Hari ini 20 Tahun Lalu, A340-500 Singapore Airlines Lakukan Penerbangan Non-stop Jarak Jauh Pertama 16.600 Km!

Tepat hari ini, 20 tahun lalu, untuk pertama kalinya dilakukan penerbangan langsung jarak jauh pertama yang menempuh jarak 10.335 mil (16.600 kilometer). Adalah Singapore Airlines saat itu meluncurkan penerbangan penumpang non-stop pertama yang melampaui 10.000 mil pada 28-29 Juni 2004.

Baca juga: Operasi Intelijen, Airbus A340 Tujuan Filipina Justru Didaratkan di Iran dengan Mematikan Transponder

Penerbangan tersebut menggunakan pesawat wide body Airbus A340-500 yang melayani rute antara Singapura (Bandara Changi) dan Newark, New Jersey (Bandara Internasional Newark Liberty). Penerbangan memakan waktu sekitar 18 1/2 jam, menjadikannya salah satu penerbangan komersial terpanjang di dunia pada saat itu.

Airbus A340-500 dirancang untuk penerbangan jarak jauh dengan kapasitas sekitar 181 penumpang dalam konfigurasi dua kelas (bisnis dan ekonomi kelas premium). Airbus A340-500 dikenal dengan kemampuan terbang jarak jauh tanpa pengisian bahan bakar. Singapore Airlines menawarkan berbagai fasilitas premium untuk kenyamanan penumpang, termasuk kursi yang dapat direbahkan sepenuhnya di kelas bisnis, hiburan dalam pesawat yang ekstensif, dan layanan makanan berkualitas tinggi.

Karena durasi penerbangan yang panjang, maskapai menyediakan layanan khusus untuk kesehatan dan kebugaran penumpang, termasuk panduan peregangan dan latihan ringan yang bisa dilakukan di kursi.

Penerbangan ini mencatat rekor baru dalam industri penerbangan komersial sebagai penerbangan penumpang non-stop terpanjang pada saat itu. Penerbangan non-stop jarak jauh ini sangat menguntungkan bagi pelancong bisnis, mengurangi waktu perjalanan total dan meningkatkan efisiensi perjalanan antara dua pusat bisnis utama di dunia.

Seiring berjalannya waktu, pesawat Airbus A340-500 kemudian digantikan oleh model pesawat yang lebih baru dan efisien, seperti Airbus A350-900ULR (Ultra Long Range), yang memungkinkan penerbangan yang lebih jauh dan lebih hemat bahan bakar.

Gegara Hal Ini, Pesawat Airbus A340 Lufthansa Terpaksa Terbang “Flight to Nowhere”

Biaya Pengajuan Visa Setiap Negara Kerap Berbeda Jauh, Ini Sebabnya!

Biaya pengajuan visa setiap negara umumnya berbeda, bahkan tidak jarang ada perbedaan biaya yang begitu tajam. Sebut saja biaya pengajuan visa perorangan untuk one trip ke Korea Selatan yang dikisaran Rp800.000, sementara biaya visa perorangan Schengen ke Perancis mencapai Rp1,5 jutaan. Lebih unik lagi, ke Rusia biayanya US$100 dan harus dibayar tunai dalam dollar.

Baca juga: Sebaiknya Anda Tahu, Tujuh Negara ini Dikenal Paling Sulit Mengeluarkan Visa untuk Pelancong

Nah, biaya pengajuan visa bisa berbeda-beda antar negara karena berbagai faktor yang mempengaruhi proses dan kebijakan imigrasi. Dari laman quora.com, berikut adalah beberapa faktor utama yang menyebabkan perbedaan biaya pengajuan visa:

1. Kebijakan Imigrasi dan Keamanan
Negara yang memiliki prosedur pemeriksaan keamanan lebih ketat dan kompleks biasanya mengenakan biaya yang lebih tinggi untuk menutupi biaya administrasi dan operasional terkait, dan negara yang menghadapi risiko keamanan lebih tinggi mungkin mengenakan biaya lebih tinggi untuk mengelola dan mengurangi risiko tersebut.

2. Jenis Visa
Biaya visa bervariasi tergantung pada jenis visa yang diajukan, seperti visa turis, visa kerja, visa pelajar, atau visa tinggal sementara/permanen. Visa yang memerlukan pemeriksaan lebih mendalam atau lebih banyak administrasi cenderung lebih mahal.

Visa dengan durasi yang lebih lama atau yang memungkinkan banyak kali masuk (multiple entry) biasanya lebih mahal daripada visa dengan durasi lebih pendek atau yang hanya mengizinkan satu kali masuk (single entry).

3. Proses dan Layanan
Biaya pengolahan aplikasi visa, termasuk biaya administrasi, pemeriksaan dokumen, dan pemrosesan biometrik, dapat mempengaruhi biaya visa. Kemudian layanan tambahan seperti pemrosesan visa ekspres atau layanan premium juga dapat meningkatkan biaya visa.

