Sepanjang Semester Satu 2024, KAI Tutup 127 Perlintasan Sebidang, Masih ada 2.455 Titik yang Tidak Dijaga

PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus berupaya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Upaya yang KAI lakukan untuk mewujudkan hal tersebut di antaranya dengan menutup sejumlah perlintasan sebidang.

Baca juga: Cegah Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, Indian Railways Adopsi Teknologi Satelit

Pada tahun 2024 ini, hingga bulan Juli, KAI telah menutup 127 perlintasan sebidang. Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 Pasal 2, perlintasan sebidang yang tidak memiliki Nomor JPL, tidak dijaga, dan/atau tidak berpintu yang lebarnya kurang dari 2 m harus ditutup atau dilakukan normalisasi jalur kereta api. Sementara selama periode 2020 s.d Juni 2024, KAI telah melakukan penutupan perlintasan sebidang liar dan rawan sebanyak 1.305 titik.

Dalam siaran pers, VP Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, KAI terus berupaya menutup perlintasan sebidang yang tidak memenuhi regulasi. Pasalnya, perlintasan sebidang menjadi salah satu titik rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

”Sebelum pelaksanaan penutupan, tim KAI telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitarnya. Upaya penutupan perlintasan sebidang ilegal ini sejalan dengan aturan pada UU No:23 /2007 tentang Perkeretaapian, UU No : 22 /2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 pasal 5 dan 6,” kata Anne.

Keberadaan perlintasan sebidang di sebagian tempat melewati pemukiman warga dan daerah industri, sehingga rawan terjadi kecelakaan temperan. Dalam kurun 4 tahun terakhir (2020 – Juni 2024), terjadi banyak kecelakaan di perlintasan sebidang jalur kereta api yang merenggut korban manusia secara signifikan, yaitu sebanyak 1.353 kejadian kecelakaan di perlintasan sebidang, dengan korban meninggal dunia sejumlah 395 orang, luka berat sejumlah 285 orang, dan luka ringan sejumlah 413 orang.

Anne mengatakan, setidaknya terdapat 4 dampak kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api:
1. Korban jiwa: Timbulnya korban jiwa meninggal dunia, luka berat, dan luka ringan dari petugas, penumpang, dan pengguna jalan.
2. Kerusakan sarana kereta api: Kerusakan lokomotif, kereta, dan gerbong.
3. Kerusakan prasarana kereta api: Kerusakan rel, bantalan, jembatan, dan alat persinyalan.
4. Gangguan perjalanan kereta api dan pelayanan: Keterlambatan kereta api, penumpukan penumpang, pengalihan ke moda transportasi lain (overstappen).

Adapun upaya lain yang KAI lakukan untuk peningkatan keselamatan pada perlintasan sebidang dalam kurun waktu 2020 s/d 2024 diantaranya : sosialisasi keselamatan dengan melibatkan dishub, railfans, dan masyarakat, memasang 1.553 spanduk peringatan di perlintasan rawan, serta menertibkan 646 bangunan liar di sekitar jalur KA.

Selain itu, KAI juga mengusulkan pembuatan perlintasan tidak sebidang kepada pemerintah yaitu dengan membangun flyover atau underpass, serta melakukan perawatan dan perbaikan peralatan di perlintasan sebidang.

Sampai saat ini terdapat 4.254 titik perlintasan sebidang yang terdiri dari titik perlintasan terjaga sebanyak 1.799 (42%) dan titik perlintasan yang tidak terjaga sebanyak 2.455 (58%).

Jumlah Perlintasan Sebidang Liar di Indonesia, Tembus Angka 4.000!

65 Tahun Lalu, Qantas Jadi Maskapai Pertama di Luar AS Operasikan Boeing 707

Nyaris 65 tahun lalu atau pada 29 Juli 1959, Qantas mengukuhkan dirinya sebagai maskapai pertama di luar Amerika Serikat (AS) yang mengoperasikan pesawat Boeing 707, dengan memulai layanan dari Sydney ke San Francisco via Nadi, Fiji.

