Citilink Beri Promo “Beli 2 Gratis 1 Tiket” di Semua Rute

Terbayangkah bagi Anda para pelancong bisa beli dua tiket dan ternyata dapat gratis satu tiket lagi? Mungkin ini jarang terjadi dan sekalinya terjadi pun tidak setiap tahun atau setiap membeli tiket pesawat.

Baca juga: Punya Kinerja yang Menggiurkan, AirAsia Indonesia Berniat Akuisisi Citilink

Ya, baru-baru ini maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink baru saja memberika promo tiket pesawat menarik. Promo ini untuk ke semua rute, dimana setiap pembelian dua tiket akan gratis satu tiket lagi.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman website citilink.co.id, Rabu (13/3/2019), untuk mendapatkan promo ini pelancong bisa melihat syarat dan ketentuan berikut yang diberikan maskapai hijau untuk promo tersebut.

1. Tanggal pembelian dari 21 Februari hingga 21 Maret 2019
2. Tanggal penerbangan dari 21 Februari hingga 26 Mei 2019
3. Beli 2 tiket dan dapatkan 1 gratis tiket. Member harus melakukan pemesanan untuk tiga orang dalam satu kode booking, sehingga biaya yang harus dibayarkan hanya untuk dua orang.
4. Diskon 21 persen GreenZone dan PBM
5. Berlaku untuk pembelian Citilink melalui website resmi Citilink (member.citilink.co.id)
6. Berlaku untuk semua rute
7. Bonus 1000 Garudamiles untuk pendaftar pertama

Tak hanya itu, sebagai seorang member maskapai hijau, Citilink juga menawarkan promo Flexy Flight yang dihadirkan agar pelancong mendapat keuntungan lebih dengan diskon yang spesial dan fleksibilitas tiket penerbangan. Apa saja sih sebenarnya keuntungan dari Flexy Flight?

Member akan mendapatkan diskon tiket di semua rute, bebas mengganti jadwal penerbangan dan perubahan tersebut bisa dilakukan 48 jam atau dua hari setelah pembelian tiket. Extramiles dangan bonus 1000 miles untuk member.

Tak hanya itu, belum lama ini Citilink mengoperasikan pesawat ATR 72-600 untuk dua rute barunya yakni dari Lampung-Jakarta dan Bandung-Jakarta, dimana keduanya berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma. Pesawat ini mampu menampung 70 orang dan penerbangan ini akan beroperasi setiap hari.

VP Corporate Secretary & CSR Citilink Indonesia Resty Kusandarina mengatakan, pembukaan dua rute baru tersebut merupakan bagian dari komitmen Citilink untuk terus memperluas jaringan penerbangan di Indonesia, khususnya untuk meningkatkan konektivitas antarkota di Sumatera dan Jawa. Menurut Resty, rute baru ini akan memberikan lebih banyak opsi moda transportasi bagi masyarakat yang ingin menuju ke Bandung dan Lampung dengan lebih cepat dan efisien.

Baca juga: Citilink Gunakan ATR 72-600 untuk Rute Bandung dan Lampung

“Pengoperasian pesawat ATR 72-600 pada rute-rute Citilink merupakan bentuk diversifikasi armada Citilink Indonesia sehingga dapat terus melebarkan sayap di kota-kota seluruh penjuru Indonesia,” kata Resty.

Jelang Beroperasi Penuh, Sebenarnya Berapa Tarif Tiket MRT Jakarta?

Pada24 Maret mendatang uji coba publik MRT Jakarta akan berakhir, dan sejak itu layanan MRT pertama di Indonesia ini akan masuk masa komersialisasi, yaitu dengan penetapan tarif bagi penumpang. Meski 24 Maret tinggal beberapa hari lagi, namun tarif MRT belum juga ada kabar kepastian dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Padahal sebelumnya PT MRT Jakarta sudah mengajukan usul tarif per 10 kilometer sebesar Rp8500. Namun bagaimanakah tanggapan menteri keuangan dengan kisaran Rp8500-Rp10 ribu per sepuluh kilometernya?

