“Dari Roma ke Jakarta”, Paus Fransiskus Gunakan Airbus A330neo ITA Airways dalam Perjalanan Apostolik

Maskapai nasional Italia ITA Airways akan menerbangkan Paus Fransiskus ke Indonesia untuk memulai Perjalanan Apostoliknya selama 12 hari. Pada tanggal 2 September, Paus akan terbang dari Roma ke Jakarta dengan pesawat A330neo ITA sebelum kunjungan ke Papua Nugini, Timor-Leste, dan Singapura.

Baca juga:Ada Keunikan Dibalik Penerbangan Paus ke Seluruh Dunia

Menurut rilis dari ITA Airways, Paus Fransiskus akan berangkat dari Terminal 5 Bandara Fiumicino Roma (FCO) pukul 17:15 waktu setempat pada tanggal 2 September, dan rencananya mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) Jakarta pukul 11:30 waktu setempat keesokan harinya.

Pesawat yang dipilih untuk misi khusus tersebut adalah Airbus A330neo ITA, dan akan diawaki oleh tiga pilot dan sepuluh pramugari. Komandan Massimiliano Marselli akan menjadi pengawas penerbangan, bersama dengan tim penerbangan khusus ITA Airways. A330neo akan beroperasi dengan pengurangan bahan bakar dan emisi sebesar 20% dibandingkan dengan A330 generasi sebelumnya, yang memaksimalkan efisiensi operasional, termasuk penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF).

Mengenai Paus, ia akan didampingi oleh Rombongan Kepausan dan anggota pers internasional. Ini bukan pertama kalinya ia terbang dengan ITA A330neo, setelah menerbangkan salah satu pesawat berbadan lebar saat mengunjungi Dubai untuk konferensi iklim COP28 pada bulan Desember. Sebuah delegasi akan menyambutnya di dalam A330neo, termasuk Ketua ITA Airways Antonino Turicchi, Manajer Umum Andrea Benassi, dan Kepala Komersial ITA dan CEO Volare Emiliana Limosani.

Perjalanan Apostolik
Paus Fransiskus akan mengunjungi empat negara selama Perjalanan Apostoliknya bulan depan. Faktanya, lawatan selama 12 hari tersebut akan menjadi lawatan terpanjang selama masa kepausannya.Berikut jadwal latawan Paus Fransiskus:

Jakarta, Indonesia: 3-6 September 2024
Port Moresby dan Vanimo, Papua Nugini: 6-9 September 2024
Dili, Timor-Leste: 9-11 September 2024
Singapura: 11-13 September 2024

Setelah membatalkan perjalanan yang direncanakan ke Papua Nugini dan Timor-Leste selama pandemi, kunjungan Paus akan menjadi yang pertama ke Oseania dan kunjungan Paus pertama dalam hampir 30 tahun – mayoritas penduduk Timor-Leste beragama Kristen, sementara Papua Nugini juga memiliki populasi Kristen yang cukup besar, sekitar 26%.

Paus cenderung bepergian dengan maskapai penerbangan nasional setiap negara yang dikunjunginya (jika berlaku), menjadikan Garuda Indonesia, Air Nuigini, dan Singapore Airlines sebagai kandidat yang mungkin selama lawatannya ke Asia.

Fisker Kembangkan Mobil Listrik Khusus Paus Fransiskus di Vatikan

Meski Serba Mewah, Penumpang Jet Bisnis Wajib Melalui Pemeriksaan Keimigrasian Saat Tiba di AS

Berita tentang penerbangan liburan Kaesang Pangareb ke Amerika Serikat dengan jet bisnis Gulfstream G650ER menjadi viral. Dengan segala kenikmatan penerbangan di pesawat mewah, kemudian terlontar pertanyaan dari netizen, apakah penumpang pada pesawat tersebut tetap harus menjalankan pemeriksaan keimigrasian?

Baca juga: Gulfstream G650ER – Jet Bisnis Ultra Long Range yang Diduga Ditumpangi Kaesang ke AS, Bisakah Terbang Langsung dari Halim? 

Bila merujuk ke standar internasional, maka penumpang jet bisnis tetap harus melalui pemeriksaan paspor dan proses imigrasi, sama seperti penumpang penerbangan komersial. Meskipun jet bisnis sering kali menggunakan terminal atau fasilitas khusus yang lebih privat dan eksklusif (sering disebut FBO atau Fixed-Base Operator), proses keamanan dan imigrasi tetap berlaku.

Penumpang juga harus melalui proses bea cukai, terutama jika mereka membawa barang-barang yang mungkin dikenakan pajak atau pembatasan. Meskipun prosedurnya mungkin lebih cepat dan lebih nyaman dibandingkan dengan terminal komersial biasa, pemeriksaan keamanan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dibawa ke dalam pesawat.

