Eksistensi Peak Tram Hong Kong, Dulu dan Sekarang!

Meski ada label ‘tram,’ namun Peak Tram di Hong Kong bukanlah trem melainkan kereta kabel yang pertama di Asia dan beroperasi sejak tahun 1888. Tahun 1869, putra dari Ratu Victoria, yakni Alfred merupakan pengunjung pertama dari Kerajaan Inggris yang mengunjungi The Peak.

Baca juga: Mau Melancong ke Hong Kong? Ada 8 Tips Penting untuk Pemula

KabarPenumpang.com melansir dari laman hongkongfp.com, bahwa dengan kehadiran The Peak, penduduk Hong Kong kemudian terburu-buru untuk tinggal di sana dan jumlahnya meningkat menjadi 173.475 pada tahun 1883. Tak hanya itu, beberapa keluarga dari kalangan elit tinggal di kota tersebut dan menjadi rumah bagi The Peak Hotel.

Dulunya, daerah The Peak sebelum hadirnya Peak Tram diakses menggunakan kuda atau kursi tandu. Kemudian pemilik The Peak Hotel dan Scotsman Alexander Findlay Smith merencanakan membuka daerah tersebut dengan sistem tram baru untuk menghubungkan Victoria Gap ke Murray Barracks.

Kemudian Hong Kong High Level Tramways Company berdiri 30 Mei 1888 yang diresmikan oleh Gubernur Hong Kong dan Lady des Voeux. Jalur tram ini sendiri dibangun dengan pembuatannya perpotongan rel di mana setiap potongan relnya memiliki berat 136 kg yang masing-masing memiliki panjang tujuh meter.

Untungnya saat pembukaan tram tersebut berjalan dengan lancar ke Victoria Gab. Pada generasi pertama gerbong tram terbuat dari kayu yang mampu menampung 30 orang dalam tiga kelas. Dua kursi pertama dalam tram tidak bisa digunakan sebelum dua menit keberangkatannya karena memiliki plakat kuning yang bertuliskan di sediakan untuk Gubernur.

Tahun pertama di beroperasi, tram ini sendiri sudah melayani 150 ribu orang. Tram ini tadinya hanya 18 meter dan menambah tinggi hingga 396 meter diatas permukaan laut. Antara 1904 dan 1930, Peak Reservation Ordinance telah menetapkan The Peak sebagai kawasan perumahan eksklusif yang diperuntukkan bagi orang non Cina.

Pada tahun 1924, jalan pertama ke The Peak dibangun dan banyak yang salah sangka seperti menandakan akhir dari layanan tram. Tram dihentikan selama Perang Dunia II Hong Kong karena menjadi ruang mesin yang rusak terkena serangan.

Baca juga: Ternyata, Tidak Hanya Bus yang Bertingkat, Trem Juga!

Jepang menghantam barak-barak di Puncak selama invasi awal sementara Jack Chubb, insinyur pengawas pada waktu itu, menghabiskan berjam-jam memotong kabel penting untuk membuat sistem itu tidak dapat digunakan oleh penjajah. Sistem dibuka kembali setelah perang pada Hari Natal, 1945.

Pada tahun 1959, sebuah tramcar bermesin dengan 72 kursi diperkenalkan. The Peak sendiri telah berkembang dan lebih dari tujuh juta orang mengunjunginya setiap tahun. Diketahui untuk tiketnya sendiri bila membeli hanya perjalanan tram untuk dewasa HK$99 atau Rp182 ribu dan anak-anak $HK47 atau Rp86 ribu.

Saat Nama ‘Muria’ Menggantikan Brand ‘Argo’ Rute Jakarta – Semarang

Penumpang setia kereta api pasti sudah tak asing lagi dengan berbagai macam kereta api dengan rute Jakarta – Semarang, salah satunya yang memiliki brand ‘Argo’. Ya, seperti di ketahui untuk beberapa nama kereta api yang menggunakan nama Argo pada rute tersebut adalah Kereta Api Argo Muria, Kereta Api Argo Sindoro dan Kereta Api Argo Merbabu. Ketiga nama kereta api ini memiliki rute keberangkatan dari Stasiun Gambir hingga Stasiun Semarang Tawang maupun sebaliknya.