Baca juga: Tunjang Integrasi MRT Jakarta, TransJakarta Buka 3 Rute Baru dari Dukuh Atas

Dikutip KabarPenumpang.com dari cnn.com (7/3/2019), menurut Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Indonesia, usulan tarif perjalanan MRT tersebut sebenarnya tak langsung bisa mengembalikan investasi total senilai Rp16 triliun yang sudah digelontorkan. Dia mengatakan nilai sebesar itu tidak akan kembali dalam bentuk tiket tetapi bisa dari sumber-sumber lainnya seperti kegiatan ekonomi yang muncul dengan kehadiran MRT.

“Kerja sama bisnis antara PT MRT Jakarta dengan perusahaan-perusahaan swasta yang menyewa ruang penjualan dan jasa iklan di stasiun. Selain itu, kegiatan ekonomi di sekitar stasiun MRT juga akan berkontribusi bagi ekonomi masyarakat sekitar hingga perekonomian Tanah Air. Tentu ini akan memperkuat investasi di infrastruktur dan berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Meski tidak bisa mengembalikan dana investasi yang sudah digelontorkan, setidaknya besaran tarif tiket masih sesuai dengan kemampuan daya beli dan kehadirannya tidak membebani pengeluaran masyarakat.

“Apakah ini kemahalan? Tentu kami lihat dari berbagai aspek. Dari keseluruhan itu, tentu dari sisi biaya dan waktu akan hemat, juga kenyamanan serta daya beli masyarakat masih comparable,” jelas Sri Mulyani.

Kendati belum ada keputusan final dari Gubernur DKI Jakarta, bila dengan usulan Rp10 ribu per sepuluh kilometer, maka asumsi subsidi yang akan ditanggung Pemerintah Provinsi DKI sekitar Rp21.659 per penumpang. Bila ditotal pertahunnya maka subsidi yang ditanggung sebesar Rp338 miliar untuk Rp10 ribu per sepuluh kilometer, tetapi untuk Rp8500 per sepuluh kilometer maka akan mencapai Rp365 miliar per tahunnya.

Bisa dikatakan tarif tiket MRT Indonesia Rp8500-Rp10 ribu akan lebih murah dibandingkan dengan MRT Singapura. Sebab di Singapura sekali perjalanan bisa menghabiskan dua hingga tiga dolar Singapura.

Baca juga: Stiker Jadi Tanda Penumpang Peserta Uji Coba MRT Jakarta, Awas Jangan Kelewatan Waktu

Tarif tiket MRT Jakarta selain sangat terjangkau, fasilitas yang diberikan pun hampir serupa dengan yang ada di Singapura. Tak hanya itu, jalurnya pun nantinya akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum lainnya seperti TransJakarta, KRL dan LRT.

Pintu Kereta Tidak Tertutup Saat Melaju, Kepala Stasiun MRT Diganjar Sanksi

Pernahkah Anda membayangkan jika kereta komuter yang Anda tumpangi melaju dengan kecepatan tinggi, namun dengan pintu yang tidak tertutup. Nah, hal mengerikan ini bukan hanya sekedar khayalan semata, karena baru-baru ini sebuah kereta MRT di Singapura (SMRT) melaju dengan kondisi pintu yang terbuka. Kejadian ini sontak menjadi bahan pembicaraan setelah sebuah rekaman singkat menampilkan kejadian yang mengancam keselamatan para penumpang ini.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Layanan, MRT Singapura Gandeng McLaren Gunakan Teknologi Formula 1

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (12/3/2019), kejadian ini terjadi pada Senin (11/3/2019) petang, di North-South Line MRT Singapura. Menurut informasi yang beredar, pintu kereta ini terbuka ketika kereta bergerak dari Stasiun Ang Mo Kio menuju Stasiun Yio Chu Kang.

Ketika dikonfirmasi ke pihak SMRT selaku operator, mereka membenarkan kejadian ini dan, “kejadian sendiri terjadi sekira pukul 19.30 (waktu setempat),”

Dikabarkan, kepala stasiun berada di dalam rangkaian kereta guna menangani kesalahan yang sudah dibuatnya, yaitu mengijinkan kereta berangkat dari Stasiun Ang Mo Kio dengan kondisi pintu yang tidak tertutup.

