Tarif Dinamis Kereta Cepat Whoosh Berlaku, Ini Jadwal Dengan Harga Termurah

KCIC resmi menetapkan skema tarif dinamis atau dynamic pricing untuk seluruh perjalanan Kereta Cepat Whoosh keberangkatan Februari 2024. Dengan adanya tarif yang dinamis ini, penumpang sudah dapat memesan tiket Whoosh mulai dari Rp150.000.

Baca juga: Selama Nataru, Whoosh Angkut 220.227 Penumpang, Argo Parahyangan Cuma 51.596 Penumpang

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa membeberkan tarif yang ditetapkan antara lain Rp150.000, Rp175.000, Rp200.000, Rp225.000 hingga Rp250.000 untuk kelas Premium Economy.

“Dengan adanya Dynamic Prcing, calon penumpang diharapkan dapat membuat rencana perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan dan tarif yang diinginkan,” jelasnya.

Tarif termurah untuk perjalanan Halim – Padalarang – Tegalluar contohnya ada di keberangkatan pukul 19.15, 20.05, 20.30 dengan tarif antara Rp150.000 dan Rp 175.000 untuk perjalanan di luar musim liburan atau akhir pekan.

Sedangkan tarif terendah untuk relasi Tegalluar – Padalarang – Halim, contohnya berlaku pada keberangkatan 07.55, 08.45, 09.10, 09.47, 10.20 dan 10.55 dengan tarif Rp150.000, Rp175.000, dan Rp200.000 untuk perjalanan di luar musim liburan atau akhir pekan.

“Untuk mengetahui dan mendapatkan rute dan jadwal dengan tarif dinamis lainnya, calon penumpang dapat mengakses aplikasi Whoosh, situs ticket.kcic.co.id, Ticket Vending Machine dan Loket resmi di stasiun serta aplikasi mitra seperti Access by KAI, Livin by Mandiri, BRImo, dan BNI Mobile Banking,” ujar Eva.

Baca juga: Kereta Cepat Whoosh Sukses Cetak 1 Juta Penumpang Dalam 2 Bulan, KCIC Ungkap Rahasianya

Penentuan tarif ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor sepert jam sibuk (peak hour) atau jam non sibuk (off peak hour), momen liburan (high season) atau non liburan (low season), atau hari kerja ataupun akhir pekan.

“Dynamic pricing ini akan memberikan nilai tambah bagi penumpang. Adanya fleksibilitas harga diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih baik kepada masyarakat. Penerapan dynamic pricing ini akan terus dipantau dan dievaluasi agar dapat terus sesuai dengan kebutuhan penumpang dan operasional Whoosh,” tutup Eva.

KA Sarangan Ekspres – Hanya Ramai Penumpang Ketika Musim Liburan

Meluncur pada 6 Februari 2014 di Stasiun Madiun, kereta api Sarangan melayani relasi Madiun – Surabaya Gubeng. Rangkaian kereta kelas bisnis AC ini meminjam rangkaian KA Mutiara Selatan. Dengan beroperasinya kereta api ini, jumlah kereta yang melayani penumpang dari Madiun ke Surabaya menjadi bertambah.

Baca juga: KA Aji Saka – Tingkat Okupansi Rendah, Terpaksa Berhenti Mengular Pada Juli 2014

Sebelum ada kereta ini, ada dua belas layanan kereta yang melayani jalur Surabaya-Madiun namun kereta-kereta api itu hanya dioperasikan pada pagi, sore, dan malam. KA Sarangan ketika beroperasi kala itu berhenti di beberapa stasiun yakni Stasiun Madiun, Stasiun Nganjuk, Stasiun Kertosono, Stasiun Jombang, Stasiun Mojokerto dan Stasiun Surabaya Gubeng.