Namun, ketiga nama kereta api yang menggunakan nama Argo ini sepertinya segera berakhir. Ya, media sosial resmi PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) telah mengabarkan kalau nama Argo pada rute kereta api yang disebutkan akan ditiadakan. KAI akan mengganti nama pada ketiga KA rute Gambir – Stasiun Semarang Tawang tersebut menggunakan hanya satu nama, yakni KA Muria per Oktober 2026 nanti.

Melalui akun Instagram resmi @kai121_ menyebutkan bahwa Mulai 1 Oktober 2026, perjalanan Semarang Tawang-Gambir PP yang selama ini dilayani oleh KA Argo Muria, KA Argo Sindoro, dan KA Argo Merbabu, akan hadir dengan identitas baru yang lebih sederhana: KA Muria. KAI menyatakan perubahan nama ini menjadi bagian dari penyederhanaan identitas layanan.

Meskipun adanya perubahan nama menjadi KA Muria, masyarakat berharap adanya peningkatan layanan serta pembaruan rangkaian kereta api. Sebagaimana diketahui bahwa masih ada rangkaian kereta yang menggunakan tahun dibawah 2020.

Seperti halnya pada rangkaian KA Argo Merbabu yang rata-rata rangkaiannya masih menggunakan tipe mild steel pembuatan tahun 2016. sedangkan untuk KA Argo Sindoro maupun KA Argo Muria sudah menggunakan rangkaian terbaru yakni jenis stainless steel new generation.

KAI pun menegaskan, penyesuaian ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mengenali layanan rute Gambir – Semarang Tawang pp. Pihak manajemen juga mengimbau kepada calon penumpang agar tidak keliru saat memesan tiket maupun melihat jadwal perjalanan terbaru mendatang.

Dengan perubahan tersebut, masyarakat yang sebelumnya terbiasa menggunakan tiga nama KA tersebut tidak perlu khawatir saat melakukan pemesanan tiket. Jadwal dan perjalanan relasi Semarang Tawang–Gambir tetap dapat diakses melalui kanal resmi KAI dengan identitas baru KA Muria. KAI pun mengingatkan kepada calon penumpang untuk memperhatikan nama kereta saat melakukan pemesanan tiket maupun mengecek jadwal perjalanan mulai Oktober mendatang.

Meskipun adanya perubahan nama yang dilakukan, KAI terus mendorong penataan layanan perjalanan kereta api agar semakin mudah dikenali dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat. Karena perubahan nama ini tentunya mendapat perhatian dari masyarakat, khususnya pengguna kereta api yang rutin melakukan perjalanan antara Semarang dan Jakarta.

Yang Unik dari Stasiun Tawang, Alunan Gambang Semarang Gantikan Bunyi Bel

Ini yang Dilakukan Petugas Periksa Bagian Bawah Kereta Api saat Memasuki Stasiun, Yuk Cari Tahu Alasannya

Pernahkah melihat saat petugas sedang memeriksa menggunakan senter atau lampu penerangan dan menyorot bagian bawah kereta? Ya, biasanya petugas tersebut memeriksa setiap kereta api yang datang dan memasuki stasiun. Hal tersebut terjadi tentunya berulang kali tiap waktu. Yang dilakukan petugas tersebut tentu saja ada fungsi dan kegunaannya.

Ternyata hal tersebut dilakukan untuk pengecekan dan memastikan tidak ada bagian rantai gandengan antar kereta api yang terlepas. Karena bahwa rantai gandengan KA yang terlepas di dalam perjalanan, justru akan membuat rangkaian kereta api mengalami hal yang tidak diduga, salah satunya bisa menyebabkan anjlok pada roda. Sebab rantai gandengan kereta api itu terhubung pada salah satu penambat atau benda lain di jalur kereta api.

