Ketika Pesawat Turbolet L-410 Maskapai Venezuela Dibiarkan Hilang Selama 5 Tahun

Sekitar 16 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 4 Januari 2008, penerbangan Transaven domestik terjadwal reguler dari Caracas ke salah satu pulau di bawah yuridiksi Venezuela di Karibia, jatuh, hilang, dan tidak diserius dicari selama lima tahun lamanaya. Setelah lima tahun, pesawat itu akhirnya dicari dan ditemukan menggunakan peralatan yang lebih canggih.

Baca juga: Vickers VC10, Raja Udara yang Disadur Uni Soviet (Lagi) di Era Perang Dingin

Dikutip dari Simple Flying, maskapai Transven diketahui melayani penerbangan berjadwal reguler antara ibu kota Venezuela, Caracas, ke salah satu pulau kepulauan Los Roques, Venezuela.

Pada hari itu, 4 Januari 2008, pesawat turboprop bermesin ganda Let L-410UVP-E3 buatan Cekoslowakia berusia 21 tahun dengan registrasi YV2081, berangkat dari Bandara Internasional Caracas-Simón Bolívar (CCS) pukul 09:13 waktu setempat untuk terbang sejauh 95 mil menuju Bandara Los Roques di pulau El Gran Roque.

Entah apa yang terjadi, saat pesawat sedang descend ke ketinggian 3.000 kaki dan melakukan landing approach, sekitar 29 kilometer, pilot melapor ke ATC bahwa kedua mesin kehilangan tenaga.

Tak lama, pilot mengungkap rencananya untuk melakukan pendaratan darurat di laut sedeket mungkin dengan El Gran Roque. ATC mendukung hal itu. Sayangnya, itu tak pernah terjadi. Pesawat hilang kontak dan hilang dari radar. Pesawat diduga jatuh di laut.

Setelah pesawat dilaporkan hilang kontak, misi penyelamatan segera dilakukan otoritas untuk menemukan korban selamat, termasuk melalui pesawat Let-410 Transaven lainnya yang terbang di rute yang sama.

Selain beberapa minyak yang mengambang di permukaan air, tidak ada jejak pesawat yang ditemukan. Pencarian pun dihentikan. Tidak ditemukan tanda-tanda atau jejak hilang atau jatuhnya pesawat sampai delapan hari kemudian saat ketika sebuah kapal nelayan menemukan mayat, tujuh mil dari pulau El Gran Roque.

Setelah diotopsi, tim dokter memastikan bahwa jenazah tersebut adalah kopilot Osmel Alfredo Avila Otamendi berusia 37 tahun.

Tiga bulan kemudian, sebuah kapal Angkatan Laut Venezuela mengidentifikasi apa yang diyakini sebagai rongsokan pesawat menggunakan sonar. Pesawat itu diduga berada di kedalaman 980 kaki. Upaya konfirmasi visual pun dilakukan dengan cara menyelam. Ketika puing-puing ditemukan dan diangkat, ternyata itu adalah pesawat lain, bukan Let-410 yang hilang. Sudah begitu, tidak ada tanda-tanda pesawat Let-410 berada. Akhirnya, pencarian pun dihentikan, lagi.

Lima tahun kemudian, pemerintah mendatangkan kapal survei Amerika sepanjang 134 kaki yang disebut “Sea Scout” untuk melanjutkan pencarian. Ternyata itu membuahkan hasil. Pesawat Let L-410 ditemukan berada di kedalaman 3.200 kaki, enam mil di lepas pantai El Gran Roque. Pesawat pun berhasil diangkat. Tidak diungkap penyebab kecelakaan. Yang pasti itu bukan karena cuaca atau bahan bakar yang terkontaminasi.

Baca juga: Pilot Maskapai Taiwan Asal Venezuela Meninggal Setelah Karantina

Sekilas tentang Let-410 Turbolet, pesawat ini diproduksi di pabrik Let dekat desa Kunovice di Republik Ceko. Ini adalah pesawat STOL jarak pendek yang sering digunakan maskapai penerbangan perintis. Sejak diproduksi tahun 1971, lebih dari 1.200 telah dibuat. Sampai saat ini, produksinya masih berlanjut dan terus diminati maskapai di berbagai negara, salah satunya Indonesia.

Pada pertengahan tahun lalu, tiga perusahaan tercatat membeli L410 NG. Mereka adalah Sulut Air sebanyak 10 unit, Wise Air 3 unit, dan Star Wisata Air 5 unit, dan ketiganya adalah maskapai yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Meski tangguh, pesawat ini dianggap merampas peluang pasar pesawat buatan produsen PT DI, N-219, yang notabene tak kalah tangguh.

