Penamaan Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Tegalluar Bandung sekarang menjadi “Stasiun Tegalluar Summarecon”, hal ini sebagai kesepakatan kerja sama antara PT KCIC dengan PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) tentang hak penamaan eksklusif (naming rights). Penggunaan nama akan diterapkan pada penunjuk arah di stasiun, penamaan stasiun, dan jenis media lainnya pada stasiun termasuk in-station announcement.
Momentum Peresmian Hak Penamaan Stasiun Tegalluar Summarecon berlangsung pada hari Rabu, 28 Agustus 2024 di Stasiun Tegalluar Summarecon, Bandung. Kerja sama hak penamaan eksklusif ini merupakan yang pertama kali diterapkan oleh KCIC untuk Stasiun Kereta Cepat Whoosh yang dioperasikan secara komersil sejak 17 Oktober 2023. Melalui kerja sama naming rights, Summarecon dan KCIC akan semakin erat bekerjasama, sehingga kedua pihak mendapatkan dampak positif dari penamaan tersebut.
Kerja sama KCIC dengan Summarecon sebelumnya sudah terjalin sejak 2023 untuk pengembangan fasilitas dan layanan bagi pengguna Kereta Cepat Whoosh. Sekarang semakin mudah mengakses Stasiun Tegalluar Summarecon dengan hadirnya jalan penghubung Jembatan Cibiru Hilir dan berbagai jenis transportasi lanjutan mulai dari taksi maupun shuttle bus Summarecon dengan rute Stasiun Tegalluar Summarecon – Summarecon Mall Bandung dengan waktu tempuh hanya 10 menit saja.
Dwiyana Slamet Riyadi, Direktur Utama KCIC mengatakan, “Kerja sama hak penamaan Stasiun Tegalluar dengan Summarecon merupakan salah satu langkah strategis KCIC untuk mengoptimalkan aset perusahaan. KCIC berkolaborasi dengan Summarecon menghadirkan pengalaman transportasi yang lebih baik dan terintegrasi bagi masyarakat. Dengan adanya kerja sama ini, kami yakin bahwa Stasiun Tegalluar Summarecon akan menjadi pusat kegiatan ekonomi dan mobilitas yang lebih dinamis, mendukung pertumbuhan wilayah dan memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak yang terlibat.”
KCIC sebagai pengelola kereta cepat pertama di Asia Tenggara yang telah digunakan lebih dari 4 juta penumpang, bersinergi dengan Summarecon sebagai developer berskala kota yang telah mengembangkan 9 kawasan mulai dari Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Emerald Karawang, Summarecon Mutiara Makassar, Summarecon Bogor, Summarecon Crown Gading, dan Summarecon Tangerang. Kerja sama kedua belah pihak dengan kompetensi masing-masing akan semakin memajukan transportasi publik yang efisien dan terintegrasi.
Stasiun Tegalluar Summarecon yang mulai dioperasikan sejak Oktober 2023 telah menjadikan area Bandung Timur menjadi kawasan yang berpotensi besar dan terus berkembang.
Hari ini 54 tahun lalu, yang bertepatan dengan 29 Agustus 1970, merupakan momen bersejarah dalam jagad dunia penerbangan, yang mana menjadi tanggal penerbangan perdana pesawat wide-body trijet legendaris buatan McDonnel Douglas (sekarang Boeing).
Dari sejarahnya, penerbangan perdana pesawat McDonnell Douglas DC-10 dilakukan oleh American Airlines. Pesawat DC-10 adalah pesawat jet bermesin tiga yang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besar dan digunakan untuk penerbangan jarak menengah hingga jarak panjang. Penerbangan perdana DC-10 ini adalah sebuah tonggak penting dalam sejarah penerbangan komersial, karena pesawat ini menandai era baru dalam desain dan teknologi pesawat jet.
