Ada Andil Jokowi, Penumpang LRT Jabodebek Meningkat Ribuan Orang

PT KAI Divisi LRT Jabodebek mencatat peningkatan volume pengguna yang signifikan setelah dilakukan penambahan 14 perjalanan LRT Jabodebek mulai 5 Agustus 2024. Penambahan perjalanan ini tak lepas dari langkah Jokowi memanggil Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo akhir bulan lalu ke Istana Kepresidenan.

Baca juga: LRT Jabodebek Tambah 14 Perjalanan Mulai 5 Agustus, Headway Jadi 5 Menit

Diketahui, usai dipanggil Jokowi, Tiko berjanji bakal menambah jadwal perjalanan LRT Jabodebek. Penambahan perjalanan pun mulai dilakukan pada 5 Agustus 2024.

Penambahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari uji coba untuk meningkatkan layanan pada jam sibuk (peak hours) pada hari kerja.

Selama periode 5-11 Agustus 2024, jumlah pengguna LRT Jabodebek mencapai 452.774 pengguna, mengalami peningkatan sebanyak 7.735 pengguna dibandingkan dengan periode sebelumnya, yaitu 29 Juli – 4 Agustus 2024, yang mencatatkan 445.039 pengguna.

Peningkatan ini sejalan dengan upaya LRT Jabodebek untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi masyarakat, terutama pada saat jam sibuk. Dengan penambahan perjalanan, jarak antar kereta (headway) pada lintas Jatimulya – Dukuh Atas dan Harjamukti – Dukuh Atas kini menjadi lebih singkat, yaitu 10 menit, serta 5 menit pada lintas Cawang – Dukuh Atas. Sebelumnya, headway pada ketiga lintas tersebut mencapai 5,5 hingga 11 menit.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, menyatakan bahwa peningkatan jumlah pengguna ini merupakan tren positif yang menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat dalam menggunakan transportasi umum.

Baca juga: Juli 2024, LRT Jabodebek Tembus 2 Juta Pengguna, Catatkan Rekor Baru

“Kami berharap dengan adanya penambahan perjalanan ini, kami dapat melayani lebih banyak masyarakat yang membutuhkan moda transportasi yang cepat, aman, dan nyaman,” ujarnya.

KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas demi kenyamanan seluruh pengguna. KAI juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung dan memanfaatkan layanan transportasi umum yang tersedia, sebagai bagian dari upaya bersama untuk mengurangi kemacetan dan polusi di wilayah Jabodebek.

Mantul! Refund Tiket Whoosh Sekarang Bisa Cair di Hari yang Sama

PT KCIC terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang dengan menghadirkan kemudahan melalui pengembalian dana atau refund pembatalan tiket di hari yang sama dengan waktu pembatalan dilakukan.

Baca juga: KCIC Hadirkan Promo Diskon Tiket Whoosh 17 Persen di HUT RI Ke-79

Sebelumnya untuk proses pembatalan tiket dana pengembalian akan dikirim paling cepat dengan proses 30 hari kerja.

Inovasi ini ditujukan untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi penumpang dengan mobilitas tinggi dalam menyesuaikan perjalanan mereka dengan situasi yang mungkin berubah, mengingat saat ini sudah cukup banyak penumpang yang secara rutin menggunakan Whoosh.

Adapun Pembatalan tiket dapat dilakukan maksimal dua jam sebelum keberangkatan secara online di aplikasi Whoosh atau web kcic.co.id dan offline di loket stasiun.

Khusus pembatalan secara online, hanya dapat dilakukan untuk pembelian melalui aplikasi Whoosh atau web kcic.co.id. Dana akan dikembalikan sebesar 75 persen dari harga tiket.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, melalui inovasi ini kami ingin memberikan kemudahan dan kenyamanan yang lebih besar bagi penumpang Whoosh dalam mengatur jadwal perjalanan mereka

“Kami memahami bahwa fleksibilitas dalam perjalanan sangat penting bagi penumpang dengan mobilitas tinggi. Layanan Whoosh yang sudah seperti layanan komuter membutuhkan kemudahan dan kecepatan pelayanan yang akan terus kami hadirkan,” ujar Eva.

