Vietjet Bukukan Pendapatan kuartal I Rp11,4 Triliun, Bidik 27 Juta Penumpang di Tahun 2024

Vietjet Aviation Corporation (HoSE: VJC) baru-baru ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2024 guna menyetujui rencana bisnis tahunannya untuk tahun 2024. Fokus dari rencana tersebut adalah untuk mempertahankan posisinya di pangsa pasar domestik serta memperluas jaringan penerbangan internasionalnya. Kinerja bisnis Vietjet yang gemilang selama kuartal I tahun 2024 juga turut memperkuat prospek maskapai asal Vietnam tersebut untuk meraih kesukesan sepanjang tahun ini.

Baca juga: Vietjet Air Luncurkan Kampanye “Real Deal to New Me” untuk Wisatawan Indonesia

Target pertumbuhan tinggi untuk tahun 2024 RUPS Vietjet menetapkan target pendapatan transportasi udara dan konsolidasi untuk mampu melebihi VND59 triliun (sekitar Rp37,85 triliun) dan VND65,5 triliun (sekitar Rp42 triliun), dengan kenaikan masing-masing sebesar 10% dan 12,4% YoY. Untuk tahun ini, Vietjet berharap dapat mengoperasikan 142.000 penerbangan dan mengangkut lebih dari 27,4 juta penumpang.

Sebagai maskapai dengan pangsa pasar terbesar di kawasan Asia Tenggara, Vietjet akan terus berupaya untuk menjaga stabilitas pasar domestik sekaligus mengembangkan jaringan penerbangannya ke berbagai destinasi baru di Asia Selatan, Asia Tengah, Australia, Eropa, dan wilayah lainnya di seluruh dunia.

Kuartal I/2024: kinerja luar biasa mendorong pertumbuhan kuat sepanjang tahun Pada kuartal pertama tahun 2024, Vietjet mencatat pendapatan transportasi udara sebesar VND17,76 triliun (sekitar Rp11,4 triliun) dan laba setelah pajak sebesar VND520 miliar (sekitar Rp333,6 triliun). Keduanya mengalami peningkatan sekitar 38% dan 209% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selanjutnya, pendapatan konsolidasi Vietjet juga mencapai VND17,79 triliun (sekitar Rp11,41 triliun), dengan laba setelah pajak mencapai VND539 miliar
(sekitar Rp345,8 miliar), atau meningkat masing-masing sekitar 38% dan 212% YoY.

Sepanjang tiga bulan pertama di tahun ini, Vietjet berhasil mengoperasikan hampir 34.500 penerbangan dan melayani lebih dari 6,3 juta penumpang. Tingkat keterisian maskapai juga mencapai 87%, sementara tingkat keandalan teknis mencapai 99,6%. Sebagai bagian dari strategi untuk melebarkan sayapnya ke pasar internasional, layanan transportasi penumpang internasional Vietjet juga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 53% dan 61% YoY dalam hal jumlah penerbangan dan penumpang pada kuartal I/2024.

Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, Vietjet telah meluncurkan 15 rute internasional dan domestik baru, sehingga menambah total rute operasinya menjadi 140. Sejumlah rute internasional baru yang diumumkan dan diluncurkan meliputi Phu Quoc – Taipei, Ho Chi Minh City – Chengdu/Xi’an dan Vientiane, serta Hanoi – Hiroshima dan Sydney/Melbourne.

Baca juga: Vietjet Terima Pesawat ke-105 Airbus A321neo ACF, Diklaim Bisa Mengurangi Kebisingan Hingga 75%

Vietjet menawarkan pengalaman perjalanan yang seamless bagi para wisatawan dengan menyediakan empat rute langsung yang menghubungkan Jakarta dan Bali dengan Hanoi dan Ho Chi Minh di Vietnam. Bagi Anda yang ingin mengeksplorasi kekayaan budaya khas Hanoi atau menikmati kehidupan yang dinamis di Ho Chi Minh City, layanan penerbangan langsung Vietjet akan memberikan solusi perjalanan yang nyaman dan ekonomis.

Al Mashaaer Al Mugaddassah Metro, MRT Unik di Kota Suci Makkah

Sebagai kota tujuan utama saat melaksanakan Ibadah Haji dan Umroh, sudah barang tentu kota Suci seperti Makkah selalu dipadati oleh Umat Muslim dari berbagai penjuru dunia. Karena menjadi konsentrasi jamaah dalam jumlah besar, sejumlah pengaturan lalu lintas dan moda transportasi dilakukan otoritas setempat agar kenyamanan dalam beribadah dapat dirasakan, selain mengandalkan bus, MRT (Mass Rapid Transit) juga sudah hadir di Makkah.

