Bukan Turbulensi, Ternyata Penumpanglah yang Jadi ‘Ancaman’ Terbesar Bagi Awak Kabin

Bagi Anda para penumpang pesawat, mungkin turbulensi merupakan salah satu penyumbang ketakutan terbesar ketika mengudara setelah proses lepas landas. Namun hal berbeda diutarakan oleh para awak kabin, yang menyebutkan bahwa penumpanglah yang menjadi ancaman terbesar bagi mereka, bukan turbulensi atau proses take-off dan landing. Tentu saja, pernyataan ini bukanlah tercetus begitu saja tanpa adanya pembuktian, melainkan pengalamanlah yang membuktikan.

Baca Juga: (Lagi) Awak Kabin Delta Tunjukkan Sikap Tidak Profesional Kepada Penumpang!

Adalah eks manager awak kabin dari Virgin Airlines, Ally Murphy yang mencetuskan pernyataan mencengangkan tersebut. Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (24/6/2019), Ally mengatakan bahwa bagian paling sulit dari pekerjaannya adalah berurusan dengan penumpang yang keras kepala dan tidak jarang juga para penumpang ini membubuhkan tindak kekerasan kepada awak kabin.

Ally Murphy. Sumber: news.com.au

“(Ada penumpang yang) menepuk pundak saya untuk mendapatkan perhatian, namun saya pikir itu merupakan tindakan yang tidak perlu,” ujar Ally.

“Saya pribadi tidak akan menepuk pundak seseorang untuk alasan apapun, namun hal tersebut tidak berlaku bagi penumpang di pesawat,” imbuhnya.

Alih-alih dituntut untuk memiliki postur tubuh yang proporsional dan mampu bersolek untuk bisa mengayomi penumpang, sesungguhnya, lanjut Ally, salah satu tugas awak kabin yang sebenarnya adalah untuk mengangani penumpang yang keras kepala dan memiliki tingkah laku yang tidak layak. Tapi, bukan berarti para awak kabin ini tidak dilatih untuk menghadapi penumpang semacam itu. Beberapa maskapai melatih awak kabin untuk menangani situasi tegang ketika ada kendala dengan oknum penumpang.

“Saya seketika teringat pernah menangani sepasang penumpang yang mencampurkan obat tidur dengan wine yang dibawanya ke dalam kabin,” terang Ally.

Reaksi yang dihasilkan dari pencampuran ini membuat penumpang tersebut seperti linglung.

“Reaksi yang tercipta adalah Anda tidak mengetahui apa yang hendak Anda lakukan, Anda juga tidak bisa tidur, dan Anda tidak tahu sedang melakukan apa,” ujarnya.

“Pria yang sudah dalam kondisi tidak sadar ini lalu berkeliling dan mengambil setiap sepatu dari penumpang dan mencobanya. Lucunya lagi, ketika ia kembali ke tempat duduknya, ia bahkan tidak mengenali istrinya sendiri,” tandas Ally.

Baca Juga: Punya Keterampilan Multibahasa, Awak Kabin Berpeluang Sukses Lebih Besar

Tidak berhenti sampai situ saja, Ally juga menabahkan bahwa pria yang sudah mengkonsumsi alkohol plus obat tidur tersebut lalu mengatkaan bahwa dirinya enggan berada di dalam kabin dan berusaha untuk membuka pintu pesawat. Tentu saja, Anda semua sudah bisa menebak kelanjutannya seperti apa. Ya, petugas langsung mencegah dan mengamankannya.

Bagi Anda yang bercita-cita untuk menjadi awak kabin, sudah siap untuk berurusan dengan penumpang dengan tabiat yang seperti contoh di atas apa belum?

 

Kurangi Efek Turbulensi, Sebaiknya Pilih Kursi di Dekat Sayap

Meski sudah menjadi suatu kewajaran dalam penerbangan, namun turbulensi sebisa mungkin untuk dhindari, maklum tak sedikit penumpang yang berakhir trauma saat melewati turbulensi. Terkhusus bagi penumpang, posisi kursi yang tepat memang dapat meminimalkan efek turbulensi. Lantas yang menjadi pertanyaan, di kursi sebelah manakah efek turbulensi dapat terasa minimal?