Dari Transkrip Petugas ATC Bandara Haneda, Ada Indikasi Kelalaian Pilot DHC-8 Japan Coast Guard

Investigasi tabrakan maut antara Airbus A350 JAL516 dan Bombardier DHC-8 milik Japan Coast Guard pada 2 Januari lalu, masih terus berjalan. Namun dari rekaman percakapan (transkrip) petugas pengatur lalu lintas udara (ATC) di Bandara Internasional Haneda menyiratkan bahwa telah terjadi pelanggaran prosedur, yang dalam hal ini bukan berasal dari petugas ATC.

Baca juga: Bombardier DHC-8-300 (Dash 8-300) Japan Coast Guard – Profil Pesawat Intai Multirole yang Nahas Ditabrak A350 JAL516 

Dikutip reuters.com (3/1/2023), disebut bila DHC-8 tampaknya tidak diizinkan untuk lepas landas sebelum tabrakan di landasan pacu (runway). Berdasarkan transkrip ATC, A350 JAL yang bertabrakan dengan DHC-8 Japan Coast Guard di bandara Haneda telah diberi izin untuk mendarat, namun pesawat yang lebih kecil (DHC-8) belum diizinkan untuk lepas landas,

Seluruh 379 orang yang berada di dalam pesawat Airbus A350 Japan Airlines (JAL) (9201.T) berhasil dievakuasi setelah pesawat tersebut terbakar menyusul kecelakaan pada hari Selasa dengan pesawat turboprop De Havilland Dash-8 Coast Guard tak lama setelah mendarat di bandara Haneda.

Namun lima orang tewas di antara enam awak Japan Coast Guard yang dijadwalkan berangkat dalam penerbangan untuk merespons gempa besar di pantai barat Jepang. Sementara kapten pilot berhasil lolos dari maut meski terluka parah.

Pihak berwenang baru saja memulai penyelidikan dan masih ada ketidakpastian mengenai keadaan di sekitar kecelakaan tersebut, termasuk bagaimana kedua pesawat tersebut berakhir di landasan yang sama. Para ahli menekankan bahwa biasanya kegagalan beberapa pagar pengaman menjadi penyebab terjadinya kecelakaan pesawat.

Dari transkrip instruksi pengendalian lalu lintas udara yang dikeluarkan oleh pihak berwenang tampaknya menunjukkan A350 apan Airlines telah diberi izin untuk mendarat sementara pesawat Japan Coast Guard telah diperintahkan untuk meluncur ke tempat penampungan di dekat landasan pacu.

Seorang pejabat dari biro penerbangan sipil Jepang mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada indikasi dalam transkrip tersebut bahwa pesawat DHC-8 telah diberikan izin untuk lepas landas.

Kapten pesawat DHC-8 mengatakan dia memasuki landasan pacu setelah mendapat izin, kata seorang pejabat Japan Coast Guard, sambil mengakui bahwa tidak ada indikasi dalam transkrip bahwa dia telah diizinkan untuk melakukannya.

“Kementerian Perhubungan menyampaikan materi yang obyektif dan akan sepenuhnya bekerja sama dengan … penyelidikan untuk memastikan kita bekerja sama mengambil semua tindakan keselamatan yang mungkin dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa,” kata Menteri Transportasi Tetsuo Saito kepada wartawan.

Badan Transportasi Keselamatan Jepang (JTSB) sedang menyelidiki kecelakaan tersebut, dengan partisipasi lembaga-lembaga di Perancis, tempat jet Airbus dirancang, dan Inggris, tempat dua mesin Rolls-Royce diproduksi. Di Kanada, tempat Japan Coast Guard Dash-8 awalnya dibangun oleh Bombardier, badan keselamatan TSB mengatakan pihaknya juga akan ambil bagian.

Sementara itu, Kepolisian Tokyo sedang menyelidiki apakah kemungkinan kelalaian profesional menyebabkan kematian dan cedera, kata beberapa media, termasuk Kyodo dan surat kabar bisnis Nikkei. Polisi telah membentuk unit investigasi di bandara dan berencana untuk mewawancarai mereka yang terlibat, kata seorang juru bicara, namun menolak mengatakan apakah mereka sedang memeriksa adanya dugaan kelalaian.

