Hari Ini, 22 Tahun Lalu, Penerbangan Perdana Boeing 777-300ER dengan Kemampuan Endurance 19 Jam!

Tepat hari ini, Senin, 24 Februari 2003, adalah momen bersejarah penerbangan perdana Boeing 777-300ER (Extended Range). Selain di desain untuk rute jarak jauh bersama dengan Boeing 777-200LR, pesawat edisi kelima dari keluarga triple seven atau B777 ini memang diproyeksikan untuk menggantikan pesawat widebody sebelumnya yang telah uzur, seperti Boeing 747-100 dan 747-200.

Baca juga: Mesin Keluarkan Lidah Api Karena Bird Strike, Penumpang Swoop Sampai Tulis ‘Pesan Terakhir’

Dihimpun KabarPenumpang,com dari berbagai sumber, Boeing 777-300ER hari ini tercatat berhasil menyelesaikan penerbangan perdananya, dalam rangka memulai program uji terbang 1.600 jam sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikasi dari otoritas penerbangan AS di tahun berikutnya.

Kala itu, pesawat terbesar untuk kategori pesawat komersial mesin ganda ini berhasil melahap uji terbang selama tiga jam lebih, mulai dari pukul 10 pagi (lepas landas) dari Paine Field di Everett, Washington dan turun landas di Boeing Field Seattle pukul 1.02 siang.

Selama penerbangan, pilot dan kopilot uji, Santoni dan Cashman, membawa 777-300ER terbang diketinggian 15.000 kaki (4.572 meter), dengan kecepatan udara 0,50 Mach, atau sekitar 600 kilometer per jam dari kemampuan maksimum ketinggian jelajah diangka 10.668 meter, dan kecepatan jelajah mencapai 896 kilometer per jam.

Selama fase uji terbang, pesawat dengan cat merah, putih, dan biru yang khas, tersebut terbang dengan durasi, ketinggian, dan kecepatan yang beragam. Kadang kala, pesawat tersebut mengudara hanya beberapa jam, dengan ketinggian dan kecepatan minimum. Sebaliknya, di lain waktu, pesawat tersebut justru terbang dengan kecepatan, ketinggian, bahkan durasi terbang (endurance) mencapai 19 jam. Cukup fantastis untuk ukuran saat itu, mengingat, rekor penerbangan komersial non-stop milik Singapore Airlines saja baru tercatat pada Oktober 2018 silam, dengan durasi terbang mencapai 18 jam.

Sebetulnya, di antara keduanya, memang terdapat perbedaan kondisi, test flight 777-300ER tidak memuat penumpang, adapun A350-900 ULR (ultra long range) memuat penumpang. Tentu dari konsumsi bahan bakar akan berbeda. Namun, bila dihitung sama-sama dalam keadaan kosong, mungkin perbedaannya tidak terlalu signifikan dan terkesan wajar, mengingat, teknologi di tahun 2018 jauh lebih modern dibanding tahun 2003, saat pertama kali 777-300ER mengudara.

Lamanya durasi terbang, mencapai 19 jam non-stop, sangat mungkin dilakukan dengan terobosan mesin dari GE Aircraft Engine yang telah diakui sebagai mesin jet komersial paling kuat di dunia dan memegang Guinness World Record untuk kategori thrust (daya dorong). Tak hanya itu, pesawat Boeing 777-300ER saat itu juga dipuji sebagai pesawat paling berteknologi maju di dunia, dengan pembaruan pada sistem kontrol avionik, listrik, dan sistem lainnya.

Setelah melewati masa uji terbang 1.600 jam, pesawat akhirnya berhasil mendapatkan sertifikasi dan mulai melakukan penerbangan komersial pertama bersama Air France pada 2004, atau selang setahun dari penerbangan perdananya.

Dengan panjang pesawat mencapai 73,9 meter, pesawat terbesar untuk kategori pesawat komersial mesin ganda ini mampu mengangkut maksimal 550 penumpang dalam sekali terbang. Cukup banyak untuk ukuran saat itu, sebelum akhirnya rekor tersebut dikudeta oleh penantang setianya dari Eropa, Airbus, yang dua tahun berikutnya, pada 27 April 2005 berhasil menerbangkan untuk pertama kalinya, Airbus A380, yang mampu mengangkut penumpang maksimal hingga 850 penumpang.

Baca juga: Eva Air Tampilkan Tema Hello Kitty di Boeing 777-300ER

Di Indonesia sendiri, pesawat terbesar tersebut biasa digunakan dalam penerbangan haji yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia, dengan konfigurasi 26 kursi kelas Bisnis dan 367 kursi kelas Ekonomi.