4. Perjanjian Bilateral dan Timbal Balik
Beberapa negara menetapkan biaya visa berdasarkan prinsip timbal balik, yang berarti biaya visa untuk warga negara lain akan sama dengan biaya yang dikenakan oleh negara tersebut untuk warga negara asal. Negara-negara dengan hubungan diplomatik yang kuat atau perjanjian khusus mungkin memiliki biaya visa yang lebih rendah atau bahkan bebas visa.

5. Ekonomi dan Pendapatan
Negara dengan pendapatan yang lebih rendah mungkin mengenakan biaya visa yang lebih tinggi untuk menghasilkan pendapatan tambahan bagi negara tersebut. Biaya hidup dan biaya layanan di negara tersebut juga dapat mempengaruhi biaya visa. Negara dengan biaya hidup yang lebih tinggi mungkin mengenakan biaya yang lebih tinggi untuk layanan visa.

6. Faktor Demografis dan Sosial
Tingginya permintaan visa dari warga negara tertentu dapat mempengaruhi biaya. Negara yang menerima banyak aplikasi visa mungkin menetapkan biaya yang lebih tinggi untuk mengelola volume permintaan tersebut.

Negara dengan kebijakan imigrasi yang lebih terbuka mungkin menetapkan biaya yang lebih rendah untuk menarik lebih banyak wisatawan, pelajar, atau pekerja. Sebaliknya, negara dengan kebijakan imigrasi yang lebih ketat mungkin menetapkan biaya yang lebih tinggi.

Sebaiknya Anda Tahu, 10 Negara ini Jarang Tolak Pengajuan Visa Schengen

Lakukan Penyesuaian Jadwal Pemulangan Jemaah Haji, Ini Penjelasan Garuda Indonesia

Sehubungan dengan beredarnya kabar penyesuaian jadwal dan slot 46 kloter penerbangan pemulangan Jemaah Haji asal Indonesia yang disebabkan oleh keterbatasan slot di bandara Arab Saudi, Garuda Indonesia menyebut akan terus meningkatkan koordinasi intensif bersama berbagai stakeholder penerbangan Haji khususnya otoritas Bandara Arab Saudi dan Kementerian Agama.

Baca juga: Bukan ‘On Time Performance’, Garuda Indonesia Intensifkan Mitigasi Keterlambatan Penerbangan Haji

Adapun komitmen tersebut turut diselaraskan dengan upaya untuk mengoptimalkan mitigasi termasuk penyediaan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku kepada seluruh Jemaah yang terdampak atas penyesuaian jadwal penerbangan pemulangan Jemaah ke Tanah Air dengan fokus utama untuk mengedepankan kenyamanan para Jemaah.

“Dapat kami sampaikan bahwa pada tahun ini Garuda Indonesia menerbangkan lebih dari 109.156 jemaah, dimana untuk menerbangkan para Jemaah tersebut termasuk untuk memulangkan para Jemaah ke Tanah Air diperlukan sekitar 586 kloter penerbangan,” ujar Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia dalam siaran pers (27/6/2024).

Irfan mengatakan bahwa penerbangan haji merupakan operasional penerbangan yang kompleks, karena itu Garuda Indonesia telah melaksanakan koordinasi bersama stakeholders pelaksanaan haji jauh-jauh hari, dimana pada melalui koordinasi tersebut, otoritas bandara menyampaikan bahwa terdapat 68 slot penerbangan tidak dapat dipenuhi sesuai permintaan Garuda Indonesia mengingat adanya perubahan kebijakan pengaturan slot di bandara Arab Saudi.

Berkenan dengan perubahan tersebut, Garuda Indonesia yang juga didukung oleh Kementerian Agama terus melaksanakan negosiasi bersama pihak GACA dan hingga kini terdapat penyesuaian jumlah slot yang harus disesuaikan turun menjadi sekitar 46 dari 68 slot penerbangan sebelumnya.

Terkait dengan dampak dari penyesuaian jadwal tersebut Garuda Indonesia memastikan bertanggung jawab dengan menyiapkan fasilitas tambahan berupa akomodasi, meals dan transportasi yang seluruh biayanya akan ditanggung oleh Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia terus melaksanakan diskusi dan komunikasi dengan stakeholders penerbangan Haji termasuk Kementerian Agama dan GACA untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan pemulangan Jemaah Haji ke Tanah Air hingga 21 Juli 2024 mendatang.

Angkut Jamaah Haji, Boeing 747-400 Garuda Indonesia GA-1105 Return to Base di Makassar

Malaysia Lebih Banyak Dapatkan Akses ‘Free Visa’ Ketimbang Indonesia, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Ketimbang Indonesia, pemegang paspor Malaysia lebih banyak mendapatkan akses free visa ke banyak negara tujuan wisata. Sebut saja warga Malaysia mendapatkan akses free visa untuk mengunjungi Swiss dan Kroasia, masing-masing untuk short periode maksimum 90 hari. Sebaliknya, warga Indonesia tidak mendapatkan akses free visa untuk mengunjungi kedua negara Eropa tersebut, tentu menjadi pertanyaan, mengapa ada perlakuan yang berbeda untuk Indonesia?