DC-10 adalah salah satu pesawat wide-body pertama yang dirancang untuk mengangkut banyak penumpang dengan kenyamanan dan efisiensi yang lebih baik.
DC-10 memiliki kapasitas yang besar dan dapat mengangkut antara 250 hingga lebih dari 380 penumpang, tergantung pada konfigurasi kabin yang digunakan oleh maskapai. Pesawat ini juga memiliki jangkauan yang cukup untuk melayani rute jarak menengah hingga jarak panjang, membuatnya menjadi pilihan populer bagi maskapai penerbangan di seluruh dunia.
American Airlines adalah “launch customer” atau pelanggan pertama yang memesan dan menerima pengiriman pesawat McDonnell Douglas DC-10. Sebagai launch customer, American Airlines adalah maskapai penerbangan pertama yang memulai layanan operasional dengan pesawat DC-10 setelah pesawat tersebut selesai dikembangkan dan diproduksi.
American Airlines memesan pesawat DC-10 pada tahun 1968, dan pada tanggal 29 Agustus 1970, mereka melakukan penerbangan perdana dengan pesawat DC-10, yang menandai awal dari layanan komersial pesawat tersebut. Hal ini membuat American Airlines menjadi maskapai pertama yang mengoperasikan DC-10 dalam penerbangan penumpang reguler.
Sebagai launch customer, American Airlines memiliki peran penting dalam membantu pengembangan dan uji coba awal pesawat DC-10, serta memainkan peran penting dalam memperkenalkan pesawat ini ke pasar dan industri penerbangan secara keseluruhan.
Jangan membandingkan Islandia dengan Jerman, Perancis, Belanda, atau Inggris, negara Pulau yang masuk dalam kawasan Skandinavia ini punya sisi unik luar biasa, terkhusus sebagai tujuan wisata di Belahan Eropa Utara. Berada di sebelah utara Samudera Atlantik dan berjarak dekat dengan Kutub Utara, Islandia jelas punya karatkter yang tiada tanding untuk wisata alamnya yang natural dan spektakuler.
Anda masih ingat film The Secret Life of Walter Mitty, James Bond: Die Another Day, James Bond: A View To Kill, Batman Begins, dan Interstellar, semua film tadi mengambil lokasi syuting di Negeri “Tanah Es.” Bahkan saat kami bertandang ke beberapa destinasi favorit di Islandia, muncul pertanyaan dalam hati, apakah tempat ini benar-benar masih berada di Bumi?
Keindahan alam yang tiada tara, menjadi surga ideal bagi para pemburu wisata alam. Buat Anda yang ingin tampil beda, Islandia pas jadi pilihan, jauhnya lokasi menuju Islandia, biaya perjalanan dan akomodasi yang relatif mahal, serta suhu dingin bercita rasa kutub, membuat Islandia punya persepsi berbeda dan pastinya masih asing sebagai tujuan wisata, khususnya bagi pelancong Indonesia.
Bersama kelompok kecil pada bulan September 2016, kami berkesempatan berwisata selama 10 hari di Islandia. Sebagai mahasiswa yang kebetulan mengambil studi Inggris, kami berangkat lewat direct flight dari London. Meski terlihat dekat dalam peta, dengan menumpangi pesawat Airbus A320 dari maskapai Easy Jet dibutuhkan waktu empat jam hingga mendarat dalam cuaca yang cerah. Sebenarnya ini sebuah perjalanan yang menjemukan, mengingat Easy Jet adalan LCC (Low Cost Carrier) yang meniadakan in flight entertainment.
Suasana ruang tunggu Bandara Kevlavik.
Mendarat sekitar siang hari di Bandara Keflavik, bandara terbesar di Islandia, kami sedikit dibuat bingung sesaat hendak keluar dari pesawat. Berbeda dengan pakem di bandara internasional pada umumnya, passenger way di sini mempertemukan calon penumpang yang hendak berangkat dan penumpang yang baru tiba, tidak seperti kebanyakan bandara yang memisahkan passenger way keberangkatan dan kedatangan. Meski bukan bandara yang besar, Bandara Keflavik terbilang dibangun dengan arsitektur modern dan minimalis.