Baca Juga: Bus Shalawat, Angkutan Gratis Istimewa Untuk Jamaah Haji Indonesia

Guna memfasilitasi para jamaah Haji yang tengah menjalani ibadah, Kerajaan Arab Saudi menandatangani sebuah kontrak kerja sama dengan pihak China Rail Construction Company (CRCC) pada Februari 2008 untuk memenuhi pembangunan jalur metro sejauh 18,1 km yang menghubungkan Makkah, Mina, Gunung Arafat, dan Muzdalifah. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com, layanan yang akhirnya diberi nama Al Mashaaer Al Mugaddassah Metro (MMMP) tersebut diperkirakan dapat menampung para jamaah Haji hingga 72.000 penumpang per jam dan per arah, sehingga jamaah bisa lebih memanfaatkan waktu perjalanan mereka untuk beristirahat atau melakukan hal lainnya.

Rencana tersebut didasari oleh peningkatan jamaah Haji setiap tahunnya. Tercatat, sebanyak 1.080.465 jamaah yang mengunjungi Tanah Suci di tahun 1996 meningkat menjadi 1.729.841 jamaah di tahun 2008. Mau tidak mau, otoritas yang berwenang harus memutar otak untuk mencari jalan keluar dari problematika tersebut. Kereta dipilih sebagai moda antar-jemput yang dinilai cocok untuk mengentaskan masalah tersebut, karena tidak akan menambah kemacetan yang biasanya ditimbulkan oleh bus jamaah Haji.

Ada beberapa fakta unik dari Jalur yang diresmikan pada 13 November 2010 tersebut. Pertama, jalur ini diklaim sebagai pembangunan tercepat di dunia, dengan waktu pembuatan kurang lebih selama 21 bulan, 16 bulan jika otoritas setempat mempertimbangkan urusan ibadah para jamaah Haji, dengan melibatkan sekitar 8.000 pekerja terampil dan tidak terampil dan sekitar 5.000 insinyur. CRCC bertanggung jawab penuh atas pembangunan infrastruktur dan integrasi sistem di bawah kontrak senilai 6,7 miliar riyal yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi pada bulan Februari 2009.

Baca Juga: Terdampak Kisruh Diplomatik, Jamaah Asal Qatar Sulit Tunaikan Ibadah Haji

Selain itu, kereta antar-jemput ekslusif para jamaah Haji ini pun hanya beroperasi tujuh hari dalam setahun dan 24 jam dalam sehari. Ambil contoh ketika layanan ini baru dibuka dan melayani jamaah musim Haji 1431H antara 25-29 November 2010. Namun jangan salah kaprah terlebih dahulu, layanan ini tidak terhubung secara fisik dengan jaringan Metro Makkah yang rencananya akan mulai beroperasi di akhir 2017 mendatang. Untuk urusan moda, satu rangkaian kereta ini terdiri dari 12 gerbong dan dapat melaju hingga kecepatan 100 km per jam. Jalur dari layanan ini memiliki total sembilan stasiun, dan tiga di antaranya akan mengelilingi lokasi suci.

Mulai 1 Mei, Kereta Peluru KTX Cheong-ryong Resmi Beroperasi – Seoul – Busan Ditempuh 2 Jam 10 Menit

Korea Selatan pada hari Senin (29/4/2024) meluncurkan KTX Cheong-ryong, yakni kereta peluru generasi terbaru yang memiliki kecepatan maksimum 320 kilometer per jam. Kereta berkecepatan tinggi baru ini adalah kereta pertama yang dirancang dan diproduksi di dalam negeri dengan kecepatan puncak melebihi 300 kilometer per jam.

Baca juga: Korea Selatan Luncurkan KTX Cheong-ryong, Kereta Peluru Generasi Terbaru

Sebelumnya, Korea Selatan meluncurkan kereta peluru buatan dalam negeri, KTX-Sancheon, pada tahun 2008 untuk pertama kalinya. Mulai bulan Mei, KTX Cheong-ryong akan beroperasi empat kali sehari antara Seoul dan Busan di Korea tenggara, dan dua kali sehari antara Seoul dan Gwangju di barat daya.

Rencana tersebut diumumkan saat KTX merayakan hari jadinya yang ke-20 pada hari Senin kemarin. Korea adalah negara kelima di dunia yang memperkenalkan sistem kereta berkecepatan tinggi.

Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol mengatakan dalam pidato ucapan selamat di Daejeon bahwa Korea Selatan telah memulai “revolusi kereta api berdasarkan 20 tahun pengoperasian kereta berkecepatan tinggi.”

Yoon menambahkan bahwa kereta KTX Cheong-ryong akan beroperasi lebih sering antara Seoul dan Busan setelah lebih banyak jalur kereta ditambahkan antara Pyeongtaek, Provinsi Gyeonggi dan Osong, Provinsi Chungcheong Utara, pada tahun 2028.

Menurut kantor Yoon, KTX Cheong-ryong dapat melakukan perjalanan antara Seoul dan Busan dalam waktu sekitar 2 jam 10 menit, dan antara Stasiun Yongsan di Seoul dan Gwangju dalam 1,5 jam, dengan pemberhentian di antaranya lebih sedikit dibandingkan KTX-Sancheon.

Hyundai Rotem Luncurkan EMU-320, Kereta Berkecepatan Tinggi Tercepat di Korea Selatan

Ngeri! Kapal Pesiar “Independence of the Seas” Dihantam Badai, Adegan Mirip di Film “Twister”

Peristiwanya telah berlangsung hampir satu tahun lalu, namun, video yang memperlihatkan penumpang kapal persiar “Independence of the Seas” kocar-kacir dan panik akibat terjangan badai di lautan, sampai saat ini tetap menjadi viral. Nampak jelas para penumpang sebagian besar tidak bisa mengantisipasi datangnya terjangan badai. Kuatnya terjangan badai dapat dilihat dari beberapa orang yang terseret, begitu pula dengan beberapa peralatan pada dek kapal yang beterbangan.

Baca juga: Inilah 12 Kapal Pesiar dengan Kolam Renang Mewah

Seperti dikutip Fox Business (26/6/2023), Independence of the Seas saat kejadian sedang memulai perjalanan dari Port Canaveral, Florida, ke Bahama ketika badai melanda. “Ini terbilang gila, seperti adegan dari film Twister persis seperti yang saya pikirkan karena Anda melihat kursi-kursi ini terbang di udara,” kata penumpang Jenn Stancil kepada Fox 35 Orlando tentang adegan tersebut.

Independence of the Seas siap untuk memulai pelayarannya dari Port Canaveral, Florida, ke Bahama pada 16 Juni 2023. ketika badai melanda pelabuhan. Salah satu video menunjukkan penumpang merangkak di geladak untuk mencari tempat aman saat angin kencang dan hujan menghantam dek kapal, dengan kursi-kursi beterbangan di atasnya.

“Ya Tuhan, orang itu jatuh!” seorang wanita terdengar berteriak dari belakang.

Stancil mengambil video dari dalam kapal saat angin kencang menghantam geladak, memperlihatkan kerumunan orang berlarian mencari perlindungan dan berpegangan pada pagar.

Penumpang Lucas Sparrow mengatakan kepada Fox 35 bahwa dia berada di kapal bersama keluarganya ketika badai melanda, dan mengklaim bahwa tidak ada peringatan badai dari pihak kapal pesiar sebelumnya.

Dia mengatakan kepada outlet tersebut bahwa dia melihat staf mengikat kursi santai pada hari itu juga serta memasang tanda ‘Tutup karena cuaca’. Dia mencatat bahwa perusahaan pelayaran tidak memberi tahu penumpang tentang cuaca berbahaya yang akan datang di kemudian hari dalam perjalanan.

Otoritas pelabuhan memberi pernyataan kepada FOX Business, dengan mengatakan bahwa badai itu “berlangsung dalam waktu singkat dan tidak ada cedera serius pada tamu atau kru kami.” Independence of the Seas melanjutkan rencana perjalanan 3 malam yang dijadwalkan secara rutin, tiba di Perfect Day di CocoCay di Bahamas, pada Sabtu pagi, sesuai jadwal.

Independence of the Seas adalah kapal pesiar mewah yang dioperasikan oleh Royal Caribbean International. Kapal ini diluncurkan pada tahun 2008 dan merupakan bagian dari kelas Freedom milik Royal Caribbean. Dengan panjang sekitar 339 meter, kapal berbobot mati 154.307 ton ini mampu menampung lebih dari 4.300 penumpang dan memiliki berbagai fasilitas mewah, termasuk kolam renang, pusat kebugaran, teater, dan banyak lagi. Independence of the Seas sering berlayar ke berbagai destinasi populer di seluruh dunia, termasuk Karibia, Eropa, dan Amerika Utara.