Baca juga: Setelah Kroasia, Kini Kosovo Bergabung di Zona Schengen Bebas Visa Eropa

Dikutip dari Quora.com, beberapa faktor yang mempengaruhi mengapa suatu negara dapat memperoleh lebih banyak akses bebas visa ke negara lain dibandingkan negara lain, seperti Malaysia yang memiliki akses bebas visa lebih banyak dibandingkan Indonesia, antara lain:

1. Hubungan Diplomatik
Negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik yang kuat dan perjanjian bilateral dengan banyak negara lain cenderung mendapatkan lebih banyak akses bebas visa. Malaysia mungkin memiliki lebih banyak atau lebih baik perjanjian diplomatik dengan negara-negara lain dibandingkan Indonesia.Keanggotaan dalam organisasi internasional seperti ASEAN, PBB, atau perjanjian perdagangan bebas dapat meningkatkan kesempatan mendapatkan akses bebas visa.

2. Keamanan dan Stabilitas
Negara-negara yang dianggap lebih stabil dan aman secara politik dan ekonomi sering kali diberi akses bebas visa lebih banyak karena dianggap berisiko lebih rendah dalam hal imigrasi ilegal atau masalah keamanan. Pengenalan paspor biometrik dan standar keamanan yang tinggi dalam dokumen perjalanan dapat meningkatkan kepercayaan negara lain dan memberikan akses bebas visa lebih banyak.

3. Ekonomi
Negara dengan ekonomi yang kuat dan berkembang cenderung mendapatkan lebih banyak akses bebas visa karena warga negaranya dianggap sebagai wisatawan yang menguntungkan dan berisiko rendah untuk menetap secara ilegal. Negara yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pariwisata dan investasi di negara lain mungkin mendapatkan perlakuan lebih baik dalam hal akses visa.

4. Kualitas Paspor
Paspor dari negara-negara yang lebih kuat atau lebih dihormati secara internasional biasanya memberikan akses bebas visa lebih banyak. Hal ini mencakup persepsi tentang kemampuan pemerintah untuk menangani kejahatan dan imigrasi ilegal.

5. Kebijakan Imigrasi dan Hubungan Masyarakat
Negara yang memiliki kebijakan imigrasi yang lebih ramah dan lebih mudah sering mendapatkan timbal balik dalam bentuk akses bebas visa. Warga negara yang memiliki reputasi baik di luar negeri dalam hal menghormati hukum imigrasi dan perilaku yang baik juga dapat mempengaruhi keputusan negara lain untuk memberikan akses bebas visa.

6. Regional Influence
Negara yang memiliki pengaruh regional yang kuat mungkin memiliki akses bebas visa lebih banyak karena negara lain di kawasan tersebut mungkin lebih cenderung membuka perbatasan mereka untuk memperkuat hubungan regional.

[Update Terbaru] 39 Negara ini Bebas Visa Bagi Pemegang Paspor Indonesia

Malaysia vs. Indonesia
Malaysia mungkin memiliki posisi geopolitik yang dianggap lebih strategis oleh beberapa negara, dan ini dapat mempengaruhi keputusan untuk memberikan akses bebas visa. Malaysia mungkin memiliki lebih banyak perjanjian bilateral yang efektif atau kebijakan luar negeri yang lebih agresif dalam negosiasi akses bebas visa.

Perbedaan dalam jumlah akses bebas visa yang diperoleh oleh masing-masing negara mencerminkan kombinasi kompleks dari faktor-faktor ini dan tidak selalu menunjukkan perbedaan dalam kualitas atau reputasi satu negara dibandingkan dengan yang lain.

Flight 139 – Ketika Pesawat Air France Dibajak Pejuang Palestina dan Teroris Jerman, Penumpang Yahudi Dibantai

Pada hari ini, 48 tahun yang lalu, bertepatan dengan 27 Juni 1976, pesawat Airbus A300B4-203 Air France dengan nomor penerbangan 139 (flight 139) dibajak oleh empat teroris; dua pejuang Palestina dan dua Fraksi Tentara Merah (geng Bader-Meinhof) Jerman. Pesawat saat itu sedang dalam perjalanan menuju Paris, Perancis dari Tel Aviv, Israel, transit di Athena, Yunani, yang menjadi lokasi pembajakan.

Baca juga: Hari Ini, 46 Tahun Lalu, TWA Flight 841 Dibom Pemuda Palestina Gegara Intel Israel

Dilansir sahistory.org, setelah dibajak, teroris minta pesawat diarahkan ke Benghazi, Libya. Namun, terjadi penolakan di darat. Setelah sekitar enam jam setengah, pesawat akhirnya mendarat di Bandara Entebbe, Uganda, atas restu dari Presiden Uganda saat itu, Idi Amin, yang pro Arab dan pro pejuang Palestina. Tak hanya itu, ia juga menempatkan puluhan tentaranya di bandara.

Usai mendarat di Bandara Entebbe, para pembajak hanya menyandera 105 penumpang Yahudi dan Israel serta membebaskan penumpang lainnya non-Yahudi. Mereka menuntut agar Israel membebaskan 53 tawanan Palestina yang dipenjara dan sebagai gantinya 100 sandera Yahudi akan dibebaskan.

