Light Rapid Transit (LRT) Jakarta akan beroperasi pada akhir Agustus 2026 mendatang. Tentunya masyarakat akan dibuat nyaman dan praktis dalam menggunakan transportasi LRT Jakarta ini dengan waktu yang lebih singkat. Seperti diketahui, rute yang di lintasi mulai dari Stasiun Velodrome menuju Stasiun Manggarai.
Tentunya langkah ini menandai semakin dekatnya pengoperasian rute tersebut yang tentunya saat ini telah memasuki tahap akhir pengerjaan. Pengerjaan difokuskan pada penyelesaian sistem persinyalan di beberapa titik strategis yang ditargetkan rampung sepenuhnya pada 20 Agustus 2026.
Perpanjangan rute Fase 1B ini membentang sepanjang 6,4 kilometer dari Stasiun Velodrome hingga Manggarai. Kehadiran rute baru ini menambah stasiun-stasiun baru yang siap melayani masyarakat mulai dari Stasiun Velodrome, Stasiun Rawamangun, Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai.
Kehadiran Stasiun Manggarai menjadi fokus utama dalam proyek ini. Kawasan Manggarai diproyeksikan sebagai pusat integrasi transportasi massal yang menghubungkan LRT Jakarta dengan berbagai moda transportasi publik lainnya, khususnya KRL Commuter Line.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan LRT Jakarta akan melayani penumpang setiap hari dengan waktu operasional mulai pagi hingga tengah malam. Ia mengatakan, layanan LRT akan dimulai pukul 05.00 WIB dan berakhir pada pukul 24.00 WIB. Pola operasional tersebut diharapkan mampu menjadikan LRT sebagai salah satu tulang punggung baru transportasi publik di Ibu Kota.
Menurut Pramono, pengoperasian dengan waktu layanan yang panjang akan memberikan lebih banyak pilihan mobilitas bagi masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di sejumlah kawasan yang terhubung dengan jalur LRT. Tentunya, perpanjangan rute hingga Manggarai berpotensi bisa meningkatkan jumlah pengguna secara signifikan.
Pramono menambahkan bahwa jika sebelumnya jumlah penumpang dari kawasan Kelapa Gading atau Pegangsaan Dua menuju Velodrome berada di kisaran 4.000 orang per hari, jumlah tersebut diperkirakan melonjak menjadi sekitar 60 ribu penumpang per hari pada tahap awal.
Sejumlah pekerjaan akhir masih dilakukan, terutama penyelesaian sistem persinyalan di beberapa titik yang ditargetkan rampung pada 20 Agustus. Selain memastikan kesiapan pengoperasian hingga Manggarai, Pemprov DKI juga menyiapkan rencana pengembangan jalur menuju Dukuh Atas.
Selain memastikan kesiapan pengoperasian hingga Manggarai, Pemprov DKI juga menyiapkan rencana pengembangan jalur menuju Dukuh Atas. Pramono mengatakan pembangunan trase Manggarai-Dukuh Atas ditargetkan mulai tahun depan. Menurutnya, anggaran untuk pembangunan tersebut telah disiapkan.
Dengan pengembangan jaringan tersebut, LRT Jakarta diharapkan mampu memperluas konektivitas transportasi massal dari Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Pusat. Selain itu, perluasan jaringan LRT akan semakin memperkuat integrasi transportasi publik dan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta
