Apakah Pilot Boleh Tidur Selama Pesawat dalam Mode Autopilot?

Hadirnya teknologi autopilot membuat tugas dan beban kerja pilot dalam menerbangkan pesawat dari bandara awal sampai ke bandara tujuan jadi lebih ringan. Karenanya, tak sedikit yang menduga bahwa pilot sering kali tidur dan membiarkan fotur autopilot bekerja. Benarkah demikian?

Baca juga: Ketika Penerbangan Jarak Jauh, Apa Saja Sih Yang Dilakukan Pilot?

Kita tahu, sebelum memulai penerbangan, pilot dan kopilot biasanya akan bertemu untuk membahas berbagai hal, seperti rute yang dilalui, bahan bakar minimum (bergantung pada jumlah awak, penumpang, kargo, cuaca, dan kemungkinan rintangan selama penerbangan), informasi cuaca, dan informasi bandara tujuan serta bandara yang dilalui sepanjang perjalanan.

Semua itu menjadi kewajiban pilot sebelum memulai penerbangan dan memegang peran vital terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan.

Saat sudah di kokpit dan sebelum lepas landas, pilot sibuk melakukan berbagai hal, mulai dari mengecek prosedur boarding oleh kru kabin, berkomunikasi dengan teknisi, staf pengisian bahan bakar Avtur, serta petugas lainnya yang berkepentingan.

Pilot juga harus berkomunikasi dengan teknisi terhadap hasil pemeriksaan pesawat untuk dinyatakan laik tidaknya terbang. Demikian juga dengan petugas pengisian bahan bakar. Ia akan memberikan semacam slip untuk mengkonfirmasi jumlah bahan bakar yang diisi dan itu membutuhkan tanda tangan pilot.

Sampai urusan manifes penumpang sekalipun, pramugari harus melaporkannya kepada pilot, termasuk ada tidaknya penumpang yang mencurigakan. Singkatnya, sejak sebelum lepas landas, pilot sangat sibuk.

Setelah pilot dan kopilot puas dengan berbagai informasi yang dibutuhkan dan setelah seluruh persiapan penerbangan rampung, mereka akan meminta kru kabin untuk menutup pintu pesawat, pushback, dan lepas landas atas izin dari petugas ATC.

Di tiga menit awal penerbangan, ini adalah waktu-waktu kritis dan termasuk dalam critical eleven, dimana pilot kopilot sangat fokus dan hati-hati dalam menerbangkan pesawat. Di momen ini pesawat rawan terjadi kecelakaan karena sedang memacu mesin di kecepatan tinggi untuk climbing mencapai ketinggian jelajah.

Saat sudah mencapai ketinggian jelajah, pilot biasanya akan mengaktifkan mode autopilot. Sistem autopilot akan mengontrol banyak hal, mulai dari navigasi, komunikasi elektronik, cuaca, lintasan penerbangan, terbang ke bandara tujuan, bahkan sedikit bermanuver menghindari cuaca buruk. Jadi, pilot bisa sedikit bersantai. Lantas, ketika pesawat dalam mode autopilot apakah pilot diperbolehkan tidur?

Menurut Eric Auxier, kapten pilot Boeing 777, seperti dikutip dari Quora, jawabannya adalah tidak. Pilot tidak boleh tidur saat pesawat dalam mode autopilot. Lantas, apa yang dilakukan pilot saat pesawat dalam kendali autopilot? Banyak hal dan yang paling utama adalah mengawasi kinerja autopilot dengan memperhatikan indikator cuaca, ketinggian, angin, kecepatan, sudut kemiringan, dan lainnya.

Baca juga: Apakah Pendaratan Autopilot Lebih Sulit atau Lebih Mulus Dibanding Pendaratan Secara Manual?

Ia melanjutkan, pilot yang kedapatan tertidur akan mendapatkan sanksi tegas dari maskapai tempatnya berkerja ataupun dari regulator. Pilot tertidur saat dalam penerbangan adalah tindakan ilegal. Sedang satu pilot saja ilegal apalagi kedua pilot (kapten dan kopilot) tertidur bersamaan, itu lebih parah.