Independence of the Seas dibangun oleh galangan kapal Aker Finnyards (sekarang bernama STX Finland Cruise Oy) di Turku, Finlandia.

Berdiri di Tepi Luar Balkon Kapal Pesiar, Wanita ini Dilarang Naik Kapal Pesiar Selamanya

Mengenal “Double Bubble Aircraft,” Desain Pesawat Komersial yang Dirancang NASA dan MIT

Dalam desain pesawat dikenal istilah double bubble aircraft yang tengah digagas oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa AS (NASA). Meski baru sebatas konsep, namun double bubble aircraft punya potensi diwujudkan pada dekade 2030-an, lantaran menawarkan dalam hal kapasitas dan efisiensi bahan bakar.

Baca juga: Sky Whale – Desain Pesawat Penumpang Tiga Dek, Lebih Besar dari Airbus 380

Pesawat double bubble adalah desain konsep pesawat penumpang yang direncanakan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan kapasitas penumpang dengan menggunakan badan pesawat yang mirip dengan dua gelembung bertumpuk atau berjejerk. Ini memberikan lebih banyak ruang di badan pesawat untuk penumpang tanpa perlu meningkatkan lebar sayap, sehingga mengurangi resistensi udara dan meningkatkan efisiensi. Konsep ini masih dalam pengembangan dan belum ada pesawat komersial yang menggunakan desain ini secara aktif.

Konsep desain pesawat dengan badan pesawat yang mirip dengan dua gelembung yang saling bertumpuk sering disebut sebagai “double bubble” atau “double decker” aircraft. Ini merujuk pada desain yang mengizinkan dua dek penumpang yang berdampingan atau badan pesawat yang lebih lebar dengan dua bagian utama yang menyerupai gelembung yang saling bertumpuk. Konsep ini dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi aerodinamis dan kapasitas penumpang pesawat.

Konsep “double bubble” pertama kali diluncurkan oleh NASA dalam proyeknya untuk menciptakan pesawat yang lebih efisien secara aerodinamis dan ramah lingkungan.NASA mengembangkan konsep ini untuk memperkenalkan desain pesawat yang dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi karbon. Namun, konsep ini juga telah diusulkan oleh berbagai perusahaan penerbangan dan produsen pesawat sebagai bagian dari upaya mereka untuk menciptakan pesawat yang lebih efisien.

Aurora D8 adalah salah satu konsep pesawat dengan desain “double bubble”. Pesawat ini dikembangkan oleh MIT (Massachusetts Institute of Technology) dan produsen pesawat AS, Aurora Flight Sciences. Aurora D8 dirancang untuk menjadi pesawat komersial jarak jauh yang lebih efisien, dengan kapasitas penumpang yang lebih besar daripada pesawat saat ini namun dengan emisi yang lebih rendah. Konsep ini memanfaatkan desain badan pesawat ganda yang menghasilkan efisiensi aerodinamis yang lebih baik, serta penggunaan mesin jet yang lebih efisien.

Aurora D8 menggunakan konsep “double bubble” secara horizontal, yang berarti desain badan pesawatnya memiliki dua lapisan yang melengkung secara horizontal, mirip dengan struktur gelembung ganda. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi aerodinamis pesawat, sehingga dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi. Konsep ini juga memungkinkan peningkatan kapasitas penumpang dan kenyamanan dalam pesawat.

Namun, ada beberapa alasan mengapa konsep pesawat double bubble belum diterapkan secara luas dalam penerbangan komersial, yang pertama adalah kesulitan dalam desain. Desain pesawat double bubble memerlukan teknologi dan pemahaman yang lebih baik tentang aerodinamika dan struktur pesawat untuk memastikan keamanan dan kinerja yang optimal. Hal ini memerlukan investasi waktu dan sumber daya yang besar.

Inilah Aurora D8, Wujud Desain Pesawat Masa Depan Besutan NASA, Beroperasi 2030

Kemudian yang kedua biaya pengembangan. Pengembangan pesawat baru memerlukan investasi besar, dan produsen pesawat harus memastikan bahwa investasi ini akan menghasilkan pengembalian yang memadai. Pengembangan pesawat double bubble mungkin dianggap terlalu berisiko atau mahal.

