Vietjet Rayakan 200 Juta Penumpang, Pengusaha India Jadi Penumpang ke-200 Juta

Memasuki paruh kedua tahun 2024, Vietjet mengukir sebuah prestasi baru dengan menyambut penumpang ke-200 juta – sebuah pencapaian yang menegaskan keberhasilan maskapai ini dalam menghubungkan Vietnam dengan berbagai belahan dunia.

Baca juga: Ekspansi Penerbangan Antarbenua, Vietjet Akuisisi 20 Unit Airbus A330-900neo Senilai $7,4 Miliar

Dalam momen bersejarah ini, Sandeep Mehta, seorang pengusaha asal India, menjadi penumpang ke-200 juta dan meraih hadiah istimewa berupa penerbangan internasional gratis bersama Vietjet selama satu tahun.

Menyusul pencapaian ini, Vietjet juga mengumumkan peluncuran rute baru yang menghubungkan kota Ahmedabad di barat India dengan kota pesisir Da Nang di Vietnam, yang akan mulai beroperasi pada Oktober 2024. Pengumuman ini disampaikan pada Forum Bisnis Vietnam-India di New Delhi, India, yang disaksikan oleh Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh serta para pemimpin dan perwakilan bisnis dari kedua negara.

Pada kesempatan ini, Vietjet mengadakan promosi selama seminggu mulai saat ini hingga 8 Agustus 2024. Sebanyak dua juta tiket dijual dengan harga mulai dari Rp915.000 sekali jalan (termasuk pajak dan biaya tambahan) untuk semua rute penerbangan domestik dan internasional Vietjet.

Wisatawan Indonesia yang ingin mengunjungi Ahmedabad dapat memanfaatkan jaringan penerbangan Vietjet dengan melakukan transit di Ho Chi Minh atau Hanoi. Saat ini, Vietjet menawarkan empat rute yang menghubungkan Vietnam dengan Indonesia, yaitu dari Jakarta dan Bali menuju Hanoi dan Ho Chi Minh City, dua kota metropolitan terbesar di Vietnam yang juga berfungsi sebagai pusat transit.

Sejak tahun 2019, Vietjet telah berkembang menjadi maskapai penerbangan perintis yang menyediakan layanan penerbangan langsung antara Vietnam dan India yang nyaman dan terjangkau bagi masyarakat serta wisatawan. Vietjet kini mengoperasikan 7 rute dengan 56 penerbangan mingguan antara kedua negara dan telah melayani hampir 1,3 juta penumpang antara Vietnam dan India.

Vietjet Tambahkan Rute Penerbangan Baru, Jangkau Lebih Banyak Destinasi di Asia-Pasifik

Profil Bandara Internasional Rafic Hariri – Gerbang Utama Keluar-Masuk Beirut (Lebanon)

Bandara Internasional Rafic Hariri di Beirut kini menjadi tumpuan ribuah pelancong yang ingin keluar segera dari Lebanon. Buntut tewasnya pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada 31 Juli 2024, telah membawa implikasi luas, termasuk pada potensi perang terbuka antara milisi pro Iran Hizbullah di Lebanon selatan dengan Israel.

Baca juga: Bandara Internasional Damaskus – Dibombardir Israel, Inilah ‘Gerbang Utama’ ke Suriah

Lantaran baku tembak terus terjadi dan cenderung memburuk, hampir sebagian besar negara asing (termasuk Indonesia) telah meminta warganya untuk segera meninggalkan Lebanon, bahkan Amerika Serikat telah meminta warganya segera pergi dari Lebanon dengan tiket apa pun yang tersedia. Buntut dari kepanikan pelancong yang harus meninggalkan Lebanon, diperparah dengan keputusan penundaan terbang dari maskapai-maskapai asing seperti Lufthansa dan Air France, lantaran risiko pada masalah keamanan.

Karena menjadi gerbang utama untuk masuk dan keluar Lebanon, maka tentu menarik untuk mengintip profil dari bandara internasional dengan kode Kode IATA – BEY dan kode ICAO – OLBA.