Harga tiket KA Sarangan Ekspres jurusan Madiun – Surabaya Gubeng sebesar Rp50 ribu sampai Rp60 ribu sedangkan dari Kertosono ke Surabaya Gubeng RP40 ribu sampai Rp45 ribu. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, ketika masih mengular KA Sarangan Ekspres berangkat awal dari Stasiun Gubeng pukul 13.30 WIB dan berangkat awal dari Madiun di jam yang sama.

Nama kereta api yang diambil dari sebuah telaga di Plaosan, Magetan, Jawa Timur yakni Telaga Sarangan dekat kaki Gunung Lawu bagian timur. Sayangnya kabar buruk kemudian datang dari KA Sarangan Ekspres ini, dimana tanggal 16 Februari 2016 atau dua tahun lebih sepuluh hari setelah beroperasi akhirnya harus berhenti.

Penyebabnya pun hampir sama dengan beberapa kereta api seperti KA Aji Saka, KA Cisadane dan KA Priangan Ekspres yakni okupansi yang kurang setiap harinya. KA Sarangan Ekspres sebenarnya laku dan banyak membawa penumpang tetapi itu hanya di kala waktu liburan seperti akhir pekan atau Lebaran sedangkan hari biasa sepi.

Penutupan relasi KA Sarangan Ekspres Madiun – Surabaya Gubeng ini pula karena pendapatan yang tidak sebanding dengan pengeluaran untuk biaya operasional. Sebenarnya bila KA Sarangan Ekspres masih beroperasi bisa menjadi partner bagi KA Arjuna Ekspres yang berangkat pagi baik dari Madiun atau Surabaya serta keberangkatan malam dari Surabaya.

Baca juga: KA Cisadane – Timbul Tenggelam Hingga Akhirnya ‘Menghilang’

Bahkan tarif KA Sarangan Ekspres yang mengular saat itu masih lebih murah dibandingkan tarif tiket KA Logawa, KA Sritanjung atau KA Pasundan dengan rute Surabaya – Maiun. Saat masih beroperasi, KA Sarangan Ekspres memiliki dioperaori oleh PT KAI Daopr VII dan Daop VIII.

Buang Stigma Jorok, Cina Lakukan Revolusi Toilet di Kereta Api

Eksistensi toilet umum di moda transportasi baik darat, laut, maupun udara sangatlah menunjang kenyamanan para penumpangnya selama melakukan mobilisasi dari satu tempat menuju  tempat lainnya. Dapat dibayangkan jika perjalanan jarak jauh yang Anda tempuh tidak dibarengi dengan hadirnya toilet di moda tersebut, tentunya sangat menyiksa bukan?

Baca Juga: Tidak Lagi Gunakan Toilet “Bolong,” PT KAI Ganti Dengan Septic Tank

Nah jika dulu moda kereta api selalu mengandalkan toilet yang tidak memiliki penampung, kini semuanya sudah berubah seiring perkembangan jaman. Meniru toilet pesawat yang menggunakan sistem vakum, beberapa moda transportasi berbasis rel di dunia pun turut meramaikan pasar toilet vakum. Selain kotorannya tidak dibuang langsung ke rel, sistem toilet ini juga dinilai lebih higienis dan dapat mencegah berbagai penyakit.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman xinhuanet.com, revolusi toilet pada kereta ini tidak hanya sebatas pada fasilitasnya saja, melainkan pada sumber daya manusianya juga. Beberapa kereta berkecepatan tinggi yang tersebar di Negeri Tirai Bambu mempekerjakan petugas yang memantau kebersihan dan kelaikan toilet-toilet tersebut. Seperti halnya Huang Xueying, seorang petugas kebersihan yang bekerja di kereta berkecepatan tinggi G79 Beijing – Guangzhou.

Dirinya memiliki sembilan kain pembersih dan dua lap pel yang dikhususkan. Satu alat pembersih mewakili satu objek yang dibersihkan, semuanya dibedakan berdasarkan warna. “Alat yang dibersihkan memiliki pembersihnya masing-masing, dan semuanya diklasifikasikan dengan menggunakan warna,” tutur Huang. “Lap biru untuk membersihkan kursi toilet, sedangkan lap putih untuk membersihkan cermin,” lanjutnya sembari menerangkan.

