Hari Ini, 21 Tahun Lalu, Pesawat Tilt-Rotor Sipil Pertama di Dunia AW609 Terbang Perdana

Pada hari ini, 21 tahun lalu, bertepatan dengan 7 Maret 2003, pesawat tilt-rotor sipil pertama di dunia, AgustaWestland AW609, sukses melakukan penerbangan perdana di Arlington, Texas, dengan pilot uji Roy Hopkins dan Dwayne Williams. Sayangnya, berbagai lika-liku dalam proses pengembangan membuat pesawat sampai saat ini belum beroperasi secara komersial.

Baca juga: Leonardo AW609 Muncul di Dubai, Selangkah Menuju Sertifikasi

Dihimpun dari berbagai sumber, pesawat tilt-rotor sipil pertama di dunia tersebut sebelumnya dikenal sebagai Bell/Agusta BA609. Program ini diluncurkan pertama kali pada tahun 1998 oleh dua manufaktur helikopter kenamaan dunia asal Amerika Serikat (AS) dan Italia.

Bell sebelumnya pernah mengembangkan pesawat serupa versi militer bersama Boeing, yaitu Bell Boeing V-22 Osprey. Tak heran bila Agusta menggandeng Bell untuk mengembangkan pesawat tilt-rotor sipil pertama di dunia.

Sebelum melakukan penerbangan perdana, setahun sebelumnya, prototipe yang dinamakan AC1, lebih dahulu melakoni ground test di Italia untuk menguji seberapa jauh sistem pesawat berfungsi. Setelah dirasa cukup baik melewati ground test, tes penerbangan perdana atau maiden flight pun dilakukan. Ketika itu, dilaporkan hasilnya juga tak kalah baik dengan saat ground test.

Akan tetapi, baik saat ground test dan flight test pertama, tidak diikuti dengan proses selanjutnya. Secara mengejutkan, pada tahun 2011, Bell mundur dari program tersebut, meninggalkan Agusta sendiri tanpa pengalaman membuat pesawat tilt-rotor. Hal ini pun sangat berdampak buruk bagi jalannya program tersebut. Pesawat pun berganti nama dari BA609 menjadi AW609.

Pada tahun 2015, prototipe kedua atau yang disebut juga AC2, mengalami kecelakaan saat melakukan uji terbang di Italia. Setahun berikutnya, AgustaWesland melakukan reorganisasi dan memutuskan berganti nama menjadi Leonardo S.p.A atau menjadi bagian dari divisi helikopternya perusahaan induk Leonardo. Sebelumnya, melalui AgustaWesland berdiri sendiri sebagai anak perusahaan dari Leonardo.

Lewat reorganisasi tersebut, Leonardo berhasil bangkit dan membangun prototipe ketiga atau AC3. AC3 dibangun untuk melakukan uji engine handling performance dan load level survey di AS. Tak lama berselang AC4 dibangun Leonardo dan melakukan uji coba di Italia.

Prototipe itu juga digunakan dalam berbagai penerbangan demonstrasi ke pelanggan potensial di seluruh dunia. Sejauh ini, mulai dari AC1 sampai AC4 sudah mengantongi sekitar 1.900 jam terbang. Sedikit lagi menuju syarat melakoni uji sertifikasi agar bisa segera digunakan secara massal di seluruh dunia.

Pada Oktober tahun 2022 lalu, Leonardo berhasil memproduksi AW609 pertama (bukan sebagai prototipe). Pesawat tersebut kemudian melakukan uji terbang perdana pada 13 Oktober di pabrik Leonardo di Philadephia, Pennsylvania, AS, dengan menggandeng Bristow Group.

Selanjutnya, AC5 akan melewati “mission capability evaluation and expansion” untuk bisa mendapat sertifikasi FAA. Diperkirakan tahun 2024 proses ini selesai dan AW609 pesawat tilt-rotor sipil pertama di dunia bisa digunakan secara komersial.

Baca juga: Inilah Ling-Temco-Vought (LTV) XC-142, Pesawat dengan Kemampuan Terbang Transisi Pertama di Dunia

Leonardo AW609 ditenagai mesin turboprop Pratt & Whitney PT6C-67A. Lewat konsep tiltrotor-nya, pesawat ini mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti helikopter dan melaju di udara seperti pesawat bersayap tetap. Dengan begitu, pesawat ini sangat berguna di berbagai medan dan operasi sulit namun dengan mendapat jangkauan dan kecepatan sebagaimana pesawat bersayap tetap konvensional.

