Jalur Tanah Abang – Rangkasbitung: Rute Padat, Headway Cepat

Seperti diketahui, perjalanan Kereta Rel Liistrik (KRL) sudah semakin banyak. Apalagi jumlah kereta yang beroperasi saat ini mampu menekan angka kepadatan penumpang disaat jam-jam sibuk. Kepadatan rute KRL biasanya terasa saat menggunakan perjalanan Jakarta – Bogor (red line). Kemudian ada pula dengan rute Bekasi – Kampung Bandan (blue line), dan yang terakhir adalah jalur Rangkasbitung – Tanah Abang (green line).

Nah, kabar baik bagi pengguna KRL khususnya di Rangkasbitung Line (green line), mungkin bisa bernapas lega. Karena Pemerintah berencana mempercepat waktu kedatangan antarkereta atau headway KRL Green Line di lintas Tanah Abang – Serpong – Rangkasbitung dari semula 10 menit menjadi hanya 4 – 6 menit.

Jalur green line ini semestinya mampu menjalankan pola mempercepat headway tersebut. Mengingat jalur ini hanya digunakan untuk perjalanan KRL saja. Belum lagi ada beberapa stasiun yang memang volume penumpangnya selalu ramai baik di jam kerja maupun libur.

Peningkatan frekuensi layanan ini akan dilakukan bersamaan dengan pembangunan lanjutan fasilitas di Stasiun Tanah Abang pada tahun 2027 mendatang. Sebagaimana diketahui bahwa Jika perjalanan KRL fokus untuk mempercepat headway, pihak Kereta Commuter Indonesia (KCI) juga harus memikirkan persoalan teknis lainnya seperti sistem sinyal/kendali kereta, catudaya listrik, infrastruktur jalan/persilangan, fasilitas depot dan stabling, dwel time, hingga dukungan sumber daya manusia.

Commuter line saat ini telah menjadi tulang punggung transportasi masyarakat urban, terutama di wilayah Megapolitan (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Rata-rata penumpang kereta api berdasarkan data BPS tahun lalu mencapai lebih dari 300 juta per tahun dan didominasi oleh penumpang KRL.

Pemerintah pun menargetkan akses transportasi publik menjadi semakin inklusif dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Seperti halnya untuknya Stasiun Tanah Abang yang merupakan perjalanan awal menuju Rangkasbitung. Stasiun Tanah Abang merupakan salah satu stasiun dengan intensitas tertinggi di Jabodetabek. Stasiun ini menjadi pusat mobilitas masyarakat, sehingga perlu dikembangkan dengan konsep kawasan berorientasi transit.

Kini bangunan baru Stasiun Tanah Abang memiliki luas 19.000 meter persegi di atas lahan seluas 31.174 meter persegi, dengan empat peron dan enam jalur yang mampu melayani rangkaian KRL hingga 12 gerbong.

Sejak Juni 2025, stasiun tersebut telah beroperasi bertahap dengan lima rute aktif, yakni Kampung Bandan, Rangkasbitung, Duri–Tangerang, Manggarai–Bogor, dan Cikarang.

Menurut keakuratan data dari KAI Hingga Oktober 2025, Stasiun Tanah Abang telah melayani 63 juta penumpang atau sekitar 22 persen dari total penumpang KRL Jabodetabek. Peningkatan kapasitas dan efisiensi headway di lintas Green Line diharapkan dapat memperlancar arus penumpang, terutama pada jam sibuk.

Percepatan headway menjadi 4–6 menit di lintas KRL Green Line Tanah Abang–Serpong–Rangkasbitung pada 2027 mendatang diharapkan menjadi bagian penting dari transformasi layanan publik perkeretaapian nasional yang lebih modern, cepat, dan terintegrasi.

Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta

Kenali 10 Rute Kapal Ferry Terindah di Dunia

Naik kapal ferry? Buat sebagian dari Anda mungkin itu sudah biasa, tapi jadi luar biasa bila menjajal rute ferry terbaik di dunia. Pasalnya tak semua orang punya kesempatan emas ini. Tak berbeda dengan di Indonesia, banyak negara lain yang menggantungkan moda transportasinya pada kapal ferry.

Dan di antara banyak negara yang mengoperasikan ferry, muncul pertanyaan rute ferry mana yang dianggap terbaik di dunia? Dan inilah “Top 10 Ferry Rides World” yang dirilis situs dailymail.co.uk.

Baca juga: Operator Ferry Jepang Uji Berthing Aid System – Proses Berlabuh Kapal di Dermaga Lebih Cepat dan Aman

1. Alaska Marine Highway System (Amerika Serikat)
Rute kapal ferry ini didedikasikan sebagai jalur penghubung antar kota kecil dan pedesaan yang lokasinya tidak terjangkau oleh jalan darat. Dibalik dinginnya suhu Alaska, rute paling cantik dari ferry ini yang menghubungkan antara Juneau ke Sitka yang merupakan bagian dari Inside Passage.