Namun, hal itu ditolak oleh Pemerintah Israel yang ketika itu dipimpin oleh Perdana Menteri Yitzhak Rabin. Justru sebaliknya, ia memerintahkan untuk dilakukan Operasi Entebbe yang dipimpin oleh adik dari pemimpin oposisi Israel Benjamin Netanyahu, Yonatan “Yoni” Netanyahu.

Pada tanggal 4 Juli, sekitar 200 pasukan khusus tentara Israel diterjunkan di Bandara Entebbe dari empat pesawat Hercules C-130 setelah menempuh perjalanan jauh sekitar 4.000 km. Tak sampai 90 menit, mulai dari pesawat mendarat sampai lepas landas dari bandara tersebut, operasi kilat dilangsungkan.

Semua pembajak yang berjumlah tujuh orang dan 48 tentara Uganda tewas ditangan pasukan khusus Israel. Namun, itu semua harus dibayar mahal dengan tewasnya tiga sandera dan satu komandan pasukan Israel, Yonatan “Yoni” Netanyahu.

Yoni tewas di tangan tentara Uganda yang bersembunyi di atas menara dan dengan leluasa menembaknya dari belakang hingga tewas. Adapun 102 sandera berhasil kembali ke keluarga masing-masing dengan selamat.

Aksi penyelamatan Yoni dan Operasi Entebbe secara keseluruhan pun diabadaikan lewat sebuah film berjudul 7 Days In Entebbe.

Atas dedikasi dan aksi heroiknya menyelamatkan ratusan sandera Yahudi, Yoni terus mendapat pujian sampai saat ini. Terkahir, pujian terlontar dari lisan Presiden Isreal saat ini, Isaac Herzog, yang menyebutnya sebagai “pahlawan nasional dan alkitabiah.”

Baca juga: Hari Ini, 52 Tahun Lalu, Pesawat Japan Airlines Flight 351 Dibajak Tentara Merah Jepang ‘Yodo Nine’

Sejak saat itu sampai saat ini, di tanggal tersebut selalu dilakukan upacara peringatan secara nasional. Pada tahun 2021, peringatan Operasi Entebbe juga dibarengi dengan pembukaan Pusat Studi Yahudi di Uganda yang didedikasikan untuk Yoni.

Selain sebagai wadah pengenalan Israel dan Yahudi, Pusat Studi Yahudi itu juga difungsikan sebagai Sinagog dan pusat komunitas Yahudi di Uganda.

PBB Beri Peringatan Keras Ke Korea Utara atas Jamming GPS di dekat Bandara Incheon

Otoritas penerbangan PBB (UN aviation authority) telah mengirimkan peringatan kepada Korea Utara atas gangguan sinyal GPS di dekat perbatasan antar-Korea tahun ini, setelah Seoul menuduh pemerintah Korea Utara membahayakan ratusan pesawat sipil. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau International Civil Aviation Organization (ICAO) minggu lalu mengeluarkan resolusi yang mengutuk gangguan (jamming) GPS oleh Korea Utara antara tanggal 29 Mei dan 2 Juni 2024.

Baca juga: Otoritas Penerbangan Sipil Perancis Tuduh Rusia Ganggu Sistem Navigasi Berbasis Satelit

Dikutip NK News yang merujuk siaran pers Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, menyebut bahwa “Ini menandai pertama kalinya ICAO secara eksplisit mengidentifikasi Korea Utara sebagai pelaku gangguan sinyal GPS,” kata kementerian tersebut, seraya mencatat bahwa ICAO sebelumnya menangani gangguan tersebut pada tahun 2012 dan 2016, namun tidak secara eksplisit menyebutkan nama Korea Utara pada saat itu.

Berdasarkan resolusi tersebut, ICAO setuju untuk memberi tahu Pyongyang tentang keputusannya yang mendesak dilakukannya tindakan untuk mencegah terulangnya kembali kasus tersebut. Korea Utara memblokir sinyal GPS di dekat perbatasan maritim antar-Korea di Laut Kuning selama beberapa hari sejak akhir Mei.

Bandara terbesar Korea Selatan, Bandara Internasional Incheon, terletak tidak jauh dari perbatasan yang berada ddi sebuah pulau di Laut Kuning, dan siaran pers kementerian luar negeri menyatakan bahwa gangguan sinyal yang dilakukan Korea Utara mempengaruhi 500 pesawat sipil dari 20 negara.

Pensiunan pilot komersial dan konsultan penerbangan Ed Condit mengatakan kepada NK News bahwa gangguan GPS tidak hanya mempengaruhi navigasi pesawat, tetapi juga dapat menyebabkan masalah bagi pilot yang menerbangkan pesawat di sekitar Semenanjung Korea.

Jika pesawat tidak memiliki sistem navigasi alternatif, gangguan yang disebabkan oleh sinyal GPS dapat menjadi hal yang kritis ketika beroperasi di dekat wilayah udara sensitif, seperti wilayah udara yang memisahkan Korea Selatan dan Korea Utara.

