Catat! di Luar Peak Hour Jam 10.00-15.00, Headway LRT Jabodebek per 1 Jam

PT KAI Divisi LRT Jabodebek, melalui laman X resminya, mengunggah jadwal keberangkatan terbaru selama masa gangguan operasional akibat banyaknya sarana kereta jalani perawatan. Terpampang bahwa schedule di infografis tersebut keberangkatan LRT Jabodebek per 30 menit di setiap relasi.

Baca juga: Masih Gangguan Operasional, Berikut Jadwal Terbaru LRT Jabodebek

Pada praktiknya, penumpang banyak yang mengeluhkan bahwa mereka menunggu lebih dari 30 menit, bahkan mencapai satu jam. Tak jarang, ketidakpastian keberangkatan kereta termasuk waktu tempuh perjalanan membuat agenda masing-masing penumpang menjadi terganggu.

Menggapi hal tersebut, Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo, mengungkapkan, keterbatasan sarana kereta membuat pihaknya harus memperpanjang headway di luar peak hours menjadi satu jam dari seharusnya 30 menit, sebagaimana jadwal keberangkatan yang diunggah di akun X LRT Jabodebek.

Sebagai gantinya, jadwal keberangkatan terakhir LRT Jabodebek diperpanjang menjadi puku 20.12.

“Kami saat ini menjalankan sebanyak sembilan trainset sehingga kami mengatur perjalanan pada hari kerja dengan mengurangi frekwensi pada non peak hours di antara jam 10.00-15.00 keberangkatannya menjadi sekitar satu jam dan kami perpanjang keberangkatan terakhir menjadi jam 20.12,” jelasnya.

“Jadi kami mengatur ulang jadwal perjalanan dengan mengurangi perjalanan di non peak hours maka keberangkatan di jam tersebut menjadi satu jam,” tutupnya, melalui pesan singkat.

Saat ini, LRT Jabodebek mengoperasikan sembilan trainset yang beroperasi dan 131 perjalanan. Kecepatan kereta juga dibatasi maksimal 40 km per jam di antara Stasiun Kampung Rambutan-TMII, Stasiun TMII-Cawang, Stasiun Dukuh Atas-Setiabudi, Stasiun Kuningan-Pancoran, dan Stasiun Halim-Cawang. Itu sebab, headway kereta diperpanjang menjadi 30 menit di peak hours dan 60 menit di luar peak hours.

Baca juga: Ironi LRT Jabodebek: Gercep Pesan 1.000 Roda Gegara Tingkat Aus Tinggi, tapi INKA “Santuy”

Berikut jadwal terbaru LRT Jabodebek selama dalam masa gangguan operasional.

Jadwal Keberangkatan LRT Jabodebek:

Relasi Dukuh Atas – Jatimulya

06.00, 06.30, 07.00, 07.30, 08.00, 08.30, 09.00, 09.30, 10.00, 10.30, 11.00, 11.30, 12.00, 12.30, 13.00, 13.30, 14.00, 14.30, 15.00, 15.30, 16.00, 16.30, 17.00, 17.30, 18.00, 18.30, 19.00, 19.30, 20.00

Relasi Jatimulya – Dukuh Atas

05.00, 05.30, 06.00, 06.30, 07.00, 07.30, 08.00, 08.30, 09.00, 09.30, 10.00, 10.30, 11.00, 11.30, 12.00, 12.30, 13.00, 13.30, 14.00, 14.30, 15.00, 15.30, 16.00, 16.30, 17.00, 17.30, 18.00, 18.30, 19.00

Relasi Dukuh Atas – Harjamukti

05.12, 05.42, 06.12, 06.42, 07.12, 07.42, 08.12, 08.42, 09.12, 09.42, 10.12, 10.42, 11.12, 11.42, 12.12, 12.42, 13.12, 13.42, 14.12, 14.42, 15.12, 15.42, 16.12, 16.42, 17.12, 17.42, 18.12, 18.42, 19.12, 19.42, 20.12

Relasi Harjamukti – Dukuh Atas

05.12, 05.42, 06.12, 06.42, 07.12, 07.42, 08.12, 08.42, 09.12, 09.42, 10.12, 10.42, 11.12, 11.42, 12.12, 12.42, 13.12, 13.42, 14.12, 14.42, 15.12, 15.42, 16.12, 16.42, 17.12, 17.42, 18.12, 18.42, 19.12, 19.42, 20.12

Vietjet Terima Pesawat ke-101 di Ho Chi Minh City, Airbus A321neo

Vietjet baru-baru ini mencatat tonggak sejarah dengan menerima pengiriman pesawat ke-101 di Bandara Internasional Tan Son Nhat di Ho Chi Minh City pada tanggal 26 Oktober 2023. Kehadiran pesawat A321neo ACF berkapasitas 240 kursi ini membuktikan komitmen Vietjet untuk terus memperluas armadanya, dengan total pemesanan sebanyak 384 pesawat dari berbagai produsen ternama di seluruh dunia.

