyakan kepada kru kapal yang bertugas apakah bisa untuk berpindah tempat duduk ke bangku yang masih kosong, karena single seat akan lebih menguntungkan Anda daripada harus bersebelahan dengan orang lain.

Bekali Diri Anda dengan Makanan Secukupnya

Sumber: vemale.com
Sumber: vemale.com

Tidak semua makanan dapat masuk ke dalam kabin, terutama makanan dengan bau yang menyengat, namun Anda dapat membawa beberapa makanan ringan yang dapat Anda nikmati sepanjang perjalanan. Selain itu, Anda juga dapat memilih beberapa menu yang tersedia di penerbangan full service. Untuk makanan ringan, biasanya penumpang akan membawa cokelat, karena kandungan yang ada di dalam cokelat dipercaya dapat membuat tubuh Anda menjadi rileks.

Bawa Headset Berkualitas

keepo.me
keepo.me

Suara bising selama perjalanan akan membuat Anda tidak nyaman, baik itu suara mesin yang berisik hingga suara anak kecil yang menangis. Untuk mengatasi permasalaah tersebut, pastikan Anda membawa headset dengan kualitas yang tinggi. Keberadaan headset selama perjalanan akan membantu Anda mengalihkan suara-suara yang mengganggu. Lalu, mengapa harus headset berkualitas? Karena suara yang dihasilkan oleh headset dengan kualitas tinggi jauh lebih jernih daripada headset biasa, dan tentu saja akan membuat perjalanan menjadi lebih nyaman ditemani dengan lagu-lagu favorit Anda.

Pilih Tempat Duduk yang Ideal

Sumber: qantas.com
Sumber: qantas.com


Layaknya pada sarana transportasi lain seperti kereta api dan shuttle, pesawat juga memiliki beberapa tempat duduk strategis yang menjadi idola para penumpangnya, biasanya tempat duduk itu berada di samping kaca dan yang dekat dengan toilet. Selain dua bangku favorit penumpang itu, pengguna jasa layanan penerbangan juga terkadang memilih bangku di sebelah lorong, karena mereka beranggapan akan lebih mudah untuk keluar daripada harus melangkahi orang yang duduk di sampingnya. Jadi, usahakan Anda memilih bangku yang tepat, walaupun tidak seusai dengan kriteria bangku idaman Anda karena keberadaan tiket yang tersisa.

Bawa Bantal Mata yang Nyaman

Sumber: travelsupermarket.com
Sumber: travelsupermarket.com


Kehadiran bantal mata dalam perjalanan tentunya akan membantu Anda untuk beristirahat selama mengudara. Ada banyak variasi bantal mata yang dijual bebas di pasaran, dari mulai yang  berbahan seperti bantal, hingga yang berisikan cairan. Semua tergantung selera dan kondisi budget Anda. Apabila Anda sudah menyiapkan bantal mata namun tertinggal, Anda dapat menggunakan topi atau sapu tangan untuk meminimalisir cahaya yang masuk saat Anda terlelap.

Lengkapi Diri Anda dengan Selimut Sendiri

Sumber: tokopedia.com
Sumber: tokopedia.com

Sama seperti Travel Pillow pada poin pertama, selimut juga mempengaruhi perjalanan Anda, karena tidak semua orang kuat dengan temperatur di dalam pesawat yang bisa dibilang cukup dingin. Maka dari itu, kehadiran selimut yang Anda bawa sendiri akan membantu untuk melawan hawa dingin di pesawat.

Lepas Sepatu dan Pakai Kaus Kaki Sandal

Sumber: etsy.com
Sumber: etsy.com

Kadang, terlalu lama memakai sepatu membuat Anda sedikit tidak nyaman. Dengan menggunakan kaus kaki sandal, Anda dapat berjalan tanpa mesti bertelanjang kaki. Untuk mendapatkannya, Anda dapat mendapatkannya di toko-toko online.

Bawa Perlengkapan Kecantikan

Sumber: alibaba.com
Sumber: alibaba.com

Handbody Lotion, lipbalm dan beberapa perlengkapan kecantikan lainnya akan membantu Anda untuk memanjakan diri selama dalam perjalanan, karena dalam perjalanan jauh menggunakan pesawat, temperatur dingin selama perjalanan akan mempengaruhi penampilan Anda, seperti bibir dan kulit yang menjadi kering.