Dalam kasus seperti ini, kru yang menggunakan GPS akan terpaksa “meninggalkan pendekatan mereka atau mengalihkan perhatian jika pilihan non-GPS tidak tersedia,” katanya. Namun, sebagian besar pesawat modern memiliki sistem navigasi alternatif, kata pakar tersebut, meskipun sistem tersebut “kurang tepat.”

Ketika pesawat mengalami kesulitan akibat gangguan jamming oleh Korea Utara, Condit mengatakan menara pengawas lalu lintas udara di Bandara Incheon kemungkinan akan “segera mengidentifikasi pesawat mana pun yang keluar jalur.”

Dalam kasus seperti ini, awak pesawat harus “memberi tahu pengawas lalu lintas udara mengenai masalah ini dan melaporkan bahwa mereka sedang melakukan navigasi cadangan.” Pasukan AS dan Korea Selatan mengadakan latihan operasi ruang angkasa gabungan pada bulan April di mana mereka berlatih untuk melakukan serangan sebagai respons terhadap serangan gangguan GPS Korea Utara.

Waspada Spoofing GPS di Sekitar Teheran, Jalur Favorit Penerbangan Internasional di Timur Tengah

Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote

Salah satu aktivitas pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Controller/ATC) berada di menara untuk fungsi Aerodrome Control Tower. Dari ketinggian menara, sang pengatur lalu lintas udara dapat melihat secara langsung pergerakan pesawat 360 derajat, mulai dari apron sampai landas pacu (runway).

Baca juga: Begini Cara ATC Atur Kedatangan dan Keberangkatan Pesawat di Bandara

Di tangan petugas inilah suatu pesawat bisa mendapat izin terbang “Clear for take-off” dan mendarat “Clear to land.” Dengan identifikasi visual yang tepat, petugas harus menguasai semua tipe dan ukuran pesawat.

Karena bekerja dengan basis kemampuan pengamatan visual, mendorong pengembangan fungsi Aerodome Control Tower untuk digeser menjadi bentuk pengamatan secara digital lewat remote system. Adalah Saab AB dari Swedia, manukfaktur yang kondang sebagai pemasok sistem senjata mutakhir ini merilis solusi yang diberi label Digital Air Traffic Solutions. Lewat solusi ini indra penglihatan sang pengatur lalu lintas ‘diperpanjang’ dengan perangkat kamera yang terpasang pada tower. Dengan teknologi ini, maka tidak ada lagi aktivitas petugas ATC yang mengawasi seluruh pergerakan di sekitaran bandara dari atas menara. Petugas pengatur lalu lintas pun tak harus berada dekat atau di dalam area bandara.

Alur sistem kerja remote ATC. Foto: Saab
Alur sistem kerja remote ATC. Foto: Saab

Untuk mewujudkan solusi tersebut, Saab tentu tak sendiri, manufaktur yang terkenal sebagai pembuat jet tempur Gripen ini bekerjasama dengan penyedia layanan udara Swedia (LFV) untuk memasang menara digital di bandara Örnsköldsvik di utara Swedia. Tak itu saja, Saab juga bekerjasama dengan NATS sebagai penyedia teknologi ATC di Swanwick Control Centre, Inggris untuk menjajal perangkat ATC digital ini di beberapa bandara kecil.

Digital Air Traffic Solutions menyuguhkan layar 360 derajat kepada petugas pengatur lalu lintas, prinsipnya mirip sebuah simulator. Dengan kamera bersolusi tinggi yang terpasang di bandara, petugas dipastikan akan mendapatkan kualitas visual gambar video real time. Dengan basis kamera canggih, petugas malah dapat mendeteksi keberadaan benda-benda yang mencurigakan di area lintasan pesawat, termasuk ketajaman visual pada malam hari. Bila ada obyek yang kurang jelas dilihat, petugas pun tinggal melakukan digital zooming.

Teknologi ini digadang ongkos investasi yang amat murah. Sebab, operator bandara tidak perlu lagi membangun sebuah menara pengawas khusus. Bila suatu waktu ada pengembangan area di bandara, maka penyedia layanan tinggal menambah menara pengawas di lokasi yang ditentukan. Melihat alur operasi dari Digital Air Traffic Solutions, rasanya solusi ini sangat ideal untuk diimplementasi di Indonesia.

Mengenal ACARS, Sistem Komunikasi yang Hubungkan Antara Pesawat, ATC dan Pusat Kendali Maskapai

Priiit..! Dilarang Selfie di Tempat-Tempat Berikut Ini

Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Itulah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan situasi hukum di suatu negara. Tidak semua peraturan yang berlaku di Indonesia, juga berlaku di Malaysia atau Singapura contohnya. Jika peraturan merokok di jalan belum sepenuhnya diterapkan di Indonesia, maka berbeda dengan di kedua negara tetangga tersebut, dimana setiap orang yang merokok tidak pada tempatnya akan dikenakan denda atau sanksi tegas.

Baca juga: Miris! Selfie Berujung Maut Pada Moda Transportasi

Sama halnya dengan swafoto atau yang lebih dikenal dengan selfie. Ada beberapa negara yang tidak mengijinkan warganya untuk selfie, baik menggunakan tongkat narsis (tongsis) atau tidak, bahkan peraturan tersebut juga berlaku bagi para pelancong. Wah, kira-kira di negara mana saja ya yang mengeluarkan peraturan seperti itu? Berikut KabarPenumpang.com sarikan beberapa negara yang melarang penduduknya untuk melakukan selfie, dilansir dari laman bravotv.com.