Di Amerika Serikat, pemeriksaan paspor, imigrasi, dan keamanan bagi penumpang jet bisnis sangat ketat dan diawasi secara ketat oleh otoritas terkait, seperti Customs and Border Protection (CBP) dan Transportation Security Administration (TSA). Meskipun fasilitas jet bisnis (FBO) menawarkan kemewahan dan privasi yang lebih besar, standar keamanan dan prosedur imigrasi tetap diberlakukan dengan serius.

CBP menangani pemeriksaan imigrasi dan bea cukai untuk semua penumpang yang masuk dan keluar dari AS, termasuk mereka yang menggunakan jet bisnis. Penumpang harus menunjukkan paspor dan visa yang sesuai (jika diperlukan) dan melewati proses pemeriksaan yang serupa dengan penumpang penerbangan komersial.

Sementara TSA mengawasi standar keamanan untuk penerbangan, termasuk penerbangan jet bisnis. Fasilitas FBO mungkin memiliki prosedur yang lebih disesuaikan, tetapi semua penumpang dan bagasi tetap harus melalui pemeriksaan keamanan yang ketat.

Untuk penerbangan internasional, operator jet bisnis harus mengajukan Advanced Passenger Information System (APIS), yang merupakan persyaratan pelaporan penumpang kepada otoritas AS sebelum penerbangan tiba di atau meninggalkan negara tersebut.

Di AS, meskipun penumpang jet bisnis mungkin mendapatkan kenyamanan dan kecepatan lebih di FBO, semua prosedur pemeriksaan paspor, imigrasi, dan keamanan tetap diberlakukan dengan ketat dan sesuai dengan regulasi yang ada. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan dan untuk mencegah masuknya orang atau barang yang tidak diinginkan ke dalam negeri.

Kadang Bikin Ketar-ketir, Inilah Pertanyaan ‘Killer’ Petugas Imigrasi di Luar Negeri

Gulfstream G650ER – Jet Bisnis Ultra Long Range yang Diduga Ditumpangi Kaesang ke AS, Bisakah Terbang Langsung dari Halim?

Gulfstream G650ER dengan nomer registrasi N588SE mendadak menjadi viral di jagad netizen, pasalnya pesawat jet bisnist twin engine ini diduga telah digunakan oleh putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep bersama istri Erina Gudono, dalam perjalanan liburan ke Amerika Serikat.

Baca juga: Gulfstream G650 dan Bombardier Global 7500 – Dua Jet Pribadi Dwayne “The Rock” Johnson

Terlepas dari polemik tentang biaya charter yang fantastis, serta kepergiannya di tengah kondisi politik yang memanas, juga menarik untuk mengulik sekilas tentang Gulfstream G650ER.

Gulfstream G650ER dengan nomor registrasi N588SE adalah salah satu varian dari jet bisnis ultra-long-range Gulfstream G650ER yang dikenal karena kemampuan terbang jarak jauh dan kecepatan tinggi. G650ER biasanya memiliki konfigurasi untuk menampung antara 11 hingga 18 penumpang, tergantung pada konfigurasi interior.

G650ER memiliki jangkauan maksimum sekitar 7.500 nautical miles (13.890 km) pada kecepatan Mach 0.85, yang memungkinkan penerbangan nonstop dari New York ke Hong Kong atau dari Los Angeles ke Sydney. Jet ini dapat terbang pada kecepatan maksimum Mach 0.925, menjadikannya salah satu pesawat jet bisnis tercepat di dunia.

Kabin G650ER sangat luas dan dirancang untuk kenyamanan maksimal, dengan kemampuan untuk menyesuaikan tekanan kabin yang lebih rendah dan tingkat kebisingan yang sangat rendah. Kabin ini juga menawarkan tempat tidur datar penuh, ruang konferensi, dan teknologi canggih untuk komunikasi dan hiburan.

Gulfstream G650ER ditenagai oleh dua mesin Rolls-Royce BR725, yang memberikan dorongan tinggi dan efisiensi bahan bakar yang luar biasa. Avionik pesawat mewah ini dilengkapi dengan sistem avionik Gulfstream PlaneView II, yang mencakup tampilan HUD (Head-Up Display), Enhanced Vision System (EVS), dan teknologi kontrol penerbangan fly-by-wire.

Berdasarkan kabar yang viral, disebut Gulfstream G650ER yang ditumpangi Kaesang bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma dengan tujuan akhir Philadelphia International Airport di Amerika Serikat. Jarak yang harus ditempuh mencapai 17.600 km. Nah, sebagai pesawat jet bisnis yang punya kemampuan ultra long range, apakah G650ER dapat terbang langsung dari Bandara Halim ke Philadelphia?

Perlu diketahui, jangkauan Gulfstream G650ER sekitar 7.500 nautical miles (13.890 km) pada kecepatan jelajah Mach 0.85. Sementara jarak antara HLP (Jakarta) dan PHL (Philadelphia) kira-kira 9.500 nautical miles (17.600 km) tergantung pada rute penerbangan yang diambil.