Pilot sebetulnya diizinkan regulator dan maskapai tidur dalam penerbangan. Tetapi, bukan tidur di kokpit melainkan tidur di ruang khusus untuk kru istirahat. Biasanya dalam penerbangan jarak jauh dengan catatan di kokpit tetap ada dua pilot yang menjalankan penerbangan. Artinya, ada pilot pengganti.

Pilot dan Kopilot Ketiduran, Ternyata Ada yang ‘Lebih Parah’ dari Kasus Batik Air

Meski pada pesawat penumpang modern telah dibekali fitur autopilot, tapi bukan berarti pilot dan kopilot lantas bisa ‘tidur’ dan mengabaikan kesiagaan. Seperti apa yang terjadi pada penerbangan Batik Air dari Kendari, Sulawesi Tenggara ke Jakarta pada 25 Januari 2024, telah membuat geger dunia penerbangan, pasalnya pilot dan kopilot ternyata ketiduran selama 28 menit.

Hari Ini, 92 Tahun Lalu, Bandara Tersibuk di Dunia Mulai Pamer ILS untuk Pendaratan Malam Hari

Pada hari ini, 92 tahun lalu, bertepatan dengan 12 Maret 1932, bandara tersibuk di dunia saat itu, Bandara Newark, Amerika Serikat (AS), mulai menambah alat bantu pendaratan malam hari, melengkapi yang sudah ada. Di era seperti sekarang, teknologi pendaratan malam hari mungkin biasa. Namun di masa lalu, teknologi itu cukup langka dan membawa masa depan industri penerbangan ke arah yang lebih cerah.

Baca juga: Ada 15 Makna Lampu Warna-warni di Runway Bandara, Sudah Tahu?

Dari penelusuran di berbagai sumber, hampir tak ada yang menjelaskan dengan detail alat bantu pendaratan malam hari apa yang dimaksud di atas. Tetapi, di tahun-tahun itu, industri dirgantara Negeri Paman Sam memang sedang fokus pada percobaan sistem instrument landing system (ILS) yang kick offnya dimulai pada tahun 1929.

Ketika itu Administrasi Aeronautika Sipil (CAA) mengizinkan pemasangan sistem ini tahun 1931 di enam bandara, salah satunya Bandara Newark selaku bandara tersibuk di dunia saat itu. Pendaratan pertama maskapai sipil AS terjadwal menggunakan ILS terjadi pada 26 Januari 1938, dimana sebuah Boeing 247-d Pennsylvania-Central Airlines terbang dari Washington, D.C., menuju Pittsburgh dan mendarat dalam badai salju menggunakan satu-satunya ILS.

Kehadiran ILS di Bandara Newark yang ketika itu dinobatkan jadi bandara tersibuk di dunia sampai Bandara LaGuardia dibuka pada bulan Desember 1939, tentu sangat membantu pergerakan pesawat. Bila sebelumnya tak semua pesawat bisa melakukan pendaratan malam di bandara ini, ketika alat bantu dipasang, seluruhnya bisa mendarat dengan aman.

Muara dari semua itu, jumlah pesawat mendarat di bandara itu pun meningkat dari semula 28.000 pendaratan di tahun 1930 menjadi jauh meningkat setelah alat bantu itu dipasang.

Dirunut dari definisinya, ILS adalah sistem pemandu pendaratan pesawat dengan menggunakan instrument elektronika. Sistem ini membantu pesawat udara untuk mendarat tepat pada centre line (garis tengah) runway dan dengan sudut pendaratan yang tepat.

Pemanduan dilakukan agar pilot mengetahui jarak pesawat terhadap area pendaratan (touchdown zone) pada runway. Pemanduan dilakukan untuk mengatur posisi kanan kiri (center line) pesawat, sehingga dapat landing dengan tepat di garis tengah landasan.