Masih di Bandara Keflavik, mengintip ke bidang kulinernya, tidak terlalu banyak tempat makan berkelas, hanya ada beberapa kafetaria yang menyediakan jajanan di dalam ruang bandara. Saat keluar dari pintu bandara, kesan sunyi langsung menyambut dengan ramah di suhu yang berkisar 5 derajat Celcius.
Strætó bus.
Negara dengan populasi 332.529 jiwa per 1 Januari 2016 ini tidak terlalu banyak memiliki sistem transportasi layaknya di negara-negara lain. Apabila ingin berkeliling Islandia, tiga pilihan moda disuguhkan pada Anda, yaitu bus, kapal ferry dan mobil rental. Salah satu bus yang terkenal di Islandia adalah Strætó. Bus ini melayani perjalanan setiap hari pada musim semi, dan hanya beroperasi tiga hingga lima hari dalam seminggu apabila sedang musim dingin. Strætó menghubungkan kota Egilsstaðir dan kota Akureyri, begitupun sebaliknya.
Sistem pembayaran yang diterapkan oleh Strætó bermacam-macam, dari mulai day passes (900 krona), three days passes (2.200 krona), 1 month passes (9.300 krona), dan 3 months passes (21.000 krona). Anda dapat membeli tiket bus di Mjódd dan Hlemmur, dua tempat ini merupakan pemberhentian dari bus Strætó.
Berpose sejenak dengan latar gereja tua yang apik.
Sedangkan bagi Anda yang lebih memilih untuk menyewa mobil, tempat penyewaan biasanya ada di seputaran bandara. Cukup membayar sekitar 55.786 krona untuk 8 hari penyewaan, tunjukkan SIM mobil Anda, dan petualangan menaklukan Islandia pun siap dimulai. Sebagai informasi, Anda dari Indonesia langsung diperkenankan mengendarai mobil sewaan, caranya cukup tunjukan SIM, dan cukup mengejutkan SIM A terbitan Indonesia nyatanya diakui legalitasnya di Islandia.
Dengan mobil yang kami sewa, hari pertama kami di Islandia digunakan untuk mengeksplorasi Reykjavik, yakni Ibu Kota Islandia dan menjadi pintu gerbang ke berbagai destinasi wisata di Islandia. Kota yang merupakan kota terbesar di negara ini terkenal oleh nightlife yang seru dan beragam pertunjukan seni dan budaya.
Reykjavik terkenal dengan atap rumah yang di cat warna warni.
Karena tidak menggunakan jasa travel agent, kami lebih memilih untuk menginap di camp site, sebuah rumah singgah dimana kita harus mendirikan tenda untuk tidur. biaya yang dikenakan adalah 1.396 krona (10 Poundsterling) per hari. Fasilitas yang dapat Anda temukan di camp site antara lain, kamar mandi, dapur, serta listrik untuk mengisi ulang daya gadget. Karena agak sedikit sulit untuk menemukan tempat makan selama tur keliling Islandia, maka kami menyiapkan beberapa penganan, seperti mie instant, spaghetti, dan roti. Juga, kami harus menyiapkan kompor portable dan wadah untuk memasak makanan tadi. Tapi, apabila Anda lebih memilih untuk menikmati keindahan alam di sekitaran Reykjavik saja (short tour), Anda dapat memilih hotel sebagai tempat bermalamnya. biaya yang dikenakan sekitar 4.188 hingga 5.584 krona per malam.