AW609 mampu melaju di kecepatan 500 km per jam sejauh hampir 2.000 km dengan muatan penuh sekitar 2.721 kg. Pesawat ini mampu menampung sebanyak 12 penumpang. Tetapi bisa saja lebih sedikit atau banyak tergantung konfigurasi akhir yang digunakan maskapai.

Mirip Elektrokromik di Pesawat, Jendela LRT Singapura Bisa Otomatis Buram Saat Melintasi Dekat Apartemen

Mirip dengan teknologi jendela tanpa tirai elektrokromik di pesawat, wahana LRT (Light Rail Transit) di Singapura rupanya juga menerapkan teknologi serupa, yang mana jendela kereta komuter tersebut akan otomatis menjadi redup dan buram bisa melintasi dekat blok perumahan dan apartemen.

Baca juga: Inilah Kaca Elektrokromik yang Bikin Jendela Pesawat Tak Perlu Tirai

Klip video kereta yang secara otomatis jendelanya memburam ketika melintas di dekat bangunan apartemen telah membuat heboh di media sosial. Kereta dengan teknologi futuristik ini adalah Light Rail Transit (LRT) Bukit Panjang Singapura, yang juga disebut sebagai light rail pertama di negara pulau tersebut.

Menurut situs resmi Singapore Trains (SGTrains), fitur inovatif kereta ini diperkenalkan untuk melindungi privasi warga yang tinggal berdekatan dengan jalur LRT. Oleh karena itu, ketika wahana LRT mendekati bangunan tempat tinggal, otomatis jendelanya menjadi berkabut.

Video kendaraan yang viral di Twitter memperlihatkan kereta berpenampilan futuristik itu melaju, namun saat mendekati bangunan tempat tinggal, jendelanya dibutakan selama beberapa detik. Sedangkan ketika kendaraan melewati gedung tersebut, otomatis jendela berubah menjadi normal.

Rute kereta yang menarik ini berjalan di jalur pemandu layang yang eksklusif. Yang membuatnya lebih unik adalah rodanya dilengkapi ban karet dan saat dioperasikan, kebisingannya berkurang. “Kereta api ini beroperasi pada jalur pemandu layang yang eksklusif, tidak terhalang oleh lalu lintas jalan raya dan pejalan kaki. Dibandingkan dengan kereta MRT yang beroda logam, LRT ini dilengkapi dengan ban karet dan relatif senyap selama pengoperasiannya.

Bukan Hanya di 737 Max, FAA Sebut Ada Potensi Masalah Keselamatan di Boeing 787 Dreamliner

Manajemen Boeing sepertinya layak untuk pusing tujuh keliling, belum juga tuntas masalah yang terkait dengan 737 Max, kini ada indikasi masalah yang terkait dengan keselamatan pada seri pesawat widebody 787 Dreamliner. Administrasi Penerbangan Federal atau Federal Aviation Administration (FAA) telah menandai lebih banyak masalah keselamatan pada dua keluarga jenis pesawat Boeing.

Baca juga: Pejabat FAA Sebut Boeing Gagal Memenuhi Standar Kontrol Kualitas di Manufaktur 

Masalah ini melibatkan sistem anti-es mesin pada 737 Max dan 787 Dreamliner yang lebih besar. Regulator keselamatan tetap mengizinkan kedua model pesawat untuk terbang meskipun ada potensi masalah. Kedua masalah tersebut terjadi melalui proses standar FAA untuk mengembangkan pedoman kelaikudaraan – bukan proses darurat – yang menandakan bahwa badan tersebut dan pembuat pesawat tidak percaya bahwa masalah tersebut cukup serius sehingga mengharuskan pesawat untuk segera berhenti terbang.

Boeing mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa tidak ada masalah yang merupakan “masalah keselamatan penerbangan berdasarkan analisis teknis yang ekstensif.”

“Upaya ekstensif kami untuk lebih meningkatkan keselamatan pesawat termasuk meninjau masalah secara sistematis,” kata perusahaan itu.

