KAI Hadirkan Tiket Promo Diskon 79 Persen Peringati HUT Kemerdekaan RI ke-79, Berikut Daftar KA dan Rutenya

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan Promo “Panjat Pinang” (Panjat Diskonnya, Pinang Untungnya) di 30 perjalanan kereta api berbagai kelas dan tujuan. Pada program Promo Panjat Pinang, KAI menyediakan total 32.984 tiket. Promo yang pertama yaitu Pinang Promo Cuma Bayar 79 persen, KAI menyediakan 27.064 tiket untuk pembelian dari 16-18 Agustus 2024. Promo tersebut berlaku untuk pembelian di semua channel penjualan tiket (kecuali Loket dan Loket Box).

Baca juga: Jelang Upacara 17 Agustus 2024 di IKN, Kemenhub Uji Coba Kereta Tanpa Rel

VP Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, Promo Cuma Bayar 79 persen ditujukan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan pada momen HUT Republik Indonesia ke-79. KAI berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk bepergian naik kereta api dengan tarif yang terjangkau.

“Tidak hanya itu, pada Program Promo “Panjat Pinang” KAI juga menghadirkan Promo Flash Sale dengan potongan harga 50 persen untuk pembelian tanggal 13 Agustus 2024 Jam 12.00-13.00 WIB di aplikasi Access by KAI saat live Instagram @KAI121_. Terdapat 5.920 tiket untuk Promo Flash Sale ini,” ungkap Anne.

Anne mengatakan kedua promo tersebut berlaku untuk keberangkatan kereta api tanggal 17-31 Agustus 2024. Berbagai perjalanan kereta api dengan tujuan dan menuju Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Purwokerto, Surabaya, Solo, Palembang, Medan, dan kota-kota lainnya bisa didapatkan dengan tarif yang terjangkau. Berikut adalah daftar KA dan rute yang mendapatkan tarif Promo Panjat Pinang atau Flash Sale:

1.⁠ ⁠KA Ambarawa Ekspres (Semarang Poncol – Surabaya Pasar Turi pp)
2.⁠ ⁠KA Argo Lawu (Gambir – Solo Balapan)
3.⁠ KA ⁠Argo Sindoro (Semarang Tawang Bank Jateng – Gambir)
4.⁠ ⁠KA Argo Bromo Anggrek (Gambir – Surabaya Pasar Turi pp)
5.⁠ ⁠KA Argo Dwipangga (Solo Balapan – Gambir)
6.⁠ ⁠KA Senja Utama YK (Pasar Senen – Yogyakarta)
7.⁠ ⁠KA Argo Merbabu (Semarang Tawang Bank Jateng – Gambir)
8.⁠ ⁠KA Argo Muria (Gambir – Semarang Tawang Bank Jateng)
9.⁠ ⁠KA Fajar Utama YK (Yogyakarta – Pasar Senen)
10.⁠ ⁠KA Argo Parahyangan (Bandung – Gambir pp)
11.⁠ ⁠KA Sribilah Utama (Medan – Rantau Prapat pp)
12.⁠ ⁠KA Tegal Bahari (Pasar Senen – Tegal pp)
13.⁠ ⁠KA Malioboro Ekspres (Malang-Purwokerto pp)
14.⁠ ⁠KA Sindang Marga (Kertapati – Lubuk Linggau)
15.⁠ ⁠KA Kutojaya Utara (Jakarta Kota – Kutoarjo pp)
16.⁠ ⁠KA Kaligung (Semarang Poncol – Tegal – Cirebon Prujakan pp)
17.⁠ ⁠KA Kamandaka (Semarang Tawang Bank Jateng – Purwokerto pp)
18.⁠ ⁠KA Kamandaka (Semarang Tawang Bank Jateng – Cilacap pp)
19.⁠ ⁠KA Manahan (Solo Balapan – Gambir pp)
20.⁠ ⁠KA Pangandaran (Banjar – Gambir pp)
21.⁠ ⁠KA Lodaya (Bandung – Solo Balapan pp)
22.⁠ ⁠KA Manoreh (Jakarta Kota – Pasar Senen – Semarang Tawang Bank Jateng pp)
23.⁠ ⁠KA Sawunggalih (Kutoarjo – Pasar Senen pp)
24.⁠ ⁠KA Purwojaya (Cilacap – Gambir pp)
25.⁠ ⁠KA Ciremai (Bandung – Semarang Tawang Bank Jateng pp)
26.⁠ ⁠KA Papandayan (Garut – Gambir pp)
27.⁠ ⁠KA Sancaka (Surabaya Gubeng – Yogyakarta pp)
28.⁠ ⁠KA Joglosemarkerto (Yogyakarta – Cilacap pp)
29.⁠ ⁠KA Joglosemarkerto (Yogyakarta – Semarang Tawang Bank Jateng – Purwokerto)
30.⁠ ⁠KA Sembrani (Surabaya Pasar Turi – Gambir pp)

Baca juga: KCIC Hadirkan Promo Diskon Tiket Whoosh 17 Persen di HUT RI Ke-79

Untuk informasi lebih lanjut terkait Promo Panjat Pinang, masyarakat dapat menghubungi Customer Service di stasiun atau Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai. id, atau media sosial KAI121.