Hari Ini, 44 Tahun Lalu, Tabrakan Dua Boeing 747 Jadi Kecelakaan Pesawat Terburuk Sepanjang Masa

Investigasi kecelakaan udara yang dilakukan secara paralel di masa lalu telah menimbulkan kekhawatiran mengenai ketegangan antara investigasi keselamatan sipil, yang mengandalkan diskusi terbuka mengenai kesalahan untuk membantu meningkatkan keselamatan, dan penyelidikan yang dipimpin polisi, yang dirancang untuk menyalahkan pihak-pihak yang bersalah.

“Ada kemungkinan besar terjadi kesalahan manusia,” kata analis penerbangan Hiroyuki Kobayashi, yang merupakan mantan pilot JAL. “Kecelakaan pesawat sangat jarang terjadi karena satu masalah, jadi menurut saya kali ini juga ada dua atau tiga masalah yang menyebabkan kecelakaan itu.”

Sempat Error, Aplikasi KAI Access Sudah Bisa Diakses, KAI: Mohon Maaf, Kendala Jaringan

Layanan pemesanan tiket online KAI Group, termasuk Access by KAI, mengalami gangguan Kamis pagi, 4 Januari 2024 ini. Imbasnya, sejumlah pengguna mengaku terlambat bekerja atau bahkan tidak berangkat bekerja karena buruknya penanganan dari petugas.

Baca juga: Mulai 1 Juli 2019, Sistem Aplikasi KAI Access Diambil Alih PT KAI

Selain KAI Access error, PT Railink selaku operator KA Bandara, yang juga bagian dari KAI Group, juga mengumumkan seluruh pembelian tiket online tidak dapat diakses pagi ini.

Menanggapi hal itu, VP Public Relations KAI, Joni Martinus, mengungkapkan penyebab terganggunya layanan pemesanan tiket online lantaran kendala jaringan internet publik yang bermitra dengan KAI, walaupun belakangan diralat hanya sampai sebatas kendala jaringan.

“PT Kereta Api Indonesia (Persero) memohon maaf atas gangguan pelayanan penjualan yang sempat dialami pelanggan, saat melakukan pemesanan tiket online melalui aplikasi Access by KAI, channel atau mitra eksternal, loket box, dan website kai.id pada Kamis pagi, 4 Januari 2024 ini,” jelasnya kepada KabarPenumpang.com.

“Hal tersebut disebabkan karena kendala jaringan, sehingga berimbas pada pemesanan tiket online. Selanjutnya Tim IT KAI melakukan berbagai langkah perbaikan diantaranya meningkatkan quality of service dengan penambahan kapasitas, redundacy jaringan dan peningkatan aspek security,” tambahnya.

Baca juga: Tak Ada Info Jumlah Kursi di KAI Access, Warganet Berkicau di Twitter. Ini Tanggapan PT KAI

Saat ini, lanjut Joni, penjualan tiket online sudah berangsur normal dan pemesanan tiket secara online sudah bisa kembali dilakukan.

Kami masih melakukan evaluasi agar gangguan tersebut tidak terulang kembali. Kami harap masyarakat tetap menggunakan jasa transportasi massal kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu.

Sinyal Navigasi GPS di Finlandia Kacau, Salah Rusia?

Gangguan pada sinyal navigasi GPS (Global Positioning System) telah diamati di beberapa bagian negara anggota terbaru NATO, seperti yang terjadi di Finlandia yang pada pertengahan 2023 lalu resmi bergabung dalam Aliansi Pertahanan Atlantik Utara, setelah terdedak dan menanggalkan statusnya sebagai negara netral akibat terancam oleh Rusia.

Baca juga: Waspada Spoofing GPS di Sekitar Teheran, Jalur Favorit Penerbangan Internasional di Timur Tengah

Dikutip newsweek.com (2/1/2023), gangguan pada sinyal GPS dialami langsung oleh pilot dan pengendara kendaraan di darat, dan mengikuti gangguan GPS sebelumnya memicu spekulasi keterlibatan Rusia, meskipun tidak ada bukti bahwa Moskow berada di balik insiden terbaru tersebut.

Badan Transportasi dan Komunikasi Finlandia (Traficom) mengatakan bahwa gangguan GPS terdeteksi di Finlandia timur dan tenggara pada hari Minggu lalu. Gangguan ini terlihat di situs GPSjam, dan administrator John Wiseman menggambarkannya di akun X (d/h Twitter), sebagai: “Belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal [jumlah] pesawat yang terkena dampak dan luas wilayah yang terkena dampak. Baltik sungguh menarik akhir-akhir ini.”

Dalam pesan lanjutannya, Wiseman mengatakan: “Suhu sudah mulai mereda dalam 24 jam terakhir, namun masih ada beberapa gangguan signifikan yang terjadi, yang biasanya tidak terlihat di wilayah Finlandia ini.”

Kepala penerbangan Traficom Jari Pöntinen mengatakan gangguan GPS tidak mempengaruhi keselamatan penerbangan, karena pesawat dilengkapi dengan sistem navigasi lain. Pöntinen tidak mau berkomentar apakah Rusia terlibat meskipun ia mengatakan gangguan seperti itu biasanya terjadi di dekat wilayah konflik.

“Ada gangguan di Laut Baltik dekat Kaliningrad, di Wilayah Laut Hitam dan di Timur Tengah, seperti dekat Israel,” kata Pöntinen.

Segera setelah dimulainya invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina, pejabat keselamatan udara Perancis Benoît Roturier, kepala navigasi satelit di Direction Générale de l’Aviation Civile mengatakan bahwa Moskow berada di balik insiden gangguan GPS yang mempengaruhi pesawat di Finlandia.

Otoritas Penerbangan Sipil Perancis Tuduh Rusia Ganggu Sistem Navigasi Berbasis Satelit

Dia mengatakan kepada Bloomberg pada bulan April 2022 bahwa tujuan mereka (Rusia) bukan untuk menghambat penerbangan sipil tetapi kemungkinan merupakan efek samping dari langkah untuk melindungi pasukan atau aset militer dari rudal yang dipandu GPS.

Ketegangan meningkat antara Helsinki dan Moskow sejak Finlandia bergabung dengan NATO pada April 2023. Helsinki menuduh Rusia memicu krisis migran dengan mengirim pengungsi ke perbatasannya—klaim yang dibantah Kremlin.

Bombardier DHC-8-300 (Dash 8-300) Japan Coast Guard – Profil Pesawat Intai Multirole yang Nahas Ditabrak A350 JAL516

Selain Airbus A350-900 Japan Airlines JAL516, turut menjadi korban dalam tabrakan maut di Bandara Internasional Haneda Tokyo adalah pesawat intai maritim multirole Bombardier DHC8-300 (JA722A) milik Japan Coast Guard (Penjaga Pantai Jepang) yang akan terbang membawa bantuan bagi korban gempa bumi. Bila awak dan penumpang A350 selamat, maka lima awak DHC-300 Japan Coast Guard (JCG) tewas ditempat saat kejadian pada 2 Januari 2024.

Baca juga: A350 Japan Airlines Tabrak DHC-8 yang Hendak Bantu Korban Gempa dan Tewaskan 5 Orang, Airbus Bilang Begini

Terlepas dari sebab musabab yang masih dalam investigasi, menarik untuk disimak adalah profil DHC-300 yang populer sebagai pesawat penumpang komuter turboprop asal Kanada yang lumayan laris di pasar ekspor.

Pengembangan Bombardier DHC-8-300 dimulai oleh perusahaan Kanada, de Havilland Canada (DHC), sebelum akhirnya dimiliki oleh Bombardier Aerospace. Proyek pesawat ini dimulai dengan pengembangan pesawat DHC-8, yang merupakan pesawat bermesin ganda dan bermesin turboprop dengan desain sayap tinggi (high wing).

Pesawat ini dirancang untuk melayani rute penerbangan pendek hingga menengah dengan kapasitas penumpang yang cukup besar.

De Havilland Canada pertama kali meluncurkan varian pendek DHC-8-100, yang kemudian diikuti oleh DHC-8-200 yang memiliki kapasitas penumpang lebih besar. Keduanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar penerbangan regional dengan jarak pendek hingga menengah.

Dalam upaya untuk memperluas jangkauan dan kapasitas pesawat, de Havilland Canada meluncurkan varian DHC-8-300.

 

DHC-8-300 adalah varian yang lebih panjang dari keluarga DHC-8, memberikan kapasitas penumpang lebih besar daripada varian pendek sebelumnya. Pesawat ini dapat mengakomodasi lebih banyak penumpang, menjadikannya pilihan yang lebih efisien untuk operator regional.

Pada tahun 1992, Bombardier Aerospace mengakuisisi de Havilland Canada dari Boeing. Sebagai hasilnya, pesawat DHC-8-300 menjadi bagian dari keluarga produk Bombardier. Setelah akuisisi, pesawat DHC-8-300 dan varian lainnya dalam keluarga Dash 8 secara resmi diubah namanya menjadi “Bombardier Dash 8.” Sejak saat itu, pesawat ini dikenal sebagai Bombardier Dash 8-300.

Seiring berjalannya waktu, Bombardier terus melakukan penyempurnaan pada varian Dash 8-300, termasuk pembaruan avionik, perbaikan efisiensi bahan bakar, dan perubahan desain lainnya. Ini bertujuan untuk meningkatkan performa dan kenyamanan pesawat.

Bombardier menghentikan produksi varian Dash 8-300 pada tahun 2005, ketika fokus pabrik beralih ke varian yang lebih baru seperti Dash 8-Q400. Meskipun demikian, banyak pesawat Dash 8-300 yang tetap beroperasi di berbagai maskapai di seluruh dunia.

Satu sampai Enam, Inilah Daftar Pesawat Twin Turboprop Tercepat Saat ini

Bombardier DHC-8-300 (Dash 8-300) menjadi populer di pasar penerbangan regional dan terus digunakan oleh sejumlah maskapai penerbangan regional untuk melayani rute pendek dan menengah. Meskipun produksi varian ini telah dihentikan, warisan dan kontribusinya terhadap industri penerbangan regional tetap signifikan, bahkan pernah menjadi penantang yang cukup kuat bagi keluarga pesawat komuter asal Perancis-Italia ATR 72 series.

Spesifikasi umum Bombardier DHC-8-300 (Dash 8-300):
Panjang Keseluruhan: 28,42 meter
Rentang Sayap: 25,91 meter
Tinggi Keseluruhan: 7,49 meter
Kapasitas Penumpang: 56 – 58 penumpang dalam konfigurasi kursi satu kelas.
Mesin: 2x turboprop Pratt & Whitney Canada PW123E.
Kecepatan Maksimum: 556 km/jam
Jarak Tempuh Maksimum: Sekitar 1.995 kilometer
Ketinggian Terbang Maksimum: Sekitar 7.620 meter
Berat Kosong: 12.608 kg
Berat Maksimum Lebih Landas: 21.863 kg

Selama Nataru, Whoosh Angkut 220.227 Penumpang, Argo Parahyangan Cuma 51.596 Penumpang

Selama 12 hari masa Libur Natal dan Tahun Baru 2024 dari 22 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024, Kereta Cepat Whoosh telah melayani sebanyak 220.227 penumpang, hampir 4 kali lipat dari jumlah penumpang KA Argo Parahyangan. Jumlah ini naik 33 persen dibandingkan periode sebelum masa libur nataru di awal Desember 2023.

Baca juga: Kereta Cepat Whoosh Sukses Cetak 1 Juta Penumpang Dalam 2 Bulan, KCIC Ungkap Rahasianya

Angka tersebut rupanya jauh lebih tinggi dibanding KA Argo Parahyangan. Di periode yang sama, Gopar tercatat hanya mengangkut sebanyak 51.596 penumpang.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengapresiasi minat tinggi masyarakat yang menjadikan Whoosh sebagai pilihan utama selama Libur Nataru.

“Peningkatan terjadi karena adanya peningkatan permintaan masyarakat yang akan menggunakan Whoosh untuk menikmati libur akhir tahun. Peningkatan permintaan ini kemudian diakomodir dengan penambahan jadwal hingga 48 perjalanan per hari oleh KCIC,” ujarnya.

Selama Libur Nataru, penumpang tertinggi tercatat pada keberangkatan Stasiun Halim mencapai 115.435 penumpang. Diikuti dengan keberangkatan Padalarang sebanyak 73.034 penumpang, dan keberangkatan Tegalluar sebanyak 31.758 penumpang.

Keberangkatan dengan jumlah penumpang tertinggi terjadi pada 26 Desember mencapai total 21.188 penumpang diikuti keberangkatan tanggal 23 Desember mencapai 21.151 penumpang per hari. Adapun secara umum rata-rata penumpang Whoosh per harinya di masa Nataru mencapai 19-20 ribu penumpang per hari.

KCIC telah mengoperasikan 576 perjalanan Whoosh sejak dimulai pada 22 Desember 2023 untuk melayani seluruh penumpang. Seluruh perjalanan berjalan lancar, aman, dan dapat memiliki ketepatan waktu yang baik.

Meskipun terjadi lonjakan penumpang, Eva menyatakan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar tanpa hambatan yang signifikan dan tanpa kejadian tidak diinginkan. Selama periode Nataru, Posko Nataru juga disediakan untuk membantu masyarakat.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang,” tambahnya.

Eva juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memilih Whoosh sebagai moda transportasi selama Nataru 2024. Kepercayaan ini akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar Whoosh tetap menjadi pilihan favorit masyarakat.

Lagi, Penumpang Kereta Cepat Whoosh Ketinggalan Kereta Gegara KA Lokal Telat: Tiket Business Class Lenyap

KCIC juga berterima kasih kepada TNI, Polri, Kementerian Menko Marves, Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, serta seluruh stakeholder lainnya yang telah membantu kelancaran masa Angkutan Nataru 2023/2024 ini.

“Ke depan, kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar Whoosh tetap menjadi moda transportasi favorit masyarakat,” tutupnya.

Evacuation Slide Jadi “Penyambung Nyawa” pada Insiden A350 JAL516 , Ternyata Punya Sejarah Panjang

Berkat kedisplinan yang tinggi dalam kondisi darurat, seluruh penumpang Japan Airlines (JAL) sebanyak 367 orang, termasuk 12 kru, berhasil selamat dalam insiden tabrakan antara Airbus A350-900 JAL dengan nomor penerbangan JAL516 dengan pesawat Japan Coast Guard DHC-8 di Bandara Internasional Haneda pada 2 Januari lalu. Dan seperti terlihat di beberapa rekaman video, para penumpang dapat keluar dengan cepat menggunakan evacuation slide. Alat keselematan yang tak asing digunakan dalam kondisi kedaruratan.

Baca juga: A350 Japan Airlines Tabrak DHC-8 yang Hendak Bantu Korban Gempa dan Tewaskan 5 Orang, Airbus Bilang Begini

Mengutip dari buku Conceptual Aircraft Design: An Industrial Approach, Ajoy Kumar Kundu, Mark A. Price, dan David Riordan (2019:852), fungsi evacuation slide adalah untuk mempermudah evakuasi pada keadaan darurat atau emergency.

Cara mengoperasikan evacuation slide di pesawat sebenarnya sangat mudah. Sebab, sejak tahun 1960-an, regulator penerbangan sipil Amerika Serikat sudah mengatur agarevacuation slide siap digunakan setelah 25 detik dalam keadaan normal Kemudian seiring dengan perkembangan teknologi sekarang ini, berbagai regulator penerbangan sipil dunia mengatur bahwa evacuation slide harus siap digunakan dalam hitungan enam detik.

Namun tahukah Anda, evacuation slide sudah diadopsi pada dekade 60-an. Sejarah evacuation slide melibatkan pengembangan solusi kreatif untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi proses evakuasi.

Evacuation slide pertama kali diperkenalkan pada pesawat penumpang pada tahun 1960-an. Awalnya, slide tersebut bersifat statis dan ditempatkan di dekat pintu darurat. Penumpang akan menggunakan slide ini untuk turun dengan cepat dari pesawat dalam keadaan darurat.

Kemudian pada tahun 1970-an, perkembangan lebih lanjut dalam desain slide membawa munculnya evacuation slide yang terintegrasi dengan pintu darurat pesawat. Desain ini membuat proses evakuasi lebih cepat dan efisien, karena slide secara otomatis terbentang saat pintu darurat dibuka.

Selama tahun 1980-an, teknologi dan desain evacuation slide terus berkembang. Slide yang lebih ringan, tahan lama, dan mudah digunakan menjadi fokus pengembangan. Penggunaan material yang inovatif juga membantu meningkatkan kinerja dan keandalan slide.

Pada tahun 1990-an, beberapa produsen pesawat dan produsen peralatan keselamatan penerbangan terus mengembangkan teknologi evacuation slide. Slide yang dapat digunakan di atas air (water evacuation slide) juga dikembangkan untuk meningkatkan kemungkinan evakuasi aman di atas air.

Teknologi dan desain terus berkembang dalam abad ke-21. Evacuation slide semakin dirancang untuk beradaptasi dengan berbagai jenis pesawat, termasuk pesawat berbadan lebar dan pesawat regional. Pembaruan melibatkan peningkatan dalam aspek keamanan, kenyamanan, dan kemudahan penggunaan.

Beberapa model evacuation slide modern dilengkapi dengan rampung otomatis yang memungkinkan slide untuk diterbangkan dalam waktu singkat setelah pintu darurat dibuka. Ini membantu mengurangi waktu yang diperlukan untuk menyiapkan slide dan meningkatkan efisiensi proses evakuasi.

Selain dari pintu darurat utama, evacuation slide juga dapat ditempatkan di pintu keluar darurat di kabin pesawat, seperti pintu darurat di baris keluar darurat. Ini memberikan lebih banyak opsi untuk penumpang dan awak kabin selama evakuasi.

Baca juga: Pernah Dengar “Evacuation Slide” di Pesawat? Jika Belum Simak Penjelasan Berikut

Evacuation slide menjadi bagian integral dari sistem keselamatan penerbangan dan dirancang untuk memfasilitasi evakuasi cepat dan aman dalam situasi darurat. Perkembangan teknologi dan desain terus memperbaiki kinerja dan keamanan evacuation slide, menjadikannya salah satu elemen penting dalam aspek keselamatan penerbangan.

Penumpang Meningkat, LRT Jabodebek Tambah Jadwal Perjalanan, Berikut Jadwal Lengkap Keberangkatannya

KAI Divisi LRT Jabodebek pada awal tahun ini menambah jumlah perjalanan menjadi 240 perjalanan setiap harinya. Sebelumnya, pada bulan Desember KAI menerapkan skema jadwal sebanyak 202 perjalanan pada hari kerja dan 200 perjalanan pada akhir pekan.

Baca juga: Gegara Promo Tarif, LRT Jabodebek Kebanjiran Penumpang

“Penyesuaian penambahan jadwal perjalanan ini berlaku mulai 2 – 15 Januari 2024, sehingga headway atau jarak antar kereta (LRT Jabodebek) menjadi kisaran 7,5 – 15 menit,” ujar Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono.

Mahendro menambahkan, pola 240 perjalanan ini juga pernah diterapkan pada bulan Desember, tepatnya pada periode libur akhir tahun tanggal 27 – 29 Desember.

“Dari hasil evaluasi kami, KAI mencatat adanya kenaikan pengguna LRT Jabodebek sebesar 23 persen pada periode tersebut jika dibandingkan periode libur Natal (24 – 26 Desember 2023),” tambahnya.

Pada periode 24 – 26 Desember, KAI mencatat ada sebanyak 93.798 pengguna yang memanfaatkan moda transportasi LRT Jabodebek. Sedangkan pada periode 27 – 29 Desember jumlahnya meningkat menjadi 115.854 pengguna.

Selain itu, saat ini KAI juga masih menerapkan tarif promo untuk LRT Jabodebek. Skema tarif promo yang akan berlaku sampai akhir Februari 2024 ini masih sama dengan promo yang diterapkan pada bulan Desember lalu.

Baca juga: Sambut Nataru 2024, Promo Tarif Baru LRT Jabodebek Jadi Rp3 – 10 Ribu, Headway 7-15 Menit

Mahendro mengatakan bahwa penerapan tarif promo serta penambahan jadwal perjalanan ini bertujuan meningkatkan animo masyarakat menggunakan LRT Jabodebek.

“Kami berharap, penambahan jadwal perjalanan dan penerapan tarif promo ini bisa sejalan dengan perbaikan-perbaikan yang telah kami lakukan, sehingga kembali meningkatkan minat masyarakat menggunakan LRT Jabodebek,” tutupnya.

A350 Japan Airlines Tabrak DHC-8 yang Hendak Bantu Korban Gempa dan Tewaskan 5 Orang, Airbus Bilang Begini

Belum genap sepekan di tahun 2024, telah terjadi kecelakaan pesawat di Jepang. Airbus A350-900 Japan Airlines dengan nomor penerbangan JAL516 terbakar usai bertabrakan dengan pesawat DHC-8 di Bandara Internasional Haneda. Kejadian berlangsung pada pukul 17:47 (waktu setempat) Selasa, 2 Januari 2024 kemarin.

Baca juga: Pilot Tak Sabar, 35 Orang Tewas Akibat Tabrakan Pesawat USAir Flight 1493 dan SkyWest Flight 5569

Atas insiden tabrakan pesawat itu, seluruh penumpang JAL sebanyak 367 orang, termasuk 12 kru, berhasil selamat. Tetapi tidak demikian dengan DHC-8. Dari enam orang, lima lainnya tewas. Airbus pun buka suara.