Milan, Italia
Larangan tentang selfie ini baru saja dikeluarkan, bersamaan dengan larangan membeli minuman  kaleng, minuman dalam botol kaca, hingga mengadakan warung makan berkonsep food truck. Khusus untuk selfie, laman berita The Local menyebutkan larangan tersebut dimaksudkan untuk menindak perilaku anti-sosial yang kian mencuat di sana.

Disney Parks
Memang terdengar cukup aneh ketika taman bermain seperti Disney Park melarang pengunjungnya untuk melakukan selfie. Namun, pihak Disney sendiri memiliki pembelaannya tersendiri. “Tongkat Selfie (tongsis) telah menjadi perhatian keselamatan yang berkembang, baik untuk tamu dan petugas kami,” ungkap salah satu juru bicara Disney. Larangan ini berlaku di seluruh Disney Parks di dunia, termasuk di Paris dan Hong Kong.

Vatikan
Lain halnya dengan salah satu kota suci umat Katolik ini, dimana kota ini melarang Anda untuk selfie dengan alasan keamanan.

Colosseum dan Palace of Versailles
Tersebar rumor bahwa pemerintah setempat melarang pengunjung untuk selfie setelah mereka mendapati dua pelancong yang menuliskan nama mereka di salah satu tembok Colosseum dan mengabadikannya dengan cara selfie menggunakan tongkat. Begitu pun dengan Palace of Versailles yang melarang pengunjung untuk selfie dengan alasan keamanan. Kalau di Indonesia, menuliskan nama di dinding seperti sudah menjadi ‘tradisi’ anak muda, ya?

Museum Van Gogh, Belanda
Jika kasus di Colosseum didasari oleh keisengan pengunjung, maka yang terjadi di Museum Van Gogh merupakan kebalikannya. Dimana seorang pengunjung tidak sengaja merusak salah satu koleksi museum saat sedang selfie. Sejak saat itu, beberapa museum serempak mengeluarkan peraturan pelarangan selfie.

Lollapalooza dan Coachella, Amerika Serikat
Lollapalooza merupakan salah satu ajang musik besar yang pertama kali menelurkan peraturan tentang pelarangan penggunaan tongsis untuk selfie. Majalah musik kenamaan dunia, The Rolliing Stones menyebutkan bahwa keberadaan tongsis tidak hanya mengganggu penonton lain, tapi juga pelarangan ini merupakan bentuk usaha untuk meminimalisir penonton yang merekam konser tersebut secara ilegal.

Baca Juga: Duh! Orang-orang ini Tewas Karena Selfie di Rel Kereta

Korea Selatan
Menurut laman CN Traveller, teknologi Bluetooth yang digunakan oleh beberapa tongkat selfie merupakan celah yang dapat dimanfaatkan oleh para hacker untuk mengulik data pribadi orang yang bersangkutan.

Mekkah
Kota suci umat Muslim di dunia ini melarang para pengunjung untuk melakukan selfie, karena tujuan mereka datang ke tempat tersebut adalah murni untuk beribadah. Alih-alih mengabadikan momen dengan selfie menggunakan tongsis, ada baiknya waktu tersebut kita manfaatkan buat beribadah bukan?

Duh! Orang-orang ini Tewas Karena Selfie di Rel Kereta

Tidak hanya di luar negeri, trend selfie ternyata juga menjamur di dalam negeri. Kenarsisan masyarakat jaman sekarang benar-benar sudah tidak memandang umur, dari anak muda hingga orang tua turut ramai melakukan swafoto ini. Pilihan tempat juga menjadi salah satu faktor maraknya trend selfie di masyarakat. Sebut saja lokasi wisata, pusat perbelanjaan, hingga tempat-tempat tidak wajar lainnya turut dijadikan latar belakang swafoto mereka, seperti gedung-gedung tua yang angker hingga prasarana transportasi.

Baca juga: Tengah Ambil Foto Sesi dengan Senior, Remaja 17 Tahun Tewas Tertabrak Kereta

Dengan berbagai macam alasan, banyak orang melakukan selfie tanpa mempertimbangkan resiko yang akan mereka hadapi. Demi mendompleng popularitas mereka di media sosial, orang-orang semacam ini terbilang cukup nekat untuk melakukan selfie di tempat yang tidak wajar, seperti di rel kereta api. Dengan mengunggah hasil selfie mereka ke media sosial, pikir mereka, khalayak ramai dapat melihat hasil foto tersebut dan akan mendapat banyak pujian karena dibilang berani dan lain sebagainya. Namun, tidak semua hasil foto yang mereka ambil berujung manis, ada beberapa kasus selfie yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, seolah mereka mengabadikan momen terakhir mereka di Dunia. Berikut, KabarPenumpang.com merangkum beberapa kasus selfie berujung maut dari dalam negeri, tentu saja mereka semua tidak mengindahkan peraturan transportasi yang berlaku yang mengakibatkan nyawa mereka melayang sia-sia.