“KAI berharap masyarakat dapat memanfaatkan promo ini sebaik-baiknya. Semoga dengan hadirnya Promo Panjat Pinang ini dapat membantu masyarakat yang ingin bepergian dengan kereta api dengan tarif yang lebih terjangkau,” tutup Anne.

Penumpang Siap-siap, Ada Perbaikan Eskalator di 3 Stasiun Besar: Ini Daftar dan Rencana Perbaikannya

Pengguna atau penumpang Commuter Line Jabodetabek mesti bersiap ekstra tenaga, terutama bagi pengguna eskalator. Pasalnya, eskalator di beberapa stasiun besar dijadwalkan masuk masa perbaikan secara serentak.

Baca juga: Masih Rusak. Penumpang Keluhkan Fasilitas Eskalator dan Lift di Stasiun Jatinegara

Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat adanya perawatan fasilitas eskalator pada Stasiun Jatinegara, Stasiun Manggarai, dan Stasiun Bekasi. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kepala BTP Kelas I Jakarta, Ferdian Suryo Adhi Pramono di Jakarta pada Sabtu (10/08).

Terkait dengan perawatan ini, Ferdian menghimbau agar masyarakat dapat menggunakan fasilitas alternatif seperti tangga dan lift untuk mengakses peron stasiun. “Demi keselamatan bersama, para pengguna stasiun juga dihimbau untuk memperhatikan tanda-tanda dan pengumuman yang akan dipasang di lokasi terkait,” sambung Ferdian.

Perawatan ini dijadwalkan akan berlangsung mulai dari tanggal 08 Agustus hingga 21 Agustus 2024, dengan rincian jadwal perawatan sebagai berikut:

  1. Stasiun Manggarai: Tanggal 08 – 11 Agustus 2024 pada peron 7.8 (eskalator sisi kiri arah naik) dan Tanggal 10 – 14 Agustus 2024 pada Peron 11.12 (eskalator naik sisi kanan);
  2. Stasiun Jatinegara: Tanggal 13 – 17 Agustus 2024 pada eskalator pintu keluar arah turun dan pada peron 3.4 (eskalator arah turun sisi kiri), Tanggal 15 – 18 Agustus 2024 pada peron 1.2 (eskalator naik sisi kanan), dan Tanggal 18 – 21 Agustus 2024 pada pintu keluar KAJJ arah naik.
  3. Stasiun Bekasi: Tanggal 18 – 21 Agustus 2024 pada peron 1 dan 2 (eskalator naik).

Baca juga: Di India, Pengguna Lift dan Eskalator Mendapat Perlindungan Asuransi

Selama periode perawatan, DJKA melalui BTP Kelas I Jakarta akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dalam rangka pemeliharaan rutin pada fasilitas eskalator untuk memastikan kinerja yang optimal dan keamanan bagi seluruh penumpang. “Kami mengupayakan perawatan dapat berlangsung cepat, sehingga eskalator dapat digunakan kembali,” tutup Ferdian.

 

Ternyata, Bordes Merupakan Nama Seorang Meneer Belanda Lho!

Untuk Anda yang sering memilih kereta api sebagai moda transportasi, tentu tak asing di telinga ketika mendengar kata bordes. Kata bordes kerap kali ditemukan di sudut-sudut gerbong dalam bentuk stiker himbauan, hingga pengumuman mengenai aturan-aturan selama menggunakan si Ular Besi ini dalam bentuk rekaman audio yang selalu diputar sesaat sebelum kereta mengular. Namun, apa sih definisi kata bordes sendiri? Berikut KabarPenumpang.com akan membahas mengenai serba-serbi bordes dihimpun dari berbagai sumber.

Baca Juga: Java Nacht Express, Layani Jakarta – Surabaya, Inilah Kereta Mewah Pertama di Indonesia

Jika mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, bordes merupakan tangga untuk naik ke pintu (kereta dan sebagainya). Jika ditelaah lebih dalam, bordes yang dimaksud di sini adalah sambungan antar gerbong, yang biasanya terdapat toilet dan pintu masuk kereta api jarak jauh. Dulunya, para penumpang yang mulai merasa jenuh, akan menggunakan bordes sebagai tempat untuk mereka merokok atau hanya sekedar meluruskan badan, bahkan tidak jarang ditemui ada penumpang yang tidur di bordes. Namun seiring berjalannya waktu, peraturan baru pun diterapkan oleh PT KAI untuk tidak lagi memperbolehkan penumpang berada di bordes untuk kepentingan apapun.