Melalui inovasi pembatalan online dan pengembalian di hari yang sama, penumpang akan lebih dimudahkan karena lebih fleksibel dalam mengatur perjalanan mereka sesuai kebutuhan. Fitur ini juga akan membuat penumpang merasa lebih tenang dalam merencanakan perjalanan dengan adanya opsi pengembalian tiket yang mudah diakses.

Tidak hanya pembatalan tiket, KCIC turut menghadirkan proses yang mudah dan cepat, untuk perubahan jadwal secara online maksimal 2 jam sebelum keberangkatan. Sama halnya dengan pembatalan online, fitur perubahan jadwal secara online ini hanya dapat dilakukan untuk pembelian melalui aplikasi Whoosh atau web kcic.co.id.

Baca juga: Begini Cara Refund atau Pembatalan Tiket Kereta Cepat Whoosh, Paling Lambat H-2 Jam Keberangkatan

Eva mengatakan, Fitur pengembalian tiket secara real time dan layanan online ini adalah langkah nyata dalam mewujudkan komitmen tersebut. KCIC berharap fitur ini dapat memberikan pengalaman yang lebih nyaman dan memuaskan bagi seluruh penumpang Whoosh.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai fasilitas, dan promo Whoosh, silakan menghubungi Customer Service di Stasiun atau Contact Center KCIC melalui ke 150909, WhatsApp chat ke 0815-1032-0909, email ke cs@kcic.co.id, serta ⁠Instagram reply dan DM ke @keretacepat_id.

Setelah Scoot Airlines, Giliran Virgin Australia Order Delapan Unit Embraer E190-E2

Setelah sukses dengan meraih order dari maskapai berbiaya murah asal Singapura, Scoot Airlines, masih di kawasan Indo Pasifik, Virgin Australia dikabarkan ikut memesan pesawat regional narrow body dari Brasil, Embraer E190-E2.

Baca juga: Mulai 28 September 2024, Scoot Buka Penerbangan Singapura-Kertajati dengan Embraer E190-E2

Persisnya Virgin Australia telah memesan delapan unit E190-E2 kepada Embraer, sebagai bagian dari rencana pembaruan armadanya. Pesanan tersebut akan menggantikan armada Fokker yang telah lama beroperasi. Pesanan E 190-E2 akan tercermin dalam daftar pesanan Embraer pada Q3 dan pengiriman dijadwalkan akan dimulai pada paruh kedua tahun 2025.

Armada E190-E2 Virgin Australia akan ditempatkan di Perth dan dioperasikan oleh Virgin Australia Regional Airlines (VARA). Pesawat ini memiliki jarak terbang sekitar enam jam dan ditenagai oleh mesin PW1900G dari Pratt & Whitney.

“Ketika E190-E2 baru mulai beroperasi mulai Oktober 2025, pesawat ini akan menjadi pesawat baru pertama di pasar carter Australia Barat abad ini,” kata Jayne Hrdlicka, CEO Virgin Australia Group. “E190-E2 adalah pesawat paling hemat bahan bakar di segmennya dan akan mengurangi emisi sekitar 30 persen dibandingkan dengan Fokker F100 yang lama. Pesawat ini juga diklaim memiliki profil kebisingan yang jauh lebih rendah dan kenyamanan penumpang yang lebih baik.

“Ketika E190-E2 bergabung dengan armada mulai akhir tahun depan, pesawat ini akan sebagian besar mengoperasikan penerbangan carter untuk VARA, memperkuat posisinya sebagai operator terkemuka di pasar carter Australia Barat.”

Berlandaskan keunggulan operasional E-Jets generasi pertama selama 20 tahun, aerodinamika E190-E2 yang ditingkatkan, desain sayap yang baru, dan teknologi baru menghasilkan peningkatan signifikan dalam emisi karbon dan pembakaran bahan bakar. Pesawat ini telah disertifikasi untuk terbang dengan campuran hingga 50% SAF dan telah menunjukkan melalui uji terbang kemampuan operasional mesin dengan 100% SAF.