Di Cina, sudah jarang sekali ditemukan kereta yang masih menggunakan toilet jongkok yang dari dulu terkenal jorok dan tidak memiliki fasilitas septic tank. Situasi tersebut sudah berubah seiring perubahan besar-besaran pada sistem perkeretaapian Cina. Kereta peluru yang baru dilengkapi dengan toilet vakum dan pembersih full-time, seperti halnya Huang dalam kasus ini.

Dalam delapan jam waktu bekerjanya, Huang harus bolak-balik memeriksa kondisi toilet secara menyeluruh, mulai dari membersihkan toilet hingga mencatat semua kondisi dan kelengkapan toilet. Sebut saja cermin, penutup toilet, wastafel, sisir sekali pakai, sabun pencuci tangan, tissue, hingga tanaman hias merupakan beberapa kelengkapan yang dapat dijumpai di dalam toilet kereta cepat Cina.

Baca Juga: Universal Access Toilet, Toilet Berkonsep Futuristik Untuk Kereta

“Semuanya disterilkan, kami ingin para penumpang yang menggunakan fasilitas ini bisa nyaman menggunakannya,” ungkap Zhong Zhaoshuang, kepala konduktor kereta api.

Adapun ravolusi toilet kereta api ini berdurasi tiga tahun yang dimulai sejak tahun 2015 silam. Dalam revolusi yang dilakukan oleh National Tourism Administration Cina ini membidik 33.000 pemasangan toilet baru dan membenahi 24.000 toilet lainnya. “Ini merupakan tugas yang tidaklah mudah bagi kami, tapi kepuasan konsumen adalah tujuan utama kami,” ungkap Huang. “Selama semuanya puas, rasa lelah kami pun terbayar lunas.” Tutupnya.

Mulai 14 Februari, Pemprov Bali Kenakan Pajak Pariwisata untuk Pelancong Asing yang Tiba di Bandara dan Pelabuhan

Bertepatan dengan waktu pemilu dan perayaan Hari Valentine, Pemerintah Provinsi Bali akan resmi memungut pajak pariwisata yang berlaku mulai 14 Februari 2024. Para pelancong didorong untuk melakukan pembayaran pajak pariwisata secara online sebelum kedaangan mereka di Bali.

Baca juga: Mulai 7 Januari, Jepang Kenakan “Pajak Keberangkatan” untuk Seluruh Penumpang Internasional

Semua pelanconng asing harus membayar pajak pariwisata sebesar Rp150.000 (S$12,80) ketika mereka mengunjungi Bali di Indonesia mulai 14 Februari dan seterusnya. Pajak pariwisata baru ini berlaku bagi mereka yang mengunjungi daratan Bali serta pulau-pulau sekitarnya seperti Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan.

Wisatawan yang datang dari wilayah lain Indonesia melalui jalur darat atau penerbangan domestik juga harus membayar pajak. Anak-anak tidak dikecualikan. Karena retribusi dipungut setiap kali masuk, pelancong yang hendak pergi ke Pulau Lombok dan Gili, yang terletak di luar provinsi Bali, harus membayar lagi sebesar 150.000 rupiah ketika mereka kembali ke Bali.

Dikutip Straitstimes, Kepala Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun pertama kali mengumumkan tanggal mulai pajak pariwisata pada September 2023. Untuk menjamin kenyamanan pelancong, dia meyakinkan bahwa pembayaran dapat diproses di loket bandara tidak lebih dari 23 detik.

Namun menurut pemberitahuan resmi baru-baru ini, pelancong dianjurkan membayar pajak melalui situs atau aplikasi Love Bali sebelum berangkat ke Bali. Setelah pembayaran dilakukan, pelancong akan menerima voucher retribusi pariwisata di email mereka, dan mereka harus menyimpan voucher tersebut di ponsel untuk dipindai ketika mereka tiba di bandara atau pelabuhan Bali.

