Andres Albiol, WNA Pertama dan Satu-satunya di Korea Selatan yang Menjadi Masinis Kereta

Ada pilot asing yang bekerja di maskapai lokal, itu sudah lazim, namun bagaimana dengan sektor perkeretaapian, apakah ada masinis berwarga negara asing yang bekerja melayani jaringan kereta lokal? Meski jarang terdengar, namun hal tersebut ternyata ada di Negeri Ginseng.

Baca juga: Inilah Alasan Masinis Harus Punya Ingatan Bagus dan Wajib Gunakan Sarung Tangan

Andres Albiol adalah masinis dengan status warga negara asing (WNA) pertama yang bertugas di Korea Selatan, dan Ia menghadiri upacara pengejaran Belling Malam Tahun Baru, Senin, sebagai salah satu perwakilan negara asing. Dikutip The Korean Times, Albiol terpilih untuk menunjukkan kontribusi yang berkembang dari penduduk asing di Korea di berbagai bidang.

Albiol melayani pekerjaan sebagai masinis di Gimpo Goldline sejak 2021, Albiol memegang posisi unik menjadi masinis kereta api asing pertama dan satu -satunya di Korea Selatan. Pria warga negara Argentina itu telah menghabiskan 14 tahun di Korea, awalnya Ia tertarik ke Korea dengan minatnya pada permainan yang disebut “pompa,” yang populer di negaranya ketika ia masih di sekolah menengah. Game tersebut di mana seseorang bermain dengan menginjak tombol dengan musik, menampilkan lagu -lagu Korea, mendorongnya untuk belajar bahasa Korea.

Albiol mengejar studi dua tahun di Departemen Arsitektur Angkatan Laut dan Teknik Lautan di Universitas Nasional Seoul dan memperoleh permanen residen pada tahun 2017.

Meskipun ia awalnya bekerja di perusahaan pembuatan kapal yang terkait dengan latar belakang akademiknya, Ia akhirnya beralih untuk bekerja sebagai masinis kereta api, menggambar pada pengalaman sebelumnya di Argentina.

“Berdasarkan lokasi, sebagian besar perusahaan pembuatan kapal terletak di provinsi Gyeongsang Selatan, seperti Pulau Geoje, Ulsan atau Mokpo. Tetapi saya ingin tinggal di kota di mana saya bisa berkomunikasi dengan teman -teman setelah bekerja, ”katanya.

Meski Serba Canggih, Kereta Cepat Tak Serta Merta Gunakan ‘Autopilot’, Masinis Tetap Nomer Satu

Albiol juga berbagi pemikirannya tentang terpilih sebagai perwakilan warga negara, menekankan tantangan yang dihadapi oleh penduduk asing di Korea.

“Saya 100 persen puas dengan pekerjaan ini, tetapi pemerintah perlu menemukan cara untuk mendukung orang asing sambil mempertahankan keseimbangan yang adil yang tidak merugikan warga Korea dalam angkatan kerja,” tambahnya.

Hari ini 22 Tahun Lalu, Pelajar 15 Tahun Terinspirasi “9/11” Tabrakan Cessna 172 ke Gedung Bank of America

Hari ini 22 tahun lalu, bertepatan dengan 5 Januari 2002, Charles J. Bishop, seorang siswa SMA East Lake High School di Tarpon Springs, Florida, Amerika Serikat, mencuri sebuah pesawat ringan Cessna 172 dan menabrakkannya ke sisi Menara Gedung Bank of America di pusat kota Tampa, Florida. Buntut dari aksi tersebut, menewaskan Bishop dan merusak ruang kantor, namun tidak ada korban luka lainnya.

Baca juga: Mengenang Peristiwa 9/11, Empat Pesawat Dibajak Teroris Al Qaeda dan Ditabrakkan ke-3 Target

Bishop terinspirasi oleh serangan 11 September; Ia telah meninggalkan pesan bunuh diri yang memuji Osama bin Laden atas serangan tersebut dan memujinya sebagai tanggapan yang dibenarkan atas tindakan terhadap orang-orang Palestina dan Irak dan mengatakan bahwa dia (Uskup) bertindak atas nama Al Qaeda, yang telah dia tolak bantuannya.

