Sejarah Orang Batak Ternyata Ada di Pulau Samosir

Bukan hanya daya tarik perjalanannya melalui laut maupun darat, Pulau Samosir juga terkenal akan keindahan dan budayanya yang kental dan sarat makna. Pulau Samosir ini merupakan cikal bakal adanya orang Batak tepatnya di daerah Pusuk Buhit di Pangururuan. Di sini terdapat makam asli orang Batak dengan jalur yang agak sulit ditempuh.

Tak hanya itu, di daerah PusukBuhit tepatnya di Aek Rangat Pangururan selain Anda mengenal sejarah orang Batak, Anda juga bisa menghilagkan lelah dan penat selama perjalanan dengan mandi air panas. Disini untuk merasakan mandi air panas tak perlu bayar alias gratis, bila ingin menikmati kopi di dekat pemandian ini ada tempat untuk minum kopi.
0945259patunggg1780x390Untuk Anda yang menggunakan jasa penyeberangan kapal penumpang, kapal wisata atau speed boat dan bersandar di Tomok, Tuktuk ataupun Ambarita (Simanindo) akan disuguhi tentang sejarah raja-raja Samosir. Di Simanindo, Ambarita, Anda bisa mengunjungi batu persidangan yang menceritakan persidangan di kala itu. Dulu, bila di desa tersebut ada pencuri atau penjahat, hukuman yang diberikan adalah di hakimi di tempat persidangan kemudian kepalanya di pancung di batu persidangan.

Selain itu, di Simanindo Anda juga bisa melihat patung Sigale-gale dan Hutabolon. Patung yang menggambarkan seorang pangeran yang mati di medan perang. Karena sang Raja mulai kehilangan akal sehatnya, seorang tabib memanggil arwah pangeran dan dimasukkan ke dalam patung kayu. Kalau Anda percaya tahayul, patung ini bisa bergerak sendiri, namun saat ini sudah digerakkan oleh manusia.
batu-persidangan-batak-kunoHutabolon merupakan desa wisata yang terdapat patung Sigale-gale ini. Bila Anda berkunjung ke huta ini, bisa dikatakan menikmati destinasi sepaket. Anda akan disuguhkan tarian Tortor kemudian di ajak untuk menari Tortor bersama dan menikmati patung Sigale-gale.

Selain Simanindo, di Tomok juga ada wisata sejarah. Di daerah ini Anda akan melihat makam Raja Sidabutar dan Museum Batak. Anda akan di ceritakan asal usul raja-raja ini dan apa saja yang ada di museum Batak. Dari bentuk rumah, atap, ukiran yang ada di rumah akan di jelasskan secara detail dan lengkap. Kemudian, Anda akan diajak masuk ke dalam rumah tersebut. Rumah Batak ini, semakin tua dan terus di tempati akan semakin kokoh, namun bila sudah tua dan tidak di tinggali maka akan rubuh serta usang dimakan usia.

Sebenarnya ada beberapa penginapan di Pulau Samosir ini, salah satunya Tuktuk. Anda yang ingin melihat Danau Toba malam hari dari Pulau Samosir menginap di beberapa penginapan di sini salah satunya Samosir Villas yang berada di pinggir Danau Toba. Untuk menikmati air terjun Anda juga bisa menikmatinya di Pulau ini, selain indah, airnya sangat bersih dan segar.

Sinergi Kreatif KAI Wisata dan LRT Jabodebek Kembangkan Potensi Iklan di Stasiun dan Kereta

PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) 15 tahun sudah hadir untuk melayani pelanggan bersama 11 lini bisnis yang terus berkembang. Produk jasa/layanan yang ditawarkan meliputi paket-paket wisata menggunakan kereta api wisata maupun regular sebagai transportasi utama didukung dengan angkutan lanjutan, serta layanan penunjangnya seperti ticketing domestik dan internasional, membuat paket wisata baik bagi individu maupun kelompok, akomodasi, pengurusan dokumen perjalanan (Paspor, Visa & asuransi), Tour & Mice, Fasilitas Shower & Locker, Hotel Transit Suite Gambir, pengelola wisata heritage Lawang Sewu & Museum Ambarawa di Semarang Jawa Tengah, sewa kendaraan korporat, aplikasi e-Porter, Luxury Lounge, Penyedia Tenaga Alih Daya, dan Advertising.

