Sebelum Naik Bus, Cek Dulu Terminalnya Tipe Apa?

Ada kabar bahwa Kementerian Perhubungan akan membangun terminal bus tipe A di Demak, Jawa Tengah. Pembangunan ini merupakan salah satu upaya peningkatan pelayanan transportasi jalan. Rencananya pembangunan yang akan menghabiskan dana sekitar Rp3,5 miliar tersebut akan selesai dalam waktu tiga tahun.

Baca juga: Jejak Sejarah Stasiun Muntilan, Kini Berubah Jadi Terminal Bus Prajitno

Berangkat dari kabar ini, ternyata tidak hanya bandara dan stasiun yang memiliki kelas atau tipe. Ternyata terminal juga  punya tipe tersendiri untuk melayani bus dan angkutannya. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa tipe terminal sendiri terbagi tiga yakni A, B dan C.

Kini yang jadi pertanyaan, apa perbedaan ketiga terminal ini? Pembagian tipe terminal sendiri ternyata dipisahkan kewenangannya menjadi milik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah. Pembagian ini juga didasari UU No.23/2014 tentang Pemerintah Daerah yang hanya membagi berdasarkan kewenangan pengelolaan terminal. Untuk menelisiknya lebih lanjut, berikut ini akan dibahas perbedaan dari tiga tipe terminal bus.

Terminal penumpang tipe A
Terminal tipe A ini juga disebut terminal induk yang berfungsi melayani kendaraan umum baik secara nasional maupun internasional seperti angkutan antarkota antarprovinsi atau angkutan lintas batas negara, angkutan antar kota dalam provinsi, angkutan kota dan angkutan pedesaan.

Biasanya terminal tipe A terletak di ibu kota Provinsi, Kotamadya atau Kabupaten dan terletak di jalan arteri dengan kelas jalan minimal kelas IIIA. Jumlah arus kendaraannya 50-100 per jamnya, memiliki luas 5 hektar di Pulau Sumatera dan Jawa, serta 3 hektar di pulau lainnya. Memiliki akses jalan masuk di Pulau Jawa 100 meter dan 50 meter untuk pulau lainnya. Penentuan lokasi pembangunannya pun dilaksanakan Direktur Jenderal setelah mendengar pendapat Gubernur.

Terminal penumpang tipe B
Terminal ini juga biasa disebut dengan terminal regional yang melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota dalam provinsi, angkutan kota dan angkutan pedesaan. Terminal tipe B sendiri letaknya di Kotamadya atau Kabupaten dan mencakup jaringan trayek angkutan kota dalam provinsi. Terletak di jalan arteri dengan kelas sekurang-kurangnya kelas IIIB. Memiliki jumlah arus kendaraan 25-50 per jamnya.

Terminal tipe ini memiliki luas di Pulau Jawa dan Sumatera seluas 3 hektar dan dipulau lainnya 2 hektar. Terminal tipe B memiliki akses masuk dengan jarak 50 meter untuk Pulau Jawa dan 30 meter untuk pulau lainnya. Penentuan lokasi pembangunannya pun dilakukan oleh Gubernur setelah mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal.

Terminal penumpang tipe C
Terminal tipe C bisa dikatakan sebagai subterminal yang melayani kendaraan umum kelas kecil seperti angkutan kota dan angkutan pedesaan. Letaknya di dalam wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II dan dalam jaringan trayek angkutan desa, tak hanya itu terminal tipe C juga berada di jalan lokal dengan kelas jalan paling tinggi IIIA. Arus kendaraannya pun tak banyak hanya 25 per jamnya. Sedangkan luas dan akses jalan masuk ke terminalnya pun tergantung kebutuhan Kabupaten itu sendiri. Untuk penentuan lokasi dan letaknya dilaksanakan oleh Bupati Kepala Daerah/Walikotamadya Daerah Tingkat II setelah mendapat persetujuan Gubernur.

Baca juga: Wales Bangun Terminal Bus Terpadu, Sinergikan Ritel dan Perkantoran

Meski ada pembagian, terminal tipe A dan B minimal harus memiliki jalur pemberangkatan kendaraan umum, jalur kedatangan kendaraan umum, tempat tunggu kendaraan umum, tempat istirahat sementara kendaraan umum, bangunan kantor terminal tempat tunggu penumpang atau pengantar, menara pengawas, loket penjualan karcis, rambu-rambu dan papan informasi, yang memuat petunjuk jurusan, tarif dan jadwal perjalanan, pelataran parkir kendaraan pengantar dan taksi.

Selain itu juga harus dilengkapi dengan toilet, musholla, kios/kantin, ruang pengobatan, ruang infromasi dan pengaduan telepon umum serta tempat penitipan barang
Taman. Adapula kegiatan sirkulasi penumpang, pengantar, penjemput, sirkulasi barang dan pengelola terminal.