Selain itu, dalam jejaknya di Indonesia, Boeing 777-300ER juga pernah membuat runway satu-satunya di Bandara Halim terkelupas dengan dimensi sekitar 3×2 meter dan kedalaman 25 cm setelah pesawat tinggal landas.

Suka Naik Bus? Ini Tips Makan Nyaman saat Bus Melaju

Siapa yang suka bepergian menggunakan bus di bandingkan dengan pesawat atau kereta api? Sepertinya banyak orang yang lebih memilih bus, meski perjalanannya cukup panjang. tapi banyak keindahan yang bisa dinikmati.

Apalagi bila bepergiannya antarkota antarpulau yang bisa memakan lebih dari dua hari perjalanan. Nah, penumpang akan membawa makanan ringan atau makanan berat yang bisa dimakan sambil menikmati perjalanan.

KabarPenumpang.com mencoba untuk merangkum beberapa tips makan dengan nyaman dan nikmat saat bus melaju dijalurnya. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa diikuti.

1. Pilih makanan yang mudah dimakan
Untuk makanan ringan, Anda bisa memilih biscuit, roti, granola bar atau kacang-kacangan. Selain mudah, isinya pun cukup banyak untuk disantap dalam perjalanan. Kalau membawa buah, hindari yang banyak airnya seperti semangka. Anda bisa menggantinya dengan apel, anggur, ataupun pisang.

Baca juga: Tips Pilih Kursi Tidur di Bus Sleeper

Untuk makanan karbohidrat dalam kemasan pilihan sandwich atau roti lapis yang dibungkus plastik wrap bisa menjadi pilihan. Jadi saat bus tengah melaju dengan kencang, isian roti lapis tidak akan berhamburan keluar. Sedangkan, jika penumpang membawa makanan berat seperti nasi dan lauk kering yang bisa dimakan beberapa hari, baiknya gunakan wadah kedap Udara.

2. Hindari makanan berbau tajam
Ingat, Anda berada di dalam bus tidaklah sendirian. Tetapi ada penumpang lainnya, jadi baiknya hindari makanan berbau tajam seperti durian, telur rebus, atau makanan laut. Ini demi kenyamanan Bersama penumpang lainnya.

3. Gunakan peralatan yang praktis
Bawa sendok, garpu plastik atau yang bisa dilipat untuk makanan yang sulit dipegang. Jangan lupa juga bawa tisu basah dan tisu kering untuk membersihkan tangan saat akan atau selesai makan.

4. Hindari minuman yang mudah tumpah
Kalau Anda ingat dalam perjalanan menggunakan bus yang bisa kapan saja ada goncangan diperjalanan karena batu atau lubang, bawa minuman dalam wadah tertutup rapat. Hindari kopi panas atau minuman bersoda yang bisa tumpah Ketika bus berguncang.

5. Waktu tepat untuk makan
Anda bisa makan dengan tenang saat bus berada di jalan yang relative lurus atau saat berhenti sebentar agar lebih nyaman.

6. Jaga Kebersihan
Siapkan kantong plastik kecil untuk sampah makanan agar tetap rapi dan nyaman. Ini selain memudahkan Anda membuang sampah bekas makanan minuman, juga menghindari sampah bercecer di dalam bus.

Nah, kalian mau nambah tips apalagi nih untuk makan nyaman di dalam bus berjalan?

Berlayar Saat Berpuasa? Tidak Perlu Khawatir! Simak Tips Berikut Agar Puasa Tetap Lancar

Siap-Siap! Maldives Akan Punya Kapal Feri Tenaga Surya Pertama Pada April Mendatang

Maladewa, atau yang lebih dikenal sebagai Maldives, memang sebuah destinasi wisata idaman karena pemandangan alamnya yang luar biasa indah. Untuk menunjang pariwisata di sana, dikabarkan Maldvies akan segera memiliki kapal feri tenaga surya pertama mereka. Tidak main-main, kapal feri tenaga surya ini mampu berlayar pada ‘sea state 5’ atau di laut yang cenderung moderat dan kasar (laut dengan gelombang sedang hingga tinggi).

Baca Juga: Ekspansi Bisnis, Vision Marine Tawarkan Gabung Klub Eksklusif di Florida Selatan

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newindianexpress.com (21/02/2025), adalah Navalt, salah satu produsen perahu listrik tenaga surya terbesar di India, yang akan menyediakan kapal feri tersebut. Dikabarkan, pembuatan kapal bernama Apollo ini sudah memasuki tahap akhir dan siap dikirim ke Maldives pada minggu pertama bulan April mendatang.