Namun masalah keselamatan lainnya adalah hal terakhir yang dibutuhkan Boeing saat ini, dua bulan setelah insiden lepasnya emergency exit door pada pesawat 737 Max meledak pada penerbangan Alaska Air, meninggalkan lubang menganga di sisi pesawat tak lama setelah lepas landas. Max mengalami serangkaian masalah selama lima tahun terakhir, termasuk dua kecelakaan fatal yang menewaskan 346 orang pada akhir 2018 dan awal 2019, yang menyebabkan jet tersebut dilarang terbang selama 20 bulan.

Pentingnya menghilangkan lapisan es
Meskipun peralatan penghilang lapisan es tampaknya kurang penting pada bulan-bulan musim panas, suhu dingin di ketinggian tempat jet komersial terbang, dikombinasikan dengan jumlah kelembapan di awan yang harus dilalui, membuat peralatan penghilang lapisan es diperlukan. dua belas bulan dalam setahun.

“Anda tidak terlindungi oleh musim di Alam,” kata Dennis Tajer, seorang pilot American Airlines dan juru bicara Allied Pilots Association. “Perintah kelaikan udara tidak dikeluarkan kecuali Anda mempunyai kondisi tidak aman yang perlu ditangani. Ini tidak menyenangkan. Ini mungkin dapat dikelola untuk sementara. Tapi itu bukanlah solusi.”

FAA mengatakan masalah Max yang baru terungkap dapat menyebabkan mesin jet berhenti bekerja. Masalah kelistrikan “dapat mengakibatkan hilangnya daya dorong pada kedua mesin karena kerusakan akibat pengoperasian dalam kondisi lapisan es”. Perbaikannya termasuk mengganti kabel pada panel di atas kepala pilot.

Masalah ini ditemukan selama analisis teknik Boeing tiga tahun lalu dan merupakan “masalah kecil yang belum pernah terlihat selama beberapa dekade pelayanan” baik pada generasi 737 saat ini maupun sebelumnya, kata Jessica Kowal, juru bicara Boeing. Perusahaan mengatakan telah mengungkapkan masalah ini kepada maskapai penerbangan dan FAA pada saat itu, dan memberikan solusinya.

(www.flights.com)

Penemuan pada tahun 2021 sejalan dengan perintah perusahaan pada tahun itu untuk melarang terbang beberapa pesawat Max karena masalah kelistrikan lainnya. Boeing Max – pada saat itu, baru kembali beroperasi setelah hampir dua tahun tidak beroperasi karena dua kecelakaan fatal – menjalani analisis sistem kelistrikan yang ekstensif.

Kurang dari seminggu setelah pemberitahuan 737 Max dipublikasikan secara publik, FAA melaporkan masalah anti-icing terpisah pada 787 Dreamliner. Dikatakan bahwa segel yang rusak dapat menyebabkan kerusakan akibat panas pada saluran masuk mesin – dan berisiko menyebabkan kerusakan serius pada pesawat.

Kenapa Bagian Belakang Mesin Boeing 787 Bergerigi? Ini Fungsinya

Boeing sedang berupaya mendesain ulang bagian mesin 787 Dreamliner untuk mencegah masalah lebih lanjut. Masalah ini ditemukan pada kurang dari dua lusin dari lebih dari 1.000 Dreamliner yang beroperasi, katanya.

FAA menggambarkan kedua masalah tersebut sebagai masalah kualitas produksi – yang menjadi fokus mereka saat ini di Boeing setelah insiden dalam penerbangan Alaska Airlines pada bulan Januari lalu.

Pejabat FAA Sebut Boeing Gagal Memenuhi Standar Kontrol Kualitas di Manufaktur

Administrasi Penerbangan Federal atau Federal Aviation Administration (FAA) pada Senin mengatakan bahwa auditnya terhadap manufaktur di perusahaan pembuat pesawat terbang Boeing dan pemasok utamanya menunjukkan “beberapa contoh” di mana mereka gagal memastikan produksi memenuhi standar kualitas.

Unik, Hotel Mewah di Singapura Tawarkan Paket “Asuransi Hujan”

Meski dapat diramal, namun turunnya hujan adalah bagian dari proses alam yang kadang tak dapat dihindari. Nah, dalam persepketif perjalanan wisata, turunnya hujan belum tentu menguntungkan, pasalnya bukan tak mungkin jadwal perjalanan yang telah disusun bisa berubah atau berantakan gegara hujan turun.