“Setelah ia melakukan kesalahan tersebut, ia langsung menghimbau kepada para penumpang untuk menjauhi daerah pintu yang terbuka dan berpegangan pada tiang yang ada di dalam rangkaian kereta,” ujar vice-president corporate communication SMRT, Margaret Teo.

“Kereta lalu berhenti setelah kurang lebih mengular sejauh 200 meter dari Stasiun Ang Mo Kio dan kembali menuju stasiun tersebut,” tandasnya.

Sebagai bentuk sanksi terhadap kepala stasiun yang sudah lalai dalam menjalankan tugasnya, ia langsung ditangguhkan dari SMRT guna memberikan efek jera.

Baca Juga: Antisipasi Serangan Teroris, Stasiun MRT Singapura Akan Dilengkapi Pemindai X-Ray

Ternyata insiden semacam ini bukanlah yang pertama kali terjadi – di tahun 2016 silam, salah satu pintu dari rangkaian SMRT terbuka ketika tengah melakukan perjalanan dari Bukit Panjang menuju Senja. Dampak dari insiden ini sendiri adalah gangguan layanan selama hampir ima jam lamanya.

 

 

Di India, Penumpang Pesawat Tak Kena Pinalti Jika Batalkan Tiket 24 Jam Setelah Pembelian

Membeli tiket pesawat dan tiba-tiba membatalkannya karena satu dan lainnya biasa terjadi pada setiap penumpang. Karena hal ini, penumpang yang melakukan pembatalan bisa mendapatkan uang mereka kembali tetapi dengan potongan sebnayak 25 persen dari harga tiket.

Baca juga: Beberapa Mitos Seputar Hak Calon Penumpang Pesawat

Baru-baru ini, KabarPenumpang.com melansir dari laman timesofindia.indiatimes.com (11/3/2019), ada aturan baru dimana ketika melakukan pembatalan, penumpang yang membeli tiket uangnya akan dikembalikan secara utuh alias tanpa potongan. Menurut pedoman dan norma yang direvisi oleh Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA), penumpang pesawat dapat membatalkan tiket mereka tanpa dikenakan biaya atau penalti pembatalan asalkan dalam waktu 24 jam sejak tiket tersebut di pesan.

Dari kebijakan baru tersebut tidak akan berlaku jika tiket dipesan kurang dari tujuh hari sebelum tanggal keberangkatan yang dijadwalkan. Jika pembatalan dilakukan diantara tanggal pemesanan dan keberangkatan kurang dari semiggu, maskapai berhak memungut biaya pembatalan secara sah.

Penumpang selalu mengeluhkan bila saat melakukan pembatalan dikenakan INR5 ribu yang setara dengan Rp1,1 juta atau lebih yang dibebankan maskapai jika tiket dibatalkan setelah atau beberapa jam setelah pemesanan. Kebijakan baru mengatakan, maskapai penerbangan bisa melakukan pinalti pada penumpang dari pembatalan penerbangan minimal dua minggu sebelum tanggal atau waktu keberangkatan yang di jadwalkan.

Bahkan bisa membuat persiapan untuk penerbangan alternatif atau menawarkan pengembalian uang kepada penumpang. Tetapi jika maskapai menginformasukan kepada penumpang kurang dari dua minggu sebelum dan hingga 24 jam sebelum tanggal keberangkatan yang dijadwalkan, maskapai menawarkan pengembalian uang atau mengatur penerbangan alternatif untuk kenyamanan penumpang.

Kebijakan tersebut yang sudah direvisi menyatakan jika penumpang tidak diberi tahu ada perubahan dan tertinggal penerbangan, maskapai bertanggung jawab untuk menawarkan penerbangan alternatif maupun pengembalian uang sesuai dengan aturan berlaku seperti berikut ini. INR5 ribu atau tarif dasar sekali jalan ditambah biaya bahan bakar maskapai, mana yang lebih rendah untuk maskapai yang memiliki waktu rata-rata maksimum satu jam.