Setelah keliling kota Reykjavik, tujuan wisata kami selanjutnya adalah berburu The Northern Light atau Aurora di Bagian Utara Islandia. Penasaran dengan petualangan kami selanjutnya? Nantikan artikel berikutnya di KabarPenumpang.com. (Rheza Ariftha Gentha – Mahasiswa Pasca Sarjana di University of Birmingham)
Hotel berbintang di dalam atau area sekitar bandara, seperti sudah lazim ada saat ini. Namun, tahukah Anda, apa namanairport hotel pertama di dunia? Airport hotel pertama di dunia adalah The Miami International Airport Hotel, yang dibuka pada tahun 1959 di Bandara Internasional Miami (MIA), Florida, Amerika Serikat.
Hotel ini dirancang khusus untuk memberikan akomodasi langsung di dalam area bandara bagi para pelancong, sehingga menjadi pelopor konsep hotel bandara. Hotel ini terletak di dalam terminal utama Bandara Internasional Miami, yang memberikan akses langsung ke fasilitas bandara.
Sebelum adanya Miami International Airport Hotel, para pelancong biasanya harus bepergian dari bandara ke hotel di kota, yang bisa memakan waktu. Konsep hotel bandara yang baru ini memungkinkan pelancong untuk beristirahat tanpa harus meninggalkan bandara, sangat berguna untuk mereka yang mengalami penerbangan tertunda atau transit panjang.
Hotel ini menawarkan layanan yang nyaman seperti check-in langsung di bandara, akses cepat ke gerbang keberangkatan, dan fasilitas seperti restoran, ruang rapat, dan layanan kamar.
The Miami International Airport Hotel saat ini masuk dalam kategori hotel bintang 3. Hotel ini menawarkan kenyamanan standar bagi para pelancong, termasuk kamar yang dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti TV, Wi-Fi, meja kerja, dan layanan kamar. Selain akomodasi, hotel ini memiliki restoran, bar, ruang pertemuan, dan pusat bisnis yang mendukung kebutuhan tamu yang mungkin berada di transit atau perjalanan bisnis.
Lokasinya yang strategis di dalam terminal bandara membuatnya sangat nyaman bagi pelancong yang membutuhkan akses cepat ke gerbang keberangkatan. Sebagai hotel bintang 3, The Miami International Airport Hotel berfokus pada memberikan kenyamanan dan kemudahan tanpa banyak fitur mewah yang biasanya ditemukan di hotel bintang 4 atau 5.
Selain populer sebagai pesawat komersial regional, Boeing 737 series sejak generasi awal telah populer di adaptasi ke dalam varian militer. Sebut saja Boeing 737-200 yang saat ini masih beroperasi sebagai pesawat intai maritim di Skadron udara 5 TNI AU.
Terkhusus ke generasi baru, 737 series juga sukses diadopsi sebagai alutsista canggih di angkasa, nama pesawat P-8A Posedion E-7 Wdgetail, jelas tak bisa dilepaskan dari nama besar 737 series. Di balik itu semua, tentu ada alasan yang membuat 737 series sangat populer untuk tugas militer.
Dari rangkuman yang kami dapatkan, disebut Boeing 737 memiliki desain yang memungkinkan berbagai modifikasi untuk memenuhi kebutuhan khusus misi militer, seperti pengawasan, patroli maritim, transportasi VIP, dan misi intelijen. Contohnya termasuk Boeing 737 AEW&C (E-7 Wedgetail/Peace Eagle) untuk pengawasan udara, dan Boeing P-8 Poseidon yang digunakan untuk patroli maritim dan perang anti-kapal selam.
Sebagai salah satu pesawat komersial paling populer di dunia, suku cadang dan dukungan logistik untuk Boeing 737 mudah diperoleh, yang mengurangi biaya operasional dan perawatan. Dalam aspek operasional, Boeing 737 dikenal efisien dalam penggunaan bahan bakar, yang penting untuk operasi militer yang panjang dan menuntut.