Baca juga:Dalam Kondisi Berkabut, Penggunaan ILS Bukan Jaminan Penerbangan Bakal Lebih Efisien

Pemanduan dilakukan juga untuk mengatur posisi atas bawah pesawat, sehingga dapat landing dengan tepat pada sudut ± 3° terhadap landasan. ILS terdiri dari tiga komponen peralatan berdasarkan fungsi pemanduannya yaitu Marker Beacon, Localizer, dan Glide Slope.

Saat ini, setelah didemonstrasikan di AS sejak puluhan tahun lalu, penggunaan ILS sudah menjadi barang umum yang hampir bisa ditemukan di seluruh bandara besar di seluruh dunia. Dengan ILS maka standar keselamatan penerbangan menuju suatu bandara dapat lebih terjamin. Penerbangan yang dilakukan malam hari dapat berlangsung dengan adanya ILS, pun pilot dapat mendaratkan pesawat tatkala cuaca buruk dengan sudut pandang terbatas, itu juga dapat dilakukan berkat adanya ILS.

Puing Pesawat yang Ditemukan Tahun 2019 Dikonfirmasi Berasal dari Boeing 777-200ER MH-370

Puing yang ditemukan di Pantai Antsiraka, Madagaskar pada tahun 2019 telah dikonfirmasi secara independen berasal dari pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200ER yang telah lama hilang pada 8 Maret 2014. Bagian itu, awalnya dianggap sebagai puing-puing laut. Namun, setelah dilakukan investigasi secara mendalam, dapat dipastikan bahwa puing yang ditemukan tersebut adalah bagian dari pintu roda hidung pesawat.

Baca juga: Hari ini dalam Sejarah, Malaysia Airlines Flight 370 Hilang, Jadi Misteri Dirgantara Terbesar di Dunia 

Konfirmasi tersebut disampaikan aerospace engineer, Richard Godfrey. Hilangnya penerbangan MH370 tetap diselimuti misteri, bahkan hampir satu dekade setelah kejadian tersebut. Pesawat 777 Malaysia Airlines yang telah lama hilang, terdaftar sebagai 9M-MRO, lepas landas dari hub maskapai di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KUL) pada pukul 00:42 waktu setempat, dalam perjalanan menuju Bandara Internasional Ibukota Beijing (PEK). Pesawat tersebut diharapkan tiba di Beijing pada pukul 6:30, sementara kontak suara terakhirnya dengan kontrol lalu lintas udara terjadi hanya 37 menit setelah keberangkatannya, yakni pada pukul 01:19.

Puing-puing yang baru dikonfirmasi awalnya ditemukan oleh Blaine Gibson, seorang pemburu bangkai kapal yang tengah berada di Madagaskar pada tahun 2019. Puing serupa juga ditemukan di lokasi yang sama pada 12 Juni 2016, dan dipastikan lebih cepat menjadi roda hidung kanan depan. pintu dari 9M-MRO.

Studi Godfrey tentang puing-puing mencakup perbandingan ketebalan dan kerapatan material dengan puing-puing serupa lainnya. Dia menulis ringkasan singkat dari temuan bersama dengan gambar dari puing-puing yang dapat dilihat di sini.

Dalam rangkumannya, Godfrey menulis bahwa benda tersebut sangat mirip dengan puing-puing lain yang ditemukan di pantai yang sama (dikenal sebagai “Broken O Panel”), serta di Semenanjung Antsiraka, Madagaskar.

“Benda puing telah muncul kembali yang pertama kali dilaporkan Blaine Gibson pada tahun 2019. Benda itu dianggap sebagai sampah laut oleh Mike Exner dan Don Thompson pada saat itu. Ini adalah puing-puing kedua yang berhubungan dengan pintu roda hidung yang telah ditemukan di lokasi yang sama di pantai Antsiraka, Madagaskar… Barang tersebut sangat mirip dengan barang puing yang ditemukan di rumah seorang nelayan bernama Tataly di Semenanjung Antsiraka di Madagaskar pada 17 November 2022. Broken O Panel ditemukan di pantai yang sama dalam rentang waktu yang sama.”