Baca juga: Vietjet Umumkan Lima Rute Baru Penerbangan Internasional, dari Australia Hingga Taiwan

Selama tahun 2023, Vietjet terus memperkenalkan armada pesawat baru untuk melanjutkan visinya dalam menaklukkan langit dan memenuhi impian jutaan penumpang yang ingin terbang ke seluruh penjuru dunia.

Awak kabin Vietjet, Minh Huyen, yang hadir saat penyambutan pesawat pertama maskapai asal Vietnam ini pada tahun 2011, ikut serta dalam upacara penyambutan pesawat ke-101 dan mengungkapkan rasa bangganya. “Saya merasa sangat terhormat dapat menyaksikan momen bersejarah penyambutan pesawat ke-101 Vietjet di Vietnam hari ini. Bersama dengan rekan-rekan kami, kami telah turut serta mewujudkan impian terbang bagi ratusan juta penumpang.”

Penggunaan pesawat A321neo ACF terbaru ini memungkinkan Vietjet untuk mengurangi konsumsi bahan bakar secara signifikan, dengan penurunan setidaknya 16%, serta mengurangi kebisingan hingga 75% dan emisi hingga 50%. Dengan armada modern terdepan di dunia serta biaya operasional yang dioptimalkan, Vietjet berupaya untuk menyediakan penerbangan yang lebih terjangkau bagi penumpang, sekaligus mengutamakan pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Sejak tahun 2019, Vietjet juga menjadi maskapai penerbangan pertama di dunia yang mengoperasikan pesawat A321neo ACF dengan kapasitas 240 kursi.

Dengan dekorasi warna merah-kuning yang cerah dan menampilkan lantunan lagu ikonik “Hello Vietnam” di dalam pesawat, armada Vietjet telah menjadi simbol konektivitas dan kebahagiaan yang mencakup berbagai destinasi di seluruh dunia. Terlepas dari tantangan yang dihadapi, Vietjet berhasil melayani lebih dari 178 juta penumpang, menghubungkan berbagai negara, dan berkontribusi pada peningkatan hubungan bisnis dan peluang perdagangan. Selain itu, maskapai ini telah memainkan peran penting dalam pertumbuhan industri penerbangan di Vietnam dan wilayah Asia Pasifik, yang memperkuat posisi kawasan ini di peta penerbangan global.

Baca juga: Vietjet dan Boeing Sepakati Pengiriman 12 Unit 737 Max Mulai Tahun 2024

Menjelang musim liburan, Vietjet dan Thai Vietjet telah bersiap untuk menyambut para wisatawan internasional dengan armada pesawat baru kami, serta menawarkan jutaan tiket diskon 100% yang dapat dinikmati setiap hari Rabu, Kamis, dan Jumat hingga akhir tahun. Harga dasar tiket dimulai dari Rp. 0 dan berlaku di seluruh jaringan penerbangan Indonesia – Vietjet. Melalui penawaran super ini, para pelanggan hanya perlu membayar mulai dari Rp900.000 untuk tiket sekali jalan (sudah termasuk pajak dan biaya tambahan). Vietjet juga menawarkan asuransi perjalanan Sky Care secara gratis untuk semua penumpang, tanpa memandang kelas tiket, di seluruh jaringan penerbangan untuk memastikan pengalaman terbang yang nyaman dan aman.

Northrop Grumman Luncurkan ATHENA, Sensor Pendeteksi Serangan Rudal Pencari Panas

Namanya ATHENA, tapi perangkat yang satu ini tidak ada hubungannya dengan ibu kota Yunani, Athena. Inilah Advanced Tactical Hostile Engagement Awareness (ATHENA) besutan Northrop Grumman yang dirancang untuk melindungi pesawat dari ancaman rudal pencari panas yang ditembakkan dari bahu.

