Tidak Bawa Surat Keterangan Medis, Penumpang Ini Hilang dari Bandara Kempegowda

Nama Kempegowda International Airport yang berada di Bengaluru, India sempat mencuri perhatian dunia. Pasalnya seorang penumpang penyandang disabilitas yang berusia 40 tahun dinyatakan hilang pada tanggal 10 Juli silam. Sebelum hilang, pria yang disinyalir bernama Richpal ini berniat untuk pulang ke kampung halamannya di Rajasthan. Alih-alih mendapatkan kabar baik, sahabat sekaligus orang yang mengantarkan Richpal menuju bandara, Mukesh Kumar malah mendapat kabar sebaliknya. Kira-kira apa yang membuat Richpal hilang?

Baca Juga: Ookla: Bandara di India Tempati Urutan Empat Asia dengan Kecepatan WiFi Terbaik

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thehindu.com (17/7/2018), cerita ini bermula ketika Richpal yang mengalami patah tulang kaki dipaksa untuk beristirahat oleh dokter, dan memutuskan untuk pulang kampung. Setelah ia diantarkan oleh Mukesh menuju bandara, Richpal diberhentikan oleh petugas bandara yang meminta surat keterangan medis karena ia menggunakan kursi roda. Richpal mesti lupa satu hal penting tersebut.

Ia yang tidak bisa menunjukkan surat tersebut lalu dilarang mengudara oleh petugas bandara. Richpal terpaksa mengurungkan niatnya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak tahu lagi mesti berbuat apa. Hanya berbekal 300 Rupee (Rp63.000) di kantungnya, Richpal yang malang terpaksa luntang-lantung tak tahu arah. Terbesit pikiran untuk kembali menuju Chittoor dan mengunjungi Mukesh, namun kondisinya yang menggunakan kursi roda menjadi penghalang Richpal.

Sehari berselang (11 Juli), seorang petugas bandara menemukannya di pinggir jalan dan menawarkan untuk mengantarkannya ke jalan utama. “Seorang petugas mengantarkannya ke jalan utama dan ia naik taksi menuju Kannamangala,” tutur salah seorang petugas kepolisian. Entah dari mana Mukesh mendapatkan kabar hilangnya Richpal, namun sesegera mungkin ia melakukan pencarian terhadap sahabatnya itu.

Baca Juga: Tak Ada Lagi ‘Duty Free Shop’ di Bandara New Delhi

“Ia diantarkan oleh petugas towing car menuju pinggir jalan. Kami lacak ia berada di pinggir jalan Kannamangala. Tanpa makanan, tanpa obat-obatan, dan ia terlihat sangat kelelahan,” tutur petugas kepolisian kepada Mukesh. Pencarian terhadap Richpal pun terus berlanjut hingga akhirnya pihak berwenang berhasil menemukannya pada 17 Juli pada pukul 02.30 dini hari.

Richpal yang tampak berantakan tersebut langsung dibawa kembali oleh Mukesh menuju Chittoor dan mendapatkan perawatan yang layak sebelum akhirnya dipulangkan menuju Rajasthan.

 

Terlambat Karena Gangguan KRL? Jangan Lupa Minta Surat Keterangan Terlambat dari Petugas!

Karena punya jalur tersendiri, wajar bila kereta komuter dikenal sebagai moda angkutan anti macet. Meski begitu, serangkaian keterlambatan pada kuda besi ini masih kerap terjadi. Mulai dari masalah teknis sampai non teknis ada saja yang membuatnya telat, atau di pihak lain, penumpangnya yang jadi telat tiba ke tempat tujuan.

Baca juga: Kembali Sementara ke Tiket Manual, Antrean Mengular di Stasiun KRL Jabodetabek

Telat yang diakibatkan kereta komuter, terutama pada hari kerja rupanya bisa berbuntut panjang, sebagai moda andalan, apabila terjadi gangguan maka dampaknya langsung dirasakan pada produktivitas kerja. Bagi yang mungkin belum paham, pengguna kereta listrik atau KRL ternyata dapat meminta surat keterangan terlambat. Namun, bagaimana untuk mendapatkan surat tersebut dan apakah surat tersebut bisa diminta secara bebas pada petugas?

Ternyata untuk mendapatkan Surat Keterangan Keterlambatan Kereta Api atau SKKKA tidaklah sembarangan. SKKKA yang dikeluarkan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memang disiapkan di setiap stasiun, tapi hanya dikeluarkan bila benar-benar ada gangguan operasional.

Ya, KabarPenumpang.com mendapatkan fakta bahwa, SKKKA sendiri bisa didapatkan penumpang jika ada gangguan sinyal, keterlambatan kedatangan kereta hingga masalah perbaikan teknis seperti yang terjadi kemarin akibat perubahan sistem tiket sementara ke manual. Dimana penumpang harus mengantri demi mendapatkan tiket kertas karena gate tapping sedang dalam proses perbaikan sistem oleh PT KCI.

Surat keterlambatan yang dikeluarkan PT KCI ini sangat ampuh dan bermanfaat bagi karyawan serta menjadi bukti adanya masalah pada sistem di KRL. Pada Senin (23/7/2018), di setiap stasiun KRL Jadobetabek terlihat antrean yang cukup panjang atau bisa dikatakan mengular hingga sekitar 50 meter hanya untuk mendapatkan tiket kertas.

Bahkan di beberapa stasiun penumpang banyak yang geram karena masalah perbaikan sistem tersebut karena harus mengantre dan membuat mereka terlambat masuk kantor. Hal ini kemudian membuat PT KCI bertanggung jawab dan mengeluarkan surat keterangan terlambat bekerja bagi seluruh penumpang kereta.

“Bagi yang membutuhkan surat keterangan terlambat ke kantor bisa mengambil surat di loket,” ujar petugas di stasiun.

Baca juga: Datang Terlambat di Stasiun, Pria Asal India ini Terseret Kereta Sejauh 50 Meter!

Upaya pemberian surat ini langsung ditanggapi para penumpang yang menyerbu sehingga dalam sekejap surat tersebut habis. Ya, surat yang menggunakan kop PT KAI Commuter Jabodetabek ini diisi dengan tanggal kejadian terjadi, kereta api serta tujuan kereta dari dan ke.

Kemudian di bagian bawah surat tersebut tertera keterangan ‘Mengalami keterlambatan sehubungan dengan adanya gangguan teknik, rintangan jalan, gangguan aliran atas dll. Demikian surat keterangan ini agar dapat digunakan sebagaimana mestinya’. Surat itu juga dilengkapi stempel dan tanda tangan petugas.

Setelah Dubai, Giliran Cina Hadirkan Moda Maglev dari Hyperloop Transportation Technology

Demam moda transportasi futuristik yang mengandalkan tenaga magnetic levitation (maglev), Hyperloop kini kian mewabah. Setelah salah satu perusahaan pengusung ide transportasi ini, Hyperloop Transportation Technology (HTT) mengumumkan kesiapannya untuk mengoperasikan mahakryanya di Dubai pada tahun 2020, kini giliran Guizhou, Cina yang telah secara resmi bekerja sama dengan HTT untuk menghadirkan kendaraan sejenis yang akan mengular di rute sepanjang 10km.

Baca Juga: HTT Siap Operasikan Hyperloop Pada 2020, Akankah Dubai Operasikan Dua Teknologi Maglev?

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman ecns.cn (20/7/2018), HTT telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Tongren Transport, Tourism and Investment Group milik Pemerintah untuk membangun lintasan Hyperloop yang menghubungkan pusat kota dengan Tongren Fenghuang Airport. Adapun kontrak kerja sama ini bernilai US$295 juta atau yang setara dengan Rp4,3 tiliun.

“Kami telah menyetujui bahwa Hyperloop akan menjadi rencana yang siap ditindaklanjuti,” ujar Chief Executive dari Hyperloop, Dirk Ahlborn sesaat setelah kontrak kerja sama tersebut ditandatangani pada Kamis (19/7/2018). Setelah proyek ini selesai, rencananya pembangunan lanjutan akan digalakkan untuk menghubungkan kota dengan Gunung Fanjing yang juga ada di Tongren. Semisal tepat sasaran, maka dana pembangunan Hyperloop fase 2 ini akan membengkak ke angka 10 miliar Yuan atau sekira Rp21,4 triliun.