Baca juga: Bagi Yang Kerap Ketinggalan Pesawat, Maskapai Ini Punya Solusi Untuk Anda

INR7500 atau tarif dasar sekali jalan dan biaya bahan bakar maskapai, mana yang lebih sedikit untuk maskapai yang memiliki waktu rata-rata lebih dari satu jam atau maksimum dua jam. INR10 ribu atau tarif dasar sekali jalan dan biaya bahan bakar maskapai, mana yang kurang dari maskapai memiliki waktu rata-rata lebih dari dua jam.

Tunjang Integrasi MRT Jakarta, TransJakarta Buka 3 Rute Baru dari Dukuh Atas

Warga ibukota Jakarta pecinta moda transportasi umum, sebentar lagi akan bisa menkmati integrasi antarmoda. Apalagi semenjak PT TransJakarta memiliki direktur utama yang baru, kini akan ada tiga rute pengembangan di Kawasan Integrasi Dukuh Atas (KIDA) Jakarta Pusat. Rute baru ini hadir untuk mewujudkan integrasi antarmoda menyambut beroperasinya Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta pada akhir Maret 2019 mendatang.

Baca juga: TransJakarta Umumkan Keikutsertaan di Busworld 2019

Direktur Utama PT TransJakarta Agung Wicaksono mengatakan tiga rute baru tersebut diantaranya adalah Dukuh Atas menuju Kota, Dukuh Atas menuju Blok M dan Dukuh Atas menuju Kuningan. Agung menambahkan, tiga rute baru ini sendiri akan menggunakan armada bus low entry dengan tiket yang sama dengan rute lainnya yakni Rp3500.

Agung menjelaskan, nantinya dengan rute baru ini, masyarakat atau pendatang yang naik MRT atau kereta bandara dan sampai di Dukuh Atas atau Sudirman bisa melanjutkan perjalannya dengan menggunakan armada bus Transjakarta.

“Ketiga rute ini kami rencanakan akan mulai beroperasi pada 15 Maret 2019. Ketiga rute ini juga akan mengantarkan penumpang ke tempat pemberhentian yang kebanyakan merupakan hotel, perkatoran dan pusat perbelanjaan. Ini bentuk komitmen TransJakarta untuk mendukung integrasi antarmoda transportasi dengan menyediakan rute baru,” ujar Agung dalam jumpa media sebelum acara Uji Coba Publik MRT Jakarta kemarin (12/3/2019).

Agung menambahkan, dengan demikian, pihaknya berharap, TransJakarta bisa mengintegrasikan berbagai moda transportasi di Dukuh Atas. KIDA sendiri akan menjadi titik pertemuan Kereta Rel Listrik (KRL), MRT, kereta bandara, TransJakarta dan Lintas Raya Terpadu (LRT) yang akan datang.

Baca juga: TransMilenio, BRT dari Bogota yang Menjadi Benchmark TransJakarta

Sebelumnya pada 6 Februari 2019 kemarin, TransJakarta membuka dua rute baru yakni dari Gelora Bung Karno (GBK) menuju Kalideres dan Kampung Melayu menuju Kota. Dibukanya rute-rute baru ini 164 target dari 236 layanan TransJakarta sudah terpenuhi. Dua rute yakni GBK-Kalideres dan Kampung Melayu-Kota beroperasi dari pukul 05.00 hingga 22.00.

“Pembukaan kedua rute ini sudah mendapat persetujuan dari Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta demi melayani pengguna transportasi umum,” kata Agung.

Stiker Jadi Tanda Penumpang Peserta Uji Coba MRT Jakarta, Awas Jangan Kelewatan Waktu

Untuk mengatur dan memonitor lalu lintas penumpang dalam periode uji coba publik, PT MRT Jakarta menyiapkan empat warna stiker yang diberikan kepada penumpang berdasarkan waktu kedatangan mereka ke stasiun yang dituju. Apa sih sebenaranya kegunaan stiker-stiker itu selain untuk memberitahukan waktu kedatangan mereka?

Baca juga: H-1 Uji Coba Gratis MRT Jakarta, Tinggal Tersisa Kuota untuk 104.391 Orang!

Ternyata stiker ini hanya bisa digunakan selama dua jam untuk satu penumpang. Sehingga penumpang yang menggunakan stiker dan melebihi waktu yang ditentukan, maka penumpang tak dapat kembali menggunakan kereta MRT Jakarta.