Baca juga: Bukan Hanya Cathay Pacific, Ini Deretan Pesawat Sipil yang Nyaris Kena Rudal

Seperti yang ditunjukkan dengan jelas oleh peristiwa baru-baru ini, di antara semua sistem dan platform senjata canggih yang mendominasi medan perang modern, sering kali senjata yang paling sederhanalah yang menimbulkan ancaman paling besar, tak terkecuali pada pesawat komersial.

Ketika sebuah pesawat atau helikopter lepas landas dari suatu lapangan udara yang tidak aman, ketakutan terbesar adalah pada serangan rudal pencari panas yang diluncurkan dari bahu – atau MANPADS (Man Portable Air Defense System) yang relatif sederhana dan operatornya dapat bersembunyi di semak-semak atau di balik tumpukan puing.

Oleh karena itu, saat pesawat lepas landas di zona perang sering kali disertai flare untuk membingungkan sensor rudal yang menyerang. Menurut Northrop, langkah-langkah seperti itu memiliki kelemahan karena hanya mampu mengalahkan apa yang dapat mereka lihat.

Untuk mengisi kesenjangan tersebut, ATHENA adalah sistem pintar yang dikenal sebagai sensor tatapan yang selalu aktif untuk mengawasi potensi ancaman yang tidak hanya mencakup MANPAD, tetapi juga rudal anti-tank dan lainnya. Berbeda dengan sensor generasi sebelumnya, ATHENA diklaim memiliki resolusi dan jangkauan yang lebih besar, sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk mengidentifikasi dan merespons ancaman.

Kecanggihan lain dari ATHENA adalah ia menyertakan pemroses datanya sendiri yang beroperasi pada perangkat lunak canggih yang memungkinkan sistem untuk beroperasi sendiri tanpa menggunakan sumber daya komputasi pesawat yang diperlukan untuk tugas lain.

Baca juga: Inilah Beragam Fitur Canggih di Airbus A350 “Regierungsflieger” Angela Merkel

Hasilnya adalah sebuah sensor yang memberikan pilot dan kru pandangan 360 derajat yang secara mulus menggabungkan beberapa umpan video menjadi satu dan bahkan memungkinkan operator untuk melihat ke dalam badan pesawat seolah-olah tidak terlihat.

27 Oktober Jadi Hari Penerbangan Nasional, Ternyata Tak Lepas dari Nama Besar Adisutjipto

Hari Penerbangan Nasional diperingati setiap 27 Oktober. Peringatan ini memiliki sejarah, di mana peristiwa pertama kali identitas bangsa Indonesia yakni Bendera Merah Putih diterbangkan di udara menggunakan pesawat Cureng.

Baca juga: Bandara Wiriadinata, Sebelumnya Bernama Lanud Cibeureum Tasikmalaya

Peristiwa ini terjadi pada 27 Oktober 1945 pukul 10.00 pagi dan diterbangkan oleh Komodor Udara Agustinus Adisutjipto yang menjadi pilot pesawat tersebut bersama dengan Rujito. Bendera Merah Putih diterbangkan selama 30 menit dan berputar-putar di Angkasa Pangkalan Maguwo disaksikan dengan rasa kagum oleh seluruh anggota pangkalan yang berada dibawah.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, ternyata penerbangan bendera Merah Putih ini dilakukan juga karena Adisutjipto mempunyai wing penerbangan Groot Militaire Brevet. Meski merupakan wing kualifikasi pesawat Eropa, dia lancar menerbangkan pesawat Cureng itu.

“Penerbangan ini tercatat sebagai penerbangan pesawat beridentitas Merah Putih yang pertama kali di alam Indonesia setelah merdeka. Diterbangkan oleh pemuda Indonesia sendiri,” ujar Kepala Sub Seksi Koleksi Muspurdirla Kworoseto Puspoputro yang dikutip KabarPenumpang.com dari radarjogja.com (27/10/2020).

Kemudian setelah penerbangan pertama ini terjadi, para teknisi dalam negeri bekerja memperbaiki armada pesawat yang ada di Pangkalan Udara Maguwo Yogyakarta. Sebanyak 50 pesawat ditinggalkan oleh penjajah Jepang. Sayangnya setelah diperbaki, nyatanya hanya ada 25 pesawat yang layak diterbangkan kembali.

