Maskapai penerbangan nasional Somalia, Somali Airlines (juga dikenal sebagai Somali Air), dipastikan bakal kembali mengangkut penumpang secara reguler mulai bulan depan. Pengumuman bersejarah ini menandai berakhirnya masa “mati suri” sang flag carrier selama kurang lebih 35 tahun pasca-terhentinya seluruh operasional armada akibat kecamuk perang saudara yang melanda negara di Tanduk Afrika tersebut pada era 1990-an.
Kabar kebangkitan maskapai ini disampaikan langsung oleh Pemerintah Somalia. Usaha untuk menghidupkan kembali Somali Airlines sebenarnya telah diupayakan oleh pemerintah setempat sejak lebih dari satu dekade lalu. Namun, komitmen konkret baru benar-benar terealisasi pada tahun 2025 lalu melalui Kementerian Transportasi dan Penerbangan Sipil Somalia yang menunjuk CEO baru serta memesan dua unit pesawat jenis Airbus A320 untuk memulai kembali operasi penerbangannya.
Meski rute-rute pasti yang akan dilayani belum diumumkan secara terperinci, Somali Airlines dipastikan akan menjadikan Bandara Internasional Mogadishu sebagai pangkalan operasional utamanya (hub). Kembalinya maskapai negara ini menjadi angin segar bagi industri penerbangan Somalia yang selama tiga dekade terakhir hanya diisi oleh maskapai-maskapai swasta skala kecil yang dominan melayani rute domestik dan regional terbatas.
Didirikan pertama kali pada dekade 1960-an, Somali Airlines pada masa kejayaannya memiliki jaringan rute internasional yang cukup luas hingga ke Frankfurt, Kairo, Seychelles, dan Dubai. Sejarah armadanya pun cukup beragam, dimulai dari pesawat Douglas DC-3, Boeing 707, Boeing 720, hingga Airbus A310. Operasional maskapai ini terhenti total pada tahun 1991 tatkala rezim Presiden Siad Barre runtuh dalam gejolak perang saudara.
Kembalinya Somali Airlines melintasi angkasa tidak hanya menjadi momentum penting bagi kebangkitan konektivitas udara nasional Somalia, tetapi juga dianggap sebagai simbol dari stabilitas politik dan keamanan yang secara bertahap mulai membaik di bawah kendali pemerintah pusat. Bagi masyarakat Somalia dan wisatawan internasional, kehadiran kembali penerbangan nasional ini diharapkan mampu membuka gerbang konektivitas global yang jauh lebih luas dan terjangkau.
30 Tahun Mangkrak Akibat Perang Saudara, Layanan ATC Bandara Somalia Kembali Beroperasi