Dengan 11 lini bisnis yang beragam, mulai dari jasa pariwisata hingga transportasi khusus, KAI Wisata kini memprioritaskan pengembangan sektor advertising sebagai salah satu fokus utama untuk menciptakan peluang bisnis baru yang inovatif. KAI Wisata menjalin kemitraan strategis dengan Pixel untuk mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat melalui media iklan di berbagai titik strategis di Stasiun LRT Jabodebek seperti, Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Cawang, Ciliwung, Jatibening Baru, Cikunir 1, Cikunir 2, Bekasi Barat, Jatimulya, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas dan Hajarmukti. Kemitraan ini merupakan langkah nyata dalam memanfaatkan potensi LRT Jabodebek sebagai transportasi modern yang semakin diminati oleh masyarakat.

LRT Jabodebek kini telah menjadi moda transportasi modern yang semakin diminati oleh masyarakat. Dengan konsep yang nyaman, terintegrasi, dan ramah bagi penyandang disabilitas, LRT Jabodebek menjadi pilihan utama bagi pengguna transportasi umum di kawasan Jabodebek. Tingginya volume pengguna LRT Jabodebek ini menciptakan peluang besar bagi Merek ternama untuk meningkatkan visibilitas dan keterikatan melalui media iklan LED di stasiun.

Hendy Helmy selaku Direktur Utama KAI Wisata mengatakan “LRT Jabodebek telah membuktikan sebagai transportasi masa depan yang tidak hanya efisien, tetapi juga sangat mendukung inklusivitas. Jumlah pengguna yang terus bertambah setiap harinya membuka peluang besar bagi Kami untuk menyediakan solusi beriklan yang strategis bagi Merek ternama yang ingin memperkuat kehadiran mereka di pasar,”.

Sejumlah Merek terkemuka seperti perusahaan besar Mayora Group dengan produk Le Minerale dan Collagena telah memasang iklan pada beberapa titik lokasi di stasiun LRT Jabodebek untuk menjalankan kampanye iklan mereka. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada tingginya volume pengguna di area tersebut, guna memberikan dampak yang signifikan terhadap engagement konsumen.

“Kami bangga dapat bermitra dengan Merek besar seperti Mayora dan Le Minerale. Kehadiran iklan mereka di stasiun LRT Jabodebek menjadi bukti bahwa media transportasi publik kini tidak hanya sekadar sarana komunikasi, tetapi juga platform yang efektif untuk memperkuat brand awareness dan engagement,” tambah Hendy Helmy.

Kolaborasi ini tidak hanya menguntungkan brand yang beriklan, tetapi juga membuka peluang baru bagi KAI Wisata untuk memperluas jangkauan layanannya di sektor Advertising. LRT Jabodebek, dengan lokasinya yang strategis, dirancang untuk menjadi pusat interaksi antara pengguna transportasi dan merek-merek yang ingin menjangkau audiens mereka dengan lebih efektif.

Pada kesempatan yang sama Mochamad Purnomosidi, Executive Vice President LRT Jabodebek menyampaikan total pengguna LRT Jabodebek sepanjang tahun 2024 yang mencapai 18.552.094 pengguna. Adapun rata-rata harian pengguna pada bulan November sebanyak 83.536 pengguna dan 35.485 pengguna di akhir pekan. “Angka ini mencerminkan tingginya mobilitas pengguna yang dapat dimanfaatkan oleh merek-merek untuk menjangkau audiens mereka dengan cara yang lebih efektif dan strategis,” ujar Purnomosidi. Ia menambahkan bahwa keberadaan iklan di stasiun LRT Jabodebek memberikan nilai tambah baik bagi brand maupun pengguna. Lokasi stasiun yang strategis dan desain transportasi yang modern memungkinkan interaksi yang optimal antara pengguna dengan konten iklan.

Emirates Terima Unit Pertama Airbus A350-900 dari Total 65 Unit yang Dipesan

Emirates, maskapai papan atas dari Uni Emirat Arab, mengumumkan telah menerima pesawat A350-900 pertamanya, yang menandai langkah penting dalam strategi pertumbuhan armada Emirates.