Tak Kenal Maka Tak Sayang, Yuk Kenali Sosok Train Attendant PT KAI

Setiap mendengar kata pramugari atau pramugara, Anda pasti langsung berpikir cantik/tampan, tinggi dan biasa berada di kabin pesawat terbang. Tapi, jangan salah, pramugari/pramugara juga ada di kereta atau disebut train attendant. Adanya train attendant merupakan terobosan baru yang dibuat olah PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan dibawah naungan anak perusahaannya yakni PT Reska Multi Usaha (RMU).

Baca juga: Update Terbaru Aplikasi KAI Access, Tawarkan Fitur Check In Online dan Pesan Meals

Train attendant ini pun hadir melengkapi di keseluruhan layanan armada kereta PT KAI, baik di kelas ekonomi AC, bisnis maupun eksekutif. Tugas train attendant adalah melayani kebutuhan penumpang selama perjalanan, seperti halnya flight attendant. Tetapi, sebelum bertugas di dalam kereta, train attendant ini juga membantu penumpang untuk memberikan petunjuk letak gerbong saat masih berada di peron stasiun.

Kostum pramugari PT KAI (d/h PJKA) tempo dulu (Instagram)

Pelayanan yang diberikan train attendant ini seperti kebutuhan makan dan minum, penanganan penumpang sakit, memberikan bantal dan selimut serta menjawab pertanyaan penumpang kereta. Biasanya dalam tiap rangkaian kereta akan ada dua pramugari dan dua pramugara.

Sistem kerja train attendant hampir mirip dengan flight attendant dimana jika dalam perjalanan jarak jauh yakni menggunakan shift atau tukar ganti jaga. Meski memiliki tugas yang tak jauh berbeda, tapi gaji yang diterima train attendant dan flight attendat terpatut cukup jauh.

Diketahui gaji pokok untuk train attendat sendiri Rp4 juta per bulan dan jika ditotal dengan tunjangan serta insentif lainnya menjadi Rp7 juta. Syarat untuk menjadi seorang train attendant baik pria maupun wanita berusia minimal 18 tahun dan maksimal 27 tahun tergantung dari tahun lamaran dibuka.

Pendidikan minimal SMA atau sederajat dengan rata-rata nilai Ujian Nasional 6, sehat rohani dan jasmani. Untuk pria minimal tinggi 170 cm dan wanita 160 cm dengan berat badan ideal. Keterangan sehat dari klinik kesehatan kereta api, tidak memiliki tato dan tidak bertindik bagi pelamar pria. Mendapatkan surat SKCK dari pihak kepolisian, tidak buta warna, masih single dan bersedia untuk tidak menikah selama menjadi train attendant dan bersedia ditempatkan diseluruh wilayah kerja baik Jawa maupun Sumatera.

Setiap train attendat jika memiliki kemampuan berbahasa asing minimal bahasa Inggris akan menjadi nilai tambah. Ini dikarenakan penumpang kereta api tidak hanya masyarakat lokal melainkan juga wisatawan mancanegara.

Baca juga: Mau Jadi Awak Kabin? Standar Tinggi Badan Masih Jadi Syarat Utama!

Sebelum bertugas di kereta, pramugari dan pramugra harus melalui pendidikan ala  militer yang dilakukan di Rindam Jaya untuk menumbuhkan kedisiplinan, tanggungjawab dan kepemimpinan sekaligus membangun fisik dn mental dan juga meningkatkan rasa cinta Tanah Air.

KA Ekonomi Siliwangi, Tawarkan Keindahan Alam di Rute Sukabumi-Cianjur

Siliwangi, nama ini mungkin tak asing di telinga Anda. Tapi, tahukah Anda nama salah satu Prabu di Jawa Barat ini dipakai untuk nama kereta tujuan Sukabumi-Cianjur? Ya, kereta ini merupakan kereta api perintis lokal atau kereta kelas ekonomi AC.

KA Siliwangi diresmikan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pada 19 Februari 2016 lalu. Kemudian pengoperasian KA Siliwangi dilaksanakan oleh PT kereta Api Indonesia (KAI) yang ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan terhitung sejak 1 Januari hingga 31 Agustus 2016 dengan nilai kontrak sebesar Rp9,5 miliar, namun di perpanjang hingga akhir tahun 2017 ini.

Baca juga: Lampegan, Terowongan Tertua di Indonesia, Abadikan Misteri Nyi Ronggeng

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, bahwa tiket kereta Siliwangi tak bisa dibeli secara online, sebab harga tiket ini cukup murah dan bisa didapatkan di stasiun Sukabumi dengan tarif sebesar Rp3 ribu. Memang tak banyak memiliki gerbong hanya ada lima gerbong dengan empat untuk penumpang dan satu gerbong makan.