Baca juga: Penyidik Asal Australia Temukan Puing yang Dianggap Sebagai Serpihan Malaysia Airlines MH370!

Menurut rangkuman Godfrey, penelitiannya terhadap benda tersebut mengarah pada kesimpulan bahwa benda tersebut berasal dari penerbangan MH370 karena item tersebut menyertakan perlindungan terhadap serangan cahaya, lapisan catnya, struktur sandwich sarang lebah non logam, dimensi dan bobotnya yang sesuai dengan benda tersebut. bagian asli, serta dimensi dan warna huruf yang sesuai dengan yang terdapat pada pesawat aslinya. Otoritas penerbangan resmi belum menguatkan temuan tersebut.

Program Loyalitas, Garuda Indonesia dan UOB Luncurkan “Garuda Indonesia UOB Card”

Garuda Indonesia bersama dengan UOB Indonesia pada hari ini, Jumat (8/3) meluncurkan “Garuda Indonesia UOB Card” (GIUC). Adapun GIUC tersebut merupakan bagian dari komitmen kerja sama cobrand yang secara fundamental telah berlangsung sejak tahun 2006 lalu bersama Citibank sebagai bank partner dan merupakan tindak lanjut dari proses migrasi layanan dari Citibank ke UOB.

Baca juga: Inilah 5 Kasus Serangan Siber yang Terkenal dalam Dunia Maskapai Penerbangan 

Mengusung tema “From Shops to Skies”, para anggota GarudaMiles yang juga merupakan pengguna GIUC dapat menikmati sejumlah fitur dan keuntungan istimewa di antaranya adalah dapat menikmati ekstra bagasi 20 kg secara cuma-cuma, bonus aktivasi 25.000 miles, mendapatkan hingga 3x miles untuk setiap transaksi di Garuda Indonesia dan 2x miles untuk transaksi retail lainnya minimal Rp20.000,- dan kelipatannya, hingga mendapatkan keanggotaan GarudaMiles Platinum sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa peluncuran GIUC ini merupakan wujud dari komitmen Garuda Indonesia dalam memberikan kenyamanan lebih bagi sedikitnya 2 juta anggota GarudaMiles untuk menikmati berbagai nilai tambah layanan penerbangan dan perbankan.

Selain berkesempatan mendapatkan bonus aktivasi 25.000 miles dan fitur ekstra bagasi, Garuda Indonesia juga menawarkan kepada anggota GarudaMiles yang telah menjadi anggota kartu Cobrand GIUC maupun pengguna jasa yang baru mengajukan kartu GIUC di lokasi acara untuk mendapatkan diskon redemption 40% untuk pembelian tiket penerbangan Garuda Indonesia dengan periode penerbangan hingga Desember 2024.

CityAirbus NextGen Memulai Debutnya di Donauwörth, Terbang Perdana Akhir Tahun

Dari Donauwörth, Jerman, pada 7 Maret 2024, Airbus Helicopters telah memperkenalkan prototipe CityAirbus NextGen kepada publik, menjelang penerbangan perdananya akhir tahun ini. CityAirbus kelas dua ton, dengan rentang sayap sekitar 12 meter, sedang dikembangkan untuk terbang dengan jangkauan 80 km dan mencapai kecepatan jelajah 120 km per jam, sehingga sangat cocok untuk operasi di kota-kota besar dalam berbagai kondisi dan misi.

Baca juga: Airbus Gandeng MAGicALL, Kembangkan Motor Listrik Taksi Udara eVTOL CityAirbus NextGen

Peresmian ini bertepatan dengan pembukaan pusat pengujian CityAirbus baru di Donauwörth, yang akan didedikasikan untuk sistem electric vertical takeoff and landing vehicles (eVTOLs).

Pusat tersebut, yang merupakan bagian dari investasi berkelanjutan dan jangka panjang Airbus dalam Advanced Air Mobility (AAM), mulai beroperasi dengan penyalaan CityAirbus NextGen pada bulan Desember 2023 dan sekarang akan digunakan untuk sisa pengujian yang diperlukan sebelum prototipe tersebut diluncurkan. penerbangan perdananya di akhir tahun.