Peraturan yang mulai berlaku per tanggal 31 Maret 2017 kemarin bertujuan untuk mempermudah proses evakuasi jika ada kejadian yang tidak diinginkan selama perjalanan. Walaupun alasan tersebut bukanlah menjadi alasan utama mengingat faktor aksesibilitas dan sekuritas lebih masuk akal. Ruang bordes yang bisa dibilang sempit merupakan satu-satunya akses penumpang yang ingin menggunakan toilet, terbayangkah oleh Anda bagaimana jika seseorang yang hendak menggunakan toilet terpaksa berdesak-desakkan karena banyaknya orang di bordes?

Baca Juga: KA Kuda Putih, Menapaki Jejak Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia

Belum lagi jika awak kereta yang hendak menawarkan penganan kepada para penumpangnya terpaksa menerobos kerumunan orang yang diam di bordes, terutama jika ia membawa makanan atau minuman yang dipesan oleh penumpang. Dilihat dari segi sekuritas, bordes memang bukan tempat yang dikhususkan untuk penumpang, mengingat ada ruang terbuka antar gerbong yang bisa saja membahayakan penumpang. Belum lagi pintu kereta yang hanya menggunakan selot biasa, tanpa ada campur tangan elektronika, tentu saja ini bisa membahayakan siapapun yang berlama-lama di sana.

Sumber: istimewa

Terlepas dari peraturan baru mengenai sambungan gerbong itu sendiri, sebenarnya kata bordes merupakan serapan dari bahasa Belanda yang memiliki arti teras. Ketika mengetahui tentang fakta tersebut, maka ini bisa diasosiasikan dengan salah satu meneer Belanda yang berperan serta dalam pembangunan jalur kereta di desa Kemijen, Jawa Tengah pada tanggal 17 Juni 1864, Ir. J. P. de Bordes. Ia merupakan pemimpin dari Naamloze Vennootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (Perseroan Terbatas Hindia Belanda Railway Company) yang memprakarsai pencangkulan pertama jalur kereta api di desa Kemijen. Lalu, apakah kata bordes yang selama ini sering kita dengar di kereta api merupakan bentuk apresiasi terhadap Ir. J. P. de Bordes? Silakan Anda menilainya sendiri.

Untuk Penumpang Obesitas, Perpanjangan Sabuk Pengaman Belum Jadi Prioritas

South African Airways (SAA) melakukan peninjauan kembali terhadap proses penyetelan sabuk pengaman setelah mendapat hujatan dari penumpang karena dianggap gagal memberikan sabuk pengaman (seatbelt) yang cocok bagi penumpang obesitas. Peninjauan kembali ini karena seorang frequent flyer bernama Kabelo Seitei yang tinggal di Pretoria menaiki pesawat di Cape Town Agustus 2016 dan meminta awak kabin untuk menambahkan sabuk pengaman. Sayangnya, sampai pesawat sudah berada di landasan pacu dan hendak lepas landas, awak kabin belum juga mendapatkannya.

Baca juga: Reclining Seat, Ternyata Justru Membuat Susah Penumpang

Namun, setelah setengah jam, petugas dengan perpaduan seragam jingga terang menyusuri lorong pesawat dan berhenti di baris ke 28 untuk “mengikat” Seitei. Dilansir KabarPenumpang.com dari businesslive.co.za (15/5/2017), Divisi layanan pelanggan maskapai SAA ternyata gagal menyelidiki keluhan yang dikirimkan Seitei melalui email dan sempat mengirimkannya kembali awal bulan Januari 2017 tetapi tidak mendapat tanggapan sama sekali.

 

Kepala Humas SAA, Tlali Tlali yang menanggapi permintaan TimesLIVE minggu lalu mengatakan bahwa kebijakan maskapai adalah memiliki dua ekstensi sabuk pengaman di pesawat narrow-bodied seperti Airbus dan lima pesawat wide-bodied. “Sebelum pintu pesawat ditutup, sebaiknya kru mengidentifikasi bahwa sabuk pengaman atau sabuk pengaman perpanjangan tambahan yang diperlukan untuk penerbangan sudah disiapkan,” katanya.

Tlali menambahkan, pada saat yang bersamaan, dua ekstensi lainnya sudah di kirim ke penumpang lainnya namun tetap ada pengawasan di pihak kru terkait perminataan Seitei. Dia mengatakan, dengan pengalamannya meminta peninjauan ulang prosedur keberangkatan SAA diminta untuk memperbaiki keseluruhan pengalaman perjalanan dan efisiensi.

Baca juga: Pengamat Menjawab 6 Permasalahan Antara Penumpang dan Maskapai Penerbangan

Ketika ditanya apakah perusahaan penerbangan akan mempertimbangkan untuk meminta penumpang menunjukkan kapan melakukan pemesanan, apakah mereka memerlukan perpanjangan pengaman kursi, Dia berkata: “Kami melihat kemungkinan opsi yang berbeda untuk memastikan tingkat kepatuhan yang diperlukan. Saran Anda hanyalah satu pilihan.”