Baca juga: Peneliti Buktikan Bahwa Guncangan Akibat Turbulensi Bisa Diredam!

Untuk menjawab pertanyaan di atas, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu bagian dari struktur pesawat yang paling stabil dan kokoh. Merujuk ke beberapa analisa, maka yang dimaksud adalah area pada sayap. Selain merupakan central dari kekuatan pesawat, sayap memang dirancang kokoh lantaran menjadi tempat tangki bahan bakar.

Dengan kekuatan struktur yang merupakan persilangan dari fuselage (body pesawat) dan sayap, maka penumpang yang berada di dekat sayap akan mendapatkan efek stabilitas lebih tinggi dari penumpang di bagian kabin lainnya. Kursi paling tengah merupakan center of gravity (CG) dari sebuah pesawat di mana itu adalah titik paling seimbang.

Sayap pesawat yang ada di sisi kanan dan kiri juga dirancang tidak akan pecah ketika turbulensi. Karena setiap pesawat diuji ketahanannya hingga yang ekstrem. Meski lebih tahan terhadap efek turbulensi, namun posisi kursi di dekat sayap punya konsekuensi tersendiri. Seperti dalam penerbangan jarak jauh, posisi kursi di atas sayap kerap membuat jenuh, lantaran bidang pandangan penumpang ke luar terbatas oleh stuktur sayap yang masif.

Baca juga: Bukan Turbulensi, Ternyata Penumpanglah yang Jadi ‘Ancaman’ Terbesar Bagi Awak Kabin

Lain dari itu, ada profil penumpang yang mungkin takut akan ketinggian, dengan mengambil posisi kursi dekat sayap, maka efek ‘ketakutan’ akan berkurang. Seandainya pun ingin melihat ke luar jendela, maka yang dilihatnya adalah bagian atas sayap, bukan pemandangan ke darartan yang ribuan meter dibawahnya.

 

 

Vietjet Raih ‘Best Ultra Low-Cost Airline’ dan ‘Best Low-Cost Airline Onboard Hospitality’ 2024

Tahun ini, Vietjet berhasil meraih penghargaan ‘Best Ultra Low-Cost Airline’ dan ‘Best Low-Cost Airline Onboard Hospitality’ untuk tahun 2024 dari AirlineRatings.com, sebuah situs web pemeringkat keselamatan dan produk penerbangan terkemuka.

Baca juga: Vietjet Bukukan Pendapatan kuartal I Rp11,4 Triliun, Bidik 27 Juta Penumpang di Tahun 2024

Sebelumnya, Vietjet juga telah meraih beberapa penghargaan internasional selama beberapa tahun terakhir dari AirlineRatings. Tahun ini, AirlineRatings kembali mengapresiasi Vietjet atas penawaran harga tiket yang ekonomis, layanan yang inovatif dan beragam, termasuk penawaran in-flight yang berkualitas. Vietjet terus mengembangkan armada A330 dan A321 yang dimiliki serta memperluas jaringan penerbangannya untuk menjadikan perjalanan udara lebih terjangkau bagi semua orang.

Di antara maskapai penerbangan, Vietjet juga dikenal sebagai pelopor dalam model penerbangan berbiaya rendah melalui layanan kelas Business yang menawarkan pengalaman terbaik bagi para wisatawan.

Pemimpin Redaksi AirlineRatings.com, Geoffrey Thomas, menyampaikan “Vietjet memiliki strategi pemasaran yang sangat cerdas dan juga menawarkan harga tiket yang sangat kompetitif. Di balik itu semua, terdapat rencana bisnis yang cermat dan serius dalam menghadirkan perjalanan udara yang terjangkau bagi jutaan orang. Vietjet memiliki armada pesawat Airbus yang sangat modern dan dapat dikatakan merupakan yang terbaik secara operasional.