Mengingat jarak antara Jakarta dan Philadelphia jauh melebihi jangkauan maksimum G650ER yang sekitar 7.500 nautical miles. Ini berarti bahwa pesawat ini tidak dapat terbang nonstop dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Philadelphia International Airport tanpa melakukan pengisian bahan bakar di suatu tempat di tengah perjalanan. Untuk melakukan isi ulang, kemungkinan dapat dilakukan di Guam atau Hawaii, yang sudah masuik yuridiksi AS.

Punya Keuntungan dan Tantangan Tersendiri, Inilah Delapan Tipe Kepemilikan Pesawat

200 Ribu Lebih Wisatawan Asing dari 154 Negara Antusias Jajal Whoosh, Paling Banyak Negara Ini

Lebih dari 200 ribu Warga Negara Asing (WNA) dari 154 negara antusias menjajal kereta cepat pertama di Asia Tenggara, Whoosh. Ini disebut menjadi bukti keberhasilan Whoosh dalam mengembangkan ekonomi dan pariwisata di Indonesia sekaligus menjadi salah satu simbol modernisasi transportasi yang diakui masyarakat internasional.

Baca juga: Mantul! Refund Tiket Whoosh Sekarang Bisa Cair di Hari yang Sama

General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Eva Chairunisa, menyebutkan, pada peringkat pertama tercatat penumpang dari Malaysia yang paling banyak menggunakan Whoosh, yakni sekitar 85 ribu penumpang. Tiongkok berada di peringkat kedua sekitar 45 ribu penumpang, diikuti Singapura sekitar 30 ribu penumpang, Jepang sekitar 12 ribu penumpang, dan yang ke-5 adalah Australia sekitar 11 ribu penumpang.

Sementara jika melihat berdasarkan Benua, Asia menjadi yang tertinggi yaitu sekitar 148.000 ribu penumpang, Eropa sekitar 24 ribu penumpang, Amerika Utara sekitar 16 ribu penumpang, Oseania sekitar 11 ribu penumpang, Afrika 1.000 penumpang, dan Amerika Selatan sekitar 900 penumpang.

KCIC melihat bahwa tingginya penumpang dari wilayah Asia Tenggara dan Australia menunjukkan bahwa, kehadiran Whoosh sebagai kereta cepat pertama di Asia Tenggara menjadi magnet wisata tersendiri bagi masyarakat internasional di sekitar Indonesia.

Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) pada Maret 2024 melaporkan, Whoosh telah membantu mempromosikan Kota Jakarta dan juga Bandung ke masyarakat Asia Tenggara, sehingga mau berkunjung ke Indonesia. Hal itu dikarenakan proyek kereta cepat tersebut merupakan yang pertama di Asia Tenggara.

Ketua Umum Astindo Pauline Suharno mengatakan, pihaknya banyak menerima permintaan kunjungan untuk melakukan tur menggunakan Kereta Cepat Whoosh. Peningkatan permintaan itu didominasi oleh pelajar dan korporasi yang ingin mencoba proyek kereta cepat pertama di ASEAN, sekaligus berkunjung ke Jakarta dan Bandung.

“Adanya Whoosh ini sangat membantu sekali untuk kita mempromosikan Jakarta sebagai destinasi pariwisata, terutama untuk di negara-negara ASEAN. Karena negara ASEAN ini baru Jakarta, baru kita Indonesia yang punya kereta cepat,” kata Ketua Umum Astindo Pauline Suharno pada acara Pembukaan Astindo Travel Fair 2024.

Kehadiran Whoosh tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat tetapi juga memberikan dampak positif pada sektor pariwisata dan perekonomian. Semakin banyak wisatawan asing yang memilih menggunakan Whoosh untuk mengakses berbagai destinasi di Indonesia, akan meningkatkan arus wisatawan ke daerah-daerah yang dilalui oleh jalur kereta cepat, mendorong perkembangan ekonomi lokal, serta memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata yang modern dan terhubung dengan baik.

Antusiasme yang ditunjukkan oleh warga negara asing ini menunjukkan bahwa selain menjadi alat transportasi, kehadiran Whoosh memiliki dampak yang lebih luas dalam konteks pemasaran secara global.

Baca juga: Diisukan Sepi, Kereta Cepat Whoosh Capai 2 Juta Penumpang Berkat Strategi Tarif Dinamis

Pengalaman menggunakan Whoosh memberikan kesempatan bagi warga negara asing untuk memberikan informasi kembali ke negara asal mereka, memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang mampu menghasilkan solusi transportasi kelas dunia.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai fasilitas, dan promo Whoosh, silakan menghubungi Customer Service di Stasiun atau Contact Center KCIC melalui ke 150909, WhatsApp chat ke 0815-1032-0909, email ke cs@kcic.co.id, serta ⁠Instagram reply dan DM ke @keretacepat_id.

Memahami Arti Perbedaan Bunyi Sirene Layanan Darurat

Pernah mendengar sirene mobil pemadam kebakaran, ambulans dan polisi? Apakah menurut Anda bunyi dari semua sirene kendaran itu sama? Mungkin ada yang bilang sama dan tidak, tapi sebenarnya ketika kendaraan layanan darurat tersebut melintas, mereka memiliki bunyi sirene yang berbeda satu dengan lainnya.