Dengan lebih dari 50 tahun dalam layanan, Boeing 737 memiliki rekam jejak keandalan yang sangat baik. Banyak angkatan udara memilih platform yang sudah terbukti daripada merancang pesawat baru dari awal. Banyak negara sudah familiar dengan operasi Boeing 737 sebagai pesawat komersial, sehingga transisi ke penggunaan militer lebih mudah dari sudut pandang pelatihan dan operasional.
Menggunakan platform komersial yang sudah ada seperti Boeing 737 untuk aplikasi militer memungkinkan penghematan besar dalam biaya pengembangan dibandingkan dengan merancang dan membangun pesawat baru dari awal.
Dari aspek jangkaun dan kapasitas, Boeing 737 memiliki kapasitas kargo yang cukup besar dan mampu membawa peralatan dan personel dalam jumlah yang signifikan. Pesawat ini juga memiliki jangkauan yang memadai untuk misi militer jarak menengah hingga jauh.
Karena banyak negara sudah mengoperasikan varian Boeing 737, ada dukungan internasional yang kuat untuk pelatihan, perawatan, dan suku cadang, yang memperkuat keunggulan Boeing 737 dalam konteks militer.
Jalan-jalan ke Sumatera Utara dari Medan menuju ke Siantar tak hanya bisa menggunakan kereta ataupun taksi-taksi charteran tetapi juga bisa naik bus. Salah satunya adalah bus milik Perusahaan Otobus (PO) Intra.
Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, bus Intra didirikan 1 Juli 1995 atau sudah 24 tahun berada di Pematang Siantar. Bus ini awalnya hanya menggunakan bus 3/4 dan kemudian menggunakan tambahan bus besar. Hingga kini PO Intra sendiri memiliki armada sebanyak 80 bus baik yang besar maupun 3/4.
Saat ini rute bus Intra bukanlah hanya Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yakni trayek Medan-Siantar dengan jarak kurang dari 126 km. Perjalanan bus baik dari Medan-Siantar atau sebaliknya memakan waktu sekitar dua jam, tetapi bisa menjadi lebih 2,5 jam atau tiga jam lebih.
Meski dulu hanya di dalam kota, kini PO Intra sudah merambah provinsi lain di Sumatera atau menjadi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Kota selain Medan yang disambangi bus Intra adalah Provinsi Riau untuk memperluas perjalannya.
Tak hanya memperluas cakupan perjalanan, PO Intra sekaligus menghadirkan anak perusahaan barunya yakni Sentosa Transport. Dimana setelah kehadiran anak perusahaan ini, perjalanan PO asal Pematang Siantar tersebut hingga ke Provinsi Jambi.
Bus Intra sendiri tak semuanya ber-AC melainkan ada pula kelas ekonomi. Untuk keberangkatan Medan-Siantar (PP) untuk kelas ekonomi tarif yang dikenakan pada penumpang atau pelancong Rp18 ribu sedangkan kelas AC Rp25 ribu.
Keberangkatan bus Intra dari Medan yakni di Terminal Amplas sekitar pukul 09.00 WIB. Sedangkan untuk trayek ke luar dari Medan seperti Jambi, Pekanbaru, Pangkalan Kerinci dan Dumai pukul 10.00 pagi dan 16.00 sore.
Mungkin untuk pelancong yang baru naik bus Intra akan heran dengan adanya bangku tempel. Ini adalah bangku yang diberikan kondektur untuk penumpang yang naik tidak membeli tiket di loket alias dari pinggir jalan dan membayar di dalam bus.
Hal unik lainnya kondektur bus bukan hanya sebagai pengutip ongkos penumpang tetapi sebagai navigator. Dimana kondektur akan membantu supir memutuskan apakah bus aman untuk menyalip atau tidak. Ini bisa dikatakan sebagai tradisi dari dulu dan hampir semua PO asal Sumatera Utara melakukannya.
Cara mereka untuk menyalip, kondektur akan mengeluarkan sebagian badan sambil melambaikan tangan untuk meminta jalur pada kendaraan lain yang akan dilewatinya. Satu hal lainnya, biasa bus Intra berjalan sekali dua, hal ini untuk memudahkan ketika bus yang satu mengalami kerusakan dan penumpang akan pindah ke bus di belakangnya.
