KAI Perpanjang Jam Operasional LRT Jabodebek, Jadi 358 Perjalanan per Hari

KAI melakukan penambahan perjalanan yang mulai berlaku sejak 26 Agustus 2024. Penambahan ini meliputi 8 perjalanan tambahan, sehingga jumlah total perjalanan LRT Jabodebek pada hari kerja meningkat dari 350 menjadi 358 perjalanan. Perjalanan tambahan ini khusus dioperasikan pada akhir jam operasi setiap hari Senin hingga Jumat.

Baca juga: LRT Jabodebek Uji Coba Teknologi Canggih, Ini Kegunaannya

Dengan adanya penambahan ini, jadwal keberangkatan terakhir untuk beberapa lintas utama mengalami perubahan sebagai berikut:
a. Dukuh Atas – Harjamukti
Jadwal Sebelumnya: 22.30
Jadwal Baru: 22.55

b. Dukuh Atas – Jatimulya
Jadwal Sebelumnya: 22.25
Jadwal Baru: 22.50

c. Harjamukti – Dukuh Atas
Jadwal Sebelumnya: 21.39
Jadwal Baru: 22.04

d. Jatimulya – Dukuh Atas
Jadwal Sebelumnya: 21.31
Jadwal Baru: 21.56

Penambahan perjalanan ini dilakukan sebagai respons terhadap peningkatan jumlah pengguna LRT Jabodebek pasca uji coba penambahan perjalanan pada 5 Agustus 2024. Dari data yang tercatat antara 5 s.d. 25 Agustus 2024, terjadi peningkatan jumlah pengguna sebesar 18.610 pengguna pada hari kerja (Senin s.d. Jumat) dibandingkan periode yang sama pada bulan Juli.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono menyatakan penambahan perjalanan ini adalah upaya kami untuk menyesuaikan layanan LRT Jabodebek dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Dengan operasional yang lebih lama, kami berharap dapat lebih memenuhi kebutuhan transportasi pada jam-jam sibuk di malam hari serta memberikan kenyamanan dan kemudahan lebih bagi para pengguna,” ujar Mahendro.

Seluruh Stasiun LRT Jabodebek Dilengkapi Water Station, Penumpang Bisa Isi Air Minum Gratis

Hari Ini 85 Tahun Lalu, Heinkel He 178 Pesawat Bermesin Jet Pertama di Dunia Terbang Perdana

Hari ini 85 tahun lalu, bertepatan dengan 27 Agustus 1939, menjadi momen bersejarah dalam jagad dirgantara dunia, dengan penerbangan perdana Heinkel He 178, yakni pesawat dengan mesin jet pertama di dunia. Diterbangkan oleh pilot uji Erich Warsitz, penerbangan ini sukses besar, meskipun pesawat hanya terbang selama beberapa menit. Ini menandai keberhasilan pertama kali sebuah pesawat bermesin jet terbang di udara.

Baca juga: Hari Ini, 108 Tahun Lalu, Junkers J1 Pesawat Pertama di Dunia yang Seluruhnya Terbuat dari Logam Terbang Perdana

Heinkel He 178 adalah pesawat eksperimental yang menandai awal dari era penerbangan jet, meskipun tidak pernah masuk ke dalam produksi massal. Penerbangan pertamanya terjadi beberapa hari sebelum pecahnya Perang Dunia II, menjadikannya sebuah pencapaian teknologi yang sangat signifikan pada masa itu. Meskipun demikian, perkembangan teknologi jet yang lebih lanjut baru benar-benar dimanfaatkan setelah perang berlangsung.

Dari sejarahnya, beberapa ilmuwan dan insinyur di Jerman dan Inggris pada akhir 1930-an mulai bereksperimen dengan konsep mesin jet sebagai alternatif untuk mesin piston yang dominan pada pesawat saat itu. Hans von Ohain, seorang insinyur Jerman, adalah salah satu pelopor dalam pengembangan mesin jet. Pada tahun 1935, von Ohain mengajukan paten untuk mesin turbojet.