Dan yang terakhir, perubahan kebutuhan pasar. Kebutuhan pasar penerbangan dapat berubah seiring waktu, dan produsen pesawat mungkin lebih memilih untuk fokus pada pengembangan pesawat yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.

KCIC Kembalikan Amplop Coklat Berisi Rp50 Juta Tertinggal di Whoosh ke Penumpang

Petugas KCIC menemukan barang penumpang yang tertinggal saat melakukan perjalanan dengan Kereta Cepat Whoosh. Kali ini, barang yang ditemukan berupa kantong hitam berisi amplop coklat berisi uang senilai Rp50 juta milik penumpang.

Baca juga: Tiket Kereta Cepat Whoosh Naik, KAI Harap Penumpang KA Argo Parahyangan Meningkat

GM Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa menjelaskan, barang tersebut tertinggal dalam perjalanan Whoosh nomor G1211 relasi Halim-Tegalluar pada Sabtu 27 April 2024. Chief Conductor yang bertugas langsung menginformasikan pada tim yang bertugas di stasiun Tegalluar untuk mengamankan barang tersebut.

Di saat yang sama tim Stasiun Bandung menerima adanya laporan penumpang Feeder yang mengaku ketinggalan barang yang dimaksud. Melalui hasil kordinasi dan komunikasi antar Petuga Passenger Service, disepakati barang tersebut dikirim kembali ke Stasiun Halim untuk selanjutnya diambil pemilik barang.

Pada Sabtu (27/4) akhirnya barang dapat dikembalikan kepada pemiliknya di Stasiun Halim. Penumpang tersebut mengucapkan terima kasih atas kesigapan dan penanganan yang dilakukan terkait kejadian yang dia alami. Beliau juga mengapresiasi layanan lost and found KCIC yang sigap dan responsif terhadap laporan penumpang.

Eva menyebutkan seluruh petugas KCIC berkomitmen untuk menjaga dan mengamankan barang milik penumpang yang tertinggal.

“Setiap barang milik penumpang yang tertinggal di area operasional Whoosh akan diamankan dan dikembalikan sesuai SOP. Setelah berkomunikasi denga penumpang, barang tersebut akan diambil di stasiun Halim,” ujarnya.

Dikatakan Eva, sebagai upaya memberikan layanan optimal pada penumpang, KCIC memiliki layanan lost and found yang sudah terkoneksi antar stasiun. Artinya, bagi penumpang yang merasa barangnya tertinggal di area Kereta Cepat Whoosh bisa menghubungi stasiun kereta cepat Whoosh dimana pun.

Baca juga: Catat, Begini Cara Temukan Barang Tertinggal-Hilang di Stasiun-Kereta LRT Jabodebek

Sebagai bentuk keamanan dan pengawasan, area Kereta Cepat Whoosh juga dilengkapi dengan 1.390 CCTV yang tersebar baik yang tersebar di berbagai titik. Meski demikian, Eva kembali mengingatkan pada seluruh penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan pribadi. Selain itu, Eva menyarankan agar penumpang bisa tiba di stasiun lebih awal dari jadwal keberangkatan agar tidak terburu-buru saat hendak memasuki rangkaian kereta.

“Bagi penumpang yang barangnya tertinggal di area Stasiun Kereta Cepat Whoosh, bisa mengakses layanan Lost and Found di setiap stasiun atau dapat menghubungi email customer care di cs@kcic.co.id. Kami berkomitmen untuk selalu menjaga dan mengamankan barang penumpang yang tertinggal,” ucapnya.

Mulai 3 Mei 2024, Garuda Indonesia Buka Penerbangan Manado – Denpasar

Garuda Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam mengoptimalkan pertumbuhan pariwisata nasional melalui perluasan jaringan penerbangan ke berbagai destinasi pariwisata unggulan domestik. Kali ini, komitmen tersebut direpresentasikan melalui pengoperasian rute penerbangan Manado – Denpasar pp via Makassar yang akan mulai beroperasi pada tanggal 3 Mei 2024 mendatang.