Hal ini menandai kemitraan jangka panjang antara Emirates dan Airbus yang dibangun atas dasar inovasi, efisiensi, dan keunggulan operasional. A350 akan meningkatkan operasi jarak menengah dan jauh Emirates di luar jaringan maskapai yang sudah ada.

Emirates memesan total 65 unit A350-900 sebagai bagian dari rencana maskapai yang lebih luas untuk mendukung Agenda Ekonomi Dubai, yang bertujuan untuk menambahkan 400 kota ke peta perdagangan luar negeri Dubai selama dekade berikutnya. A350 akan memainkan peran penting dalam membangun hub besar Dubai World Central (DWC) yang baru diumumkan, yang selanjutnya memperkuat posisi Dubai sebagai pemimpin penerbangan global.

Emirates A350-900 akan memiliki tiga kelas kabin yang luas dan nyaman, yang dapat menampung 312 penumpang (32 kelas bisnis, 21 kelas ekonomi premium, dan 259 kursi kelas ekonomi yang luas). Emirates juga akan menjadi maskapai penerbangan pertama di Timur Tengah yang memperkenalkan solusi konektivitas satelit HBCplus baru dari Airbus, yang menawarkan konektivitas global berkecepatan tinggi dan lancar.

Airbus A350 adalah pesawat berbadan lebar paling modern dan efisien di dunia dan terdepan dalam kategori 300-410 tempat duduk. Desainnya yang bersih mencakup teknologi canggih, aerodinamika, material ringan, dan mesin generasi terbaru yang bersama-sama memberikan keuntungan 25% dalam pembakaran bahan bakar, biaya pengoperasian, dan emisi CO₂.

Kabin Airspace A350 adalah yang paling senyap dari semua lorong ganda di langit yang menampilkan pengurangan jejak kebisingan sebesar 50% dibandingkan dengan pesawat generasi sebelumnya.

Seperti halnya semua pesawat Airbus, pesawat A350 sudah dapat beroperasi dengan hingga 50% Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF). Airbus menargetkan pesawatnya memiliki kemampuan SAF hingga 100% pada tahun 2030.

Pada akhir Oktober 2024, Keluarga A350 telah memenangkan lebih dari 1.340 pesanan pasti dari 60 pelanggan di seluruh dunia.

Pacu Konektivitas Daerah, Pesawat N219 Siap Mengangkasa di Kepulauan Riau

Dalam rangka mendukung Transformasi Ekonomi Nasional dan peningkatan konektivitas wilayah Kepulauan Riau (Kepri), Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Gita Amperiawan bersama Gubernur Provinsi Kepri, Ansar Ahmad, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN RI/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti, dan CEO PT Indo Aviasi Perkasa (PT IAP) mengadakan pertemuan strategis di Tanjung Pinang pada hari Senin (25/11). Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Kepri ini berfokus pada langkah-langkah komersialisasi pesawat N219 buatan PTDI, termasuk implementasi subsidi block seat yang dirancang untuk memperkuat konektivitas di wilayah tersebut.

Sebagai pesawat hasil karya anak bangsa, N219 dirancang untuk menjawab kebutuhan transportasi udara di wilayah kepulauan dengan aksesibilitas terbatas. Dengan kapasitas 19 penumpang dan kemampuan lepas landas di landasan pendek, N219 diharapkan menjadi solusi unggulan untuk melayani jalur-jalur strategis di Kepri seperti Tanjung Pinang ke Tambelan, Dabo Singkep ke Batam, dan Letung ke Ranai. Gubernur Kepri mendukung penuh inisiatif ini dan telah menginstruksikan jajarannya untuk segera memfinalisasi mekanisme subsidi block seat dalam waktu dekat, guna memastikan harga tiket terjangkau bagi masyarakat sekaligus menjamin keberlanjutan operasional pesawat.

Selain digunakan untuk angkutan penumpang, N219 juga direncanakan untuk pengangkutan kargo, khususnya hasil laut dari Kepri yang memiliki produksi ikan tangkap lebih dari 320.000 ton per tahun. Hal ini sejalan dengan target peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah dan pengembangan ekonomi lokal melalui penguatan sektor logistik.

Deputi Bidang Ekonomi Bappenas menekankan pentingnya realisasi Letter of Intent (LoI) antara PTDI dan PT IAP menjadi kontrak pembelian pada akhir tahun 2024. “Kami berharap pada akhir tahun 2026 pesawat N219 sudah dapat beroperasi untuk mendukung program konektivitas nasional di Kepri,” jelasnya.