Baca juga: Halau Rusa di Jalur Kereta, Peneliti Jepang Pasang Klakson Suara Anjing Melolong di Lokomotif

Biasanya sirene digunakan untuk memberitahu pengguna jalan tentang keberadaan mereka. Selain itu juga memberitahu arah sirene berasal. KabarPenumpang.com merangkum laman mocktheorytest.com, seperti sirene Inggris tradisional yang memiliki dua nada yakni “nee-naw”.

Namun kini sebagian besar sudah berganti dengan sirene ratapan, yelp atau phaser gaya Amerika. Suara dua nada asli ini diciptakan oleh dua klakson berbeda yang dioperasikan secara bergantian. Sirene baru menggunakan satu speaker yang sama.

Biasanya sirene beroperasi antara 1kHz dan 3kHz karena di sinilah telinga manusia paling sensitif. Sebab sirene tidak harus memiliki kekuatan yang besar untuk membuat dirinya terdengar karena telinga kita mendengar suara pada frekuensi tersebut dengan lebih baik.

Berbagai jenis suara sirene berguna dalam aplikasi yang berbeda. Ratapan sirene umum (nada naik dan turun perlahan) sangat mudah didengar orang dari jarak jauh, tetapi sulit bagi orang untuk mengetahui dari arah mana asalnya. Polisi akan bergerak ke yelp atau phaser dengan osilasi lebih cepat atau menggunakan suara buzz digital elektronik yang mengandung lebih banyak frekuensi yang lebih mudah ditemukan.

Sirene layanan darurat biasanya sekitar 110 desibel (dB). Penggunaan sirene dalam jangka panjang dapat merusak telinga pengemudi kendaraan karena tingkat kebisingan telah diukur hingga 120dB dan jelas akan mempengaruhi pengemudi kendaraan layanan darurat.

Pada tingkat ini, Anda mendapatkan energi kebisingan sepanjang hari dalam waktu kurang dari 15 menit. 120dB adalah 32 kali lebih keras dari penyedot debu. Petugas polisi sepeda motor diketahui memakai penyumbat telinga tidak hanya untuk ini, tetapi juga untuk fakta bahwa sepeda mereka juga keras.

Setiap telinga manusia memiliki empat cara bawaan untuk melokalisasi suara. Efek Haas yakni di mana otak Anda menyaring gema apapun dan hanya menggunakan suara awal. Perbedaan fase interaural adalah suara yang mengenai satu telinga akan berada dalam fase berbeda ketika mengenai telinga kedua.

Perbedaan waktu interaural merupakan suara mengenai telinga terjauh dari sumber lebih dekat dengan sumbernya lebih keras dari pada di telinga lebih jauh. Selain itu perbedaan amplitudo interaural adalah suara yang mengenai telinga yang paling dekat dengan sumbernya lebih keras daripada di telinga yang lebih jauh.

Baca juga: Halau Rusa dan Hewan Liar Masuk ke Rel, JR East Pasang Shika Sonic

Masalah terjadi ketika Anda mulai mendengar gema dari gedung dari pada suara langsung karena ini dapat membuat sirene tampak seperti datang dari arah yang berbeda. Juga, jika sirene tepat di depan Anda, otak Anda mungkin melihatnya berada di belakang.

Tekan Emisi Karbon, Kapal Kargo Komersial di Masa Depan Bisa Gunakan Reaktor Nuklir

Kapal dengan tenaga dari reaktor nuklir sejauh ini baru diadaptasi untuk kebutuhan militer, seperti pada kapal induk dan kapal penjelajah. Namun, dengan keunggulan pada pasokan tenaga yang tidak akan habis, reaktor nuklir juga dilirik untuk dipasang pada kapal sipil (komersial).

Baca juga: Galangan di Cina Luncurkan Desain ‘Megamax’ – Kapal Kontainer Bertenaga Nuklir

Belum lama berselang, Lloyd’s Register dan perusahaan rintisan nuklir Core Power bekerja sama dengan perusahaan pelayaran Maersk untuk mempelajari cara memperbarui peraturan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan reaktor nuklir Gen IV untuk memberi daya pada kapal kargo next generation dengan emisi nol karbon.

Pada tanggal 21 Juli 1959, era baru dalam pelayaran komersial tampak dimulai saat NS Savannah meluncur turun dan masuk ke air di New York Shipbuilding Corporation di Camden, New Jersey. Kapal barang penumpang yang sengaja dibuat futuristik ini dibangun dengan biaya yang sangat besar saat itu sebesar US$46,9 juta (US$495 juta pada tahun 2024) sebagai bagian dari program Atoms for Peace pemerintahan Presiden Eisenhower.