Karena para pejabat tidak dapat menemukan bukti lain mengenai hubungan tersebut, motif terorisme dikesampingkan, dan mereka menyatakan bahwa kecelakaan itu jelas merupakan bunuh diri. Ibu Bishop mengajukan, kemudian membatalkan, gugatan yang mengklaim bahwa efek samping psikologis dari isotretinoin, obat jerawat yang diminum Bishop, yang dapat mencakup depresi dan tindakan bunuh diri, yang menyebabkan insiden tersebut.

Bishop adalah seorang siswa sekolah menengah berusia 15 tahun dari Tarpon Springs, Florida. Pada saat kejadian, dia adalah seorang pelajar pilot dan hanya diizinkan terbang dengan Instruktur Penerbangan Bersertifikat.

Investigasi menyusul kejadian tersebut. Para pejabat mengesampingkan terorisme meskipun saksi mata mengatakan bahwa pesawat tersebut tidak melakukan upaya nyata untuk menghindari tabrakan dengan gedung.

Cessna 172 Skyhawk, Pesawat Latih Terpopuler Sejagad, Pencetak Berjuta Pilot

Para pejabat akhirnya menyatakan bahwa kecelakaan itu jelas-jelas merupakan bunuh diri. Selain itu, ditemukan catatan di reruntuhan yang menyatakan bahwa Ia menyuarakan dukungan terhadap Osama bin Laden. Namun, tidak ada bukti bahwa remaja tersebut memiliki hubungan dengan kelompok teror mana pun.

Daftar Perjalanan KA Daop 1 yang Terdampak Kecelakaan KA Turangga dan CL Bandung Raya

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya pelayanan akibat peristiwa Kecelakaan Kereta Api (KKA) di wilayah Daop 2 Bandung, antara KA Turangga relasi Surabaya Gubeng – Bandung dengan Commuterline Bandung Raya di km 181+700 petak jalan antara Stasiun Haurpugur – Stasiun Cicalengka pada Jumat (5/1) pukul 06.03.

Baca juga: KAI Daop 8 Surabaya Mohon Maaf Kedatangan KA Jarak Jauh dari Bandung Terlambat

“Jalur rel antara Haurpugur – Cicalengka wilayah Daop 2 Bandung untuk sementara tidak dapat dilalui akibat kecelakaan tersebut. KAI saat ini sedang berusaha melakukan upaya evakuasi kepada para penumpang di 2 KA yang menggalami musibah tersebut,” kata Ixfan Hendriwintoko Manager Humas Daop 1 Jakarta, melansir apa yang disampaikan oleh EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji pada Jumat (5/1) di Jakarta.

Untuk KA-KA dari Daop 1 Jakarta yang terdampak atas gangguan tersebut yaitu KA 252 dan KA 256 Serayu relasi Pasar Senen – Purwokerto dilakukan rekayasa pola operasi dengan jalan memutar melalui Cikampek – Cirebon Prujakan – Prupuk – Purwokerto. Sedangkan KA 268 Cikurai relasi Pasar Senen – Garut PP dibatalkan

Sehubungan dengan terjadinya rintang jalan pada petak jalan Haurpugur – Cicalengka, KAI memberikan kompensasi atas penundaan keberangkatan atau keterlambatan kereta api penumpang sebagai berikut:

a. Dalam hal penumpang bermaksud membatalkan perjalanannya di stasiun keberangkatan penumpang ataupun di tengah perjalanan karena terjadi rintang jalan tersebut yang menyebabkan penundaan keberangkatan atau keterlambatan kereta api penumpang dimaksud, maka Perusahaan mengembalikan bea tiket sebesar 100% (seratus persen) diluar bea pesan;

b. Dalam hal terjadi penundaan keberangkatan kereta api di stasiun keberangkatan penumpang yang diperkirakan akan berlangsung 1 (satu) jam atau lebih dan penumpang bermaksud membatalkan perjalanannya maka perusahaan mengembalikan bea tiket sebesar 100% diluar bea pesan;

c. Dalam hal penumpang bermaksud membatalkan perjalanannya dikarenakan menolak untuk menggunakan kereta api dengan rute lain/memutar maka perusahaan mengembalikan bea tiket sebesar 100% diluar bea pesan;

Terlibat Tabrakan, KA Turangga Bawa 287 Penumpang dan CL Bandung Raya 191 Penumpang

d. Dalam hal stasiun tujuan penumpang menjadi tidak terlewati oleh kereta api dengan rute memutar maka perusahaan sedapat mungkin menyediakan moda angkutan terusan, jika tidak disediakan moda terusannya maka bea tiket dikembalikan 100% di luar bea pesan.

KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan KA yang terjadi. Upaya selanjutnya dari KAI adalah melakukan upaya evakuasi 2 rangkaian kereta api dan perbaikan jalur rel yang mengalami kerusakan. Bagi perjalanan KA-KA yang akan melintas di wilayah Haurpugur – Cicalengka, KAI akan melakukan upaya rekayasa pola operasi berupa jalan memutar dan pengalihan menggunakan angkutan lain.

KAI Daop 8 Surabaya Mohon Maaf Kedatangan KA Jarak Jauh dari Bandung Terlambat

Imbas kecelakaan kereta api antara KA Commuterline Bandung Raya dan KA Turangga di KM 181+700 petak jalan Stasiun Haurpugur – Stasiun Cicalengka di wilayah Daop 2 Bandung, mengakibatkan keterlambatan kedatangan KA jarak jauh keberangkatan dari Bandung tujuan akhir di Stasiun Surabaya Gubeng pada sore hari nanti.

Baca juga: Ada Kecelakaan KA Turangga vs KA CommuterLine Baraya, KAI Daop 7 Berikan Refund 100 Persen ke Penumpang

Kelambatan ini dikarenakan adanya perubahan pola operasi perjalanan KA yang dikarenakan proses evakuasi dan normalisasi jalur yang dilakukan oleh petugas.

KA jarak jauh dengan tujuan akhir Daop 8 Surabaya, yang mengalami keterlambatan kedatangan KA pada sore hari nanti, yaitu:
1. KA Argo Wilis relasi Bandung – Surabaya Gubeng
2. KA Pasundan relasi Kiaracondong – Bandung
3. KA Pasundan Tambahan relasi Kiaracondong – Bandung

KA jarak jauh yang mengalami keterlambatan tersebut, yang seharusnya melalui petak jalan Kroya Banjar Cicalengka dan Bandung, dialihkan melalui petak jalan Kroya menuju Purwokerto Cirebon Cikampek dan Bandung.

Kelambatan diperkirakan terjadi 1-2 jam dari jadwal yang seharusnya. Jika sesuai jadwal, KA Argo Wilis seharusnya tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 17.35 wib, KA Pasundan tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 23.54 wib, serta KA Pasundan Tambahan tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 22.55 wib.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menerangkan bahwa KAI mendatangkan rangkaian alat berat berupa crane dari Solo dan juga Cirebon serta lokomotif penolong untuk mengevakuasi sarana yang terdampak serta mengerahkan tim prasarana untuk menormalisasi jalur KA.

Baca juga: Terlibat Tabrakan, KA Turangga Bawa 287 Penumpang dan CL Bandung Raya 191 Penumpang

Sebagai bentuk kompensasi atas keterlambatan kedatangan KA kepada pelanggan, KAI juga memberikan service recovery berupa minuman, makan ringan hingga makanan berat bagi pelanggan KA yang terdampak.

“KAI menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang tidak diinginkan oleh semua pihak tersebut. Kami dengan pihak-pihak terkait terus melakukan upaya evakuasi dan normalisasi jalur agar perjalanan kembali lancar,” pungkasnya.

Ada Kecelakaan KA Turangga vs KA CommuterLine Baraya, KAI Daop 7 Berikan Refund 100 Persen ke Penumpang

KAI Daop 7 Madiun memberikan kompensasi pengembalian bea tiket sebesar 100 persen. Pengembalian bea ini diberikan kepada pelanggan kereta api yang hendak membatalkan perjalanan tiket nya yang terdampak akibat jalur kereta api di Stasiun Haurpugur – Cicalengka tidak dapat dilewati.

Baca juga: Terlibat Tabrakan, KA Turangga Bawa 287 Penumpang dan CL Bandung Raya 191 Penumpang

Seperti diketahui, dalam kondisi normal, pembatalan tiket atau refund tiket akan dikenakan pengembalian bea sebesar 25 persen dari harga tiket dan di luar biaya pemesanan. Dengan begitu, penumpang hanya mendapat 75 persen dari harga tiket.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, mengatakan, pengembalian biaya tiket bisa dilakukan di loket stasiun. Pembatalan tiket tersebut bisa dilakukan paling lambat H+7 setelah tanggal keberangkatan kereta api.