Walaupun hanya mengangkut sedikit gerbong, tetapi kereta tersebut mampu mengangkut 472 penumpang. Harga tiket yang cukup murah ini membawa Anda dengan kereta Siliwangi menempuh jarak sepanjang kurang lebih 38,6 km.

Pemandangan di jalur Sukabumi-Cianjur yang dilintasi kereta Siliwangi (Kompas)

Perjalanan kereta ini memakn waktu selama 90 menit berangkat dari Sukabumi menuju Cianjur dan memberikan Anda kenikmatan pemandangan alam yang didominasi dengan pegunungan dan persawahan hijau. Setiap hari kereta relasi Sukabumi-Cianjur (PP) ini melayani tiga trip perjalanan.

Kereta Siliwangi akan melewati beberapa stasiun dan salah satunya adalah stasiun Lampegan dengan terowongannya yang penuh sejarah sebelum sampai di stasiun Cianjur. Selain stasiun Lampegan kereta Siliwangi akan melalui stasiun Gandasoli, Cireungas, Cibeber, Cilaku dan terakhir staisun Cianjur.

Baca juga: Rute KA Bogor – Sukabumi – Cianjur, Masih Eksis Meski Terlupakan

Hadirnya KA Siliwangi sebenarnya dibuat untuk memudahkan masyarakat lebih menggunakan transportasi umum dibandingkan dengan mobil. Apalagi ketika situasi lalu lintas padat, karena tiket kereta Siliwangi cukup ramah untuk kantong masyarakat Sukabumi dan Cianjur.

Diketahui, jalur kereta ini sempat diperbaiki dengan penggantian rel bantalan kayu menjadi bantalan besi antara stasiun Lampegan-Cibeber sepanjang sekitar 21,6 km. Selain itu juga ada perbaikan jalan kereta api yang longsor, manteling dinding terowongan, peningkatan persinyalan, penanganan longsor dengan Retaining Wall Beton dan penanggulangan badan jalan kereta yang longsong akibat erosi aliran sungai.

KA Siliwangi berangkat pertama dari Sukabumi pukul 05.45 dan tiba pukul 07.10. Keberangkatan kedua pukul 10.20 dan tiba pukul 11.45. Sedangkan keberangkatan ketiga pukul 15.50 dan tiba pukul 17.15. Untuk kereta keberangkatan dari Cianjur pertama pukul 08.15 dan tiba pukul 09.40. Keberangkatan kedua pukul 13.50 dan tiba pukul 15.15. Keberangkatan terakhir pukul 18.15 dan tiba pukul 19..40.

Cisomang, Serba-Serbi Jembatan Kereta Tertinggi di Indonesia

Sebagian dari Anda pasti sudah pernah melakukan perjalanan menggunakan kereta api dari Jakarta menuju Bandung. Pemandangan indah yang tersaji sepanjang perjalanan  membuat perjalanan tersebut menjadi tidak terasa. Namun tahukah Anda, jalur kereta tersebut memiliki beberapa catatan rekor serta cerita suram dibalik keindahan alamnya? Tidak bisa dipungkiri, terbentangnya rel kereta api rute Jakarta-Bandung ini juga turut memegang andil penting dalam mengubah kehidupan sosial dan ekonomi di kota Bandung hingga mengalami masa kejayaannya pada saat tol Cipularang belum beroperasi.

Baca juga: Chenab, Jadi Kondang Karena Ada Jembatan Kereta Tertinggi di Dunia

Perjalanan sejauh kurang lebih 166 km ini ternyata dihiasi oleh beberapa lokasi yang memegang catatan rekor, seperti jembatan kereta api aktif terpanjang di Indonesia dipegang oleh Jembatan Cikubang dengan panjang 300 m, dan jembatan kereta aktif tertinggi di Indonesia yang dipegang oleh Jembatan Cisomang dengan ketinggian lebih dari 100 meter. Selain dua jembatan tersebut, ada juga terowongan Sasaksaat yang memiliki panjang sekitar 950 meter.

Diantara tiga lokasi yang telah disebutkan di atas, nama Cisomang-lah yang mungkin tidak terlalu asing di telinga Anda, mengingat beberapa waktu ke belakang, jembatan tol ini sempat bergeser dan membuat perjalanan via tol Cipularang mengalami kelumpuhan sementara. Namun, cerita dibalik nama Jembatan Cisomang sendiri menarik untuk diulas lebih dalam. Jembatan kereta api yang terletak di Desa Cisomang, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat ini dibangun pada tahun 1894 dan selesai pada tahun 1922.