Sebagai produsen pesawat satu-satunya di Asia Tenggara, PTDI telah memastikan seluruh aspek teknis untuk komersialisasi N219 di Kepri berjalan sesuai rencana. “Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan operasional N219, termasuk pelatihan teknis SDM lokal di fasilitas AMTO1 PTDI dan ATO2 operator lokal, serta bekerja sama dengan penyedia layanan perawatan pesawat (MRO) lokal,” ujar Gita Amperiawan, Direktur Utama PTDI.

Kolaborasi ini menegaskan komitmen PTDI untuk mendukung pembangunan berkelanjutan melalui inovasi teknologi penerbangan. Dengan dukungan penuh dari Pemprov Kepri, Bappenas, dan operator dalam negeri, pesawat N219 diharapkan tidak hanya menjadi solusi transportasi, tetapi juga katalisator pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di wilayah Kepulauan Riau.

Pilkada 27 November Ditetapkan Sebagai Libur Nasional, Naik LRT Jabodebek Maksimal Hanya Rp10.000

Dalam rangka mendukung pelaksanaan Pilkada serentak pada Rabu, 27 November 2024, pemerintah telah menetapkan hari tersebut sebagai libur nasional. Sejalan dengan itu, LRT Jabodebek akan mengoperasikan pola weekend dengan 270 perjalanan, serta tarif yang lebih terjangkau—mulai dari Rp5.000 hingga maksimal hanya Rp10.000.

Sebagai informasi, tarif maksimal Rp10.000 ini merupakan tarif LRT Jabodebek pada saat weekend. Sedangkan pada hari kerja (weekday), tarif yang berlaku mulai dari Rp5.000 hingga maksimal Rp20.000. Kebijakan tarif ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memilih moda transportasi yang hemat biaya dan tetap nyaman di berbagai kondisi.

Adapun jadwal keberangkatan pertama pada relasi LRT Jabodebek selama libur nasional Pilkada adalah sebagai berikut:
• Dukuh Atas BNI – Harjamukti: pukul 06.28 WIB
• Dukuh Atas BNI – Jatimulya: pukul 06.21 WIB
• Harjamukti – Dukuh Atas BNI: pukul 05.35 WIB
• Jatimulya – Dukuh Atas BNI: pukul 05.25 WIB

Sementara keberangkatan terakhir selama libur nasional Pilkada adalah sebagai berikut:
• Dukuh Atas BNI – Harjamukti: pukul 22.39 WIB
• Dukuh Atas BNI – Jatimulya: pukul 22.31 WIB
• Harjamukti – Dukuh Atas BNI: pukul 21.46 WIB
• Jatimulya – Dukuh Atas BNI: pukul 22.13 WIB

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil untuk memudahkan masyarakat dalam menjalankan hak pilih mereka dengan memanfaatkan moda transportasi massal yang terjangkau.

“Dengan tarif maksimal hanya Rp10.000, kami ingin memastikan LRT Jabodebek menjadi pilihan masyarakat pada hari libur nasional. Kami berharap langkah ini tidak hanya mendukung mobilitas yang nyaman dan aman, tetapi juga meringankan masyarakat yang bepergian selama Pilkada,” ujar Mahendro.

Melalui kebijakan ini, LRT Jabodebek terus hadir memberikan layanan terbaik, mendukung momen-momen penting masyarakat, dan memperkuat perannya sebagai moda transportasi massal yang aman, nyaman, dan mengutakan keselamatan.

Jelang Nataru 2024, KAI Services Gelar Training Sales dan Hospitality untuk Prama Prami 

Menghadapi masa Liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, KAI Services melakukan berbagai persiapan, salah satunya dengan melakukan Training Sales dan Hospitality untuk prama prami kereta api di ruang Auditorium Kantor Pusat KAI Services, Stasiun Mangga Besar, Jakarta, pada Rabu (20/11). Training ini dilakukan selama 5 hari mulai tanggal 18 November 2024 hingga 22 November 2024 dan diikuti 150  orang prama prami.