Baca juga: Hari ini, 64 Tahun Lalu, Boeing 707 Pelopor Desain Legendaris Terbang Perdana

Dunia tentu tahu bahwa Boeing 707 bukanlah pesawat biasa. Ia adalah salah satu pesawat jet widebody terpopuler ketika itu dengan desain yang lebih modern, jangkauan lebih jauh, menjanjikan pendapatan tiga kali lipat dari pesawat bermesin piston, dan mampu melesat di kecepatan 885 km per jam, Boeing 707 jelas tak bisa disaingi oleh pesawat sipil manapun saat itu.

Dilansir Airlineratings, sebelum Boeing 707 lahir, Boeing sudah lebih dahulu digdaya di pasar pesawat sipil global melalui Boeing 377 Stratocruiser, pesawat dengan kabin bertekanan pertama di dunia. Namun, usai kemunculan de Havilland Comet, pesawat jet komersial pertama di dunia keluaran Britania Raya (Inggris) pada Juli 1949, kedigdayaan tersebut runtuh.

Boeing tak lantas diam dan hanya menjadi penonton dalam persaingan menjadi yang terbaik di ceruk pasar pesawat sipil. Terlebih momentumnya juga tepat, yakni dengan serangkaian kecelakaan yang menimpa de Havilland Comet pada tahun 1954 dan membuatnya perlahan tersingkir dari peta persaingan.

Setelah itu saingan asal Inggris itu musnah, pada tahun 1955 Boeing mulai memperkenalkan produk terbarunya berupa Dash 80 atau Boeing 707. Dua tahun berselang atau pada 20 Desember 1957, Boeing 707 pun resmi terbang perdana.

Di awal kehadirannya, Boeing 707 rupanya masih belum menarik perhatian maskapai. Padahal, dengan kemampuan kecepatan maksimum hingga 885 km per jam saat di udara, Boeing 707 jelas tak bisa disaingi oleh pesawat sipil manapun.

Namun, karena dimensi yang masih lebih kecil dibanding kompetitor senegaranya, Douglas DC-8, 707 akhirnya masih hanya gigit jari saja.

Barulah setelah Presiden Boeing Bill Allen menginstruksikan Tex Johnston, kepala uji coba Boeing, agar mengkonfigurasi ulang Boeing 707 menjadi beberapa lebih inci lebar dari DC-8, Boeing 707 mulai melejit.

American Airlines yang berbasis di Texas kala itu dilaporkan langsung memesan 50 jet. Begitu juga maskapi lainnya, termasuk Qantas yang memesan Boeing 707 versi special longer-range dan mengoperasikan penerbangan jarak jauh Sydney – San Francisco via Nadi, Fiji pada 29 Juli 1959.

Baca juga: Kala Kolaborasi Boeing 707 dan American Airlines Ubah Peta Penerbangan AS 62 Tahun Silam

Kehadiran Boeing 707 dibarisan armada benar-benar menarik banyak penumpang. Qantas pun menambah 22 Boeing 707, melengkapi tujuh pesawat yang sudah dipesan sebelumnya.

Tak berhenti sampai di situ, ketertarikan Qantas dengan Boeing 707, membuat pabrikan asal AS tersebut mendapat banyak pesanan lanjutan dari maskapai nasional Australia itu, mulai dari 65 B747, 39 B767, 120 B737, dan 8 B787.

Kuda Oranye dari Tulungagung Sampai Grup Musik Asal Bandung Pakai Nama “Harapan Jaya”

Bepergian via lintas pantura Pulau Jawa, apalagi yang ke arah Jawa Timuran biasanya akan bertemu dengan bus berciri khas body berwarna oranye dan putih serta livery bergambar kuda yang masih dipertahankan sampai saat ini, hingga kemudian dijuluki Kuda Oranye dari Tulungagung. Inilah bus milik PO Harapan Jaya yang didirikan oleh almarhum Harjaya Cahyana tahun 1977 silam di Tulungagung.