Baca juga: Dari Mulai Tanjakan, Hingga Jembatan, 10 Jalur Ekstrim Ini Ada Di Indonesia

Namun, berhubung umur jembatan yang sudah lebih dari 100 tahun dan sudah tidak layak lagi untuk digunakan, pada tahun 2000 beberapa pihak terkait setuju untuk menggaet para ahli konstruksi jembatan kereta api dari Austria, Voesp MCE untuk membangun jembatan Cisomang baru yang terletak persis di samping jembatan yang lama. Lalu pada 3 Agustus 2004, Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan penggunaan jembatan Cisomang tersebut. Sedikit berbeda dengan jembatan pendahulunya, Jembatan Cisomang baru memiliki rel ganda antara Stasiun Cisomang dengan Stasiun Cikadongdong.

Jembatan Cisomang lama bercirikan pilar besi baja yang menjulang tinggi, dengan pondasi beton tertanam 3 meter lebih di kedalaman tanah kini sudah tidak dipergunakan lagi sebagai jalur yang menghubungkan Kabupaten Purwakarta dengan Kabupaten Bandung Barat ini. Jembatan tersebut seolah dibiarkan menua dengan besi penyangga kokoh yang mulai berkarat. Namun, terbengkalainya jembatan ini tidak menyurutkan antusias warga sekitar untuk memanfaatkan prasarana transportasi yang sudah tidak terpakai ini.

Sumber: tribunjabar

Ketika sore menjelang, banyak muda-mudi yang menghabiskan waktu di jembatan ini untuk sekedar bercengkrama satu sama lain hingga menjadikan jembatan ini sebagai objek foto. Tidak jarang juga warga sekitar menggunakan jembatan yang sudah berlubang tersebut sebagai akses untuk menjangkau daerah yang terletak diseberang jembatan.

Tercatat, pada Jumat (30/5/2014) malam, kereta Argo Parahyangan anjlok persis di mulut Jembatan Cisomang. Seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari laman kompas.com, salah seorang penumpang dalam kereta nahas tersebut menjabarkan kengerian yang terjadi sesaat setelah kereta tersebut anjlok. “Ngeri sekali tadi. Sampai gerbong ketiga dari loko sempat miring, dengan kecepatan cukup tinggi,” ungkap salah seorang penumpang. “Maju sedikit lagi, tidak tahu deh (apa jadinya) karena dalam sekali (dasar ceruk di bawah jembatan),” tambahnya. Masih dalam kesempatan yang sama, ia mengatakan bala bantuan segera datang ke lokasi kejadian dan mengevakuasi para penumpang menuju stasiun Cisomang. “Pakai angkutan desa dan ojek, kami mau dibawa ke Stasiun Cisomang,” tutupnya.

Stasiun Labuan, Pernah Jadi Stasiun di Paling Ujung Barat Pulau Jawa

Bila di ujung paling timur Pulau Jawa terdapat Stasiun Banyuwangi Baru, maka sebaliknya di ujung paling barat Pulau Jawa ada yang namanya Stasiun Labuan. Namun bila ditanya, stasiun apakah yang aktif di ujung paling barat Pulau Jawa? Maka jawabannya saat ini adalah Stasiun Merak, lantaran Stasiun Labuan berstatus stasiun non aktif.

Baca juga: “Banyuwangi Baru,” Stasiun di Paling Ujung Timur Pulau Jawa

Salah satunya adalah Stasiun Labuan (LBN) yang berada di desa Labuan, Kecamatan Labuan, Pandeglang Provinsi Banten. Stasiun ini sendiri sudah nonaktif sejak tahun 1982 lalu karena kalah saing oleh moda transportasi lainnya. Stasiun yang berada di ketinggian +12 meter diatas permukaan laut tersebut merupakan stasiun paling barat di Daop I Jakarta jalur Labuan-Rangkasbitung.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Stasiun Labuan dibangun tahun 1906 silam oleh Staatsspoorwegen (SS) yang merupakan salah satu perusahaan kereta api Hindia Belanda. Tahun 1945, stasiun ini kemudian diambil oleh Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) yang kini PT KAI.

Stasiun yang berada paling barat di Pulau Jawa tersebut pada masa jayanya dulu merupakan stasiun yang sibuk karena melayani naik dan turun penumpang sebanyak 53 ribu hingga 136 ribu penumpang per tahunnya. Selain itu untuk barang hampir tujuh ribu ton per tahunnya. Salah satu komoditi yang dibawa adalah ikan untuk dijual ke Tanah Abang dan mengangkut garam yang dikirim ke Stasiun Labuan.

Meski sudah 37 tahun tak beroperasi, stasiun ini masih terlihat bentuk jelas stasiun karena terpasang papan nama Stasiun Labuan di depannya. Namun, sayangnya kini bangunan itu tidak terlalu terawat. Tetapi, di belakang stasiun dekat bekas rel jalur Labuan-Rangkasbitung terdapat sebuah rumah tinggal penjaga stasiun tersebut.