“Misalnya penumpang yang menggunakan stiker warna hijau punya waktu dua jam dari jam 12.00 sampai 14.00. Kalau penumpang keluar dari stasiun MRT, terus mau naik lagi tapi sudah jam 15.00 berarti sudah tak lagi bisa menggunakan stiker itu,” ujar salah seorang volunteer kepada KabarPenumpang.com, Selasa (12/3/2019).

Stiker ini sendiri digunakan sebagai pengganti tiket masuk MRT selama masa uji coba. Namun nantinya bila sudah dikenakan tarif, maka tidak lagi diberlakukan stiker dan penumpang MRT Jakarta akan memulai menggunakan kartu yang di tapping di gate masuk stasiun.

Diketahui, penumpang yang sudah mendaftar melalui website resmi MRT Jakarta, harus menunjukkan QR Code kepada petugas stasiun dan akan mendapatkan stiker yang disesuaikan waktu kedatangan. Warna merah untuk pukul 08.00 hingga 10.00 pagi, warna biru pukul 10.00 pagi hingga 12.00 siang.

Sedangkan untuk warna kuning pukul 12.00-14.00 siang dan hijau pukul 12.00 siang hingga 16.00 sore. Uji coba MRT untuk masyarakat umum sendiri sudah berlangsung dari tanggal 12 Maret 2019 kemarin hingga 24 Maret 2019 mendatang atau sebelum MRT Jakarta mulai beroperasi secara komersial pada akhir Maret.

Baca juga: Lebih dari Setengah Total Kuota Uji Coba Gratis MRT Jakarta Telah Terlampaui di Hari Ke-2 Pendaftaran

Nantinya jika MRT Jakarta sudah beroperasi secara komersial untuk warga ibukota, akan ada kartu bernama Kartu Jelajah yang merupakan kartu uang elektronik dan bisa digunakan di semua stasiun MRT. Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin mengatakan, untuk menemani kartu jelajah, kartu uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank juga bisa digunakan penumpang nantinya.

“Kami masih menunggu persetujuan dari Bank Indonesia,” ujar Kamaludin.

Tabrak Ikan Paus, Kapal Ferry di Jepang Alami Kerusakan dan Ciderai Puluhan Penumpang

Sebuah kapal ferry di Jepang dikabarkan mengalami kecelakaan, dimana kapal tersebut diwartakan telah menabrak seekor ikan paus. Kejadian yang terjadi di Laut Jepang ini sendiri terjadi pada Sabtu (9/3/2019) kemarin. Akibat kejadian ini, sebanyak 87 penumpang mengalami cidera – lima di antaranya mengalami cidera serius. Tidak hanya melukai penumpang, insiden ini juga membuat kapal ferry tersebut mengalami kerusakan pada bagian lambungnya.

Baca Juga: Mati Mesin di Tengah Laut, Kapal Ferry India Diselamatkan Tugboats

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (9/3/2019), kapal ferry ini diduga menabrak ikan paus ketika tengah berlayar dari pelabuhan Niigata ke pulau Sado di laut Jepang. Dikabarkan, ikan paus jenis bungkuklah yang menyebabkan insiden ini – dan memang disinyalir di sekitar lokasi kejadian merupakan habitat dari salah satu mamalia laut terbesar ini. Wajar saja jika tabrakan tersebut meninggalkan celah sepanjang 15 cm di lambung kapal.

Praduga ini dibenarkan oleh seorang pakar kelautan yang mengatakan dampak tabrakan itu merupakan hasil tabrakan antara kapal dan ikan paus.

Adapun kapal ferry tersebut tengah mengangkut sebanyak 121 penumpang dan empat awak kabin. Kejadian ini sendiri diprediksi terjadi sekitar pukul 12.15 waktu setempat. Semua penumpang yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapat penanganan pertama. Sementara itu, pihak penjaga pantai mengatakan lima orang yang mengalami cidera serius masih berada tetap dalam kondisi sadar.

“Tenggorokan saya mengenai kursi di depan saya,” ujar seorang penumpang di dalam kapal ferry tersebut.

“Sementara orang-orang yang ada di sekeliling saya mengerang kesakitan,” tandasnya.