Baca juga: Cegah ‘Wabah’ Vape, Singapura Berlakukan Pemeriksaan Ketat dan Sanksi Berat Bagi Vapers

Berangkat dari kasus di atas, sebuah hotel mewah di Singapura menawarkan konsep yang menarik berupa “asuransi hujan.” Curah hujan rata-rata 171 hari per tahun di Singapura, dan InterContinental Singapura menawarkan paket “Rain Resist Bliss”, yang mengambil risiko untuk memastikan hujan tidak merusak liburan para tamunya.

Persisnya, InterContinental Singapura akan mengganti biaya menginap satu malam tamu jika salah satu aktivitas yang mereka rencanakan ternyata terkena hujan.

“Saya sedang ngobrol dengan sekelompok teman tentang apa yang akan terjadi selanjutnya dalam perjalanan mewah dan salah satu dari mereka dengan bercanda berkomentar bahwa menjamin cuaca yang baik akan menjadi tingkatan selanjutnya dari perjalanan mewah,” kata manajer umum hotel, Andreas Kraemer, seperti dikutip CNN, dan dari situlah lahir konsep paket asuransi hujan.

Namun, paket asuransi memberlakukan ketentuan, yakni InterContinental tidak akan membagikan uang tunai setiap kali hujan turun. Menurut rilis dari hotel, kriteria terpenuhi ketika “durasi hujan melebihi 120 menit kumulatif dalam blok waktu 4 jam pada siang hari.”

Paket ini juga hanya berlaku untuk orang yang menginap di suite, dengan harga mulai dari 850 SGD ($633) per malam untuk junior suite dan mulai dari 4,500 SGD ($3,349) untuk Presidential Suite.

Uang tersebut berbentuk voucher yang harus dibelanjakan di InterContinental Singapore dalam waktu enam bulan, dan jumlah yang Anda dapatkan setara dengan menginap satu malam di kategori kamar Anda. Paket khusus seperti ini dapat menjadi cara agar hotel yang sudah mapan tampil menonjol.

Cavenagh Bridge, Jembatan Tertua di Singapura. Indonesia Punya Lebih Tua, Lho!

Waduh! 94 Persen Pencopet di India Adalah Wanita

Negara dengan kota-kota yang padat penduduk umumnya mempunyai problem sosial pada warganya. Seperti salah satu yang mencuat adalah tingginya angka kriminalitas. Di India misalnya, negara dengan populasi penduduk 1,3 miliar ini cukup marak angka kriminalitasnya, mulai dari perkosaan sanpai copet di India sudah menjadi momok tersendiri, terlebih pada aksi copetnya yang ternyata dominan dilakukan oleh kaum hawa.

Baca juga: Jurus Selamat Hindari Aksi Pencopetan di Moda Transportasi Massa

Di India, pada tahun 2017 dilaporkan sebanyak 1392 kasus pencopetan terjadi di Delhi Metro. KabarPenumpang.com melansir dari laman timesofindia.indiatimes.com, Central Industrial Security Force (CISF) mengambil langkah untuk menurunkan jumlah tersebut. Setelah CISF melakukan langkah terbarunya, tahun 2018 dilaporkan hanya 497 kasus.

Dari kasus di atas, pada tahun 2018 dilaporkan pelakunya 94 persen adalah wanita, melonjak dari tahun 2017 yang keterlibatan wanita sebagai pencopet di angka 85 persen. CISF menjaga keamanan metro dengan mengidentifikasi tersangka dengan menurunkan anggotanya lewat operasi intelijen dan pengawasan lebih terpadu dengan kamera pengawas (CCTV).

Nantinya, petugas keamanan dapat menghentikan terduga pencopet sebelum masuk ke lokasi pintu masuk stasiun. Seorang pejabat senior CISF mengatakan anggotanya diturunkan di 236 stasiun metro India dan menambah personel baik pria maupun wanita di tempat-tempat rentan.

Pihak kepolisian juga mengambil langkah menghadirkan pasukan khusus untuk melakukan pemeriksaan di stasiun metro dengan target favorit adalah kelompok-kelompok pencopet. Para polisi tersebut menggunakan pakaian biasa dan bergerak di dalam serta di sekitaran stasiun untuk mengawasi pencopet.