Baca juga: Crosswind, Terjangan Angin dari Samping, Juga Jadi Ancaman di Moda Darat

Rute penerbangan Manado – Denpasar pp via Makassar tersebut akan dioperasikan sebanyak 2 (dua) kali setiap minggunya, dengan menggunakan armada Boeing 737-800 NG yang memiliki konfigurasi 12 penumpang kelas bisnis dan 150 penumpang kelas ekonomi. Penerbangan rute Manado – Denpasar via Makassar tersebut akan dilayani dengan nomor penerbangan GA688 yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Sam Ratulangi pukul 07.10 WITA dan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pukul 11.20 WITA. Sementara itu, penerbangan Denpasar – Manado via Makassar akan dioperasikan dengan nomor penerbangan GA620 yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pukul 12.10 WITA dan tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi pukul 17.25 WITA.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan bahwa pengoperasian rute Manado – Denpasar pp via Makassar tersebut merupakan inisiatif berkelanjutan yang dilakukan oleh Perusahaan dalam rangka mendukung penuh program-program pemulihan ekonomi nasional pasca situasi pandemi, khususnya melalui sektor pariwisata di wilayah Sulawesi Utara.

“Melihat potensi pariwisata Sulawesi Utara yang memiliki banyak destinasi unggulan tentunya merupakan dasar pertimbangan kami dalam membuka kembali rute penerbangan Manado – Denpasar pp via Makassar ini. Inisiatif berkelanjutan ini kami laksanakan dalam rangka mendukung geliat ekonomi Sulawesi Utara yang juga memiliki Destinasi Super Prioritas (DSP) Likupang,” kata Irfan.

Irfan menambahkan, “Selain Likupang, dibukanya rute penerbangan yang terhubung langsung dengan Bali sebagai destinasi pariwisata terkenal di dunia ini tentunya akan membawa dampak positif untuk mendatangkan langsung wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara, khususnya bagi para pecinta diving untuk berkunjung ke Bunaken yang juga terkenal sebagai destinasi diving unggulan. Di sisi yang lain, melalui penerbangan ini, wisatawan juga berkesempatan mengunjungi Sulawesi Selatan mengingat rute penerbangan ini dioperasikan melalui Makassar.”

Lebih lanjut, dalam penerbangan perdana Manado – Denpasar pp via Makassar yang direncanakan akan dioperasikan pada tanggal 3 Mei 2024 mendatang tersebut, Garuda Indonesia berkolaborasi bersama dengan Diamond & Co melalui program Element of Surprise dengan membagikan merchandise kepada setiap penumpang yang diterbangkan. Selain itu, penumpang yang beruntung dalam penerbangan tersebut juga berkesempatan mendapatkan hadiah 1 buah Diamond Jewelry yang akan diundi di dalam pesawat.

Mulai 1 Mei 2024, KA Lodaya Gunakan Kereta Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation

PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengoperasikan KA Lodaya relasi Bandung – Solo Balapan pp dengan menggunakan jenis Kereta Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation. Sarana baru ini digunakan mulai Rabu (1/5) untuk KA (93) Lodaya relasi Solo Balapan – Bandung dan mulai Kamis (2/5) untuk KA (92) Lodaya relasi Bandung – Solo Balapan.

Baca juga: Mulai 29 Maret, KA Argo Bromo Anggrek Gunakan Kereta Eksekutif New Generation

Kereta New Generation tersebut merupakan bagian dari pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation periode 2023 s.d 2026 yang didatangkan dari PT INKA (Persero).

“Pengoperasian Kereta Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada para pelanggan setianya, khususnya pelanggan KA Lodaya. Ke depan, Kereta New Generation akan kami operasikan untuk KA-KA lainnya secara bertahap,” kata EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji.

Sebelumnya, KAI telah mengoperasikan Kereta Eksekutif New Generation pada KA Argo Dwipangga (Gambir – Solo Balapan pp) sejak 13 Desember 2023, KA Argo Lawu (Gambir – Solo Balapan pp) sejak 18 Desember 2023, KA Taksaka (Gambir – Yogyakarta pp) sejak 18 Januari 2024, dan KA Argo Bromo Anggrek (Gambir – Surabaya Pasarturi pp) sejak 29 Maret 2024.

Adapun Kereta Ekonomi Stainless Steel New Generation sebelumnya telah KAI operasikan pada KA Majapahit relasi Pasarsenen – Malang pp sejak 25 Maret 2024.

Keunggulan Kereta Stainless Steel New Generation ini di antaranya pintu masuk kereta dan pintu penghubung antar kereta sudah menggunakan pintu elektrik otomatis. Hal ini akan semakin memudahkan pelanggan dalam membuka ataupun menutup pintu tanpa mengeluarkan banyak energi. Suara aktivitas buka-tutup pintu pun menjadi lebih senyap.