Pengujian ini mencakup motor listrik dengan delapan rotornya serta sistem pesawat lainnya seperti kontrol penerbangan dan avionik.

Pada saat yang sama, Airbus memperluas jaringan dan kemitraan globalnya untuk menciptakan ekosistem unik yang akan mendorong pasar AAM yang sukses dan berkelanjutan. Airbus baru-baru ini menandatangani perjanjian kemitraan dengan LCI, sebuah perusahaan penerbangan terkemuka, untuk fokus pada pengembangan skenario kemitraan dan model bisnis di tiga bidang inti AAM: strategi, komersialisasi, dan pembiayaan.

Jeju Air dan Eve Air Mobility Luncurkan Buku Putih Operasional eVTOL di Pulau Jeju

Daop 2 Siapkan 6 KA Tambahan Masa Angkutan Lebaran 2024, Total 365.692 Tiket Lebaran

Daop 2 Bandung mengoperasikan enam kereta api tambahan untuk melayani masa angkutan Lebaran periode keberangkatan 31 Maret – 21 April 2024. Total, Daop 2 menambah 76.428‬ tempat duduk KA Jarak Jauh atau rata-rata 3.474 tempat duduk per hari. Tiket dijual mulai hari Kamis, 07 Maret 2024 pukul 00.00 WIB.

Baca juga: Ratusan Ribu Penumpang KA Argo Parahyangan Pindah ke Whoosh, KAI: Belum Ada Penurunan Signifikan

Manager Humas Daop 2 Bandung, Ayep Hanapi mengatakan, pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, contact center 121 dan berbagai mitra penjualan resmi yang bekerja sama dengan KAI.

“Dengan ditambahnya 6 KA tambahan tersebut, total Daop 2 Bandung menyiapkan 365.692 tempat duduk untuk mengakomodir tingginya minat masyarakat guna mudik menggunakan KA pada momen Lebaran 2024. Dioperasikannya KA tambahan ini menunjukkan kesiapan Daop 2 dalam menyediakan sarana transportasi bagi pelanggan yang ingin melakukan perjalanan di masa Lebaran, serta merupakan wujud komitmen untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” kata Ayep.

Adapun KA Tambahan pada masa angkutan Lebaran 2024 di Daop 2 Bandung yaitu:

1. Pasundan Tambahan relasi Kiaracondong – Surabaya Gubeng (PP) keberangkatan dari Stasiun Kiaracondong pukul 09.00 WIB
2. Kutojaya Selatan Tambahan relasi Kiaracondong – Kutoarjo (PP) keberangkatan dari Stasiun Kiaracondong pukul 23.00 WIB
3. Ciremai Pagi relasi Bandung – Semarang Tawang Bank Jateng (PP) keberangkatan dari Stasiun Bandung pukul 06.10 WIB
4. Argo Parahyangan Tambahan relasi Bandung – Gambir (PP) keberangkatan dari Stasiun Bandung pukul 19.45 WIB
5. Lodaya Tambahan relasi Bandung – Solo Balapan (PP) keberangkatan dari Stasiun Bandung pukul 10.15 WIB
6. Lodaya Tambahan relasi Bandung – Solo Balapan (PP) keberangkatan dari Stasiun Bandung pukul 21.20 WIB

Berikut Jadwal Perjalanan KA regular dari Wilayah Daerah Operasi 2 Bandung:

1. KA 92 Lodaya Pagi relasi Bandung – Solobalapan berangkat Bandung 06.55 datang Solobalapan 14.59
2. KA 6 Argo Wilis relasi Bandung – Surabaya Gubeng berangkat Bandung 07.40 datang Surabaya Gubeng 17.35
3. KA 182 Baturraden Ekspres relasi Bandung – Purwokerto berangkat Bandung 08.10 datang Purwokerto 14.52
4. KA 7014A Malabar relasi Bandung – Malang berangkat Bandung 09.40 datang Malang 22.55
5. KA 144 Ciremai relasi Bandung – Semarang Tawang Bank Jateng berangkat Bandung 17.00 datang Semarang Tawang Bank Jateng 01.09
6. KA 122 Malabar relasi Bandung – Malang berangkat Bandung 17.20 datang Malang 06.34
7. KA 66 Turangga relasi Bandung – Surabaya Gubeng berangkat Bandung 18.10 datang Surabaya Gubeng 04.21
8. KA 94 Lodaya Malam relasi Bandung – Solobalapan berangkat Bandung 19.00 datang Solobalapan 03.00
9. KA 86 Mutiara Selatan relasi Bandung – Surabaya Gubeng berangkat Bandung 20.00 datang Surabaya Gubeng 07.08
10. KA 126 Harina Bandung – Surabaya Gubeng berangkat Bandung 20.55 datang Surabaya Gubeng 08.09
11. KA 240 Pasundan relasi Kiaracondong – Surabaya Gubeng berangkat Kiaracondong 10.15 datang Surabaya Gubeng 23.54
12. KA 252 Serayu relasi Pasar Senen – Kiaracondong – Purwokerto berangkat Kiaracondong 13.21 tiba di Purwokerto 20.12
13. KA 251 Serayu relasi Purwokerto – Kiaracondong – Pasar Senen berangkat Kiaracondong 12.47 datang Pasar Senen 16.36
14. KA 260 Kutojaya Selatan relasi Kiaracondong – Kutoarjo berangkat Kiaracondong 20.50 datang Kutoarjo 03.55
15. KA 238 Kahuripan relasi Kiaracondong – Blitar berangkat Kiaracondong 22.15 datang Blitar 12.10
16. KA 256 Serayu relasi Pasar Senen – Kiaracondong – Purwokerto berangkat Kiaracondong 23.53 datang Purwokerto 06.44
17. KA 255 Serayu relasi Purwokerto – Kiaracondong – Pasar Senen berangkat Kiaracondong 00.15 datang Pasar Senen 04.07
18. KA 7027A Pangandaran relasi Banjar – Gambir berangkat Banjar 16.55 datang Gambir 00.49
19. KA 7047 Papandayan relasi Garut – Gambir berangkat Garut 12.30 datang Gambir 17.45
20. KA 267 Cikuray relasi Garut – Pasar Senen berangkat Garut 06.30 datang Pasar Senen 12.35
21. KA 43 Argo Parahyangan relasi Bandung – Gambir berangkat Bandung 06.00 datang Gambir 08.45
22. KA 49 Argo Parahyangan relasi Bandung – Gambir berangkat Bandung 09.35 datang Gambir 12.45
23. KA 51 Argo Parahyangan relasi Bandung – Gambir berangkat Bandung 10.50 datang Gambir 13.50
24. KA 7045 Argo Parahyangan relasi Bandung – Gambir berangkat Bandung 19.55 datang Gambir 22.50

Baca juga: Klarifikasi KCIC Usai 31 Penumpang Ketinggalan Kereta Cepat Whoosh: KA Feeder Dioperasikan Daop 2 KAI

Sementara itu, berdasarkan pantauan pada Kamis, 7 Maret 2024 pukul 09.00 WIB, tiket KA Jarak Jauh pada masa Angkutan Lebaran 2024 yang telah terjual untuk keberangkatan KA pada periode 31 Maret s/d 21 April 2024 adalah 94.418 tiket atau 26 % dari total keseluruhan tiket yang sudah bisa dipesan. Jumlah tersebut masih akan bertambah, karena penjualan masih terus berlangsung.