Saat ini diketahui, Afrika Selatan memiliki tingkat obesitas tertinggi di dunia dan ketika maskapai penerbangan lain ditanya bagaimana melayani penumpang yang tidak sesuai dengan sabuk pengaman standar, maka ada tiga maskapai yang menjawab pertanyaan ini.

1. Comair (British Airways dan Kulula)
“Setiap pesawat membawa 10 sabuk pengaman perpanjangan. Ya, kita sudah kehabisan. Bila ini terjadi kita perhatikan nomor kursi penumpang dan beri tahu pengendali jalan yang mengatur agar sabuk perpanjangan lebih dibawa ke pesawat terbang. Ini semua dilakukan di balik layar dan Sebelum pintu pesawat ditutup, untuk menghindari rasa malu atas nama pelanggan,” ujar juru bicara hubungan pelanggan Comair Natashia Schoeman. “Kami tidak meminta pelanggan untuk menyatakan kebutuhan mereka akan perpanjangan sabuk saat memesan karena ini akan membeda-bedakannya,” tambah Schoeman.

2. FlySafair
“Kami menyimpan lima ekstensi dan 20 balok bayi di setiap pesawat terbang, dan yang terakhir dapat disesuaikan untuk digunakan sebagai ekstensi. Kami tidak pernah menggunakan semuanya,” kata kepala penjualan dan distribusi Kirby Gordon.

“Jika kita melihat permintaan untuk peningkatan ekstensi ini, mungkin kita akan menyimpan lebih banyak barang di kapal sebelum bertanya di situs web, karena kadang-kadang orang sedikit malu tentang hal-hal ini, atau mungkin tidak yakin apakah sabuk standarnya akan berhasil di sekitar mereka,” ujarnya.

3. Mango Airlines
“Peralatan standar on-board kami mencakup sabuk pengaman kursi yang lebih dari cukup di setiap pesawat terbang. Kami tidak pernah memiliki masalah dalam menyediakan alat perpanjangan,” kata Pumla Luhabe, GM komersial.

Mobile Lounge – ‘Tersingkir’ oleh Hadirnya Garbarata, Pernah Populer di Dekade 70/80-an

Seolah terlupakan, kendaraan khusus yang satu ini sepertinya tidak dapat Anda temui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, namun untuk kebutuhan khusus, beberapa bandara besar masih menyiapkan apa yang disebut sebagai mobile lounge. Punya kemampuan untuk memindahkan calon penumpang pesawat dalam jumlah besar, inilah karakteristik mobile lounge yang menarik untuk dicermati.

Baca juga: Duel Garbarata dan Tangga Manual: Siapa Yang Akan Menang?

Mobile lounge adalah jenis kendaraan unik yang digunakan di bandara untuk mengangkut penumpang langsung dari terminal ke pesawat di apron atau dari pesawat ke terminal. Konsep ini muncul sebagai solusi untuk mengatasi masalah jarak antara terminal dan pesawat, terutama di bandara dengan desain yang luas atau kompleks.

Mobile lounge dikembangkan sebagai bagian dari desain bandara modern pada akhir 1950-an dan awal 1960-an. Ide ini pertama kali muncul sebagai solusi untuk mengurangi jarak jalan kaki penumpang dan untuk mengakomodasi pesawat besar yang semakin populer pada masa itu, seperti Boeing 707 dan Douglas DC-8.

Awalnya, mobile lounge pertama kali diimplementasikan di Washington Dulles International Airport di Virginia, Amerika Serikat, ketika bandara ini dibuka pada tahun 1962. Dulles dirancang oleh arsitek terkenal Eero Saarinen, yang menciptakan konsep ini sebagai bagian dari visinya untuk bandara yang efisien dan nyaman.

Mobile lounge di Dulles dikembangkan oleh Chrysler Corporation dan disesuaikan dengan kebutuhan bandara. Lounge ini dirancang untuk mengangkut sejumlah besar penumpang dengan nyaman, termasuk area duduk, jendela, dan sistem pendingin udara. Tergantug dimensinya, mobile lounge ada yang mampu mengangkut sekitar 100 penumpang per perjalanan dan memiliki roda dengan kemampuan angkat untuk menyesuaikan ketinggiannya dengan pintu pesawat.

Keuntungan dari mobile lounge seperti memungkinkan penumpang untuk tetap nyaman dan terhindar dari kondisi cuaca luar saat berpindah antara terminal dan pesawat. Mereka juga membantu mengurangi kebutuhan untuk membangun jembatan penumpang (jet bridges/garbarata) di setiap gerbang, yang dapat menghemat biaya konstruksi bandara.

Namun mobile lounge juga memiliki beberapa kekurangan, seperti memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan penggunaan jet bridges atau bus apron konvensional, terutama ketika bandara menjadi lebih sibuk dan jumlah penumpang meningkat.