“Kapal ini diproduksi berdasarkan pesanan yang diterima dari Kementerian Keuangan Maldives. Struktur utama kapal sudah selesai saat ini. Pekerjaan interior dan pengecatan juga akan selesai pada akhir Maret.” ujar CEO Navalt, Sandith Thandasherry.

Nantinya, kapal feri tenaga surya seharga Rp. 9,4 miliar ini akan melayani mobilisasi penumpang antar pulau. Menilik dari spesifikasinya, Apollo dilengkapi dengan sistem solar-electric dan dirancang untuk menampung hingga 75 penumpang. Berbekal dua paket baterai LFP 50 kWh dan dua motor listrik internal 40 kW, Apollo bisa melaju hingga kecepatan 8 knot atau hampir menyentuh 15 km/jam.

Salah satu pulau di Maldives. Foto: CNN Internasional

Sistem kemudi elektrik ORCA memastikan respons kemudi yang lebih cepat dan biaya perawatan yang lebih rendah dibandingkan dengan sistem hidrolik tradisional. Rangkaian panel surya 25 kW disimpan pada bagian atap agar dapat maksimal menyerap sinar matahari.

“Kapal ini dimiliki dan akan dioperasikan oleh Pemerintah Maldives. Akan mulai dioperasikan pada pertengahan tahun. Dengan panjang 26 m dan lebar 7 m, Apollo memiliki jangkauan hingga 120 km dengan sekali pengisian daya. Ini adalah feri bertenaga surya pertama yang akan digunakan di Maladewa,” kata Sandith.

Ia juga mengharapkan akan adanya pesanan tambahan setelah kapal feri tenaga surya ini mulai dioperasikan di Maldives. Pernyataan ini agaknya sejalan dengan misi banyak ‘green-company’ yang mulai mengganti penggunaan bahan bakar fosil ke bahan bakar berkelanjutan seperti panel surya atau tenaga listrik.

Keren! Dubai Kembali Hadirkan Moda Transportasi Tradisional Dengan Sentuhan Modern

Yuk, Kenali Nama-nama Jembatan Bersejarah di Jalur Priangan. Sssstt … Usianya Sudah Seratus Tahun, lho.

Naik kereta api di jalur selatan saat melewati jembatan sangat menyenangkan dan menegangkan. Saat kereta api melintasi jembatan tinggi, seperti melayang diudara karena tidak ada tiang di kiri maupun kanan jembatan seperti di jembatan jalur utara Jawa. Beberapa jembatan yang dianggap menakutkan karena menyeberangi sungai atau bahkan jurang ternyata memiliki sejarah panjang dan sangat melegenda.

Dimulai dari kawasan Purwakarta hingga Tasikmalaya banyaknya jembatan yang dilewati kereta api. Meski jembatan ini dibangun sejak jaman kolonial Belanda, namun hingga kini masih digunakan karena perawatan dan pengecekan yang rutin agar keselamatan saat kereta api melintas tetap terjaga. Yuk, kita absen jembatan apa saja yang terkenal.

1. Jembatan Cisomang
Jembatan KA Cisomang dibangun dengan konstruksi besi baja dan pondasi beton dengan ketinggian hampir mencapai 100 meter di atas lembah Sungai Cisomang. Jembatan ini memiliki jalur ganda yang berada di petak Stasiun Cikadongdong dengan Stasiun Cisomang (non aktif).

Lokasi Jembatan KA Cisomang berada di di sebelah timur Stasiun Cisomang yang masuk ke dalam wilayah Desa Cisomang, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Disebelah bangunan jembatan baru Cisomang, terdapat pondasi jembatan lama yang berumur kurang lebih 100 tahun. Jembatan Cisomang lama itu sudah digunakan sejak tahun 2004 setelah dibangunnya Jembatan Cisomang baru.

(Foto: Dok. Istimewa)

2. Jembatan Cikubang
Jembatan ini berada 1 km dari Stasiun Sasaksaat. Dan merupakan jembatan terpanjang di jalur Jakarta-Bandung dengan panjang 300 meter. Jembatan Cikubang bisa terlihat saat melintas di Tol Cipularang. Memiliki 4 pilar baja seberat 110 ton dan merupakan jembatan bersejarah yang dibangun pada tahun 1903 dan diujicoba pada tahun 1906. Jembatan Cikubang saat ini sangat legendaris dikalangan pecinta fotografi karena memiliki pemandangan luar biasa saat pagi hari yang terkadang diselimuti kabut tebal.