Saat ini, Vietjet telah menjadi bagian penting dari perekonomian Vietnam yang sedang berkembang pesat, serta mampu mendukung pertumbuhan sektor pariwisata. Kontribusi maskapai ini terhadap perkembangan Vietnam tidak bisa diukur hanya dari jumlah penumpangnya. Hal ini merupakan kabar baik bagi masyarakat dan wisatawan yang melakukan perjalanan di kawasan Asia dan sekitarnya.”

Vietjet dengan bangga menawarkan konektivitas yang mudah dan terjangkau dengan menggunakan armada pesawat yang modern dan ramah lingkungan, sekaligus memberikan layanan terbaik oleh awak kabin yang berdedikasi dan profesional. Saat ini, Vietjet mengoperasikan lebih dari 100 pesawat yang melayani jaringan penerbangan luas yang mencakup Vietnam, Thailand, dan berbagai destinasi internasional. Di Indonesia, Vietjet menyediakan sejumlah rute yang menghubungkan Jakarta dan Bali dengan Hanoi dan Ho Chi Minh. Maskapai ini juga melayani berbagai rute menuju Australia, India, Cina, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Kazakhstan, dan negara-negara lainnya. Hingga saat ini, Vietjet telah mengangkut lebih dari 185 juta penumpang baik domestik maupun internasional.

Selama penerbangan berlangsung, para penumpang dapat menikmati beraneka ragam hidangan gourmet Vietnam dan internasional, seperti Pho, Banh Mi, kopi Vietnam, dan lainnya, serta berbelanja dengan fasilitas bebas bea eksklusif. Vietjet juga meraih peringkat bintang tujuh dari AirlineRatings, yang menandakan standar keselamatan penerbangan global tertinggi serta menegaskan posisinya sebagai salah satu dari sepuluh maskapai penerbangan teraman dan terbaik di dunia. Pada tahun 2022, Vietjet juga menerima penghargaan ‘Value Airline of the Year’ oleh AirlineRatings. Pencapaian ini menyoroti komitmen Vietjet dalam menyediakan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman, termasuk dengan menyediakan asuransi SkyCare secara gratis bagi penumpangnya.

Penghargaan ‘Airline Excellence Awards’ dari AirlineRatings telah diselenggarakan sejak tahun 2013 untuk mengevaluasi tingkat keselamatan dan kualitas layanan yang ditawarkan oleh lebih dari 385 maskapai penerbangan di seluruh dunia. Penghargaan ini diberikan kepada maskapai terbaik di berbagai kategori penting dalam industri penerbangan. Sejumlah maskapai terkemuka yang menerima penghargaan tahun ini meliputi Qatar Airways, Emirates, Etihad Airways, Air New Zealand, dll.

Vietjet Terima Pesawat ke-105 Airbus A321neo ACF, Diklaim Bisa Mengurangi Kebisingan Hingga 75%

Israel Akan Meluncurkan Sistem eTA untuk Pelancong dari Negara Bebas Visa

Meski menjadi pusat kemarahan dunia atas agresi serta kebiadabannya di Gaza, namun Israel punya daya pikat tersendiri bagi para pelancong religi, lantaran keberadaan Yerusalem yang menjadki sentra penting bagi tiga agama. Dan belum lama ini, pihak imigrasi Israel memberlakukan aturan baru bagi pelancong asing yang ingin masuk ke Israel, jelas akan lebih ketat.

Baca juga: Jadi Simbol Konflik Israel-Palestina, Inilah Sejarah Panjang Bandara Ben Gurion di Tel Aviv

Seperti dikutip The Time of Israel (28/5/2024), Israel akan meluncurkan sistem Electronic Travel Authorization (eTA) untuk wisatawan dari negara bebas visa. Israel mengatakan pihaknya akan beralih ke sistem eTA bagi pengunjung dari negara-negara bebas visa mulai bulan Agustus, bergabung dengan Inggris, Amerika Serikat, Kanada dan negara-negara lain yang memiliki sistem tersebut.