Para pencopet yang kebanyakan wanita ini sebagian besar berasal dari pusat kota Delhi dan berbagi modus operandi yang sama. Bagi para penumpang dan wisatawan yang menumpang kereta telah diingatkan untuk berhati-hati jika merasakan perilaku tak wajar dari beberapa atau seorang wanita.

Seorang polisi senior mengatakan, banyak pria yang menggunakan pakaian wanita dan masuk ke gerbong wanita. Hal ini dikarenakan wanita lebih banyak membawa barang-barang mahal ketimbang pria. Mereka menggunakan pakaian salawar dan menutupi kepala mereka serta membawa bayi sehingga benar-benar terlihat seperti wanita.

Baca juga: Biar Tidak Kecopetan, Yuk Kenali Ciri-Ciri Terduga Copet

Modus lainn, wanita yang menjadi pencopet tak hanya membawa bayi tetapi juga bepergian berkelompok. Saat jam sibuk salah seorang dari mereka membuka ritsleting tas dan mencari momen yang tepat, kemudian pelaku lainnya dari kelompok itu mengambil barang berharga dan memberikan kepada yang lainnya. Para pencopet ini biasanya naik metro dari stasiun yang hampir kosong dan turun di stasiun yang ramai. Beberapa dari mereka bahkan berkeliaran di atas peron untuk menyerahkan barang curian kepada anggota geng lain.

Ponsel dan laptop menduduki daftar barang curian. DCP (metro) Dinesh Kumar Gupta mengatakan tim polisi khusus juga memiliki tugas menganalisis setiap titik di dekat stasiun. Pihak keamanan berupaya memastikan keselamatan wanita di dalam dan di sekitar stasiun.

Kenali Dua Jenis Bahan Bakar Pesawat Yuk!

Sebagian dari Anda mungkin tidak asing dengan salah satu bahan bakar dari moda udara ini, ya, avtur. Layaknya manusia, pesawatpun butuh “makanan” agar fungsi-fungsi di dalamnya dapat beroperasi dengan maksimal. Namun, tahukah Anda bahwa pesawat memiliki satu jenis bahan bakas lain selain Avtur? Faktanya, beberapa pesawat terbang masih menggunakan mesin otomotif/mesin piston, walaupun dalam jumlah yang tidak banyak.

Baca juga: Bagaimana Bisa Naiknya Harga Avtur Bakal Rugikan Maskapai dan Penumpang?

Sebagai informasi tambahan, selain sebagai sumber energi penggerak mesin pesawat terbang, bahan bakar pada pesawat terbang juga berfungsi sebagai cairan hidrolik pada sistem kontrol mesin dan sebagai pendingin untuk beberapa komponen sistem pembakaran. Hanya ada satu jenis bahan bakar jet, yaitu tipe kerosene atau minyak tanah, yang digunakan untuk keperluan penerbangan sipil di seluruh dunia. Maka dari itu, sangatlah penting bagi perusahaan penyedia bahan bakar pesawat untuk memastikan bahan bakar yang disediakannya memiliki mutu yang tinggi dan sesuai dengan standar internasional.

Sumber: amextrans.blogspot.com
Sumber: amextrans.blogspot.com

Aviation Gasoline atau yang sering di singkat Avgas adalah bahan bakar dari fraksi minyak tanah yang dirancang sebagai bahan bakar pesawat terbang dengan menggunakan mesin yang memiliki ruang pembakaran internal (Internal Combustion Engine), yakni mesin piston atau mesin yang bekerja dengan prinsip resiprokal atau dengan pengapian/pembakaran. Dengan kata lain jenis bahan bakar Avgas ini untuk jenis pesawat yang bermesin piston engine.

Avgas memiliki nilai oktan sangat tinggi yang spesifik digunakan untuk mesin pesawat terbang dengan tingkat kompresi yang tinggi. Avgas serupa dengan bensin, bahan bakar ini diolah dari bensin yang lebih disempurnakan dari segi volatility (ukuran kecenderungan benda cair untuk menguap pada kondisi tertentu), titik didih, titik bekunya dan flash pointnya. Avgas memiliki sifat sangat mudah menguap dan terbakar pada temperatur normal. Maka dari itu, dibutuhkan prosedur dan peralatan khusus dalam menangani bahan bakar jenis ini.