(Foto: Dok. Istimewa)

3. Jembatan Cibisoro
Jembatan ini terletak di petak Stasiun Cilame dengan Stasiun Padalarang dengan panjang 300 meter. Sejalur dengan jembatan Cikubang, Cibisoro juga memiliki tiang penyangga yang juga dibangun oleh perusahaan kereta api Staatsspoorwegen (SS) pada tahun 1881-1884. Jembatan ini digunakan sejak 1906 hingga sekarang. Penambahan struktur logam setengah lingkaran pada jembatan ini dipertimbangkan seiring dengan dimulainya pengoperasian lokomotif diesel pada tahun 1963 serta dimaksudkan untuk memberikan kekuatan tambahan.

(Foto: Early Bird)

4. Jembatan Citiis
Berada di atas jalan raya lingkar nagrek, jembatan ini menjadi ikonik favorit Railfans dalam pengambilan gambar saat kereta api melintas. Jembatan Citiis berada di petak Stasiun Nagrek dan Stasiun Lebak Jero ini memiliki panjang 173 meter. Pembangunan jembatan cukup menantang karena harus membelah lembah yang ekstrem dan bebatuan yang terjal. Pembangunan jembatan pun diselesaikan pada tanggal 10 Januari 1889 dengan lima buah pilar penyangga. Besi-besinya pun didatangkan langsung dari Eropa melalui pelabuhan di Batavia. Lalu pada tahun 1921, dilakukan penguatan jembatan hingga 20 ton untuk menambah daya topang jembatan tersebut.

(Foto: Dok. Instagram.com/@ridwan848)

5. Jembatan Ciherang
Berada di petak Stasiun Bumiwaluya dan Stasiun Cipeundeuy, Jembatan Ciherang adalah satu-satunya memiliki lengkungan yang bisa dikatakan cukup tajam. Jembatan ini dibangun oleh Belanda dan merupakan proyek jalur Priangan – Cilacap. Seperti jembatan khas Belanda lainnya jembatan ini ditopang oleh pilar beton yang besar khas arsitektur Belanda dan hal yang unik dari jembatan ini adalah lengkungannya.

Hingga saat ini Jembatan Ciherang masih beroperasi dengan baik, jembatan ini usianya sudah lebih dari 150 tahun. Jembatan Ciherang ini menjadi sebuah daya tarik sendiri. Hingga saat ini orang yang melihat kereta melewati jalur tersebut-pun akan terkagum-kagum.

Tahukah Anda, Naik Kereta Api Jakarta – Bandung Seberangi 21 Jembatan Besar

Marta Tawarkan Peluncuran NextGen Bus Network, Masyarakat Bisa Ikut Ambil Bagian

Otoritas Angkutan Cepat Metropolitan Atlanta (Marta) di Amerika Serikat menawarkan lebih dari 30 kesempatan kepada publik untuk berpartisipasi dalam pertemuan virtual dan langsung. Ini dilakukan sebagai bagian dari peluncuran rancangan rencana NextGen Bus Network.

Otoritas Marta mengatakan, rencana ini akan mendesain ulang lebih dari 100 rute bus. Di mana mereka akan menampung komentar dan ide-ide dari publik untuk membantu penyempurnaan jaringan tersebut.

Pada 25 Januari 2025 kemarin, pertemuan publik pertama kali dibuka di kantor pusat Marta untuk peluncuran rencana tersebut. Dalam periode perencanaan ini, Marta menawarkan berbagai opsi pertemuan langsung dan virtual termasuk sesi makan siang serta belajar yang akan disesuaikan dengan jadwal siang hari.

“Jaringan Bus NextGen adalah inisiatif transformatif yang dibangun di atas kesetaraan dan pelibatan masyarakat yang inklusif, menandai langkah penting dalam memodernisasi sistem transit kami untuk memenuhi pertumbuhan yang cepat dan kebutuhan perjalanan yang terus berkembang di kawasan ini,” kata Collie Greenwood, manajer umum dan CEO, Marta.

Baca juga: Bandara Atlanta, Punya Jarak Antar Gerbang Keberangkatan Terjauh, 3.200 Meter!

Dia mengatakan, pihaknya mengundang semua orang untuk bergabung. Adapun publik yang tergabung adalah pengendara, penduduk, hingga pemangku kepentingan.

“Mereka akan memainkan peran penting dalam membentuk dan menyempurnakan NextGen Bus Network agar dapat melayani masyarakat di seluruh wilayah Atlanta dengan lebih baik,” ujar Greenwood.

Menurut Marta, visi jangka Panjang NextGen Bus Network ini untuk sistem transit yang lebih adil dan efisien. Selain itu pula memprioritaskan akses ke pekerjaan, Pendidikan, layanan penting, dan koneksi komunitas yang lebih kuat.

