“Air Navigation Charges,” Biaya Jasa Navigasi ATC Saat Pesawat Melintas di Suatu Negara

Pernahkah Anda membayangkan ada berapa negara yang dilewati sebuah pesawat ketika melakoni perjalanan jarak jauh? Sebut saja Angkutan Haji dari Indonesia menuju Madinah, berapa banyak negara yang dilewati oleh pesawat tersebut? Nah, jangan kira bahwa setiap maskapai yang melintasi ruang udara suatu negara hanya bermodalkan ‘permisi’ saja tanpa mengisi kas negaranya. Tentu saja semuanya ada perhitungan dan tidak ada yang gratis untuk bisnis serumit penerbangan internasional!

Baca Juga: Mengenal Serba Serbi dan Peran Air Traffic Controller

Sebenarnya topik pembahasan kali ini bisa dikategorikan sebagai ‘the untold story’ karena jarang ada yang membahasnya dan terlalu technical. Namun redaksi KabarPenumpang.com akan berusaha untuk menyederhanakannya agar bisa menambah wawasan Anda semua.

Adalah Air Navigation Charges, sebuah bea yang harus dibayarkan oleh pihak maskapai kepada negara yang dilintasinya. Sederhananya seperti ini, sebut saja Anda sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Madinah untuk menunaikan Ibadah Haji atau Umrah dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Diasumsikan dalam penerbangan tersebut, pesawat yang Anda tumpangi akan melintasi Singapura, Malaysia, India, Pakistan, Iran, dan Arab Saudi.

Dari Jakarta, pesawat Garuda Indonesia tersebut akan dibimbing oleh Air Traffic Control (ATC) yang masuk ke dalam teritorial Indonesia hingga pada akhirnya harus handover atau pindah tangan ke petugas ATC Singapura yang kebagian giliran untuk membimbing penerbangan Anda. Sama halnya seperti ATC di Indonesia, nantinya ATC yang masuk ke dalam region Singapura akan membimbing penerbangan Anda hingga keluar dari teritorial udaranya. Begitupun selanjutnya hingga penerbangan Anda tiba di Madinah.

Tentu saja, bimbingan penerbangan oleh ATC selama pesawat Garuda ini melintasi suatu negara dikenakan biaya – dan itulah yang disebut dengan air navigation charges.

Mungkin beberapa dari Anda akan bertanya, “Mengapa pesawat perlu dibimbing? Bukankah pesawat modern sudah dilengkapi dengan sistem autopilot dan radar yang akan menggantikan tugas pilot selama di udara?”

Sejatinya, bimbingan yang dilakukan oleh petugas ATC di suatu negara ditujukan agar pesawat bisa melintasi jalur penerbangan dengan aman. Dari kendali ATC di negara yang dilintasi, dapat diarahkan kecepatan dan ketinggian pesawat yang direkomendasikan, lagi-lagi semua guna menjamin yang namanya keselamatan penerbangan, menghindarkan risiko dari potensi tabrakan di udara karena lalu lintas yang padat misalnya.

Baca Juga: Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote

Bea yang dibayarkan oleh pihak maskapai ini nantinya akan masuk ke dalam kas negara melalui operator udara masing-masing negara – kalau di Indonesia namanya Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau yang biasa disingkat AirNav. Kendati terdengar easy money, namun proses pembayaranya terbilang lama. Mengingat diperlukannya pencocokan data dari pihak maskapai dan negara terkait.

Selain proses pembayarannya yang lama, proses penghitungan beanya pun tidaklah semudah mengerjakan soal matematika level Sekolah Dasar (SD). Ada banyak variabel yang wajib diperhatikan, seperti bobot pesawat, durasi pesawat saat melintasi suatu ruang udara negara tertentu, dan masih banyak lagi.

Japan Coast Guard Pesan Tiga Unit H225 “Super Puma” dari Airbus Helicopters

Penjaga Pantai Jepang (Japan Coast Guard/JCG) telah melakukan pemesanan tambahan sebanyak tiga helikopter H225, menjadikan total armada H225 yang dimilikinya menjadi 18 unit. Operator Super Puma terbesar di Jepang ini telah menerima tiga H225 pada bulan Desember 2023 dan satu unit lagi pada bulan Februari 2024. Helikopter baru ini akan mendukung kegiatan teritorial pesisir, penegakan hukum maritim, serta mitigasi bencana di Jepang.