Dari sejarahnya, Bandara Hariri yang berlokasi 9 kilometer dari kota Beirut dibuka dengan nama Bandara Internasional Beirut pada tahun 1954. Pada awalnya, bandara ini dibangun untuk menggantikan bandara lama yang tidak lagi memenuhi kebutuhan transportasi udara modern. Pada dekade 60 dan 70-an, bandara ini mengalami pertumbuhan pesat seiring dengan meningkatnya jumlah penerbangan dan penumpang. Beirut menjadi hub utama bagi penerbangan di kawasan Timur Tengah.

Namun, bandara ini mengalami kerusakan akibat invasi Israel selama Perang Lebanon 1982. Infrastruktur bandara, termasuk landasan pacu dan terminal, mengalami kerusakan signifikan. Setelah berakhirnya Perang Saudara Lebanon, upaya rekonstruksi dimulai. Bandara ini kembali dibuka pada tahun 1990 dan mengalami beberapa tahap renovasi dan perluasan untuk meningkatkan kapasitas dan fasilitas. Dilanjutkan pada tahun 2000, Pemerintah Lebanon meresmikan terminal baru yang lebih modern untuk mengakomodasi peningkatan lalu lintas penumpang dan kargo.

Setelah pembunuhan mantan Perdana Menteri Rafic Hariri pada bulan Februari 2005, bandara ini diubah namanya menjadi Bandara Internasional Rafic Hariri sebagai bentuk penghormatan. Hariri dikenal karena perannya dalam membangun kembali Lebanon setelah perang saudara dan upaya-upayanya untuk memodernisasi infrastruktur negara, termasuk bandara.

Apesnya, bandara ini kembali mengalami kerusakan selama Perang Lebanon pada tahun 2006. Pembangunan dan perbaikan segera dilakukan setelah berakhirnya konflik untuk memastikan bandara tetap operasional.

Dari spesifikasi, Bandara Hariri punya dua landas pacu, yakni landasan pacu 03/21 memiliki panjang sekitar 3,800 meter dan lebar 45 meter, serta landasan pacu 16/34 memiliki panjang sekitar 3,395 meter dan lebar 45 meter.

Bandara ini punya satu terminal yang melayani penerbangan internasional dan domestik.Terminal ini dirancang untuk menangani hingga 6 juta penumpang per tahun, meskipun sering kali menangani jumlah yang lebih tinggi karena meningkatnya lalu lintas udara.

Jadi Simbol Konflik Israel-Palestina, Inilah Sejarah Panjang Bandara Ben Gurion di Tel Aviv

Meriahkan Olimpiade Paris 2024, Bandara Internasional Dubai Luncurkan “DXB Games” untuk Pelancong

Menyambut Olimpiade Paris 2024, Bandara Internasional Dubai di Uni Emirat Arab (UEA) memperkenalkan DXB Games, yang menjadi contoh bagaimana bandara dapat meningkatkan pengalaman para pelancong dengan memadukan hiburan dan acara budaya ke dalam layanan mereka.

Baca juga: Emirates Hadirkan Robot Check-In di Bandara Dubai Cegah Antrean di Jam Sibuk

Inisiatif DXB Games terinspirasi oleh Olimpiade, dirancang untuk menjadikan bandara sebagai tempat yang lebih menarik dan menyenangkan, mengubah waktu tunggu menjadi pengalaman yang menyenangkan. DXB Games menampilkan berbagai aktivitas yang diperuntukkan bagi semua kelompok umur, menjadikannya acara yang ramah keluarga. Berikut ini adalah gambaran lebih dekat tentang apa yang dapat diharapkan wisatawan:

Bike Sprint to Success
Aktivitas yang menyenangkan dan kompetitif di mana para peserta berlomba menggunakan sepeda statis, yang mensimulasikan lari cepat Olimpiade. Ini adalah cara yang bagus untuk berolahraga dan menikmati sedikit kompetisi yang bersahabat.