Pelajar asal Madiun tersambar kereta

Sumber: tribunnews.com
Sumber: tribunnews.com

Tomi Luki Saputra, seorang pelajar asal Madiun tewas secara mengenaskan di pinggir rel kelurahan Winongo, Mangunharjo, Madiun pada Jumat (20/2/2015) silam. Ia bersama 4 rekannya sedang asyik selfie di pinggir rel tersebut, dan tanpa sepengetahuan mereka, maut sedang mengincar salah satu dari muda-mudi tersebut. Tomi yang menggunakan baju merah tidak sempat menghindar setelah Ia dan teman-temannya melakukan selfie, alhasil tubuhnya terpental dan nyawanya tidak terselamatkan sementara 4 lainnya berhasil menyelamatkan diri. Dalam foto yang diunggah ke sosial media Facebook, terlihat kereta maut tersebut sudah muncul di frame menandakan posisi kereta yang sudah sangat dekat.

Siswi SMP di Serang tersambar kereta

Sumber: Liputan6.com
Sumber: Liputan6.com

Malang benar nasib Sri Wahyuni, warga Kampung Kembang, Kecamatan Curug, Kota Serang yang masih duduk di bangku SMP ini harus meregang nyawa setelah tubuh mungilnya tersambar kereta di perlintasan Kampung Batu Belah, Desa Sukajadi, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Rabu (8/2/2017). Bocah 13 tahun ini lalu terpental ke dalam selokan dengan kondisi yang amat mengenaskan. Warga yang berada di lokasi kejadian sempat menghimbau agar Sri segera menghindar karena ada kereta yang hendak lewat, namun siswi malang tersebut tidak menghiraukannya sehingga kejadian tragis situ tidak dapat dihindarkan.

Bocah SD tersambar kereta

Sumber: netralnews.com
Sumber: netralnews.com

3 hari sebelum kejadian Sri Wahyuni yang tewas akibat terseret kereta di Serang, bocah kelas 6 sekolah dasar di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Batam juga tewas akibat tersambar si ular besi. Kejadian nahas ini terjadi pada Minggu (5/2/2017) pagi, ketika 3 bocah SD tengah berselfie ria dengan latar belakang kereta yang sedang bergerak. Ketika menyadari ada kereta yang sudah mendekat, 2 anak segera menghindar dan mencoba untuk memberitahu korban untuk segera menghindar, namun seolah sudah mengetahui ajalnya sudah dekat, bocah malang tersebut tidak mendengar peringatan dari temannya lalu kejadian tragis tersebut terjadi. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.

Kereta barang di Cirebon renggut nyawa 2 anak SD

Sumber: elshinta.com
Sumber: elshinta.com

Adalah Lilik (12) dan Dede (12), siswa SDN 1 Karangasem, Kecamatan Karangsembung, Cirebon menjadi korban selanjutnya dari rentetan selfie berujung maut di Indonesia. Lilik, Dede, dan 3 teman sejawatnya sedang asik bermain di sekitaran rel KM 239+3 yang menghubungkan stasiun Sindanglaut-Ciledug. Ketika mereka semua sedang mengambil beberapa momen menggunakan hp android milik salah 1 dari kelima anak tersebut, kereta barang BH 881 melintas dari arah Arjawinangun menuju Solo. 2 anak lainnya selamat, karena bermain tidak terlalu dekat dengan rel, sedangkan Lilik dan Dede ikut tersapu oleh badan kereta barang ini. Lain halnya dengan Alia, yang merupakan salah satu dari kelima anak tersebut, ia mengalami patah tulang tangan kiri karena terkena hembusan dari kereta. Lilik dan Dede tewas seketika, salah satunya terseret sejauh 1,5 km, sedangkan yang lainnya tewas dengan anggota tubuh yang sudah tidak utuh.

KA Bogowonto menabrak Siswi SMA

Sumber: radarpekalongan.com
Sumber: radarpekalongan.com

Nama Tri Wahyuni (16) dan Iqbal Ramadhan (16) turut menjadi korban dari rentetan kejadian selfie maut. Berlokasi di km 362 antara Kebasen dan Notog, peristiwa nahas tersebut terjadi. Tri dan Iqbal yang tengah selfie di sekitaran terowongan desa Gambarsari tersambar oleh kereta Bogowonto yang tengah melaju kencang di jalur tersebut. Kejadian yang terjadi pada Minggu (16/10/2016) ini langsung menghempaskan kedua korban dan petugas lalu membawanya ke Rumah Sakit Umum Margono Soekardjo. “Keduanya dalam kondisi kritis saat dibawa ke rumah sakit,” tutur Ixfan Hendriwintoko, Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, seperti yang dilansir dari laman kbknews.id. Namun sayang, nyawa dari Tri tidak dapat terselamatkan akibat luka parah yang dialaminya.

Rentetan kejadian tersebut patut menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua, dimana kita harus tetap berhati-hati dalam melakukan selfie, terlebih apabila kita melakukan selfie di pra-sarana transportasi yang dapat menimbulkan resiko besar dan mempertaruhkan nyawa.