Baca juga: Ternyata! British Airways Pernah Operasikan Helikopter Angkut Berat CH-47 Chinook

“Japan Coast Guard telah menjadi operator aktif helikopter Super Puma Family selama tiga dekade. Pesanan lanjutan ini menunjukkan kepercayaan mereka terhadap produk dan layanan pendukung kami,” kata Jean-Luc Alfonsi, Managing Director Airbus Helicopters di Jepang. “Kami percaya H225 adalah pilihan yang tepat untuk misi penting JCG dalam hal penegakan hukum, serta perlindungan pantai dan pulau, mengingat fleksibilitas helikopter ini dalam berbagai kondisi cuaca. Kami berkomitmen untuk mendukung secara penuh baik armada yang sudah ada, maupun pengiriman yang akan datang, untuk memastikan kesiapan operasinya.”

Armada H225 yang dioperasikan JCG didukung oleh HCare Smart milik Airbus. Program ini memungkinkan JCG untuk fokus pada operasional penerbangan, sementara Airbus mengelola asetnya.

Sebagai anggota terbaru dari Super Puma Family, H225 dikenal memiliki performa kerja yang tinggi dalam segala kondisi penerbangan, serta jangkauan dan kapasitas muatan yang luar biasa. Sejalan dengan komitmen Airbus Helicopters terhadap peningkatan yang berkelanjutan, kini H225 dilengkapi dengan avionik baru. Fitur ini mencakup layar terbesar yang tersedia di pasaran dan antarmuka inovatif yang dikombinasikan dengan autopilot untuk mengurangi beban kerja pilot dan memungkinkan mereka lebih fokus pada misi.

H225, yang merupakan bagian dari kategori helikopter bermesin ganda dengan bobot 11 ton, menawarkan jangkauan terbang, kecepatan, daya muat, dan keandalan terbaik di industri. Helikopter ini memiliki ketahanan yang luar biasa, kecepatan jelajah yang tinggi, dan bisa dipasangi berbagai perlengkapan untuk beragam misi.

Saat ini, di Jepang terdapat 24 helikopter H225 yang dioperasikan oleh Kementerian Pertahanan Jepang dan operator parapublic untuk menjalankan berbagai misi SAR, penerbangan VIP, pemadaman kebakaran, serta transportasi penumpang dan barang.

Puncak Arus Balik Lebaran 2024, Garuda Indonesia Group Terbangkan 80.000 Penumpang

Garuda Indonesia bersama anak usahanya, Citilink, menerbangkan sedikitnya 80.243 penumpang dari total sedikitnya 531 penerbangan —termasuk tambahan sekitar 53 extra flight yang dioperasikan dalam momentum puncak arus balik Lebaran 2024 yang jatuh pada hari Minggu (14/4). Jumlah tersebut turut direpresentasikan melalui catatan jumlah penumpang yang diterbangkan oleh Garuda Indonesia mencapai 37.541 penumpang, sementara Citilink mencatatkan jumlah penumpang sedikitnya sebanyak 42.702 penumpang.

Pada puncak arus balik yang jatuh pada hari minggu ini, Garuda Indonesia Group mencatatkan sedikitnya peningkatan 6 ribu pergerakan jumlah penumpang dibandingkan hari sebelumnya, Sabtu (13/4) dimana Garuda Indonesia Group menerbangkan sekitar 73.951 penumpang. Adapun tren pergerakan arus balik sudah mulai terlihat sejak H+2 Hari Lebaran dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga 21 April 2024 mendatang.

Sedangkan pada hari terakhir libur lebaran yang jatuh pada tanggal 15 April 2024, Garuda Indonesia Group memproyeksikan akan mengangkut sekitar 77.934 penumpang terdiri dari sedikitnya 36 ribu penumpang yang dilayani Garuda Indonesia dan 41 ribu penumpang yang dilayani oleh Citilink.