Pengunjung dari negara non-visa akan memerlukan ETA untuk tinggal hingga 90 hari di Israel, karena sebelumnya dapat mengunjungi negara tersebut tanpa eTA. Masuknya akan terus ditentukan oleh petugas pengawas perbatasan, seperti di negara lain dengan sistem serupa.

Program percontohan sistem eTA-IL akan dimulai pada tanggal 1 Juni bagi pemegang paspor AS dan Jerman dan akan terbuka bagi pengunjung dari negara bebas visa lainnya pada tanggal 1 Juli.

eTA-IL akan diwajibkan mulai 1 Agustus, “dan pengunjung tidak akan bisa naik pesawat ke Israel tanpanya”, kata Otoritas Kependudukan dan Imigrasi Israel dalam sebuah pernyataan.

Biayanya NIS 25 ($6,80) dan masa berlakunya hingga 2 tahun, atau hingga paspor saat ini habis masa berlakunya. Untuk mendapatkan paspor baru atau perubahan nama atau jenis kelamin, diperlukan permohonan izin perjalanan baru.

Pengunjung dari negara yang tidak memenuhi syarat masih memerlukan visa di konsulat Israel sebelum melakukan perjalanan, dan tidak perlu mendapatkan eTA-IL.

Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia

5 Kesalahan Populer Pilot Pemula Saat Taxi, Nomor Tiga Butuh Insting Tajam

Pilot memang profesi yang dituntut minim kesalahan atau zero mistake. Salah sedikit, bukan tak mungkin bakal berakibat fatal. Namun, bagi penerbang muda atau pilot pemula, kesalahan sepertinya sudah melekat; dalam hal ini saat taxi (taxiing).

Baca juga: Tanpa Sadar, Tingginya Frekuensi Penerbangan Giring Pesawat Sipil Lakukan “Elephant Walk”

Dalam catatan Doug Ranly, praktisi, pengamat, inovator penerbangan, pada umumnya pilot pemula kerap melakukan lima kesalahan (saat taxiing). Memang tak fatal, namun, tetap saja patut menjadi perhatian, sebab, kelak mereka akan berada pada posisi yang lebih krusial, dengan menerbangankan pesawat yang lebih besar serta dipenuhi manusia dan barang. Dilansir dari studentpilotnews.com, berikut rangkuman lima kesalahan pilot saat taxiing.

1. Terlalu cepat
Dalam pengamatan Doug Ranly, saat taxiing, pilot pemula banyak melalukan kesalahan berkenaan dengan kecepatan. Padahal, saat terbang dan taxiing, pilot tak boleh terburu-buru. Di samping itu, menjaga jarak dan tetap mengikuti pedoman sangat penting dilakukan.

2. Ngerem berlebih
Mencoba performa rem saat taxiing kerap dilakukan pilot. Namun, pilot pemula umumnya kerap melakukannya secara berlebihan. Selain itu, mereka juga kerap menambah kecepatan sambil mengerem. Akibatnya, sistem pengereman pesawat jadi cepat haus.

3. Keluar jalur
Kesalahan lainnya yang kerap dilakukan pilot pemula saat taxiing adalah keluar jalur atau off the centerline, ditandai dengan nose wheel yang tak berada tepat di garis. Membuat pesawat stabil berada di tengah memang bukanlah pekerjaan yang mudah bagi pilot pemula. Butuh feeling yang tepat untuk menguasai pesawat, selain mengacu pada indikator yang ada untuk membuat pesawat berada tepat di tengah.

Keluar jalur saat di taxi way mungkin tak begitu masalah untuk ukuran pesawat latih seperti Cessna 172 Skyhawk atau Cessna 162 Skycatcher. Namun, bagi pesawat yang lebih besar, bukan tak mungkin keluar jalur akan menyebabkan wingtip pesawat akan berbenturan dengan wingtip pesawat lainnya, seperti senggolan pesawat A350 dan B777 Cathay Pacific akibat bandara penuh selain tidak berada dalam jalur yang pas.