Football Keep-Ups Challenge
Uji keterampilan sepak bola Anda dengan melihat berapa kali Anda dapat menjaga bola di udara tanpa membiarkannya menyentuh tanah. Tantangan ini sangat cocok untuk penggemar sepak bola dan menawarkan kesempatan untuk memenangkan medali dan voucher tunai.

Basketball Shootout
Pamerkan keterampilan menembak Anda dalam tantangan bola basket ini. Baik Anda pemain berpengalaman atau hanya ingin bersenang-senang, tembak-menembak adalah cara yang bagus untuk menghabiskan waktu dan bersaing memperebutkan hadiah.

Creating a Festive Atmosphere
Untuk melengkapi kegiatan olahraga, Bandara Internasional Dubai telah menyiapkan siaran langsung Olimpiade di berbagai gerai makanan dan minuman. Pelancong dapat mengikuti acara terbaru sambil menikmati menu yang dikurasi khusus yang merayakan kuliner internasional, yang semakin meningkatkan suasana meriah. Pengaturan ini memungkinkan penumpang untuk tetap terhubung dengan semangat Olimpiade bahkan saat bepergian.

Michelle Lee, Vice President of Brand and Communications di Bandara Dubai, menekankan dedikasi bandara untuk memberikan pengalaman luar biasa bagi para pelancong. “Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman berkesan yang beresonansi dengan tamu kami, dan kami sangat menantikan kegembiraan dan persahabatan yang akan diilhami oleh DXB Games,” katanya. Prakarsa ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memposisikan DXB bukan hanya sebagai pusat transit, tetapi juga destinasi itu sendiri.

DXB Games merupakan bukti dari sifat bandara yang terus berkembang dan perannya dalam meningkatkan pengalaman perjalanan. Dengan menggabungkan hiburan dan aktivitas interaktif, bandara dapat secara signifikan meningkatkan kepuasan penumpang dan menciptakan kenangan abadi. Pendekatan ini kemungkinan akan memengaruhi bandara internasional lainnya untuk mengadopsi inisiatif serupa, yang akan mengubah lanskap perjalanan global.

Dubai Jadi Kota Nomer Satu Paling Diminati, Jakarta Nomer Berapa?

Timur Tengah Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Berpengaruh pada Tiket Pesawat

Lantaran dikenal sebagai wilayah paling kaya minyak di muka Bumi, maka konflik di Timur Tengan kerap dianggap sebagai biang kerok atas naiknya harga tiket pesawat udara. Namun, tak sedikit yang bertanya, bagaimana hal tersebut dapat secara langsung terkait, dan cepat membawa pengaruh di pasar.

Baca juga: Dear Penumpang, Badan Kebijakan Transportasi Sebut Tiket Pesawat Bakal Turun, Begini Kajiannya

Harga minyak dunia secara langsung mempengaruhi harga tiket pesawat terbang karena bahan bakar pesawat (aviation fuel) adalah salah satu komponen biaya terbesar dalam operasional maskapai penerbangan. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang bagaimana harga minyak dunia berdampak pada harga tiket pesawat terbang:

1. Proporsi Biaya Bahan Bakar
Bahan bakar merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam operasional maskapai penerbangan, biasanya mencakup antara 20% hingga 30% dari total biaya operasional. Oleh karena itu, perubahan harga minyak dunia yang signifikan dapat berdampak besar pada biaya bahan bakar maskapai.

2. Fluktuasi Harga Minyak
Harga minyak mentah yang naik akan meningkatkan biaya bahan bakar pesawat. Sebaliknya, jika harga minyak turun, biaya bahan bakar juga akan menurun. Maskapai penerbangan sering kali melakukan hedging untuk mengunci harga bahan bakar di masa depan, tetapi hedging tidak selalu dapat sepenuhnya melindungi dari fluktuasi harga yang ekstrem.

3. Penyesuaian Harga Tiket
Maskapai penerbangan cenderung menyesuaikan harga tiket untuk mencerminkan perubahan biaya operasional mereka, termasuk biaya bahan bakar. Ketika biaya bahan bakar naik, maskapai dapat menaikkan harga tiket untuk menutupi biaya tambahan. Ini bisa dilakukan melalui peningkatan harga tiket secara langsung atau melalui biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharges).