Kemudian ada Ernst Heinkel, seorang industrialis dan desainer pesawat Jerman, tertarik pada teknologi baru yang bisa meningkatkan kecepatan dan kinerja pesawat. Heinkel memiliki visi untuk membuat pesawat tercepat di dunia, dan dia melihat potensi besar dalam mesin jet. Pada tahun 1936, Heinkel merekrut Hans von Ohain untuk bekerja di perusahaan Heinkel Flugzeugwerke, dengan tujuan mengembangkan mesin jet yang dapat digunakan pada pesawat.

Mesin jet pertama yang dikembangkan oleh von Ohain dan timnya adalah HeS 1, sebuah mesin eksperimental yang berhasil diuji pada tahun 1937. Namun, mesin ini masih belum cukup kuat untuk digunakan dalam pesawat terbang. Mereka kemudian mengembangkan mesin HeS 3, yang menjadi mesin jet pertama yang dipasang pada pesawat dan berhasil membuat He 178 terbang.

Heinkel dan timnya merancang He 178 sebagai pesawat berukuran kecil dengan desain yang sederhana. Pesawat ini memiliki struktur sayap rendah (low-wing) dan menggunakan bahan aluminium. Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan He 178 adalah merancang sistem bahan bakar dan sistem pendingin yang efektif untuk mesin jet yang sangat panas dan berbeda dari mesin piston konvensional.

Setelah menyelesaikan uji darat, Heinkel He 178 siap untuk uji terbang pertama. Pada 27 Agustus 1939, pilot uji Erich Warsitz menerbangkan He 178 dari lapangan terbang Heinkel di Marienehe, dekat Rostock, Jerman.

Meskipun penerbangan He 178 adalah pencapaian teknologi yang luar biasa, otoritas Nazi pada waktu itu tidak segera menyadari potensi besar dari mesin jet. Mereka lebih fokus pada pengembangan pesawat konvensional untuk keperluan Perang Dunia II. Akibatnya, He 178 tidak pernah masuk ke produksi massal, dan pengembangan lebih lanjut mesin jet di Jerman dilakukan dengan pesawat lain seperti Messerschmitt Me 262 yang muncul kemudian dalam perang.

Meskipun tidak diterima secara luas pada waktu itu, He 178 membuka jalan bagi pengembangan pesawat jet di masa depan. Konsep mesin jet yang dipelopori oleh von Ohain dan Heinkel kemudian diadopsi oleh berbagai negara, termasuk Inggris dengan Gloster E.28/39 dan Amerika Serikat dengan Bell P-59 Airacomet.

Prototipe He 178 hanya digunakan untuk beberapa penerbangan uji sebelum akhirnya dipensiunkan. Pesawat ini disimpan di museum Heinkel, tetapi sayangnya, pesawat ini hancur selama pemboman Sekutu di Rostock pada Perang Dunia II.

Hari Ini, 72 Tahun Lalu, De Havilland Comet, Pesawat Jet Komersial Pertama di Dunia Terbang Perdana

Didera Berbagai Masalah Teknis, Malaysia Aviation Group Kurangi Jumlah Penerbangan Hingga Desember 2024

Malaysia Aviation Group (MAG) telah mengumumkan pengurangan sementara penerbangan untuk Malaysia Airlines, Firefly, dan Amal mulai saat ini hingga Desember 2024.

Baca juga: Malaysia Airlines Hentikan Penerbangan Rute Kuala Lumpur – Brisbane, Ada Apa?

“Hal ini dilakukan untuk memastikan keandalan armada kami dalam jangka panjang dan ketahanan operasi kami, serta meningkatkan kemampuan kami untuk memastikan pelanggan kami pada layanan Malaysia Airlines, Firefly, dan Amal menghadapi gangguan minimal dan mendapatkan pengalaman terbaik saat terbang bersama kami,” kata direktur pelaksana Izham Ismail dalam sebuah pernyataan pada 24 Agustus.