Tidak seperti bensin yang biasa digunakan sebagai bahan bakar kendaraan Anda, penggunaan platinum catalytic converter pada Avgas seperti yang sudah dirumuskan sejak 1970 silam bertujuan untuk mengurangi resiko pencemaran lingkungan karena Avgas mengandung tetraetil timbal (TEL), zat beracun yang digunakan untuk mencegah mesin meledak.

Sumber: tribunnews.com
Sumber: tribunnews.com

Baca juga: Mengenal Dua Jenis Bahan Bakar Pesawat: Avgas Vs Avtur, Apa Bedanya?

Sedangkan Aviation Turbine atau yang sering disingkat Avtur adalah bahan bakar dari fraksi minyak tanah yang dirancang khusus untuk bahan bakar pesawat terbang yang menggunakan mesin turbin atau mesin yang memiliki ruang pembakaran eksternal (External Combustion Engine). Kinerja Avtur yang paling utama ditentukan oleh karakteristik kebersihannya, pembakaran, dan performanya pada temperatur rendah. Menurut penelitian terdahulu, akhirnya ditetapkan bahwa titik beku  maksimum pada suhu -47°C dan titik nyala minimum pada duhu 38°C.

Hingga saat ini, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola minyak dan gas bumi serta menjadi salah satu BUMN terbesar di Indonesia, Pertamina merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan kedua bahan bakar penerbangan tersebut.

Diisukan Sepi, Kereta Cepat Whoosh Capai 2 Juta Penumpang Berkat Strategi Tarif Dinamis

Kereta Cepat Whoosh kembali menorehkan pencapaian dengan berhasil melayani 2 Juta Penumpang di tengah isu sepi penumpang. Hal ini dapat tercapai melalui berbagai upaya dan inovasi yang dilakukan KCIC bersama seluruh stakeholder untuk meningkatkan layanan dan minat masyarakat menggunakan Whoosh setelah tiga bulan lebih beroperasi, termasuk penerapan skema Dynamic Pricing.

Baca juga: Tarif Dinamis Kereta Cepat Whoosh Berlaku, Ini Jadwal Dengan Harga Termurah

Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengucapkan terima kasih kepada seluruh penumpang yang telah menggunakan Whoosh sebagai moda transportasi pilihannya untuk bepergian antara Jakarta dan Bandung.

KCIC senantiasa meningkatkan layanannya untuk memenuhi berbagai harapan pelanggan termasuk menyesuaikan jumlah perjalanan melalui penambahan jadwal agar kereta Whoosh semakin memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan Jakarta-Bandung.

“Jumlah perjalanan terus ditingkatkan secara bertahap dari awalnya 14 perjalanan reguler per hari di Oktober, 28 perjalanan di November, dan 40 perjalanan per hari sejak bulan Desember, bahkan di moment tertentu seperti akhir pekan dan musim liburan perjalanan Whoosh dapat mencapai hingga 48 jadwal per hari” ujar Dwiyana.

Tak hanya itu, penerapan skema Dynamic Pricing mulai Februari 2024 juga dinilai sangat membantu para penumpang untuk membuat rencana perjalanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan daya beli. Terbukti terdapat peningkatan okupansi sebesar 16% pada perjalanan Whoosh yang menerapkan skema dynamic pricing dibandingkan bulan Januari.

Perlahan tapi pasti, penumpang mulai mencoba, menyukai, dan akhirnya secara rutin menggunakan layanan Whoosh. Efisiensi dan kenyamanan yang ditawarkan menjadi salah satu nilai tambah yang menjadi unggulan Whoosh. Beragam inovasi dihadirkan melalui kolaborasi dengan lokasi wisata, layanan Intermoda dengan berbagai operator transportasi, serta penyediaan area komersial.

Saat ini Salah satu hal yang juga terus dikembangkan yakni integrasi antar moda untuk meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan untuk masyarakat dari dan menuju Stasiun Whoosh.

Di tahun 2024, KCIC telah menjalin kerjasama dengan bus Metro Pasundan untuk menambah integrasi moda transportasi di stasiun Padalarang. Selain itu, KCIC juga telah bekerja sama dengan Dishub Jabar dalam rencana penyediaan Green Intermoda di stasiun Tegalluar berupa bus listrik.