Apa yang dilihat? Rute kapal ferry ini mengitari Tongass National Forest, hutan nasional terbesar di AS. Dari atas dek kapal, penumpang bisa melihat identitas sejarah pemukiman warga tradisional Rusia. Sementara di permukaan air, tak jarang ikan paus dan anjing laut memberi atraksi gratis bagi penumpang.

13ferry-system-cuts

2. Ilala Ferry, Danau di Malawi (Afrika Timur)
Ini merupakan layanan kapal ferry mingguan yang berlayar dari Monkey Bay. Ilala ferry tidak termasuk layanan yang mewah, namun kapal ini menawarkan kabin yang rapih dan bersih.

Selain kualitas kapal yang baik, pemandangan desa-desa di pinggiran danau menjadi pemandangan yang menakjubkan, menampilkan suasana keseharian warga Malawi di daerah tepencil. Selain menarik bagi wisatawan, ferry menjadi pondasi banyak masyarakat untuk pengiriman barang. Ilala ferry menyajikan dek atas untuk wisatawan, ruangan bar, dan restoran. Rute ferry tambah menarik dengan pemberhentian di Pulau Mumbo yang dikenal sebagau surga tropis.

3

3. Star Ferry, Hong Kong (Cina)
Perjalanan trans pelabuhan ini usianya usah sangat tua, yakni sejak 1880. Perjalanan ferry yang penuh dengan ikonik sejarah ini menghubungkan antara Kowloon Tsimshatsui ke Central di Pula Hong Kong.

Apa yang dijual dari rute ferry ini jelas adalah pemandangan berupa taburan gedung pencakar langit di pesisir Hong Kong. Tampilan terbaik adalah pada malam hari dengan penataan lampu-lampu gedung yang bisa dinikmati dari dek kapal.

Star-Ferry

4. Oban Bay (Skotlandia)
Pulau Hebridean di Skotlandia menawarkan pemandangan alam dan habitat satwa yang menakjubkan. Dengan alam yang masih asli, di sepanjang perjalanan kapal dipastikan penumpang bisa melihat lumba-lumba, dan jika musimnya pas akan muncul ikan paus. Rute yang jadi andalan adalah dari oban Bay ke Pulau South Uist.

Pemandangan berupa bukit-bukit dan pegunungan mendominasi pemandangan. Pemandangan indah diantaranya seperti potongan sejarah Duart Castle, mercusuar di Ardnamurchan dan bahkan Teluk Tobermory dikenal sebagai lokasi pengambilan gambar di serial TV Balamory.

obanbay1

5. Manly Ferry, Sydney (Australia)
Bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Sydney, menjajal Manly Ferry rasanya layak menjadi agenda wajib. Menumpangi ferry dengan ornamen klasik, penumpang langsung diajak melihat Opera House dan Harbour Bridge dari dekat.

Selain menawarkan pemandangan yang cantik, peran inti dari ferry sebagai alat transportasi umum bagi warga lokal yang tinggal wilayah Manly. Manly berlokasi di sebelah Selatan kota Sydney, jaraknya hanya 7 mil dari pusat kota Sydney.

01.manlyFerry-A4MEKX-1680x1050

6. Golden Horn Ferry, Istanbul (Turki)
Terletak di antara dua benua, yakni Asia dan Eropa, menjadikan Turki adalah surge wisata yang tiada tanding. Dan salah satu cara menikmati keindahan negeri dua benua ini dengan mengarungi Selat Bosphorus, lautan yang membelah sisi Asia dan sisi Eropa dari Turki.

Nah, wahana yang digunakan untuk menikmatinya adalah kapal ferry yang mengambil rute mengelilingi selat selama kurang lebih 3 jam, dan destinasi yang paling populer yakni Golden Horn. Selama tur di kapal ferry tersebut, kita akan melihat arsitektur kota Istanbul yang indah. Perumahan penduduk di bukit yang dikombinasikan dengan gedung perkantoran yang tertata rapi.

istanbul-turkey-september-2009-a-ferry-crosses-the-golden-horn-with-mosques-visible-on-the-far-shore_eyj5ib9wl__S0000

7. Golden Gate, San Francisco Ferry (Amerika Serikat)
Mau melihat Pulau Alcatraz yang fenomenal, atau ingin berlayar dibawah jembatan Golden Gate? Jawabannya berlayarlah dengan San Francisco ferry. Tak hanya menyasara wisatawan, kapal ferry ini juga diperuntukkan bagi warga kebanyakan.

Mereka yang ingin melihat pemandangan dan snap foto yang sempurna dapat menikmati perjalanan ke Sausalito dengan segelas anggur atau bir untuk bersulang pandangan – sebelum menikmati warna-warni kota bergaya Mediterania dengan restoran dan galeri seni.