Baca juga: Luxury Class Sleeper Bus PO Harapan Jaya, Fasilitas “Mewah” dengan Harga Terjangkau

Pada awal berdirinya, PO Harapan Jaya hanya mengandalkan 3 unit armada saja. Ketiga bus ini melayani trayek Surabaya-Kediri-Tulungagung PP. Namun tak berhenti disitu saja, pada tahun 1993 PO Harapan Jaya yang saat itu masih berbadan hukum perusahaan CV bangkit untuk melebarkan sayapnya dan menjangkau trayek-trayek lain yakni Tulungagung-Jakarta PP. Keputusan besar yang diambil untuk lebih maju ini membuahkan hasil manis, sehingga mengembangkan trayek lain seperti Tulungangung-Surabaya PP, kemudian Lampung.

Hingga saat ini PO Harapan Jaya sudah melayani trayek menuju Blitar, Cikarang, Bekasi, Jakarta, Bogor, Tulungagung, Merak dan Lampung. Tak hanya melayani penumpang biasa, PO Harapan Jaya juga masuk dalam layanan bus pariwisata yang siap mengantarkan ke seluruh Pulau Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok.

Karena sangat memperhatikan kenyamanan penumpangnya, selain memiliki kelas Ekonomi dan Patas AC untuk trayek lokal Jawa Timur. Harapan Jaya juga membuka layanan bus kelas Executive, Super Luxury dan VIP dengan trayek dari Tulungagung ke Jawa dan Sumatera.

Bus yang digunakan oleh Kuda Oranye dari Tulungagung ini memiliki casis dan mesin dari Mercedes-Benz (OH 1526, 1626 dan 1836), Hino (RK8 dan RN285), Volvo B7R dan Scania K310, K360 dan K380. Apalagi baru-baru ini, PO Harapan Jaya menambah armada busnya dengan bus mewah Scania K360 dengan bodi SHD Tentrem Avante.

Baca juga: Jauh Sebelum Motobus, Ternyata Sudah Ada Jasa Kirim Motor via Bus AKAP!

Ya, ternyata nama Harapan Jaya tak hanya digunakan oleh Perusahaan Otobus (PO) saja melainkan sebuah grup band asal Bandung menggunakan nama ini. Ternyata band yang digawangi oleh Edi Brokoli ini mengambil nama Harapan Jaya dari bus tersebut karena sering ditumpangi oleh para personil band tersebut.

Punya Panjang Rute 250 Kilometer, Jaringan Trem di Melbourne Jadi yang Terbesar di Dunia

Jaringan trem di Melbourne, Australia, dikenal sebagai yang terbesar di dunia dalam hal panjang rute dan merupakan bagian penting dari sistem transportasi kota. Dibangun sejak tahun 1884, proses panjang dan berkelanjutan membuat jaringan trem terus beroperasi dengan baik sampai saat ini.

Baca juga: Melbourne Kini Punya Restoran Trem Keliling

Selain menjadi jaraingan trem terbesar di dunia, jaringan trem di Melbourne juga dikenal sebagai salah satu yang paling bersejarah di dunia. Bila pada tahun 1884, Jaringan trem pertama di Melbourne mulai beroperasi dengan trem kuda yang beroperasi di jalan Bridge Road di Richmond, maka baru pada tahun 1889, trem kabel mulai beroperasi, menggantikan trem kuda. Sistem trem kabel ini sangat luas dan menjadi salah satu jaringan trem kabel terbesar di dunia pada masanya.

Pada tahun 1906, trem listrik pertama mulai beroperasi di Melbourne, dimulai dengan jalur di St Kilda. Kemudian pada tahun 1920, elektrifikasi jaringan trem mulai berlangsung secara lebih luas, menggantikan sistem trem kabel. Pada akhirnya, seluruh jaringan trem di Melbourne menjadi jaringan trem listrik.

Melbourne memiliki jaringan trem terbesar di dunia berdasarkan panjang rute, dengan lebih dari 250 kilometer jalur trem. Terdapat lebih dari 500 trem yang beroperasi di jaringan ini Jaringan ini memiliki sekitar 24 rute dengan lebih dari 1.700 halte trem yang tersebar di seluruh kota. Trem adalah bagian integral dari sistem transportasi umum Melbourne, dioperasikan oleh Yarra Trams.

Trem saat ini merupakan ikon kota Melbourne dan bagian penting dari identitas budaya kota. Trem menyediakan moda transportasi yang ramah lingkungan, mengurangi kemacetan dan emisi karbon. Jaringan trem juga menarik wisatawan, dengan beberapa rute seperti City Circle Tram yang memberikan tur gratis ke pusat kota Melbourne.