Baca juga: Pertama di Dunia, Airbus A350-1000 Berhasil Lepas Landas, Landing, dan Taxi Otomatis! Pilot Terancam?

4. Kurang komunikasi
Terkadang, pilot pemula ragu untuk berkomunikasi, entah itu saat menyalahkan mesin, meluncur, mengurangi kecepatan. Padahal, ketika ragu, sikap pilot seharusnya berkomunikasi dengan menara pengawas secara berlebih, bukan malah tak berkomunikasi.

5. Flaps down
Kebanyakan pilot pemula pernah melakukan kesalahan di titik ini. Saat taxiing, flaps down mungkin ada benarnya. Selain menguji perform flaps, itu mungkin dapat membantu menjaga kecepatan pesawat. Namun, ketika meluncur dan terbang, pilot pemula sering kali lupa menurunkannya kembali. Tentu saja laju pesawat jadi tertahan.

Korea Selatan Dapat Kiriman Ratusan Balon Udara dari Utara, Beri Pesan yang Bikin ‘Syok’

Warga Korea Selatan baru saja dibuat geger setelah mendapat kiriman ratusan balon udara dari saudaranya di utara, namun, balon udara ini bukan berisi sesuatu yang indah, melainkan berisikan berbagai jenis sampah, mulai dari botol plastik, bagiab sepatu sampai kotoran manusia.

Baca juga: Hari Ini, 88 Tahun Silam, Balon Udara Zeppelin Hidenburg Terbang Perdana

Seperti dilaporkan BBC.com, Korea Utara telah menjatuhkan sedikitnya 260 balon udara yang membawa sampah ke Korea Selatan, sehingga mendorong pihak berwenang memperingatkan warganya untuk tetap berada di dalam rumah.

Militer Korea Selatan juga memperingatkan masyarakat agar tidak menyentuh balon putih dan kantong plastik yang menempel di dalamnya karena mengandung “sampah kotor”.

Balon-balon tersebut telah ditemukan di delapan dari sembilan provinsi di Korea Selatan dan kini sedang dianalisis. Korea Utara dan Selatan sama-sama menggunakan balon dalam kampanye propaganda mereka sejak Perang Korea pada tahun 1950an.

Militer Korea Selatan sebelumnya mengatakan pihaknya sedang menyelidiki apakah ada selebaran propaganda Korea Utara di dalam balon tersebut. Insiden baru-baru ini terjadi beberapa hari setelah Korea Utara mengatakan akan melakukan pembalasan terhadap “seringnya menyebarkan selebaran dan sampah lainnya” di wilayah perbatasan yang dilakukan oleh para aktivis di Korea Selatan.

“Gundukan kertas bekas dan kotoran akan segera tersebar di wilayah perbatasan dan wilayah pedalaman Korea Selatan dan negara ini akan merasakan betapa besarnya upaya yang diperlukan untuk menghilangkannya,” kata Wakil Menteri Pertahanan Korea Utara Kim Kang Il dalam sebuah pernyataan kepada media pemerintah pada hari Minggu.

Foto-foto yang dibagikan di media sosial menunjukkan tas-tas yang diikatkan melalui tali ke balon putih tembus pandang yang membawa tisu toilet, tanah gelap, baterai, dan isi lainnya.

Kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan bahwa “beberapa balon yang jatuh membawa sesuatu yang tampak seperti kotoran jika dilihat dari warna dan baunya yang gelap”. Militer Korea Selatan mengutuk tindakan tersebut sebagai “pelanggaran nyata terhadap hukum internasional”.

“Ini sangat mengancam keselamatan rakyat kami. Korea Utara sepenuhnya bertanggung jawab atas apa yang terjadi akibat balon-balon tersebut dan kami dengan tegas memperingatkan Korea Utara untuk segera menghentikan tindakan tidak manusiawi dan kasar ini,” kata juru bicara militer.