Baca juga: Ikuti Jepang, Mulai 2020 Perancis Kenakan “Pajak Keberangkatan” untuk Semua Penerbangan

Pemerintah Provinsi Bali mengatakan pajak yang dikumpulkan akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan wisata, melestarikan budaya Bali, dan melindungi lingkungan.

Otoritas pariwisata Bali memperkirakan tujuh juta wisatawan akan mengunjungi pulau resor tersebut pada tahun 2024, sekitar 1,8 juta lebih banyak dibandingkan 5,2 juta kunjungan pada tahun 2023.

Air New Zealand Luncurkan “Tempat Tidur Susun” untuk Penumpang Kelas Ekonomi Jarak Jauh

Maskapai nasional Selandia Baru, Air New Zealand, diwartakan akan meluncurkna layanan baru pada tahun ini, yakni tempat tidur susun ekonomi (Economy Bunk Beds ) Skynest, yakni sebuah revolusi penerbangan baru telah lama ditunggu-tunggu. Maklum biasanya semua fitur yang terkait dengan tempat tidur hanya disediakan untuk penumpang kelas satu atau kelas bisnis. Namun yang ini beda, tempat tidur susun justru disediakan bagi penumpang kelas ekonomi.

Baca juga: Mirip Sleeper Bus, Begini Desain Tempat Tidur Double Decker ‘Hotel Udara’ di Pesawat

Dikutip Simple Flying, mereka yang pernah bepergian ke atau dan dari Selandia Baru tahu betapa terisolasinya negara berpenduduk lima juta jiwa ini, dimana tetangga ‘besar’ terdekatnya, Australia, berjarak tiga jam penerbangan. Bagi yang datang dari luar negeri, perjalanan dari Los Angeles, Amerika Serikat membutuhkan waktu 13 jam ke Auckland, atau 10 jam dari Hong Kong ke Auckland.

Banyaknya waktu yang dihabiskan di kelas ekonomi mungkin kurang diinginkan bagi sebagian orang, sehingga maskapai anggota Star Alliance ini berpikir panjang dan keras untuk meningkatkan kualitas perjalanan mereka di kelas ekonomi dan berencana untuk memperkenalkan ‘tempat tidur susun’ pertama bagi penumpang di angkasa.

Meskipun maskapai ini masih merahasiakan tanggal pasti peluncurannya, penumpang diperkirakan akan melihat peluncuran produknya pada bulan September tahun ini, dengan pesawat tertentu yang dilengkapi enam pod tidur yang dapat dipesan hingga empat jam sekaligus.

Layanan ini diterapkan pada beberapa rute jarak jauh, pesawat ini diperkirakan akan terlihat pada layanan andalannya NZ1/NZ2 antara New York dan Auckland, salah satu penerbangan terpanjang di dunia.

Tempat Tidur di Kabin Kelas Satu – Kenyamanan, Kemewahan dan Keselamatan ‘Jadi Satu’

Siklus tidur biasa (90 menit) telah diteliti dengan baik sebelum memutuskan blok empat jam yang terbaik bagi para pelancong, dengan waktu ini memberikan waktu yang cukup bagi para pelancong untuk bersantai, tertidur, dan kemudian bangun tanpa merasa terburu-buru. Tempat tidur susun tersebut akan dilengkapi dengan port pengisian daya USB, lampu baca, penutup telinga, seprai, selimut, bantal, dan sabuk pengaman untuk memastikan penumpang tetap dapat mematuhi protokol keselamatan yang diwajibkan.

Baru Terbang di Tahun 2028, Electra Hybrid-electric STOL Raih Pre Order Fantastis, US$8 Miliar

Electra hybrid-electric STOL (short take-off and landing) adalah konsep pesawat yang unik, pasalnya pesawat yang akan terbang perdana pada tahun 2028 ini, hanya membutuhkan area seluas 92 x 31 meter untuk lepas landas dan mendarat. Punya desain yang unik, maka Electra hybrid electric STOL dikabarkan telah menerima pre order dengan nilai fantastis, yakni US$8 miliar.