Trem di Melbourne merupakan bagian dari sistem transportasi umum terpadu yang mencakup bus dan kereta api, dengan tiket yang berlaku untuk semua moda transportasi. Ini memudahkan penumpang untuk berpindah moda transportasi tanpa harus membeli tiket tambahan. Melbourne memiliki Free Tram Zone di pusat kota, di mana penumpang dapat naik dan turun trem tanpa biaya. Ini sangat menarik bagi wisatawan dan penduduk lokal yang bepergian di dalam area pusat bisnis.

Salib Sydney, Kota Terbesar di Australia Sekarang adalah Melbourne

Flynas LCC Arab Saudi Borong 75 Unit Airbus A320neo dan 15 Unit A330-900

Flynas, maskapai berbiaya rendah (LCC) terkemuka di Arab Saudi, telah menandatangani MoU dengan Airbus untuk pengadaan 75 pesawat keluarga A320neo dan 15 pesawat A330-900. Perjanjian strategis ini akan memperluas kapasitas, jangkauan, dan meningkatkan kemampuan armada maskapai secara keseluruhan.

Ditandatangani selama Pameran Kedirgantaraan Farnborough Airshow 2024 di hadapan Presiden Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) Arab Saudi, H.E. Abdulaziz bin Abdullah Al-Duailej, Ketua Dewan NAS Holding Ayed Al Jeaid, Chief Executive Officer & Managing Director flynas Bandar Almohanna, dan Chief Executive Officer, Commercial Aircraft Airbus, Christian Scherer.

Mengenal Flynas, Maskapai LCC Pertama dan Satu-satunya di Negeri Raja Salman

Pesawat baru tersebut akan bergabung dengan seluruh armada Airbus milik maskapai yang melayani rute internasional, domestik, dan regional. Pesawat A330-900 baru tersebut akan memiliki konfigurasi dua kelas, yang dapat menampung hingga 400 penumpang.

A330neo menghadirkan ekonomi operasional yang tak tertandingi, didukung oleh mesin Rolls-Royce Trent 7000 generasi terbaru, yang menampilkan sayap baru dan berbagai inovasi aerodinamis yang menghasilkan pengurangan 25 persen dalam konsumsi bahan bakar dan emisi CO₂ dibandingkan dengan pesawat pesaing generasi sebelumnya. A330neo mampu terbang 8.150 nm / 15.094 km tanpa henti, memberikan kenyamanan terbaik dengan lebih banyak ruang penumpang, sistem pencahayaan baru, sistem hiburan dalam pesawat terbaru, dan konektivitas penuh di seluruh kabin.

Seperti halnya semua pesawat Airbus, keluarga A330 sudah mampu beroperasi dengan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) hingga 50%. Pabrikan menargetkan agar pesawatnya mampu menggunakan SAF hingga 100% pada tahun 2030.

Sejarah Farnborough Airshow, Awalnya Fokus pada Industri Kedirgantaraan Inggris

Farnborough Airshow 2024 kini tengah menjadi pusat perhatian dunia penerbangan global, dari mulai tanggal 22 sampai 26 Juli 2024, beragam inovasi terbaru dalam dunia penerbangan sipil dan militer ditampilkan dalam pameran yang rutin dihelat dua tahunan tersebut. Nah, kerap didengar, tapi tahukah Anda sejarah Farnborough Airshow?

Baca juga: Farnborough Airshow 2024 – Japan Airlines Tuntaskan Pesanan Armada Airbus A350-900 dan A321neo

Farnborough International Airshow (FIA) adalah salah satu pameran kedirgantaraan terbesar dan paling berpengaruh di dunia.Farnborough Airshow pertama kali diadakan pada tahun 1948. Awalnya, acara ini hanya menampilkan teknologi penerbangan Inggris.