Bagian depan stasiun ini ditutup menggunakan pagar bambu dan ruang tunggu kini dijadikan garasi mobil oleh penjaga. Bagian loket masih jelas terlihat dan menjadi sebuah kamar. Kursi tunggu penumpang di staisun ini pun masih kokoh untuk digunakan duduk. Lantainya beberapa sudah diganti dengan keramik yang dulunya hanya lantai semen.

Baca juga: Jalur Kereta Rangkasbitung-Saketi-Labuan Kembali Direaktivasi

Stasiun Labuan sendiri dulunya memiliki turn table dan kini lokasinya sudah menjadi pasar dan ada sebuah alat pengisi air yang masih terlihat jelas bekasnya. Namun untuk tower airnya kini sudah tidak ada lagi. Rumah kepala stasiun yang tidak jauh dari stasiun ini masih ditinggali keturunan namun bentuknya kurang baik.

 

“Lebih Rentan Kena Varises”, Inilah Empat Alasan Utama Pramugari Harus Mengenakan Stoking

Dengan beragam desain rok yang anggun, bila dicermati pramugari lazim mengenakan pantyhose (stoking) saat bertugas. Tentu saja itu ada dasarnya. Persyaratan bagi pramugari untuk mengenakan stoking sebagai bagian dari seragam mereka secara tradisional telah menjadi praktik umum di industri penerbangan.

Baca juga: 10 Seragam Pramugari Paling Ikonik di Dunia

Pramugari umumnya memakai stoking ketika berada di kabin pesawat untuk beberapa alasan yang berkaitan dengan profesionalisme, keselamatan, dan kesehatan. Berikut adalah beberapa alasan utama yang kami sarikan dari quora.com>

1. Alasan Penampilan dan Profesionalisme
Stoking membantu melengkapi seragam pramugari, memberikan penampilan yang rapi dan profesional. Penampilan yang konsisten dan rapi penting untuk menciptakan citra maskapai yang profesional dan andal. Banyak maskapai penerbangan memiliki kebijakan seragam yang mengharuskan pramugari untuk memakai stoking sebagai bagian dari seragam resmi mereka.

2. Alasan Keselamatan
Stoking dapat melindungi kulit dari goresan, luka, dan gigitan serangga, terutama ketika pramugari bergerak di sekitar pesawat atau saat menangani bagasi penumpang. Stoking memberikan lapisan tambahan yang membantu menjaga kehangatan di lingkungan kabin yang seringkali dingin karena sistem pendingin udara.

3. Alasan Kesehatan
Stoking, terutama stoking kompresi (compression stocking) dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mencegah masalah seperti pembengkakan kaki atau trombosis vena dalam (deep vein thrombosis) selama penerbangan yang panjang.

Pramugari lebih rentan terhadap varises karena ketinggian yang lebih tinggi dan perubahan tekanan udara yang konstan karena beberapa kali lepas landas dan mendarat dalam sehari (meskipun kabin bertekanan). Misalnya, empat penerbangan jarak pendek dalam sehari sama dengan 4 kali lepas landas dan 4 kali mendarat setiap hari. Selain itu, stoking dapat membantu menjaga kelembapan kulit dan mencegah kulit kering akibat udara kabin yang kering.

4. Alasan Kenyamanan
Beberapa pramugari merasa lebih nyaman memakai stoking karena membantu mengurangi gesekan dan iritasi kulit saat bergerak.

Aturan berpakaian dan persyaratan seragam di industri penerbangan dapat bervariasi antar maskapai penerbangan dan dapat berubah seiring waktu berdasarkan standar dan praktik yang berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat pergeseran ke arah aturan berpakaian yang lebih santai di banyak industri, termasuk penerbangan, sehingga persyaratan bagi pramugari untuk mengenakan stoking mungkin tidak lagi lazim seperti dulu.

Ini Dia! Standar Sepatu Untuk Pramugari

Etihad Buka Rekrutmen untuk Ratusan Pilot, Termasuk Tawarkan Boyong Keluarga ke Abu Dhabi

Dengan kemampuan mendapatkan pesawat varian terbaru dari Airbus dan Boeing, Etihad Airways berencana menggandakan armadanya pada tahun 2030. Namun, saat ini Etihad tidak memiliki pilot yang dibutuhkan untuk mengoperasikannya. Untuk mengatasi hal tersebut, maskapai penerbangan Timur Tengah ini memulai upaya internasional untuk merekrut ratusan pilot, dimulai di delapan kota di Eropa dalam beberapa bulan mendatang.