4. Persaingan dan Permintaan Pasar
Meskipun biaya bahan bakar meningkat, persaingan di pasar penerbangan juga memainkan peran penting. Maskapai mungkin tidak dapat sepenuhnya meneruskan biaya tambahan kepada penumpang jika mereka berada dalam pasar yang sangat kompetitif. Sebaliknya, dalam pasar dengan permintaan tinggi dan persaingan rendah, maskapai mungkin lebih mudah menaikkan harga tiket.

5. Efek Jangka Panjang
Kenaikan harga minyak yang berkepanjangan dapat mendorong maskapai untuk mencari cara lain untuk mengurangi biaya, seperti meningkatkan efisiensi bahan bakar pesawat, mengurangi jumlah penerbangan, atau memilih rute yang lebih efisien. Namun, dalam jangka pendek, penyesuaian harga tiket adalah salah satu cara paling langsung untuk menangani peningkatan biaya bahan bakar.

6. Variabilitas Regional
Pengaruh harga minyak dunia pada harga tiket pesawat juga dapat bervariasi tergantung pada lokasi geografis dan kondisi ekonomi regional. Maskapai yang beroperasi di kawasan dengan subsidi bahan bakar atau harga minyak lokal yang berbeda mungkin menghadapi dampak yang berbeda dibandingkan dengan maskapai di kawasan lain.

Harga Minyak Dunia Naik, Avtur Ikut Naik, Maskapai Penerbangan Makin Tercekik!

Secara keseluruhan, harga minyak dunia yang fluktuatif berdampak langsung pada biaya operasional maskapai penerbangan, yang pada gilirannya mempengaruhi harga tiket pesawat. Maskapai harus terus menyesuaikan strategi harga mereka untuk mempertahankan profitabilitas sambil tetap kompetitif di pasar.

Dear Penumpang, Badan Kebijakan Transportasi Sebut Tiket Pesawat Bakal Turun, Begini Kajiannya

Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan stakeholder terkait, telah melakukan kajian terkait harga tiket pesawat. Kajian ini menghasilkan rekomendasi dan usulan langkah yang perlu diambil, baik secara jangka pendek maupun menengah, guna menurunkan harga tiket pesawat angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi.

Baca juga: Gaswat, IATA Sebut Harga Tiket Pesawat Bakal Naik

Perlu diketahui bahwa harga tiket yang dibayarkan masyarakat terdiri dari komponen tarif jarak, pajak, iuran wajib asuransi, dan biaya tuslah/tambahan (surcharge).

Rekomendasi jangka pendek lebih banyak terkait dengan komponen yang dapat dikendalikan oleh pemerintah, sedangkan jangka menengah hingga panjang adalah dengan melakukan peninjauan kembali terhadap Tarif Batas Bawah (TBB) dan Tarif Batas Atas (TBA).

”Hasil dari kajian dan diskusi mendalam dengan para pemangku kepentingan, terdapat rekomendasi kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang harus diambil untuk menurunkan harga tiket pesawat. Kebijakan ini harus diambil secara lintas sektoral, tidak hanya oleh Kementerian Perhubungan sendiri,” ujar Kepala BKT Robby Kurniawan, di Jakarta, Jumat (2/8).