Upaya peningkatan aksesibilitas terus dilakukan, hadirnya Green Intermoda juga jadi bagian KCIC dalam mendukung penerapan energi hijau di bidang transportasi sebagaimana yang telah diterapkan pada rangkaian Kereta Cepat Whoosh.

Belum cukup sampai di situ, KCIC juga masih terus membuka peluang kerjasama dengan berbagai area wisata seperti yang telah dilakukan dengan 12 destinasi wisata di Jawa Barat. Kerjasama ini terbukti mampu meningkatkan kunjungan wisata ke destinasi tersebut dan menjadi nilai tambah bagi para penumpang.

Baca juga: Selama Nataru, Whoosh Angkut 220.227 Penumpang, Argo Parahyangan Cuma 51.596 Penumpang

Dwiyana menjelaskan, pencapaian jumlah penumpang hingga 2 juta orang ini membuktikan keberhasilan KCIC untuk mengajak para pengguna transportasi pribadi dan umum lainnya, ke transportasi massal yang lebih ramah lingkungan. Kemacetan di jalan raya juga dapat ditekan karena banyaknya orang yang beralih ke Whoosh.

“Kepercayaan masyarakat yang diberikan pada kereta cepat Whoosh menjadi pelecut dan suntikan semangat bagi kami untuk terus berinovasi untuk memberikan yang terbaik pada penumpang. Karena itu, kolaborasi dan inovasi-inovasi baru akan terus kami hadirkan untuk penumpang,” tutupnya.

Seragam Pramugari Garuda, Beda Warna, Beda Pula Arti dan Jabatannya

Setiap maskapai pastinya memiliki seragam masing-masing untuk awak pesawat, salah satunya pramugari Garuda Indonesia. Maskapai dengan predikat bintang lima atau 5-Star Airlines dari Skytrax ini juga memiliki seragam yang menjadi ciri khas pramugarinya. Tapi, pernahkan Anda sadari bahwa seragam pramugari Garuda Indonesia berwarna warni?

Baca juga: Bagaimana Prosedur Pramugari Bantu Penumpang Disabilitas di Pesawat?

Seragam yang berwarna warni ini, sebenarnya ada arti dan filosofi tersendiri. Saat ini ada empat warna seragam pramugari garuda Indonesia yakni biru, jingga, ungu dan hijau toska. Warna-warna ini, adalah penanda dari jenjang karir awak kabin alias jabatannya di dalam pesawat dan menandakan posisi awak kabin saat bekerja.

Diketahui, di dalam kabin sendiri ada tingkatan atau jenjang karir, pertama adalah pelaksana (junior dan senior), kedua ada Maitre d’cabin dan terakhir ada Purser atau Flight Service Manager (FSM).

Kompas.com

Pelaksana dalam kabin baik junior maupun senior akan menggunakan seragam berwarna hijau toska ataupun jingga. “Dalam penerbangan Garuda tidak ada namanya anak baru dan anak lama, semua punya tanggung jawab yang sama dalaam pelayanan dan keselamatan,” ujar Jani seorang pramugari Garuda Indonesia yang dikutip dari detik.com.

Biasanya pramugari yang menggunakan seragam hijau toska dan jingga adalah yang paling sibuk di dalam pesawat untuk menyediakan kebutuhan konsumsi penumpang dan membantu penumpang jika dibutuhkan. Seragam berwarna ungu biasanya digunakan oleh Maitre d’cabin. Posisi Maitre d’cabin merupakan posisi baru pada struktur awak kabin Garuda yang diluncurkan bersamaan dengan pelayanan Garuda Experience.

Maitre d’cabin, ditempatkan pada pesawat-pesawat ukuran besar seperi Airbus dan Boeing 777. Sedangkan seragam berwarna biru biasanya digunakan oleh Purser atau FSM. Jabatan ini adalah yang tertinggi seorang pramugari. Peran FSM adalah menjadi jembatan antara pramugari atau awak kabin dibawahnya dengan kapten pilot karena jabatan FSM langsung dibawah pilot. FSM sendiri memiliki tanggung jawab adanya komunikasi di kabin penumpang dengan kokpit.

Baca juga: 10 Seragam Pramugari Paling Ikonik di Dunia

Selain menandakan jenjang karier bagi pramugari, ternyata warna-warna yang digunakan pun memiliki arti dibaliknya.