Pameran ini diadakan di Farnborough Airport, Hampshire, Inggris. Lokasi ini dipilih karena sejarah panjangnya dalam penelitian dan pengembangan kedirgantaraan, termasuk sebagai rumah dari Royal Aircraft Establishment (RAE). Awalnya disebut SBAC Show (Society of British Aircraft Constructors Show), acara ini berfokus pada industri kedirgantaraan Inggris. Pada dekade 1950-an, pameran ini mulai menarik minat internasional dan menampilkan teknologi dari negara-negara lain.

Farnborough Airshow terus berkembang menjadi acara internasional, menampilkan pesawat militer dan sipil dari seluruh dunia. Pameran ini menjadi platform penting bagi peluncuran pesawat baru dan inovasi teknologi. Acara ini semakin menjadi ajang bisnis internasional dengan partisipasi dari perusahaan kedirgantaraan global. Kontrak dan kesepakatan besar sering diumumkan selama pameran.

Mulai tahun 2000-an, Farnborough Airshow telah menjadi acara dua tahunan yang menampilkan ratusan perusahaan dan menarik puluhan ribu pengunjung dari seluruh dunia. Acara ini mencakup pameran statis dan pertunjukan udara yang menampilkan pesawat militer, sipil, dan teknologi kedirgantaraan terbaru.

Farnborough Airshow dikenal sebagai tempat di mana inovasi terbaru dalam teknologi penerbangan dan kedirgantaraan diperkenalkan, termasuk pesawat baru, sistem aviasi, dan teknologi pertahanan. Acara ini menjadi platform bisnis utama bagi industri kedirgantaraan global, dengan pertemuan B2B, konferensi, dan diskusi industri yang berlangsung selama acara.

Jarak dari pusat kota London ke Farnborough adalah sekitar 35 mil atau sekitar 56 kilometer, dan dapat dicapai dengan kereta, mobil, atau bus dalam waktu sekitar 35-90 menit, tergantung pada moda transportasi dan kondisi lalu lintas.

Dubai Airshow – Pameran Dirgantara Bergengsi Dua Tahunan Terbesar di Timur Tengah

KAI Perpanjang Relasi KA Blambangan Ekspres Hingga Pasar Senen Mulai 26 Juli 2024

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperpanjang relasi KA Blambangan Ekspres dari yang sebelumnya Semarang Tawang Bank Jateng – Ketapang pp menjadi Pasar Senen – Ketapang pp mulai keberangkatan 26 Juli 2024 untuk relasi Ketapang – Pasar Senen dan mulai keberangkatan 27 Juli 2024 untuk relasi Pasar Senen – Ketapang.

Baca juga: Tingkatkan Pelayanan Parkir di Stasiun Pasar Senen, KAI Services Siapkan Area Parkir Lebih Nyaman

”Perpanjangan relasi KA Blambangan Ekspres ini menjadi bagian dari peningkatan pelayanan KAI kepada pelanggan. Sehingga masyarakat Jakarta yang ingin bepergian ke Banyuwangi ataupun sebaliknya menjadi semakin mudah,” kata VP Public Relations KAI Anne Purba.

KA (185A) Blambangan Ekspres berangkat dari Stasiun Ketapang pukul 14.50 WIB dan tiba di Stasiun Pasar Senen pukul 07.15 WIB. Adapun KA (186A) Blambangan Ekspres berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 12.15 WIB dan tiba di Stasiun Ketapang pukul 04.55 WIB.

KA Blambangan Ekspres juga lebih nyaman karena menggunakan rangkaian eksekutif dan ekonomi new generation versi modifikasi.  Upgrade kereta kelas ekonomi tersebut menggantikan jenis kursi tegak berhadapan 80 tempat duduk menjadi kereta ekonomi new generation versi modifikasi dengan 72 tempat duduk, sehingga leg room-nya menjadi lebih luas.

Selain itu, jenis kursinya juga sudah menggunakan tipe captain seat yang membuat pelanggan semakin nyaman saat bersandar dan bisa diatur kemiringannya (reclining) serta bisa disesuaikan searah laju KA ataupun berhadapan (revolving).

“Peningkatan pelayanan pada KA kelas ekonomi ini adalah sebagai wujud komitmen KAI dalam mendengarkan kebutuhan dan masukan dari para pelanggan, untuk dapat terus meningkatkan pelayanan dan customer experience. Sehingga tetap relevan dengan perkembangan zaman,” kata Anne.