Kebijakan jangka pendek dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
1. Memberi insentif fiskal terhadap biaya avtur, suku cadang pesawat udara, serta subsidi dari penyedia jasa bandar udara terhadap biaya pelayanan jasa pendaratan, penempatan dan penyimpanan pesawat udara (PJP4U), ground handling throughput fee, subsidi/insentif terhadap biaya operasi langsung, seperti pajak biaya bahan bakar minyak dan pajak biaya suku cadang dalam rangka biaya overhaul atau pemeliharaan.
2. Mengusulkan penghapusan pajak tiket untuk pesawat udara sehingga tercipta equal treatment (kesetaraan perlakuan) dengan moda transportasi lainnya yang telah dihapuskan pajaknya, berdasarkan PMK Nomor 80/PMK.03/2012.
3. Menghilangkan konstanta dalam formula perhitungan avtur. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.
4. Melaksanakan usulan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk mengajukan sistem multi provider (tidak monopoli) untuk supply avtur. Terkait dengan hal ini Kemenhub telah menulis surat kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi berisi saran dan pertimbangan tentang multi provider BBM penerbangan. Hal ini ditujukan untuk mencegah praktik monopoli, serta mendorong implementasi multi provider BBM penerbangan di bandar udara, sehingga diharapkan tercipta harga avtur yang kompetitif.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Naik Gila-gilaan, Bukan Hanya di Indonesia, Ini Penyebabnya!

Adapun untuk jangka menengah hingga jangka panjang, menurut Robby dapat dilakukan dengan meninjau kembali formulasi TBA yang berlaku saat ini. Hal ini karena adanya perubahan kondisi pasar yang perlu diakomodir dengan baik, khususnya komponen biaya operasi langsung maupun tidak langsung, yang berdampak pada keselamatan penerbangan dan keberlanjutan layanan transportasi udara.

“Selain itu, upaya jangka panjang adalah bersama stakeholders bidang sumber daya energi, perlu mendorong pemerataan harga avtur di seluruh bandara Indonesia, yang salah satunya dengan cara membangun kilang secara tersebar. Dengan pemerataan ini diharapkan sektor aviasi di Indonesia menjadi lebih baik dan berdampak positif bagi semua sektor,” kata Robby.

LRT Jabodebek Tambah 14 Perjalanan Mulai 5 Agustus, Headway Jadi 5 Menit

KAI melakukan uji coba penambahan 14 perjalanan LRT Jabodebek mulai 5 Agustus 2024. Uji coba ini dilakukan pada hari kerja (weekday) khususnya pada jam sibuk (peak hours). Dengan dilakukannya uji coba ini, jumlah total perjalanan LRT Jabodebek pada hari kerja meningkat dari 336 perjalanan menjadi 350 perjalanan.

Baca juga: Juli 2024, LRT Jabodebek Tembus 2 Juta Pengguna, Catatkan Rekor Baru

Jarak antar kereta (headway) juga menjadi lebih singkat, yakni 10 menit pada lintas Jatimulya – Dukuh Atas dan Harjamukti – Dukuh Atas. Serta 5 menit pada lintas Cawang – Dukuh Atas. Sebelumnya headway pada ketiga lintas tersebut saat peak hours mencapai 5,5 – 11 menit.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan uji coba penambahan perjalanan ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.

Pada bulan Juli 2024, kami mencatat adanya kenaikan signifikan dalam jumlah pengguna sebesar 17 persen dibandingkan bulan Juni. Secara spesifik, pada hari kerja rata-rata jumlah pengguna mencapai 75.694 orang, sementara pada akhir pekan mencapai 35.789 orang.

“Kami berusaha menyesuaikan layanan LRT Jabodebek dengan kebutuhan pengguna yang terus berkembang, dan kami percaya langkah ini akan lebih meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan pengguna,” ujarnya.

Baca juga: Nikmati BISKITA Trans Depok di Stasiun LRT Harjamukti, Gratis Selama Enam Bulan Pertama

Dengan uji coba ini, KAI berharap dapat memberikan kemudahan lebih bagi para pengguna, khususnya pada jam-jam sibuk yang sering mengalami kepadatan.

“KAI terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memastikan perjalanan yang aman dan nyaman,” tutupnya.

Prabowo Tiba di Moskow via Bandara Vnukovo, Inilah Bandara Internasional Sekaligus ‘Kepresidenan’

Dalam lawatan kerja ke luar negeri, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, beserta delegasi tiba di Bandara Vnukovo, Moskow, Selasa (30/7), pada pukul 20.30 waktu setempat. Kedatangan Menhan RI disambut hangat oleh Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Belarus, Jose Antonio Morato Tavares.