Sehingga membuat bagian roda kereta tertarik rantai gandengan yang menempel di penambat atau benda lain di jalur kereta api. Lalu yang terjadi pada roda kereta bisa menyebabkan patah atau roda kereta mengalami anjlok dari kepala rel.

Biasanya petugas yang memeriksa kerap kali menyimak suara lalu lalang kereta api yang melintas sembari menyinari dengan lampu senter atau cahaya penerangan pada lampu yang telah dipasang dipinggir rel dan menyorot setiap kereta yang melintas.

Para petugas juga harus memastikan, bahwa tidak ada rantai gandengan kereta yang terlepas sehingga akan mengeluarkan suara tertentu. Bila itu terjadi, maka petugas akan mengontak pihak stasiun atau pusat kendali kereta api untuk memberitahukan masinis bahwa rantai gandengan kereta terlepas.

Dari hal yang menjamin keselamatan tersebut, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) terus menjaga keandalan operasional kereta api yang setiap hari melayani jutaan penumpang di berbagai daerah. Dalam operasional kereta api, keputusan yang diambil petugas harus cepat, tepat, dan sesuai prosedur.

Tentunya, KAI terus berkomitmen menjaga standar keselamatan dan pelayanan prima bagi seluruh pelanggan. Melalui pemeriksaan sarana yang ketat dan konsisten baik untuk lokomotif, kereta, maupun gerbong, KAI juga berharap dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api.

Lolos Sejumlah Uji Coba, PT KAI Mulai Gunakan Bahan Bakar Biodiesel B20

Berdampak Pada Navigasi, Penerbangan Waspadai Munculnya Gelombang Panas

Pemanasan global jelas membawa implikasi, salah satunya adalah munculnya gelombang panas yang merusak infrastruktur dan membayakan nyawa manusia. Dan belum lama  ini tepatnya di awal musim panas, gelombang panas dirasakan oleh masyarakat Amerika Serikat bagian barat tepatnya di Arizona, Nevada serta California. Gelombang panas ini mencapai suhu 49 derajat Celcius dan memecahkan rekor suhu terpanas di AS sejak 20 tahun terakhir.

Baca juga: Instrument Landing System Memungkinkan Pesawat Mendarat Ketika Berkabut

Selain menyebabkan beberapa kasus kebakaran hutan, faktanya jadwal penerbangan pun harus dibatalkan akibat gelombang panas. Dengan suhu panas yang ekstrim, membuat lebih dari 40 penerbangan pesawat kecil dari Phoenix Sky Harbor International Airports terpaksa dibatalkan.

KabarPenumpang.com melansir dari businessinsider.com, Patrick Smith seorang pilot yang juga blogger dan penulis Cockpit Confidential mengatakan hal yang terkait penerbangan sehingga batal lepas landas atau mendarat karena suhu panas akibat gelombang panas yang ekstrim. Menurutnya, suhu panas yang melebihi batas dapat merusak komponen internal pesawat terbang. Sebab, beberapa pesawat memiliki suhu operasional maksimum.

Dalam prinsip penerbangan, sebenarnya pesawat dapat saja lepas landas dan melayang karena adanya gaya angkat udara, gaya dari gerakan udara di bawah sayap pesawat yang dapat mendorong ke atas. Ketika udara memanas, udara itu mengembang dan molekul udara di bawah sayap pesawat akan lebih sedikit.

Selain itu, dengan kondisi suhu panas yang ekstrim juga membuat pesawat akan semakin sulit untuk mendarat. Smith mengatakan, semakin panas suatu udara maka semakin tipis kepadatan udara sehingga membuat pesawat semakin sulit untuk lepas landas ataupun mendarat dengan aman di landasan pacu. Ini bisa mempengaruhi output mesin serta kemampuan aerodinamika.

Baca juga: Ternyata! Pemanasan Global Berpotensi Merugikan Dunia Penerbangan

“Meningkatkan jarak runway yang dibutuhkan dan mengurangi kinerja pendakian. Oleh karena itu jumlah penumpang dan kargo yang bisa dibawa pesawat seringkali dibatasi saat temperatur sangat tinggi. Ini menyimpulkan satu poin penting, bagi beberapa pesawat usaha untuk terbang dalam kondisi panas ekstrim akan meningkatkan risiko dalam penerbangan,” jelas Smith.