Dalam keterangan resminya kepada KabarPenumpang.com, pabrikan pesawat asal Perancis itu menyebut pesawat JAL yang hangus terbakar diregistrasi sebagai JA13XJ serta MSN 538. Pesawat dikirim ke maskapai nasional Jepang itu pada pada 10 November 2021 dan ditenagai mesin Rolls-Royce Trent XWB terbaru.

Lebih lanjut, Airbus mendukung langkah-langkah penyelidikan dan bersedia memberikan bantuan teknis kepada para penyidik dari Bureau d’Enquêtes et d’Analyses (BEA) Perancis dan Dewan Keselamatan Transportasi Jepang (JTSB). Airbus juga mengirimkan tim spesialis ke lokasi kejadian.

“Sejalan dengan rekomendasi Lampiran 13 Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Airbus akan memberikan bantuan teknis kepada Bureau d’Enquêtes et d’Analyses (BEA) Perancis dan Dewan Keselamatan Transportasi Jepang (JTSB) yang bertanggung jawab atas penyelidikan,” jelasnya.

“Untuk itu, Airbus saat ini mengirimkan tim spesialis untuk membantu pihak berwenang,” tambahnya.

Tak lupa, Airbus juga mengucapkan belasungkawa kepada keluarga, teman, dan orang-orang terkasih yang terkena dampak kecelakaan tersebut.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat pesawat Japan Airlines yang membawa 367 penumpang dan 12 awak kabin itu menabrak sebuah pesawat, yang berujung dengan kobaran api besar di landasan pacu.

Hanya Empat Penumpang Selamat, Tragedi JAL 123 Kecelakaan Udara Terburuk di Jepang

Pesawat itu kemudian terlihat terhenti dengan diselimuti kobaran api besar di badan pesawat. Usai pesawat terhenti, penumpang menggunakan perosotan darurat melarikan diri dari api ketika petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan api yang kian membesar.

Menurut informasi, pesawat DHC-8 yang ditabrak adalah milik Penjaga Pantai. Sejatinya, mereka akan berangkat dari Bandara Haneda ke pangkalan udara di Prefektur Niigata, untuk membantu pengiriman bantuan korban gempa.

Selalu Wara-wiri di Apron, Tarik dan Dorong Pesawat Inilah Jenis Towing Tractors

Towing tractors atau traktor penarik, lazim digunakan di bandara untuk menarik atau mendorong pesawat dari satu tempat ke tempat lain, seperti dari gerbang ke landasan pacu atau sebaliknya. Berbagai jenis towing tractors dirancang untuk menangani berbagai jenis pesawat dan beban tugas di bandara.

Baca juga: Teknologi Aircraft Towing System Janjikan Penghematan Bahan Bakar dan Tekan Emisi C02!

Sesuai karakteristik pesawat dan kondisi bandara, maka ada beberapa jenis towing tractors yang umum digunakan, dan secara garis besar dapat dibedakan sebagai berikut:

1. Conventional/Towbar Towing Tractors
Jenis traktor penarik ini menggunakan towbar (tongkat penarik) yang dipasang pada hidung pesawat. Towbar dihubungkan ke roda hidung pesawat, dan traktor penarik kemudian menarik atau mendorong pesawat ke posisi yang diinginkan.

2. Towbarless Towing Tractors
Traktor penarik ini tidak memerlukan towbar terpisah. Sebaliknya, traktor penarik towbarless memiliki bingkai khusus yang dapat menangani pesawat dengan mengangkat roda hidung dan/atau roda utama. Ini memungkinkan traktor untuk langsung melekat pada pesawat tanpa perlu menempatkan towbar.

3. Remote Controlled Towing Tractors
Beberapa traktor penarik dapat dikendalikan dari jarak jauh dengan menggunakan sistem remote control. Ini memberikan operator fleksibilitas untuk memandu pesawat ke dan dari berbagai posisi tanpa harus duduk di kabin traktor.

4. Hybrid/Electric Towing Tractors
Beberapa traktor penarik menggunakan teknologi hibrida atau listrik untuk mengurangi emisi dan biaya operasional. Traktor penarik jenis ini seringkali lebih ramah lingkungan dan memiliki performa yang cukup baik.

Baca juga: Parade Kendaraan Besar di Apron Bandara, Inilah Jenis dan Fungsinya

Pemilihan jenis traktor penarik tergantung pada kebutuhan bandara, jenis pesawat yang dioperasikan, dan skenario penggunaan yang diinginkan. Bandara yang lebih besar dan sibuk mungkin memiliki berbagai tipe traktor penarik untuk menangani variasi pesawat dan memaksimalkan efisiensi operasional.