“Saya pribadi meminta maaf atas gangguan pada rencana perjalanan penumpang dan ketidaknyamanan yang ditimbulkannya,” tambahnya.

Seperti dikutip The Strait Times, beberapa penerbangan Malaysia Airlines (MAS) baru-baru ini yang terdampak oleh masalah teknis telah membuat marah penumpang dan menyerukan agar rencana darurat dan kontinjensi yang jelas dibuat.

Pada 22 Agustus 2024, penerbangan MAS yang menuju Madinah harus kembali ke Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), yang menandai insiden ketiga bagi maskapai nasional Malaysia tersebut minggu ini. Menurut data FlightRadar, MH152, yang berangkat dari KLIA pukul 14.23, berbalik arah saat terbang di atas Kepulauan Nicobar di Laut Andaman.

Pada malam tanggal 20 Agustus, penerbangan MAS MH386 terpaksa kembali ke KLIA karena masalah tekanan kabin.

Sebelumnya pada hari itu, penerbangan MH128 dalam perjalanan ke Kuala Lumpur dari Melbourne harus melakukan pendaratan darurat di Alice Springs di Teritori Utara Australia.

Rangkaian insiden tersebut mendorong warga Malaysia untuk meminta MAG untuk melakukan inspeksi dan perbaikan pada armadanya.

Unit Pertama Airbus A330neo Malaysia Airlines Telah Menyelesaikan Tahap Pengecatan

Sebaiknya Anda Tahu, Era Stempel Paspor di Negara Schengen Berakhir pada 10 November 2024

Banyaknya stempel imigrasi pada paspor kerap menjadi kebanggaan bagi banyak pelancong, bak koleksi, stempel di paspor bisa menjadi kenangan akan jejak perjalanan Anda. Namun, ada kabar kurang sedap, pasalnya wilayah Schengen Uni Eropa rencananya akan menghapus penggunaan stempel imigrasi pada bulan November mendatang.

Baca juga: Pelancong Asal Turki Tak Mudah Dapatkan Visa Schengen, Penolakan Hingga 16,1 Persen

Persisnya, mulai 10 November 2024, wisatawan non-Uni Eropa akan didaftarkan secara digital dengan sistem EU Entry/Exit System (EES) otomatis baru, sehingga tidak perlu lagi memberikan cap fisik.

“EES akan menggantikan sistem pemberian cap paspor manual saat ini, yang memakan waktu, tidak menyediakan data yang dapat diandalkan tentang penyeberangan perbatasan, dan tidak memungkinkan deteksi sistematis terhadap mereka yang melewati batas waktu,” demikian bunyi pernyataan dari departemen Komisi Eropa untuk Migrasi dan Urusan Dalam Negeri, seperti dilansir dari Euro News, Kamis, 22 Agustus 2024.

EES akan menjadi sistem TI otomatis untuk mendaftarkan pelancong dari negara ketiga yang dikecualikan dari visa atau yang memiliki masa tinggal singkat. Setiap kali seseorang melintasi perbatasan luar UE, sistem akan mencatat nama, jenis dokumen perjalanan, data biometrik (sidik jari dan gambar wajah) serta tanggal dan tempat masuk dan keluar. Sistem ini juga akan mencatat penolakan masuk.

Sistem layanan otomatis dan mandiri diharapkan akan meningkatkan keamanan di UE dan memangkas waktu pemeriksaan para pelancong. Namun, industri penerbangan dan berbagai negara mengatakan kurangnya persiapan dapat menyebabkan masalah awal saat sistem ini diperkenalkan.

Awalnya, sistem ini akan diluncurkan pada 2022, namun ditunda. Pihak berwenang kini telah mengumumkan peluncurannya pada tanggal 10 November tahun ini.