Adapun rencanya NextGen Bus Network, dengan memangkas rute bus tetap yang sebelumnya 113 menjadi 79. Ini dikatakan Marta untuk menciptakan jaringan yang lebih sederhana dan lebih mudah dinavigasi.

Nantinya juga perpendekan rute tersebut, untuk meminimalisir dampak pada area layanan saat ini. Meski mempersempit rute, tetapi NetxGen Bus Network memperluas area layanan dari lima koridor menjadi 18 koridor sehingga memudahkan penumpang untuk mencapai tujuan mereka.

Adapula penambahan rute layanan 20 menit dari sembilan rute yang ada saat ini menjadi 13 rute yang direncanakan untuk waktu tunggu yang lebih singkat dan perjalanan yang lebih cepat. Kemudian menambahkan 12 zona layanan sesuai permintaan yang menawarkan solusi transit yang fleksibel untuk masyarakat dengan kepadatan penduduk yang lebih rendah.

NextGen Bus Network, juga menyediakan layanan tujuh hari seminggu di semua rute dan zona sesuai permintaan, menghilangkan jam layanan hanya pada jam sibuk untuk memenuhi jadwal penumpang yang beragam. Otoritas mengatakan bahwa rencana ini akan menawarkan aksesibilitas yang lebih besar bagi penduduk dan pekerja, dengan 95 ribu lebih banyak orang dan 103 ribu pekerjaan tambahan yang dapat dijangkau oleh layanan transit yang sering beroperasi setidaknya setiap 15 menit.

Selain itu, 143.200 penduduk lainnya akan memiliki akses ke layanan yang beroperasi setiap 30 menit atau lebih baik. Untuk diketahui, semua komentar dan tanggapan serta ide-ide yang diberikan dalam survei akan diterima hingga 9 Maret 2025.

Cegah Virus Corona, Otoritas Angkutan Darat Singapura Bagikan 300 Ribu Masker ke Sopir Taksi

Papatheo, Eks Kapal Kargo yang Kini Jadi ‘Hunian’ Biota Laut Cantik di Kepulauan Seribu

Ada banyak cara yang dapat dilakukan terhadap kapal laut yang sudah tidak beroperasi lagi, sebut saja mengambil beberapa komponen yang masih layak digunakan untuk didaur ulang atau dijadikan artificial reef atau terumbu karang buatan. Ya, praktik penenggelaman kapal laut untuk dijadikan terumbu karang sudah lazim digunakan sejak beberapa dekade ke belakang, dan praktik semacam ini bisa dibilang ampuh untuk membantu melestarikan biota laut.

Baca Juga: Pelabuhan Sunda Kelapa, Dari Pusat Perdagangan Hingga Ancaman Banjir Rob

Di Indonesia sendiri, ada 1 spot terumbu karang buatan yang sudah cukup terkenal dan masih ramai dikunjungi hingga saat ini. Dilansir dari berbagai sumber, adalah kapal Papatheo, sebuah kapal kargo yang tenggelam pada tahun 1981. Kendati semasa beroperasi kapal Papatheo tidak memiliki nilai sejarah yang berarti, namun nama Papatheo justru mulai harum sejak kapal tersebut tenggelam.

Kapal Papatheo dapat Anda temukan di perairan Pulau Sepa, Kepulauan Seribu. Dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, kapal ini berada di kedalaman 14 hingga 30 meter. Jika kondisi cuaca dan perairan sedang bagus, maka jarak pandang di sekitar kapal ini berada di angka 10 meter. Di sepanjang dinding dan dasar kapal, Anda dapat menjumpai tanaman-tanaman seperti akar bahar atau cemara laut, gorgonian, hingga karang Ellisella dan aneka karang keras serta lunak.

Terumbu karang buatan yang menyelimuti Kapal Papatheo. Sumber: istimewa

Ikan-ikan yang hidup di sekitar karang seperti ikan kepe-kepe, kerapu, kakap, ikan ekor kuning hingga ikan wrasse juga dapat Anda temui di sekitar Kapal Papatheo. Bangkai kapal yang notabene terbuat dari besi sudah hampir sempurna diselimuti oleh karang dan biota-biota laut yang cantik.

Namun, ada sedikit perbedaan perbedaan antara kapal Papatheo dengan SS United States pada pemberitaan sebelumnya. Jika SS United States sengaja ditenggelamkan untuk dijadikan terumbu karang buatan, lain cerita dengan kapal Papatheo yang kemungkinan besar tenggelam akibat adanya kecelakaan.

Sumber: istimewa

Terlepas dari latar belakang bagaimana Kapal Papatheo bisa tenggelam dan akhirnya menjadi terumbu karang buatan, namun Kapal Papatheo telah menjadi bagian dari pelestarian biota laut Indonesia dan menjadi daya tarik bagi para penyelam yang ingin menikmati keanekaragaman hayati di sekitar lokasi.

Kapal Papatheo sendiri memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ekowisata bahari, khususnya wisata menyelam dan taman arkeologi bawa air.

Bagi Anda yang tertarik untuk menikmati keindahan Kapal Papatheo di bawah air, Anda bisa berlayar dari Muara Angke menuju Pulau Harapan, yang kemudian dilanjutkan menuju lokasi Kapal Papatheo.

Kenapa Jarak Putar Kemudi Kapal Bisa Besar? Ini Dia Penjelasannya!

Tak Beroperasi 6 Tahun, Jalur Kertapati-Indralaya Ditargetkan Bangkit Pertengahan 2025

Masyarakat yang merindukan aktifnya jalur Indralaya-Kertapati sudah cukup lama. Ketika masa pandemi 2019 lalu perjalanan kereta api rute Kertapati-Indralaya atau biasa disebut KA Kertalaya ini sudah tidak beroperasi untuk mengantarkan khususnya warga Palembang ini. Tak hanya mengantarkan penumpang biasa, rute KA ini mengantarkan para pelajar/mahasiswa dari dan ke Kota Palembang. Mengingat Stasiun Indralaya merupakan stasiun yang strategis dan dekat dengan Universitas Sriwijaya.

Menurut pendapat dari warganet mengenai ulasan dari Google Map banyak sekali mengharapkan sekali kalau stasiun ini bisa diaktifkan kembali. Perjalanan ditempuh dengan kendaraan umum selain kereta api saja banyak memakan waktu yang cukup lama, belum lagi dihadapi dengan kemacetan yang sering kali menghambat perjalanan dan menyita banyak waktu. Masyarakat yang dulu biasa menggunakan KA Kertalaya dapat mempersingkat waktu perjalanan, yaitu kurang lebih setengah jam perjalanan. Rangkaian KA Kertalaya waktu beroperasi menggunakan eks KRD yang ditarik lokomotif. Karena KRD tersebut tidak bisa digunakan kembali mengingat suku cadang rangkaian itu sudah tak ada lagi.

Stasiun Kertalaya adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Indralaya, Ogan Ilir. Stasiun yang terletak pada ketinggian 16 mdpl ini termasuk dalam Divisi Regional (Divre) III Palembang. Stasiun ini memliki 2 jalur yang merupakan stasiun akhir di petak Pos Indralaya dengan Stasiun Indralaya.

Dahulu saat stasiun ini aktif, kereta api yang melayani hanya satu rangkaian saja, yaitu KA Indralaya dengan keberangkatan Pagi dan Sore baik dari Stasiun Kertapati maupun Stasiun Indralaya. Jadwal pagi dan sore dipilih karena penumpang yang sebagian besar saat itu adalah mahasiswa Universitas Sriwijaya. Sayangnya hingga kini belum ada kegiatan sama sekali untuk naik dan turun penumpang di Indralaya.

Bangunan modern Stasiun Indralaya yang terhubung ke Universitas Brawijaya

Tahun demi tahun Stasiun Indralaya yang sudah 6 tahun tak beroparsi ternyata ada titik terang yang nantinya terdapat aktifitas kembali. Ya, informasi dari berbagai sumber mengabarkan bahwa Stasiun Indralaya akan direncanakan kembali aktif pada pertengahan 2025. Menurut Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan nantinya menargetkan reaktivasi rute Kertapati–Indralaya ini. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan akses transportasi bagi mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) serta menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Reaktivasi jalur ini dianggap sebagai solusi transportasi bagi ribuan mahasiswa Unsri yang setiap hari beraktivitas di kampus Indralaya. Dengan meningkatnya jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun, kebutuhan akan transportasi massal yang efisien semakin mendesak. Untuk mengoperasikan kembali rute ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan PT KAI berencana memanfaatkan kereta yang tidak lagi terpakai di Pulau Jawa. Saat ini, inventarisasi sedang dilakukan untuk memastikan ketersediaan armada yang layak digunakan.