Baca juga: Bukan Sekedar Urusan Transportasi Warga, Ini Alasan Moskow Punya Tujuh Bandara

Yang menarik dari kunjungan di atas adalah Bandara Vnukovo, yang mana penulis pernah berkesempatan meninggalkan Moskow dari bandara ini. Bandara Vnukovo, salah satu dari tiga bandara utama di Moskow, total di Moskow ada tujuh bandara. Bandara Vnukovo didirikan pada tahun 1936, dengan tujuan awal sebagai bandara militer. Lokasinya di pinggiran barat daya Moskow dipilih karena strategis dan memungkinkan untuk ekspansi.

Setelah perang, bandara ini beralih ke penggunaan sipil, melayani penerbangan komersial. Pada dekade 1960-an dan 1970-an, Vnukovo mengalami ekspansi besar-besaran, termasuk pembangunan terminal baru dan peningkatan fasilitas untuk menangani pesawat jet yang lebih besar.

Setelah runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an, Vnukovo tetap menjadi salah satu bandara utama di Rusia, melayani penerbangan domestik dan internasional. Pada awal 2000-an, Bandara Vnukovo menjalani proyek modernisasi besar. Terminal baru dibangun, dan fasilitas lainnya ditingkatkan untuk meningkatkan kapasitas dan pelayanan. Terminal internasional baru, Vnukovo-1, dibuka pada tahun 2010, menyediakan fasilitas modern dan meningkatkan kapasitas penumpang.

 

Saat ini, Bandara Vnukovo adalah salah satu bandara tersibuk di Rusia, melayani penerbangan domestik dan internasional. Selain melayani maskapai komersial, Vnukovo juga berfungsi sebagai pangkalan untuk penerbangan pemerintahan dan presiden Rusia.

Beberapa maskapai asing yang melayani penerbangan di Bandara Vnukovo (VKO) di Moskow adalah Turkish Airlines, Flydubai, Air Arabia, Azerbaijan Airlines, Belavia, dan Pegasus Airlines. Penulis sendiri pernah menggunakan jasa penerbangan Flydubai menuju Dubai di Uni Emirat Arab. Penerbangan Flydubai dari Vnukovo dilayani pesawat regional narrow body Boeing 737 Max series.

 

Dari spesifikasi, Bandara Vnukovo yang terletak sekitar 28 km barat daya pusat kota Moskow, punya dua landas pacu, runway 06/24 dengan panjang 3.060 meter dan runway 01/19 dengan panjang 3.500 meter. Vnikovo melayani lebih dari 20 juta penumpang per tahun.

Tersedia berbagai pilihan transportasi menuju dan dari bandara, termasuk kereta api Aeroexpress yang menghubungkan bandara dengan pusat kota Moskow dalam waktu sekitar 35 menit, serta layanan bus, taksi, dan layanan rideshare.

Ilyushin Il-18 Coot. Pesawat Pertama Aeroflot yang Melayani Penerbangan Moskow – Jakarta

Juli 2024, LRT Jabodebek Tembus 2 Juta Pengguna, Catatkan Rekor Baru

LRT Jabodebek mencatatkan pencapaian luar biasa pada bulan Juli 2024 dengan total volume pengguna mencapai 2.027.272 orang. Angka ini merupakan rekor baru jumlah pengguna terbanyak dalam satu bulan sejak LRT Jabodebek mulai beroperasi pada 28 Agustus 2023 lalu.

Baca juga: Perhatian! LRT Jabodebek Mulai Terapkan Tarif Maksimal Tap In dan Tap Out di Stasiun yang Sama 

Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono mengatakan pertumbuhan pengguna bulan Juli dibandingkan bulan Juni 2024 mengalami kenaikan signifikan sebesar 17%. Peningkatan ini menunjukkan tingginya antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan LRT Jabodebek.