Materi-materi yang disampaikan dalam training ini antara lain, materi Hospitality dimana peserta diberikan materi personal seperti Basic Service Excellence Attitude, Body Language, Appearance, Communication, Knowledge, dan Personal Approach. Selain teori, peserta juga melakukan praktik bagaimana melakukan pelayanan yang excellence untuk para penumpang.

Selain itu, pengajar yang terdiri dari Tim Sales dan Hospitality juga memberikan materi mengenai SOP (Rule and Regulation), Product Knowledge, serta ⁠standar dan dan strategi waktu penyajian makanan. Sementara untuk materi sales, peserta diberikan materi mengenai Selling Time, teknik penjualan, dan pengoperasian sistem trainmart.

Sementara, Director of Consumer Business KAI Services, Lies Permana Lestari, dalam penyampaian materi, mengingatkan kepada prama dan prami yang mengikuti training akan pentingnya service excellence dalam melakukan pelayanan kepada penumpang. Dihadapan para peserta training, Lies menyampaikan pesan untuk memiliki komitmen dalam memberikan pelayanan yang melampaui ekspetasi pelanggan (beyond customer’s expectation), menciptakan kepuasan, dan loyalitas, agar terciptanya hubungan yang berkelanjutan.

“Pelanggan yang puas dengan pelayanan kita akan lebih cenderung untuk kembali dan merekomendasikan KAI Services kepada keluarga, kerabat, dan teman-temannya. Hal ini tentunya dapat menciptakan pengalaman (customer experience) juga merupakan destinasi yang memuaskan dan dapat membangun hubungan jangka panjang dengan penumpang” ujar Lies.

Lies menambahkan, dengan memberikan service excellence ini, KAI Services ingin membangun reputasi dan citra perusahaan yang baik dimata pelanggan. Tidak hanya itu, dengan pelayanan luar biasa yang diberikan KAI Services tentunya dapat menciptakan pelanggan setia yang lebih tahan terhadap kompetisi. Kedepannya, pertumbuhan bisnis KAI Services juga diharapkan akan menjadi lebih baik lagi.

“Training ini menjadi persiapan KAI Services untuk menghadapi masa Nataru 2024 bulan depan. Kita akan mempersiapkan dengan sebaik-baiknya untuk memberikan service excellence kepada para pelanggan kami” ujar Lies.

Fokus utama dalam Service Excellence antara lain meningkatan kualitas interaksi dengan pelanggan, memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan secara konsisten, serta menciptakan pengalaman yang memuaskan dan membangun hubungan jangka Panjang. Adapun elemen kunci dalam service excellence antara lain, kepuasan pelanggan, kualitas layanan, konsistensi, empati, personalisasi, dan komunikasi yang jelas.

NASA Gelontorkan US$11,5 Juta untuk Bantu Ciptakan Desain Pesawat Generasi Berikutnya

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, NASA tengah mempercepat upaya untuk merevolusi penerbangan komersial dengan inisiatif berani yang bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi. Badan tersebut telah menugaskan lima studi desain inovatif di bawah program Advanced Aircraft Concepts for Environmental Sustainability (AACES) 2050, yang menyatukan konsep-konsep mutakhir untuk membentuk masa depan perjalanan udara.

Dengan total pendanaan sebesar US$11,5 juta, NASA mendukung konsep-konsep visioner dari lima organisasi terkemuka: Aurora Flight Sciences (perusahaan Boeing), Electra, Georgia Institute of Technology, JetZero, dan Pratt & Whitney. Setiap studi berfokus pada pendekatan unik untuk mengatasi tantangan lingkungan penerbangan yang mendesak, mulai dari bahan bakar alternatif hingga sistem propulsi generasi berikutnya.

Bob Pearce, administrator asosiasi NASA untuk Direktorat Misi Penelitian Aeronautika, menyoroti visi strategis program tersebut, dengan mengatakan:

“Melalui inisiatif seperti AACES, NASA diposisikan untuk memanfaatkan serangkaian perspektif yang luas tentang cara untuk lebih meningkatkan efisiensi pesawat, mengurangi dampak lingkungan penerbangan, dan meningkatkan daya saing teknologi AS pada tahun 2040-an, 2050-an, dan seterusnya.”

Proyek ini mewujudkan visi transformatif program, dengan semua desain menargetkan tujuan emisi penerbangan nol bersih pada tahun 2050.

