Karena Sapi Dianggap Suci, Penumpang Rela Turun dari Kereta

India adalah negara dengan mayoritas penduduknya beragama Hindu dan menganggap sapi adalah hewan paling dihormati. Sebab Sapi di agama Hindu adalah hewan milik para dewa dan dianggap suci, sehingga sapi tidak boleh disakiti. Seperti dilansir dari timesofindia.indiatimes.com (1/4/2017), sapi-sapi berkeliaran di sekitar jalur kereta api dan tidak akan mungkin di tabrak ataupun di usir secara paksa oleh penduduk atau penumpang. Penumpang atau penduduk harus melakukan secara halus untuk memindahkan sapi-sapi tersebut atau menunggu sampai sapi-sapi itu pergi dengan sendirinya setelah kenyang.

Pada Minggu malam (30/4/2017), sapi-sapi liar menghalangi jalur kereta barang untuk ke peron tujuh di Stasiun Charbagh. Diketahui, kawanan sapi tersebut datang ke jalur kereta sekitar pukul 6 sore waktu Charbagh. Kemudian tak sampai lima menit, sebuah mobil kontainer pembawa bahan bakar minyak tiba di dekat jalur tersebut dan terpaksa menghentikan kendaraannya di dekat persimpangan NER karena sapi-sapi tersebut berada di jalan. Saat itu, pengemudi kontainer bersiul tapi tidak juga sapi-sapi itu bergerak dari tempatnya.

Akibat masalah ini selain mobil kontainer dan kereta barang, ada dua kereta penumpang lainnya yakni Farakka Express dan Bareilly yang tertunda masuk ke stasiun lebih dari satu jam. Para penumpang kereta Farakka Express dan Bareilly baik yang muda hingga lanjut usia banyak yang turun dari kereta dengan menyusuri jalur yang sedikit terjal dan membuat tidak nyaman para penumpang yang berjalan kaki akibat bosan menunggu sapi-sapi itu beranjak dari jalur kereta.

Sebenarnya para penumpang ini turun dari kereta dan berjalan kaki menuju stasiun Charbagh untuk melaporkan masalah gangguan sapi-sapi yanng berada di jalur kereta kepada kepala stasiun. Sayangnya setelah melaporkan masalah tersebut, pihak stasiun menganggap keluhan tersebut tidak dapat dilajutkan.

“Kami memberitahu ke Kepala Stasiun bahwa sapi lah yang menghentikan perjalanan. Di jalur tersebut juga tidak ada orang yang berinisiatif mengeluarkan sapi-sapi dari jalur rel, justru hewan-hewan itu malah merumput disekitaran rel,” ujar salah seorang penumpang.

Beberapa penumpang lainnya juga mengatakan kaget saat turun dari kereta melihat ada dua ekor sapi yang berada di rel. Tak hanya itu, ada beberapa penumpang yang jatuh akibat harus berjalan dan turun dari kereta yang ditumpanginya menuju stasiun Charbagh.

Pilah-Pilih Lounge Eksekutif di Bandara

Banyak hal yang menarik setibanya di bandara, salah satunya adalah fasilitas lounge atau ruang tunggu eksekutif yang lumrah menawarkan layanan setelah kita melewati gerbang pengecekan keamanan, atau jika di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta fasilitas ini banyak berjejer setelah calon penumpang melewati gerbang imigrasi.

Dari beberapa jasa lounge yang ditawarkan, boleh jadi Anda merasa bingung menentukan lounge mana yang ingin dituju. Sembari menimbang-nimbang detail fasilitas, menu makanan/minuman, dan tentunya harga, kami menyarikan beberapa tips memilih lounge dari independenttraveler.com. 

finansialku.com
finansialku.com

1. Lounge dari maskapai
Biasanya setiap maskapai memberikan kemudahan bagi penggunanya dengan menyediakan lounge. Anda yang bukan anggota tetapi pengguna pesawat dari maskapai tersebut bisa menggunakan lounge ini dengan membayar sesuai harga yang diberikan. Selain itu Anda bisa menikmati semua fasilitas yang ada di lounge.

2. Fasilitas lengkap
Baiknya dalam memilih lounge Anda harus jeli dengan fasilitas yang diberikan. Biasanya lounge eksekutif memberikan fasilitas seperti sofa, kursi pijat, video game hingga lainnya. Semua fasilitas ini bisa Anda manfaatkan sebaik mungkin.

3. Kartu Kredit Bank
Selain menjadi satu anggota maskapai, manfaatkan kartu kredit yang Anda miliki. Dengan kartu kredit, Anda bisa menikmati semua fasilitas lounge. Bila di luar negeri, baiknya cek kartu kredit bank Anda terdaftar atau tidak di negara lain.

Polahku.com
Polahku.com

4. Chek in mudah
Ini yang biasanya dicari para pengguna maskapai, apalagi yang berada di kelas bisnis, chek in pun dibantu tanpa Anda harus menuju counter chek in. Jadi Anda bisa tenang menikmati segala fasilitas yang ada di lounge.

5. Jasa antar ke pesawat
Bila Anda menggunakan kartu kerdit atau seorang dari anggota masyarakat, untuk mengantar Anda menuju pesawat tidak akan dikenakan biaya apapun. Tetapi bila Anda membayar lounge dengan uang tunai, Anda harus menambah bayaran untuk bisa di antar sampai ke pesawat.

Dengan adanya lounge eksekutif, baik dengan kartu kredit, kartu anggota suatu maskapai atau bayar tunai, lounge ini bisa Anda nikmati. Tak hanya fasilitas, bila dihitung untuk membayar lounge eksekutif sekitar Rp75 ribu-Rp150 ribu dengan fasilitas lengkap, ini menghemat pengeluaran di bandara di banding harus membeli makan di counter makanan atau hanya sekedang nongkrong di cafe sembari menunggu keberangkatan. Hal ini bisa menjadi pertimbangan Anda saat berada di bandara, hemat dan cermat dengan lounge atau boros dengan makan dan menikmati fasilitas di luar lounge.

Aeroflot Terkena Turbulensi Langit Cerah, 27 Penumpang luka Serius

Turbulensi bisa terjadi kapan saja dan di langit mana saja, apalagi saat adanya perbedaan tekanan udara di langit atau pesawat melintasi lubang udara yang ada di awan. Semua masalah ini bisa mengakibatkan adanya turbulensi atau goncangan pada pesawat. Dilansir dari CNN.com (2/5/2017), maskapai plat merah asal Rusia, Aeroflot dari Moskow menuju Bangkok mengalami turbulensi hebat pada Senin 1 Mei 2017 karena menabrak lubang udara di angkasa.

Akibat kejadian ini sebanyak 27 penumpang mengalami luka serius dan ringan. Dari 27 orang, 23 diantaranya warga Rusia da 4 lainnya warga Thailand. Rata-rata penumpang yang luka parah banyak mengalami patah tulang baik kaki maupun hidung dan memar di sekujur tubuhnya.

Banyaknya penumpang yang terluka diperkirakan karena tidak menggunakan sabuk pengaman sehingga terbentur dan terlempar saat turbulensi terjadi. Sebenarnya, saat turbulensi, pesawat sudah berada di atas negara Myanmar dan hampir tiba di bandara Suvarnabhumi, Thailand. Diketahui setelah sampai di Suvarnabhumi, ada 30 penumpang dengan luka-luka dengan 27 orang di bawa ke rumah sakit Samitivej Srinakarin, Bangkok dan tiga lainnya memilih untuk perawatan sendiri karena hanya terluka ringan.

CNN.com

Aeroflot dalan penerbangan ini mengoperasikan pesawat Boeing 777 yang mengangkut 318 penumpang dan 14 awak pesawat. Salah seorang penumpang yang tidak mengalami luka Rostik Rusev mengatakan, saat itu turbulensi sangat buruk, sehingga membuat para penumpang terlempar dari tempat duduknya.

“Kejadian ini sekitar 10 detik, terlihat ada darah di langit-langit tepatnya di pintu bagasi kabin atas. Para pesonil maskapai sudah bekerja dan mereka sangat berani. Mereka pahlawan dengan apa yang mereka lakukan untuk menolong para penumpang terluka,” ujar Rusev.

Sebenarnya, bila turbulensi terjadi dan semua penumpang pesawat menggunakan sabuk pengaman, hal ini tak haruslah terjadi. Sebab, sabuk pengaman adalah salah satu alat pengamanan bagi para penumpang saat berada di pesawat.

Karena hal ini, pihak maskapai Aeroflot mengeluarkan pernyaataan atas kejadian yang menimpa Boeing 777 rute Moskow – Bangkok tersebut. Turbulensi yang terjadi lebih dikenal dengan turbulensi langit cerah, sehingg semuanya sulit untuk dipersiapkan secara cepat karena tidak terjadi diawan melainkan saat langit cerah dengan visibilitas yang baik dan pemerintah Rusia telah memberikan bantuan atas kejadian ini. Yang menyebabkan korban luka-luka yakni tidak ada peringatan kepada penumpang untuk kembali ketempat duduk masing-masing dan menggunakan sabuk pengaman mereka.

Sebelum kejadian yang menimpa Aeroflot, dalam satu tahun belakangan ini setidaknya ada 750 penerbangan lainnya yang terkena turbulensi langit cerah.

Agustus 2017, Diharapkan Semua Rute Internasional Pindah ke Terminal 3 Bandara Soetta

Pada 1 Mei 2017 kemarin, Garuda Indonesia menjadi yang pertama pindah ke Terminal 3 untuk rute internasional. Perpindahan ini adalah awal dari Terminal 3 menjadi terminal internasional, sebab pada Agustus 2016 lalu, maskapai Air Asia perlahan berpindah ke Terminal 2F menggantikan posisi Garuda Indonesia yang berpindah ke Terminal 3.

PT Angkasa Pura II (Persero) menargetkan Agustus 2017 mendatang semua rute internasional di Terminal 2 akan berpindah ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, untuk tahap pertama ini Garuda Indonesia yang terlebih dahulu berpindah ke Terminal 3 per 1 Mei 2017. Nantinya akan disusul oleh maskapai lain untuk rute internasionalnya.

“Kita akan ada 3 tahap, pertama Garuda Indonesia. Kedua Sky Team Group yang terdiri dari delapan maskapai yang kita harapkan Juni ini bisa moving dari Terminal 2 ke Terminal 3. Dan hingga Agustus total akan ada 30 maskapai penerbangan rute internasional yang beroperasi di Terminal 3,” ungkapnya di Terminal 3 bandara Soetta, Tangerang, Senin malam (1/5/2017) yang dikutip dari okezone.com (2/5/2017).

Awaluddin mengatakan, saat ini Terminal 3 memiliki kapasitas yang mampu menampung penumpang sekitar 25 juta orang pertahun. Selain itu pihak AP II juga akan melakukan pembaharuan untuk terminal lainnya di bandara Soetta agar setara dengan bandara lainnya di dunia.

“Setelah Terminal 3 ini selesai dan kami akan revitalisasi Terminal 1, dan kemudian kelanjutan Terminal 2. Sehingga dengan reposisi beban Terminal akan lebih merata,” tambahnya.

Kereta Bawah Tanah Toronto Penyumbang Polusi Udara Tertinggi

Seorang Insinyur Kimia dari University of Toronto, Greg Evans menyebutkan bahwa kereta bawah tanah di Toronto memiliki tingkat pencemaran udara tertinggi di Kanada. Sebuah fakta yang mencengangkan mengingat hal tersebut amat bertolak belakang dengan aksi mereka dalam mengurangi tingkat emisi  secara keseluruhan. Temuan tersebut berdasarkan pada data yang dikumpulkan di platform Toronto Transit Commission (TTC) dan di kereta api dalam kurun waktu tiga minggu di musim panas tahun 2010 dan musim dingin tahun 2011.

Dalam melakukan penelitian ini, Prof. Greg Evans selaku kepala peneliti bersama murid-muridnya menggunakan instrumen portabel yang berukuran sangat mini, yaitu 25 mikrogram. Partikulat materi kecil ini mudah terhirup, dan bisa menyebabkan masalah pernapasan. Guna mendapatkan hasil dari penelitiannya mengenai kualitas udara, Greg menggunakan sebuah metrik bernama PM2,5 (Particulate Matter yang diameternya kurang dari 2,5 mikron).

Sebagai patokan dalam penelitiannya, Greg mengatakan bahwa nilai PM2.5 untuk Toronto dalam kondisi normal akan berada di angka 10 mikrogram partikel per meter kubik udara. Sedangkan bila kualitas udara di Toronto sedang buruk, nilai tersebut bisa naik ke angka 30 mikrogram per meter kubik, dan partikelnya dapat terlihat di udara, mirip seperti kabut asap. Namun, dari penjabaran di atas, diperoleh fakta yang cukup mengejutkan dari penelitian yang dilakukan oleh Greg di jalur kereta bawah tanah Toronto. Greg bersama timnya tersebut mendapatkan nilai rata-rata 100 mikrogram per meter kubik udara dari jalur kereta bawah tanah Toronto. “Itu sebanding dengan hari biasa di Beijing,” Tutur Greg seperti yang diwartakan oleh sciencedaily.com, Selasa (25/4/2017).

Di jalan raya, penyumbang tingkat polusi paling besar adalah dari asap truk dan bus, namun hal berbeda ditemukan pada jalur kereta bawah tanah Toronto, dimana Greg mengatakan penyumbang polusi udara terbesar datang dari komponen yang berbeda. “Sebagian besar partikelnya berasal dari roda logam di rel. Jejak barium juga ditemukan di sampel udara, yang kemungkinan berasal dari rem sendiri,” ungkap Greg.

“Ketika Anda berdiri di atas sebuah stasiun bawah tanah, Anda bisa merasakan guncangan saat kereta bawah tanah masuk. Itu dikarenakan kereta bergerak menyusuri terowongan seperti sebuah piston, mendorong udara di depannya. Jadi tidak ada tempat bagi partikel untuk pergi. Saat kereta masuk ke stasiun, itu menyebabkan debu dan partikel mengudara,” tambahnya pada kesempatan yang sama.

Greg mengatakan perbandingan antara tiga sistem kereta bawah tanah menunjukkan bahwa penyebaran partikel radikal tersebut dapat dicegah dan para unsur masyarakat terkait harus mulai memikirkan cara untuk menguranginya. ” Partikel ini mungkin juga lebih beracun daripada partikel luar biasa karena kandungan logamnya yang amat tinggi.”

Pada akhirnya, Greg mengakui bahwa kereta bawah tanah memegang andil penting dalam kehidupan masyarakat Toronto, dan Ia pun akan tetap menggunakannya, paling tidak saat bersepeda tidak masuk ke dalam pilihan. “Ini tidak akan membuat saya untuk berhenti naik kereta bawah tanah, tapi pada saat yang sama, kita harus berusaha untuk mengurangi kecondongan kita untuk menggunakan kereta bawah tanah.” Tutupnya.

Sistem Monitoring Jadi Hambatan Terbesar Implementasi Tol Laut

Saat ini masih banyak yang mengira tol laut adalah tol yang dibangun di atas lautan untuk menghubungkan daerah satu dengan yang lain. Padahal bila diusut dan dijelaskan, tol laut adalah jalur pelayaran yang bebas hambatan dan menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia.

Selain itu, tol laut juga nantinya diharapkan membantu pengiriman barang dari satu pulau ke pulau lainnya, sehingga tidak terjadi kelangkaan bahan-bahan pokok baik itu sembako, BBM hingga semen. Nantinya, dengan adanya tol laut ini diharapkan, harga barang bisa lebih murah dari pengiriman menggunakan moda transportasi lainnya.

Presiden Jokowi, mengharapkan dengan laut, masyarakat Indonesia bisa merasakan pemerataan ekonomi. Sayangnya, dalam pembangunan tol laut ini tak mudah terealisasikan sebab banyak kendala salah satunya adalah anggaran untuk pegembangan atau pertahanan laut yang tak lebih dari 1 persen.

Ports Of Indonesia
Ports Of Indonesia

Dilansir dari Kontan.co.id (19/8/2014), kondisi pelabuhan Indonesia saat ini belum semua memungkinkan atau bisa dikatakan sangat minim walaupun jumlahnya sudah banyak. Namun, sekarang hanya ada beberapa pelabuhan yang sudah siap dengan konsep laut ini karena masuk dalam kategori pelabuhan besar.

Peta pelayaran juga menjadi permasalahan besar lainnya, karena Indonesia belum memiliki peta jalur laut yang jelas dan bisa digunakan untuk pelayaran dalam negeri. Apalagi untuk menjalankan tol laut, pemerintah harus siap dengan sumber daya yang ada. Menggunakan sistem monitoring adalah hal terpenting.

Sehingga pemerintah harus memperbaiki sistem monitoring ini sebelum menjalankan tol laut. Sebab, sistem monitoring laut Indonesia, digunakan untuk menyimpan data dan mengetahui posisi kapal. Bila sistem monitoring laut tidak berjalan, bukan hanya tidak bisa mencari dan melihat posisi kapal, tetapi akan membuat jalur pelayaran terhambat akan arah dan tujuan kapal berlayar.

Berbicara masalah laut, sumber daya alam yang ada di lautan juga patut untuk dikelola. “Ketika kita bicara laut, kita harus tahu ada apa saja di laut, ada minyak,ada potensi gas besar, cilakanya dengan teknologi asing itu lebih tinggi, dan mereka melakukan riset, akurasinya baik dan ini takutnya sudah sampai ke dunia bisnisnya,” kata Ridwan yang dikutip dari Kompas.com (19/8/2017).

Diketahui hingga saat ini ada empat pelabuhan besar yang mampu menjadi persandaran kapal-kapal untuk tol laut yakni, Tanjung Priok, Belawan, Tanjung Perak dan Makassar. Selain itu ada tujuh trayek dalam perjalanan tol laut ini, tiga diantarnya adalah trayek baru yakni Tanjung Priok-Enggano-Mentawai-Pulau Nias-Sinabang, Tanjung Perak-Belang Belang-Sanggara-Pulau Sebatik-Tanjung Perak dan Tanjung Perak-Kisar-Namrole-Kisar-Tanjung Priok. Bila dihitung, saat ini trayek perjalanan tol laut sudah ada 13 taryek tol laut.

Ketika Dunia Transportasi “Teracuni” Perkembangan Jaman

Roda inovasi seakan tidak pernah berhenti berputar, terbukti dengan banyaknya terobosan-terobosan baru yang menghantam beberapa aspek, salah satunya adalah transportasi. Beragam terobosan ini bukanlah tanpa bukti, contohnya adalah pengadaan taksi udara oleh Uber di Dallas yang rencananya akan beroperasi pada tahun 2020 mendatang. Ditambah dengan Waymo, mobil yang dapat membuka pintunya sendiri, Waymo sendiri sudah memesan sekitar 500 buah  Chrysler Pacifica untuk menunjang rencananya tersebut. Berikut, KabarPenumpang.com coba rangkum 5 perubahan yang terjadi dalam dunia transportasi akibat pengaruh dari perkembangan jaman.

Drone Pengantar Barang

Sumber: designboom.com
Sumber: designboom.com

Pada awal kemunculannya, drone dipergunakan untuk mengambil foto atau merekam kejadian melalui udara yang dikontrol menggunakan remot pengendali. Namun, seiring berjalannya waktu, penggunaan drone sudah mulai merambah bidang lain, seperti jasa pengantar barang. Ambil contoh di Swiss, dimana sebuah drone digunakan sebagai alat untuk mengantarkan hasil pemeriksaan laboratorium dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Adapun tujuan dibalik pergeseran fungsi drone yang sesungguhnya adalah untuk menghemat waktu perjalanan, karena jalur darat yang sudah terlalu padat dan dikhawatirkan akan merubah struktur dari hasil pemeriksaan tersebut.

Mobil Bertenaga Baterai

Sumber: vox.com
Sumber: vox.com

Tidak bisa dipungkiri, mobil bertenaga baterai masih sangat langka di Indonesia mengingat mahalnya teknologi yang digunakan sehiingga membuat banderol dari mobil ini melambung tinggi. Padahal, penggunaan mobil seperti ini terbukti mengurangi tingkat polusi yang dihasilkan dibanding dengan mobil bertenaga bensin yang sehari-hari kita jumpai. Namun, berbeda dengan di Amerika, dimana sebuah perusahaan mobil bertenaga baterai ini sudah terjual sekitar 160.000 mobil sepanjang tahun 2016. Bahkan, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur otomotif, Tesla menargetkan akan melakukan penjualan satu juta mobil bertenaga baterai pada tahun 2020.

Hyperloop

Sumber: independent.co.uk
Sumber: independent.co.uk

Bayangkan oleh Anda sebuah kereta dapat melaju hingga menembus angka 1.300 km/jam pada kecepatan maksimum, ya, Hyperloop memang salah satu terobosan dalam dunia transportasi yang dipercaya akan membawa dampak besar di masa yang akan datang. Bermodalkan sebuah kereta berbentuk kapsul yang berada di dalam sebuah pipa raksasa yang seakan ditembakkan menuju lokasi tujuan, membuat pengalaman berkendara Anda menjadi berbeda. Hyperloop Transportation Technology (HTT) yang menjadi penyedia jasa layanan transportasi ini berencana untuk mengangkut 6 juta penumpang yang hendak bertolak dari San Francisco menuju Los Angeles setiap tahunnya. Apabila tidak meleset, Hyperloop akan mulai beroperasi pada tahun 2020 untuk mengangkut barang, dan 2021 untuk jasa pengantaran penumpang.

Moda Tanpa Awak

Sumber: vox.com
Sumber: vox.com

Mungkin ini adalah salah satu cerminan kendaraan masa depan, yaitu sebuah moda darat tanpa awak. Tercatat, beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa transportasi seperti Uber, Tesla, hingga Waymo milik Google sedang mematangkan konsep kendaraan nirawak tersebut. Bahkan, perusahaan manufaktur otomotif raksasa asal Amerika, Ford menyatakan pihaknya tengah mengembangkan konsep mobil tanpa setir yang direncanakan akan beroperasi pada tahun 2021 mendatang. Tidak mau kalah dengan saingannya, Audi mengatakan pada 2020 kelak, perusahaannya akan menerapkan sistem mobil tanpa awak pada semua hasil produksinya.

Robot Pengantar Makanan

Sumber: vox.com
Sumber: vox.com

Diantara semua perkembangan teknologi yang ada, robot pengantar makanan inilah yang sudah mulai diuji coba oleh sejumlah perusahaan yang memproduksinya. Setelah dilakukan beberapa uji coba, muncul pertanyaan yang sedikit membandingkan kinerja robot ini dengan drone pengantar hasil laboratorium yang sebagaimana sudah disebutkan di atas. Manakah yang lebih efektif, apakah robot yang menggunakan jalur darat, atau drone yang menggunakan jalur udara? Pertanyaan tersebut tentu belum bisa dijawab mengingat belum kondusifnya penggunaan dari kedua teknologi ini.

Better Airport, Sistem Baru Atasi Antrean di Bandara Luton

Malas menunggu antrean memang menjadi kebiasaan buruk beberapa orang yang akan berdampak pada terciptanya suasana yang tidak kondusif, seperti antrean menjadi tidak karuan, saling dorong, dan lain sebagainya. Terlebih ketika semua orang berbondong-bondong untuk mendapatkan tiket sesuai jadwal yang sudah mereka tentukan sebelumnya, tentu saja kejadian memancing emosi tersebut semakin sulit dihindari.

Sebuah bandara di Inggris memiliki terobosan dalam mengurai antrean saat pengecekan keamanan. Adalah Luton International Airport yang berharap dengan adanya ‘The Better Airport’ sistem, platform baru ini, dapat membantu petugas bandara untuk menghitung jumlah penumpang pada waktu tertentu, memposisikan petugas sesuai dengan kebutuhan, serta menghindari adanya keterambatan. Sebenarnya, ini bukanlah teknologi baru mengingat bandara Dublin di Irlandia dan bandara Geneva di Swiss sudah terlebih dahulu menggunakan teknologi ini.

Langkah bijak ini ditempuh oleh pihak bandara mengingat lonjakan penumpang sebesar 18,5% yang menggunakan bandara Luton tahun lalu menjadi 14,5 juta penumpang pada tahun ini. Meliput dari laman travelweekly.co.uk pada Rabu (19/4/2017), pihak bandara mengaku perbaikan area keamanan merupakan bagian penting dari proyek transformasi sebuah bandara. Tidak main-main, perubahan yang menghabiskan dana senilai 110 juta poundsterling itu diharapkan menjadi solusi dari permasalahan antrean tersebut. “Memungkinkan tim operasi mengelola jumlah penumpang yang lebih banyak,” tuturnya.

Neil Thompson selaku Direktur Operasional bandara Luton mengatakan pengadaan sistem baru ini menandai tonggak sejarah lain dalam perubahan bandara dewasa ini. “Penumpang akan mendapatkan keuntungan dari perjalanan yang lebih terintegrasi melalui area keamanan berkat sistem inovatif ini,” ungkap Neil kepada travelweekly.co.uk. Perlu diketahui, sistem ‘The Better Airport’ ini di sepenuhnya disediakan oleh sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perangkat lunak (software) asal Denmark, Copenhagen Optimization.

Senada dengan Neil, Kasper Hounsgaard selaku managing partner dari bandara Luton mengatakan ingin memberikan dampak positif terhadap bandara tersebut melalui kemajuan teknologi yang ada. “Sama halnya dengan meningkatkan pelayanan kepada penumpang yang hampir setiap hari melakukan perjalanan melalui bandara Luton,” pungkas Kasper. “Mampu mengakses semua ‘Better Airport’ di hampir semua gadget, dari mulai laptop, tablet, dan smartphone, akan membuat komunikasi dan pelacakan operasi bandara lebih intuitif dan bebas dari gangguan.” Tutupnya.

Parade Kereta Tanpa Awak Siap Sambangi Indonesia

Kereta semakin lama semakin maju dengan bantuan teknologi masa kini, hal ini terlihat di beberapa negara sudah mulai menggunakan kereta tanpa masinis (unmanned subway line). Salah satunya Tiongkok yang menjalankan kereta bawah tanahnya tanpa masinis. Kereta yang mulai beroperasi pada 2017 ini akan berjalan dari jalur Yanfang, barat daya Beijing.

Nantinya dalam pengoperasiannya, kereta tanpa masinis ini akan dikendalikan secara otomatis baik keberangkatan hingga perhentian kereta di stasiun-stasiun tujuan, termasuk untuk buka tutup pintu hingga sistem kebersihannya. Kereta tanpa masinis di Tiongkok ini, diketahui memakai teknologi dalam negeri atau tanpa mengadopsi teknologi luar.

Kereta ini membentang sejauh 300 km dan Beijing diperkirakan mampu mengembangkan sistem kereta bawah tanah seluruhnya tahun 2020 mendatang. Tak hanya Beijing, Indonesia juga saat ini tengah membangun sistem transportasi massal seperti MRT (Mass Rapid Transit) Jakarta dan LRT (Light Rapid Transit) tanpa masinis.
IMG_20170426_001708Debut Kereta tanpa awak pertama akan dimulai dalam wujud Skytrain di Bandara Soekarno-hatta, kereta ini akan disebut Automated People Mover System (APMS) dan diperkirakan selesai pada Mei-Juni 2017. Head of Corporate Secretary & Legal PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengatakan, penyediaan kereta tanpa awak ini akan di kerjakan oleh PT Len Industri dengan perusahaan asal Korea Selatan Woojin dengan kontrak senilai Rp530 miliar. Pada kereta tanpa awak, kedua perusahaan yang saling bersinergi ini akan menggunakan teknologi sistem sinyal modern tanpa awak (communication based train control/ CBTC Driverless). Nantinya kereta tanpa awak ini akan melalui lintasan sepanjang 2,98 km dan melayani lima terminal di sisi barat bandara.

APMS akan menggunakan jenis kereta automated guide transport (AGT) dengan tipe side guided dan beroperasi dengan tiga trainset yang dikonfigurasi dua cars kapasistas 2.100 penumpang per jam per arah.

Sedangkan pada Mass Rapid Transit (MRT), memang masinis sudah tidak digunakan lagi untuk membawa lokomotif MRT ini. Seperti halnya Singapura, MRT di negara dengan lambang Merlion ini memiliki MRT tanpa awak. Mungkin bila ada masinis, justru akan merasa bosan karena perjalanan yang ditempuh hanya beberapa ratus meter dan mondar-mandir, sehingga bisa dikatakan pekerjaan masinis di MRT adalah hal yang tidak efisien sama sekali.

Hal ini yang akan dilakukan pada MRT di Indonesia tepatnya Jakarta dengan menggunakan tanpa awak atau masinis. Namun, tantangan terbesarnya untuk MRT atau kereta bandara tanpa awak adalah sistem persinyalan dan listrik yang digunakan. Sebab dengan kereta ataupun MRT tanpa awak, Indonesia harus benar-benar menggunakan sistem teknologi tinggi. “Sejatinya teknologi MRT kami sudah mendukung umanned atau driverless yang dikendalikan terpusat dari OCC (Operation Control Center) di Lebak Bulus , tapi nantinya saat beroperasi tetap akan digunakan masinis, peran masinis lebih ditekankan untuk mengatur buka tutup pintu dan antisipasi kondisi darurat,” ujar William Sabandar, Direktur Utama PT MRT Jakarta kepada KabarPenumpang.com.

Baca juga: Metro Kapsul, Harapan Pemkot Bandung Untuk Urai Kemacetan

Sementara untuk LRT yang sudah mengumandangkan bakal menerapkan driverless adalah Metro Kapsul di Bandung. Pada tahap awal, Metro Kapsul Bandung akan membentang dari Stasiun Kebon Kawung – Alun-alun – Tegalega, dalam setiap harinya Metro Kapsul dapat mengangkut 24 ribu penumpang.

 

 

Minta Maaf Dua Kali, United Airlines Berdamai Dengan David Dao

Beberapa pekan ini, nama United Airlines menjadi sorotan sejumlah kalangan dari seluruh penjuru dunia setelah beberapa kru maskapai tersebut memperlakukan salah satu penumpangnya secara tidak manusiawi, yaitu dengan menyeretnya keluar dari pesawat. David Dao, yang merupakan korban dari tindakan tidak terpuji itu terpaksa menjalani rawat jalan setelah bagian kepalanya terbentur bangku pesawat hingga mengalami pendarahan.

Pihak United Airlines yang sempat menerima jutaan kecaman dari berbagai golongan ini kemudian meminta maaf secara langsung kepada pihak korban yang disinyalir merupakan seorang keturunan Vietnam yang berprofesi sebagai dokter. CEO maskapai United Airlines, Oscar Munoz mengatakan pikirannya terus menerus dihantui oleh kejadian yang direkam oleh salah satu penumpang pada maskapai tersebut. Dilansir dari laman bbc.com, ia menegaskan perusahaannya akan terus membenahi kekurangan yang ada sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sumber: Twitter
Sumber: Twitter

Sebelumnya, pihak United Airlines sempat melakukan pembelaan diri terhadap kasus yang menimpanya. Seperti yang dikutip dari kantor berita Associated Press, Oscar mengatakan, “Karyawan kami mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan untuk menangani situasi seperti itu.” Padahal, bulan lalu, Oscar ditetapkan sebagai Komunikator Terbaik Amerika Serikat tahun 2017 oleh majalah PRWeek, namun dengan mencuatnya kasus ini ke permukaan, nama Oscar justru menuai banyak kritikan karena tidak dapat menyelesaikan insiden memalukan tersebut.

Sumber: Twitter
Sumber: Twitter

Akibat kejadian tersebut, Oscar lalu meminta maaf atas kejadian tidak mengenakkan tersebut dalam sebuah rilis. Namun dilansir laman The Guardian, permohonan maaf Oscar tersebut dinilai sebagai tindakan penghinaan dan tidak layak karena menyebut pemaksaan para staf United Airlines untuk menurunkan David, sebagai “tindakan untuk memindahkan penumpang”. Oscar juga menyebut David tidak “kooperatif”. Pernyataan itulah yang akhirnya memaksa Oscar untuk melakukan permohonan maaf untuk yang kedua kalinya.

Sikap Oscar yang dinilai tidak serius dalam menyelesaikan insiden ini membuat nilai jual perusahaan tersebut anjlok. Bahkan, sejumlah investor tidak melanjutkan kerja samanya dengan pihak United Airlines setelah insiden penyeretan tersebut terjadi. Menyadari hal ini, Oscar lalu memutar otak untuk kembali mengharumkan nama United Airlines.

Dilansir dari laman Reuters, Jumat (28/4/2017) pihak United Airlines menyatakan telah memberikan kompensasi yang setimpal dengan apa yang menimpa Dao, walaupun tidak diberitahukan secara rinci jumlah dari kompensasi tersebut. Pernyataan tersebut diterima dari pengacara Dao dan menganggap kasus ini sudah selesai.

Sebelumnya, pada Minggu (9/4/2017) yang lalu, David Dao diseret paksa oleh sejumlah kru maskapai United Airlines setelah ia menolak untuk memberikan tempat duduknya. Pihak maskapai mengaku empat kru ini harus ikut dalam penerbangan menuju Louisville karena harus kembali bekerja pada esok harinya. Dao tetap menolak untuk memberikan bangkunya meskipun sudah diiming-imingi kompensasi sejumlah 800 Dollar Amerika. Akibatnya, Dao terpaksa diseret oleh kru tersebut dan mengalami retak tulang hidung, gegar otak, dan kehilangan dua gigi akibat benturan keras yang menghantam kepalanya.

Bahkan, seorang dari Pemerintahan Illinois sempat mengajukan rancangan undang-undang (RUU) yang disponsori anggota DPRD asal Partai Republik, Peter Breen. Adapun isi dari RUU itu sendiri meliputi penumpang tidak boleh dipindahkan dari pesawat kecuali penumpang tersebut membahayakan dirinya sendiri atau orang lain dan jika ada gangguan serius dari penumpang. “Maskapai komersial yang memindahkan pelanggan yang sudah sah menempati kursi pesawat tanpa sebab serius adalah melanggar perjanjian antara penumpang dan maskapai mereka,” demikian isi RUU tersebut.