Gelombang panas, belakangan sering terjadi akibat adanya pemanasan global. Beberapa waktu lalu terjadi di India dan membuat jalanan rusak dan tak bisa di gunakan oleh kendaraan manapun.

 

 

Napoli Centrale Railway Station, Salah Satu Gerbang Pelancong Menuju Pulau Capri

Selain Colosseum dan Menara Pisa, bisakah Anda sebutkan destinasi wisata favorit yang ada di Italia? Mungkin beberapa dari Anda akan menjawab Pantheon (kuil peninggalan kekaisaran Romawi), Trevi Fountain, dan Piazza Novona yang terkenal sebagai alun-alun besar nan sangat indah di pusat kota Roma. Namun ada satu destinasi wisata lain yan terlewatkan oleh Anda. Ya, Pulau Capri!

Baca Juga: 10 Tips Menikmati Perjalanan dengan Kereta di Eropa

Seperti dalam video yang diunggah KabarPenumpang.com ke laman Youtube, terlihat keindahan Pulau Capri yang dipenuhi oleh ratusan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Para pengunjung dapat menikmati pemandangan yang mempesona, reruntuhan dari jaman Romawi, hingga menikmati penganan khas Italia di sana.

Untuk sampai ke pulau ini, Anda semua memang harus menggunakan speedboat. Namun sebelum tiba di pelabuhan, Anda disarankan untuk menggunakan kereta karena ini merupakan salah satu moda favorit para pelancong sebelum berkunjung ke Pulau Capri. Semisal Anda menggunakan kereta, Anda akan turun di Napoli Centrale Railway Station, stasiun kereta terbesar ke enam di daratan Italia.

Stasiun utama di kota Napoli ini sendiri terletak di sebelah Piazza Garibaldi, di sebelah timur kota tua. Terdapat 25 jalur kereta di stasiun ini, termasuk jalur kereta cepat Roma – Naples dan beberapa jalur kereta konvensional lain seperti Roma – Cassino – Naples dan Roma – Formia – Naples Direttissima yang dibuka pada tahun 1927 silam. Adapun jalur yang paling baru di stasiun ini adalah jalur kereta cepat Naples – Salerno yang melayani perjalanan jarak jauh.

Stasiun ini sendiri pertama kali dibangun pada tahun 1866 dan dirancang oleh seorang arsitek berkebangsaan Italia yang bernama Enrico Alvino. Namun seiring berkembangnya jaman, perubahan di segala aspekpun tak bisa dipungkiri. Sejumlah renovasi pun terus dilakukan hingga saat ini.

Bangunan stasiun yang kita lihat saat ini dirancang oleh Pier Luigi Nervi, Carlo Cocchia, Massimo Battaglini, Bruno Zevi, Giulio De Luca, Luigi Piccinato dan Joseph Vaccaro pada tahun 1954 silam. Enam tahun berselang setelah pembangunan, stasiun ini pun rampung dan berdiri kokoh hingga saat ini. Belakangan, sejumlah renovasi di fisik stasiun ini pun kembali diberlakukan.

Selain lokasinya yang tidak terlalu jauh dari pelabuhan menuju Pulau Capri, banyaknya destinasi yang bisa dituju melalui stasiun ini diperkirakan menjadi alasan lain dibalik angka perjalanan 50 juta penumpang setiap tahunnya.

Menggunakan Kereta Api Ternyata Memiliki Kelebihan dan Kekurangannya, Yuk Temukan Faktanya Disini

Transportasi di Indonesia tentu berbagai pilihan untuk masyarakat. Yang pasti kenyamanan dan praktis itulah yang di pilih serta bisa menikmati perjalanan dengan fasilitas yang nyaman. Salah satunya tentu pada kereta api. Saat ini kereta api memang menjadi pilihan utama yang membuat masyarakat lebih mudah dan tentunya lebih menjanjikan saat tiba di tujuan sesuai waktu yang diinginkan.