Interior kereta juga dimodif mirip dengan kereta eksekutif seperti bentuk bagasi dan nuansa interior yang lebih cerah. Tak hanya itu, modifikasi juga dilakukan pada toilet dengan nuansa yang lebih mewah dan menggunakan toilet duduk. Tersedia juga tempat ibadah di kereta restorasi.

Kereta ekonomi new generation versi modifikasi merupakan hasil peningkatan sarana yang KAI lakukan di Balai Yasa Manggarai (tempat perawatan sarana perkeretaapian milik KAI di Manggarai, Jakarta Selatan).

KAI Luncurkan KA Blambangan Ekspres Rute Semarang Tawang – Ketapang, Tarif Promo Mulai Rp150.000

Jelang Pemeriksaan Keamanan di Bandara, Sebaiknya Tanggalkan Aksesoris Berikut Ini!

Ada beberapa hal yang harus diketahui untuk memudahkan prosedur pemeriksaan keamanan di bandara. Apalagi jika perjalanan yang dilakukan dengan destinasi internasional, kerap prosedur keamanan menjelang boarding jauh lebih ketat, dan bila tak dipersiapkan secara matang, tak jarang akan membuat calon penumpang panik dan mengganggu antrean.

Baca juga: Terbang Jarak Jauh? Don’t Worry Ikuti Tips Ini

Berikut ini, KabarPenumpang.com merangkum dari laman oprah.com, ada tujuh hal yang harus Anda semestinya tanggalkan atau tak digunakan menjelang pemeriksaan keamanan di bandara, terutama saat pemeriksaan dengan alat pemindai.

1. Ikat pinggang
Untuk mengamankan celana yang kebesaran agar tidak melorot, biasanya Anda akan menggunakan ikat pinggang. Tetapi, tahukah Anda, saat melewati pemeriksaan keamanan, ikat pinggang harus dilepaskan dan membuat penumpang lainnya menunggu Anda melepasnya untuk masuk dalam alat pemindai. Baiknya gunakan celana karet atau celana yang bisa digunakan tanpa ikat pinggang untuk memudahkan saat pemeriksaan keamanan.

2. Sandal jepit
Memang sandal jepit nyaman untuk digunakan, tapi baiknya tinggalkan sandal jepit Anda di rumah, sebab bisa mendatangkan kuman pada jari kaki. Direktur kreatif O, Adam Glassman mengatakan, baiknya penumpang menggunakan kaus kaki jika menggunakan sandal jepit atau lebih baik menggunakan sepatu. Selain mengindari dari kuman juga membuat jari kaki tetap hangat di dalam pesawat.

3. Perhiasan
Gunakan perhiasan sewajarnya saat akan bepergian, atau jika Anda ingin membawanya pisahkan dalam tempat yang terpisah. Hal ini agar, saat pemeriksaan keamanan lebih mudah. Glassman mengatakan, jika Anda memiliki barang yang sangat berharga bisa meminta skrining pribadi untuk menghindari sasaran pencopetan.

4. Sandal gladiator
Sandal ini cukup nyaman untuk digunakan saat bepergian di musim panas dan cukup populer. Tetapi karena banyak sabuk dan tali tidak akan membuat nyaman saat pemeriksaan keamanan. Sepatu boots dan hak tinggi juga tidak disarankan untuk digunakan di pesawat. Ada baiknya gunakan sepatu atau sepatu sandal yang nyaman. Sebab, jika Anda hampir terlambat dan berlarian untuk mengejar pesawat bisa memudahkan tanpa harus khawatir terjatuh atau tergelincir.

5. Jaket atau Sweater
Sah-sah saja membawa atau menggunakan jaket ataupun sweater, apalagi saat musim dingin untuk menghangatkan tubuh. Tetapi, baiknya lepaskan jaket atau sweater Anda sebelum berada di pemeriksa keamanan. Sebab, jaket atau sweater yang digunakan sama seperti ikat pinggang harus di buka dan masuk dalam alat pemindai.