Baca juga: Sering Dicap Negatif, Ini Pentingnya Senioritas di Dunia Pilot

Etihad Airways (Etihad) telah mengumumkan sedang melakukan upaya rekrutmen global untuk menarik ratusan pilot dan keluarga mereka ke Abu Dhabi. Maskapai ini akan mengadakan serangkaian roadshow rekrutmen pilot secara global, dimulai di Eropa dengan acara di Siprus, Bulgaria, Albania, Rumania, Hongaria, Polandia, dan Lithuania dalam beberapa bulan mendatang.

Etihad mengutamakan pendidikan dan juga rekrutmen, dan juga menyerukan pilot yang mungkin ingin bergabung atau belajar lebih banyak tentang maskapai ini dan peluangnya. Maskapai ini juga mengatakan bahwa pilot yang belum memenuhi kriteria Etihad tetapi mungkin ingin bergabung dengan Etihad di masa depan juga didorong untuk menghadiri roadshow atau mendaftarkan minat mereka secara online.

Ada sekitar 100 pesawat di armada Etihad, dan mereka ingin melipatgandakannya pada tahun 2030, sehingga meskipun memperhitungkan pensiun atau pergantian staf, maskapai ini membutuhkan ratusan pilot baru. Mereka sedang mencari pilot dari semua pangkat dan jenis pesawat dari seluruh armada Etihad, termasuk Airbus A380, A320 dan A350, serta pesawat kargo Boeing 777, 787 dan 777F.

Dengan perkembangan pesat dan rencana produksi sekitar 100 pesawat baru, peluang pilot sangat besar bagi mereka yang ingin membangun karir profesional yang solid dalam penerbangan komersial. Chief Operations and Guest Officer Etihad Airways John Wright mengatakan maskapai ini bangga menampilkan semua yang ditawarkan Etihad dan Abu Dhabi, sambil menambahkan bahwa mereka sedang mencari “pilot yang memiliki ambisi yang sama dengan kami.”

Pada poin terakhir tersebut, Etihad menyambut calon mitra pilot dan anggota keluarga pilot dalam roadshow tersebut. Maskapai ini ingin menunjukkan bahwa Abu Dhabi adalah tujuan luar biasa bagi individu dan keluarga mereka untuk tinggal dan membangun karier. Salah satu daya tariknya adalah sekolah-sekolah unggulan dan aktivitas berorientasi keluarga, dengan kota metropolitan Dubai yang berkembang, rumah bagi Emirates, dapat dicapai dengan berkendara singkat.

Banyak pilot yang tertarik untuk terbang dengan pesawat generasi terbaru, seperti A320neos, A350s, dan 787 Dreamliners. Jaringan internasional Etihad yang luas, yang memiliki lebih dari 70 destinasi di Timur Tengah, Afrika, Asia, Eropa, Amerika Utara, dan Australia, juga akan menarik perhatian mereka.

Saudia vs Etihad, Siapa Juara di Kelas Ekonomi?

HK Tram Green, Ikon Hong Kong yang Diakui Dunia

Trem di Hong Kong merupakan moda transportasi yang ikonik. Karena hal itu, sebagai penghormatan kepada moda transportasi ini, Pantone Color Institute menamainya sebagai HK Tram Green karena memiliki warna hijau tua. Menurut Pantone, warna ini dicirikan sebagai hijau berumput dalam yang hidup dan hijau untuk merayakan signifikan sejarah serta budaya trem yang stastusnya sebagai landmark ikonik dan diakui secara global.

Baca juga: Seperti Trem Menghantam Trotoar, Inilah Pintu Masuk Stasiun Kereta Bawah Tanah Bockenheimer Warte

Ternyata trem bersejarah ini sering disebut sebagai “ding ding” oleh penduduk setempat karena bunyi loncengnya sejak mulai dioperasikan pada tahun 1904 oleh Hong Kong Tramways. Saat ini, trem tidak hanya dinilai sebagai moda transportasi umum kota yang paling ekonomis dan ramah lingkungan, tetapi juga sebagai pengalaman budaya unik yang memungkinkan kaum urban untuk memperlambat dan menemukan kembali keindahan rumah kita.

“HK Tram Green menampilkan landmark seluler pertama yang terkenal secara global ini [trem Hong Kong] sebagai moda transportasi yang menyenangkan yang kemampuannya untuk menyatukan semua orang menumbuhkan rasa terhubung dengan orang lain dan menciptakan perasaan ramah komunitas, ” kata Laurie Pressman, wakil presiden, Pantone Color Institute yang dikutip KabarPenumpang.com dari hk.asiatatler.com.

Pressman mengatakan, warna hijau yang unik ini akan dimasukkan ke dalam koleksi enam warna yang dipilih secara khusus dari sistem warna pantone. Dia menyebutkan, bahwa pihaknya menghargai kesempatan untuk bekerja dengan HK Tramways untuk menciptakan warna yang dapat menunjukkan signifikansi sejarah dan budaya HK Tram di Hong Kong.