Di bawah perjanjian kerja sama tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk mendanai proyek itu secara patungan (joint venture). Tongren yang merangkul China Railway Fifth Survey and Design Institute Group Co. dan China Railway Maglev Transportation Investment & Construction Co. akan mendanai 50 persen dari keseluruhan pengeluaran proyek. Sedangkan sisanya akan ditanggung oleh pihak Hyperloop.

Baca Juga: Akhirnya! Hyperloop Transportation Technologies Canangkan Uji Coba Skala Penuh

Di sini, Hyperloop bertanggungjawab atas penyediaan alat dan teknologi, sedangkan pihak Tongren yang melakukan sertifikasi tabung – yang akan menjadi jalur dari Hyperloop, hingga mengatur regulasi tentang teknologi baru ini.

Kendati bersemangat dalam menghadirkan moda transportasi ini, namun rencana tersebut sempat mendapat sindiran dari Feng Hao, seorang peneliti dari seorang peneliti di Institute of Comprehensive Transportation dari National Development and Reform Commission. Ia mengungkapkan bahwa pengadaan sarana transportasi ini masih membutuhkan banyak pertimbangan. “Masih ada sejumlah masalah teknis yang perlu ditangani melalui beberapa penelitian dan tes dalam berbagai tahap. Tidak peduli fasilitas tersebut (Hyperloop) akan dibangun di bawah atau di atas tanah.” Tutur Feng.

Caledonian Sleeper Manfaatkan Virtual Reality Untuk Jelaskan Armada Terbaru

Caledonian Sleeper merupakan layanan kereta dari London ke Skotlandia yang akan memberikan wawasan tentang armada kereta baru dengan memanfaatkan teknologi virtual reality (VR). VR ini sendiri akan hadir selama dua hari layanan kereta api yang akan berada di Stasiun Glasgow Central.

Baca juga: Kereta Sleeper Berada di Rangakaian KA Argo Bromo Anggrek, Ini Fasilitas Mewahnya

KabarPenumpang.com melansir dari laman railadvent.co.uk (17/7/2018), bahwa dalam layanannya ini juga mengundang masyarakat untuk melihat masa depan perjalanan kereta api Caledonian Sleeper. Saat memasuki portal VR di concourse utama stasiun dimana orang-orang akan menjelajahi rekreasi gerbong baru yng menakjubkan.

Ini dibuat oleh studio media digital Soluis yang menghadirkan tur VR dan memungkinkan pengguna berjalan melalui Club Car dan menemukan kamar di kereta baru yang beberapa diantaranya akan menjadi en-suite. Kehadiran teknologi VR pada Caledonian Sleeper selama dua hari ini akan berlangsung pada 25 dan 26 Juli 2018 yang dimulai sejak pukul 08.00 pagi hingga 20.00 malam waktu setempat secara gratis.

Armada terbaru Caledonian Sleeper

Bagi pengunjung yang hadir akan dapat mengikuti kompetisi untuk mendapat peluang memenangkan perjalanan bagi dua orang dengan kereta api baru. Kereta baru ini sendiri akan mulai debut pada Oktober 2018 ini.

Pada armada baru ini akan hadir beberapa kelas yakni kursi nyaman (Comfort Seat), Kamar Classic (twin atau single), Kamar Club (twin atau single dengan en-suite), Suite (double bed dengan en-suite). Pada pilihan kelas dan kamar ini juga akan bisa diakses oleh tamu dengan mobilitas terbatas.

“Kereta baru kami akan mengubah Sleeper Caledonian, menggembar-gemborkan era baru perjalanan kereta api dan memastikan pengalaman yang benar-benar tak lekang oleh waktu bagi semua tamu. Kami sangat bangga dengan kereta api baru dan semua orang di tim sangat antusias untuk memberikan orang-orang curian, berkat pengalaman realitas virtual imersif yang telah kami kembangkan dalam kemitraan dengan Soluis. Ini adalah kesempatan bagi tamu Caledonian Sleeper saat ini dan calon untuk menyelidiki dunia baru yang menarik dari kereta api baru dan untuk membangkitkan selera mereka menjelang perkenalan mereka hanya dalam beberapa bulan yang singkat,” ujar Ryan Flaherty, Direktur Pelaksana Serco di Caledonian Sleeper.

Baca juga: Sleepers Train di Jepang Sukses Angkat Pamor Wilayah yang Dilaluinya

Diketahui armada dengan harga 150 juta Poundsterling atau Rp2,8 triuliun ini sebagain didanai oleh Pemerintah Skotlandia. Caledonin Sleeper sendiri dirancang untuk mengakomodasi para pelancong modern dan melayani tamu perjalanan bisnis maupun wisata.