Seiring waktu, penggunaan mobile lounge menurun karena kemajuan dalam desain bandara dan pesawat. Bandara yang lebih baru cenderung dibangun dengan gerbang yang memiliki jet bridges langsung ke pesawat, mengurangi kebutuhan untuk mobile lounge. Di Washington Dulles, mobile lounge masih digunakan, tetapi perannya telah berkurang. Sebagian besar penumpang sekarang menggunakan Automated People Mover (APM), sistem kereta otomatis yang menghubungkan terminal utama dengan concourse.

Selain Dulles, mobile lounge juga digunakan di beberapa bandara lain seperti Montreal-Mirabel International Airport dan Charles de Gaulle Airport di Paris. Namun, dengan perubahan dalam desain bandara modern, mobile lounge telah menjadi lebih jarang digunakan.

 

Garuda Indonesia dan Telkomsel Kerja sama Strategis dalam ‘Paket RoaMAX’ di Aplikasi FlyGaruda

Garuda Indonesia dan Telkomsel memperkuat sinerginya dalam mengoptimalkan ekosistem digital khususnya pada industri aviasi, di mana sinergi tersebut kali ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama strategis terkait pengembangan connected aviation ecosystem pada Kamis (8/8) di Jakarta.

Baca juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel

Melalui sinergi tersebut, Garuda Indonesia dan Telkomsel berkomitmen untuk meningkatkan pengalaman terbang penumpang Garuda Indonesia melalui implementasi solusi aviasi digital terkini dari Telkomsel Enterprise, sebagai product powerhouse Telkom Indonesia yang berfokus menghadirkan layanan B2B.

Dengan kerja sama tersebut nantinya penumpang Garuda Indonesia khususnya bagi penumpang yang akan melaksanakan penerbangan ke luar negeri dapat mengakses layanan Paket RoaMAX Telkomsel pada aplikasi FlyGaruda yang menawarkan berbagai pilihan paket menarik yang sesuai dengan kebutuhan perjalanannya dengan harga terjangkau mulai dari Rp150.000, kuota data hingga 10 GB, masa berlaku hingga 30 hari, dan jangkauan layanan roaming internasional hingga ke lebih dari 85 negara di Asia, Australia, Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada.

Lebih lanjut, dilengkapi dengan promo tambahan diskon 10%, pelanggan bisa merasakan kemudahan berkomunikasi tanpa batas di seluruh rute internasional Garuda Indonesia hingga 19 Juni 2026. Penumpang dapat mengakses promo ini melalui fitur My Trip pada aplikasi FlyGaruda, dengan memasukkan nomor Booking Code dan Last Name. Diskon 10% akan diberikan untuk berbagai pilihan Paket RoaMAX Telkomsel yang tersedia. Setelah melakukan pembelian, penumpang bisa melakukan aktivasi Paket RoaMAX Telkomsel hingga 30 hari ke depan. Masa berlaku paket dimulai sejak aktivasi, sehingga penumpang disarankan mengaktifkan Paket RoaMAX Telkomsel melalui aplikasi FlyGaruda pada tanggal keberangkatan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa kerja sama dengan Telkomsel tersebut merupakan upaya kedua Perusahaan untuk mengoptimalkan nilai tambah bagi para pengguna jasa khususnya dalam memberikan kemudahaan untuk mengakses kebutuhan layanan telkomunikasi pada saat melaksanakan perjalanan internasional khususnya melalui pemanfaatan berbagai solusi pemuktakhiran teknologi telekomunikasi.

“Bersinergi bersama Telkomsel sebagai salah satu penyedia jasa telekomunikasi terbesar di Indonesia, melalui kerja sama ini diharapkan akan dapat memberikan berbagai kemudahan bagi pengguna jasa untuk tetap terhubung dengan kerabat terdekat melalui aplikasi FlyGaruda yang menghadirkan ragam pilihan untuk konektivitas dengan harga yang kompetitif dan ketersediaan jaringan ke berbagai destinasi internasional.

Setelah implementasi Paket RoaMAX Telkomsel di FlyGaruda, Garuda Indonesia dan Telkomsel akan terus bersinergi memperluas penerapan solusi digital lainnya yang dapat mendukung pengembangan connected aviation ecosystem, termasuk implementasi teknologi IoT dan 5G dari Telkomsel Enterprise untuk meningkatkan pengalaman penumpang secara keseluruhan (passenger experience), pengalaman berkeliling airport (in-airport experience), dan pengalaman penumpang yang seamless selama di airport (connected airport).

Garuda Indonesia dan Smartryde Hadirkan Layanan Airport Transfer Service di Rute Internasional

Kereta Pustaka Indonesia – Cerdaskan Bangsa di Usianya yang Senja

Selain namanya yang sarat akan nuansa kesusastraan, ternyata fungsinya pun sejalan dengan pemberian nama Kereta Pustaka Indonesia. Mungkin sebagian dari Anda belum mengetahui bahwa PT KAI memiliki kereta yang ‘ditugaskan’ bukan untuk mengangkut penumpang, melainkan mencerdaskan rakyat Indonesia. Sebagai permulaan, Kereta Pustaka Indonesia merupakan sebuah gerbong barang yang lantas disulap menjadi sebuah perpustakaan dan museum.