“Pengembalian bea dapat dilakukan secara tunai di loket stasiun keberangkatan atau stasiun antara ataupun dengan melalui transfer ke rekening pelanggan paling lambat 1×24 jam sejak proses pembatalan,” ujarnya.

Hingga pukul 12.00 WIB, perjalanan KA di Daop 7 Madiun aman, lancar dan terkendali. Meskipun demikian akan terdapat 3 KA perjalanan dari dan ke Daop 7 Madiun dengan tujuan Bandung yang akan dialihkan perjalanannya melalui jalur Kroya – Purwokerto – Cirebon – Cikampek – Bandung dan sebaliknya.

Baca juga: Inilah Kavach, Teknologi Asli India Cegah Dua Kereta Tabrakan

Berikut adalah KA yang memutar
* KA Pasundan relasi Surabaya Gubeng – Kiaracondong pp
* KA Argo Wilis relasi Surabaya Gubeng – Bandung pp
* KA Tambahan relasi Surabaya Gubeng – Kiaracondong pp

“KAI mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan KA, dikarenakan adanya gangguan perjalanan dan pelayanan KA. Seluruh petugas sedang berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan evakuasi dan normalisasi jalur di lokasi kejadian.” tutup Kuswardojo.

Hari Ini, 13 Tahun Lalu, Pesawat Turksih Airlines Flight 1754 Nyaris Dibajak Penumpang Etnis Kurdi

Pada hari ini, 13 tahun lalu, bertepatan dengan 5 Januari 2011, terjadi percobaan pembajakan pesawat Boeing 737–800 Turkish Airlines flight 1754. Pelaku pembajakan yang berasal dari etnis Kurdi coba masuk ke kokpit dan mengaku membawa bom serta meminta pesawat kembali ke Oslo, Norwegia, alih-alih mendarat di Istanbul. Beruntung, aksinya digagalkan penumpang asal Turki dan Norwegia.

Baca juga: WNI Serang Awak Kabin, Pesawat Turkish Airlines Istanbul-Jakarta Dialihkan ke Medan: Terancam Denda Rp100 Juta

Laporan CNN-Turk, pembajak yang berasal dari etnis Kurdi di wilayah Anatolia (Antalya), selatan Istanbul, bernama Yasar Cuma, awalnya tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Sejak pesawat berangkat dari Oslo, ia berlaku seperti kebanyakan penumpang, duduk dan mengikuti arahan pramugari/pramugara.

Satu jam jelang pendaratan atau sekira pukul 19.30 GMT, pria berusia 40 tahun itu mulai bangkit dari tempat duduk dan menuju kokpit sebelum memaksa masuk.

Tentu saja pilot tak menghiraukan hal tersebut dan melaporkannya ke ATC serta disambut dengan mempersiapkan pasukan keamanan di Istanbul. Terlebih, Cuma mengaku membawa bom. Ia berteriak di depan pintu kokpit dengan bahasa Turki agar pesawat kembali ke Oslo.

Mendengar ancaman bom dan percobaan pembajakan pesawat oleh Cuma, membuat 59 penumpang lainnya gelisah. Beberapa di antaranya coba bernegosiasi dan menenangkannya. Secepat kilat, beberapa penumpang pun melumpuhkan Cuma dan mengamankannya. Setelah diperiksa, tak ditemukan bom.\

Baca juga: Kenapa Pintu Kokpit Harus dalam Keadaan Terkunci dan Anti Peluru? Berikut Ulasannya

Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Istanbul, Turki. Setelah seluruh penumpang turun, 20-30 polisi dilaporkan masuk ke kabin dan menangkap Cuma.

Setelah diinterogasi, polisi mengungkapkan bahwa Cuma memiliki masalah psikologis hingga berujung pada percobaan pembajakan. Ini juga didukung dengan tidak ditemukannya bom, senjata tajam, dan senjata api dalam menjalankan aksinya.

Meski begitu, menurut salah satu penumpang bernama Salim Tahar mengatakan kepada TV2 Nyhetskanalen Norwegia, penumpang tersebut tampak seperti teroris dengan memakai penutup wajah, topi, dan pakaian gelap.