12

8. Monte Carlo Harbour (Monako)
Wujudnya berupa kapal ferry berukuran kecil yang melayani antar jemput penumpang di sekitaran pelabuhan Monte Carlo. Yang khas dari ferry di Monte Carlo adalah menikmati pelayaran dengan latar kumpulan super Yacht yang melengkapi resor-resor mewah. Sayangnya rute ferry ini tak lama, hanya berdurasi sekitar 20 menit.

article-1263998-0912900E000005DC-260_634x347

9. Dalmatian Coast (Kroasia)
Ini merupakan destinasi berlayar yang paling populer di Eropa. Dengan tebaran pulau di sepanjang Pantai Adriatik, menjadikan pemandangan yang dilihat dari ferry rute Dalmatian Cost benar-benar spektakuler. Air jernis dan hangatnya sinar matahari menjadi kombinasi yang tak terlupakan bagi wisatawan. Diantara rute favorit yang diunggulkan yakni antara Rijeka dan Dubrovnik.

Vis-(38)-L

10. Staten Island Ferry, New York (Amerika Serikat)
Staten Island merupakan pulau yang masih masuk dalam wilayah kota New York. Dan salah satu cara berkunjung kesana yaitu dengan naik ferry yang berangkat dari Manhattan.

Dalam perjalanan ke Staten Island, penumpang bisa menikmati keindahan beberapa pulau, seperti Ellis, Governor, patung lLberty dan jembatan Verrazono yang terkenal. Dan hebatnya ferry yang melayani penumpang 24 jam ini dapat dinaiki secara gratis.

12

Catat! Jadwal Nataru 2025 Sudah Bisa di Pesan Mulai Pertengahan Desember, Motis Kembali Hadir

Masyarakat yang menggunakan kereta api menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) rasanya sudah bisa bernafas lega. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) telah mengungumkan bahwa tanggal pemesanan kereta api jelas Nataru sudah bisa dipesan.

Ya, banyak diantaranya kereta api yang memiliki rute tujuan tertentu bakal ramai dipesan, seperti tujuan Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya. Beberapa kereta api yang menjadi incaran masyarakat pun nantinya sudah bisa dipesan dengan harga yang tertera di pemesanan aplikasi maupun website resmi KAI.

Sesuai dari keterangan resmi KAI di media sosial bahwa masyarakat bisa memanfaatkan perjalanan KA menjelang Nataru dengan sebaik mungkin. KAI juga menghimbau untuk selalu pastikan tanggal dan jam keberangkatan sesuai dengan rencana. Kemudian, cek dengan teliti kembali data penumpang saat memesan dan jangan lupa untuk melihat estimasi waktu perjalanan kereta api yang dinaiki.

Tak hanya itu, KAI juga sudah meng-update jadwal pemesanan melalui sosial media resminya, berikut ini:

Selain jadwal reguler yang sudah dapat dipesan, rencananya ak

an ada kereta tambahan untuk perjalanan Nataru 2025/2026. Ya, beberapa kereta api tambahan pilihan akan dioperasikan mengingat antusiasme masyarakat yang ingin libur Nataru ke luar Jabodetabek bakal mebludak. Hal ini libur para pekerja maupun pelajar sudah ditentukan.

Beberapa kereta api tambahan yang bakal dioperasikan nantinya termasuk akan ada rangkaian khusus Motis (Motor Gratis). Rangkaian ini biasanya dijalankan saat menjelang Hari Raya Lebaran. Namun masyarakat juga antusias untuk berharap angkutan Motis ini dijalankan juga saat Nataru. Akhirnya KAI menjawab permintaan masyarakat sebagai pelanggan setia pengguna kereta api untuk menjalankan angkutan Motis.

Informasi yang didapat bahwa angkutan Motis nantinya akan dijalankan 2 rute, yaitu Motis Tengah dan Motis Utara. Untuk Motis Utara dioperasikan dengan rute Stasiun Kampung Bandan melewati Stasiun Cirebon, dan berakhir di Stasiun Semarang Tawang.

Sedangkan untuk perjalanan Motis Tengah akan dipilih rute dari Stasiun Kampung Bandan, Stasiun Cirebon, Stasiun Purwokerto, Stasiun Lempuyangan, dan berakhir di Stasiun Purwosari. Untuk angkutan KA Parcel Utara, Tengah, dan Selatan belum ada informasi lanjutan, apakah tetap berjalan atau tidak selama Nataru nanti.

Fiks! Perjalanan MOTIS, Batavia dan Java Priority Mulai Dijalankan Hari Ini

Kartu Opal: Kisah Revolusi Tiket yang Menyatukan Transportasi Sydney

Pernahkah Anda merasa repot membawa banyak jenis tiket untuk naik kereta, bus, feri, dan light rail di Sydney? Untungnya, masa-masa itu sudah berlalu. Perkenalan Kartu Opal bukan sekadar pergantian tiket kertas, tetapi sebuah revolusi yang menyatukan seluruh jaringan transportasi umum di New South Wales (NSW).

Sebelum Opal, sistem tiket di Sydney dikenal rumit dan terfragmentasi. Setiap moda transportasi (kereta, bus, feri) memiliki tiket dan skema tarifnya sendiri. Pada tahun 2012, Pemerintah NSW mulai meluncurkan Kartu Opal secara bertahap, dan secara resmi menggantikan semua tiket kertas sebelumnya pada tahun 2016.