“Di samping itu, Passenger Information Display System (PIDS) yang tersedia di masing-masing kereta dapat menampilkan informasi stasiun terdekat, kecepatan, dan suhu ruangan. PIDS tersebut membantu menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih baik dan menyediakan informasi yang penting bagi pelanggan selama perjalanan,” kata Agus.

Jendela Kereta Stainless Steel New Generation juga telah di-upgrade menjadi tempered double glass dari sebelumnya tempered glass. Sehingga tingkat keamanan lebih tinggi, membantu mengurangi masuknya panas berlebih dan sinar UV ke dalam ruangan, serta mereduksi kebisingan lebih baik.

Untuk kebutuhan mengisi daya gawai pelanggan, KAI menambah USB charger port pada masing-masing kursi, di samping stop kontak yang telah tersedia di dinding kereta. Adanya tambahan fasilitas pengisian daya tersebut membuat penumpang dapat terus menggunakan perangkat HP, laptop, dan smart watch mereka tanpa khawatir kehabisan daya, sesuai dengan kebutuhan modern.

Kereta Lewat, Makan “Bakso President” Malang Serasa Digoyang

“Keunggulan lain pada Kereta Stainless Steel New Generation yaitu pada toilet dimana tersedia keran di bagian bawah untuk membasuh kaki saat wudu. Khusus di toilet wanita, KAI menambah meja lipat yang berfungsi untuk dudukan mengganti popok bayi,” ungkap Agus.

Kereta Makan di rangkaian New Generation ini juga turut diperbarui menjadi lebih mewah dengan interior dan furnitur premium. Kereta Makan tersebut didominasi sentuhan kayu serta kursi makan yang lebih empuk dan lembut. PIDS yang sama juga tersedia di Kereta Makan.

Kereta Pembangkit, Rangkaian Penting yang Selalu Dikait

Sudah tak asing lagi untuk rangkaian kereta api jika perjalanan jauh menggunakan sarana tambahan untuk memenuhi kebutuhan penumpang sebagai pengguna setianya. Bagaimana rasanya jika kenyamanan di dalam kereta api saat perjalanan tidak tersedianya fasilitas kelistrikan selama berjam–jam, apalagi dalam keadaan mendesak.

Baca juga: Kereta Lewat, Makan “Bakso President” Malang Serasa Digoyang

Pastinya repot dan sudah pasti kenyamanan terganggu. Nah, jika kalian pernah melihat rangkaian kereta api di salah satu kereta paling belakang atau depan yang memiliki suara bising mesin diesel yang terangkai dengan kereta lainnya. Ya, itulah yang dinamakan kereta pembangkit.

Kereta Pembangkit berada di paling belakang KA Cheribon. Foto : Sendy Prasetya

Kereta ini hanyak berisikan mesin diesel, kelistrikan, dan beberapa komponen penunjang untuk kebutuhan fasilitas selama diperjalanan kereta api. Biasanya dalam perjalanan pastinya teknisi kereta termasuk kereta pembangkit yang selalu siap pengecekan guna menghindari kerusakan pada pembangkit.

Seperti diketahui Dalam perkeretaapian, istilah kereta pembangkit memiliki dua arti yang berlainan, yaitu kereta yang menggerakkan serta mengontrol kereta api penumpang atau kendaraan yang dilengkapi dengan mesin-mesin untuk memasok panas atau listrik ke tiap-tiap kereta penumpang. Singkatan yang tertulis di badan kereta pembangkit pun bermacam – macam yaitu:

– P (Pembangkit) adalah rangkaian kereta khusus untuk mesin pembangkit tidak untuk penumpang

– KP (Kereta Pembangkit) adalah rabgkaian kereta pembangkit yang setengah interiornya terdapat kursi untuk para kru kereta yang bertugas, seperti kondektur, teknisi KA, petugas keamanan dan petugas pembersih

– KMP (Kereta Makan Pembangkit) sama seperti ruangan pada KP, namun terdapat tambah ruang dapur mini untuk penumpang kereta api

– MP (Makan Pembangkit) adalah rangkaian kereta khusus untuk tempat makan para penumpang walaupun terdapat mesin pembangkit di ruangan terpisah

Istilah ini berkaitan dengan kereta api yang ditarik lokomotif. Yang membedakan lokomotif dan kereta pembangkit adalah konstruksi atau kegunaannya. Lokomotif dapat dilepas dari rangkaian kereta dan tidak mempengaruhi kinerja kereta tetapi memberikan kontrol yang menghasilkan panas atau tenaga listrik untuk kereta penumpang.