Embraer berkomitmen untuk mengembangkan produk, solusi, dan teknologi guna berkontribusi pada tujuan industri penerbangan untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050. Embraer bertujuan untuk menjadi netral karbon pada tahun 2040 dan mencapai pertumbuhan netral karbon mulai tahun 2022. Perusahaan berencana untuk menerapkan penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) sebesar 25% dalam operasinya pada tahun 2040 dan 100% sumber energi terbarukan pada tahun 2030.

Virgin Australia Luncurkan Konsep Kabin Baru, Ini Sederet Keunggulannya

Ada Tindak Kejahatan di Stasiun, LRT Jabodebek: Waspada Hoax

Beredar kabar adanya kejadian tindak kejahatan di Stasiun LRT Jabodebek Harjamukti. Menaggapi hal itu, PT KAI Divisi LRT Jabodebek menyebut bahwa informasi tersebut tidak benar adanya dan merupakan hoaks.

Baca juga: LRT Jabodebek Tambah 14 Perjalanan Mulai 5 Agustus, Headway Jadi 5 Menit

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung dengan petugas stasiun dan dapat dipastikan bahwa tidak ada kejadian seperti yang diberitakan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dan tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi kebenarannya, karena dapat menimbulkan keresahan yang tidak diperlukan di kalangan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mahendro juga mengingatkan para pengguna LRT Jabodebek bahwa jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau jika memerlukan bantuan, pengguna dapat segera menghubungi petugas yang ada di stasiun.

“Petugas keamanan LRT Jabodebek senantiasa siap siaga untuk melayani dan memastikan keamanan serta kenyamanan seluruh pengguna,” tambahnya.

Baca juga: Juli 2024, LRT Jabodebek Tembus 2 Juta Pengguna, Catatkan Rekor Baru

Dalam beberapa waktu terakhir, LRT Jabodebek juga melihat adanya peningkatan yang signifikan dalam jumlah masyarakat yang menggunakan transportasi umum, termasuk LRT Jabodebek. Hal ini terlihat dari terus meningkatnya jumlah pengguna LRT Jabodebek di Stasiun Harjamukti, dengan rata-rata peningkatan jumlah pengguna mencapai 10 persen setiap bulannya sepanjang tahun 2024. Peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan LRT Jabodebek.

“Kami berharap masyarakat dapat lebih bijaksana dalam menyikapi informasi yang beredar dan selalu memeriksa sumber informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar,” tutup Mahendro.

Q2 2024 – Garuda Indonesia Group Catat Pertumbuhan Penumpang Hingga 34,99 Persen

Garuda Indonesia Group membukukan konsistensi pertumbuhan penumpang yang terefleksikan pada capaian Kuartal II 2024, di mana Perusahaan secara grup berhasil membukukan jumlah penumpang sebesar 6,11 juta penumpang atau tumbuh sebesar 34,99 persen dibandingkan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni sebesar 4,52 juta penumpang.

Baca juga: Sejarah Pesawat Airbus A300, Dari Proses Penamaan Hingga Sumbangsih Dirut Garuda Indonesia

Dengan demikian, hingga akhir Semester I 2024, Garuda Indonesia berhasil mengangkut 11,53 juta penumpang. Pertumbuhan jumlah penumpang tersebut turut terefleksikan pada pertumbuhan frekuensi penerbangan Garuda Indonesia Group sebesar 18,90 persen hingga akhir Semester I 2024 lalu jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, Garuda Indonesia secara konsolidasi pada periode Kuartal II 2024 turut berhasil membukukan pertumbuhan jumlah angkutan kargo sebesar 37,80 persen atau menjadi 53.326 ton kargo secara year-on-year (YoY). Peningkatan tersebut salah satunya ditunjang oleh pertumbuhan komoditas general cargo, utamanya trafik kargo internasional Garuda Indonesia, yang tumbuh hingga 54,01 persen.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, “Pencapaian pada periode Kuartal II 2024 ini merepresentasikan penguatan kinerja Garuda Indonesia di tengah momentum akselerasi fase pemulihan kinerja Perusahaan, yang saat ini ditunjang berbagai inisiatif aksi korporasi baik dari layanan penerbangan penumpang maupun angkutan kargo di Garuda Indonesia dan Citilink.”