Baca juga: Avions Mauboussin Luncurkan Pesawat STOL Hibrida-Hidrogen Pertama di Dunia

Di tengah banyaknya kehebohan seputar eVTOL, ternyata banyak minat terhadap pesawat listrik konvensional – terutama jika pesawat tersebut menghasilkan daya angkat yang sangat besar, serta dapat lepas landas dan mendarat dengan kecepatan sangat lambat, dan menggunakan landasan pacu yang sangat kecil.

Electra hybrid-electric STOL adalah salah satu pesawat tersebut. Ketika memasuki pasar, ia akan membawa sembilan penumpang, dan seorang pilot, ditambah bagasi, hingga terbang sejauh sejauh 805 km dengan kecepatan jelajah sekitar 322 km per jam.

Electra hybrid-electric STOL disokong delapan motor listrik di sepanjang tepi depan sayap, serta penutup besar yang tergantung di tepi belakang. Hal ini memungkinkan efek aerodinamis “blown lift” yang cukup kuat sehingga dapat lepas landas dengan kecepatan hanya 56 km per jam.

Electra disebut dapat beroperasi dari lapangan terbang sekecil 300 x 100 kaki (92 x 31 m), dan sepertinya pesawat itu akan muat di atas beberapa bangunan.

Selain itu, seperti yang diketahui oleh investor, pesawat ini berfungsi kurang lebih seperti pesawat biasa, sehingga jalur menuju sertifikasi dan penerapan komersial akan lebih lancar dan mudah dinavigasi, dengan banyak preseden dan lebih sedikit hal yang tidak diketahui dibandingkan yang dihadapi tim eVTOL. Target tanggal untuk sertifikasi dan masuk mulai beroperasi sekitar tahun 2028.

ATR 42-600S – Jawara Terbang di Atas Pegunungan dengan Kemampuan STOL

Dan tampaknya pasar mendengarkannya. Electra mengatakan telah menerima pesanan di muka (pre-order) untuk lebih dari 2.000 pesawat, senilai lebih dari US$8 miliar. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pra-penjualan terbesar di bidang eVTOL – Vertical Aerospace, yang memiliki 1.500 pesawat pra-penjualan dengan total lebih dari $5 miliar.

Saab Swedia Ubah Pesawat Jet Bisnis Bombardier Global 6000 Jadi AEW&C

Satu lagi pesawat jet bisnis yang dikonversi menjadi pesawat intai AEW&C (Airborne Early Warning and Control), yakni Bombardier Global 6000 buatan Kanada. Pada 25 Januari 2024, pesawat Global 6000 C-GZVH (c/n 60111) dikirim ke pabrik Saab di Linköping. Global 6000 akan mengalami modifikasi ekstensif dan dilengkapi dengan sistem radar Erieye. Dalam dinas militer Swedia, pesawat intai ini disebut Spaning 106 (S106, Spaning berarti pengintaian).

Baca juga: Ini 10 Pesawat PenumpangTercepat di Dunia dan Beberapa di Antaranya Masih Beroperasi

Meski Swedia adalah tempat asal manufaktur Saab, namun negara pertama pengguna pesawat intai AEW&C (Airborne Early Warning and Control) Saab GlobalEye adalah Uni Emirat Arab (UEA), negeri kaya minyak itu mengorder lima unit GlobalEye yang dibagi dalam dua kontrak pengadaan. Sementara Swedia hanya mengorder dua unit GlobalEye, dan masih jauh dari waktu penyerahan, belum lama ini pesawat pertama yang akan dikonversi baru saja diterima oleh Saab.

Erieye adalah Sistem Peringatan dan Kontrol Dini Lintas Udara (AEW&C) yang digunakan pada berbagai platform pesawat, seperti Saab 340 dan Embraer R-99. Baru-baru ini diterapkan pada pesawat Bombardier Global 6000 sebagai GlobalEye.