“Seringkali pengguna layanan ini sendiri, kami senang ketika tim di belakang Sleeper Caledonian mendekati kami. Ini adalah kesempatan yang ideal untuk membuat versi digital dari kereta api baru yang akan menginformasikan dan menggairahkan tamu di sekitar bentuk transportasi dan akomodasi unik ini. Gerbang Sleeper realitas virtual menghadirkan format yang sangat unik sehingga tidak diragukan lagi kualitas yang diinginkan dari pengalaman tamu,” kata Scott Grant, CEO Soluis.

Seven Stars, Kereta Super Premium, Harga Tiketnya Setara Tiga Motor Bebek!

Apa jadinya jika Anda ditawarkan sebuah tiket kereta bernilai puluhan juta rupiah untuk sekali perjalannnya? Hhmm, mungkin tanpa berpikir panjang Anda akan langsung menolaknya, bukan? Tapi percayalah, ada sebuah negara yang menjajakan harga tiket bernilai puluhan juta rupiah. Alih-alih menghindar, sebagian kalangan malah ‘saling sikut’ untuk mendapatkan tiket layanan kereta tersebut. Kira-kira ada yang bisa menebak dimana layanan tersebut berada?

Baca Juga: Jepang Tawarkan Paket Wisata dengan Kereta Mewah Yang Ramah Dompet

Ya, Jepang! Terkenal dengan jaringan perkeretaapiannya yang luar biasa, Negeri Sakura merilis sebuah layanan kereta super premium yang bernama Seven Stars pada Oktober 2013 silam. Untuk mendapatkan kesempatan menjajal layanan yang beroperasi di Pulau Kyushu ini, Anda harus merencanakannya dari jauh-jauh hari. Karena seperti yang sudah disinggung di atas, warga Jepang dan para pelancong harus dulu-duluan memesan tiketnya.

Salah satu suites di Seven Stars. Sumber: istimewa

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, pemesanan tiket Seven Stars untuk periode Oktober 2018 hingga Februari 2019 sudah ditutup bahkan sejak Mei 2018 kemarin. Bukan karena tidak laku, justru sebaliknya, sudah full booked! Tentu fakta tersebut membuat Anda semakin penasaran bukan tentang apa-apa saja yang akan Anda dapatkan semisal mengular menggunakan Seven Stars?

Lebih mirip desain hotel, interior dari tujuh gerbong layanan Seven Stars ini dirancang oleh Eiji Mitooka, yang menggabungkan motif tradisional Jepang dan elemen desain barat. Dengan dinding gerbong yang dilapisi oleh kayu rosewood dan maple, dan lantai yang terbuat dari kayu walnut, rasanya sangat sulit untuk memisahkan unsur mewah dari layanan yang memuat 14 premium suites ini.

Suguhan koktail dapat Anda nikmati di gerbong Blue Moon, gerbong yang menampilkan pemandangan lanskap khas jalur kereta api. Dari 14 suites yang tersedia, dua deluxe suites dirancang khusus bagi Anda yang ingin merasakan sensasi mewah nan elegan. Soal hiburan, sang operator menyajikan sajian live music yang siap mengiringi tur Anda di “Cruise Train” ini.

Sumber: istimewa

“Segalanya unik dan dibuat khusus untuk kereta itu,” ujar Eiji Mitooka, sang desainer Seven Stars. “Dari tempat duduk sampai pencahayaan, perabotan, dan tema memadukan elemen mandala dengan menarik inspirasi dari Timur dan Barat,” tandasnya seraya memamerkan mahakaryanya.

Dari luarnya saja, sudah terlihat bahwa kereta ini bukanlah kereta biasa. Warna coklat yang mendasari eksterior kereta, guratan emas di sejumlah lekuknya, hingga kaca berukuran setengah gerbong yang terletak pada bagian ekor semakin mempertegas kemewahan dari kereta Seven Stars ini.