Desain pesawat yang muncul dari AACES dapat beroperasi dalam waktu 25 tahun, menciptakan peta jalan untuk penerbangan yang lebih bersih dan lebih efisien. Program ini juga memperkuat kepemimpinan AS dalam penerbangan berkelanjutan, seperti yang dicatat oleh Nateri Madavan, direktur Program Kendaraan Udara Canggih NASA:

“Proposal yang dipilih berasal dari serangkaian organisasi yang beragam yang akan memberikan eksplorasi yang menarik dan luas tentang skenario, teknologi, dan konsep pesawat yang akan memajukan penerbangan menuju tujuan keberlanjutan transformatifnya.”

Dengan mendorong kolaborasi antara akademisi, perusahaan swasta, dan lembaga penelitian, NASA memastikan para pemikir dan ide terbaik bersatu untuk mendorong industri penerbangan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Lightfoot – Skuter Listrik dengan Sumber Tenaga dari Panel Surya, Satu Kali Charge Bisa Tempuh 60 Km

Skuter listrik banyak ditawarkan dipasaran, namun yang mengusung pasokan dari tenaga surya (solar panel) masih terbilang jarang. Salah satu yang baru saja meluncur adalah skuter Lightfoot, yang sisi-sisinya dilapisi panel yang dilaporkan memberikan jangkauan tambahan hingga 18 mil per hari.

Diciptakan oleh insinyur Australia Saul Griffith, Lightfoot diproduksi oleh perusahaan rintisan Otherlab di San Francisco, AS. Kendaraan untuk dua pengendara ini digerakkan oleh dua motor hub 750 watt tanpa sikat – satu di setiap roda 10 inci – yang pada gilirannya ditenagai oleh baterai lithium-ion 48V/1,1 kWh.

Satu kali pengisian daya baterai tersebut di stopkontak diklaim dapat menempuh jarak sejauh 37 mil (60 km). Meski demikian, jarak tempuhnya dilaporkan dapat diperpanjang hingga 18 mil (29 km) per hari melalui dua panel surya 120 watt pada skuter. Angka ini didasarkan pada penggunaan sehari-hari, saat Lightfoot sering kali diparkir di bawah sinar matahari yang cerah. Menurut Otherlab, satu jam paparan “sinar matahari puncak” menghasilkan jarak tempuh tambahan sekitar 3 mil (5 km).

Panel surya tidak akan cukup panas untuk membakar bagian dalam kaki pengendara. Namun, salah satu panel dapat dibuka dengan gaya sayap camar untuk mengakses ruang penyimpanan tahan cuaca berukuran 1,5 kaki kubik (45,2 liter) yang dapat dikunci di dalamnya.

Ruang kargo Lightfoot dapat menampung beban maksimum 33 pon (15 kg). Lightfoot memiliki kecepatan tertinggi 20 mph (32 km/jam), dapat dikendarai di jalan raya dan jalur sepeda, dan tidak memerlukan lisensi untuk mengoperasikannya. Daya tahan baterai, kecepatan saat ini, dan informasi lainnya ditampilkan pada layar sentuh LCD 2,8 inci yang kedap air.

Beberapa fitur skuter lainnya meliputi lampu depan dan belakang Lezyne (2.000 lumen di depan); rem cakram hidrolik Tektro; shock depan dan belakang pegas koil merek sendiri; dan klakson elektrik 120 desibel. Keseluruhannya diklaim seberat 137 pon (62 kg), dan dapat menampung pengendara dengan tinggi mulai dari 5 kaki, 2 inci hingga 6 kaki, 2 inci (157,5 hingga 188 cm).

Baterai skuter dapat terisi hingga 80% dalam 90 menit Kabarnya, skuter Lightfoot akan dijual seharga US$4.995, dengan pengiriman diharapkan dimulai pada bulan Januari 2025.

Hari Ini 15 Tahun Lalu, Pesawat Jet Bisnis Populer Gulfstream G650 Terbang Perdana

Siapa yang tak kenal Gulfstream G650, inilah salah satu tipe jet bisnis yang sangat populer di pasar pebisnis, petinggi pemerintahan sampai korporat. Tapi tahukah Anda, bahwa hari ini 15 tahun lalu, adalah momen bersejarah dengan penerbangan perdana Gulfstream G650 produksi Gulfstream Aerospace pada 25 November 2009.