Bahkan setelah penerbangan tersebut, Cureng menjadi kekuatan Pangkalan Udara Maguwo. Yang mana dalam perjalanannya salah satu armada Cureng mengalami kecelakaan dan diterbangkan oleh Iswahjudi serta Wiriadinata. Keduanya berhasil selamat dan meski terjadi kecelakaan itu, para pemuda tak tersurut semangatnya dan dua hari dari kecelakaan, Cureng kembali digunakan untuk misi pengintaian di Laut Selatan.

Tak hanya berfungsi sebagai pesawat latih, Cureng juga mencatatkan sebagai pesawat pertama yang digunakan dalam latihan terjun payung. Seto menjelaskan, ini merupakan peristiwa penting bagi TNI Angkatan Udara dan Bangsa Indonesia yang juga menjadi cikal bakal munculnya pasukan TNI.

Cureng memiliki arti penting dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada 29 Juli 1947, pesawat tersebut digunakan untuk menyerang kedudukan Belanda di Ambarawa dan Salatiga oleh Kadet Suharnoko dan Kadet Sutardjo Sigit. Peristiwa diterbangkannya pesawat Cureng dengan lambang bendera Merah Putih di langit Nusantara memiliki banyak makna.

Momentum tersebut, salah satunya, sebagai cara untuk membakar semangat masyarakat Indonesia, khususnya Jogjakarta, untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Khususnya, dalam upaya mempertahankan kemerdekaan saat Agresi Militer II yang dilancarkan Kolonial Belanda.

Pada saat itu, Adisutjipto ingin menumbuhkan semangat kepada masyarakat Jogjakarta tentang pentingnya mempertahankan kemerdekaan meski dibawah keterbatasan. Hal itu diwujudkan dengan upaya melawan penjajah oleh jajaran militer udara Indonesia, meski hanya menggunakan pesawat peninggalan penjajah Jepang.

Baca juga: Bandara Adisutjipto Gunakan Bahasa Jawa untuk Pemberitahuan kepada Penumpang

“Jadi, momentum penerbangan Cureng dengan lambang negara tersebut juga sebagai upaya Adisutjipto kala itu untuk membakar semangat masyarakat untuk ikut mempertahankan kemerdekaan,” ujarnya.

Masih Gangguan Operasional, Berikut Jadwal Terbaru LRT Jabodebek

Penumpang banyak mengeluhkan jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta LRT Jabodebek di setiap stasiun kian tak menentu. Hal itu terjadi imbas dari adanya 20 perawatan kereta sekaligus dalam satu waktu sehingga menyisakan sembilan trainset atau rangkaian kereta.

Dengan sembilan trainset, Divisi LRT Jabodebek mengoperasikan sebanyak 131 perjalanan dari sebelumnya 234 perjalanan dan 16 trainset.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo mengungkapkan, hal itu diperburuk dengan penurunan laju kereta sampai 50 persen menjadi 40 km per jam di beberapa petak guna menghindari tingkat keausan roda yang lebih cepat.

Dari 18 stasiun, petak yang kecepatan LRT Jabodebek dibatasi antara lain di rel Stasiun Kampung Rambutan-TMII, Stasiun TMII-Cawang, Stasiun Dukuh Atas-Setiabudi, Stasiun Kuningan-Pancoran, dan Stasiun Halim-Cawang.

Di petak-petak itu, gesekan antar roda dan rel cukup tinggi sehingga kecepatan diturunkan. Selain itu, sebagai upaya pengurangan gesekan, sarana kereta LRT Jabodebek juga dilengkapi dengan alat khusus yang dapat menembakkan oli. Harapannya agar roda tak cepat aus.

“Selain mengurangi kecepatan, kami juga membuat semacam alat spray yang bisa menembakkan oli secara otomatis. Hal ini diharapkan bisa mengurangi gesekan supaya roda tak cepat aus,” terangnya.

Saat ini, dengan sembilan trainset yang beroperasi dan 131 perjalanan, ditambah kecepatan terbatas maksimal 40 km per jam di lima petak tersebut di atas, headway-nya bisa mencapai 30-40 menit. Bahkan beberapa keluhan pelanggan di sosial media, di beberapa momen, headway-nya ada yang sampai 60 menit.