Berdasarkan sistem baru ini, pelancong dengan akses bebas visa ke wilayah Schengen akan diminta untuk mendapatkan otorisasi perjalanan secara daring melalui Sistem Informasi dan Otorisasi Perjalanan Eropa (ETIAS). Sistem ini akan diluncurkan secara bertahap setelah EES beroperasi.

Sebelum EES diluncurkan, semua wisatawan di luar Uni Eropa harus memperoleh stempel paspor saat keluar dan masuk wilayah Schengen. Stempel ini berfungsi sebagai bukti bahwa mereka tidak melewati batas bebas visa selama 90 hari dalam periode 180 hari.

Sering Disebut Pelancong, Ternyata Sejarah Visa Schengen Berasal dari Sebuah Desa di Luksemburg

GlobalData: “Perancis Jadi Negara yang Paling Banyak Dikunjungi Pelancong di Tahun 2025”

Setelah menggelar Olimpiade 2024 di Paris, ada proyeksi yang menyebut Perancis bakal menjadi negara yang paling banyak dikunjungi pelancong di tahun 2025. Pernyataan tersebut berasal dari GlobalData Plc, perusahaan analisis data dan konsultasi, yang berkantor pusat di London, Inggris.

Baca juga: Stasiun Da Lat dengan Desain Antik Perancis, Andalan Wisata Kereta Vietnam

Dalam pembaruan terkini, Perancis siap menjadi negara yang paling banyak dikunjungi di dunia pada tahun 2025. Negara yang menjadi rumah bagi objek wisata paling terkenal dan paling banyak dikunjungi di dunia, Menara Eiffel, akan menjadi negara yang paling banyak dikunjungi menurut proyeksi GlobalData. Perusahaan data dan analitik tersebut memperkirakan bahwa Perancis akan menarik 93,7 juta pengunjung internasional saat ini, melampaui Spanyol, yang menyalip Perancis pada tahun 2021.

Menurut laporan terbaru GlobalData, Eropa Barat (2022), menyoroti bahwa Prancis adalah tujuan wisata teratas dunia sebelum pandemi Covid-19, menarik 88,1 juta pengunjung pada tahun 2019. Meskipun Spanyol mengklaim posisi teratas pada tahun 2021, Perancis berada di jalur yang tepat untuk kembali memimpin, setelah menyambut 66,6 juta pengunjung internasional pada tahun 2022. Jumlah pengunjung ke Perancis diperkirakan akan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 12,1% dari tahun 2022 hingga 2025.

Dikutip Times of India, Hannah Free, Analis Perjalanan & Pariwisata di GlobalData, mencatat bahwa Perancis, bersama Italia dan Spanyol, memainkan peran utama dalam pertumbuhan pariwisata Eropa Barat. Negara ini menarik pengunjung dari seluruh Eropa, termasuk Inggris, Jerman, dan Belgia, serta dari tempat yang lebih jauh, seperti Cina dan Amerika Serikat. Faktanya, Perancis adalah salah satu tujuan wisata utama di Eropa Barat bagi wisatawan AS.

Pada tahun 2021, Spanyol menarik 26,3 juta pengunjung, menyalip Perancis untuk menjadi tujuan wisata utama di Eropa Barat. Pada tahun 2025, Spanyol diproyeksikan akan menyambut 89,5 juta wisatawan internasional, dengan CAGR sebesar 12,2% antara tahun 2022 dan 2025.

Pariwisata ke Perancis dan Spanyol diperkirakan akan tetap kuat, didorong oleh berbagai festival, budaya, dan gastronomi yang ditawarkan. Setiap negara menawarkan budaya, kuliner, dan lanskap yang unik, dengan garis pantai yang beragam dan medan yang bervariasi yang menambah daya tariknya. Kedua negara tersebut relatif besar, sehingga menyediakan berbagai pengalaman bagi wisatawan.

Keuntungan signifikan bagi Perancis adalah jaringan transportasinya, yang memudahkan perjalanan antarkota besar. Kereta berkecepatan tinggi menghubungkan banyak tujuan wisata utama Perancis, sehingga memudahkan pengunjung untuk menjelajahi negara tersebut.