Secara rinci, rata-rata jumlah pengguna pada hari kerja (weekday) mencapai 75.694 orang, sementara rata-rata jumlah pengguna pada akhir pekan (weekend) mencapai 35.789 orang. Jumlah ini tidak hanya menggambarkan lonjakan pengguna harian, namun juga mencerminkan preferensi masyarakat yang semakin memilih LRT Jabodebek sebagai moda transportasi utama, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun saat akhir pekan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas kepercayaan dan dukungannya terhadap LRT Jabodebek. Pencapaian ini tidak lepas dari peran aktif seluruh pengguna yang setia menggunakan layanan LRT Jabodebek,” ujar Mahendro.

LRT Jabodebek berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik kepada seluruh pengguna. Keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu merupakan prioritas utama LRT Jabodebek dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang menyenangkan dan andal.

“Kami akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan untuk memastikan LRT Jabodebek tetap menjadi pilihan utama masyarakat Jabodebek,” tambah Mahendro.

Dengan berbagai capaian ini, LRT Jabodebek semakin optimis dalam mengemban amanah untuk menyediakan transportasi massal yang efisien dan dapat diandalkan, serta mendukung mobilitas masyarakat yang lebih baik di wilayah Jabodebek.

Layani 1,7 Juta Penumpang di Bulan Mei, LRT Jabodebek Catatkan Jumlah Pengguna Bulanan Tertinggi

LRT

Jaringan Kereta Cepat TGV Diserang Teror Pembakaran di Samping Rel, Layanan Terganggu Parah

Olimpiade Paris 2024 telah resmi digelar sejak 26 Juli lalu. Lantaran menjadi venue besar berkala internasional, sudah barang tentu Paris dan sekitarnya mendapat pengamanan super ketat, maklum ancaman serangan teror dapat berpotensi terjadi dalam olimpiade. Namun, siapa sangka justru ada aksi sabotase yang dilakukan justru dilakukan di luar kota Paris.

Baca juga: TGV Bersejarah Tampil di Praha, Promosikan Jaringan Kereta Cepat di Ceko

Aksi sabotase yang dimaksud adalah dengan upaya mengganggu layanan kereta api berkecepatan tinggi (TGV). Seperti dikutip railway-technology.com (29/7/2024), kekacauan telah terjadi di jaringan rel kereta berkecepatan tinggi TGV akibat adanya serangkaian pembakaran sisi jaringan rel keret.

Meski Perancis saat ini tengah memasuki masa musim panas, namun kebakaran yang terjadi pada sisi rel disebut karena kebakaran yang disengaja. Sejauh ini belum diketahui, siapa yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Jaringan kereta api berkecepatan tinggi Perancis biasanya membuat iri negara-negara tetangganya di Eropa, tetapi menjelang ujian terbesarnya yang pernah ada – Olimpiade Paris 2024 – jaringan tersebut dilanda serangan pembakaran yang tampaknya menyebabkan kekacauan di seluruh jaringan.

Pada malam tanggal 25 Juli, malam sebelum Olimpiade dimulai, serangkaian kebakaran terjadi di infrastruktur jalur kereta api berkecepatan tinggi TGV. Kebakaran tersebut dengan cepat diidentifikasi sebagai pembakaran, dan penyelidikan kriminal diluncurkan bersamaan dengan pekerjaan perbaikan darurat.

Kebakaran terjadi di infrastruktur kabel di sisi rel pada empat jalur, tetapi hanya tiga yang terdapak – Jalur Atlantik, Utara, dan Timur. Kebakaran lebih lanjut dimaksudkan untuk mengganggu jalur selatan ke wilayah Alpen-Maritimes, tetapi tidak menyebabkan kerusakan yang sama.

Namun, layanan dari dan ke Paris dan kota-kota seperti Brest, Bordeaux, Nantes, Lille, dan Strasbourg terganggu parah. Layanan penumpang di seluruh Prancis tertunda dan dibatalkan, sementara layanan internasional ke Inggris, Jerman, dan Belgia juga terganggu.