Transportasi berbasis rel ini jika dilihat selama beberapa tahun terakhir mulai meningkatkan pelayanannya. Tentunya bisa diharapkan dapat menarik para penumpang agar dapat menggunakan jasa transportasi kereta api dalam melakukan perjalanan ke berbagai kota di jalur yang dilalui. Nah, tentunya menggunakan kereta api selain memiliki kelebihan, ternyata ada juga kekurangan saat menggunakan transportasi kereta api, kira-kira apa saja ya? Yuk temukan faktanya.

Kelebihan saat Menggunakan Kereta Api
Kelebihan dari kereta api tentunya memiliki daya angkut penumpang yang lebih banyak. Biasanya dalam satu rangkaian kereta api terdapat lebih dari 5 unit kereta. Selain itu, saat ini kecepatan kereta api pada lintas di wilayah tertentu tentunya pada jalur yang lurus dan rata memiliki kecepatan maksimal 100 km/jam.

Selain itu, tentu kelebihan lainnya terasa lebih nyaman. Walaupun sebenarnya rasa nyaman untuk setiap orang beda-beda. Akan tetapi secara keseluruhan transportasi kereta api ini cukuplah membuat penumpang merasa nyaman dalam perjalanan. Di setiap rangkaian kereta api disediakan toilet, Air conditioner (AC), tempat duduk yang cukup nyaman, serta stop kontak untuk kebutuhan pengisian daya ponsel tetap bisa digunakan.

Lapar? Tentu tak perlu khawatir dalam pemesan makanan walaupun saat kereta api masih dalam perjalanan. Prama dan prami kereta api yang berkeliling rangkaian kereta api dan pastinya menawarkan makanan. Selain makanan, mereka juga menawarkan bantal serta selimut untuk menemani perjalanan anda. Atau jika ingin menikmati suasana di kereta restorasi, penumpang bisa berjalan menuju kereta khusus restorasi yang biasanya berada di bagian tengah rangkaian kereta api. Tentunya dengan menu-menu yang disukai para penumpang kereta api mulai dari makanan ringan maupun makanan berat yang membikin kenyang.

Kekurangan saat Menggunakan Kereta Api
Selain kelebihan yang didapat, tentu kekurangan saat naik kereta api pernah dirasakan. Selain kenyamanan yang didapat, pastinya pernah merasakan hal yang membuat bosan bahkan terkadang membuat jengkel dengan hal yang tidak terduga terjadi. Nah, bagi sebagian masyarakat kekurangan yang dirasakannya antara lain harga tiket yang cukup mahal. Walaupun begitu mungkin setimpal dengan pelayanan yang diberikan PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) selama perjalanan di kereta api.

Kekurangan lainnya adalah jadwal transportasi ini akan sedikit terganggu apabila di daerah sekitar rel kereta yang dilalui terjadi bencana alam. Seperti banjir, tanah longsor, kecelakaan, dan lain sebagainya. Hal ini akan mengakibatkan jadwal yang telah terjadwal dengan baik akan berubah dan mungkin akan terjadi keterlambatan kedatangan kereta api. Ketiga yakni sulitnya mendapatkan tiket di hari-hari besar seperti menjalang hari Lebaran, hari Liburan Natal, tahun baru dan lain-lain.

Nah, itulah kelebihan serta kekurangan transportasi dari kereta api. Semoga kedepannya moda transportasi ini terus menjadi lebih baik dan tetap bisa digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dan tentunya menggunakan kereta api lebih praktis dan nyaman dengan berbagai fasilitas yang diberikan kepada penumpang.

Lebih Enak Mana, Naik Kereta Api Jalur Selatan atau Jalur Utara?

Siap Beroperasi Akhir Agustus 2026, Ini Jadwal Operasional LRT Jakarta Velodrome – Manggarai

Light Rapid Transit (LRT) Jakarta akan beroperasi pada akhir Agustus 2026 mendatang. Tentunya masyarakat akan dibuat nyaman dan praktis dalam menggunakan transportasi LRT Jakarta ini dengan waktu yang lebih singkat. Seperti diketahui, rute yang di lintasi mulai dari Stasiun Velodrome menuju Stasiun Manggarai.