Perancis menjadi tujuan wisata utama, terkenal karena berbagai atraksi dan warisan budayanya yang kaya. Pengunjung berbondong-bondong ke Paris untuk mengunjungi tempat-tempat ikonik seperti Menara Eiffel dan Museum Louvre, sementara pedesaan yang indah menawarkan kota-kota yang menawan, kebun anggur, dan ladang lavender.

Pilih Pilih Souvenir Sebagai Buah Tangan

Raih Pengadaan Drone dari Kementerian Pertahanan, PT Turkish Aerospace Indonesia Buka Kantor Baru di Bandung

Setelah meraih kontrak untuk pengadaan drone tempur – Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) Anka dari Kementerian Pertahanan RI. pabrikan dirgantara asal Turki, Turskih Aerospance Industries (TAI), resmi membuka kantor barunya di BRI Tower, Bandung, Jawa Barat pada Minggu, 25 Agustus 2024. TAI hadir di Indonesia lewat label PT Turkish Aerospace Indonesia.

Baca juga: Terkait Kualitas Keselamatan Pesawat, Pabrik Boeing di Everett dalam “Mode Panik”

Langkah pembukaan kantor baru ini disebut sebagai upaya untuk memperkuat kerja sama di industri dirgantara Indonesia. Peresmian itu juga menandai langkah strategis perusahaan dalam memperluas jangkauan operasional dan mendukung pertumbuhan industri penerbangan di tanah air.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi hingga para pemangku kepentingan industri dirgantara. CEO Turkish Aerospace, Prof. Dr Mehmet Demiroğlu menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang tetap berkontribusi untuk mempertahankan eksistensi. Turkish Aerospace telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Hubungan antara Türkiye dan Indonesia telah sangat kuat dan sangat mungkin untuk berkembang lebih jauh.

Menurutnya, pembukaan kantor di Bandung ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk menjadi mitra dalam pengembangan teknologi dan inovasi dirgantara. Lebih lanjut, Mehmet Demiroğlu mengatakan bahwa pihaknya berkerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia untuk mengembangkan proyek di bidang kedirgantaraan.

“Indonesia punya sejarah panjang dalam industri kedirgantaraan selama lebih dari 40 tahun terakhir. Kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia juga untuk meningkatkan proyek-proyek kerja sama (bidang kedirgantaraan),” ujarnya dalam konferensi pers di BRI Tower, Bandung pada Minggu 25 Agustus 2024.

Sebagai salah satu perusahaan dirgantara terkemuka di dunia, Mehmet Demiroğlu ingin kedua negara saling melengkapi, memperkuat ekosistem industri hingga membuka peluang bisnis yang tentunya menguntungkan pasar Asia Tenggara dan Asia Pasifik.

Perluas Pasar Dirgantara Indonesia, Boeing Resmikan Kantor Baru di Jakarta

Hari Ini, 141 Tahun Lalu, Letusan Gunung Krakatau Berkekuatan 13 Ribu Kali Bom Hiroshima Terjadi

26 Agustus 1883, disebut-sebut sebagai salah satu peristiwa terkelam di dunia. Betapa tidak, dari semula roda kehidupan berjalan normal, tiba-tiba, letusan Gunung Krakatau mengejutkan dunia dengan ledakan besar yang kekuatannya setara dengan 100 megaton bom nuklir, atau setara 13.000 kali kekuatan bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki.

Baca juga: Letusan Gunung Eyjafjallajökull Jadi Tolok Ukur Penetapan Tingkat Toleransi Abu Vulkanik

Bukan hanya itu, dahsyatnya ledakan Gunung Krakatau juga membuat siapapun yang berada di radius 10 kilometer menjadi tuli. Kerasnya empat ledakan Gunung Krakatau juga terdengar hingga Perth, Australia berjarak 4.500 kilometer atau bahkan sampai ke Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika yang berjarak 4.653 kilometer. The Guiness Book of Records mencatat bunyi ledakan Gunung Krakatau sebagai bunyi paling hebat yang terekam dalam sejarah.