Namun, Savannah tidak pernah dimaksudkan untuk dioperasikan secara ekonomis. Kapal ini adalah kapal peraga atau prototipe yang dirancang untuk menunjukkan bagaimana tenaga nuklir dapat digunakan untuk operasi komersial yang damai. Meskipun merupakan bagian luar biasa dari rekayasa kelautan dan contoh indah estetika zaman atom yang dilengkapi dengan akomodasi mewah, kapal ini hanya bertugas dari tahun 1962 hingga 1972 sebelum diistirahatkan dan sekarang menjadi kapal museum di Baltimore, Maryland.

Hingga saat ini, hanya empat kapal kargo nuklir yang telah dibangun dan hanya satu, Sevmorput, yang masih bertugas di Rusia untuk melayani rute perdagangan Arktik. Meskipun awalnya optimis, pasar untuk kapal bertenaga nuklir sipil tidak pernah terwujud. Biaya siklus hidup terbukti terlalu tinggi untuk bersaing dengan kapal konvensional, awak yang sangat terlatih yang dibutuhkan untuk mengoperasikan kapal tersebut terlalu mahal, dan infrastruktur pelabuhan untuk kapal nuklir tidak tersedia.

KMP Legundi – Long Distance Ferry, Kapal RoRo Terbesar di Indonesia

Namun, dinamika di masa depan bisa merubah persepsi. Seiring dengan mandat agar pengiriman barang (kargo) menjadi netral karbon pada tahun 2050. Diperkirakan bahwa industri pengiriman membakar 300 juta ton bahan bakar fosil per tahun dalam bentuk solar berat, yang menghasilkan 3% emisi gas rumah kaca global. Sementara alternatif lain sedang dipertimbangkan, sejumlah perusahaan melihat tenaga nuklir dalam bentuk reaktor Gen IV sebagai solusi yang paling praktis.

Saat ini ada sekitar 200 reaktor nuklir yang beroperasi di 160 kapal angkatan laut dan kapal selam di seluruh dunia, tetapi, meskipun memiliki catatan keselamatan yang sangat baik, reaktor militer ini tidak cocok untuk kapal sipil terutama karena masalah asuransi. Oleh karena itu, perusahaan dan konsorsium seperti TerraPower dari Amerika, Newcleo dan Core Power dari Inggris, NuProShip dari Norwegia, Fincantieri dari Italia, dan Imabari Shipbuilding dari Jepang semuanya mencari reaktor canggih untuk kapal kontainer besar dan kapal sejenis.

Reaktor ini mirip dengan reaktor modular canggih dan lainnya yang sedang dikembangkan untuk penggunaan di darat. Secara khusus, model yang disukai adalah reaktor garam cair berbahan bakar thorium, di mana thorium dilarutkan ke dalam pendingin garam; reaktor cepat berpendingin timbal, yang mengganti pendingin air dengan timbal cair; dan reaktor pebble-bed berpendingin gas helium yang menggunakan bola bahan bakar nuklir tristruktural isotropik (TRISO), yang terdiri dari lapisan uranium, karbon, dan keramik.

Semua reaktor ini memiliki kesamaan yaitu tidak perlu disegel dalam bejana bertekanan seperti kebanyakan reaktor komersial. Reaktor ini jauh lebih sederhana, beroperasi pada suhu yang lebih rendah, dan secara inheren aman karena reaksi nuklirnya dapat diatur sendiri dan, dalam kasus reaktor garam dan timbal, pendinginnya membeku sebelum kerusakan dapat terjadi jika terjadi kecelakaan.

Ada sejumlah rintangan teknis yang harus diatasi, tetapi bagi kelompok yang dipimpin Lloyd, yang paling menjengkelkan adalah regulasi. Karena alasan ini, para mitra tidak hanya mencari cara untuk membuat kasus teknis dan bisnis terbaik bagi kapal kargo nuklir Gen IV, tetapi juga cara menyelaraskan berbagai hal dengan peraturan yang ada atau cara memperbaruinya dan menjadikan kapal tersebut sebagai pemain utama dalam 15 tahun ke depan.

“Dimulainya studi bersama ini menandai dimulainya perjalanan yang mengasyikkan menuju terungkapnya potensi tenaga nuklir dalam industri maritim, membuka jalan bagi operasi bebas emisi, jaringan layanan yang lebih gesit, dan efisiensi yang lebih besar melalui rantai pasokan,” kata Nick Brown, CEO, Lloyd’s Register.

Bukan Sekedar Item dalam Sapaan Pilot ke Penumpang, Informasi ‘Ketinggian’ Punya Arti Lain

Selain mendapat sapaan manis dari pramugari, penumpang yang telah bersiap mengudara dalam suatu pemerbangan umumnya juga bakal mendapat sambutan dari pilot/kopilot. Lewat saluran mikrofon, pilot biasanya akan memperkenalkan nama, lamanya penerbangan, perbedaan waktu di daerah tujuan dan ketinggian terbang nantinya.