Baca Juga: Sleepers Train di Jepang Sukses Angkat Pamor Wilayah yang Dilaluinya

Bagi Anda yang semakin penasaran dengan layanan ini, Seven Stars sendiri terbagi ke dalam dua jenis perjalanan; Reguler dan Premium. Perjalanan di kelas Reguler sendiri berkisar antara dua hari satu malam hingga empat hari tiga malam. Sedangkan untuk perjalanan premium bisa berlangsung hingga enam hari lima malam.

Dikutip dari laman thesun.co.uk (4/7/2018), harga yang dibanderol oleh pihak operator berkisar antara £2.400 atau yang setara dengan Rp45,6 juta per malam. Harga yang setara dengan tiga unit motor bebek baru!

 

Kementerian Transportasi Jepang Larang Penumpang Kereta Bawa Pisau

Jepang telah melarang penumpangnya membawa pisau yang tidak terbungkus rapi (dalam kemasan) untuk masuk ke dalam kereta, padahal pisau merupakan salah satu buah tangan populer. Hal ini disampaikan oleh Kementerian Transportasi Jepang pada Jumat (20/7/2018) kemarin.

Baca juga: Inilah Alasan Perkeretaapian Jepang Lebih Menggunakan Easy Japanese Ketimbang Bahasa Inggris

Adanya pelarangan tersebut sebagai langkah-langkah dalam keamanan baru karena penyerangan fatal belum lama ini terjadi di dalam kereta peluru. Dengan pelarangan dan langkah-langkah pencegahan yang baru, memungkinkan staf dan kondektur stasiun bisa mengusir paksa penumpang yang ketahuan membawa pisau tak terbungkus dalam kereta.

KabarPenumpang.com melansir dari laman bangkokpost.com (20/7/2018), bahwa dalam pelarangan ini tidak akan ada pemeriksaan bagasi yang akan dilakukan staff maupun pihak keamanan. Sebab dengan adanya pemeriksaan bagasi tersebut akan membutuhkan ruang ekstra dan menghambat kelancaran proses boarding penumpang.

“Kami menerapkan langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan jelang Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade pada 2020 mendatang,” ujar Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang Keiichi Ishii.

Tak hanya itu, dalam proposal yang diajukan pihak kereta api ke kementerian, mengusulkan agar adanya penggunaan perisai pelindung, rompi anti penusukan dan gas air mata untuk mempersenjatai staff. Pihak kereta api Jepang juga mempertimbangkan menggunakan ponsel pintar dan tablet untuk berbagi gambar kamera keamanan di dalam kereta.

Dengan usulan ini, pihak kementerian kemudian mempertimbangkan langkah untuk memperkuat kemanan setelah adanya insiden pada 9 Juli 2018 kemarin saat seorang pria berkumis berusia sekitar 20-an mengamuk dan membawa pisau saat berada di kereta peluru Nozomi dari Tokyo ke Stasiun Shin-Osaka.

Baca juga: Inilah Alasan Perkeretaapian Jepang Lebih Menggunakan Easy Japanese Ketimbang Bahasa Inggris

Penyerangan tersebut menewaskan seorang pria berusia 38 tahun yang mencoba menghentikannya dan juga melukai dua orang wanita berusia 20-an. Insiden ini terjadi setelah seorang pria lansia pada 2017 lalu di dalam kereta peluru membakar diri yang ikut menewaskan seorang penumpang lainnya.

Hingga akhirnya membuat perdebatan tentang menyeimbangkan kenyamanan dan keselamatan penumpang kereta. Sejak insiden tersebut, operator kereta peluru meningkatkan jumlah penjaga keamanan dan patroli dalam kereta serta memberikan pelatihan bagi kru dan staf kantor untuk menanggapi situasi darurat.

Mau Ajarkan Anak Naik Angkutan Umum Sejak Dini? Simak Tips Berikut Ini!

Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli, yang pada tahun ini jatuh tepat hari Senin, tidak menyurutkan berbagai lapisan masyarakat untuk merayakannya. Sebagai peringatan untuk anak-anak Indonesia, apakah Anda sebagai orang tua sudah mengajarkan anak untuk menikmati keindahan kota dengan transportasi umum? Mungkin masih banyak yang takut untuk membawa anak-anak mencoba transportasi umum.

Baca juga: Ingin Bawa Anak Naik Pesawat? Perhatikan Beberapa Poin Penting Ini

Padahal dengan transportasi umum, anak bisa bersosialisasi dengan orang lain. Tak hanya itu, ini juga mengajarkan anak-anak mandiri dan empati untuk berbagi kursi dan ruang dengan orang lain.