“Saya harap Pantone Color yang baru ini dapat membawa kegembiraan dan inspirasi bagi semua orang di kota ini. Kami ingin mengirimkan pesan bahwa dukungan Anda kepada kami sangat berarti untuk membuat kota ini bangga,” kata Cyril Aubin, Managing Director HKT.

Untuk merayakan pengumuman warna Pantone baru, Hong Kong Tramways akan berkolaborasi dengan Pengecer Rumah dan Gaya Hidup ISSHO46 untuk meluncurkan “Koleksi HK” baru yang menampilkan serangkaian barang gaya hidup yang terinspirasi dari berbagai elemen kota, termasuk trem Hong Kong, landmark dan ikon budaya lokal.

Baca juga: Ding Ding Tram, Moda Transportasi Tertua Sekaligus Termurah di Hong Kong

Terlebih lagi, Hong Kong Tramways akan merayakan hari jadinya yang ke 117 dengan acara pop-up dan hadiah akhir bulan ini. Rincian lebih lanjut akan segera diumumkan di saluran media sosial resminya, termasuk Facebook dan Instagram.

Pesawat N219 Amphibi – Simbol Optimisme Kemandirian Dirgantara dan Pertahanan Indonesia

Keberadaan Indonesia sebagai negara kepulauan membuat Indonesia membutuhkan inovasi lebih dalam bidang transportasi, khususnya untuk daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh transportasi darat. Salah satu yang dilakukan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebagai industri kedirgantaraan satu-satunya di Asia Tenggara adalah inovasi pengembangan pesawat N219 menjadi versi amphibi.

Baca juga: Hadirkan N219 Virtual Reality (VR), PT DI Targetkan Kontrak Lebih Tinggi N219 di Singapore Airshow 2024

Indonesia sebagai negara poros maritim dunia dengan 60% wilayahnya adalah perairan tentunya memiliki potensi besar untuk mengembangkan konsep wisata perairan menggunakan pesawat amphibi, yang dalam implementasinya moda transportasi alternatif ini dipercaya mampu mengakomodir kebutuhan konektivitas di lokasi destinasi wisata prioritas dan dapat menjadi angkutan logistik pendukung ekonomi kerakyatan di wilayah sekitar.

PTDI saat ini sedang menapaki babak baru untuk menjawab kebutuhan pesawat amphibi di Indonesia. Pesawat N219 yang dikembangkan menjadi varian amphibi akan dilengkapi dengan komponen float atau pengapung dari bahan komposit sebagai pengganti roda untuk pendaratan di perairan terbuka, dimana PTDI telah berdedikasi dan berkomitmen penuh dalam riset dan pengembangan pesawat N219 amphibi dengan penyertaan man hours, pemanfaatan fasilitas produksi, hingga sejumlah tes di laboraturium.

Pengembangan pesawat N219 menjadi versi amphibi juga merupakan salah satu upaya PTDI dalam menciptakan dampak pertumbuhan/spin over terhadap ekosistem industri dalam negeri, termasuk industri di daerah, salah satunya dalam hal pengembangan produksi floater di dalam negeri berikut pengoperasiannya, serta kegiatan pemeliharaan pesawat/maintenance. Menjadi perhatian khusus bagi PTDI untuk terus mengamati pertumbuhan berbagai teknologi baru di dunia aviasi, yang kelak akan berguna untuk ekosistem kedirgantaraan Indonesia dan tidak tertinggal dari para pesaing di ranah teknologi aviasi.

Adapun program pengembangan pesawat N219 amphibi merupakan bagian dari inisiatif utama Kementerian PPN RI/Bappenas dan menjadi salah satu flagship Transformasi Ekonomi Indonesia melalui strategi pembangunan industri dalam negeri. Dengan dukungan dari Kementerian PPN RI/Bappenas, program pengembangan N219 amphibi juga didorong untuk menjadi simbol pembangunan kemandirian industri pertahanan yang sejalan dengan prioritas nasional bidang pertahanan dalam RPJMN 2020-2024.

Peningkatan Kapabilitas Pertahanan dengan Pesawat N219 Amphibi
Dalam pengembangannya, pesawat N219 versi basic akan ditingkatkan performanya, untuk Maximum Take Off Weight (MTOW) dari yang sebelumnya 6.700 kg akan ditingkatkan menjadi 7.030 kg dan untuk payload dari yang sebelumnya 1.550 kg menjadi 1.900 kg, dimana penambahan floater dengan berat ± 600 kg kemudian akan menyisakan kekuatan pesawat untuk mengangkut beban hingga 1.300 kg atau setara dengan beban 17 penumpang.