Baca Juga: Dipandang Tak Manusiawi, Kereta Sapu Jagad Kini Tinggal Kenangan

Pada tahun 1980, gerbong barang dengan nomor seri B 0 80 01 ini memulai pengabdiannya pertama kali dengan segala kelebihan yang dimilikinya, seperti memiliki daya angkut yang besar, efisien, dan juga ramah lingkungan. Sebelum dioperasikan sebagai gerbong barang, ternyata Kereta Pustaka Indonesia ini terlebih dahulu dikenal sebagai Kereta Rel Diesel MCW (KRD MCW) yang sangat identik dengan tutup semboyannya yang menyerupai dasi kupu-kupu.

KRD MCW. Sumber: wikipedia

31 tahun pasca pengabdiannya sebagai gerbong barang, akhirnya PT KAI memiliki rencana lain, yaitu mentranformasikannya menjadi sebuah kereta perpustakaan dan pusat informasi tentang sejarah kereta api di Indonesia. Akhirnya pada 22 Juni 2011, PT KAI mulai mengobrak-abrik gerbong barang ini di Balai Yasa Manggarai. Tidak sampai sebulan setelah masuk ke ‘bengkel’, kereta ini sudah selesai didandani dengan tampilan yang memikat mata.

Dengan mengambil warna dasar putih, bagian luar Kereta Pustaka Indonesia ini dihiasi oleh lima gambar stasiun cagar budaya yang ada di DKI Jakarta, yaitu Stasiun Tanjung Priok, Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Manggarai, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Jatinegara. Tidak hanya itu, bangunan bersejarah lain yang berkaitan dengan pengoperasian kereta api di Indonesia pun turut digambar pada sisi lain kereta ini, seperti Lawang Sewu, Kantor SCS Tegal, Stasiun Kediri, Stasiun Cilacap hingga Stasiun Cirebon.

Interior Kereta Pustaka Indonesia. Sumber: wikipedia

Menilik interiornya, kendati namanya Kereta Pustaka Indonesia, kereta ini tidak melulu berisikan buku-buku atau literatur lain yang berkaitan dengan kereta, namun dalam gerbong yang disulap menjadi perpustakaan lesehan ini, para pengujung juga dapat menikmati pemutaran film, permainan yang bernuansa kereta api, juga pajangan foto bersejarah lengkap dengan informasinya. Sangat informatif!

Setelah melanglang buana sebagai KRD MCW dan gerbong barang B 0 80 01, kini Kereta Pustaka Indonesia tengah menikmati masa pensiunnya dari dunia perkeretaapian di Museum Kereta Api Ambarawa. Agar terlihat serasi, pihak museum menyandingkan Kereta Pustaka Indonesia ini dengan Lokomotif CC 200 15 dalam satu rel. Tiada tujuan lain dari penyandingan ini, selain sebagai sarana edukasi perkeretaapian Indonesia.

Baca Juga: Kereta Api Langsam, Punya Sebutan ‘Distributor’ Pupuk Hingga Go Green

Dari pantauan KabarPenumpang.com saat berkunjung ke Museum Ambarawa, kereta pustaka sangat diminati oleh pengunjung, terutama mereka yang membawa anak-anak. Penempatan posisinya yang strategis juga memudahkan pengunjung untuk menemukan kereta “legend” tersebut.

Sudah begitu, kereta pustaka juga dilengkapi dengan fasilitas lainnya, seperti mewarnai dan sebagainya, yang membuat minat anak-anak semakin tinggi.

Liburan ke Semarang? Yuk, Wisata Edukasi KA ke Lawang Sewu dan Museum Ambarawa

Bingung mau liburan kemana? Gimana kalau wisata ke Semarang. Lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau, pastinya masyarakat yang liburan ke Semarang tak sekadar biasa – biasa saja. Selama ini yang biasa masyarakat lakukan saat liburan adalah wisata religi, kuliner, dan mampir ke tempat – tempat wisata instagramable.

Baca juga: “Argo Muria Festival,” Upaya PT KAI Angkat KA Argo Muria Sebagai Ikon Semarang

Namun, bagaimana jika berlibur ke wisata edukasi kereta api, pastinya mengasyikkan, dong. Selain melihat bangunan tua dan koleksi kereta api sejak jaman kolonial Belanda, masyarakat juga bisa menambah ilmu tentang kereta api.

Wisata edukasi yang satu ini berada di tengah kota Semarang. Ya, Museum Lawang Sewu. Bangunan yang berstatus sebagai aset Kereta Api Indonesia (KAI) ini merupakan buah dari perebutan NIS oleh Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) pada masa Perang Kemerdekaan. Saat ini bangunan tersebut dijadikan sebagai museum dan galeri sejarah perkeretaapian oleh Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur dan KAI Wisata.