Tapi jangan khawatir, KabarPenumpang.com akan memberikan beberapa tips untuk memudahkan para orang tua yang baru pertama kali mengajak anak-anak menggunakan transportasi umum. Berikut ini tipsnya, silahkan disimak.

1. Perkenalan transportasi umum
Anak mungkin sudah mengenal berbagai transportasi umum dari buku cerita yang dimilikinya. Namun, Anda harus menjelaskan secara rinci beberapa transportasi umum seperti bus, KRL maupun angkot alias angkutan kota. Tidak lupa jelaskan pada anak tentang tempat menaiki kendaraan umum tersebut seperti dari halte, terminal maupun stasiun. Ini agar memudahkan anak terbiasa dan mempraktekkan aturannya dengan baik dan benar.

2. Utamakan keselamatan dalam kendaraan
Ajarkan kepada anak agar menunggu kendaraan hingga benar-benar berhenti sebelum naik atau turun. Jelaskan juga kenapa mengeluarkan tangan dan kepala dari jendela berbahaya. Jangan lupa untuk selalu mengingatkan buah hati agar tidak berlarian dalam kendaraan umum.

3. Rute dekat
Untuk pertama kali jangan langsung ajak anak dengan rute jauh, tetapi ajak menggunakan transportasi dalam rute dekat. Sebenarnya pilihan rute dekat ini utuk menghindari kebosanaan dan lelah pada anak. Sebab bila anak bosan bisa saja tidak lagi mau menggunakan angkutan umum.

Baca juga: Bawa Anak Autis Dalam Penerbangan? Ini Dia Tipsnya!

4. Kesabaran
Karena berbeda dengan menggunakan kendaraan pribadi, saat menunggu kendaraan umum, anak harus rela menunggu sambil kepanasan, bersinggungan dengan orang lain bahkan mencium aroma yang berbeda dari kendaraan milik orang tuanya. Saat dalam kendaraan umum juga kesabaran yang diajarkan adalah saat ada ibu hamil atau kakek dan nenek yang membutuhkan tempat duduk.

Sepasang Petugas Medis Beraksi Selamatkan Nyawa Penumpang di Kabin Singapore Airlines

Sepasang muda-mudi yang menjadi penumpang Singapore Airlines menuai pujian dari warganet setelah aksinya menyelamatkan nyawa penumpang diunggah ke jejaring sosial Facebook pada Senin (9/7/2018). Postingan tentang pertolongan pertama yang diberikan oleh sepasang petugas kesehatan ini di like-500 dalam rentang waktu tiga jam saja setelah diunggah.

Baca Juga: Awak Kabin Bantu Melahirkan Seorang Ibu di Ketinggian 42.000 Kaki

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (9/7/2018), kejadian ini bermula ketika Lam Guo Wei, seorang petugas medis dari Angkatan Bersenjata Singapura dan istrinya, Audrey Chia, seorang suster, tengah dalam perjalanan menuju Fukuoka, Jepang pada Jumat (6/7/2018). Beberapa saat setelah pesawat mengudara, mereka berdua mendapati seorang penumpang laki-laki pingsan di belakang kursi mereka – yang kebetulan dekat dengan toilet.

Seperti sudah menjadi santapan mereka tiap hari, pasangan Lam dan Audrey langsung membopong si penumpang menuju bagian yang agak luas di dalam pesawat guna memberikan pertolongan pertama. Sejurus sesaat, pasangan yang kebetulan sama-sama berusia 27 tahun ini langsung mengecek organ-organ vital dari si penumpang pria seperti denyut nadi hingga detak jantung.

Setelah siuman, mereka langsung menanyakan riwayat penyakit dari si penumpang, alih-alih ia harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Tidak berselang lama, seorang dokter asal Jepang datang menghampiri kerumunan untuk melakukan diagnosa cepat. Berlandaskan informasi dari Lam, sang dokter akhirnya memutuskan bahwa maskapai tidak perlu melakukan pendaratan darurat dan penumpang yang namanya disamarkan ini bisa tetap melanjutkan perjalanannya menuju Jepang.