Abu vulkanik letusan Gunung Krakatau juga tak kalah dahsyat. LiveScience mengungkap, dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanik yang menutupi atmosfer, khususnya wilayah yang berada di radius 442 km dari Krakatau.

Debu vulkanik ditaksir oleh kapal perang Jerman yang tengah melintas mencapai ketinggian 9,6 km. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya akibat debu vulkanik dan aerosol sulfat di lapisan stratosfer menghalangi masuknya sinar matahari. Suhu global juga jadi turun dan jadi lebih dingin sebesar 1.2 oC selama lima tahun setelah erupsi terjadi. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.

Selama 13 hari, lapisan sulfur dioksida dan gas lainnya mulai menyaring jumlah sinar matahari yang bisa mencapai Bumi. Efek atmosfer yang diakibatkan membuat pemandangan matahari terbenam yang spektakuler di seluruh Eropa dan Amerika Serikat.

Reruntuhan Gunung Krakatau ke lautan, yang terdiri dari puncak Gunung Berapi Perboewatan, Danan, dan Rakata, setelah empat letusan dahsyat, juga membuat tsunami dengan ketinggian 30 meter di atas permukaan laut Selat Sunda.

Sementara di pantai selatan Sumatera ketinggian gelombang mencapai 4 meter, di pantai utara dan selatan Jawa 2-2,5 meter. Selain itu, gelombang tsunami juga disebut terjadi di Samudera Pasifik hingga ke Amerika Selatan -yang notabene berjarak 17.318 km- dengan ketinggian 1,5 – 1 meter.

Kesaksian Kapten Lindemann dari kapal Belanda yang tengah melintas, Gouverneur Generaal Loudon, tsunami akibat letusan Gunung Krakatau membuat apapun yang ada di belakangnya lenyap. Diketahui, kapal tersebut terlempar cukup jauh ke pedalaman Sumatera dan berhasil selamat menghadapi gelombang.

Akibat letusan dahsyat Gunung Krakatau selama dua hari pada 26-27 Agustus 1883 dalam tempo kurang lebih 20 jam, sedikitnya 36.400 orang tewas.

Pasca erupsi dahsyat, Krakatau hancur sama sekali. Mulai pada 1927 atau kurang lebih 40 tahun setelahnya, muncul gunung api yang dikenal sebagai Anak Krakatau. Dia terus meletus secara sporadis sejak saat itu. Ia sedang bertumbuh, terus mendekati ukuran induknya yang hancur berkeping.

Baca juga: Foto Citra Satelit “Before-After” Kawah Bekas Ledakan Besar di Beirut Lebanon

Meskipun sangat dahsyat, letusan Gunung Krakatau ini sebetulnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung berapi Taupo di Selandia Baru dan Gunung Katmai di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh pada masa ketika populasi manusia masih sangat sedikit.

Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.

Peringati Satu Tahun Operasional, LRT Jabodebek Gelar Kompetisi e-Sport dan Cosplay

Dalam rangka peringatan satu tahun operasional, KAI mengadakan “LRT Jabodebek Coswalk & MLBB Competition” di GOR LRT Jabodebek pada Minggu (25/8). Acara ini sebagai salah satu komitmen LRT Jabodebek dalam melayani masyarakat tidak hanya melalui perjalanan yang aman, nyaman, dan cepat, tetapi juga dengan merangkul komunitas pengguna yang memiliki kegemaran dalam e-sport dan cosplay.

Dengan hadiah total sejumlah Rp20.000.000, kompetisi ini melibatkan 128 tim dalam MLBB Competition dan 100 peserta dalam Coswalk Competition. Jonathan Liandi, sebagai bintang tamu dalam MLBB, serta Lunar Star, La Belle, AKEMI, dan DJ Asam Zeins sebagai tamu spesial pada Coswalk, hadir untuk memeriahkan acara. Acara ini diselenggarakan tanpa biaya pendaftaran bagi para peserta.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono menyampaikan LRT Jabodebek menggelar acara ini untuk lebih mendekatkan LRT Jabodebek dengan masyarakat serta para pengguna setia.

“Ini adalah salah satu cara kami untuk menunjukkan apresiasi terhadap dukungan masyarakat yang telah memungkinkan LRT Jabodebek untuk terus berkembang dan melayani lebih baik lagi. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi yang seru, tetapi juga sebagai platform sosialisasi dan interaksi antar pengguna, memperkuat komunitas yang mendukung pertumbuhan dan inovasi layanan LRT Jabodebek,” jelasnya.

Acara hari ini adalah ungkapan terima kasih LRT Jabodebek kepada masyarakat Jabodebek yang telah mendukung LRT Jabodebek selama satu tahun ini. “Kami berharap melalui ‘LRT Jabodebek Coswalk & MLBB Competition’ ini, kami dapat terus memperkuat hubungan dengan komunitas dan mempromosikan gaya hidup yang sehat dengan menggunakan transportasi umum,” pungkasnya.

LRT Jabodebek Uji Coba Teknologi Canggih, Ini Kegunaannya

PT KAI Divisi LRT Jabodebek merilis teknologi canggih. Saat ini teknologi bernama Crowd Detection System itu sedang diuji coba di seluruh stasiun dan trainset LRT Jabodebek.

Teknologi ini dirancang untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna dengan memungkinkan pengguna melihat secara real-time kepadatan di setiap trainset, sehingga dapat memilih trainset maupun car yang kurang padat dan menikmati perjalanan yang lebih nyaman.

Baca juga: Sambut ‘Satu Tahun Melayani’ LRT Jabodebek Rayakan dengan Pameran Foto dan Turnamen Basket

Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono mengungkapkan uji coba Crowd Detection System ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan KAI untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna. Dengan adanya sistem ini, KAI dapat memantau dan mengelola kerumunan secara lebih efektif, yang pada akhirnya akan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna.

Crowd Detection System adalah teknologi canggih yang menggunakan kamera CCTV dan pemrosesan gambar untuk menghitung jumlah orang di area tertentu secara real-time. Teknologi ini memungkinkan identifikasi dan pengendalian kerumunan, serta memastikan aliran pengguna yang lancar dan aman di setiap stasiun dan trainset.

Mahendro menyampaikan sistem ini memberikan informasi real-time kepada pengguna, membantu pengguna menghindari titik-titik kerumunan dan memilih trainset yang lebih nyaman. Uji coba sistem ini berlangsung hingga tanggal 28 Agustus 2024, bertepatan dengan peringatan satu tahun operasional LRT Jabodebek. Setelah uji coba selesai, sistem ini akan mulai digunakan secara resmi untuk mendukung operasional harian.

Baca juga: Seluruh Stasiun LRT Jabodebek Dilengkapi Water Station, Penumpang Bisa Isi Air Minum Gratis

“Tujuan utama dari implementasi Crowd Detection System adalah untuk memantau dan mengendalikan kerumunan di stasiun dan trainset, sehingga kepadatan pengguna dapat berjalan dengan efisien dan aman. Hadirnya sistem ini juga merupakan wujud komitmen KAI dalam memberikan pelayanan LRT Jabodebek yang lebih baik,” ujarnya.

“Dengan sistem People Counting, kami berharap dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh pengguna LRT Jabodebek. Kami berharap para pengguna LRT Jabodebek dapat merasakan manfaat langsung dari teknologi ini,” tutupnya.

Ada Keunikan Dibalik Penerbangan Paus ke Seluruh Dunia

Sebagai salah satu tokoh agama terpenting di dunia, Paus sering melakukan kunjungan ke berbagai negara di dunia. Agendanya tentu saja menyebarkan kedamaian. Beberapa momen juga kunjungannya bermaksud untuk mendongkrak sektor ekonomi dengan ceramah-ceramah di bidang tersebut.