Sementara itu, kereta pembangkit merupakan bagian yang tak terpisahkan dari rangkaian kereta api, dan kadang kala ruang interiornya dapat digunakan untuk mengangkut penumpang atau barang. Sebagai contoh kereta pembangkit yang menyatu dengan kereta makan (restorasi). Pada kereta makan yang memiliki mesin pembangkit didalamnya, ruangan mesin sengaja dipisah agar penumpang KA yang hendak membeli bahkan menyantap makanan tidak bising. Hanya saja jika melewati lorong kereta, mau tidak mau harus mendengar suara bising mesin diesel saat melewati didepan pintu ruangan pembangkit.

Baca juga: Kereta Api Mutiara Malam 4 Kali Berubah Rangkaian Sejak 1970

Sekarang sudah bisa dipahami, kan soal kereta pembangkit yang menjadi peran penting dalam prrjalanan KA. Bayangkan jika tidak ada kereta pembangkit, jika perjalanan malam suasana kereta jadi gelap gulita lalu tidak merasakan dinginnya AC bahkan mau charger perangkat elektronik pun jadi kesulitan. Saat ini kelistrikan pada kereta pembangkit dengan kapasitas 500 kVA dengan jenis bahan bakar Biosolar (B20) dan memiliki daya mesin lebih dari 500 kW. (PRAS – Cinta Kereta Api)

ST Engineering AirX Siap Uji Coba AirFish di Lepas Pantai Changi, Kelak Hubungkan Singapura dan Batam

Uji coba AirFish, kapal mirip hovercraft yang meluncur di atas air, akan dilakukan di wilayah lepas pantai Changi dua kali sebulan mulai kuartal ketiga tahun 2024. Pengumuman uji coba tersebut diwartakan pada 9 April lalu oleh Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) dan ST Engineering AirX, mereka telah mengidentifikasi area di lepas pantai Changi untuk pengujian tersebut.

Baca juga: Wing-Ship, Pilihan Moda Transportasi Baru Untuk Indonesia

ST Engineering AirX, perusahaan patungan antara grup teknologi dan teknik ST Engineering dan perusahaan rintisan yang berbasis di Singapura, Peluca, telah memproduksi AirFish wing-in-ground craft.

Wing-in-ground craft adalah kapal yang berlayar di air yang beroperasi berdasarkan prinsip efek tanah untuk meluncur di atas permukaan air. Efek darat meningkatkan karakteristik pengangkatan sayap pesawat ketika berada di dekat tanah. Hal ini karena udara di bawah sayap terkompresi ketika dekat dengan tanah sehingga menciptakan efek bantalan. Beginilah cara burung berbadan besar, seperti elang laut, menghemat energi saat terbang.

AirFish dapat digunakan untuk perjalanan laut antar pulau, seperti Singapura dan Batam atau Bintan di Indonesia, kata General Manager ST Engineering AirX Leon Tan. Dia menambahkan bahwa pesawat sayap di dalam tanah dapat dikonfigurasi ulang untuk transportasi kargo yang mampu membawa beban hingga 1.000 kg.

Kemungkinan penggunaan lainnya termasuk transportasi umum maritim, perjalanan mewah, dan dukungan untuk potensi penggunaan penjaga pantai dan militer, kata Tan.

ST Engineering AirX akan menguji prototipe AirFish 8 bermesin tunggal dan ganda, yang dirancang untuk dioperasikan oleh dua anggota awak dan dapat membawa enam hingga delapan penumpang.

Tan mengatakan uji coba ini akan fokus pada pengujian teknis dan sertifikasi. AirFish dapat mengangkut mitra dan pelanggan yang berminat selama pengujian, tergantung pada persetujuan pemangku kepentingan yang bekerja sama dengan perusahaan selama pengujian, termasuk MPA.

Sebelum dapat memulai operasi komersial, ST Engineering AirX akan bekerja sama dengan lembaga klasifikasi untuk mendapatkan penilaian teknis dan sertifikasi yang divalidasi untuk klasifikasi kendaraan tersebut sebagai kapal maritim.

ST Engineering AirX menerima pesanan pertamanya hingga 10 AirFish, dengan opsi untuk 10 AirFish lainnya, dari perusahaan rintisan Turki Eurasia Mobility Solutions di Singapore Airshow pada bulan Februari lalu. Moda ini dimaksudkan untuk melayani sektor pariwisata dan transportasi swasta Turki.

Inilah Airfish 8, Flying Boat Buatan Singapura yang Mirip Ikan Pari