Baca Juga: Proses Persalinan Cepat, Inilah Pertama Kali Seorang Bayi Lahir di Kereta Cepat

Adalah John Lin, seorang penumpang di penerbangan yang sama yang pertama kali mengunggah aksi heroik dari sepasang muda-mudi ini. Disertai dengan sebuah foto yang menunjukkan seorang penumpang tengah mengenakan masker oksigen, tidak sungkan John memuji pasangan ini.

“Mereka berdua adalah profesional medis yang sangat berkualitas!” tulisnya. “Melihat mereka berdua secara langsung saling berkolaborasi untuk menyelamatkan nyawa seorang penumpang merupakan pengalaman berharga yang sangat menginspirasi,” tandas John. Diketahui, pasangan Lam Guo Wei dan Audrey Chia ini hendak melakukan foto pra-wedding di Jepang.

Hingga berita ini diturunkan, sudah lebih dari 1.100 pengguna Facebook yang menyukai unggahan dari akun terverifikasi, The Singapore Army. Salut!

 

Karena Unik, Sejumlah Jembatan Penyeberangan Orang Jadi Fenomenal

Jembatan penyeberangan orang (JPO) merupakan salah satu fasilitas yang memudahkan masyarakat dalam menyeberang. Biasanya jembatan ini ditemui di jalan raya ataupun berada di atas jalur kereta api. Salah satunya seperti JPO yang berada di dekat stasiun UI Depok yang menghubungkan pejalan kaki dari arah Margonda ke Kampus UI.

Baca juga: Jembatan Kereta Bukit Duri, Klasik Dan Terlupakan

Selain itu jembatan ini juga melalui Stasiun UI. KabarPenumpang.com mendapatkan hal unik dari jembatan ini, sebab bernama jembatan aborsi. Memang cukup aneh, apalagi nama jembatan ini seakan-akan pernah menjadi tempat aborsi.

Padahal sejak digunakan awal 2016 lalu, jembatan ini merupakan jembatan biasa dan bagi para pejalan kaki dimudahkan tanpa harus melalui rel kereta demi keselamatan. Sayangnya bagi ibu hamil, jembatan ini cukup membuat mereka mengeluh saat melintasinya.

Keluhan para ibu hamil inilah yang kemudian membuat adanya istilah jembatan aborsi. Selain itu penyebutan ini pun mungkin dikarenakan jembatan cukup tinggi dan jarak antara anak tangga yang satu ke lainnya kecil dan cukup banyak.

Tak hanya jembatan aborsi saja, di Bandar Lampung di daerah Stasiun kereta api Tanjung Karang sering digunakan untuk melakukan swafoto (selfie). Jembatan ini berwarna oranye dan sudah ada di situ selama 40 tahun silam.

Fungsi utama jembatan ini sama seperti lainnya yakni untuk penyeberangan masyarakat dari Jalan Dipo menuju Kampungsawah. Namun kini semenjak menjadi spot selfie jembatan terlihat ramai mulai dari anak-anak sekolah, mahasiswa atau masyarakat berfoto atau hanya sekedar melihat kereta melintas. Jembatan ini juga ramai karena di sering menjadi objek foto dan di unggah ke media sosial.

Tenang, tak hanya di Lampung dan Depok saja, Solo juga ternyata punya jembatan yang menghubungkan Terminal Tirtonadi dengan Stasiun Solo Balapan. Skybridge ini memiliki panjang 437 meter dan bisa dilalui selama 15 menit baik dari stasiun menuju terminal atau sebaliknya.

Baca juga: The Causey Arch, Jembatan Kereta Tertua yang Kini Masih Bisa Dilihat Keberadaanya

Adanya skybridge ini, mengurangi jarak yang tadinya 1,3 km dari Stasiun Solo Balapan menuju Terminal Tirtonadi. Bagi masyarakat yang memiliki tiket kereta api, jembatan ini bisa digunakan dengan leluasa oleh penumpang, tetapi bagi yang tidak, mereka hanya bisa menggunakan jembatan di bagian sisi terminal.

Bisa dikatakan jembatan ini mendekatkan yang jauh bukan menjauhkan yang dekat. Dengan tinggi lima meter dan di tutupi kaca bagian kanan kirinya, jembatan ini tak luput menjadi salah ssatu objek foto bagi muda mudi atau pelancong yang melaluinya, jembatan ini juga di legkapi dengan eskalator sehingga memudahkan penumpang yang malas menaiki anak tangga.