Balon Udara, Teror Si Bulat Warna-Warni Untuk Dunia Aviasi

Jill Viner – Jadi Sopir Wanita Pertama di Jaringan Bus Kota London

Tanyakan kepada anak berusia delapan tahun apa cita-cita mereka ketika besar nanti, dan “sopir bus” mungkin adalah salah satu jawabannya. Namun impian masa kecil Jill Viner dilarang, karena perempuan tidak diperbolehkan mengemudikan bus penumpang pada saat itu.

Baca juga: Sopir Bus Mengalami Kejang, Penumpang Wanita Ambil Alih Kemudi

Kemudian pada akhir Mei 1974, Jill menjadi wanita pertama yang berada di belakang kemudi bus London. Warisan dan kariernya selama hampir 20 tahun kini telah dirayakan oleh Museum Transportasi London.

Meskipun beberapa wanita sudah pernah mengemudikan bus untuk London Transport, pada tahun 1974 Jill menjadi pionir sebagai sopir wanita pertama yang mengemudikan bus penumpang komersial. Ia bertugas dari pool Norbiton di barat daya London, mengantar penumpang berkeliling ibu kota Inggris hingga tahun 1993.

“Saya selalu tertarik dengan bus – jangan tanya kenapa. Saya berusia sekitar delapan tahun ketika saya memutuskan ingin menjadi sopir bus,” kata Jill sebelum kematiannya pada tahun 1996.

“Ada beberapa penumpang yang terkejut di halte ketika melihat ada seorang wanita yang sedang mengemudi,” katanya.

“Mereka pastilah orang-orang yang menurut kondektur membuatku terjatuh dari tangga. Aku terlalu sibuk berkonsentrasi pada pekerjaanku untuk melihat apa yang dilakukan orang lain.”

Dalam beberapa minggu setelah hari pertama Jill sebagai sopir bus, dilaporkan bahwa 30 perempuan telah melamar menjadi pengemudi bus.

Pada tahun 1980, London Transport mulai secara proaktif merekrut perempuan untuk menjadi sopir bus. “Saat ini, ada lebih banyak wanita yang bekerja di semua bidang Transportasi untuk London dan perempuan terwakili di semua tingkat organisasi,” kata London Transport Museum, yang merayakan kesuksesan Jill.

Sopir Bus, Profesi Idaman Mertua Dahulu Kala

Medan Magnet Bumi Berubah dan Tidak Teratur, Berpengaruh ke Fungsi Navigasi Berbagai Wahana

Inti luar bumi yang cair, sebagian besar terdiri dari besi dan nikel, menghasilkan medan elektromagnetik yang membentang dari kutub utara dan selatan yang melindungi planet ini dari radiasi partikel matahari yang berbahaya.

Baca juga: Setelah 780.000 Tahun, Ilmuwan Sebut Kutub Utara dan Selatan Akan Pindah Tempat Lagi Akibat Medan Magnet Bumi Melemah

Fluktuasi kekuatan medan magnet bumi — yang disebabkan oleh perubahan harian struktur angin matahari dan badai matahari yang terjadi secara berkala — dapat berdampak pada penggunaan model medan geomagnetik yang penting untuk navigasi pada satelit, pesawat terbang, kapal, dan mobil.

Model medan magnet berbeda berdasarkan lokasi pengumpulan data—baik di atau dekat permukaan bumi atau satelit yang mengorbit rendah bumi. Seperti dikutip phys-org, sebuah penelitian telah mengaitkan perbedaan model dengan tingkat aktivitas cuaca luar angkasa, namun analisis terbaru terhadap model medan magnet Bumi dan satelit selama enam tahun menemukan bahwa perbedaan model juga disebabkan oleh kesalahan pemodelan, bukan hanya fenomena geofisika. Hasilnya dipublikasikan dalam Journal of Geophysical Research: Space Physics .