Direktur Utama Garuda Indonesia menyampaikan bahwa momentum Lebaran tahun 2024 menjadi refleksi dari semakin pulihnya industri penerbangan setelah melewati situasi pandemi beberapa waktu lalu yang memberikan optimisme terhadap laju kinerja perusahaan dan komitmen Perusahaan untuk semakin mengoptimalkan aksesibilitas layanan penerbangan yang aman dan nyaman bagi masyarakat khususnya pada momentum penting seperti Lebaran.

“Melihat catatan jumlah penumpang yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun pasca situasi pandemi, kami menyadari peluang yang sangat besar yang harus disikapi secara optimal dalam menghadirkan pelayanan terbaik untuk para pengguna jasa. Hal tersebut terus kami kedepankan demi mewujudkan optimisme dalam mencapai target perusahaan untuk mencapai catatan jumlah penumpang sebelum pandemi,” kata Irfan.

Sementara itu, selaras dengan terus meningkatnya mobilisasi masyarakat yang kembali dari kampung halaman dan kembali dari liburannya, Garuda Indonesia terus berupaya mengoptimalkan seluruh kapasitas produksinya demi memastikan kelancaran operasional penerbangan berlangsung secara berkesinambungan. Hal ini yang turut kami laksanakan dengan mengintensifkan koordinasi bersama ekosistem aviasi khususnya bersama pengelola layanan kebandarudaraan dalam memastikan kelancaran operasional penerbangan bagi seluruh masyarakat yang akan kembali beraktivitas pasca pulang ke kampung halaman maupun berlibur.

Adapun sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan premium kepada masyarakat, Garuda Indonesia turut memberikan nilai tambah melalui terjaganya core value Perusahaan dengan memastikan ketepatan waktu penerbangan yang dapat dirasakan oleh pengguna jasa. Komitmen tersebut direpresentasikan melalui capaian rata-rata On-Time Performance mencapai diatas 84 persen dalam momentum peak season Lebaran tahun ini.

“Kami memahami bahwa memberikan layanan premium untuk menjawab kebutuhan pengguna jasa akan aksesibilitas transportasi udara yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab kami. Oleh sebab itu, kami senantiasa memastikan seluruh tatalaksana dalam touch point layanan penumpang dilaksanakan secara optimal dan menyeluruh mulai dari pre-flight, in-flight, hingga post-flight,” jelas Irfan.

Lebih lanjut, dalam momentum puncak arus balik Lebaran tahun ini, Garuda Indonesia mencatatkan beberapa rute penerbangan yang menjadi favorit masyarakat seperti Denpasar, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Singapura, Palembang, Makassar, Banjarmasin, Padang, dan Semarang. Sementara itu Citilink turut mencatatkan beberapa rute yang menjadi preferensi utama masyarakat seperti Medan, Batam, Banjarmasin, Surabaya, dan Samarinda.

Khusus untuk penerbangan inbound menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang menjadi hub utama mobilisasi masyarakat dalam arus balik Lebaran, Garuda Indonesia Group menerbangkan sedikitnya 32.128 penumpang di mana Garuda Indonesia menerbangkan 18.964 penumpang dan Citilink menerbangkan 13.358 penumpang dari total 191 penerbangan yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia Group. Jumlah tersebut masih terus bergerak dinamis mengingat arus balik Lebaran tahun ini diproyeksikan masih akan terus berlangsung setidaknya hingga pekan depan.

Lenovo Rancang Smart Electric Scooter M2

Lenovo telah mengukir namanya di pasar PC dan smartphone global, serta menjadi peringkat dua di antara pabrikan teratas di seluruh dunia. Sedangkan untuk ponsel pintarnya, Lenovo tengah berjuang untuk menuju aspek tersebut. Bahkan merek ini juga tengah mencoba-coba pembuatan produk pintar seperti pita pintar, jam tangan pintar, perangkat dengar yakni earbud dan earphone.

Baca juga: Sasar Pasar Last-Mile Transport, Hyundai Kembangkan Skuter Listrik yang Bisa Dilipat

Selain itu juga membuat robot penyedot debu dan lainnya. Lenovo sendiri merupakan salah satu raksasa teknologi Cina yang kini telah mengungkapkan niatnya untuk meluncurkan skuter listrik pintar besutan mereka secepatnya. Ini dibuat karena kendaraan listrik adalah masa depan transportasi, sebab dampaknya yang lebih kecil terhadap perubahan iklim.