Dikutip dari garuda-indonesia.com, model kebaya yang dimodifikasi terinspirasi batik corak Parang Gondosuli yang memiliki nilai falsafat sinar kehidupan yang harum. Warna hijau toska yang bernuansa tropis dan menyegarkan, untuk jingga memberikan kesan hangat, ramah serta penuh energi. Biru memancarkan kesan andal, terpercaya, abadi dan menenangkan. Sedangkan warna ungu menggambarkan sisi elegan, kreatif dan inspiratif, warna ini sangat cocok untuk pelayanan baru Garuda Experience yang terlihat anggun dan elegan.

Rute Jauh, Ongkos Murah Inilah Si Hijau Putih Kopaja

Koperasi Angkutan Jakarta atau Kopaja, kini terlihat lebih baik kondisinya dari sebelumya. Kenapa? Karena dulu Kopaja yang sering dianggap sepele dibanding kompetitornya yakni Metro mini, justru saat ini lebih maju satu langkah. Ini terlihat dari pengusaha Kopaja yang mau bergabung dengan PT Transportasi jakarta (TJ) sejak tahun 2015 lalu.

Baca juga: Hilang dari Damri, Tata Hadir di Kopaja

Awalnya Kopaja berdiri bersamaan dengan Metro mini di tahun 1976, pada tahun awal Kopaja mengoperasikan 313 mini bus dan ini atas instruksi Gubernur pada waktu itu yakni Ali Sadikin. Mal Siantar Nainggolan, salah satu Komisaris PT Metro mini tahun 1976 mengatakan bentuk awal mini bus untuk Kopaja dan Metro mini pada tahun 1962 seperti roti tawar yang menggembung dibagian depannya.

Jenis bus Robur di Jakarta pada dekade 60-an
Jenis bus Robur di Jakarta pada dekade 60-an

Jenis ini adalah bus Robur buatan Jerman Timur untuk mengisi rute kosong dan menggantikan trem yang berhenti operasi. Namun, PT Metro mini dan Kopaja diresmikan baru 2 tahun kemudian yakni 1978 oleh Gubernur. Sebagai pengelola mini bus, Tjokropranolo meminta armadanya diremajakan, sehingga pada tahun 1990 Metro mini dan Kopaja menggunakan bus-bus buatan Jepang.

Dengan peremajaan di wajah mini bus berwarna hijau putih pada 320 armadanya yang sudah menggunakan GPS, AC dan sensor pada pintu, membuat Kopaja lebih diminati masyarakat. Tak hanya kendaraan yang diremajakan, para supir atau pengemudinya pun kini harus lolos sertifikasi dari PT TJ. Sejak tahun 2015 pun, para pengemudi yang dulunya bayaran setoran, mereka di bayar per kilometer oleh PT TJ.

Jangan salah walaupun trayek atau rute jauh dan menggunakan AC, harga tetap murah dan terjangkau masyarakat. Dulu, ongkos Kopaja Rp3.000 untuk jarak terdekat dan Rp5.000 untuk terjauh. Tapi kalau menggunakan Kopaja AC yang melalui jalur Busway ataupun tidak, penumpang hanya akan digunakan Rp5.000 dan itu sudah gratis naik Transjakarta bila si penumpang turun di halte Transjakarta.

Dari model yang lama hingga peremajaan Kopaja tetap berkapasitas 25 tempat duduk. Namun, bila penumpang tidak muat duduk, biasanya berdiri dan memungkinkan satu Kopaja terisi penuh hingga 35 orang atau lebih.

Baca juga: Jadi Gubernur, Ini Janji Anies Atasi Masalah Transportasi di Jakarta

Hingga kini baru ada 4 rute yang armadanya menggunakan AC dan terintegritas dengan Transjakarta yakni P20 (Pasar Senen-Lebak Bulus), S13 (Ragunan-Grogol), P19 (Ragunan-Tanah Abang) dan S602 (Ragunan-Monas). Untuk tahun 2017 ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan meluncurkan Scania Citywide Low Entry yang akan menggantikan armada bus tidak layak pakai.

Mungkin kita tidak terbayang rute-rute jauh yang dilewati Kopaja. Memang, tak seperti kompetitornya yakni Metro mini memilih jarak dekat. Dengan jarak ini, para penumpang lebih dimudahkan dan untuk bertukar dengan Transjakarta bisa dikatakan penumpang mendapat harga yang termurah.