Pengunjung bisa merasakan sensasi kemegahan bangunan cagar tersebut dengan mengabadikan momen tertentu, terutama keunikan pada pintu yang memiliki istilah Seribu Pintu ini. Tak hanya bangunannya yang megah, dibagian halaman gedung Lawang Sewu ini juga memiliki ornamen serta koleksi pribadi yang bertemakan kereta api. Ini menjadikan wisata edukasi yang lebih lengkap dengan beragam cerita dan sejarah pada waktu itu.

Masih di kawasan Semarang, masyarakat juga berkunjung ke museum kereta api yang cukup terkenal dengan koleksi lokomotif uapnya, yaitu Museum Ambarawa. Ambarawa merupakan nama dari stasiun besar yang menghubungkan Yogyakarta dan Semarang. Kini Ambarawa sudah di jadikan museum edukasi kereta api lengkap koleksi didalamnya. Mulai dari alat komunikasi kereta api, gerbong, hingga lokomotif uapnya lengkap terpajang disini. Tak melulu koleksi yang terpajang, masyarakat juga bisa menyewa rangkaian kereta api yang masih berjalan dengan rute Ambarawa – Tuntang pp.

Kereta wisata heritage Ambarawa, relasi Ambarawa – Tuntang. Foto: Alpin Hardiyansah/KabarPenumpang

Bagi yang ingin mengunjungi Museum Lawang Sewu, per 1 Juni 2024, masyarakat dikenakan tarif sebesar Rp 30.000 untuk dewasa, Rp 20.000 untuk anak – anak (3 – 12 tahun), dan Rp 40.000 untuk wisatawan asing, serta Rp 15.000 untuk wahana IMMERSIVE, yang menyajikan sejarah perkeretaapian di Indonesia lewat teknologi audio visual/teknologi digital. Jam operasional Museum Lawang Sewu dibuka mulai pukul 08.00 – 18.00.

Foto: Alpin Hardiyansah/KabarPenumpang
Foto: Alpin Hardiyansah/KabarPenumpang

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Museum Ambarawa, dikenakan tarif sebesar Rp 20.000 untuk dewasa, Rp 10.000 untuk anak – anak (3 – 12 tahun), Rp 30.000 untuk wisatawan asing, Rp 100.000 per penumpang untuk kereta wisata (jalan setiap Sabtu – Minggu). Jam operasional dibuka mulai pukul 08.00 – 16.00.

Baca juga: Museum Kereta Ambarawa Sewakan Lokomotif dan Gerbong Untuk Konsep Unik Pernikahan

Masyarakat yang berkunjung pun tetap dihimbau melakukan protokol kesehatan yang ketat. Dan mengenai persyaratan berkunjung museum, harus sudah melakukan vaksin minimal dosis pertama. Selain itu untuk mengevaluasi alur pelayanan, dan menyiapkan tenaga security tambahan di gerbang pintu masuk yang bertugas mengecek sertifikat vaksin para calon pengunjung, sehingga meminimalisir terjadinya antrian.

Mulai 28 September 2024, Scoot Buka Penerbangan Singapura-Kertajati dengan Embraer E190-E2

Scoot, maskapai penerbangan bertarif rendah yang merupakan anak perusahaan dari Singapore Airlines (SIA), mengumumkan akan menerima pesawat Embraer E190-E2 ketiga dan keempat di Singapura pada September dan Oktober 2024. Pesawat ketiga diberi nama “Jalan-Jalan”, sedangkan pesawat keempat diberi nama “Travel Kaki”.

Baca juga: Mulai 29 Oktober, Bandara Husein Bandung Resmi Digantikan Bandara Kertajati, Ini Rute yang Dilayani

Dengan penambahan pesawat baru tersebut, Scoot akan meluncurkan layanan penerbangan ke dua destinasi baru di Asia Tenggara, yaitu Kertajati (Bandung Raya) di Indonesia dan Melaka di Malaysia. Penerbangan ke Kertajati akan dimulai pada 28 September 2024, dengan frekuensi penerbangan dua kali seminggu, sedangkan penerbangan ke Melaka akan dilayani lima kali seminggu mulai 23 Oktober 2024.

Memiliki hutan-hutan rindang, air terjun alami, dan satwa liar yang indah, Kertajati adalah tempat yang bagus bagi para pecinta alam. Wisatawan juga dapat mengunjungi kota-kota terdekat di Bandung Raya untuk menikmati budaya lokal dan keindahan kota. Melaka menawarkan pengalaman yang juga menarik dengan kekayaan warisan budaya Peranakan. Di kota Warisan Dunia UNESCO ini, pengunjung dapat menikmati hidangan asli Nonya dengan latar belakang pasar malam yang ramai serta menjelajahi bangunan bersejarah.

Selain Kertajati dan Melaka sebagai destinasi-destinasi baru, Scoot juga akan menggunakan pesawat Embraer E190-E2 di beberapa layanan penerbangan yang sudah ada. Hal ini mencakup penerbangan dua kali seminggu ke Pekanbaru dengan Embraer E190-E2 selain penerbangan tiga kali seminggu dengan pesawat Airbus A320, serta adanya peningkatan frekuensi penerbangan dari tiga menjadi empat kali seminggu ke Balikpapan dan Makassar, mulai Oktober 2024.