Beberapa negara di dunia pun sudah memberlakukan peraturan yang akan membuat manufaktur bermigrasi dari kendaraan berbahan bakar minyak atau bensin ke tenaga listrik.

Lenovo menghadirkan skuter listrik ini bertujuan untuk mengikuti tren dengan membuat kendaraan listrik pertama mereka. Produk tersebut dinamai Lenovo Smart Electric Scoter M2 yang akan mengadopsi desain lipat yang dipatenkan demi kemudahan membawanya.

Lenovo Smart Scooter M2 menggunakan bahan magnesium alloy yang banyak digunakan di bidang dirgantara, otomotif dan militer. Dibandingkan dengan bahan aluminium alloy yang lebih populer, bahan ini memiliki ketahanan benturan yang lebih kuat yang semakin menjamin keamanan pengguna.

Pada saat yang sama, tidak seperti desain lipat yang biasa dari produk serupa di pasaran, untuk mengurangi keausan selama pelipatan berkelanjutan dan juga meningkatkan stabilitas dan portabilitas kendaraan, Lenovo Scooter M2 menggunakan teknologi inovasi folder kunci penguncian gigi datar yang dipatenkan untuk folder. Teknologi yang dipatenkan ini tidak hanya memperbaiki tubuh lebih baik dan meningkatkan penanganan skuter cerdas, tetapi juga melipat lebih mudah daripada produk pesaing.

Selain itu, Lenovo Smart Scooter M2 hadir dengan beberapa fitur pintar yang memungkinkan pengguna untuk mengunci skuter melalui aplikasi. Pengguna juga dapat melihat parameter seperti level baterai dan lainnya. Skuter M2 memiliki daya 350W, tiga tingkat roda gigi, pengereman tiga kali lipat, dan sistem penyerapan tiga kali lipat.

Baca juga: Dilarang Melintas di Jalan Setapak, Deliveroo Hentikan Pengiriman Menggunakan Skuter Elektrik

Baterainya bisa bertahan untuk jarak tempuh 30 km yang tidak berbeda dengan MIJIA Electric Scooter. Sayangnya secara resmi Lenovo belum menyebutkan detail harga dan banyaknya skuter listrik yang akan di produksi. Tanggal peluncuran resminya pun belum ditetapkan dengan pasti.

Kenapa Mikrofon Pilot Tidak Terdengar Jelas Dibanding Awak Kabin? Ini Dia Jawabannya

Salah satu penumpang maskapai swasta yang juga artis senior Indonesia, Neno Warisman, pada 2018 lalu sempat menghebohkan publik ketika dirinya tertangkap basah menggunakan mikrofon pesawat atau Public Address System (PAS). Pada penerbangan rute Pekanbaru-Jakarta tersebut, ia menggunakan mikrofon untuk mengungkapkan keluh kesah terkait insiden yang menimpanya.

Baca juga: Kenapa Kokpit Pesawat Gelap? Ini Penjelasannya

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sendiri, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan bahwa tindakan tersebut sebagai pelanggaran prosedur. Kemenhub menegaskan, bahwa mikrofon atau PAS tersebut hanya boleh digunakan oleh awak kabin.

Akan tetapi, terlepas dari insiden tersebut, sebetulnya mikrofon awak kabin masih menyimpan teka-teki menarik yang belum terpecahkan serta belum banyak dibahas di banyak wadah diskusi atau pemberitaan di Indonesia. Bagi pembaca yang kerap bepergian menggunakan pesawat, mungkin sempat terbesit di pikiran, ‘kok mikrofon pilot agak kurang jelas ya? Perasaan tadi mikrofon awak kabin jelas deh’ ketika membandingkan informasi dari pilot dan awak kabin sebelum, selama, ataupun setelah proses penerbangan.