Tentunya langkah ini menandai semakin dekatnya pengoperasian rute tersebut yang tentunya saat ini telah memasuki tahap akhir pengerjaan. Pengerjaan difokuskan pada penyelesaian sistem persinyalan di beberapa titik strategis yang ditargetkan rampung sepenuhnya pada 20 Agustus 2026.

Perpanjangan rute Fase 1B ini membentang sepanjang 6,4 kilometer dari Stasiun Velodrome hingga Manggarai. Kehadiran rute baru ini menambah stasiun-stasiun baru yang siap melayani masyarakat mulai dari Stasiun Velodrome, Stasiun Rawamangun, Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai.

Kehadiran Stasiun Manggarai menjadi fokus utama dalam proyek ini. Kawasan Manggarai diproyeksikan sebagai pusat integrasi transportasi massal yang menghubungkan LRT Jakarta dengan berbagai moda transportasi publik lainnya, khususnya KRL Commuter Line.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan LRT Jakarta akan melayani penumpang setiap hari dengan waktu operasional mulai pagi hingga tengah malam. Ia mengatakan, layanan LRT akan dimulai pukul 05.00 WIB dan berakhir pada pukul 24.00 WIB. Pola operasional tersebut diharapkan mampu menjadikan LRT sebagai salah satu tulang punggung baru transportasi publik di Ibu Kota.

Menurut Pramono, pengoperasian dengan waktu layanan yang panjang akan memberikan lebih banyak pilihan mobilitas bagi masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di sejumlah kawasan yang terhubung dengan jalur LRT. Tentunya, perpanjangan rute hingga Manggarai berpotensi bisa meningkatkan jumlah pengguna secara signifikan.

Pramono menambahkan bahwa jika sebelumnya jumlah penumpang dari kawasan Kelapa Gading atau Pegangsaan Dua menuju Velodrome berada di kisaran 4.000 orang per hari, jumlah tersebut diperkirakan melonjak menjadi sekitar 60 ribu penumpang per hari pada tahap awal.

Sejumlah pekerjaan akhir masih dilakukan, terutama penyelesaian sistem persinyalan di beberapa titik yang ditargetkan rampung pada 20 Agustus. Selain memastikan kesiapan pengoperasian hingga Manggarai, Pemprov DKI juga menyiapkan rencana pengembangan jalur menuju Dukuh Atas.

Selain memastikan kesiapan pengoperasian hingga Manggarai, Pemprov DKI juga menyiapkan rencana pengembangan jalur menuju Dukuh Atas. Pramono mengatakan pembangunan trase Manggarai-Dukuh Atas ditargetkan mulai tahun depan. Menurutnya, anggaran untuk pembangunan tersebut telah disiapkan.

Dengan pengembangan jaringan tersebut, LRT Jakarta diharapkan mampu memperluas konektivitas transportasi massal dari Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Pusat. Selain itu, perluasan jaringan LRT akan semakin memperkuat integrasi transportasi publik dan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta

Bikin Geli, Inilah Kumpulan Gaya Tidur Penumpang di Kereta Komuter Lokal

Sebagai salah satu tulang punggung transportasi di kota-kota besar, sudah selayaknya apabila kereta komuter lokal selalu dipadati oleh penumpang – terutama di jam-jam sibuk. Ketika pagi hari, rasa kantuk yang masih menggelayuti mata agaknya enggan berpaling dari empuknya kasur di rumah. Pun ketika jam pulang kerja menjelang, rasa lelah setelah seharian bekerja seolah sangat setia menemani hingga tubuh menyentuh kasur kembali. Maka tak heran, jika di dalam kereta banyak ditemukan penumpang-penumpang yang ketiduran atau memang sengaja tidur untuk memulihkan kondisi fisik.