Mulai November 2024, Embraer E190-E2 juga akan melayani penerbangan ke Vientiane sebanyak tiga kali seminggu, penerbangan ke Davao yang meningkat dari tujuh menjadi sembilan kali seminggu mulai hari ini, dan mulai Desember 2024, empat kali penerbangan seminggu ke Vientiane, meningkat dari tiga kali penerbangan seminggu mulai hari ini.

Penambahan rute Kertajati dan Melaka ke jaringan layanan penerbangan Scoot menyusul pengumuman baru-baru ini mengenai destinasi baru lainnya, seperti Subang di Malaysia, yang akan beroperasi pada tanggal 1 September 2024. Subang, terletak hanya 28 kilometer
dari Kuala Lumpur, memberi wisatawan akses alternatif dan nyaman menuju ibu kota Malaysia.

Bersama dengan destinasi yang dilayani oleh Scoot saat ini, Scoot akan mengoperasikan 78 penerbangan dalam seminggu ke Indonesia dan 115 penerbangan dalam seminggu ke Malaysia pada Oktober 2024, 37 penerbangan dalam seminggu ke Filipina pada November 2024, serta empat kali penerbangan ke Laos mulai Desember 2024.

Embraer dan Scoot Tandatangani Perjanjian Program Pool untuk Armada E190-E2

Hari ini 57 Tahun Lalu, Boeing 737-200 Terbang Perdana – Pernah Populer Digunakan Maskapai Indonesia pada Dekade 90-an

Lantaran sudah uzur, saat ini tidak ada lagi pesawat narrow body Boeing 737-200 yang dioperasikan oleh maskapai di Indonesia. Namun, bukan berarti 737-200 sudah punah, di Indonesia varian 737 classic ini masih dioperasikan oleh TNI AU, yakni sebagai platform pesawat intai maritim dengan label 737-2X9 dan menjadi arsenal Skadron Udara 5 sejak awal dekade 80-an.

Baca juga: Hari ini 34 Tahun Lalu, Boeing 737-400 Terbang Perdana, Salah Satu Narrow Body Terpopuler di Indonesia

Nah, hari ini 57 tahun lalu, bertepatan dengan 8 Agustus 1967, menjadi momen bersejarah dengan dilakukannnya penerbangan perdana 737-200. Boeing 737-200 adalah varian kedua dari keluarga pesawat Boeing 737. Setelah sukses dengan model 707 dan 727, Boeing mengidentifikasi kebutuhan akan pesawat jet yang lebih kecil dan efisien untuk rute jarak pendek.

Boeing 737-100 adalah model pertama yang dikembangkan, tetapi permintaan pasar menunjukkan perlunya kapasitas yang lebih besar, sehingga Boeing memperkenalkan 737-200. Boeing 737-200 melakukan penerbangan perdana pada 8 Agustus 1967, mengikuti penerbangan perdana 737-100 yang dilakukan pada 9 April 1967.

Boeing 737-200 mendapatkan sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA) pada Desember 1967. Pesawat ini pertama kali diserahkan kepada United Airlines dan mulai beroperasi secara komersial pada 28 April 1968.

737-200 memiliki badan pesawat yang lebih panjang dibandingkan dengan 737-100, memungkinkan kapasitas penumpang yang lebih besar, yaitu hingga sekitar 130 penumpang dalam konfigurasi satu kelas. Pesawat ini memiliki panjang 30,53 meter (100 kaki 1 inci), sekitar 2 meter lebih panjang dari 737-100.

Ditenagai dua mesin Pratt & Whitney JT8D yang memberikan daya dorong yang memadai untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah. 737-200 dikenal dengan efisiensi bahan bakarnya dan kemampuan untuk beroperasi dari bandara dengan fasilitas yang lebih sederhana.

Ada beberapa varian dari 737-200, termasuk 737-200C (Convertible) yang dapat dikonversi antara konfigurasi penumpang dan kargo, serta 737-200 Advanced yang menawarkan peningkatan kinerja dan efisiensi bahan bakar. 737-200 menjadi sangat populer di kalangan maskapai penerbangan di seluruh dunia karena fleksibilitas dan efisiensinya. Pesawat ini digunakan secara luas oleh maskapai besar dan regional.

Banyak 737-200 yang tetap beroperasi selama beberapa dekade, menunjukkan daya tahan dan keandalan pesawat ini. Beberapa di antaranya masih beroperasi di beberapa wilayah dengan kondisi bandara yang menantang.

Di dekade 90-an, Boeing 737-200 sangat populer digunakan oleh maskapai di dalam negeri, sebut saja pengguna varian ini adalah Bouraq, Merpati, Adam Air dan Merpati Nusantara Airlines.