Untuk informasi lebih lanjut terkait KA Tambahan dan penjualan tiket pada masa Angkutan Lebaran, masyarakat dapat cek dari aplikasi Access by KAI dan menghubungi Customer Service di stasiun serta Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

Hari ini dalam Sejarah, Malaysia Airlines Flight 370 Hilang, Jadi Misteri Dirgantara Terbesar di Dunia

Hari ini, satu dekade lalu yang bertepatan dengan 8 Maret 2014, menjadi momen terkelam sekaligus paling misterius dalam dunia kedirgantaraan global, yakni hilangnya pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines Flight 370, yang berangkat dari Kuala Lumpur dengan tujuan Beijing. Disebut sebagai misteri dirgantara terbesar, pasalnya tidak jelas keberadaan (posisi) pesawat dengan 227 penumpang dan 12 awak tersebut.

Baca juga: Lokasi Jatuhnya Pesawat MH370 Ditemukan! Hanya 28 Km dari Lokasi Pencarian Terakhir

Dengan pencarian besar-besaran yang melibatkan banyak negara dengan kocek hingga US$200 juta, pun sampai saat ini belum ada titik pasti jatuhnya MH370, bahkan serpihan definif pesawat itu belum dapat teridentifikasi. Raibnya MH370 tanpa jejak sontak melahirkan banyak spekukasi dan beragam teori konspirasi.

Sejauh ini, klaim penemuan lokasi MH370 oleh beberapa peneliti belum berujung fakta. Dan sejak Juni 2018 silam, proses pencarian telah resmi dihentikan. Pemerintah Malaysia pun juga telah memberikan penekanan, bahwa proses pencarian akan kembali dilanjutkan bila terdapat petunjuk-petunjuk baru yang lebih kuat.

“8 Maret adalah hari yang penuh dengan ambivalensi. Di satu sisi, ini berfungsi sebagai kesempatan untuk mengekspresikan perasaan kami sambil menarik perhatian, tetapi di sisi lain, kami khawatir itu akan merobek luka semua orang lagi,” kata Jiang, yang ibunya menjadi salah satu penumpang pesawat nahas tersebut, seperti dikutip dari Global Times.

Penelitian terakhir menunjukkan bahwa lintasan terakhir MH370 kemungkinan besar di sepanjang jalur selatan atau sepanjang E93.7875 ° bujur. Area pencarian prioritas tertinggi terapat di 6.719 NM2 (23.050 km2) mengasumsikan tidak ada input pilot setelah kehabisan bahan bakar. Area pencarian prioritas tertinggi berikutnya mencakup 6.300 NM2 (22.000 km2), dan mengasumsikan ada luncuran ke arah selatan setelah kehabisan bahan bakar. Prioritas terendah adalah luncuran terkendali ke arah yang tak beraturan dengan luas sekitar 48.400 NM2 (166.000 km2).

Baca juga: Satelit AS Temukan Pesawat MH370 di Hutan Kamboja! Cina dan Rusia Turun Tangan

Pada Desember 2021, Insinyur penerbangan asal Inggris, Richard Godfrey, mengklaim telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines MH370 yang hilang kontak sejak 8 Maret 2014 silam. Pesawat nahas itu berada di 1.993 km sebelah barat Perth, 28 km dari lokasi pencarian terakhir oleh kapal AS pada tahun 2018 dan terletak 4.000 meter di dasar laut.

Hari ini, 49 Tahun Lalu, Yakolev Yak-42 Terbang Perdana, Pesawat Soviet Pertama dengan Tiga Mesin Jet

Hari ini, 49 tahun lalu, bertepatan dengan 7 Maret 1975, terbang perdana Yakovlev Yak-42, pesawat penumpang bermesin jet yang dikembangkan oleh biro desain pesawat Uni Soviet, Yakovlev. Pesawat ini dirancang untuk menggantikan pesawat penumpang bermesin turboprop yang lebih tua dengan pesawat bermesin jet yang lebih efisien dan modern.

Yak-42 adalah pesawat jet pertama dari desain Soviet yang menggunakan tiga mesin jet, dengan satu mesin dipasang di bagian ekor pesawat dan dua mesin lainnya dipasang di sayap. Konfigurasi ini memberikan pesawat keunggulan dalam hal performa dan efisiensi bahan bakar dibandingkan dengan pesawat bermesin turboprop sebelumnya.