Baca Juga: Eks Kapal Ferry Penumpang di Inggris Bertransformasi Menjadi Party Boat

Tidak hanya meninggalkan celah sepanjang 15 cm saja di lambung kapal, namun tabrakan dengan paus bungkuk ini menyebabkan salah satu sayap hidrofoil di kapal yang mampu melakukan perjalanan hingga 80 km per jam ini rusak.

Perusahaan Kapal Sado, yang mengoperasikan ferry Ginga (yang menabrak ikan paus bungkuk), mengatakan pihaknya berhasil mencapai tujuan walaupun mengalami keterlambatan sekitar satu jam dari jadwal semula.

 

Berlisensi Palsu dan Terbangkan Pesawat Berbadan Lebar, Pilot ini Dipidanakan

Seorang pilot yang sudah bekerja selama 20 tahun ditangkap karena lisensi palsu. Pilot ini diamankan saat berada di Afrika Selatan pada Senin (11/3/2019) dengan tuduhan menerbangkan pesawat penumpang besar tanpa lisensi terbang komersial yang asli.

Baca juga: Kopilot Kedapatan Konsumsi Alkohol, Japan Airlines Terkena Delay 69 Menit

KabarPenumpang.com melansir dari laman inquirer.net (12/3/2019), pilot itu adalah William Chander yang baru-baru ini terpaksa mengundurkan diri setelah maskapai mengatakan dirinya terbang tanpa dokumen yang benar alias palsu.

“Pengacaranya menyerahkannya ke polisi pagi ini,” ujar juru bicara kepolisian nasional Vishnu Naidoo.

Dia mengatakan, Chandler didakwa melakukan pemalsuan dan harus datang ke pengadilan pada 15 Mei 2019 mendatang. South African Airways (SAA) mengatakan, Chandler mengklaim memiliki lisensi pilot transportasi maskapai penerbangan dan lisensi lanjutan yang memungkinkannya untuk menerbangkan pesawat penumpang besar.

Diketahui ternyata, Chandler hanya memiliki lisensi pesawat pilot komersial untuk pesawat kecil yang hanya membutuhkan lebih sedikit pengalaman dan pelatihan. Hingga kini, SAA sendiri belum mengungkapkan berapa lama Chandler terbang dengan lisensi palsu tersebut, jumlah penumpang yang diterbangkan dan jenis pesawat yang dia uji coba.

Menurut laporan, Chandler telah bekerja diperusahaan penerbangan nasional sejak 1994. SAA mengatakan kepalsuan itu terungkap November lalu ketika sebuah pesawat Airbus A340-600 yang sedang dia kopiloti ke Jerman mengalami turbulensi dan dia harus melakukan manuver pemulihan.

Chandler adalah pilot pengawas atau kopilot dalam perjalanan tersebut dan memiliki kontrol pada saat kejadian. Juru bicara SAA Tlali Tlali dilaporkan mengatakan penyelidikan atas insiden tersebut mengarah pada penemuan bahwa lisensi Chandler palsu.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Jumat, Tlali mengkonfirmasi ini mengatakan Chandler telah membuat pernyataan palsu kepada maskapai dan mengklaim bahwa ia memenuhi syarat dan memiliki Lisensi Pilot Transportasi Penerbangan (ATPL), ketika ia hanya memiliki Lisensi Pilot Komersial.

“Ini adalah persyaratan SAA bahwa semua pilot memperoleh lisensi ATPL dalam waktu lima tahun dari pekerjaan mereka sebagai pilot di SAA. Ini terkait dengan status Petugas Pertama Senior dan membentuk bagian dari kondisi kerja mereka sebagaimana diatur dalam Perjanjian Pengaturan Pilot SAA. Setiap pilot yang gagal mendapatkan lisensi ini, akan dipecat pekerjaannya dengan maskapai,” kata Tlali.

Maskapai sekarang ingin Chandler membayar kembali uang yang ia hasilkan dengan curang, termasuk tunjangan. Pada hari Jumat Tlali mengatakan bahwa Chandler tidak menghadirkan risiko keselamatan untuk operasi SAA karena ia memiliki Lisensi Pilot Komersial yang valid dan merupakan komandan pesawat.