“Kami berada 50 menit dari pendaratan ketika saya mendengar banyak suara di bagian belakang pesawat. Saya berbalik dan ada seseorang yang wajahnya tertutup, mengenakan topi dan memiliki pakaian gelap. Pada dasarnya, dia terlihat seperti seorang teroris,” jelasnya.

Baca juga: Pembajakan Pesawat Terlama di Dunia, 39 Hari Kelam Bagi Penumpang El Al Flight 426

“Beberapa penumpang membuat tanda salib, yang lain berdoa. Orang-orang sangat gugup,” tambahnya.

“Di bandara saat penumpang bergegas turun dari pesawat antara 20 dan 30 polisi masuk dan menangkap Cuma,” tutupnya.

Terlibat Tabrakan, KA Turangga Bawa 287 Penumpang dan CL Bandung Raya 191 Penumpang

Terjadi tabrakan kereta antara KA Turangga relasi Bandung–Surabaya Gubeng dan CommuterLine Bandung Raya di Kecamatan Cikuya, Cicalengka, Bandung, pada lintas Cicalengka-Haurpugur KM 181+700 tanggal 5 Januari 2024 pukul 06.03 WIB.

Baca juga: Adu Banteng di Cicalengka, KA Turangga dengan KA Commuter Line Bandung Raya

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung, Ayep Hanapi, mengungkapkan, saat kejadian KA Turangga memuat cukup banyak penumpang, jauh lebih banyak dibanding jumlah penumpang CL Bandung Raya.

Hal itu sangat wajar mengingat usai arus perayaan Natal dan Tahun Baru 2024, masyarakat banyak yang melakukan perjalanan Arus Balik menuju Jakarta dan sekitarnya; termasuk Bandung.

“Jumlah penumpang 887 (KA Turangga), untuk KRD 121 penumpang. Semuanya dibawa ke stasiun terdekat,” jelasnya dalam wawancara di Breaking News Metro TV.

Akan tetapi, belakangan informasi tersebut dimutakhirkan dimana ada 287 penumpang di KA Turangga dan 191 penumpang di KA CommuterLine Bandung Raya.

Lebih lanjut, Ayep menyebut pihaknya juga telah melakukan pola operasi memutar untuk kereta tujuan Bandung, seperti KA Argo Wilis relasi Bandung – Surabaya Gubeng, KA Lodaya relasi Bandung – Solo Balapan, dan KA Baturraden Ekspress relasi Bandung – Purwokerto.

Berdasarkan informasi dari Basarnas, Ayep meneruskan, terdapat dua petugas dari KA Turangga yang dalam kondisi terjepit dan menunggu evakuasi petugas. Namun, tidak disebutkan apakah petugas tersebut dalam kondisi selamat atau telah meninggal dunia.

Baca juga: Tragedi Bintaro I – Jadi Kecelakaan Kereta Terburuk dan Paling Tragis di Indonesia

Sampai saat ini, tabrakan KA Turangga dengan CL Bandung Raya telah menyebabkan sedikitnya empat orang meninggal dunia. Dua di antaranya adalah masinis dan asisten masinis CL Bandung Raya dan satu lainnya adalah pramugara KA Turangga. Sedangkan satu lainnya belum didiketahui pasti.

Selain itu, ada 17 korban luka yang dibawa ke RSUD Cicalengka, dimana enam di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan korban tewas yang diterima di RSUD sudah ada dua korban.

Adu Banteng di Cicalengka, KA Turangga dengan KA Commuter Line Bandung Raya

Tabrakan maut antara dua kereta terjadi pagi ini (5/1/2024) sekitar pukul 06.03 WIB, yakni melibatkan KA Turangga (KA Plb 65A) dengan KA Commuterline Bandung Raya (KA 350) di KM 181+700 Petak Cicalengka – Haurpugur, dekat Sinyal Masuk pihak Haurpugur. Dari evakuasi korban, informasi terkini menyebutkan ada tiga korban tewas.

Baca juga: Israel Aplikasikan Teknologi Kecerdasan Buatan Cegah Kereta Tabrakan

Dalam rekaman video dan foto yang beredar, posisi lokomotif dan gerbong yang sampai terangkat, mengindikasikan tabrakan berlangsung dalam kecepatan tinggi.