6. Bra Underwire
Kabel yang ada di lingeri memicu detektor logam nirkabel yang peka untuk meledak. Pilihlah dan gunakan bra yang memang nyaman dan tidak terindikasi bahan peledak.

Baca juga: Lebih dari 100 ml, Cairan Tak Boleh Masuk ke Dalam Kabin

7. Ukuran botol sesuai
Prosedur keamanan penerbangan hanya memperbolehkan membawa cairan berukuran 100 ml. Jika Anda membawa cairan lebih dari 100 ml, baiknya masukkan ke koper. Bila dibawa dalam tas jinjing pun biasanya di pisahkan dalam plastik zip bening untuk memisahkannya.

Kisah Pramugari Cadangan: “Tidak Mudah Meninggalkan Keluarga”

Berpisah dengan keluarga tercinta demi pekerjaan memang bukanlah pilihan yang mudah, ditambah lagi pekerjaan tersebut tergolong beresiko tinggi. Inilah yang dirasakan oleh Cheri Campbell, seorang reserve flight attendant atau pramugari cadangan asal Fairview Heights yang bekerja untuk maskapai Trans State Airlines. Dalam mengisi waktu luangnya selama ia berada di “darat”, ia membantu mengembangkan bisnis suaminya di bidang reparasi kendaraan.

Baca Juga: Ini Dia! Tips Cantik ala Pramugari

Dalam menjalankan tugasnya, Cheri harus siap mengabdi kepada perusahaan tiga minggu dalam satu bulan, itu artinya ia hanya memiliki waktu satu minggu bersama keluarganya. “Mungkin saya tidak akan pulang ketika Natal atau Paskah. Ini merupakan jenis pekerjaan yang berbeda,” ungkapnya sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman bnd.com. Sebelum ia menjalani tugasnya per bulan November kemarin, ia berkonsultasi dengan pihak keluarga untuk memastikan mereka tidak keberatan dengan jadwalnya yang bisa dibilang sangat padat tersebut.

Sejak saat itu, Ibu dari tiga anak ini sudah menghabiskan waktunya mengudara selama kurang lebih 300 jam, dan 60 malam di kamar hotel. “Akan merasa kikuk jika ia tidak berada di rumah, secara kami sudah lama menikah,” tutur suami dari Cheri, Brian. “Selama ia bahagia dengan pekerjaannya, maka saya juga turut bahagia,” tambahnya.

Sebelumnya, Cheri bekerja paruh waktu di Campbell’s Automotive di daerah Belleville, namun ketika pihak maskapai menghubunginya, Cheri harus segera berkemas dan menjalankan tugasnya sebagai pramugari cadangan. Kecintaannya akan bertemu banyak orang dan mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya menjadi salah satu alasan mengapa Cheri mencintai pekerjaannya ini.

Baca Juga: Adakah Yang Berbeda Antara Pramugari dan Awak Kabin?

Diketahui, Trans State Airlines mempekerjakan hampir 300 pramugari di lima homebase, yaitu Lambert di St. Louis, O’Hare di Chicago, Raleigh-Durham, Washington Culled, dan Denver. Maskapai regional ini mengudara sebagai United Express untuk United Airlines dan American Eagle untuk American Airlines. “Maskapai penerbangan kami dimulai pada tahun 1982,” kata Debbie Hicks, manager of inflight service training. “Kami tidak memiliki nama resmi yang diaku oleh banyak orang,” tambahnya.

Benih-benih karir yang baru saja dijalani oleh Cheri ini sebenarnya tertanam sejak ia masih gadis. Ayahanda Cheri, Don Galik (alm.) pernah bekerja sebagai petugas kontrol produksi di McDonnell Douglas yang kini lebih dikenal dengan Boeing. Sebenarnya, untuk kualifikasi seorang pramugari adalah seorang wanita yang belum menikah, dan tinggi minimal 4,11 kaki atau setara dengan 125 cm tanpa alas kaki. Namun menanggapi status pernikahan Cheri, pihak Trans States memiliki pandangannya sendiri. “Kami mencari seseorang yang hangat dan ramah serta tulus dan mudah didekati dan berempati,” kata Ronald Davis, manager of inflight standards and compliance Trans States.