Baca juga: Otoritas Penerbangan Sipil Perancis: Ponsel 5G Wajib Dimatikan Karena Ganggu Instrumen Ketinggian Pesawat

Nah, yang disebut terakhir, yakni informasi ketinggian terbang, mengapa hal tersebut harus disampaikan oleh pilot? Bukankah informasi ketinggian terbang bisa jadi justru membuat sebagian penumpang menjadi gelisah atau takut. Pilot pada penerbangan komersial biasanya menginformasikan ketinggian terbang kepada penumpang sebagai bagian dari komunikasi rutin untuk beberapa alasan:

1. Menjaga Penumpang Terinformasi
Memberikan informasi mengenai ketinggian terbang membantu menjaga penumpang tetap terinformasi tentang kondisi penerbangan. Ini juga bisa memberikan rasa tenang dan kenyamanan, karena penumpang mengetahui bahwa pesawat berada dalam kendali yang baik dan pilot terus memantau ketinggian secara rutin.

2. Memberikan Konteks untuk Pengalaman Penerbangan
Ketinggian terbang sering dihubungkan dengan pengalaman yang dirasakan oleh penumpang, seperti perubahan tekanan kabin, suhu di luar, atau pemandangan yang terlihat dari jendela. Mengetahui ketinggian terbang dapat membantu penumpang memahami beberapa sensasi yang mereka alami selama penerbangan, seperti saat pesawat menanjak atau menurunkan ketinggian.

3. Menyampaikan Informasi Utama
Informasi tentang ketinggian terbang adalah bagian dari informasi keselamatan penerbangan yang lebih luas. Dengan memberikan informasi ini, pilot menunjukkan bahwa mereka memantau semua aspek penerbangan, termasuk ketinggian, yang sangat penting untuk keselamatan.

4. Menjaga Keterlibatan Penumpang
Pengumuman ini juga dapat meningkatkan keterlibatan penumpang dengan penerbangan mereka. Penumpang mungkin lebih memperhatikan fase-fase penerbangan, seperti saat pesawat mencapai ketinggian jelajah atau saat mulai menurunkan ketinggian menuju pendaratan.

5. Bagian dari Protokol Penerbangan
Menginformasikan ketinggian terbang adalah bagian dari protokol komunikasi standar dalam penerbangan komersial. Ini memastikan bahwa pilot tetap berkomunikasi secara aktif dengan penumpang selama penerbangan.

Pengumuman ketinggian terbang oleh pilot adalah bagian dari upaya untuk menjaga komunikasi yang baik, memberikan kenyamanan, dan memastikan penumpang merasa terinformasi tentang kondisi penerbangan. Ini adalah salah satu cara pilot menunjukkan bahwa mereka memantau dan mengendalikan penerbangan dengan cermat.

Mengapa Ada Batasan Ketinggian Terbang untuk Pesawat? Ini Jawabannya

Tawarkan Paket Perjalanan Khusus, Garuda Indonesia dan BRI Gelar “Umrah Travel Fair” 2024

Setelah sukses pada pelaksanaan tahun lalu, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia kembali menggelar Garuda Indonesia Umrah Travel Fair (GUTF) 2024 yang diselenggarakan pada tanggal 23-25 Agustus 2024 di Main Atrium & Mossaic Walk Kota Kasablanka Mall, Jakarta Selatan.

Baca juga: Dengan Airbus A330-900, Garuda Indonesia Kembali layani Rute Umrah Surabaya-Jeddah

BRImo sebagai official mobile banking partner serta berbagai exhibitor travel agent dan non-travel agent, pada pelaksanaan GUTF ini yang merupakan GUTF kedua yang dilaksanakan, Garuda Indonesia menawarkan berbagai pilihan paket perjalanan Umrah maupun Haji Plus bagi para pengguna jasa dengan periode perjalanan mulai 1 September 2024 hingga 31 Juli 2025.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa gelaran GUTF 2024 kali ini merupakan inisiatif berkelanjutan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier untuk menjembatani kebutuhan aksesibilitas transportasi udara bagi masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci melalui penyediaan layanan penerbangan yang aman dan nyaman dengan penawaran harga yang kompetitif dan berbagai nilai tambah lainnya.

“Mempertimbangakan populasi masyarakat Muslim Indonesia yang merupakan salah satu populasi muslim terbesar di dunia, gelaran GUTF 2024 kali ini tentunya kami laksanakan untuk menjawab peningkatan permintaan perjalanan menuju Tanah Suci dari tahun ke tahun,” jelas Irfan.

Pada gelaran GUTF perdana tahun 2023 lalu, Garuda Indonesia mencatatkan total transaksi yang mencapai lebih dari 133 persen dari nominal transaksi yang ditargetkan dengan total pembelian tiket penumpang perjalanan umrah mencapai 17.403 penumpang.

