Bertha, Mesin Bor Raksasa Yang Pernah Terperangkap di Bawah Tanah Seattle

Ketika pengerjaan Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta menggunakan empat buah Tunnel Boring Machines (TBM) mesin bor raksasa yang bernama Mustikabumi, Mustikabumi II, Antareja, dan Antareja II yang digunakan untuk “melubangi” bagian bawah tanah sebagai penunjang pra-sarana dari pengadaan kereta bawah tanah tersebut, lain ceritanya dengan Bertha, sebuah mesin bor raksasa yang dikenal sebagai mesin bor terbesar yang ada di dunia.

Baca juga: Proyek MRT – Bor Mustikabumi Telah Tiba di Stasiun Setiabudi

Layaknya sebuah mesin bor pada umumnya, Bertha memiliki sebuah mata bor yang menyesuaikan dengan ukuran dari mesin penggeraknya itu sendiri. Dengan berat mata bor mencapai 2000 ton dan dilapisi oleh 260 gerigi yang teruat dari baja, Bertha dirancang untuk memecah tanah lunak dan menyalurkannya melalui celah di dalam pemotong, atau menggiling batu-batu besar. Untuk menggerakkan bor raksasa ini, daya listrik yang dibutuhkan adalah sekitar 18.600kW.

Dalam melakukan pengeboran, keberadaan air memegang peranan penting. Apabila kadar airnya cukup, maka mesin dapat menggali tanah lebih mudah. Sedangkan jika kadar airnya berlebih, maka tanah yang sudah masuk ke dalam pipa pembuangan akan berubah menjadi lumpur dan dikhawatirkan akan mengendap di saluran pembuangan.

Sumber: newatlas.com

Nama Bertha sendiri diadopsi dari nama walikota perempuan pertama di Seattle, Bertha Knight Landes. Mesin bor raksasa yang memilki panjang 100 meter dan berat hampir 7000 ton ini dibuat oleh Hitachi Zosen Works Sakai di Osaka, Jepang yang diperuntukkan khusus untuk Washington State Department of Transportation’s (WSDOT). Walaupun mesin bor raksasa ini buatan Jepang, namun proses perakitan dilakukan di Seattle dan rampung pada Juni 2013 setelah memakan waktu pembuatan kurang lebih selama dua tahun. Sebulan berselang, Bertha mulai melakukan penggalian pertamanya dalam proyek Alaskan Way Viaduct.

Alaskan Way Viaduct merupakan sebuah proyek pengadaan jalan bebas hambatan bawah tanah yang menghubungkan SoDo di Seattle dengan South Lake Union di sebelah utara. Nantinya, jalur dua tingkat di bawah tanah ini memuat State Route 99 atau yang lebih dikenal sebagai Pacific Highway.  Uniknya, Pengeboran dimulai pada 30 Juli 2013, dengan mesin awalnya dijadwalkan untuk menyelesaikan terowongan pada bulan Desember 2015.

Namun, perjalanan Bertha tidak selalu semulus, terbukti pada saat melakukan pengeboran pada proyek Alaskan Way Viaduct, para petugas yang mengendalikan Bertha menemukan adanya peningkatan temperatur yang mengakibatkan mesin tersebut rusak setelah mencapai kedalaman 1000 kaki atau setara dengan 304,8 m. Akibatnya, pengeboran tersebut sempat tertunda akibat Bertha yang menyangkut di bawah kota Seattle. Selang dua tahun setelahnya, tepatnya pada 30 Maret 2015, para pekerja berhasil mengeluarkan mesin bor raksasa tersebut dari dalam perut bumi.

Setelah kejadian tersebut, Bertha mengalami perbaikan atas kerusakan yang dialaminya, dan kembali melanjutkan pengeboran pada Januari 2016. Namun, pekerjaan Bertha kembali mengalami penundaan karena tongkang yang ditambatkan di dermaga Elliott Bay rusak dan lubang pembuangan dibuka di dekat lokasi proyek. Tidak hanya sampai di situ, Bertha kembali mengalami banyak kendala hiingga akhirnya pengeboran tersebut rampung pada 4 April 2017 kemarin.

Walaupun ukuran dari Bertha yang bisa dibilang sangat besar, namun mesin bor ini dikendalikan oleh 25 orang saja dan terkendali dari satu ruang kontrol yang berada di dalamnya. Karena besarnya alat ini, kecepatan yng dapat ditempuh oleh Bertha hanyalah 12 meter/hari, jadi bukanlah menjadi sebuah fakta yang mencengangkan ketika mesin bor raksasa ini membutuhkan tenaga lebih dari 25 ribu horse power.

Duh! Petugas Bus Ini Tendang Penumpangnya, Kenapa Ya?

Sebuah kejadian tidak mengenakkan terjadi di Amerika, tepatnya di dalam sebuah bus Montgomery County. Menurut kabar yang dilansir dari laman fox5dc.com pada Senin (17/4/2017) silam, seorang penumpang bus yang terlihat menggunakan sebuah tongkat ditendang oleh petugas bus tersebut. Sebelumnya, memang ada perdebatan yang cukup serius diantara mereka berdua.

Kejadian yang sempat menjadi viral ini terjadi pada bulan Maret 2017 lalu, dimana seorang penumpang yang bernama Brian Betancur terlibat perdebatan dengan petugas bus Ride On yang disinyalir bernama Leslie St. Lewis. Dalam sebuah rekaman yang didapat dari seorang penumpang, Betancur melontarkan beberapa kata kasar pada St. Lewis sebelum akhirnya ia berbalik arah dan melangkah pergi. Tidak terima dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Betancur, St. Lewis lalu menendang Betancur hingga ia tersungkur. Sesaat berselang, Betancur naik darah dan melemparkan tongkatnya kea rah St. Lewis dan perkelahianpun tidak bisa terelakkan.