Tim peneliti Universitas Michigan menilai perbedaan antara pengamatan dari satelit orbit rendah Bumi misi Swarm dan model medan magnet Bumi, generasi ketiga belas dari International Geomagnetic Referee Field atau IGRF-13 . Mereka fokus pada perbedaan kondisi geomagnetik rendah hingga sedang yang mencakup 98,1% waktu antara tahun 2014 dan 2020.

Pengamatan satelit yang dikumpulkan di lokasi berbeda di atas Bumi sensitif terhadap fluktuasi medan magnet, sedangkan model medan magnet Bumi menggunakan observasi untuk memperkirakan medan magnet internal Bumi tanpa memperhitungkan pengaruh badai matahari. Model medan magnet internal seperti IGRF-13 digunakan untuk melacak perubahan kutub magnet bumi , seperti pergeseran kutub Utara sekitar 45 km utara-barat laut setiap tahun.

Memahami perbedaan besar ini penting untuk pengoperasian satelit ketika menggunakan IGRF-13 sebagai referensi dan untuk penelitian fisika magnetosfer, ionosfer, dan termosfer bumi.

Ketidakpastian model paling tinggi terjadi di wilayah kutub utara dan selatan dan analisis statistik mengungkapkan bahwa asimetri antara wilayah kutub utara dan selatan merupakan faktor utama yang mendorong perbedaan model.

“Kita sering mengasumsikan medan magnet yang hampir simetris antara wilayah kutub utara dan selatan, namun sebenarnya keduanya sangat berbeda,” kata Yining Shi, asisten ilmuwan peneliti di University of Michigan Climate and Space Science and Engineering dan penulis studi tersebut. .

Kedua kutub geografis dipetakan ke koordinat geomagnetik yang berbeda. Kutub Utara dipetakan pada sekitar 84° Lintang Magnetik (MLAT) dan 169° Bujur Magnetik (MLON) dan kutub Selatan dipetakan pada sekitar −74° MLAT dan 19° MLON.

Jalur orbit kutub satelit Swarm menciptakan bias pengambilan sampel dengan konsentrasi pengukuran yang tinggi di sekitar kutub geografis, yang memperburuk perbedaan model.

Masalah lain yang menyebabkan kekhawatiran komunitas navigasi adalah bahwa medan magnet kutub telah berubah dengan cepat selama sekitar satu dekade terakhir.

Mengapa Pesawat Dilarang Terbang Melintasi Kutub Utara? Ini Jawabannya

Jadi Destinasi Wisata Baru, LRT Jabodebek Diserbu Penumpang Selama Libur Panjang Waisak

Selama empat hari libur panjang Waisak (23 s.d 26 Mei 2024), sebanyak 139.310 pengguna menggunakan LRT Jabodebek. Adapun pada 23 Mei jumlah pengguna jasa mencapai 34.616 pengguna, pada 24 Mei mencapai 40.133 pengguna, pada 25 Mei mencapai 32.294 pengguna, serta pada 26 Mei mencapai 32.267 pengguna.

Baca juga: Tak Sampai Setahun, LRT Jabodebek Telah Layani 10 Juta Penumpang

Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono mengatakan LRT Jabodebek sangat senang menjadi pilihan masyarakat menikmati libur panjang Waisak.

Selama libur panjang Waisak LRT Jabodebek menjadi transportasi yang andal dan efisien untuk melakukan perjalanan. Konektivitas dengan moda transportasi lain menjadikan LRT Jabodebek pilihan menarik bagi masyarakat. Menggunakan LRT Jabodebek pun dapat menghindari masyarakat dari macetnya lalu lintas di masa libur panjang.

Mahendro mengatakan LRT Jabodebek telah menjelma menjadi destinasi tersendiri. Selain menggunakannya sebagai sarana transportasi untuk ke tempat yang dituju, ada pula masyarakat yang sengaja memilih menghabiskan waktu liburannya dengan menikmati perjalanan LRT Jabodebek dari stasiun yang satu ke stasiun yang lainnya.