Sebagian kalangan pun menanggapi dingin bahkan lebih cenderung bergurau. Mereka berpendapat bahwa hal tersebut wajar. Pasalnya, mikrofon awak kabin sangat mengerti bahwa ia tengah digunakan oleh pramugari cantik jelita. Karenanya, mikrofon tersebut sengaja memaksimalkan fungsinya hingga suara terdengar jelas.

Sebaliknya, mikrofon pilot terdengar tidak lebih jelas dibanding awak kabin karena digunakan oleh seorang pilot laki-laki. Toh, ketika mikrofon digunakan oleh pilot wanita, menurut kalangan tersebut, mikrofon rasanya berfungsi normal-normal saja. Tak ada kendala teknis apapun. Namun, tentu saja ini hanyalah jawaban hasil dari analisis liar dan tak bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

Lain halnya dengan jawaban dari seorang pensiunan kapten pilot senior US Airlines, John Cox. Seperti dikutip dari laman usatoday.com, jawaban atas pertanyaan tersebut tidaklah sederhana. Di samping itu, diperlukan penelitian lebih jauh untuk benar-benar bisa menjawab dengan detail mengapa hal tersebut bisa terjadi. Namun, dari analisa sederhana John Cox, setidaknya hal tersebut didasari dari feedback. Maksudnya, pilot selama ini tidak bisa mendengar suara mereka sendiri dari dalam kokpit.

Baca juga: Mengapa Pesawat Tidak Terbang Lurus? Inilah 5 Alasannya

Hal itu berbanding terbalik dengan awak kabin yang umumnya dapat mendengar suara mereka secara langsung di kabin ketika memberikan informasi kepada penumpang. Dari dua kondisi berbeda itu, menurut pensiunan pilot yang juga konsultan keselataman penerbangan tersebut, pilot kemudian jadi tidak tahu kualitas PAS mereka di kabin penumpang. Jadi, karena tidak tahu baik buruknya kualitas PAS, pilot tak memasukan permasalahan pada PAS ke dalam logbook maintenance pesawat.

Sebaliknya, bagi PAS awak kabin, mereka bisa langsung melaporkan ke bagian teknik ketika ditemukan kejanggalan. Dengan begitu, langkah-langkah perbaikan langsung bisa dilakukan ketika pesawat mendarat di bandara tujuan atau paling tidak tetap tercatat dan bisa diperbaiki saat proses maintenance rutin pesawat dilakukan.

Selama Liburan Lebaran LRT Jabodebek Beroperasi dengan Pola Akhir Pekan, Tarif Maksimal Rp10.000

Sebagai bentuk komitmen terhadap kebutuhan masyarakat akan transportasi yang aman, nyaman dan dapat diandalkan, KAI tetap mengoperasikan LRT Jabodebek selama periode libur panjang Idul Fitri 1445 H ( 6 – 15 April 2024). Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono mengungkapkan selama 10 hari periode libur panjang tersebut, LRT Jabodebek akan menggunakan pola operasi akhir pekan (weekend), yakni sebanyak 260 perjalanan setiap harinya.

Baca juga: KAI Tawarkan Hak Penamaan (Naming Right) untuk 18 Stasiun LRT Jabodebek

“Meskipun terdapat perayaan Idul Fitri, KAI akan tetap mempertahankan jadwal perjalanannya serta memastikan tetap beroperasi secara optimal dalam melayani pengguna LRT Jabodebek,” ujar Mahendro

Pada pola operasi akhir pekan tersebut, LRT Jabodebek akan beroperasi mulai pukul 5.25 – 22.51 WIB. LRT Jabodebek keberangkatan pertama pukul 5.25 WIB dari Stasiun LRT Jabodebek Jatimulya menuju Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas. Sedangkan untuk keberangkatan terakhir yakni pada pukul 22.01 WIB dari Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas menuju Stasiun LRT Jabodebek Harjamukti.

“Naik LRT Jabodebek akan semakin semarak dengan adanya promo tarif LRT Jabodebek yang ditetapkan oleh Kemenhub pada saat weekend, yakni maksimal Rp10.000 dan bersifat merata untuk sepanjang jam operasi,” ujar Mahendro.