Sebaiknya Anda Tahu, Tujuh Negara ini Dikenal Paling Sulit Mengeluarkan Visa untuk Pelancong

Ada 195 negara di seluruh dunia dan ada saja mimpi untuk mengunjungi ratusan negara tersebut. Namun, persyaratan visa seringkali membatasi mimpi itu, sekalipun Anda punya uang banyak sekalipun. Meskipun beberapa negara memiliki kebijakan visa yang lunak, namun ada juga yang tidak mudah dalam prosesnya.

Baca juga: Sebaiknya Anda Tahu, 10 Negara ini Jarang Tolak Pengajuan Visa Schengen

Beberapa faktor membuat kunjungan ke beberapa negara-negara hampir tidak mungkin dilakukan, seperti proses pengajuan visa yang rumit, beberapa negara tidak mengeluarkan visa turis karena alasan keamanan dan politik, sementara beberapa negara berada di bawah rezim totaliter, dan terputus dari dunia luar. Jika ini membuat Anda penasaran, berikut ini tujuh negara versi Times Travel yang dikenal paling sulit untuk mengeluarkan visa.

Rusia
Salah satu tantangan utama dalam memperoleh visa Rusia adalah formulir permohonan yang ekstensif. Aplikasi tersebut memerlukan informasi rinci tentang setiap perjalanan yang dilakukan dalam sepuluh tahun terakhir, termasuk tujuan, tanggal, dan lama tinggal. Hal ini dapat menjadi hal yang menakutkan bagi mereka yang sering bepergian. Namun, dengan mengisi formulir secara akurat dan memberikan semua informasi yang diperlukan, Anda bisa mendapatkan visa untuk mengunjungi Rusia.

Iran
Mendapatkan visa ke Iran merupakan tantangan terutama karena kode verifikasi diperlukan sebelum mengajukan permohonan. Kode ini dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Iran dan harus diperoleh melalui agen perjalanan resmi Iran. Meskipun sistem eVisa mempermudah prosesnya, hal ini tidak menguntungkan semua orang. Warga negara dari AS, Inggris, India, Nepal, Pakistan, dan beberapa negara lainnya tidak dapat memperoleh visa pada saat kedatangan, terutama jika mereka telah mengunjungi Israel dalam enam bulan terakhir.

Turkmenistan
Kebijakan visa Turkmenistan yang ketat menjadikannya salah satu negara yang paling jarang dikunjungi. Hampir semua orang memerlukan visa, kecuali pengunjung dari wilayah tertentu di Kazakhstan atau Uzbekistan dan mereka yang memiliki paspor diplomatik. Proses permohonan visa melibatkan penyerahan tiga salinan formulir yang telah diisi dan surat undangan (LOI) dari Layanan Migrasi Negara Turkmenistan. Sponsor di Turkmenistan harus mendapatkan LOI ini, yang prosesnya bisa memakan waktu hingga 20 hari.

Chad
Hanya 14 negara yang menikmati akses bebas visa ke Chad; semua orang lainnya harus mengajukan permohonan visa, yang mungkin cukup menantang. Salah satu aspek yang paling rumit adalah mendapatkan surat undangan yang membutuhkan sponsor atau hotel di ibu kota, N’Djamena. Untuk mengamankan surat ini, pelancong harus memesan kamar hotel yang tidak dapat dikembalikan. Jika permohonan visa ditolak, pembayaran kamar hilang.

Arab Saudi
Meskipun pada masa lalu memperoleh visa ke Arab Saudi sangat sulit, terutama bagi perempuan tanpa pendamping, penerapan eVisa bagi wisatawan telah membuatnya lebih mudah diakses. Meski begitu, wisatawan harus mematuhi aturan ketat, seperti non-Muslim dilarang memasuki Mekah atau Madinah. Kebijakan visa yang ketat juga dipengaruhi oleh masuknya jamaah Muslim untuk menunaikan ibadah haji setiap tahunnya, sehingga membatasi jumlah visa turis yang dikeluarkan untuk menghindari kepadatan yang berlebihan.

Korea Utara
Korea Utara mungkin adalah negara yang paling menantang untuk dikunjungi sebagai turis. Visa harus diperoleh melalui agen wisata yang disetujui negara, dan warga negara Amerika dan Korea Selatan tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa. Wisatawan yang menerima visa menghadapi pembatasan yang ketat: mereka tidak boleh berinteraksi dengan penduduk setempat, mengkritik pemimpin Korea Utara, bebas berkeliaran, atau meninggalkan hotel setelah tur selesai.

Afghanistan
Memasuki Afghanistan sangatlah sulit, terutama karena kekacauan politik yang terjadi baru-baru ini. Sebagian besar pemerintah sangat menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke sana. Memperoleh visa adalah hal yang wajib untuk masuk, kecuali bagi pemegang paspor diplomatik dari negara-negara seperti India, india, Turki, Tiongkok, Iran, dan Tajikistan, yang dikecualikan dari persyaratan visa.

Khusus ke Pulau Jeju, Bertandang ke Korea Selatan Memang Tak Perlu Visa