Kendati begitu, dari jadwal keberangkatan LRT Jabodebek terbaru, headway antar kereta di setiap relasi, mulai dari Dukuh Atas – Jati Mulya atau sebaliknya dan Dukuh Atas – Harjamukti atau sebaliknya, adalah 30 menit. Berikut jadwal terbaru LRT Jabodebek selama dalam masa gangguan operasional.

Jadwal Keberangkatan LRT Jabodebek:

Relasi Dukuh Atas – Jatimulya

06.00, 06.30, 07.00, 07.30, 08.00, 08.30, 09.00, 09.30, 10.00, 10.30, 11.00, 11.30, 12.00, 12.30, 13.00, 13.30, 14.00, 14.30, 15.00, 15.30, 16.00, 16.30, 17.00, 17.30, 18.00, 18.30, 19.00, 19.30, 20.00

Relasi Jatimulya – Dukuh Atas

05.00, 05.30, 06.00, 06.30, 07.00, 07.30, 08.00, 08.30, 09.00, 09.30, 10.00, 10.30, 11.00, 11.30, 12.00, 12.30, 13.00, 13.30, 14.00, 14.30, 15.00, 15.30, 16.00, 16.30, 17.00, 17.30, 18.00, 18.30, 19.00

Relasi Dukuh Atas – Harjamukti

05.12, 05.42, 06.12, 06.42, 07.12, 07.42, 08.12, 08.42, 09.12, 09.42, 10.12, 10.42, 11.12, 11.42, 12.12, 12.42, 13.12, 13.42, 14.12, 14.42, 15.12, 15.42, 16.12, 16.42, 17.12, 17.42, 18.12, 18.42, 19.12, 19.42, 20.12

Relasi Harjamukti – Dukuh Atas

05.12, 05.42, 06.12, 06.42, 07.12, 07.42, 08.12, 08.42, 09.12, 09.42, 10.12, 10.42, 11.12, 11.42, 12.12, 12.42, 13.12, 13.42, 14.12, 14.42, 15.12, 15.42, 16.12, 16.42, 17.12, 17.42, 18.12, 18.42, 19.12, 19.42, 20.12

Mulai 10 November, Batik Air Layani Rute Direct Denpasar-Adelaide 2x Seminggu

Batik Air, maskapai full service yang bagian dari Lion Group, meluncurkan penerbangan langsung antara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali (DPS) dan Bandara Internasional Adelaide, Australia Selatan (ADL) mulai 10 November 2023. Inisiatif ini akan membawa manfaat besar bagi pebisnis dan wisatawan, memudahkan akses antara kedua destinasi yang dikenal ramai peminat kategori traveling.

Baca juga: “The Ghan” (Adelaide-Darwin) – Perjalanan Kereta Eksotis 3 Hari Melintasi Gurun dan Pedalaman Australia

Penerbangan ini akan dioperasikan menggunakan pesawat Boeing 737-800NG, yang merupakan pesawat generasi modern yang dilengkapi 12 kelas bisnis dan 150 kursi kelas ekonomi. Penerbangan langsung dari Bandara Internasional Ngurah Rai di Denpasar ke Bandara Adelaide biasanya memakan waktu sekitar 6 hingga 7 jam, tergantung pada kondisi penerbangan, rute, dan cuaca.

Adelaide selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata terkemuka di Australia. Kota ini memiliki banyak tempat menarik seperti Taman Botani Adelaide, Pantai Glenelg, Galeri Seni Australia Selatan, dan Museum Australia Selatan. Wilayah Barossa Valley yang terkenal sebagai salah satu daerah anggur terbaik di dunia juga berdekatan dengan Adelaide.

Adelaide sering disebut sebagai “Kota Festival” karena berbagai festival yang diselenggarakan sepanjang tahun. Termasuk di antaranya adalah Festival Seni Adelaide, Festival Fringe Adelaide (festival seni pertunjukan terbesar di dunia), dan WOMADelaide (festival musik dan seni dunia).

Jadi Elemen Kunci pada Struktur Pesawat, Inilah Beberapa Bagian Burung Besi yang ‘Butuh’ Titanium

Setelah pada artikel sebelumnya dikupas tentang alasan pentingnya titanium dalam industri dirgantara, maka kemudian menjadi pertanyaan, pada komponen atau bagian mana saja terdapat penggunaan titanium di pesawat. Lantaran harga titanium yang tidak murah, maka hanya pada komponen terpilih yang dibekali ‘sentuhan’ titanium.