Baca Juga: Beginilah Gaya Tidur Penumpang Kereta Komuter di Jepang

Namun jika diperhatikan lebih jauh lagi, gaya tidur dari setiap penumpang ini memiliki ciri khasnya masing-masing. Mulai dari menutupi mulut dengan menggunakan masker, hingga bersandar ke penumpang yang ada di sebelahnya. Hhmmm, kira-kira apa saja ya gaya tidur dari para penumpang kereta ini? Berikut KabarPenumpang.com sarikan sejumlah gaya unik penumpang saat tidur di kereta, dirangkum dari berbagai laman sumber.

Sebagai pembuka, foto-foto ini tidak hanya diambil dari Commuter Line Jabodetabek saja, ya!

Ditutupi Rambut

Sumber: brilio

Wah, kalau mbak-nya ini sih bukan cuma tidur di kereta saja, tapi sambil menakut-nakuti penumpang lainnya ya! Hihihi

Pakai Masker

Sumber: brilio


Ini merupakan gaya paling old school yang dapat Anda temui di kereta. Tapi, kenapa mas-nya memilih model masker seperti mulut sedang tersenyum ya?

Tidur Gaya Maling Keciduk

Sumber: brilio

Yang Anda lihat di foto ini bukanlah copet yang ketangkap basah tengah beraksi, melainkan seorang penumpang yang tengah merajut mimpi. Mungkin penumpang ini tidak suka tidur dalam kondisi yang terang benderang, makanya ditutupi dengan sarung!

Ditutupi Jaket

Sumber: brilio

Sama seperti gambar di atas, mungkin penumpang ini tidak suka tidur dalam kondisi ruangan yang terang.

Tidur Berdiri!

Sumber: twitter

Wah, kalau bisa tidur sambil berdiri seperti penumpang ini sih artinya ia sudah kelelahan sekali ya!

Baca Juga: Tak Dapat Kursi Tidur, Penumpang ini Justru Beli Enam Tiket untuk Tiga Orang

Bersandar ke Penumpang Lain

sumber: istimewa

Saking lelahnya, terkadang penumpang yang tidur di kereta tidak lagi memperhatikan kondisi di sekitarnya. Sama seperti penumpang yang satu ini! Duh mas, kan kasian penumpang yang disebelahnya itu.

Buku yang Ampuh!

Sumber: tribun

Gambar ini diambil dari komuter di luar negeri, dimana ada seorang penumpang wanita tertidur ketika tengah membaca buku “How To Sleep Well”. Wah, ampuh sekali ya bukunya!

Setelah Mati Suri 35 Tahun, Somali Airlines Siap Terbang Kembali Bulan Depan

Maskapai penerbangan nasional Somalia, Somali Airlines (juga dikenal sebagai Somali Air), dipastikan bakal kembali mengangkut penumpang secara reguler mulai bulan depan. Pengumuman bersejarah ini menandai berakhirnya masa “mati suri” sang flag carrier selama kurang lebih 35 tahun pasca-terhentinya seluruh operasional armada akibat kecamuk perang saudara yang melanda negara di Tanduk Afrika tersebut pada era 1990-an.

Kabar kebangkitan maskapai ini disampaikan langsung oleh Pemerintah Somalia. Usaha untuk menghidupkan kembali Somali Airlines sebenarnya telah diupayakan oleh pemerintah setempat sejak lebih dari satu dekade lalu. Namun, komitmen konkret baru benar-benar terealisasi pada tahun 2025 lalu melalui Kementerian Transportasi dan Penerbangan Sipil Somalia yang menunjuk CEO baru serta memesan dua unit pesawat jenis Airbus A320 untuk memulai kembali operasi penerbangannya.

Meski rute-rute pasti yang akan dilayani belum diumumkan secara terperinci, Somali Airlines dipastikan akan menjadikan Bandara Internasional Mogadishu sebagai pangkalan operasional utamanya (hub). Kembalinya maskapai negara ini menjadi angin segar bagi industri penerbangan Somalia yang selama tiga dekade terakhir hanya diisi oleh maskapai-maskapai swasta skala kecil yang dominan melayani rute domestik dan regional terbatas.