“Pilot telah berhasil menyelesaikan semua pelatihan keselamatan yang diperlukan. Namun, kami merasa bingung bahwa pernyataan yang keliru dibuat tentang jenis lisensi yang diklaim dimiliki pilot,” kata Tlali.

Baca juga: Palsukan Dokumen Perusahaan, 9 Pilot dan 1 Karyawan Lion Air Ditahan Kepolisian

Pada 2010, seorang pilot Swedia yang menerbangkan jet penumpang selama 13 tahun tanpa lisensi didenda R32 000 dan dilarang terbang selama 12 bulan, The Telegraph melaporkan. Meskipun telah menyelesaikan lisensi pilotnya yang sudah kadaluwarsa dan dilarang terbang selama satu tahun oleh pengadilan Belanda, pengadilan mencatat bahwa ia tidak pernah menyebabkan kecelakaan selama 13 tahun.

Terlambat 2 Menit, Penumpang Ini Selamat dari Kecelakaan Maut Ethiopian Airlines ET302

Pria asal Yunani selamat dari kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines ET302. Hal ini dikarenakan Antonis Mavropoulos terlambat dua menit saat tiba digerbang dan pintu pesawat sudah ditutup.

Baca juga: Alvin Lie: Pemerintah Indonesia Sebaiknya Tidak Terbangkan Dulu Boeing 737 MAX 8

Antonis selamat karena mencari koper dan membuatnya melewatkan penerbangan tersebut. Pria 52 itu kemudian menulis di Facebook dengan caption “Hari Keberuntungan Saya”. Padahal dirinya saat itu berteriak kesal saat pintu keberangkatan ditutup dan tidak seorang petugas yang mau membuka pintu.

Dilansir KabarPenumpang.com dari nytimes.com (11/3/2019), karena perilakunya tersebut, Antonis diamankan oleh petugas untuk dimintai keterangan. Antonis merasa kecewa karena dirinya harus ke Nairobi untuk menghadiri acara tahunan program lingkungan hidup PBB.

Tiket milik Antonis Mavropoulos

Antonis diketahui adalah ketua dari organisasi nirlaba International Solid Waste Association dan mengaku hanya terlambat dua menit ketika gerbang ditutup. Dia bahkan sempat protes karena saat melihat ke jendela masih ada penumpang yang baru saja masuk ke pesawat sesaat ketika gerbang baru ditutup.

“Saya marah karena tak seorang pun yang menolong saya ke gerbang tepat waktu. Saya terus berteriak tapi mereka (petugas) tetap tidak mengizinkan,” ujarnya.

Polisi meminta keterangan dan Antonis mengatakan mereka tidak membiarkan pergi sebelum mengecek identitasnya dan alasan dirinya tidak naik ke pesawat. Saat pemeriksaan dia mengaku, seorang petugas menjelaskan dirinya harus berhenti protes dan berterimakasih kepada Tuhan karena tidak jadi naik ke dalam pesawat itu.

Dia terkejut dengan pernyataan petugas bila pesawat yang tadinya hendak dia tumpangi mengalami kecelakaan dan membuat dirinya nyarit tewas sehingga menyadari betapa beruntungnya Antonis. Dia kemudian mulai menghubungi keluarga, termasuk istri dan putrinya, dan teman-teman untuk memberi tahu mereka bahwa dia tidak ada di pesawat dan dia masih hidup.

Antonis mencoba berpikir logis ketika akhirnya dia naik pesawat ke Nairobi, beberapa jam setelah kecelakaan itu.

“Saya pikir mungkin saya tidak boleh pergi ke Nairobi, bahwa saya harus tinggal di Ethiopia, atau kembali ke Athena. Tetapi kemudian saya berpikir bahwa tidak mungkin penerbangan kedua dari maskapai yang sama, dan rute yang sama akan jatuh pada hari yang sama,” ujarnya.

Di Nairobi, ia bertemu dua rekan kerja di bandara. “Mereka bukan istri atau anak perempuan saya, tetapi saya memeluk mereka, dan mereka memeluk saya,” katanya.