Baca juga: Sebagian Besar Dipasok Rusia, Inil Alasan Titanium Sangat Dibutuhkan Industri Dirgantara

Beberapa area di mana titanium biasanya digunakan komponen atau bagian yang membutihkan ketahanan tinggi, baik terhadap tekanan maupun suhu, yakni:

1. Struktur Sayap dan Ekor
Titanium digunakan dalam struktur utama sayap dan ekor pesawat, terutama dalam elemen-elemen kritis seperti spar sayap dan ekor. Ini membantu menjaga kekuatan dan ketahanan struktural.

2. Mesin Pesawat
Titanium digunakan dalam komponen mesin pesawat, terutama dalam bagian yang terkena panas tinggi seperti turbin. Dalam mesin jet, titanium digunakan dalam komponen seperti bilah turbin, inlet, dan eksos.

3. Sistem Pembuangan
Titanium digunakan dalam sistem pembuangan pesawat untuk mengatasi panas yang dihasilkan oleh mesin dan menjaga integritas sistem pembuangan pada suhu yang tinggi.

4. Landing Gear
Titanium digunakan dalam beberapa komponen roda pendaratan pesawat, seperti bagian roda dan elemen-elemen suspensi, karena ketahanannya terhadap beban berat dan tekanan.

Remove Before Flight pin pada Nose Landing Gear (NLG). Foto: baaflightschool.com

5. Komponen Struktural Lainnya
Selain spar, titanium juga digunakan dalam komponen lain dalam struktur pesawat yang memerlukan kekuatan, ketahanan terhadap korosi, atau sifat mekanik yang baik.

6. Bagian Pengontrol
Titanium digunakan dalam beberapa komponen bagian pengontrol pesawat, seperti bagian roda, karena sifat mekaniknya yang menguntungkan.

7. Komponen Interior
Meskipun tidak seumum pada komponen struktural utama, titanium juga dapat digunakan dalam komponen interior pesawat, terutama pada pesawat mewah atau pesawat dengan peralatan khusus.

Baca juga: Bagaimana Sayap Pesawat Dapat Menopang Berat Mesin, Ini Jawabannya! 

Penggunaan titanium dalam pesawat biasanya disesuaikan dengan persyaratan khusus dan sifat-sifat material yang diperlukan dalam komponen tertentu. Titanium digunakan ketika sifat kekuatan, kekakuan, ketahanan korosi, dan ketahanan panas yang tinggi sangat penting. Ini membantu meningkatkan keandalan, kinerja, dan masa pakai pesawat serta mengurangi risiko kegagalan struktural dan pemeliharaan.

Sebagian Besar Dipasok Rusia, Inil Alasan Titanium Sangat Dibutuhkan Industri Dirgantara

Lantaran dikenal punya kekuatan tinggi dengan bobot yang ringan, titanium sejak lama telah menjadi material yang diandalkan dalam konstruksi pesawat udara. Tak hanya itu, titanium juga menjelma sebagai ikon material yang dipomosikan pada beberapa produk elektronik, otomotif dan wearable devices. Nah, kembali pada penggunaan awal, titanium sejatinya telah digunakan sejak dekade 50-an untuk membangun kontruksi pesawat.

Baca juga: Rusia Dihujani Sanksi, Airbus dan Boeing Bakal Terdampak Pasokan Komponen Titanium

Selain disebut kuat dan ringan, tahukah Anda, alasan apa saja yang membuat industri penerbangan sangat menaruh minat pada titanium?

Titanium digunakan dalam pesawat sebagai komponen struktural karena memiliki sejumlah sifat dan karakteristik yang menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk aplikasi penerbangan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa titanium sering dianggap sebagai material ideal untuk pesawat:

1. Kekuatan dan Kekakuan
Titanium memiliki kekuatan yang tinggi, sehingga dapat menahan tekanan dan tarikan yang terjadi selama operasi pesawat. Kekakuan material ini juga membantu dalam menjaga bentuk dan integritas struktural pesawat.

2. Ringan
Meskipun memiliki kekuatan yang tinggi, titanium relatif ringan dibandingkan dengan beberapa logam lain yang sering digunakan dalam penerbangan, seperti baja. Ini membantu mengurangi berat pesawat secara keseluruhan, yang sangat penting untuk efisiensi bahan bakar dan kinerja pesawat.