Peluncuran ini mengubah Sydney menjadi salah satu kota besar di dunia yang memiliki sistem smart card terintegrasi. Kartu Opal hadir sebagai solusi tunggal, sederhana, dan modern untuk seluruh perjalanan Anda.

Kartu Opal adalah kartu pintar tanpa kontak (contactless) yang bekerja dengan prinsip tap on dan tap off. Keunggulan terbesar Opal adalah kemampuannya digunakan di semua moda transportasi umum di seluruh wilayah NSW, termasuk Sydney Trains & NSW TrainLink, yaitu kereta komuter dan regional. Kemudian juga mencakup semua operator bus di Sydney, Blue Mountains, Central Coast, dan Illawarra.

Tidak itu saja, Sydney Ferries dan Feri swasta tertentu (misalnya Manly Fast Ferry) juga dapat diakses menggunakan kartu Opal. Untuk Light Rail (trem), akses Opal mencakup trem di Sydney CBD dan Parramatta.

Kartu Opal dapat diisi ulang (top up) dengan mudah melalui mesin Opal di stasiun kereta, toko ritel (seperti 7-Eleven, newsagent) yang berlogo Opal, dan aplikasi Opal Travel atau situs web resmi. Ada fungsi Auto Top-Up (pengisian otomatis) untuk memastikan saldo Anda tidak pernah habis.

Sejak diperkenalkan, Opal telah berevolusi. Anda kini tidak harus menggunakan kartu fisik Opal. Anda bisa langsung tap menggunakan Kartu Kredit/Debit Nirsentuh (Visa, Mastercard, Amex), perangkat Seluler (Apple Pay, Google Pay).

Ketika Anda menggunakan kartu nirsentuh, sistem akan memperhitungkan perjalanan Anda dengan skema tarif yang sama persis seperti menggunakan kartu Opal, termasuk batasan tarif harian dan mingguan! Ini adalah fitur global city yang sangat dihargai para pelancong.

Meski Kondang, Pantai Bondi di Sydney Tidak Terkoneksi Jaringan Kereta, Inilah Sebabnya!

Kereta Api Progo: Ekonomi Berkelas, Harga Masih ‘Waras’

Siapa yang tak kenal dengan kereta api (KA) yang satu ini. Ya, sangat melekat ditelinga dan paling dekat hati masyarakat masih terus gunakan KA ini untuk destinasi wisata di Kota Gudeg. Tentunya, namanya pun diambil dari nama sungai yang terkenal di Jawa Tengah. Inilah KA Progo.

Sekilas mendengarnya saja masyarakat tentu tahu dengan KA yang ikonik dengan rutenya yang terkenal, yakni Lempuyangan – Pasar Senen. Progo juga merupakan nama kereta api yang digandrungi masyarakat baik Jawa Tengah maupun Jakarta. KA ini digadang-gadang memiliki sejarah panjang sejak awal menjajaki jalur kereta api.

Interior nyaman KA Progo. (Foto: Dok. Istimewa)

Menurut sejarahnya, KA Progo berawal dari Kereta Api Senja yang beroperasi pada 1970-an. Memasuki awal 1980-an, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan penataan ulang, salah satunya dengan pengadaan KA Senja Ekonomi Yogya khusus koridor Stasiun Gambir – Stasiun Yogyakarta. Seiring berjalannya waktu, rute perjalanan ini berubah lagi menjadi menghubungkan Stasiun Pasar Senen dengan Stasiun Lempuyangan.

Pada perkembangan selanjutnya, nama kereta ini berganti menjadi KA Empu Jaya. Nama tersebut merupakan singkatan dari Lempuyangan – Jakarta Raya. Akibat operasional KA Empu Jaya sering mengalami kecelakaan, kereta ini kemudian mendapat perbaikan total dan berganti nama menjadi KA Progo sejak 2002.

KA Progo menghubungkan dua kota, yaitu Yogyakarta dan Jakarta. Kereta ini menawarkan harga tiket terjangkau, dengan fasilitas yang memadai untuk kenyamanan penumpang. Meskipun kini KA Progo ini sudah beralih ke rangkaian yang lebih nyaman dan modern alias menggunakan jenis Stainless Steel New Generatiom, namun masyarakat tetap memilih KA ini sebagai pilihan utama.

Selain itu jadwal perjalanan menggunakan KA Progo pun relatif sangan efisien. Keberangkatan dari Lempuyangan pukul 13:10 WIB dan tibe d Stasiun Pasar Senen pukul 20:45 WIB. Sedangkan keberangkatan Stasiun Pasar Senen pukul 23:20 WIB dan tiba di Stasiun Lempuyangan pukul 06:40 WIB.

Ada harga, tentu ada fasilitas. Kini KA Progo tak lagi menggunakan rangkaian subsidi atau dengan kata lain bagian interior menggunakan ‘kursi tegak’. Saat ini KA Progo audah upgrade menggunakan kursi nyaman yang bisa di atur sandarannya. Serta ruang kereta makan (restorasi) pun dibuat sempurna dan memiliki nilai artistik.