“Perolehan angka pada jumlah angkutan penumpang tersebut dikontribusikan oleh Garuda Indonesia (mainbrand) sebanyak 2,85 juta penumpang, yang mencerminkan peningkatan hingga 56,70 persen dari 1,82 juta penumpang pada Kuartal II 2023. Sementara itu, jumlah angkutan Citilink juga tercatat tumbuh 20,44 persen (YoY) menjadi 3,26 juta penumpang. Adapun perolehan angkutan kargo dikontribusikan oleh Garuda Indonesia (mainbrand) sebanyak 32.536 ton dan Citilink sebanyak 20.790 ton,” jelas Irfan.

Lebih lanjut, saat ini Garuda Indonesia terus melakukan optimalisasi kapasitas alat produksi sejalan dengan tumbuhnya demand mobilisasi masyarakat menggunakan transportasi udara.

Upaya tersebut salah satunya diperkuat melalui tingkat utilisasi armada Garuda Indonesia secara grup, yang pada periode Kuartal II 2024 tercatat menunjukkan konsistensi capaian efisiensi operasional yang lebih baik, yaitu meningkat sebesar 00:17 menit dibandingkan dengan catatan pada periode yang sama di tahun 2023, dari 8 jam 2 menit menjadi 8 jam 19 menit. Sementara itu, dibandingkan dengan periode kuartal sebelumnya (Q-to-Q), tingkat utilisasi pesawat juga meningkat 5 persen atau 24 menit dari periode sebelumnya yang tercatat sebesar 7 jam 55 menit.

Indonesia Punya Kelas Priority, India Punya Gerbong Anubhuti

Gerbong Anubhuti, akhirnya diluncurkan setelah empat tahun di usulkan oleh Integral Coach Factory (ICF). Gerbong ini dijanjikan memberikan suasana dan fasilitas untuk penumpang yang setara dengan pesawat terbang kelas eksekutif. Dimana tempat duduk pada gerbong Anubhuti memiliki tempat ektra untuk kaki, layar LCD di setiap tempat duduknya, colokan listrik, toilet modular dengan sisitem sensor.

Baca juga: Akhirnya! Kereta Wisata Priority Keluar Juga Dari Depo KAI

Gerbong mewah ini diketahui sudah diumumkan pada anggaran kereta api tahun 2013 lalu. KabarPenumpang.com melansir dari newindianexpress.com, dimana gerbong ini memiliki kapasitas 56 kursi dan dilengkapi dengan pintu otomatis, pengaturan interior dan pencahayaan akan dirancang secara estetis untuk meningkatkan suasana.

ICF tahun ini kemungkinan akan membuat sepuluh gerbong dan akan mengirimkan yang pertama ke Western Railway pada beberapa minggu kedepan. Diketahui, gerbong tipe Anubhuti ini akan berada di kereta premium siang hari seperti Shatabdi Express. Tiket untuk gerbong ini pun pastinya jauh lebih mahal di banding kursi bus AC atau bus kelas eksekutif yang ada.

Anubhuti ini akan sangat berbeda dengan gerbong kelas lainnya. Setiap kursi dilengkapi dngan LCD sembilan inci yang diisikan konten film dan audio pre loaded. Jack phone untuk mencolok headphone juga di sediakan. Di dalam gerbong ini juga, ada sistem informasi dimana penumpang dihubungkan dengan GPS.

Kelas Priority

Penumpang bisa mengetahui informasi kereta api secara real time seperti jarak, kecepatan dan stasiun yang akan dilintasi atau berhenti. Informasi ini di tampilkan di dua layar besar yang ditempatkan di tengah gerbong.

“Untuk pertama kalinya, kami telah menerapkan lapisan anti-grafiti pada pelatih ini. Makanya akan mudah membasuh grafiti atau tanda lainnya,” ujar salah sorag pejabat pabrik pembuat gerbong Anubhuti.