3. Ketahanan Korosi
Titanium memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap korosi, terutama korosi yang disebabkan oleh lingkungan penerbangan yang keras, seperti kelembaban, suhu ekstrem, dan eksposur terhadap elemen-elemen cuaca.

4. Toleransi Suhu Tinggi
Titanium dapat beroperasi pada suhu yang relatif tinggi tanpa mengalami perubahan signifikan dalam sifat-sifat mekaniknya. Ini menjadikannya pilihan yang baik untuk komponen pesawat yang terkena panas ekstrem, seperti mesin pesawat.

5. Toleransi Suhu Rendah
Selain toleran terhadap suhu tinggi, titanium juga dapat berkinerja dengan baik pada suhu rendah, yang merupakan karakteristik penting untuk pesawat yang mungkin terbang di ketinggian tinggi di mana suhu sangat dingin.

6. Kestabilan Dimensi
Titanium memiliki koefisien ekspansi termal yang rendah, yang berarti perubahan dimensinya akibat perubahan suhu sangat kecil. Ini menjadikannya cocok untuk aplikasi di mana stabilitas dimensi penting, seperti dalam komponen mesin pesawat.

7. Ketahanan terhadap Kerusakan Termal
Titanium mampu menahan perubahan suhu yang cepat tanpa mengalami keretakan atau retak. Ini membuatnya cocok untuk aplikasi di mana komponen pesawat mungkin mengalami perubahan suhu yang signifikan selama operasi.

8. Ketersediaan
Titanium adalah material yang relatif tersedia dan digunakan secara luas dalam industri penerbangan dan kedirgantaraan, sehingga mudah didapatkan untuk produksi pesawat. Sebagai catatan, pasokan titanium saat ini terhambat, khsususnya pasca perang Ukraina, lantaran Rusia adalah pemasok titanium yang tengah menghadapi sanksi dari internasional.

Baca juga: Airbus ‘Tunduk’ ke Rusia Gegara Titanium, Seberapa Penting Buat Pesawat?

Berdasarkan catatan, Rusia adalah produsen titanium terbesar di dunia dan memiliki cadangan mineral titanium yang melimpah. Rusia memiliki tambang-tambang titanium yang penting, terutama di wilayah Ural dan Siberia. Salah satu produsen utama titanium di Rusia adalah VSMPO-AVISMA, yang merupakan salah satu produsen terkemuka di dunia dalam industri titanium. Dengan langkanya pasokan titanium, secara langsung berdampak pada jalur produksi pesawat, termasuk berdampak pada kenaikan harga jual pesawat itu sendiri.

Awas Ditinggal, KCIC Imbau Penumpang Kereta Cepat Whoosh Datang 30 Menit Sebelum Jadwal Keberangkatan

Penumpang Kereta Cepat Whoosh diimbau untuk datang ke stasiun selambat-lambatnya 30 menit sebelum jadwal keberangkatan. Hal tersebut dikarenakan, secara sistem, boarding kereta pada gate akan ditutup saat sudah memasuki lima menit sebelum jadwal keberangkatan kereta.

Baca juga: Sensor Deteksi ODGJ Mau Bunuh Diri, Kereta Cepat Whoosh Tertahan 4 Menit

Penerapan kebijakan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penumpang selama menggunakan perjalanan Whoosh baik saat berada di Stasiun dan di Atas Kereta.

Dengan mempertimbangkan luas stasiun dan jarak yang perlu ditempuh dari gate dilantai 2 menuju peron stasiun yang terletak di lantai 3 maka akan sangat beresiko jika penumpang terburu-buru atau berlari menuju peron karena dikhawatirkan penumpang dapat terjatuh dan terluka.

KCIC juga berkomitmen untuk memastikan perjalanan Kereta Cepat Whoosh sesuai dengan jadwal yang ditentukan dengan target tingkat ketepatan waktu mencapai 100%.

Melalui kebijakan tersebut, penumpang Kereta Cepat Whoosh diimbau untuk tiba di stasiun 30 menit sebelum jadwal keberangkatan untuk menghindari tertinggal kereta.

Adapun ketika tiba di stasiun terdapat sejumlah proses yang harus dijalani penumpang sebelum masuk dalam kereta mulai dari pemeriksaan barang bawaan hingga proses boarding.