Bombardier Global 6000 adalah jet bisnis ultra-long range yang diproduksi oleh perusahaan penerbangan Kanada, Bombardier Aerospace. Global 6000 memiliki jangkauan jarak tempuh sekitar 6.000 nautical miles (sekitar 11.112 kilometer), memungkinkan penerbangan transatlantik dan transpasifik tanpa henti.

Pesawat ini dilengkapi dengan mesin turbofan Rolls-Royce BR710, yang memberikan daya dorong yang kuat untuk kecepatan jelajah tinggi.

Bombardier Global 8000 – Pesawat Jet Bisnis dengan Kecepatan Supersonik, Pertama Sejak era Condorde Berakhir

Kabin Global 6000 dirancang untuk memberikan tingkat kenyamanan dan kemewahan yang tinggi bagi penumpangnya. Desainnya dapat disesuaikan dengan berbagai konfigurasi interior sesuai dengan preferensi pemilik pesawat.

Seperti pesawat bisnis modern lainnya, Global 6000 dilengkapi dengan avionik canggih dan teknologi navigasi yang memungkinkan operasi yang aman dan efisien. Fitur-fitur seperti cockpit yang dilengkapi dengan sistem kontrol fly-by-wire dan sistem manajemen penerbangan yang canggih membantu memudahkan tugas awak pesawat.

Otoritas Jepang Beri Lampu Hijau Merger Korean Air dan Asiana, Ini Alasannya

Lantaran banyak melayani rute ke Jepang, maka merger antara Korean Air dan Asiana perlu untuk mendapatkan persetujuaan oleh otoritas di Jepang. Regulator persaingan usaha Jepang telah memberikan persetujuannya untuk merger Korean Air-Asiana Airlines setelah proses tiga tahun. Kesepakatan tersebut sedang menunggu lampu hijau dari dua regulator persaingan usaha yang tersisa di Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat.

Baca juga: Sama-sama Maskapai Nasional Negeri K-Pop, Tapi Mengapa Korean Air Lebih ‘Dikenal’ Ketimbang Asiana Airlines

Dikutip Simple Flying, Japan Fair Trade Commission (JFTC) menyetujui usulan merger dengan syarat maskapai tersebut menyerahkan slot pada rute tertentu antara Korea Selatan dan Jepang. Pengawas kompetisi menyoroti tujuh rute – Seoul ke Osaka, Sapporo, Nagoya, dan Fukuoka, dan Busan ke Osaka, Sapporo, dan Fukuoka – mereka harus memberikan “sejumlah slot terbatas” kepada maskapai lain.

“JFTC meminta Korean Air untuk mengajukan perbaikan pada rute-rute tertentu antara Korea dan Jepang di mana pangsa pasar gabungan Korean Air, Asiana Airlines dan masing-masing anak perusahaannya (Jin Air, Air Busan dan Air Seoul) akan membatasi persaingan.”

Artinya, merger tersebut mendapat persetujuan dari 12 dari 14 otoritas persaingan usaha yang diperlukan, dan hanya tersisa UE dan AS. Keputusan dari Eropa diperkirakan paling lambat bulan depan, sementara di AS, situasinya sedikit lebih rumit.

Keputusan Jepang ini merupakan persetujuan pertama yang diterima dalam lebih dari sembilan bulan. Otoritas terakhir yang memberikan lampu hijau adalah Inggris pada bulan Maret 2023, namun kesepakatan tersebut mendapat pukulan setelah Departemen Kehakiman AS (DOJ) memblokir merger tersebut pada bulan Mei.

Divestasi kargo
JFTC prihatin dengan persaingan rute kargo antara Jepang dan Korea Selatan. Namun, setelah keputusan KAL untuk mendivestasi divisi kargo Asiana, badan persaingan puas dengan perjanjian ruang blok kargo (BSA) pada rute tertentu dari Jepang ke Korea.