Lebih lanjut, dalam gelaran GUTF 2024 ini, Garuda Indonesia bersama BRImo sebagai official mobile banking partner turut memberikan berbagai nilai tambah untuk para pengguna BRImo, yaitu cashback Saldo BRImo Rp100 ribu, cashback sampai dengan Rp1 juta untuk pemegang Kartu Debit BRI, dan berbagai hadiah menarik lainnya untuk pemilik Tabungan BritAma. Selain itu, para pemegang Kartu Kredit BRI bisa mendapatkan cashback sampai dengan Rp2 juta, cicilan 0% hingga 24 bulan, dan berkesempatan mendapatkan hadiah menarik setiap Apply Kartu Kredit BRI.

Regional CEO BRI Hendra Winata mengatakan BRI terus berupaya memberikan yang terbaik dan pelayanan yang prima untuk seluruh pengguna BRImo, tidak terbatas dalam pengelolaan keuangan namun juga membantu kemudahan akses layanan perbankan selama melaksanaan perjalanan umrah.

“Dengan hadirnya BRImo Super Apps, peserta umrah dapat melakukan berbagai transaksi perbankan di luar negeri hanya dalam genggaman, diantaranya fitur transfer Internasional. Selain itu, BRI juga senantiasa meningkatkan pelayanan Perbankan , sehingga BRI dapat menemani dan memudahkan transaksi masyarakat selama perjalanan umrah baik dalam penggunaan Kartu Debit maupun Kredit. Dengan demikian, masyarakat dapat melaksanakan aktivitas ibadah umrah dengan biaya yang efisien dan lebih terjangkau.” jelas Hendra.

Sementara itu, partisipasi BRI di event ini adalah sebagai upaya BRI dalam mengembangkan pasar produk digital banking BRI, BRImo, melalui berbagai kalangan agar BRImo dapat digunakan secara luas di berbagai lapisan masyarakat, khususnya anak muda pecinta musik. Yuk, download BRImo di Google Play Store, App Store, dan Huawei AppGallery sekarang untuk merasakan kemudahan transaksi perbankan dalam genggaman!

Selain itu, Garuda Indonesia juga turut menawarkan harga promo tiket penerbangan umrah untuk group booking di antaranya tiket penerbangan kelas ekonomi Jakarta – Jeddah pp mulai Rp 13,9 jutaan, tiket kelas ekonomi Jakarta – Madinah pp mulai 14,4 jutaan, dan tiket kelas bisnis dengan harga mulai dari Rp 31,2 jutaan. Selain itu, pengguna jasa juga dapat mengakses diskon pembelian deposit Rp 2 juta per penumpang serta Program Happy Hour dengan harga tiket mulai Rp 11,7 jutaan.

Selain memberikan penawaran tiket penerbangan umrah dengan harga khusus, Garuda Indonesia juga turut memberikan berbagai nilai tambah lainnya seperti Welcome Bonus 1.700 GarudaMiles, Double Deals pembelian GarudaMiles GoldPrivilege, Diskon Lounge Bandara Soekarno-Hatta sebesar 20 persen, dan Diskon mencapai 25 persen untuk pembelian merchandise pada layanan GarudaShop.

Tips Sopan Buang Angin Selama Perjalanan, Intinya Harus Tetap “Dicicil”

Jangan Anggap Enteng, Ini Pentingnya Gunakan Penutup Telinga Selama Penerbangan

Masalah pada telinga kerap dialami oleh penumpang pesawat udara dan ada yang menyebut, menggunakan penutup telinga saat naik pesawat udara bisa sangat penting bagi beberapa orang, terutama selama lepas landas dan mendarat. Apa benar demikian?

Baca juga: Permen ‘Tak Lagi’ Disajikan oleh Pramugari Sebelum Take-off, Ini Penjelasannya

Menggunakan penutup telinga saat naik pesawat tidak selalu diperlukan, tetapi bisa sangat membantu bagi mereka yang sensitif terhadap perubahan tekanan atau kebisingan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa penutup telinga dapat membantu dalam penerbangan/

1. Mengurangi Ketidaknyamanan Akibat Perubahan Tekanan
Selama lepas landas dan mendarat, pesawat mengalami perubahan tekanan udara yang cepat. Perubahan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit di telinga, yang dikenal sebagai “ear barotrauma” atau “ear popping.” Menggunakan penutup telinga atau earplugs yang dirancang khusus dapat membantu mengatur aliran udara dan tekanan, mengurangi risiko barotrauma dan membuat transisi tekanan lebih nyaman.

2. Mengurangi Kebisingan
Pesawat dapat sangat berisik, terutama selama lepas landas, mendarat, dan saat terbang pada ketinggian jelajah. Mesin pesawat, turbulensi, dan kebisingan dari penumpang lain dapat membuat lingkungan kabin kurang nyaman. Penutup telinga atau headphone peredam bising dapat mengurangi kebisingan latar belakang, yang membantu mengurangi stres dan kelelahan, serta membuat perjalanan lebih nyaman, terutama dalam penerbangan jarak jauh.

3. Perlindungan Telinga
Bagi mereka yang sensitif terhadap suara keras, kebisingan di dalam pesawat dapat berpotensi merusak pendengaran jika terpapar dalam jangka waktu yang lama. Penutup telinga dapat memberikan perlindungan tambahan.