Harga yang diberikan saat memesan tiket perjalanan KA Progo adalah mulai dari Rp270.000 hingga Rp300.000. Dengan harga yang diberikan sangat masuk akal dengan fasilitas yang diberikan selama perjalanan. Hingga kini masyarakat tentu tak akan pernah move on dari KA Progo yang sekarang memiliki fasilitas layaknya kelas terbaik di kereta api Indonesia.

KAI Luncurkan Entertainment on Board Gratis di KA Taksaka, Syaratnya Harus Aktifkan “Flight Mode” di Ponsel

Meme Nama Stasiun Ini Bisa Bikin Anda Tertawa dan Baper Lho

Istilah anak muda masa kini semakin hari semakin unik dan terkadang tak masuk akal. Namun sepertinya kata baper alias bawa perasaan sudah bukan lagi digunakan oleh anak muda masa kini tetapi orang tua pun sudah menggunakan bahasa ini baik untuk masalah percintaan, persahabatan atau hanya urusan pekerjaan.

Baca juga: Tidak Hanya Nama Pelawak, “Indro” Ternyata Juga Nama Stasiun!

Tapi, bagaimana bila baper ini justru saat melihat nama stasiun-stasiun kereta di Indonesia dan di plesetkan menjadi kata-kata gombalan? Ya, mungkin banyak dari Anda yang akan merasa baper dan memilih untuk tertawa bahkan terdiam dengan kepanjangan dari nama stasiun tersebut.

Stasiun apa saja sih yang bikin baper setelah di edit dengan kepanjangannya? KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber dan berikut ini beberapa stasiun yang bisa bikin baper sekaligus tertawa ngakak karena di anggap nyeleneh saat dibuat meme.

1. Stasiun Pasar Minggu
Stasiun yang terletak di daerah Jakarta Selatan ini saat kata Pasar Minggu di urai ternyata bisa menjadi Pas Ada Pacarnya Minggir Dulu. Jadi yang lagi deketin anak kereta sabar dulu ya kalau ada pacarnya.

2. Stasiun Jurang Mangu
Sebelum tiba di Bintaro, stasiun ini menjadi tempat perhentian untuk sampai ke daerah Tangerang Selatan juga loh. Ini dia kepanjangan dari Jurang Mangu, Jomblo Udah Rapih Nggak Malem mingguan. Biasanya yang begini karena hujan.

3. Stasiun Cilacap
Pintu masuk sebelum sampai ke Nusa Kambangan ini ternyata kalau di plesetin bikin rasa menyesal. Kenapa? Karena, Cinta Lama Tak Terucap. Kalau yang begini artinya kaya malu-malu mau tapi tidak berani mengucapkan dan dipendam sendiri.

4. Stasiun Solo Balapan
Mungkin dari sekian banyak nama stasiun ini paling agak membuat tenang bagi para jomblo. Soalnya saat ingat Solo Balapan bisa jadi Sobat Jomblo Bahagia Liat Ada Harapan. Tenang, bagi para pecinta kereta dan jomblo harapan itu pasti ada dan jangan lupa mampir ke Solo Balapan.

5. Stasiun Jombang
Buat anak kereta yang jomblo jangan sedih kalau dibilang Jomblo Melulu Bahagia Juga Nggak. Mungkin yang bilang gitu mereka iri karena saat jomblo tak sebahagia kalian.

Baca juga: Stasiun Sukacinta, Menjadi Besar Karena Tambang Batu Bara di Dekatnya

6. Stasiun Semarang Tawang
Jangan sedih kalau kalian pecinta kereta api pas Semakin Rindu Dan Sayang Taunya Cewe Orang. Ini biasa buat para laki-laki, biar lebih tegar dan sadar masih banyak perempuan di luar sana.

7. Stasiun Klaten
Nama stasiun yang satu ini bila dipanjangkan sepertinya akan membuat miris para pecinta kereta yang sudah berteman karena naik kereta bareng. Soalnya Kenal Lama Tetep Temenan. Ini rasanya sama sekali tidak enak apalagi di beri harapan palsu.

Tapi jangan salah meski ada meme, mungkin banyak yang tidak tahu nama stasiun di Indonesia unik dan teringat akan makanan bahkan pelawak. Seperti stasiun Baso, Indro, Warung Bandrek, Sukacinta dan lainnya.

Bukan di Kota Tangerang, Sejarah Ciledug Ternyata Miliki Dua Bangunan Stasiun yang Berbeda

Jalur kereta api wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon pun tak luput dari sejarah. Ya, jalur yang terkenal dengan laju kecepatan kereta api yang tinggi ini mengisahkan sejarah yang unik di beberapa wilayah. Nah, salah satu stasiun yang akan kabarpenumpang bahas kali ini adalah Stasiun Ciledug.