Dengan mengandalkan interior pesawat, gerbong ini juga dilengkapi dengan lampu baca dan sebuah tombol untuk memanggil awak gerbong. Gerbong Anubhuti ini juga mengingatkan Anda pada gerbong Priority yang belum lama ini diluncurkan oleh PT KAI untuk digunakan penumpang umum dengan harga yang tinggi tetapi fasilitas yang diberikan luar biasa.

Dulunya kereta Priority hanya satu gerbong yang di sewa untuk dinikmati secara pribadi. Dilengkapi dengan Audio Video On Demand (AVOD) di setiap seat penumpang, lalu makanan yang tadinya prasmanan dijadikan ala carte, dan fasilitas lainnya. Dari desain kereta pun memiliki perbedaan yang mencolok dengan kereta wisata sebelumnya. Dominasi warna coklat dan emas menunjukkan eksklusif dan elegan.

Baca juga: Maharajas Express, Kereta Termewah di Asia Bertarif Mulai Rp51 Juta

Kelas Priority ini bisa dikatakan lebih dari kelas eksekutif atau sekelas VVIP tamu kepresidenan. Peluncuran kereta wisata prioritas untuk pertama kali ini dengan tujuan Jakarta-Solo dan Jakarta-Yogyakarta. Keduanya berlaku pulang-pergi.

Hadirkan “Promo Merdeka”, Tiket Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta Diskon 45%

KAI Commuter hadirkan “Promo Merdeka” pada peringatan HUT RI ke-79 tahun ini. Promo diberikan khusus kepada para pengguna Commuter Line Basoetta dengan diskon 45% dari tarif yang berlaku. Promo Merdeka ini hanya berlaku pada Sabtu, 17 Agustus 2024 bagi pengguna yang naik dari Stasiun Manggarai/BNI City/Duri menuju Stasiun Bandara Soetta atau sebaliknya.

Baca juga: Lima Bandara Ini Punya Jalur “Kereta Bandara” Terbaik di Dunia

“Promo Merdeka digelar untuk mendorong minat masyarakat menggunakan Commuter Line Basoetta yang akan menuju atau dari Bandara Soekarno-Hatta pada hari libur kemerdekaan RI,” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus.

Para pengguna yang ingin mendapatkan promo tiket promo Commuter Line Basoetta ini dapat membelinya melalui apikasi pemesanan tiket mulai H -7 jadwal pemberangkatan maupun pembelian langsung melalui vending machine yang tersedia. “Tiket Promo ini tidak bisa dibatalkan maupun diubah jadwalnya,” tambah Joni.

Selain itu tiket/E-Ticket Commuter Line Basoetta hanya dapat digunakan sesuai dengan data yang tertera pada tiket (Jadwal dan tanggal berangkat serta stasiun asal dan stasiun tujuan). Tiket juga merupakan sebagai akses in dan out di gate stasiun keberangkatan dan kedatangan.

KAI Commuter mencatat volume pengguna Commuter Line Basoetta sepanjang tahun 2024 hingga 31 Juli kemarin sebanyak 1.291.295 orang dengan rata-rata pengguna pada hari libur diangka 5.419 orang per harinya. Jumlah perjalanan saat ini sebanyak 62 perjalanan tiap hari, KAI Commuter menargetkan jumlah pengguna Commuter Line Basoetta pada Agustus ini sebanyak 218 ribu orang atau 6.500 orang pada setiap hari liburnya.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, KAI Commuter mengimbau kepada pengguna yang hendak bepergian dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta disarankan sudah tiba di stasiun tujuan minimal 2 jam sebelum jadwal penerbangan (khusus Penerbangan Internasional, minimal 3 jam sebelum Jadwal Penerbangan).

Kamboja Punya Kereta Bandara yang Unik, Mirip Railbus Batara Kresna di Solo

Pasca Lepas Landas Kecepatan Pesawat Justru Melambat, Ini Penjelasannya

Saat pesawat dalam kondisi menanjak pasca lepas landas, yang dirasakan oleh penumpang adalah pesawat justru laju pesawat melambat pelan, bahkan nyaris seperti diam. Hal tersebut membuat beberapa penumpang dicekam kepanikan, namun sebenarnya apa yang terjadi, mengapa justru kecepatan pesawat melambat pasca take-off?