Terminal atau titik naik turun penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Jakarta boleh dikatakan makin menjauh dari pusat kota. Salah satu contoh adalah Terminal Pulo Gebang yang didapuk sebagai pengganti Terminal Pulo Gadung dan Rawamangun.
Alhasil, penumpang yang ingin bepergian dari pusat kota menggunakan bus menyiapkan waktu dan kocek untuk menuju ke pinggiran kota. Demikian halnya dengan agen atau kantor perwakilan yang lokasinya kebanyakan berada di pinggiran seperti Pondok Pinang dan Cililitan.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kondisi pada medio 1980-1990-an. Kala itu, beberapa perusahaan otobus (PO) bonafide membuka agen atau kantor perwakilannya di jantung ibukota, tepatnya di bilangan Juanda atau Pasar Baru.
Pada masa itu, setiap sore Jalan Ir. H. Juanda, tepatnya di depan Hotel Sriwijaya dipenuhi oleh bus-bus AKAP tujuan Jawa Timur hingga Bali. Beberapa PO yang sempat memiliki kantor perwakilan atau agen di sana antara lain PO Kramat Djati, PO Dali Mas, PO Pahala Kencana, dan PO Jaya Utama.
Sementara itu, bergeser ke Jalan Antara, di tepian sungai di dekat gerbang masuk Pasar Baru setiap sore juga ikut berjejer armada bus milik sejumlah PO dengan tujuan yang sama. PO yang sempat membuka kantor perwakilan atau agennya di sana diantaranya adalah PO Lorena-Karina, PO Continental, PO Sabar-Subur, dan PO Presta Prima.
Karakteristik dari kantor perwakilan atau agen di kedua tempat yang berdekatan itu sama. Melayani penumpang kelas menengah ke atas, sebagian besar adalah para pekerja di perkantoran di sekitar Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan kawasan Medan Merdeka atau Monas.
Bus-bus yang diterjunkan untuk melayani penumpang dari kantor perwakilan atau agen tersebut biasanya adalah bus-bus terbaru. Sebagai contoh, unit andalan PO Continental yang bermesin belakang selalu ditugaskan untuk melayani penumpang dari kantor perwakilannya di Jalan Antara.
Selain Jalan Ir H. Juanda dan Jalan Antara, titik naik turun bus AKAP di pusat kota adalah sepanjang Jalan KH. Mas Mansyur, tak jauh dari Pasar Tanah Abang atau Karet. Wilayah tersebut pada 1980-1990-an menjadi titik berkumpulnya bus-bus dari Ranah Minang seperti PO Naikilah Perusahaan Minang (NPM), PO Aman Nyaman Sampai Tujuan (ANS), PO Gumarang Jaya, dan masih banyak lagi.
Keberadaan kantor perwakilan atau agen bus tujuan Sumatra Barat di wilayah tersebut tak terlepas dari Pasar Tanah Abang. Seperti diketahui, pusat grosir tekstil terbesar di Indonesia itu penjual maupun pekerjanya didominasi oleh Urang Awak.
Bus-bus dari Sumbar itu juga yang bertugas mengantarkan barang kiriman dari Pasar Tanah Abang ke Ranah Minang. Sebaliknya, bus-bus itu juga yang membawa barang dari pasar-pasar di Sumbar, khususnya Pasar Atas Bukittinggi ke Pasar Tanah Abang.