Dari beberapa literasi, dikatakan penerbangan perdana dilakukan dari Savannah-Hilton Head International Airport, yang juga merupakan lokasi markas besar Gulfstream Aerospace di Savannah, Georgia, AS. Penerbangan berlangsung selama 1 jam 12 menit. Selama penerbangan, tim penguji mengevaluasi kinerja dasar pesawat, termasuk kontrol penerbangan, stabilitas, dan sistem utama.

Penerbangan tersebut dipimpin oleh Jake Howard, Chief Test Pilot Gulfstream, dan didampingi oleh Tom Horne, Senior Flight Test Engineer. Tujuan penerbangan ini dimaksudkan untuk memverifikasi sistem dasar pesawat dan Menguji stabilitas aerodinamis dan performa mesin pada kecepatan serta ketinggian rendah.

Setelah serangkaian uji coba, G650 akhirnya mendapatkan sertifikasi dari FAA (Federal Aviation Administration) dan EASA (European Union Aviation Safety Agency) pada tahun 2012, sebelum mulai dikirim ke pelanggan pada Desember 2012.

Gulfstream G650 merupakan salah satu pesawat jet bisnis paling populer dan prestisius di pasaran. Pesawat ini sering menjadi pilihan bagi kalangan korporat, pejabat tinggi, dan individu kaya karena fitur unggulannya yang menggabungkan kecepatan, jangkauan, dan kenyamanan.

G650 memiliki jangkauan hingga 7.500 mil laut (13.890 km), memungkinkan penerbangan non-stop antara kota-kota besar seperti New York ke Tokyo atau London ke Buenos Aires. Dengan jangkauan ini, G650 memenuhi kebutuhan perjalanan jarak jauh tanpa perlu banyak pengisian bahan bakar.

G650 adalah salah satu jet bisnis tercepat, dengan kecepatan jelajah maksimum Mach 0.925 (hampir mendekati kecepatan suara). Kecepatan ini memberikan keuntungan besar dalam efisiensi waktu.

Kabin G650 dikenal sangat luas, dengan tinggi 1,91 meter, lebar 2,49 meter, dan panjang hingga 14 meter, memberikan kenyamanan seperti di ruang tamu. Kapasitas hingga 19 penumpang dan kemampuan untuk menyediakan ruang tidur bagi hingga 10 orang. Kabin dilengkapi dengan teknologi tekanan rendah, yang mengurangi kelelahan dan memberikan suasana yang lebih nyaman untuk perjalanan jarak jauh.

G650 diperkenalkan pada 2008 dan mulai diproduksi massal pada 2012. Popularitasnya memicu pengembangan versi lebih baru, seperti G650ER, yang memiliki jangkauan lebih jauh (7.500 mil laut ke 7.750 mil laut). Gulfstream G650ER namanya sempat ramai disebut netizen di Indonesia, setelah pesawat tersebut digunakan untuk membawa  putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep bersama istri Erina Gudono, dalam perjalanan liburan yang kontroversial ke Amerika Serikat.

Gulfstream G650ER – Jet Bisnis Ultra Long Range yang Diduga Ditumpangi Kaesang ke AS, Bisakah Terbang Langsung dari Halim?

Hari Ini 115 Tahun lalu, Wright Company Produsen Pesawat Pertama di AS Berdiri

Pada hari ini, 115 tahun lalu, bertepatan dengan Minggu, 22 November 1909, perusahaan pembuat pesawat pertama di Amerika Serikat (AS), Wright Company, resmi berdiri. Perusahaan itu didirikan dengan modal awal sebesar US$1 juta dan mendirikan pabrik pertama di Miami Chapel, West Dayton, AS.

Baca juga: Hari Ini, 111 Tahun Lalu, DELAG Maskapai Pertama di Dunia Asal Jerman Resmi Berdiri

Dikutip dari wrightstories.com, pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi sebanyak empat pesawat per bulan, menjadikannya sebagai pabrik pesawat terbesar di dunia. Di awal berdiri, Wright Company berhasil memproduksi pesawat Model B atau biasa juga disebut Wright Model B, melalui tangan dingin puluhan karyawan.