Baca juga: Kapan Waktu yang Paling Berbahaya dalam Penerbangan? Ini Jawabannya

Faktanya, pengurangan kecepatan setelah take-off adalah bagian dari prosedur penerbangan yang normal untuk mengoptimalkan kinerja pesawat, meningkatkan efisiensi bahan bakar, dan menjaga keamanan penerbangan. Ini adalah langkah yang disengaja oleh pilot untuk memastikan pesawat beroperasi dengan cara yang paling aman dan efisien.

Saat lepas landas, pesawat menggunakan tenaga mesin yang tinggi untuk mencapai kecepatan yang cukup agar dapat terbang dan mengangkat dari landasan pacu. Dan setelah pesawat berada di udara dan mencapai ketinggian aman, pilot akan mengurangi tenaga mesin untuk transisi ke mode climb. Dalam mode ini, pesawat terbang dengan kecepatan yang sedikit lebih rendah tetapi lebih efisien untuk terus menaikkan ketinggian hingga mencapai ketinggian jelajah.

Setelah lepas landas, pilot biasanya mengurangi tenaga mesin untuk menghemat bahan bakar. Kecepatan yang sedikit lebih rendah dalam pendakian awal ini lebih hemat bahan bakar dan mengurangi beban pada mesin.

Sementara pesawat mungkin juga diinstruksikan oleh pengendali lalu lintas udara (ATC) untuk mengurangi kecepatan sementara untuk mengatur jarak yang aman dengan pesawat lain di sekitarnya, terutama di ruang udara yang padat. Setelah take-off, pilot akan menarik kembali flap dan landing gear (roda pendaratan). Proses ini biasanya disertai dengan penyesuaian tenaga mesin dan kecepatan agar pesawat tetap stabil dan aman selama transisi.

Pengurangan tenaga dorong setelah take-off dilakukan dengan hati-hati dan sesuai prosedur yang sudah terbukti aman. Pesawat tidak akan kekurangan tenaga dorong dan jatuh karena desain pesawat, pelatihan pilot, dan prosedur penerbangan yang ketat memastikan bahwa pengurangan tenaga dilakukan dalam batas aman yang telah ditentukan.

Habis Terbang Jarak Jauh, Apakah Pesawat Butuh Pendinginan Sebelum Lanjut Terbang Lagi?

Cina Sukses Uji Coba ‘Flying Train’ – Gabungkan Teknologi Dirgantara dan Kereta Berkecepatan Tinggi

Cina telah mencapai tonggak penting dalam upayanya untuk merevolusi transportasi dengan uji coba sukses dari sistem Maglev berkecepatan sangat tinggi, yang sering dijuluki high-speed flying train.” Uji coba terbaru ini, yang diadakan di Datong, Provinsi Shanxi, menandai tonggak penting bagi proyek ambisius yang bertujuan mencapai kecepatan hingga 1.000 kilometer per jam (621 mil per jam).

Baca juga:Dengan Maglev, Cina Siap Buktikan Perjalanan 2200 Km Hanya Butuh Waktu 2 Jam! 

Uji coba, yang dilakukan dalam tabung sepanjang 2 kilometer yang dibangun khusus yang memiliki lingkungan vakum rendah, difokuskan pada integrasi dan kinerja sistem kereta yang kompleks. Meskipun data kecepatan spesifik dari pengujian tidak diungkapkan, para pejabat transportasi Cina mengonfirmasi bahwa kinerjanya sesuai dengan proyeksi mereka.

Selama uji coba, kereta Maglev superkonduktor menunjukkan stabilitas dan kontrol yang baik. Teknologi utama, termasuk lingkungan vakum skala besar dan kontrol navigasi superkonduktor canggih, dievaluasi secara ketat.