Mendengar kejadian tersebut, Juru Bicara dari pihak Montgomery County, Esther Bowring, mengatakan St. Lewis tengah melakukan pengawasan terhadap pengemudi baru dari bus tersebut. Ia menambahkan, dengan berjalannya pemeriksaan lebih lanjut terhadap kasus ini tidak membuat St. Lewis lantas dikeluarkan dari pekerjaannya, hanya saja ia dilarang untuk mengemudi untuk beberapa saat. Sementara Betancur dicekal untuk tidak naik bus tersebut dalam kurun waktu 90 hari terhitung setelah kejadian perkelahian itu terjadi.

Sumber: fox5dc.com

Menurut keterangan dari Esther, Betancur  marah ketika ia telah lama menunggu bus namun bus tersebut tidak berhenti di halte tempat ia hendak turun. “Sudah menunggu kurang lebih 45 menit,” tuturnya kepada fox5dc.com. Lanjutnya, Betancur bergegas naik ke dalam bus dan menanyakan nama dari St. Lewis, namun St. Lewis menolak untuk memberitahukannya. Kekecewaan Betancur ternyata tidak hanya sampai di situ, ketika ia berusaha untuk mencari tempat duduk, sekilas ia mendengar St. Lewis mengatakan sesuatu yang tidak mengenakkan tentang Ibunya. Sontak, ia langsung menghampiri St. Lewis lalu memakinya dengan umpatan-umpatan kasar sebeum akhirnya kejadian penendangan dan perkelahian tersebut terjadi.

Menurut keterangan yang diperoleh dari korban dari kejadian ini, yaitu Betancur, ia tidak setuju dengan pendapat orang-orang yang mengatakan ia bukanlah korban sesungguhnya akibat kejadian ini, karena ia terlebih dahulu melontarkan kata-kata yang tidak sopan tersebut kepada St. Lewis. “Apabila mereka beranggapan seperti itu, maka mereka salah besar,” ungkapnya. Walaupun pada akhirnya, Betancur mengakui bahwa tindakannya tersebut salah. “Seharusnya saya menghiraukan orang seperti dia,” tambahnya.

Kini, Betancur harus mengalami luka yang lebih serius pada bagian lututnya akibat insiden tersebut. Sebelumnya, Betancur disinyalir tengah mengalami masalah lututnya yang mengharuskan ia menggunakan tongkat penopang. Parahnya lagi, cidera yang ia alami memaksanya untuk absen selama beberapa hari dari pekerjaannya di bagian furnitur jok, karena ia dituntut untuk mengangkat benda berat di pekerjaannya. Sedangkan dari sisi penumpang, mereka enggan memisahkan kedua orang tersebut karena keduanya sama-sama tidak menunjukkan sikap saling menghargai.

Mendebarkan! Pesawat Ini Landing Tanpa Roda

Sebuah peswat jet pribadi melakukan pendaratan darurat di Florida, Amerika Serikat pada Sabtu (29/4/2017) setelah roda sebelah kirinya dinyatakan hilang. Dalam video yang menampilkan cuplikan  mengenai pendaratan darurat tersebut diunggah ke situs jejaring sosial Facebook dan sudah ditonton lebih dari 200.000 kali sejak diunggah. Dalam cuplikan video tersebut, terlihat pesawat meluncur di atas landas pacu Bandara Internasional Sarasota Bradenton, Florida dan mengeluarkan percikan api akibat gesekan yang terjadi antara besi penyangga roda dan aspal.

Menurut data yang diwartakan oleh The Independent, Pihak Bandara Sarasota Bradenton menerima sebuah panggilan darurat dari pilot pesawat nahas tersebut sekitar pukul 5 sore. Pesawat dari penerbangan charter Westwind dengan nomor penerbangan IAI 1124 tersebut dijadwalkan untuk mendarat di Bandara Tampa, Florida pada pukul 6 sore, namun, menyadari adanya masalah pada pesawat, sang pilot kemudian membuat panggilan pada bandara terdekat dan meminta ijin pada bandara terdekat untuk melakukan pendaratan darurat.

Setelah permohonan ijin dikabulkan, sang pilot lantas tidak langsung mendaratkan pesawatnya, namun lebih memilih untuk mengudara beberapa saat, ini bertujuan untuk menghabiskan bahan bakar guna menghindari terjadinya kebakaran yang memungkinkan memakan korban jiwa. Setelah bahan bakar dirasa cukup terkuras, pendaratan daruratpun dilakukan. Walaupun sedikit mengalami kesulitan dalam mendaratkannya, ketiga penumpang dan sang pilot dalam maskapai tersebut tidak mengalami luka, serta pesawat mengalami kerusakan yang tidak terlalu parah. Pilot Leasing Inc. Mr John, selaku pemilik pesawat tersebut mengatakan petugas bandara di Belize masih mencari roda pesawat yang hilang.

Sumber: Youtube.com

Kasus ban pesawat yang lepas di Florida ini tentu sedikit mengingatkan Anda tentang kejadian serupa yang menimpa Trigana Air pada 12 Oktober 2011 silam. Pesawat dengan jenis ATR 42 yang baru saja lepas landas dari Bandara Sentani, Jayapura pada pukul 10.00 WIT terpaksa membatalkan keberangkatannya karena ban maskapai yang berisikan 30 penumpang tersebut lepas. Pesawat yang hendak bertolak menuju Wamena tersebut kemudian mengitari langit Jayapura guna menghabiskan bahan bakar agar mengurangi resiko terbakarnya badan pesawat akibat percikan api yang ditimbulkan saat melakukan pendaratan darurat.