Mirip Elektrokromik di Pesawat, Jendela LRT Singapura Bisa Otomatis Buram Saat Melintasi Dekat Apartemen

Garuda Indonesia Resmi Operasikan Rute Penerbangan Langsung Jakarta-Doha

Garuda Indonesia mulai hari Rabu (4/4) resmi melayani penerbangan langsung Jakarta – Doha pp. Pada penerbangan perdana tersebut Garuda Indonesia mengangkut sedikitnya 272 penumpang. Adapun penerbangan langsung Jakarta – Doha pp yang dioperasikan melalui kerjasama codeshare bersama Qatar Airways ini dilayani setiap harinya dengan menggunakan armada B777-300ER.

Baca juga: Dengan Boeing 777-300ER, Garuda Indonesia Buka Rute Penerbangan Jakarta – Doha

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyatakan bahwa layanan rute penerbangan langsung Jakarta – Doha pp ini merupakan salah satu wujud representasi dari komitmen Garuda Indonesia sebagai maskapai pembawa bendera bangsa untuk menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat melalui kehadiran pilihan penerbangan yang beragam untuk menuju Timur Tengah serta merupakan upaya Perusahaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui akselerasi pergerakan wisatawan mancanegara.

“Perluasan jaringan penerbangan rute internasional ini menjadi salah satu langkah ekspansif kami dalam memaksimalkan peluang pendapatan ditengah tingginya trafik mobilitas transportasi udara antara Doha dan Jakarta maupun sebaiknya. Diresmikannya penerbangan dari dan menuju Doha tersebut tentunya diharapkan akan memberikan pilihan yang beragam bagi para pengguna jasa, mengingat Doha merupakan salah satu hub transit wisatawan mancanegara dari Timur Tengah yang juga terhubung ke Eropa dan Amerika”, jelas Irfan.

“Kami harap dengan pembukaan rute penerbangan langsung dari dan menuju Doha ini akan dapat mendukung upaya untuk mendatangkan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke berbagai destinasi di Indonesia melalui ketersediaan penerbangan langsung menuju Jakarta,” tambah Irfan.

Rute penerbangan Jakarta – Doha pp akan dilayani setiap harinya dengan menggunakan armada pesawat B777-300ER yang mampu mengangkut lebih dari 300 penumpang. Penerbangan Jakarta – Doha tersebut akan dilayani dengan nomor penerbangan GA900 yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 18.20 WIB dan tiba di Bandara Internasional Hamad Doha pada pukul 23.00 LT. Sementara itu, penerbangan Doha – Jakarta akan dilayani dengan nomor penerbangan GA901 yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Hamad Doha pukul 02.25 LT dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 15.00 WIB.

Irfan melanjutkan,kolaborasi antara Garuda Indonesia dan Qatar Airways tersebut diharapkan akan dapat memperkuat hubungan bilateral antara Qatar dan Indonesia yang telah berjalan baik selama lebih dari 5 (lima) dekade sejak tahun 1976. “Dengan diresmikannya ini penerbangan tersebut tentunya akan semakin membuka peluang-peluang kerja sama baru yang bisa dijajaki kedua negara, sehingga akan semakin mendongkrak akselerasi ekonomi nasional pasca pandemi.”

Terdengar Mirip Meski Beda Tipis, Ini Arti Sebenarnya “ER dan LR” di Boeing dan Airbus

KAI Kembali Ingatkan, Penumpang yang ‘Kebablasan’ di Stasiun Tujuan Bakal Kena Denda

Sejak 3 Agustus 2023, KAI telah menerapkan kebijakan yang menegaskan bahwa pelanggan yang sengaja melebihi relasi pada tiketnya akan dikenai sanksi serius. Denda yang dikenakan bahkan mencapai dua kali lipat dari harga tiket yang tertera. Aturan ini tidak hanya sebatas tentang denda, tetapi juga bisa berujung pada larangan naik kereta api sementara waktu.

Baca juga: Mulai Hari ini, PT KAI Berikan Sanksi ‘Tegas’ Kepada Penumpang yang Melebihi Relasi dengan Sengaja

Joni Martinus, VP Public Relations KAI, menjelaskan bahwa kebijakan ini diberlakukan untuk menjaga kenyamanan bersama serta menegakkan tata tertib di dalam kereta api. Melalui langkah-langkah pengecekan yang rutin, KAI berusaha memastikan bahwa setiap pelanggan mematuhi relasi yang tertera di tiketnya.