Hari Ini, 56 Tahun Lalu, Yakovlev Yak-40 Pesawat Buatan Uni Soviet Pertama dan Satu-satunya Miliki Sertifikasi Barat

Pesawat ini memiliki kapasitas sekitar 120-150 penumpang tergantung pada konfigurasi kelas, dan digunakan untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah. Yak-42 menjadi populer di Uni Soviet dan negara-negara Blok Timur lainnya, dan juga diekspor ke beberapa negara di luar wilayah tersebut.

Yakovlev Yak-42 memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya menjadi pesawat yang cukup populer pada masanya, seperti Yak-42 adalah pesawat bermesin jet pertama dari desain Soviet yang menggunakan konfigurasi tiga mesin, dengan satu mesin dipasang di bagian ekor pesawat dan dua mesin lainnya dipasang di sayap. Konfigurasi ini memberikan pesawat keunggulan dalam hal performa, efisiensi bahan bakar, dan keandalan.

Dengan kapasitas sekitar 120-150 penumpang tergantung pada konfigurasi kelas, Yak-42 mampu mengangkut jumlah penumpang yang lebih besar dibandingkan dengan pesawat bermesin turboprop sebelumnya, yang membuatnya cocok untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah.

Yak-42 memiliki performa yang baik dalam hal kecepatan, ketinggian penerbangan, dan jangkauan, yang membuatnya cocok untuk berbagai rute penerbangan.

Pesawat ini dilengkapi dengan kabin yang luas dan nyaman, serta fasilitas penumpang yang memadai untuk menjadikan perjalanan penumpang lebih nyaman.

Hari Ini, 60 Tahun Lalu, Ilyushin Il-62 Terbang Perdana dan Jadi Pesawat Terbesar di Dunia

Meskipun Yak-42 memiliki berbagai keunggulan ini, pesawat ini juga memiliki kelemahan, termasuk tingkat kebisingan yang tinggi dan biaya operasional yang relatif tinggi dibandingkan dengan pesawat bermesin jet modern lainnya.

Total, sekitar 180 unit Yakovlev Yak-42 diproduksi antara tahun 1977 dan 2003. Meskipun beberapa pesawat masih beroperasi di beberapa negara, penggunaan Yak-42 telah berkurang secara signifikan seiring dengan pengenalan pesawat bermesin jet yang lebih modern dan efisien.

Pertama di Eropa, Swedia Luncurkan Sistem Pemesanan Terpusat untuk Transportasi Umum

Swedia menjadi negara pertama di Eropa yang menggunakan standar online OSDM (Open Sales and Distribution Model) untuk proses pemesanan angkutan umum di tingkat nasional dengan peluncuran Sistem Distribusi Nasional – National Distribution System (NDS) yang dikembangkan oleh Samtrafiken, yang memungkinkan pelanggan memesan tiket dari lebih dari 50 kereta api Swedia dan operator bus.

Baca juga: Cegah Kecelakaan Kereta Api, Swedia Kembangkan Robot Inspeksi dan Maintenance Canggih

Sistem yang dikembangkan bersama perusahaan teknologi perjalanan Estonia, Turnit, menghubungkan pengguna ke beberapa platform pemesanan dari satu situs pusat, sehingga memudahkan perencanaan perjalanan menggunakan layanan dari beberapa operator kereta api.

NDS menghubungkan tiket bus dan kereta api dari penyedia termasuk perusahaan kereta api nasional Swedia SJ, Vy Group dari Norwegia, Arlanda Express, dan MTRX serta 21 otoritas transportasi umum regional independen di negara Skandinavia tersebut.

Dikembangkan oleh International Union of Railways, OSDM memberikan standar internasional untuk platform pemesanan angkutan umum guna mendorong akses yang lebih mudah bagi pelanggan untuk memesan layanan kereta internasional.

Melesat 200 Km Per Jam, Arlanda Express Jadi Kereta Bandara Tercepat