Sekilas nama Ciledug bagi warga Jabodetabek pasti mengingat akan daerah yang ada di Kota Tangerang, Kabupaten Banten. Padahal nama Ciledug ada stasiunnya juga, lho. Ya, Stasiun Ciledug, yang terletak di antara Cirebon dan Semarang, dibangun pada masa kolonial Belanda sebagai bagian dari jalur kereta api untuk mengangkut hasil pertanian dan perdagangan.

Stasiun yang terletak pada ketinggian +16 m ini, Awalnya stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah dibangunnya jalur ganda di segmen Larangan – Ciledug per 16 Desember 2014 dan dilanjutkan dengan segmen terakhir Cirebon – Ciledug per 1 April 2015, jumlah jalur bertambah menjadi empat.

Sejarah mengatakan bahwa Stasiun Ciledug ternyata memiliki keunikan. Jaman era Kolonial Belanda, ternyata stasiun ini sempat memiliki 2 nama namun di perusahaan yang berbeda. Lokasinya pun juga berbeda jauh dari lokasi aslinya yang berada di rute Cirebon – Kroya.

Pada awalnya, Stasiun Ciledug di jalur yang dibangun oleh Maskapal Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) pada tahun 1897 dari Cirebon sampai Semarang yang merupakan jalur tram pinggir jalan raya.

Stasiun Ciledug yang dibangun SCS. (Foto: Dok. indonesiarailwaymap.com)

Ada namanya Stasiun Mundu yang menjadi jalur utama berbelok ke arah selatan menuju Ciledug dan berbelok kembali ke utara di Stasiun Losari lama. Jalur cabang ini dibangun untuk memfasilitasi angkutan produk pabrik gula di sekitar Ciledung, Karangsuwung, Sindanglaut dan Jatipiring.

Sekitar dua puluh tahun kemudian SS juga membangun jalur Cirebon – Kroya (informasi tentang jalur Cirebon – Kroya yang dibangun SS dapat dilihat pada postingan INI dan INI) yang melewati Ciledug sehingga di daerah yang sama bisa ada dua stasiun, misalnya di Sindanglaut ada Stasiun milik SCS dan ada Stasiun milik SS. Kemudian baru pada tahun 1915 dibangun jalur shortcut dari Waruduwur ke arah timur dan berujung di Stasiun Losari (dan sekarang menjadi bagian dari jalur lintas utara jawa dari Cirebon ke Brebes).

Untuk jalur di Waruduwur – Ciledug – Losari saat ini sudah tidak banyak yang tersisa termasuk bangunan stasiun. Sedangkan jalur utama masih aktif sampai sekarang. Dari sejumlah stasiun yang dibangun pada masa SCS sampai sekarang, beberapa stasiun sudah dinonaktifkan dan kebanyakan hilang kecuali Stasiun krandon yang masih tersisa bangunannya, Stasiun Losari lama (Stasiun Losari baru 400 meter disebelah barat Stasiun lama) dan Stasiun Bulakamba yang belum lama dinonaktifkan setelah Jalur ini diselesaikan upgrade ke Double Track pada tahun 2013-2014.

Kini yang masih aktif digunakan hanyalah Stasiun Ciledug dengan rute Cirebon – Kroya. Stasiun ini juga aktif melayani penumpang Kerta Api Jarak Jauh (KAJJ) baik dari arah Jakarta maupun dari arah Yogyakarta atau Surabaya. Memiliki bangunan yang cukup megah membuat Stasiun Ciledug terlihat lebih luas hingga kini. Beberapa KA yang berhenti di Stasiun Ciledug adalah KA Cakrabuana, KA Ranggajati, KA Fajar Utama Yogyakarta, dan KA Gaya Baru Malam Selatan.

Stasiun Cirebon, Bernilai Strategis dan Menyandang Bangunan Cagar Budaya

Sempat Ditutup, Kini Masyarakat Kembali Bisa Memesan Tiket KA Desember Mendatang

Beberapa hari lalu informasi yang disampaikan oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mengenai penyesuaian perjalanan kereta api (KA). Penyesuaian tersebut adalah pola pengaturan kecepatan perjalanan KA. Diketahui bahwa kecepatan perjalanan KA saat ini mencapai maksimum 120 km/jam.

Ya, PT KAI akan melakukan penyesuaian jadwal dan pola perjalanan kereta api di seluruh wilayah Daerah Operasional (Daop) 1 sampai dengan 9 mulai 1 Desember 2025. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, dan kenyamanan pelanggan.

Penumpang kereta api memadati stasiun. (Foto: Dok. Istimewa)

Sebelumnya dengan proses pembaruan tersebut, pemesanan tiket untuk perjalanan bulan Desember 2025 sempat sementara belum dapat dilakukan. Pelanggan dapat membeli tiket hingga tanggal keberangkatan 30 November 2025 melalui seluruh kanal resmi KAI: aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, Call Center 121, dan mitra resmi KAI.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan pembaruan jadwal merupakan bagian dari peningkatan keandalan layanan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan pelayanan KAI semakin efisien dan tepat waktu di seluruh daerah.

KAI juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pelanggan selama masa penyesuaian berlangsung. Tentunya setiap perubahan terkait pola perjalanan, jadwal, dan sistem pemesanan tiket akan diinformasikan secara berkala melalui media sosial resmi KAI.