“Sebagai langkah pencegahan atas jenis pelanggaran tersebut, kondektur selalu memberikan imbauan melalui pengeras suara di dalam kereta serta melakukan pengecekan menggunakan aplikasi Check Seat Passenger,” kata Joni.

Pelanggan yang kedapatan melebihi relasi akan diinformasikan tentang denda yang harus dibayar secara langsung di kereta dan akan diturunkan pada stasiun kesempatan pertama. Besaran denda yang harus dibayarkan adalah dua kali lipat dari harga tiket parsial subkelas terendah, sesuai dengan kelas pelayanan yang dimiliki oleh pelanggan, dari stasiun tujuan yang tertera pada tiket hingga stasiun tempat pelanggan diturunkan.

Jika pelanggan dengan sengaja melebihi relasi dan tidak mampu membayar di dalam kereta, mereka akan diturunkan di stasiun kesempatan pertama untuk membayar denda di loket stasiun dalam waktu 1×24 jam. Bagi yang tidak membayar denda dalam waktu yang ditentukan, sanksi yang diterima tidak main-main. Mereka tidak diperkenankan naik kereta api selama 90 hari kalender, dan bagi yang melakukan pelanggaran lebih dari tiga kali, larangan naik kereta dapat diperpanjang hingga 180 hari kalender.

Sebagai bagian dari upaya KAI untuk menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terpercaya, penting bagi semua pelanggan untuk mematuhi aturan yang berlaku. Kepatuhan terhadap relasi tiket adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan kelancaran perjalanan dan keamanan seluruh pelanggan.

“Oleh karena itu, kami mengingatkan kepada seluruh pelanggan untuk selalu memeriksa relasi tiketnya sebelum melakukan perjalanan. Dengan demikian, kita dapat bersama-sama menciptakan pengalaman perjalanan yang menyenangkan, ceria, dan bermakna, terutama saat akan mudik Lebaran tahun ini,” tutup Joni.

KAI Blacklist Pelaku Pelecehan Seksual untuk Naik Kereta Api

Hyundai/Kia Robotics Lab Luncurkan “DAL-e Delivery” – Robot Pengantar Kopi Berbasis Kecerdasan Buatan

Pabrikan otomotif ternama asal Korea Selatan, Hyundai dan Kia, dikabarkan tengah berkolaborasi, namun kolaborasi di antara keduanya kali ini tidak terkait dalam segmen otomotif, persisnya Hyundai/Kia Robotics Lab telah memperkenalkan robot pengantar kopi baru yang diberi label DAL-e Delivery.

Baca juga: Robot Barista Hadir di 30 Stasiun MRT Singapura

Robot pengantar kopi Hyundai/Kia Robotics Lab ini tidak didasarkan pada “humanoid” DAL-e yang diluncurkan pada tahun 2021, tetapi model yang diperkenalkan pada akhir tahun 2022 yang dibangun di atas platform Plug & Drive Hyundai yang menampilkan “kemudi cerdas, pengereman, penggerak listrik dalam roda dan perangkat keras suspensi” dalam satu unit modular.

DAL-e Delivery juga dilengkapi empat modul Plug & Drive, dengan suspensi yang ditingkatkan untuk memastikan bahwa cangkir Joe Anda di dalam perutnya tiba diaduk tetapi tidak terguncang. Lab melaporkan bahwa meskipun bot baru ini tidak setinggi pendahulunya, ruang kargo telah berkembang untuk menampung hingga 16 cangkir kopi atau paket yang beratnya mencapai 10 kg.

Sensor onboard memungkinkan robot pengantar kopi menavigasi lingkungan yang rumit atau sibuk sambil menghindari rintangan dengan aman, dan juga dapat menghitung rute optimal secara real-time untuk pengiriman cepat. Kecepatan tertinggi diberikan hingga 1,2 m/s (2,7 mph), yang sebenarnya sedikit lebih lambat dibandingkan model saat ini.