Dilansir dari laman okezone.com (12/10/2011), manajer Trigana Air Service pada masa itu, Bustomi Eka Prayitno menegaskan insiden tersebut murni kesalahan teknis. “Pesawat yang akan terbang harusnya diperiksa teknisi entah mengapa tiba-tiba insiden terjadi,” ungkapnya. Ia menambahkan pesawat berhasil melakukan pendaratan dan tidak ada korban jiwa dari insiden menegangkan tersebut. Berbeda dengan kasus yang dialami oleh Westwind di atas, roda dari Trigana Air jatuh masih di area bandara dan tidak membahayakan orang lain. Pesawat yang mengalami kerusakan ringan tersebut lalu dibawa ke apron untuk mendapatkan perbaikan.

Sementara itu, kendati selamat dari tragedi lepas ban tersebut, para penumpang mengeluhkan jadwal keberangkatan mereka yang terpaksa digeser. Dampak lain dari kejadian ini adalah tertundanya kedatangan dua pesawat lain, yaitu Garuda Indonesia Boeing 737 – 300, dan sebuah pesawat Twin Otter. Tidak hanya itu, beberapa keberangkatan dari Bandara Sentanipun mengalami keterlambatan.

Mengenal Skytrain di Changi, Benchmark APMS di Bandara Soekarno-Hatta

Bila suatu bandara telah menyandang predikat airport city, maka prasarana transportasi dan infrastruktur penunjang mobilitas penumpang ke bandara harus menjadi perhatian utama. Melengkapi akses jalan tol, menuju bandara bisa lebih ‘pasti’ dan presisi dengan airport train yang menghubungkan pusat kota dengan bandara. Masih dari sisi transportasi, pergerakan penumpang antar terminal pun tak lagi mengandalkan shuttle bus, di era airport city untuk memindahkan penumpang antar terminal sudah sewajarnya mengadopsi model Skytrain, yang juga menjadi benchmark bagi implementasi Skytrain di Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Ikuti Jejak Changi, Angkasa Pura II Siap Operasikan Skytrain Pada Juni 2017

Bicara tentang Skytrain maka tak bisa dilepaskan dari Bandara Changi di Singapura, maklum saat bandara di Indonesia masih berjibaku dengan angkutan tak resmi, Bandara Changi sejak tahun 1990 telah membuka layanan Automated People Mover System (APMS) atau yang lebih dikenal dengan nama Skytrain. Karena ada embel-embel Automated, maka Skytrain juga dioperasikan tanpa pengemudi atau masinis, semua serba otomatis, hal serupa juga yang akan diterapkan pada Skytrain di Bandara Soetta bulan Juni 2017 mendatang.

Sebagai pengganti keberadaan shuttle bus yang disiapkan operator bandara, Skytrain disediakan sudah barang tentu disediakan secara gratis. Sebagai percontohan implementasi Skytrain dunia, otoritas Bandara Changi – Civil Aviation Authority of Singapore, terus menjaga pelayanan Sytrain. Meski penumpang tengah ‘bergeser’ antar terminal, akses sinyal free WiFi juga tidak terputus saat berada dalam kabin Sytrain. Menghubungkan antar terminal 1, 2 dan termimal 3, durasi perjalan Skytrain memang hanya berlangsung singkat, lantaran jarak tempuh lintasan hanya 6,4 km. Karena dianggap sebagai lintasan sangat pendek, Skytrain hanya dilengkapi sedikit fasilitas tempat duduk. Satu trainset Skytrain (dua kereta) dilengkapi 8 tempat duduk, dan bisa menampung 107 penumpang berdiri.

Karena alasan efisiensi dan arus penumpang tidak padat terus-menerus, Skytrain di Changi beroperasi mulai pukul 05.00 pagi hingga 02.30 pagi besoknya. Untuk mencapai Skytrain, para penumpang di Changi membutuhkan waktu sekitar empat menit untuk sampai ke terminal Skytrain dan waktu untuk menunggu Skytrain sekitar dua menit. Agar operasional tetap prima, saban pukul 02.30 hingga 05.00 Skytrain masuk dalam posisi pemeliharaan dan perawatan. Disini Skytrain di cek kebersihan hingga pemeriksaan mesin. Ini karena hampir setiap hari dalam waktu 22 jam Skytrain digunakan tanpa henti alias terus berjalan.

Adapun titik-titik untuk menumpang dan naik Skytrain di bandara Changi yang dilansir dari sg.fcm.travel sebagai berikut :

1. Terminal 1 di aula masuk keberangkatan tepatnya di lantai 2 di pintu 5
2. Terminal 2 di bagian Chek in Hall keberangkatan lantai 2 pintu 1
3. Terminal 3 di bagian Chek in Hall keberangkatan lantai 2 pintu 8.

Skytrain di Changi mengadopsi teknologi Mitsubishi Heavy Industries, dari 22 trainset yang telah diluncurkan, dalam keseharian hanya dioperasikan 16 trainset. Skytrain yang ada di Bandara Changi, Singapura dilengkapi dengan tempat duduik hanya saja berada di bagian depan dan belakang Skytrain. Nantinya Skytrain di Indonesia, akan menggunakan teknologi yang sama dengan Skytrain di Singapura yang tanpa masinis. Selain itu, dalam satu trainset Skytrain di Soetta bisa membawa sebanyak 176 orang.

Waktu tunggu untuk Skytrain di Indonesia tidak jauh berbeda dengan Singapura yakni lima menit dan akan mulai beroperasi Juli 2017 mendatang dari terminal 2 dan 3. Skytrain di Bandara Soetta akan beroperasi penuh dengan 3 trainset berkapasitas total 528 orang, yang menghubungkan Terminal 1, Terminal 2, Terminal 3, dan integrated building pada Oktober 2017. Anda pengguna Skytrain juga tidak perlu takut terlambat, karena perjalanan Skytrain ini 60 km per jam daan tidak akan terkena macet sama sekali. Nantinya setelah selesai untuk Terminal 2 dan 3, Skytrain dari Terminal 1 akan mulai dibuat pembangunannya dan secepatnya digunakan.

Saatnya Maksimalkan Tenaga Surya untuk Energi Terbarukan di Kereta Api

Tenaga surya menjadi andalan masyarakat modern saat ini, sebab tenaga surya adalah energi terbarukan yang tak pernah bisa habis dan bisa terus digunakan berulag kali. Inggris salah satu negara yang sudah mulai mengembangkan tenaga surya dan populer di kalangan masyarakatnya. Saat yang sama, industri perkeretaapian juga menetapkan jalur untuk pengurangan emisi, tetapi kedua sektor ini sudah terlihat sedikit prosesnya.

Dilansir dari railway-technology.com, seorang peneliti dari Imperial Collage of London bersama dengan badan iklim 10:10 telah mengumumkan proyek dengan tenaga terbarukan. Ini merupakan sebuah penelitian awal di dunia terkait masalah penggunaan panel surya di sisi jalur kereta api.

Proyek ini kemudian didanai melalui program Energy Games Charger dari Innovate Inggris yang akan bermitra dengan Turbo Power System dan Comunity Energy South. Inisiatif dengan tenaga terbarukan seperti panel surya ini hadir di momen penting bagi sektor energi terbarukan dan industri kereta api, sebab sebagian besar negara terutama selatan Inggris, jaringan distribusi listrik mencapai voltase tertinggi atau maksimum. Hal ini menyebabkan adanya pembatasan pasokan listrik ke perusahaan kereta api.

Karena maslah ini, kereta bisa kekurangan tenaga dan tidak ada pembaruan stok yang bisa ditambahkan saat jaringan kereta padat. Namun, Direktur Energy Futures Laboratory at the Imperial College of London Prof Timothy Green dan Direktur Strategy at 10:10 Leo Murray mengatakan telah menemukan skenario yang tepat dan sempurna untuk masalah ini. Caranya dengan menghubungkan bagian-bagian jaringan listrik secara langung ke panel-panel surya yang berada di sisi kanan bisa mengurangi tekanan pada jaringan dan kereta dengan tenaga yang bersih memiliki potensi penambahan rute saat jam sibuk dengan biaya yang lebih efektif.

E - Journal
E – Journal

“Menggunakan energi terbarukan untuk menyalakan transportasi umum adalah mimpi yang menjadi kenyataan dari sudut pandang kita. Untung, proyek ini juga membantu memecahkan banyak masalah yang sudah ada baik di sektor energi maupun di sektor perkeretaapian,” kata Murray.”

Pertumbuhan sistem tenaga surya pada tiga sampai empat tahun terakhir ini hampir dua kali lipatnya dari yang sebelumnya 2,8 GW menjadi hampir 5 GW tahun 2014. “Pemerintah telah menurunkan subsidi secara prematur untuk energi terbarukan skala kecil dan menengah. Itu memiliki efek yang sangat merusak pada sektor energi terbarukan asli Inggris dan kami telah kehilangan 12.500 pekerjaan surya sejak Konservatif memenangkan pemerintah mayoritas pada tahun 2015 dan menghapus semua subsidi,” kata Murray.

Dengan model bisnis seperti ini, keuntungan di sektor ini benar-benar telah berubah dan sektor energi terbarukan milik Inggris mencari cara untuk memperbaharui dan mengganti dengan jaringan impor.

“Dengan tidak adanya pembayaran subsidi tersebut, satu-satunya skenario di mana masih masuk akal secara komersial untuk menyebarkan hal-hal seperti PV surya adalah di mana Anda dapat mengganti biaya eceran untuk daya listrik, karena ekspor ke grid tidak lagi cukup dihargai untuk memulihkan investasi modal,” Kata Murray.

Masalah lain yang terlihat saat ini adalah keterbataan jarigan di daerah pedesaan selatan Inggris. Sehingga Muray mangatakan, dalam waktu dekat akan memasang banyak panel tenaga surya yang bisa mendukung kapasitas lebih besar ada rute tujuan desa selatan Inggris. Menurut Green, dari semua penelitian yang dilakukannya, proyek tenaga surya ini adalah yang paling diminati dan tahap awal akan berfokus pada penggunaan Third Rail System dengan kabel catenary overhead. Dalam pengadaannya, proyek ini mengandalkan rekkonduktor untuk daya tambaahan menarik lokomotif.

Uniknya sistem ini akan berjalan bila arus searah dengan tegangan tenaga surya dan menjadi titik awal yang cukup murah. Green mengatakan, dari sini awal penghubungan panel surya langsung ke jalur yang menyediakan aliran listrik ke kereta api yang benar-benar melewati jaringannya. Nantinya jika berhasil, inovasi dengan energi terbarukan melalui tenaga surya ini akan berkontribusi dengan pembuatan panel-panel surya skala kecil dan menengah dengan anggaran keuangan yang stabil dan cocok untuk sektor industri kereta api serta energi.

Sekarang, power purchase agreement (PPA) semakin laris di dunia bisnis pada pemasok dan pembeli alternatif untuk energi terbarukan. Sehingga dengan untuk beberapa dekade yang akan datang, membutuhkan pengembangan matahari berbasis PPA.

Terlepas dari optimisme, para peneliti juga menyadari tantangan yang akan datang. Pada permulaan, alat yang yang dibutuhkan untuk menghubungkan panel surya sekitar 200VDC ke pemasok di 750VDC tidak ada, sehingga akan ada beberapa bagian yang akan dedesain untuk menyambungkannya. Selain itu, fluktuasi permintaan listrik masa depan dengan kereta api adalah tantangan lainnya. Sebab jalur kereta api terkadang sangat sibuk di dua arah dan mengkonsumsi banyak listrik, kemudian, tiba-tiba jalur kereta sama sekali tidak terlewati alias sepi.

Ini yang membuat panel-panel surya yang dibuat harus mengatur kekuatan sesuai dengan kebutuhan kereta untuk mempelajari banyak permintaan untuk listrik meningkat dan menurun serta berapa banyak listrik yang bisa di simpan untuk memperlancar perjalanan selanjutnya. Tak hanya itu, dengan adanya tenaga surya terbarukan, para peneliti juga mesti memastikan tidak ada gangguan sinyal.

Tanggal 1 Februari 2017 lalu, studi kelayakan selama enam bulan akan dimulai untuk melihat masalah-masalah lainnya. Jika hasilnya postif, maka proyek ini akan dilanjutkan dengan bantuan kelompok energi masyarakat dan membuat peternakan panel surya yang berdekatan dengan rel kereta api di seluruh negeri.

Program penelitian kedua, yang didedikasikan untuk menghubungkan jalur arus alternatif (AC) ke pasokan surya, juga ada di kartu. Ini akan menjadi usaha yang lebih mahal, tapi juga akan memberikan pasar teknologi yang jauh lebih besar, karena jalur listrik AC mendominasi jaringan Inggris dan Eropa. Namun kedua peneliti tampak optimis.

“Dari sudut pandang kami sebagai badan amal perubahan iklim, kami sangat gembira dengan hal ini, karena ini mendukung pergeseran modal dan lebih banyak perjalanan yang dilakukan dengan kereta api, terutama rel kereta api,” kata Murray.

“Hadiah besar di sini adalah bahwa ini adalah sarana untuk mendukung penyebaran energi bebas energi bebas subsidi gratis di Inggris,” katanya.

Metro Malaga, Pembangunan Jalur MRT yang Tak Kunjung Usai

Banyaknya negara yang mulai menggunakan Metro atau Mass Rapid Transit (MRT) sebagai salah satu moda transportasinya, membuat salah satu kota besar di Tanah Matador tergugah untuk menghadirkan kendaraan yang digalang-galang sebagai salah satu angkutan penumpang masa depan. Malaga Metro merupakan light rapid network yang memiliki 2 jalur yang menghubungkan kota Malaga dengan daerah-daerah lain di sekitarnya.

Pembangunan Metro Malaga sebenarnya sudah direncanakan pada tahun 1990-an, namun pada kenyataannya, pembangunan tersebut mengalami berbagai macam kendala hingga pada 30 Juli 2014, Metro Malaga secara resmi membuka pelayanannya. Kereta bawah tanah ini dioperasikan langsung oleh Metro de Malaga, sebuah konsesi yang dibentuk oleh FCC-Globalvía, Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Daerah Andalusia, Sando, Cajamar, Constructora Vera, Cointer dan Comsa Emte.

Sebenarnya, jumlah jalur yang akan dibuka oleh pihak Metro ada enam, namun hingga saat ini empat sisa jalur yang belum terealisasi tersebut masih dalam proses pembangunan. Dari dua jalur yang sudah ada, total panjang dari kedua jalur tersebut hanyalah 11,4 km, sebuah jarak yang terbilang cukup pendek dibandingkan dengan jalur-jalur Metro di Negara lain. Jalur 1 menghubungkan El Perchel dengan Andalusia Tech, jarak dari kedua lokasi ini sekitar 6,7 km dan melintasi 11 stasiun pemberhentian. Jika dihitung dalam rata-rata, jarak antar stasiun pemberhentian ini adalah sekitar 595 meter.

Sedangkan jalur 2 menghubungkan  El Perchel dengan Palacio de los Deportes. Jarak kedua lokasi ini lebih pendek dari jalur 1, yaitu sekitar 4,6 km dan melintasi 7 stasiun pemberhentian. Jika dihitung dalam rata-rata, jarak antar stasiun pemberhentian ini adalah sekitar 608 meter. Layaknya sistem Metro di Negara lain, Metro Malaga pun menghubungkan lokasi-lokasi penting di kota ini, seperti University of Malaga, Jose Maria Martin Carpena Arena, dan lain-lain.

Untuk masalah penggunaan jalur, Metro Malaga tidak melulu menggunakan jalur bawah tanah, terbukti dengan penggunaan rel bawah tanah sepanjang 4,5 km dan sisanya menggunakan jalur yang terletak di permukaan. Sedangkan untuk jalur 2, jarak 4,6 km tersebut seluruhnya ditempuh dari dalam tanah.

Sekitar 17,1 juta penumpang menggunakan jasa Metro Malaga dalam periode satu tahun, dan rencananya, setelah adanya penambahan jalur-jalur yang belum terealisasi, maka diperkirakan akan ada 20 juta penumpang yang menggunakan jasa Metro Malaga.

Kereta yang digunakan untuk menunjang pengoperasian dari Metro Malaga adalah trem 14 CAF Urbos 3, dimana dapat mengangkut hingga 221 orang dalam sekali perjalanan. Kereta yang juga digunakan oleh Zaragoza Tram Network ini dapat melaju hingga kecepatan di atas 70km/jam. Dengan dilengkapi dengan sistem triple breaking, membuat kereta ini semakin aman untuk digunakan. Sistem triple breaking yang terpasang di kereta ini meliputi electric brake pada mesin, rem poros roda mekanik dan elektromagnetik yang terpasang di rel.

Demi menunjang kenyamanan penumpang yang menggunakan jasa Metro Malaga, pihak penyedia jasa lalu menyediakan berbagai peralatan penunjang keamanan, seperti kamera pengawas, papan informasi untuk penumpang, dan mesin penjual tiket otomatis yang terletak di setiap stasiun. Selain itu, Metro Malaga juga memiliki 56 bangku di setiap gerbongnya dan memungkinkan 170 penumpang berdiri di dalamnya. Ini merupakan bentuk antisipasi apabila terjadi lonjakan penumpang yang biasanya terjadi pada rush-hour.

ATR-72 600, Pesawat Tercanggih Untuk Penerbangan Perintis Nasional

Rute penerbangan perintis tak bisa dikesampingkan dalam dunia penerbangan nasional, terlebih untuk melayani Indonesia Timur. Selain dalam upaya membangun jembatan udara ke daerah terpencil, penerbangan perintis tak pelak menjada ujung tombak untuk menggerakan bisnis wisata. Dari beberapa maskapai yang melayani penerbangan perintis, keberadaan jenis pesawat juga menjadi faktor kunci untuk menyajikan tingkat kenyamanan dan keselamatan lebih baik kepada para penumpang. Dan untuk segmen penerbangan perintis, kini ATR-72 600 didapuk sebagai pesawat turbo propeller terbaru dan tentunya tercanggih di kelasnya.

Baca juga: Lima Maskapai Ini Kondang Untuk Rute Perintis

ATR (Aerei da Trasporto Regionale atau Avions de Transport Régional) 72-600 sesungguhnya adalah pengembangan dari ATR 72-500. Jika dilihat sepintas, tidak ada perbedaan berarti dari seri 500 dengan 600. Jumlah tempat duduk tetap di angka 70-an. Pintu untuk penumpang hanya satu yang diletakkan di belakang pesawat sebelah kiri. Pintu kargo terletak di depan sebelah kiri. Bilah baling-baling yang dipakai masing-masing juga sama berjumlah 6 bilah. Perbedaan yang mencolok ada di sisi mesin. Jika ATR 72-500 menggunakan mesin Pratt and Whitney (PW) 127F, di seri 600, ATR menggunakan PW127M. Dengan PW127M, pesawat mampu meningkatkan daya termodinamika sehingga mampu mengangkat pesawat lebih tinggi sekitar 1.000 kaki dibanding seri 500.

Menurut laman resmi ATR, ada perubahan yang cukup signifikan di antara kedua seri itu, misalnya soal kemampuan untuk tinggal landas dari runway yang lebih pendek di ATR 72-600. Daya angkut juga menjadi lebih besar, biaya pemeliharaan yang lebih kecil, kabin yang lebih modern dan memakai teknologi avionik terbaru. ATR-72 600 dirancang dapat lepas landas dan mendarat di panjang runway kurang dari 1.600 meter.

Teknologi seri 600 juga sudah menggunakan navigasi berbasis satelit required navigation performance (RNP) hingga 0.3 NM dan comply dengan automatic dependence surveillance-broadcast (ADSB) serta memiliki EGPWS dan APU (Auxiliary Power Unit). APU-nya berupa propeller brake yang mampu menghentikan baling-baling di mesin kanan namun tetap memungkinkan turbin bekerja untuk memasok udara dan tenaga bagi pesawat.

Peralatan standar yang merupakan mandatory ICAO seperti TCAS (Traffic Collision Avoidance System) yang lebih tinggi 2 step dari teknologi sebelumnya juga sudah tersedia. Dengan semua teknologi tersebut, seri-600 ini hemat bahan bakar. Dengan menggunakan RNP yang lebih sempit itu, setiap kali approach bisa dihemat bahan bakar 35 kg. Jika satu jam penerbangan pesawat sejenis ini menggunakan 600 kg bahan bakar, berarti tiap jam bisa dihemat 6-7 % bahan bakar.

Sejak dipasarkan pada 2010 hingga Agustus 2013, setidaknya ada lebih dari 600 ATR 72-600 yang telah dioperasikan oleh maskapai-maskapai internasional lain, antara lain, Iberia, Aer Lingus, Air New Zealand, Jet Airways, LOT, Czech Airlines, dan Malaysia Airline. Di Tanah Air, ATR-72 600 telah dioperasikan maskapai Garuda Indonesia, Wings Air dan Kalstar, kesemuanya melayani rute perintis dan komuter.

Samsung Electronics Luncurkan LTE Railway Perdana di Korea Selatan

Perkembangan teknologi saat ini tidak bisa dipungkiri lagi, sebab sudah merambah kesemua lini salah satunya dunia transportasi internasional. Dilansir dari railway-technology.com (21/4/2017), Korea Selatan telah resmi menghadirkan jaringan LTE (Long Term Evolution)-Railway atau LTE-R. Diketahui jaringan LTE-R ini menggunakan solusi dari Samsung Electronics yang sudah bermitra dengan SK Telcom dan Busan Transportation (BTS) dalam penerapan sistem manajemen perkeretaapian.

Adanya solusi ini untuk menggantikan teknologi nirkabel analog dengan LTE-R dan digunakan pada jalur Busan dengan panjang 41 km yang mencakup 40 stasiun. Sistem komunikasi terbaru ini telah diuji sejak Februari lalu dengan tes interoperabilitas pada peralatan di metro dan perangkat mobile LTE-R yang dipasang pada kereta api tepatnya di Busan Metro Line 1 antara Sinpyeong dan Nopo.

www.railway-technology.com
www.railway-technology.com

Sebenarnya, dengan teknologi LTE-R berbasis 4G dikembangkan sebagai solusi komunikasi mission-critical modern untuk operasi dan pemeliharaan kereta api dengan layanan multimedia yang stabil. Adanya ini, memungkinkan operator kereta bisa mengirimkan video stasiun secara real time ke pusat kendali jika terjadi kecelakaan di kereta. Selain itu, sistem ini juga memungkinkan komunikasi kelompok ataupun individu secara real time dengan teknisi kereta dan pusat kontrol.

Teknologi LTE-R memiliki tingkat interval waktu yang rendah yakni 10 ms dengan dukungan Qos, selain itu, juga dapat diterapkan untuk komunikasi mission-critical yang sangat membutuhkan kecepatan, konsistensi dan keamanan tinggi. Kemampuan teknis dari LTE yang punya latency rendah (dibawah 10 ms) dipandang sangat ideal untuk mendukung aplikasi yang sensitif pada waktu, dan artimya kualitas yang dapat dinikmati penumpang dan sistem kereta api menjadi optimal. Komposisi yang mendukung  LTE Ground to Train for Railways terdiri dari Evolved Packet Core (EPC), akses radio UMTS Terrestrial Radio Access Network (E-UTRAN). E-UTRAN di install pada perangkat radio eNodeB (BTS 4G).

“Keandalan dan stabilitas sangat penting karena mereka terkait langsung dengan keamanan publik. Peluncuran solusi Samsung LTE-R hari ini dengan BTS dan SK Telecom merupakan tonggak sejarah besar bagi industri ini. Sebagai penyedia solusi LTE-R terkemuka, kami memungkinkan komunikasi yang cepat dan andal pada kereta berkecepatan tinggi yang mampu melaju setinggi 300 km per jam, yang diharapkan dimulai awal tahun depan,” ujar Senior VP and Head of Domestic Business Marketing in Networks Business at Samsung Jinsoo Jeong yang dikutip dari techblog.comsoc.org.

Dengan adanya sistem solusi terbaru ini, pemerintah Korea Selatan berencana memperluas area yang tercakup dalam proyek LTE-R sekitar 5600 km pada tahun 2025 mendatang. Hadirnya LTE-R sendiri merupakan buah dari transformasi teknologi sebelumya, yakni GSM-R yang diperkenalkan 12 tahun silam oleh vendor jaringan asal Jerman yang telah bubar, Siemens Network.

Barcelona Terapkan Internet of Things di Transportasi Publik

Rata-rata negara di Eropa sudah menerapkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT). Dan salah satu imbas penerapan IoT adalah konvergensi dari jaringan seluler ke WiFi public, dan turunan dari implementasi WiFi public yakni adopsinya pada moda transportasi, khususnya di kota-kota besar. Aptilo Networks bahkan menyebut hadirnya IoT akan memurunkan hingga 30 persen jalur data selular ke WiFi.

Update terbaru WiFi public pada bidang transportasi dilakukan Hitachi Insight Group yang kini tengah membangun jaringan IoT di Kopenhagen, Denmark dalam membantu warga untuk melacak keberadaan moda transportasi dan cara mereka menggunakan berbagai moda transportasi di kota tersebut. Sampai saat ini, Spanyol dan Perancis telah memiliki jaringan IoT yang menjangkau seluruh negara dengan teknologi tinggi berdaya rendah, sedangkan di Republik Ceko dan Finlandia dilengkapi sistem yang lebih cerdas.

Baca juga: Internet of Things Tunjang Transportasi Berbasis Bus

Pemerintah kota Barcelona di Spanyol bekerjasama dengan Aptilo Networks melakukan inovasi baru, wujudnya berupa penyebaran WiFi di Barcelona akan menjadi yang paling besar di semua negara Eropa lainnnya. Dilansir dari rtinsights.com, jaringan WiFi yang dimiliki Barcelona baru saja diperluas hingga mencakuo  1.003 armada bus. Selain itu, jaringan WiFi ini juga mencakup sebagian besar Kota Barcelona lebih dari 1.100 poin akses di lokasi utama dan bisa lagsung dirasakan oleh pengguna angkutan umum.

Aptilo Networks yang menangani Aptilo Service Managment Platform (SMP) akan memberikan layanan data selular kelas bawah untuk jaringan WiFi. CEO Aptilo Networks Paul Mikkelsen, jaringan WiFi di Barcelona harus bisa menjangkau 1,6 juta warganya dan 7,5 juta turis yang berkunjung setiap tahunnya. Adanya hal ini, bisa menciptakan masalah pada bandwith apalagi saaat penggunaan tertinggi.

Sayangnya WiFi yang disediakan di Pemkot Barcelona penggunaannya dibatasi maksimal 256 Kbps di lokasi outdoor dan sesuai dengan aturan dari pemerintah. Ini artinya kualitas koneksi internet serupa dengan teknologi 2.5G (GPRS/EDGE). Meski begitu tak semua serba dibatasi hanya 256 Kbps, bila Anda turis yang berkunjung museum atau perpustakaan, maka koneksi WiFi akan ditingkatka.

Untuk menggunakan WFi public di Barcelona, pengguna bisa mendaftar untuk penggunaan jaringan melalui portal web. Kemudian, akses akan langsung terhubung secaraa otomatis ke hotspot WiFi yang ada di Barcelona.

Aptilo SMP menggunakan otentikasi berbasis kartu SIM pada smartphone, sebab otentikasi SIM ini harus menggunakan enkripsi dalam pengiriman atau penerimaan data. Aptilo mengklaim jaringan WiFi-nya seaman jaringan mobile, sehingga hal ini bisa mengurangi kekhawatiran umum dalam menghubungkan WiFi umum dan soulusi umum.

Salah satu kunci untuk berhasil membongkar data seluler adalah memastikan pengalaman pengguna yang mulus yang juga mempertahankan tingkat keamanan tertentu. Aptilo mengklaim bahwa “beberapa pelanggan kami telah menggunakan platform kami untuk komunikasi M2M jauh sebelum istilah IoT ditemukan,” jadi akan menarik untuk melihat apakah Dewan Kota Barcelona memutuskan untuk mendukung lebih banyak sumber daya “kota pintar” – seperti lampu jalan atau lalu lintas Lampu-ke jaringan WiFi yang baru dikembangkan sebagai platform IoT ad-hoc.

Gara-Gara Kebelet Buang Air Kecil, Penumpang Diturunkan dari Pesawat

Seorang penumpang Delta Airlines bernama Kima Hamilton terpaksa diturunkan dari pesawat lantaran tidak tahan untuk pergi ke toilet karena ingin buang air kecil. Padahal saat itu pesawat dalam posisi siap lepas landas dari Atlanta, Amerika Serikat. 

Diketahui saat itu, posisi pesawat sudah dalam panggilan terakhir dari ATC (Air Traffic Control) namun belum bergerak sama sekali. Alhasil Hamilton berpikir tidak masalah bila dirinya bergerak untuk ke toilet pesawat. Saat itu, seorang pramugari menegur Hamilton tentang pesawat akan lepas landas, dan bila dirinya memaksa untuk ke toilit maka pesawat akan kehilangan kesempatan lepas landas dan menunggu giliran berikutnya setelah pesawat lain lepas landas.

Kima Hamilton 

Seorang penumpang bernama Krista Rosolino yang saat itu menulis di blog pribadinya mengatakaan bahwa pesawat tersebut telah menunggu setengah jam untuk lepas landas. Kali ini, karena desakan dari dirinya, Hamilton benar-benar kembali kebelakang untuk mengeluarkan hasrat buang air kecilnya yang sudah tidak tertahankan.

“Hadirin sekalian saya turut prihatin atas ketidaknyamanan ini, tapi kami harus kembali ke gerbang untuk memindahkan penumpang,” ujar sang pilot. Dilansir dari huffingtonpost.ca (27/4/2017), terlihat video dimana Hamilton di datangi seorang karyawan dan menjelaskan keadaannya yang mengalami keadaan darurat untuk buang air kecil. “Saya mengalami keadaan darurat, saya harus buang air kecil dan sudah tidak bisa menahannya,” ujar Hamilton pada karyawan tersebut.

Kemudian, petugas pertama tersebut memanggil petugas lainnya dan berjongkok di dekat Hamilton serta menjelaskan saat akan lepas landas semua penumpang diharapkan untuk di tempat masing-masing. Saat kembali ke gerbang keberangkatan, para penumpang terpaksa meninggalkan pesawat dan kembali tanpa hamilton dalam pesawat tersebut.

“Akhirnya kami kehilangan waktu berjam-jam karena masalah ke toilet selama 30 detik,” ujar Michael suami dari Krista kepada WTMJ-TV.

Saat diturunkan itu, Hamilton dipanggil oleh agen FBI di terminal keberangkatan Atlanta dan mengatakan kepada WISN untuk menangkapnya. Selain itu pihak FBI juga memutuskan untuk tidak mendengar cerita versi Hamilton dan berbicara pada penumpang lainnya. Hamilton mengatakan bahwa biaya penerbangan telah dikembalikan setengahnya, namun Delta Airlines membungkamnya sehingga Hamilton harus membeli tiket tiga kali lipat dari maskapai lain.

Setelah kejadian ini, Delta Airlines membuat pernyataan terkait masalah ini dengan mengatakan, setiap penumpang wajib mematuhi instruksi awak penerbangan saat tahap-tahap penerbangan terkhusus pada saat akan lepas landas dan mendarat.

Krista Rosolino

Dalam tulisan lain yang dibuat Krista, ternyata bukan hanya Delta Airlines, penerbangan lainnya juga pernah ada kejadian serupa, namun penangannya berbeda. Saat itu ada dua orang penumpang yang berada di toilet dan pramugari mengatakan pada pilot untuk tidak bergerak menuju landasan. Setelah kejadian ini, Krista menulis bahwa dirinya tidak akan pernah menggunaka Delta Airlines lagi. “Saya pikir, Anda mungkin lupa bahawa penumpang Anda juga manusia,” tulisnya.