Medsos Sumbang Peningkatan Kecelakaan pada Remaja, Otoritas Kereta Api Inggris Kampanyekan Keselamatan

Peran media sosial (medsos) dewasa ini terbilang cukup signifikan dalam menyebarluaskan sebuah peristiwa. Tidak terkecuali kalangan remaja, medsos seolah dijadikan wadah bagi mereka untuk ‘memamerkan’ suatu hal yang dianggap keren dan layak untuk dikonsumsi publik – mulai dari status, foto, hingga video. Sayangnya, apa yang mereka anggap keren itu sejalan dengan jalan pemikiran orang lain. Maka tidak heran jika jargon “Awasi penggunaan media sosial anak-anak Anda” dengan cepat menyebar dan diamini oleh para orang tua.

Baca Juga: Seni Graffiti di Inggris, Kebanggaan Kaum Bronx yang Sisakan Kesan Kotor dan Tidak Terjaga

Merujuk pada hal di atas, sebuah laporan yang dirilis oleh British Transport Police (BTP) tertuang bahwa media sosial turut berperan dalam meningkatnya jumlah remaja yang tewas di jalur kereta api. Sebagaimana data yang berhasil dihimpun KabarPenumpang.com dari laman telegraph.co.uk (18/7/2018), sebanyak tujuh remaja tewas di jalur kereta api di Inggris dalam rentang waktu satu tahun. Angka tersebut disusul oleh 48 remaja yang mengalami cidera serius yang memaksanya menjadi seorang difabel. Miris!

Seorang juru bicara dari BTP mengatakan bahwa, “medsos pada akhirnya menginfluensi remaja lainnya untuk melakukan pelanggaran seperti menerobos masuk ke daerah terlarang di sepanjang jalur kereta. Jumlah remaja yang tewas selama 12 bulan ke belakang dikhawatirkan akan terus bertambah seiring dengan kasus tiga seniman graffiti yang tewas tertabrak kereta di Loughborough Junction, London Selatan pada bulan Juni lalu.”

Hal tersebut berbuntut pada kampanye keselamatan yang coba diterapkan oleh Network Rail, pemilik dan pengelola sebagian besar jaringan perkeretaapian di Tanah Britania Raya. Kampanye itu sendiri berbentuk sebuah video yang diilhami dari kisah nyata yang dialami Tom Hubbard, seorang remaja yang tersengat aliran lstrik 25.000volt pada tahun 2014 silam. Kendati nyawa Tom masih bisa selamat, namun tidak bagi kehidupan sehari-harinya. Ia menjadi seorang difabel akibat ulahnya menerobos masuk ke dalam area terlarang di salah satu jalur kereta api di Inggris.

Dalam sebuah laporan yang dimiliki oleh Network Rail, angka anak di bawah umur yang menerobos area terlarang di sepanjang jalur kereta meningkat ke level 80 persen sejak tahun 2013 silam. Itu berarti telah terjadi peningkatan sebanyak 21 persen dalam kurun waktu satu tahun saja. Sedangkan sebuah studi terpisah, Network Rail mendapati satu dari 10 remaja mengaku berjalan di jalur kereta api secara ilegal.

Baca Juga: Naas, Seniman Grafiti di Sydney Tewas Setelah Dihantam Kereta

“Jalur kereta api menyimpan bahaya yang nyata namun tersembunyi. Sebut saja dari aliran listrik di jalur kereta itu tidak pernah padam dan sangat berbahaya. Belum lagi dari modanya sendiri yang melaju hingga kecepatan 200 km per jam. Ya, memang si masinis melihat ada hambatan seperti para remaja tersebut, namun apakah ia dapat menghentikan kereta dengan seketika, jawabnanya tentu tidak!” tutur Allan Spence, Kepala Keamanan Publik dan Penumpang di Network Rail. “Kepada para orang tua juga kami himbau kerja samanya untuk terus mengedukasi anak-anaknya tentang bahayanya bermain di jalur kereta,” tandasnya.

Di sisi lain, Asisten Kepala Polisi dari BTP Robin Smith pun mengamini pernyataan Allan. “Kami harap kampanye yang dilakukan oleh Network Rail dapat menyadarkan anak-anak bahwa jalur kereta api bukanlah tempat bermain yang tepat, melainkan berbahaya.”