Didirikan pertama kali pada dekade 1960-an, Somali Airlines pada masa kejayaannya memiliki jaringan rute internasional yang cukup luas hingga ke Frankfurt, Kairo, Seychelles, dan Dubai. Sejarah armadanya pun cukup beragam, dimulai dari pesawat Douglas DC-3, Boeing 707, Boeing 720, hingga Airbus A310. Operasional maskapai ini terhenti total pada tahun 1991 tatkala rezim Presiden Siad Barre runtuh dalam gejolak perang saudara.

Kembalinya Somali Airlines melintasi angkasa tidak hanya menjadi momentum penting bagi kebangkitan konektivitas udara nasional Somalia, tetapi juga dianggap sebagai simbol dari stabilitas politik dan keamanan yang secara bertahap mulai membaik di bawah kendali pemerintah pusat. Bagi masyarakat Somalia dan wisatawan internasional, kehadiran kembali penerbangan nasional ini diharapkan mampu membuka gerbang konektivitas global yang jauh lebih luas dan terjangkau.

30 Tahun Mangkrak Akibat Perang Saudara, Layanan ATC Bandara Somalia Kembali Beroperasi

Menembus 4.800 Km: Melihat Lebih Dekat Mahakarya Jalan Tol Raksasa Cina Pesisir Hingga Gurun Gobi

Cina kembali menegaskan posisinya sebagai raksasa infrastruktur dunia melalui bentangan jaringan jalan nasional yang luar biasa pesat dan masif. Salah satu pencapaian yang paling mengagumkan adalah koridor darat raksasa yang membentang sepanjang 4.800 kilometer—menghubungkan wilayah pesisir timur yang makmur di Provinsi Zhejiang hingga ke hamparan Gurun Gobi yang ganas di Xinjiang. Rute trans-kontinental ini bukan sekadar garis di atas peta, melainkan simbol keunggulan rekayasa teknik sipil modern yang mampu menaklukkan berbagai medan ekstrem di kawasan Asia Timur.

Perjalanan melintasi rute raksasa ini menawarkan kontras lanskap geografis yang spektakuler. Memulai titik dari wilayah pesisir Zhejiang yang subur dan padat penduduk, jalan ini secara bertahap merayap naik menembus pegunungan terjal, membelah cekungan-cekungan basin raksasa, hingga akhirnya berakhir di lanskap tak bertepi Gurun Gobi di wilayah paling barat Cina.

Menghubungkan pusat ekonomi pesisir dengan kawasan pedalaman terisolasi memerlukan keberanian rekayasa, di mana para insinyur harus membangun ribuan jembatan layang (viaduct) dan terowongan menembus perut bumi untuk menjaga konektivitas jalan tetap stabil sepanjang tahun.

Tantangan terbesar dari pembangunannya terletak pada keanekaragaman geologi dan iklim yang dihadapi di sepanjang lintasan. Para pekerja proyek harus berhadapan dengan area rawan gempa, perubahan suhu ekstrem antara musim dingin dan musim panas, hingga ancaman badai pasir di wilayah gurun.

Namun, berkat penerapan teknologi pemancangan jembatan canggih, mesin bor terowongan (Tunnel Boring Machine/TBM) raksasa, serta teknik stabilisasi tanah gurun, rute ini berhasil direalisasikan dan beroperasi secara efisien untuk mendukung mobilitas logistik nasional.

Secara strategis, konektivitas darat sepanjang 4.800 km ini memegang peranan vital dalam mengakselerasi perekonomian daerah. Aksesibilitas yang semakin cepat memangkas waktu tempuh distribusi barang dari pusat manufaktur di timur menuju wilayah barat yang kaya akan sumber daya alam, sekaligus memperkuat koridor perdagangan internasional Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative).

Bagi para pengguna jalan dan pencinta perjalanan darat, bentangan infrastruktur masif ini juga menyajikan pengalaman lintas samudera darat yang memperlihatkan keindahan alam sekaligus keajaiban teknik transportasi modern Cina.

Proyek Jalan Tol 40 Km UEA-Qatar Resmi Dimulai Setelah Dua Dekade Tertunda