Kereta Api (KA) Turangga merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif yang melayani relasi Bandung–Surabaya Gubeng di lintas selatan Jawa. Kereta api yang menempuh jarak sejauh 696 km dalam waktu sekitar 10 jam 14 menit ini memiliki waktu keberangkatan dari stasiun awal pada malam hari dan tiba di stasiun akhir pada keesokan paginya serta kereta ini berlawanan dengan kereta api Argo Wilis.

Setiap Nama Kereta Ternyata ada Filosofinya

Sementara Commuter Line Bandung Raya adalah layanan kereta api yang dioperasikan oleh KAI Commuter yang melayani rute Cicalengka—Purwakarta Kiaracondong-Cicalengka dan Padalarang—Cicalengka atau sebaliknya.

Pasca Insiden di Haneda, FAA Izinkan Penggunaan Headset Virtual Reality (VR) untuk Pilot

Pasca insiden tabrakan maut antara Airbus A350 Japan Airlines dan Bombardier DHC-8 milik Japan Coast Guard di Bandara Internasional Haneda, Federal Aviation Administration (FAA) – Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat, telah menyetujui penggunaan headset virtual reality (VR) untuk pilot maskapai penerbangan, alasannya headset VR dipercaya dapat membantu keselamatan dan masa depan penerbangan.

Baca juga: Dari Transkrip Petugas ATC Bandara Haneda, Ada Indikasi Kelalaian Pilot DHC-8 Japan Coast Guard

Kacamata pilot untuk Virtual Reality (VR) adalah headset khusus yang membenamkan pilot dalam lingkungan virtual yang realistis. Mereka terdiri dari layar nyaman yang dipasang di kepala dengan lensa dan sensor berkualitas tinggi. Pilot memakainya untuk merasakan visualisasi kondisi real-time yang lebih baik. Kacamata ini sebagian besar merupakan alat untuk pelatihan pilot, dan sekarang akan digunakan di kokpit penerbangan ke Hawaii dan tempat lain.

Pasar global augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) tumbuh secara eksponensial. Di bidang penerbangan, yang baru-baru ini merupakan pasar bernilai satu miliar dolar per tahun, diperkirakan akan tumbuh lebih dari dua puluh kali lipat pada akhir dekade ini, hal ini menunjukkan penerapan perjalanan udara yang terus berkembang.

AR, melapisi informasi digital ke dalam pandangan dunia nyata pengguna, memberikan persepsi yang lebih kaya terhadap lingkungan. Dalam penerbangan, AR mungkin sangat berharga dalam memberikan informasi real-time yang lebih baik kepada pilot tentang lingkungan sekitar pesawat mereka, termasuk cuaca, medan, dan pesawat lainnya. Hal ini dapat meningkatkan navigasi dan keselamatan secara signifikan.

Dikutip dari beatofhawaii.com (2/1/2024), persetujuan FAA ini menyusul pengumuman tahun lalu bahwa perusahaan tersebut, AerSale, telah memberikan Universal Avionics kontrak baru senilai $33 juta untuk memasok sistem Enhanced Flight Vision System (EFVS) yang dapat dipakai untuk pesawat Boeing 737NG. Pesawat Boeing 737 NG termasuk yang masih diterbangkan oleh Alaska Airlines dan United pada penerbangan Hawaii.

Lufthansa Luncurkan Virtual Reality Cockpit untuk Pelatihan Pilot Airbus A320

AerSale mengerjakan program Boeing 737 Setelah sebelumnya berupaya mengembangkan “SkyLens wearable Head-Up Display (HUD) pada Airbus A320. Berdasarkan kontrak, Universal akan memasok kamera SkyLens Head Wearable Display (HWD) dan EVS-5000 ke AerSale untuk mendistribusikan sistem tersebut ke maskapai penerbangan sebagai “AerAware.”

Ketika Pesawat Turbolet L-410 Maskapai Venezuela Dibiarkan Hilang Selama 5 Tahun

Sekitar 16 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 4 Januari 2008, penerbangan Transaven domestik terjadwal reguler dari Caracas ke salah satu pulau di bawah yuridiksi Venezuela di Karibia, jatuh, hilang, dan tidak diserius dicari selama lima tahun lamanaya. Setelah lima tahun, pesawat itu akhirnya dicari dan ditemukan menggunakan peralatan yang lebih canggih.