Empat rute ke Eropa dan unit kargonya diperkirakan akan dijual, sehingga membuka jalan bagi persetujuan antimonopoli Uni Eropa. Hal ini juga merupakan konsesi utama bagi otoritas Eropa, yang menuntut maskapai baru tersebut menyerahkan slotnya di Barcelona, Frankfurt, Paris CDG dan Rome Fiumicino. Kabarnya ada beberapa maskapai penerbangan, antara lain Air Premia, Air Incheon, dan Jeju Air yang tertarik mengakuisisi bisnis kargo.

Asiana dan Korean Air Merger, Komisi Penerbangan Eropa Kebakaran Jenggot

Dalam pesan Tahun Baru kepada karyawannya, Chairman dan CEO Korean Air Cho Won-tae mengatakan maskapai tersebut berharap untuk “menyelesaikan akuisisi Asiana Airlines pada tahun 2024” menyusul pembicaraan positif dengan Komisi Eropa (EC). Komisi Eropa kini telah menetapkan batas waktu hingga 14 Februari 2024 untuk mengambil keputusan mengenai merger, dan semua tanda menunjukkan hasil yang menguntungkan bagi kedua maskapai penerbangan tersebut.

Namun, merger ini akan menghadapi pengawasan yang lebih ketat di AS, yang masih memiliki kekhawatiran besar terhadap persaingan usaha. Pada bulan Mei 2023, Departemen Kehakiman AS memblokir kesepakatan tersebut dan kemungkinan akan mengajukan tuntutan yang signifikan jika kesepakatan tersebut dikabulkan.

Stadtbahn Karlsruhe – Konvergensi Trem Kota dan Kereta Komuter dalam Jalur Rel yang Sama

Meski sama-sama kuda besi, kerap menjadi pertanyaan, apakah rel trem dan rel kereta api dapat digunakan oleh wahana yang sama, dalam arti melayani jenis kereta api reguler yang berkonvergensi sebagai trem. Walau terbilang jarang, faktanya ada jenis kereta komuter yang melayani transportasi di pinggir kota, namun bisa juga melaju sebagai trem yang melaju di antara jalan raya kota.

Baca juga: Hyundai Rotem Pamerkan Trem Next Generation Bertenaga Hidrogen di Busan

Di Jerman, ada jenis trem dan kereta api yang bisa menggunakan jalur yang sama, inovasi transportasi ini disebut Karlsruhe. Trem yang juga beroperasi pada jalur yang juga digunakan oleh kereta api menawarkan tantangan operasional. Seringkali terdapat sistem kelistrikan yang berbeda, sistem persinyalan yang berbeda, pengukur pemuatan yang berbeda, prosedur keselamatan yang berbeda, dan persyaratan pelatihan pengemudi yang berbeda.

Karlsruhe menawarkan keunggulan tujuan trem yang lebih luas di luar batas jaringan trem aslinya. Bagi penumpang, keuntungannya adalah perjalanan yang lebih langsung, dan trem melayani stasiun kereta pinggiran kota dan halte trem di pusat kota.

Kereta Karlsruhe di Jerman mengacu pada sistem kereta ringan atau tram-train yang dikenal sebagai “Stadtbahn Karlsruhe.” Sistem ini memadukan konsep kereta ringan dan kereta kota (trem) dalam satu sistem terpadu. Karlsruhe adalah salah satu kota yang mengembangkan dan menerapkan konsep tram-train ini.

Konsep Stadtbahn Karlsruhe mulai dikembangkan pada tahun 1960-an, dan sistem ini resmi diresmikan pada tahun 1992. Stadtbahn Karlsruhe mengintegrasikan jalur kereta ringan (Stadtbahn) dengan jalur kereta kota tradisional (Straßenbahn). Ini memungkinkan kereta untuk beroperasi di jalur khusus kereta ringan, namun juga dapat melanjutkan perjalanan ke dalam kota menggunakan jalur kereta kota.