Penumpang yang sudah membeli tiket Kereta Cepat Whoosh secara online melalui aplikasi Whoosh, web ticket.kcic.co.id, dan saluran pemesanan resmi lainnya tidak perlu lagi mencetak tiket karena dapat langsung melakukan boarding dengan menggunakan QR Code yang didapatkan usai melakukan pembelian tiket. Hal ini tentu saja dapat mempersingkat proses boarding.

Bagi penumpang yang datang terlambat, maka tiket yang telah dibeli tidak dapat dikembalikan dan tidak dapat digunakan untuk perjalanan kereta selanjutnya. Jika tetap akan menggunakan perjalanan kereta cepat maka harus membeli tiket baru.

Baca juga: Klarifikasi KCIC Usai 31 Penumpang Ketinggalan Kereta Cepat Whoosh: KA Feeder Dioperasikan Daop 2 KAI

KCIC berkomitmen untuk terus memberikan kemudahan dan pelayanan terbaik pada masyarakat agar layanan kereta cepat Whoosh ini bisa dinikmati secara optimal. Untuk kenyamanan bersama penumpang dihimbau untuk dapat mengatur waktu kedatangannya ke Stasiun.

Seluruh stasiun kereta cepat Whoosh sudah dilengkapi dengan ruang tunggu yang nyaman dan luas. Penumpang juga dapat menunggu di area bazaar kuliner yang tersedia. Adapun sejumlah gerai retail yang sudah bekerjasama juga akan dibuka dalam waktu dekat.

Cegah Roda Tak Cepat Aus, Kereta LRT Jabodebek “Lelet” di 5 Petak Ini

Roda kereta LRT Jabodebek buatan INKA cepat mengalami keausan. Karenanya, kecepatan kereta dibatasi di petak tertentu sampai 50 persen atau sekitar 40 km per jam dari seharusnya 80 km per jam.

Baca juga: Ironi LRT Jabodebek: Gercep Pesan 1.000 Roda Gegara Tingkat Aus Tinggi, tapi INKA “Santuy”

Dari 18 stasiun, petak yang kecepatan LRT Jabodebek dibatasi antara lain di rel Stasiun Kampung Rambutan-TMII, Stasiun TMII-Cawang, Stasiun Dukuh Atas-Setiabudi, Stasiun Kuningan-Pancoran, dan Stasiun Halim-Cawang.

Di petak-petak itu, gesekan antar roda dan rel cukup tinggi sehingga kecepatan diturunkan. Selain itu, sebagai upaya pengurangan gesekan, sarana kereta LRT Jabodebek juga dilengkapi dengan alat khusus yang dapat menembakkan oli. Harapannya agar roda tak cepat aus.

“Selain mengurangi kecepatan, kami juga membuat semacam alat spray yang bisa menembakkan oli secara otomatis. Hal ini diharapkan bisa mengurangi gesekan supaya roda tak cepat aus,” jelas Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo kepada wartawan, (25/10/2023).

Penurunan kecepatan kereta LRT Jabodebek tentu saja berdampak pada headway atau jarak kedatangan antar kereta. Saat operasional dalam keadaan normal, headway bisa mencapai 20 menit dengan total 16 trainset yang beroperasi dan 234 perjalanan.

Saat ini, dengan sembilan trainset yang beroperasi dan 131 perjalanan, ditambah kecepatan terbatas maksimal 40 km per jam di lima petak tersebut di atas, headway-nya bisa mencapai 30-40 menit. Bahkan beberapa keluhan pelanggan di sosial media, di beberapa momen, headway-nya ada yang sampai 60 menit.

Diketahui, ambang batas tingkat keuasan roda kereta adalah 8 milimeter. Saat ini, 18 kereta yang dibubut tingkat keausannya mencapai 5-6 milimeter sehingga Divisi LRT Jabodebek tak ingin ambil risiko dan segera melakukan perawatan sarana.

Baca juga: Duaarrr! LRT Jabodebek Cuma Punya 1 Mesin Bubut Roda, yang Mau Dibubut 18 Rangkaian Kereta

Proses pembubutan roda memakan waktu 5-7 hari per rangkaian kereta. Setelahnya, kereta akan di-setting sensor-sensor terkait, seperti pengereman, pemberhentian, dan lainnya.

Celakanya, mesin bubut roda kereta hanya ada satu sehingga proses pembubutan berjalan lambat dan operasional masih belum akan normal dalam beberapa pekan mendatang.