Beruntung per hari ini jadwal KA sudah dapat dipesan untuk Bulan Desember. Berbagai rute dan tujuan baik kereta kelas ekonomi maupun eksekutif sudah dapat dilayani. Melalui aplikasi ataupun website resmi KAI, masyarakat sudah bisa mengatur jadwal perjalanan KA ke destinasi favorit.

Masyarakat pun sudah bisa memesan tiket KAI mulai H-45. Antusiasme masyarakat tentunya berharap bisa mendapat tiket perjalanan KA di Bulan Desember, mengingat pada bulan tersebut merupakan momen yang ditunggu-tunggu bagi masyarakat. Momen tersebut adalah libur Natal dan tahun baru (nataru).

Perjalanan Mendadak? Jangan Khawatir, Pesan Tiket Kereta Bisa 2 Jam Sebelum Keberangkatan

“Indian Pacific” (Sydney-Perth): Kereta Mewah Lintas Benua yang ‘Menyapa’ Dua Samudra

Bila “The Ghan” adalah kereta mewah jarak jauh yang melayani rute Adelade (Australia selatan) – Darwin (Australia utara), maka untuk rute Australia timur ke Australia barat juga ada kereta sejenis yang tak kalah mewah dengan melintasi jalur wisata yang eksotis. Kereta mewah jarak jauh yang dimaksud adalah “Indian Pacific.”

Baca juga: “The Ghan” (Adelaide-Darwin) – Perjalanan Kereta Eksotis 3 Hari Melintasi Gurun dan Pedalaman Australia

Indian Pacific adalah layanan kereta api mewah yang menghubungkan Sydney di New South Wales dengan Perth di Australia Barat. Perjalanan dimulai di stasiun kereta api Sydney Central di New South Wales. Dalam perjalanan, kereta akan melintasi kawasan wisata unggulan seperti Blue Mountains, Broken Hill, Adelaide, Cook, Nullarbor Plain, dan berakhir di kota pantai Perth di Australia Barat.

Gagasan untuk menghubungkan timur dan barat Australia dengan jalur kereta api telah ada sejak akhir abad ke-19. Namun, proyek ini terbukti sulit karena tantangan geografis dan teknis yang melibatkan melewati gurun pasir dan daerah terpencil. Pembangunan jalur kereta api antara Sydney dan Perth dimulai pada awal abad ke-20. Bagian-bagian berbeda dari jalur ini dibangun oleh berbagai perusahaan kereta api negara bagian dan federal.

Pada tahun 1970, layanan Indian Pacific secara resmi diluncurkan setelah selesainya jalur rel yang menghubungkan Sydney dan Perth. Kereta ini dioperasikan oleh perusahaan kereta api negara bagian yang kemudian digabung menjadi perusahaan kereta api nasional Australia, yang dikenal sebagai “Australian National.”

Pada tahun 1997, layanan Indian Pacific dan Australian National Railways secara keseluruhan dijual kepada sektor swasta sebagai bagian dari inisiatif privatisasi yang lebih besar di Australia. Selama beberapa tahun, Indian Pacific mengalami berbagai perubahan pemilik dan operator dalam industri kereta api swasta Australia.

Indian Pacific kini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar transportasi, tetapi juga menjadi pengalaman wisata yang populer di kalangan turis lokal maupun internasional. Perjalanan dengan Indian Pacific menawarkan pemandangan alam yang spektakuler dan pengalaman melintasi dataran Australia yang luas.

Nama “Indian Pacific” sendiri merujuk pada perjalanan yang menghubungkan Samudra Hindia (Indian Ocean) di barat dengan Samudra Pasifik (Pacific Ocean) di timur. Jarak tempuh Indian Pacific Train, yang menghubungkan Sydney dengan Perth bervariasi tergantung pada rute dan kondisi perjalanan tertentu. Secara kasar, perjalanan ini melibatkan perjalanan melintasi benua Australia dari timur ke barat. Jarak tempuh yang diestimasi adalah sekitar 4.352 kilometer (2.703 mil) dengan memakan waktu sekitar 72 jam.

Meskipun layanan dan fasilitas dapat berubah dari waktu ke waktu, berikut adalah beberapa layanan standar di Indian Pacific:

Kabin Tidur
Indian Pacific menawarkan berbagai jenis kabin tidur, mulai dari kabin ekonomi hingga kabin yang lebih mewah dengan fasilitas pribadi, tempat tidur nyaman, dan pemandangan luar yang spektakuler.

Makanan dan Minuman
Penumpang dapat menikmati makanan dan minuman yang lezat selama perjalanan. Sarapan, makan siang, dan makan malam disajikan di gerbong restoran, dan menu sering kali mencakup hidangan lokal dan khas Australia.

Lounge dan Bar
Kereta ini biasanya memiliki lounge dan bar yang menyediakan tempat bersantai, bersosialisasi dengan penumpang lain, dan menikmati minuman ringan.