Pesawat yang digadang sebagai yang pertama dan terbaik di dunia tersebut dibanderol dengan harga US$7.500, cukup mahal untuk ukuran waktu itu. Meski mahal, nyatanya produsen pesawat pertama di AS itu mendapat banyak pesanan dan sempat kewalahan dibuatnya.

Pesanan terbanyak tentu datang dari sekolah penerbangan Wrights, di daerah Huffman Prairie, yang saat ini menjadi bagian dari Taman Sejarah Nasional Dayton Aviation Heritage, Dayton, Ohio, AS. Tempat tersebut dahulu adalah lokasi penerbangan eksperimental awal Wrights di Dayton setelah penerbangan pertama mereka yang sukses di Kitty Hawk, North Carolina, AS, pada tahun 1903. Sekarang tempat itu menjadi bagian dari pangkalan Angkatan Udara Wright-Patterson serta national historical park.

Uniknya, karena terbatasnya moda transportasi untuk mengangkut pesawat dengan cepat dan aman, disebutkan, sebanyak sembilan pesawat Wright Model B diangkut menggunakan kereta kuda dari pabrik ke sekolah tersebut. Pengiriman selalu dilakukan pada malam hari untuk menghindari keramaian.

Di awal berdirinya Wright Company, Wilbur Wright pernah menyurati sang idola, Octave Chanute -seorang insinyur sipil dan perintis penerbangan Perancis-Amerika yang banyak menginspirasi ilmuan penerbangan dunia- bahwa dirinya akan banyak menghabiskan waktu di sana. Terbukti, dalam struktur perusahaan, ia menjabat sebagai presiden.

Hanggar Wright bersaudara. Foto: Wright-Brothers.org

Akan tetapi, pada pelaksanaannya, fungsi tersebut lebih sering dijalankan saudaranya, Orville Wright. Sebab, Wilbur disibukkan dengan pelanggaran hak paten oleh sejumlah oknum di AS dan dunia sejak 1906 atau sebelum perusahaan berdiri.

Hingga tahun 1912, Willbur, yang merupakan seorang pebisnis ulung dan visioner, berbeda dengan Orville yang merupakan teknisi sejati, kemudian terjangkit demam tifoid dan akhirnya meninggal dunia. Tentu ini menjadi pukulan telak bagi Wright Company.

Sebaliknya, kematian Willbur menjadi berkah bagi para kompetitor yang diduga telah melanggar hak paten Wright bersaudara. Salah satunya Glenn Curtiss, founder produsen pesawat lainnya di AS, Curtiss Aeroplane and Motor Company.

Kematian Willbur benar-benar menjadi petaka buat Wright Company. Sederet masalah, seperti manajemen yang buruk, kualitas pesawat yang kian menurun, masalah teknis, hingga lemahnya inovasi, membuat pesawat-pesawatnya mulai ditinggalkan pembeli.

Setelah sukses membuat pesawat ratusan Wright Model B, Wright Model C, Wright Model F, dengan masing-masing kelebihan dan kekurangannya, Wright Company di bawah pimpinan Orville mengalami kesulitan keuangan hebat. Ia akhirnya melepas seperempat saham perusahaan yang baru berusia enam tahun itu ke sekelompok investor New York seharga US$250.000 pada 26 Agustus 1915.

Baca juga: Hari Ini, 89 Tahun Lalu, Kapal Induk Terbang Pertama di Dunia USS Akron ZRS-4 Mulai Beroperasi

Di tahun berikutnya, Wright Company merger dengan perusahaan Glen L. Martin dan berubah menjadi Wright-Martin. Pada 1917, perusahaan berkembang menjadi Wright Aeronautical Corporation. Pada 1920-an, perusahaan ini bergabung dengan rival lama, Glenn Curtiss, untuk membentuk Curtiss-Wright Corporation dan terbagi ke dalam 10 divisi.

Divisi Penerbangan Curtiss-Wright kemudian dijual ke North American Aviation (NAA) pada tahun 1946. Rockwell International Corporation kemudian berdiri menggantikan NAA pada 1973. Rockwell International Corporation pada tahun 1996 bergabung dengan Boeing dan terus eksis sampai saat ini. Dengan begitu, bisa dibilang, saat ini, Wright Company masih terus berkarya di dunia bersama Boeing.