4. Meningkatkan Kualitas Tidur
Jika Anda ingin tidur selama penerbangan, mengurangi kebisingan adalah kunci. Penutup telinga atau headphone yang baik dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih tenang, memudahkan tidur, dan mengurangi kelelahan setelah penerbangan.

Apakah Ada Pesawat yang Dibuat untuk Meredam Kebisingan Mesinnya?

Kurangi Emisi Karbon, Lufthansa Pasang “Kulit Hiu” pada Armada Pesawat Jarak Jauh

Maskapai penerbangan sering kali terjebak antara keinginan untuk mengurangi emisi tetapi juga meningkatkan laba. Namun kedua keharusan yang berbeda ini sebenarnya bisa berjalan selaras. Mengurangi emisi karbon berarti membakar lebih sedikit bahan bakar dan menghabiskan lebih sedikit uang untuk membeli bahan bakar.

Baca juga: Kurangi Emisi Karbon, Cathay Pacific Tanyakan Apakah Frequent Flyer Bersedia Membawa Peralatan Makan Sendiri di Kelas Bisnis

Dan itu sebabnya maskapai asal Jerman, Lufthansa meniru trik dari ‘dunia hewan’, yakni dengan menerapkan lapisan khusus yang menyerupai kulit hiu (sharkskin) ke bagian-bagian pada pesawat.

Dalam hal dekarbonisasi, mengurangi emisi perjalanan udara merupakan prioritas tinggi sekaligus tugas yang sulit. Secara global, lalu lintas udara menyumbang sekitar 2,5 persen emisi karbon, tetapi karena emisi tersebut dipancarkan di ketinggian, penelitian telah menemukan bahwa efek pemanasan mungkin hampir dua kali lebih besar.

Masalahnya adalah sangat sulit untuk menyaingi kepadatan energi volumetrik bahan bakar jet, yang mengandung hampir 50 kali lebih banyak megajoule per liter daripada alternatif seperti hidrogen, etanol, atau baterai lithium-ion. Hal itu tidak menjadi masalah bagi transportasi darat atau laut, di mana berat dan volume tidak terlalu penting, tetapi hal itu menjadi kendala nyata untuk mengganti pesawat jet ke sumber bahan bakar yang berbeda.

Bahan bakar karbon sintetis jelas sangat diminati oleh sektor penerbangan, tetapi bahan bakar ini memiliki masalah tersendir, yaitu biofuel dapat mengalihkan lahan pertanian dari penyediaan makanan bagi manusia, dan penangkapan karbon dioksida secara langsung melalui udara untuk mengubahnya menjadi metana (dan kemudian bahan bakar hidrokarbon yang lebih kompleks) membutuhkan banyak energi dan sangat mahal, mungkin menghabiskan biaya lima kali lipat dari minyak yang diekstraksi dari bawah tanah.

Untuk itu, Lufthansa rencananya akan memasang empat pesawat Boeing 777-200ER (yang dioperasikan oleh Austrian Airlines) dengan teknologi kulit hiu, bergabung dengan 17 badan pesawat lainnya (Boeing 747-400 Lufthansa, 12 Boeing 777-200ER Swiss, dan empat Boeing 777F Lufthansa Cargo), yang sudah menggunakan lapisan film tersebut.

Hampir 9.000 kaki persegi (830 m2) permukaan pesawat—di sepanjang badan pesawat dan juga nacelle mesin—akan ditutupi dengan lembaran film AeroSHARK, yang meniru sisik pada kulit hiu asli dengan pita setebal 50 mikron yang mengurangi gesekan dengan meminimalkan lapisan batas turbulen.

Pada hiu, dihitung bahwa ini setara dengan sekitar 10 persen pengurangan hambatan dibandingkan kulit halus, dan penggunaan pendekatan ini telah membantu perenang Olimpiade berenang di air dengan lebih mudah. Namun, itu berlaku untuk berenang di air; dampaknya pada pesawat yang terbang di udara lebih kecil, tetapi seharusnya tetap menghemat bahan bakar sekitar 1 persen per penerbangan.

“Kami menganggap serius tanggung jawab ini dan mengambil setiap langkah yang memungkinkan untuk mengurangi emisi CO2 dalam operasi penerbangan kami. Pada satu persen, potensi efisiensi kulit hiu mungkin tidak terdengar banyak, tetapi secara total akan menghemat ribuan ton CO2 per tahun pada penerbangan jarak jauh,” kata COO Austrian Airlines Francesco Sciortino.

Ia menambahkan, “meskipun Boeing 777-200ER kami sudah memasuki tahun-tahun terakhir masa pakainya, kami memanfaatkan investasi ini untuk selangkah lebih dekat dengan target pengurangan CO₂.

Kurangi Emisi Karbon, Japan Airlines dan Sumitomo Tawarkan Sewa Pakaian Bagi Turis Asing