Sleepers Train di Jepang Sukses Angkat Pamor Wilayah yang Dilaluinya

Shiki-Shima Sleeprs Train. Sumber: Japan Rail Pass

Sebagai salah satu moda transportasi berbasis massal yang sangat digandrungi oleh warga Jepang, jaringan perkeretaapian di sana memang memilki dampak besar terhadap kehidupan sehari-hari warganya. Sebut saja kereta Shiki-shima yang telah mengangkat ‘harkat’ dari beberapa kota yang dilewatinya, setelah moda yang terkenal sebagai sleepers train ini melakukan pengoperasian selama kurang lebih satu tahun lamanya.

Baca Juga: Tak Lagi Gunakan Format Bilik, PT KAI Siap Luncurkan Layanan Sleepers Train Lebaran 2018 Mendatang!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman the-japan-news.com (1/5/2018), kereta ini berangkat dari dan kembali ke Stasiun JR Ueno di Tokyo, dan melakukan perjalanan terutama melalui daerah Tohoku dan Koshinetsu. Penumpang akan menikmati perjalanan dengan nuansa hotel kelas wahid selama dua hingga empat hari. Kereta akan berhenti di beberapa tempat yang menawarkan fasilitas pemandian air panas dan beberapa tempat terkenal lainnya di Jepang Timur.

Salah satu titik pemberhentian Shiki-shima ini adalah di Yamanobe, Prefektur Yamagata yang terkenal sebagai kota pencelupan tekstil dan pengrajin karpet. Oriental Carpet Mills Ltd. yang merupakan salah satu pengrajin karpet di sana mengaku mengalami peningkatan produksi hingga 40 persen terhitung sejak tahun lalu.

“Ini adalah peluang besar bagi kami untuk menjadi lebih dikenal oleh banyak orang. Saya ingin mempromosikan produk kami lebih lanjut, yang diharapkan akan mendorong revitalisasi kota kami,” tutur Presiden dari Oriental Carpet Mills Ltd., Hiroaki Watanabe.

Tidak hanya itu saja, sebuah stasiun tak berawak yang terletak di daerah pegunungan di Chikuma, Prefektur Nagano pun mengalami peningkatan layaknya Oriental Carpet Mills Ltd. Otoritas stasiun tersebut mengatakan jumlah penjualan tiket dari stasiun tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Penjualan tiket meningkat ke angka 3.600 sejak Mei tahun lalu,” tutur kepala Biro Pariwisata Shinshu-Chikuma, Atsumi Shikada.

Baca Juga: Hadirkan Sleeper Train, Siapkah PT KAI Hapus Bayangan “Masalah” Sosial KA Bima?

Tidak hanya Shiki-shima saja, layanan sleepers train lain yang juga turut mendompleng pendapatan dari rute yang dilaluinya adalah Seven Stars Cruise Train. Kereta kelas deluxe ini sendiri telah mengular sejak tahun 2013 silam. Sampai-sampai, Profesor Takeshi Sakimoto dari Universitas Edogawa mengatakan bahwa layanan kereta semacam ini dapat membantu revitalisasi daerah di rute yang dilaluinya.

“Sleepers Train dapat menjadi katalis untuk merevitalisasi daerah di sepanjang rute, tergantung pada sejauh mana daerah memanfaatkan peluang potensial.” ujarnya.