Baca juga: Vickers VC10, Raja Udara yang Disadur Uni Soviet (Lagi) di Era Perang Dingin

Dikutip dari Simple Flying, maskapai Transven diketahui melayani penerbangan berjadwal reguler antara ibu kota Venezuela, Caracas, ke salah satu pulau kepulauan Los Roques, Venezuela.

Pada hari itu, 4 Januari 2008, pesawat turboprop bermesin ganda Let L-410UVP-E3 buatan Cekoslowakia berusia 21 tahun dengan registrasi YV2081, berangkat dari Bandara Internasional Caracas-Simón Bolívar (CCS) pukul 09:13 waktu setempat untuk terbang sejauh 95 mil menuju Bandara Los Roques di pulau El Gran Roque.

Entah apa yang terjadi, saat pesawat sedang descend ke ketinggian 3.000 kaki dan melakukan landing approach, sekitar 29 kilometer, pilot melapor ke ATC bahwa kedua mesin kehilangan tenaga.

Tak lama, pilot mengungkap rencananya untuk melakukan pendaratan darurat di laut sedeket mungkin dengan El Gran Roque. ATC mendukung hal itu. Sayangnya, itu tak pernah terjadi. Pesawat hilang kontak dan hilang dari radar. Pesawat diduga jatuh di laut.

Setelah pesawat dilaporkan hilang kontak, misi penyelamatan segera dilakukan otoritas untuk menemukan korban selamat, termasuk melalui pesawat Let-410 Transaven lainnya yang terbang di rute yang sama.

Selain beberapa minyak yang mengambang di permukaan air, tidak ada jejak pesawat yang ditemukan. Pencarian pun dihentikan. Tidak ditemukan tanda-tanda atau jejak hilang atau jatuhnya pesawat sampai delapan hari kemudian saat ketika sebuah kapal nelayan menemukan mayat, tujuh mil dari pulau El Gran Roque.

Setelah diotopsi, tim dokter memastikan bahwa jenazah tersebut adalah kopilot Osmel Alfredo Avila Otamendi berusia 37 tahun.

Tiga bulan kemudian, sebuah kapal Angkatan Laut Venezuela mengidentifikasi apa yang diyakini sebagai rongsokan pesawat menggunakan sonar. Pesawat itu diduga berada di kedalaman 980 kaki. Upaya konfirmasi visual pun dilakukan dengan cara menyelam. Ketika puing-puing ditemukan dan diangkat, ternyata itu adalah pesawat lain, bukan Let-410 yang hilang. Sudah begitu, tidak ada tanda-tanda pesawat Let-410 berada. Akhirnya, pencarian pun dihentikan, lagi.

Lima tahun kemudian, pemerintah mendatangkan kapal survei Amerika sepanjang 134 kaki yang disebut “Sea Scout” untuk melanjutkan pencarian. Ternyata itu membuahkan hasil. Pesawat Let L-410 ditemukan berada di kedalaman 3.200 kaki, enam mil di lepas pantai El Gran Roque. Pesawat pun berhasil diangkat. Tidak diungkap penyebab kecelakaan. Yang pasti itu bukan karena cuaca atau bahan bakar yang terkontaminasi.

Baca juga: Pilot Maskapai Taiwan Asal Venezuela Meninggal Setelah Karantina

Sekilas tentang Let-410 Turbolet, pesawat ini diproduksi di pabrik Let dekat desa Kunovice di Republik Ceko. Ini adalah pesawat STOL jarak pendek yang sering digunakan maskapai penerbangan perintis. Sejak diproduksi tahun 1971, lebih dari 1.200 telah dibuat. Sampai saat ini, produksinya masih berlanjut dan terus diminati maskapai di berbagai negara, salah satunya Indonesia.

Pada pertengahan tahun lalu, tiga perusahaan tercatat membeli L410 NG. Mereka adalah Sulut Air sebanyak 10 unit, Wise Air 3 unit, dan Star Wisata Air 5 unit, dan ketiganya adalah maskapai yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Meski tangguh, pesawat ini dianggap merampas peluang pasar pesawat buatan produsen PT DI, N-219, yang notabene tak kalah tangguh.