Menurut laporan dari South China Morning Post (SCMP), kereta tersebut berhasil menunjukkan suspensi yang stabil dan navigasi yang presisi, dengan lintasannya yang sangat sesuai dengan prediksi teoritis. Seorang juru bicara proyek menekankan bahwa uji coba yang sukses telah memajukan kesiapan teknis sistem secara signifikan, yang menjadi landasan yang kuat untuk pengujian di masa mendatang.

Proyek hyperloop yang ambisius ini, sebuah kolaborasi antara pemerintah provinsi Shanxi dan China Aerospace Science and Industry Corporation, bertujuan untuk mendefinisikan ulang transportasi kereta api.

Menurut media Cina, tujuan utamanya adalah untuk menciptakan kereta Maglev yang dapat “terbang di darat” dengan kecepatan yang sebanding dengan pesawat terbang.

Jalur uji skala penuh, yang mulai dibangun pada April 2022 dan selesai pada November 2023, terletak di Yanggao, dekat Datong. Proyek inovatif ini menggabungkan teknologi kedirgantaraan dan kereta api, yang menjadi panggung bagi era baru dalam transportasi darat yang sangat cepat.

Kereta Maglev berkecepatan tinggi dapat menjadi komponen penting dari jaringan transportasi Cina, yang berpotensi mengubah perjalanan komuter di gugus kota besar. Misalnya, mereka dapat mengurangi waktu tempuh antara Beijing dan Shanghai menjadi hanya 90 menit (Kereta berkecepatan tinggi G-Series membutuhkan waktu 4 jam 20 menit menjadi 4 jam 30 menit).

Cina Klaim Tembus Uji Kecepatan Kereta Maglev Lebih dari 623 Km Per Jam

Dipantau Langsung CRRC Cina, ART Kereta Tanpa Rel di IKN Diuji Coba

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan uji coba trem otonom atau Autonomous Rail Transit (ART), di Ibu Kota Nusantara (IKN), Minggu (11/8). Uji coba dilakukan untuk mempersiapkan pengoperasian trem otonom pada Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia, yang akan berlangsung pada 17 Agustus 2024 di IKN.

Baca juga: Jelang Upacara 17 Agustus 2024 di IKN, Kemenhub Uji Coba Kereta Tanpa Rel

“Saya bersama tim dari CRRC Cina, melakukan uji coba ART pada hari ini dan dioperasikan dengan menggunakan marka. Kami sedang uji coba terus, agar pada tanggal 17 Agustus 2024 sudah dioperasikan dan dapat melayani dengan baik,” ujar Menhub.

Saat ini, sudah terdapat satu rangkaian trem otonom di IKN. Pada tahap awal, trem otonom tersebut akan berfungsi sebagai kendaraan pengumpan (feeder) bagi peserta upacara Hari Kemerdekaan RI, dengan kecepatan jelajah 40 km/jam di Jalan Sumbu Kebangsaan Barat dan Jalan Sumbu Kebangsaan Timur.

“Kemarin sudah ada gladi kotor. Saya lihat ART, menurut hemat saya tidak ada hal-hal khusus yang harus ditambahkan, jadi tinggal kita uji coba, memastikan listrik, lalu mengoperasikan,” tambahnya.

Pengoperasian trem otonom menggunakan baterai yang disubstitusikan dengan marka jalan dan magnet. Hal tersebut diharapkan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca dan pemakaian energi, sehingga sejalan dengan konsep dan prinsip IKN sebagai kawasan kota cerdas, hijau, serta berkelanjutan.

Baca juga: Akhir Juli Autonomous Rail Transit (ART) Tiba di IKN dan Beroperasi Mulai Agustus 2024

“ART akan ada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), dia menjadi feeder yang keliling jalan Sumbu Barat dan Sumbu Timur. Selain itu, bersama berbagai pihak yang berkerja sama, kami juga siapkan kendaraan umum listrik. Secara bertahap kami akan pastikan semua transportasi yang beroperasi di IKN ramah lingkungan,” tutupnya.

Turut hadir pada kegiatan uji coba Direktur Jenderal Perekeretaapian Risal Wasal dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Risyapudin.