Dalam pengembangan floater berbahan komposit, PTDI bekerja sama dengan AEROCET dan MOMENTUM, perusahaan pembuat Pesawat amphibi berbasis di Amerika, yang ditargetkan mendapatkan sertifikasi standar internasional dari The Federal Aviation Administration (FAA) di tahun 2026, sehingga nantinya pesawat N219 amphibi  tersebut juga dapat dikomersialisasikan secara global. Untuk pesawat N219 amphibi  sendiri ditargetkan melakukan terbang perdana di tahun 2026 dan mendapatkan sertifikasi dari Direktorat Kelaikudaraan & Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan RI di tahun 2027.

Pesawat N219 amphibi dirancang untuk mencapai kemampuan kecepatan hingga 296 km/jam pada ketinggian operasional  10.000 kaki dan kemampuan jarak tempuh hingga 231 km, serta perhitungan take off  pada jarak 1.400 m di perairan dan landing pada jarak 760 m. Berdasarkan spesifikasi kemampuan tersebut, pesawat N219 amphibi sangat cocok melayani kebutuhan wilayah kepulauan yang hanya sekedar membutuhkan water-based port, terutama untuk mendukung operasi militer di wilayah terpencil dan perbatasan yang merupakan wilayah strategis untuk menjaga kedaulatan negara.

Visi Jangka Panjang Untuk Pertahanan dan Ekonomi
Selain menargetkan Pemerintah Daerah dan Perusahaan swasta untuk melayani layanan mobilitas wilayah kepulauan, Kementerian Pertahanan RI juga membutuhkan pesawat jenis ini untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI. Pesawat N219 amphibi dapat dimanfaatkan untuk berbagai sektor, utamanya di sektor pariwisata, layanan perjalanan dinas pemerintahan, oil & gas company, layanan kesehatan masyarakat, SAR & penanggulangan bencana dan pengawasan wilayah maritim.

Investasi dalam pengembangan pesawat N219 amphibi merupakan bagian dari visi jangka panjang Pemerintah Indonesia untuk memperkuat pertahanan dan ekonomi. Dengan meningkatkan kemampuan transportasi dan logistik melalui pesawat ini, Indonesia dapat memperkuat posisi strategisnya sebagai poros maritim dunia dan memastikan kedaulatan, serta keamanan wilayahnya secara berkelanjutan.

PT DI dan Bappenas Optimalkan Pesawat N219 untuk Pariwisata Bali

A340-500 Pensiun, Kini Rute Jarak Jauh Non-stop Singapore Airlines ke AS Gunakan A350-900ULR

Sebagai maskapai papan atas, Singapore Airlines menjadi yang paling terdepan dalam peremajaan armada. Seperti untuk melayani rute penerbangan non-stop prestisius antara Singapura – Newark, New Jersey (Bandara Internasional Newark Liberty), Singapore Airlines telah mengganti jenis pesawatnya, dari yang awalnya menggunakan Airbus A340-500 kini menggunakan Airbus A350-900ULR (Ultra Long Range).

Baca juga: Hari ini 20 Tahun Lalu, A340-500 Singapore Airlines Lakukan Penerbangan Non-stop Jarak Jauh Pertama 16.600 Km!

Singapore Airlines menggantikan A340-500 dengan Airbus A350-900ULR (Ultra Long Range) untuk melayani rute jarak jauh mereka, termasuk penerbangan non-stop dari Singapura ke Newark. Resminya, Pada tahun 2013, Singapore Airlines menghentikan penerbangan non-stop jarak jauh menggunakan A340-500 dan memensiunkan seluruh pesawat A340-500 dari armada mereka.

Airbus A350-900ULR sekarang digunakan untuk penerbangan non-stop seperti Singapura ke Newark dan Singapura ke Los Angeles, melanjutkan tradisi penerbangan jarak jauh yang dimulai dengan A340-500. A350-900ULR memiliki efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi dibandingkan dengan A340-500, memungkinkan penerbangan jarak jauh dengan biaya operasional yang lebih rendah.

A350-900ULR dapat menampung lebih banyak penumpang dengan konfigurasi kabin yang lebih nyaman, termasuk kursi yang dapat direbahkan sepenuhnya di kelas bisnis. A350-900ULR dilengkapi dengan teknologi terbaru dalam hal avionik, struktur pesawat, dan kenyamanan kabin, memberikan pengalaman terbang yang lebih baik bagi penumpang.

Dengan dua mesin jet, A350-900ULR dirancang khusus untuk penerbangan jarak jauh dengan jangkauan hingga 9.700 mil laut (18.000 km).

Terima Airbus A350-900ULR, Singapore Airlines Siap Terbang ke New Jersey Non-Stop

Sin