Baca juga: “Dari Roma ke Jakarta”, Paus Fransiskus Gunakan Airbus A330neo ITA Airways dalam Perjalanan Apostolik

Terlepas dari hal itu, ada yang menarik di balik setiap penerbangan Paus Fransiskus ke seluruh dunia. Bukan karena ia mempunyai pesawat Kepausan (Papal aircraft), layaknya pesawat kepresidenan, melainkan call sign unik Shepherd One.

Di dunia, banyak negara juga menggunakan call sign khusus pada pesawat kepresidenan. Pesawat Presiden Amerika Serikat dikenal sebagai Air Force One.

Demikian juga dengan pesawat kepresidenan Rusia, Inggris, Perancis, Kanada, Jerman, Austalia, Jepang, Brasil, dan lainnya. Semua menggunakan Air Force One sebagai call sign pesawat VVIP. Yang membedakan tentu di bagian depannya. Semisal Australia dengan Royal Australian Airforce, Jepang dengan Japanese Air Force One, dan lain sebagainya.

Selain Air Force One, negara lain juga mempunyai call sign unik untuk pesawat kepresidenan atau kenegaraan mereka. Ambil contoh Korea Selatan, yang menggunakan call sign Code One serta India dengan Air India One; termasuk juga di dalamnya Shepherd One sebagai pesawat yang ditumpangi Paus.

Kendati pesawat yang ditumpanginya bukanlah pesawat kenegaraan, tetapi, itu sudah jadi keunikan tersendiri untuk tokoh penting saat menumpangi sebuah pesawat.

Sekalipun menyandang gelar sebagai pemimpin Gereja Katolik sekaligus kepala negara Negara Kota Vatikan, Paus tidak mempunyai pesawat kenegaraaan. Maka dari itu, dalam setiap lawatannya, Paus seringkali mencharter pesawat dari berbagai maskapai. Salah satunya Alitalia.

Maskapai asal Italia itu memang lebih sering ditumpangi Paus karena posisinya relatif dekat dengan rumah Paus di Vatikan.

Dari rumah, Paus biasanya menuju Vatican City Heliport atau heliport lainnya di wilayah Puri Gandolfo, untuk kemudian menumpangi pesawat helikopter Angkatan Udara Italia untuk jarak pendek atau pesawat narrowbody dan widebody Alitalia, seperti A330 atau Boeing 777, tergantung kebutuhan.

Pada pelaksanannya, kapten pilot dan ATC sudah paham rulesnya dan menyebut pesawat sebagai Shepherd One, diikuti jumlah penerbangan yang Paus lakukan.

Setelah sampai di lokasi tujuan, pesawat Alitalia yang disewa Paus tidak menunggu sampai ia selesai melakukan kunjungan. Untuk kembali ke Vatikan, seperti laporan Simple Flying, Paus biasanya langsung diantar oleh utusan pesawat negara terkahir tempat Paus berkunjung.

Karenanya, Paus sudah sering menumpangi banyak pesawat dari berbagai maskapai (bukan penerbangan charter), seperti American Airlines, Biman Bangladesh, Avianca, TAP Air Portugal, airBaltic, Aer Lingus, SriLankan, dan beberapa lainnya.

Baca juga: Ada Patung Ekor Paus, Kereta Metro Belanda Tersangkut dan Masinis Selamat dari Maut

Ketika menumpangi pesawat komersial tersebut, biasanya Paus duduk di first class ataupun di business class.

Kadang kala, Paus tidak segan-segan duduk di kursi kelas ekonomi dan membaur bersama penumpang lainnya, sambil berbicang, bertukar pikiran, memberikan motivasi dan ceramah agama, mendoakan dunia dan negara masing-masing, sampai menikahkan sebuah pasangan saat pesawat di udara, seperti yang pernah dilakukan Paus Fransiskus pada 2018 silam.