Baca juga: Lakukan Inspeksi, Kemenhub Resmi Berlakukan Temporary Grounded Pada Boeing 737 MAX 8

Tetapi saat-saat sejak itu sulit. Dia tidak tidur sama sekali pada hari Minggu malam. Dia menghabiskan berjam-jam berpikir bahwa dia tidak boleh bepergian sebanyak yang dia lakukan, untuk menghindarkan keluarganya dari stres, dan memikirkan apa yang terasa seperti kesempatan kedua dalam hidup.

“Saya hancur untuk orang-orang yang sekarang pergi, tetapi saya juga merasa sangat beruntung belum ada di antara mereka,” katanya.

Imbas Kecelakaan Ethiopia Airlines, Pemerintah Malaysia Pertimbangkan Ulang Pembelian Boeing 737 MAX 8

Pemerintah Malaysia akan mempertimbangkan kembali pembelian pesawat Boeing 737 Max 8 untuk flag carrier Malaysia Airlines. Hal ini terpaksa dilakukan pasca dua kecelakaan fatal dalam kurun waktu kurang dari lima bulan – pertama Lion Air JT610, dan yang baru-baru ini terjadi adalah Ethiopia Airlines di Addis Ababa beberapa waktu yang lalu. Tidak lain dan tidak bukan, salah satu pertimbangan yang menjadi latar belakang kemungkinan pembatalan pesanan ini adalah keselamatan penumpang.

Baca juga: Setelah Indonesia, Otoritas Penerbangan Singapura Resmi Temporary Grounded Boeing 737 MAX 8

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman asia.nikkei.com (11/3/2019), Menteri Urusan Ekonomi Malaysia, Azim Ali mengatakan bahwa Pemerintah harus meninjau kembali pembelian Boeing 737 MAX 8 pasca kecelakaan Ethiopia Airlines dengan nomor penerbangan ET302 pada Minggu (10/3/2019) kemarin. Sebagai informasi, dalam kecelakaan yang terjadi tidak lama setelah take-off tersebut, sebanyak total 157 penumpang yang ada di dalam penerbangan itu meninggal dunia.

“Manajemen Khazanah harus segera memeriksa masalah ini. Ini untuk memastikan keamanan maskapai, yang terpenting,” tutur Azmin Ali.

Sementara itu, Singapura pada hari Selasa (12/3/2019) menjadi negara terbaru yang mendaratkan pesawat 737 Max. Penangguhan tersebut akan mempengaruhi pengoperasian dari SilkAir, anak perusahaan Singapore Airlines, serta China Southern Airlines, Garuda Indonesia, Shandong Airlines dan Thai Lion Air yang menerbangkan pesawat ke Singapura. Langkah ini mengikuti perintah serupa dari regulator di Indonesia, Cina, Mongolia dan Ethiopia untuk menangguhkan penerbangan 737 Max 8.

Menanggapi serangkaian pembatalan pemesanan yang diterima oleh Boeing, Federal Aviation Administration (FAA) merilis informasi pada Senin (11/3/2019) kemarin bahwasanya Boeing 737 MAX 8 diyakini masih berada di level aman dan laik terbang. Kendati terkesan mendukung, namun FAA menuntut Boeing untuk sesegera mungkin mengubah desain – diimplementasikan pada bulan April mendatang.

Namun nasi sudah menjadi bubur, dua kecelakaan mematikan yang melibatkan Boeing 737 MAX 8 yang sempat dibangga-banggakan ini sudah kadung membuat para pelaku usaha di sektor aviasi memutar otak dan kembali meninjau kelanjutan dari pesanan pesawat jenis ini.

Baca Juga: Lakukan Inspeksi, Kemenhub Resmi Berlakukan Temporary Grounded Pada Boeing 737 MAX 8

“Mengingat bahwa dua kecelakaan sama-sama melibatkan pesawat Boeing 737 MAX 8 yang baru dikirim dan ini terjadi tak lama setelah lepas landas, dua kecelakaan ini memiliki beberapa tingkat kesamaan,” ujar Administrasi Penerbangan Sipil Cina dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Indonesia Polana Pramesti mengatakan langkah-langkah itu (peninjauan kelanjutan pemesanan) untuk “memastikan bahwa kondisi pesawat layak terbang,”