Sistem ini memiliki jalur utama yang menghubungkan kota-kota dan pinggiran kota utama dalam wilayah Rhein-Neckar, sementara juga memiliki cabang-cabang yang memasuki pusat kota.

Salah satu fitur utama Stadtbahn Karlsruhe adalah kerjasamanya dengan sistem kereta api regional. Kereta yang beroperasi dalam sistem ini dapat melanjutkan perjalanan ke luar kota menggunakan jalur kereta api regional. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas di wilayah metropolitan. Dengan memadukan kereta ringan dan kereta kota, penduduk di kota dan pinggiran kota dapat dengan mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Railbus Batara Kresna, Wahana Unik yang Melaju di Rel Bekas Trem

Seiring waktu, sistem Stadtbahn Karlsruhe terus berkembang dan diperluas, dengan penambahan jalur-jalur baru dan perpanjangan rute untuk melayani kebutuhan transportasi yang semakin berkembang.

Google Maps Akan Ditingkatkan dengan Fitur Kecerdasan Buatan Generatif

Selancar untuk menikmati navigasi via Google Maps nampakny kian menarik, pasalnya Google Maps akan ditingkatkan kemampuannya dengan kecerdasan buatan (AI) generatif. Saat ini Google tengah bereksperimen dengan model bahasa besar (large language models/LLM) untuk membantu pengguna menemukan lebih banyak tempat di Google Maps.

Baca juga: Google Maps Hadirkan Fitur Berbasis Kecerdasan Buatan di Layar Ponsel, Apa saja?

Google menghadirkan AI generatif — ke mana lagi? (where else?) — Google Maps, berjanji membantu pengguna menemukan tempat keren melalui penggunaan model bahasa besar (LLM). Fitur ini akan menjawab pertanyaan untuk rekomendasi restoran atau belanja, misalnya, menggunakan LLM untuk “menganalisis informasi rinci Maps tentang lebih dari 250 juta tempat dan wawasan tepercaya dari komunitas kami yang terdiri lebih dari 300 juta kontributor untuk dengan cepat memberikan saran ke mana harus pergi. ”

Google mengatakan fitur tersebut pertama kali akan tersedia di AS, namun belum ada kabar kapan negara lain juga akan mendapatkannya.

Ini adalah tempat yang wajar bagi Google untuk mengembangkan kekuatan AI-nya, karena perusahaan tersebut telah bekerja selama bertahun-tahun untuk mengubah produk navigasi andalannya menjadi sesuatu yang lebih mirip alat pencarian untuk menemukan tempat-tempat baru — bukan sekadar tempat untuk mendapatkan petunjuk arah. Menggunakan keahlian AI generatifnya untuk mempercepat transisi tersebut tampaknya merupakan langkah logis berikutnya.

Contoh yang disediakan Google tentang fitur pencarian AI generatif yang digunakan sangat mirip dengan Google:

Katakanlah Anda mengunjungi San Francisco dan ingin merencanakan beberapa jam penghematan untuk mencari barang antik yang unik. Tanyakan saja pada Maps apa yang Anda cari, seperti “tempat dengan suasana vintage di SF”. Model AI kami akan menganalisis beragam informasi Maps tentang bisnis dan tempat terdekat beserta foto, peringkat, dan ulasan dari komunitas Maps untuk memberi Anda saran yang dapat dipercaya.

Dear All, Stop Ketergantungan pada Google Maps (GPS)! Hasil Penelitian Ungkap Dampak Buruknya

Dilansir TheVerge.com. Google menyatakan bahwa integrasi pertama ini dimulai dari hal yang kecil, yaitu bekerja secara kolaboratif dengan komunitas kontributor Local Guides perusahaan untuk memastikan bahwa AI generatif digunakan dengan bijaksana. Artinya, hanya kontributor ini yang pada awalnya akan memiliki akses ke fitur AI generatif di Google Maps. Perusahaan kemudian akan membukanya untuk pengguna lain di kemudian hari.