Kiprah kantor perwakilan dan agen bus AKAP di tiga titik itu berakhir pada pertengahan 1990-an seiring dengan pelarangan bus AKAP masuk tengah kota. Sebagai penggantinya, disiapkan Terminal Rawamangun yang kini juga sudah purnatugas untuk layanan AKAP. [Bisma Satria]
Singapura kini tengah melaksanakan pemeriksaan suhu dan visual di dua bandara utamanya sebagai tindakan pencegahan di tengah munculnya jenis virus mpox yang “berbahaya” — yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet. Untuk membantu mencegah masuknya mpox ke pulau tersebut, penumpang di bandara Changi dan Seletar akan menjalani pemeriksaan.
Pemeriksaan suhu dan visual akan dilakukan bagi mereka yang tiba dengan penerbangan dari tempat-tempat yang mungkin berisiko terkena wabah mpox, kata Kementerian Kesehatan (MoH) Singapura pada hari Kamis.
Hal yang sama akan dilakukan di pos pemeriksaan laut bagi awak kapal dan penumpang yang tiba dengan kapal dari daerah yang terkena dampak mpox.
“Pelancong sangat disarankan untuk mematuhi anjuran tersebut, terutama jika mereka bepergian ke dan dari negara-negara yang terkena dampak,” kata MoH. “Pelancong yang mengalami demam, ruam, dan/atau gejala yang sesuai dengan mpox akan dirujuk untuk pemeriksaan medis.”
Tiga belas kasus mpox yang dikonfirmasi telah terdeteksi di Singapura sejauh tahun ini, yang semuanya merupakan infeksi Klade 2 yang tidak terlalu parah.
Meskipun mpox telah dikenal selama beberapa dekade, strain baru yang lebih mematikan dan lebih mudah menular —dikenal sebagai Clade 1b— telah mendorong lonjakan kasus baru-baru ini, dengan Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan keadaan darurat internasional.
Virus mpox dapat dibagi menjadi dua varian atau “klade”: klade I dan klade II. Klade I, yang ditemukan terutama di Afrika tengah, adalah penyakit yang jauh lebih parah dengan tingkat kematian hingga 10 persen. Klade II ditemukan terutama di Afrika barat dan jauh lebih ringan, dengan tingkat kematian di bawah 1 persen. Klade II dapat dibagi lagi menjadi klade IIa dan klade IIb.
Menurut The Conversation, klade IIb mpox, yang menyebabkan wabah besar pada tahun 2022. Pada paruh kedua tahun 2023, subklade baru dari klade I ditemukan di Republik Demokratik Kongo (RDK). Klade Ib terutama menyerang RDK, dengan sekitar 70 persen kasus yang diduga terjadi pada anak-anak di bawah usia 15 tahun.
Mpox menyebar melalui kontak kulit-ke-kulit yang dekat, termasuk kontak seksual, dan sering kali dimulai dengan lesi kulit kecil seperti jerawat, khususnya di area yang sulit dilihat seperti alat kelamin, anus, atau bokong,” kata Dr. Jeremy McAnulty, direktur eksekutif perlindungan kesehatan NSW Health.
Pelancong yang bepergian ke luar negeri dalam beberapa minggu mendatang telah diperingatkan tentang aturan bagasi kabin baru di seluruh Uni Eropa yang akan mulai berlaku pada akhir bulan ini.
Bila Anda pernah bepergian dengan pesawat dalam dua dekade terakhir, Anda tentu mengetahui bahwa penumpang tidak diperbolehkan membawa wadah cairan yang lebih besar dari 100 ml di bagasi kabin, dan semua cairan harus dimasukkan ke dalam satu tas kecil saat melewati pemeriksaan keamanan.
Aturan tersebut diperkenalkan pada tahun 2006 setelah pihak berwenang mengungkap rencana teroris untuk meledakkan bahan peledak cair yang disamarkan sebagai minuman ringan pada sejumlah penerbangan Transatlantik.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir sejumlah bandara telah membatalkan aturan ini berkat peningkatan teknologi pemindaian cairan. Jika Anda baru-baru ini bepergian dari Dublin atau Shannon, Anda mungkin pernah melihat mesin ini beraksi. Bandara Dublin di Irlandia berencana untuk memperkenalkan pemindai ini sebagai bagian dari proyek lantai mezzanine baru yang akan selesai pada tahun 2025.