Hiburan
Beberapa kereta memiliki fasilitas hiburan di dalam kabin, seperti televisi layar datar, radio, dan lebih banyak lagi. Selain itu, perjalanan itu sendiri adalah hiburan dengan pemandangan luar yang menakjubkan.

Baca juga: Kuranda Scenic Railroad – Jalur Kereta Berbahaya di Australia yang Tampilkan Eksotisme

Pemandu Wisata
Indian Pacific biasanya memiliki pemandu wisata yang memberikan informasi tentang pemandangan, sejarah, dan budaya daerah yang dilalui selama perjalanan.

Aktivitas di Luar Kereta
ndian Pacific menyertakan perhentian di kota-kota tertentu yang memberikan kesempatan bagi penumpang untuk tur dan menjelajahi tempat-tempat menarik.

Arab Saudi dan UEA Membawa Kembali Era Emas Kereta Mewah: Siap-siap Check-in di ‘Hotel di Atas Roda’

Era perjalanan cepat mungkin mulai jenuh. Di saat dunia sibuk memesan tiket pesawat low-cost carrier dan penerbangan short-haul, Timur Tengah justru bergerak mundur—tapi dengan standar kemewahan yang sangat maju.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) kini memimpin kebangkitan gerakan slow travel dengan memperkenalkan “hotel bintang lima di atas roda.” Dua proyek kereta ultra-mewah, Dream of the Desert di Saudi dan layanan eksklusif Etihad Rail, siap mengubah lanskap pariwisata regional, mengubah gurun pasir menjadi Jalur Sutra yang berlapis emas.

Arab Saudi: Impian Gurun yang Berjalan (Dream of the Desert)
Bagi CEO Arsenale Group, Paolo Barletta, kereta bukan sekadar gerbong; itu adalah “hotel di atas roda.” Konsep inilah yang dibawa ke Arab Saudi melalui proyek Dream of the Desert.

Ditargetkan beroperasi pada akhir 2026, rute strategis kereta ini akan menyusuri 1.300 km jalur kereta api dari Riyadh menuju situs-situs Warisan Dunia UNESCO, melintasi keindahan gurun, oasis Qassim, hingga pegunungan Al Hail. Ini adalah cara baru yang lambat (tapi mahal) untuk menjelajahi kerajaan.

Oriental Desert Express, Sensasi Kereta Mewah Pelintas Padang Pasir

Kereta ini dirancang oleh arsitek Aline Asmar d’Amman dan hanya menampung 66 tamu di 33 suite (termasuk Presidential Suites). Desain interiornya bukan sekadar mewah, tapi juga membawa “seluruh budaya negara ke dalam gerbong,” dengan referensi desain dari AlUla hingga Laut Merah.

Tiket dipatok antara $3.000 hingga $5.000 per orang per malam. Ini menegaskan bahwa perjalanan ini adalah pengalaman ultra-luxury, bukan sekadar moda transportasi.

UEA: Pesiar Darat Versi Etihad Rail
Tak mau kalah, Uni Emirat Arab sedang menyiapkan layanan mewah di jaringan kereta api nasional mereka, Etihad Rail. Layanan mewah ini diharapkan meluncur pada tahun 2028, setelah infrastruktur kereta penumpang Etihad Rail selesai. Daripada memfokuskan pada kecepatan, Arsenale dan Etihad Rail berfokus pada “pesiar darat” (inland cruise). Bayangkan, naik kereta dari gurun Liwa yang sunyi, menuju pegunungan Hatta, dan berakhir di pesisir Fujairah—semuanya sambil bersantai di kabin mewah Anda.

Barletta melihat kereta ini sebagai pelengkap sempurna bagi pariwisata UEA. Tamu bisa menginap satu malam di hotel bintang tujuh, dua malam di kereta, dan kemudian kembali ke hotel.

Hubungkan Abu Dhabi – Dubai dengan Kereta Cepat, Etihad Rail Mulai Layani Penumpang di Tahun 2026

Mengapa Kereta Mewah Kembali Populer?
Tren ini didorong oleh tiga faktor utama yang dikutip Barletta, yaitu Nostalgia, seperti kerinduan akan era The Orient Express dan kemewahan perjalanan darat yang elegan. Kemudian keberlanjutan, meskipun perjalanan ini mahal, ia diposisikan sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan daripada penerbangan jarak pendek (short-haul flight), dan disconnection, di era digital yang hiper-konektif, perjalanan lambat memungkinkan penumpang untuk benar-benar bersantai dan melepaskan diri dari tuntutan pekerjaan atau media sosial.

Timur Tengah, yang dikenal dengan kemajuan arsitektur dan kecepatan pembangunan, kini menggunakan teknologi terdepan untuk menghidupkan kembali pesona perjalanan kuno. Namun, kali ini, Anda tidak perlu khawatir tentang kamar mandi komunal; karena, ini adalah standar bintang lima, bukan gerbong tua.

Misteri Kereta Mewah Orient Express Terpecahkan, Gerbong yang Hilang Berhasil Ditemukan