Baca juga: Pertama Kali Beroperasi Saat Lebaran, LRT Jabodebek Layani 250 Ribuan Penumpang: Naik 73 Persen

Melihat tingginya pengguna selama libur panjang Waisak mencerminkan kepercayaan dan keyakinan masyarakat terhadap layanan LRT Jabodebek.

“LRT Jabodebek berkomitmen untuk terus meningkatkan pengalaman pengguna dan menyediakan perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua,” tutup Mahendro.

Ibarat Mimpi Buruk, Turbulensi di Qatar Airways QR17 Ciptakan Trauma pada Penumpang

Penumpang yang ketakutan di pesawat Boeing 787 Qatar Airways QR17 yang terkena turbulensi hebat pada hari Minggu lalu mengenang kembali melihat penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman “benar-benar terbang” di sekitar kabin – dan beberapa di antaranya yakin mereka akan mati.

Baca juga: Qatar Airways QR17 Dihantam Turbulensi 20 Detik, 12 Orang Terluka saat Waktu Penyajian Makanan

“Penerbangan itu menakutkan – sejujurnya, saya masih trauma,” kata Mufassal Ali segera setelah mendarat dengan selamat di Dublin.

“Itu adalah 15 detik terburuk dalam hidup saya,” katanya tentang jatuhnya pesawat secara tiba-tiba yang mengakibatkan 12 orang terluka, termasuk delapan orang yang dirawat di rumah sakit.

“Saya melihat beberapa orang – mereka benar-benar melayang,” katanya tentang orang-orang yang terlempar dari tempat duduk mereka.

Cheryl Sukar mengenang bagaimana Boeing 787 Dreamliner baru saja “fall” di tengah penerbangan. “Sayangnya ada beberapa penumpang yang tidak memakai sabuk pengaman sehingga terlempar dari tempat duduknya dan kepalanya terbentur,” ujarnya.

Seorang penumpang yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada RTE News bahwa menurutnya momen mengerikan itu adalah “akhir hidupnya”.

Philomena Prendergast berbagi ketakutan yang sama ketika dia berkata bahwa dia “sangat bersyukur bisa turun dari penerbangan.”

“Saat itu sangat menakutkan, Anda tidak tahu – apakah ini benar atau tidak?” dia berkata.

Emma Rose Power mengatakan “ada kepanikan, terlihat kepanikan di mana-mana” ketika penerbangan Doha-Dublin mengalami turbulensi di atas langit Turki.

“Beberapa pramugari mengalami goresan di wajahnya, es di wajahnya… seorang gadis terkena gendongan di lengannya,” kata Power tentang korban luka.

Penumpang lain, Cathal, menunjukkan kepada RTE bagaimana celana pendeknya robek saat insiden tersebut. “Itu sungguh mengerikan… tidak akan pernah lagi,” dia menggelengkan kepalanya, seraya menambahkan bahwa nampan makan malamnya terlempar dari pangkuannya karena turbulensi.

Beberapa penumpang yang tidak terluka masih tampak syok beberapa jam setelah turbulensi. “Itu sangat menakutkan… Saya tidak terburu-buru untuk kembali ke pesawat, saya dapat memberitahu Anda,” seorang wanita bernama Eileen sambil menangis mengatakan kepada RTE.

Rekan Eileen, Tony, mengatakan dia harus menggendong nenek tersebut saat dia sedang tidur dan tidak mengenakan sabuk pengaman saat turbulensi mulai terjadi.

Penumpang bernama Paul Mocc teringat saat melihat orang-orang terluka – dan memuji pramugari yang terluka karena terus melanjutkan layanan kabin selama sisa penerbangan.

Insiden yang mengerikan ini terjadi hanya satu minggu setelah seorang pria Inggris berusia 73 tahun meninggal dan 30 lainnya terluka ketika sebuah penerbangan Singapore Airlines jatuh dari ketinggian 6.000 kaki dan menyebabkan banyak penumpang dan awak kabin mengalami luka serius akibat benturan.

Kurangi Efek Turbulensi, Sebaiknya Pilih Kursi di Dekat Sayap