Karir Cheri dimulai dengan latihan dan pengujian selama dua bulan, yang sebagian besar terkait dengan prosedur keselamatan. Beberapa sesi berlangsung di sebuah pesawat mockup di Lambert. Petugas penerbangan harus memverifikasi bahwa peralatan keselamatan di dalam kabin berfungsi dengan baik, dapat mengelola CPR, memberikan instruksi kepada penumpang tentang apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat dan mematuhi semua peraturan yang ada.

Baca Juga: Diet Coke, Inilah Minuman Yang Dibenci Pramugari

Pramugari juga bertanggung jawab untuk menjaga agar kabin tetap bersih dan nyaman serta memastikan penumpang berada di penerbangan yang benar dengan barang bawaan tidak tertukar dengan penumpang lainnya.

Cheri mengungkapkan, salah satu tantangan dalam pekerjaannya adalah berurusan dengan populasi yang beragam. Ambil contoh ketika beberapa penumpang bersenang-senang, hendak berlibur atau mengunjungi orang yang dicintai. Sementara yang lainnya akan menghadiri pemakaman atau melakukan perjalanan bisnis. Ia mengungkapkan belum menghadapi masalah medis atau yang berbau kriminal, dan dia menemukan kebanyakan orang bersikap ramah dan kooperatif. “Yang pasti Anda harus tetap tersenyum.” tutupnya.

Pakar Traveling Ingatkan Risiko Gunakan Sabun dan Sampo Dispenser di Hotel

Perlengkapan mandi seperti sabun, sampo dan kondisioner sudah lumrah sebagai standar di hotel dan fasilitas penginapan liburan. Namun, pakar traveling mengingatkan agar wisatawan menghindari menggunakan perlengkapan mandi yang disediakan di hotel. Alasannya, perlengkapan itu mungkin saja terkontaminasi dari tamu sebelumnya, apalagi jika disediakan dalam dispenser.

Baca juga: Pramugari Cantik Bagikan Tips Isi Daya Ponsel di Hotel Tanpa Charger

Agen perjalanan Hannah Westphal, yang sebelumnya merupakan manajer persewaan liburan, mengatakan bahwa tamu hotel tidak tahu persis apa yang ada di dalam dispenser itu. “Selalu ada kekhawatiran seseorang akan mengisinya dengan sesuatu… dan percayalah, saya pernah melihat krim penghilang bulu dan entah apa lagi,” kata pemilik by Hannah Vacations itu.

Westphal mengatakan, perlengkapan mandi dengan kunci pengaman yang hanya dapat dibuka oleh staf hotel aman untuk digunakan. Sebab, itu berarti tamu lain tidak dapat merusaknya dan memasukkan sesuatu di sana.  “Mungkin akan lebih bijaksana untuk membawa perlengkapan mandi mini sendiri, seperti sampo, kondisioner, dan sabun mandi, untuk perjalanan,” kata dia.

Hal yang sama dikatakan pemilik akun TikTok @travelinghotelmanager. Dalam video yang ditonton ratusan ribu kali pada tahun lalu, dia menjelaskan alasan mengapa sebaiknya perlengkapan mandi hotel tidak digunakan. “Tamu sebelumnya bisa menaruh apa pun yang mereka inginkan di sana. Mereka bisa memasukkan pewarna rambut, pemutih, apa pun ke dalamnya, jangan pernah gunakan ini.”

Sebelumnya, mantan manajer hotel juga Melissa Hanks mengatakan dia telah melihat sebuah produk penghilang bulu yang terkenal di dalam botolnya.

Alih-alih menggunakan sabun batangan dan botol kecil sampo, hotel-hotel di Uni Eropa kini harus mengikuti aturan mengenai pengemasan dan limbah yang berlaku sejak akhir 2022. Itu artinya, hotel harus menyiapkan perlengkapan mandi dalam botol besar atau dispenser yang bisa digunakan beberapa tamu sekaligus. Aturan ini merupakan bagian dari paket untuk mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan warga Uni Eropa setiap tahunnya. Rata-rata, setiap orang Eropa menghasilkan hampir 180 kilogram sampah kemasan per tahun.

Mau Hemat Pengeluaran Saat Melancong? Cek Tips Ini