Serupa Tapi Tidak Sama, Inilah Perbedaan Mendasar Antara TGV dan Shinkansen

PT KAI Menuju “Zero Net Emission”, Dari Implementasi PLTS sampai Drinking Water Station

KAI Group berkomitmen untuk mencapai net zero emission melalui beberapa langkah strategis seperti implementasi PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di stasiun, perkantoran, griya karya, depo dan balai yasa. Pembangunan fasilitas-fasilitas tersebut dilakukan secara bertahap.

Baca juga: Hadirkan Kereta Bertenaga Surya, Jerman Selidiki Potensi Fotovoltaik di Jaringan Rel

“Pada operasional dan sarana kereta, kami mengoptimalkan penggunaan bahan bakar B35 yang lebih bersih dan efisien untuk armada kereta, serta mengelola limbah secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak termasuk penggunaan toilet ramah lingkungan. Salah satu bukti nyata pada komitmen ini, pada tanggal 22 Juli 2024, KAI telah menguji coba B40 pada KA Bogowonto,” ujar VP Public Relations KAI Anne Purba.

Dalam pelayanan penumpang, KAI Group juga melakukan inovasi berupa program paperless dengan pengembangan aplikasi digital seperti Access by KAI dan boarding dengan face recognation. KAI juga mendukung cashless society dengan mengurangi penggunaan uang cash dan eticketing pada layanan commuter.

Dalam mendukung literasi dan edukasi yang lebih luas di bidang pelayanan, KAI Group juga menyiapkan water station untuk mengurangi penggunaan botol plastik pada pegawai dan pelanggan KA yang ditargetkan dapat terlayani lebih dari 400 juta pada tahun 2024. Dispenser yang disediakan KAI untuk penumpang merupakan layanan Drinking Water Station. Layanan tersebut memungkinkan penumpang mengisi ulang air seperlunya selama di stasiun.

Setiap dispenser yang ditempatkan KAI menyediakan pilihan air panas, dingin, dan normal sesuai selera penumpang Per Juli 2024, terdapat 22 stasiun yang menyediakan water station yaitu Gambir, Pasarsenen, Bandung, Kiaracondong, Cirebon, Cirebon Prujakan, Semarang Tawang Bank Jateng, Semarang Poncol, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Madiun, Kertosono, Kediri, Blitar, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Malang, Jember, dan Tanjungkarang.

Di beberapa stasiun terutama Commuter juga disiapkan parkir sepeda gratis dan pemisahan jenis sampah. Selain itu KAI juga menggalakkan penanaman pohon di berbagai area kerja juga menjadi salah satu program CSR yang terus dilakukan dengan tujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan menangkal polusi udara. Hingga semester 1 tahun 2024, KAI telah menanam total 2.238 pohon.

”KAI juga mengimplementasikan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di stasiun-stasiun dan kantor KAI mulai September 2022. Dengan penggunaan PLTS, KAI berhasil menghemat listrik hingga 8% dari tagihan listrik bulanan selama periode November 2023 hingga Juni 2024, dengan total kontribusi penghematan sebesar Rp1.011.590.730,” kata Anne.

Saat ini, terdapat 40 stasiun dan 2 balai yasa yang telah dipasangi PLTS, antara lain Stasiun Pasarsenen, Tanjungpriok, Depok, Citayam, Jakartakota, Duri, Serpong, Parungpanjang, Cikini, Bogor, Gondangdia, Juanda, Manggabesar, Sawahbesar, Cirebon, Cirebonprujakan, Brebes, Purwokerto, Kutoarjo, Kroya, Cilacap, Yogyakarta, Ketapang, Probolinggo, Jember, Rangkasbitung, Tangerang, Universitas Indonesia, Cawang, Semarang Tawang Bank Jateng, Semarang Poncol, Tegal, Pekalongan, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Malang, Bojonegoro, Wonokromo, serta Balai Yasa Manggarai dan Yogyakarta. Ke depannya, KAI berencana untuk terus menambah jumlah Implementasi PLTS pada Bangunan Aset KAI (stasiun, kantor, depo, griya karya dan balai yasa).

Terapkan 10 Poin, Amsterdam Centraal Jadi Stasiun Kereta Paling Ramah Lingkungan