Tak Lagi ‘Mangkrak’, SS United States Siap Bertransformasi Menjadi Terumbu Karang Buatan

Sebuah kapal laut tua yang berasal dari Negeri Paman Sam dikabarkan akan ditenggelamkan mengingat kondisinya yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk beroperasi. Setelah ditenggelamkan, rencananya kapal tersebut akan menjadi ‘rumah’ bagi ratusan hingga ribuan terumbu karang buatan dan di masa yang akan datang, diharapkan kapal tersebut dapat menjadi daya tarik wisata dan meningkatkan pendapatan daerah tersebut.

Baca Juga: Perdana Berlayar di Asia, Disney Cruise Line Siap Tawarkan Paket Liburan Tak Terlupakan Untuk Keluarga!

Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adalah SS United States, kapal laut Amerika yang dibangun di awal tahun 1950-an untuk perusahaan pelayaran asal Amerika Serikat, United States Lines. Sebagai informasi tambahan, SS United States merupakan kapal laut terbesar yang sepenuhnya dibangun oleh pihak Amerika Serikat dan sempat tercatat sebagai kapal laut tercepat yang melintasi Samudera Atlantik di kedua arahnya.

Di sepanjang ‘karirnya’ (1952-1969), SS United States yang dirancang oleh arsitek angkatan laut Amerika William Francis Gibbs ini juga sempat mengangkut selebritas dan imigran hingga menyandang status sebagai flagship yang ikonik bagi Amerika Serikat. SS United States juga sempat menjadi ikon keunggulan teknologi di dunia. Kendati dirancang untuk mengangkut masyarakat sipil dengan kapasitas maksimal mencapai 1.900 penumpang, namun SS United States juga dapat disulap menjadi kapal pengangkut tentara dengan kapasitas maksimal 15.000 tentara.

Foto terakhir dari SS United States. Sumber: istimewa

Mengutip dari laman apnews.com (20/02/2025), SS United States yang sempat ‘terdampar’ sejak tahun 1996 di tepi sungai Delaware di selatan Philadelphia ini akhirnya memulai pelayaran terakhirnya menuju Mobile, Alabama. Di Mobile, SS United States akan menjalani serangkaian persiapan sebelum nantinya akan ditenggelamkan di lepas pantai Okaloosa County, Florida, di Teluk Meksiko. Untuk biaya penenggelaman ini sendiri, dibutuhkan dana lebih dari $10 juta USD atau setara dengan Rp. 157 miliar, mengingat angka tersebut hanyalah biaya akuisisi SS United States – belum termasuk biaya persiapan penenggelaman dan lain-lain.

Para pejabat yang terlibat dalam perubahan fungsi SS United States ini mengatakan bahwa pengubahan kapal menjadi terumbu karang buatan dianggap sebagai cara yang berkelanjutan untuk melestarikan warisan kapal tersebut, alih-alih dibiarkan terbengkalai begitu saja tanpa ada fungsi esensial.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa kapal laut yang juga beralih fungsi menjadi terumbu karang buatan. Sebut saja Kapal Papatheo, sebuah kapal kargo yang tenggelam pada tahun 1981 di perairan Kepulauan Seribu, dan kini menjadi salah satu situs penyelaman bangkai kapal yang populer. Struktur kapal yang tertutup terumbu karang menghadirkan pemandangan bawah laut yang luar biasa, dan tentu saja, menjadi ‘rumah’ bagi berbagai jenis kehidupan laut, seperi terumbu karang hingga beragam spesies ikan karang.

Singkil, Surga di Selatan Aceh dengan Pesona Alam yang Menakjubkan

Memperihatinkan. Inilah Kondisi Railbus Kertalaya yang Lama Tak Dioperasikan

Masih ingatkah dengan Railbus yang pertama kali dibuat oleh PT INKA untuk Sumatera Selatan? Ya, Railbus Indralaya yang diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin menggunakan perjalanan dari Stasiun Kertapati ke Stasiun Indralaya pulang pergi ini menempuh jarak hanya setengah jam saja. Fyi, dikutip dari laman redigest.web.id, Railbus Kertapati-Indralaya (Kertalaya) merupakan angkutan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan saat itu Syahrial Oesman membeli Railbus ini dari INKA pada tahun 2008. Railbus ini memiliki kapasitas 98 tempat duduk dan dapat mengangkut maksimum 258 orang penumpang. Kereta ini juga nemiliki fitur pendingin udara dan articulated bogie.

Railbus Kertalaya ini terdiri dari 3 kereta dengan konfigurasi MeC-T-Mec yang berarti dua kereta berpenggerak berkabin masinis dan satu kereta pengikut (trailer). Bentuknya yang unik layaknya kereta cepat TGV dari Perancis membuat kereta ini terlihat elegan. Saat Railbus ini beroperasi, penumpang dikenakam tarif tiket sebesar Rp 3.000, dan merupakan harga paling murah untuk melakukan perjalanan setengah jam saja dengan jarak 25,8 km. Perjalanan Kertalaya ini ditempuh dengan kecepatan maksimal 70 km/jam. Dan hanya terdapat 2 perjalanan pulang pergi. Keberangkatan awal dari Stasiun Kertapati pada pukul 07.30 tiba di Stasiun Indralaya pukul 08.05 sedangkan keberangkatan dari Stasiun Indralaya pukul 14.20 dan tiba di Stasiun Kertapati pukul 14.55.

Sayangnya saat rangkaian Kertalaya ini berhenti beroperasi di tahun 2019 dan belum ada perbaikan sama sekali. Kondisi Railbus saat ini pun sangat memprihatinkan dan dibagian tubuh keretanya sendiri ditumbuhi rerumoutan dan semak belukar. Dengan kondisi kereta yang tidak dijalankan, sempat diganti pengoperasiannya dengan layanan bus Transmusi dengan rute yang sama. Alih-alih sedang ramainya beroperasi angkutan bus tersebut, sayang beribu sayang transportasi hanya bertahan di akhir 2019. Sampai saat ini belum diketahui, apakah Railbus ini akan dipergunakan kembali atau tidak, mengingat informasi yang didapat bahwa reaktivasi jalur Kertalaya ini menggunakan rangkaian kereta api yang tidak terpakai. Meski menggunakan rangkaian bekas, namun perjalanan rute Kertapati-Indralaya bisa aktif kembali dan mengantar penumpang dengan jarak yang singkat terutama mahasiswa di Universitas Brawijaya.

(Foto: Afif Abirama)

9 Tahun Lalu, Jalur Kura-kura Dibangun di Bawah Rel Kereta Jepang

Kereta api di Kyoto dan Nara antara tahun 2002 dan 2014 telah mengalami 13 gangguan. Mungkin orang akan berpikir gangguan ini karena masalh sinyal, namun setelah diselidiki, kura-kuralah yang menjadi penyebabnya.

Ini kemudian membuat West Japan Railway Company bekerja sama dengan Suma Aqualife Park di Kobe mencari solusi untuk masalah tersebut. Di mana mereka akhirnya memutuskan untuk membuat terowongan dangkal yang memungkinkan reptile berangkang ini berjalan dengan aman di bawah rel yang sudah ada.

Kura-kura terjebak di jalur kereta Jepang

Terowongan jalur kura-kura ini berbentuk huruf U dan memungkinkan reptil ini menyeberangi rel tanpa terjebak atau tertabrak saat kereta api tengah melintas. Ada lima parit beton berbentuk U yang dibagun di dua stasiun kereta di Prefekur Nara dan sudah menyelamatkan sepuluh nyawa kura-kura yang berharga.

Jalur ini sendiri dekat dengan titik-titik persimpangan yang berbahaya di mana kura-kura sering terperangkap. Pembangunan terowongan untuk jalur kura-kura ini selesai dibuat pada November 2015 silam. Sebagai Tindakan pencegahan tambahan West Japan Railway Company memantau jalur tersebut setiap bulan.

Kura-kura yang ditemukan terjebak di sana kemudian dikirim ke akuarium Suma. Meskipun sistem ini mungkin belum cukup luas untuk menyelamatkan semua kura-kura di Jepang dari bahaya kereta api, setidaknya beberapa reptile bercangkang itu sekarang sudah lebih tenang dan aman.

Untuk diketahui, jalur ini menerima banyak pengunjung reptile selama bulan Mei dan September. Ini karena letaknya tak jauh dari akurium dan lautan.

“Kura-kura tersebut pada dasarnya hanya melakukan kegiatan sehari-hari dan harus menyeberangi rel untuk menuju kolam. Ketika palang pintu bergerak, sayangnya mereka terjepit di antara palang pintu dan mati,” kata juru bicara West Japan Railway Company.

Terowongan ini juga bertujuan untuk mengurangi keterlambatan kereta api setelah kura-kura bertanggung jawab atas 13 gangguan pada layanan kereta api antara tahun 2002 dan 2014 dengan jatuh ke dalam ruang di antara sakelar kereta api dan tergencet, menurut pejabat West Japan Railway Company.

“Mereka dapat menyebabkan penundaan yang lama pada operasi, jadi kami berkonsultasi dengan spesialis kura-kura untuk menemukan cara terbaik untuk membantu mereka,” tambah juru bicara tersebut.

East Japan Railway Resmi Operasikan Kereta Komuter Otomatis di Jalur Terpadat Yamanote Line