Dikutip corkbeo.ie, pemindai ini memungkinkan penumpang membawa cairan dalam ukuran apa pun di dalam koper mereka tanpa harus mengeluarkannya, serta barang elektronik yang sebelumnya juga harus dikeluarkan dari tas mereka. Namun, karena ketidakkonsistenan teknologi di seluruh Uni Eropa (UE), sebagian besar bandara masih mematuhi aturan lama untuk masa mendatang.
Sampai ada lebih banyak konsistensi dalam teknologi di seluruh bandara UE, mulai 1 September pedoman untuk membawa cairan di pesawat akan kembali ke standar universal 100 ml. Mulai 1 September dan seterusnya, aturan 100 ml yang sudah dikenal akan diberlakukan kembali untuk semua penumpang dan ini dapat diubah di masa mendatang ketika standarisasi yang lebih baik telah ditetapkan.
Bagi sebagian, jika tidak sebagian besar, bandara ini berarti tidak ada perubahan sama sekali karena mereka selalu mempertahankan aturan 100 ml. Beberapa bandara yang memiliki pemindai canggih kini telah memperbarui kebijakan mereka untuk mengingatkan pelanggan bahwa mulai tanggal 1 September, aturan 100 ml akan kembali berlaku.
Wadah cairan yang lebih besar dari 100 ml harus ditempatkan di bagasi terdaftar. Tidak ada batasan yang ditetapkan untuk cairan di bagasi terdaftar, tetapi pastikan semua cairan diamankan dengan benar untuk menghindari kebocoran atau kerusakan.
Tak jarang dalam perjalanan ke luar negeri, di bandara kita berjumpa dengan standar pemeriksaan keamanan yang ketat. Salah satunya adalah keharusan untuk melepas ikat pinggang (gesper) dan jam tangan. Bila Anda membawa barang bawaan dan kostum yang tak simpel, maka kegiatan tersebut bisa jadi merepotkan. Lantas, apa sebenarnya alasan dari keharusan untuk melepas ikat pinggang dan jam tangan?
Ada beberapa alasan mengapa sering kali diminta untuk melepas jam tangan dan ikat pinggang saat melewati pemeriksaan keamanan di bandara:
1. Deteksi Logam
Jam tangan dan ikat pinggang biasanya terbuat dari bahan logam atau mengandung komponen logam seperti penutup gesper atau gesper sabuk. Detektor logam yang digunakan dalam pemeriksaan keamanan di bandara dapat mendeteksi logam tersebut. Oleh karena itu, untuk memastikan bahwa tidak ada benda logam tersembunyi di dalam jam tangan atau ikat pinggang yang dapat menjadi ancaman keamanan, diminta untuk melepasnya.
2. Efisiensi Pemeriksaan
Memeriksa jam tangan dan ikat pinggang yang dipakai oleh setiap penumpang bisa memperlambat proses pemeriksaan di bandara. Dengan meminta penumpang untuk melepas jam tangan dan ikat pinggang, proses pemeriksaan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih efisien.
3. Pencegahan Pencurian
Melepas jam tangan dan ikat pinggang juga dapat mencegah pencurian atau kehilangan barang berharga selama proses pemeriksaan. Dalam kerumunan orang atau saat melepas barang-barang lain seperti tas atau jaket, meminta untuk melepas jam tangan dan ikat pinggang dapat membantu mencegah kesalahan mengambil atau kehilangan barang tersebut.
Meskipun ini adalah praktik umum di banyak bandara, peraturan keamanan dapat bervariasi dari satu negara ke negara lain dan tergantung pada kebijakan dan prosedur setiap bandara. Saran terbaik adalah mengikuti petunjuk dan peraturan dari petugas keamanan di bandara saat melewati pemeriksaan keamanan.