Versi sebelumnya dapat berinteraksi secara nirkabel dengan server sistem pintar suatu gedung agar dapat memanggil lift, menggunakan kamera dan otak AI untuk memeriksa jumlah penghuni sebelum masuk jika aman untuk melakukannya, atau menunggu yang berikutnya. Kemudian dapat dipindahkan ke lantai yang diinginkan dan meluncur ke kantor atau ruangan – semuanya tanpa menyentuh tombol. Hyundai/Kia telah mengonfirmasi bahwa model baru ini juga akan mampu berinteraksi dengan sistem kontrol elevator dan pintu di gedung pintar modern.

Sesampainya di tujuan, kamera internal digunakan untuk pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan akurasi 99,9% dan pintu kargo robot secara otomatis terbuka untuk pelanggan atau pekerja target yang tepat – tidak memerlukan kata sandi atau kode kunci. Lampu di bagian dalam memungkinkan penerima melihat apa yang tersedia sementara baki penyimpanan didorong keluar agar lebih mudah diambil dan dibawa.

“Peter,” Inilah Robot Barista di Bandara San Jose

Penerbangan Kemanusiaan ke Sudan dan Palestina, Garuda Indonesia Kerahkan Airbus A330-200 dan A330-900Neo

Garuda Indonesia pada hari ini, (4/3) mengoperasikan 2 (dua) penerbangan kemanusiaan menuju Port Sudan dan Kairo, Mesir yang diangkut dengan armada Airbus A330-200 dan A330-900 Neo. Adapun pada kedua penerbangan yang dioperasikan dalam misi kemanusiaan tersebut, Garuda Indonesia akan mengangkut sedikitnya 28,47 ton bantuan untuk masyarakat Sudan & Palestina. Bantuan tersebut merupakan inisiasi Pemerintah RI melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang terdiri dari obat-obatan serta alat kesehatan untuk warga sipil yang menjadi korban konflik di Palestina dan Sudan.

Baca juga: Buka Penerbangan Melintasi Ruang Udara Rusia, Air India Rogoh Jutaan Dollar ke Kremlin

Penerbangan misi kemanusiaan tersebut secara resmi dilepas oleh Presiden Joko Widodo pada pagi ini dan direncanakan akan diberangkatkan secara bertahap. Adapun penerbangan ke Port Sudan nantinya akan dilayani melalui Jeddah dan akan diberangkatkan dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta pada pukul 23.45 WIB untuk selanjutnya tiba di Port Sudan pada pukul 08.00 LT keesokan harinya. Sementara penerbangan menuju Kairo akan dilayani melalui Jeddah dan diberangkatkan dari Bandara Halim Perdana Kusuma pada pukul 01.00 WIB dan direncanakan akan tiba di Bandara Internasional Cairo pada pukul 10.10 LT.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, penerbangan kemanusiaan tersebut merupakan bentuk komitmen Garuda Indonesia untuk senantiasa menjalankan mandatnya sebagai national flag carrier, dalam mendukung penuh misi bangsa Indonesia dalam menyuarakan pesan kemanusiaan dalam forum global.

“Menjadi momen penuh arti tersendiri bagi kami untuk dapat turut berkontribusi dalam merealisasikan misi kemanusiaan Indonesia kepada masyarakat dunia, dimana pengiriman bantuan ini tidak hanya merepresentasikan komitmen kami untuk senantiasa berada di garda terdepan untuk menjalankan misi kebangsaan namun juga sebagai bagian dari wujud solidaritas bagi masyarakat Palestina dan Sudan yang saat ini sangat membutuhkan dukungan berbagai pihak”.

Irfan melanjutkan, pengangkutan bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina dan Sudan tersebut dilaksanakan melalui koordinasi intensif bersama para pemangku kepentingan, khususnya berkenaan dengan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan antarnegara.

“Berkenaan dengan pengangkutan bantuan kemanusiaan ini, kami ingin menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran seluruh proses penerbangan kemanusiaan ini. Semoga sinergi kita dalam misi kemanusiaan ini memberikan lebih dari sekadar manfaat bagi saudara-saudara kita di Palestina dan Sudan, melainkan juga penyemangat serta pesan persaudaraan dari bangsa Indonesia,” tutup Irfan.